Harga Pi Coin terus merosot di tengah tekanan pasar kripto global, menimbulkan gelombang kekecewaan di kalangan komunitas Pi Network. Pada akhir pekan lalu, Pi Coin sempat menyentuh level $0,47 sebelum sedikit pulih ke atas $0,50. Namun, level ini masih dianggap rentan dan jauh dari ekspektasi awal para investor.
Dilaporkan Coinpedia, situasi ini memicu kekhawatiran bahwa harga Pi Coin dapat turun lebih jauh ke bawah $0,40, terutama di tengah melemahnya pasar secara keseluruhan. Bitcoin sendiri sempat jatuh di bawah $100.000, dan Ethereum juga mengalami tekanan menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Do you know about crypto?..Why are other cryptos going down.?
Melihat gelombang pesimisme di komunitasnya, pendiri Pi Network, Dr. Nicolas Kokkalis, turun tangan lewat media sosial untuk memberikan penjelasan. Ia menyatakan bahwa penurunan harga ini adalah bagian dari tren bearish yang memengaruhi seluruh pasar kripto, bukan karena kegagalan proyek Pi itu sendiri.
“Apakah Anda tahu tentang kripto? Mengapa kripto lainnya turun?” jawab Kokkalis saat menanggapi komentar pedas dari salah satu pengguna yang menuduhnya sebagai penipu. Kritik tersebut menyebut bahwa harga Pi terus menurun sejak pembelian awal dan menandakan hilangnya kepercayaan pada proyek tersebut.
Namun, respons dari Kokkalis belum sepenuhnya menenangkan komunitas. Beberapa pengguna tetap menyuarakan rasa frustrasi mereka, bahkan menyatakan akan menghentikan investasi di proyek Pi Network.
Sementara itu, analis pasar seperti Dr. Altcoin memperkirakan bahwa Pi Coin kemungkinan akan bertahan di kisaran $0,40 hingga akhir Agustus, kecuali ada pemicu besar yang bisa membalikkan sentimen pasar. Ia juga menambahkan bahwa acara Pi Day 2 yang direncanakan dalam waktu dekat tampaknya tidak akan berdampak signifikan terhadap harga.
Dengan tekanan yang terus berlanjut dan kepercayaan yang mulai terkikis, masa depan Pi Coin kini berada di titik kritis. Komunitas Pioneers kini menantikan aksi nyata dari tim pengembang untuk memulihkan keyakinan dan membawa nilai proyek kembali naik.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
AI makin populer karena kemampuannya menganalisis data tanpa campur tangan emosi. Kini tidak sedikit para trader yang melibatkan AI dalam aktivitas trading, atau lebih dikenal dengan AI trading.
Tapi, sebenarnya apa itu AI trading dan bagaimana cara kerjanya? Artikel ini akan membahas pengertian, cara kerja, hingga jenis-jenis strategi yang biasa digunakan dalam dunia AI trading.
Apa Itu AI Trading?
AI Trading merupakan metode trading yang melibatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu kamu dalam proses pengambilan keputusan jual beli di pasar finansial.
Metode ini bisa sepenuhnya tanpa melibatkan campur tangan manusia atau hanya sekadar membantu untuk mengumpulkan data historis, identifikasi tren, hingga pola dengan algoritma.
Dalam beberapa tahun terakhir, dunia trading mengalami transformasi besar dengan semakin pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Jika sebelumnya aktivitas trading hanya bisa dilakukan oleh mereka yang berpengalaman dan punya waktu menganalisis grafik sepanjang hari, kini teknologi AI hadir sebagai “asisten” yang bisa menganalisis data secara real-time dan membantu mengambil keputusan cepat.
Hasilnya? Banyak orang mulai menggunakan AI sebagai salah satu tools saat melakukan trading, baik pemula maupun profesional.
Sebelum mendalami tren ini lebih lanjut, mari pahami terlebih dahulu cara kerjanya!
Bagaimana Cara Kerja AI Trading?
AI trading bekerja dengan mengandalkan kecanggihan machine learning dan analisis data untuk memahami pasar keuangan, menghitung prediksi harga, mengidentifikasi penyebab fluktuasi, hingga membantu keputusan dalam eksekusi.
Berikut beberapa contoh penggunaan AI dalam trading:
Analisa Sentimen Pasar
AI dapat membantu trader dalam mengidentifikasi tren yang sedang terjadi di pasar. Kesimpulan dari sentimen ini bisa diketahui dengan cepat, melalui AI yang mengumpulkan informasi yang tersedia di internet seperti berita terbaru, forum diskusi, hingga percakapan yang terjadi di media sosial.
Quantitative Trading (Quant Trading)
Quant trading memanfaatkan model matematika dan statistik untuk menganalisis data harga dan volume secara mendalam. AI digunakan untuk menyaring jutaan data dan mencari peluang investasi yang optimal. Biasanya dipakai oleh institusi keuangan besar untuk eksekusi dalam jumlah besar sekaligus.
Algorithmic Trading (Algo-Trading)
Algo-trading menggunakan serangkaian aturan otomatis berbasis data historis untuk menentukan kapan harus membeli atau menjual. Algoritma AI-nya bekerja dengan mempertimbangkan berita ekonomi, sentimen sosial, dan pola teknikal dengan bantuan machine learning.
High-Frequency Trading (HFT)
HFT mengandalkan AI dan kecepatan komputasi ekstrem untuk mengeksekusi ribuan bahkan jutaan transaksi per detik. Target utamanya adalah mendapatkan margin keuntungan kecil dari perbedaan harga dalam waktu sangat singkat. Jenis ini banyak digunakan oleh hedge fund dan perusahaan investasi besar.
Automated Trading
Automated trading mengeksekusi transaksi secara otomatis sesuai strategi yang telah diprogram. Dalam konteks AI, sistem ini lebih canggih karena mampu belajar dan beradaptasi dari perubahan pasar. AI akan terus mengoptimalkan strategi berdasarkan data real-time dan performa sebelumnya.
Arbitrage memanfaatkan perbedaan harga aset di dua pasar berbeda. Dengan bantuan AI, sistem dapat mendeteksi peluang arbitrase secara cepat dan mengeksekusi transaksi simultan: membeli di pasar lebih murah dan menjual di pasar yang lebih mahal.
Contoh Penggunaan: Trading dengan Bantuan AI ChatGPT
Kamu bisa menggunakan ChatGPT sebagai salah satu AI untuk membantu kamu trading—Tapi sebelum itu, pastikan kamu menggunakan bursa terpercaya seperti Tokocrypto yang terdaftar resmi dan diawasi oleh OJK agar aktivitas trading atau investasi kamu senantiasa aman. Deposit mulai dari Rp20.000 di sini.
Untuk mulai mencoba trading dengan bantuan AI ChatGPT, ikuti beberapa langkah berikut:
Daftar dan buat akun ChatGPT— Kamu bisa gunakan ChatGPT gratis atau ChatGPT Plus untuk respons yang lebih baik.
Selanjutnya kamu bisa screenshot grafik pergerakan harga yang ingin dianalisis dan upload pada bagian kolom chat, ChatGPT. Seperti gambar di bawah ini:
Contoh prompt ChatGPT untuk menganalisa pergerakan harga.
Setelah itu kamu hanya perlu memberikan perintah berupa prompt, untuk melakukan analisa. Prompt ini akan lebih baik jika kamu menjelaskan lebih terperinci, mulai dari level harga, support resistance, volume dan indikator lain yang kamu miliki sebagai pertimbangan AI nantinya.
Contoh promptnya seperti ini:
“Sebagai seorang trader profesional, analisis pergerakan harga Bitcoin saat ini berdasarkan grafik harian di atas. (Harga saat ini di $72.000) Dengan mempertimbangkan level kunci garis kuning untuk support dan resistance, tren RSI (saat ini sekitar 60), serta perpotongan moving average (MA9 dan MA21), bagaimana kemungkinan arah pergerakan selanjutnya? Apakah ada potensi kelanjutan tren, retracement, atau sinyal breakout? Jelaskan analisisnya dengan dukungan konfluensi indikator teknikal atau pola candlestick.”
ChatGPT akan memberikan jawaban berupa skenario berdasarkan data yang telah kamu berikan. Seperti di gambar di bawah ini.
Contoh jawaban ChatGPT sebagai AI Trading.
Skenario 1 dan 2 dari ChatGPT di atas berhasil menjadi prediksi yang kurang-lebih tepat, di mana BTC mengalami kenaikan yang signifikan setelah mengalami retracement sebelum berhasil close di atas $72.000. Seperti gambar di bawah:
Perbandingan data yang diberikan dan pergerakan harga.
*Simulasi ini berbasis data lampau alias backtest, bukan real-time. Jadi, jangan dianggap patokan akurat—disajikan untuk tujuan edukasi dan tidak dimaksudkan sebagai saran finansial atau rekomendasi investasi.
AI memang dapat membuka peluang baru bagi trader untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengambilan keputusan. Namun, AI trading bukan berarti menjadi sinyal mutlak untuk beli atau jual. Seperti halnya strategi, strategi trading dengan menggunakan AI atau AI trading tetap membutuhkan pemahaman dasar, pengujian sistem, serta pengelolaan risiko yang baik.
Jika kamu mendapat iming-iming untuk menggunakan AI trading atau robot trading dengan garansi keuntungan tertentu, sudah selayaknya kamu curiga. Sebab tidak ada sistem yang bisa menjamin profit secara konsisten tanpa risiko.
AI trading berfokus untuk membantu efisiensi analisis dan eksekusi strategi berbasis data—bukan menjanjikan hasil instan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Sumber: Builtin. “AI Trading: How AI Is Used in Stock Trading“. 2024.
Shiba Inu (SHIB) mencatat lonjakan besar dalam volume perdagangan, memicu spekulasi luas tentang potensi pembalikan harga di tengah tekanan pasar kripto yang sedang berlangsung. Dalam 24 jam terakhir, volume perdagangan SHIB melonjak hingga 15,05 triliun token, meningkat 61% dibandingkan hari sebelumnya.
Meskipun harga SHIB saat ini berada di sekitar $0,00001012, peningkatan aktivitas ini mencerminkan ketertarikan pasar yang masih kuat, meski di tengah tren penurunan yang signifikan. Sebagai catatan, nilai token ini telah turun menyusul aksi jual besar-besaran di pasar kripto, dengan lebih dari $701 juta likuidasi dilaporkan secara global.
Lonjakan Volume, Tapi Harga Belum Merespons
Dilaporkan Franknez, lonjakan volume ini terjadi ketika pasar SHIB menghadapi tantangan berat. Aktivitas perdagangan yang tinggi biasanya menjadi indikator momentum baru, namun hingga kini belum terlihat pergerakan harga yang mengonfirmasi pembalikan arah. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor mengenai efektivitas volume sebagai sinyal positif.
Namun demikian, analis mencatat bahwa volume besar seperti ini kerap menjadi prasyarat sebelum harga mulai pulih, terutama ketika disertai dengan dukungan teknikal yang kuat.
Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Senin, 23 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Secara teknikal, Shiba Inu kini mendekati level support utama di $0,00001000, sebuah zona penting yang menjadi perhatian banyak trader. Relative Strength Index (RSI) harian telah turun ke wilayah jenuh jual, yang bisa mengindikasikan potensi reli bantuan jangka pendek.
Selain itu, data on-chain menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dari para “paus”, yaitu pemegang besar yang kerap memicu pergerakan harga signifikan. Banyak yang memandang aksi ini sebagai langkah akumulasi menjelang potensi pembalikan harga.
Faktor Lain: Mekanisme Pembakaran Token
Shiba Inu juga terus menjalankan mekanisme burning token, yang menurunkan pasokan SHIB yang beredar di pasar. Tren deflasi ini dapat menjadi pendorong harga dalam jangka menengah hingga panjang jika disertai dengan minat beli yang konsisten.
Prospek: Antara Harapan dan Ketidakpastian
Meskipun sinyal-sinyal pemulihan mulai terlihat, situasi pasar kripto secara umum masih penuh ketidakpastian. Altcoin, termasuk SHIB, masih berada di bawah tekanan aksi jual global yang dapat menghambat pembalikan harga dalam waktu dekat.
Level resistensi penting yang perlu diperhatikan berada di kisaran $0,0000134 hingga $0,0000163, yang jika berhasil ditembus dapat membuka jalan menuju tren naik baru.
Dengan lonjakan volume hingga triliunan token dan aktivitas paus yang meningkat, Shiba Inu berada pada titik krusial. Jika dukungan teknikal dan sentimen pasar mendukung, pembalikan harga bisa terjadi dalam waktu dekat. Namun investor tetap disarankan berhati-hati menghadapi volatilitas dan dinamika pasar yang tak terduga.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Harga Binance Coin (BNB) menunjukkan potensi untuk menembus angka $700, didorong oleh lonjakan aktivitas on-chain menjelang hard forkMaxwell yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Juni. Pembaruan besar ini meningkatkan antusiasme komunitas terhadap performa jaringan Binance Smart Chain (BSC).
Ledakan Aktivitas On-Chain di Jelang Hard Fork
Meski harga BNB relatif datar sejak pertengahan Mei, aktivitas di jaringan BSC menunjukkan dinamika yang berbeda. Data menunjukkan bahwa jumlah transaksi harian melonjak dari 8,1 juta menjadi 17,6 juta, sementara jumlah alamat aktif meroket dari 1,5 juta menjadi 3,5 juta per 20 Juni.
Dilaporkan Coinpedia, kenaikan ini tak lepas dari antisipasi pasar terhadap hard fork Maxwell yang dirancang untuk memangkas waktu blok dari 1,5 detik menjadi hanya 0,75 detik — peningkatan signifikan yang diharapkan dapat mempercepat efisiensi jaringan secara keseluruhan.
BSC saat ini juga menjadi rumah bagi lebih dari 5.700 aplikasi terdesentralisasi (DApps) dengan total volume transaksi mencapai $52,43 miliar, jauh melampaui jaringan seperti Optimism yang memiliki 367 DApps dengan volume $285 juta.
Pembaruan jaringan ini telah memicu peningkatan signifikan dalam aktivitas pengembang, sebagaimana tercermin dalam data Santiment. Metrik kontribusi pengembang naik dari 0,57 di awal Juni menjadi 0,923, menandakan siklus pertumbuhan baru bagi ekosistem BNB.
Sementara itu, tingkat pendanaan berbalik positif dari -0,04% menjadi +0,03%, mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap masa depan BNB. Sentimen pasar juga mulai mengarah ke arah yang lebih positif setelah pengumuman tentang upgrade Maxwell.
Peluang Breakout Menuju $700
Secara historis, harga BNB pernah mencatatkan reli signifikan, melonjak dari $202 menjadi $794 dalam kurun waktu setahun, sebelum terkoreksi ke $510 di kuartal pertama 2025. Momentum kembali menguat di Q2, dengan harga menyentuh $698 pada akhir Mei.
Namun, selama tiga minggu terakhir di bulan Juni, BNB bergerak dalam pola menyamping (sideways). Beberapa indikator teknikal seperti MACD, RSI, dan Chaikin Money Flow (CMF) menunjukkan pasar masih dalam fase konsolidasi.
Meski demikian, pola segitiga menurun yang terbentuk selama periode ini membuka peluang terjadinya breakout. Dengan hard fork Maxwell sebagai katalis kuat, penembusan pola ini bisa mengangkat harga mendekati level $700.
Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Senin, 23 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Prediksi Analis: Breakout Tak Terelakkan
Analis kripto ternama, Carl Moon, turut memberikan pandangan bullish terhadap prospek harga BNB. Menurutnya, pola saat ini menunjukkan kesiapan untuk breakout, dan hard fork Maxwell bisa menjadi pemicu lonjakan harga ke kisaran $700 dalam waktu dekat.
Dengan lonjakan aktivitas on-chain, peningkatan kontribusi pengembang, dan pembaruan teknis besar melalui hard fork Maxwell, Binance Coin memiliki fondasi kuat untuk kembali reli. Jika semua faktor ini terkonfirmasi, BNB bisa saja menembus angka $700 dalam waktu dekat, membuka babak baru bagi pergerakan altcoin terbesar keempat ini.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Aset kripto Streamr (DATA) mencatat lonjakan harga signifikan dalam 24 jam terakhir, naik sebesar 27,54% ke level $0,01899 atau sekitar Rp313,29. Kenaikan ini disertai volume perdagangan yang tinggi, dengan lebih dari 1 miliar DATA berpindah tangan dan nilai transaksi mencapai $16,6 juta dalam sehari.
Peningkatan harga ini terjadi di tengah sentimen positif terhadap perkembangan terbaru dari ekosistem Streamr, khususnya pada fitur monetisasi berbasis bagi hasil 90% yang akan datang. Fitur ini dirancang untuk memberi kreator konten, podcaster, streamer, dan penyelenggara acara kendali lebih besar atas pendapatan mereka — tanpa bergantung pada platform perantara seperti YouTube atau Twitch.
Pergerakan harga Streamr (DATA/USDT) pada Senin, 23 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
“Kami membangun alat agar para kreator mendapatkan bagian lebih besar dari kue,” ungkap tim Streamr dalam pengumuman resminya. UI awal dari fitur tersebut telah dipublikasikan, dan saat ini sedang dalam tahap penyempurnaan UX. Tim bahkan mengajak komunitas untuk ikut menyumbang ide nama yang lebih menarik dibandingkan istilah “Tipping” yang saat ini digunakan.
Inovasi Fitur Streamr
Selain inovasi fitur, Streamr juga menekankan kekuatan infrastruktur mereka yang dibangun dengan pendekatan berbeda. Protokol ini mengedepankan arsitektur peer-to-peer yang tidak memerlukan pusat data atau perantara, memungkinkan pengguna menjalankan node langsung dari laptop mereka untuk mengalirkan data secara desentralisasi dan mendapatkan imbalan.
Beberapa komponen penting dari infrastruktur Streamr meliputi:
Kontrak Operator: mengoordinasikan aktivitas node tanpa perlu kepercayaan terpusat.
Kontrak Sponsor: menyalurkan hadiah secara otomatis berdasarkan kontribusi waktu nyata.
Dengan fokus pada pengembangan jangka panjang dan bukan sekadar promosi sesaat, Streamr tampaknya berhasil menarik perhatian pasar sebagai proyek infrastruktur Web3 yang siap membentuk masa depan ekonomi data yang lebih adil dan terbuka.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Harga FUNToken (FUN/USDT) tercatat melonjak sebesar 75,01% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan di angka $0,012545 atau sekitar Rp206,92, berdasarkan data CoinMarketCap. Lonjakan ini terjadi di tengah tren akumulasi senyap oleh pedagang papan atas, yang memicu spekulasi tentang potensi bullish jangka pendek.
Dalam 24 jam terakhir, volume perdagangan FUNToken mencapai lebih dari 9,3 miliar FUN atau setara $90,8 juta, dengan harga tertinggi menyentuh $0,014400 dan terendah di $0,006920.
Dilaporkan Coingape, data on-chain menunjukkan adanya pergerakan signifikan dari dompet tidak aktif ke bursa, peningkatan aktivitas dompet kecil, serta stabilitas harga saat pasar kripto lainnya cenderung melemah. Aktivitas ini mengindikasikan adanya pembelian strategis oleh investor besar sebelum perkembangan besar dari proyek FUNToken.
Posisi Strategis FUNToken
Pergerakan harga FUNToken (FUN/USDT) pada Senin, 23 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
FUNToken saat ini menempati posisi strategis dalam tiga sektor utama: gaming, Web3 gaming, dan keuangan terdesentralisasi (DeFi). Proyek ini tengah memasuki fase utilitas nyata dengan roadmap Q2–Q3 2025 yang mencakup peluncuran 40 game hiperkasual, login terpadu Web3, serta integrasi model “earn-while-you-play”.
Sebanyak 81% pasokan FUNToken saat ini tercatat berada di dompet Hot Binance 20, mencerminkan tingkat likuiditas tinggi dan potensi partisipasi dari pelaku pasar institusional. Meskipun terpusat di satu dompet bursa, hal ini dipandang sebagai agregasi kepemilikan pengguna Binance secara keseluruhan.
Secara historis, harga FUNToken telah naik +241,54% dari titik terendah sepanjang masa, namun masih -98,94% dari harga tertinggi sepanjang masa. Dengan total pasokan tetap sebesar 10,84 miliar token dan tanpa pencetakan tambahan, FUNToken dinilai memiliki tokenomics yang mendukung potensi kenaikan harga.
Analis menilai bahwa akumulasi senyap yang dilakukan oleh pedagang besar menunjukkan sinyal pasar yang perlu diperhatikan. Indikator utama yang digunakan termasuk lonjakan volume transaksi, arus keluar dari bursa, distribusi pasokan, saldo dompet whale, serta pergerakan di platform DeFi dan cold storage.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Sentimen negatif menghampiri Dogecoin (DOGE) yang sedang berada di ujung teknikal yang sangat kritis, sehingga berimbas pada penurunan harga.
Menurut analisis terbaru dari U.Today pada Senin (23/6), titik support kunci di $0,145 menjadi “satu-satunya kesempatan realistis untuk rebound” jika DOGE ingin mempertahankan tren bullish-nya.
Jika support ini bertahan dengan volume beli yang cukup, DOGE berpeluang mengalami rebound teknika. Namun jika gagal, risiko koreksi lebih dalam sangat tinggi.
XRP: Risiko Pola Invalidation Besar di Zona $2
Di sisi lain, XRP saat ini menghadapi potensi invalidasi pola teknikal penting. Setelah turun sekitar −3% hariini, XRP terjebak di zona support kritikal di kisaran $2,02–$2,05.
Pola ini sangat penting karena apabila XRP menembus level tersebut, struktur bullish yang sedang dibangun akan dianggap gagal. Potensi turun menuju $1,90–$1,85 pun bisa terbuka jika tekanan jual berlanjut.
Shiba Inu (SHIB) juga tak lepas dari gejolak teknikal. U.Today menyoroti bahwa SHIB saat ini sedang berada di zona support sangat krusial, penurunan lebih jauh dari $0,000011 bisa menimbulkan risiko koreksi tajam.
Jika support ini jatuh, tekanan jual massa bisa memicu penurunan ke level psikologis lebih rendah, memperburuk tren bearish yang sedang berlangsung.
Ketiga altcoin utama ini masing-masing menghadapi tekanan teknikal berat yang menentukan arah jangka pendek:
DOGE hanya punya harapan recovery realistis jika bertahan di $0,145.
XRP menghadapi risiko invalidasi pola jika turun di bawah $2,02–2,05.
SHIB harus mempertahankan support di $0,000011 untuk menghindar dari tekanan lebih jauh.
Trader dan investor disarankan untuk terus memantau aksi harga dan volume di masing-masing level kunci. Jika support bertahan, ada peluang rebound signifikan. Jika tidak, koreksi lebih dalam bisa terjadi. Kondisi saat ini menuntut kehati-hatian, strategi disiplin, dan pemahaman pola teknikal yang tepat.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Untuk membangun stablecoin bersifat on‑chain, negara bagian Wyoming telah menyoroti Solana (SOL) dan Aptos (APT) sebagai dua kandidat unggulan untuk menjalankan Wyoming Stable Token (WYST).
Untuk diketahui, WYST merupakan stablecoin pertama yang dikeluarkan langsung oleh negara bagian di Amerika Serikat.
Mengapa Solana dan Aptos Terpilih?
Menurut laporan Dailyhodl pada Senin (23/6), Komisi Wyoming Stable Token (WYST) mengevaluasi lebih dari sepuluh blockchain Layer-1, mempertimbangkan tiga faktor utama: kecepatan transaksi, finalitas (konfirmasi cepat), dan dukungan vendor.
Solana sudah teruji di lingkungan produksi, mampu menangani volume transaksi tinggi dengan biaya sangat rendah dan finalitas cepat. Jaringan ini telah lolos beberapa uji teknis dari pihak Wyoming sejak akhir 2024 .
Aptos, hasil evolusi dari proyek Diem (Meta), unggul dalam arsitektur paralel Block‑STM dan bahasa pemrograman Move, mendukung throughput tinggi dan mengurangi risiko teknikal seperti reentrancy yang memenangkan Apotos nilai evaluasi sama tinggi dengan Solana.
Kedua jaringan ini menang dengan skor 32 poin, mengungguli blockchain lain seperti Avalanche, Ethereum, dan Base.
Rencana Deploy Multi‑Chain dan Teknologi LayerZero
WYST akan dijalankan dengan arsitektur OmnichainFungible Token (OFT) via protokol interoperabilitas LayerZero, memungkinkan penggunaan stablecoin di berbagai jaringan tanpa perlu “wrapping”.
Percobaan testnet sudah berjalan di jaringan Avalanche, Solana, Ethereum, Base, Optimism, Arbitrum, Polygon, dan lainnya menandakan kesiapan teknis WYST untuk ekosistem multi-jaringan.
Komisi WYST juga bekerja sama dengan Fireblocks (infrastruktur dompet) dan Chainalysis (pemantauan dan kepatuhan) untuk memastikan keamanan dan tata kelola dana publik yang kokoh.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 23 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Menuju Fase Pilot & Simposium Blockchain Wyoming
Pilot resmi WYST dijadwalkan sebelum WyomingBlockchain Symposium pada bulan Agustus, dengan Aptos dan Sei Group memimpin fase uji coba menggunakan dana publik.
Peluncuran token kemungkinan di bulan Juli sesuai roadmap. Hal ini menjadi langkah signifikan untuk mengintegrasikan stablecoin langsung dalam kegiatan fiskal negara bagian, termasuk pembayaran taks dan pengelolaan anggaran.
Dampak Positif untuk Ekosistem Blockchain
Transaksi Massive – Solana dan Aptos bisa melihat lonjakan aktivitas dan proyek DeFi/DAO yang terintegrasi WYST.
Kepercayaan Institusi – Adopsi oleh pemerintah AS ini bisa menaikkan kredibilitas aptos dan Solana di mata investor institusi.
Model untuk Negara Lain – Wyoming bisa jadi contoh bagi negara bagian lain yang ingin mengeluarkan stablecoin berbasis blockchain publik.
Pergerakan harga Aptos (APT/USDT) pada Senin, 23 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Langkah Wyoming dalam menempatkan Solana dan Aptos sebagai tulang punggung stablecoin negara bagian menunjukkan dorongan kuat arah blockchain publik menuju aplikasi finansial nyata.
Dengan arsitektur multi-chain via LayerZero, tujuan ini semakin realistis. Fase pilot dan simposium pada Agustus akan menjadi momen penting untuk melihat sejauh mana inovasi ini dapat menjadi pendorong adopsi stablecoin pemerintah, sekaligus mendorong ekosistem Solana dan Aptos melangkah ke peluang institusional yang lebih besar.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
XRP baru-baru ini mengalami penurunan signifikan, memicu kekhawatiran para investor.
Laporan dari FrankNez via Coinlive pada Senin (23/6) menyebutkan perlunya memahami apa yang memicu koreksi ini dan apa yang sebaiknya diantisipasi selanjutnya.
Mengapa XRP Turun?
Sentimen Regulatori Negatif Ketidakpastian seputar regulasi terus menjadi skenario risiko utama. Meski ada angin segar dari kemenangan hukum Ripple, kekhawatiran lanjutan tentang tindakan SEC membuat sebagian investor mundur.
Tekanan Pada Likuiditas & Stop-Loss Koreksi tajam memicu aksi jual otomatis melalui stop-loss, yang mendorong efek spiral jual lanjut.
Bias Altcoin Secara Umum XRP juga terkena imbas koreksi di aset digital lainnya seperti Bitcoin dan Ethereum yang menunjukkan tren risiko-off yang lebih muncul di pasar kripto secara keseluruhan.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 23 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Koreksi besar pada XRP ini dipicu oleh sentimen regulator negatif dan tekanan pasar kripto secara menyeluruh.
Support di $2,10–$2,15 saat ini menjadi penentu utama. Jika bertahan, rebound menuju US$2,30 menjadi peluang realistis, sedangkan penembusan di bawah support bisa membawa harga turun lebih dalam.
Trader maupun investor jangka menengah disarankan memantau pergerakan harga harian, volume, data on-chain, dan sentimen regulasi sebagai sinyal utama.
Rebound hanya dapat dianggap valid jika disertai candle bullish kuat dan volume tinggi. Dengan cara itu, barulah arah arah jangka pendek bisa dipetakan lebih strategis.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Meskipun harga Ethereum (ETH) terkoreksi dan membentuk pola double-top yang mirip dengan level puncak siklus 2021, data terbaru dari CryptoQuant menunjukkan bahwa para whales besar justru tidak mengalirkan aset mereka ke luar exchange. Sebaliknya, mereka tetap bertahan di on-chain.
Pada tahun 2021, saat Ethereum menyentuh harga tertingginya, terlihat lonjakan transaksi keluar dari exchange, menandakan profit-taking besar-besaran.
Tapi kali ini, tidak muncul pola serupa. Outflows besar seperti dulu belum terlihat, yang menunjukan sikap “bertahan” di kalangan besar.
Whales Tetap On‑Chain: Sinyal Kepercayaan atau Strategi?
Karena tidak terlihat exit, analis berasumsi:
Keyakinan jangka panjang tinggi – kemungkinan tailwinds dari ETF dan faktor makro mendorong optimisme.
Cengkeraman posisi strategis – tidak ada panik terdorong tekanan harga, whales tetap hold.
Indikator jangka menengah memperhatikan – perilaku ini menjadi sinyal bahwa bulls mungkin belum menyerah.
Data Tambahan: Akumulasi Besar dan Turunnya Supply di Exchange
Sebelumnya AInvest mencatat whales mengakumulasi 1,29 juta ETH baru-baru ini, secara signifikan mengurangi pasokan di exchange – sebuah indikasi penting adanya akumulasi.
Selain itu, whales juga menambahkan 1,49 juta ETH atau setara $3,8 miliar selama Juni, sementara dana masuk ETF spot mencapai $1,37 miliar.
Ini berarti dua kekuatan sedang bersaing di pasar:akumulasi dari whales on-chain versus minat institusi lewat ETF.
Namun, Waspadai Profit-Taking Sekali Lagi
Meskipun whales saat ini terlihat tenang, sinyal dari profit-taking kedua muncul dalam beberapa laporan Coindoo.
Mereka mewanti-wanti bahwa pada tahap initial rebound, para holder besar bisa mulai mengambil keuntungan lagi. Itu artinya, harga bisa kembali terkoreksi jika aksi jual besar muncul.
Outlook Pasar & Strategi
Kondisi Pasar
Indikasi Strategi
Akumulasi & supply turun
Persiapan jangka panjang; crypto bisa rebound kuat pada break key resistance.
Profit-taking dari whales
Potensi selling pressure saat rebound awal terjadi.
Resistensi teknikal (sekitar $2.681)
Konfirmasi breakout di atas level ini akan membuka jalan ke $3.000+.
Trader dan investor disarankan untuk:
Waspadai area resistensi teknikal sebagai titik exit dan pivot.
Pantau data on-chain seperti outflows dan penurunan supply di exchange.
Perhatikan pertarungan antara akumulasi whales dan potensi profit-taking.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 23 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Meski struktur grafik Ethereum menyerupai puncak siklus sebelumnya, para whales kali ini belum menunjukkan tanda-tanda keluar aset (exit).
Sebaliknya, mereka masih on-chain, sementara sebagian besar institusi terlihat memasuki pasar melalui ETF.
Hal ini mencerminkan sikap optimisme, namun tetap disertai kehati-hatian, terutama jika indikator profit-taking kembali muncul.
Pasar jangka pendek bisa menghadapi fluktuasi, tetapi bagi investor jangka menengah, inilah momentum penting untuk mencermati apakah Ethereum akan menembus resistensi utama atau kembali terkoreksi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.