Category Archives: Tokocrypto

Inilah Beberapa Alasan Penyebab Harga Bitcoin Fluktuatif

Investasi bitcoin kini kian menjadi primadona. Namun, satu hal yang perlu diperhatikan. Harga bitcoin sendiri terkenal sangat fluktuatif yang berarti harga bitcoin memiliki pergerakan besar (baik naik maupun turun) dalam rentang waktu beberapa hari, jam, dan bahkan menit. Nah, apa sih yang menjadi penyebab harga bitcoin fluktuatif? Simak penjelasannya, yuk!

Alasan Bitcoin Salah Satu Aset Investasi yang Menjanjikan

Walaupun bitcoin memiliki harga yang dapat berubah sewaktu-waktu, hal ini tidak mengurangi minat dari para investor baru. Harganya yang terus meroket membuat banyak orang tertarik untuk melakukan investasi bitcoin. Apalagi saat pandemi, harga Bitcoin di tahun 2020 hingga 2021 memiliki performa yang baik dibandingkan dengan aset investasi lainnya, seperti deposito, saham, ataupun logam mulia.

Alasan Harga Bitcoin Fluktuatif Namun Tetap Cenderung Naik

Sejak awal kemunculannya, harga bitcoin terus mengalami perubahan yang fluktuatif. Misalnya, di tahun-tahun awal kehadirannya yakni di 2010, harga bitcoin hanya menyentuh $0,08 untuk satu koinnya.

Dilansir dari Coinvestasi, pada awal tahun 2011, harga Bitcoin yang awalnya hanya $1 berubah menjadi $10 per koinnya dan untuk tahun 2012 harga Bitcoin masih cenderung tetap. Di tahun 2013, harga Bitcoin benar-benar menunjukan peningkatannya, yakni dimulai dengan harga $13,50 menjadi $220 per Bitcoin-nya, untuk kemudian harganya menjadi turun kembali di kisaran harga $70 di pertengahan April.

Namun seiring berjalannya waktu, kini harga bitcoin tidak lagi mengalami fluktuasi besar seperti yang terjadi pada waktu-waktu sebelumnya. Dilihat dari akhir tahun 2020, pergerakan harga bitcoin walaupun mengalami perubahan harga yang naik-turun namun tetap cenderung naik. Apalagi saat memasuki awal tahun ini, pada tanggal 17 Februari 2021 harga bitcoin menembus level $49.714 atau setara Rp 700,97 juta per koinnya, lho!

Mungkin Anda bertanya-tanya, apa sih yang menjadi penyebab harga bitcoin memiliki kecenderungan naik ketika fluktuatif? Inilah faktor-faktor yang berkontribusi terhadap pergerakan harga bitcoin:

  • Bitcoin merupakan teknologi yang masih baru

Kehadiran bitcoin masihlah relatif baru karena diciptakan pada tahun 2009. Dalam teknologi baru biasanya akan melalui hype cycle. Awalnya tidak banyak orang yang tahu atau menggunakan teknologinya, kemudian teknologi tersebut  secara perlahan mulai dikenal serta banyak orang yang membicarakannya. Pada keadaan ini, akan banyak opini atau pernyataan yang melebih-lebihkan, sehingga “hype” yang ada akan semakin menggila.

Kemudian hype tersebut akan mereda. Walaupun yang sebenarnya terjadi di baliknya adalah teknologi tersebut terus berkembang dan secara tak sadar menjadi bagian dari kehidupan kita. Kini bitcoin jelaslah sedang berada pada hype cycle, yaitu melalui harganya.

Fluktuasi harga bitcoin semakin mempertegas hype cycle ini. Bitcoin merupakan teknologi yang baru dan juga merupakan investasi baru. Dengan melakukan investasi pada bitcoin hal ini berarti merupakan pengakuan positif terhadap potensi teknologinya.

  • Jumlah bitcoin yang terbatas

Jumlah bitcoin yang ada di dunia hanya sebanyak 21 juta koin. Saat ini jumlah koin yang beredar telah mencapai 18,5 juta koin. Kondisi ini dapat membuat kelangkaan di masa yang akan datang. Inilah yang akan menyebabkan peningkatan harga karena semakin banyak orang yang mencarinya.

  • Harga bitcoin sangat mudah dipengaruhi oleh berita-berita.

Tak jauh berbeda dengan instrumen investasi lainnya seperti, saham, atau mata uang asing, harga bitcoin turut dipengaruhi oleh berita yang beredar. Adapun bahan berita yang dapat mempengaruhi kenaikan harga bitcoin adalah pembahasan seperti berita regulasi maupun tindakan baru dari bank pemerintah, berita peretasan atau pembobolan, atau rumor yang berisikan informasi yang keliru.

Nah itulah penjelasan lengkapnya mengenai penyebab harga bitcoin fluktuatif. Jika Anda tertarik untuk melakukan investasi bitcoin, pastikan Anda melakukannya di platform yang terpercaya, yaitu Tokocrypto. Yuk kunjungi www.tokocrypto.com untuk melihat harga bitcoin dan dapatkan kemudahan investasi Anda.



Sumber : news.tokocrypto.com

Berikut Penyebab Harga Bitcoin Melambung Tinggi

Siapa sih yang nggak terpikat oleh cuan dari bitcoin? Setelah mampu melewati tahun yang bersejarah di 2020, kini bitcoin semakin diminati oleh para investor maupun  trader baru. Hal inilah yang berdampak terhadap melonjaknya harga koin ini. Nah, pada artikel kali ini akan dibahas beberapa penyebab dari naiknya harga bitcoin.

Apa aja sih? Yuk, simak ulasannya!

Tren Bitcoin di 2020-2021

Tahun 2020 merupakan tahun yang sangat penting bagi perjalanan aset kripto di seluruh dunia. Khususnya bitcoin. Harga bitcoin tetap stabil dan cenderung naik disaat harga aset lainnya mengalami penurunan harga selama pandemi Covid-19 berlangsung. Permintaan bitcoin yang tinggi saat 2020 tentunya membuktikan bahwa orang-orang memahami jika bitcoin ialah aset safe haven bagi mereka.

Dilansir dari Coinmarketcap, tercatat di tahun 2020  harga bitcoin mampu menyentuh harga tertingginya di level US$ 29.006 atau sekitar Rp 403 juta pada 31 Desember 2020. Padahal di awal tahun 2020 bitcoin hanya dijual pada harga sekitar Rp 99 juta saja.

Seakan ingin terus melanjutkan kesuksesannya di tahun 2020, bitcoin mengawali tahun 2021 dengan terus menunjukkan tren penguatan. Harga bitcoin tercatat naik 4,73% ke level US$ 38.863 per btc. Nah penguatan ini melanjutkan tren positif bitcoin di sepanjang tahun kemarin yang menguat hingga 275,17%.

Walaupun di pekan ketiga bulan Januari harga bitcoin mengalami penurunan. Tapi hal ini tidak berlangsung lama. Sepanjang akhir Januari hingga Februari, harga bitcoin terus mengalami tren harga yang naik. Bahkan pada Senin (21/2/21), harga bitcoin menyentuh di level US$ 56.559 atau sekitar Rp 796 juta.

Penyebab Bitcoin Semakin Melonjak

Setelah Anda mengetahui tren harga di tahun 2020-2021 yang semakin melonjak, pasti Anda bertanya-tanya. Apa sih yang menyebabkan harga bitcoin semakin melonjak? Nah, inilah beberapa penyebabnya!

Dilansir dari Kontan, kini secara umum masyarakat telah mempercayai bahwa aset kripto adalah alternatif yang paling bagus untuk store of value. Hal inilah yang membuat beberapa investor maupun investor yang non kripto, kini melirik ke markey kripto ini. Inilah yang merupakan angin segar bagi pertumbuhan aset kripto ke depan.

Jika dilihat secara khusus, ada beberapa penyebabnya. Mendapatkan bitcoin sangat erat kaitannya dengan istilah “menambang”. Dalam sistem bitcoin, orang memerintahkan komputer mereka untuk memproses transaksi bagi semua orang. Untuk bisa melakukan proses perhitungan yang sangat rumit, komputer diatur sedemikian rupa. Nah dari situ, pemilik komputer mendapatkan imbalan berupa bitcoin.

Mudahnya, kegiatan ini digambarkan dari proses komputer untuk mendapatkan bitcoin, yang diibaratkan seperti menambang emas.

Akan tetapi, bitcoin telah mengatur sistemnya sedemikian rupa agar proses perhitungan yang diperlukan untuk mendapatkan bitcoin semakin sulit. Hal ini dilakukan agar tidak terlalu banyak bitcoin yang dihasilkan, dan akhirnya beredar.

Seperti yang sudah diketahui, jumlah bitcoin yang ada di dunia ialah terbatas, hanya 21 juta keping. Sedangkan yang sudah tersebar di market adalah sekitar 18 juta keping. Sisa koin yang masih tersedia tentunya semakin menipis, dan bisa saja menuju kelangkaan. Padahal permintaan di market besar sedangkan jumlah yang tersedia semakin menipis. Nah hal inilah yang menjadi salah satu penyebab harga bitcoin semakin melonjak.

Penyebab lain juga datang dari mulai banyaknya institusi besar ataupun korporasi yang mengakumulasi aset kripto, seperti Grayscale, Paypal, dan Square.  Salah satu yang paling menarik perhatian publik ialah pengadopsian bitcoin Tesla yang menggadang-gadangkan jika ia telah memborong bitcoin di bulan Februari 2021 ini.Apakah Anda semakin tertarik untuk berinvestasi setelah membaca ulasan penyebab harga bitcoin yang naik ini? Yuk, lakukan investasi bitcoin yang aman di www.tokocrypto.com!



Sumber : news.tokocrypto.com

“Dalang” Dibalik Turunnya Harga Bitcoin Hingga Level Terendah

Pada pertengahan April, Bitcoin mencapai rekor tertingginya seharga US$ 64.899. Memasuki minggu kedua hingga minggu ketiga di bulan Mei, Bitcoin mengalami tren pelemahan. Bitcoin terus mengalami pelemahan hingga sebesar 40% menuju level terendah di harga $35.920. Penyebab turunnya Bitcoin dipicu oleh Elon Musk dan pemberlakuan beberapa kebijakan di China.

Yuk, simak artikel ini untuk mengetahui lebih lengkap penyebab turunnya harga Bitcoin!

Penyebab Turunnya Harga Bitcoin 

Jika diperhatikan, penurunan harga aset kripto Bitcoin secara ekstrim terjadi dimulai pada tanggal 14 Mei 2021 dengan harga Rp 715 juta rupiah, padahal pada dua hari sebelumnya harga Bitcoin masih terbilang tinggi di harga Rp 809 juta rupiah.

Bitcoin terus mengalami fluktuasi hingga mencapai titik terendahnya di harga Rp 506  juta rupiah. Salah satu penyebab turunnya harga Bitcoin dipicu oleh sentimen negatif yang datang dari CEO Tesla, Elon Musk melalui akun Twitter pribadinya.

Pada tanggal 13 Mei, Elon Musk mengumumkan bahwasannya Tesla telah memutuskan untuk berhenti menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran dalam pembelian mobil, hal ini beralasan karena dampak serius yang timbul pada masalah lingkungan terhadap penggunaan energi untuk memproses transaksi aset kripto tersebut.

Penggunaan komputer yang memiliki tenaga tinggi digunakan dalam memecahkan algoritma matematika yang kompleks untuk menambah jumlah Bitcoin yang telah beredar di pasar serta memungkinkan untuk melakukan transaksi menggunakan bitcoin. 

Berdasarkan poin di atas, volatilitas harga Bitcoin dipengaruhi hype yang seringnya menjaga minat tetap tinggi. Penurunan harga yang tajam dapat dipengaruhi oleh statement orang terkenal di dunia seperti yang dilakukan oleh Elon Musk. Statement tersebut memiliki pengaruh signifikan pada situasi di pasar.

Hal ini membuat investor dan para trader secara ramai menjual aset kripto mereka sebelum mereka mengalami kerugian yang lebih besar, dikarenakan harga Bitcoin yang semakin mengalami penurunan.

Selain itu, penurunan harga Bitcoin juga dipengaruhi karena adanya tindakan keras yang dilakukan oleh pemerintahan China. Pasalnya, grup industri keuangan China memberikan larangan kepada lembaga keuangannya hingga perusahaan pembayaran untuk menyediakan layanan yang terkait dengan transaksi aset kripto.

Group industri keuangan China yang memberikan larangan pada penyediaan transaksi aset kripto diantaranya, yaitu Asosiasi Perbankan China, Asosiasi Keuangan Internet Nasional China serta Asosiasi Pembayaran dan Kliring China.

Berdasarkan data penelitian Universitas Cambridge, penambangan Bitcoin menghabiskan energi sekitar 128,88 terrawatt-jam per tahun, secara global China menyumbang 65% dari semua aktivitas penambangan Bitcoin. 

Kebijakan pemerintah China tentunya membuat masyarakat beramai-ramai menjual aset kripto mereka, hal ini sangat berdampak pada turunnya harga Bitcoin. Mengingat China merupakan negara dengan penambang Bitcoin terbesar di dunia. Kebijakan ini juga sebelumnya pernah terjadi pada tahun 2017 silam.

Peluang Kenaikan Harga Bitcoin

Setelah mengalami harga penurunan yang ekstrim, Pada 25 Mei lalu, Bitcoin mulai mengalami penguatan sebesar 11,33% menyebabkan harga Bitcoin mengalami kenaikan seharga Rp 522,69 juta. Hal tersebut terjadi setelah CEO Tesla, Elon Musk membagikan cuitannya pada 22 Mei 2021 di akun Twitter pribadinya.

Cuitan tersebut merupakan balasan dari pertanyaan publik kepada Elon Musk mengenai pendapatnya lantaran banyak orang marah kepadanya karena aset kripto. Jika diterjemahkan, cuitan pada akun Twitternya “Pertarungan sebenarnya adalah antara fiat & crypto. Secara seimbang, saya mendukung yang terakhir (kripto).” Cuitannya tersebut telah di-retweet lebih dari 13 ribu dan disukai lebih dari 66 ribu.

Selain itu, Elon Musk juga membagikan cuitan lainnya yang menginformasikan dirinya telah melakukan pembicaraan dengan penambang bitcoin di Amerika Utara. Mereka berkomitmen untuk mempublikasikan rencana penggunaan energi terbarukan dan meminta penambang di seluruh dunia untuk melakukan hal yang sama. Setelah cuitannya tersebut, harga btc usd mengalami kenaikan kembali hingga menyentuh angka $39.500 atau sekitar Rp 564,85 juta.

Berdasarkan kedua poin di atas, harga Bitcoin dapat kembali naik diakibatkan atensi besar  dari banyak masyarakat terhadap Elon Musk, sehingga memberikan pengaruh kepada pergerakan harga pasar. 

Sebagai trader tentu penting untuk mengetahui segala informasi khususnya kebijakan-kebijakan terhadap aset kripto yang dilakukan oleh pemerintah setempat, hal tersebut tentunya dapat menjadi penyebab Bitcoin turun. Tokocrypto telah terdaftar secara resmi dan bersertifikasi ISO 27001. Segera, memulai investasi Bitcoin serta aset kripto lainnya di Tokocrypto!



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Hadirkan Fitur Bukti Pajak Kripto Pengguna Dukung PMK 68

Tokocrypto, platform Pedagang Aset Kripto yang resmi terdaftar di Bappebti Kementerian Perdagangan senantiasa menjalankan regulasi dan peraturan terkait industri aset digital di Indonesia. Salah satu regulasi yang telah dijalankan adalah mengenai pajak transaksi aset kripto.

Pemerintah telah mengeluar Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 68/PMK.03/2022 tentang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penghasilan atas Transaksi Perdagangan Aset Kripto. Regulasi tersebut telah berlaku sejak 1 Mei 2022.

Untuk meningkatkan kemudahan dan kenyamanan pengguna, Tokocrypto menghadirkan fitur yang menyediakan laporan atas transaksi yang pengguna lakukan dan bukti pajak secara berkala sesuai dengan regulasi PMK 68 yang berlaku. Fitur ini juga menjadi bukti transparansi yang dijalankan Tokocrypto kepada seluruh pelanggannya.

Fitur Bukti Pajak

VP Corporate Communication Tokocrypto, Rieka Handayani. Sumber: Tokocrypto.
VP Corporate Communication Tokocrypto, Rieka Handayani. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Tokocrypto Raih Penghargaan dari PPATK

VP Corporate Communication Tokocrypto, Rieka Handayani, mengatakan fitur Bukti Pajak ini akan memudahkan pengguna dalam melihat transaksi yang dilakukannya. Ke depan nantinya akan ada peningkatan fitur Bukti Pajak yang bisa menjadi salah satu instrumen pelaporan yang dibutuhkan dalam proses pelaporan SPT, Pedagang Aset Kripto diwajibkan untuk menyediakan bukti potong pajak bagi para pengguna yang sudah mendaftarkan NPWP.

“Sebagai salah satu Pedagang Aset Kripto yang terdaftar resmi di Indonesia, Tokocrypto senantiasa selalu mematuhi regulasi yang ada, salah satunya terkait PMK 68. Seiring berjalan waktu penerapan, Tokocrypto punya fitur Bukti Pajak sebagai bentuk transparansi dan membantu pelanggan dalam melihat transaksi yang dilakukannya,” kata Rieka.

Fitur Bukti Pajak ini menyediakan perincian data seperti kelengkapan transaksi perdagangan yang dilakukan pelanggan Tokocrypto, nama dan NPWP pemungut, tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) hingga status pembayaran pajak. Fitur ini bisa diakses oleh pelanggan melalui platform desktop atau situs Tokocrypto.

Rieka menjelaskan pajak PPN dan PPh yang berasal dari transaksi perdagangan aset kripto pelanggan secara otomatis dipungut atau dipotong oleh Tokocrypto dan disetorkan kepada ke Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Pelanggan Tokocrypto tidak perlu khawatir akan ada biaya tambahan atas transaksi pembelian maupun penjualan aset kripto.

Penerapan Regulasi Pajak Kripto

Baca juga: Tokocrypto Tetap Komitmen Transparansi Kunci Kuatkan Industri Kripto

Sesuai dengan peraturan PMK 68, setiap transaksi aset kripto pelanggan akan menanggung pajak masing-masing dengan tarif PPN dan PPh final senilai total 0,21%. Untuk sementara waktu Tokocrypto akan mengintegrasikan pajak transaksi aset kripto sebagai bagian dari trading fee, sehingga akan menyesuaikan menjadi 0,31% (trading fee 0,1% + PPN-PPh sebesar 0,21%). 

“Dipastikan seluruh pelanggan Tokocrypto sudah membayar pajak transaksi kripto sesuai ketentuan yang berlaku. Tokocrypto telah memperkuat sistem yang mewajibkan para pelanggan di platformnya untuk patuh pajak. Adanya aturan pajak ini bisa memberikan efek positif terhadap kepastian bagi investor dan pelaku industri kripto di Indonesia. Kami harap potensi penerimaan yang besar dari aset kripto bisa dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat,” tutur Rieka.

Selama penerapan PMK 68 hingga Desember 2022, Tokocrypto sudah menyetorkan pajak transaksi kripto para penggunanya sebesar lebih dari Rp 120 miliar ke Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Tercatat hingga saat ini pengguna Tokocrypto telah mencapai lebih dari 2,9 juta pengguna dengan volume trading mencapai Rp 138 triliun selama tahun 2022. 



Sumber : news.tokocrypto.com

CEO Ark Invest Cathie Wood Prediksi Harga Bitcoin Capai Rp 7,4 Miliar

CEO Ark Invest, Cathie Wood telah memprediksi melalui tesisnya bahwa Bitcoin (BTC) akan mencapai US$ 500.000 atau sekitar Rp 7,4 miliar pada tahun 2030. Wood adalah kepala Ark Invests yang berpikiran maju dan ARKK ETF andalannya yang berorientasi teknologi. Ia pun terkenal karena bertaruh besar pada bioteknologi terbaru dan terhebat.

Cryptonews melaporkan, pada tahun 2020, Wood menjadi berita utama dengan prediksi terkenal bahwa Bitcoin akan mencapai US$ 500.000 pada tahun 2030. Dan pada November 2022, dia melipatgandakan ketika muncul Ark Innovation ETF unggulan menginvestasikan US$ 62,7 juta lebih lanjut ke ruang kripto.

Modal yang fantastis itu dikerahkan untuk mengakuisisi saham di Coinbase , Silvergate, dan Grayscale Bitcoin Trust. Langkah berani yang dilakukan Wood, seminggu setelah runtuhnya raksasa FTX.

Pada tahun 2020, ARKK ETF mengalami reli 150% yang sensasional. Tetapi kepercayaan pasar pada ETF menyaksikan penurunan 59% pada tahun 2022 (lebih buruk dari S&P500).

Prediksi Bitcoin

Iustrasi aset kripto Bitcoin
Ilustrasi aset kripto Bitcoin.

Baca juga: 5 Kripto Altcoin yang Paling Untung di Bulan Januari 2023

Setelah tahun yang sulit bagi kripto, Wood yakin untuk mempertahankan tesis yang berani soal prediksi harga Bitcoin tersebut. Ketika ditanya apakah Ark Innovation mendukung prediksinya di tahun 2020:

“Ya – kami sedikit lebih tinggi dari itu dalam kasus bearish kami untuk tahun 2030. Dan dalam kasus bullish kami jauh lebih tinggi,” kata Wood.

Klaim yang mengesankan di tengah musim dingin kripto yang panjang membuat prediksi Wood soal harga BTC banyak dikritik. Pasar kripto memasuki mode krisis setelah runtuhnya bursa FTX pada awal November. Sementara bencana ini memberi penentang kripto kesempatan untuk memprediksi masa depan aset digital ini yang paling suram.

Menurut Wood, dia menganggap Bitcoin dan Ethereum, dua aset kripto terbesar, sebagai manifestasi terbaik. Terlepas dari turbulensi ini, Bitcoin dan Ethereum bekerja dengan sangat baik.

Baca juga: Stablecoin Berbasis Cardano Siap Rilis, Harga ADA Bakal Naik?

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bakal Naik? Berikut Prediksi Harga Bitcoin di Masa Depan!

Pada akhir pekan Mei 2021 harga btc to usd menguat di level US $39.588, namun pada 19 Juni 2021 Bitcoin justru ambruk ke level US$ 30.201. Meskipun harga Bitcoin naik turun, namun ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi prediksi harga Bitcoin menjadi naik, seperti El Salvador yang melegalkan Bitcoin hingga CEO Twitter yang akan menggunakan Bitcoin dalam bisnisnya.

Yuk, simak informasi lengkapnya di sini!

El Salvador: Negara yang Melegalkan Bitcoin Jadi Alat Pembayaran

Setelah Kongres menyetujui proposal dari Presiden Nayib Bukele, El Salvador secara resmi menjadi negara pertama di dunia yang melegalkan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. 

Walaupun terdapat kekhawatiran mengenai dampak potensial pada program El Salvador pada International Monetary Fund, melalui 62 dari 84 suara anggota parlemen memilih mendukung langkah untuk membuat undang-undang yang mengadopsi Bitcoin.  

Presiden Nayib telah menyuarakan penggunaan Bitcoin, dikarenakan potensinya yang dapat membantu masyarakat Salvador yang tinggal di luar negeri dalam mengirim uang ke negaranya. El Salvador sangat bergantung pada uang yang dikirim kembali dari pekerja di luar negeri. Berdasarkan data Bank Dunia, pengiriman uang ke negara itu mencapai hampir US $ 6 miliar dan menjadi salah satu rasio tertinggi di dunia.

Perlu diketahui, bahwa El Salvador tidak memiliki mata uang sendiri. Keputusan Presiden Nayib tersebut diharapkan dapat membawa inklusi keuangan, pariwisata, inovasi, investasi serta pembangunan ekonomi untuk El Salvador.

Selain itu, Presiden Nayib juga memaparkan idenya untuk membangun pusat penambangan Bitcoin dengan menggunakan energi terbarukan dari gunung berapi El Salvador. Serta menawarkan kewarganegaraan kepada orang-orang yang dapat menunjukkan bukti bahwa mereka telah berinvestasi Bitcoin, minimal berjumlah tiga coin.

Inovasi yang disampaikan oleh Presiden Nayib Bukele di Konferensi Miami pada pekan ke-2 bulan Juni memberikan dampak yang positif bagi market, terjadi peningkatan harga pada Bitcoin dalam beberapa hari terakhir setelah Konferensi Miami.

3 Hal yang Dapat  Meningkatkan Harga Bitcoin Di Masa Depan

Selain inovasi yang dilakukan oleh Presiden Nayib Bukele di negaranya, beberapa inovasi tengah dilakukan oleh beberapa orang yang memiliki pengaruh di dunia. Hal tersebut memberikan dampak positif yang tentunya dapat mempengaruhi harga Bitcoin. Berikut hal-hal yang dapat mempengaruhi prediksi harga Bitcoin meningkat di masa depan, yaitu

  • Presiden Tanzania Mendukung Aset Kripto

Dalam pidatonya di Mwanza pada tanggal 13 Juni lalu, Presiden Suluhu mengatakan kepada kepala keuangan negara untuk mempersiapkan cryptocurrency. Ia mendesak Bank Sentral untuk mulai mengerjakan pengembangan tersebut, secara tidak langsung hal tersebut menunjukkan bahwa Bank Sentral dapat mulai bekerja pada mata uang digital bank sentral.

Pernyataan Presiden Tanzania muncul setelah Presiden El Salvador mengumumkan bahwa Bitcoin menjadi alat pembayaran yang sah di negaranya. Serta didukung data penjualan yang terjadi di Afrika, bahwa volume perdagangan Bitcoin tumbuh 50% dari tahun ke tahun dengan total volume lebih dari $17 juta. 

Selama enam bulan terakhir, sebagian besar negara Afrika telah menunjukkan peningkatan 15% hingga 30% dalam volume perdagangan Bitcoin.

Sebuah iklan pekerjaan mengiklankan bahwa Amazon tengah mencari Staff yang berpengalaman dalam keuangan terdesentralisasi (DeFi) untuk menempati posisi Blockchain Head of Product. 

Kandidat yang dicari Amazon idealnya yang memiliki pengalaman dalam memberikan inovasi pada ruang blockchain khususnya DeFi atau Layanan Keuangan Tradisional. 

Blockchain Head of Product adalah bagian dari Amazon Managed Blockchain, blockchain publik yang merupakan rumah asli DeFi. Amazon Managed Blockchain  merupakan layanan terkelola sepenuhnya yang mempercepat kemampuan pelanggan untuk membuat dan memanfaatkan teknologi blockchain dalam skala bisnis dan inovatif di seluruh DeFi, Supply Chain, serta layanan keuangan.

  • CEO Twitter Menggunakan Bitcoin dalam Bisnisnya

Jack Dorsey, pendiri Twitter serta CEO perusahaan keuangan Square telah mengkonfirmasi bahwa dia berencana untuk mengintegrasikan Bitcoin’s Lightning Network sidechain untuk salah satu bisnisnya.

Hal tersebut diketahui setelah Dorsey menanggapi pertanyaan dari pengguna Twitter bernama Deyonté, yang meminta Dorsey untuk mengintegrasikan Lightning Network ke dalam Twitter atau BlueSky. Dorsey menjawab “hanya masalah waktu.” Sejak tahun 2019, Twitter tengah melakukan pengembangan terhadap jaringan sosial terdesentralisasi.

Tweet Dorsey muncul di tengah langkah terbaru dari Square untuk memperluas operasi aset digitalnya. Awal bulan ini, Dorsey mengungkapkan bahwa Square bermaksud untuk mengembangkan dompet perangkat keras Bitcoin non-penahanan sumber terbuka.

Beberapa inovasi yang dilakukan oleh orang-orang berpengaruh tentunya menjadi angin segar bagi seluruh investor. Melalui inovasi tersebut diprediksi harga Bitcoin dapat mengalami kenaikan. Hal tersebut merupakan langkah yang baik bagi Anda untuk memulai berinvestasi. Yuk, mulai investasi di Tokocrypto!



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Melemah? Ternyata Ini Penyebabnya

Baru-baru ini Bitcoin melemah, disusul juga dengan harga aset kripto lainnya yang kompak menunjukkan tren pelemahan. Setelah mengalami sedikit kebangkitan harga di awal pekan, harga aset kripto yang populer kembali merosot dalam beberapa hari terakhir. Yuk, simak artikel ini untuk mengetahui informasi tentang Bitcoin dan Dominasi Bitcoin!

Bitcoin: Pionir Aset Kripto

Bitcoin merupakan aset kripto yang menjadi pionir munculnya berbagai macam koin lainnya. Bitcoin diperkenalkan oleh Satoshi Nakamoto dan pertama kali muncul ke publik pada tahun 2009. Transaksi Bitcoin menggunakan teknologi bernama blockchain membuat setiap orang dapat melihat transaksi tersebut sehingga menjadi lebih transparan.

Selain sebagai pionir di dalam dunia aset kripto, Bitcoin juga memiliki kapitalisasi pasar (market cap) yang paling besar di dunia diantara koin lainnya. Di awal tahun 2013 dominasi Bitcoin di market cap sebesar 95,92%, kemudian pada tahun 2017 dominasi Bitcoin 86,06%.

Saat ini, total kapitalisasi pasar btc usd mencapai angka 671,78 miliar USD atau jika dikonversi menjadi rupiah sekitar 9.673,63 triliun dalam kurs rupiah 14.400.

Bitcoin Dominance Turun, Bitcoin Mengalami Pelemahan

Pernahkah Anda mendengar tentang Bitcoin Dominance? jika Anda belum pernah mendengar mengenai Bitcoin Dominance ialah jumlah persen market cap Bitcoin terhadap total seluruh aset kripto. 

Contoh sederhananya, ketika Anda membuka web coinmarketcap jika seluruh aset kripto di dunia digabungkan maka total market cap-nya sebesar $ 1.67 triliun. Jika market cap Bitcoin bernilai seharga $ 679 miliar, nominal $ 679 miliar tersebut dibagi dengan 1.67 triliun maka hasil yang didapat sebesar 40,91%. Nilai 40,91% adalah nilai dari dominasi Bitcoin.

Kebijakan keras yang dilakukan oleh pemerintahan China terhadap larangan penambangan Bitcoin berimbas pada melemahnya harga Bitcoin. Selain itu, faktor lain yang sangat mempengaruhi harga Bitcoin adalah penurunan dominasi Bitcoin pada market cap. Di awal tahun, Bitcoin masih mendominasi kapitalisasi pasar aset kripto pada kisaran 50%. Saat ini, dominasi Bitcoin terhadap pasar aset kripto sebesar 43,77%.

Tergerusnya dominasi Bitcoin di kapitalisasi pasar terjadi setelah Ethereum menembus level 3.000 USD untuk pertama kalinya. Berdasarkan data statistik yang diambil dari coinmarketcap.com dominasi Bitcoin dari tahun 2013 semakin mengalami penurunan. Sedangkan dominasi Ethereum meskipun sideways, namun batas bawahnya semakin tinggi. 

Hal ini menandakan bahwa dominasi Ethereum semakin mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Tidak menutup kemungkinan dominasi Ethereum akan menyalip dominasi dari Bitcoin di market cap.

Penurunan Bitcoin: Berdampak Negatif atau Positif?

Penurunan harga Bitcoin yang terjadi karena menurunnya dominasi Bitcoin pada market cap, tidak selalu menghasilkan dampak yang buruk. Pasalnya, penurunan dominasi Bitcoin membuat sejumlah alternative coin justru mengalami kenaikan harga. 

Di lain sisi, harga Bitcoin juga menjadi semakin murah. Tentunya hal ini dapat dijadikan kesempatan, jika Anda berminat untuk membeli Bitcoin dan menjualnya kembali saat mengalami kenaikan harga.

Penurunan harga Bitcoin mengharuskan Anda untuk tetap tenang, agar Anda dapat berpikir rasional sehingga mampu melihat peluang. Selain itu,  juga mengharuskan Anda untuk tetap disiplin dalam melakukan analisis teknikal, agar Anda dapat menentukan strategi yang melahirkan profit.

Bitcoin melemah, membuat kenaikan harga pada alternatif coin. Membeli sejumlah alternatif coin mungkin dapat menghasilkan profit pada aktivitas trading Anda. Alternatif lainnya, Anda dapat memulai untuk berinvestasi di Tokocrypto. Tidak mahal, hanya dengan Rp 50.000 Anda sudah dapat memulai investasi. Tunggu apa lagi? Yuk, mulai investasi di Tokocrypto!



Sumber : news.tokocrypto.com

Pendiri Apple, Steve Wozniak Yakin Harga Bitcoin Bisa Capai $ 100.000

Pendiri Apple, Steve Wozniak memang terbilang aktif sebagai pendukung industri aset kripto. Baru-baru ini, Wozniak mengemukakan pendapatnya soal harga Bitcoin yang diyakini bisa mencapai $ 100.000 dalam beberapa waktu mendatang.

Pernyataan wozniak itu disampaikan dalam sebuah program podcast “Wild Ride” bersama salah satu bintang film Jackass, Steve-O. Wozniak mengatakan nilai Bitcoin yang selama ini naik-turun mungkin bisa mencapai ATH (all time high) di harga $ 100.000 per keping BTC.

“Saya pikir Bitcoin akan mencapai $ 100.000.”

“Saya tidak tahu dari mana saya mendapatkan keyakinan itu. Saya memang tidak bisa menerapkan rumus matematika apa pun ke dalamnya. Saya hanya benar-benar merasa yakin berdasarkan semua kondisi saat ini dan ke depannya. Minat pada kripto sangat tinggi,” kata Wozniak.

Ilustrasi Bitcoin.

Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Blockchain Bisa Ciptakan Peluang Ekonomi Digital Baru di RI

Pengalaman Steve Wozniak Bermain Kripto

Wozniak mencatat bagaimana harga bitcoin melonjak beberapa kali, ketika dia memilikinya dan sekarang hanya punya sedikit untuk bereksperimen.

“Saya membeli banyak bitcoin di awal untuk mengetahui bagaimana bermain dengan hal baru ini? Bagaimana cara membeli sesuatu secara online? Saya coba menaklukkan itu. Saya ingin bereksperimen dan mempelajari semuanya,” ungkap pendiri Apple itu dikutip Bitcoin News.

Saat awal bermain kripto, Wozniak menjelaskan punya banyak Bitcoin, namun tidak pernah untung. Tapi setelah selang beberapa lama dan ada dua kali kenaikan, baru dia mulai menghasilkan uang dari investasi aset kripto tersebut.

Pendiri Apple, Steve Wozniak pendukung kripto, Bitcoin.

Pendiri Apple, Steve Wozniak pendukung kripto, Bitcoin.

Baca juga: Apakah Bitcoin Aman? Inilah Status Legalitasnya di Indonesia

Bitcoin adalah “Emas Murni”

Wozniak pernah membahas bahwa Bitcoin adalah emas murni. Sebelumnya, dia juga sempat melontarkan pujiannya terhadap kripto nomor satu dan tebesar di dunia itu dengan menyebut Bitcoin sebagai “keajaiban matematika” pada Juli 2021.

Di sisi lain, Wozniak khawatir banyak pemerintah di berbagai negara akan melarang Bitcoin dan mata uang kripto lain. Dia menilai berbagai institusi dan lembaga pemerintah akan terus mengawasi perkembangan aset kripto.

“Masalahnya adalah pemerintah tidak akan pernah membiarkannya (kripto) berada di luar kendali mereka. Jika sampai pada titik di mana semuanya dilakukan di kripto dan tidak melewati aturan pemerintah untuk observasi dan perpajakan dan semua itu, mereka hanya akan melarangnya. Mereka tidak akan melepaskan kekuatan mereka,” ujar Wozniak.



Sumber : news.tokocrypto.com

Miliarder Ini Proyeksi Harga Bitcoin Mentok di $ 50.000, Kenapa?

Banyak spekulasi kenaikan suku bunga oleh The Fed dan banyaknya institusi yang terjun ke industri kripto bisa mendongkrak pergerakan positif harga Bitcoin hingga $ 100.000. Namun, ada sosok miliader yang tidak setuju dengan hal itu.

Michael Novogratz, CEO Galaxy Digital Holdings Ltd., skeptis dengan kemungkinan Bitcoin akan memecahkan rekor harga tertinggi pada tahun 2022 ini atau bisa menembus harga $ 100.000.

Menurutnya, harga BTC sepanjang tahun ini, hanya akan bergerak di wilayah $ 30.000 hingga $ 50.000.

“Saya pikir secara harfiah The Fed belum mulai menaikkan suku bunga, mereka belum mulai menarik likuiditas dari sistem, sehingga sepanjang tahun diperkirakan akan menjadi kisaran $ 30.000 hingga $ 50.000 dalam risiko bitcoin ke atas, bukan ke bawah,” kata Michael Novogratz dikutip Bloomberg.

Ilustrasi Bitcoin.
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 23 Maret 2022: Kripto Tampil Menawan, Mulai Siuman?

Investor Belum Investasi Besar di Kripto

Lebih lanjut, Novogratz menyebutkan, meskipun The Fed mengerek suku bunga, investor nyatanya belum mau menginvestasikan banyak uang ke kripto selama pandemi COVID-19. Dampaknya Bitcoin belum bisa mencapai level tertinggi baru.

Investor akan selalu mengevaluasi tingkat risiko dengan mempertimbangkan aksi The Fed yang melakukan pengetatan pasar dalam upaya untuk mengatasi inflasi. Ini berarti, memungkinkan mengembosi nilai Bitcoin jauh lebih rendah tahun ini.

Novogratz menambahkan, perang yang sedang berlangsung di Ukraina juga akan mempengaruhi pilihan investor. Perang yang sedang berlangsung telah membawa pasar saham dan kripto ke dalam serangkaian pergerakan yang tidak terduga.

Pada saat awal ketegangan Rusia-Ukraina terjadi, harga Bitcoin sempat bereaksi positif, karena diyakini Rusia bakal menggunakan kelas aset untuk menghindari sanksi. Namun, nampaknya tidak terlalu berpengaruh pada pergerakan nilai BTC.

Ilustrasi aset kripto Bitcoin.
Ilustrasi aset kripto Bitcoin.

Baca juga: Kecerdasan Buatan Bisa Digunakan untuk Investasi Aset Kripto

Harga Bitcoin Bisa $ 500.000 Per Keping

Dalam wawancara dengan Bloomberg tersebut, Novogratz juga memperkirakan bahwa Bitcoin (BTC) akan mencapai angka $ 500.000 per keping dalam lima tahun ke depan.

“Anda tahu lima tahun ke depan, jika Bitcoin tidak mencapai $ 500.000, saya salah dalam memprediksi siklus,” katanya.

Dia percaya bahwa aset kripto terbesar di dunia, Bitcoin telah tumbuh jauh lebih cepat tahun lalu daripada internet pada 1990-an. Novogratz percaya bahwa kita perlu mendapatkan jeda jika Bitcoin ingin reli secara agresif karena cerita naratif BTC adalah untuk membawa orang ke dalam komunitas.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Terus Jatuh, Metrik Tunjukan Fase Extreme Fear

Penurunan harga Bitcoin (BTC) dalam beberapa pekan ini, membuat metrik Fear and Greed Index menunjukan posisi fase ketakutan ekstrem atau Extreme Fear. Faktanya, metrik tersebut berada dalam kondisi yang terburuk sejak akhir Januari lalu, ketika harga aset turun menjadi $33.000.

Berdasarkan pantauan situs CoinMarketCap, nilai Bitcoin terus anjlok hingga hari Selasa (10/5) pukul 08.00 WIB, harga BTC berada di $ 31.027,13, turun 9,15% dalam 24 jam terakhir. Sementara, laporan data dari Coingecko, harga BTC anjlok 13,4 persen dalam dua pekan terakhir.

Jatuhnya harga BTC yang hebat ini mengakibatkan perubahan dalam sentimen pasar secara keseluruhan, yang ditunjukkan oleh Bitcoin Fear dan Green Index. Dengan memeriksa posting media sosial komunitas, survei, volatilitas, volume perdagangan dan lainnya menentukan perasaan umum terhadap aset kripto terpopuler tersebut.

Bitcoin Fear dan Green Index
Bitcoin Fear dan Green Index masuk fase Extreme Fear.

Baca juga: Proyeksi Harga Bitcoin yang Tertekan di Awal Mei 2022, Terus Turun?

Investor Bitcoin Merasa Takut

Metrik Bitcoin Fear dan Green Index menunjukkan hasil akhir dari 0 (ketakutan ekstrem) hingga 100 (ketamakan ekstrem). Hasilnya Bitcoin telah berada di wilayah ketakutan sejak pertengahan April, tetapi penurunan harga terbaru mendorongnya ke ketakutan yang ekstrem.

Menurut laporan Crypto Potato, metrik menunjukan posisi BTC yang berada di posisi terendah sejak penurunan akhir Januari lalu. Performa Bitcoin di awal Mei juga tidak begitu bagus.

Anjloknya harga BTC membuat para investor dan trader mengalami ketakutan hingga melakukan penjualan. Aksi jual ini turut memicu penurunan harga BTC. Tidak berhenti sampai di situ, anjloknya harga Bitcoin turut memicu penurunan harga altcoin.

Tren Bitcoin Bakal Terus Turun

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat dari analisis teknikal, harga BTC lagi berusaha mempertahankan posisi di supportnya $ 34.000. Sekarang masih berada di bawah level support-nya dan menunggu konfirmasi pada candle daily.

“Jika harga menutup di bawah garis level support, berarti ini konfirmasi bahwa harga akan terus mengalami penurunan ke level selanjutnya di sekitar $ 30.000. Tapi, mungkin Bitcoin akan bertahan di level support $ 34.000 selama beberapa hari baru akan ada konformasi selanjutnya, yaitu terus mengalami penurunan hingga capai $ 30.000,” kata Afid.

Analisis teknikal harga Bitcoin awal Mei 2022.
Analisis teknikal harga Bitcoin awal Mei 2022.

Baca juga: Proyeksi Analis: Harga Bitcoin Menguat Pasca $ 25 Ribu, November 2022

Bulan Mei biasanya merupakan periode musiman yang kuat untuk saham dan kripto. Alasannya secara historis, Bitcoin telah mengalami kenaikan transaksi 17% di bulan Mei dalam 9 tahun terakhir.

Hal ini dapat memberikan kesempatan bagi investor untuk memasuki pasar setelah tiga bulan melakukan perdagangan sideways. Namun, melihat penurunan yang hebat dan banyaknya sentimen negatif, membuat pergerakan naik akan jauh lebih sulit.



Sumber : news.tokocrypto.com