Aster Pangkas Suplai 97%: Strategi Baru Lawan Inflasi Token

Aster mengambil langkah drastis dalam mengubah struktur tokenomics dengan memangkas emisi token hingga sekitar 97%.

Keputusan ini diambil dengan menghentikan skema monthly ecosystem unlock yang sebelumnya mencapai 78,4 juta ASTER per bulan, dan menggantinya dengan model distribusi baru berbasis staking-only rewards.

Langkah ini langsung menjadi perhatian pasar karena berpotensi menciptakan tekanan suplai yang jauh lebih rendah dibandingkan sebelumnya.

Baca Juga: Aster vs Hyperliquid: Perbandingan Platform Perpetual DEX

Emisi Turun Drastis

Dalam struktur baru, distribusi token ASTER kini dibatasi hanya sekitar 450.000 ASTER per epoch mingguan.

Menurut laporan Cryptobriefing, jika dihitung dalam skala bulanan, angka ini berkisar antara 1,8 juta hingga 2,25 juta ASTER.

Bandingkan dengan model lama yang mencapai puluhan juta token per bulan, perubahan ini jelas sangat signifikan.

Penurunan emisi sebesar ini mengindikasikan tekanan jual dari token unlock berkurang drastis, inflasi token menurun tajam, sehingga potensi kelangkaan meningkat

Dalam bahasa sederhana, Aster mencoba menciptakan supply shock melalui kebijakan tokenomics yang lebih ketat.

Peralihan ke Staking-Only Rewards

Model baru ini juga menandai perubahan arah insentif dalam ekosistem Aster.

Alih-alih mendistribusikan token secara luas melalui unlock rutin, proyek kini hanya memberikan reward kepada pengguna yang aktif melakukan staking.

Pendekatan ini memiliki beberapa tujuan, seperti mendorong partisipasi jangka panjang, mengurangi spekulasi jangka pendek, dan menjaga stabilitas harga.

Namun, model ini juga membawa tantangan, terutama dalam menjaga keseimbangan antara partisipasi pengguna dan likuiditas pasar.

Dampak ke Dinamika Pasar

Pemangkasan emisi biasanya dianggap sebagai sinyal bullish karena mengurangi tekanan suplai. Dalam kasus Aster, dampaknya bisa cukup signifikan mengingat skala pemotongan yang mencapai 97%.

Beberapa efek yang mungkin terjadi akibat perubahan tokenomics ini utamanya pada harga yang berpotensi menguat akibat berkurangnya suplai baru.

Pasalnya, volatilitas menurun jika tekanan jual berkurang dan minat staking meningkat karena menjadi satu-satunya sumber reward

Namun, penting untuk dicatat bahwa pengurangan suplai saja tidak cukup untuk menjamin kenaikan harga.

Perspektif Industri: Bullish Tapi Perlu Validasi

Menurut Tim riset dari Tokocrypto, langkah ini jelas memberikan dampak positif dari sisi suplai, namun tetap membutuhkan validasi dari sisi permintaan.

“Ini perubahan tokenomics yang jelas bullish ke sisi suplai karena tekanan inflasi bulanan dipotong brutal tanpa perlu narasi muluk-muluk. Tapi pasar tetap akan menilai apakah staking-only rewards cukup buat menjaga partisipasi dan likuiditas ASTER, karena supply shock yang sehat tidak otomatis berarti demand ikut muncul,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Secara tidak langsung, keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada respons pasar.

Tantangan: Likuiditas dan Partisipasi

Salah satu risiko utama dari model staking-only adalah potensi penurunan likuiditas di pasar.

Jika terlalu banyak token terkunci dalam staking, maka volume perdagangan bisa menurun, spread harga bisa melebar, dan akses keluar-masuk posisi menjadi lebih sulit.

Selain itu, proyek juga harus memastikan bahwa reward staking cukup menarik untuk menjaga partisipasi pengguna.

Jika tidak, ekosistem bisa mengalami penurunan aktivitas meskipun suplai berkurang.

Supply Shock vs Demand Reality

Konsep supply shock memang menarik secara teori, namun dalam praktiknya tetap harus diimbangi dengan pertumbuhan demand.

Beberapa faktor yang akan menentukan keberhasilan strategi ini antara lain adalah adopsi proyek secara keseluruhan; penggunaan token dalam ekosistem; dan kepercayaan komunitas.

Tanpa faktor-faktor tersebut, pengurangan suplai bisa jadi hanya memberikan dampak sementara.

Baca Juga: ASTER di $0,70, Aster Umumkan 0% Maker Fee untuk Semua Market

Langkah Aster memangkas emisi token hingga 97% menjadi salah satu perubahan tokenomics paling agresif dalam waktu terakhir.

Dengan beralih ke model staking-only rewards, proyek ini berusaha menciptakan ekosistem yang lebih stabil dan berorientasi jangka panjang.

Namun, seperti yang diingatkan pelaku industri, keberhasilan strategi ini tidak hanya ditentukan oleh pengurangan suplai, tetapi juga oleh kemampuan menciptakan permintaan yang berkelanjutan.

Ke depan, pasar akan memantau apakah kombinasi antara supply shock dan mekanisme staking ini mampu benar-benar meningkatkan nilai dan utilitas ASTER secara nyata.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Turun ke $0,174, Tertekan Sentimen Likuiditas Tipis

Pergerakan harga Pi Network dalam 24 jam terakhir menunjukkan tekanan ringan, dengan penurunan sekitar 0,78% ke level $0,174.

Meski terlihat minor, pergerakan ini mencerminkan kondisi pasar kripto secara keseluruhan yang sedang mengalami pelemahan tipis.

Penurunan ini terjadi seiring dengan koreksi pada total kapitalisasi pasar kripto global yang turun sekitar 0,31%.

Di saat yang sama, Bitcoin sebagai aset kripto utama juga mencatat penurunan sekitar 0,53%, memperkuat indikasi bahwa pergerakan Pi lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar secara luas dibanding faktor internal.

Dalam kondisi seperti ini, Pi Network cenderung bergerak mengikuti arah pasar (beta-driven), bukan karena adanya katalis spesifik dari proyek itu sendiri.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 1,17% di Tengah Pasar Stabil, Minim Katalis

Pergerakan Beta: Mengikuti Arah Pasar Kripto

Fenomena yang terjadi pada Pi Network saat ini dikenal sebagai beta movement, di mana harga aset bergerak mengikuti tren pasar utama. Ketika Bitcoin dan market secara umum melemah, altcoin seperti Pi biasanya ikut terdampak.

Hal ini menunjukkan bahwa saat ini Pi Network masih memiliki korelasi tinggi terhadap pergerakan pasar kripto global.

Tanpa adanya berita besar atau update signifikan dari proyek, harga cenderung “mengalir” mengikuti sentimen makro.

Bagi investor, kondisi ini menandakan bahwa analisis terhadap Pi tidak bisa dilepaskan dari pergerakan Bitcoin dan total market cap kripto.

Likuiditas Rendah Perbesar Volatilitas

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 1 April 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 1 April 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Selain faktor pasar, Coinmarketcap melaporkan (1/4) bahwa terdapat aspek lain yang memperkuat penurunan harga Pi, yaitu likuiditas yang rendah.

Data menunjukkan rasio turnover (volume terhadap market cap) hanya berada di angka sekitar 0,00944, yang tergolong sangat rendah.

Dalam kondisi likuiditas tipis seperti ini, bahkan transaksi dengan volume kecil dapat memicu pergerakan harga yang lebih besar dari biasanya. Artinya, tekanan jual ringan saja sudah cukup untuk mendorong harga turun.

Fenomena ini cukup umum terjadi pada aset dengan volume perdagangan terbatas. Dampaknya, volatilitas menjadi lebih tinggi dan harga lebih sensitif terhadap perubahan kecil dalam aktivitas trading.

Level Support $0,17 Jadi Penentu Arah Selanjutnya

Secara teknikal, level $0,17 kini menjadi area support penting bagi Pi Network. Jika harga mampu bertahan di atas level ini, maka peluang konsolidasi dalam jangka pendek masih terbuka.

Namun, jika support tersebut ditembus, maka potensi penurunan lanjutan menuju area $0,165 menjadi skenario yang perlu diwaspadai.

Di sisi lain, untuk membalikkan tren menjadi lebih positif, Pi perlu menembus level resistensi di sekitar $0,18 secara konsisten.

Tanpa dorongan tersebut, pergerakan harga kemungkinan akan tetap berada dalam fase sideways dengan kecenderungan bearish ringan.

Sentimen Pasar Masih Dihantui Ketakutan

Indikator sentimen seperti Fear & Greed Index saat ini berada di level 30, yang menunjukkan kondisi “fear” atau ketakutan di pasar.

Angka ini menggambarkan bahwa investor masih cenderung berhati-hati dan belum siap mengambil risiko besar.

Dalam kondisi seperti ini, tekanan jual biasanya lebih dominan dibandingkan minat beli. Hal ini turut menjelaskan mengapa pergerakan Pi Network masih tertahan dan belum menunjukkan momentum kenaikan yang signifikan.

Peran Bitcoin Jadi Kunci Pergerakan Altcoin

Sebagai aset kripto utama, pergerakan tetap menjadi faktor kunci yang memengaruhi altcoin, termasuk Pi Network. Saat Bitcoin melemah, sebagian besar altcoin cenderung ikut terkoreksi.

Sebaliknya, jika Bitcoin mampu stabil (misalnya bertahan di atas level psikologis seperti $67.000) maka hal ini bisa memberikan dukungan bagi altcoin untuk membentuk dasar harga.

Karena itu, investor Pi Network disarankan untuk tidak hanya memantau pergerakan token tersebut, tetapi juga perkembangan Bitcoin dan kondisi pasar secara keseluruhan.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 3%, Tertekan Arus Keluar ETF Bitcoin

Tekanan Ringan, Outlook Netral Cenderung Bearish

Penurunan harga Pi Network dalam 24 jam terakhir lebih mencerminkan kondisi pasar kripto yang sedang melemah secara umum, bukan karena faktor fundamental dari proyek itu sendiri.

Dengan likuiditas yang masih rendah, pergerakan harga Pi cenderung lebih sensitif terhadap perubahan kecil di pasar.

Dalam jangka pendek, arah pergerakan harga Pi Network akan sangat ditentukan oleh kemampuan harga bertahan di atas support $0,17.

Outlook saat ini netral cenderung bearish ringan dengan level kunci:

  • Support: $0,17 → $0,165
  • Resistance: $0,18

Selama belum ada katalis baru, Pi Network kemungkinan akan tetap bergerak mengikuti arah pasar kripto global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Turun $67.595, Ada Tekanan Jangka Pendek

Harga Bitcoin hari ini mengalami koreksi tipis dengan penurunan 0,53% dalam 24 jam terakhir, berada di level $67.595,78 per BTC.

Meskipun demikian, aktivitas pasar tetap tinggi dengan volume perdagangan mencapai $42,04 miliar, menandakan masih kuatnya partisipasi pelaku pasar.

Pergerakan ini mencerminkan fase konsolidasi jangka pendek, setelah sebelumnya Bitcoin sempat mencatat kenaikan dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun $66.098, Ada Apa?

Pergerakan Harian: Koreksi Sehat

Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat (1/4) bahwa Bitcoin bergerak dalam rentang harga yang cukup lebar dengan level terendah di $65.950,44 dan tertinggi di $68.495,27.

Penurunan sekitar $332 (-0,49%) menunjukkan adanya tekanan jual ringan, namun belum mengindikasikan perubahan tren besar. Bahkan, pergerakan 1 jam terakhir yang turun 0,2% mengindikasikan pasar masih relatif stabil.

Koreksi seperti ini sering dianggap sebagai bagian dari healthy pullback, terutama setelah fase kenaikan sebelumnya.

Volume Tinggi Jadi Sinyal Penting

Salah satu aspek menarik dari pergerakan hari ini adalah lonjakan volume perdagangan yang mencapai lebih dari $42 miliar.

Volume tinggi dalam kondisi harga turun biasanya mengindikasikan dua kemungkinan, yakni distribusi oleh pelaku pasar besar atau rotasi posisi jangka pendek.

Namun, volume besar juga bisa menjadi fondasi untuk pergerakan selanjutnya, baik ke atas maupun ke bawah, tergantung arah dominasi pasar.

Kinerja Campuran di Berbagai Timeframe

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 1 April 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 1 April 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika dilihat dari berbagai periode waktu, performa Bitcoin menunjukkan dinamika yang beragam:

  • 7 hari: turun 4,12%
  • 30 hari: naik 2,01%
  • 60 hari: turun 19,52%
  • 90 hari: turun 22,96%

Data ini menunjukkan bahwa meskipun ada pemulihan dalam jangka pendek, tren jangka menengah masih berada dalam fase koreksi.

Kenaikan 30 hari yang terbatas juga mengindikasikan bahwa momentum bullish belum sepenuhnya kembali.

Bitcoin saat ini masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07, atau terkoreksi sekitar 46% dari puncaknya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar masih dalam fase penyesuaian setelah siklus bullish sebelumnya.

Bagi investor jangka panjang, fase ini sering dianggap sebagai periode akumulasi, meskipun tetap disertai volatilitas tinggi.

Struktur Pasokan Tetap Solid

Dari sisi fundamental, Bitcoin tetap kuat dengan karakteristik suplai terbatas:

  • Sirkulasi saat ini: 20,01 juta BTC
  • Maksimum suplai: 21 juta BTC
  • Persentase beredar: 95,28%

Dengan sebagian besar suplai sudah beredar, tekanan inflasi sangat minimal, menjadikan Bitcoin tetap menarik sebagai aset jangka panjang.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh saat ini mencapai sekitar $1,42 triliun, mencerminkan potensi nilai maksimum.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Dalam jangka pendek, beberapa level teknikal menjadi perhatian utama:

  • Support terdekat: $66.000
  • Support kuat: $64.000
  • Resistance terdekat: $68.500
  • Resistance utama: $70.000

Jika Bitcoin mampu bertahan di atas $66.000, maka peluang untuk kembali menguji resistance tetap terbuka.

Namun, jika level ini ditembus ke bawah, tekanan jual bisa meningkat menuju area support berikutnya.

Konsolidasi dengan Risiko Tekanan

Secara keseluruhan, kondisi pasar Bitcoin saat ini menunjukkan fase konsolidasi dengan risiko tekanan jangka pendek.

Penurunan tipis yang terjadi belum cukup untuk mengubah struktur pasar secara signifikan, namun tetap perlu diwaspadai sebagai tanda melemahnya momentum.

Arah Bitcoin selanjutnya akan sangat bergantung pada pergerakan volume, sentimen pasar global, dan respons terhadap level teknikal kunci.

Baca Juga: Harga Bitcoin Tembus $111.000, Sinyal Bullish Kembali Menguat

Analisa harga BTC hari ini mencerminkan koreksi ringan di tengah aktivitas pasar yang tinggi. Meskipun tren jangka pendek masih relatif stabil, tekanan jangka menengah belum sepenuhnya hilang.

Investor disarankan untuk memperhatikan level support penting serta memantau volume perdagangan sebagai indikator kekuatan tren selanjutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sinyal Kripto 1 April 2026: Analisis Teknikal dan Proyeksi Pasar

Tokocrypto menyajikan market Sinyal Kripto edisi Rabu, 1 April 2026, yang merangkum analisis mendalam dan strategi perdagangan harian.

Edisi kali ini menyoroti tiga aset kripto dengan potensi pergerakan harga signifikan. Berdasarkan data pasar terkini dan indikator teknikal, informasi ini dirancang untuk membantu trader mengambil keputusan tepat di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.

Rangkuman Berita Hari Ini

  1. Penggunaan Kartu Kripto Meningkat
    Penggunaan kartu kripto meningkat dari hampir nol di awal 2023 menjadi lebih dari US$100 juta per bulan. Lonjakan ini terjadi sejak November 2025.
  2. S&P 500 Naik Signifikan
    S&P 500 naik sekitar 2,5% setelah ada sinyal kemungkinan berakhirnya perang dengan jaminan. Kenaikan ini menambah sekitar US$1,4 triliun nilai pasar.
  3. Fee Bitcoin Turun ke Level Terendah
    Biaya transaksi Bitcoin turun ke sekitar 2,5 BTC per hari, terendah sejak 2011. Hal ini menunjukkan lemahnya permintaan aktivitas on-chain.
  4. Michael Burry Beri Sinyal Pasar
    Michael Burry menyatakan bahwa posisi short tidak akan bertahan selamanya. Pernyataan ini dianggap sebagai sinyal potensi perubahan arah pasar.

Pastikan untuk selalu melakukan analisis secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan perdagangan atau trading.

XRP/USDT (🔼 +4.08%)

  • Entry : $1.3346
  • Stop Loss : $1.3078
  • Take Profit : $1.3890

XRP/USDT saat ini berada dalam fase sideways dengan indikasi breakout awal, didukung MACD yang mulai menunjukkan reversal meski tren menengah masih cenderung bearish. volume stabil mengindikasikan area ini cukup krusial, dengan peluang kenaikan  entry di 1.3346, stop loss di 1.3078, dan target take profit di 1.3890 (±4.08%).

PEPE/USDT (🔼 +7.31%)

  • Entry : $0.00000337
  • Stop Loss : $0.00000325
  • Take Profit : $0.00000361

PEPE/USDT saat ini berada di fase penentuan tren dengan pola lower high, namun ada indikasi penguatan dari MACD yang perlahan naik dan RSI di 57 yang menunjukkan demand mulai meningkat. Entry di 0.0000337, stop loss di 0.0000325, dan target take profit di 0.0000361 (±7.3%).

SAND/USDT (🔼 +5.28%)

  • Entry : $0.0749
  • Stop Loss : $0.0727
  • Take Profit : $0.0788

SAND/USDT masih dalam tren bearish (lower high), namun mulai menunjukkan potensi reversal dengan MACD yang menguat dan RSI di 55 yang menandakan tekanan buyer meningkat. entry di 0.0749, stop loss di 0.0727, dan target take profit di 0.0788 (±5.28%).

Baca juga: Strategi Dasar Crypto Futures yang Sering Digunakan Trader


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Nasabah Terbesar Prancis Kini Bisa Beli Bitcoin Langsung via Bank

Bank terbesar di Prancis, BNP Paribas, resmi menghadirkan produk kripto untuk investor ritel dengan meluncurkan enam Exchange-Traded Notes (ETNs) berbasis Bitcoin dan Ethereum mulai 30 Maret 2026.

Langkah ini menjadi terobosan penting karena membuka akses kripto bagi jutaan nasabah tanpa perlu membeli atau menyimpan aset digital secara langsung.

Investor bisa eksposur kripto tanpa pegang aset

Dilaporkan Crypto Briefing, ETN merupakan instrumen utang yang diperdagangkan di bursa dan memberikan eksposur terhadap aset tertentu melalui indeks. Dengan produk ini, investor dapat mengikuti pergerakan harga Bitcoin dan Ethereum tanpa harus memiliki koin tersebut.

Produk ini juga dirancang sesuai rbegulasi MiFID II di Eropa, yang bertujuan meningkatkan transparansi dan perlindungan investor. Artinya, akses terhadap kripto kini semakin terintegrasi dengan sistem keuangan tradisional.

Produk ETN ini akan tersedia untuk berbagai segmen nasabah, termasuk investor ritel dan private banking, dengan rencana ekspansi ke pasar internasional secara bertahap.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini adopsi yang serius karena salah satu bank terbesar Eropa mulai mengemas kripto ke format yang akrab bagi investor tradisional.

“Kalau distribusi ETN seperti ini berhasil, pasar Bitcoin dan Ethereum bisa dapat jalur permintaan baru dari tabungan ritel Eropa tanpa harus menunggu semua orang mau jadi native crypto user,” jelasnya.

Baca juga: Bank Dunia Lirik Aset Blockchain: Era Baru Keuangan Dimulai

Strategi jangka panjang BNP Paribas di sektor kripto

BNP Paribas bukan pemain baru dalam eksplorasi teknologi blockchain. Bank ini sebelumnya telah melakukan berbagai uji coba, termasuk dalam trade finance, settlement sekuritas, hingga tokenisasi aset.

Baru-baru ini, mereka juga menguji tokenisasi reksa dana pasar uang di jaringan Ethereum, sebagai bagian dari eksplorasi efisiensi distribusi dan operasional.

Selain itu, BNP Paribas tergabung dalam konsorsium Qivalis, yang sedang mengembangkan stablecoin berbasis euro untuk kebutuhan institusi dan ekosistem kripto, dengan target peluncuran pada akhir 2026.

Potensi arus dana besar ke pasar kripto

Langkah ini datang di tengah pertumbuhan investor ritel di Prancis yang cukup signifikan. Sekitar 2,5 juta investor aktif tercatat di pasar saham sepanjang 2025, dengan tambahan 1,6 juta investor baru dalam tiga tahun terakhir.

Dengan total simpanan likuid rumah tangga Prancis yang mencapai sekitar €2 triliun, bahkan alokasi kecil ke produk berbasis kripto berpotensi memberikan dampak besar terhadap likuiditas Bitcoin dan Ethereum.

Peluncuran ETN ini menandai fase baru integrasi kripto dengan sistem keuangan tradisional, di mana akses semakin mudah dan hambatan teknis bagi investor semakin berkurang.

Baca juga: Paxos Tak Sengaja Cetak Stablecoin $300 Triliun untuk PayPal!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Volume Kartu Kripto Naik 40x Lipat!

Penggunaan stablecoin di Asia Tenggara mengalami lonjakan signifikan, namun dengan cara yang hampir tidak terlihat oleh pengguna. Di balik transaksi yang terasa seperti pembayaran biasa, infrastruktur berbasis kripto justru semakin mendominasi sistem pembayaran regional.

Lonjakan penggunaan kartu kripto melesat tajam

Dilaporkan Coindesk, perusahaan berbasis Singapura, StraitsX, mencatat pertumbuhan pesat dalam program kartu berbasis stablecoin. Dalam periode 2024 hingga 2025, volume transaksi melonjak hingga 40 kali lipat, sementara jumlah kartu yang diterbitkan meningkat 83 kali.

Salah satu mitranya, RedotPay, bahkan memproses lebih dari $2,95 miliar transaksi sepanjang 2025. Secara global, penggunaan kartu kripto juga meningkat drastis, dengan volume bulanan naik dari sekitar $100 juta di awal 2023 menjadi lebih dari $1,5 miliar di akhir 2025.

Teknologi bekerja di balik layar, pengguna tidak menyadari

Menariknya, pengguna tidak perlu memahami bahwa mereka menggunakan stablecoin. Sistem ini dirancang agar bekerja “tidak terlihat”, di mana transaksi tetap terasa seperti pembayaran biasa menggunakan mata uang lokal.

Ketika pengguna melakukan pembayaran, stablecoin digunakan sebagai lapisan penyelesaian di belakang layar, sementara merchant tetap menerima pembayaran dalam mata uang fiat secara instan.

Pendekatan ini menjadi kunci adopsi, karena pengalaman pengguna tidak berubah meskipun teknologi di belakangnya berbeda.

Baca juga: Coinbase Tolak RUU Kripto AS Terkait Yield Stablecoin

Ekspansi lintas negara dan masa depan pembayaran digital

StraitsX juga tengah memperluas jangkauan ke berbagai negara di Asia, termasuk Thailand melalui inisiatif Project BLOOM. Sistem ini memungkinkan pembayaran lintas negara secara seamless, tanpa mengubah kebiasaan pengguna.

Selain itu, pengembangan stablecoin seperti XSGD dan XUSD di blockchain Solana membuka peluang untuk micropayment antar mesin dengan biaya yang sangat rendah.

Dengan biaya transaksi yang semakin kecil dan integrasi yang semakin luas, stablecoin berpotensi menjadi fondasi baru dalam sistem pembayaran global, bukan sebagai teknologi yang terlihat, tetapi sebagai infrastruktur yang bekerja diam-diam di balik layar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini adopsi nyata, karena stablecoin mulai menang justru saat user bahkan tidak sadar mereka sedang memakainya.

“Begitu pembayaran kripto berubah jadi infrastruktur tak terlihat di balik kartu, QR, dan konversi lokal instan, pasar masuk ke fase di mana utilitas stablecoin bisa tumbuh jauh lebih cepat daripada narasi spekulatifnya,” ujarnya.

Baca Juga: Coinbase Buka Era Agen AI Otonom Bertransaksi di Blockchain


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Mengapa BTC Tak Lagi Anjlok Saat USD Naik?

Bitcoin menunjukkan ketahanan yang tidak biasa di tengah penguatan signifikan dolar AS sepanjang Maret 2026. Indeks Dolar AS (DXY) bahkan berhasil menembus level 100, didorong oleh kenaikan real yield dan ketegangan geopolitik global.

Dilaporkan CryptoQuant, dalam kondisi normal, penguatan dolar biasanya memberikan tekanan besar terhadap Bitcoin, seperti yang terjadi pada 2022 saat likuiditas global mengetat. Namun kali ini, pergerakan pasar menunjukkan pola yang berbeda.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kalau dulu dolar kuat cukup buat memukul BTC keras, sekarang struktur pasar terlihat lebih tebal karena ETF spot dan pool stablecoin aktif ikut menyerap tekanan risk-off.

“Itu bukan berarti BTC otomatis bullish, tapi jelas menunjukkan perubahan rezim: downside makro masih ada, namun arus modal siap deploy membuat pasar lebih tahan banting saat drawdown,” jelasnya.

Bitcoin lebih stabil di tengah tekanan makro

Meski belum menunjukkan kenaikan signifikan, penurunan harga Bitcoin relatif lebih terbatas dibandingkan siklus sebelumnya. Hal ini mengindikasikan adanya perubahan struktur pasar yang membuat Bitcoin lebih tahan terhadap tekanan makro.

Salah satu faktor utama adalah hadirnya ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. Produk ini membuka akses bagi investor institusional untuk masuk ke pasar secara lebih konsisten, menciptakan lapisan permintaan baru yang sebelumnya tidak ada.

Dengan adanya aliran dana institusional ini, Bitcoin mulai dipandang sebagai bagian dari portofolio investasi, bukan sekadar aset spekulatif.

Baca juga: Bitcoin Masih Terjebak di Bawah $70K: Sinyal Bearish Berlanjut?

Likuiditas meningkat, modal siap masuk kapan saja

Selain itu, aktivitas stablecoin juga mengalami peningkatan signifikan. Data on-chain menunjukkan pertumbuhan jumlah alamat aktif, yang menandakan bertambahnya partisipan sekaligus likuiditas di dalam ekosistem.

Kondisi ini menciptakan “modal siap pakai” yang dapat dengan cepat masuk ke pasar saat terjadi penurunan harga. Artinya, setiap koreksi berpotensi disambut oleh aliran dana baru, sehingga menahan penurunan lebih dalam.

Struktur pasar berubah, korelasi lama mulai tidak relevan

Saat ini, Bitcoin bergerak dalam dua kekuatan utama. Di satu sisi, tekanan makro seperti suku bunga tinggi dan dolar yang kuat masih membayangi. Di sisi lain, permintaan institusional dan likuiditas internal memberikan penopang yang cukup kuat.

Perubahan ini menunjukkan bahwa hubungan klasik antara dolar dan Bitcoin mulai bergeser. Untuk memahami pergerakan pasar saat ini, analisis tidak lagi cukup hanya melihat korelasi, tetapi juga harus mempertimbangkan arus modal dan struktur likuiditas yang terus berkembang.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Diserbu! JP Morgan dan Konglomerat Global Kunci 1,05 Juta BTC

Arus dana besar ke Bitcoin (BTC) belum menunjukkan tanda-tanda melambat. Data terbaru mengungkapkan, 100 perusahaan publik pemilik kas (corporate treasury) terbesar di dunia kini memegang lebih dari 1.058.000 BTC di neraca mereka.

Kepemilikan ini terus meningkat meski harga Bitcoin bergerak dalam kondisi pasar yang bergejolak.

Perusahaan publik tumpuk lebih dari 1 juta BTC

Deretan 100 perusahaan publik dengan kepemilikan BTC terbesar tercatat terus menambah eksposur. Perusahaan seperti Strategy, MARA Holdings, dan Metaplanet masih mendominasi daftar, namun tren akumulasi kini meluas ke berbagai sektor lain.

Mulai dari perusahaan energi, fintech, hingga konglomerat global, semakin banyak korporasi yang memasukkan Bitcoin ke dalam strategi pengelolaan kas mereka. Langkah ini menunjukkan bahwa Bitcoin kian dipandang sebagai aset yang layak disimpan jangka panjang, terlepas dari fluktuasi harga jangka pendek.

JP Morgan tambah eksposur lewat ETF Bitcoin BlackRock

Dilaporkan AMBCrypto, tren akumulasi Bitcoin oleh korporasi tidak hanya datang dari perusahaan yang sejak awal pro-crypto. J.P. Morgan, salah satu bank terbesar di dunia, juga tercatat memperdalam eksposurnya terhadap Bitcoin.

Mengacu pada data platform analitik Arkham, J.P. Morgan kini memiliki eksposur lebih dari US$300 juta ke Bitcoin melalui ETF iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock. Rinciannya antara lain:

  • Sekitar US$332,8 juta dalam bentuk saham IBIT langsung,
  • Sekitar US$10,7 juta melalui pengelola aset eksternal,
  • Sekitar US$67,8 juta dalam opsi beli (call options),
  • Sekitar US$133,3 juta dalam opsi jual (put options) yang kemungkinan digunakan sebagai lindung nilai (hedging).

Struktur posisi tersebut menunjukkan pendekatan yang terukur dan terkelola risikonya. Meski begitu, langkah ini menandai perubahan signifikan dari sikap skeptis yang selama ini diasosiasikan dengan pimpinan bank tersebut terhadap aset kripto.

Whale Coinbase borong saat harga turun

Tidak hanya korporasi, pelaku pasar besar (whale) juga tercatat aktif menambah kepemilikan Bitcoin, terutama saat harga turun.

Indikator Cumulative Volume Delta (CVD) menunjukkan bahwa pesanan spot berukuran besar antara US$10.000 hingga US$1 juta terus tercatat sebagai pembeli bersih sejak titik dasar lokal terbaru. Sementara itu, aliran dana dari investor ritel cenderung datar, dan trader berukuran menengah baru mulai berbalik positif.

Data on-chain di bursa Coinbase mengindikasikan bahwa whale di platform tersebut tidak menghentikan akumulasi mereka. Ketika harga melemah dan sentimen pasar melemah, pelaku besar justru tercatat menyerap suplai yang ada.

Ringkasan

  • Lebih dari 1,05 juta BTC kini tercatat di neraca 100 perusahaan publik pemilik kas terbesar.
  • Tren akumulasi meluas ke berbagai sektor, bukan hanya perusahaan yang sejak awal berfokus pada kripto.
  • J.P. Morgan menambah eksposur ke Bitcoin melalui ETF BlackRock IBIT dengan nilai lebih dari US$300 juta dan instrumen derivatif terkait.
  • Whale di Coinbase terus membeli saat harga turun, sementara arus dana ritel masih lemah.

Pergerakan ini menegaskan satu hal: meski pasar kripto masih fluktuatif, pemain besar—baik korporasi maupun whale, belum berniat meninggalkan Bitcoin.

Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Moonbirds Umumkan Migrasi Kontrak dan Nesting 2.0, Waspadai Link Scam

Proyek NFT Moonbirds kembali menjadi sorotan setelah tim resmi mengumumkan rencana migrasi ke kontrak baru sekaligus peluncuran portal klaim untuk Nesting 2.0.

Pengumuman ini langsung memicu atensi besar di komunitas, bukan hanya karena upgrade utilitas NFT yang dijanjikan, tetapi juga karena meningkatnya risiko phishing dan scam yang kerap menyertai fase transisi seperti ini.

Melalui kanal resminya, tim Moonbirds menegaskan bahwa saat ini belum ada link klaim atau migrasi yang live.

Mereka secara eksplisit memperingatkan holder untuk tidak mengklik tautan apa pun yang beredar di luar sumber resmi. Satu-satunya rujukan valid hanyalah akun X @moonbirds dan Discord resmi Moonbirds.

Langkah tegas ini diambil untuk meminimalkan potensi eksploitasi oleh pihak tak bertanggung jawab yang biasanya memanfaatkan momen migrasi kontrak sebagai celah untuk menipu pengguna.

Baca Juga: Azuki dan BAYC Jadi Koleksi NFT Peringkat Teratas di Tahun 2022

Migrasi Kontrak: Langkah Strategis untuk Keamanan Jangka Panjang

Migrasi kontrak pintar bukanlah hal sepele dalam ekosistem NFT.

Proses ini biasanya dilakukan untuk meningkatkan keamanan, efisiensi, atau menambahkan fitur baru yang tidak dapat diimplementasikan secara optimal di kontrak lama.

Dalam konteks Moonbirds, migrasi ini disebut sebagai bagian penting dari persiapan Nesting 2.0, sebuah pembaruan besar yang diharapkan membawa peningkatan signifikan pada mekanisme dan utilitas NFT mereka.

Terkait pengumuman ini, Tim Research Tokocrypto menilai bahwa langkah ini memiliki implikasi strategis yang kuat.

Langkah migrasi kontrak ini krusial untuk keamanan jangka panjang holder, namun fase transisi ini sangat rawan eksploitasi scammer. Holder wajib ekstra waspada (double-check via Discord).”

“Pembaruan ‘Nesting 2.0’ mengindikasikan upgrade utilitas NFT yang mungkin meningkatkan value retensi bagi holder lama,” Tim Research Tokocrypto menjelaskan.

Pernyataan ini menegaskan dua hal penting: migrasi kontrak membawa potensi nilai tambah, namun sekaligus menghadirkan risiko tinggi jika holder tidak berhati-hati.

Nesting 2.0 dan Potensi Upgrade Utilitas

Sejak awal, fitur Nesting menjadi salah satu identitas utama Moonbirds, di mana NFT yang “di-nest” menunjukkan komitmen jangka panjang holder dan kerap dikaitkan dengan reward atau utilitas tertentu.

Dengan hadirnya Nesting 2.0, komunitas berspekulasi bahwa Moonbirds tengah menyiapkan mekanisme baru yang lebih relevan dengan dinamika pasar NFT saat ini.

Upgrade ini diyakini akan berfokus pada peningkatan utilitas, kemungkinan mencakup integrasi ekosistem, reward berbasis partisipasi, atau fungsi baru yang mendorong holder untuk mempertahankan NFT mereka dalam jangka panjang.

Jika dieksekusi dengan tepat, Nesting 2.0 dapat memperkuat value retention dan menegaskan posisi Moonbirds sebagai proyek NFT yang tidak hanya mengandalkan hype visual, tetapi juga fungsionalitas.

Ancaman Phishing di Fase Transisi

Namun, di balik optimisme tersebut, tim Moonbirds menekankan bahwa periode menjelang migrasi adalah momen paling rawan.

Dalam banyak kasus sebelumnya, scammer memanfaatkan antusiasme komunitas dengan menyebarkan link palsu yang meniru situs resmi, bertujuan mencuri aset atau menguras wallet korban.

Karena itu, Moonbirds meminta komunitas untuk menerapkan prinsip “verify before interact”. Artinya, setiap informasi atau link harus diverifikasi langsung melalui akun X resmi atau Discord mereka. Tidak ada DM, situs mirror, atau link “bocoran” yang dapat dianggap valid.

Bagi holder, kewaspadaan bukan hanya soal menjaga aset pribadi, tetapi juga menjaga kesehatan ekosistem secara keseluruhan. Satu insiden besar dapat berdampak pada reputasi proyek dan kepercayaan pasar.

Apa yang Perlu Dilakukan Holder Sekarang?

Pada tahap ini, tindakan terbaik adalah menunggu pengumuman resmi. Jangan terburu-buru mencari link migrasi atau klaim.

Pastikan notifikasi aktif di akun X Moonbirds dan pantau Discord resmi mereka. Hindari berinteraksi dengan smart contract yang mengatasnamakan Moonbirds sebelum ada konfirmasi publik.

Di sisi lain, pengumuman migrasi dan Nesting 2.0 memberi sinyal bahwa Moonbirds masih aktif mengembangkan produknya, sesuatu yang krusial di tengah pasar NFT yang semakin selektif.

Baca Juga: 3 Altcoin NFT Ini Kuasai Pasar dan Cetak Kapitalisasi Raksasa

Migrasi kontrak dan kehadiran Nesting 2.0 menandai fase penting dalam evolusi Moonbirds. Potensi upgrade utilitas dapat menjadi katalis positif bagi holder jangka panjang.

Namun, fase ini juga membuka ruang besar bagi scam. Bagi komunitas, kunci utamanya sederhana namun krusial: hanya percaya pada kanal resmi, dan selalu lakukan double-check sebelum bertindak.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ondo Finance Kantongi Izin UE: Saham dan ETF Kini Ditokenisasi

Perkembangan besar kembali terjadi di sektor Real World Assets (RWA).

Ondo Finance resmi mendapatkan persetujuan regulator Uni Eropa untuk mendaftarkan batch pertama saham dan ETF yang ditokenisasi, termasuk produk seperti QQQon dan TSLAon.

Persetujuan yang juga diumumkan via akun resmi X Ondo Finance ini divalidasi oleh regulator Liechtenstein, memungkinkan produk tersebut memperoleh hak “passporting” untuk dapat diakses secara legal di seluruh wilayah Uni Eropa (EU) dan European Economic Area (EEA).

Artinya, sekitar 500 juta investor di kawasan Eropa kini berpotensi mendapatkan akses langsung ke pasar modal Amerika Serikat melalui infrastruktur blockchain.

Baca Juga: SEC Hentikan Investigasi Ondo Finance, Roadmap Baru Siap Dirilis

Apa Itu Saham dan ETF Tokenisasi?

Tokenisasi saham dan ETF merupakan proses representasi aset tradisional, seperti saham perusahaan publik atau ETF, ke dalam bentuk token digital berbasis blockchain.

Dalam kasus Ondo Finance, produk seperti QQQon merujuk pada ETF berbasis indeks Nasdaq-100, sementara TSLAon merepresentasikan saham Tesla yang terdaftar di bursa AS.

Melalui tokenisasi ini, investor dapat mengakses pasar saham AS tanpa perantara tradisional yang kompleks; bertransaksi dengan settlement lebih cepat; dan mendapatkan fleksibilitas integrasi dengan protokol DeFi.

Model ini menjadi jembatan antara pasar keuangan tradisional dan ekosistem kripto.

Validasi Regulasi dan Hak Paspor Uni Eropa

Persetujuan dari regulator Liechtenstein menjadi kunci penting dalam ekspansi ini.

Sebagai bagian dari sistem regulasi Eropa, lisensi yang divalidasi di satu negara anggota dapat memberikan hak paspor untuk menawarkan layanan di seluruh EU dan EEA.

Dengan mekanisme ini, Ondo tidak perlu mengajukan izin ulang di setiap negara anggota. Hal ini mempercepat ekspansi dan membuka akses ke pasar ritel dan institusional di seluruh Eropa.

Langkah ini juga menunjukkan bahwa model tokenisasi aset semakin diterima dalam kerangka hukum yang jelas dan terstruktur.

Dorongan Besar untuk Narasi RWA

Tim Research Tokocrypto menyebut persetujuan ini sebagai momentum besar bagi sektor Real World Assets.

“Ini adalah langkah masif bagi narasi RWA. Dengan persetujuan ini, Ondo membuka pintu bagi 500 juta investor di Eropa untuk berinvestasi di pasar modal AS via blockchain secara legal, yang berpotensi memicu lonjakan likuiditas ke protokol mereka,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Narasi RWA sendiri menjadi salah satu tema paling kuat dalam siklus kripto terbaru. Tokenisasi obligasi pemerintah, surat utang korporasi, hingga saham publik dinilai sebagai evolusi berikutnya dari DeFi.

Dampak terhadap Likuiditas dan Ekosistem DeFi

Dengan akses legal bagi investor Eropa, Ondo berpotensi mengalami peningkatan:

  1. Arus Modal Baru – Investor tradisional yang sebelumnya ragu karena ketidakjelasan regulasi kini memiliki jalur yang sah.
  2. Likuiditas Protokol – Tokenisasi saham populer seperti Tesla dan ETF Nasdaq dapat menarik volume perdagangan signifikan.
  3. Integrasi DeFi – Aset tokenisasi dapat digunakan sebagai jaminan (collateral) dalam berbagai protokol keuangan terdesentralisasi.

Jika likuiditas meningkat, ekosistem DeFi secara keseluruhan dapat memperoleh manfaat dari aliran modal lintas batas yang lebih efisien.

Posisi Strategis Eropa dalam Adopsi Kripto

Uni Eropa dalam beberapa tahun terakhir dikenal progresif dalam membangun kerangka regulasi aset digital, termasuk melalui regulasi MiCA (Markets in Crypto-Assets).

Persetujuan terhadap produk tokenisasi Ondo menunjukkan bahwa regulator Eropa tidak hanya fokus pada pengawasan, tetapi juga membuka ruang inovasi.

Hal ini menempatkan Eropa sebagai salah satu kawasan paling ramah terhadap integrasi blockchain dan pasar keuangan tradisional.

Risiko dan Tantangan

Meski peluang besar terbuka, terdapat beberapa tantangan:

  • Fluktuasi harga saham dasar tetap berlaku pada token
  • Risiko kustodian dan smart contract
  • Ketergantungan pada kepatuhan lintas yurisdiksi

Namun dengan validasi regulator dan kerangka hukum yang jelas, risiko tersebut dinilai lebih terkelola dibanding model tokenisasi tanpa izin.

Baca Juga: Ondo x Chainlink Buka Era Baru, Token Saham AS Bisa Jadi Jaminan

Persetujuan Uni Eropa terhadap Ondo Finance untuk meluncurkan saham dan ETF tokenisasi menandai babak baru integrasi pasar modal tradisional dengan blockchain.

Dengan hak paspor di seluruh EU dan EEA, akses terhadap pasar saham AS kini semakin terbuka bagi 500 juta investor Eropa melalui infrastruktur digital.

Langkah ini tidak hanya memperkuat posisi Ondo dalam sektor RWA, tetapi juga mempertegas bahwa tokenisasi aset dunia nyata bukan lagi eksperimen — melainkan bagian dari evolusi sistem keuangan global berbasis blockchain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com