Category Archives: Tokocrypto

Miliarder Ini Tak Heran Jika Harga Bitcoin Turun Jadi US$ 10 Ribu

Di tengah kesengsaraan pasar kripto, miliarder ini tak heran jika harga Bitcoin (BTC) akan terus turun, hingga US$ 10.000.

Saat ini, harga Bitcoin masih belum dapat pulih, terus turun dan mencetak low baru, meski dolar AS mulai melemah akibat langkah The Fed yang menaikkan suku bunga ke 75 basis poin.

Harga Bitcoin Turun ke US$ 10.000

Berdasarkan laporan Finbold, miliarder dan CEO dari DoubleLine Capital, Jeffrey Gundlach, yakin bahwa harga Bitcoin akan turun jauh dari US$20.000, yang dianggap orang-orang sebagai titik potensial untuk membangun pijakan pemulihan.

Jeffrey beranggapan bahwa harga kripto utama akan terus turun, tidak lebih dari US$10.000, yang telah ia ungkapkan dalam wawancara CNBC’s Closing Bell: Overtime.

Saat pewawancara menanyakan prediksi Jeffrey tentang seberapa rendah Bitcoin akan jatuh, ia mengatakan bahwa tren kripto jelas tidak positif saat ini.

Baca juga: Harga Bitcoin Agresif, Pasca The Fed Naikkan Suku Bunga Tertinggi

“Pada Juli tahun lalu, Bitcoin naik menjadi US$60.000 atau lebih, kemudian turun menjadi US$30.000… Pada akhirnya itu akan jatuh dan kemudian harus bangkit kembali tetapi terus masuk, sepertinya sedang dilikuidasi. Jadi saya tidak bullish pada US$20.000 atau US$21.000 pada Bitcoin. Saya tidak akan terkejut sama sekali jika harganya mencapai US$10.000,” tambahnya.

Di sisi lain, sudut pandang Jeffrey tampak berseberangan dengan ahli strategi komoditas dari Bloomberg, Mike McGlone, yang justru melihat US$20.000 sebagai titik terendah untuk BTC, alias bottom level.

Baca juga: Era Bearish Pasar Kripto Semakin Tegas, Kapan Akan Berakhir?

Mike pun meyakini bahwa BTC nantinya akan menjadi produk investasi penting, sehingga harganya akan melesat ke US$100.000 pada tahun 2025, satu tahun pasca halving terbaru BTC.

Dan yang patut disorot saat ini adalah, kekhawatiran terjadinya resesi, pasca langkah agresif the Fed dalam menaikkan suku bunga. Beberapa analis memperkirakan ini akan terjadi pada pertengahan 2023.

Dan jika resesi terjadi, maka pernyataan Robert Kiyosaki, penulis buku keuangan terlaris, Rich Dad Poor Dad, akan menjadi kenyataan.

Robert berpendapat bahwa, AS akan jatuh ke dalam resesi karena ulah the Fed, sehingga emas, perak dan Bitcoin akan menyelamatkan kekayaan Anda. Ia pun mengatakan bahwa ini layak untuk dibeli sebanyak-banyaknya.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Prediksi Harga Bitcoin, US$ 209 Ribu pada Tahun 2025

Prediksi harga Bitcoin berdasarkan bagan “Bitcoin Cycle Repeat”, bisa mencapai US$ 209 ribu per BTC pada tahun 2025. Halving 2024 adalah salah satu komponen terpentingnya. Bagan pun harus dianggap sebagai sekadar teori. Bagan yang mirip, yakni S2F karya PlanB, sudah dikritik tajam oleh Vitalik Buterin.

Dengan tren saat ini, harga Bitcoin diprediksi bisa menjadi US$ 209 ribu pada Oktober 2025. Harga itu ditandai sebagai harga puncak tertinggi setelah Halving (after halving top) tahun 2024.

Angka prediksi, yang oleh sebagian orang dianggap sebagai FOMO (fear of missing opportunity) itu, berdasarkan data dari bagan (chartBitcoin Cycle Repeat dari situs BuyBitcoinWorldWide.

Ada belasan bagan lain yang cukup berfaedah membantu Anda belajar lebih banyak tentang konsep, teori dan model proyeksi. Situs itu sebelumnya berdomain Digitalik.net yang sangat popular dan diakusisi oleh BuyBitcoinWorldWide pada tahun lalu.

Baca juga: Yuk, Ketahui Cara Bermain Game Kawaii Island NFT Agar Cuan!

Bagan itu menunjukkan bagaimana jadinya jika dari perubahan harga hari ini, atau pada hari lain di masa lalu, akan mengulangi polanya dari siklus sebelumnya. Satu siklus penuh adalah 1458 hari (4 tahun) dan data di bagan itu diperbarui setiap 5 menit.

“Bagan Bitcoin Cycle Repeat menggunakan pergerakan rata-rata harga BTC selama 1.458 hari terakhir dan mengulangi pergerakan tersebut lagi untuk memprediksi harga setiap hari selama 1.458 hari ke depan. Bagan ini juga menampilkan harga teratas setelah halving sebelumnya serta puncak setelah setiap halving yang akan datang,” tertera di bagian penjelasan bagan itu oleh pengelola situs.

Karena tidak diperuntukkan sebagai acuan utama dan akurat, menurut BuyBitcoinWorldWide, angka proyeksi 1.458 hari mendatang harus dianggap hanya sebagai perkiraan.

“Keakuratan bagan ini sangat bergantung pada ‘perilaku Bitcoin’ untuk berulang dengan sempurna. Pun ada banyak alasan mengapa Bitcoin mungkin berkinerja baik ataupun sebaliknya dibandingkan tren 1.458 hari sebelumnya. Maka, bagan ini harus dilihat sebagai teori saja,” tulis BuyBitcoinWorldWide, dengan catatan harga acuan berdasarkan data dari CryptoCompare.

Dan entah karena memang kebetulan, pada 17 Januari 2020, berdasarkan bagan itu, harga Bitcoin diprediksi akan mencapai rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) baru pada Oktober 2021.

Faktanya yang diketahui publik, ATH terkini adalah pada 8 November 2021 di kisaran US$69 ribu. Bagan Bitcoin Cycle Repeat menerakan ATH itu sebagai “after halving top” di harga US$67.549.

Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin, US$209 Ribu pada Tahun 2025

Nah, ketika artikel ini ditulis, Jumat (24/6/2022) dini hari, harga BTC di bagan itu tertera US$ 20.300 per BTC dengan acuan harga Kamis (23/6/2022)-price end of day, berdasarkan data CryptoCompare.

Dengan sandaran itu, berdasarkan prinsip dan variabel bagan, harga puncak setelah Halving ke-4 tahun 2024 diprediksi bisa mencapai US$ 209.851 pada 27 Oktober 2025.

prediksi harga bitcoin

Dalam rentang waktu yang pendek, dengan harga harian yang serupa, harga BTC diprediksi menjadi US$ 10.051 pada 2 Desember 2022. Harga itu “dianggap” sebagai support level terbesar yang melentingkan harga kripto itu berada di atas Moving Average (MA) 200 hari dan MA 1458 hari.

Perlu ditegaskan kembali, bahwa bagan ini harus dianggap sebagai teori saja dan tidak boleh dijadikan acuan utama dalam mengambil keputusan, pasalnya bagan ini lebih mengarah pada teknikal dan tentu saja tidak memasukan faktor makroekonomi, sebagaimana model Stock-to-Flow (S2F) rancangan PlanB, yang dinilai oleh Vitalik Buterin “sangat berbahaya.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Ambruk adalah Peluang Beli yang Besar

Pendiri dan CEO MicroStrategy, Michael Saylor, mengatakan, bahwa harga Bitcoin yang sedang ambruk saat ini adalah peluang beli yang sangat besar. Sementara itu hasil survei Bloomberg menunjukkan, BTC diproyeksikan bisa jatuh ke US$ 10 ribu, akibat terus menguatnya dolar AS.

MicroStrategy, perusahaan publik asal Amerika Serikat, memang sejak tahun 2020 melakukan pembelian Bitcoin secara besar-besaran. Mereka menilai kripto itu sebagai alat lindung nilai ketika terjadi inflasi.

“Saat ini adalah peluang beli yang besar terhadap Bitcoin. Saat ini adalah entry point yang tepat,” ucap Saylor kepada CNBC belum lama ini.

Pernyataan Saylor itu, sejatinya menegaskan pendapatnya sejak lama, bahwa BTC memiliki keunggulan relatif dibandingkan kelas aset lain seperti emas.

Namun, pada kenyataannya, ketika inflasi tinggi 8,6 persen di AS, justru harga Bitcoin terkoreksi besar-besar, hampir 70 persen dari puncak tertinggi sebelumnya pada November 2021 di kisaran US$ 69 ribu.

harga bitcoin
Grafik harga Bitcoin.

Baca juga: Bitcoin dan Kripto Lainnya Terbang saat Data Inflasi AS Meroket

Satu risiko besar yang menghampiri perusahaan itu adalah, margin call, yang dapat memaksa perusahaan menjual sebagian dari lebih dari 130.000 BTC. BTC sebanyak itu dijadikan agunan untuk meminjam uang dari Silvergate Bank beberapa waktu lalu untuk membeli BTC tambahan. Status margin call terjadi, mana kala harga BTC jatuh di besaran tertentu, karena perusahaan harus mengembalikan dana pinjaman secara rutin setiap bulan.

Sebenarnya Bitcoin sebagian komponen utama di pasar kripto bukanlah satu-satunya pasar yang mengalami aksi jual besar-besaran. Sepanjang Juni 2022 saja, indeks Dow Jones Industrial Average melandai di -0,62% dan Indeks S&P -0,92 persen memasuki wilayah bearish.

Pasar saham dan pasar kripto yang melandai adalah dampak dari menguatnya dolar AS yang ditandai dengan indeks dolar (DXY) sudah mencapai 108 (tertinggi sejak Oktober 2002), akibat kebijakan kenaikan suku bunga oleh The Fed sejak Maret.

Jika inflasi terus tinggi, diperkirakan The Fed akan terus menaikkan suku bunganya, hingga inflasi dapat ditekan hingga di kisaran 2 persen.

Secara teknikal berdasarkan indikator RSI mingguan, harga Bitcoin saat ini berada di wilayah sangat oversold, yang menandakan tekanan jual yang besar mulai mereda.IKLAN

harga bitcoin
Grafik harga Bitcoin.

Baca juga: Bank Indonesia: Aset Kripto Ciptakan Inklusi Keuangan

RSI ini melampaui oversold 12 Januari 2015 pada time frame mingguan dan menyamai oversold 12 Januari 2012.

Namun demikian, masih ada ruang penurunan berikutnya, setidaknya berdasarkan hasil survei oleh Blooomberg yang dirilis beberapa hari lalu. Sejumlah pelaku pasar, lewat hasil survei Bloomberg yang digelar pada awal Juli 2022 lalu, memproyeksikan harga Bitcoin bisa jatuh lagi di kisaran US$10 ribu. [ps]

Artikel ini telah tayang di Blockchainmedia.id dengan judul Michael Saylor: Harga Bitcoin Ambruk adalah Peluang Beli yang Besar





Sumber : news.tokocrypto.com

Reli Harga Bitcoin Terhenti Pasca Laporan Tesla Jual BTC

Bitcoin (BTC) mengalami minggu terbaiknya sejak Maret, dengan nilai naik 12% sejak hari Minggu (17/7), dan Ethereum (ETH) bahkan lebih baik, naik 15%. Namun pada hari Rabu (20/7) reli tampaknya agak terhenti, pasca berita buruk di industri kripto.

Pawai BTC menuju US$ 24.000 tampaknya bakal mengambil jeda singkat setelah berita utama media mengumumkan bahwa Tesla telah menjual 75% dari posisi Bitcoin-nya. Ditelusuri dari data pendapatan Q2 Tesla, menunjukkan bahwa perusahaan mobil listrik itu telah menjual 75% kepemilikan Bitcoinnya untuk mendapatkan uang tunai sebesar US$ 963 juta ke neraca.

Tak lama setelah berita Tesla tersiar, harga Bitcoin mundur dari tertinggi hariannya di US$ 24.280 menjadi US$ 22.900, sebelum stabil di sekitar US$ 23.500. Dan pada saat artikel ini ditulis harga Bitcoin duduk di US$ 23.186 (Rp 347 juta).

Ilustrasi Tesla jual Bitcoin.
Ilustrasi Tesla jual Bitcoin.

Baca juga: Prediksi Titik Balik Kripto Momen Super Bullish

Berita Buruk dari Minecraft dan Zipmex

Kemunduran tak terduga dari pergerakan market kripto ini mungkin juga membantu membawa sedikit perspektif pasar kepada investor yang siap menyerukan diakhirinya bear market. Kapitalisasi pasar kripto keseluruhan sekarang mencapai US$ 1,035 triliun dan tingkat dominasi Bitcoin adalah 42,7%.

Sementara kemunduran untuk Bitcoin sejauh ini relatif ringan, beberapa altcoin mengalami penurunan yang lebih tajam karena kenaikan harga baru-baru ini menciptakan peluang bagus bagi para investor untuk membukukan beberapa keuntungan.

Sentimen negatif lain datang juga dari Mojang Studios, pengembang game Minecraft yang berbalik arah dengan memutuskan untuk melarang NFT di platformnya. Perusahaan juga mengkritik “harga spekulatif” dan “mentalitas investasi” di sekitar NFT yang menghilangkan pengalaman game dan mendorong pencatutan sehingga merugikan playability game jangka panjang.

“NFT dapat membuat model kelangkaan dan pengecualian yang bertentangan dengan Guideline kami dan semangat Minecraft,” kata Mojang Studios.

Ilustrasi Zipmex. Foto: Zipmex.
Ilustrasi Zipmex. Foto: Zipmex.

Baca juga: Kenal Kripto Fio Protocol (FIO) dan RSK Infrastructure Framework (RIF)

Di sisi lain exchange kripto, Zipmex, yang umumkan melakukan penghentian sementara untuk proses penarikan dana dan aset kripto. Saat ini terpantau Zipmex juga menghentikan berbagai kegiatan yang direncanakan sebelumnya di media sosial.

Berdasarkan keterangan yang dipublikasi Zipmex di media sosial, keputusan ini diambil karena kondisi market yang sangat volatil, berbagai peristiwa besar tidak terduga yang mengubah kondisi pasar atau Black Swan, dan kesulitan finansial perusahaan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Premier League Bermitra dengan Sorare Rilis NFT Pemain Liga Inggris

Premier League telah menandatangani kontrak multi-tahun dengan Sorare, game sepak bola fantasi senilai US$ 4,3 miliar. Kemitraan ini akan menghasilkan NFT kartu pemain resmi liga inggris yang eksklusif.

Pemain game Sorare akan dapat membeli dan menggunakan NFT berlisensi resmi Liga Premier berdasarkan perjanjian multi-tahun eksklusif tersebut. Sorare mengatakan itu juga meluncurkan dua fitur baru dalam game. Ini termasuk kemampuan untuk bersaing dengan kartu pemain khusus liga dan fitur “financial fair play” yang mencegah pengguna memilih tim all-star.

Startup Sorare yang berbasis di Paris, memiliki 3 juta pengguna di seluruh dunia, memungkinkan orang bersaing dalam permainan sepak bola fantasi. Peluang sukses didasarkan pada performa pemain secara real-time di lapangan virtual.

Kemitraan Strategis

tampilan aplikasi sorare
Ilustrasi aplikasi Sorare. Sumber: Shutterstocks.

Baca juga: BPS Pakai Teknologi Blockchain Olah Data Penduduk Indonesia

Sorare pertama kali dikabarkan sedang dalam pembicaraan dengan Premier League – liga sepak bola pria tingkat atas Inggris – tentang perjanjian lisensi pada Oktober 2022. CEO Sorare, Nicolas Julia, mengatakan hal-hal membutuhkan waktu lebih lama untuk diselesaikan daripada yang diantisipasi karena Premier League memiliki kesepakatan lisensi NFT yang ada dengan perusahaan lain.

Sky News melaporkan sebelumnya bahwa kesepakatan itu bernilai £ 30 juta. Julia menolak untuk membagikan secara spesifik tentang persyaratan keuangan dan panjang kesepakatan.

Berita tersebut muncul meski terjadi penurunan tajam dalam aktivitas perdagangan NFT. Nilai NFT telah anjlok di tengah penurunan harga kripto yang dikenal sebagai “crypto winter”, yang diperburuk dalam beberapa bulan terakhir oleh kebangkrutan FTX.

Menurut situs data CryptoSlam, harga jual rata-rata NFT pada Desember 2022 adalah US$ 143,22, turun 63% dari US$ 383,73 pada Desember 2021. Volume perdagangan juga turun secara signifikan. Penjualan NFT secara keseluruhan anjlok 78% pada bulan Desember menjadi US$ 678,2 juta dari US$ 3,1 miliar setahun yang lalu.

Sorare dan NFT

Ilustrasi game nft Sorare.
Ilustrasi game nft Sorare.

Baca juga: Tokocrypto Hadirkan Fitur Bukti Pajak Kripto Pengguna Dukung PMK 68

Dikutip CNBC, Julia mengatakan pengguna berkekuatan besar sudah cukup untuk menopang perolehan pendapatan. Sorare mengambil potongan yang tidak ditentukan dari semua transaksi melalui layanannya.

Perlu dicatat Sorare adalah koleksi NFT terbesar ketiga di dunia, menurut data CryptoSlam. Perusahaan memproses sekitar US$ 1 juta transaksi dalam periode 24 jam, menurut angka CryptoSlam.

Kemitraan Liga Premier dengan Sorare menambah banyak kesepakatan antara liga olahraga dan platform kripto. Sorare sendiri sebelumnya telah mengumumkan kesepakatan dengan Major League Baseball dan National Basketball Association.

Beberapa perjanjian, seperti kesepakatan Crypto.com untuk hak penamaan arena Staples Center di Los Angeles dan sponsor FTX di Miami-Dade Arena yang sekarang sudah tidak berfungsi, telah memburuk di tengah jatuhnya harga kripto.

Julia mengatakan Sorare terlindung dari kehancuran iklan olahraga yang berfokus pada crypto karena perusahaannya berfokus pada lisensi kekayaan intelektual daripada sponsor.

Startup asal Prancis itu terakhir dihargai oleh investor sebesar US$ 4,3 miliar pada September 2021. Sorare didukung oleh nama-nama top termasuk SoftBank Jepang dan firma modal ventura Accel dan Benchmark. Itu juga menghitung bintang olahraga Lionel Messi, Serena Williams dan Kylian Mbappe sebagai pemegang saham.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bisakah Nilai Bitcoin Capai Rp 449 Juta pada Februari 2023?

Reli panjang yang terjadi pada awal tahun ini, membuat banyak investor optimisi nilai Bitcoin bisa mencapai US$ 30.000 atau sekitar Rp 449 juta di Februari 2023. Harga Bitcoin sendiri merebut kembali posisi nilai US$ 23.000 pada 1 Februari, setelah sempat alami koreksi.

Setelah pertemuan FOMC yang digelar The Fed pada 31 Januari-1 Februari, pasar saham Amerika Serikat dan kripto tetap dalam suasana optimis menjelang perkembangan. Jika indeks saham AS melanjutkan kenaikannya menjelang pertemuan, efek riak juga bisa menjadi kabar baik untuk pasar aset kripto.

Dengan tujuan untuk mengekang inflasi, The Fed terus menaikkan suku bunga sepanjang tahun. Oleh karena itu, sebagian besar aset berisiko termasuk kripto mengalami penurunan drastis. Namun dengan adanya kemungkinan penggunaan Quantitative easing sambil melonggarkan suku bunga ke depan akan menjadi skenario bullish yang brilian untuk Bitcoin dan altcoin.

Penentuan The Fed

bentuk koin bitcoin
Ilustrasi aset kripto Bitcoin.

Baca juga: Proyeksi Market Kripto Bulan Februari Selepas Rapat FOMC The Fed

Dikutip Watcher Guru, hasil pertemuan The Fed pada hari Kamis (2/2) dapat menentukan arah Bitcoin dalam indeks. Mark Gibson, seorang profesor ekonomi di Washington State University mengatakan kepada Yahoo bahwa pasar kripto dapat reli, jika Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin atau bps.

“Kami telah melihat beberapa kemajuan dalam hal inflasi turun. Jadi pemikirannya adalah bahwa Fed sekarang mungkin mulai mengurangi kenaikan suku bunga. Jadi itulah mengapa pasar berpikir bahwa 25 basis poin lebih mungkin terjadi pada pertemuan ini,” katanya.

Bergabung dengan banyak pandangan lainnya, analis aset kripto pseudonim, Altcoin Sherpa memperkirakan bahwa Bitcoin dapat mencapai US$ 30.000 dalam beberapa minggu mendatang. Analis percaya bahwa kenaikan 25 bps dapat diterima oleh pasar yang mengarah ke reli lainnya di bulan Februari.

“BTC: Semakin lama ini bertahan di sekitar area ini, saya semakin bullish. Saya pikir sangat mungkin kita melihat celah terisi hingga 30 ribu pada akhirnya, ” dia memprediksi.

Rawan Tekanan

Baca juga: 5 Kripto Altcoin yang Paling Untung di Bulan Januari 2023

Meskipun demikian, Prof Gibson memperingatkan bahwa jika Fed memberikan kejutan lebih dari 25 bps, pasar dapat bereaksi dengan kuat. “Jika pasar mengharapkan kenaikan 25 basis poin dan ternyata menjadi kenaikan 50 basis poin, itu akan menjadi kejutan. Jadi pasar akan bereaksi negatif terhadap itu, ” katanya.

Kesimpulannya, Bitcoin mencapai angka US$ 30.000 atau kisaaran Rp 449 juta sekarang semata-mata bergantung pada bagaimana pasar bereaksi terhadap pertemuan FOMC.

Pada saat pers, Bitcoin diperdagangkan pada US$ 23.003 dan naik 1% dalam perdagangan 24 jam sehari. BTC turun 66,6% dari level tertinggi sepanjang masa di US$ 69.044, yang dicapai pada November 2021.



Sumber : news.tokocrypto.com

82% Jutawan Dunia Pertimbangkan Investasi Aset Kripto Karena Cuan

Meskipun merupakan tahun yang penuh tantangan bagi kripto, 82% klien jutawan dunia telah mempertimbangkan untuk berinvestasi dalam aset digital seperti Bitcoin (BTC) pada tahun 2022. Data ini ditunjukan dari hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh firma penasihat keuangan deVere Group.

Dikutip Cointelegraph, hasil jajak pendapat yang dirilis pada 30 Januari itu, menemukan bahwa delapan dari setiap 10 klien high net-worth (HNW) perusahaan yang disurvei — individu dengan aset yang dapat diinvestasikan antara US$ 1,2 juta dan US$ 6,1 juta — mencari informasi investasi tentang kripto dari penasihat keuangan di 12 bulan terakhir.

Nigel Green, CEO dan pendiri deVere Group, mengatakan bahwa meskipun grup yang disurvei “biasanya lebih konservatif,” dia yakin minat tersebut berasal dari nilai inti Bitcoin sebagai “digital, global, tanpa batas, terdesentralisasi, dan anti rusak.”

Tren Minat Investasi Kripto

Baca juga: Misterius Harga Bitcoin 60% Lebih Tinggi di Nigeria, Kenapa?

Studi tahun sebelumnya telah menunjukkan tren meningkatnya minat investasi kripto dari investor kaya. Sebuah studi tahun 2020 dari deVere menemukan bahwa 73% dari 700 individu berpenghasilan tinggi yang disurvei sudah memiliki atau ingin berinvestasi dalam aset kripto sebelum akhir tahun 2022, sementara studi perusahaan tahun 2019 menemukan bahwa 68% individu HNW global sudah berinvestasi atau berencana untuk berinvestasi dalam kripto pada akhir tahun 2022.

Green juga mencatat minat dalam menawarkan layanan kripto kepada klien oleh lembaga keuangan lama seperti Fidelity, BlackRock, dan JPMorgan sebagai pertanda baik bagi industri.

Laporan bulan Juni tahun 2022 lalu dari PricewaterhouseCoopers, menemukan bahwa sekitar sepertiga dari 89 dana lindung nilai tradisional yang disurvei sudah berinvestasi dalam aset digital seperti BTC.

Momentum

Ilustrasi investasi aset kripto.
Ilustrasi investasi aset kripto.

Baca juga: ChatGPT Prediksi Bagaimana Bitcoin Akan Akhiri Dominasi Uang Fiat

CEO deVere percaya momentum minat ini dapat berkembang lebih jauh karena “crypto winter” tahun 2022 telah mencair setelah perubahan kondisi dalam sistem keuangan tradisional di awal tahun ini.

“Bitcoin berada di jalur Januari terbaiknya sejak 2013 berdasarkan harapan bahwa inflasi telah memuncak, kebijakan moneter menjadi lebih menguntungkan, dan berbagai krisis sektor kripto, termasuk kebangkrutan profil tinggi, sekarang ada di ‘kaca spion’.”

“CAset kripto terbesar di dunia naik lebih dari 40% sejak pergantian tahun, dan ini tidak akan luput dari perhatian klien HNW dan lainnya yang ingin membangun kekayaan untuk masa depan,” tambah Green.

Individu kaya bukan satu-satunya yang telah meningkatkan kepemilikan kripto mereka selama setahun terakhir. Menurut laporan 13 Desember oleh JPMorgan Chase, sekitar 13% populasi Amerika — kira-kira 43 juta orang — telah memegang aset kripto di beberapa titik dalam hidup mereka, naik dari hanya sekitar 3% pada tahun 2020.



Sumber : news.tokocrypto.com

Trader Yakin Bitcoin Bisa Capai Rp 466 Juta Sebelum Akhir 2022

Seorang trader dan analis terkenal asal Belanda, Michael van de Poppe, yakin Bitcoin (BTC) akan mencapai harga tinggi sekitar US$ 30.000 atau Rp 466 juta sebelum akhir tahun 2022.

Poppe menjelaskan lewat tweet-nya ia masih memiliki pandangan yang sama akan masa depan Bitcoin yang cerah. Untuk mencapai angka US$ 30.000 ada ketentuan yang harus dihadapi BTC.

Menurut trader yang terkenal dengan akun Twitter @CryptoMichNL ini, Bitcoin perlu menembus resisten di angka US$ 19.600 untuk kemudian naik ke US$ 20.700, bahkan bisa saja naik lebih tinggi.

“Masih memiliki pandangan yang sama tentang Bitcoin di sini. Perlu menembus resistance di US$19.600, dan kemudian kita akan mulai bergerak menuju US$20.700 dan berpotensi lebih tinggi,” tulis Poppe.

Baca juga: Indonesia Diproyeksikan Masuk Jajaran Market Kripto Teratas Global

Di tweet terbaru, Poppe menjelaskan bahwa dalam dua hingga tiga minggu, Bitcoin akan breakout secara signifikan.

“Saya mengambil adalah terbalik. Dugaan saya mungkin US$ 30.000,” katanya.

Sentimen Bitcoin

Mengingat sentimen kenaikan suku bunga The Fed di tengah market kripto yang melemah dari perkiraan dan angka inflasi, Bitcoin tampaknya tidak menuju US$ 30.000 pada bulan Oktober ini.

bentuk koin bitcoin
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Kenal Kripto Aptos (APT), Project Blockchain Pesaing Solana yang Viral

Tanggal penting untuk mengawasi sentimen dari The Fed dalam jangka pendek adalah 28 Oktober perilisan, Indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) dan 1–2 November, rapat FOMC keputusan kenaikan suku bunga.

The Fed sepertinya mulai mempertimbangkan untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga acuannya, setelah mereka sadar bahwa sikap agresifnya dapat membuat ekonomi AS kembali melambat.

Harga BTC sempat menyentuh kisaran di harga US$ 21.000, setelah bank sentral Kanada (Bank of Canada/BoC) kembali menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin (bp) menjadi 3,75% tetapi lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 75 basis poin.





Sumber : news.tokocrypto.com

Stablecoin Berbasis Cardano Siap Rilis, Harga ADA Bakal Naik?

Pengembang stablecoin Djed yang berbasis blockchain Cardano telah mengungkapkan waktu perilisannya yang diperkirakan terjadi pada pekan depan atau awal Februari. Hal ini kabarnya akan meningkatkan harga ADA, benarkah?

Dalam posting blog, perusahaan pengembang Djed, COTI Network mengatakan bahwa stablecoin berbasis Cardano tersebut dijadwalkan meluncur dalam waktu dekat. Menurut para pengembang, satu-satunya hal yang menghalangi peluncuran Djed adalah proses sinkronisasi rantai indeks, yang menurut mereka sudah setengah jalan.

“Kami memulai proses sinkronisasi indeks rantai. Proses ini mungkin memerlukan waktu 14 hari, dan saat kami memulai sinkronisasi seminggu yang lalu, kami berharap dapat menyelesaikannya minggu depan dan siap untuk diluncurkan. Sampai saat ini, ini adalah satu-satunya kendala teknis yang menghambat peluncuran,” jelasnya.

Babak Baru DeFi

Baca juga: Token Kripto Aptos (APT) Capai Harga Tertinggi Sepanjang Masa

Peluncuran Djed disertai dengan ekspektasi yang tinggi karena stablecoin belum ada di ekosistem Cardano sejauh ini. Stablecoin sangat penting untuk menerapkan strategi dengan biaya rendah, terutama di bidang keuangan terdesentralisasi (DeFi). Stablecoin ini diharapkan mendorong pertumbuhan dan kasus penggunaan baru di ruang DeFi yang sedang berkembang di ekosistem Cardano.

Djed juga memasuki pasar kripto di mana stablecoin menjadi semakin penting dalam beberapa tahun terakhir. Dalam 10 aset kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar, tidak kurang dari tiga stablecoin, Tether (USDT), USD Coin (USDC), dan Binance USD (BUSD), yang dipatok 1:1 terhadap dolar AS dan didukung oleh berbagai bentuk cadangan uang fiat.

Stablecoin berbasis Cardano, di sisi lain, dirancang untuk memastikan stabilitas harganya melalui cadangan di ADA. Awalnya, tim menyebutnya sebagai stablecoin algoritmik tetapi telah menghapus kata-kata itu – mungkin mengingat kenangan buruk tentang Terra Luna dan stablecoin algoritmiknya UST, yang didukung oleh BTC.

COTI menyebut Djed sebagai stablecoin overcollateralized, yang cakupannya di ADA setidaknya empat kali lipat dari yang dikeluarkan Djed. Dengan ini, stablecoin Cardano menunjukkan kesamaan tertentu dengan ekosistem Tron (TRX), di mana stablecoin USDD yang overcollateralized berbasis.

Harga ADA Naik?

Ilustrasi aset kripto Cardano (ADA).

Baca juga: 3 Prediksi Teratas Harga Bitcoin untuk Tahun 2023, Bakal Naik?

Jika konsep Djed berhasil, stablecoin dapat meningkatkan ekosistem DeFi Cardano secara besar-besaran. Namun, Djed harus lulus uji lapangan terlebih dahulu. Selain potensi yang sangat besar, ada juga risiko kegagalan yang mirip dengan UST milik Terra. Ini dapat sangat merusak ekosistem Cardano dan harga ADA.

Tapi jika Djed berhasil, itu bisa memberi dorongan besar bagi ADA. Melihat grafik 1 hari Cardano menunjukkan bahwa harga telah menembus tren turun delapan bulan dan berhasil menangani pengujian ulang pada pertengahan Januari.

Target harga utama berikutnya adalah zona resistance di sekitar US$ 0,41, yang telah berfungsi sebagai support untuk waktu yang lama. Jika resistensi ini turun, US$ 0,75 akan menjadi target berikutnya sebelum US$ 1 dapat diraih.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

5 Kripto Altcoin yang Paling Untung di Bulan Januari 2023

Aset kripto selain Bitcoin atau yang biasa disebut altcoin telah meraup keuntungan yang signifikan sepanjang bulan Januari 2023. Performa bulanan Bitcoin (BTC) yang kuat menjadi keuntungan besar di APT, GALA, T, MANA, dan SOL.

Reli di pasar kripto dimulai pada awal Januari dengan lonjakan altcoin, termasuk Ethereum (ETH) karena peningkatan jaringan yang akan datang pada bulan Maret. Bitcoin (BTC) menutup Januari dengan mengesankan karena harganya naik hampir 40% dan raihnya tertinggi yang mampu diraih terakhir tahun 2013 lalu.

Dikutip Cointelegraph, Kondisi ekonomi makro yang membaik, seperti penurunan inflasi dan sektor pekerjaan yang stabil di Amerika Serikat, memberikan dorongan tambahan untuk reli positif. Katalis penting lainnya untuk reli Januari adalah tekanan singkat di pasar kripto.

Setelah bencana FTX dan kurangnya narasi bullish membuat sebagian besar investor memperkirakan pertumbuhan akan melambat pada tahun 2023. Situasi menjadi berbalik arah, Ternyata, sentimen negatif dan posisi ramai di pasar berjangka terus mendorong kenaikan. Ada peluang kuat untuk pullback segera setelah kenaikan tajam.

Aptos (APT)

Grafik harga harian APT/USD dengan indikator RSI dan MACD. Sumber: TradingView.
Grafik harga harian APT/USD dengan indikator RSI dan MACD. Sumber: TradingView.

Diluncurkan pada bulan Oktober, Aptos adalah blockchain yang relatif baru di ruang kripto yang memanfaatkan teknologi proyek blockchain Facebook/Meta yang dibuang, Libra.

Meskipun proyek tersebut memiliki banyak reputasi, fundamentalnya tidak membenarkan harganya. Ketidakpercayaan di kalangan investor adalah bagian dari alasan di balik reli harga APT. Kapitalisasi pasar sebesar US$ 3 miliar untuk proyek berusia empat bulan telah mengejutkan banyak orang.

Selama Januari, indeks kekuatan relatif (RSI) altcoin APT menemukan indikator momentum harga, telah melonjak ke wilayah oversold, menunjukkan kemungkinan pullback. Indikator moving average convergence divergence (MACD) menunjukkan sedikit deviasi bullish dengan kenaikan yang tidak terlalu tajam dalam metrik dibandingkan dengan harga. Namun, kehadiran volume pembelian meyakinkan bagi bulls APT. Dukungan untuk token terletak pada US$ 14,75 dan US$ 10,40.

Gala (GALA)

Grafik harga harian GALA/USD. Sumber: TradingView.
Grafik harga harian GALA/USD. Sumber: TradingView.

Baca juga: Polygon (MATIC) Diprediksi Raih Cuan Lebih dari 50% di Januari 2023

Mirip dengan Aptos, Gala (GALA) juga diuntungkan dari kelebihan posisi negatif di pasar berjangka. Kenaikan GALA/USD dari US$ 0,02 menjadi US$ 0,07 terutama dapat dikaitkan dengan penghapusan posisi short.

Token mengalami inflasi yang signifikan sekitar 17.123.286 GALA setiap hari, yang menyumbang sekitar US$ 28,2 juta per bulan dengan harga saat ini. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa kenaikan harga baru-baru ini bisa berumur pendek.

Pada 25 Januari, tim altcoin Gala memperkenalkan peta jalan baru proyek di mana mereka berupaya memperbarui tokenomik untuk mengurangi inflasi dan memperkenalkan mekanisme pembakaran baru. Mereka sedang mengerjakan rantai Gala independen, di mana token GALA akan digunakan untuk membayar biaya transaksi.

Threshold (T)

Ilustrasi aset kripto Threshold (T). Sumber: Freepik.
Ilustrasi aset kripto Threshold (T). Sumber: Freepik.

Threshold lahir dari penggabungan dua proyek, Keep Network dan NuCypher, yang menggabungkan teknologi mereka untuk membangun jaringan jembatan yang terdesentralisasi. Operator node di jaringan Threshold mempertaruhkan token T dan Ethereum untuk memvalidasi transfer antara Bitcoin dan Ethereum.

Pada bulan Januari, harga token T hampir tiga kali lipat, diuntungkan dari peluncuran v2 dan pengumuman daftar Coinbase . Versi terbaru dari protokol Threshold akan mengaktifkan mint tBTC (threshold Bitcoin) di Ethereum, yang didukung oleh Bitcoin dan dipatok 1:1 dengan harga BTC.

Permulaan permen tBTC di Ethereum melalui Threshold Network kemungkinan akan meningkatkan total nilai jaringan yang dikunci (TVL), membuat node Threshold lebih berharga. Awalnya, proyek ini akan meluncurkan versi semi-desentralisasi, Optimistic Minting, dan secara bertahap beralih ke sistem node yang terdesentralisasi.

Decentraland (MANA)

Grafik harga harian GALA/USD. Sumber: TradingView..
Grafik harga harian GALA/USD. Sumber: TradingView..

Proyek bertema metaverse Decentraland (MANA) menyaksikan kebangkitan narasi VR karena Apple dikabarkan akan meluncurkan koleksi headset VR-nya musim semi ini. Baru-baru ini, tim Decentraland merilis manifestonya untuk tahun ini, dengan fokus untuk mengembangkan komunitas pengembang dan pembuatnya.

Sementara Decentraland adalah salah satu proyek metaverse paling awal dengan peluang besar untuk merebut pasar Web3 di masa depan, reli saat ini menunjukkan karakteristik overbought dalam jangka pendek.

Indikator RSI menunjukkan pembacaan di atas resistensi bullish-nya. Indikator MACD menunjukkan divergensi dengan sedikit atau tanpa perubahan dalam metrik untuk melengkapi lonjakan 28 Januari sebesar 16,5%.

Ilustrasi aset kripto Solana (SOL).
Ilustrasi aset kripto Solana (SOL).

Baca juga: Proyeksi Market Kripto Bulan Februari Selepas Rapat FOMC The Fed

Solana (SOL) mendapat manfaat dari sentimen negatif yang berlebihan seputar masa depan blockchain. Reli harga adalah kasus klasik dari short squeeze di pasar berjangka. Sementara fundamental menunjuk ke arah spiral kematian dalam harga, pasar bermain berbeda. Dengan memanfaatkan kondisi likuiditas yang rendah, pembeli dapat mendorong harga lebih tinggi hingga hanya sedikit penjual yang tersisa.

Pembuat pasar dan entitas pemodal ventura, Alameda Research, adalah sumber utama likuiditas untuk proyek DeFi Solana. Itu juga salah satu pendukung terbesar proyek ekosistemnya. Komunitas DeFi akan menghadapi tantangan yang signifikan dalam Solana karena kurangnya likuiditas.

Pengembang Solana dan yayasan telah bekerja keras untuk membuat jaringan menjadi stabil dan lebih terdesentralisasi. Sementara jaringan tetap stabil melalui bencana FTX, tampaknya telah kehilangan kepercayaan pasar karena seringnya downtime. Apalagi, Alameda/FTX memiliki sekitar 10,7% dari total pasokan SOL, yang kemungkinan akan menambah tekanan jual untuk beberapa tahun ke depan.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com