Jupiter, salah satu agregator pertukaran terdesentralisasi (DEX) terbesar di jaringan Solana, telah mengambil langkah strategis penting dalam evolusi sektor DeFi.
Sebagaimana dikutip dari Coindesk pada Senin (2/2), Platform ini resmi mengintegrasikan Polymarket ke dalam aplikasinya di Solana, sekaligus mengumumkan investasi strategis senilai $35 juta dari ParaFi Capital.
Langkah ini berpotensi memperluas penggunaan Jupiter dari sekadar tempat swap token menjadi pusat ekosistem keuangan dan prediksi on-chain.
Jupiter + Polymarket: Prediction Market Native di Solana
Integrasi Polymarket merupakan sebuah pergeseran besar bagi Jupiter dan ekosistem Solana secara keseluruhan. Kini, pengguna dapat mengakses fitur pasar prediksi secara langsung dari aplikasi Jupiter, tanpa harus keluar dari platform.
Fitur ini menggabungkan kedalaman likuiditas Polymarket dengan skalabilitas tinggi dan biaya rendah infrastruktur Solana, memperkenalkan cara baru bagi pengguna DeFi untuk berspekulasi pada hasil peristiwa dunia nyata, mulai dari politik dan ekonomi hingga olahraga dan parameter makro.
Prediksi pasar merupakan mekanisme finansial di mana trader memperdagangkan kontrak yang mencerminkan probabilitas suatu hasil.
Dengan integrasi natif ini, pasar prediksi tidak lagi menjadi domain situs terpisah; melainkan terbangun sebagai bagian tak terpisahkan dari pengalaman Jupiter, memadukan prediksi pasar dengan fitur swap, likuiditas, dan layanan keuangan lainnya.
Solana menjadi tempat ideal bagi pengembangan ini karena throughput tinggi dan biaya transaksi rendah, memungkinkan volume aktif dan perdagangan frekuensi tinggi dengan efisiensi yang tidak selalu tersedia di jaringan lain.
“Langkah ini memperkuat posisi Jupiter sebagai ‘Super App’ DeFi di Solana. Dukungan modal besar dari ParaFi dan ekspansi ke sektor Prediction Market memberikan katalis fundamental kuat bagi token JUP,” kata Tim Research Tokocrypto menanggapi langkah Jupiter tersebut.
Pergerakan harga Jupiter (JUP/USDT) pada Selasa, 3 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Investasi $35 Juta dari ParaFi Capital
Selain ekspansi produk, Jupiter juga berhasil mengamankan investasi strategis sebesar USD 35 juta dari ParaFi Capital, sebuah dana aset digital yang dikenal sebagai pendukung infrastruktur DeFi jangka panjang.
Pendanaan ini menunjukkan kepercayaan besar investor terhadap roadmap Jupiter dan perannya dalam lanskap Solana DeFi.
Dana tersebut akan digunakan untuk mempercepat pengembangan infrastruktur inti, termasuk alat likuiditas lanjutan, kontrol risiko, dan layanan keuangan on-chain lain yang dapat menarik basis pengguna lebih luas, baik trader ritel maupun institusional.
Integrasi Polymarket menjadi salah satu penggunaannya, tetapi visi jangka panjangnya menempatkan Jupiter sebagai super-app DeFi yang menyediakan lebih dari sekadar agregasi swap.
Menurut berita terkait, Jupiter seringkali memproses bagian besar volume DEX di Solana, bahkan menyumbang mayoritas swap organik pada beberapa periode, yang membuatnya menjadi elemen kunci dalam kesehatan ekosistem Solana DeFi.
Dampak terhadap DeFi dan Prediksi Pasar
Integrasi pasar prediksi di dalam DEX menunjukkan evolusi DeFi menjadi ruang yang lebih serbaguna. Pengguna sekarang dapat memanfaatkan:
Likuiditas pasar prediksi langsung dalam platform swap,
Prediksi hasil peristiwa global sebagai bagian dari strategi investasi yang lebih luas,
Potensi yield dan komposabilitas DeFi lewat token prediksi yang diperdagangkan on-chain.
Langkah ini juga mencerminkan tren pertumbuhan penggunaan prediksi pasar dalam ekosistem kripto, sebuah segmen yang sejak 2025 telah mencatat volume perdagangan mingguan lebih dari $2 miliar di berbagai platform, terutama oleh Polymarket dan Kalshi yang aktif di ruang ini.
Tantangan & Potensi
Meskipun laga pengembangan menarik, Jupiter masih menghadapi sejumlah tantangan.
Sebuah laporan lain menyebut adanya kritik komunitas terkait persyaratan keamanan untuk klaim reward dan perubahan kebijakan airdrop, yang mempengaruhi sentimen jangka pendek terhadap token JUP.
Namun, integrasi Polymarket dan dukungan modal dari ParaFi menunjukkan bahwa Jupiter tidak hanya bertahan di tengah tantangan, tetapi sedang memperluas posisinya sebagai infrastruktur keuangan terdepan di Solana.
Integrasi Polymarket ke platform Jupiter bersama investasi strategis $35 juta bukan hanya menguatkan posisi Jupiter di dunia DeFi — namun juga menandai era baru bagi prediksi pasar on-chain di Solana.
Inisiatif ini memungkinkan pengguna untuk mengakses prediksi pasar secara langsung dalam satu aplikasi, sementara modal baru dari investor besar mendukung ekspansi fitur dan skala operasional yang lebih luas.
Bagi pasar kripto secara umum, kabar ini menunjukkan bagaimana DeFi mengalami diversifikasi produk dengan menggabungkan tradFi-style prediksi pasar, likuiditas on-chain, dan infrastruktur perdagangan canggih dalam satu ekosistem terpadu.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Laporan riset kripto yang disusun oleh tim Research Tokocrypto ini berfungsi sebagai referensi strategis bagi investor untuk memahami dinamika ekonomi global dan perkembangan industri aset digital. Melalui analisis mendalam yang mencakup data makroekonomi, fluktuasi harga, serta peristiwa penting dalam ekosistem blockchain, laporan ini membedah tren utama yang memengaruhi arah pasar.
Fokus utama dari riset ini adalah menyediakan wawasan yang tajam dan terpercaya bagi setiap pembaca. Dengan informasi yang tepat waktu, laporan ini diharapkan dapat menjadi kompas bagi Anda dalam menentukan strategi investasi yang cerdas di tengah dinamika industri aset digital yang sangat fluktuatif.
Fokus Utama
Makroekonomi Global
Harga emas mencetak rekor dengan mencapai $5.500 dan Perak mencapai $120 per ons. Dipicu oleh Shutdown AS, Intervensi Mata Uang, Eskalasi Tarif.
Uni Eropa dan India secara resmi mengumumkan perjanjian perdagangan bebas.
Dolar AS mencapai level terendah dalam 4 tahun.
Makroekonomi Nasional
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa sekitar 72 persen dari para pelaku usaha aset keuangan digital (PAKD) di Indonesia masih mengalami kerugian hingga akhir tahun 2025.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)melaporkan penutupan sebanyak 1.399 unit mesin ATM (termasuk CDM dan CRM) sepanjang tahun 2025, menyisakan total 89.774 unit di seluruh Indonesia pada kuartal III.
IHSG anjlok lebih dari 8% hingga trading halt karena keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan sementara rebalancing indeks saham Indonesia mulai Februari 2026.
Performa Pasar Kripto
Market Cap & Volume mulai stabil di kisaran $3.02 Triliun (+0.55%), sejalan dengan CoinMarketCap 100 Index naik tipis ke level $178.37 (+0.49%). Walaupun mulai menghijau, mental pelaku pasar belum sepenuhnya pulih; indikator Fear & Greed masih tertahan di angka 37, menandakan investor masih diselimuti rasa ‘Fear’ atau was-was saat mengambil keputusan.
Sementara itu, CMC Altcoin Season Index merosot ke skor 25/100. Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa musim ‘Bitcoin Season’ semakin mendominasi. Arus uang investor terlihat masih mendominasi di Bitcoin dan belum berani mengambil risiko untuk berputar secara agresif ke pasar altcoin.
Sektor Pump Fun Ecosystem (+892%) dan Animal Memes (+464%) mendominasi narasi spekulasi meme yang sangat agresif. Token PENGUIN naik drastis sebesar (+7.056%), diikuti oleh SKR (+220%) dan PIPPIN (+81.19%).
Aksi Pasar & Proyeksi Mingguan
Harga Bitcoin menunjukkan pelemahan yang sangat kuat.
Capx AI (CAPX) → Risiko distribusi suplai ekstrem (~84.4%).
Bitcoin Risk Index → Indeks risiko naik ke level 55.58, pasar dalam kondisi bahaya jika level $84.500 gagal dipertahankan.
📌 Kesimpulan:Fokus ke sektor Pump Fun Ecosystem dan Animal Memes yang sedang memiliki arus modal paling deras minggu ini. Hindari aset dengan jadwal rilis token ekstrem seperti Capx AI (CAPX) (~84.4%) dan Berachain (BERA) (~45.9%), karena potensi koreksi harganya sangat nyata. Di sisi lain, trader bisa memanfaatkan akumulasi pada token seperti Ethena. Mengingat sentimen pasar masih di zona ‘Fear’ (37) dan Bitcoin Season (25) semakin kuat. Batasi all-in pada aset memes dan jangan terlalu lama menahan posisi terbuka, cuan is number one.
Makroekonomi Global
Uni Eropa Sahkan UU untuk Melacak Transaksi Aset Kripto.
Uni Eroparesmi memasukkan Rusiake dalam daftar hitam (blacklist) negara-negara yang memiliki risiko tinggi pencucian uang dan pendanaan terorisme.
Harga emas mencetak rekor dengan mencapai $5.500 dan Perak mencetak $120 per ons. Dipicu oleh Shutdown AS, Intervensi Mata Uang, Eskalasi Tarif.
Presiden Donald Trumpmengumumkan kenaikan tarif impor barang Korea Selatanmenjadi 25%.
Uni Eropa dan India secara resmi mengumumkan perjanjian perdagangan bebas.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa sekitar 72 persen dari para pelaku usaha aset keuangan digital (PAKD) di Indonesia masih mengalami kerugian hingga akhir tahun 2025.
IHSG anjlok lebih dari 8% hingga trading halt karena keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan sementara rebalancing indeks saham Indonesia mulai Februari 2026.
Presiden Prabowo Subianto membawa kesepakatan investasi senilai £4 miliar atau sekitar Rp91,67 triliundari Inggris dengan fokus pada sektor maritim.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)melaporkan penutupan sebanyak 1.399 unit mesin ATM (termasuk CDM dan CRM) sepanjang tahun 2025, menyisakan total 89.774 unit di seluruh Indonesia pada kuartal III.
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kini memiliki wewenang untuk memblokir akses penunggak pajak terhadap berbagai layanan publik, termasuk layanan perbankan, imigrasi, dan perizinan usaha.
Kalender Makroekonomi
Jan 26, 2026
U.S. Durable Goods Orders MoM
U.S. Durable Goods Orders MoM Actual: 5.3% Forecast: 3.1% Previous: -2.1%→ Pesanan barang tahan lama AS melonjak 5,3%, jauh melampaui ekspektasi pasar dan membalikkan kontraksi bulan sebelumnya.
Data ekonomi yang sangat kuat ini menjadi sentimen Bearish bagi kripto; indikasi ekonomi yang masih “panas” ini mengurangi urgensi bagi The Fed untuk memangkas suku bunga, sehingga berpotensi memperkuat Dolar AS dan menahan likuiditas masuk ke aset berisiko.
Jan 29, 2026
Fed Interest Rate Decision
Fed Interest Rate Decision Actual: – (Dijadwalkan 29 Jan 2026) Forecast: 3.75% Previous: 3.75%→ Pasar memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga di level 3,75% (status quo). Sentimen saat ini cenderung Netral dan wait-and-see; jika The Fed benar-benar menahan suku bunga sesuai prediksi, pasar kripto kemungkinan akan bereaksi datar dan fokus sepenuhnya pada konferensi pers Jerome Powell untuk sinyal pemangkasan di masa depan. Namun, kejutan pemangkasan (rate cut) akan menjadi katalis Bullish eksplosif.
Jan 29, 2026
U.S. Initial Jobless Claims
U.S. Initial Jobless Claims Actual: – Forecast: 202K Previous: 200K→ Pasar memproyeksikan klaim pengangguran stabil di angka rendah 202K. Data ini sangat krusial;jika angka Actual nanti dirilis lebih tinggi dari ekspektasi (tanda pelemahan pasar tenaga kerja), ini akan menjadi sentimen Bullish bagi kripto karena memperbesar peluang The Fed untuk segera memangkas suku bunga (“bad news is good news”).
Sebaliknya, angka di bawah ekspektasi akan dianggap Bearish karena memberi ruang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan ketat.
Jan 30, 2026 (Dec)
U.S. Producer Price Index (PPI) MoM
U.S. Producer Price Index (PPI) MoM Actual: – Forecast: 0.2% Previous: 0.2%→ Data inflasi tingkat produsen ini diproyeksikan stabil di 0.2%. Jika angka aktual nanti dirilis di bawah 0.2%, ini akan menjadi sentimen Bullish bagi kripto karena mengonfirmasi tren disinflasi yang membuka jalan bagi pemangkasan suku bunga. Sebaliknya, angka di atas ekspektasi akan dianggap Bearish karena menandakan tekanan harga yang “lengket”, menyulitkan The Fed untuk melunakkan kebijakan moneternya.
Kesimpulan
Pasar kripto mengawali minggu ini di bawah tekanan Bearish akibat data Durable Goods AS yang terlalu kuat, yang memicu kekhawatiran bahwa ekonomi belum cukup dingin untuk pemangkasan suku bunga segera.
Saat ini, investor berada dalam mode wait-and-see yang tegang menjelang “Rabu Super” (keputusan The Fed & klaim pengangguran) serta rilis data inflasi PPI di akhir minggu.
Arah pasar selanjutnya sangat bergantung pada apakah data mendatang mampu memberikan sinyal pelemahan ekonomi (“bad news is good news”) atau justru memperkuat narasi kebijakan moneter ketat yang membebani aset berisiko.
Perkembangan Regulasi Kripto
Jepang Bakal Uji Coba CBDC Yen Digital di Tahun 2023.
Senator Negara Oklahoma, Dusty Deevers, memperkenalkan RUUSenat 2064 untukmengizinkan pegawai negeri, bisnis, dan warga untuk menerima pembayaran dalam bentuk Bitcoin secara sukarela.
Swiss memberlakukan kebijakan pajak keuntungan modal (capital gains tax) sebesar 0%untuk investor individu Bitcoin dan aset kripto.
Otoritas Jasa Keuangan (FSA) Jepang sedang memfinalisasi rencanauntuk melegalkan Exchange-Traded Funds (ETF) mata uang kripto pada tahun 2028.
Anggota parlemen Rhode Islandmemperkenalkan RUU S 2198 untuk membentuk komisi legislatif khusus yang bertugas mempelajari teknologi blockchain dan inovasi aset digital secara mendalam.
Bank Sentral Korea (BoK) resmi mengizinkan warga negara Korea Selatan untuk berinvestasi pada aset virtual (crypto) terbitan luar negeri.
Adopsi Kripto oleh Institusi
Clapp memperkenalkan produk pinjaman berbasis kripto yang memungkinkan pengguna menjaminkan Bitcoin (BTC) atau Ethereum(ETH) dengan bunga 0%.
AFP Protección, pengelola dana pensiun terbesar kedua di Kolombia, mengonfirmasi rencana peluncuran dana investasiBitcoin untuk klien berkualifikasi.
VanEck secara resmi meluncurkan VanEck Avalanche ETF (VAVX) di Nasdaq.
Ripple resmi menjalin kemitraan dengan Jeel dari Riyad Bank, untuk mempercepat adopsi teknologi blockchain di sektor keuangan Arab Saudi sejalan dengan agenda nasional Visi 2030.
Hang Seng Investment Ltd. mengumumkan peluncuran “Hang Seng Gold ETF” yang akan listing di Bursa Efek Hong Kong pada 29 Januari 2026.
Performa Pasar Kripto Mingguan
Minggu ini pasar kripto mengalami gelombang “demam meme” yang sangat ekstrem. Arus modal investor terlihat berpindah secara agresif dari aset-aset utilitas menuju aset spekulatif yang berbasis humor dan komunitas viral. Sektor ekosistem peluncuran meme mencatatkan rekor kenaikan harga yang fantastis, menandakan selera risiko pasar sedang berada di titik tertinggi.
📈 Highlights:
Supercycle Meme 💥 Sektor Pump Fun Ecosystem memimpin pasar dengan kenaikan yang mencengangkan sebesar +892%, disusul oleh sektor Animal Memes yang terbang setinggi +464%. Tidak ketinggalan, Bonk Fun Ecosystem (+276%) dan kategori umum Memes (+241%) juga mendominasi papan hijau, mengonfirmasi bahwa narasi utama minggu ini sepenuhnya dikuasai oleh aset memes.
Dominasi Ekosistem Solana & Binance 🌐 Di balik kegilaan meme, infrastruktur pendukungnya juga ikut terangkat. Sektor Binance Alpha mencatat kenaikan sebesar +124%, sementara Solana Ecosystem tumbuh +70.83%. Hal ini wajar mengingat Solana saat ini menjadi rumah utama bagi aktivitas perdagangan meme yang sedang booming.
Top Gainers (Rekor PENGUIN) 🐧 Prestasi paling mencolok minggu ini diraih oleh token PENGUIN yang meroket gila-gilaan hingga +7.056%. Di posisi selanjutnya, token SKR masih mempertahankan momentumnya dengan kenaikan +220%, diikuti oleh PIPPIN sebesar +81.19%. Data ini mempertegas bahwa investor sedang berlomba-lomba mencari token dengan potensi return ribuan persen dalam waktu singkat.
Pada minggu sebelumnya Bitcoin diprediksi akan tetap mengalami pelemahan, pun kalau naik hanya untuk turun kembali. Tetapi, hal tersebut belum terjadi. Jadi, gimana?
Gini, timeframe dailymenunjukkan adanya kenaikan pada saat ini(28 Januari), tetapi indikator MA banyak mengatakan bahwa tren sedang sangat melemah dan kuat untuk turun, ditambah dengan price action yang sudah turun dari garis ascending trianglenya. Maka Bitcoin tetap diprediksi mengalami pelemahan seperti minggu lalu dengan target fibonacci retracement terdekatnya di 0.786-0.886 (84,332-82,607) yang didukung indikator RSI < 50. Terus naik gak min? Bisa, tapi sulit.
Terus, gimana weeklynya? Timeframe weekly menunjukkan pergerakan secara garis besar. Sayangnya hal ini ditunjukkan melemah juga yang ditandai dengan adanya satu candle merah/hitam yang kuat, ditambah dengan garis MA 14 dan 50 akan crossing yang menunjukkan adanya death cross, tidak lupa juga didukung dengan RSI < 50. Hal ini semakin menunjukkan bahwa Bitcoin sangat melemah dibanding komoditas lainnya. Jadi, apa yang harus dilakukan?Akumulasi jangka panjang untuk Bitcoin sangat oke, tetapi harus bisa kuat untuk menghadapi adanya volatilitas jangka pendek. Ingat, Bitcoin adalah the Godfather-nya crypto.
Daily:
Harga Bitcoin pada timeframe dailymenunjukkan kelemahan yang sangat kuat.
Weekly:
Harga Bitcoin pada timeframe weekly menunjukkan akan menembus MA 50.
🔭 Short-Term Projection:
✅ Bullish Case:
Meski harga melemah, ada kemungkinan naik di di level 0.236 (93,819) sebelum akhirnya melanjutkan penurunan.
⚠️ Bearish Case:Bitcoin sangat melemah dan dikhawatirkan akan melanjutkan penurunannya hingga retracement terdekatnya di 0.786-0.886 (84,332-82,607).
Analisis Data On-Chain Bitcoin
Heatmap Liquidation Bitcoin 1 Week
Bitcoin saat ini bergerak sidewaysdi rangenya pada kisaran harga $89.000, diapit oleh dua tembok likuiditas tebal yang jaraknya semakin menyempit. Grafik menunjukkan para pedagang menumpuk posisi leverage mereka sangat dekat dengan harga pasar saat ini.
Likuiditas Atas ($91.500) Terdapat garis kuning terang tepat di atas harga pasar, yakni di level $91.500. Ini menandakan adanya konsentrasi posisi Short yang besar. Jika harga mencoba naik, area ini akan menjadi “tembok beton” pertama yang memicu tekanan jual, membuat harga sulit menembus ke atas dalam jangka pendek.
Likuiditas Bawah ($86.000 – $87.000) Di sisi bawah, pertahanan terakhir terlihat sangat tebal di rentang $86.000 hingga $87.000. Warna cerah di area ini menunjukkan banyaknya antrian beli (Long) yang siap menahan harga agar tidak jatuh lebih dalam menuju level $84.000.
🔍 Insight:Rentang pergerakan Bitcoin telah bergeser ke bawah. Pasar kini menjadikan $87.000 sebagai pertahanan yang krusial, sementara $91.000 menjadi target pemulihan yang berat untuk ditembus.
Tekanan jual kembali menghantui pasar Bitcoin hingga menyeret harga jatuh ke bawah level $88.000. Grafik mengonfirmasi bahwa penurunan harga ini dipicu oleh aktivitas distribusi dari investor besar (whales) yang memindahkan aset mereka ke bursa untuk dijual.
Lonjakan Inflow Paus (2.000 BTC): Terdeteksi adanya arus masuk (inflow) signifikan sebesar 2.000 BTC ke bursa Binance. Lonjakan batang biru pada grafik ini menjadi indikator teknis bahwa para paus sedang memindahkan Bitcoin mereka ke bursa, sebuah langkah persiapan eksekusi jual yang menekan harga pasar.
Sinyal “Overheating” Jaringan: Sentimen negatif diperkuat oleh rekor biaya transaksi harian jaringan Solana yang menembus $37,5 juta. Pola biaya ekstrem ini mirip dengan kejadian 10 Oktober lalu (saat BTC di $114k), yang secara historis menjadi sinyal puncak pasar (top signal) sebelum akhirnya harga terkoreksi tajam sebesar 27%.
🔍 Insight:Pasar sedang berada di fase rawan koreksi. Kombinasi antara suplai Bitcoin yang masuk ke bursa dan indikator jenuh beli (overheating) di pasar altcoin menandakan bahwa tekanan turun masih mendominasi tren jangka pendek.
Bitcoin Risk Index
Bitcoin saat ini sedang dalam fase “lampu kuning”, berjuang keras bertahan di level $88.000 sementara arus uang global mulai beralih ke aset komoditas seperti emas. Grafik Indeks Risiko menunjukkan lonjakan tajam yang memperingatkan adanya bahaya volatilitas tinggi.
Lonjakan Risiko Pasar (Indeks 55.58) Indeks Risiko Bitcoin tercatat melonjak naik ke angka 55.58, meninggalkan zona aman (garis biru) yang sempat terjadi sebelumnya. Kenaikan risiko ini mengonfirmasi ketidakstabilan pasar setelah harga gagal bertahan di atas $89.200, menandakan bahwa sentimen investor sedang memburuk.
Pertahanan Terakhir di $84.500
Zona harga $84.500 kini menjadi benteng pertahanan terakhir bagi para pembeli (bulls). Analisis memproyeksikan jika level ini jebol, pasar berisiko mengalami koreksi tajam menuju $74.000. Namun, sedikit kabar baik terlihat dari penurunan rasio leverage, yang berarti spekulasi nekat di pasar berjangka mulai berkurang.
🔍 Insight:Pasar berada di titik krusial; tren risiko yang menanjak tajam menuntut kewaspadaan penuh, di mana kegagalan mempertahankan support saat ini dapat memicu tren bearish lanjutan.
Bitcoin: Fund Flow Ratio – Binance
Bitcoin saat ini diperdagangkan di kisaran harga $88.900, tetapi indikator aliran dana menunjukkan kondisi yang cukup tenang. Data dari bursa Binance memperlihatkan rasio aliran dana yang relatif rendah dibandingkan aktivitas jaringan secara keseluruhan.
Rasio Aliran Dana Rendah (0,016) Indikator Fund Flow Ratio saat ini berada di level 0,016, sebuah angka yang tergolong rendah. Hal ini menandakan bahwa mayoritas transaksi Bitcoin yang terjadi di blockchain saat ini tidak ditujukan untuk masuk ke bursa (biasanya untuk dijual), melainkan hanya perpindahan antar dompet pribadi atau aktivitas non-bursa lainnya.
Suplai Terkontrol & Tekanan Jual Minim Rendahnya rasio ini mengonfirmasi bahwa tekanan jual saat ini sangat terbatas dan tersebar. Grafik menunjukkan tidak adanya lonjakan aktivitas distribusi massal dari investor besar ke bursa, yang berarti suplai di pasar masih cukup terkendali.
🔍 Insight: Meskipun harga sedang dalam fase krusial, struktur pasar tetap sehat karena minimnya niat investor untuk melikuidasi aset mereka secara massal di bursa saat ini.
Altcoin Update
Perkembangan Proyek Altcoin
Ethereum Foundationmengumumkan pembentukan tim keamanan khusus dan alokasi dana awal sebesar $2 jutauntuk menghadapi ancaman komputasi kuantum (post-quantum security) yang dipimpin oleh Thomas Coratger.
Rainbow secara resmi mengumumkan bahwa pengambilan snapshot saldo dan poin untuk alokasi airdrop token $RNBW akan dilakukan pada hari Senin, 26 Januari pukul 16:20 EST. Pengguna masih memiliki kesempatan terakhir untuk mengakumulasi “Rainbow Points” sebelum distribusi token (TGE) yang dijadwalkan pada 5 Februari.
Tim Moonbirds mengumumkanmigrasi ke kontrak baru dan portal klaim untuk Nesting 2.0. Mereka menegaskan bahwa belum ada link yang live dan memperingatkan komunitas akan banyaknya link phising/scam yang beredar. Satu-satunya sumber resmi adalah akun X @moonbirds dan Discord resmi mereka.
Bitcoin Layer 2 berbasis ZK, Citrea, resmi meluncurkan mainnet dan stablecoin ctUSD. Didukung oleh Founders Fund dan Galaxy, Citrea menggunakan teknologi zkEVM untuk membawa aplikasi keuangan seperti lending langsung ke jaringan Bitcoin dengan keamanan settlement on-chain.
Peluncuran HIP-3 di Hyperliquid memungkinkan developer men-stake 500.000 HYPE untuk membuat pasar perpetual aset apa pun (seperti saham/komoditas) tanpa izin terpusat. Inovasi ini mendorong Open Interest (OI) mencapai All-Time High, didorong oleh lonjakan volume trading komoditas seperti Perak (Silver).
Analisis On Chain Altcoin
RAIN Token mencetak rekor ATH di atas level $0,0110, didukung oleh data on-chain yang menunjukkan penurunan drastis aktivitas “spent coins” (koin yang dipindahkan/dijual). Sejak 22 Januari, volume koin yang bergerakturun hampir 76% dari 104,8 juta menjadi 25,4 juta, menandakan pemegang aset (holders) memilih menahan diri dan tidak melakukan aksi ambil untung (profit-taking) saat ini.
Data on-chain menunjukkan bahwa harga Ethereum (ETH) saat ini berada dalam rentang akumulasi yang sangat menarik bagi investor besar atau “whale”. Tingkat harga realisasi (realized price) dari alamat-alamat penampung aset kini berfungsi sebagai level support teknikal yang solid.
Data on-chain Link menunjukkan rasio MVRV 30-hari yang berada di angka -9,5%, mengindikasikan bahwa LINK secara fundamental sedang berada di wilayah undervalued (jenuh jual) yang secara historis sering mendahului fase akumulasi atau pembalikan tren.
Render (RENDER) menunjukkan sinyal pembalikan tren positif meskipun sempat terkoreksi 4% dalam 24 jam terakhir. Data on-chainexchange flowmencatat perubahan signifikan dari arus masuk besar-besaran di akhir Desember menjadi arus keluar bersih (net outflow) sekitar 9.800 token, menandakan bahwa tekanan jual telah mereda secara drastis.
World Liberty Financial (WLFI), proyek kripto yang didukung oleh Donald Trump, baru-baru ini melakukan transaksi besar dengan menjual kepemilikan Wrapped Bitcoin (WBTC) senilai sekitar 8 juta dolar. Dana hasil penjualan tersebut langsung digunakan untuk membeli 2.868 Ether (ETH) melalui transaksi on-chain yang dapat dilacak secara publik oleh analis.
Token Unlock
Mengawali minggu pertama Februari 2026 (02-06 Februari), pasar kripto akan menghadapi ujian likuiditas yang cukup berat. Investor perlu mewaspadai potensi volatilitas tinggi, karena terdapat beberapa proyek yang menjadwalkan pelepasan token dalam proporsi yang sangat ekstrem dibandingkan kapitalisasi pasarnya. Keseimbangan antara suplai baru dan permintaan pasar akan menjadi penentu utama pergerakan harga minggu ini.
🔍 Highlight Unlock
🔺 Unlock Besar (>10% dari Kapitalisasi Pasar): Peringatan “Zona Bahaya” minggu ini tertuju pada Capx AI (CAPX). Proyek ini akan mengalami inflasi suplai yang sangat ekstrem, melepas token senilai 84.4% dari total kapitalisasi pasarnya pada 5 Februari. Risiko dilusi nilai aset ini sangat tinggi. Selain itu, Berachain (BERA) juga akan menghadapi tekanan jual besar dengan rilis 45.9% tokennya pada 6 Februari, serta Quack AI (Q) yang melepas 24.7% suplainya di awal minggu. Hindari menangkap pisau jatuh pada aset-aset ini tanpa manajemen risiko yang ketat.
🟡 Unlock Menengah (5–10% dari Kapitalisasi Pasar): Kategori risiko moderat minggu ini hanya diisi oleh Lagrange Labs (LA) yang dijadwalkan melepas 5.94% token ke pasar pada 4 Februari. Meskipun persentasenya single digit, penambahan suplai ini tetap berpotensi mengguncang order book jika volume perdagangan harian sedang tipis saat jadwal rilis tiba.
🟢 Unlock Ringan (<5% dari Kapitalisasi Pasar): Kabar baiknya, Ethena (ENA) hanya mencatatkan rilis 1.18%, COCA (COCA) dan Keeta (KTA) masing-masing melepas 3.81% dan 3.74%. Aset lainnya seperti Sleepless AI (AI), Neutron (NTRN), dan TARS AI (TAI) juga berada di kisaran 1-3%. Tingkat inflasi suplai di bawah 5% seperti ini umumnya dianggap sebagai fluktuasi rutin yang dapat diserap oleh pasar tanpa merusak tren harga jangka panjang.
💡 Analisis untuk Investor/Trader:
Jauhi “Zona Merah” (CAPX & BERA): Peringatan keras untuk menahan diri dari membeli Capx AI (CAPX) dan Berachain (BERA) menjelang tanggal rilis. Dengan lonjakan suplai beredar yang mencapai 45% hingga 84%, tekanan jual di pasar akan sangat masif. Sangat sulit bagi harga untuk bertahan stabil menghadapi banjir suplai sebesar ini. Lebih bijak untuk menunggu hingga volatilitas mereda pasca-unlock.
Waspada Guncangan Likuiditas (Quack AI):Quack AI (Q) yang memiliki kapitalisasi pasar kecil (sekitar $29 Juta) tetapi harus menanggung beban rilis token sebesar 24.7%. Kombinasi pasar yang kecil (low cap) dengan inflasi suplai yang besar berpotensi memicu pergerakan harga yang sangat volatil dan tidak terprediksi.
Momentum Serok Bawah (ENA & NTRN): Bagi investor jangka panjang, penurunan harga sesaat pada proyek fundamental seperti Ethena (ENA) atau Neutron (NTRN) justru bisa menjadi peluang emas untuk akumulasi. Karena persentase rilis tokennya sangat minim (hanya di kisaran 1%), efek penurunannya biasanya hanya bersifat sementara dan harga cenderung cepat pulih (rebound) mengikuti tren utama pasar.
Proyeksi & Analisis
Pasar kripto minggu ini memperlihatkan sedikit pemulihan harga. Market Cap & Volume perlahan naik ke angka $3.02 Triliun, naik tipis +0.55%. Hal ini juga ditunjukkan pada CoinMarketCap 100 Index yang menghijau di $178.37 (+0.49%). Meskipun grafik mulai berwarna hijau, mental investor belum sepenuhnya tenang.
Indikator Fear & Greed masih tertahan di angka 37 dengan status ‘Fear’ (Takut), yang berarti pelaku pasar masih sangat waspada dan belum berani terlalu agresif. Yang menarik, CMC Altcoin Season Index justru turun ke skor 25/100. Penurunan skor ini semakin mempertegas dominasi ‘Bitcoin Season’. Artinya, meskipun pasar sedikit pulih, arus uang utama masih terkunci rapat di Bitcoin dan belum ada tanda-tanda rotasi modal yang signifikan ke aset-aset alternatif (altcoin).
🔮Outlook Minggu Depan:
✅Harga Bitcoin pada timeframe dailymenunjukkan pelemahan yang sangat kuat.
Bullish case:Meski harga melemah, ada kemungkinan naik di di level 0.236 (93,819) sebelum akhirnya melanjutkan penurunan.
Bearish case:Bitcoin sangat melemah dan dikhawatirkan akan melanjutkan penurunannya hingga retracement terdekatnya di 0.786-0.886 (84,332-82,607).
✅ Zona likuidasi & teknikal:
Zona $91.500 ➜ Menjadi resistance terkuat yang menahan kenaikan harga saat ini.
Zona $86.000 – $87.000 ➜ Area support yang krusial untuk mencegah penurunan lebih lanjut.
✅ Narrative utama:
Sektor Pump Fun Ecosystem (+892%) dan Animal Memes (+464%) mendominasi narasi spekulasi meme yang sangat agresif.
Token PENGUIN naik drastis sebesar (+7.056%), diikuti oleh SKR (+220%) dan PIPPIN (+81.19%).
Bitcoin Risk Index → Indeks risiko naik ke level 55.58, pasar dalam kondisi bahaya jika level $84.500 gagal dipertahankan.
BTC Fund Flow Ratio → Rasio rendah di angka 0,016 menunjukkan bahwa aktivitas distribusi di bursa sebenarnya masih terbatas dan terkontrol.
Fokus ke sektor Pump Fun Ecosystem dan Animal Memes yang sedang memiliki arus modal paling deras minggu ini. Hindari aset dengan jadwal rilis token ekstrem seperti Capx AI (CAPX) (~84.4%) dan Berachain (BERA) (~45.9%), karena potensi koreksi harganya sangat nyata. Di sisi lain, trader bisa memanfaatkan akumulasi pada token seperti Ethena. Mengingat sentimen pasar masih di zona ‘Fear’ (37) dan Bitcoin Season (25) semakin kuat. Batasi all-in pada aset memes dan jangan terlalu lama menahan posisi terbuka, cuan is number one.
Edukasi Kripto
Apa Dampak “US Government Shutdown” Terhadap Bitcoin?
Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
Government Shutdown terjadi ketika Kongres AS gagal menyepakati anggaran negara, sehingga layanan pemerintah non-esensial dihentikan sementara dan pegawai tidak digaji.
Lantas, apa efeknya ke Bitcoin? Berikut 3 dampak utamanya:
1. Ketidakpastian Pasar (Volatilitas Meningkat) Pasar keuangan paling benci ketidakpastian.
Jangka Pendek: Saat berita shutdown muncul, investor cenderung panik dan menarik uang dari aset berisiko (saham & kripto) untuk memegang uang tunai (Cash). Ini bisa membuat harga Bitcoin turun mendadak (koreksi).
2. “Buta” Data Ekonomi Badan statistik pemerintah AS akan berhenti merilis data penting seperti tingkat pengangguran atau inflasi (CPI).
Efeknya: Bank Sentral (The Fed) kehilangan panduan data untuk menentukan suku bunga. Tanpa data yang jelas, spekulasi di pasar menjadi liar, membuat pergerakan harga Bitcoin menjadi sangat fluktuatif (naik-turun drastis tanpa arah jelas).
3. Narasi Bitcoin sebagai “Safe Haven” Ini adalah dampak jangka menengah-panjang yang unik bagi Bitcoin.
Shutdown menunjukkan ketidakstabilan manajemen keuangan pemerintah (Fiat).
Jika situasi berlarut-larut dan Dolar AS melemah, investor akan mencari alternatif aset yang tidak dikontrol pemerintah. Di sinilah Bitcoin sering dilirik sebagai “Emas Digital” atau pelindung nilai, yang justru bisa memicu kenaikan harga.
💡 Kesimpulan: Di awal shutdown, harga Bitcoin biasanya ikut tertekan karena kepanikan pasar global. Namun, jika krisis berlanjut, hal ini justru menjadi “iklan gratis” bagi Bitcoin untuk membuktikan fungsinya sebagai aset yang independen dari kekacauan politik pemerintah.
Pengumuman
Tokocrypto Tambah 5 Aset Kripto Baru dan Perluas Pasangan Perdagangan $U
United Stables
Tokocrypto kembali memperluas ekosistem aset digitalnya dengan menghadirkan lima aset kripto baru, yaitu FOGO ($FOGO), United Stable ($U), 币安人生 Binance Life ($币安人生), Brevis ($BREV), dan zkPass ($ZKP). Seluruh aset ini resmi mulai diperdagangkan pada 23 Januari 2026 pukul 18.00 WIB, memberikan lebih banyak pilihan bagi pengguna untuk menyusun strategi trading yang fleksibel.
Kelima aset tersebut membawa karakteristik yang beragam. FOGO hadir sebagai blockchain Layer-1 berperforma tinggi yang dirancang khusus untuk kebutuhan trading on-chain dengan latensi sangat rendah. United Stable ($U) berfungsi sebagai stablecoin infrastructure yang menyatukan likuiditas stablecoin dalam satu aset terpadu. Sementara itu, 币安人生 (Binance Life) merupakan meme coin berbasis budaya komunitas trader Binance tanpa utilitas teknis. Brevis fokus pada verifiable computing dengan teknologi Zero-Knowledge Proofs, dan zkPass berperan sebagai oracle yang memungkinkan verifikasi data Web2 secara aman dan privat ke Web3.
Tidak hanya itu, Tokocrypto juga resmi membuka pasangan perdagangan baru berbasis United Stable ($U) mulai 28 Januari 2026 pukul 10.00 WIB. Sejumlah aset populer kini dapat diperdagangkan dengan pasangan $U, seperti BNB, Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan USD1. Kehadiran pasangan ini memberikan alternatif stable pair baru untuk diversifikasi strategi trading dan pengelolaan risiko volatilitas pasar.
Tokocrypto menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi serta memperluas pilihan aset digital bagi pengguna di Indonesia. Meski demikian, pengguna tetap diimbau untuk melakukan riset mandiri karena investasi aset kripto memiliki risiko tinggi. Seluruh informasi ini bersifat edukatif dan bukan merupakan nasihat investasi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Tekanan jual terhadap Hedera (HBAR) tercatat berada pada level tertinggi sepanjang 2026. Data pasar menunjukkan momentum bearish masih mendominasi pergerakan harga, meningkatkan risiko likuidasi bagi trader dengan posisi long jika level support utama gagal dipertahankan.
HBAR hingga kini masih terjebak dalam tren turun yang telah berlangsung hampir dua bulan. Upaya pemulihan harga terus tertahan oleh aksi jual berkelanjutan, sementara struktur pasar tetap lemah. Pada saat penulisan, HBAR diperdagangkan di kisaran US$0,117, hanya sedikit di atas area support krusial US$0,114.
Indeks Harga Hedera
Indikator Money Flow Index (MFI) memperkuat sinyal bearish tersebut. MFI tercatat berada di bawah level netral 50, menandakan arus modal keluar lebih besar dibandingkan arus masuk. Kondisi ini mencerminkan rendahnya minat beli dan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap potensi pemulihan jangka pendek.
Tekanan makro juga menambah risiko penurunan lanjutan. Data peta likuidasi menunjukkan posisi long berada dalam kondisi rentan. Jika harga HBAR menembus support US$0,114, sekitar US$1,07 juta posisi long berpotensi terlikuidasi. Tekanan jual diperkirakan akan meningkat seiring dengan terjadinya likuidasi paksa tersebut.
Risiko akan semakin besar jika harga turun di bawah US$0,112. Pada level tersebut, potensi likuidasi posisi long diperkirakan dapat mencapai lebih dari US$2,71 juta, yang berpotensi mempercepat pelemahan harga dan memperburuk sentimen pasar.
Selama tren turun masih bertahan, HBAR berpeluang melanjutkan pelemahan menuju area US$0,109. Namun demikian, skenario pemulihan masih terbuka jika tekanan jual mulai mereda. Kenaikan berkelanjutan di atas US$0,120 dapat memperbaiki sentimen pasar, sementara penembusan level US$0,125 akan membatalkan pandangan bearish dan mengindikasikan pembalikan tren jangka pendek.
Menurut Tim Research Tokocrypto, penumpukan posisi likuidasi di bawah harga saat ini menciptakan risiko “efek domino” yang mematikan, di mana penurunan harga sedikit saja dapat memicu penjualan otomatis massal yang akan memperdalam kejatuhan pasar secara instan.
“Bagi investor, kondisi indikator teknikal yang sangat lemah ini merupakan peringatan keras untuk menghindari pembelian spekulatif saat harga sedang jatuh (catching a falling knife) sebelum adanya tanda pembalikan arah yang valid,” ungkapnya.
Untuk saat ini, pasar masih menunggu sinyal kuat apakah HBAR mampu mempertahankan support penting atau justru memasuki fase penurunan yang lebih dalam.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Raksasa pembayaran global Mastercard dikabarkan tengah mempertimbangkan investasi strategis di perusahaan infrastruktur kripto Zerohash, setelah rencana akuisisi senilai hingga US$2 miliar atau sekitar Rp32 triliun batal terlaksana.
Sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut mengatakan kepada CoinDesk bahwa sebelumnya Mastercard telah melakukan negosiasi lanjutan untuk mengakuisisi Zerohash pada akhir tahun lalu. Namun, perusahaan infrastruktur blockchain tersebut memilih untuk tetap independen dan menolak akuisisi penuh.
Zerohash menyediakan layanan kustodian aset digital, penyelesaian transaksi, serta jalur masuk dan keluar fiat (on-ramp dan off-ramp), yang memungkinkan perusahaan fintech dan pialang menawarkan layanan aset kripto tanpa harus membangun infrastruktur sendiri.
“Kami tidak mempertimbangkan akuisisi oleh Mastercard. Kami menghormati tim Mastercard dan menantikan pengembangan kemitraan komersial,” ujar juru bicara Zerohash, dikutip dari CoinDesk. Ia menambahkan bahwa keputusan tetap independen dinilai paling tepat untuk menjaga inovasi bagi para pelanggan.
Akuisisi Tidak Berjalan
What does the future of digital payments and crypto look like in the region?
Mastercard’s Prakriti Singh, Executive Vice President, Core Payments, EEMEA, and Raj Dhamodharan, Executive Vice President, Digital Asset Products and Digital Partnerships, discuss the rise of… pic.twitter.com/X9hcNFZTO6
Meski akuisisi tidak berlanjut, pembicaraan terkait investasi strategis masih berlangsung. Melalui skema ini, Mastercard berpotensi memperoleh eksposur terhadap teknologi dan basis klien Zerohash tanpa mengambil alih kendali penuh perusahaan. Mastercard sendiri menolak memberikan komentar terkait kabar tersebut.
Langkah ini sejalan dengan tren meningkatnya aktivitas merger dan akuisisi di industri kripto, di mana investor mulai melirik perusahaan infrastruktur yang telah mapan dibandingkan aset kripto spekulatif. Sejumlah kesepakatan lain juga tengah berlangsung, termasuk eksplorasi penjualan CoinGecko dengan valuasi hingga US$500 juta.
Zerohash saat ini memiliki posisi penting di ekosistem kripto global. Morgan Stanley diketahui telah menjalin kemitraan dengan perusahaan tersebut untuk mengakses infrastruktur pasar kripto, termasuk likuiditas, kustodian, dan layanan penyelesaian transaksi. Zerohash sendiri disebut telah mencapai valuasi sekitar US$1 miliar.
There is one stablecoin payment use case growing far faster than everything else!📈
Crypto cards.
🔹 Crypto cards let users hold stablecoins and spend them like normal Visa or Mastercard payments 🔹 Merchants see fiat and do not need to integrate crypto or change checkout… pic.twitter.com/v0oIm47st1
Di sisi lain, Mastercard juga dikaitkan dengan sejumlah potensi akuisisi di sektor aset digital, termasuk BVNK, platform pembayaran stablecoin berbasis di London. Pada April tahun lalu, Mastercard bahkan mengumumkan kemitraan besar dengan bursa kripto Kraken untuk memungkinkan pembayaran Bitcoin dan kripto secara luas di Inggris dan Eropa.
Dilaporkan Bitcoin Maagazine, kolaborasi tersebut memungkinkan pengguna Kraken membelanjakan aset digital mereka di lebih dari 150 juta merchant yang menerima Mastercard, baik melalui kartu debit fisik maupun digital. Fitur terbaru Kraken, Kraken Pay, tercatat telah digunakan lebih dari 200.000 pengguna untuk transaksi lintas negara berbasis kripto dan fiat.
Menurut Tim Research Tokocrypto, kegagalan akuisisi ini membuktikan bahwa penyedia infrastruktur kripto papan atas kini memiliki posisi tawar (leverage) yang sangat kuat terhadap raksasa TradFi, di mana mereka lebih memprioritaskan otonomi operasional jangka panjang dibandingkan likuiditas exit instan.
Hingga kini, perwakilan dari Mastercard maupun Zerohash belum memberikan pernyataan resmi terkait kelanjutan pembicaraan investasi strategis tersebut.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Harga token Pump.fun (PUMP) sempat melonjak tajam pada awal pekan ini dan memicu harapan terjadinya breakout lanjutan. Reli tersebut membuka peluang penguatan berkelanjutan dan menghidupkan kembali sentimen bullish di kalangan pelaku pasar.
Namun, koreksi yang terjadi setelahnya menimbulkan tanda tanya besar. Perilaku investor yang kini terpecah, ditambah melemahnya partisipasi ritel, membuat keberlanjutan breakout PUMP berada dalam ketidakpastian.
Smart Money Mulai Mengakumulasi
Di tengah sentimen yang beragam, aktivitas smart money memberikan sedikit penopang. Smart money merujuk pada dana yang dikelola oleh investor berpengalaman, institusi, perusahaan ventura, hingga dompet whale berpengaruh yang kerap mengambil posisi strategis saat pasar ragu.
Data menunjukkan dompet smart money menambah sekitar 48 juta token PUMP dalam sepekan terakhir, meningkatkan total kepemilikan mereka sebesar 5,8%. Aksi akumulasi ini mengindikasikan kepercayaan terhadap potensi kenaikan harga ke depan. Jika pembelian berlanjut, dukungan dari kelompok ini berpotensi menahan tekanan turun yang lebih dalam.
Minat Ritel Melemah Tajam
Meski demikian, data jaringan memperlihatkan sinyal peringatan. Jumlah alamat baru PUMP turun drastis dalam waktu singkat. Dalam kurun 48 jam, pembuatan dompet baru anjlok dari 8.570 menjadi 2.201 alamat, atau turun sekitar 74%.
Dilaporkan BeInCrypto, penurunan ini mencerminkan melemahnya minat investor ritel serta berkurangnya aliran modal segar. Padahal, partisipasi pemegang baru memiliki peran penting dalam menjaga momentum reli, terutama bagi altcoin yang masih berkembang. Tanpa dorongan permintaan baru, kekuatan harga PUMP berisiko cepat memudar meskipun didukung whale.
Secara teknikal, PUMP sebelumnya berhasil menembus pola cup and saucer, yang umumnya menjadi sinyal kelanjutan bullish. Breakout tersebut memproyeksikan potensi kenaikan hingga 57%, dari level $0,00264 menuju target $0,00420.
Namun, harga gagal melanjutkan penguatan setelah penembusan awal, menunjukkan adanya keraguan dari sisi pembeli. Saat ini, PUMP diperkirakan akan bergerak konsolidasi di atas support $0,00264. Selama level ini bertahan, struktur bullish masih dianggap valid.
Untuk menghidupkan kembali momentum, PUMP perlu merebut kembali resistance $0,00278 dan mengubahnya menjadi support. Keberhasilan di level tersebut dapat membuka peluang lanjutan reli.
Menurut Tim Research Tokocrypto, kondisi ini menciptakan pertarungan klasik antara modal besar dan sentimen pasar organik. Kenaikan harga yang hanya ditopang oleh akumulasi segelintir paus tanpa adanya aliran masuk dana segar (fresh capital) dari investor ritel baru biasanya bersifat semu dan tidak berkelanjutan.
Sebaliknya, jika tekanan jual berlanjut dan support $0,00264 jebol, harga berpotensi turun ke area $0,00242. Pelemahan lanjutan bahkan dapat membawa PUMP ke $0,00212, yang akan menandai kegagalan breakout dan membatalkan prospek kenaikan 57% yang sebelumnya diproyeksikan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Ethereum (ETH) mencatat lonjakan signifikan dalam kepemilikan investor besar setelah pembelian lebih dari US$2 miliar dalam 30 hari terakhir. Aksi tersebut mendorong total strategic reserves Ethereum mencapai 6,81 juta ETH, dengan nilai sekitar US$22,52 miliar, menjadi level tertinggi sepanjang sejarah.
Menariknya, peningkatan ini tidak diiringi bertambahnya jumlah partisipan. Data menunjukkan jumlah pemegang strategis tetap di angka 67 entitas, menandakan bahwa akumulasi berasal dari investor lama yang memperbesar posisi, bukan dari masuknya pemain baru.
Minat Institusi Terus Menguat
Strategy added over $2B worth of $ETH in the past 30 days, pushing total $ETH reserves to new highs.
This signals sustained institutional conviction rather than short-term positioning. pic.twitter.com/4DVITQByBw
Selain akumulasi oleh pemegang besar, kepemilikan ETF Ethereum juga mengalami peningkatan. Total ETH yang disimpan melalui ETF kini mencapai 6,31 juta ETH, senilai sekitar US$20,85 miliar. Rasio pembelian terhadap penerbitan berada di level 6,8 kali, mencerminkan permintaan yang jauh melampaui suplai baru Ethereum.
Dilaporkan Coincu, tren ini menunjukkan ketertarikan institusi terhadap ETH terus tumbuh melalui instrumen investasi terstruktur, meski kondisi harga belum sepenuhnya stabil.
Harga Tertahan di Resistance Jangka Panjang
Di sisi teknikal, Ethereum kembali menghadapi tantangan di area 200-day moving average (MA200). Dalam beberapa bulan terakhir, ETH tercatat beberapa kali gagal menembus level ini. Setiap penolakan sebelumnya diikuti koreksi tajam, masing-masing sekitar 27% dan 21%.
Saat ini, harga ETH kembali bergerak tepat di bawah MA200. Jika pola historis terulang, pasar berpotensi mengalami koreksi lanjutan menuju kisaran US$2.600–US$2.700. Seorang analis menyebut bahwa penolakan ulang di MA200 membuka peluang terjadinya penurunan sekitar 20%.
Meski risiko koreksi meningkat, Ethereum baru-baru ini berhasil bertahan di zona support penting yang berada di antara level Fibonacci 0,618 hingga 0,75. Area ini juga bertepatan dengan support horizontal yang sebelumnya beberapa kali menahan penurunan harga.
Penurunan tajam sempat membawa ETH menguji area tersebut, namun support masih bertahan pada percobaan awal. Sejumlah pelaku pasar menilai peluang rebound tetap terbuka, dengan target jangka pendek mengarah ke area US$3.440, asalkan support tidak ditembus.
Kondisi Pasar Terkini
Pada saat laporan ini disusun, harga Ethereum berada di level US$3.217,25, turun 3,5% dalam 24 jam terakhir. Namun secara mingguan, ETH masih mencatat kenaikan sekitar 2,8%. Volume perdagangan harian mencapai US$30,8 miliar, menunjukkan aktivitas pasar yang tetap tinggi.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Menurut Tim Research Tokocrypto, pasar Ethereum saat ini mengalami divergensi ekstrem antara fundamental permintaan (on-chain) dan aksi harga teknikal. Rasio pembelian-terhadap-penerbitan sebesar 6,8x adalah indikator supply shock yang sangat kuat; secara teoritis, kelangkaan ini seharusnya melambungkan harga.
Dalam jangka pendek, arah pergerakan ETH akan sangat ditentukan oleh kemampuannya bertahan di zona support serta reaksinya terhadap resistance MA200. Sementara investor jangka panjang terus melakukan akumulasi, pelaku pasar jangka pendek kini menanti konfirmasi apakah Ethereum akan bangkit, atau justru memasuki fase koreksi lebih dalam.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Harga XRP kembali melemah setelah gagal mengubah penguatan sebelumnya menjadi breakout yang berkelanjutan. Pada Selasa (20/1/2026) pukul 18.00 UTC, XRP diperdagangkan di kisaran $1,95, turun ke bawah level psikologis $2,00 dan memperpanjang tren koreksi.
Sebelumnya, XRP sempat bergerak menyempit dalam struktur teknikal menurun yang membuka peluang kenaikan. Namun, skenario bullish tersebut runtuh ketika tekanan jual kembali mendominasi pasar. Meski begitu, data perilaku investor menunjukkan potensi pembalikan arah masih terbuka.
Indikasi Akumulasi Mulai Terlihat
Indikator Chaikin Money Flow (CMF) menampilkan sinyal positif berupa bullish divergence. Dalam 10 hari terakhir, CMF membentuk higher low sementara harga XRP justru mencetak lower low. Pola ini mengindikasikan adanya peningkatan akumulasi di tengah pelemahan harga, yang mencerminkan minat beli mulai tumbuh secara perlahan.
Kenaikan CMF biasanya menandakan arus modal masuk yang menguat, meskipun harga masih terkoreksi. Kondisi ini memberi sinyal bahwa tekanan jual berpotensi melemah. Jika akumulasi berlanjut dan kondisi pasar membaik, XRP berpeluang mencatatkan pemulihan harga.
Pertumbuhan Alamat Baru Melemah
Di sisi lain, indikator fundamental jaringan justru menunjukkan sinyal kehati-hatian. Jumlah alamat baru XRP tercatat turun ke level terendah dalam 13 bulan, yakni sekitar 3.090 alamat. Penurunan ini mencerminkan melemahnya minat investor baru untuk masuk ke ekosistem XRP.
Dilaporkan BeInCrypto, secara historis, pertumbuhan alamat baru menjadi pendorong utama reli harga XRP karena mencerminkan masuknya modal segar. Lemahnya pertumbuhan jaringan saat ini berpotensi membatasi likuiditas dan mengurangi katalis kenaikan harga dalam jangka pendek.
Risiko Turun Masih Membayangi
Dari sisi teknikal, XRP gagal menembus pola descending wedge yang sebelumnya diproyeksikan sebagai sinyal lanjutan bullish. Kegagalan ini memperkuat bias bearish, seiring kembalinya tekanan pasar secara luas.
XRP kini bergerak tipis di atas level $1,93, yang menjadi support penting. Jika level tersebut ditembus, harga berpotensi turun lebih dalam menuju area $1,86. Sementara itu, pemulihan kecil yang sempat terjadi pada awal pekan tidak bertahan lama, menandakan kepercayaan pasar masih rapuh.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Namun demikian, peluang pembalikan arah tetap ada. Untuk mengurangi risiko penurunan lanjutan, XRP perlu merebut kembali level $2,00 dan ditutup secara meyakinkan di atasnya. Jika skenario ini tercapai, kepercayaan pasar dapat pulih dan membuka jalan menuju target $2,25, atau sekitar 13% lebih tinggi dari level saat ini.
Menurut Tim Research Tokocrypto, divergensi tajam antara sinyal teknikal akumulasi dan matinya pertumbuhan pengguna baru mengindikasikan bahwa potensi pemulihan saat ini sangat rapuh dan murni bersifat spekulatif tanpa dukungan permintaan organik yang berkelanjutan.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Harga Ethereum (ETH) kembali berada dalam tekanan setelah gagal bertahan di atas level resistance utama. Pergerakan harga terbaru menunjukkan tanda pelemahan, seiring struktur bearish yang kembali terbentuk usai reli singkat di awal bulan.
Pada Selasa (20/1/2026) pukul 20.00 UTC, ETH diperdagangkan di sekitar $3.109. Kondisi pasar yang melemah secara umum, ditambah tekanan jual yang terus meningkat, membuat risiko penurunan harga semakin besar, meski investor jangka panjang masih terlihat melakukan akumulasi.
Holder Jangka Panjang Masih Bertahan
Dilaporkan BeInCrypto, data on-chain menunjukkan long-term holder (LTH) Ethereum masih berada dalam fase akumulasi. Indikator HODLer Net Position Change mencatat bar hijau konsisten sejak akhir Desember, menandakan distribusi menurun dan pembelian oleh investor berjangka panjang masih berlanjut.
Akumulasi ini sejauh ini membantu meredam tekanan turun. Namun, analis menilai dukungan LTH berpotensi kewalahan apabila tekanan dari pasar derivatif dan sentimen makro terus memburuk.
Dari sisi derivatif, kondisi pasar ETH menunjukkan kecenderungan bearish. Sekitar 83% posisi terbuka (open interest) di pasar futures condong ke posisi short. Ketimpangan ini berisiko memicu volatilitas tinggi, terutama saat harga mendekati level psikologis penting.
Data likuidasi mengungkap adanya zona bahaya di sekitar $3.000. Jika ETH turun ke area tersebut, potensi likuidasi posisi long diperkirakan mencapai $368 juta, yang dapat mempercepat tekanan jual dan memperdalam koreksi harga.
Tekanan Jual Semakin Kuat
Indikator momentum juga mengonfirmasi lemahnya kekuatan beli. Money Flow Index (MFI) Ethereum telah turun di bawah level 50, menandakan arus modal mulai keluar dari aset tersebut. Setelah sempat menyentuh area overbought di awal bulan, tekanan beli ETH terus melemah.
Penurunan MFI biasanya mencerminkan dominasi penjual di pasar. Selama arus dana belum kembali positif, harga Ethereum dinilai masih rentan melanjutkan penurunan.
Risiko Breakdown ke $2.900
Secara teknikal, grafik 12 jam ETH menunjukkan pola double top, yang merupakan formasi bearish. Pola ini membuka peluang koreksi sekitar 7,5%, dengan target penurunan ke area $2.900.
Support krusial berada di $3.085. Jika level ini jebol secara meyakinkan, tekanan jual diperkirakan meningkat, terutama saat harga menembus $3.000, yang dikenal sebagai level psikologis penting dengan risiko likuidasi tinggi.
Menurut Tim Research Tokocrypto, divergensi antara akumulasi investor jangka panjang dan tekanan jual spekulatif jangka pendek sering kali menciptakan “jebakan likuiditas” (liquidity trap), di mana harga sengaja didorong turun untuk memicu likuidasi posisi long sebelum tren utama berlanjut.
Meski demikian, peluang pembalikan arah masih terbuka. Jika ETH mampu bertahan dan memantul dari area $3.085, kepercayaan pasar dapat pulih. Dalam skenario tersebut, Ethereum berpotensi menguji resistance di $3.287, yang sekaligus akan menggugurkan skenario bearish yang saat ini mendominasi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Zcash (ZEC) berada di titik krusial setelah tekanan jual terus berlanjut dalam beberapa hari terakhir. Pada perdagangan terbaru, ZEC tercatat di kisaran $346,96, turun 7,1% dalam 24 jam dan melemah sekitar 11% sepanjang sepekan.
Secara teknikal, pergerakan harga ZEC saat ini berada di dekat batas bawah descending channel pada grafik harian. Area $360 menjadi level penting karena sebelumnya kerap berfungsi sebagai zona pertahanan pembeli. Level ini juga bertepatan dengan EMA 200 hari, yang sering menjadi titik perhatian dalam fase tren turun.
Jika level $360 mampu dipertahankan, peluang pantulan jangka pendek ke area $480–$500 masih terbuka. Namun, kegagalan menjaga support tersebut berisiko mendorong harga turun lebih dalam.
Tren Masih Lemah, Volume Belum Mendukung
Pergerakan harga Zcas (ZECh/USDT) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Tekanan bearish masih mendominasi pasar. Harga ZEC tetap bergerak di bawah EMA 20, 50, dan 100 hari, yang seluruhnya mengarah turun. Kondisi ini menandakan momentum yang lemah serta kontrol pasar yang masih dipegang penjual.
Dilaporkan Coincu, volume perdagangan juga terpantau moderat, tanpa lonjakan berarti yang menunjukkan adanya upaya kuat mempertahankan support. Jika terjadi penembusan bersih di bawah $360 dengan volume tinggi, target penurunan berikutnya diperkirakan mengarah ke $300, area yang sebelumnya pernah menjadi zona konsolidasi.
Menurut Tim Research Tokocrypto, kontradiksi antara aksi harga yang lesu dan penarikan pasokan oleh institusi mengisyaratkan bahwa fase ini adalah zona kapitulasi bagi ritel yang sekaligus menjadi peluang serok bagi pemegang modal besar sebelum siklus pasar berbalik.
Aliran ZEC Keluar dari Bursa
$ZEC is pressing lower bound of this descending channel on daily.
Price is sitting around 360 zone which lines up with prior demand and 200 EMA area and this is the point where sellers usually slow down.
Data on-chain periode September 2025 hingga Januari 2026 menunjukkan perubahan pola arus token di bursa. Saat harga ZEC menembus $700 pada awal November, arus masuk ke bursa meningkat, kondisi yang kerap dikaitkan dengan persiapan aksi jual.
Namun setelah harga mencapai puncaknya, arus tersebut berbalik. Netflow menjadi negatif, menandakan lebih banyak ZEC ditarik keluar dari bursa. Biasanya, kondisi ini mencerminkan pemindahan aset ke dompet pribadi atau cold storage, meski belum cukup kuat untuk membalikkan tren turun yang sedang berlangsung.
Aktivitas Whale Meningkat
Di tengah pelemahan harga, aktivitas whale terpantau meningkat. Sejumlah pemegang besar terlihat melakukan pembelian saat harga turun dan menarik token dari bursa. Pola ini mengindikasikan kepercayaan jangka panjang, tetapi sejauh ini belum mampu menghentikan penurunan harga.
“Selama tekanan jual belum mereda, level $300 masih menjadi kemungkinan,” ujar seorang pengamat pasar. Dengan ZEC yang kini berada di zona penentuan, pergerakan harga dalam beberapa hari ke depan akan menjadi penentu apakah support mampu bertahan atau justru jebol dan membuka ruang penurunan lanjutan.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Pergerakan harga XRP terlihat relatif stabil dalam beberapa waktu terakhir. Namun di balik konsolidasi yang tampak tenang tersebut, tekanan psikologis di kalangan investor justru terus meningkat. Data onchain terbaru dari perusahaan analitik blockchain Glassnode menunjukkan bahwa struktur pasar XRP saat ini mengulang pola yang terakhir kali terjadi pada awal 2022.
Dalam unggahan di platform X pada 19 Januari 2026, Glassnode menyebut bahwa struktur pasar XRP saat ini sangat mirip dengan kondisi Februari 2022. Tekanan terutama terlihat dari pergeseran kepemilikan antara investor jangka pendek dan pemegang jangka menengah hingga panjang.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
“Investor yang aktif dalam rentang 1 minggu hingga 1 bulan kini mengakumulasi XRP di bawah cost basis kelompok pemegang 6 hingga 12 bulan,” tulis Glassnode. Kondisi ini, menurut mereka, secara bertahap meningkatkan tekanan psikologis pada investor yang membeli di harga lebih tinggi.
Dilaporkan News Bitcoin, grafik yang dibagikan Glassnode memperlihatkan realized price XRP berdasarkan kelompok usia kepemilikan. Investor baru terlihat masuk pada level harga yang lebih rendah dibandingkan investor lama yang masih berada dalam posisi rugi. Pola ini mengindikasikan terjadinya rotasi suplai, bukan distribusi agresif, di mana likuiditas diserap oleh partisipan baru sementara pemegang lama masih “terjebak” di bawah harga beli.
Situasi tersebut umumnya muncul saat pasar berada dalam fase konsolidasi berkepanjangan, ditandai dengan pergerakan harga yang sempit dan volatilitas yang tertekan. Pada siklus sebelumnya, struktur serupa sering kali diikuti periode ketidakpastian yang panjang sebelum akhirnya memicu pergerakan besar di pasar.
Tekanan psikologis ini juga diperkuat oleh level harga $2 yang disebut Glassnode sebagai zona krusial bagi pemegang XRP. Dalam unggahan terpisah pada 24 November, Glassnode mencatat bahwa sejak awal 2025, setiap kali XRP menguji level $2, investor merealisasikan kerugian antara US$500 juta hingga US$1,2 miliar per minggu.
Menurut Glassnode, pola tersebut menegaskan kuatnya pengaruh level $2 terhadap perilaku jual investor. Uji ulang berulang pada level psikologis ini dinilai meningkatkan realisasi kerugian dan menekan kepercayaan di sisi penjual.
Tim Research Tokocrypto memaparkan Transfer kepemilikan dari tangan lemah yang merugi ke investor baru di tengah konsolidasi harga adalah sinyal klasik akumulasi ulang yang sering kali menjadi bahan bakar utama untuk pembalikan tren yang eksplosif.
Meski analisis ini tidak secara langsung memprediksi arah harga selanjutnya, Glassnode menekankan bahwa tekanan berbasis cost basis dan faktor psikologis sering kali menjadi penentu utama sebelum pasar menemukan arah baru. Pada siklus sebelumnya, kondisi serupa pernah mendahului baik penurunan tajam maupun fase ekspansi baru, tergantung pada likuiditas dan sentimen pasar kripto secara keseluruhan.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.