Category Archives: Dewasa

Istri Harap Sabar, Ternyata Ini Alasan Suami Langsung Tidur Habis Bercinta


Jakarta

Beberapa istri mengeluh bete gegara sering ditinggal tidur oleh suaminya pasca bercinta. Tenang dulu, rupanya suami yang mengantuk pasca bercinta bisa dijelaskan secara medis lho.

Dikutip dari Best Health, terapis seks dari Vancouver David McKenzie mengatakan senyawa kimia dalam tubuh pria berubah setelah orgasme. Prolaktin biokimia dilepaskan sehingga secara fisik mengubah tubuh dan membuatnya sangat lelah.

Sebaliknya, wanita mungkin tidak selalu orgasme setiap berhubungan seks. Jadi, setelah membuat pria orgasme, wanita masih setengah terangsang dan memiliki energi untuk membicarakan cinta dan kehidupan sedangkan pria sudah lelah dan mengantuk.


“Diperkirakan bahwa aktivitas saat berhubungan seks dan setelah klimaks menghabiskan glikogen penghasil energi otot. Ini membuat pria merasa mengantuk. Pria memiliki lebih banyak massa otot daripada wanita sehingga menjadi lebih lelah setelah berhubungan seks.” tulis Mark Leyner dan Billy Goldberg, MD dalam buku ‘Why Do Men Fall Asleep After Sex?’.

Menurut Leyner dan Goldberg, setelah orgasme, zat kimia oksitosin, prolaktin, asam gamma-aminobutirat (GABA), dan endorfin memicu timbulnya rasa kantuk dan tidur. Zat-zat kimia tersebut dan endorfin adalah bagian dari yang terjadi di otak saat berhubungan seks.

Orgasme pria bersifat eksternal. Hal itu menyebabkan hilangnya energi melalui ejakulasi. Penelitian menunjukkan hilangnya energi juga terkait dengan penurunan aktivasi melalui korteks prefrontal. Korteks prefrontal mematikan pasca-orgasme sehingga pria mengantuk karena bagian otak ini melibatkan kesadaran, kewaspadaan, dan aktivitas mental. Sebaliknya, orgasme wanita adalah ledakan energi internal. Karena tidak kehilangan energi yang sama seperti pria, wanita dapat melakukan seks lebih lama.

NEXT: Cara Bikin Pria Tetap Melek Pasca Bercinta

Laurie Betito, seorang terapis seks dan psikolog Montreal mengatakan wanita suka ‘memproses’ pengalaman mereka. Itu sebabnya wanita ingin berbicara setelah berhubungan seks. Komunikasi cenderung lebih mudah dan alami bagi wanita.

Cara Menjaga Pria Tetap Terjaga Setelah Bercinta

  1. Lakukan seks sebelum sarapan, makan siang, atau makan malam. Pria mungkin tidak akan tertidur jika dia lapar. Buatkan makanan kesukaannya dan tambahkan lilin agar suasana lebih romantis.
  2. Hindari berhubungan seks terlalu malam, terlebih saat pasangan lelah.
  3. Bicarakan waktu yang telah ditentukan sebelumnya untuk berpelukan setelah berhubungan seks. Jika istri ingin berbicara selama 30 menit sedangkan suami hanya ingin 5 menit, gunakan jalan tengah 15 menit.

(Celine Kurnia/vyp)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com/ Spacejoy

Sstt.. Ini Caranya Bikin Durasi Bercinta 3 Kali Lebih Tahan Lama


Jakarta

Tak jarang para pria merasa tertekan saat staminanya tak lagi ‘jos’ di atas ranjang. Sebuah penelitian baru telah menemukan dampak baik dari olahraga yoga dalam membantu meningkatkan aktivitas seksual laki-laki.

“Yoga membantu orang untuk membantu rasa tenang, kekuatan, stamina, kelincahan, pengetahuan terhadap tubuh mereka, dan kemampuan untuk melakukan penyesuaian dengan situasi, yang dapat meningkatkan performa seks dan rasa percaya diri,” jelas Gracie Landes, LMFT, CST, seorang terapis seks, dikutip dari Mens Health.

Kemampuan untuk mengontrol otot tubuh, terutama pada area pelvis, dinilai dapat meningkatkan kemampuan ereksi yang lebih baik dan membuat seseorang lebih tahan lama di atas ranjang. Kelenturan dan kelincahan tubuh berkat olahraga yoga juga dapat meningkatkan kemampuan seseorang untuk bisa mencoba berbagai jenis posisi seks yang lebih rumit.


Dikutip dari Medical Daily, riset menunjukkan bahwa sejumlah teknik yoga dapat membantu pria untuk melakukan seks dalam waktu yang lama tanpa bantuan obat-obatan disfungsi ereksi, seperti viagra.

Selain itu, riset menunjukkan bahwa melakukan yoga secara rutin selama setidaknya satu jam per hari memiliki kaitan yang erat terhadap meningkatnya performa seks dan memperpanjang ejakulasi.

Riset lainnya dalam buku The Science of Yoga: The Risks and Rewards juga menunjukkan adanya kemungkinan bahwa yoga dapat membantu meningkatkan produksi hormon testosteron dalam tubuh yang akan meningkatkan pula libido atau gairah seks seseorang.

Studi membuktikan 26 pria yang menjalankan yoga secara rutin selama 12 minggu bisa bertahan tiga kali lebih lama di ranjang dibandingkan dengan sebelumnya. Hal ini membuktikan bahwa yoga dapat menjadi strategi emas bagi para pria yang memiliki kesulitan dalam meningkatkan performa seksnya.

“Strategi untuk pria bisa bertahan lebih lama di ranjang bisa membantu meningkatkan hubungan mereka dengan pasangan dan tingkat kepercayaan diri mereka,” jelas Lee Smith, salah seorang peneliti dan profesor kesehatan masyarakat di Anglia Ruskin University.

Berikut adalah beberapa gerakan yoga yang mudah dan dapat dicoba di rumah.

1. Pose Kobra

Pose layaknya ular kobra ini dinilai sebagai gerakan terbaik untuk kekuatan tulang belakang dan otot core atau otot di area sekitar perut, panggul, bokong, punggung, dan pinggul.

2. Pose ‘Jembatan’

Pose ini dilakukan dengan berbaring dengan menaruh kedua tangan di bawah tubuh dan mengangkat area pinggul ke atas membentuk seperti jembatan. Gerakan ini dinilai memiliki manfaat baik bagi sirlukasi darah dan sistem respirasi, termasuk meningkatkan aliran darah ke organ intim dan membantu meningkatkan kemampuan ejakulasi.

3. Low Lunge

Gerakan ini adalah gerakan yang baik untuk menguatkan otot pinggul yang memegang peranan penting ketika berhubungan seksual. Kekuatan otot pinggul dapat membuat pria mampu tahan lebih lama di ranjang.

4. Standing Bow

Gerakan ini dilakukan dengan berdiri dan mengangkat satu kaki ke arah belakang sembari mengangkat satu tangan ke arah atas. Gerakan yang satu ini ampuh untuk melatih keseimbangan tubuh dan meningkatkan mobilitas pinggul, meregangkan bagian dada dan bahu, serta memperkuat tulang belakang. Hal ini berdampak baik untuk meningkatkan ketahanan tubuh, terutama pada otot core.

(naf/naf)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com/ Spacejoy

10 Ciri Menopause Awal yang Paling Banyak Dialami Wanita


Jakarta

Menopause adalah masa berakhirnya siklus menstruasi pada wanita secara alami. Dikutip dari Healthline, masa ini biasanya dimulai ketika seorang wanita sudah tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut. Umumnya, kondisi ini dialami oleh wanita berusia 45 sampai 55 tahun, meski tak menutup kemungkinan bisa terjadi lebih awal pada kasus tertentu.

Setiap wanita memiliki pengalamannya sendiri dalam menghadapi menopause. Pada umumnya, gejala menopause semakin terlihat atau terasa bila menopause terjadi dalam periode waktu yang singkat atau secara tiba-tiba.

Kondisi tertentu yang bisa berdampak pada kesehatan ovarium atau tempat penyimpanan telur dan penghasil hormon pada wanita, seperti kanker, biasanya mempengaruhi gejala yang muncul. Gaya hidup seperti kebiasaan merokok juga bisa berdampak.


Ciri-ciri awal menopause yang paling umum terjadi atau dirasakan adalah sebagai berikut.

1. Menstruasi yang lebih sedikit

Kadar darah saat menstruasi yang lebih tinggi atau rendah dari yang biasanya dirasakan.

2. Gejala vasomotor atau VMS

Pada umumnya meliputi hot flashes, night sweats, dan flushing. Hot flashes atau sensasi panas yang muncul secara tiba-tiba pada tubuh bagian atas. 75 persen wanita mengalami gejala ini saat memasuki masa menopause.

3. Night sweats atau berkeringat di malam hari

Night sweats adalah keringat yang sering muncul saat malam hari. Biasanya datang secara tiba-tiba dan bisa disertai dengan gejala lain, seperti demam atau menggigil. Flushing adalah kondisi kemerahan pada wajah tanpa adanya infeksi atau peradangan tertentu.

4. Kesehatan mental yang terganggu

Gangguan pada kesehatan dan kestabilan mental seseorang juga seringkali dirasakan saat memasuki masa menopause, seperti depresi, kecemasan, insomnia atau kesulitan tidur, dan kesulitan untuk berkonsentrasi.

5. Gangguan pada pertumbuhan rambut

Menopause juga seringkali menyebabkan kerontokan atau penipisan pada rambut. Selain itu, menopause juga bisa memicu pertumbuhan rambut di area lain tubuh, seperti pada wajah, leher, dada, dan punggung.

6. Peningkatan berat badan

Banyak wanita yang memasuki masa ini mengeluhkan adanya peningkatan berat badan secara signifikan.

7. Permasalahan pada organ reproduksi

Vagina kering juga bisa menjadi salah satu permasalahan yang timbul akibat menopause. Menurunnya produksi hormon pada tubuh bisa menyebabkan vagina menjadi kering. Vagina yang kering bisa menimbulkan rasa gatal dan sakit. Tak hanya pada vagina, infeksi saluran kemih juga kerap dialami oleh banyak wanita.

8. Menurunnya gairah seksual

Perubahan kadar hormon pada tubuh memegang peran besar dalam fungsi seksual seseorang. Ketika mengalami penurunan kadar hormon estrogen dan testosteron, wanita bisa mengalami kesulitan dalam terangsang.

9. Rasa sakit atau nyeri

Wanita yang mengalami menopause biasanya mengalami rasa sakit di bagian kepala, sendi, maupun payudara.

10. Kulit terasa lebih kering

Tak hanya vagina yang mengalami kering, kulit tubuh juga seringkali menjadi lebih kering. Selain itu, area sekitar mulut dan mata juga mengalami hal yang sama.

(suc/suc)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com/ Spacejoy

Ternyata Rata-rata Ukuran Mr P di RI Lebih Panjang dari Negara Tetangga


Jakarta

Sebagian orang mungkin suka membanding-bandingkan ukuran penisnya dengan orang lain. Hal ini kadang kala dapat menimbulkan kecemasan di antara laki-laki. Pasalnya, tak jarang ukuran penis dijadikan patokan kepuasan pasangan di ranjang. Namun, tak perlu khawatir, sebuah penelitian mengungkap bahwa rata-rata ukuran penis orang Indonesia berada di atas negara-negara tetangga.

Sebuah studi yang dilakukan oleh From Mars mengungkap ukuran penis rata-rata dari berbagai negara di seluruh dunia. Namun, sebelum mengungkap data tersebut, tim peneliti menekankan bahwa studi ini dilakukan dengan mengandalkan data yang dilaporkan sendiri sehingga sangat mungkin banyak responden yang mungkin sedikit mengubah ukuran asli mereka. Meskipun demikian, penelitian ini dapat memberi gambaran dasar tentang ukuran rata-rata di seluruh dunia.

Hasil riset menunjukkan bahwa rata-rata ukuran penis orang Indonesia adalah 11,67 cm ketika ereksi. Menariknya, Indonesia menjadi negara ASEAN dengan rata-rata ukuran penis tertinggi dibandingkan negara tetangga lainnya, seperti Singapura dan Malaysia.


Dari 87 negara, Indonesia menduduki peringkat ke-77, disusul oleh Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, Bangladesh, Hong Kong, Sri Lanka, Filipina, Myanmar, dan di peringkat terakhir yaitu Kamboja.

Ekuador menduduki puncak daftar negara dengan ukuran penis yakni 17,61 cm saat ereksi. Negara-negara Afrika menempati mayoritas dari sepuluh besar, dengan Belanda menjadi satu-satunya negara Eropa yang berhasil masuk ke peringkat 7 teratas.

Sementara itu, tidak ada negara dari Asia yang berhasil masuk ke peringkat atas. Bahkan, Kamboja berada di urutan terakhir dengan rata-rata ukuran penis 10,04 cm ketika ereksi.

Mungkin hasil riset ini menimbulkan tanya, apakah ukuran penis menjadi sesuatu yang penting? Jawabannya adalah mungkin iya, mungkin tidak. Jika khawatir akan ukuran penis dalam hal performa seksual, penting untuk diingat bahwa masing-masing orang berbeda, tidak hanya ukurannya, tetapi juga preferensinya.

Preferensi ukuran penis sama halnya dengan preferensi saat tertarik pada pasangan dengan tipe tubuh, warna rambut, dan ciri kepribadian. Beberapa perempuan mungkin lebih tertarik pada penis yang lebih besar dari rata-rata. Namun, ada pula yang lebih suka penis yang lebih kecil dari rata-rata.

(suc/suc)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com/ Spacejoy

Bapak-bapak! Ini 6 Cara Atasi Lemah Syahwat, Bisa Dicoba di Rumah


Jakarta

Lemah syahwat, atau yang sering juga dikenal dengan sebutan impotensi atau disfungsi ereksi adalah kondisi di mana seorang pria memiliki kesulitan untuk ereksi atau mempertahankan posisi ereksi.

Dikutip dari Healthline, kondisi ini bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pertambahan umur, kondisi kesehatan seperti diabetes atau darah tinggi, cedera, efek obat-obatan tertentu, obesitas, stres yang berlebih, hingga dampak dari rokok.

Penanganan dan pengobatan kondisi ini tergantung pada penyebabnya. Untuk dapat mengetahui penyebabnya, dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter. Namun, selain dengan obat-obatan, mengubah gaya hidup dan pola makan yang sehat juga bisa menjadi solusi.


Berikut adalah sejumlah cara mengatasi lemah syahwat yang dapat dicoba di rumah.

1. Menjaga pola makan

Mengatur pola makan yang seimbang dapat membantu menjaga fungsi seksual dan menurunkan risiko mengalami lemah syahwat atau gangguan ereksi.

Sebuah studi pada 2020 menunjukkan bahwa pria yang mengikuti diet makanan sehat memiliki risiko lebih rendah terhadap disfungsi ereksi. Secara spesifik, mereka disebut mengurangi konsumsi daging merah dan daging olahan, serta menggantikannya dengan buah, sayuran, kacang-kacangan, dan ikan.

Penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran dapat menurunkan risiko disfungsi ereksi pada pria berusia 18 hingga 40 tahun.

2. Olahraga rutin

Aktivitas fisik dan olahraga dapat melindungi dari risiko gangguan ereksi. Terlebih jika obesitas dan gangguan pada jantung menjadi penyebab di balik gangguan ereksi yang dialami.

Penelitian pada 2018 menunjukkan bahwa olahraga aerobik selama 40 menit per hari yang dilakukan empat kali setiap minggunya selama enam bulan dapat menurunkan risiko disfungsi ereksi. Olahraga ini juga meliputi lari, bersepeda, dan renang.

3. Tidur yang cukup

Memastikan bahwa tubuh mendapatkan istirahat dan tidur yang cukup setiap malamnya menjadi faktor yang tak kalah penting. Mengatur waktu tidur agar lebih teratur juga dapat membantu mengatasi permasalahan ereksi yang dialami.

Penelitian pada 2017 dan 2019 menunjukkan bahwa mereka dengan kualitas tidur yang buruk memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap penyakit ini. Hal ini bisa terjadi karena ketika tubuh tidak mendapatkan istirahat yang cukup, maka kadar testosteron dalam tubuh juga dapat menurun. Penurunan kadar hormon ini dapat berdampak pada gangguan ereksi.

4. Menjaga berat badan yang seimbang

Berat badan berlebih atau obesitas menjadi salah satu faktor penyebab gangguan ereksi. Sebuah studi pada 2020 menunjukkan hasil senada, di mana gangguan ereksi ini ditemukan lebih banyak pada pria dengan berat tubuh tidak ideal atau obesitas.

5. Mengurangi konsumsi alkohol dan rokok

Alkohol disebut sebagai salah satu faktor pemicu risiko terkena lemah syahwat. Berdasarkan Center for Disease Control and Prevention (CDC), konsumsi alkohol sebaiknya dibatasi menjadi kurang dari dua per harinya. Konsumsi yang berlebih dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko gangguan ereksi.

Rokok pun serupa. Rokok dapat merusak pembuluh darah dan menghambat sirkulasi serta aliran darah ke penis sehingga dapat mengganggu proses ereksi. Penelitian menunjukkan bahwa mengurangi rokok dapat membantu menurunkan risiko disfungsi ereksi, terutama pada pria berusia di bawah 50 tahun.

6. Mengelola stres

Tingkat stres dan rasa cemas yang berlebih juga banyak dikaitkan dengan lemah syahwat atau gangguan ereksi. Sebuah penelitian pada 2019 menunjukkan bahwa tingkat stres yang berlebih dapat berdampak pada kadar hormon testosteron dalam tubuh, yang juga membuka kemungkinan untuk mempengaruhi kemampuan ereksi.

(kna/kna)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com/ Spacejoy

Oh Ternyata Segini Ukuran Mr P Ideal Menurut Wanita


Jakarta

Ukuran penis ideal menjadi perdebatan hingga saat ini. Hal tersebut membuat banyak orang mengalami kecemasan tentang apakah penis mereka cukup besar dan apakah itu akan memuaskan pasangannya.

Namun, banyak sumber yang mengatakan bahwa ukuran penis tidak berpengaruh pada kepuasan dalam bercinta. Meski begitu, banyak pria yang tetap merasa tidak percaya diri atau merasa insecure pada ukuran penis yang dimilikinya.

Dikutip dari Medical News Today, sebuah penelitian melakukan survei dengan bertanya kepada wanita apakah panjang penis penting atau tidak bagi mereka. Hasilnya, 77 persen wanita mengatakan panjang penis tidak penting bagi diri mereka sendiri.


Hanya sekitar 21 persen yang menyatakan bahwa panjang penis adalah hal yang penting. Mereka yang mengatakan bahwa panjang penis hal yang penting penting juga menyatakan bahwa lingkar, atau lebar penis juga hal yang penting.

Berapa Ukuran Penis Ideal Menurut Wanita?

Dikutip dari Esquire, pada 2020 University of California dan University of New Mexico melakukan sebuah studi yang melibatkan 75 wanita, berusia antara 18 hingga 65 tahun. Para responden diberikan 33 model plastik 3D berbentuk penis dengan ukuran yang berbeda-beda.

Hasilnya, menemukan bahwa preferensi rata-rata ukuran penis ideal adalah penis yang berukuran panjang 6,3 inci (16 sentimeter) dan lingkar sekitar 4,8 inci (12,19 sentimeter).

Sedangkan untuk satu kali hubungan seksual, rata-rata ukuran penis ideal menurut responden berukuran lebih besar, yaitu 6,4 inci (16,25 sentimeter) dan lingkar sekitar 5,0 inci (12,7 sentimeter).

Pada tahun 2014, tenaga kesehatan profesional melakukan pengukuran penis pada 15.521 pria berusia 17 tahun ke atas. Hasil pengukuran tersebut mendapatkan nilai rata-rata adalah sebagai berikut:

  • Panjang penis lembek: 9,16 cm saat diregangkan
  • Lingkar penis lembek: 9,31 cm
  • Panjang penis ereksi: 13,2 cm
  • Lingkar penis saat ereksi: 11,66 cm

Artinya ketika ukuran penis seseorang berada pada kisaran 13 cm merupakan hal yang normal. Dokter juga umumnya tidak akan merekomendasikan operasi pemanjangan penis, kecuali penis tersebut memiliki panjang lembek di bawah 4 cm dan panjang ketika ereksi kurang dari 7,5 cm.

Meskipun ukuran rata-rata penis yang dimiliki pria jauh dari ukuran penis ideal yang disukai wanita, hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Sebab menurut penelitian, hanya sekitar 2,8 persen pria yang memiliki ukuran penis kecil dan tidak normal.

Penyebab Ukuran Penis Kecil

Terdapat sebuah penelitian yang mencari tahu apa yang membuat penis seorang pria tampak kecil. Hasilnya adalah terdapat dua penyebab paling umum yang bisa membuat penis tampak kecil, yaitu obesitas dan pertambahan usia.

Ada korelasi yang antara indeks massa tubuh yang lebih besar dan panjang penis ereksi yang lebih pendek. Hal itu dikarenakan jumlah lemak yang berlebih di area perut membuat penis tampak lebih kecil, sehingga penurunan berat badan seringkali dapat mengatasi hal ini.

Pada beberapa kasus ukuran penis mungkin akan lebih kecil seiring bertambahnya usia seorang pria. Namun, pengurangan ukuran tersebut tidak akan langsung terjadi secara signifikan, melainkan secara perlahan.

Ukuran penis ideal atau yang lebih besar mungkin akan memberikan pengalaman bercinta yang menyenangkan. Namun, ukuran penis bukan satu-satunya alasan seseorang dapat merasa puas ketika bercinta.

(hnu/kna)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com/ Spacejoy

9 Makanan yang Baik Dikonsumsi Sehabis Morning Sex, Ampuh Dongkrak Stamina!


Jakarta

Seusai bercinta, sangat normal bagi tubuh untuk membutuhkan nutrisi. Selain memulihkan energi, makanan juga menjaga tubuh tetap sehat dan sirkulasi darah terjaga. Baiknya, setelah berhubungan seks konsumsi makanan yang kaya akan nutrisi penting seperti protein, mineral, zat besi, dan zinc.

Dikutip dari Thrive Naija, rata-rata wanita membakar 70 kalori saat berhubungan seks. Penelitian menemukan ada beberapa makanan tertentu yang membuat seks terasa lebih menyenangkan. Makanan ini meningkatkan gairah, energi, dan menjaga kesehatan seksual wanita. Berikut daftar makanannya.

1. Bayam

Bayam sangat bermanfaat untuk meningkatkan nutrisi dan sirkulasi darah. Bayam membuat tubuh lebih aktif dan rileks dan meningkatkan rangsangan seksual. Bayam juga cocok dikonsumsi sebelum berhubungan.


2. Keju

Makanan lain yang patut dikonsumsi setelah berhubungan seks adalah keju, terutama keju cottage. Keju sangat bergizi dan membantu sirkulasi darah. Keju dipercaya dapat membangkitkan sensasi setelah berhubungan seks dan membuat pasutri merasa lebih puas dan bersemangat.

3. Apel

Apel mengandung beberapa nutrisi penting yang melepaskan beberapa sensasi ke dalam tubuh dan membuat tubuh lebih rileks dari sebelumnya. Satu buah apel sehari meningkatkan kehidupan seks wanita. Apel membuat tubuh lebih aktif dan rileks selama dan setelah berhubungan seks

4. Pisang

Pisang adalah pilihan yang sangat baik untuk dikonsumsi setelah berhubungan seks. Pisang mengandung zat besi, potasium, dan kalsium yang mengembalikan hilangnya nutrisi ke tubuh setelah aktivitas berat seperti seks. Pisang penting bagi sirkulasi darah di otak. Kandungan potasium di dalamnya membantu mencegah infeksi.

5. Semangka

Tubuh perlu terhidrasi setelah berhubungan seks. Semangka adalah salah satu pilihan yang baik karena tidak hanya sebagai pengganti air, tetapi mengandung antioksidan yang menghilangkan bakteri jahat dan menjaga bakteri baik dalam tubuh.

6. Stroberi

Stroberi membantu tubuh terhidrasi setelah berhubungan seks. Manfaat strawberry lainnya adalah menyegarkan tubuh, menjaga kelembaban, dan menghilangkan bakteri berbahaya dalam sistem tubuh. Stroberi membuat seks menjadi lebih menggairahkan dan menyenangkan khususnya bagi wanita.

7. Tomat

Tomat menyerap dengan baik di dalam tubuh dan membuat Anda tetap terhidrasi sebelum dan sesudah berhubungan seks. Tomat merangsang kontrol otot dan meningkatkan aliran darah ke bibir dan mulut.

8. Timun

Timun memiliki kadar air yang sangat tinggi. Kadar air dalam timun membantu tubuh mengatasi kelelahan atau stress dan tetap terhidrasi sebelum dan sesudah berhubungan seks. Timun juga digunakan untuk mengeluarkan racun dari tubuh yang baik untuk kesehatan seksual dan tekanan darah rendah.

9. Tiram / oyster

Sifat afrodisiak tiram membantu mengatur ulang tingkat estrogen sehingga membuat Anda lebih berenergi. Tiram juga diklaim membantu meningkatkan kadar testosteron.

(vyp/vyp)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com/ Spacejoy

Mengenal Gangguan Sexsomnia, Aktivitas Seksual yang Dilakukan Sambil Tertidur


Jakarta

Berjalan sambil tidur atau berbicara saat tidur adalah sesuatu yang tidak asing. Namun, bagaimana dengan seks sambil tidur? Mungkin ini merupakan sesuatu yang tak pernah didengar. Padahal, ini adalah gangguan yang nyata dan dan bisa dialami semua orang, tertuama laki-laki.

Dikutip dari Men’s Health, sexsomnia atau seks tidur adalah gangguan tidur yang menyebabkan seseorang terlibat dalam perilaku seksual saat mereka benar-benar tertidur. Dalam kata lain, mereka tidak menyadari apa yang sedang mereka lakukan.

Sexsomnia adalah jenis parasomnia atau gangguan yang ditandai dengan perilaku abnormal saat tidur. Perilaku ini dapat berupa berbicara, berjalan, makan, mengompol, mengemudi, atau bahkan melakukan suatu hal seksual.


Seks tidur mungkin melibatkan masturbasi, meraba-raba, mendorong panggul, orgasme spontan, atau memulai hubungan seksual dengan orang lain. Mereka yang mengalami sexsomnia tidak memiliki kesadaran atau ingatan akan perilaku mereka.

Namun, sulit untuk mengetahui dengan pasti berapa banyak orang yang mengalami sexsomnia karena gejala kondisi ini tidak selalu diceritakan kepada dokter. Diungkap oleh dr Chris Winter, M.D, ahli saraf dan spesialis tidur, orang yang mengalami sexsomnia cenderung diselimuti rasa bersalah dan malu. Padahal, kondisi ini jauh lebih umum daripada yang dipikirkan orang.

Menurut penelitian yang dipaparkan pada Associated Professional Sleep Societies LLC pada 2010, sexsomnia dilaporkan oleh hampir 8 persen pasien di pusat gangguan tidur. Dari pasien tersebut, pria hampir tiga kali lebih mungkin menunjukkan gejala sexsomnia ketimbang wanita.

Sexsomnia biasanya didiagnosis secara klinis. “Mungkin pasangan datang dan mengatakan beberapa kali dalam sebulan, satu pasangan meraba-raba secara seksual pasangan lainnya saat tidur dan tampaknya tidak mengingat dengan jelas. Atau seseorang berkata ‘saya melihat sesuatu di tempat tidur dan menyadari pasangan saya melakukan masturbasi saat tidur dan sepertinya tidak menyadari apa yang sedang terjadi’, ungkap dr Chris, dikutip dari Men’s Health, Sabtu (11/3/2023).

Seks tidur biasanya dialami oleh mereka yang sudah mengalami gangguan tidur, seperti sleep apnea dan narkolepsi. Gangguan tidur seperti perjalanan dan stres juga dapat memicu episode sexsomnia. Selain itu, alkohol dan obat tidur juga dapat memicu hal ini terjadi.

Jika mengalami sexsomnia, ada baiknya pergi mencari bantuan dokter. Spesialis tidur dapat mendiagnosis dan mengobati gangguan tidur lain yang mendasarinya, seperti sleep apnea, yang kemudian dapat mengurangi atau menghilangkan gejala sexsomnia.

(vyp/vyp)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com/ Spacejoy

Biar Makin Bucin, Harus Seberapa Sering Pasutri Bercinta? Begini Saran Pakar


Jakarta

Wajar jika pasangan yang sudah lama menikah merasa frekuensi aktivitas seks menurun. Seringkali awal menikah, ada periode frekuensi seksual yang tinggi karena kegembiraan awal hubungan baru. Namun, seiring berjalannya waktu, faktor ini lama kelamaan menurun dan mungkin mempengaruhi kehidupan seks pasutri.

Dikutip dari Men’s Health, libido alami setiap orang berbeda-beda. Bagi sebagian orang, libido alami bisa berupa keinginan untuk berhubungan seks setiap hari atau beberapa kali seminggu. Sementara bagi sebagian lainnya mungkin hanya ingin melakukannya beberapa kali dalam sebulan. Keinginan individu untuk berhubungan seks juga dapat berfluktuasi dipengaruhi faktor stres, tidur, obat-obatan, diet, dan olahraga.

Menurut sebuah studi pada 2017 oleh Archives of Sexual Behavior, rata-rata pasangan suami istri di Amerika berhubungan seks 56 kali dalam setahun, yaitu sekitar seminggu sekali. Sementara para ahli dari TIME dan Prevention mengutip angka yang sama, dengan 51 dan 52 kali setahun.


Jika frekuensi seksual tidak sesuai dengan angka tersebut, tidak perlu khawatir. Tidak ada jumlah waktu yang benar untuk berhubungan seks, selama sebuah pasangan merasa bahagia dengan kehidupan seks mereka.

Namun, sebuah studi pada 2015 yang diterbitkan Society for Personality and Social Psychology menemukan bahwa pasangan yang berhubungan seks setiap minggu adalah yang paling bahagia.

Di samping itu, Ian Kerner, Ph.D, penulis buku So Tell Me About the Last Time You Had Sex, menambahkan bahwa pasangan harus fokus pada apa yang membuat mereka bahagia. Terlalu memikirkan angka dapat membuat pasangan melupakan aspek penting dari kehidupan seks seseorang, yakni kualitas.

Langkah pertama untuk mencapai kehidupan seks yang memuaskan adalah membicarakan keinginan dengan pasangan. Berkomunikasi dapat membantu pasangan lebih memahami apa yang mungkin kurang dalam hubungan.

Penting untuk diingat bahwa sering berhubungan seks bukanlah satu-satunya indikator kepuasan dalam pernikahan. Suatu hubungan bisa bersifat seksual dan memuaskan melalui candaan kepada pasangan atau melakukan hal romantis, bukan hanya dengan melakukan seks.

(vyp/vyp)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com/ Spacejoy

Mr P Malas Berdiri di Pagi Hari? Mungkin Ini Pemicunya


Jakarta

Morning wood atau bangunnya penis di pagi hari adalah hal yang umum terjadi di antara laki-laki. Hal ini biasanya lebih banyak terjadi pada pria yang lebih muda. Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan hal ini dialami oleh lelaki dari segala usia.

Banyak orang menganggap bahwa ereksi pagi adalah tanda rangsangan seksual. Akan tetapi, ini tidak selalu terjadi. Penis ereksi di pagi hari kemungkinan adalah respons tubuh terhadap hal-hal alamiah, seperti:

1. Stimulasi fisik

Meskipun mata tertutup, tubuh tetap menyadari apa yang terjadi di sekitar. Jika pasangan tidak sengaja menyentuh atau menyenggol alat kelamin, maka hal ini bisa menyebabkan ereksi. Tubuh merasakan rangsangan dan merespons-nya dengan ereksi.


2. Pergeseran hormon

Tingkat testosterone paling tinggi di pagi hari setelah bangun. Peningkatan hormon cukup untuk membangunkan penis, bahkan tanpa adanya rangsangan fisik.

Seiring bertambahnya usia, biasanya antara usia 40 dan 50 tahun, kadar testosterone alami mulai turun. Saat menurun, maka kejadian ereksi di pagi hari bisa juga menurun.

3. Relaksasi otak

Selama jam bangun, tubuh melepaskan hormon untuk menekan ereksi. Saat tidur, tubuh melepaskan lebih sedikit hormon tersebut.

Ereksi di pagi hari tidak disebabkan oleh perlunya buang air kecil. Beberapa orang mungkin percaya bahwa ereksi pagi mencegah mereka buang air kecil, tetapi hal ini tidak benar. Dalam banyak kasus, ereksi di pagi hari disebabkan oleh mimpi atau pikiran yang bersifat seksual.

Normalkah Mr P Tidak Ereksi di Pagi Hari?

Memiliki penis yang ereksi saat bangun tidur adalah indikator suplai darah dan saraf ke penis sehat. Munculnya ereksi di pagi hari juga menunjukkan bahwa tubuh secara fisik mampu mendapatkan dan mempertahankan ereksi saat bangun.

Jika berhenti mengalami ereksi di pagi hari, bisa jadi ini menjadi tanda awal dari masalah medis. Kemungkinan besar, ini adalah tanda disfungsi ereksi. Tubuh mungkin mengalami sesuatu di dalam sehingga mencegah suplai darah atau saraf yang memadai untuk memunculkan ereksi.

Seseorang memiliki risiko terkena disfungsi ereksi jika:

  • Kelebihan berat badan
  • Memiliki tekanan darah tinggi
  • Memiliki kadar kolesterol tinggi
  • Menderita diabetes
  • Mengalami depresi

Obat-obatan juga dapat mempengaruhi kemampuan mengalami ereksi di pagi hari. Obat penghilang rasa sakit dan beberapa obat antidepresan dapat mencegah terjadinya ereksi.

Ereksi di pagi hari juga mungkin berkurang seiring bertambahnya usia. Namun, jika masih muda dan sudah tidak mengalami hal ini, atau jika tiba-tiba berhenti, ada baiknya untuk segera pergi ke dokter.

(naf/naf)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com/ Spacejoy