Token TRUMP dan MELANIA Anjlok 99%, Investor Ritel Rugi US$4,3 Miliar

Token meme resmi TRUMP dan MELANIA dilaporkan telah menghapus sekitar US$4,3 miliar nilai kekayaan investor ritel sejak peluncurannya lebih dari setahun lalu. Data terbaru menunjukkan sekitar 2 juta pemegang saat ini berada dalam posisi merugi (underwater).

Sementara itu, 45 dompet awal yang terlibat dalam tahap awal peluncuran justru membukukan keuntungan gabungan sekitar US$1,2 miliar, menciptakan kesenjangan tajam antara investor awal dan pembeli ritel.

Harga Terjun Bebas Hingga 99%

Pergerakan harga Official Trump (TRUMP/USDT) pada Senin, 23 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Official Trump (TRUMP/USDT) pada Senin, 23 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Berdasarkan data CryptoRank, token TRUMP turun sekitar 92% menjadi US$3,55 dari rekor tertinggi US$75. Sementara itu, token MELANIA merosot 99% ke level US$0,11 dari puncaknya di US$13,05.

Meski pasar kripto secara keseluruhan mengalami koreksi besar dengan penyusutan nilai lebih dari US$1 triliun dalam periode yang sama, analis menilai penurunan tajam kedua token ini lebih dipengaruhi desain struktural dan strategi likuiditas internal dibanding faktor pasar umum.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kasus TRUMP/MELANIA adalah pengingat keras tentang asimetri informasi di pasar meme coin. Rasio kerugian ritel vs keuntungan insider mencapai 20:1, membuktikan bahwa investor publik hanya dijadikan exit liquidity.

“Penggunaan strategi likuiditas satu sisi di AMM menunjukkan tingkat kecanggihan insider dalam menguras modal ritel secara sistematis. Dengan jadwal unlock 2028, pemegang saat ini berada di posisi yang sangat rentan secara struktural,” jelasnya.

Baca juga: Skandal Kripto MELANIA Diduga Tipu Investor Hingga Ratusan Juta Dolar!

Dugaan Strategi Likuiditas oleh Insider

Dilaporkan BeInCrypto, analisis on-chain menunjukkan adanya aktivitas sistematis dari dompet anonim yang terhubung dengan pengembang awal proyek. Salah satu laporan menyebutkan bahwa pada Desember 2025, alamat utama peluncuran token TRUMP memindahkan sekitar US$94 juta dalam bentuk USDC ke bursa Coinbase.

Pengembang dilaporkan menggunakan strategi single-sided liquidity provision di platform desentralisasi Meteora. Dalam mekanisme ini, insider hanya menyetor token TRUMP dan MELANIA tanpa pasangan dolar, sehingga sistem automated market maker secara otomatis menjual token tersebut kepada pembeli ritel yang masuk.

Token yang terjual kemudian dikonversi ke USDC, mempercepat distribusi dari dompet awal ke pasar terbuka.

Ancaman Dilusi Hingga 2028

Selain kerugian yang telah terjadi, risiko dilusi tambahan juga membayangi pemegang yang tersisa. Data CryptoRank menunjukkan sekitar US$2,7 miliar token milik insider dikunci dalam smart contract hingga 2028.

Tanggal pembukaan kunci tersebut bertepatan dengan akhir masa jabatan presiden, sehingga memunculkan spekulasi tentang strategi keluar (exit strategy) yang telah terstruktur.

Jika token terkunci tersebut dilepas ke pasar, investor ritel yang masih menahan posisi berisiko menjadi sumber likuiditas bagi pencairan insider berikutnya.

Kasus ini kembali menyoroti risiko tinggi pada token meme, khususnya yang memiliki distribusi awal terpusat dan struktur tokenomics yang tidak transparan bagi investor publik.

Baca juga: Melania Trump Comeback, Meme Coin MELANIA Menggeliat


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

ERC-8004 Gelar Agentic Brunch: Integrasi AI dan DeFi di Filecoin.

Komunitas builder ERC-8004 menggelar acara bertajuk Agentic Brunch di San Francisco, Amerika Serikat, sebagaimana dilaporkan Coinmarketcal pada Kamis (26/2).

Agenda ini menjadi forum diskusi teknis bagi para pengembang dan pelaku industri untuk membahas perkembangan agen AI, konsep Agentic Finance, serta integrasi gaming di atas jaringan Filecoin dan ekosistem Ethereum, pasca peluncuran mainnet ERC-8004.

Acara ini menegaskan semakin kuatnya narasi konvergensi antara kecerdasan buatan (AI) dan keuangan terdesentralisasi (DeFi), terutama dalam membangun infrastruktur yang memungkinkan agen AI bertindak sebagai entitas ekonomi otonom di atas blockchain.

Baca Juga: Filecoin Resmi Luncurkan Onchain Cloud di Mainnet, Harga Akan Naik?

Fokus pada Agen AI dan Agentic Finance

Dalam diskusi teknis tersebut, para builder menyoroti bagaimana agen AI dapat beroperasi secara mandiri untuk melakukan transaksi, mengelola likuiditas, hingga berpartisipasi dalam protokol DeFi tanpa intervensi manusia secara langsung.

Konsep ini dikenal sebagai Agentic Finance, yakni model keuangan baru di mana agen cerdas dapat menjadi aktor ekonomi aktif di jaringan blockchain.

ERC-8004 sendiri dirancang sebagai standar atau kerangka kerja yang memungkinkan interaksi lebih terstruktur antara agen AI dan smart contract.

Dengan hadirnya mainnet ERC-8004, pengembang kini memiliki fondasi teknis untuk membangun aplikasi berbasis AI yang dapat memanfaatkan transparansi, keamanan, serta interoperabilitas blockchain.

Tak hanya itu, diskusi juga mencakup potensi integrasi sektor gaming, di mana agen AI dapat berperan dalam ekonomi game berbasis blockchain, mulai dari pengelolaan aset digital hingga interaksi dinamis dengan pemain lain dalam ekosistem terdesentralisasi.

Filecoin dan Ethereum Jadi Fondasi Infrastruktur

Pemilihan jaringan Filecoin dan Ethereum sebagai basis pengembangan bukan tanpa alasan.

Ethereum dikenal sebagai pelopor smart contract dan DeFi, sementara Filecoin menyediakan infrastruktur penyimpanan terdesentralisasi yang dapat mendukung kebutuhan data skala besar untuk aplikasi AI.

Kombinasi keduanya dinilai relevan untuk membangun ekosistem AI on-chain yang lebih matang.

Penyimpanan data model AI, log transaksi agen, hingga integrasi dengan protokol DeFi dapat berjalan dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

Menurut Tim Research Tokocrypto, acara ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat arah pengembangan teknologi di sektor kripto.

“Acara ini memperkuat narasi konvergensi antara AI dan DeFi (Agentic Finance) di ekosistem Filecoin. Meskipun dampaknya terhadap harga FIL mungkin minimal karena bersifat networking, ini menunjukkan perkembangan infrastruktur AI yang semakin matang di atas blockchain,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Dampak terhadap Harga FIL

Secara jangka pendek, event seperti Agentic Brunch umumnya tidak memberikan dampak langsung terhadap harga token, termasuk Filecoin (FIL). Pasalnya, acara ini lebih bersifat networking dan diskusi teknis ketimbang pengumuman produk besar atau kemitraan strategis berskala luas.

Namun, dalam jangka menengah hingga panjang, penguatan narasi AI di atas blockchain berpotensi meningkatkan daya tarik ekosistem Filecoin sebagai infrastruktur pendukung aplikasi berbasis data dan agen otonom.

Tren global saat ini menunjukkan meningkatnya minat terhadap integrasi AI dan blockchain.

Jika adopsi Agentic Finance berkembang pesat, jaringan yang lebih dulu menyediakan fondasi teknis yang kuat berpotensi mendapatkan keuntungan dari sisi utilitas dan adopsi.

Konvergensi AI dan Blockchain: Tren yang Semakin Nyata

Beberapa bulan terakhir, wacana tentang AI Agents dan ekonomi otonom menjadi topik hangat di kalangan pengembang Web3.

Agen AI tidak lagi sekadar alat bantu, tetapi mulai diproyeksikan sebagai entitas yang mampu mengambil keputusan ekonomi, melakukan pembayaran, hingga berkoordinasi lintas protokol.

Konsep ini membuka kemungkinan baru, seperti agen AI yang mengelola portofolio DeFi secara otomatis; sistem gaming dengan karakter AI yang memiliki dompet kripto sendiri; dan protokol keuangan yang berinteraksi langsung dengan model AI untuk manajemen risiko.

Dengan peluncuran mainnet ERC-8004, langkah konkret menuju realisasi visi tersebut mulai terlihat.

Baca Juga: Harga Filecoin Naik 53%, Reli di Tengah Tekanan Pasar Kripto

Acara Agentic Brunch yang digelar komunitas ERC-8004 di San Francisco menjadi sinyal kuat bahwa integrasi AI dan DeFi bukan sekadar wacana, melainkan arah pengembangan nyata di industri blockchain.

Fokus pada agen AI, Agentic Finance, dan integrasi gaming di atas Filecoin dan Ethereum menunjukkan kematangan infrastruktur yang semakin berkembang.

Meski dampak harga FIL dalam jangka pendek kemungkinan terbatas, penguatan ekosistem dan kolaborasi teknis seperti ini berpotensi menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan jangka panjang.

Dalam lanskap kripto yang terus berevolusi, konvergensi AI dan blockchain bisa menjadi salah satu tema dominan dalam siklus berikutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Zcash Diam-Diam Meledak! Aktivitas Mining dan Privasi Tembus Rekor Baru

Jaringan Zcash (ZEC) mencatat pencapaian penting pada Maret 2026 setelah hashrate dan jumlah aset dalam pool privasi (shielded supply) mencapai level tertinggi sepanjang sejarah. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya partisipasi miner sekaligus adopsi fitur privasi yang menjadi keunggulan utama Zcash.

Dikutip BeInCrypto, momentum positif ini juga diiringi peningkatan sentimen pasar dan aktivitas investor yang mulai kembali menunjukkan minat terhadap aset tersebut.

Hashrate Zcash Cetak Rekor Tertinggi

Data terbaru menunjukkan bahwa hashrate jaringan Zcash melonjak hingga 16,54 GS/s, level tertinggi sepanjang sejarah.

Hashrate merupakan indikator total kekuatan komputasi yang digunakan oleh miner untuk mengamankan jaringan. Kenaikan ini mengindikasikan meningkatnya partisipasi miner serta kepercayaan terhadap prospek jangka panjang Zcash.

Peningkatan hashrate biasanya juga berkorelasi dengan optimisme terhadap potensi nilai aset di masa depan.

Adopsi Fitur Privasi Semakin Meningkat

Selain hashrate, jumlah ZEC yang masuk ke dalam shielded pool juga mengalami peningkatan signifikan.

Total shielded supply kini mencapai 5,15 juta ZEC, atau sekitar 31% dari total suplai yang beredar.

Shielded supply mengacu pada ZEC yang dipindahkan ke alamat privat, di mana detail transaksi dan saldo tidak dapat dilihat secara publik.

Kenaikan ini menunjukkan semakin banyak pengguna yang memanfaatkan fitur privasi Zcash sebagai nilai utama dari jaringan tersebut.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kombinasi hashrate ATH dan kenaikan shielded supply berarti fundamental jaringan Zcash sedang membaik dari dua sisi sekaligus: keamanan jaringan dan penggunaan fitur privasi.

“Kalau tren ini berlanjut, pasar bisa mulai menilai ZEC bukan cuma dari spekulasi harga, tapi dari pemulihan utilitas onchain yang nyata setelah sempat dibayangi krisis internal tim,” katanya.

Baca juga: Warning! Zcash Terancam Ambruk ke $100, Sinyal Chart Makin Seram

Sentimen Pasar dan Aktivitas Investor Menguat

Data dari LunarCrush menunjukkan bahwa sentimen komunitas terhadap Zcash mencapai 88% positif dalam sepekan terakhir.

Selain itu, peringkat AltRank Zcash melonjak signifikan ke posisi 10 dari sebelumnya di atas 500, sementara volume perdagangan harian meningkat 34% menjadi sekitar US$486 juta.

Peningkatan ini mencerminkan lonjakan minat investor serta aktivitas pasar yang semakin aktif.

Dukungan Institusi Dorong Optimisme

Beberapa perkembangan terbaru juga turut memperkuat sentimen positif terhadap Zcash.

Foundry Digital, operator mining pool Bitcoin terbesar, mengumumkan rencana peluncuran mining pool khusus Zcash untuk institusi.

Selain itu, Zcash Open Development Lab (ZODL) berhasil mengamankan pendanaan sebesar US$25 juta dari investor besar seperti Paradigm dan Andreessen Horowitz.

Langkah ini membantu meredakan kekhawatiran yang sempat muncul sebelumnya terkait perubahan dalam tim pengembang.

Potensi Pemulihan Harga Mulai Terbuka

Saat ini, harga ZEC berada di kisaran US$268 dan telah naik hampir 40% sepanjang Maret.

Meski masih berada lebih dari 60% di bawah puncaknya di level US$750 pada November tahun lalu, sejumlah analis melihat potensi pemulihan lebih lanjut jika tren positif ini berlanjut.

Dengan kombinasi peningkatan aktivitas jaringan, dukungan institusi, serta sentimen pasar yang membaik, Zcash mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan di tengah pasar kripto yang masih berfluktuasi.

Baca juga: Tim Developer Zcash Bubar! Gimana Nasib Proyeknya?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Cara Kerja Perpetual Futures Crypto: Funding Rate dan Mekanismenya

Perpetual futures menjadi salah satu instrumen yang paling sering digunakan dalam trading kripto. Berbeda dengan futures biasa, kontrak ini tidak memiliki tanggal kedaluwarsa, sehingga trader bisa menahan posisi selama yang diinginkan.

Namun, karena tidak adanya kadaluarsa ini, muncul satu mekanisme penting yang menjaga harga tetap stabil dan mendekati harga pasar, yaitu funding rate.

Lalu, bagaimana sebenarnya cara kerja funding rate dalam perpetual futures? Yuk simak penjelasannya!

Apa Itu Funding Rate dan Bagaimana Mekanismenya?

Funding rate adalah biaya periodik yang dilakukan antar trader yang memegang posisi long dan short untuk menjaga harga kontrak tetap selaras dengan harga pasar spot.

Jika harga perpetual lebih tinggi dari harga spot, funding menjadi positif dan trader long membayar trader short. Sebaliknya, jika harga perpetual lebih rendah dari spot, funding menjadi negatif dan trader short membayar trader long. Mekanisme timbal balik ini memastikan harga perpetual tidak melenceng jauh dari harga aset dasarnya.

Funding rate ini memiliki nominal yang terlihat kecil. Misalnya, funding rate sebesar 0,03%  tetapi pada posisi dengan leverage 10× yang ditahan selama beberapa minggu, biaya ini bisa diam-diam menguras modal yang kamu miliki meski posisi terlihat untung.

Bayangkan kamu membuka posisi long dengan modal Rp25.000.000 menggunakan leverage 20×. Jika funding rate sebesar 0,03% setiap 8 jam, maka:

  • Biaya per 8 jam = 0,03% × Rp25.000.000 = Rp7.500
  • Biaya per hari (3 siklus 8 jam) = Rp7.500 × 3 = Rp22.500
  • Biaya per minggu (7 hari) = Rp22.500 × 7 = Rp157.500

Jadi, hanya untuk mempertahankan posisi selama seminggu, kamu bisa kehilangan sekitar Rp157 ribu, meski harga BTC tidak bergerak sama sekali.

Bagaimana Funding Rate Mempengaruhi Trader?

Karena perhitungan funding mempertimbangkan besarnya leverage, funding rate bisa sangat memengaruhi untung-rugi. Dengan leverage tinggi, trader yang harus membayar funding bisa merugi bahkan di pasar dengan volatilitas rendah, hingga berisiko likuidasi.

Sebaliknya, menerima pembayaran funding bisa sangat menguntungkan, terutama di pasar yang bergerak dalam pergerakan harga yang sempit. Intinya, funding rate dirancang untuk mendorong trader mengambil posisi yang menjaga harga kontrak perpetual tetap sejalan dengan harga spot.

Korelasi dengan Sentimen Pasar

Secara historis, funding rate kripto cenderung berkorelasi dengan tren aset dasarnya. Dikutip dari Binance, korelasi ini bukan berarti funding rate menggerakkan harga spot, melainkan sebaliknya: funding rate mencerminkan arah pasar.

Contoh funding rate Bitcoin. Sumber: CryptoQuant.

Contohnya, dari data di atas, menunjukkan funding rate turun seiring harga BTC yang melemah. Funding rate yang masih tinggi saat BTC mengalami penurunan mencerminkan keyakinan pasar akan potensi kenaikan kembali, hingga akhirnya banyak yang sadar biaya funding yang meningkat, dan harga futures kembali selaras dengan spot.

Kamu bisa mengetahui lebih lengkap perbandingan funding rate di berbagai exchange, melalui situs seperti Glassnode atau CryptoQuant.

Mekanisme Pembayaran Funding Rate

Pembayaran funding rate biasanya dilakukan setiap 8 jam tergantung platform yang kamu gunakan. 

Kondisi Pasar Funding Rate Siapa Membayar Siapa?
Bullish kuat (Perpetual > Spot) Positif Long bayar Short
Bearish kuat (Perpetual < Spot) Negatif Short bayar Long

Sederhananya:

  • Jika harga perpetual lebih tinggi dari harga spot → trader long membayar trader short.
  • Jika harga perpetual lebih rendah dari harga spot → trader short membayar trader long.

Pembayaran ini dihitung berdasarkan nilai posisi yang kamu miliki. Contoh sederhana:

  • Posisi long BTC/USDT senilai $10.000.
  • Funding rate +0,01% (positif).
  • Kamu membayar $1 ke trader short setiap 8 jam, dikalikan leverage yang kamu miliki. Maka jika kamu memiliki leverage 10x kamu harus membayar $10.

Seperti contoh perhitungan yang sudah diungkapkan pada sub judul sebelumnya, meskipun perhitungan ini terlihat kecil jika posisi ditahan berhari-hari atau berminggu-minggu, biaya ini tentunya bisa menumpuk hingga ratusan dolar. Banyak juga yang tidak sadar kalau:

  • Biaya ini menumpuk seiring waktu: Persentase kecil yang diperbesar oleh leverage bisa diam-diam menggerus margin.
  • Funding rate mencerminkan perilaku pasar: Lonjakan funding menandakan posisi long terlalu penuh, sering kali jadi sinyal pembalikan arah.
  • Funding rate bisa berubah cepat: Dalam hitungan jam, funding bisa berbalik dari positif ke negatif, membuat trader yang lengah terkena dampak besar.

Kesimpulan

Perpetual futures menawarkan fleksibilitas karena tidak memiliki tanggal kadaluarsa, tetapi sebagai gantinya menggunakan mekanisme funding rate untuk menjaga keseimbangan harga dengan pasar spot.

Memahami cara kerja funding rate, margin, dan likuidasi menjadi kunci sebelum menggunakan instrumen ini dalam trading. Semoga dengan pemahaman yang lebih baik, trader dapat memanfaatkan peluang yang ada sekaligus mengelola risiko dengan lebih bijak.

Apa pun strategi yang digunakan, selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan trading dan pastikan menggunakan exchange terpercaya seperti Tokocrypto yang telah terdaftar resmi, serta berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.


Investasi dan trading crypto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Sumber:

Binance: What Is Futures Funding Rate And Why It Matters
Investopedia: Understanding Perpetual Futures: A Guide for Cryptocurrency Traders
Leverate Trading: Funding Rates in Crypto Futures: Hidden Costs & Risk Explained



Sumber : news.tokocrypto.com

Minat Institusi Melemah dan Indikator Negatif

Pergerakan terbaru XRP menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam dinamika pasar, terutama dari sisi permintaan institusional. Hal ini terlihat dari indikator Coinbase Premium yang kini berbalik ke zona negatif.

Indikator premium berubah arah, sinyal permintaan melemah

Indikator Coinbase vs Binance Price Premium sebelumnya berada di zona positif, yang berarti harga XRP di Coinbase lebih tinggi dibanding Binance. Kondisi ini umumnya mencerminkan tingginya permintaan dari investor institusional dan pasar Amerika Serikat.

Pada periode 10 hingga 22 Maret, premium sempat stabil di kisaran +0,04 hingga +0,05, seiring harga XRP yang bertahan di atas $1,35 hingga $1,40. Namun, sejak 23 Maret, indikator ini mulai mengalami penurunan secara bertahap hingga akhirnya menyentuh -0,0364.

Dilaporkan CryptoQuant, perubahan ini menunjukkan bahwa harga XRP di Coinbase kini lebih rendah dibandingkan Binance, menandakan adanya penurunan minat beli atau meningkatnya tekanan jual di platform tersebut.

Baca juga: Sinyal Tersembunyi XRP: Awal dari Tren Bullish?

Likuiditas bergeser, tekanan pasar meningkat

Peralihan premium ke zona negatif sering kali diartikan sebagai sinyal awal perubahan tren pasar. Dalam konteks ini, kondisi tersebut mengindikasikan melemahnya permintaan dari investor institusional.

Di sisi lain, harga XRP yang relatif lebih tinggi di Binance menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dari investor ritel, terutama di luar pasar Amerika Serikat. Hal ini mengindikasikan bahwa likuiditas mulai bergeser dari institusi ke pasar ritel global.

Kondisi ini juga memperlihatkan bahwa momentum yang sebelumnya kuat di pertengahan Maret mulai kehilangan tenaga, dengan penurunan yang terjadi secara konsisten dalam beberapa hari terakhir.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kalau Coinbase Premium XRP masuk negatif, itu biasanya bukan noise receh tapi tanda minat institusional mulai loyo.

“Saat dorongan harga berpindah dari tangan institusi ke retail offshore, struktur on-chain XRP jadi lebih rapuh dan lebih rawan kena tekanan jual lanjutan,” ujarnya.

Potensi tekanan harga dalam jangka pendek

Masuknya indikator premium ke zona negatif sering dikaitkan dengan potensi tekanan harga lanjutan atau fase koreksi. Hal ini terjadi karena berkurangnya dukungan dari investor besar yang biasanya menjadi penggerak utama pasar.

Jika tren ini berlanjut, XRP berpotensi menghadapi tekanan harga dalam jangka pendek, terutama jika tidak diimbangi dengan peningkatan permintaan dari sisi lain.

Untuk saat ini, pergerakan indikator tersebut menjadi sinyal penting bahwa pasar XRP sedang mengalami perubahan struktur, dengan melemahnya peran institusi dan meningkatnya dominasi aktivitas ritel di pasar global.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sinyal Death Cross XRP Terdeteksi, Prediksi April Masih Bearish?

XRP memasuki April 2026 dalam kondisi yang belum stabil setelah mencatat penurunan selama enam bulan berturut-turut sejak 2025. Hingga akhir Maret, harga XRP diperkirakan turun sekitar -1,94%, memperpanjang tren negatif yang masih belum menunjukkan tanda pemulihan.

Tekanan teknikal makin kuat, death cross muncul

Dari sisi teknikal, XRP saat ini berada dalam pola descending channel sejak pertengahan Juli 2025. Kondisi ini diperkuat dengan munculnya death cross pada grafik 3 harian, di mana EMA 50 turun di bawah EMA 200, sinyal klasik tren bearish.

Secara historis, pola crossover seperti ini sering diikuti oleh koreksi signifikan. Dalam beberapa kasus sebelumnya, XRP bahkan sempat mengalami penurunan hingga lebih dari 50%. Saat ini, koreksi yang terjadi baru mencapai sekitar 19%, membuka kemungkinan tekanan lanjutan jika tren berlanjut.

Baca juga: Sinyal Bahaya XRP: Minat Institusi Melemah dan Indikator Negatif

Holder mulai melepas aset, dukungan melemah

Dari sisi on-chain, tekanan juga terlihat dari perilaku investor. Kelompok holder jangka menengah (6–12 bulan), yang sebelumnya menunjukkan akumulasi, kini mulai mengurangi kepemilikan mereka.

Dilaporkan BeInCrypto, porsi kepemilikan mereka turun dari 23,54% menjadi sekitar 22,98% sejak akhir Maret. Perubahan ini menunjukkan mulai melemahnya keyakinan dari investor yang sebelumnya menjadi penopang harga.

Jika tren ini berlanjut, maka lapisan dukungan harga XRP akan semakin tipis, terutama jika harga mendekati area support utama.

Risiko likuidasi meningkat dari posisi leverage

Selain itu, data derivatif menunjukkan adanya potensi risiko tambahan. Open interest sempat turun sekitar 23% sejak pertengahan Maret, namun kini mulai naik kembali seiring masuknya posisi long baru.

Di sisi lain, funding rate juga meningkat, yang menandakan dominasi posisi long di pasar. Kondisi ini cukup berisiko, karena jika harga turun, potensi likuidasi posisi long bisa mempercepat penurunan harga.

Tim Research Tokocrypto menganalisa fokus onchain-nya jelas bearish: basis holder yang tadinya jadi bantalan mulai trimming, sedangkan posisi long baru masuk di lingkungan funding yang makin panas.

“Kalau support area US$1,27–US$1,28 jebol, struktur ini rawan berubah dari koreksi biasa jadi flush leverage yang lebih agresif,” jelasnya.

Level kunci jadi penentu arah April

Level penting yang perlu diperhatikan berada di sekitar $1,29, yang menjadi batas antara stabilitas dan potensi penurunan lebih lanjut. Jika harga turun di bawah area ini, maka support berikutnya berada di $1,20 hingga $0,96.

Sebaliknya, untuk membalikkan momentum, XRP perlu kembali menembus level $1,45, dilanjutkan dengan $1,50 hingga $1,60 sebagai konfirmasi perubahan tren.

Meskipun secara historis April merupakan bulan yang cenderung positif bagi XRP, kombinasi tekanan teknikal, pelemahan holder, dan risiko leverage saat ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase rawan. Pergerakan di awal April akan menjadi penentu apakah XRP mampu bertahan atau kembali melanjutkan tren penurunan.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bertahan di $80 atau Terjun ke $67?

Solana (SOL) memasuki April 2026 dalam kondisi tertekan setelah mencatat tren penurunan selama enam bulan berturut-turut sejak Oktober 2025.

Hingga akhir Maret, harga SOL diperkirakan ditutup melemah sekitar -0,88%, memperpanjang tren negatif yang belum juga terhenti.

Tekanan teknikal mengarah ke penurunan lanjutan

Dilaporkan BeInCrypto, dari sisi teknikal, pola head and shoulders yang terkonfirmasi pada 27 Maret menjadi sinyal bearish yang kuat. Pola ini memproyeksikan potensi penurunan harga hingga ke area $73, atau sekitar 15% lebih rendah dari level saat ini.

Selain itu, indikator tren seperti EMA 20 hari yang berada di sekitar $86 menjadi level krusial. Jika harga tidak mampu kembali ke atas level tersebut, maka tekanan turun berpotensi berlanjut sepanjang April.

Baca juga: Solana dan Mastercard Luncurkan Platform Developer Institusi!

Permintaan melemah, risiko tekanan jual meningkat

Data on-chain menunjukkan bahwa tekanan beli di exchange mengalami penurunan signifikan. Setelah sempat menunjukkan akumulasi kuat di pertengahan Maret, kini indikator tersebut turun hingga sekitar 80% hanya dalam waktu satu minggu.

Di sisi lain, posisi kerugian investor jangka pendek mulai berkurang. Kondisi ini justru berpotensi memicu aksi jual, karena investor mungkin memilih keluar lebih awal untuk membatasi kerugian jika harga kembali turun.

Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain ini bukan setup bullish yang bersih, karena akumulasi holder belum terbukti cukup untuk menahan harga saat spot demand mengering.

“Kalau outflow ke exchange tidak pulih lagi di awal April, pembelian holder hanya jadi bantalan psikologis, bukan mesin pembalik tren untuk SOL,” jelasnya.

Holder bertahan, tapi belum cukup kuat

Meski investor jangka panjang (hodler) tercatat meningkatkan akumulasi lebih dari 2,3 juta SOL sepanjang Maret, data historis menunjukkan bahwa aktivitas ini tidak selalu berbanding lurus dengan kenaikan harga.

Dalam beberapa kasus sebelumnya, harga tetap mengalami penurunan meskipun terjadi akumulasi besar dari hodler, sehingga perannya dalam menahan harga masih terbatas.

Level kunci jadi penentu arah

Level $80 menjadi batas penting bagi pergerakan Solana di awal April. Jika harga turun di bawah level ini, maka target $73 menjadi semakin realistis.

Sebaliknya, untuk membalikkan momentum, SOL perlu menembus kembali area $85 hingga $86. Jika berhasil, potensi rebound menuju $93 bisa terbuka.

Dengan kombinasi tekanan teknikal, melemahnya permintaan, dan ketidakpastian dari sisi on-chain, Solana saat ini berada dalam fase krusial. Pergerakan di awal April akan menjadi penentu apakah harga mampu bertahan atau justru melanjutkan tren penurunan.

Baca Juga: ETF Solana Tetap Diburu Saat Harga Lesu, Dari Mana Permintaannya?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Aave Resmi Live di X Layer OKX, Permudah Akses DeFi

Aave resmi memperluas jangkauannya dengan meluncur di X Layer, jaringan milik OKX. Integrasi ini membuka akses baru bagi pengguna OKX Wallet untuk langsung menggunakan layanan DeFi tanpa perlu setup tambahan yang rumit.

Langkah ini dinilai sebagai salah satu ekspansi paling strategis bagi Aave, karena menggabungkan kekuatan protokol DeFi dengan basis pengguna besar dari ekosistem exchange.

Akses DeFi Langsung dari Wallet

Dengan integrasi ini, pengguna kini dapat langsung memasok berbagai aset ke dalam protokol Aave melalui OKX Wallet.

Sebagai permulaan, terdapat beberapa aset yang didukung antara lain Tether, USDG, GHO, xBTC, xETH, xSOL, xBETH, dan juga xOKSOL.

Pengguna dapat memperoleh yield yang compounding otomatis, tanpa harus memindahkan aset ke platform lain atau menyerahkan kustodi ke pihak ketiga.

Pendekatan ini menjadi solusi bagi pengguna retail yang selama ini enggan masuk ke DeFi karena kompleksitas teknis seperti bridging, setup wallet tambahan, atau risiko keamanan.

Baca Juga: Aave Perkenalkan Pembaruan Aavenomics, Apa yang Baru?

Fitur Pinjam dengan LTV Tinggi

Selain fitur penyimpanan dan yield, Aave di X Layer juga menghadirkan kemampuan untuk meminjam aset langsung dari wallet dengan menjaminkan aset yang dimiliki.

Menariknya, platform ini menawarkan hingga 88% loan-to-value (LTV) pada enam kategori eMode tertentu.

Ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi pengguna dalam mengelola likuiditas tanpa harus menjual aset mereka.

Fitur ini menjadi salah satu daya tarik utama, karena menggabungkan kemudahan akses dengan efisiensi penggunaan modal.

Ekspansi TVL ke Ekosistem Baru

Sebagai salah satu protokol DeFi terbesar, The Block melaporkan bahwa Aave saat ini memiliki total value locked (TVL) sekitar $23,8 miliar.

Dengan masuk ke X Layer, Aave tidak hanya menambah jaringan baru, tetapi juga memperluas distribusi ke basis pengguna OKX yang sangat besar.

Yang membedakan langkah ini dari ekspansi chain lainnya adalah pendekatan integrasi yang langsung ke wallet exchange, sehingga mengurangi friksi pengguna secara signifikan.

Tidak diperlukan bridging manual atau konfigurasi kompleks, yang sering menjadi hambatan utama dalam adopsi DeFi.

Perspektif Industri: Katalis Adopsi Nyata

Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa integrasi ini merupakan katalis nyata bagi pertumbuhan Aave.

“Ini jelas katalis adopsi yang nyata karena distribusinya menempel langsung ke wallet exchange besar, bukan cuma menambah chain demi headline,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Menurutnya, penggunaan di X Layer benar-benar tumbuh, Aave bisa menang bukan cuma dari TVL, tapi dari akses ke arus user retail yang jauh lebih luas dan malas ribet.

Pernyataan ini menyoroti bahwa kekuatan utama dari langkah ini bukan hanya pada teknologi, tetapi pada distribusi dan kemudahan akses bagi pengguna.

Dampak ke Ekosistem DeFi

Integrasi Aave ke X Layer mencerminkan tren yang lebih luas di industri kripto: penyederhanaan akses ke DeFi.

Selama ini, DeFi sering dianggap terlalu kompleks bagi pengguna awam. Dengan integrasi langsung ke wallet exchange, hambatan tersebut mulai dihilangkan.

Jika model ini berhasil, bukan tidak mungkin akan diikuti oleh protokol lain, menciptakan ekosistem di mana DeFi menjadi fitur default dalam wallet, bukan layanan terpisah.

Potensi untuk Token AAVE

Dari sisi token, ekspansi ini berpotensi memberikan dampak positif terhadap AAVE, terutama jika diikuti oleh peningkatan penggunaan nyata.

Namun, seperti biasa, pasar akan menunggu data konkret seperti pertumbuhan pengguna aktif di X Layer, volume transaksi dan pinjaman, dan peningkatan TVL dari integrasi ini.

Tanpa metrik tersebut, dampak terhadap harga kemungkinan akan terbatas pada sentimen jangka pendek.

Baca Juga: Harga AAVE Melonjak 22% dalam Sehari, Sentuh Level Tertinggi Baru

Peluncuran Aave di X Layer OKX menjadi langkah strategis yang menggabungkan teknologi DeFi dengan distribusi massal melalui wallet exchange.

Dengan kemudahan akses, fitur pinjam fleksibel, dan potensi yield otomatis, integrasi ini membuka peluang besar untuk memperluas adopsi DeFi ke pengguna retail.

Jika berhasil menarik pengguna dalam skala besar, Aave tidak hanya akan memperkuat posisinya sebagai protokol DeFi terdepan, tetapi juga menjadi pionir dalam membawa DeFi ke arus utama.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kanada Usulkan Larangan Donasi Kripto untuk Politik

Pemerintah Kanada tengah mengusulkan kebijakan kontroversial yang berpotensi mengubah lanskap penggunaan kripto dalam politik.

Melalui Bill C-25, otoritas federal ingin melarang donasi kripto untuk berbagai entitas politik, mulai dari partai, kandidat, hingga pihak ketiga dalam kampanye pemilu.

Langkah ini diambil dengan alasan utama bahwa aset kripto dinilai sulit dilacak dan berpotensi dimanfaatkan untuk intervensi asing dalam proses demokrasi.

Baca Juga: Stablecoin Lokal Pertama Kanada Siap Meluncur 2026!

Larangan Menyeluruh untuk Donasi Kripto

Dalam proposal tersebut, larangan tidak hanya berlaku untuk partai politik, tetapi juga mencakup kandidat individu, asosiasi riding (struktur lokal partai), kontestan kepemimpinan partai, dan third-party election advertisers.

Dengan cakupan yang luas, kebijakan ini secara efektif akan menutup seluruh jalur penggunaan kripto sebagai alat pendanaan politik di Kanada.

Pemerintah berargumen bahwa transparansi dalam pendanaan politik sangat penting, sementara karakteristik kripto, terutama dalam aspek anonimitas, menjadi tantangan besar dalam pengawasan.

Sanksi Ketat bagi Pelanggaran

Tidak hanya melarang, Bill C-25 juga memperkenalkan sanksi yang cukup keras bagi pelanggaran aturan ini.

Penerima donasi kripto diwajibkan untuk mengambil tindakan dalam waktu 30 hari, dengan memilih opsi untuk mengembalikan dana kepada pengirim, menghancurkan aset kripto tersebut, atau menyetorkan dana ke Receiver General (otoritas keuangan negara).

Jika tidak dipatuhi, pelanggar dapat dikenakan denda administratif hingga dua kali nilai donasi. Selain itu, hukuman maksimum juga ditingkatkan secara signifikan untuk memberikan efek jera.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa pemerintah Kanada tidak hanya ingin membatasi, tetapi juga secara aktif mencegah penggunaan kripto dalam sistem politik.

Risiko Intervensi Asing

Sebagaimana dikutip dari The Block, salah satu kekhawatiran terbesar di balik kebijakan ini adalah potensi penggunaan kripto untuk mendanai aktivitas politik oleh pihak asing.

Karena transaksi kripto dapat dilakukan lintas negara dengan relatif mudah dan dalam beberapa kasus sulit dilacak, pemerintah melihat ini sebagai celah yang dapat dimanfaatkan untuk memengaruhi hasil pemilu.

Dengan melarang donasi kripto, Kanada berharap dapat memperkuat integritas sistem pemilu dan mencegah potensi manipulasi eksternal.

Regulasi Defensif

Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa langkah ini lebih didorong oleh kekhawatiran negara dibandingkan dorongan inovasi.

“Ini jelas regulasi defensif yang lahir dari paranoia negara terhadap anonimitas politik, bukan dari semangat inovasi. Kalau Kanada dan Inggris sama-sama mulai menutup jalur donasi kripto, ruang penggunaan aset digital di ranah politik bisa cepat menyempit di negara demokrasi maju lainnya,” kata Tim Research Tokocrypto.

Pandangan ini mencerminkan kekhawatiran bahwa regulasi serupa dapat menyebar ke negara lain, terutama di kawasan dengan sistem demokrasi yang kuat.

Dampak ke Industri Kripto

Larangan ini berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap persepsi penggunaan kripto di sektor publik.

Di satu sisi, kebijakan ini dapat memperkuat narasi bahwa kripto masih dianggap berisiko dalam konteks transparansi dan keamanan.

Namun di sisi lain, langkah ini juga dapat memicu diskusi lebih luas tentang bagaimana teknologi blockchain sebenarnya dapat digunakan untuk meningkatkan transparansi, bukan justru menguranginya.

Jika negara-negara lain mengikuti langkah Kanada, maka penggunaan kripto dalam aktivitas politik global bisa semakin terbatas.

Tren Global Regulasi Ketat

Langkah Kanada juga mencerminkan tren global di mana pemerintah semakin berhati-hati terhadap penggunaan kripto dalam sektor sensitif seperti politik dan keuangan publik.

Negara-negara seperti Inggris juga mulai menunjukkan pendekatan yang lebih ketat terhadap penggunaan aset digital dalam konteks tertentu.

Hal ini menandakan bahwa regulasi kripto tidak hanya fokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada stabilitas politik dan keamanan nasional.

Baca Juga: Hakim-Kanada-Tunjuk-Perwakilan-Hukum-untuk-Nasabah-Quadriga-CX.jpg

Usulan larangan donasi kripto di Kanada melalui Bill C-25 menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah semakin serius mengawasi penggunaan aset digital dalam ranah politik.

Meskipun bertujuan menjaga integritas pemilu, kebijakan ini juga berpotensi mempersempit ruang inovasi dan adopsi kripto di sektor publik.

Ke depan, arah regulasi global akan menjadi faktor kunci dalam menentukan sejauh mana kripto dapat digunakan di luar sektor finansial tradisional, termasuk dalam sistem demokrasi modern.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Lido DAO Usul Buyback $20 Juta: Upaya Angkat Harga LDO

Lido DAO tengah menjadi sorotan setelah mengajukan proposal buyback satu kali hingga 10.000 stETH atau setara sekitar $20 juta.

Menurut laporan The Block, langkah ini bertujuan untuk mengakumulasi token LDO yang saat ini diperdagangkan mendekati level terendah sepanjang masa (all-time low).

Proposal ini menjadi salah satu aksi paling agresif dari DAO dalam merespons tekanan harga, sekaligus menandai perubahan pendekatan dari sekadar governance menuju intervensi pasar yang lebih langsung.

Baca Juga: Nilai Lido DAO (LDO) Naik Efek Tweet CEO Coinbase Brian Armstrong

Buyback Besar di Tengah Diskon Harga

Dalam proposal tersebut, Lido DAO menyoroti bahwa rasio harga LDO terhadap Ethereum saat ini berada di kisaran 0,00016, atau sekitar diskon 70% dibandingkan dua tahun lalu.

Kondisi ini dianggap sebagai peluang untuk mengakumulasi token dengan valuasi yang relatif murah.

Jika disetujui, buyback ini berpotensi menyerap sekitar 65 juta LDO, atau sekitar 8% dari total suplai beredar. Jumlah ini cukup signifikan untuk memengaruhi dinamika pasar, terutama dalam kondisi likuiditas yang terbatas.

Likuiditas Tipis Jadi Faktor Penting

Proposal tersebut juga menyoroti kondisi likuiditas on-chain yang tergolong tipis. Depth likuiditas di kisaran ±2% hanya sekitar $90.000, yang berarti pasar relatif dangkal.

Dalam kondisi seperti ini, aksi pembelian dalam jumlah besar dapat memberikan dampak harga yang cukup signifikan.

Namun di sisi lain, likuiditas rendah juga meningkatkan risiko volatilitas tinggi, baik saat buyback berlangsung maupun setelahnya.

Upaya Menopang Harga

Buyback token sering digunakan sebagai strategi untuk mengurangi suplai beredar, meningkatkan permintaan, dan memberikan sinyal kepercayaan dari proyek.

Dalam kasus Lido DAO, langkah ini juga dapat dilihat sebagai upaya untuk menopang harga LDO di tengah tekanan pasar yang berkepanjangan.

Selain itu, aksi ini berpotensi menciptakan sentimen positif di kalangan investor, terutama jika dipersepsikan sebagai indikasi bahwa DAO melihat valuasi saat ini sebagai undervalued.

Agresif Tapi Berisiko

Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa langkah ini bukan sekadar kebijakan biasa, melainkan intervensi yang cukup agresif.

“Ini jelas upaya pertahanan harga yang agresif, bukan governance kosmetik. Kalau disetujui, LDO dapat dorongan naratif dan serapan suplai yang nyata, tapi pasar juga akan membaca ini sebagai pengakuan bahwa valuasi token sudah terlalu tertekan sampai DAO merasa harus turun tangan langsung,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan ini mencerminkan dua sisi dari kebijakan tersebut: potensi positif dari sisi teknikal dan risiko persepsi negatif dari sisi psikologis pasar.

Dampak Potensial ke LDO

Jika proposal ini disetujui dan dieksekusi, beberapa dampak yang mungkin terjadi antara lain:

  1. Tekanan jual berkurang karena suplai diserap
  2. Harga berpotensi naik akibat peningkatan permintaan
  3. Sentimen pasar membaik dalam jangka pendek

Namun, keberlanjutan efek tersebut akan sangat bergantung pada faktor lain seperti kondisi pasar kripto secara umum dan perkembangan fundamental Lido sebagai protokol.

Bukan Solusi Jangka Panjang?

Meskipun buyback dapat memberikan dorongan jangka pendek, banyak analis menilai bahwa strategi ini bukan solusi jangka panjang jika tidak diikuti oleh pertumbuhan fundamental.

Lido sendiri dikenal sebagai salah satu protokol liquid staking terbesar di ekosistem Ethereum, sehingga nilai jangka panjang LDO tetap bergantung pada pertumbuhan staking, adopsi layanan, dan pendapatan protokol.

Tanpa peningkatan di aspek-aspek tersebut, efek buyback berpotensi hanya bersifat sementara.

Baca Juga: Lido DAO Naik 57% Dalam Seminggu, Bagaimana Prospek ke Depan?

Proposal buyback dari Lido DAO menjadi langkah berani dalam menghadapi tekanan harga yang signifikan.

Dengan potensi menyerap hingga 8% suplai beredar, aksi ini bisa memberikan dampak nyata terhadap harga dan sentimen pasar dalam jangka pendek.

Namun, seperti yang disoroti pelaku industri, langkah ini juga membawa risiko persepsi bahwa proyek sedang berada dalam tekanan.

Pada akhirnya, keberhasilan strategi ini akan ditentukan oleh kombinasi antara eksekusi buyback dan kekuatan fundamental Lido di masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com