Tag Archives: Bulan Literasi Kripto

Bulan Literasi Kripto Ditutup, Bappebti Ingatkan Paham Sifat Aset Kripto

Bulan Literasi Kripto telah resmi ditutup pada 28 Februari 2023. Selama pelaksanaan Bulan Literasi Kripto (BLK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) bersama Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO) menilai program kegiatan tersebut telah berjalan sukses.

Program BLK 2023 berhasil membuka wawasan masyarakat Indonesia, khususnya kaum milenial dan generasi Z terhadap perkembangan industri aset kripto.

Sejak dibuka Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan pada 2 Februari 2023 lalu, BLK 2023 sukses menggelar berbagai kegiatan seperti temu wicara, diskusi panel, workshop, seminar web, podcast, exchange goes to campus, community share, trading bareng, turnamen, hingga metaverse gathering yang diadakan di tujuh provinsi yaitu DKI Jakarta, Sumatra Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Baik secara daring maupun luring dengan total peserta 83.662 orang.

“Bappebti beserta Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia, dan seluruh pelaku usaha di bidang perdagangan pasar fisik aset kripto pada bulan Februari ini telah menjalankan salah satu tugas untuk memberikan edukasi dalam membangun pemahaman yang benar dan tepat untuk masyarakat,” kata Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko, saat menutup Bulan Literasi Kripto di Jakarta, Selasa (28/2).

Pahami Kripto

Pembukaan kegiatan Bulan Literasi Kripto 2023 di Jakarta, Kamis (2/2). Sumber: Kemendag RI.
Pembukaan kegiatan Bulan Literasi Kripto 2023 di Jakarta, Kamis (2/2). Sumber: Kemendag RI.

Baca juga: SingularityNET (AGIX) Melonjak Setelah Rumor AI Terkait Elon Musk

Didid meminta masyarakat memahami sifat dan karakteristik aset kripto agar bisa mendapatkan manfaatnya secara optimal dan mencegah terjadinya kerugian. Dengan penggunaan teknologi blockchain, Didid meminta masyarakat lebih cepat beradaptasi mengikuti perkembangan perdagangan aset kripto.

“Sesuai sifatnya, nilai aset kripto sangat volatile, bisa saja nilainya mengalami peningkatan maupun penurunan yang sangat drastis dalam kurun waktu pendek. Memang perdagangan atau sering disebut investasi aset kripto mengandung risiko tinggi,” tegas Didid.

“Kita harus berusaha cepat beradaptasi dalam mengikuti perkembangan perdagangan aset kripto, seperti penyesuaian berbagai regulasi dalam mengatur ekosistem penyelenggaraan aset kripto yang wajar dan adil. Selain itu juga mengutamakan perlindungan terhadap masyarakat sebagai pelanggan.”

Kepala Bappebti juga menyampaikan pendirian perihal ekosistem aset kripto yang terdiri atas bursa kripto, kliring, dan kustodian. Proses panjang yang dilakukan Bappebti dalam pendirian bursa kripto bertujuan untuk menciptakan bursa yang mampu memberikan perlindungan kepada masyarakat dan dapat meliterasi masyarakat dengan lebih baik.

“Bappebti tidak mungkin berjalan sendiri. Bappebti membutuhkan masukan dari kementerian/lembaga pemerintahan serta masyarakat terkait mengenai tata kelola perdagangan aset kripto sehingga ke depan dapat terus dilakukan perbaikan dan dapat dinamis sesuai kebutuhan masyarakat. Masukan juga diperlukan terkait transisi perpindahan pengawasan aset kripto dari Bappebti ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ujar Didid.

Membuka Wawasan

Baca juga: Bappebti Optimis Pasar Kripto Indonesia Bangkit di Tahun 2023

Ketua Bulan Literasi Kripto 2023, Robby mengatakan “Program Bulan Literasi Kripto berupaya mengarusutamakan berbagai isu di sektor industri aset kripto secara keseluruhan, agar masyarakat semakin familiar dengan ragam jenis, regulasi, manfaat, serta risikonya. Dari antusiasme masyarakat, kami melihat BLK ini bisa menjadi katalisator dalam penguatan industri ke arah yang lebih baik.”

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum ASPAKRINDO, Teguh Kurniawan Harmanda menyampaikan keterlibatan ASPAKRINDO dalam BLK ini menjadi wujud nyata komitmen asosiasi dalam menghadirkan edukasi, literasi, dan sosialisasi yang relevan melalui kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha.

“Edukasi dan literasi menjadi kunci dan pondasi dari pertumbuhan Industri aset kripto. Industri ini telah tumbuh dan jauh lebih legitimate dengan adanya perkembangan dari regulasi. Bahkan aset kripto berkontribusi bagi perekonomian nasional yang dapat dilihat dari pendapata pajak transaksi kripto per Desember 2022 telah terkumpul sebesar Rp 246,5 Miliar. Ini menjadi bukti kontribusi positif industri aset kripto,” jelas Manda.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ekosistem Blockchain & Aset Kripto Tumbuh Subur di Indonesia

Melihat perkembangan ekosistem blockchain, web3 dan aset kripto di Indonesia tidak boleh dipandang sebelah mata. Dua sektor industri yang saling berkaitan itu memiliki perkembangan yang masif dan punya potensi besar di masa depan.

Dalam rangkaian Bulan Literasi Kripto 2023 ini, tidak ada salahnya kita melihat perkembangan dan potensi dari ekosistem blockchain dan juga aset kripto. Dalam sektor kripto yang dipandang sebagai instrumen investasi dan perdagangan, tentu setiap tahunnya mengalami perkembang terus menerus.

Pertanyaannya adalah, apakah ekosistem yang mendukung investasi aset kripto, seperti blockchain dan web3 juga mengalami hal yang sama?

Potensi Ekonomi Blockchain

Industri blockchain di Indonesia terus tumbuh dalam dua tahun terakhir. Proyeksi potensi ekonomi yang dihasilkan oleh teknologi ini tidak main-main.

Indonesia diyakini bisa menjadi pusat perkembangan blockchain di Asia Tenggara. Teknologi blockchain bisa berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan naik pesat 8 kali lipat pada tahun 2030.

Ilustrasi blockchain. Sumber: Pixabay.
Ilustrasi blockchain. Sumber: Pixabay.

Baca juga: Menakar Bisakah Indonesia Jadi Crypto Hub Dunia?

Kementerian Perdagangan RI mencatat teknologi blockchain bersama dengan 5G, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, dan cloud computing bisa mendorong ekonomi digital Indonesia menjadi Rp 4.531 triliun pada 2030. Angka itu bisa mencapai 18 persen dari total PDB Nasional.

Riset PwC bahkan mengungkap teknologi blockchain dapat meningkatkan ekonomi global US$ 1,76 triliun pada tahun 2030. Sektor administrasi publik, pendidikan dan kesehatan akan paling banyak diuntungkan.

Blockchain dan Web3 Jadi Primadona

Di tengah bear market kripto yang menghantam di sepanjang tahun 2022, ada hal yang perlu dicatat terkait kemajuan ekosistem blockchain di Indonesia. Dari sisi pelaku usaha yang mulai memasuki bisnis di sektor blockchain, ada pertumbuhan yang signifikan.

Laporan Indonesia Crypto Outlook 2022 mencatat data terakhir yang dihimpun dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), terdapat 569 perusahaan atau startup terdaftar di sistem Online Single Submission (OSS) yang masuk dalam kategori “Aktivitas Pengembangan Teknologi Blockchain” dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Industri (KBLI) 62014.

Jumlah kategori dalam landscape pertumbuhan industri blockchain di Indonesia semakin bertambah. Jumlahnya pun naik dua kali lipat dari hanya 6 kategori pada tahun 2021 menjadi 12 di tahun 2022, artinya ada bukti bahwa ekosistem blockchain di Indonesia alami peningkatan.

Indonesia Web3 Landscape 2022. Sumber: Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I) dan Indonesia Crypto Network (ICN).
Indonesia Web3 Landscape 2022. Sumber: Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I) dan Indonesia Crypto Network (ICN).

Baca juga: Industri Kripto dan Blockchain Tetap Jadi Incaran Venture Capital

Ada enam kategori baru yang muncul dalam laporan tersebut adalah infrastructure, digital asset/DAPPS, community & ecosystem, active protocols, token, funds, NFT & Metaverse, dan Web3 gaming. Bertambahnya kategori ini tidak lepas dari munculnya berbagai inovasi dan tren baru di industri blockchain yang memiliki potensi.

Hadirnya Rupiah Digital

Salah satu momen yang paling membanggakan dari adopsi blockchain di Indonesia adalah keputusan Bank Indonesia (BI) yang akan menerbitkan Central Bank Digital Currency (CBDC) menggunakan Distributed Ledger Technology (DLT).

Rupiah Digital akan diterbitkan dalam dua jenis, yakni Digital Rupiah wholesale (w-Digital Rupiah) dengan cakupan akses yang terbatas dan hanya didistribusikan menggunakan blockchain untuk melayani transaksi wholesale, dan Digital Rupiah ritel (r-Digital Rupiah) dengan cakupan akses yang terbuka untuk publik dan didistribusikan untuk transaksi ritel.

Rupiah Digital merupakan alat pembayaran yang sah seperti halnya mata uang fiat dalam bentuk kertas maupun logam. Salah satu keunggulannya adalah nantinya bisa digunakan untuk membayar belanja hingga membeli rumah di dunia virtual atau metaverse.

“Rupiah digital bisa untuk beli sepatu, bisa untuk beli rumah, mobil, dan untuk beli barang di metaverse. Bedanya dengan uang kertas, saat ini itu tidak bisa digunakan untuk membeli di metaverse,” kata Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo pada Senin, 5 Desember 2022.

Potensi NFT Indonesia

Ilustrasi NFT.
Ilustrasi NFT.

Baca juga: CBDC dan Aset Kripto Bisa Tingkatkan Inklusi Keuangan di Indonesia

Saat market kripto alami koreksi pada awal tahun 2022, ada secercah harapan datang dari perkembangan Non-Fungible Token (NFT). Pasar NFT Indonesia diperkirakan akan terus tumbuh di masa depan.

Indonesia menjadi salah satu negara yang diperhitungkan dalam peta industri NFT global. Sebuah perusahaan riset Research and Markets mengeluarkan prediksi nilai pasar NFT Indonesia bisa capai lebih dari Rp 200 triliun di tahun 2028.

Firma Research and Markets memprediksi industri NFT di Tanah Air diperkirakan akan tumbuh sebesar 50,8% secara tahunan hingga mencapai US$ 2.367,6 juta pada tahun 2022 lalu. Kemudian dalam jangka panjang, diproyeksikan akan tumbuh dengan stabil dan mencatat compounded annual growth rate (CAGR) sebesar 35,8% selama 2022-2028. Nilai Pembelanjaan NFT di Indonesia akan meningkat dari US$ 2.367,6 juta pada tahun 2022 menjadi US$ 13.394 miliar atau sekitar Rp 200 triliun pada tahun 2028.

Ekonomi digital Indonesia menurut Research and Markets tengah mengarah ke Web3, Metaverse, dan Decentralized Autonomous Organizations (DAO). Akibatnya, konten kreator dari semua lapisan masyarakat menggunakan momentum yang berkembang untuk memasuki ruang kreatif industri digital yang baru tumbuh ini.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tips Investasi Aset Kripto yang Aman Bagi Pemula

Investasi aset kripto telah booming di Indonesia. Tercatat dari data Bappebti hingga akhir tahun 2022, jumlah investor aset kripto di dalam negeri mencapai 16,7 juta, naik dibandingkan tahun 2021 yang hanya 11,2 juta.

Peningkatan jumlah investor ini juga membuat masyarakat Indonesia yang belum melirik aset kripto sebagai salah satu portofolio investasinya menjadi tertarik. Namun di sisi lain, investasi atau trading kripto perlu strategi yang cermat untuk bisa mendapat keuntungan. Ingat konsep “high risk, high return.”

Untuk menjadi investor atau trading yang cermat perlu memperbanyak informasi dan riset agar tidak mudah terkena FOMO (fear of missing out) sehingga membuat keputusan yang salah. Inilah fungsi dari edukasi dan literasi yang digalakan dalam program Bulan Literasi Kripto yang diinisiasi oleh Kemendag, Bappebti, dan ASPAKRINDO.

Salah satu konten edukasi yang menarik adalah tips investasi atau trading yang baik untuk para pemula. Untuk itu diartikel ini akan membahas beberapa kiat khusus bagi kamu yang ingin memulai investasi atau trading kripto.

1. Perbanyak Riset atau DYOR

Sebelum memulai investasi atau trading, ada baiknya kamu memperkaya ilmu dengan informasi yang akurat mengenai aset kripto. Riset adalah langkah awal yang baik untuk memasuki pasar dalam kondisi apa pun.

Ilustrasi investasi aset kripto.
Ilustrasi investasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: 5 Strategi Untung Investasi Kripto saat Sideways Market

Terlebih kondisi market yang sedang bearish ini, kamu bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan riset. Pelajari kembali berbagai jenis aset kripto yang saat ini tersedia di market atau mencari lebih banyak strategi investasi untuk mengurangi risiko kerugian di masa mendatang.

Pastikan kamu lakukan analisis mengapa harga turun, dan gali lebih dalam alasannya. Dan tidak lupa untuk melakukan diversifikasi investasi di berbagai aset kripto, jangan fokus pada jenis-jenis kripto tertentu saja.

2. Rencanakan Trading atau Investasi dengan Matang

Setelah melakukan riset, kamu bisa membuat perencanaan yang matang terkait tujuan dan stratgei investasi atau trading kripto. Tentukan tujuan investasi, seperti untuk dana pendidikan atau pensiun.

Kamu bisa mengambil keputusan jual atau beli setelah memiliki rencana yang baik. Jika kamu benar-benar percaya pada perencanaan dan strategi yang dibuat dan telah melakukan riset, tidak perlu khawatir dengan kondisi market.

Kesalahan umum yang dilakukan pemula adalah panik menjual hanya untuk membeli kembali dengan harga lebih tinggi. Hal tersebut terjadi karena belum memiliki rencana yang baik.

3. Jangan Gunakan Dana dari Tabungan Utama

Pastikan kamu memakai dana untuk investasi atau trading tidak menggunakan uang tabungan atau kebutuhan utama. Hal ini akan meningkatkan risiko, apabila terjadi kerugian dan berdampak pada cash flow keuangan kamu.

Ilustrasi investasi aset kripto.
Ilustrasi investasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Atur Strategi Investasi saat Market Aset Kripto Bearish

Mungkin bagi sebagian orang investasi aset kripto punya tujuan yang berbeda-beda. Jadi jangan sampai melakukan kesalahan yang sama seperti orang lain dengan faktor risiko yang berbeda tingkatannya.

Jadi, tetapkan batas berapa banyak kamu berinvestasi dalam aset kripto tertentu dan jangan tergoda untuk berinvestasi dengan lebih banyak uang daripada yang bisa ditanggung, jika mengalami kerugian. Pastikan pengelolaan finasial berjalan baik.

4. Pilih Koin/token yang Terdaftar di Bappebti

Bagi investor pemula rekomendasi utamanya tentu perlu fokus pada beberapa project kripto dan aset big cap yang diketahui dengan jelas memiliki potensi jangka panjang, agar dapat bertahan di situasi tren market yang turun atau bearish.

Investasi atau trading kripto yang aman tentu memilih aset yang terdaftar resmi di Bappebti. Ada 383 jenis aset kripto yang legal. Kemungkinan daftar akan terus bertambah seiring waktu.

Ini merupakan bentuk peningkatan keamanan investor kripto di Indonesia. Bappbeti terus berinovasi mengikuti perkembangan perdagangan pasar kripto yang terus tumbuh dan memberikan keamanan lebih tinggi kepada investor.

5. Beli dan Jual Aset Kripto Disaat yang Tepat

Untuk investor yang memiliki pemahaman dasar atau lebih tinggi tentang analisis teknis, yaitu praktik memprediksi pergerakan harga aset berdasarkan tren, indikator dan pola grafik dimungkinkan untuk menggunakan indikator tertentu untuk mengukur kapan aset telah mencapai titik terendah atau bottom.

Ilustrasi investasi aset kripto.
Ilustrasi investasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Manfaat Keamanan 2FA Lindungi Akun dan Transaksi Aset Kripto

Tentu saja, tidak ada indikator yang benar secara mutlak, tetapi sering kali dapat memberi sinyal yang kuat saat harus membeli di saat harga kripto mengalami penurunan. Salah satu, metode yang populer adalah dengan menggunakan indikator Relative Strength Index (RSI), yang bisa menandakan di mana titik oversold dan overbought kripto untuk sinyal bullish dan bearish.

Apabila kamu kurang memiliki ilmu mengenai analisis teknikal, bisa menggunakan strategi Dollar Cost Averaging (DCA), ini melibatkan pembelian kripto menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan melakukan beberapa perdagangan dari waktu ke waktu.

6. Pilih Exchange Terpercaya dan Aman

Satu hal yang paling penting adalah kamu harus memiliki platform investasi atau trading aset kripto yang terpercaya, seperti Tokocrypto. Alasannya, Tokocrypto sudah teregulasi oleh Bappebti dan selalu patuh serta mengikuti ketentuan yang berlaku di Indonesia.

Di samping itu, Tokocrypto juga sudah mengantongi sertifikasi ISO 27001:2013 (Information Security Management System) dan ISO 27017:2013 (Information Security Management System for Cloud Provider). Sertifikasi ini penting untuk menyediakan teknologi dan layanan perdagangan aset kripto di Indonesia yang selaras dengan aspek kerahasiaan, integritas dan ketersediaan informasi yang dikelola.

Tokocrypto juga sudah menerapkan sistem keamanan 2FA (Two-Factor Authentication) untuk bertransaksi. Penggunaan fitur 2FA dari Google Authenticator untuk mengamankan akun merupakan hal yang wajib dilakukan oleh pengguna agar keamanan akun dan aset kripto bisa lebih terjaga.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bappebti Kemendag dan ASPAKRINDO Gelar Bulan Literasi Kripto 2023

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan bersinergi dengan Asosiasi Pedagangan Aset Kripto Indoesia (ASPAKRINDO) menggelar program “Bulan Literasi Kripto.” Program ini diharapkan dapat meningkatkan literasi perdagangan aset kripto dengan memberikan pemahaman yang benar dan tepat di tengah masyarakat.

Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, mengatakan perdagangan ataupun investasi aset kripto memiliki risiko yang cukup tinggi, sehingga pelaksanaannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Ia mengapresiasi kegiatan Bulan Literasi Kripto 2023 yang memiliki program meningkatkan literasi masyarakat terhadap perdagangan
aset kripto.

“Berinvestasi dalam aset kripto mengandung risiko yang cukup tinggi. Sesuai sifatnya, nilai aset kripto sangat volatile, bisa saja mengalami peningkatan maupun penurunan nilai yang sangat drastis dalam kurun waktu yang pendek. Untuk itu, diperlukan pemahaman yang baik bagi masyarakat termasuk manfaat, potensi, dan risiko dari perdagangan aset kripto. Bulan Literasi Aset Kripto Tahun 2023 ini tentunya merupakan salah satu cara untuk meningkatkan literasi masyarakat terhadap perdagangan aset kripto,” jelas Zulkifli dalam sambutannya saat membuka Bulan Literasi Kripto 2023 di Jakarta, Kamis (2/2).

Pembukaan kegiatan Bulan Literasi Kripto 2023 di Jakarta, Kamis (2/2). Sumber: Kemendag RI.
Pembukaan kegiatan Bulan Literasi Kripto 2023 di Jakarta, Kamis (2/2). Sumber: Kemendag RI.

Baca juga: Tokocrypto Hadirkan Fitur Bukti Pajak Kripto Pengguna Dukung PMK 68

Pasar Kripto Meningkat

Lebih lanjut, Zulkifli mengungkapkan, pasar aset kripto di Indonesia semakin meningkat.
Berdasarkan data Bappebti, pada akhir 2021 tercatat jumlah pelanggan atau pengguna aset kripto sebanyak 11,2 juta pelanggan. Angka ini meningkat 48,7 persen dibandingkan di akhir November 2022 yang tercatat sebanyak 16,55 juta pelanggan.

Jumlah investor kripto di Indonesia didominasi kaum milenial berusia antara 18—30 tahun. Berdasarkan data dari Coinfolks, terdapat enam provinsi dengan minat kripto tertinggi di Indonesia yaitu, Bali, DKI Jakarta, Banten, Yogyakarta, Kepulauan Riau, dan Jawa Barat.

“Kondisi ini semua menunjukkan bahwa potensi pasar aset kripto di Indonesia masih sangat besar dan bukan tidak mungkin Indonesia dapat menjadi salah satu pemimpin pasar aset kripto di dunia,” jelas Mendag.

Sementara itu, Perdagangan pasar fisik aset kripto di Indonesia pada 2022 mencatat nilai transaksi yang sebesar Rp 296,66 triliun. Nilai ini turun dibandingkan tahun 2021 yang sebesar Rp 859,4 triliun. Sedangkan pada 2020, nilai transaksinya sebesar Rp 64,9 triliun.

Pembukaan kegiatan Bulan Literasi Kripto 2023 di Jakarta, Kamis (2/2). Sumber: Kemendag RI.
Pembukaan kegiatan Bulan Literasi Kripto 2023 di Jakarta, Kamis (2/2). Sumber: Kemendag RI.

Baca juga: Bappebti: Bursa Kripto Indonesia Hadir Paling Lambat Juni 2023

Literasi Aset Kripto

Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko, menjelaskan melalui Bulan Literasi Kripto (BLK), selain membangun pemahaman yang benar terhadap literasi aset kripto, diharapkan masyarakat dapat semakin berhati-hati dan selalu memastikan platform dan token terdaftar di Bappebti untuk mengindari tindakan penipuan yang dapat merugikan pengguna.

“Bulan Literasi Kripto diharapkan dapat memberikan edukasi bagi masyarakat tentang risiko,
manfaat, dan potensi dari perdagangan aset kripto. Selain itu, dapat menciptakan awareness terkait aset kripto dan menjadi sarana untuk menjalin hubungan baik dengan para pemangku kepentingan,” tutur Didid.

Ketua ASPAKRINDO, Teguh Kurniawan Harmanda, menambahkan program BLK 2023 menggandeng seluruh anggota ASPAKRINDO yang berjumlah 25 Calon Pedagang Fisik Aset Kripto yang terdaftar resmi di Bappebti. Menurutnya edukasi merupakan fokus utama dari perkembangan industri aset kripto.

“Bulan Literasi Kripto menjadi momen yang tepat untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada pelanggan, calon pelanggan, dan masyarakat umum mengenai penyelenggaraan, mekanisme, dan kelembagaan dalam perdagangan pasar fisik aset kripto di Indonesia. Kami berharap, kegiatan ini dapat menjangkau semakin banyak masyarakat untuk melek aset kripto adalah salah satu alternatif perdagangan komoditas,” jelas pria yang akrab disapa Manda.

Bulan Aset Kripto akan berlangsung selama satu bulan selama Februari 2023 yang diisi dengan berbagai kegiatan di antaranya seminar web maupun roadshow ke kampus-kampus serta masyarakat luas, fun sport, dan turnamen eSport dan lainnya. Rangkaian acara tersebut akan digelar di beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Medan, Semarang, Surabaya, dan Makassar, baik secara luring, daring, atau hibrida.





Sumber : news.tokocrypto.com

ICCA Sukses Gelar Indonesia Crypto Consumer Summit 2023

Indonesia Crypto Consumer Association (ICCA) atau Asosiasi Konsumen Aset Kripto Indonesia sukses menyelenggarakan acara Indonesia Crypto Consumer Summit 2023 pada Selasa (21/2). Acara yang berkolaborasi dengan platform edukasi kripto Wagmi digelar dengan tujuan untuk memperkuat ekosistem aset kripto di Tanah Air.

Ketua ICCA, Rob Rafael Kardinal, menjelaskan acara ini merupakan event web 3 terdepan dan paling prestisius di Indonesia, yang bertujuan untuk memberikan edukasi dan literasi bagi masyarakat, sekaligus menjadi platform bagi para pelaku industri aset kripto dan turunannya untuk mengadvokasikan perkembangan industri aset kripto dan blockchain.

“Indonesia Crypto Consumer Summit 2023 bisa menjadi platform diskusi bagi para pelaku dan konsumen kripto bersama dengan pengambil kebijakan dan pelaku industri finansial lainnya. Ini agar kita bisa menciptakan ekosistem aset kritpo yang kuat di Indonesia,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (22/2).

Bahas Isu Penting

Baca juga: Harga SOL dan HNT Naik Efek Helium akan Migrasi ke Blockchain Solana

Rob menambahkan salah satu isu penting saat ini adalah perihal Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Ia melihat, UU P2SK ini bisa semakin menjamin perlindungan investor, konsumen, dan stakeholder industri keuangan, termasuk di pasar kripto.

“ICCA sangat mengapresiasi respons pemerintah ini. Kami optimistis, dengan adanya regulasi ini mampu membawa industri aset kripto di Indonesia ke arah yang lebih sehat dan kuat,” ujarnya.

Di samping itu, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) Bambang Soesatyo, mengungkap Indonesia Crypto Consumer Summit dapat menjawab isu-isu aktual di masyarakat perihal perdagangan kripto.

“Di antaranya adalah isu mengenai perlindungan konsumen di tengah landscape perubahan regulasi, blockchain dan berbagai peluang yang ditawarkan, hingga strategi bisnis dalam pengembangan kripto,” jelas pria yang akrab disapa Bamsoet.

Ekosistem Kripto Indonesia

Peresmian Indonesia Crypto Consumer Association (ICCA) dan Perkumpulan Konsultan Hukum Aset Kripto Indonesia (PKHAKI). Foto: Instagram/@bambang.soesatyo.
Peresmian Indonesia Crypto Consumer Association (ICCA) dan Perkumpulan Konsultan Hukum Aset Kripto Indonesia (PKHAKI). Foto: Instagram/@bambang.soesatyo.

Baca juga: Xendit x Tokocrypto: Kolaborasi Bangun Ekosistem Aset Kripto di Indonesia

Bambang menjelaskan besarnya pasar kripto di Indonesia, di satu sisi dapat dimaknai sebagai sebuah potensi ekonomi, baik sebagai peluang investasi, sebagai alternatif sumber pemasukan negara, maupun sebagai stimulus untuk memajukan perekonomian nasional.

“Itu, tentunya juga dapat dioptimalkan untuk meningkatkan peran Indonesia dalam perekonomian regional, misalnya dengan mendorong Indonesia sebagai hub kripto di wilayah Asia Tenggara. Memanfaatkan potensi pasar kripto secara optimal, perlu didorong penataan regulasi yang tidak saja penting untuk memberikan kepastian hukum kepada pelaku usaha dan perlindungan hukum bagi konsumen, namun juga untuk menjamin agar aktivitas ekonomi digital memberikan kontribusi nyata pada pendapatan negara, misalnya dari sektor perpajakan.” ujarnya.

“Kehadiran ICCA harus dapat menjadi ujung tombak dan sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mewadahi dan membentuk ekosistem kripto yang sehat,” pungkas Bamsoet.

Sebelumnya, ICCA juga telah mengadakan kegiatan serupa bertema “ICCA Blockchain Fest 2022” dengan tujuan untuk meningkatkan literasi publik terhadap industri blockchain dan aset kripto beserta turunan. Rob berharap, Indonesia Crypto Consumer Summit 2023 dan aktivitas serupa bisa menjadi titik sentuh bagi masyarakat dan industri aset kripto.

“Kami juga berharap melalui acara ini, masyarakat bisa secara langsung berinteraksi dengan ICCA sebagai asosiasi yang konsisten menaungi dan memperjuangkan perlindungan konsumen aset kripto,” paparnya.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Dukung Bulan Literasi Kripto Dorong Pertumbuhan Industri

Industri aset kripto mengalami pertumbuhan yang signifikan dan telah mengguncang dunia finansial, serta mulai mengubah kebiasaan orang untuk berinvestasi di seluruh dunia. Meskipun masih dalam tahap awal, teknologi aset kripto dan blockchain dapat segera menjadi bagian mendasar dari masa depan. Karenanya, edukasi dan literasi kripto telah menjadi kebutuhan saat ini.

Melihat pentingnya edukasi dan literasi dalam ruang kripto, Tokocrypto mendukung penuh program Bulan Literasi Kripto 2023 yang diinisiasi oleh Kementerian Perdagangan Republlik Indonesia (Kemendag RI) melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) bersama Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO).

VP Corporate Communication Tokocrypto, Rieka Handayani, mengapresiasi inisiatif program Bulan Literasi Kripto yang diselenggarakan atas kolaborasi antara pemerintah dan para pelaku usaha dalam pengembangan penyelenggaraan Perdagangan Pasar Fisik Aset Kripto yang berkaitan dengan edukasi dan literasi. Menurutnya meningkatkan edukasi dan literasi menjadi hal yang sangat penting dalam menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap industri aset kripto di Indonesia. 

“Program ini merupakan langkah besar bagi terwujudnya sinergi untuk memperkuat industri aset kripto di Indonesia. Sebagai salah satu pedagang aset kripto yang terregulasi, Tokocrypto bersama mitra dan para stakeholders harus siap dalam menyongsong tantangan ke depan  sehingga mampu menciptakan industri yang tangguh, stabil, dan tumbuh berkelanjutan,” kata Rieka.

Edukasi Inovatif

Tokocrypto dukung Bulan Literasi Kripto 2023. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Tokocrypto Hadirkan Fitur Bukti Pajak Kripto Pengguna Dukung PMK 68

Rieka berharap dengan program Bulan Literasi Kripto yang berjalan sepanjang Februari 2023 ini, dapat menghadirkan kegiatan edukasi yang inovatif dan dekat dengan pelanggan, calon pelanggan, masyarakat serta pemangku kepentingan. Harapannya terjadi peningkatan pemahaman terhadap aset kripto, perdagangan fisik aset kripto, serta peraturan-perundangannya. 

“Untuk mencapai adopsi skala besar, penting untuk menyebarkan literasi keuangan untuk aset kripto dan pendidikan blockchain untuk memahami bagaimana teknologi ini dan ruang kripto secara keseluruhan bekerja. Sudah saatnya investasi aset kripto menjadi bagian penting dari program literasi keuangan,” jelasnya.

Ketua Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda, menambahkan edukasi kripto hadir dengan banyak manfaat. Ada berbagai alasan utama mengapa berinvestasi dalam edukasi kripto yang tepat menjadi lebih penting. Ia menjelaskan kurangnya edukasi menjadi faktor penghambat adopsi kripto. 

“Aset kripto bukan hanya tentang investasi, karena industri menumbuhkan permintaan akan talenta baru dengan pemahaman tentang blockchain dan kripto, serta keterampilan teknologi khusus. Tujuan utama kami adalah membangun komunitas investasi aset kripto yang besar dengan adopsi yang dapat dirasakan oleh semua pihak. Ini semuanya dimulai dengan edukasi dan literasi,” ungkap pria yang akrab disapa Manda.

Baca juga: Uni Emirat Arab Percepat Terbitkan CBDC Promosi Pembayaran Digital

Program Bulan Literasi Kripto diselenggarakan menggandeng seluruh anggota ASPAKRINDO berjumlah 25 Pedagang Aset Kripto yang terdaftar resmi di Bappebti. Dalam mendukung program ini, Tokocrypto akan menyelenggarakan webinar secara offline dan online, serta menggiatkan konten edukasi di seluruh channel media sosial.

Webinar online pertama akan diselenggarakan pada tanggal 16 Februari 2023 dengan tema “Blockchain 101.” Turut hadir pembicara yang ahli membahas tentang apa itu teknologi blockchain, apa saja keunggulan, pemanfaatan dan bagaimana perkembangannya. Mereka di antaranya; Edward Richardson – Head of Crypto Tokocrypto, Ali Akbar S.Kom, A.SEO – Praktisi Blockchain Komisaris BISMA Korpora Nusantara, Adam Smurthwaite – Growth Manager, Binance Academy (APAC), Muhammad Adriansa – CEO Coinfolks. Bagi yang tertarik ikut bisa mendaftar melalui link berikut bit.ly/TCblockchain101_3.





Sumber : news.tokocrypto.com

Kilas Balik Pencapaian Industri Aset Kripto di Indonesia

Industri aset kripto di Indonesia terus mengalami perkembangan. Perjalanannya tidak mudah dan terus menghadapi pasang surut yang sejalan dengan gejolak market kripto global.

Perlu diketahui pertumbuhan investasi aset kripto di Indonesia masih terus menunjukan angka yang positif. Berdasarkan data Bappebti, jumlah investor di Tanah Air bertambah 5,46 juta orang sepanjang tahun 2022 hingga total mencapai 16,7 juta. Dibandingkan pertumbuhan tahun 2021 jumlah investor kripto itu lebih rendah sebanyak 11,2 juta orang.

Nilai transaksi perdagangan aset kripto harus diakui mengalami penurunan selama tahun 2022. Bappebti juga melaporkan, nilai transaksi kripto sebesar Rp 306,4 triliun sepanjang 2022. Angkanya menurun 64,3% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 858,76 triliun.

Menurunnya nilai transaksi kripto seiring dengan anjloknya market global dan ketidakstabilan makroekonomi pada tahun lalu. Meski begitu, diproyeksikan aset kripto akan kembali bangkit pada tahun ini, meski tidak terlalu cepat atau secara bertahap. 

Bisnis Aset Kripto

Dari segi bisnis pun masih sangat menjanjikan. Tercatat pada akhir 2022 ada 25 pedagang aset kripto yang terdaftar di Bappebti, naik dari 13 pedagang aset kripto di tahun 2021. Adopsi kripto dan blockchain pun terus mengalami perkembangan dengan banyaknya startup dan project token kripto lokal yang bermunculan.

Ilustrasi aset kripto.
Ilustrasi aset kripto. Sumber: Getty Images.

Baca juga: Tokocrypto Hadirkan Fitur Bukti Pajak Kripto Pengguna Dukung PMK 68

“Hal tersebut tentu positif, dengan munculnya banyak startup blockchain dan project kripto lokal ini, membukti bahwa bisnis aset kripto di Indonesia naik, bisa diakses oleh masyarakat. Developer lokal sudah melek soal pemanfaatan teknologi blockchain dengan meluncurkan project kripto,” kata Ketua Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda.

Dari sisi regulasi, sejauh ini sudah cukup mengakomodir keinginan para pelaku usaha dan membuat industri aset kripto lebih legitimate. Kehadiran aturan mengenai jenis token kripto yang boleh dan resmi diperdagangkan turut membuat investor lebih aman. Kemudian, adanya pajak transaksi aset kripto juga membuat industri ini lebih diperhitungkan, karena berkontribusi untuk pendapatan negara.

Pajak Kripto

Ada berbagai pembaruan regulasi aset kripto yang dikeluarkan. PerBa Bappebti Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto, sekaligus mencabut Peraturan Bappebti Nomor 7 Tahun 2020.

PerBa tersebut dikeluarkan sebagai bentuk peningkatan keamanan investor kripto di Indonesia. Dalam aturan ini terdapat daftar baru 383 jenis aset kripto yang legal di mana 10 adalah token lokal. Nantinya, Bappebti terus melakukan peninjauan terhadap inovasi kripto yang terjadi di pasar.

Infografik pajak kripto di Indonesia. Foto: Tokocrypto.
Infografik pajak kripto di Indonesia. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Bappebti Kemendag dan ASPAKRINDO Gelar Bulan Literasi Kripto 2023

Salah satu regulasi yang menjadi momentum bagi perdagangan aset kripto adalah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 68/PMK.03/2022 tentang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penghasilan atas Transaksi Perdagangan Aset Kripto. Regulasi tersebut telah berlaku sejak 1 Mei 2022.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengumumkan sukses mengumpulkan pajak transaksi kripto sebesar Rp 246,45 miliar per Desember 2022. Dari jumlah tersebut, Sri Mulyani merinci perolehan Pajak Penghasilan (PPh) melalui perdagangan sistem elektronik dalam negeri (PMSE DN) dan penyetoran sendiri mencapai Rp 117,44 miliar. Sementara itu, perolehan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas pemungutan oleh non Bendaharawan sebesar Rp 129,01 miliiar.

Tantangan dan Peluang

Industri aset kripto masih bisa terus tumbuh di Indonesia. Ada pun tantangan yang harus diperhatikan untuk menjadikan industri kripto ini sehat, yaitu terkait edukasi dan literasi. Saat ini banyak masyarakat belum sepenuhnya memahami investasi aset kripto, seperti cara memulai hingga strategi untuk mendapatkan profit. Di samping itu, sering terjadi penipuan investasi bodong yang berkedok aset kripto, sehingga membuat citra industri ini menjadi negatif.

Perbandingan regulasi aset kripto  dengan negara lain. Sumber: Tokocrypto.
Perbandingan regulasi aset kripto dengan negara lain. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Riset: Nilai Pasar NFT Indonesia Bisa Capai Rp 200 T pada Tahun 2028

“Peluang tentu masih besar, dengan total jumlah investor kripto yang mencapai 16,7 juta di akhir 2022, berarti baru 6% penduduk Indonesia dari total 274 juta yang belum investasi kripto. Artinya potensi market masih sangat besar untuk bisa dimaksimalkan,” jelas pria yang akrab disapa Manda.

Terlebih saat ini aset kripto sudah dipercaya oleh banyak investor ritel di Indonesia yang sebelumnya terlebih dahulu masuk ke instrumen saham dan reksadana. Prospek imbal hasil yang tinggi dan kemudahan untuk berinvestasi menjadi daya tarik utama kripto.

Tingginya animo generasi muda dalam berinvestasi aset kripto didorong oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah barrier to entry yang sangat kecil dan kemudahaan akses ke platform investasi kripto. Di sisi lain, adanya kecanggihan teknologi dan keterbukaan informasi, animo masyarakat untuk memilih kripto sebagai salah satu aset atau alternatif atas instrumen investasi konvensional akan semakin tinggi di waktu mendatang.



Sumber : news.tokocrypto.com

Indonesia Bisa Jadi Salah Satu Pemimpin Pasar Aset Kripto di Dunia

Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan optimis dengan berkembangan pasar aset kripto di Indonesia. Menurutnya pasar aset kripto di dalam negeri semakin meningkat setiap tahunnya dan hal tersebut membuat Indonesia bisa menjadi salah satu market leader di dunia.

“Kondisi ini semua menunjukkan bahwa potensi pasar aset kripto di Indonesia masih sangat besar dan bukan tidak mungkin Indonesia dapat menjadi salah satu pemimpin pasar aset kripto di dunia,” jelas Zulkifli dalam keterangan resminya dikutip Senin (6/2).

Sepanjang 2022, jumlah investor kripto di Indonesia mencapai 16,7 juta orang. Jumlah itu meningkat 44,64% dibandingkan pada 2021 yang sebanyak 11,2 juta orang. Jumlah tersebut didominasi kaum milenial berusia antara 18—30 tahun.

Secara kumulatif, transaksi asest kripto di Indonesia telah mencapai sebesar Rp 306,4 triliun sepanjang 2022. Angkanya menurun 64,3% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 858,76 triliun. Tren transaksi kripto yang menurun bersamaan dengan anjloknya nilai market secara global, terutama menjelang akhir tahun 2022. Meski begitu, pemerintah masih yakin dengan potensi berkembangnya aset kripto di masa depan.

Optimis Kehadiran Bursa Kripto

“Meskipun pada 2022, nilai transaksi aset kripto mengalami penurunan pasar yang mengalami tren saham melemah (bearish), tapi di sisi lain semakin banyaknya perusahaan seperti Meta, Google, dan Twitter yang mulai mengintegrasikan teknologi blockchain dalam kegiatan usahanya. Hal ini membuktikan bahwa bursa asset kripto akan berkembang pesat pada tahun ini,” tutur Mendag Zulkifli Hasan.

Pembukaan kegiatan Bulan Literasi Kripto 2023 di Jakarta, Kamis (2/2). Sumber: Kemendag RI.
Pembukaan kegiatan Bulan Literasi Kripto 2023 di Jakarta, Kamis (2/2). Sumber: Kemendag RI.

Baca juga: Data Ungkap Alasan kripto Litecoin (LTC) Reli 80% ke Harga US$ 100

Kementerian Perdagangan juga menargetkan Indonesia akan memiliki kelembagaan bursa
aset kripto yang secara khusus menjadi tempat perdagangan aset kripto setidaknya pada pertengahan tahun 2023. Bursa kripto diperlukan karena diperkirakan pada 2023 aset kripto akan mengalami perkembangan yang pesat, jika dilihat dari sudut pandang teknologi blockchain yang merupakan asal muasal dari teknologi aset kripto.

Teknologi blockchain yang salah satu pengaplikasiannya adalah aset kripto terus mengalami
perkembangan. Namun demikian, Indonesia telah berusaha mengikuti perkembangan tersebut
dengan melakukan penyesuaian berbagai aturan untuk dapat mengatur ekosistem penyelenggaraan aset kripto yang wajar dan adil, serta mengutamakan perlindungan bagi masyarakat sebagai pelanggan.

Pengawasan dan pengaturan perdagangan aset kripto saat ini masih menjadi bagian dari kewenangan Bappebti. Selain itu, untuk menghadapi berbagai tantangan teknologi blockchain ke depan, termasuk aset kripto yang dinilai dapat mempengaruhi sektor keuangan, tahun ini telah diterbitkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

UU P2SK diharapkan dapat saling mengoordinasikan dan menguatkan peran kementerian/lembaga dalam mengatur penyelenggaraan perdagangan aset kripto ke depannya menjadi lebih baik.

Bulan Literasi Kripto

Pembukaan kegiatan Bulan Literasi Kripto 2023 di Jakarta, Kamis (2/2). Sumber: Kemendag RI.
Pembukaan kegiatan Bulan Literasi Kripto 2023 di Jakarta, Kamis (2/2). Sumber: Kemendag RI.

Baca juga: BPS Pakai Teknologi Blockchain Olah Data Penduduk Indonesia

Bappebti dan Asosiasi Pedagangan Aset Kripto Indoesia (ASPAKRINDO) menggelar program “Bulan Literasi Kripto” yang diselenggarakan sepanjang Februari 2023. Program BLK 2023 dapat meningkatkan literasi perdagangan aset kripto dengan memberikan mpemahaman yang benar dan tepat di tengah masyarakat sehingga pelaksanaan perdagangan pasar fisik aset kripto sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Bulan Literasi Kripto menjadi momen yang tepat untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada pelanggan, calon pelanggan, dan masyarakat umum mengenai penyelenggaraan, mekanisme, dan kelembagaan dalam perdagangan pasar fisik aset kripto di Indonesia. Kami berharap, kegiatan ini dapat menjangkau semakin banyak masyarakat untuk melek aset kripto adalah salah satu alternatif perdagangan komoditas,” tutur Ketua ASPAKRINDO, Teguh Kurniawan Harmanda.

Bulan Aset Kripto 2023 akan diisi dengan berbagai kegiatan di antaranya seminar web maupun gelar wicara ke kampus-kampus serta masyarakat luas, fun sport, dan turnamen eSport dan lainnya. Rangkaian acara tersebut akan digelar di beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Medan, Semarang, Surabaya, dan Makassar, baik secara luring, daring, atau
hibrida.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bulan Literasi Kripto: Tokocrypto Ajak Investor Lebih Bijak Berinvestasi

Jakarta, 4 Februari 2025 – Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, menegaskan pentingnya peningkatan literasi keuangan masyarakat terhadap aset kripto. Hal ini disampaikannya dalam sambutan pada acara pembukaan Bulan Literasi Kripto (BLK) 2025 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perdagangan Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo).

Dengan mengusung tema “Bijak Berinvestasi: Bangun Masa Depan Sejak Dini,” BLK 2025 bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai aset kripto sebagai bagian dari ekosistem keuangan digital.

Menurut Hasan, literasi keuangan yang baik sangat diperlukan guna memberikan perlindungan konsumen serta mencegah berbagai risiko seperti misinformasi, manipulasi pasar, dan praktik investasi yang tidak bertanggung jawab.

“Kami mendorong seluruh pemangku kepentingan, khususnya para Pedagang Aset Kripto, untuk berperan sebagai aktor penting dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan kripto,” ujar Hasan dalam keterangan resminya.

Dukung Bulan Literasi Kripto

Dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap aset kripto, Tokocrypto secara aktif mendukung Bulan Literasi Kripto 2025. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan edukasi yang komprehensif kepada masyarakat Indonesia, guna mendorong adopsi kripto yang lebih luas dan berkelanjutan.

Sebagai salah satu platform perdagangan aset kripto terkemuka di Indonesia, Tokocrypto menyadari pentingnya literasi finansial digital. Melalui serangkaian webinar, workshop, dan konten edukatif, Tokocrypto ingin memastikan bahwa masyarakat memiliki pemahaman yang kuat tentang bagaimana cara berinvestasi dengan aman dan bertanggung jawab di dunia kripto.

“Edukasi adalah kunci utama untuk menciptakan ekosistem kripto yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kami berkomitmen untuk memberikan akses informasi yang jelas dan transparan, sehingga pengguna dapat mengambil keputusan investasi yang lebih baik,” CMO Tokocrypto, Wan Iqbal.

Berdasarkan laporan terbaru dari CoinGecko, Indonesia menempati peringkat kelima sebagai negara dengan jumlah ‘crypto degen’ tertinggi di dunia. Indonesia menyumbang 3,96% dari total transaksi spekulatif dalam industri kripto, menunjukkan tingginya minat investor terhadap aset berisiko tinggi.

Istilah ‘degen’ sendiri berasal dari kata ‘degenerate’, yang dalam dunia kripto digunakan untuk menggambarkan individu yang aktif dalam perdagangan dengan risiko tinggi dan keputusan investasi yang cenderung spekulatif. Dengan kata lain, ‘crypto degen’ merujuk pada trader yang sering melakukan perdagangan aset kripto dengan volatilitas tinggi demi potensi keuntungan besar.

Baca juga: Tren Bitcoin 3-7 Februari 2025: Akhirnya By Hoteliercrypto


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

OJK Buka Suara soal Transparansi dan Keamanan Kripto


Jakarta

Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) kembali menyelenggarakan program tahunan Bulan Literasi Kripto (BLK) sebagai bagian dari komitmen industri dalam meningkatkan edukasi aset digital.

Asosiasi juga menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat upaya literasi dan mendorong pemahaman yang lebih luas mengenai aset kripto dan teknologi blockchain di Indonesia.

Selain itu OJK mengawasi industri aset kripto guna memastikan perlindungan konsumen, keamanan transaksi, serta transparansi dalam ekosistem aset keuangan digital.


Sejak 10 Januari 2024, sesuai amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), pengaturan dan pengawasan aset kripto resmi beralih dari Bappebti ke OJK.

“Kami menegaskan pentingnya transparansi dan perlindungan konsumen dalam menjaga kepercayaan publik terhadap industri ini,” ujar Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Djoko Kurnijanto dalam keterangan tertulis, Senin (3/3/2025).

Data menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan di Indonesia masih tergolong rendah, dengan literasi keuangan umum sebesar 65%, literasi keuangan digital sekitar 45% dan pemahaman global terhadap aset kripto hanya mencapai 31,8%.

“Kami menekankan pentingnya riset mandiri (Make Your Own Research) sebelum melakukan investasi dalam aset kripto,” tutur Djoko.

Direktur Pengawasan Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Uli Agustina menegaskan bahwa OJK memiliki dua fungsi utama yaitu sebagai regulator dan sebagai pengawas market conduct untuk perlindungan konsumen.

“Kami tidak hanya melakukan pengawasan pasca kejadian, tetapi juga menitikberatkan pada literasi dan edukasi melalui program seperti Bulan Literasi Kripto, Bulan Fintech, dan berbagai inisiatif digital lainnya,” jelas Uli.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap transparansi dan keamanan, Indodax bersama OJK dan asosiasi terus mendukung berbagai program literasi keuangan, termasuk edukasi publik mengenai investasi aset kripto yang aman dan terverifikasi.

Penegakan hukum dan pencegahan kejahatan digital di halaman berikutnya. Langsung klik

Kasubdit III Dittipideksus Bareskrim Polri, Kombes Pol. Robertus Yohanes De Deo Tresna Eka Trimana, menyoroti tiga kategori utama dalam kaitannya dengan aset kripto yakni sebagai subjek kejahatan, sarana kejahatan dan objek kejahatan.

“Kolaborasi antara regulator, pelaku industri dan penegak hukum sangat penting untuk mencegah modus kejahatan seperti investasi bodong dan pencucian uang melalui aset digital,” ujarnya.

Robert menjelaskan bahwa industri aset digital berkembang pesat dan memiliki potensi menjadi sarana pencucian uang.

“Kami telah melakukan berbagai kajian sejak 2009 tentang penggunaan aset digital dalam kejahatan finansial. Oleh karena itu, dialog dan pertukaran informasi antara regulator, pelaku industri dan penegak hukum menjadi kunci dalam mitigasi risiko ini,” tambahnya.

Kanit 2 Subdit 2 Dittipidsiber Bareskrim Polri, AKBP Irvan Reza menambahkan bahwa meskipun anonimitas dalam aset digital menjadi tantangan, investigasi kejahatan berbasis blockchain justru lebih mudah dibandingkan dengan metode pencucian uang konvensional. Ia mengingatkan bahwa tantangan utama dalam keamanan siber sering kali berasal dari faktor manusia dan bukan hanya dari sistem IT itu sendiri.

“Kami terus meningkatkan mitigasi risiko dengan berbagai pihak terkait, termasuk penyedia layanan aset kripto. Walaupun sistem IT tidak pernah benar-benar aman, pelaku industri di Indonesia telah berusaha menerapkan keamanan terbaik,” jelasnya.

(aid/hns)



Sumber : finance.detik.com