All posts by 24

Bitcoin dan FOMC: Akankah Harga BTC Meledak atau Terkoreksi Kali Ini?

Setiap kali Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengadakan pertemuan, pasar kripto bersiap menghadapi dampaknya, terlebih Bitcoin (BTC).

Bitcoin (BTC), sebagai aset digital utama, sering mengalami lonjakan volatilitas menjelang dan setelah pengumuman kebijakan moneter Amerika Serikat. Lalu, apakah kali ini akan berbeda?

Bitcoin dan Volatilitas di Sekitar FOMC

Di awal minggu ini, harga Bitcoin mengalami penurunan dari $84.500 pada 17 Maret menjadi $81.300. Tren ini diduga akibat aksi jual oleh investor yang ingin mengurangi risiko sebelum pertemuan FOMC pada 18–19 Maret.

Secara historis, pedagang cenderung mengurangi eksposur mereka sebelum pengumuman FOMC, mengantisipasi perubahan kebijakan yang bisa berdampak pada pasar kripto. Konferensi pers Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, juga menjadi momen krusial yang kerap memicu pergerakan harga.

Pengumuman resmi hasil pertemuan kali ini dijadwalkan pada 19 Maret pukul 2:30 siang ET. Reaksi pasar Bitcoin terhadap keputusan FOMC akan menjadi indikator penting bagi pergerakan harga berikutnya.

FOMC dan Dampaknya pada Harga Bitcoin

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 19 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 19 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Trader kripto memantau risalah FOMC untuk mencari petunjuk mengenai kebijakan suku bunga dan sikap Fed terhadap inflasi. Sejak awal 2024, harga BTC cenderung menurun setelah FOMC mempertahankan suku bunga.

Namun, ada pengecualian—misalnya, reli sebelum halving Bitcoin pada Februari 2024 yang bertepatan dengan peluncuran ETF Bitcoin spot pertama. Pemangkasan suku bunga pada 18 September dan 7 November 2024 mendorong kenaikan BTC, tetapi pemangkasan ketiga pada 18 Desember 2024 justru tidak berdampak besar. Saat itu, harga Bitcoin mencapai puncak lokal di $108.000 sebelum mengalami koreksi.

Minat Terbuka Bitcoin: Apakah Pasar Lebih Percaya Diri?

Biasanya, minat terbuka Bitcoin—indikator jumlah total kontrak derivatif yang belum diselesaikan—menurun sebelum FOMC. Ini mencerminkan kehati-hatian pedagang dalam menghadapi potensi volatilitas. Namun, bulan ini menunjukkan pola yang berbeda.

Meskipun minat terbuka BTC melonjak sebesar $12 miliar di awal Maret, tidak ada tanda-tanda penurunan signifikan menjelang FOMC kali ini. Sebaliknya, harga BTC justru mengalami koreksi. Ini bisa mengindikasikan bahwa pelaku pasar memiliki keyakinan yang lebih tinggi terhadap hasil pertemuan, atau justru sedang mempertaruhkan posisi dengan leverage tinggi.

Alat FedWatch dari CME Group menunjukkan probabilitas 99% bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga pada kisaran 4,25%–4,50%. Jika benar, BTC bisa melanjutkan tren penurunannya atau bergerak sideways dalam waktu dekat.

ETF Bitcoin Spot: Indikasi Sentimen Investor

Berbeda dengan paus Bitcoin yang sering mengambil posisi besar di pasar derivatif, investor di ETF Bitcoin spot cenderung lebih konservatif. Sejak ETF BTC spot diluncurkan pada Januari 2024, mayoritas pertemuan FOMC bertepatan dengan arus keluar dari ETF ini.

Namun, ada pergeseran menarik baru-baru ini. Pada 17 Maret, ETF Bitcoin spot mencatat arus masuk bersih sebesar $275 juta, menandakan potensi perubahan sentimen. Jika arus masuk ETF meningkat menjelang FOMC, itu bisa menunjukkan ekspektasi pasar bahwa Fed akan bersikap lebih dovish—misalnya, dengan mengisyaratkan pemangkasan suku bunga di masa depan.

Selain itu, potensi short squeeze juga dapat terjadi jika banyak pedagang mengambil posisi short terhadap BTC. Jika arus masuk ETF terus bertambah, ini bisa memaksa para short seller untuk menutup posisi mereka, memicu lonjakan harga BTC secara mendadak.

Kesimpulan: Apa yang Bisa Diharapkan dari Bitcoin Pasca-FOMC?

Terlepas dari keputusan yang diambil Fed, satu hal yang pasti: volatilitas Bitcoin akan meningkat pasca-FOMC. Seperti yang diungkapkan oleh seorang trader kripto, Master of Crypto, dalam postingan terbaru di X:

“FOMC akan diadakan besok, dan pergerakan besar diperkirakan akan terjadi.”

Jika Fed mempertahankan suku bunga tanpa indikasi pemangkasan di masa depan, BTC mungkin tetap dalam tren turun atau mengalami pergerakan sideways. Namun, jika ada nada dovish dalam pernyataan Powell, pasar bisa merespons dengan reli jangka pendek.

Investor dan pedagang harus tetap waspada, memantau arus ETF spot, data on-chain, dan reaksi pasar derivatif untuk menentukan apakah aksi harga ini merupakan bagian dari tren akumulasi jangka panjang atau sekadar spekulasi sesaat. Yang jelas, semua mata kini tertuju pada FOMC dan dampaknya terhadap Bitcoin.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Market Sinyal Harian: Peluang Pergerakan Kripto 17 Maret 2025

Selamat datang di Market Sinyal Harian edisi spesial Ramadan. Hari ini Senin, 17 Maret 2025, kami akan memberikan analisis dan sinyal perdagangan untuk lima kripto yang memiliki potensi pergerakan signifikan di Tokocrypto.

Rangkuman Berita dan Sentimen Pasar Crypto

  • Bitcoin ($BTC) mengalami volatilitas tinggi menjelang pertemuan FOMC, dengan seorang whale bertaruh $368 juta dengan leverage 40x pada penurunan harga BTC.
  • North Korea’s Lazarus Group mengonversi ETH yang dicuri ke BTC setelah peretasan Bybit, kini memegang 13.562 BTC senilai sekitar $1.12 miliar.
  • Libra, memecoin yang dikaitkan dengan Melania Trump, mengalami crash 99%, menunjukkan tingginya risiko investasi dalam kategori ini.
  • Toncoin (TON) mengalami lonjakan open interest sebesar 67% setelah Pavel Durov meninggalkan Prancis.
  • Uber angel investor memicu perdebatan Bitcoin dengan pernyataan untuk “membangun Bitcoin yang lebih baik.”
  • Jameson Lopp, seorang pakar Bitcoin, menyatakan bahwa membakar BTC yang rentan terhadap serangan kuantum adalah opsi terbaik untuk perlindungan jangka panjang.
  • Bitcoin mengalami shakeout, tetapi analis menyatakan bahwa ini bukan akhir dari siklus 4 tahun.

BNX (+38.4%) dan AUCTION (+30.4%) menjadi top gainers dalam 24 jam terakhir, sementara beberapa altcoin lain mengalami koreksi yang cukup signifikan.

Pastikan untuk selalu melakukan analisis secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan perdagangan atau trading.

BNB/USDT (🔼 4.86%)

  • Entry: $615.96
  • Stop Loss: $605.33
  • Take Profit: $645.90

Binance Coin (BNB) menunjukkan tren pemulihan dengan harga saat ini di $627.36, dengan target jangka pendek di $645.90 (+4.86%). RSI berada di 71.37, menandakan kondisi overbought yang bisa memicu koreksi dalam jangka pendek. Level support terdekat berada di $615.96, yang perlu diperhatikan jika terjadi tekanan jual.

Jika harga tetap bertahan di atas support ini, ada peluang untuk melanjutkan kenaikan ke level resistance berikutnya.Binance Chain baru saja mengumumkan pemenang Liquidity Pool Support Program senilai $4.4 juta, yang dapat meningkatkan ekosistem DeFi BNB Chain. Selain itu, BNB masih menjadi pemain utama dalam ekosistem kripto dengan adopsi luas.

HIGH/USDT (🔼 7.71%)

  • Entry: $0.621
  • Stop Loss: $0.602
  • Take Profit: $0.669

HIGH menunjukkan potensi pemulihan setelah mengalami tekanan jual, dengan harga saat ini di $0.640 dan target jangka pendek di $0.669 (+7.71%). RSI berada di 50.03, menunjukkan bahwa momentum masih netral, namun ada indikasi awal pembalikan ke atas. Level support terdekat ada di $0.621, yang perlu dijaga jika terjadi koreksi. Jika harga mampu bertahan di atas support ini, ada kemungkinan naik lebih tinggi.

Highstreet mengumumkan edisi terbaru dari The High Life, yang menyoroti peran art director mereka dalam membangun elemen VR dan kreativitas dalam ekosistemnya. Dengan fokus pada pengembangan metaverse, sentimen positif terhadap HIGH dapat meningkat, terutama di kalangan penggemar NFT dan game berbasis blockchain.

BSW/USDT (🔼 8.24%)

  • Entry: $0.0347
  • Stop Loss: $0.0336
  • Take Profit: $0.0375

BSW menunjukkan momentum pemulihan setelah mengalami tekanan harga, dengan harga saat ini di $0.0358 dan target jangka pendek di $0.0375 (+8.24%). RSI berada di 59.68, yang menunjukkan tren bullish mulai terbentuk. Level support terdekat ada di $0.0347, yang perlu dijaga jika terjadi koreksi. Jika harga bertahan di atas support ini, ada peluang kenaikan lebih lanjut.

Biswap mengumumkan peluang liquid staking, di mana pengguna dapat mengonversi ETH ke WBETH dan mendapatkan imbal hasil staking sambil tetap bisa memperdagangkan aset mereka. Dengan integrasi pada BNB Chain, fitur ini dapat meningkatkan partisipasi pengguna dalam ekosistem Biswap. 

ENJ/USDT (🔼 4.31%)

  • Entry: $0.0886
  • Stop Loss: $0.0868
  • Take Profit: $0.0924

ENJ menunjukkan potensi pemulihan setelah mengalami tekanan jual, dengan harga saat ini di $0.0898 dan target jangka pendek di $0.0924 (+4.31%). RSI berada di 52.74, menandakan momentum bullish mulai terbentuk. Level support terdekat ada di $0.0868, yang perlu dijaga jika terjadi koreksi. Jika harga bertahan di atas support ini, ada kemungkinan kenaikan lebih lanjut.

Enjin meluncurkan Blobby’s Bug Squasher Campaign, program penghargaan bagi pengguna yang menemukan dan melaporkan bug dalam ekosistem Enjin. Setiap bulan, 5 pemenang akan mendapatkan NFT edisi terbatas yang diinfus dengan ENJ. Inisiatif ini berpotensi meningkatkan engagement komunitas dan adopsi ekosistem Enjin dalam jangka panjang.

DOGE/USDT (🔼 5.44%)

  • Entry: $0.16938
  • Stop Loss: $0.16611
  • Take Profit: $0.17853

Dogecoin menunjukkan potensi rebound setelah mengalami tekanan jual, dengan harga saat ini di $0.17218 dan target jangka pendek di $0.17853 (+5.44%). RSI berada di 54.29, menandakan momentum bullish yang mulai terbentuk. Level support terdekat ada di $0.16938, yang perlu dijaga jika terjadi koreksi. Jika harga bertahan di atas support ini, ada peluang untuk kenaikan lebih lanjut.

Baca juga: Tren Bitcoin 17-21 Maret 2025: Bocoran FOMC by Hoteliercrypto


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sempat ke $8, Berapa Keuntungan DCA Solana Rp500.000 dari 2021

Tahun 2021 merupakan masa paling indah bagi para investor kripto, banyak aset kripto yang mengalami kenaikan tinggi dalam waktu singkat khususnya altcoin.

Solana menjadi salah satu aset kripto yang mencatatkan performa tinggi di 2021 dengan mencapai harga tertinggi di angka $248. 

Namun, semua berubah ketika pasar mulai memasuki bear market, koreksi aset kripto khususnya altcoin termasuk Solana menjadi hal yang sangat menakutkan. Bahkan dari harga tertinggi Solana di $248 saat melalui fase bear market, Solana sempat menyentuh $8 di bulan Desember 2022.

Ini berarti koreksi yang terjadi adalah sekitar 96% dari ATH ke bottom, tentu bagi para investor yang membeli aset kripto Solana ini akan sangat mengecewakan.

Apa jadinya jika kamu membeli Solana di sekitar cycle top 2021 yakni sekitar bulan September dimana Solana sedang menuju pada harga tertingginya dan terus melakukan akumulasi meskipun saat bear market sampai tahun 2025 ini? Kira-kira apakah akan menguntungkan?

Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

Keuntungan DCA Solana Rp500.000 dari Top 2021

Pada simulasi ini, diasumsikan kamu FOMO dan membeli Solana (SOL) pada bulan September 2021 dimana saat itu harga Solana sedang berada di angka $148 dan sedang bergerak menuju top di  $248. Saat mencapai top, kamu tidak menjual dan akhirnya mengalami round trip hingga bear market. 

Setelah itu kamu memutuskan untuk melakukan dollar cost averaging (DCA) atau pembelian berkala sepanjang bear market hingga 2025, dengan pembelian bulanan di Rp500.000 atau senilai $30.

Ilustrasi grafik dari data: getnimbus.io

Setelah dilakukan simulasi, total investasi yang kamu keluarkan sepanjang September 2021 sampai dengan Maret 2025 adalah senilai $1,260 atau senilai Rp20,733,300 dengan total investasi 42x pembelian.

Harga rata-rata Solana yang kamu dapatkan dari dollar cost averaging secara konsisten dari September 2021 adalah $43.54 per satu koin Solana, dengan total keuntungan mencapai 185.57% atau senilai $2,338.40. Menjadikan total investasi dari Rp20,733,300 ($1,260 ) ke $3,598 atau senilai Rp59,211,000.

Selama kamu melakukan dollar cost averaging, return paling tinggi yang bisa kamu dapatkan adalah pada saat Solana menembus ATH tertingginya di Januari 2025. Dengan total return yang bisa kamu dapatkan sebesar 432.36%. dan total investasi menjadi $6,707 atau Rp110,373,000.

Data ini di dapat dari simulasi pembelian secara berkala dengan menggunakan harga penutupan perbulannya dari investing.com.

Kesimpulan: Metode DCA Terhitung Ampuh Diterapkan di Solana

Dari data simulasi di atas, melakukan dollar cost averaging aset kripto Solana meskipun dari top cycle 2021, terhitung ampuh untuk memberikan harga pembelian rata-rata yang lebih rendah.

Bahkan jika kamu konsisten terus melakukan DCA sampai dengan awal tahun 2025, keuntungan yang bisa di dapat mencapai 432.36%.

Simulasi ini menjadi salah satu bukti bahwa dollar cost averaging merupakan salah satu strategi investasi yang tepat untuk melawan volatilitas, terbukti dengan Solana yang sempat mencapai penurunan 98% ke harga paling rendahnya $8 jika tetap konsisten melakukan DCA kamu bisa mencapai profit.

Meskipun begitu, perlu diingat bahwa keberhasilan investasi terutama strategi dollar cost averaging (DCA) memerlukan target yang jelas, konsistensi, kesabaran, dan manajemen risiko yang baik.

Tertarik untuk melakukan dollar cost averaging aset kripto Solana? Simak cara mudahnya di bawah ini!

Bagaimana Cara Melakukan Dollar Cost Averaging (DCA) Solana (SOL)?

Cara untuk melakukan pembelian Solana (SOL) dengan Dollar Cost Averaging (DCA) cukup mudah.

  1. Masuk ke menu “DCA”
  2. Pilih token/koin yang ingin dibeli secara berkala, lalu tekan “Pratinjau Paket”.
  3. Isi nominal jumlah mata uang yang diinginkan untuk membeli token/koin. Minimal pembelian Rp 20.000.
  4. Atur pembelian berkala harian, mingguan dan pilihan lainnya. Jika sudah selesai, tekan “Berikutnya”.
  5. Setelah sudah dipastikan benar, tekan “Checklist” pada bagian persetujuan dan pilih “Berikutnya” untuk menyimpan pembelian berkala kamu.

Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Investasi Rutin Bitcoin Rp500.000 Pakai Strategi DCA dari 2021 Bisa Bikin Kaya?

Melakukan investasi secara rutin dengan metode Dollar Cost Averaging (DCA) atau pembelian secara berkala bisa menjadi salah satu solusi untuk mengurangi dampak dari harga pasar kripto yang cenderung fluktuatif.

2021 menjadi salah satu tahun di mana kripto mengalami phase bullrun sekaligus top cycle dengan Bitcoin yang berhasil mencapai harga $64.816 dan sebelas hari kemudian, diikuti oleh penurunan 52,94%.

Lalu bagaimana jadinya jika kamu melakukan pembelian Bitcoin Rp500.000 secara berkala setiap bulan dari 4 tahun yang lalu? Apakah masih tetap menguntungkan? Simak pemaparannya di bawah ini.

Baca juga: Strategi DCA Bitcoin di Awal Tahun Baru 2025

Simulasi Dollar Cost Averaging Bitcoin Rp500.000

Tidak sedikit orang yang membeli Bitcoin di pucuk harga Bitcoin pada tahun 2021 yang menyerah dan menjual Bitcoinnya di harga yang lebih rendah sehingga mengalami loss. Padahal, jika kamu melakukan pembelian secara berkala setiap bulannya, meskipun dari top cycle 2021, kamu masih bisa mendapatkan keuntungan pada cycle berikutnya, yakni di tahun 2025 ini.

Dengan melakukan pembelian berkala Rp500.000 atau senilai $30 dari awal Januari 2021, kamu bisa mendapatkan keuntungan hingga 132.20% dengan harga pembelian rata-rata senilai $36.300, meskipun pada perjalanannya Bitcoin mengalami volatilitas yang cukup tinggi, khususnya pada fase bear market.

Sumber data: Bitbo.

Jika dilihat pada chart simulasi di atas, melakukan pembelian secara berkala (DCA) memang tidak sepenuhnya menghindarkan kamu dari kerugian atau loss, namun secara jangka panjang jika harga kembali berkesempatan untuk melakukan recovery, strategi ini memungkinkan kamu untuk menurunkan rata-rata harga perolehan (average cost) dan memaksimalkan potensi keuntungan. Dengan membeli dalam jumlah yang sama secara berkala di berbagai level harga, kamu dapat mengimbangi volatilitas pasar dan mengurangi risiko kerugian akibat waktu masuk investasi yang tidak tepat.

Nah, jika kamu melakukan pembelian berkala dari tahun 2021, sebelum akhirnya bisa mendapatkan profit, kamu akan mengalami floating loss sebesar -53.10% tepatnya pada saat bulan November 2022.

Tapi jika kamu konsisten dan terus melakukan pembelian berkala sepanjang tahun setiap bulannya hingga 2025, puncak keuntungan yang bisa kamu dapat adalah sebesar 203.50% pada saat Bitcoin berada di harga tertingginya di Desember menjelang 2025 kemarin.

Sumber data: Bitbo.

Potensi profit ini cukup tinggi dibandingkan jika kamu melakukan investasi di instrumen lain seperti emas, pada grafik berikut:

Sumber data: Tipranks.

Jadi, jika kamu melakukan dollar cost averaging emas dari 2021 sampai bulan Maret 2025, kamu hanya akan mendapatkan keuntungan kurang lebih sebesar 45% jauh lebih kecil daripada keuntungan Bitcoin di atas yang mencapai 132.20% atau 203.50% pada saat Bitcoin mencapai all time high.

Jadi Apakah Investasi Rutin Bitcoin Rp500.000 dari 2021 Bisa Bikin Kaya?

Investasi rutin Bitcoin sebesar Rp500.000 per bulan dari awal 2021 memiliki potensi untuk meningkatkan kekayaan kamu, namun bisa membuat kaya atau tidak, tentu bergantung pada pada total nilai yang diinvestasikan. Semakin besar nilai yang diinvestasikan tentunya semakin besar juga keuntungan yang dihasilkan.

Berdasarkan simulasi, strategi Dollar Cost Averaging (DCA) dapat menghasilkan keuntungan hingga 203.50% dalam 4 tahun, atau sekitar 3x lipat dari investasi awal.

Meskipun potensi keuntungan besar, perlu diingat bahwa keberhasilan investasi terutama strategi dollar cost averaging (DCA) memerlukan konsistensi, kesabaran, dan manajemen risiko yang baik.

Bagaimana Cara Melakukan Dollar Cost Averaging (DCA) Bitcoin?

Cara untuk melakukan pembelian Bitcoin dengan Dollar Cost Averaging (DCA) cukup mudah.

  1. Masuk ke menu “DCA”
  2. Pilih token/koin yang ingin dibeli secara berkala, lalu tekan “Pratinjau Paket”.
  3. Isi nominal jumlah mata uang yang diinginkan untuk membeli token/koin. Minimal pembelian Rp 20.000.
  4. Atur pembelian berkala harian, mingguan dan pilihan lainnya. Jika sudah selesai, tekan “Berikutnya”.
  5. Setelah sudah dipastikan benar, tekan “Checklist” pada bagian persetujuan dan pilih “Berikutnya” untuk menyimpan pembelian berkala kamu.

Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Loyo, Apa Jadinya Jika DCA dari 2021?

Ethereum (ETH) menunjukan performa yang kurang memuaskan setelah menembus harga tertingginya di tahun 2021 kemarin. Meskipun Bitcoin mengalami kenaikan yang cukup signifikan dan mampu menembus all time high baru, Ethereum bahkan masih belum bisa kembali ke harga tertingginya di 2021 kemarin.

Lalu apa jadinya jika kamu membeli Ethereum di top cycle 2021, dan melakukan Dollar Cost Averaging sampai Maret 2025? 

Apakah bisa untung, Break-Even Point (BEP), atau malah rugi? Simak simulasi dan analisisnya pada pemaparan di bawah ini yuk!

Simulasi Dollar Cost Averaging Ethereum dari 2021

Pada awal tahun 2021, Ethereum masih berada di harga $1,100-1,300. Jika kamu melakukan pembelian secara berkala dari awal tahun 2021, maka kamu akan mengalami floating loss sebesar -6.83% per 17 Maret 2025.

Sumber Data: Simulasi DCA dari laman costavg.

Jika dilihat dari grafik investasi di atas, salah satu penyebab dari floating loss ini adalah performa Ethereum di tahun 2025 yang bisa dibilang tidak memuaskan.

Meskipun pada 17 Maret 2025 mengalami floating loss, penggunaan metode DCA juga sempat memberikan return hingga 90% pada saat Ethereum berada di harga  $3834 di bulan Desember tahun 2024.

Rata-rata harga Ethereum yang kamu dapatkan jika melakukan pembelian dengan metode dollar cost averaging secara konsisten per tanggal 1 dari awal 2021 hingga Maret 2025 adalah sebesar $2,038 per ETH.

Dengan harga rata-rata tersebut, bukan tidak mungkin untuk bisa kembali profit jika Ethereum kembali pada harga tertinggi mereka.

Apa Terjadi Setiap Tahunnya Saat Kamu Dollar Cost Averaging Ethereum dari 2021?

Tahun Total Investasi Hasil Investasi Keuntungan ($)* Keuntungan (%)*
2021 $390 $759.12 $369.12 94.65 %
2022 $750 $492.96 -$257.04 -34.27 %
2023 $1,110 $1,336.36 $226.36 20.39 %
2024 $1,470 $2,795.52 $1,325.52 90.17 %
2025 (17 Maret) $1,560 $1,457.56 -$102.44 -6.57 %
*Perhitungan keuntungan merupakan perhitungan keuntungan di akhir tahun.

Jika di lihat dari tabel data di atas, keuntungan dari investasi dengan menggunakan metode dollar cost averaging setiap tahunnya, pada akhir tahun kamu bisa mendapatkan keuntungan sampai dengan 94%.

Pada tahun pertama, mendapatkan keuntungan paling tinggi karena dapat berinvestasi di harga yang cenderung rendah yakni $759.12 dan menghasilkan keuntungan 94% karena seperti yang kita ketahui, pada 2021 ada masa kejayaan Ethereum.

Tahun kedua, menjadi salah satu tahun paling berat karena tahun ini merupakan bear market hingga floating loss mencapai -34%. Meskipun begitu, momen seperti bear market ini merupakan momen paling tepat jika kamu ingin melakukan DCA.

Tahun 2023, saat market menunjukan recovery keuntungan yang bisa dikantongi mencapai 20%.

Tahun ke empat, 2024 menjadi salah satu tahun yang cukup memuaskan dan bisa memberikan keuntungan hingga 90% pada akhir tahun.

Tahun 2025, menjadi tahun yang cukup menantang bagi para holders ETH selain karena sentimen pasar, performa ETH yang loyo dibanding Bitcoin, Solana, dan alt coin lain jadi alasannya.

Meskipun mengalami pada saat artikel ini ditulis total investasi DCA mengalami floating loss -6%, jika kamu menargetkan investasi untuk jangka panjang, momen ini merupakan momen yang sangat tepat untuk melakukan DCA, sambil mempertimbangkan mengambil profit di harga yang ditargetkan.

Ringkasan Data Dollar Cost Averaging Ethereum dari 2021

Berikut ringkasan data jika kamu melakukan dollar cost averaging Ethereum dari 2021

Keterangan Detail
Rentang bulan 01/01/2021 – 03/17/2025
Total investasi $1,560 (52x Investasi)
Total Ethereum yang dibeli 0.76517009
Harga Ethereum sekarang $1,455.04
Nilai Rugi/Untung Per 17 Maret 2025 -$104.96
ROI -6.73%
Harga rata-rata beli per Ethereum $2,038.76
Harga Ethereum per 17 Maret 2025 $1,901.59
Puncak total keuntungan $1,325.52 pada Desember 2025 (90.17%)

Kesimpulan

Metode Dollar Cost Averaging (DCA) merupakan strategi investasi di mana investor secara konsisten membeli aset dalam jumlah yang sama pada interval waktu tertentu.

Keunggulan utama dari DCA adalah kemampuan untuk mengurangi dampak volatilitas pasar. Dengan membeli secara berkala, investor dapat memperoleh harga rata-rata yang lebih stabil, menghindari risiko membeli seluruh aset pada harga puncak. 

Dari data dollar cost averaging Ethereum di atas, meskipun ada floating loss (-6.73%) pada Maret 2025 ini, strategi ini sempat memberikan return yang signifikan ketika harga mencapai puncaknya pada Desember 2024 (+90.17%).

Salah satu tantangan dari strategi ini adalah perlunya kesabaran dan disiplin, terutama ketika pasar sedang lesu. Selain itu, penting bagi investor untuk memiliki strategi keluar yang jelas. Mengambil keuntungan saat harga mencapai titik tinggi menjadi salah satu langkah bijak untuk mengamankan profit.

Secara keseluruhan, DCA adalah strategi yang baik untuk investasi jangka panjang, tetapi investor harus tetap fleksibel dan siap untuk mengambil keuntungan ketika ada peluang, guna memaksimalkan hasil investasi mereka.

Bagaimana Cara Melakukan Dollar Cost Averaging (DCA) Ethereum?

Cara untuk melakukan pembelian Ethereum dengan Dollar Cost Averaging (DCA) cukup mudah.

  1. Buka aplikasi Tokocrypto dan masuk ke menu “DCA”
  2. Pilih token/koin yang ingin dibeli secara berkala, lalu tekan “Pratinjau Paket”.
  3. Isi nominal jumlah mata uang yang diinginkan untuk membeli token/koin. Minimal pembelian Rp 20.000.
  4. Atur pembelian berkala harian, mingguan dan pilihan lainnya. Jika sudah selesai, tekan “Berikutnya”.
  5. Setelah sudah dipastikan benar, tekan “Checklist” pada bagian persetujuan dan pilih “Berikutnya” untuk menyimpan pembelian berkala kamu.

Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

BNB Kalahkan 20 Kripto Teratas: Apakah Telah Mencapai Titik Terendah?

Binance Coin (BNB) kembali mencuri perhatian setelah mencatatkan performa luar biasa di pasar kripto.

Di tengah volatilitas yang melanda industri aset digital, BNB justru mengalami lonjakan harga yang signifikan, mengungguli 20 aset kripto teratas lainnya. Hal ini memicu spekulasi di kalangan investor, apakah BNB telah mencapai titik terendahnya dan siap untuk reli yang lebih kuat.

Dampak CZ dan Munculnya Memecoin $MUBARAK

Salah satu faktor yang diyakini mendorong kenaikan harga BNB adalah mantan CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ).

Laporan menunjukkan bahwa CZ telah membeli memecoin berbasis BNB Chain, $MUBARAK, yang langsung memicu gelombang kenaikan harga. Dalam waktu singkat, nilai $MUBARAK melonjak lebih dari 110%, menarik minat para investor terhadap ekosistem BNB Chain secara keseluruhan.

Keputusan CZ ini mencerminkan dampak besar dari figur publik dalam industri kripto dan bagaimana faktor sosial dapat mempengaruhi pergerakan harga aset digital. Lonjakan ini juga mengindikasikan bahwa minat terhadap memecoin berbasis BNB Chain semakin meningkat, yang berkontribusi pada pertumbuhan ekosistem Binance.

Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Selasa, 18 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Selasa, 18 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Pemulihan Kuat di Tengah Pasar yang Bergejolak

Reli BNB ini terjadi ketika pasar kripto secara keseluruhan menunjukkan sinyal beragam. Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) masih berjuang untuk mempertahankan posisi stabil, sementara BNB justru melonjak lebih dari 5,23% dalam 24 jam terakhir, mencapai harga BNB sekitar $631,95.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $89,98 miliar, BNB kini menempati posisi kelima dalam daftar aset digital terbesar. Para analis percaya bahwa peningkatan volume perdagangan dan kepercayaan investor yang meningkat terhadap ekosistem Binance menjadi faktor utama di balik pemulihan harga ini.

Persaingan Ketat dengan Solana dalam Volume Perdagangan

Dalam ranah keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan aktivitas bursa terdesentralisasi (DEX), BNB Chain semakin mempersempit jaraknya dengan Solana. Data terbaru dari Lookonchain menunjukkan bahwa dalam 24 jam terakhir, transaksi DEX di BNB Chain mencapai $1,637 miliar, melampaui Solana yang mencatatkan $1,077 miliar.

Ethereum, yang secara historis mendominasi DeFi, kini berada di belakang BNB dan Solana dengan volume DEX sebesar $1,012 miliar. Tren ini menunjukkan peningkatan adopsi BNB Chain dalam berbagai proyek DeFi, menjadikannya pesaing kuat bagi dua blockchain besar lainnya.

PancakeSwap dan Masa Depan Ekosistem BNB

Lonjakan aktivitas perdagangan BNB Chain sebagian besar dipengaruhi oleh popularitas PancakeSwap, bursa terdesentralisasi berbasis BNB yang menawarkan biaya transaksi rendah dan kecepatan tinggi. Platform ini terus menarik pengguna dari jaringan Ethereum, terutama setelah meluncurkan fitur Springboard pada Desember lalu, yang semakin mempermudah penerbitan token berbasis Binance.

Dengan semakin tingginya minat terhadap memecoin dan DeFi, serta dukungan dari platform seperti PancakeSwap, ekosistem BNB Chain tampaknya siap untuk pertumbuhan yang lebih besar. Jika tren positif ini berlanjut, bukan tidak mungkin BNB akan semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu aset digital paling dominan di pasar.

Apakah BNB Sudah Mencapai Titik Terendah?

Banyak analis percaya bahwa Binance Coin telah menemukan support kuat di level bawahnya, mencegah penurunan lebih lanjut. Dengan adanya faktor pendorong seperti investasi CZ dalam memecoin, peningkatan volume perdagangan DEX, serta adopsi luas BNB Chain dalam DeFi, BNB tampaknya siap untuk pertumbuhan yang lebih cepat.

Meski demikian, investor tetap harus berhati-hati terhadap kemungkinan koreksi harga dalam jangka pendek. Volatilitas masih menjadi bagian tak terpisahkan dari pasar kripto, namun prospek jangka panjang BNB tetap terlihat menjanjikan. Apakah ini saat yang tepat untuk masuk ke pasar BNB? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Berpotensi Tembus $3,00, atau Justru Mengalami Koreksi?

XRP saat ini diperdagangkan di harga $2,34 dengan kapitalisasi pasar mencapai $136 miliar dan volume perdagangan harian sebesar $3,01 miliar.

Dalam 24 jam terakhir, harga XRP bergerak di kisaran $2,29 hingga $2,38, masih 31,1% di bawah rekor tertingginya di $3,40. Bursa utama seperti Binance, Coinbase, dan Bybit mendominasi perdagangan, sementara pasar Korea Selatan menunjukkan sedikit premium dengan harga $2,38.

Tekanan Jual Meningkat, XRP Hadapi Resistance di $2,40

Dilaporkan Bitcoin News, grafik per jam menunjukkan tekanan jual meningkat setelah harga tertolak di level $2,44. Saat ini, XRP menghadapi resistensi kuat di kisaran $2,38–$2,40, sementara support terbentuk di $2,27. Jika harga turun di bawah $2,30, XRP berisiko melemah ke $2,25–$2,27. Sebaliknya, jika mampu menembus $2,40, tren bullish dapat terbentuk.

Pemulihan dari $1,89 ke $2,47, Apakah Berlanjut?

Pada grafik empat jam, XRP sempat mengalami pemulihan dari level $1,89 ke $2,47, sebelum menghadapi resistensi baru. Pembeli masih aktif di kisaran $2,10–$2,20, yang menjadi level support utama. Jika terjadi lonjakan volume dan XRP berhasil menembus $2,47, harga berpotensi naik ke $2,60–$2,70. Namun, jika turun di bawah $2,30, harga dapat kembali ke zona support $2,10–$2,20.

Tren Jangka Panjang Masih Bearish, Kunci di Level $3,20

Secara jangka panjang, XRP masih dalam tren bearish meskipun tanda-tanda pemulihan mulai muncul. Resistance kuat berada di $3,20, sementara support utama berada di level $1,78.

Jika harga mampu menembus $2,50–$2,60 dengan volume tinggi, ada peluang XRP menuju $3,00. Sebaliknya, jika turun di bawah $2,20, risiko pelemahan ke $2,00 atau $1,80 meningkat.

Indikator Teknis Masih Netral, Momentum Belum Kuat

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 18 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 18 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
  • RSI: 48,74 (netral)
  • Stochastic: 46,83 (kurang momentum)
  • CCI: 7,05 (lemah)
  • ADX: 19,11 (tren lemah)
  • MACD: -0,058 (sinyal bullish lemah)
  • EMA 10 & SMA 10: bullish
  • EMA 20: tekanan jual
  • SMA 30, 50, 100: bearish
  • EMA & SMA 200: bullish jangka panjang

Level Fibonacci Retracement: Perhatikan $2,45 dan $2,69

Resistance utama berada di kisaran $2,30–$2,38 (grafik 1 jam) dan $2,32–$2,39 (grafik 4 jam). Pada grafik harian, level retracement 38,2% di $2,45 dan 50% di $2,69 menjadi level penting yang menentukan arah harga XRP selanjutnya.

XRP Akan Bullish atau Bearish?

Jika XRP mampu bertahan di atas $2,45 dan menembus $2,69 dengan volume kuat, peluang menuju $3,00 semakin besar. Level psikologis $3,20 menjadi target selanjutnya.

Jika XRP gagal bertahan di atas $2,20, harga bisa turun ke $2,00 atau bahkan $1,80. Tren jangka panjang masih bearish, dan level resistance di $2,45 serta $2,69 menjadi tantangan utama.

Apakah XRP siap menembus $3,00 atau akan kembali mengalami tekanan jual? Level kunci dalam beberapa hari ke depan akan menentukan pergerakan selanjutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Rayakan Ulang Tahun ke-5, Bisa Terjadi Lonjakan Harga?

Solana baru saja merayakan ulang tahunnya yang kelima dengan fenomena yang mencuri perhatian—volatilitas ekstrem pada USDT yang berjalan di jaringan blockchain-nya.

Dilaporkan BeInCrypto, studi terbaru dari platform solusi pembayaran Web3, Mercuryo, mengungkap bahwa aktivitas perdagangan USDT di Solana mengalami fluktuasi tajam, mencerminkan minat spekulatif yang sangat tinggi terhadap jaringan ini.

Volatilitas USDT Solana: Apa yang Terjadi?

Solana, yang kini menjadi salah satu blockchain terbesar di dunia, terus menarik minat pedagang kripto. Blok genesisnya pertama kali ditambang pada 16 Maret 2020, dan dalam perayaan tonggak sejarah ini, Mercuryo melakukan penelitian mendalam mengenai volatilitas transaksi di jaringan tersebut.

Menurut laporan Mercuryo, volatilitas USDT di Solana telah mencapai tingkat “ekstrem” sepanjang tahun 2025. Greg Waisman, Co-founder dan COO Mercuryo, menyatakan bahwa peningkatan besar dalam aktivitas perdagangan USDT di Solana mencerminkan ledakan minat terhadap peluang spekulasi yang tersedia di ekosistem ini.

“Kami telah melihat tingkat aktivitas perdagangan yang luar biasa dalam jaringan Solana selama 12 bulan terakhir, dan ulang tahunnya yang kelima semakin menggarisbawahi daya tariknya bagi para pedagang kripto di seluruh dunia,” ungkap Waisman.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 18 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 18 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Lonjakan Perdagangan USDT: Naik-Turun yang Tajam

Dalam dua bulan pertama tahun 2025 saja, volatilitas USDT Solana mengalami lima kali lonjakan signifikan. Volume perdagangan harian token ini berfluktuasi dengan dramatis, terdiri dari tiga lonjakan besar dan dua penurunan yang relatif lebih kecil.

  • Pada 13 Januari 2025, volume perdagangan USDT melonjak sebesar 100%.
  • Seminggu kemudian, aktivitas ini anjlok hingga 63%.
  • Pada 27 Januari, volume kembali melesat hingga 129%.

Meskipun dua kali mengalami penurunan sebesar 60% – 70%, lonjakan berikutnya mencapai angka 100% hingga 137%, mencerminkan pergerakan modal yang belum pernah terjadi sebelumnya di jaringan blockchain mana pun.

Ledakan Koin Meme dan Pengaruhnya terhadap Solana

Salah satu faktor utama yang mendorong volatilitas ekstrem ini adalah ledakan popularitas koin meme di ekosistem Solana. Mercuryo menyoroti bahwa platform seperti Pump.fun telah memicu peningkatan minat perdagangan yang luar biasa, bahkan dalam beberapa kesempatan berhasil melampaui volume perdagangan Ethereum.

Selama lima tahun terakhir, jaringan Solana telah memproses lebih dari 408 miliar transaksi dan menangani nilai hampir $1 triliun di bursa terdesentralisasi. Meski pertumbuhannya cukup stabil sejak 2023, volatilitas arus masuk modal tetap menjadi tantangan tersendiri.

Apa Artinya bagi Masa Depan Solana?

Fluktuasi harga Solana dan volume perdagangan yang sangat tinggi ini menunjukkan bahwa Solana masih menjadi pusat perhatian dalam dunia kripto.

Meskipun volatilitas ini membawa risiko, ia juga mencerminkan minat dan likuiditas yang tinggi di jaringan ini. Dengan pertumbuhan yang pesat dalam lima tahun terakhir, Solana tampaknya siap untuk terus berkembang dan memainkan peran yang lebih besar dalam ekosistem kripto global.

Seiring dengan meningkatnya daya tariknya di kalangan pedagang dan investor, akan menarik untuk melihat bagaimana Solana akan menghadapi tantangan volatilitas ini dan apakah ia dapat terus mempertahankan momentumnya di masa mendatang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin, Ethereum, XRP, Dogecoin Siap Menghadapi Tekanan?

Pasar kripto kembali menunjukkan ketahanannya dengan pergerakan harga yang menguat menjelang pertemuan Federal Reserve. Bitcoin, Ethereum, XRP, dan Dogecoin mencatat kenaikan yang menandakan optimisme para investor di tengah volatilitas pasar.

Pasar Kripto Tetap Stabil di Tengah Ketidakpastian Makroekonomi

Dilaporkan Benzinga, Kapitalisasi pasar mata uang kripto global tetap stabil di angka $2,7 triliun, menandakan bahwa aset digital tetap menjadi pilihan investasi yang menarik meskipun ada tekanan dari kebijakan moneter dan ketidakpastian ekonomi global.

Data dari IntoTheBlock menunjukkan peningkatan volume transaksi besar sebesar 5,3%, sementara jumlah alamat aktif harian naik 2,6%. Namun, jumlah transaksi besar di atas $100.000 mengalami penurunan dari 6.992 menjadi 6.332 dalam sehari, menunjukkan adanya pergeseran strategi di antara para pelaku pasar.

Analisis Harga: Bitcoin Berada di Persimpangan Penting

Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di sekitar Rp 84.316. Analis teknikal Ali Martinez mencatat bahwa pemegang jangka panjang telah menambah 179.000 BTC dalam sebulan terakhir, mengindikasikan kepercayaan terhadap tren kenaikan jangka panjang. Sementara itu, arus masuk modal ke pasar kripto mencapai puncaknya sebesar $4,16 miliar, level tertinggi sejak Oktober 2023.

Menurut analis More Crypto Online, Bitcoin memiliki dukungan mikro saat ini, tetapi konfirmasi titik terendah yang solid masih bergantung pada apakah harga mampu menembus level $85.474. Jika ini terjadi, target harga berikutnya adalah $87.204, dengan kemungkinan tekanan jual yang lebih besar jika tidak ada dorongan lebih lanjut.

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Selasa, 18 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Selasa, 18 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Pedagang JJcycles juga menegaskan bahwa Bitcoin saat ini berada dalam kondisi siap menghadapi tekanan pasar. Altcoin Sherpa memperkirakan BTC akan menembus $84.000, tetapi melihat level $89.000 sebagai tantangan utama yang harus dilewati untuk memastikan momentum bullish yang lebih kuat.

Altcoin Mengikuti Tren Positif

Ethereum (ETH) juga mencatat kenaikan 2,5% menjadi Rp 19.270,06, sementara Solana (SOL) naik 1,6% menjadi Rp 1.294.600. Harga Dogecoin (DOGE) menjadi salah satu pemenang terbesar dengan kenaikan 3,3%, mencerminkan sentimen positif yang berkembang di kalangan investor altcoin.

Di sisi lain, PancakeSwap (KUE) melonjak 39,6% dan Pepe (PEPE) naik 12,7%, menandakan bahwa altcoin dengan kapitalisasi lebih kecil pun ikut mendapatkan momentum dalam reli pasar kali ini.

Prospek Pasar ke Depan

Dengan pertemuan Federal Reserve yang akan berlangsung dalam beberapa hari mendatang, para pedagang dan investor kripto akan terus mengamati bagaimana kebijakan moneter dapat mempengaruhi pasar. Sejarah menunjukkan bahwa Bitcoin telah keluar dari pola konsolidasi serupa di masa lalu, seperti yang terjadi pada Juni 2021, sebelum mencapai rekor tertinggi pada November 2021.

Apakah Bitcoin dan kripto lainnya akan kembali mencetak rekor tertinggi baru? Pasar tampaknya sedang bersiap menghadapi tekanan, dan semua mata tertuju pada level resistensi kunci yang akan menentukan pergerakan selanjutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga API3 Melonjak 30%: Momentum Bullish dan Potensi Menuju $1

API3 adalah proyek blockchain yang bertujuan untuk menjembatani layanan API tradisional dengan platform smart contract secara desentralisasi.

Dengan model yang mengedepankan kepercayaan minimal (trust-minimized), API3 memungkinkan pengembang untuk mengakses data eksternal secara langsung tanpa perlu bergantung pada perantara pihak ketiga. Proyek ini dikelola oleh API3 DAO (Decentralized Autonomous Organization), yang memberikan kendali tata kelola kepada komunitas melalui mekanisme staking token API3.

Apa Itu Token API3?

Token API3 (API3) adalah aset digital asli dari ekosistem API3 yang memiliki beberapa fungsi utama, antara lain:

  • Staking & Tata Kelola: Pemegang API3 dapat melakukan staking untuk berpartisipasi dalam tata kelola API3 DAO. Mereka dapat memberikan suara dalam berbagai keputusan penting yang memengaruhi pengembangan dan operasional proyek.
  • Pembayaran Layanan: API3 digunakan untuk membayar layanan terkait API yang tersedia di ekosistem ini, termasuk data feed terdesentralisasi.
  • Insentif & Keamanan: Staking token API3 juga berfungsi sebagai jaminan dalam sistem keamanan data feed yang disediakan oleh jaringan API3.

Lonjakan Harga API3

Pergerakan harga API3 (API3/USDT) pada Selasa, 18 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga API3 (API3/USDT) pada Selasa, 18 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baru-baru ini, API3/USDT mengalami lonjakan harga yang signifikan. Saat ini, token diperdagangkan pada $0,742, naik 24,08% dalam 24 jam terakhir. Momentum bullish ini menandakan peningkatan minat pasar, dengan titik tertinggi baru-baru ini di $0,756. Sebagai perbandingan, pada akhir Februari API3 sempat diperdagangkan mendekati $1,3, sementara harga tertinggi sepanjang masa (ATH) mencapai $9,5.

Pergerakan harga ini memberikan peluang menarik bagi investor, terutama bagi mereka yang ingin melakukan akumulasi dalam jangka panjang. Jika harga API3 berhasil menembus level resistensi di $0,76, API3 berpotensi untuk naik menuju $1 atau lebih dalam beberapa minggu mendatang.

Keunggulan API3 dalam Ekosistem Kripto

Selain sebagai aset investasi, API3 juga menawarkan berbagai keunggulan bagi pengembang yang ingin membangun aplikasi terdesentralisasi (dApps), di antaranya:

  • Data Feed yang Terdesentralisasi: API3 menyediakan solusi data yang aman dan langsung dari sumber terpercaya tanpa perantara, mengurangi risiko manipulasi data.
  • Model Tata Kelola yang Transparan: Dengan sistem DAO, komunitas memiliki kendali penuh terhadap perkembangan proyek, memastikan keberlanjutan dan desentralisasi sejati.
  • Keamanan dan Skalabilitas: API3 dirancang untuk memberikan solusi oracle yang lebih aman dibandingkan dengan pendekatan tradisional, meminimalkan risiko eksploitasi data.

API3 menunjukkan potensi besar dalam dunia kripto, baik dari sisi teknologi maupun peluang investasi. Dengan model tata kelola yang transparan dan inovatif, serta fungsionalitas token API3 yang beragam, proyek ini terus menarik perhatian investor dan pengembang. Namun, seperti halnya investasi dalam aset kripto lainnya, penting bagi investor untuk melakukan riset mendalam dan mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan investasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com