Category Archives: Tokocrypto

Prediksi Harga Terra Luna Classic (LUNC), Inilah Hal Harus Diperhatikan

Harga Terra Luna Classic (LUNC) telah turun sebesar 2,04% dalam 24 jam terakhir, jatuh ke US$ 0,0001816 menyusul kerugian untuk keseluruhan pasar kripto akhir pekan ini. Harganya saat ini mewakili keuntungan 5% dalam seminggu dan kenaikan 18% dalam 30 hari terakhir, dengan altcoin diuntungkan dari sejumlah proposal dari komunitas Terra Luna Classic untuk menaikkan harganya.

Dilaporkan Crypto News, dengan perdagangan 24 jam LUNC tetap tinggi di lebih dari US$ 150 juta, masih ada cukup likuiditas untuk token menyaksikan kenaikan lebih lanjut dalam waktu dekat. Tentu saja, mungkin perlu koreksi ke bawah sedikit lebih jauh sebelum kembali naik.

Indikator LUNC menunjukkan bahwa token mungkin harus turun sedikit sebelum naik kembali. Dilihat dari relative strength index (ungu) telah berada di sekitar angka 50, setelah turun hampir 30 selama akhir pekan, menunjukkan bahwa ia telah memasuki fase penjualan.

Gerak LUNC

Grafik harga harian LUNC/USD. Sumber: TradingView.
Grafik harga harian LUNC/USD. Sumber: TradingView.

Baca juga: 82% Jutawan Dunia Pertimbangkan Investasi Aset Kripto Karena Cuan

Secara paralel, rata-rata pergerakan 30 hari LUNC (merah) telah mulai turun menuju 200 hari (biru). Penurunan ini mungkin tidak akan berakhir hingga menyentuh atau jatuh di bawah rata-rata jangka panjang, di mana investor dapat mulai mengharapkan kenaikan lebih lanjut.

Dalam hal level resistance dan support, tampaknya US$ 0,00018 mungkin menjadi level support utama saat ini. Jika LUNC turun di bawah harga ini, kemungkinan kerugian tambahan meningkat, meskipun penurunan ke level ini juga bisa menjadi pendahulu pemulihan.

Sebaliknya, US$ 0,00019 adalah level resistensi LUNC sekarang, menyiratkan bahwa penembusan melalui level ini dapat menandakan kenaikan lebih lanjut. Melihat gambaran yang lebih besar, pemegang LUNC memiliki berbagai alasan untuk optimis dalam jangka panjang.

Sentimen LUNC

Ada beberapa yang bisa menjadi sentimen gerak LUNC. Mulai dari komunitas Terra Luna Classic yang terus bekerja untuk mengurangi pasokan LUNC dan meningkatkan nilainya. Proposal baru-baru ini untuk mematok ulang stablecoin USTC menjadi US$ 1 kini telah disetujui, sesuatu yang kemungkinan akan berdampak positif pada harga LUNC dalam beberapa hari dan minggu mendatang.

Ilustrasi aset kripto, Terra LUNA.
Ilustrasi aset kripto, Terra Luna Classic (LUNC).

Baca juga: BI Bakal Terbitkan Proof of Concept Rupiah Digital pada Juli 2023, Apa Itu?

Mengenai masalah pembakaran LUNC, beberapa minggu terakhir ini juga melihat pembaruan pada protokol Terra Luna Classic yang menyediakan whitelist sehubungan dengan pembakaran pajak on-chain aslinya. Daftar putih semacam itu dapat membebaskan pihak-pihak tertentu dari pembakaran on-chain, sebuah perubahan yang dicari Binance untuk melanjutkan pembakaran biaya perdagangan regulernya sendiri.

Perselisihan yang sedang berlangsung dalam komunitas Terra Luna Classic dapat menghambat upaya untuk mencapai target pengembalian ke level US$ 0,001 dan US$ 0,01 (atau lebih), seperti proposal saat ini untuk mengakhiri pembayaran kepada pengembang Jacob Gadikian yang diduga karena “menyerang dan memfitnah validator di Luna Classic Blockchain.”

Meskipun kehilangan satu pengembang mungkin tidak berakibat fatal bagi jaringan Terra Luna Classic, hal itu berpotensi menunda pengembang lain untuk berkontribusi. Hal ini juga menimbulkan kemungkinan masyarakat tidak menyepakati rencana pelaksanaan usulan re-peg tersebut di atas, yang berlalu tanpa roadmap yang pasti dan tetap.

Meskipun demikian, LUNC jelas merupakan salah satu yang harus diperhatikan di tahun yang akan datang, dan bisa menjadi salah satu pemenang besar tahun 2023.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kilas Balik Pencapaian Industri Aset Kripto di Indonesia

Industri aset kripto di Indonesia terus mengalami perkembangan. Perjalanannya tidak mudah dan terus menghadapi pasang surut yang sejalan dengan gejolak market kripto global.

Perlu diketahui pertumbuhan investasi aset kripto di Indonesia masih terus menunjukan angka yang positif. Berdasarkan data Bappebti, jumlah investor di Tanah Air bertambah 5,46 juta orang sepanjang tahun 2022 hingga total mencapai 16,7 juta. Dibandingkan pertumbuhan tahun 2021 jumlah investor kripto itu lebih rendah sebanyak 11,2 juta orang.

Nilai transaksi perdagangan aset kripto harus diakui mengalami penurunan selama tahun 2022. Bappebti juga melaporkan, nilai transaksi kripto sebesar Rp 306,4 triliun sepanjang 2022. Angkanya menurun 64,3% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 858,76 triliun.

Menurunnya nilai transaksi kripto seiring dengan anjloknya market global dan ketidakstabilan makroekonomi pada tahun lalu. Meski begitu, diproyeksikan aset kripto akan kembali bangkit pada tahun ini, meski tidak terlalu cepat atau secara bertahap. 

Bisnis Aset Kripto

Dari segi bisnis pun masih sangat menjanjikan. Tercatat pada akhir 2022 ada 25 pedagang aset kripto yang terdaftar di Bappebti, naik dari 13 pedagang aset kripto di tahun 2021. Adopsi kripto dan blockchain pun terus mengalami perkembangan dengan banyaknya startup dan project token kripto lokal yang bermunculan.

Ilustrasi aset kripto.
Ilustrasi aset kripto. Sumber: Getty Images.

Baca juga: Tokocrypto Hadirkan Fitur Bukti Pajak Kripto Pengguna Dukung PMK 68

“Hal tersebut tentu positif, dengan munculnya banyak startup blockchain dan project kripto lokal ini, membukti bahwa bisnis aset kripto di Indonesia naik, bisa diakses oleh masyarakat. Developer lokal sudah melek soal pemanfaatan teknologi blockchain dengan meluncurkan project kripto,” kata Ketua Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda.

Dari sisi regulasi, sejauh ini sudah cukup mengakomodir keinginan para pelaku usaha dan membuat industri aset kripto lebih legitimate. Kehadiran aturan mengenai jenis token kripto yang boleh dan resmi diperdagangkan turut membuat investor lebih aman. Kemudian, adanya pajak transaksi aset kripto juga membuat industri ini lebih diperhitungkan, karena berkontribusi untuk pendapatan negara.

Pajak Kripto

Ada berbagai pembaruan regulasi aset kripto yang dikeluarkan. PerBa Bappebti Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto, sekaligus mencabut Peraturan Bappebti Nomor 7 Tahun 2020.

PerBa tersebut dikeluarkan sebagai bentuk peningkatan keamanan investor kripto di Indonesia. Dalam aturan ini terdapat daftar baru 383 jenis aset kripto yang legal di mana 10 adalah token lokal. Nantinya, Bappebti terus melakukan peninjauan terhadap inovasi kripto yang terjadi di pasar.

Infografik pajak kripto di Indonesia. Foto: Tokocrypto.
Infografik pajak kripto di Indonesia. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Bappebti Kemendag dan ASPAKRINDO Gelar Bulan Literasi Kripto 2023

Salah satu regulasi yang menjadi momentum bagi perdagangan aset kripto adalah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 68/PMK.03/2022 tentang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penghasilan atas Transaksi Perdagangan Aset Kripto. Regulasi tersebut telah berlaku sejak 1 Mei 2022.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengumumkan sukses mengumpulkan pajak transaksi kripto sebesar Rp 246,45 miliar per Desember 2022. Dari jumlah tersebut, Sri Mulyani merinci perolehan Pajak Penghasilan (PPh) melalui perdagangan sistem elektronik dalam negeri (PMSE DN) dan penyetoran sendiri mencapai Rp 117,44 miliar. Sementara itu, perolehan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas pemungutan oleh non Bendaharawan sebesar Rp 129,01 miliiar.

Tantangan dan Peluang

Industri aset kripto masih bisa terus tumbuh di Indonesia. Ada pun tantangan yang harus diperhatikan untuk menjadikan industri kripto ini sehat, yaitu terkait edukasi dan literasi. Saat ini banyak masyarakat belum sepenuhnya memahami investasi aset kripto, seperti cara memulai hingga strategi untuk mendapatkan profit. Di samping itu, sering terjadi penipuan investasi bodong yang berkedok aset kripto, sehingga membuat citra industri ini menjadi negatif.

Perbandingan regulasi aset kripto  dengan negara lain. Sumber: Tokocrypto.
Perbandingan regulasi aset kripto dengan negara lain. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Riset: Nilai Pasar NFT Indonesia Bisa Capai Rp 200 T pada Tahun 2028

“Peluang tentu masih besar, dengan total jumlah investor kripto yang mencapai 16,7 juta di akhir 2022, berarti baru 6% penduduk Indonesia dari total 274 juta yang belum investasi kripto. Artinya potensi market masih sangat besar untuk bisa dimaksimalkan,” jelas pria yang akrab disapa Manda.

Terlebih saat ini aset kripto sudah dipercaya oleh banyak investor ritel di Indonesia yang sebelumnya terlebih dahulu masuk ke instrumen saham dan reksadana. Prospek imbal hasil yang tinggi dan kemudahan untuk berinvestasi menjadi daya tarik utama kripto.

Tingginya animo generasi muda dalam berinvestasi aset kripto didorong oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah barrier to entry yang sangat kecil dan kemudahaan akses ke platform investasi kripto. Di sisi lain, adanya kecanggihan teknologi dan keterbukaan informasi, animo masyarakat untuk memilih kripto sebagai salah satu aset atau alternatif atas instrumen investasi konvensional akan semakin tinggi di waktu mendatang.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tron dan ChatGPT Kembangkan Sistem Pembayaran, Harga TRX Naik?

Pendiri Tron, Justin Sun, mengumumkan rencana untuk blockchain Tron dan ChatGPT dari OpenAI untuk membuat sistem pembayaran yang jauh lebih aman. Ini akan menetapkan standar baru dalam keuangan terdesentralisasi.

Integrasi dengan sistem artificial intelligence (AI) seperti ChatGPT dan OpenAI akan membawa tingkat efisiensi dan kenyamanan baru ke sistem pembayaran. Basis pengguna ChatGPT sendiri sudah mencapai 100 juta.

Sun men-tweet pada Sabtu (4/2) tentang rencana untuk mengintegrasikan blockchain Tron dan sistem AI seperti ChatGPT dan OpenAI untuk kerangka pembayaran terdesentralisasi.

“Kerangka kerjanya mencakup sistem kontrak pintar pada rantai, protokol lapisan pembayaran, SDK panggilan yang mendasarinya, dan gateway pembayaran AI. Menggunakan sistem kontrak pintar untuk menyimpan pertanyaan pengguna dan hasil AI pada sistem penyimpanan file #BitTorrent #BTFS yang terdesentralisasi,” tulis Sun.

Pembayaran yang Aman

Baca juga: Harga Shiba Inu Naik 16% saat Peluncuran Shibarium Semakin Dekat

Sun yang juga penasihat bursa kripto, Huobi mengatakan kerangka kerja berbasis Tron akan menciptakan sistem pembayaran terdesentralisasi yang aman, dapat dipercaya, anti-rusak, anti-sensor, dan mampu AI, membantu orang membangun ekosistem keuangan baru yang terdesentralisasi dan cerdas.

Salah satu pengusaha kripto termuda di dunia itu mengungkapkan bahwa dia berupaya untuk menggabungkan aplikasi DeFi Just (JST), Sun (SUN), APENFT Marketplace pada kerangka pembayaran yang sepenuhnya sesuai dengan blockchain Tron. Platform tersebut mengandalkan kemampuan komputasi dan analisis AI yang kuat.

Fitur AI Investment membangun layanan manajemen investasi untuk aset pada rantai, menyebarkan aset secara cerdas, dan mencapai pengembalian yang lebih efisien dan stabil. Sun ingin agar semua token dan proyek yang terhubung dengan Tron menggabungkan sistem AI.

Reaksi Harga TRX

Grafik harian TRX/USDT. Sumber: Tradingview.
Grafik harian TRX/USDT. Sumber: Tradingview.

Baca juga: Indonesia Bisa Jadi Salah Satu Pemimpin Pasar Aset Kripto di Dunia

Harga Tron (TRX) membentuk pola pembalikan bullish double-bottom dan menembus garis resistance. Harga Tron bersiap untuk golden crossover EMA 50 dan 200 hari.

Harga TRX diperdagangkan dengan isyarat bullish dan pembeli mencoba keluar dari zona konsolidasi kisaran sempit yang mungkin memicu reli bagi pecinta Tron. Hal ini juga didorong Justin Sun men-tweet tentang niatnya untuk menghubungkan blockchain Tron dengan teknologi kecerdasan buatan seperti ChatGPT untuk membuat sistem pembayaran terdesentralisasi adalah berita bagus bagi investor TRX yang dapat berdampak positif pada harga TRX.

Pada saat penulisan, pasangan TRX/USDT diperdagangkan di $0,06459 dengan kenaikan harian di 1,17% dan rasio kapitalisasi volume ke pasar 24 jam di US$ 0,0382. Saat ini, harga tampaknya tertahan di kisaran sempit antara US$ 0,05768 hingga US$ 0,06568 dan mungkin melihat penembusan positif jika harga bertahan di atas EMA.

Namun, harga berada di dekat zona pasokan dan US$ 0,06568 akan bertindak sebagai rintangan langsung bagi kenaikan. Jika bulls berhasil menembus rintangan dapat naik menuju US$ 0,07235 dalam rentang waktu singkat.



Sumber : news.tokocrypto.com

Indonesia Bisa Jadi Salah Satu Pemimpin Pasar Aset Kripto di Dunia

Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan optimis dengan berkembangan pasar aset kripto di Indonesia. Menurutnya pasar aset kripto di dalam negeri semakin meningkat setiap tahunnya dan hal tersebut membuat Indonesia bisa menjadi salah satu market leader di dunia.

“Kondisi ini semua menunjukkan bahwa potensi pasar aset kripto di Indonesia masih sangat besar dan bukan tidak mungkin Indonesia dapat menjadi salah satu pemimpin pasar aset kripto di dunia,” jelas Zulkifli dalam keterangan resminya dikutip Senin (6/2).

Sepanjang 2022, jumlah investor kripto di Indonesia mencapai 16,7 juta orang. Jumlah itu meningkat 44,64% dibandingkan pada 2021 yang sebanyak 11,2 juta orang. Jumlah tersebut didominasi kaum milenial berusia antara 18—30 tahun.

Secara kumulatif, transaksi asest kripto di Indonesia telah mencapai sebesar Rp 306,4 triliun sepanjang 2022. Angkanya menurun 64,3% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 858,76 triliun. Tren transaksi kripto yang menurun bersamaan dengan anjloknya nilai market secara global, terutama menjelang akhir tahun 2022. Meski begitu, pemerintah masih yakin dengan potensi berkembangnya aset kripto di masa depan.

Optimis Kehadiran Bursa Kripto

“Meskipun pada 2022, nilai transaksi aset kripto mengalami penurunan pasar yang mengalami tren saham melemah (bearish), tapi di sisi lain semakin banyaknya perusahaan seperti Meta, Google, dan Twitter yang mulai mengintegrasikan teknologi blockchain dalam kegiatan usahanya. Hal ini membuktikan bahwa bursa asset kripto akan berkembang pesat pada tahun ini,” tutur Mendag Zulkifli Hasan.

Pembukaan kegiatan Bulan Literasi Kripto 2023 di Jakarta, Kamis (2/2). Sumber: Kemendag RI.
Pembukaan kegiatan Bulan Literasi Kripto 2023 di Jakarta, Kamis (2/2). Sumber: Kemendag RI.

Baca juga: Data Ungkap Alasan kripto Litecoin (LTC) Reli 80% ke Harga US$ 100

Kementerian Perdagangan juga menargetkan Indonesia akan memiliki kelembagaan bursa
aset kripto yang secara khusus menjadi tempat perdagangan aset kripto setidaknya pada pertengahan tahun 2023. Bursa kripto diperlukan karena diperkirakan pada 2023 aset kripto akan mengalami perkembangan yang pesat, jika dilihat dari sudut pandang teknologi blockchain yang merupakan asal muasal dari teknologi aset kripto.

Teknologi blockchain yang salah satu pengaplikasiannya adalah aset kripto terus mengalami
perkembangan. Namun demikian, Indonesia telah berusaha mengikuti perkembangan tersebut
dengan melakukan penyesuaian berbagai aturan untuk dapat mengatur ekosistem penyelenggaraan aset kripto yang wajar dan adil, serta mengutamakan perlindungan bagi masyarakat sebagai pelanggan.

Pengawasan dan pengaturan perdagangan aset kripto saat ini masih menjadi bagian dari kewenangan Bappebti. Selain itu, untuk menghadapi berbagai tantangan teknologi blockchain ke depan, termasuk aset kripto yang dinilai dapat mempengaruhi sektor keuangan, tahun ini telah diterbitkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

UU P2SK diharapkan dapat saling mengoordinasikan dan menguatkan peran kementerian/lembaga dalam mengatur penyelenggaraan perdagangan aset kripto ke depannya menjadi lebih baik.

Bulan Literasi Kripto

Pembukaan kegiatan Bulan Literasi Kripto 2023 di Jakarta, Kamis (2/2). Sumber: Kemendag RI.
Pembukaan kegiatan Bulan Literasi Kripto 2023 di Jakarta, Kamis (2/2). Sumber: Kemendag RI.

Baca juga: BPS Pakai Teknologi Blockchain Olah Data Penduduk Indonesia

Bappebti dan Asosiasi Pedagangan Aset Kripto Indoesia (ASPAKRINDO) menggelar program “Bulan Literasi Kripto” yang diselenggarakan sepanjang Februari 2023. Program BLK 2023 dapat meningkatkan literasi perdagangan aset kripto dengan memberikan mpemahaman yang benar dan tepat di tengah masyarakat sehingga pelaksanaan perdagangan pasar fisik aset kripto sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Bulan Literasi Kripto menjadi momen yang tepat untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada pelanggan, calon pelanggan, dan masyarakat umum mengenai penyelenggaraan, mekanisme, dan kelembagaan dalam perdagangan pasar fisik aset kripto di Indonesia. Kami berharap, kegiatan ini dapat menjangkau semakin banyak masyarakat untuk melek aset kripto adalah salah satu alternatif perdagangan komoditas,” tutur Ketua ASPAKRINDO, Teguh Kurniawan Harmanda.

Bulan Aset Kripto 2023 akan diisi dengan berbagai kegiatan di antaranya seminar web maupun gelar wicara ke kampus-kampus serta masyarakat luas, fun sport, dan turnamen eSport dan lainnya. Rangkaian acara tersebut akan digelar di beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Medan, Semarang, Surabaya, dan Makassar, baik secara luring, daring, atau
hibrida.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kenalan dengan Aset Crypto, Investasi Online yang Sedang Populer!

Kegiatan investasi memang sudah hadir jauh sejak beberapa tahun yang lalu. Namun, sebelumnya dilakukan secara konvensional dan membutuhkan tenaga dan waktu yang lebih besar. Seiring perkembangan zaman dan teknologi, investasi bisa dilakukan secara online. Didukung dengan cepatnya pertukaran informasi melalui internet, investasi tersebut kian populer.

Salah satu dari instrumen investasi online adalah aset kripto. Yuk, kenalan dan simak penjelasan lebih lengkapnya!

Aset Kripto sebagai Instrumen Investasi Online

Investasi online kini kerap diperbincangkan, kaum millenial pun akhirnya jadi melek investasi. Perkembangan teknologi yang sangat masif akhirnya mempermudah kita dalam berinvestasi. Selayaknya investasi konvensional, investasi online merupakan penanaman modal untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu jangka panjang. Nah yang membedakannya adalah semua proses dari investasi tersebut dilakukan secara digital.

Aset kripto adalah sebuah mata uang digital yang dirancang sebagai alat tukar. Aset kripto ini dijalankan dengan sistem kriptografi untuk mengamankan dan memverifikasi setiap transaksi dari pemiliknya. Yups, karena semua proses transaksi aset kripto ini dilakukan secara digital dan menggunakan teknologi tinggi, makanya ia merupakan salah satu instrumen investasi online.

Penyebab Populernya Aset Kripto sebagai Instrumen Investasi Online

Dilansir dari Kompas.com, Analisis Capital Future Wahyu Laksono mengatakan yang menjadi alasan banyaknya peminat aset kripto diantaranya, meningkatnya ketidakpercayaan orang-orang terhadap mata uang resmi atau fiat. Ia menuturkan, nilai uang fiat akan tergerus inflasi. Inilah yang akhirnya membuat banyak orang berlomba-lomba untuk menginvestasikan dananya pada aset-aset ekonomi non uang untuk menghindari pengurangan nilai tersebut.

Ia pun menambahkan walaupun instrumen investasi emas juga bisa dipilih untuk menghindari inflasi, banyak orang yang tetap tertarik dengan aset kripto karena sifatnya yang efisien, yakni tidak membutuhkan ruang penyimpanan khusus, berbeda seperti emas. Ia menjelaskan, emas memiliki fisik dan perlu storage, inilah yang menjadikannya kurang efisien. Sedangkan kripto karena ia dilakukan secara digital, maka kelebihannya secara teknologi lebih efisien, unbank, connected, dan open.

Pengaruh lain datang dari banyak pebisnis dunia yang ikut mempopulerkan jenis kripto. Salah satunya, CEO Tesla Elon Musk, terus membicarakan berbagai jenis kripto lewat akun twitternya. Bahkan, ia pun bakal menjadikan Bitcoin sebagai salah satu alat pembayaran yang sah untuk transaksi mobil listrik miliknya, Tesla.

Jenis-jenis Aset Kripto

https://www.youtube.com/watch?v=_XsCHSaVcF8

Kini jenis aset kripto yang ada sangat banyak, lho! Tercatat di coingecko.com, ada lebih dari 6000 jenis aset kripto yang tersebar di seluruh dunia. Inilah beberapa jenis aset kripto yang perlu Anda ketahui!

  1. Bitcoin

    Jenis aset kripto yang pertama tentunya adalah Bitcoin. Koin yang sering dijuluki sebagai King of Cryptocurrency ini merupakan mata uang digital yang menempati posisi pertama yang memiliki nilai harga yang tinggi. Jumlahnya yang terbatas dan permintaan nya yang tinggilah yang menyebabkan ia memiliki harga yang tinggi.

  2. Ethereum

    Selanjutnya adalah Ethereum. Ethereum menduduki posisi kedua sebagai aset kripto yang memiliki tingkat likuiditas yang cukup tinggi. Ini disebabkan karena mata uang yang beredar cukup banyak, makanya pencairannya lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan mata uang lainnya.

  3. Litecoin

    Litecoin kerap disebut sebagai mata uang digital terbaik dan bisa disejajarkan dengan BTC dan ETH. Mengapa demikian? Ia memiliki tingkat likuiditas tinggi serta market yang besar. Litecoin yang beredar di market saat ini berjumlah 84 juta LTC.

  4. Dogecoin

    Mata uang digital ini diluncurkan pertama kali tahun 2013 menggunakan teknologi yang berasal dari Litecoin. Siapa yang menyangka jika awalnya doge merupakan mata uang lelucon saja, kini ia mempunyai banyak penggemar. Mata uang satu ini memang mampu menarik perhatian banyak orang di awal tahun 2021. Jika awal Januari 2021 harga doge masih berkisar puluhan perak, kini ia memiliki harga yang tinggi jauh berkali-kali lipat. Bahkan pada 7 May 2021, harganya mampu mencapai Rp 9.783 per doge!

  5. Binance Coin (BNB)

    Binance coin diluncurkan sebagai token ERC-20 yang berjalan di atas jaringan ethereum. Binance sendiri digunakan pada platform pertukaran mata uang kripto Binance. Anda bisa menggunakan binance untuk membayar trading di Binance Exchange.

Jika Anda ingin berinvestasi online dan memilih aset kripto sebagai instrumen investasinya, daftarkan diri Anda sekarang di Tokocrypto!



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Kian Naik, Bagaimana Ethereum di Masa Depan?

Bitcoin menjadi alternatif investasi banyak orang, seiring waktu semakin menunjukkan tren kenaikan hingga menyentuh titik tertinggi Rp 939,6 juta. Kenaikan Bitcoin beberapa waktu terakhir menjadi salah satu penyebab harga Ethereum naik. Kini Ethereum menjadi alternative coin (altcoin) yang populer kedua, lho, setelah Bitcoin. 

Ethereum masih sangat terbuka untuk memiliki tren harga naik. Sebelum membahas lebih lanjut penyebab Ethereum naik baru-baru ini, ada baiknya terlebih dahulu kenali Ethereum. Mari, simak lengkapnya!

Apa sih Ethereum?

Vitalik Buterin merupakan sosok orang yang menciptakan Ethereum pada tahun 2013 saat dirinya berusia 19 tahun. Ethereum pertama kali diluncurkan pada 30 Juli 2015. 

Ethereum merupakan jaringan peer-to-peer publik seperti blockchain dengan nama mata uang digital yang bernama Ether (ETH). Ethereum adalah infrastruktur, melalui jaringan tersebut para pengembang dapat memproduksi sebuah aplikasi. Berdasarkan cara tersebut, Ethereum bekerja sebagai sebuah platform software yang terdesentralisasi.

Ethereum memiliki potensi besar dalam bidang teknologi dan keuangan. Potensinya dapat digunakan untuk mengubah cara perdagangan sekuritas, hal ini dikarenakan Ethereum mengizinkan lebih banyak pengembangan sehingga berbagai kreativitas uang digital.

Penyebab Ethereum Naik Baru-baru Ini

Pada Mei tahun lalu, Ethereum hanya memiliki harga sekitar Rp 3,5 juta. Kemudian mencapai harga tertinggi Rp 52,5 juta pada 4 Mei 2021. Awal tahun ini Ethereum mengalami peningkatan 5 kali lipat dan diprediksi harga Ethereum masih terus berpotensi meningkat.

Berikut beberapa faktor yang menyebabkan tren membuat harga Ethereum menguat, yaitu

1. Peningkatan teknologi Ethereum 2.0

Saat ini terjadi banyak pembenahan Ethereum terkait kekurangannya, seperti jaringan yang lebih cepat dan biaya yang lebih murah. Selain itu, Ethereum akan mengubah proof of work (menambang) menjadi proof of stake (staking) demi mengurangi supply maksimal Ethereum di masa depan.

Suplai yang unlimited menjadi salah satu kelemahan Ethereum selama ini, sehingga pada pertengahan tahun ini Ethereum melakukan peningkatan EIP-1559. Peningkatan tersebut akan menyebabkan terjadinya burn Ethereum, demi mengurangi supply Ethereum di masa depan.

2. Penggunaan Sistem Pelelangan Non Fungible Token (NFT)

Meningkatnya penggunaan sistem pelelangan non fungible token (NFT) karena memudahkan para pekerja seni seperti fotografer dan animator, bahkan pencipta teknologi seperti developer untuk menjual karya mereka secara lelang.

Selain itu, rencana penerbitan obligasi digital menggunakan jaringan blockchain Ethereum oleh Europe Investment Bank (EIB) akan membuat permintaan kripto Ethereum meningkat. 

Pertumbuhan Ethereum Setiap Tahun

Pada awal Agustus 2015 harga Ethereum semula harganya sebesar $1.25 selanjutnya mengalami fluktuasi hingga menyentuh harga $8.01 di Desember 2016. Ethereum mulai mengalami tren naik di Maret 2017 sebesar $49.75 dan terus naik hingga menyentuh titik tertingginya pada harga $1066 di awal Januari 2018.

Ethereum mengalami penurunan tren di awal tahun 2019 dengan harga $107.57 dan mengalami fluktuasi hingga awal tahun 2020. Ethereum lalu kembali mengalami kenaikan tren pada Oktober 2020 di harga $383.68 dan terus mengalami kenaikan hingga mencapai titik tertinggi pada 10 Mei 2021 dengan harga $3896.32.

Itulah penyebab harga Ethereum naik. Ethereum juga masih terbuka untuk mengalami tren naik. Hanya dengan modal Rp. 50.000 Anda sudah dapat memulai trading di Tokocrypto, lho! Tunggu apa lagi? Yuk, gabung dan mulai trading di Tokocrypto! Salam to the moon!



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum Ditargetkan Capai US$ 2.000 Setelah Shanghai Upgrade

Ethereum (ETH) akan memasuki babak baru setelah melakukan Shanghai Upgrade yang direncanakan berlangsung pada Maret mendatang. Banyak analis memperkirakan harga ETH bisa kembali menembus US$ 2.000.

Ethereum Shanghai Upgrade akan menjadi pembaruan besar pertama sejak The Merge pada bulan September lalu, yang mentransisikan jaringan ke sistem proof-of-stake (PoS). The Merge juga memperkenalkan kemampuan bagi pengguna untuk menyetor ETH ke jaringan untuk menjadi validator dan membantu mengautentikasi transaksi on-chain. Sebagai imbalannya, pengguna tersebut dapat mengumpulkan hadiah dalam bentuk ETH yang baru dihasilkan.

Shanghai Upgrade pada awalnya diharapkan untuk memasukkan peningkatan tambahan yang sangat diantisipasi, termasuk proto-danksharding, yaitu proses pengambilan sampel data yang disederhanakan membuat transaksi layer-2 pada Ethereum secara signifikan lebih murah dan lebih cepat.

Shanghai Upgrade

Baca juga: Reli Bitcoin Untungkan Investor Kripto yang Baru Masuk

Selain itu Shanghai juga menawarkan EOF yaitu pembaruan yang sangat dibutuhkan dan bertahun-tahun tertunda ke Ethereum Virtual Machine (EVM), mekanisme yang mendasari jaringan yang menyebarkan smart contract. Namun, kedua pembaruan ditunda untuk memastikan penarikan ETH dapat dilakukan pada bulan Maret mendatang.

Dilaporkan Decrypt, pengembang inti Ethereum mengumumkan keberhasilan penyebaran mainnet shadow fork pertama yang dirancang untuk menguji kesiapan kemampuan penarikan staking ETH, sebuah fitur baru yang diharapkan segera diluncurkan.

Mainnet shadow fork adalah latihan lengkap untuk peningkatan sistem, yang memungkinkan pengembang untuk menguji kekurangan desain dan men-tweak masalah yang belum terselesaikan. Tes pratinjau tersebut memberi peningkatan pada Ethereum dan sangat dinantikan.

Harga ETH

Grafik Harian ETH/USD. Sumber: TradingView.
Grafik Harian ETH/USD. Sumber: TradingView.

Baca juga: Vitalik Buterin Ungkap Roadmap Baru Ethereum Setelah The Merge

Harga ETH saat ini sedang berada di garis resistensi menurun. Ada kemungkinan bahwa momentum telah berubah menjadi bullish karena peningkatan Ethereum Shanghai yang akan datang. Ini akan merebut kembali area US$ 1.650 dan dapat semakin mempercepat tingkat kenaikan.

Pasokan Ethereum sendiri telah berubah menjadi deflasi sekali lagi. Pasokan 120 juta token ETH saat ini adalah 2.000 lebih sedikit daripada saat peluncuran Ethereum 2.0 pada September 2022, dan beralih ke mekanisme konsensus proof-of-stake (PoS).

Dilaporkan Beincrypto, Ethereum mungkin akan naik karena Shanghai Upgrade yang akan datang. Meskipun pemutakhiran tidak akan mengatasi masalah dengan gas fee atau meningkatkan smart contract, pemutakhiran akan memungkinkan penarikan bertahap staking ETH, yang telah berada di Beacon Chain selama lebih dari dua tahun.

Posisi ETH berada di area resistensi utama berada pada harga rata-rata US$ 1.660, yang diciptakan oleh level resistensi retracement Fib 0,618 dan area resistensi horizontal. Pergerakan di atasnya bisa membawa Ethereum ke US$ 2.000. Jika terjadi pergerakan turun, area US$ 1.350 akan menjadi support.





Sumber : news.tokocrypto.com

Inilah Tren Harga Bitcoin di Desember Tahun 2020

Jika Anda tertarik dengan dunia investasi Anda mungkin perlu mempertimbangkan jenis investasi yang satu ini, yaitu Bitcoin. Bitcoin adalah cryptocurrency atau mata uang digital yang kini popularitasnya tengah naik daun. Selain Bitcoin, ada beberapa mata uang digital lainnya seperti Ethereum, Litecoin, Ripple, dan Monero. Menempati urutan teratas, Bitcoin menjadi mata uang digital yang paling digandrungi saat ini karena nilainya yang tinggi. Seperti apakah tren harga Bitcoin dari tahun ke tahun? Sebelum itu, mari kita melihat sejarah singkat perjalanan Bitcoin.

Pada Januari 2009, seseorang dengan nama samaran Satoshi Nakamoto pertama kali menciptakan Bitcoin. Menganut sistem peer to peer, Bitcoin disebut sebagai alat transaksi langsung yang tidak membutuhkan perantara layaknya bank konvensional. Namun, Anda tidak perlu ragu dengan keamanan bertransaksi dengan Bitcoin. Bitcoin menggunakan kriptografi sebagai fungsi keamanan dasar, misalnya memastikan bahwa penggunaannya hanya dapat digunakan oleh pemiliknya dan tidak boleh dilakukan lebih dari satu kali. 

Dewasa ini banyak orang yang memperjualbelikan Bitcoin sebagai salah satu kegiatan berinvestasi dan memperoleh profit yang cukup banyak. Hal ini dikarenakan harga Bitcoin yang melejit hingga ratusan juta rupiah pada tahun 2017 silam. Seperti apa perjalanan Bitcoin dari tahun ke tahun? Mari kita simak ulasannya.

Tren Harga Bitcoin dari Tahun ke Tahun

Pada awal kemunculannya di tahun 2010, satu keping Bitcoin atau satu BTC terhadap rupiah dihargai senilai Rp. 451. Tiga tahun kemudian, harganya berubah menjadi Rp. 800 ribu per koin. Dapat disimpulkan bahwa dalam tiga tahun nilai Bitcoin melonjak sebesar 177.383% atau naik 1.773,83 kali dari nilai awalnya. 

Selang satu tahun kemudian, harga BTC mencapai lebih dari Rp. 266 juta per keping. Artinya, dalam empat tahun Bitcoin kembali naik sebesar 33.250% atau 332,5 kali lipat dari nilainya pada tahun 2013 yaitu Rp. 800 ribu.  

Di tahun 2017, Bitcoin mencapai puncak tertingginya sebesar $20.000 atau senilai Rp. 285.71 juta rupiah. Harga yang sangat menggiurkan. Tidak hanya itu, Bitcoin pun telah mendorong lebih dari 1.600 mata uang digital lainnya untuk memasuki pasar. 

Namun, sangat disayangkan pertumbuhan nilai Bitcoin yang terus melejit terhenti sampai di situ dikarenakan China melarang penggunaan Bitcoin sebagai alat pembayaran untuk transaksi. Saat itu Bitcoin terhadap rupiah diperjualbelikan seharga kisaran Rp. 58 juta per satu BTC. 

Tren Harga Bitcoin pada Tahun 2020

Di tahun 2020, pertumbuhan nilai Bitcoin kembali menggeliat. Di bulan Mei 2020, harga Bitcoin diperjualbelikan senilai $9.040 per satu BTC atau setara dengan Rp. 135,6 juta dan relatif stagnan di kisaran $9000-$9.500. Lalu, pada bulan Juli 2020 nilai Bitcoin mengalami kenaikan di kisaran antara $10.200 dan $11.800 dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 15%. Untuk pertama kalinya harga Bitcoin kembali melewati angka $11.000 sejak 2019. 

Di bulan November 2020, harga Bitcoin kembali meningkat senilai $15.002 per satu BTC. Nilai tersebut dianggap sebagai nilai tertinggi sejak pencapaian rekor tertingginya di akhir tahun 2017 lalu. Kenaikan harga tersebut dikarenakan pasar mulai menganggap aset investasi lain terlalu tinggi sehingga aset kripto menjadi tujuan utama. 

Harga Bitcoin Desember 2020

Di akhir tahun 2020, harga Bitcoin menyentuh $28,990. Hal ini berkaitan dengan adanya rencana halving. Halving adalah proses di mana pendapatan berupa Bitcoin yang didapatkan penambang dari proses mengurai algoritma matematika berkurang setengahnya. Proses ini bertujuan mengurangi pasokan Bitcoin yang masuk ke pasar sehingga bisa mendongkrak harga.

Prediksi ini sejalan dengan perkiraan Jeth Soetoyo selaku pendiri dan CEO bursa aset kripto Pintu. Ia memprediksi di akhir tahun ini harga Bitcoin berpeluang naik menjadi $15.000 atau setara dengan Rp. 222 juta. Menurutnya hal itu sangat mungkin terjadi bergantung pada permintaan pasar. 

Setelah menyimak ulasan di atas Anda mungkin berpikir berinvestasi Bitcoin adalah investasi yang menjanjikan. Namun Anda tetap harus berhati-hati dan jangan mudah tergiur. Pastikan Anda memilih bursa yang tepat dan aman untuk bertransaksi. Kunjungi Tokocrypto untuk melihat tren harga Bitcoin dan kemudahan berinvestasi Anda.



Sumber : news.tokocrypto.com

Inilah Data Harga Bitcoin yang Naik dari Tahun Pertama Pembuatan

Sejak kemunculannya pada Januari 2009, harga Bitcoin terus mengalami perubahan di tiap tahunnya. Di awal kemunculannya, Bitcoin masihlah belum berharga sama sekali. Namun, seiring berjalannya waktu harga Bitcoin mengalami peningkatan. Nah, seperti apa sih harga Bitcoin dari tahun ke tahun? Yuk, simak ulasannya.

Investasi Kripto Khususnya Bitcoin yang Makin Diminati Investor

Akhir tahun 2020 menjadi sejarah penting bagi perjalanan aset kripto di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Bagaimana tidak? Nilai mata uang kripto khususnya Bitcoin sempat meroket hingga ke angka $19.891 atau sekitar Rp 281 juta per kepingnya dan menjadikannya sebagai harga tertinggi sepanjang masa.  

Melompatnya harga Bitcoin yang hampir menyentuh angka tertinggi ini disebabkan karena  tingginya permintaan. Apalagi saat ini, masyarakat sudah paham bahwa Bitcoin menjadi aset investasi pelindung terkhusus di tengah pandemi seperti sekarang ini. Dilihat dari harga Bitcoin pada 2020, ia tetap memiliki performa dengan baik dibandingkan dengan aset investasi lainnya seperti deposito, saham, maupun logam mulia dan hal ini menjadikan Bitcoin sebagai investasi yang makin diminati oleh investor.

Harga Kenaikan Bitcoin dari Tahun ke Tahun

Harga Bitcoin yang sudah terlihat baik pada tahun 2020 membuatnya menarik untuk melihat perjalanan harganya dari awal kemunculannya. Inilah perjalanan harga bitcoin dari tahun ke tahun.

Bitcoin ditemukan oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2008 yang kemudian dirilis secara umum pada awal tahun 2009. Transaksi pertama yang dilakukan antara Nakamoto dengan pengguna awal Bitcoin terjadi pada bulan Januari 2009. Di tahun 2010 untuk pertama kalinya Bitcoin memiliki harga berdasarkan mata uang USD dan memiliki harga sekitar $0,0008 yang kemudian berubah menjadi $0,08 untuk satu koinnya di Juli 2010.  

Di awal 2011, Bitcoin memiliki harga $1 untuk satu koinnya yang lalu harga tersebut memiliki perubahan harga yang naik menjadi $10 per koinnya. Sedangkan untuk di tahun 2012 harga Bitcoin masih cenderung tetap dan memiliki angka yang cukup kecil.

Di tahun 2013 harga Bitcoin benar-benar menunjukkan peningkatannya. Dimulai dengan harga sekitar $13,50 per Bitcoin-nya. Harga rally pada awal April  2013 pun sempat mencapai $220 sebelum akhirnya turun kembali di kisaran harga $70 pada pertengahan April. Di bulan Oktober dan November 2013 harga Bitcoin mulai rally yang dihargai sekitar $100 pada awal Oktober hingga mencapai puncaknya sekitar $195 di akhir bulannya dan harga berubah kembali dari $200 menjadi lebih dari $1.075 di bulan November.    

Di Januari 2014 harga Bitcoin berada di rentang $750-$1.000, sempat melonjak menjadi $1.000 sebentar lalu turun kembali dan menetap di kisaran $800. Bulan berikutnya harga Bitcoin kembali jatuh ke angka $600-$700 yang kemudian harga Bitcoin stabil berada di rentang $500-$800 hingga sampai musim panas tahun 2015.

Pada tahun 2015 terdapat lonjakan besar tepatnya di awal November harga Bitcoin berubah dari sekitar $75 pada 23 Oktober menjadi sekitar $460 pada 4 November. Sedangkan selama tahun 2016 Bitcoin terus mengalami peningkatan harga dan mampu menembus harga $1.000 di awal tahun 2017. 

Tahun 2017 merupakan tahun fenomenal bagi Bitcoin karena merupakan puncak kejayaan bagi Bitcoin itu sendiri. Pada bulan Oktober 2017, harga Bitcoin menembus $5.000 dan terus berlipat hingga pada bulan November menjadi $10.000. Tak hanya sampai situ, pada 17 Desember, harga satu Bitcoin mencapai $19.783.

Setelah mengalami harga tertingginya di tahun 2017, harga Bitcoin di tahun 2018 mengalami penurunan yang sangat cepat, yakni jatuh di bawah $7.000 pada April 2018 dan di bawah $3.500 pada November 2018. Di tahun ini, harga Bitcoin pun kembali mengalami turun naik, bahkan tidak menyentuh harga dua digit. 

Di tahun 2019, Bitcoin mengalami kebangkitan baru, baik dari harga dan volume. Ia mampu naik secara tiba-tiba menjadi $10.000 pada bulan Juni. Tetapi, harga Bitcoin menjadi turun kembali menjadi sekitar $7.000 pada akhir tahun.

Untuk tahun 2020 walaupun sempat mengalami penurunan di bulan Maret ke kisaran $4.000, harga Bitcoin berhasil naik kembali. Dari $6000, $10.000, $12.000, $16.000 hingga di 31 November, Bitcoin berhasil meraih harga $19.891.

Apakah Anda menjadi tertarik dengan investasi Bitcoin setelah melihat ulasan perjalan harga Bitcoin dari tahun ke tahun ini? Namun pastikan Anda melakukannya di platform exchange terpercaya, yaitu Tokocrypto. Kunjungi www.tokocrypto.com untuk melihat harga Bitcoin dan kemudahan investasi Anda.



Sumber : news.tokocrypto.com

Prediksi Kenaikan Harga Bitcoin di Tahun 2021

Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak negatif terhadap perekonomian global, terlebih IMF telah menetapkan tahun 2020 sebagai The Great Lockdown. Lalu, pertengahan 2020, pasar saham di Indonesia mengalami penurunan. Namun, hal ini tidak terjadi pada aset kripto, karena kenaikan harga bitcoin justru terjadi pada pertengahan hingga akhir tahun 2020.

Kenaikan Harga Bitcoin Saat Pandemi COVID-19

Disaat pasar saham mengalami penurunan yang cukup signifikan saat pandemi, aset kripto khususnya bitcoin justru mengalami kenaikan harga. Pada 28 Juli 2020 kemarin, bitcoin berada di harga $11,200 atau setara dengan Rp 162 juta.

Hanya 5 bulan berselang, pada 27 Desember 2020 bitcoin berhasil mengalami kenaikan hingga 2x lipat, yaitu sebesar $28,400 USD atau Rp 400 juta. Sebenarnya lonjakan tersebut berada di luar prediksi para ahli, karena ahli hanya memprediksi harga bitcoin berada di kisaran $20,000 USD atau Rp 300 jutaan pada akhir tahun 2020. 

Kenaikan harga bitcoin saat pandemi disebabkan oleh beberapa faktor, seperti pemberian stimulus oleh bank sentral Amerika Serikat yang menyebabkan melemahnya nilai mata uang dollar dan pembelian bitcoin dalam jumlah besar oleh investor terkenal.

Maka dari itu, bitcoin dianggap sebagai aset kripto dengan valuasi terbesar di dunia yang memiliki performa terbaik di tahun 2020.

Bitcoin di Awal 2021

Tahun 2021 diawali dengan kembali meroketnya harga bitcoin. Bagaimana tidak, pada 9 Januari 2021 bitcoin berhasil menduduki harga $40,636 USD atau setara dengan Rp 569 juta! Tentu angka ini semakin menanjak ke level yang lebih tinggi.

Dilansir dari Coinmarketcap, sebulan setelahnya atau tepat pada 9 Februari 2021, bitcoin berhasil bertengger di $47,066 USD dengan nilai rupiah sebesar Rp 659 juta per btc.

Kenaikan harga bitcoin yang mencapai 19.97% dalam sehari terjadi setelah Tesla, perusahan mobil asal Amerika Serikat yang dipimpin oleh Elon Musk membeli bitcoin senilai 1,5 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 21 Triliun pada sehari sebelumnya (8/2/2021).

Alasan Tesla Borong Bitcoin

The U.S Securities and Exchange Commission (SEC) mengatakan bahwa alasan Tesla memborong bitcoin dengan jumlah yang fantastis dilakukan untuk mendorong diversifikasi pembayaran. Nantinya, Tesla akan mulai menerima mata uang kripto sebagai alat pembayaran.

Apabila hal tersebut direalisasikan, maka Tesla adalah perusahaan mobil pertama yang menerapkan metode pembayaran dengan bitcoin.

Prediksi Harga Bitcoin di 2021

Banyak ahli mengatakan, harga bitcoin diprediksi kembali meroket di 2021. Dilansir dari Kompas, mungkin saja bitcoin berpeluang menduduki di angka $55,000 USD (Rp 762 juta). Apabila investor besar kembali masuk ke pasar bitcoin setelah mendapat keuntungan, maka besar kemungkinan aset kripto pertama ini kembali mengalami lonjakan harga.

Selain itu, meningkatnya permintaan bitcoin di Amerika pasti secara tidak langsung memengaruhi kenaikan harga bitcoin. Ini dikarenakan The Office of the Comptroller of the Currency (OCC) di Amerika Serikat mengeluarkan pernyataan bahwa bank-bank di AS diizinkan untuk memegang aset kripto.

Lalu kebijakan dari The Fed (Federal Reserve) juga membuat masyarakat memilih bitcoin sebagai tempat untuk berinvestasi jangka panjang.

Saatnya Gabung dengan Tokocrypto di Freebruary!

Kenaikan harga bitcoin yang tidak main-main menjadi kabar baik untuk para trader maupun investor pemula. Bertepatan dengan itu, Tokocrypto mengadakan Bulan Trading Nasional di bulan Februari dengan banyak tawaran menarik, lho!

Selain free deposit yang Anda dapatkan di awal transaksi, Tokocrypto menghadirkan free maker fee dan free transfer fee! Anda bisa menikmati 0% biaya Maker untuk trading semua pairing BIDR dan 0% biaya transfer aset Kripto untuk semua jaringan ke sesama akun Tokocrypto dan Binance.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera gabung dengan Tokocrypto dan nikmati program menarik lainnya selama bulan Februari disini: bit.ly/FREEbruaryTokonews



Sumber : news.tokocrypto.com