Category Archives: Tokocrypto

Yen Jepang Bergejolak, Sinyal Intervensi Fed Picu Spekulasi Bitcoin

Pasar keuangan global tengah berada dalam kewaspadaan tinggi setelah yen Jepang mencatat pergerakan terbesar dalam enam bulan terakhir. Lonjakan ini memicu spekulasi bahwa pemerintah Jepang, berpotensi dengan dukungan Amerika Serikat melalui Federal Reserve (Fed), tengah menyiapkan langkah intervensi untuk menstabilkan mata uang tersebut.

Pergerakan tajam yen terjadi setelah Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, memperingatkan adanya pergerakan nilai tukar yang dinilai “tidak normal”. Pernyataan itu mendorong pasangan dolar AS terhadap yen (USD/JPY) turun drastis dari hampir menyentuh level 160 ke sekitar 155,6 per dolar AS. Level tersebut menjadi penguatan harian terbesar yen sejak Agustus dan posisi terkuat sepanjang 2026.

Sikap Pelaku Pasar Kripto

Pelaku pasar mencatat bahwa posisi short terhadap yen saat ini berada di level tertinggi dalam satu dekade. Kondisi ini meningkatkan risiko gejolak pasar apabila yen kembali melemah. Pengamat pasar Walter Bloomberg menyebut bahwa dengan tekanan politik dan agenda pemilu yang mendekat, otoritas Jepang tampak semakin siap untuk bertindak.

Spekulasi intervensi semakin menguat setelah muncul laporan bahwa New York Fed menghubungi sejumlah bank besar. Langkah tersebut secara historis kerap menjadi sinyal awal koordinasi aksi di pasar valuta asing antara Amerika Serikat dan Jepang.

Baca juga: Trump Umumkan Calon Bos The Fed, Pasar Keuangan Dunia Panik

Sejarah menunjukkan bahwa intervensi bersama kedua negara dapat berdampak signifikan. Kesepakatan Plaza Accord pada 1985 dan aksi bersama saat Krisis Keuangan Asia 1998 terbukti mampu menstabilkan yen, melemahkan dolar AS, serta mendorong reli aset global.

Dilaporkan BeInCrypto, analis menilai, jika intervensi kembali dilakukan secara terkoordinasi, dampaknya bisa menyerupai kondisi pasca-krisis 2008, yakni peningkatan likuiditas global. CFA Michael Gayed menilai bahwa intervensi sepihak oleh Jepang berisiko memaksa Bank of Japan menjual obligasi pemerintah AS untuk memperoleh dolar, yang berpotensi mengguncang pasar utang global. Sebaliknya, kerja sama dengan Fed dapat menekan risiko tersebut dengan melemahkan dolar secara terkontrol.

Pelemahan dolar dinilai akan meningkatkan likuiditas global dan menguntungkan berbagai kelas aset, termasuk saham, komoditas, dan kripto. Bitcoin disebut memiliki korelasi positif yang kuat dengan yen serta hubungan terbalik dengan dolar AS, sehingga berpotensi mengalami repricing signifikan jika dolar melemah.

Analisis Pasar

Namun, analis juga mengingatkan adanya risiko volatilitas jangka pendek. Penguatan yen berpotensi memicu pembongkaran posisi carry trade berbasis yen. Sebagai contoh, pada Agustus 2024, kenaikan suku bunga kecil oleh Bank of Japan sempat memperkuat yen dan memicu aksi jual kripto senilai sekitar US$15 miliar dalam enam hari, dengan harga Bitcoin anjlok dari US$64.000 ke US$49.000.

Menurut Tim Research Tokocrypto, jika AS dan Jepang melakukan intervensi bersama dengan menjual Dolar untuk membeli Yen, ini secara efektif membanjiri pasar dengan likuiditas Dolar dan melemahkan indeks Dolar (DXY). Dolar yang lemah dan likuiditas global yang melimpah adalah bahan bakar utama untuk bull market kripto dan saham.

Selain kripto, risiko juga membayangi pasar obligasi. Tekanan pada pasar obligasi pemerintah Jepang dikhawatirkan dapat merembet ke US Treasury dan memengaruhi suku bunga global serta arus aset safe haven.

Meski demikian, sejumlah analis melihat kondisi ini sebagai setup yang berisiko namun berpotensi bullish secara historis. Jika Fed dan Jepang benar-benar bertindak bersama, pasar global berpeluang mencatat reli luas dalam jangka menengah hingga panjang, meskipun fase penyesuaian jangka pendek diperkirakan tetap penuh gejolak.

Perkembangan yen kini menjadi sorotan utama pelaku pasar dan pembuat kebijakan, karena dampaknya diyakini tidak hanya akan menentukan arah dolar dan yen, tetapi juga membentuk salah satu konfigurasi makroekonomi paling penting tahun ini.

Baca juga: 8,4 Juta WLFI Gratis! Begini Cara Mendapatkannya Lewat Program USD1


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Galaxy Group Luncurkan Hedge Fund Kripto US$100 Juta Meluncur 2026

Galaxy Group mengumumkan rencana peluncuran hedge fund kripto senilai US$100 juta pada kuartal pertama 2026. Langkah ini menandai ekspansi strategis perusahaan dalam memanfaatkan volatilitas pasar aset digital dan transformasi industri keuangan global.

Hedge fund tersebut akan dipimpin oleh Joe Armao dan dirancang untuk berfokus pada peluang di tengah fluktuasi pasar. Sekitar 30% dana akan dialokasikan ke token kripto, sementara sisanya diinvestasikan pada saham sektor jasa keuangan yang terdampak oleh perkembangan teknologi aset digital.

Dilaporkan Coincu, pendiri dan CEO Galaxy Group, Mike Novogratz, menyebut inisiatif ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam merespons perubahan lanskap keuangan global. Menurutnya, penguatan neraca keuangan menjadi kunci untuk mendorong ekspansi bisnis Galaxy, termasuk di sektor aset digital dan pusat data.

“Memperkuat neraca keuangan sangat penting untuk meningkatkan skala bisnis pusat data kami secara efisien, sekaligus menjaga fleksibilitas finansial untuk mendukung pertumbuhan di masa depan,” ujar Novogratz.

Volatilitas Pasar Kripto

Grafik harian Bitcoin (BTC), tangkapan layar di CoinMarketCap pada pukul 05:07 UTC tanggal 21 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Grafik harian Bitcoin (BTC), tangkapan layar di CoinMarketCap pada pukul 05:07 UTC tanggal 21 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Galaxy Group menilai volatilitas pasar kripto sebagai peluang untuk mengidentifikasi “pemenang dan pecundang” dalam proses evolusi industri keuangan. Strategi ini mencerminkan pergeseran perusahaan ke arah inovasi digital yang lebih agresif, sekaligus menargetkan partisipasi family office dan investor institusional.

Sebagai firma multi-strategi, Galaxy Digital sebelumnya belum pernah meluncurkan hedge fund dengan fokus ganda pada token kripto dan saham jasa keuangan, menjadikan produk ini sebagai pendekatan baru dalam adaptasi terhadap dinamika pasar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, keputusan untuk memadukan eksposur token langsung dengan ekuitas perusahaan finansial mencerminkan strategi mitigasi risiko institusional yang cerdas, di mana volatilitas kripto diredam oleh stabilitas saham infrastruktur guna menarik modal konservatif masuk ke ekosistem aset digital.

Sementara itu, kondisi pasar kripto masih menunjukkan volatilitas tinggi. Berdasarkan data CoinMarketCap per 21 Januari 2026, harga Bitcoin (BTC) tercatat di level US$89.360,14 dengan kapitalisasi pasar mencapai US$1,79 triliun. BTC mengalami penurunan 2,52% dalam 24 jam terakhir dan terkoreksi 17,83% dalam 90 hari.

Riset Coincu menyebut meningkatnya pengaruh aset digital dan teknologi kecerdasan buatan berpotensi mendorong perubahan regulasi serta inovasi keuangan. Perkembangan ini dinilai dapat mengubah praktik manajemen aset dan strategi investasi tradisional secara fundamental.

Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Menguat ke $84.121, Sinyal Rebound?

Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat berada di level $84.121,85, menguat sekitar +1,97% dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Kenaikan ini menjadi sinyal awal pemulihan setelah tekanan jual yang mendominasi pasar kripto dalam beberapa hari terakhir.

Meski demikian, secara keseluruhan Bitcoin masih bergerak dalam fase konsolidasi, dengan pelaku pasar cenderung berhati-hati menunggu kepastian arah tren berikutnya.

Menurut catatan Tokocrypto pada Sabtu (31/1), kapitalisasi pasar BTC saat ini berada di kisaran $1,67 triliun, menempatkannya tetap sebagai aset kripto terbesar nomor satu secara global.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok 6%, Tekanan Masih Dominan

Pergerakan Harga Bitcoin Hari Ini

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak pada rentang harga terendah $81.765,07 dan tertinggi $84.466,36.

Area ini menjadi zona penting yang mencerminkan tarik-menarik antara tekanan jual dan upaya pembalikan arah oleh pembeli.

Secara intraday, BTC juga mencatatkan kenaikan +0,35% dalam 1 jam terakhir, menandakan adanya minat beli jangka pendek.

Sementara itu, perubahan harga harian tercatat +2,14%, memperkuat narasi bahwa Bitcoin sedang mencoba membentuk rebound teknikal.

Namun, dalam perspektif mingguan, Bitcoin masih mengalami penurunan -6,4%, yang menunjukkan bahwa tekanan jangka menengah belum sepenuhnya berakhir.

Kinerja Historis BTC: Koreksi Masih Dominan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika ditinjau dari data historis, performa Bitcoin dalam beberapa periode terakhir masih mencerminkan fase koreksi:

  • 30 hari terakhir: turun -4,26%
  • 60 hari terakhir: turun -2,64%
  • 90 hari terakhir: terkoreksi tajam -23,58%

Penurunan signifikan dalam 90 hari terakhir ini membuat harga BTC masih cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198,07.

Kondisi tersebut mencerminkan sentimen risk-off yang masih membayangi pasar kripto secara keseluruhan.

Likuiditas dan Aktivitas Pasar

Volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam terakhir tercatat mencapai $58,77 miliar, menandakan likuiditas pasar masih relatif sehat.

Tingginya volume ini menunjukkan bahwa meski harga berfluktuasi, minat transaksi terhadap Bitcoin tetap kuat.

Pasokan beredar Bitcoin saat ini mencapai 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,15% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

Dengan tingkat suplai yang semakin mendekati batas maksimum, tekanan inflasi Bitcoin secara struktural tetap sangat rendah, menjadi salah satu daya tarik utama bagi investor jangka panjang.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) Bitcoin berada di kisaran $1,76 triliun, selaras dengan kondisi suplai yang hampir sepenuhnya beredar.

Analisa Sentimen dan Level Teknis Penting

Dari sisi teknikal, area $81.000–$82.000 kini menjadi zona support penting yang berhasil dipertahankan. Selama Bitcoin mampu bertahan di atas area ini, potensi rebound lanjutan masih terbuka.

Sementara itu, level $84.500–$85.000 menjadi resistance terdekat.

Jika BTC mampu menembus dan bertahan di atas area tersebut, target berikutnya berada di kisaran $88.000–$90.000, yang juga merupakan level psikologis penting bagi pasar.

Namun, kegagalan menembus resistance dapat membuat Bitcoin kembali bergerak sideways dengan volatilitas tinggi.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $88.944, Uji Area Support

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin mulai bangkit ke level $84.121, didukung oleh kenaikan harian hampir 2% dan volume perdagangan yang tetap solid.

Meski masih berada dalam tren koreksi jangka menengah, sinyal rebound teknikal mulai terlihat.

Bagi investor dan trader, fase ini menjadi momen krusial untuk mencermati pergerakan harga di area support dan resistance utama.

Selama Bitcoin mampu mempertahankan momentum dan tidak kembali menembus support kunci, peluang pemulihan bertahap tetap terbuka—meski volatilitas diperkirakan masih akan mewarnai pergerakan harga BTC dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Rebound Mendadak! Harga Pi Network Naik 6,5% dalam 24 Jam

Harga Pi Network (PI) mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 6,54% dalam 24 jam terakhir, bergerak berlawanan arah dengan mayoritas pasar kripto yang masih berada dalam tekanan.

Lonjakan ini menarik perhatian pelaku pasar, mengingat PI sebelumnya mengalami penurunan tajam hingga lebih dari 95% dari puncak harga tahun 2025.

Kenaikan harga PI kali ini dinilai bukan didorong oleh perubahan fundamental besar, melainkan kombinasi faktor teknikal, pergeseran perilaku whale, serta sejumlah pembaruan kecil pada ekosistem.

Menurut laporan Coinmarketcap pada Sabtu (31/1), kondisi ini membuat reli PI lebih tepat disebut sebagai technical rebound atau relief rally.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,162, Terseret Tekanan Makro

Rebound dari Kondisi Oversold Ekstrem

Salah satu pemicu utama penguatan harga Pi Network adalah kondisi teknikal yang sangat jenuh jual.

Indikator Relative Strength Index (RSI) sempat turun ke level 27,6, menjadi titik terendah sejak Oktober 2025.

Level RSI di bawah 30 secara umum dianggap sebagai sinyal oversold ekstrem, yang sering kali memicu aksi beli spekulatif.

Selain itu, indikator MACD yang berada di area negatif (-0,00208) mengindikasikan tekanan bearish mulai kehilangan momentum.

Kombinasi ini mendorong trader jangka pendek untuk masuk, terutama setelah harga PI mampu mempertahankan area support penting di sekitar $0,16.

Dari sisi teknikal, level $0,175 kini menjadi area pivot krusial. Jika PI mampu bertahan dan mencatatkan penutupan harian di atas level tersebut, peluang penguatan lanjutan masih terbuka.

Namun, zona $0,20–$0,202 yang bertepatan dengan Fibonacci retracement 23,6% diperkirakan menjadi resistance kuat dalam waktu dekat.

Aktivitas Whale Berubah, Tekanan Jual Mereda

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap

Faktor kedua yang turut mendukung reli harga PI adalah perubahan perilaku dari pemegang besar (whale).

Data on-chain menunjukkan bahwa whale terbesar Pi Network, yang menguasai sekitar 384 juta PI atau setara lebih dari $64 juta, menghentikan aksi jualnya setelah sebelumnya melakukan akumulasi selama 17 hari berturut-turut.

Meski whale tersebut juga tidak melanjutkan pembelian, absennya tekanan jual dari alamat besar ini memberikan stabilitas sementara pada harga PI.

Selain itu, arus masuk token ke bursa tercatat menurun drastis menjadi sekitar 2 juta PI per hari, jauh lebih rendah dibandingkan jadwal unlock bulanan yang mencapai 35 juta PI pada Februari.

Namun demikian, risiko struktural masih membayangi. Sepanjang tahun 2026, Pi Network dijadwalkan membuka sekitar 1,3 miliar token PI, atau rata-rata 17 juta PI per bulan.

Jumlah ini berpotensi kembali menekan harga jika permintaan tidak tumbuh signifikan.

Update Ekosistem Beri Dorongan Psikologis

Dari sisi pengembangan, Pi Network juga mencatatkan beberapa pembaruan minor yang memberikan sentimen positif.

Pada Januari 2026, tim Pi memperkenalkan Test-Pi payment tools, yang memungkinkan uji coba sistem pembayaran berbasis PI.

Selain itu, kemitraan dengan CiDi Games diumumkan sebagai bagian dari upaya memperluas use case token PI.

Meski adopsi nyata dari pembaruan ini masih sangat terbatas dan belum menyentuh sektor DeFi atau open ecosystem yang lebih luas, langkah tersebut setidaknya menunjukkan bahwa pengembangan proyek masih berjalan.

Bagi komunitas, hal ini menjadi dorongan psikologis setelah periode panjang tekanan harga.

Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok 4,22% ke $0,167, Minimnya Utilitas Jadi Beban

Kenaikan harga Pi Network sebesar 6,54% dalam 24 jam lebih banyak dipicu oleh faktor teknikal dan sentimen jangka pendek, bukan perubahan fundamental mendasar.

Kondisi oversold ekstrem, berkurangnya tekanan jual dari whale, serta update ekosistem skala kecil menjadi katalis utama reli ini.

Namun, dengan RSI yang masih berada di bawah 30 (29,23) dan jadwal unlock token yang agresif, volatilitas tinggi diperkirakan masih akan berlanjut.

Area $0,17 kini menjadi level kunci yang perlu dipertahankan. Jika Bitcoin kembali melemah dan menguji area $81.000, tekanan jual terhadap PI berpotensi kembali meningkat.

Bagi investor, fase ini lebih cocok dipandang sebagai reli teknikal jangka pendek, sambil terus memantau data on-chain, pergerakan whale, dan perkembangan fundamental Pi Network ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Founder Zigchain Perpanjang Lock Token hingga 2026, Sinyal Kenaikan?

Proyek blockchain Zigchain kembali menjadi sorotan setelah para pendirinya (founders) secara resmi memperpanjang periode lock token mereka selama satu tahun hingga Januari 2026, menurut laporan Coinmarketcal pada Sabtu (31/1).

Keputusan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap pengembangan ekosistem, sekaligus mengurangi kekhawatiran pasar terkait potensi aksi jual besar-besaran (dump) dari insider.

Dalam industri kripto, isu tokenomics dan perilaku insider sering kali menjadi faktor krusial yang memengaruhi kepercayaan investor.

Oleh karena itu, kebijakan perpanjangan lock-up dari pihak founder Zigchain ini dinilai sebagai sinyal positif yang dapat memperbaiki sentimen pasar terhadap proyek tersebut.

Baca Juga: Wall Street Menghijau, Saham Blockchain AS Melejit Tajam! Ini Pemicunya

Apa Arti Perpanjangan Lock Token bagi Investor?

Perpanjangan lock token berarti token yang dimiliki oleh founder tetap tidak dapat diperdagangkan atau dijual di pasar hingga periode tertentu berakhir.

Dengan memperpanjang lock-up hingga Januari 2026, para pendiri Zigchain secara efektif menunda potensi tekanan jual dari token insider dalam jangka menengah.

Langkah ini penting karena salah satu risiko utama dalam proyek kripto tahap awal adalah dump token oleh founder atau tim inti, yang dapat memicu penurunan harga tajam dan merusak kepercayaan komunitas.

Dengan meniadakan risiko tersebut dalam satu tahun ke depan, Zigchain memberikan kepastian tambahan bagi investor ritel maupun institusional.

Sinyal Kepercayaan Founder terhadap Masa Depan Proyek

Tim Research Tokocrypto menilai keputusan ini sebagai sinyal kepercayaan internal yang kuat. Dalam keterangannya, mereka menyebut bahwa lock-up extension mencerminkan keyakinan founder terhadap prospek jangka panjang Zigchain, bukan sekadar mengejar keuntungan jangka pendek dari fluktuasi harga.

“Lock-up extension adalah sinyal kepercayaan founder yang kuat, berpotensi meningkatkan trust investor dan demand. Media coverage positif memperkuat efek ini, mengindikasikan probabilitas price movement yang baik,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Dalam konteks psikologi pasar, tindakan ini juga memiliki efek reputasional.

Founder yang bersedia mengunci aset mereka lebih lama menunjukkan bahwa mereka “berada di perahu yang sama” dengan investor, sehingga kepentingan jangka panjang kedua belah pihak menjadi selaras.

Dampak terhadap Sentimen dan Potensi Harga

Secara historis, pengumuman perpanjangan lock token sering kali direspons positif oleh pasar, terutama pada proyek dengan kapitalisasi kecil hingga menengah.

Berkurangnya risiko suplai mendadak dapat menciptakan supply shock positif, di mana jumlah token yang beredar lebih terbatas dibandingkan potensi permintaan.

Selain itu, liputan media yang positif terhadap keputusan ini berpotensi meningkatkan eksposur Zigchain di kalangan investor baru.

Kombinasi antara sentimen positif dan narasi “founder commitment” sering kali menjadi katalis jangka pendek hingga menengah bagi pergerakan harga.

Namun demikian, analis juga mengingatkan bahwa efek lock-up extension bukanlah jaminan kenaikan harga secara instan.

Faktor fundamental lain seperti perkembangan produk, adopsi jaringan, serta kondisi pasar kripto secara keseluruhan tetap menjadi variabel penentu.

Konteks Lebih Luas: Tren Transparansi di Industri Kripto

Keputusan Zigchain ini sejalan dengan tren yang lebih luas di industri kripto, di mana proyek-proyek mulai menekankan transparansi tokenomics dan tata kelola yang sehat. Investor kini semakin kritis terhadap distribusi token dan jadwal unlock, terutama setelah banyak kasus insider dump yang merugikan pasar dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan memperpanjang lock token secara sukarela, Zigchain berusaha menempatkan dirinya sebagai proyek yang mengedepankan keberlanjutan dan akuntabilitas, bukan sekadar spekulasi jangka pendek.

Baca Juga: BNB Chain Cetak Rekor US$20,9 Miliar, Harga BNB Bangkit ke US$860

Perpanjangan periode lock token founder Zigchain hingga Januari 2026 merupakan langkah strategis yang memperkuat narasi komitmen jangka panjang proyek.

Kebijakan ini mengurangi risiko tekanan jual dari insider, meningkatkan kepercayaan investor, serta berpotensi memperbaiki sentimen pasar terhadap token Zigchain.

Meski dampak positif terhadap harga tidak bisa dijamin secara langsung, langkah ini memberikan fondasi psikologis dan struktural yang lebih sehat bagi pertumbuhan ekosistem Zigchain ke depan.

Bagi investor, keputusan ini dapat dipandang sebagai sinyal positif, terutama jika diiringi dengan progres nyata dalam pengembangan produk dan adopsi jaringan dalam beberapa bulan mendatang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Radix Gelar Uji Hyperscale Live, Pembuktian Klaim Skalabilitas Layer-1

Proyek blockchain Radix bersiap mencatatkan tonggak teknis penting dengan menggelar uji performa live Hyperscale pada 31 Januari 2026 pukul 15.00 UTC.

Menurut forum Coinmarketcal pada Sabtu (31/1), uji coba ini menjadi ajang pembuktian langsung atas klaim Radix sebagai salah satu blockchain Layer-1 dengan arsitektur skalabilitas paling ambisius di industri kripto.

Berbeda dengan testnet tertutup atau simulasi internal, uji Hyperscale ini akan dilakukan secara live dan dapat disaksikan publik.

Hal tersebut menjadikannya momen krusial bagi Radix untuk menunjukkan kemampuan throughput, latensi, serta pengalaman pengguna (UX) dalam kondisi mendekati penggunaan dunia nyata.

Baca Juga: Wall Street Menghijau, Saham Blockchain AS Melejit Tajam! Ini Pemicunya

Apa Itu Hyperscale dan Mengapa Penting?

Hyperscale merupakan pendekatan skalabilitas Radix yang dirancang untuk memungkinkan paralelisme transaksi masif tanpa mengorbankan keamanan atau desentralisasi.

Arsitektur ini bertujuan mengatasi salah satu masalah klasik blockchain Layer-1, yakni trade-off antara kecepatan, biaya, dan stabilitas jaringan.

Dalam banyak kasus, blockchain L1 yang mengklaim skalabilitas tinggi sering kali hanya membuktikannya melalui teori atau pengujian terbatas.

Hyperscale live test Radix menjadi penting karena berfungsi sebagai validasi empiris, bukan sekadar klaim whitepaper.

Jika uji ini berhasil menunjukkan lonjakan throughput transaksi dengan UX yang tetap mulus, Radix berpotensi memperkuat posisinya sebagai kandidat serius infrastruktur Web3 berskala global, terutama untuk DeFi dan aplikasi on-chain kompleks.

Bukan Upgrade Mainnet, Tapi Tetap Krusial

Tim Research Tokocrypto menekankan bahwa uji Hyperscale ini bukan merupakan upgrade mainnet atau perubahan tokenomics.

Namun demikian, dampaknya terhadap narasi dan persepsi pasar tidak bisa diabaikan.

“Hyperscale test adalah milestone teknis penting namun bukan mainnet upgrade atau perubahan tokenomics. Jika demo berhasil menunjukkan breakthrough throughput/UX, ini dapat memperkuat narasi performa L1 dan mendukung volatilitas menengah di XRD/EXRD,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Artinya, meskipun tidak ada perubahan langsung pada mekanisme token XRD atau EXRD, keberhasilan uji ini dapat memengaruhi sentimen investor dan developer dalam jangka menengah.

Dampak Potensial bagi Ekosistem Radix

Dari sisi ekosistem, uji Hyperscale memiliki implikasi strategis.

Developer cenderung membangun di jaringan yang terbukti mampu menangani beban tinggi tanpa degradasi performa.

Jika Radix berhasil membuktikan keunggulan teknisnya, minat pengembang untuk membangun dApp, DeFi, dan solusi enterprise di atas Radix berpotensi meningkat.

Selain itu, validasi skalabilitas juga memperkuat positioning Radix di tengah persaingan ketat blockchain Layer-1 seperti Ethereum, Solana, dan Avalanche.

Di era di mana narasi “high-performance blockchain” menjadi semakin umum, demonstrasi nyata menjadi pembeda utama.

Potensi Dampak ke Harga XRD

Secara historis, milestone teknis yang sukses sering kali menjadi katalis volatilitas jangka pendek hingga menengah.

Namun, analis mengingatkan bahwa reaksi pasar sangat bergantung pada kualitas hasil uji dan ekspektasi yang telah terbentuk sebelumnya.

Jika hasil demo melampaui ekspektasi pasar, sentimen positif dapat mendorong peningkatan minat spekulatif terhadap token XRD/EXRD.

Sebaliknya, jika performa yang ditampilkan dianggap biasa atau tidak signifikan dibandingkan kompetitor, respons pasar bisa cenderung netral.

Investor juga perlu mencermati fenomena “buy the rumor, sell the news”, di mana harga cenderung naik menjelang event besar namun terkoreksi setelahnya, terlepas dari hasil teknis yang solid.

Baca Juga: 5 Token Layer-1 yang Menggila Hari Ini: Salah Satunya Melonjak 43%

Uji performa live Hyperscale Radix pada 31 Januari 2026 merupakan milestone teknis penting yang dapat menjadi titik balik dalam narasi skalabilitas Layer-1 Radix.

Meski tidak membawa perubahan langsung pada tokenomics atau mainnet, keberhasilan uji ini berpotensi memperkuat kepercayaan pasar, menarik minat developer, dan memicu volatilitas menengah pada XRD/EXRD.

Bagi pelaku pasar, event ini layak dipantau sebagai indikator kemampuan nyata Radix dalam menjawab tantangan skalabilitas blockchain: tantangan yang hingga kini masih menjadi isu utama industri kripto global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XDC Network Aktifkan Upgrade Cancun, Fokus Perkuat Stabilitas

XDC Network resmi mengaktifkan upgrade Cancun V2.6.8 pada Block 98.800.200, menandai langkah lanjutan dalam upaya meningkatkan stabilitas dan keandalan jaringan.

Menurut catatan Coinmarketcal pada Sabtu (31/1), Upgrade ini dikategorikan sebagai hard fork bersifat maintenance, dengan fokus utama pada pembaruan node serta optimalisasi operasional jaringan, bukan pada penambahan fitur aplikasi baru atau perubahan tokenomics.

Berbeda dengan hard fork besar yang biasanya membawa fitur inovatif atau narasi baru bagi pengguna ritel, Cancun V2.6.8 lebih diarahkan untuk memastikan fondasi teknis XDC Network tetap kuat dan stabil dalam jangka panjang.

Baca Juga: ⁠5 Aset Kripto yang Jadi Sponsor Klub Sepak Bola Top Dunia

Apa Itu Upgrade Cancun V2.6.8?

Upgrade Cancun V2.6.8 merupakan pembaruan protokol yang mengharuskan validator dan operator node XDC untuk melakukan penyesuaian versi perangkat lunak mereka.

Tujuan utamanya adalah meningkatkan stabilitas jaringan, kompatibilitas node, serta efisiensi operasional di level infrastruktur.

Hard fork jenis ini umumnya dilakukan secara berkala oleh blockchain Layer-1 untuk menjaga performa jaringan tetap optimal, meminimalkan bug, dan memastikan sinkronisasi antar node berjalan lancar.

Meski jarang menarik perhatian publik luas, upgrade semacam ini krusial bagi keberlangsungan ekosistem blockchain.

Fokus Teknis, Bukan Katalis Spekulatif

Tim Research Tokocrypto menegaskan bahwa upgrade Cancun V2.6.8 tidak dirancang sebagai pemicu hype pasar.

Dalam keterangannya, mereka menilai bahwa dampak upgrade ini terhadap sentimen ritel dan aktivitas trading kemungkinan terbatas.

“Hard fork ini bersifat teknis dan ditujukan untuk validator, bukan fitur aplikasi baru atau perubahan tokenomics. Retail awareness dan hype spekulatif kemungkinan terbatas. Ini terutama operasional, bukan katalis trading yang kuat,” jelas Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan ini menempatkan upgrade Cancun V2.6.8 sebagai langkah defensif dan preventif, bukan ofensif dalam menarik perhatian pasar.

Mengapa Upgrade Maintenance Tetap Penting?

Meskipun tidak membawa fitur baru yang langsung dirasakan pengguna, upgrade maintenance memiliki peran vital dalam menjaga keamanan dan keandalan jaringan.

Blockchain yang mengabaikan pembaruan teknis berisiko menghadapi masalah seperti downtime, ketidaksinkronan node, atau kerentanan keamanan.

Bagi XDC Network, yang memposisikan diri sebagai blockchain enterprise-ready dengan fokus pada use case institusional dan trade finance, stabilitas jaringan merupakan faktor krusial. Klien enterprise dan mitra institusional cenderung mengutamakan reliabilitas dibandingkan inovasi spekulatif jangka pendek.

Dampak terhadap Validator dan Ekosistem

Bagi validator, upgrade Cancun V2.6.8 menuntut kesiapan operasional untuk memastikan node mereka tetap kompatibel dan berfungsi optimal setelah hard fork. Validator yang gagal memperbarui sistem berisiko mengalami gangguan partisipasi dalam konsensus jaringan.

Sementara itu, bagi developer dan pengguna aplikasi di atas XDC Network, upgrade ini diharapkan berjalan mulus tanpa gangguan berarti. Hard fork maintenance umumnya dirancang agar tidak mengganggu aktivitas aplikasi yang sudah berjalan, selama seluruh infrastruktur pendukung telah diperbarui dengan benar.

Implikasi terhadap Harga Token XDC

Dari sisi pasar, upgrade ini diperkirakan tidak memberikan dampak signifikan terhadap harga token XDC dalam jangka pendek.

Tanpa perubahan tokenomics, insentif baru, atau fitur yang meningkatkan permintaan jaringan secara langsung, pergerakan harga cenderung mengikuti sentimen pasar kripto secara umum.

Namun, dalam perspektif jangka panjang, konsistensi dalam melakukan upgrade teknis dapat memperkuat fundamental jaringan.

Blockchain yang stabil dan terawat dengan baik memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan dan menarik mitra strategis.

Baca Juga: Alasan Mengapa Upgrade Dencun Ethereum Sangat Penting

Aktivasi upgrade Cancun V2.6.8 menegaskan komitmen XDC Network dalam menjaga stabilitas dan keandalan infrastruktur blockchain-nya.

Meski tidak membawa fitur baru atau katalis spekulatif yang besar, langkah ini penting untuk memastikan jaringan tetap aman, efisien, dan siap mendukung use case enterprise.

Bagi investor, upgrade ini lebih relevan sebagai indikator kesehatan teknis jaringan ketimbang peluang trading jangka pendek.

Sementara bagi validator dan pelaku ekosistem, Cancun V2.6.8 menjadi pengingat bahwa fondasi teknis yang kuat tetap menjadi kunci keberlanjutan blockchain dalam jangka panjang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Terjun 6% dalam Sehari, Tekanan Token Kian Besar

Harga Pi Network (PI) kembali berada di bawah tekanan setelah turun 6,33% dalam 24 jam terakhir ke level $0,161, memperpanjang tren bearish dengan penurunan 21,8% secara bulanan.

Performa ini juga mencerminkan lemahnya minat pasar terhadap aset berisiko di tengah kondisi pasar kripto global yang sedang berada dalam fase risk-off ekstrem.

Sejumlah faktor fundamental dan teknikal dinilai berkontribusi terhadap pelemahan harga PI, mulai dari tekanan suplai akibat unlock token, struktur teknikal yang rapuh, hingga memburuknya sentimen pasar secara luas.

Baca Juga: Harga Pi Network Terjun 6% dalam Sehari, Tekanan Unlock Token Kian Membesar

Tekanan Unlock Token Masih Jadi Isu Utama

Salah satu faktor paling signifikan yang membebani harga PI adalah lonjakan suplai token yang beredar.

Sepanjang Januari 2026, Coinmarketcap melaporkan pada Minggu (1/2) bahwa sekitar 134–142 juta PI telah masuk ke sirkulasi, menjadikannya unlock bulanan terbesar sepanjang tahun ini.

Dengan harga saat ini, nilai token yang dilepas ke pasar diperkirakan mencapai $21,5–$22,9 juta.

Tekanan ini belum mereda, karena pada Februari mendatang masih terdapat jadwal unlock tambahan sekitar 98–130 juta PI.

Kondisi ini menciptakan ketidakseimbangan antara suplai dan permintaan, terutama ketika minat beli relatif lemah.

Data on-chain menunjukkan arus masuk ke exchange rata-rata mencapai 2 juta PI per hari, mengindikasikan kecenderungan holder untuk melepas token mereka.

Di sisi lain, paus terbesar Pi Network yang memegang sekitar 384 juta PI juga tercatat menghentikan aktivitas akumulasi sejak lebih dari dua minggu terakhir, menghilangkan salah satu pilar penopang harga.

Struktur Teknikal Kian Melemah

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap

Dari perspektif analisis teknikal, PI menunjukkan struktur bearish yang semakin jelas.

Harga saat ini diperdagangkan di bawah seluruh moving average utama, termasuk SMA 7 hari di $0,169 dan SMA 30 hari di $0,194.

Break di bawah area support $0,173 mengonfirmasi dominasi seller dalam jangka pendek. Sementara itu, Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di level 22,24, menandakan kondisi oversold ekstrem.

Namun, sejarah pergerakan harga PI menunjukkan bahwa kondisi oversold belum tentu diikuti oleh rebound signifikan, terutama jika tekanan suplai masih berlanjut.

Sementara itu, MACD histogram yang negatif (-0,0021) mengonfirmasi momentum bearish yang belum menunjukkan tanda pembalikan.

Dalam skenario pemulihan, area Fibonacci retracement di $0,165 hingga $0,176 kini berfungsi sebagai resistance kuat yang sulit ditembus tanpa katalis tambahan.

Sentimen Pasar Global Ikut Menekan

Pelemahan PI juga tidak terlepas dari kondisi pasar kripto secara keseluruhan. Dalam 24 jam terakhir, total kapitalisasi pasar kripto global turun 6,06% ke sekitar $2,67 triliun.

Sentimen investor tercermin dari Crypto Fear & Greed Index yang jatuh ke level 18, menandakan kondisi “extreme fear”.

Dominasi Bitcoin meningkat ke 59,03%, menunjukkan arus modal yang kembali terkonsentrasi ke aset utama, sementara altcoin berkapitalisasi kecil seperti PI mengalami kekeringan likuiditas.

Volume perdagangan PI sendiri tercatat turun 51,45% menjadi $28,1 juta, memperbesar volatilitas dan mempercepat pergerakan turun harga.

Prospek Jangka Pendek: Masih Penuh Tantangan

Kombinasi antara tekanan tokenomics, lemahnya struktur teknikal, dan sentimen pasar yang defensif menciptakan kondisi yang menantang bagi PI dalam jangka pendek.

Meski kondisi oversold berpotensi memicu technical bounce, arah tren utama masih cenderung menurun selama tidak ada katalis fundamental yang signifikan.

Beberapa faktor yang dapat mengubah narasi ke depan antara lain pengurangan laju unlock, mekanisme burn token, atau pengumuman listing di exchange besar. Tanpa itu, pasar cenderung tetap berhati-hati.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,162, Terseret Tekanan Makro

Penurunan harga Pi Network ke $0,161 mencerminkan tekanan struktural yang masih kuat, terutama dari sisi suplai dan sentimen.

Dengan unlock token lanjutan di depan mata dan minimnya dukungan teknikal, PI berada dalam fase kritis.

Level $0,1515, yang merupakan titik terendah akhir Januari, kini menjadi area support kunci. Jika level ini gagal dipertahankan, risiko penurunan lanjutan menuju area psikologis $0,13 semakin terbuka.

Bagi investor, kehati-hatian dan pemantauan ketat terhadap data unlock serta arus exchange menjadi kunci dalam menghadapi volatilitas PI ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Aplikasi Bitchat Bisa Kirim Pesan dan Bitcoin Tanpa Internet, Gini Caranya!

Jack Dorsey, pendiri Twitter dan CEO Block, Inc diketahui telah meluncurkan aplikasi Bitchat sejak 2025 lalu, Bitchat sendiri adalah sebuah platform pesan peer-to-peer yang memungkinkan pengiriman pesan terenkripsi tanpa internet. 

Aplikasi ini dirancang untuk beroperasi melalui jaringan Bluetooth mesh, sehingga pengguna dapat berkomunikasi dan bertransaksi di area tanpa sinyal seluler atau Wi-Fi, seperti selama pemadaman listrik, bencana alam, atau di wilayah dengan pembatasan akses internet. 

Baru baru ini banyak beredar video aplikasi Bitchat bisa mengirim Bitcoin langsung tanpa

internet dengan metode peer-to-peer, lalu bagaimana caranya? Simak lebih lengkap yuk!

Jack Dorsey dan Visi Bitchat

Jack Dorsey, yang sering disebut sebagai visioner di dunia teknologi, telah lama menjadi pendukung setia Bitcoin. Setelah mundur dari posisi CEO Twitter pada 2021, Dorsey fokus pada pengembangan ekosistem Bitcoin melalui perusahaan Block (sebelumnya Square). Proyek-proyek seperti Bitkey, dompet Bitcoin self-custody, dan Spiral untuk pengembangan open-source Bitcoin, menunjukkan komitmennya terhadap desentralisasi dan kebebasan finansial.

Bitchat lahir dari eksperimen akhir pekan Dorsey, terinspirasi dari protokol seperti Nostr dan IRC, yang menekankan komunikasi sederhana dan aman tanpa ketergantungan pada server pusat. Dorsey menyatakan bahwa Bitchat adalah eksperimen menuju komunikasi yang sepenuhnya bebas dan tidak bisa diblokir, mencerminkan gagasan tentang Bitcoin sebagai mata uang peer-to-peer elektronik yang dirancang untuk transaksi sehari-hari, seperti yang digagas oleh Satoshi Nakamoto.

Fitur Bitchat Aplikasi Konvensional Seperti WhatsApp
Koneksi Diperlukan Tidak perlu internet/seluler Memerlukan internet atau data seluler
Keamanan Enkripsi E2E, mode panik Enkripsi E2E, tapi bergantung server
Desentralisasi Penuh, P2P mesh Terpusat pada server perusahaan
Transaksi Kripto Bitcoin offline (ujicoba) Tidak ada dukungan native
Privasi Tanpa akun/nomor Memerlukan nomor telepon
Jangkauan Terbatas pada proximity (200m+) Global, tapi bergantung koneksi

Aplikasi ini tidak memerlukan nomor telepon, akun, atau koneksi internet, membuatnya ideal untuk situasi darurat. Di Nepal misalnya, dikutip Forbes, Bitchat telah berkembang pesat selama pemadaman internet akibat protes politik dan diblokirnya platform media sosial besar seperti Instagram dan X, sehingga banyak pengguna memanfaatkan Bitchat untuk melakukan koordinasi di tengah krisis.

Melalui jangkauan hingga 300 meter antar perangkat, jaringan mesh Bluetooth memungkinkan pesan dan transaksi di-relay melalui beberapa hop (hingga 7 hop), memperluas jangkauan tanpa infrastruktur eksternal.

Baca juga: Hyperliquid Donasikan $254.000 ke ZachXBT, Siapa ZachXBT? – Tokocrypto News

Cara Kerja Bitchat untuk Kirim Bitcoin Tanpa Internet

Baru baru ini banyak beredar video Bitchat yang bisa mengirim Bitcoin langsung tanpa internet dimana cara kerjanya pengguna dapat melakukan transaksi Bitcoin secara offline dengan cara pre-sign di dompet mereka. Transaksi yang sudah ditandatangani ini kemudian dikirim melalui jaringan Bluetooth mesh ke perangkat-perangkat terdekat.

Transaksi tersebut disimpan sementara dan direlay antar perangkat dalam jaringan mesh dan pada prosesnya bisa melompati beberapa hop, sehingga jangkauan bisa melebihi 300 meter tergantung jumlah perangkat relay. 

Ketika salah satu node/perangkat dalam jaringan akhirnya terhubung ke internet, misalnya saat sinyal kembali atau ada Wi-Fi, transaksi tersebut otomatis dibroadcast ke jaringan Bitcoin blockchain untuk konfirmasi final.

Meskipun aplikasi ini tidak benar-benar membutuhkan internet, Bitchat tetap menjadi solusi inovatif untuk melakukan komunikasi atau transaksi kripto di wilayah terpencil, selama pemadaman internet, bencana alam, protes, atau situasi di mana koneksi tradisional terganggu.

Baca juga: Contoh Nyata Manfaat Aset Kripto: Venezuela Andalkan USDT di Tengah Inflasi

Cara Download Aplikasi Bitchat untuk Kirim Pesan dan Bitcoin Tanpa Internet

Tampilan aplikasi Bitchat di iOS

Meskipun versi rilis saat ini masih belum bisa memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi Bitcoin secara langsung, kamu bisa mencoba menggunakan aplikasi Bitchat di Android dan Apple Store.

Cara menggunakannya:

  1. Download Bitchat di Android atau Apple Store.
  2. Berikan izin untuk menggunakan bluetooth di pengkatmu.
  3. Klik #Mesh yang ada di atas untuk kirim chat.
  4. Kamu akan melihat lokasi channel, mulai dari lingkup tetangga sampai negara.

Manfaat dan Potensi Dampak

Bitchat menawarkan banyak manfaat, terutama bagi komunitas yang sering mengalami pembatasan internet. Di negara-negara dengan regulasi ketat terhadap kripto atau media sosial, aplikasi ini bisa menjadi alat untuk kebebasan berekspresi dan transaksi finansial. 

Bagi pengguna Bitcoin, fitur yang memunkinkan kirim Bitcoin tanpa internet tentunya akan memudahkan transfer di acara-acara seperti konferensi kripto atau di daerah pedesaan tanpa akses broadband.

Kesimpulan

Peluncuran Bitchat oleh Jack Dorsey menandai era baru dalam teknologi komunikasi dan finansial. Dengan rumor akan adanya fitur tambahan kirim Bitcoin tanpa internet, aplikasi ini tidak hanya akan meningkatkan aksesibilitas kripto, tetapi juga memperkuat prinsip kebebasan dan privasi di dunia digital.

Bicara soal aksesibilitas, langkah paling nyata untuk ikut mendukung visi Satoshi Nakamoto seperti Jack Dorsey adalah dengan memiliki Bitcoin sendiri. Kamu bisa membeli Bitcoin lewat exchange berizin dan diawasi OJK, seperti Tokocrypto, dapatkan potongan 20% biaya trading tiap trade dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran—download aplikasinya dan registrasi di sini!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Anjlok ke $78.888, Tekanan Dominan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali menunjukkan tekanan kuat setelah BTC tercatat turun 6,15% dalam 24 jam terakhir ke level $78.888,59, dipantau Tokocrypto pada Minggu (1/2).

Penurunan ini memperpanjang tren bearish jangka menengah, di mana Bitcoin telah melemah 11,10% dalam 30 hari dan anjlok lebih dari 27% dalam 90 hari terakhir dari level puncaknya.

Kondisi ini menandai salah satu fase koreksi terdalam Bitcoin sejak mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198, sekaligus menegaskan bahwa sentimen risk-off masih mendominasi pasar kripto secara global.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $84.121, Sinyal Rebound Mulai Terbentuk

Tekanan Jangka Pendek Masih Kuat

Dalam perdagangan 24 jam terakhir, Bitcoin sempat menyentuh level terendah $75.815, sebelum mencoba melakukan pemantulan teknikal hingga area $83.951.

Namun, tekanan jual kembali muncul dan mendorong harga turun ke bawah $80.000. Secara intraday, pergerakan harga BTC juga masih rapuh.

Dalam satu jam terakhir, harga tercatat melemah 0,29%, menunjukkan bahwa minat beli jangka pendek belum cukup kuat untuk membalikkan momentum.

Volume perdagangan 24 jam Bitcoin tercatat sebesar $73,97 miliar, relatif tinggi dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Lonjakan volume ini mengindikasikan adanya distribusi agresif, bukan akumulasi, di tengah volatilitas pasar.

Kapitalisasi Pasar Tergerus Signifikan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Akibat penurunan harga tersebut, kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,57 triliun, turun cukup signifikan dari level di atas $1,7 triliun sebelumnya.

Dengan pasokan beredar 19,98 juta BTC, Bitcoin telah mencapai sekitar 95,16% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

Meski pasokan yang semakin terbatas secara teori mendukung narasi kelangkaan jangka panjang, kondisi makro dan sentimen global saat ini masih menjadi faktor dominan yang menekan harga.

Tekanan Jangka Menengah dan Panjang

Jika dilihat dari perspektif yang lebih luas, performa Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan pelemahan struktural.

Dalam 60 hari, BTC telah turun 15,66%, sementara dalam 90 hari, penurunan mencapai 27,03%.

Kondisi ini menunjukkan bahwa koreksi yang terjadi bukan sekadar pullback ringan, melainkan fase penyesuaian pasar setelah reli panjang sebelumnya.

Investor jangka menengah terlihat masih bersikap defensif, menunggu kepastian arah pasar sebelum kembali masuk secara agresif.

Faktor Sentimen dan Psikologi Pasar

Pelemahan Bitcoin hari ini tidak berdiri sendiri. Secara umum, pasar kripto global tengah berada dalam fase risk-off, di mana investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko tinggi.

Ketidakpastian ekonomi global, tekanan likuiditas, serta sentimen kehati-hatian investor turut memperburuk kondisi.

Dalam situasi seperti ini, Bitcoin yang selama ini dipandang sebagai aset lindung nilai alternatif justru ikut tertekan karena korelasinya yang masih kuat dengan aset berisiko lainnya.

Level Teknis yang Perlu Diperhatikan

Dari sisi teknikal, area $75.000–$76.000 kini menjadi support krusial. Jika level ini gagal dipertahankan, potensi penurunan lanjutan menuju area psikologis $70.000 terbuka lebar.

Sementara itu, di sisi atas, area $83.000–$85.000 kini berperan sebagai resistance terdekat.

Selama Bitcoin belum mampu kembali menembus dan bertahan di atas level tersebut, tren jangka pendek masih cenderung bearish.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok 6%, Tekanan Masih Dominan

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam tekanan kuat, dengan penurunan 6,15% dalam 24 jam terakhir dan pelemahan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Sentimen risk-off, tekanan teknikal, serta distribusi volume tinggi menjadi faktor utama yang menahan potensi pemulihan harga.

Bagi pelaku pasar, fase ini menuntut kehati-hatian ekstra. Selama belum ada konfirmasi pembalikan tren atau katalis makro yang jelas, volatilitas Bitcoin diperkirakan masih akan tinggi dalam waktu dekat.

Level support di area $75.000 menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya bagi aset kripto terbesar di dunia ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com