Pasar Kripto Hari Ini 1 April 2026: Masih Bergerak Dinamis

Memasuki 1 April 2026, pasar kripto hari ini, masih bergerak dinamis dengan kombinasi tekanan dan peluang. Sejumlah altcoin justru mencuri perhatian di tengah kondisi pasar yang belum sepenuhnya stabil. NOM melonjak 49% ke Rp84,21, STO naik 37% ke Rp3.315,82, dan KERNEL menguat 36% ke Rp1.736,86. Kenaikan ini mencerminkan adanya minat spekulatif yang kembali muncul, terutama pada aset dengan momentum jangka pendek.

Di sisi lain, pergerakan Bitcoin masih dipengaruhi oleh dinamika pelaku besar. Meski aksi jual whale sempat menekan harga di sekitar $70.000 sepanjang kuartal pertama 2026, investor jangka panjang justru mulai melakukan akumulasi. Korporasi tercatat menyerap lebih dari 88.000 BTC saat harga melemah, menunjukkan kepercayaan terhadap prospek jangka panjang. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Pantauan Altcoin Potensial 1 April 2026

  • NOM catat lonjakan sebesar 49% dan kini berada di level Rp84,21.
  • STO menguat signifikan 37% dengan posisi harga terbaru Rp3.315,82.
  • KERNEL naik 36%, saat ini diperdagangkan di angka Rp1.736,86.

Investor Jangka Panjang Mulai Borong BTC

  • Aksi jual whale tekan harga di level $70.000 hingga Q1 2026.
  • Korporasi serap 88.000+ BTC di tengah penurunan harga.
  • Rotasi ETF hambat arus masuk, sentimen institusi masih abu-abu.

Absen aplikasi + Undang Teman Dapet Hadiah Rp60 Juta!

Prediksi BTC & XRP Pasca Pengesahan RUU CLARITY

  • Harga fluktuatif di dekat level support kritis.
  • RUU CLARITY berpotensi definisikan ulang regulasi kripto AS.
  • ETF perkuat dominasi Bitcoin, namun tekan posisi XRP.

3 Meme Coin pantauan April 2026

  • BONK hindari pola bearish imbas lonjakan volume DEX Solana.
  • Keyakinan PENGU melemah, open interest anjlok 23%.
  • Pasokan SIREN terpusat (90%), muncul sinyal bearish RSI.

Baca juga: Riset Kripto 23-27 Mar 2026: Bitcoin Lesu, Krisis Minyak Global Ancam RI


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Strategi Perpetual Futures Crypto yang Umum Digunakan Trader

Perpetual futures menjadi salah satu instrumen favorit di pasar kripto karena kontraknya tidak memiliki tanggal kedaluwarsa dan bisa mengambil peluang baik saat harga naik maupun turun.

Agar lebih terarah, banyak trader menggunakan beberapa strategi dasar yang sudah cukup umum dipakai di crypto futures, khususnya perpetual. Berikut beberapa strategi yang sering digunakan.

Baca juga: Cara Kerja Perpetual Futures Crypto: Funding Rate dan Mekanismenya

1. Scalping

Durasi: Detik – Menit

Scalping berfokus pada keuntungan kecil yang diambil berulang kali dalam waktu sangat singkat. Trader mendapatkan keuntungan dari memanfaatkan celah liquiditas di order book, momentum harga sesaat setelah aksi beli besar di spot, atau perbedaan harga antar-exchange. 

Strategi ini membutuhkan konsentrasi penuh dan eksekusi yang cepat. Cocok bagi yang bisa memantau layar secara intensif. 

Leverage yang digunakan biasanya moderat (3x–10x) agar tidak terlalu rentan terhadap fluktuasi kecil.

2. Swing Trading

Durasi: 2 – 14 Hari

Swing trader biasanya mengambil posisi long atau short dan menahannya selama beberapa hari untuk menangkap pergerakan harga jangka menengah. Karena perpetual futures tidak punya tanggal kedaluwarsa, posisi bisa dibiarkan berjalan selama margin aman. 

Trader bisa menggunakan analisis teknikal seperti Fibonacci retracement, moving average crossover, dan RSI divergence, dikombinasikan dengan katalis fundamental seperti upgrade jaringan atau rilis makro ekonomi untuk memanfaatkan pantulan harga dari level low ke high dan sebaliknya.

Karena durasinya yang tidak singkat, strategi ini tidak selalu memerlukan pemantauan konstan seperti scalping.

3. Trend Following

Durasi: Hari – Minggu

Trend following adalah strategi mengikuti arah tren utama pasar, baik saat bullish maupun bearish. Trader dapat membuka posisi searah tren yang sudah dikonfirmasi dan menahan posisi selama tren berlanjut.

Trader biasanya menggunakan indikator sederhana seperti Moving Average Crossover (EMA 9 x EMA 21), MACD, atau Fibonacci Retracement.

Strategi ini cocok saat pasar menunjukkan tren jelas karena memungkinkan target keuntungan lebih besar per trade dibanding scalping atau swing, namun tetap memerlukan disiplin. Penempatan stop loss, dan penggunaan trailing stop untuk mengunci profit dapat menjadi salah satu cara risiko saat trading dengan trend following.

4. Hedging

Durasi: Situasional

Hedging adalah strategi defensif yang bertujuan melindungi nilai portofolio dari pergerakan harga yang merugikan. 

Caranya dengan membuka posisi berlawanan di pasar futures terhadap aset yang sudah dimiliki di spot. Misalnya, jika kamu memegang 1 BTC di spot dan khawatir harga turun jangka pendek, kamu bisa membuka posisi short BTC di perpetual futures dengan ukuran setara. 

Jika harga turun, kerugian di spot dikompensasi oleh keuntungan dari posisi short futures. Strategi ini umum dipakai oleh long-term holder saat pasar menunjukkan sinyal bearish jangka pendek.

Baca juga: Leverage dalam Crypto Futures: Peluang dan Risiko

5. Range Trading

Durasi: Jam – Hari

Range trading sendiri merupakan strategi yang memanfaatkan pergerakan harga antara level support dan resistance. Trader membuka posisi long di dekat support dan short di dekat resistance untuk menangkap pergerakan harga layaknya pantulan bola dari atas ke bawah dan sebaliknya.

Strategi ini membutukan identifikasi zona harga yang jelas, konfirmasi pola candlestick, dan indikator seperti RSI atau stochastic untuk mendeteksi kondisi overbought/oversold.

Keunggulannya adalah frekuensi peluang yang relatif tinggi saat pasar tidak trending, namun risiko termasuk false breakout

Durasi: Berkelanjutan

Ini adalah strategi lanjutan yang memanfaatkan mekanisme funding rate perpetual futures. Saat funding rate positif tinggi (artinya banyak trader long), trader bisa membuka posisi short di perpetual futures sekaligus membeli aset di spot, sehingga menerima pembayaran funding rate tanpa eksposur arah harga.

Strategi ini populer di kalangan trader institusional karena menghasilkan yield yang relatif konsisten, terlepas dari naik-turunnya harga. Namun memerlukan modal yang cukup besar dan pemahaman mendalam tentang dinamika funding rate.

Itu dia beberapa contoh strategi dasar crypto perpetual futures yang sering digunakan oleh para trader. Apa pun pilihanmu, pastikan untuk selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan trading, dan pastikan menggunakan exchange resmi seperti Tokocrypto yang telah terdaftar resmi, serta berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.


Investasi dan trading crypto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

3 Altcoin RWA Siap Meledak di April: Whale Mulai Akumulasi Masif!

Di tengah kondisi pasar altcoin yang masih tertekan, beberapa token berbasis Real World Assets (RWA) justru mulai menunjukkan sinyal positif. Kombinasi antara penguatan teknikal dan aktivitas whale membuat tiga token ini menjadi sorotan menjelang April 2026.

Stellar (XLM) mulai bentuk pola bullish

Dilaporkan BeInCrypto, Stellar menjadi salah satu token yang menarik perhatian setelah mencatat lebih dari $1,2 miliar nilai aset dunia nyata yang ditokenisasi di jaringannya. Dukungan regulasi dari SEC dan CFTC serta peluncuran produk institusional turut memperkuat posisinya.

Secara teknikal, XLM sedang membentuk pola inverse head and shoulders, yang sering dianggap sebagai sinyal pembalikan tren. Jika harga mampu menembus area $0,176 hingga $0,189, potensi kenaikan hingga sekitar 20% menuju $0,229 terbuka.

Baca Juga: Tren RWA: Altcoin Utilitas Mulai Mandiri dari Bitcoin

Zebec (ZBCN) didorong akumulasi whale

Zebec Network menjadi salah satu token dengan performa terbaik dalam 30 hari terakhir, mencatat kenaikan sekitar 14%. Kenaikan ini didukung oleh akumulasi whale yang meningkat sebesar 3,52%, menunjukkan adanya keyakinan dari investor besar.

Dari sisi teknikal, ZBCN juga menunjukkan sinyal bullish dengan potensi crossover pada indikator EMA. Jika harga mampu bertahan di atas level kunci, maka peluang kenaikan lanjutan masih terbuka.

Quant (QNT) paling solid secara teknikal

Quant menjadi token dengan struktur paling kuat di antara ketiganya. Selain mencatat kenaikan di berbagai timeframe, aktivitas whale juga menunjukkan akumulasi yang konsisten sejak akhir Maret.

Secara teknikal, QNT menunjukkan bullish divergence pada RSI serta membentuk pola cup and handle. Jika harga menembus area $84, potensi kenaikan hingga sekitar $110 bisa terjadi.

Analisa Tim Research Tokocrypto, ini setup onchain yang bersih: smart money menambah eksposur justru saat momentum bearish melemah.

“Kalau akumulasi whale bertahan dan harga mampu menembus area kunci di atas US$75,65 lalu US$84,33, QNT punya jalur paling kredibel untuk memimpin rotasi RWA di awal April,” jelasnya.

Pasar masih lemah, tapi peluang tetap ada

Meskipun ketiga token ini menunjukkan sinyal positif, kondisi pasar secara keseluruhan masih belum stabil. Oleh karena itu, pergerakan harga tetap perlu dikonfirmasi oleh peningkatan volume dan sentimen pasar yang lebih luas.

Namun, kombinasi antara adopsi aset dunia nyata, dukungan institusional, serta aktivitas whale menjadikan XLM, ZBCN, dan QNT sebagai aset yang patut diperhatikan di bulan April.

Baca juga: Rekor Baru! Dana Tokenisasi Tembus $17 Miliar, RWA Jadi Perhatian


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Dompet Whale LINK Tembus Rekor, Sinyal Rebound ke $12?

Di tengah kondisi pasar altcoin yang masih tertekan, pergerakan tidak biasa justru mulai terlihat pada token Chainlink (LINK).

Menurut Crypto Quant, data terbaru menunjukkan peningkatan aktivitas whale yang berpotensi menjadi sinyal awal perubahan arah pasar.

Penarikan besar dari exchange mulai meningkat

Salah satu indikator utama yang diamati adalah arus keluar (outflow) dari exchange. Dalam beberapa waktu terakhir, terjadi lonjakan penarikan LINK dari Binance, khususnya pada transaksi besar.

Tercatat, dua lonjakan harian menunjukkan lebih dari 8.000 LINK ditarik hanya dari 10 transaksi terbesar dalam satu hari. Pergerakan seperti ini biasanya dikaitkan dengan aktivitas whale yang memindahkan aset ke penyimpanan pribadi.

Dalam banyak kasus, langkah ini sering diartikan sebagai indikasi berkurangnya niat jual dan kecenderungan untuk menyimpan aset dalam jangka menengah.

Baca Juga: Moonwell mengajukan proposal tata kelola terbaru ke Standar Chainlink

Rata-rata outflow terus naik

Tidak hanya lonjakan sesaat, tren jangka menengah juga menunjukkan peningkatan aktivitas. Rata-rata bulanan outflow dari 10 transaksi terbesar naik dari sekitar 2.000 LINK per hari menjadi hampir 2.600 LINK sejak pertengahan Februari.

Kenaikan ini mencerminkan bahwa aktivitas whale tidak hanya sporadis, tetapi mulai meningkat secara konsisten.

Di tengah pasar yang lemah, pola seperti ini menjadi perhatian karena bisa mengindikasikan adanya akumulasi oleh pemain besar.

Dikutip Tim Research Tokocrypto, secara onchain ini biasanya dibaca sebagai tanda awal akumulasi atau penurunan niat jual jangka menengah, karena aset dipindahkan ke penyimpanan non-exchange.

“Belum cukup untuk membalik tren LINK sendirian, tapi intensifikasi whale outflow seperti ini jelas sinyal yang layak dipantau ketat,” ujarnya.

Sinyal awal atau hanya pergerakan sementara?

Meskipun peningkatan aktivitas whale sering dianggap sebagai sinyal positif, kondisi saat ini masih perlu disikapi dengan hati-hati. Dalam beberapa kasus sebelumnya, lonjakan akumulasi tidak selalu berhasil membalikkan tren penurunan harga.

Namun, pergerakan ini tetap menjadi indikator penting untuk dipantau. Jika tren penarikan terus berlanjut dan diikuti dengan peningkatan permintaan, maka potensi perubahan arah harga bisa semakin terbuka.

Untuk saat ini, aktivitas whale pada LINK menjadi salah satu sinyal menarik di tengah pasar yang masih lesu, apakah ini awal dari akumulasi besar atau hanya pergerakan sementara, masih perlu dikonfirmasi dalam beberapa minggu ke depan.

Baca Juga: Ondo x Chainlink Buka Era Baru, Token Saham AS Bisa Jadi Jaminan


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pertarungan Sengit di $1,40: Volume Spot XRP Naik

Pergerakan terbaru XRP menunjukkan dinamika pasar yang tidak biasa, dengan perbedaan arah antara pasar spot dan derivatif. Kondisi ini menciptakan potensi pergerakan harga yang menarik dalam jangka pendek.

Permintaan spot menguat signifikan

Dilaporkan Crypto Quant, data menunjukkan bahwa Binance Spot CVD (Cumulative Volume Delta) mengalami peningkatan besar dari sekitar -$250 juta pada akhir Februari menjadi +$238 juta di akhir Maret. Artinya, terjadi pergeseran sekitar $488 juta yang mencerminkan meningkatnya aktivitas beli di pasar spot.

Kenaikan ini mengindikasikan bahwa investor mulai kembali masuk secara langsung ke XRP, memberikan sinyal awal adanya minat beli yang lebih kuat dibandingkan sebelumnya.

Pasar derivatif masih menunjukkan kehati-hatian

Di sisi lain, kondisi berbeda terlihat di pasar derivatif. Binance Perpetual CVD justru terus melemah, turun dari sekitar -$1,57 miliar menjadi -$1,79 miliar dalam periode 25 hingga 31 Maret.

Penurunan ini menunjukkan bahwa aktivitas di pasar perpetual masih didominasi oleh tekanan jual. Dengan kata lain, trader derivatif belum sepenuhnya percaya terhadap kenaikan yang terjadi di pasar spot.

DIjelaskan Tim Reseach Tokocrypto, ini divergence onchain-derivatives yang cukup menarik untuk XRP: demand spot mulai pulih, tapi futures trader belum percaya sepenuhnya.

“Kalau gap ini terus melebar, XRP bisa punya ruang upside jangka pendek lewat squeeze, namun selama perpetual flow masih negatif, struktur pasar tetap rapuh dan rawan reversal cepat,”ungkapnya.

Baca juga: Sinyal Death Cross XRP Terdeteksi, Prediksi April Masih Bearish?

Leverage kembali naik, potensi volatilitas meningkat

Dari sisi leverage, terjadi perubahan signifikan. Open Interest yang sebelumnya turun tajam hingga -28% kini berbalik naik ke atas +5%, mencerminkan pemulihan sekitar 33 poin persentase.

Kembalinya leverage ke pasar menandakan bahwa trader mulai kembali membuka posisi, yang berpotensi meningkatkan volatilitas harga dalam waktu dekat.

Risiko short squeeze mulai terbuka

Menariknya, peta likuidasi menunjukkan bahwa sebagian besar level likuidasi berada di atas harga saat ini. Hal ini mengindikasikan adanya dominasi posisi short di pasar.

Jika harga XRP naik, maka posisi short tersebut berisiko terlikuidasi, yang dapat memicu kenaikan harga lebih lanjut dalam bentuk short squeeze.

Pasar terbelah, peluang pergerakan terbuka

Secara keseluruhan, XRP saat ini berada dalam kondisi pasar yang terbelah. Di satu sisi, permintaan spot menunjukkan penguatan, namun di sisi lain, trader derivatif masih bersikap defensif.

Kondisi seperti ini sering kali membuka peluang kenaikan jangka pendek, terutama jika tekanan short mulai terpicu. Namun, selama kedua sisi pasar belum sejalan, pergerakan XRP kemungkinan akan tetap volatil dalam waktu dekat.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana di Titik Nadir: Sanggupkah Bertahan di Atas $80?

Solana (SOL) kembali berada di titik krusial setelah mengalami koreksi sekitar 11% usai gagal menembus level $93.

Dilaporkan Cointelegraph, dalam beberapa hari terakhir, harga terus menguji area support $80, memicu kekhawatiran apakah level ini mampu bertahan atau justru akan ditembus menuju $75.

Penurunan aktivitas DEX tekan sentimen pasar

Salah satu faktor utama tekanan terhadap SOL adalah turunnya aktivitas di decentralized exchange (DEX). Volume DEX Solana tercatat turun ke $55,5 miliar, level terendah sejak September 2024.

Dampaknya, pendapatan jaringan (network fees) juga ikut melemah, turun 42% dari $30 juta pada Januari menjadi sekitar $18,5 juta di Maret. Penurunan ini menunjukkan berkurangnya aktivitas trading di ekosistem Solana, yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan jaringan.

Selain itu, dominasi Solana mulai tergerus oleh Ethereum, terutama setelah ekosistem layer-2 seperti Arbitrum, Base, dan Optimism semakin berkembang dan meningkatkan pangsa pasar Ethereum di sektor DEX.

Tim Research Tokocrypto menilai setup onchain yang campuran tapi lebih condong rapuh: demand trading dan fee melemah jelas, namun monetisasi aplikasi inti masih bertahan lebih kuat dari narasi bearish murni.

“Selama volume DEX belum pulih, SOL tetap rawan tes ulang area bawah, tetapi kualitas revenue DApps membuat skenario jatuh lurus ke US$75 tidak sebersih headline panik yang beredar,” jelasnya.

Baca juga: Solana di Ambang April: Bertahan di $80 atau Terjun ke $67?

Fundamental masih kuat, jadi penahan penurunan

Meski tekanan terlihat dari sisi volume, Solana masih menunjukkan kekuatan dari sisi fundamental. Dalam 30 hari terakhir, Solana bahkan menghasilkan lebih banyak network fees dibanding Ethereum, meskipun total value locked (TVL) masih tertinggal jauh.

Lebih penting lagi, Solana memimpin dalam jumlah DApps dengan pendapatan tinggi. Tercatat ada 13 DApps di jaringan Solana yang menghasilkan lebih dari $1 juta dalam 30 hari terakhir, lebih banyak dibandingkan Ethereum yang memiliki 11 DApps.

Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem Solana masih aktif dan menarik bagi developer, sehingga memberikan dukungan terhadap harga di tengah tekanan jangka pendek.

Level $80 jadi penentu arah selanjutnya

Saat ini, level $80 menjadi batas penting bagi pergerakan SOL. Jika level ini bertahan, maka ada peluang bagi harga untuk stabil dan mencoba rebound.

Namun, jika support ini ditembus, potensi penurunan ke area $75 semakin terbuka. Meski demikian, kekuatan fundamental dari ekosistem Solana menunjukkan bahwa tekanan harga tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi jaringan secara keseluruhan.

Untuk saat ini, pasar berada dalam fase menunggu. Apakah penurunan volume akan berlanjut, atau justru fundamental kuat Solana mampu menahan tekanan dan menjaga harga tetap stabil.

Baca Juga: ETF Solana Tetap Diburu Saat Harga Lesu, Dari Mana Permintaannya?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ripple Gandeng Convera Perluas Pembayaran Stablecoin Global

Ripple kembali membuat gebrakan dengan menggandeng Convera, perusahaan fintech yang sebelumnya merupakan bagian dari Western Union, untuk mengembangkan sistem pembayaran lintas negara berbasis blockchain dan stablecoin.

Kerja sama ini dinilai sebagai langkah besar dalam upaya menggabungkan sistem keuangan tradisional dengan teknologi kripto.

Kolaborasi untuk percepat pembayaran global

Dikutip The Block, Convera merupakan perusahaan yang menangani lebih dari 140 mata uang di hampir 200 negara. Dengan jaringan sebesar ini, kolaborasi dengan Ripple membuka potensi besar dalam meningkatkan efisiensi pembayaran internasional.

Dalam kerja sama ini, kedua perusahaan akan menggunakan model yang disebut “stablecoin sandwich”. Artinya, transaksi dimulai dan diakhiri dalam mata uang fiat, namun menggunakan stablecoin di tengah proses untuk mempercepat dan menekan biaya transaksi.

Pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk memanfaatkan teknologi blockchain tanpa harus berhadapan langsung dengan kompleksitas aset kripto.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini cerita adopsi yang kuat karena blockchain tidak dijual sebagai produk spekulatif, tetapi sebagai rel backend untuk FX dan cross-border payments skala enterprise.

“Kalau model seperti ini berhasil, nilai praktis stablecoin akan makin jelas bagi korporasi yang mau efisiensi tanpa harus memegang aset digital secara langsung,” katanya.

Baca juga: Ripple Akuisisi Perusahaan Australia Demi Lisensi

Stablecoin jadi jembatan sistem lama dan baru

Kolaborasi ini menunjukkan tren yang semakin jelas, yaitu integrasi antara sistem pembayaran tradisional dan teknologi blockchain. Stablecoin menjadi komponen kunci karena mampu menghubungkan dua dunia tersebut secara efisien.

Ripple sendiri terus memperluas jaringan globalnya, termasuk melalui stablecoin RLUSD dan pengembangan XRP Ledger. Sebelumnya, Ripple juga terlibat dalam inisiatif bank sentral Singapura untuk menguji pembayaran lintas negara berbasis blockchain.

Langkah ini memperkuat posisi Ripple sebagai salah satu pemain utama dalam infrastruktur pembayaran digital global.

Arah baru industri keuangan mulai terlihat

Kerja sama antara Ripple dan Convera mencerminkan perubahan besar dalam industri keuangan. Perusahaan kini mulai mencari solusi yang lebih cepat, fleksibel, dan efisien untuk transaksi global, tanpa harus sepenuhnya beralih ke sistem kripto.

Dengan meningkatnya adopsi stablecoin dan dukungan dari institusi besar, masa depan pembayaran lintas negara berpotensi menjadi lebih seamless, murah, dan terintegrasi secara digital.

Kolaborasi ini menjadi sinyal bahwa transformasi sistem keuangan global tidak lagi sebatas wacana, tetapi sudah mulai terjadi secara nyata.

Baca Juga: RLUSD Jadi Kunci? Masa Depan XRPL di Tangan Stablecoin Ripple


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Event Tokocrypto Minggu Ini

Hai Tokonauts!

April ini yang seru-seru dari Tokocrypto terus ada. Banyak pilihan event, ada yang total hadiahnya 195jt*, cashback tiap kamu deposit, diskon dari Halodoc dan masih banyak lagi.

Pilih event Tokocrypto yang kamu mau dengan cara klik di daftar isi ini:

ROBO Cashback – Total Hadiah 195 Juta*

Tokocrypto menghadirkan campaign Cashback $ROBO dengan total hadiah hingga 550,000 $ROBO* atau setara lebih dari IDR195Juta*. Makin aktif kamu trading USDT, makin besar peluang kamu mendapatkan reward!

Periode Event
2 April 2026 pukul 18:00 WIB – 15 April 2026 pukul 18:00 WIB

Selengkapnya ➡️

APEL x UTDC Total hadiah IDR60Juta*

Absen aplikasi + undang teman = peluang dapetin hadiah!

Yuk ikutan Apel x UTDC sekarang!

Cukup absen di aplikasi Tokocrypto dan ajak teman kamu, langsung berkesempatan ikut lucky draw dengan total hadiah hingga 60 juta rupiah*

Periode: 23 Maret – 13 April 2026

Baca caranya di sini➡️

Trading Competition Eksklusif

Tokocrypto Prestige menghadirkan Trading Competition eksklusif untuk kamu yang siap trading lebih dari sekadar trader biasa.

Dapatkan kesempatan untuk bergabung dalam Private Trading Class bersama @Amanda125x , akses yang tidak semua orang bisa dapatkan

Periode: 31 Maret – 30 April 2026

Selengkapnya ➡️

Cashback Hingga Rp 100 Juta* Khusus VIP

Tokocrypto Prestige lagi bagi-bagi THR buat kamu yang tertarik jadi VIP Tokocrypto!
Cukup trading, kamu berkesempatan dapat cashback total hingga Rp100.000.000 dalam USDT*, plus berbagai benefit eksklusif lainnya sebagai member VIP.

Periode event: 13 Maret 2026, 18:00 WIB – 13 April 2026, 23:59 WIB

Baca selengkapnya ➡️

Dadakan Cashback Spesial Token ($XAU₮) Total IDR 15Juta*

Menyambut official new listing $XAU₮ di Tokocrypto, ini saatnya kamu deposit & trade $XAU₮ untuk kesempatan memenangkan total hadiah jutaan rupiah!

Periode: 3 April 2026, 10:00 WIB – 17 April 2026, 23:59 WIB

Selengkapnya ➡️

Cashback hingga 25.000* OVO Points

Edisi Payday makin untung! Deposit minimal Rp1.000.000* di Tokocrypto pakai OVO makin untung. Selain gampang dan praktis, kamu juga berkesempatan mendapatkan cashback OVO Points hingga Rp50.000* yang bikin pengalaman depositmu makin seru.

Periode Promo 1 – 30 April 2026

Selengkapnya ➡️

Fit bareng Paradigm Fitness

Trade smart, train smart! 💪

Sekarang trading di Tokocrypto bisa sekalian bikin badan makin fit bareng Paradigm Fitness 🔥

Cukup pakai kode voucher: PARADIGMTKO dan dapetin:
🏋️‍♂️ 5 hari akses gym
➕ 1 sesi PT + health analysis

Karena strategi yang kuat butuh mindset yang sehat… dan tubuh yang siap gas! 😎

Yuk redeem sekarang dan rasakan pengalaman fitness premium!

Dapat Cashback 100% dengan BCA Virtual Account

Tokonauts, sekarang deposit pakai Virtual Account BCA makin seru!
Kamu bisa panen reward berupa cashback hingga Rp50 ribu* 🤩

Periode: 19 Januari – 18 April 2026

Baca selengkapnya ➡️

Kartu Global Debit Tokocrypto

Pakai Kartu Global Debit Tokocrypto dan nikmati:
💰 Cashback hingga Rp350 ribu*
💳 Cashback bulanan total hingga Rp125 ribu*

Selengkapnya ➡️

Voucher Diskon 30%

Nikmati diskon 30% untuk semua produk Valord.id pakai kode voucher VALOTOKO1 di Shopee dengan Minimal pembelian: Rp 400.000

Selengkapnya

Cashback hingga 50%* dari Halodoc

Dapatkan cashback & diskon spesial untuk chat dokter, beli obat & suplemen, sampai Vitamin Booster dan Vaksin Flu.

Selengkapnya ➡️

Tokocrypto x Montigo Indonesia! Diskon 10%

Ada promo spesial buat kamu: diskon 10% untuk semua produk Montigo di Shopee dengan kode voucher eksklusif. 🛍️

🔹 Voucher Diskon 10% di Shopee
📅 Berlaku sampai 26 Juni 2026
✅ Semua produk Montigo Indonesia di Shopee bisa pakai!

Selengkapnya ➡️

Jadi Affiliate dan Dapatkan Komisi hingga 20%!

Cara dapat komisi 20%

Udah cuan trading pingin cuan tambahan lagi?! Join jadi referral Tokocrypto🥳

Ayo, ajak teman-teman Anda, bagikan tautan referral di mana saja. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman referral Tokocrypto. Itu dia semua event Tokocrypto minggu ini. Sudah tertarik ingin ikut yang mana?

Baca juga: 7 Keuntungan yang Bisa Kamu Dapatkan dari Tokocrypto

_________

🗣️Butuh teman diskusi seputar crypto? Gabung komunitas Tokocrypto

🚨 Ingin ikutan event tapi belum join Tokocrypto? Daftar aplikasi jual beli kripto dan Bitcoin dari Tokocrypto sekarang.


DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



Sumber : news.tokocrypto.com

Aave V4 Resmi di Ethereum: Era Baru Likuiditas Terintegrasi

Aave kembali membuat gebrakan di sektor DeFi dengan meluncurkan Aave V4 secara resmi di jaringan Ethereum mainnet.

Dilansir dari Cryptobriefing, upgrade ini menghadirkan perubahan fundamental dalam cara likuiditas dikelola, sekaligus membuka potensi baru bagi pengembangan aplikasi keuangan terdesentralisasi.

Peluncuran ini menandai langkah besar Aave dalam berevolusi dari sekadar protokol lending menjadi infrastruktur likuiditas yang lebih modular dan fleksibel.

Baca Juga: Aave Perkenalkan Pembaruan Aavenomics, Apa yang Baru?

Arsitektur Hub-and-Spoke: Likuiditas Lebih Efisien

Salah satu inovasi utama dalam Aave V4 adalah penggunaan arsitektur hub-and-spoke, yang membagi likuiditas ke dalam tiga liquidity hub utama: Core, Prime, dan Plus.

Pendekatan ini memungkinkan likuiditas tidak lagi terfragmentasi dalam pool terpisah seperti pada versi sebelumnya, melainkan menjadi lapisan bersama yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai use case DeFi.

Dengan sistem ini, efisiensi modal berpotensi meningkat karena aset dapat digunakan secara lebih fleksibel di berbagai skenario, termasuk lending, borrowing, hingga strategi DeFi lanjutan.

Rollout Bertahap dengan Cap Konservatif

Meski membawa inovasi besar, Aave memilih pendekatan rollout bertahap dengan menetapkan supply dan borrow cap yang konservatif.

Strategi ini bertujuan untuk mengurangi risiko sistemik, memberikan waktu adaptasi bagi pengguna, hingga memastikan stabilitas protokol sebelum ekspansi lebih luas.

Pendekatan hati-hati ini mencerminkan fokus Aave pada keamanan dan keberlanjutan, terutama mengingat kompleksitas arsitektur baru yang diperkenalkan.

Aave Pro: Antarmuka Baru yang Lebih Canggih

Sebagai bagian dari upgrade, Aave juga memperkenalkan Aave Pro, sebuah antarmuka baru yang dirancang untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih komprehensif.

Melalui Aave Pro, pengguna dapat memantau interest rates secara real-time, mengelola health factor posisi mereka, dan melihat risk premium di berbagai liquidity hub.

Fitur ini menjadi penting karena arsitektur baru membawa kompleksitas tambahan, sehingga transparansi data menjadi kunci dalam pengambilan keputusan pengguna.

Transformasi Menuju Infrastruktur Likuiditas

Dengan Aave V4, protokol ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai platform pinjam-meminjam, tetapi mulai bertransformasi menjadi lapisan likuiditas bersama untuk ekosistem DeFi.

Konsep ini membuka peluang integrasi dengan berbagai aplikasi lain, termasuk derivatif on-chain, structured products, dan protokol yield optimization.

Jika berhasil, Aave dapat menjadi fondasi utama bagi berbagai inovasi finansial di blockchain.

Perspektif Industri: Upgrade Besar Tapi Bertahap

Menurut Tim riset dari Tokocrypto, peluncuran ini merupakan langkah strategis yang signifikan, namun dampaknya kemungkinan tidak instan.

“Ini upgrade besar karena Aave tidak lagi cuma mengandalkan pasar lending yang silo, tapi mulai mengubah likuiditas jadi lapisan bersama untuk use case DeFi yang lebih modular. Kalau eksekusinya mulus, AAVE bisa makin mengunci dominasi di lending onchain, tapi cap konservatif berarti ekspansi volume kemungkinan bertahap, bukan langsung meledak,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Pandangan ini menegaskan bahwa meskipun potensinya besar, pasar tetap perlu waktu untuk mengadopsi dan memvalidasi model baru ini.

Dampak ke Token AAVE

Dari sisi token, peluncuran Aave V4 berpotensi memberikan dorongan positif, terutama jika diikuti oleh peningkatan penggunaan dan likuiditas.

Namun, dengan adanya batasan awal yang konservatif, lonjakan volume kemungkinan tidak terjadi secara langsung.

Investor cenderung akan memantau beberapa indikator utama, yaitu pertumbuhan TVL di masing-masing hub, aktivitas borrowing dan lending, serta adopsi Aave Pro oleh pengguna.

Baca Juga: Harga AAVE Melonjak 22% dalam Sehari, Sentuh Level Tertinggi Baru

Peluncuran Aave V4 di Ethereum menjadi tonggak penting dalam evolusi DeFi, dengan membawa pendekatan baru dalam pengelolaan likuiditas.

Dengan arsitektur hub-and-spoke dan integrasi likuiditas, Aave berpotensi memperkuat posisinya sebagai salah satu protokol lending terbesar di industri.

Namun, dengan strategi rollout yang konservatif, dampak terhadap pasar kemungkinan akan terjadi secara bertahap, seiring meningkatnya adopsi dan kepercayaan pengguna terhadap sistem baru ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Dubai Resmikan Regulasi Derivatif Kripto, Leverage Retail Dibatasi

Dubai kembali menunjukkan ambisinya sebagai pusat kripto global dengan meresmikan kerangka regulasi baru untuk exchange-traded crypto derivatives.

Regulasi ini diterbitkan oleh Virtual Assets Regulatory Authority melalui Exchange Services Rulebook v2.1, yang secara resmi membuka akses derivatif kripto bagi investor ritel dengan batasan ketat.

Langkah ini menjadi salah satu pendekatan paling seimbang dalam industri kripto, di mana inovasi tetap didorong tanpa mengorbankan perlindungan investor.

Baca Juga: Regulator Dubai Perintahkan KuCoin Hentikan Operasi Tanpa Lisensi

Derivatif Kripto Dibuka untuk Retail

DIlaporkan Gulf News, dalam kerangka baru ini, investor ritel di Dubai kini diperbolehkan untuk mengakses produk derivatif kripto yang sebelumnya lebih identik dengan trader profesional.

Namun, akses tersebut tidak diberikan secara bebas. Pengguna diwajibkan melewati beberapa persyaratan penting, antara lain:

  • Suitability assessment untuk memastikan pemahaman risiko
  • Margin control untuk membatasi eksposur
  • Segregasi aset guna melindungi dana pengguna
  • Standar disclosure yang lebih transparan

Pendekatan ini dirancang untuk memastikan bahwa investor memahami risiko sebelum terjun ke instrumen yang dikenal memiliki volatilitas tinggi.

Leverage Dibatasi Maksimal 5:1

Salah satu poin paling menonjol dari regulasi ini adalah pembatasan leverage untuk investor ritel hingga maksimal 5:1.

Angka ini jauh lebih konservatif dibandingkan platform offshore seperti Binance atau Bybit yang sebelumnya menawarkan leverage hingga 100x atau lebih.

Pembatasan ini bertujuan untuk mengurangi risiko likuidasi ekstrem, melindungi investor dari kerugian besar, sekaligus menjaga stabilitas pasar.

Dengan leverage yang lebih rendah, potensi keuntungan memang lebih terbatas, namun risiko kerugian juga dapat ditekan secara signifikan.

Regulasi yang Seimbang

Langkah Dubai ini mencerminkan pendekatan yang semakin matang dalam mengatur industri kripto.

Alih-alih melarang produk berisiko tinggi seperti derivatif, VARA memilih untuk mengatur dengan guardrail yang jelas, sehingga pasar tetap dapat berkembang dalam kerangka yang aman.

Model ini berbeda dengan pendekatan ekstrem yang sering diambil negara lain, baik yang terlalu ketat hingga menghambat inovasi, maupun yang terlalu longgar hingga meningkatkan risiko bagi investor.

Perspektif Industri: Pro-Growth Tanpa Spekulasi Berlebihan

Tim riset dari Tokocrypto menilai regulasi ini sebagai langkah progresif yang tetap mengedepankan perlindungan.

“Ini regulasi yang pro-pertumbuhan tapi tidak degen, karena Dubai membuka pintu derivatif kripto untuk retail sambil menaruh guardrail yang jelas di level leverage, intervensi pasar, dan perlindungan klien. Kalau model ini berhasil, VARA bisa jadi template jurisdiksi lain yang ingin melegalkan produk berisiko tinggi tanpa menyerahkan pasar sepenuhnya ke exchange offshore,” kata Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan ini menegaskan bahwa Dubai mencoba menciptakan keseimbangan antara inovasi dan stabilitas.

Dampak ke Industri Global

Regulasi ini berpotensi menjadi benchmark global bagi negara lain yang ingin mengatur derivatif kripto tanpa mematikan pasar.

Jika model ini berhasil, beberapa dampak yang mungkin terjadi antara lain:

  • Meningkatnya kepercayaan investor terhadap produk derivatif
  • Berkurangnya dominasi platform offshore
  • Munculnya standar baru dalam pengelolaan risiko

Selain itu, pendekatan ini juga dapat mendorong institusi keuangan untuk lebih aktif masuk ke pasar derivatif kripto yang lebih terregulasi.

Tantangan Implementasi

Meski terlihat ideal di atas kertas, implementasi regulasi ini tetap menghadapi tantangan, termasuk kompetisi dengan platform offshore yang menawarkan leverage lebih tinggi.

Tantangan lainnya, regulator harus gencar mengedukasi investor terkait risiko derivatif, sekaligus melakukan pengawasan terhadap kepatuhan exchange.

Namun, jika berhasil diatasi, Dubai berpotensi menjadi salah satu pusat derivatif kripto paling aman dan terpercaya di dunia.

Baca Juga: Larangan Penjualan Derivatif Crypto Jadi Pertimbangan FCA

Regulasi derivatif kripto dari VARA menandai langkah penting dalam evolusi industri aset digital.

Dengan membuka akses bagi investor ritel sekaligus membatasi leverage hingga 5:1, Dubai menunjukkan bahwa inovasi dan perlindungan investor dapat berjalan beriringan.

Jika model ini terbukti efektif, bukan tidak mungkin akan diadopsi oleh berbagai jurisdiksi lain, menjadikan Dubai sebagai pionir dalam regulasi kripto yang seimbang dan berkelanjutan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com