Harga Ethereum (ETH) saat ini berada dalam fase konsolidasi penting, berfluktuasi di antara level $2.400 – $2.680 sejak awal Mei.
Harga sempat menyentuh $2.879, tertinggi dalam tiga bulan, namun kemudian terkoreksi karena tekanan eksternal seperti konflik geopolitik .
Zona Rentang Utama: $2.400 – $2.800
ETH sudah empat kali menembus dekat level resistance $2.800 dan ditolak.
Menurut Daan dari Daan Crypto Trades, area ini adalah “the most important level on this entire chart” — setiap pengetesan ulang selalu diikuti rebound atau dump besar.
Konsolidasi di bawah $2.800 dalam jangka waktu lama biasanya diikuti dengan pergerakan besar dalam beberapa minggu ke depan .
Dua Arah Arah Pergerakan: Breakout atau Breakdown?
Kegagalan mempertahankan area ini bisa membuka jalan ke support $2.100, zona jangka panjang yang penting.
Merlijn The Trader mencatat bahwa ETH sedang mengikuti pola serupa siklus 2016–2017, setelah breakout dari falling wedge, yang biasanya mendahului rally parabolik
RSI juga menguji zona breakout sebelumnya, dan ETH tampak baru menyentuh 50‑hari MA seperti sebelumnya saat rally besar terjadi.
Faktor Fundamental: Sentimen Institusional & ETF
Meskipun artikel ini tidak menyebut langsung, data CryptoRank mencatat masuknya ongkos dan sprit institutional ke Ethereum, termasuk banyak dana besar menunggu kesempatan spot dan staking ETF.
Ini bisa menjadi bahan bakar jangka panjang bagi pergerakan harga ETH, mendukung skenario bullish.
Strategi untuk Trader & Investor
Skenario
Strategi
Breakout > $2.800
Entry bertahap saat candle 4‑jam tutup di atas US$2.800. Target $3.400–$4.000.
Rejection di $2.800
Tunggu koreksi ke $2.400; jika gagal bertahan, siap untuk trade short ke target $2.100.
Sideways range ($2.400–$2.800)
Swing trade dengan entry support / resistance.
Gunakan stop-loss + trailing
Lindungi modal dari reversal tajam; pertimbangkan di bawah masing-masing area kunci.
Pantau data on-chain & makro
Volume institusi, RSI/MA, dan perkembangan geopolitik dapat memberi sinyal konfirmasi awal.
Outlook: Kisah Dua Arah
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 17 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Ethereum kini berada di simpang jalan. Bullish terlihat pasti bila mampu menembus $2.800 dan difollow oleh volume tinggi—berpotensi menembus $4.000.
Namun bearish bisa terjadi jika gagal mempertahankan baseline, mengarah ke support kritikal US$2.100.
Dengan pola teknikal klasik seperti falling wedge dan potensi ETF institusional sebagai katalis, ETH layak dicermati dengan strategi turn-out yang matang. Tapi tetap waspada: volatilitas di area konsolidasi bisa sangat tinggi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Bitcoin kini berada di persimpangan penting: indikator MVRV Z‑Score menyentuh resistance menurun jangka panjang, sekaligus menjadi zona historis yang menandai puncak siklus.
Melihat kondisi ini, sekarang banyak pihak menanyakan: Apakah BTC siap melanjutkan rally atau akan mengalami koreksi?
Apa Itu MVRV Z‑Score dan Mengapa Penting?
MVRV Z‑Score mengukur selisih antara nilai pasar Bitcoin (market value) dan biaya rata‑rata yang dibayarkan untuk koin tersebut (realized value), lalu distandarisasi berdasarkan volatilitas historis.
Nilai tinggi → pasar overheated (risiko koreksi).
Nilai rendah → undervalued (zona akumulasi).
Di tiap siklus sebelumnya, saat MVRV mendekati resistance ini → puncak siklus menempel, sebelum harga terkoreksi atau konsolidasi.
MVRV saat ini masih di bawah tingkat ekstrem (≈ 7–8 pada MVRV jangka panjang), menunjukkan potensi sisa ruang untuk kenaikan lanjutan.
Instrumen lain mendukung sentimen ini:
Golden cross MA 50‑hari dan 200‑hari mendorong arah bullish.
Breakout pola teknikal (flag) membuka target baru di kisaran $112.000–$137.000.
Risiko Penolakan Resistance
Banyak whale mulai mengalirkan Bitcoin ke Binance—double inflow bisa menandakan persiapan distribusi atau profit-taking.
Jika MVRV ditahan kuat di resistance, potensi koreksi atau fase konsolidasi mendalam sangat mungkin, sebagaimana terlihat di siklus sebelumnya.
Strategi & Rekomendasi Trader
Skenario
Strategi
Breakout di atas resistance
Entry saat candle 1–4 jam tutup > resistance. Target awal $112.000–115.000, selanjutnya $130.000+.
Ditahan/rejection
Pasang stop-loss di atas resistance + trailing stop untuk membatasi downside.
Konsolidasi sideways
Gunakan range saat ini untuk swing trading jangka pendek, perhatikan support $107.000–$105.000.
Pantau inflow/outflow & MVRV
Meningkatnya inflow menjadi pertanda whale mengambil keuntungan; sedangkan rejection MVRV merupakan indikasi market cooling. Kombinasikan dengan sentimen on-chain.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 17 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Wawasan Siklus 2025
Menurut analisis oleh Bitcoin Magazine Pro, siklus ini mungkin mencapai puncaknya pada Q3–Q4 2025, sekitar 140–150 hari sebelum mencapai titik terbaik—mengikuti pola historis siklus sebelumnya.
Artinya, breakout saat ini bisa jadi tanda awal fase parabolik menjelang akhir tahun ini.
Secara keseluruhan, Bitcoin kini berada di zona MVRV resistance yang historis memasuki puncak siklus — sebuah momen krusial: apakah pasar akan melanjutkan rally baru atau berhenti dan mengalami koreksi?
Bullish: breakout → potensi lanjut ke $120k–$140k.
Bearish: rejection → konsolidasi atau koreksi mendalam.
Trader disarankan untuk memanfaatkan sinyal teknikal, mengikuti data on-chain, dan mempertahankan strategi manajemen risiko. Fase ini bisa menjadi penentu arah lanjutan pasar kripto tahun ini.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar altcoin kembali menjadi sorotan dengan perkembangan mencolok pada tiga aset: Shiba Inu (SHIB), Stellar (XLM), dan BlockDAG (BDAG). Di tengah kabar gembira dari sisi prapenjualan BlockDAG yang meroket, Shiba Inu justru menghadapi tekanan teknikal yang kian mengkhawatirkan.
Shiba Inu (SHIB) di Ambang Breakdown: Waspadai Death Cross
Harga Shiba Inu saat ini berada di sekitar level $0,000020 — sebuah zona support krusial yang mulai menunjukkan tanda-tanda keretakan. Jika level ini ditembus, analis memperkirakan potensi penurunan ke $0,000018. Tekanan semakin besar dengan munculnya pola “death cross”, yaitu rata-rata pergerakan 50 hari bersiap menembus ke bawah rata-rata 200 hari — sinyal klasik dari potensi tren turun yang lebih dalam.
Volume perdagangan SHIB juga menunjukkan penurunan konsisten dalam beberapa hari terakhir. Ditambah lagi, osilator momentum terus melemah, mengindikasikan semakin sedikitnya kekuatan beli dari investor.
Meski begitu, harapan belum sepenuhnya sirna. Jika SHIB mampu bangkit kembali ke atas $0,000022 dalam waktu dekat, hal ini dapat menghidupkan kembali sentimen positif jangka pendek. Namun, volatilitas tinggi dan ketergantungan SHIB pada sentimen komunitas tetap menjadi risiko besar bagi para trader.
Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Selasa, 17 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Stellar (XLM) Kehilangan Arah, Jatuh dari Garis Tren Utama
Sementara itu, Stellar juga menghadapi tekanan teknikal yang signifikan. XLM turun di bawah level support psikologis $0,10 dan kini berpotensi mengarah ke $0,085 jika tidak segera pulih. RSI berada di zona netral, mencerminkan ketidakpastian pasar. Hilangnya minat investor tampak dari penurunan volume yang drastis.
Target jangka panjang $1 yang dulu sempat populer untuk Stellar kini tampak semakin jauh, kecuali proyek ini berhasil menarik kembali partisipasi aktif dari komunitas dan investor institusional.
Di Tengah Kelesuan, BlockDAG Justru Bersinar dengan ROI Potensial 2.600%
Dilaporkan Crypto Economy, kontras dengan Shiba Inu dan Stellar, proyek baru bernama BlockDAG (BDAG) justru menunjukkan performa yang luar biasa. Dengan total prapenjualan yang sudah menembus angka $306 juta, BlockDAG mulai memikat perhatian pasar. Harga batch saat ini berada di $0,0276, namun investor masih bisa masuk melalui penawaran waktu terbatas seharga $0,0018 hingga 20 Juni.
BlockDAG bukan sekadar hype. Proyek ini telah memiliki uji coba jaringan aktif dengan kecepatan transaksi 2.000–15.000 TPS, serta lebih dari 2 juta penambang aktif. Dukungan untuk penambangan ASIC, kompatibilitas EVM, pengembangan dApp tanpa kode, hingga rencana listing di 20 bursa menjadikannya kandidat kuat untuk lonjakan harga hingga $1 di masa depan.
Shiba Inu saat ini berada di fase kritis. Penurunan di bawah $0,000020 bisa membuka jalan bagi tren bearish lebih dalam. Sementara itu, Stellar juga menunjukkan sinyal lemah yang harus segera dibalik jika ingin tetap relevan di pasar.
Namun, cerita berbeda datang dari BlockDAG. Didukung oleh pencapaian nyata dan potensi ROI hingga 2.600%, proyek ini menonjol di tengah stagnasi banyak altcoin lainnya. Bagi investor yang mencari peluang awal di proyek dengan utilitas nyata dan fondasi teknis yang kuat, BlockDAG mungkin menjadi jawaban di tengah pasar yang belum pasti.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Binance Coin (BNB) mencatat lonjakan harga dalam 24 jam terakhir, meskipun pasar kripto global diterpa ketegangan geopolitik antara Israel dan Iran.
Penguatan ini terutama didorong oleh melonjaknya aktivitas di jaringan BNB Chain yang mencatat lebih dari 16 juta transaksi per hari di awal Juni, naik signifikan dibandingkan hanya sekitar 4 juta transaksi per hari di awal tahun ini, menurut data dari Nansen.
Dilaporkan Coindesk, peningkatan penggunaan BNB Chain turut mengangkat performa PancakeSwap, protokol DeFi utama di jaringan tersebut, yang berhasil membukukan volume perdagangan harian sebesar $2,7 miliar.
Secara total, Binance Smart Chain (BSC) membukukan lebih dari $104 miliar volume transaksi dari bursa terdesentralisasi (DEX) sepanjang bulan lalu—melampaui jaringan Solana dan Ethereum, sebagaimana dicatat oleh DeFiLlama.
Ketahanan Harga BNB
Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Selasa, 17 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Di tengah tekanan pasar akibat konflik global, BNB berhasil menunjukkan ketahanan harga yang kuat. Harga BNB sempat menyentuh level tertinggi harian di $658 (sekitar Rp10,7 juta), dengan volume transaksi 24 jam mencapai lebih dari 140 ribu BNB atau setara $91,8 juta. Harga ini mencerminkan kenaikan sekitar 0,24% dibandingkan hari sebelumnya.
Kinerja teknikal BNB juga mencerminkan tren yang positif. Model analisis dari CoinDesk Research menunjukkan pola higher lows yang konsisten, mengindikasikan pembentukan tren naik. Volume perdagangan yang tetap tinggi di atas rata-rata harian juga menjadi sinyal kuat adanya dukungan dari pelaku pasar institusional, bukan sekadar spekulasi dari investor ritel.
Namun demikian, terdapat tanda-tanda kehati-hatian dari pelaku pasar derivatif. Minat terbuka (open interest) terhadap kontrak derivatif BNB turun 6,9% dalam sepekan terakhir menjadi $750 juta. Sementara itu, Indeks Ketakutan & Keserakahan (Fear & Greed Index) secara keseluruhan berada pada angka netral 51, menandakan sentimen pasar belum terlalu terpengaruh oleh ketegangan global saat ini.
Dengan meningkatnya adopsi jaringan dan volume transaksi yang melampaui blockchain besar lainnya, BNB menunjukkan potensi besar sebagai aset kripto yang tetap kuat di tengah ketidakpastian global.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pi Network kembali menjadi sorotan setelah tim intinya mengumumkan peluncuran lelang domain “.Pi”.
Sayangnya, pengumuman ini bukanlah hal yang diharapkan oleh sekitar 70 juta anggotanya yang dikenal sebagai Pioneers. Mereka justru menantikan gebrakan besar di Pi2 Day pada 28 Juni 2025—yang hingga kini masih belum jelas akan membawa perubahan berarti atau tidak.
Kekecewaan Menghantui Komunitas Pi
Banyak Pioneers veteran kecewa karena merasa perkembangan Pi Network stagnan. Harapan akan kehadiran ekosistem aplikasi terdesentralisasi (dApp) yang matang dan pencatatan di bursa-bursa besar seperti Binance belum juga terwujud. Jika dalam 12 hari ke depan Binance akhirnya mencatatkan token Pi, hal ini bisa menjadi katalis positif yang sangat dibutuhkan.
Masalah utama lainnya adalah lambatnya pengembangan dApp di jaringan mainnet dan kekhawatiran soal sentralisasi. Sejak mainnet berhenti sementara pada Februari 2025, banyak pengguna belum melihat saldo mereka tercermin di blockchain, menambah ketidakpastian.
If the Pi2Day announcement consists only of Pi domains and there is no further major news on #Pi2Day, a very dark cloud will arise over Pi Network.
Pi domains are not a bad thing, but it would be very bad if it stayed with this outdated announcement.
Just give us the smart…
— Pi Network News Global 𝛑 (@PiNewsGlobal) June 15, 2025
Pihak tim inti sempat menjanjikan peningkatan jumlah node validator—yang kini hanya beberapa buah—menjadi dua digit. Namun, tanpa peningkatan nyata dalam utilitas dan daya beli token Pi di pasar spot, rencana ini belum cukup meyakinkan.
Tekanan Harga dan Risiko Breakout Negatif
Dilaporkan Dailycoin, selama 30 hari ke depan, sebanyak 339,8 juta token Pi (sekitar 6,5% dari total pasokan) akan dibuka ke pasar. Ini bisa memicu tekanan jual tambahan jika tidak diimbangi oleh permintaan yang nyata.
Harga Pi saat ini masih bertahan di zona dukungan penting $0,60. Namun, jika level ini jebol, potensi penurunan ke bawah $0,50 semakin terbuka. Di sisi teknikal, indikator Stochastic RSI menunjukkan posisi netral, sementara Parabolic SAR menunjukkan sinyal bullish, mengindikasikan harga Pi mungkin terlalu rendah dan siap untuk memantul.
Jika tren ini berlanjut, bukan tak mungkin Pi kembali menembus $1,55 seperti yang terjadi pada reli sebelumnya, 12 Mei 2025.
Di Tengah Ketidakpastian, Optimisme Masih Ada
Meski performa Pi dalam sebulan terakhir merosot 12%, kontras dengan reli altcoin lain yang terdorong oleh penguatan Bitcoin ke $111.000, komunitas masih menyimpan harapan. Saat ini, token Pi hanya tersedia di sejumlah bursa seperti MEXC, Bitget, LBank, Gate.io, dan OKX.
Secara fundamental, Pi Network masih memegang visi besar: membuat penambangan kripto lebih inklusif melalui perangkat seluler dan memberikan imbalan kepada kontributor aktif di jaringan. Namun, tantangan regulasi dan ketidakpercayaan dari komunitas membuat visi tersebut belum terealisasi penuh.
Menjelang Pi2 Day, sorotan terhadap arah pengembangan Pi Network semakin intens. Apakah tim inti akan menghadirkan kejutan besar, atau komunitas akan kembali kecewa? Jawabannya mungkin akan menentukan nasib harga Pi ke depan—apakah tembus $1,5 atau justru ambruk di bawah $0,5.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Token MAGIC, yang terkait dengan platform Magic Eden, mencatatkan lonjakan harga signifikan dalam 24 jam terakhir.
Berdasarkan data per 17 Juni 2025, harga MAGIC melonjak +8,84% ke level $0,1601 atau sekitar Rp2.607,28, dengan volume perdagangan mencapai lebih dari $45 juta. Kenaikan ini turut didorong oleh dua pengumuman besar yang memperkuat posisi Magic Eden dalam ekosistem Web3 dan NFT.
Pergerakan harga Magic Eden (MAGIC/USDT) pada Selasa, 17 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Avalanche Battle Pass Hadir di Magic Eden Launchpad
Salah satu katalis utama dari lonjakan harga MAGIC adalah peluncuran Avalanche Battle Pass, yang kini tersedia secara gratis melalui Magic Eden Launchpad. Program ini menawarkan hadiah NFT eksklusif dan keuntungan multi-game dalam seluruh ekosistem game di jaringan Avalanche.
Dengan konsep yang memadukan permainan dan utilitas NFT, Battle Pass ini memberi pemain pengalaman baru yang lebih menarik. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Magic Eden sebagai pusat peluncuran proyek Web3 yang inovatif dan berorientasi pada komunitas.
The Avalanche Battle Pass is here 🔺️
Get exclusive NFT rewards and game perks. Btw… it’s FREE on Magic Eden Launchpad 🪄 https://t.co/8jumO5Cixo
Ledger Gandeng Magic Eden: NFT Kini Lebih Aman dan Praktis
Dilaporkan Altcoinbuzz, tak kalah penting, Ledger, produsen dompet kripto populer, mengumumkan kemitraan strategis dengan Magic Eden pada 13 Juni 2025. Tujuannya adalah untuk mengintegrasikan fitur NFT langsung ke dalam aplikasi Ledger Live, memungkinkan pengguna untuk melihat, membeli, dan memperdagangkan NFT secara langsung—tanpa meninggalkan ekosistem Ledger.
Integrasi ini menghadirkan fitur unggulan seperti:
Penampil multirantai (multi-chain viewer),
Data pasar NFT real-time,
Alat perdagangan NFT langsung dari dompet,
Kemampuan untuk melacak tren pasar dan harga NFT dari berbagai blockchain.
Dengan demikian, para kolektor dan pengguna Ledger dapat mengelola koleksi digital mereka dengan lebih aman, efisien, dan terpusat.
Magic Eden Perkuat Dominasi di Pasar NFT
Magic Eden tidak hanya menjadi marketplace, tetapi juga pendorong infrastruktur NFT lintas rantai. Dikenal akan jangkauannya di Solana, Ethereum, Bitcoin Ordinals, hingga Avalanche, Magic Eden semakin menunjukkan perannya dalam membentuk masa depan NFT.
Berdasarkan laporan internal, Magic Eden mencatatkan volume perdagangan lebih dari $500 juta hanya dalam kuartal pertama 2025—indikasi bahwa sektor NFT masih hidup dan terus berkembang meski fluktuasi pasar kripto.
Kenaikan harga MAGIC bukan sekadar spekulasi pasar, melainkan cerminan dari integrasi strategis dan ekspansi ekosistem yang sedang berlangsung. Kolaborasi dengan Avalanche dan Ledger menunjukkan bahwa Magic Eden berada di garis depan dalam membentuk cara baru orang berinteraksi dengan NFT—baik dari sisi gaming maupun keamanan aset digital.
Dengan dukungan lintas platform dan adopsi yang terus tumbuh, MAGIC berpotensi menjadi salah satu token gaming-NFT yang patut dipantau di paruh kedua 2025.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
AltLayer (ALT) mencuri perhatian pasar kripto setelah harganya melonjak tajam usai pencatatan di bursa asal Korea Selatan, Upbit. Dalam waktu kurang dari 24 jam, harga ALT naik dua kali lipat dari $0,025 menjadi $0,050, level tertinggi sejak Maret 2025.
Dilaporkan CCN, lonjakan ini terjadi di tengah meningkatnya volume perdagangan yang menandakan minat pasar terhadap token infrastruktur berbasis Ethereum tersebut semakin menguat.
Listing Upbit Jadi Pemicu Lonjakan ALT
Token ALT terpantau keluar dari pola penurunan harga yang telah membayangi pergerakannya sejak Desember tahun lalu. Listing di Upbit, yang mencakup pasangan perdagangan dengan USDT dan KRW (Won Korea Selatan), menjadi pemicu utama perubahan tren ini.
Pencatatan tersebut secara efektif mendorong ALT keluar dari “saluran menurun” yang telah menekan harga sejak awal tahun, bahkan sempat menjatuhkannya ke titik terendah sepanjang masa pada 7 April.
Volume Meledak, Pasar Semakin Aktif
Salah satu indikator paling mencolok dari reli ini adalah lonjakan volume perdagangan ALT. Hanya sehari sebelumnya, volume harian tercatat di bawah $10 juta. Namun kini, angkanya melesat ke atas $200 juta, mencerminkan masuknya modal baru dan meningkatnya likuiditas.
Dengan volume 24 jam mencapai hampir 3 miliar ALT dan senilai $120 juta (Rp 1,9 triliun), pasar menunjukkan antusiasme kuat terhadap potensi AltLayer dalam ekosistem infrastruktur Web3.
Indikator Teknis: Hati-Hati Potensi Koreksi
Pergerakan harga Altlayer (ALT/USDT) pada Selasa, 17 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Meski pergerakan harga ALT terlihat impresif, indikator teknikal mulai menunjukkan tanda-tanda kewaspadaan:
RSI (Relative Strength Index) telah menembus angka 74,46, mengindikasikan kondisi overbought. Biasanya, level di atas 70 memberi sinyal bahwa harga berisiko mengalami koreksi dalam waktu dekat.
Chaikin Money Flow (CMF) mendekati garis nol, menandakan adanya peningkatan tekanan beli.
Awesome Oscillator (AO) dan Money Flow Index (MFI) pada grafik 4 jam menunjukkan momentum bullish yang kuat dan arus masuk modal ke ALT terus meningkat.
Skenario Harga: Apakah ALT Akan Naik Lagi?
Jika tekanan beli terus berlanjut, ALT berpeluang menguji level resistance selanjutnya di kisaran $0,054–$0,063. Namun, jika aksi ambil untung mulai mendominasi, potensi koreksi ke area $0,039 bisa terjadi.
Dalam skenario ekstrem bearish, ALT bahkan bisa turun menuju $0,032, meskipun untuk saat ini skenario tersebut masih kecil kemungkinannya jika volume tetap tinggi.
Kenaikan harga AltLayer setelah listing di Upbit menjadi momen penting bagi token ini, menandakan bahwa pasar masih terbuka terhadap proyek infrastruktur kripto yang menjanjikan. Meski prospek jangka pendek tampak cerah, investor tetap disarankan memperhatikan indikator teknikal dan menjaga strategi manajemen risiko yang disiplin.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pergerakan whaledalam dunia kripto sering kali jadi penentu pergerakan harga aset kripto, terutama aset kripto dengan kapitalisasi pasar sedang hingga rendah. Untuk mengantisipasi ini, kamu bisa menggunakan indikator seperti trading volume sebagai analisa awal yang kamu kembangkan dengan pendekatan lainnya.
Artikel ini akan membahas cara mendeteksi pergerakan whale, apa saja ciri-cirinya, serta alat bantu yang bisa kamu manfaatkan untuk membaca pergerakan besar sebelum pasar bereaksi.
Apa Itu ‘Whale?
Dalam kripto, istilah whale merujuk pada individu, lembaga, atau dompet yang memegang jumlah aset sangat besar sehingga pergerakan mereka bisa mempengaruhi harga pasar secara signifikan.
Aktivitas dari para whale ini biasanya akan tercermin dari volume trading, karena jumlah pembelian dan penjualan yang mereka lakukan berjumlah besar.
Contoh pergerakan volume pergerakan whale melalui Whale Alert.
Salah satu tanda paling awal dari aktivitas whale adalah munculnya volume yang tiba-tiba melonjak secara tidak biasa. Ini sering terjadi saat harga sedang stagnan atau hanya naik sedikit.
Misalnya, jika volume trading tiba-tiba melonjak 2x hingga 3x dari rata-rata harian tanpa adanya berita besar, bisa jadi ada partisipasi dari whale yang sedang melakukan pembelian atau penjualan besar.
Untuk mengetahui apakah lonjakan harga ini disebabkan oleh transaksi whale atau bukan, kamu bisa menggunakan beberapa platform whale tracker seperti: Whale Alert, Whale Map, atau CoinGlass.
Tanda lainnya adalah saat terjadi ketidaksesuaian antara pergerakan harga dan volume. Misalnya, harga terlihat stagnan atau sedikit menurun, namun volume terus meningkat. Kondisi ini bisa mengindikasikan adanya aktivitas di balik layar, di mana whale sedang melakukan akumulasi dalam jumlah besar.
Kondisi ini dikenal dengan sebutan stealth phase—fase akumulasi senyap yang dilakukan secara perlahan untuk menghindari lonjakan harga dan menarik perhatian pasar.
Divergensi ini juga bisa dibaca dengan bantuan indikator teknikal seperti On-Balance Volume (OBV) atau Accumulation/Distribution Line, yang dapat menunjukkan tekanan beli yang tersembunyi meskipun harga belum bereaksi.
Contoh aktivitas on-chain yang bisa dilacak melalui Arkham.
Ketika whale mau menjual asetnya, mereka tidak langsung eksekusi di exchange. Biasanya, langkah awalnya adalah mengirim aset dari dompet pribadi (cold wallet) ke dompet exchange (hot wallet). Nah, peristiwa ini terjadi di jaringan blockchain (on-chain), dan bisa kamu amati sebelum aksi jualnya muncul di grafik candlestick.
Contohnya:
Dompet menyimpan yang menyimpan sejumlah besar BTC mengirim 5.000 BTC ke salah satu centralized exchange → Ini bisa menjadi sinyal kuat akan adanya aksi jual besar dalam waktu dekat.
Karena itu, melacak volume transaksi saja tidak cukup. Kita perlu melihat:
Dompet mana yang mentransfer aset
Tujuan transfer (exchange mana, DEX mana)
Jenis aset dan jumlahnya
Identitas dompet (apakah milik investor institusional, tim developer, VC, atau bahkan dompet hacker)
Untuk melacaknya kamu bisa menggunakan platform seperti Arkham Intelligence yang memungkinkan kamu memantau pergerakan aset kripto secara on-chain dengan sangat detail—khususnya pergerakan dompet whale. Sehingga kamu bisa jadi “detektif on-chain” yang memantau gerakan whale sebelum pasar bereaksi.
Apakah Semua Pergerakan Whale bisa Dideteksi dengan Trading Volume dan Data On-Chain?
Tidak Semua Aktivitas Whale Terlihat di Pasar Terbuka
Tidak semua whale melakukan transaksi secara langsung di bursa terbuka (spot exchange) atau dalam jumlah besar yang bisa terlihat di grafik volume. Beberapa dari mereka memiliki akses ke jalur transaksi alternatif, salah satunya adalah Over-the-Counter (OTC)—platform jual beli kripto yang dilakukan secara privat antara dua pihak, tanpa masuk ke order book publik.
Transaksi OTC memungkinkan whale membeli atau menjual dalam jumlah besar tanpa mengganggu harga pasar secara langsung. Karena tidak melalui exchange, aktivitas ini tidak tercermin dalam volume trading dan tidak selalu bisa dilacak secara on-chain, kecuali terjadi perpindahan aset dari atau ke exchange setelah transaksi dilakukan.
Buat kamu memiliki aset besar dan volume transaksi tinggi, kamu bisa gunakan jual beli kripto seperti Tokocrypto Prestige yang dirancang khusus untuk para ‘whale’ serta trader VIP & Institusional. Lihat detailnya di sini 👉 Tokocrypto Prestige
Batasan Data On-Chain
Meskipun data on-chain memberi visibilitas ke aktivitas blockchain seperti transfer antar dompet, jumlah token, dan interaksi dengan smart contract, tidak semua dompet bisa diidentifikasi secara jelas. Banyak whale yang menggunakan dompet baru (fresh wallet), wallet mixing, atau protokol privasi untuk menyamarkan identitas dan pergerakan mereka.
Selain itu, jika transaksi dilakukan langsung dalam lingkungan terdesentralisasi (misalnya antar smart contract), tidak semua sinyal tersebut bisa langsung dikaitkan dengan aksi jual-beli, kecuali disertai analisis tambahan.
Volume Besar ≠ Selalu Whale
Tidak semua lonjakan volume berarti whale sedang bergerak. Volume bisa saja disebabkan oleh trader ritel secara kolektif, bot trading, atau aktivitas manipulatif seperti wash trading— yakni membuat volume palsu untuk menarik trader ritel.
Karena itu, volume besar perlu dikonfirmasi dengan konteks harga, sentimen pasar, dan data on-chain yang relevan.
Supaya kamu tidak ketinggalan dengan berita kripto dan data on-chain yang relevan, yuk gabung bareng ribuan trader lainnya di komunitas Tokocrypto melalui link berikut 👉 https://t.me/TokocryptoOfficial
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Riset DePIN ini disusun oleh tim Research Tokocrypto sebagai panduan bagi para investor dan pelaku pasar untuk memahami perkembangan terkini dalam ekonomi global dan industri.
DePIN (Decentralized Physical Infrastructure Networks) adalah sebuah pergeseran paradigma dalam pembangunan infrastruktur fisik. Konsep ini memanfaatkan teknologi blockchain untuk membangun, mengelola, dan mengoperasikan jaringan infrastruktur dunia nyata seperti konektivitas internet, penyimpanan data, dan jaringan energi secara kolektif dan terdesentralisasi.
Secara sederhana, DePIN menantang model tradisional yang terpusat, di mana infrastruktur penting dikuasai oleh segelintir perusahaan besar. Model terpusat ini seringkali identik dengan biaya modal awal yang sangat tinggi, inovasi yang lambat, dan layanan yang mahal. DePIN membalikkan model ini dengan memberdayakan individu dan komunitas untuk berpartisipasi dalam membangun jaringan, dan memberikan imbalan (insentif) atas kontribusi mereka. Hasilnya adalah infrastruktur yang lebih demokratis, efisien, dan inovatif.
Manfaat Utama DePIN: Lebih dari Sekadar Desentralisasi
Keunggulan DePIN mampu menciptakan nilai bisnis yang nyata dan mengatasi kelemahan utama dari sistem infrastruktur model tradisional yang ada saat ini, seperti:
Efisiensi Biaya Radikal: DePIN secara drastis mengurangi belanja modal dan biaya operasional. Layanan yang dihasilkan menjadi lebih terjangkau bagi konsumen.
Keamanan dan Ketahanan Tinggi: Jika satu bagian dari jaringan lumpuh, bagian lainnya tetap dapat beroperasi, menciptakan sistem yang jauh lebih kuat dan andal.
Inovasi Terbuka (Tanpa Izin): Siapa pun dapat membangun layanan atau aplikasi baru di atas infrastruktur yang sudah ada.
Pemberdayaan Komunitas: DePIN mengembalikan kontrol dan kepemilikan infrastruktur kepada penggunanya. Ini mendorong munculnya solusi yang lebih sesuai dengan kebutuhan lokal dan membuka peluang ekonomi baru bagi para kontributor jaringan.
Pada negara berkembang seperti Indonesia, model DePIN menawarkan jalur alternatif untuk mempercepat pembangunan. Keterbatasan modal yang sering menjadi kendala dalam membangun infrastruktur skala besar dapat diatasi melalui model terbaru ini. DePIN membuka peluang nyata untuk mempercepat penyediaan layanan krusial, seperti:
Konektivitas Internet: Menjangkau daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) dengan biaya lebih rendah.
Energi Terbarukan: Membangun jaringan listrik mikro (microgrid) di pulau-pulau terpencil.
Komponen Kunci Jaringan DePIN
Keberhasilan jaringan DePIN tidak bergantung pada investasi terpusat, melainkan pada arsitektur cerdas yang terdiri dari beberapa komponen kunci dan didorong oleh mekanisme insentif ekonomi yang kuat, seperti:
Infrastruktur Fisik: Ini adalah bagian perangkat keras yang disediakan oleh para kontributor.
Middleware (Jembatan Data Off-chain): Berfungsi sebagai jembatan perantara. Lapisan ini mengumpulkan, memproses, dan memvalidasi data dari infrastruktur fisik sebelum dicatat secara permanen di blockchain, memastikan data dunia nyata dapat dipahami oleh dunia digital.
Arsitektur Blockchain: Blockchain menyediakan buku besar yang aman dan transparan untuk mencatat semua transaksi.
Insentif Token: Token kripto proyek diberikan sebagai imbalan kepada penyedia infrastruktur, mendorong mereka untuk bergabung dan memelihara jaringan.
Mekanisme Insentif dan “Efek Roda Gila” (Flywheel Effect)
Pertumbuhan organik jaringan DePIN dijelaskan melalui konsep “Efek Roda Gila”, sebuah konsep pertumbuhan secara terus-menerusi yang didorong oleh insentif token dari proyek DePin. Berikut cara kerja “Efek Roda Gila”:
Memicu Penawaran (Supply): Proyek memberikan insentif token kepada kontributor yang bersedia menyediakan dan mengoperasikan perangkat keras, salah satunya seperti Node.
Meningkatkan Jangkauan & Kualitas: Semakin banyak kontributor bergabung, jangkauan dan kualitas layanan jaringan meningkat. Hal ini akan membuat jaringan yang lebih luas dan andal menjadi lebih menarik bagi calon pengguna.
Menarik Permintaan (Demand): Jaringan yang berkualitas mulai menarik pengguna dan pelanggan nyata yang bersedia membayar untuk menggunakan layanan dan ekosistem(misalnya, menyewa ruang penyimpanan atau menggunakan konektivitas dari produk proyek DePin itu sendiri).
Memperkuat Nilai & Siklus: Penggunaan oleh pelanggan meningkatkan permintaan terhadap token (untuk pembayaran atau utilitas lain), yang berpotensi menaikkan harganya. Kenaikan nilai token ini memperkuat insentif awal, menarik lebih banyak lagi kontributor, dan siklus pun berputar kembali dengan momentum yang lebih besar.
Agar “Efek Roda Gila” tidak berhenti, terdapat dua faktor yang menjadi sangat krusial, seperti:
Tokenomics yang Sehat: Desain ekonomi token harus berkelanjutan dan tidak terlalu inflasioner agar nilai insentif tidak terkikis seiring waktu.
Utilitas & Permintaan Nyata: Jaringan harus berhasil menciptakan nilai guna yang sesungguhnya dan menarik pengguna yang membayar untuk layanan, bukan hanya spekulan token. Tanpa pendapatan dari penggunaan nyata, model ini tidak akan bertahan jangka panjang.
Kategori Utama DePIN: Sumber Daya Fisik dan Digital
Secara umum, proyek DePIN dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori besar jenis sumber daya yang mereka kelola berdasarkan Gambar 3.1:
Jaringan Sumber Daya Fisik (PRN): Terikat pada lokasi fisik (Contoh: Jaringan nirkabel, energi, sensor).
Jaringan Sumber Daya Digital (DRN): Tidak terikat lokasi (Contoh: Penyimpanan data, komputasi/GPU, bandwidth).
Studi Kasus: Proyek-Proyek DePIN Populer dan Dampaknya
Untuk memberikan gambaran yang lebih konkret tentang bagaimana DePIN bekerja dalam praktik, berikut adalah beberapa contoh proyek DePIN terkemuka dari berbagai sektor berdasarkan Gambar 3.2, beserta model dan potensi dampaknya:
Filecoin (FIL): Menyediakan pasar untuk sewa-menyewa ruang penyimpanan data, menawarkan alternatif cloud yang lebih murah dan tahan sensor.
Helium (HNT): Bermigrasi ke Solana untukmembangun jaringan nirkabel (IoT & 5G) global berbasis komunitas, memperluas jangkauan secara masif dengan biaya rendah.
Render Network (RNDR): Bermigrasi ke Solana untuk menyediakan jaringan daya komputasi GPU yang lebih terjangkau bagi para seniman dan kreator.
Hivemapper (HONEY): Membangun peta dunia yang selalu ter-update menggunakan dashcam dari komunitas, dengan biaya yang jauh lebih efisien.
Akash Network (AKT): Menyediakan pasar terbuka untuk komputasi awan (cloud computing), menawarkan harga yang sangat kompetitif dibanding penyedia terpusat.
The Graph (GRT): Mengindeks data blockchain (dijuluki “Google-nya Blockchain”) untuk menyederhanakan proses pengembangan aplikasi terdesentralisasi (dApps).
Dari contoh-contoh di atas menunjukkan Sebuah tren menarik dalam ekosistem DePIN adalah migrasi proyek-proyek terkemuka, seperti Helium dan Render Network ke platform blockchain Layer-1 berkinerja tinggi seperti Solana.
Hal ini tidak mengherankan, karena jaringan DePIN membutuhkan kemampuan pemrosesan transaksi yang sangat tinggi (throughput) dan biaya yang rendah. Kebutuhan ini krusial untuk dapat secara efisien mencatat kontribusi dari ribuan bahkan jutaan perangkat, mendistribusikan imbalan token, dan menangani interaksi pengguna dalam skala besar—tantangan yang seringkali sulit dipenuhi oleh blockchain tradisional.
Fenomena ini mengindikasikan bahwa pilihan platform blockchain dasar menjadi faktor keberhasilan yang saling menguntungkan. Kemajuan pesat sektor DePIN akan turut mendorong inovasi dan adopsi pada platform blockchain yang secara optimal mendukungnya.
Gambaran Pasar Global DePIN: Kapitalisasi dan Proyeksi Pertumbuhan
Sektor DePIN pada gambar 4.1 telah menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir dan telah menarik perhatian investor dan pengembang di seluruh dunia. Pada gambar 1.4, menunjukkan peta dunia yang menggambarkan penyebaran dan ukuran proyek-proyek DePIN (Decentralized Physical Infrastructure Networks) yang telah terverifikasi.
Warna-warna terang di peta merepresentasikan lokasi perangkat aktif yang tersebar di berbagai belahan dunia, menunjukkan seberapa besar dan tersebar ekosistem DePIN saat ini. Saat ini terdapat 9.855.178 perangkat aktif yang menjadi bagian dari jaringan DePIN. Ini menunjukkan pertumbuhan sebesar +151.329 perangkat, yang berarti ekosistem terus berkembang secara aktif. Dengan Nilai total pasar (kapitalisasi) seluruh proyek DePIN saat ini mencapai sekitar $3,59 miliar USD dengan jangkauan 198 negara atau wilayah. Hal ini menunjukkan bahwa DePIN tidak hanya berkembang dari sisi perangkat, tapi juga dari sisi nilai ekonomi/token.
Sektor DePIN menunjukkan potensi pertumbuhan yang sangat besar, dengan proyeksi dari firma riset Messari yang memperkirakan nilainya dapat mencapai $3.5 triliun pada tahun 2028. Optimisme ini didukung oleh data pendanaan terbaru pada kuartal pertama 2025, di mana kesepakatan pendanaan untuk DePIN melonjak signifikan sebesar 28% secara kuartalan (QoQ).
Potensi DePIN dalam Mengatasi Tantangan Infrastruktur di Indonesia
Kabar baiknya, Kemitraan strategis antara Kemenkominfo melalui program “1000 Startup Digital” dengan platform Lisk menunjukkan dukungan awal pemerintah untuk pengembangan solusi Web3, sekaligus membuka peluang bagi implementasi DePIN di Indonesia. Oleh karena itu, DePIN berpotensi besar mengatasi tantangan infrastruktur krusial di Indonesia dengan menyediakan solusi, seperti:
Kesenjangan Konektivitas Internet (khususnya di daerah 3T) → Jaringan Nirkabel Komunitas (Helium, WiFi Map); insentif untuk berbagi akses internet.
Akses Energi Bersih & Terbarukan Terbatas (misalnya, pulau terpencil) → Jaringan Listrik Mikro Terdesentralisasi; Pasar Energi Peer-to-Peer (P2P); (Arkreen, PowerPod, inspirasi dari model IBEKA).
Efisiensi Logistik Maritim dan Rantai Pasok → Platform Logistik & Pelacakan Kargo Transparan berbasis Blockchain; optimalisasi rute dan pengurangan perantara.
Kebutuhan Infrastruktur Data Lokal yang Handal dan Terjangkau → Platform Logistik & Pelacakan Kargo; Transparan berbasis Blockchain; optimalisasi rute dan pengurangan perantara.
Pemetaan dan Pengelolaan Data Spasial → Pengumpulan Data Peta Partisipatif (ala Hivemapper); pemantauan lingkungan berbasis sensor komunitas.
Hambatan Adopsi DePIN yang Perlu Diatasi
Meskipun sangat potensial, adopsi massal DePIN menghadapi beberapa hambatan utama yang perlu diatasi. Tantangan utamanya meliputi:
Ketidakpastian Regulasi: Kerangka hukum yang belum jelas di persimpangan dunia fisik dan digital menghambat investasi dan kepastian operasional.
Keberlanjutan Ekonomi (Tokenomics): Banyak proyek masih bergantung pada insentif token yang harganya fluktuatif, dan perlu membangun model pendapatan riil dari pengguna untuk jangka panjang.
Pendekatan ini secara bertahap juga akan membangun keberlanjutan ekonomi dari penggunaan nyata dan menciptakan daya tawar untuk menghadapi ketidakpastian regulasi secara kolektif.
Tren Inovatif dan Prospek Masa Depan DePIN
Terlepas dari tantangan yang ada, sektor DePIN terus menunjukkan inovasi yang tinggi. Beberapa inovasi dan prospek yang membentuk masa depan DePIN meliputi:
Integrasi dengan AI → Keduanya saling menguntungkan; DePIN menyediakan GPU dan data yang dibutuhkan AI, sementara AI membantu mengoptimalkan jaringan DePIN. Saat ini, proyek DePIN yang fokus pada AI mendominasi pasar.
Solusi Layer-1 & Layer-2 Khusus: Munculnya blockchain khusus DePIN (seperti IoTeX & Peaq) menyediakan infrastruktur untuk beroperasi dalam skala besar.
Dengan demikian, DePin diproyeksikan akan menjadi ekosistem desentralisasi yang saling terhubung dan membentuk inovasi yang mampu menyelesaikan banyak masalah.
Kesimpulan: DePIN sebagai Paradigma Baru Infrastruktur Global dan Relevansinya untuk Indonesia
DePIN (Decentralized Physical Infrastructure Networks) merupakan sebuah paradigma transformatif yang memanfaatkan teknologi blockchain dan insentif token untuk membangun infrastruktur fisik yang efisien, transparan, dan dimiliki oleh komunitas.
Bagi Indonesia, dengan tantangan geografis dan pembangunannya yang unik, pendekatan ini menawarkan peluang yang sangat relevan untuk mengatasi kesenjangan infrastruktur—seperti konektivitas, energi, dan logistik—serta sangat sejalan dengan nilai gotong royong untuk mendorong inklusi digital dan ekonomi secara merata.
Meskipun demikian, adopsinya secara luas masih dihadapkan pada tantangan regulasi, dan keberlanjutan ekonomi. Oleh karena itu, keberhasilan implementasi DePIN di Indonesia sangat bergantung pada kolaborasi sinergis antara berbagai pihak kunci. Pemahaman dan pembelajaran berkelanjutan yang lebih baik akan menjadi kunci utama untuk secara proaktif menjajaki dan mewujudkan potensi besar DePIN bagi kemajuan Indonesia.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar kripto hari ini, Selasa (16/6) kembali menguat setelah Iran menyatakan niat berdamai, mendorong Bitcoin ke $107.000 dan altcoin turut menghijau. Dari sisi makroekonomi, prediksi turunnya penjualan ritel dan naiknya klaim pengangguran AS memicu ekspektasi pemangkasan suku bunga, yang bisa mendongkrak Bitcoin sebagai lindung nilai.
Sementara itu, altcoin seperti IMX, RSR, dan RUNE patut diperhatikan karena potensi lonjakan teknikal. Tron Group milik Justin Sun juga membuat gebrakan dengan rencana IPO di AS, mendongkrak sentimen bullish pada TRX. Lihat lebih banyak insight di bawah ini:
Pasar Kripto Naik karena Iran Ingin Berunding Damai
Bitcoin kembali ke $107.000, altcoin juga hijau.
Ini menyusul laporan WSJ tentang upaya Iran meredakan permusuhan.
Kripto anjlok minggu lalu akibat serangan Israel ke Iran.
Indikator Ekonomi AS Pengaruhi Kripto
Penjualan ritel diprediksi turun, Bitcoin bisa jadi lindung nilai.
Klaim pengangguran awal naik, dukung Bitcoin dan potensi Fed pangkas suku bunga.
Suku bunga FOMC diperkirakan tetap; kejutan pangkas suku bunga picu reli Bitcoin.
Ikut 𝗧𝗮𝗻𝗱𝗶𝗻𝗴 𝗧𝗿𝗮𝗱𝗶𝗻𝗴 𝗧𝗼𝗸𝗼𝗰𝗿𝘆𝗽𝘁𝗼 Raih Hadiah Rp200juta!
Cukup trading min. Rp20.000 dan kumpulin volume atau transaksi.
Raih total hadiah Rp200 juta buat para pemenang.
Cek ketentuannya di sini bit.ly/Scroll_TandingTrading
Altcoin Menarik di Minggu Ketiga Juni 2025
IMX: Mungkin naik berkat zkEVM, tapi $0,46 penting.
RSR: Bisa melonjak setelah token dibakar 20 Juni, target $0,0073.
RUNE: Diperkirakan untung dari V3.7.0, $1,57 jadi kunci.
Tron Group Justin Sun Akan Listing di Bursa AS
Tron Group akan go public di AS melalui penggabungan terbalik.
Entitas baru akan dibentuk, Tron (TRX) jadi aset cadangan utama.
TRX tunjukkan momentum bullish di Tengah Rumor IPO.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.