Category Archives: Tokocrypto

Harga Pi Network (PI) Menguat 2,17%, Didorong Progres Mainnet

Harga Pi Network (PI) mencatatkan penguatan moderat dalam 24 jam terakhir, menurut laporan Coinmarketcap pada Rabu (3/2).

Token ini naik sekitar 2,17%, mengungguli kinerja mingguan yang masih mencatat koreksi -8,72%.

Meski demikian, secara gambaran besar, PI masih berada dalam tren turun dengan penurunan sekitar -24,7% dalam 30 hari terakhir, mencerminkan tekanan struktural yang belum sepenuhnya mereda.

Kenaikan harga jangka pendek ini didorong oleh kombinasi faktor fundamental dan teknikal, mulai dari terobosan migrasi mainnet, perluasan akses KYC, hingga kondisi pasar yang sudah berada di area oversold.

Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok ke $0,152, Sentimen Pasar Memburuk

Progres Migrasi Mainnet Jadi Katalis Positif

Salah satu sentimen yang paling signifikan datang dari pengumuman kemajuan migrasi Mainnet Pi Network.

Pada awal Februari, tim Pi Network membuka blokir sekitar 2,5 juta akun yang sebelumnya tertahan untuk melakukan migrasi ke mainnet.

Akun-akun ini merupakan pengguna aktif yang telah menyelesaikan proses Know Your Customer (KYC).

Langkah ini dinilai penting karena mengurangi ketidakpastian terkait saldo yang “terkunci” dalam ekosistem Pi.

Selama berbulan-bulan, isu akun yang belum bisa bermigrasi kerap menjadi sumber frustrasi komunitas dan berpotensi memicu tekanan jual ketika token akhirnya bisa dipindahkan.

Bagi pasar, progres ini mengirimkan sinyal bahwa Pi Network terus bergerak menuju target Open Network, sebuah fase krusial yang akan membuka lebih banyak utilitas dan integrasi eksternal.

Namun, investor tetap perlu memantau apakah pengguna yang baru dibuka aksesnya memilih untuk menahan PI atau justru melepasnya ke pasar.

Ekspansi KYC: Dorongan Adopsi atau Risiko Eksekusi?

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 3 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 3 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap

Selain migrasi mainnet, Pi Network juga memperluas akses KYC dengan membuka peluang bagi lebih dari 700 ribu pengguna tambahan untuk mengajukan verifikasi.

Inisiatif ini turut diperkuat dengan uji coba teknologi autentikasi baru berbasis palm-print.

Dari sisi positif, peningkatan jumlah pengguna terverifikasi memperkuat legitimasi jaringan, meningkatkan keamanan, serta mendukung adopsi jangka panjang.

Semakin banyak pengguna yang lolos KYC, semakin besar pula potensi ekosistem Pi untuk digunakan dalam aplikasi dunia nyata.

Namun, sentimen pasar terhadap KYC Pi Network masih bersifat campuran. Proses verifikasi yang sebelumnya lambat dan tidak merata sempat memicu ketidakpercayaan komunitas.

Oleh karena itu, keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada eksekusi yang konsisten dan transparan.

Sinyal Teknikal: Rebound dari Area Oversold

Dari sisi analisa teknikal, kenaikan harga PI juga didukung oleh kondisi pasar yang sudah memasuki fase jenuh jual.

Relative Strength Index (RSI-14) tercatat berada di level 27,39, jauh di bawah ambang netral 50 dan masuk kategori oversold.

PI juga memantul dari area support kuat di sekitar $0,151, yang memicu minat beli spekulatif dari trader jangka pendek.

Meski demikian, indikator MACD masih berada di zona negatif, menandakan bahwa tren menengah belum sepenuhnya berbalik bullish.

Dalam waktu dekat, PI menghadapi resistance di area $0,165 (rata-rata pergerakan 7 hari) dan level Fibonacci 23,6% di $0,2003. Tanpa volume yang kuat, peluang penembusan resistance ini masih terbatas.

Unlock Token dan Tren Jangka Panjang

Meski sentimen jangka pendek membaik, tantangan besar masih membayangi Pi Network.

Token PI telah mencatatkan penurunan lebih dari 90% secara tahunan, sementara agenda unlock token masih menjadi ancaman suplai tambahan.

Pasar juga akan mencermati jadwal unlock sekitar 24 juta PI pada 13 Februari, yang berpotensi kembali menekan harga.

,Baca Juga: Harga Pi Network Terjun 6% dalam Sehari, Tekanan Token Kian Besar

Kenaikan harga Pi Network sebesar 2,17% dalam 24 jam terakhir mencerminkan kombinasi rebound teknikal dan optimisme terbatas terhadap progres migrasi mainnet serta perbaikan akses KYC.

Namun, tren turun jangka menengah masih dominan, dan risiko suplai dari unlock token tetap menjadi faktor utama.

Level kunci yang perlu diperhatikan:

  • Support: $0,15
  • Resistance: $0,165 dan $0,20

Selama PI mampu bertahan di atas support utama, peluang reli jangka pendek masih terbuka.

Namun, untuk perubahan tren yang lebih solid, pasar menunggu bukti adopsi nyata dan kepastian roadmap Pi Network ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Resmi Kantongi Lisensi UE, Ripple Siap Tancap Gas Kuasai Pasar Eropa

Ripple kembali memperkuat posisinya di industri aset digital global setelah resmi memperoleh lisensi penuh Electronic Money Institution (EMI) dari regulator keuangan Luksemburg, Commission de Surveillance du Secteur Financier (CSSF). Persetujuan final ini melengkapi izin awal yang diterima Ripple pada 14 Januari 2026 lalu.

Dengan lisensi tersebut, perusahaan teknologi finansial berbasis di San Francisco ini kini dapat memperluas layanan pembayaran dan aset digitalnya ke seluruh wilayah Uni Eropa secara legal dan teregulasi. Ripple menyebut izin dari CSSF menjadi pintu masuk strategis untuk menghadirkan solusi pembayaran berbasis blockchain kepada pelaku bisnis di Eropa.

Managing Director UK & Europe Ripple, Cassie Craddock, mengatakan Eropa sejak lama menjadi prioritas strategis perusahaan. Menurutnya, lisensi ini memperkuat posisi Ripple dalam membantu perusahaan-perusahaan Eropa beralih ke sistem keuangan yang lebih efisien dan berbasis digital, dengan tetap mematuhi regulasi yang berlaku.

Baca juga: XRP Jebol di Bawah $2! Sinyal Akumulasi, Peluang Rebound 13%?

Keputusan Ripple

Persetujuan di Luksemburg ini datang hanya beberapa pekan setelah Ripple mendapatkan izin dari Financial Conduct Authority (FCA) Inggris. Pada Januari 2026, FCA memberikan Ripple lisensi EMI sekaligus registrasi aset kripto, yang memungkinkan perusahaan memperluas operasionalnya di Inggris seiring rencana pemerintah setempat membangun kerangka regulasi kripto yang komprehensif pada 2027.

Secara global, Ripple mengklaim telah mengantongi lebih dari 75 persetujuan dan lisensi regulator di berbagai negara. Portofolio perizinan tersebut menjadi fondasi Ripple dalam menyediakan infrastruktur bagi institusi keuangan yang ingin beralih dari sistem keuangan tradisional ke teknologi aset digital.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kemenangan regulasi berturut-turut di Eropa memperkokoh posisi Ripple sebagai penyedia infrastruktur pembayaran compliant di benua tersebut, kontras dengan tantangan hukumnya di AS.

Di sisi produk, Ripple juga terus melakukan ekspansi. Pekan lalu, perusahaan meluncurkan Ripple Treasury, platform treasury korporasi hasil akuisisi GTreasury senilai USD 1 miliar pada Oktober 2025. Platform ini mengintegrasikan pengelolaan kas dan aset digital, termasuk fitur settlement lintas negara menggunakan stablecoin RLUSD milik Ripple.

Selain itu, Ripple baru saja menjalin kemitraan strategis multi-tahun dengan LMAX Group. Kerja sama tersebut mencakup komitmen pendanaan sebesar USD 150 juta dari Ripple, serta integrasi RLUSD sebagai jaminan (collateral) di berbagai venue perdagangan institusional LMAX, termasuk produk spot kripto dan derivatif.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Tekanan Jual Membesar, Onyxcoin Masih Bertahan di Atas Level Kunci

Penurunan harga Onyxcoin (XCN) dalam beberapa sesi terakhir mendorong aksi jual besar-besaran dari para pemegang jangka pendek. Data menunjukkan sekitar 350 juta token XCN dipindahkan ke bursa dalam sepekan terakhir, mengindikasikan meningkatnya niat jual di tengah volatilitas pasar.

Dilaporkan BeInCrypto, lonjakan pasokan ke bursa tersebut terjadi setelah harga XCN turun sekitar 12 persen dalam beberapa hari. Tekanan penurunan ini memicu kepanikan, khususnya di kalangan investor jangka pendek, yang memilih keluar lebih awal alih-alih menunggu konfirmasi pergerakan harga selanjutnya. Kondisi tersebut memperbesar volatilitas dalam jangka pendek.

Indikator On-chain XCN

Meski demikian, indikator on-chain menunjukkan sinyal yang lebih konstruktif. Data MVRV Long/Short Difference memperlihatkan tren kenaikan, yang menandakan berkurangnya profitabilitas pemegang jangka pendek dibandingkan investor jangka panjang. Situasi ini biasanya diikuti oleh meredanya tekanan jual, karena insentif untuk melepas aset semakin menurun.

Dengan berkurangnya tekanan jual dari trader jangka pendek, peluang stabilisasi harga dinilai semakin terbuka setelah kelebihan pasokan terserap pasar.

Dari sisi teknikal, Onyxcoin saat ini diperdagangkan di kisaran US$0,0057 dan masih bertahan di atas level support US$0,0054. Selama sebulan terakhir, pergerakan harga membentuk pola bullish flag, yang umumnya mengindikasikan kelanjutan tren setelah fase konsolidasi.

Baca juga: Onyxcoin Catat Lonjakan 67% dan Jadi Peraih Keuntungan Tertinggi

Proyeksi Harga XCN

Berdasarkan proyeksi pola tersebut, XCN berpotensi mencatatkan kenaikan hingga sekitar 150 persen, dengan target di area US$0,0156 apabila breakout terkonfirmasi. Namun, skenario ini memerlukan dukungan kondisi pasar yang lebih luas serta permintaan yang berkelanjutan.

Dalam jangka lebih dekat, analis mencermati level resistensi US$0,0077 sebagai penanda awal konfirmasi tren bullish. Jika level ini berhasil ditembus, harga berpotensi bergerak menuju US$0,0095 dan membuka peluang pengujian level psikologis US$0,0100.

Di sisi lain, risiko penurunan tetap ada apabila sentimen pasar kembali memburuk. Kegagalan mempertahankan level saat ini dapat mendorong harga turun ke US$0,0047, bahkan hingga US$0,0041. Penurunan di bawah area tersebut akan membatalkan prospek bullish dan menunda potensi pemulihan harga.

Menurut Tim Research Tokocrypto, divergensi antara panic selling ritel dan akumulasi smart money seringkali menjadi sinyal bottoming.

“Jika XCN mampu mempertahankan support $0.0054 dan menembus resisten terdekat, target harga $0.0156 menjadi skenario bullish yang realistis. Ini adalah setup klasik ‘shakeout before breakout,” jelasnya.

Baca juga: Dogecoin Bangkit dari Tekanan? Harga DOGE Bertahan di US$0,15


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Polymarket hingga Coinbase Dorong Lonjakan Pasar Prediksi Global

Pasar prediksi mencetak rekor baru pada Januari 2026 dengan total volume perdagangan menembus USD 12 miliar. Capaian ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah dan menandai meningkatnya minat publik terhadap platform yang memungkinkan perdagangan berbasis prediksi peristiwa dunia nyata.

Dilaporkan Coincu, sejumlah pemain utama seperti Kalshi, Polymarket, Opinion, dan Probable masing-masing membukukan volume perdagangan di atas USD 1 miliar sepanjang bulan Januari. Lonjakan aktivitas tersebut menunjukkan meningkatnya partisipasi trader yang memanfaatkan pasar prediksi untuk memperkirakan hasil berbagai peristiwa, mulai dari politik hingga ekonomi.

Selain mencatatkan volume tinggi, pasar prediksi juga menghasilkan lebih dari USD 11 juta biaya transaksi berbasis on-chain selama Januari. Opinion menjadi kontributor terbesar dengan biaya mencapai USD 6,14 juta, disusul Polymarket sebesar USD 2,62 juta.

Coinbase Resmi Masuk

Di tengah pertumbuhan ini, Coinbase resmi memasuki sektor pasar prediksi dengan meluncurkan platform khusus untuk pengguna di Amerika Serikat. Platform tersebut dikembangkan melalui kemitraan dengan Kalshi dan memungkinkan pengguna memperdagangkan hasil berbagai peristiwa, termasuk pemilu, olahraga, dan indikator ekonomi.

Kalshi sendiri saat ini memiliki valuasi sekitar USD 11 miliar. Platform ini menawarkan kontrak berbasis peristiwa yang bekerja mirip dengan derivatif sederhana, di mana pengguna dapat mengambil posisi “ya” atau “tidak” terhadap suatu hasil. Harga kontrak mencerminkan probabilitas yang ditetapkan oleh pasar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, lonjakan ini menandakan pergeseran minat trader dari spekulasi token murni ke event-based trading.

“Masuknya Coinbase ke ranah ini (bermitra dengan Kalshi) memvalidasi sektor prediksi sebagai instrumen finansial mainstream, yang berpotensi menarik likuiditas institusional lebih besar,” ujarnya.

Masuknya Coinbase dinilai dapat memperluas akses ke pasar prediksi melalui lingkungan yang lebih teregulasi. Langkah ini berpotensi meningkatkan likuiditas sekaligus menarik basis pengguna yang lebih luas.

Ekspansi tersebut juga sejalan dengan visi Coinbase untuk menjadi “everything exchange” dengan menghadirkan berbagai instrumen keuangan baru, termasuk pasar prediksi, di tengah meningkatnya minat global terhadap model perdagangan berbasis probabilitas.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Klaim Triliunan Dibayar! Kreditur FTX Siap Terima Dana Jumbo Maret 2026

Para kreditur FTX bersiap menerima distribusi dana berikutnya yang dijadwalkan pada 31 Maret 2026, menyusul perkembangan signifikan dalam proses kepailitan bursa kripto tersebut. Total klaim yang telah direkonsiliasi mencapai sekitar US$9,6 miliar, menjadikannya salah satu proses pemulihan terbesar dalam sejarah industri kripto.

Informasi ini disampaikan oleh Sunil, perwakilan kreditur FTX, yang menyebutkan bahwa cadangan dana untuk klaim sengketa telah dikurangi sebesar US$2,2 miliar. Pengurangan tersebut membuka jalan bagi distribusi dana lanjutan, khususnya bagi kreditur dengan klaim di atas US$50.000, yang berpotensi menerima tambahan hingga US$1,7 miliar.

“Distribusi berikutnya dijadwalkan pada 31 Maret 2026 dengan total klaim yang telah direkonsiliasi sekitar US$9,6 miliar,” ujar Sunil dalam keterangannya.

Meski demikian, realisasi distribusi tetap bergantung pada keputusan pengadilan kepailitan, termasuk persetujuan akhir terkait penyesuaian dana cadangan sengketa dan mekanisme teknis penyaluran dana. Proses ini menegaskan bahwa jalannya pembayaran masih mengikuti prosedur hukum yang ketat.

Baca juga: Bitcoin Anjlok Lagi! Investor Panik, Apa yang Terjadi?

Optimisme yang Berhati-hati

Di tengah perkembangan tersebut, komunitas kreditur menunjukkan optimisme yang berhati-hati, sementara komentar dari pakar industri masih relatif terbatas. Pengamat menilai bahwa keberhasilan distribusi ini dapat mempercepat penyelesaian sengketa lanjutan serta meningkatkan realisasi aset yang tersisa.

Proses kepailitan FTX sendiri telah mencatatkan nilai klaim yang direkonsiliasi jauh melampaui klaim kecil, dengan perbandingan sekitar 12 kali lebih besar dibandingkan klaim senilai US$780 juta untuk kreditur berskala kecil. Hal ini dinilai menjadi preseden penting bagi penanganan kebangkrutan di sektor aset digital.

Di sisi lain, perkembangan FTX terjadi di tengah volatilitas pasar kripto global. Harga Bitcoin tercatat berada di kisaran US$78.135 pada 1 Februari 2026, dengan penurunan sekitar 11 persen dalam tujuh hari terakhir, menurut data CoinMarketCap.

Menurut Tim Research Tokocrypto, penetapan tanggal distribusi ini memberikan kepastian waktu bagi korban runtuhnya FTX. Namun, besarnya klaim yang masih harus dibayarkan ($9.6B) menunjukkan bahwa proses likuidasi aset masih akan menjadi overhang (tekanan jual potensial) bagi pasar kripto di pertengahan 2026.

Peneliti menilai bahwa penyelesaian kasus FTX berpotensi menjadi acuan baru dalam proses kepailitan kripto di masa depan, seiring meningkatnya likuiditas aset digital dan upaya memperkuat ketahanan sistem keuangan terdesentralisasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Dogecoin Anjlok 16%, Kenapa Investor Justru Borong?

Dogecoin (DOGE) mengalami penurunan tajam dalam beberapa hari terakhir. Meme coin ini tercatat anjlok sekitar 16% dalam empat hari, sempat menembus level psikologis penting dan memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar.

Meski begitu, data on-chain menunjukkan respons yang berbeda dari para pemegang Dogecoin. Alih-alih panik menjual, investor justru terlihat melakukan akumulasi saat harga melemah, menandakan adanya kepercayaan di tengah tekanan jangka pendek.

Analisis DOGE

Berdasarkan data exchange net position change, terjadi peningkatan pembelian selama fase penurunan harga. Tekanan beli mulai melampaui tekanan jual ketika DOGE turun di bawah rata-rata harga sebelumnya. Pola ini mengindikasikan bahwa sebagian investor memandang koreksi sebagai peluang, bukan sinyal bahaya.

Dilaporkan BeInCrypto, perilaku tersebut kerap mencerminkan keyakinan dari pemegang berpengalaman. Alih-alih keluar dari pasar, mereka memilih menambah eksposur pada harga yang lebih rendah. Akumulasi ini membantu meredam momentum penurunan dan menstabilkan pergerakan harga Dogecoin. Pola serupa juga pernah terjadi pada koreksi DOGE sebelumnya yang kemudian diikuti oleh fase pemulihan.

Indikator makro turut memperkuat narasi akumulasi. Rasio Market Value to Realized Value (MVRV) Dogecoin kini masuk ke zona peluang, berada di kisaran -17% hingga -25%. Rentang ini menunjukkan sebagian besar pemegang DOGE berada dalam posisi rugi yang belum direalisasikan.

Secara historis, kondisi tersebut sering menjadi titik awal fase pemulihan. Saat kerugian belum direalisasikan semakin dalam, tekanan jual cenderung berkurang karena investor enggan mengunci kerugian. Pada fase ini, akumulasi biasanya meningkat dan harga berpotensi pulih setelah tekanan jual mereda.

Baca juga: Dogecoin Melemah ke US$0,1215, Analis Soroti Pola Historis 19 Pekan

Gerak Histori Dogecoin

Dari sisi harga, Dogecoin diperdagangkan di sekitar USD 0,105 pada saat penulisan. Sebelumnya, DOGE sempat menyentuh level terendah harian di USD 0,094, yang menjadi titik terlemah dalam beberapa pekan terakhir. Aksi beli saat harga turun membantu DOGE kembali menembus level USD 0,100 dan menjadikannya sebagai area support jangka pendek.

Selama harga bertahan di atas USD 0,100, peluang pemulihan masih terbuka. Jika DOGE mampu menembus resistance di USD 0,110, momentum berpotensi menguat dan mendorong harga ke area USD 0,117 untuk menutup sebagian kerugian sebelumnya.

Namun, risiko penurunan tetap ada. Jika DOGE gagal mempertahankan level USD 0,100, tekanan jual bisa kembali meningkat dan mendorong harga turun ke USD 0,094 atau bahkan lebih rendah. Skenario tersebut akan membatalkan prospek pemulihan jangka pendek dan menunda potensi rebound hingga permintaan kembali menguat.

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Selasa, 3 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Selasa, 3 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Menurut Tim Research Tokocrypto, perilaku akumulatif di tengah penurunan harga mengindikasikan kepercayaan holder jangka panjang. Jika tekanan jual mereda, struktur MVRV yang rendah ini berpotensi memicu pemulihan cepat, menjadikan penurunan ini sebagai peluang akumulasi.

Baca juga: Dogecoin Bangkit dari Tekanan? Harga DOGE Bertahan di US$0,15


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah ke $75.000, Support Diuji

Pergerakan harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali berada di bawah tekanan setelah mengalami koreksi signifikan.

Berdasarkan data pasar terbaru via Tokocrypto pada Senin (2/2), harga BTC hari ini berada di level $75.707,60, melemah sekitar 4,48% dalam 24 jam terakhir.

Penurunan ini memperpanjang tren negatif yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir dan menempatkan Bitcoin dalam fase konsolidasi bearish.

Secara keseluruhan, kondisi pasar kripto masih didominasi sentimen risk-off, dengan investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk aset digital utama seperti Bitcoin.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok ke $78.888, Tekanan Dominan

Tekanan Jangka Pendek Masih Kuat

Dalam rentang 24 jam terakhir, Bitcoin mencatatkan harga terendah di $74.551,33 dan tertinggi di $79.142,52.

Fluktuasi ini menunjukkan volatilitas yang tetap tinggi, meskipun arah pergerakan masih condong ke bawah.

Penurunan harian sebesar -$3.532,64 (-4,48%) menandakan bahwa tekanan jual belum sepenuhnya mereda. Bahkan, dalam skala waktu yang lebih luas, performa Bitcoin terlihat semakin tertekan.

Kinerja BTC dalam Beberapa Periode Waktu

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin 2 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin 2 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika melihat data historis, pelemahan Bitcoin terlihat konsisten:

  • 7 hari terakhir: turun 13,74%
  • 30 hari: terkoreksi 16,45%
  • 60 hari: turun 19,37%
  • 90 hari: anjlok hingga 29,65%

Angka-angka ini menunjukkan bahwa tren menengah hingga jangka panjang Bitcoin saat ini masih berada dalam fase bearish.

Jarak yang cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07 menegaskan bahwa pasar masih dalam proses penyesuaian setelah fase euforia sebelumnya.

Kapitalisasi Pasar dan Volume Perdagangan

Seiring dengan penurunan harga, kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,506 triliun, tetap menjadikannya aset kripto terbesar di dunia dengan peringkat pertama.

Namun, kapitalisasi pasar yang terdilusi sepenuhnya (FDV) tercatat di $1,582 triliun, mencerminkan valuasi maksimal jika seluruh suplai beredar.

Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi 24 jam mencapai $61,22 miliar.

Volume yang relatif tinggi ini mengindikasikan bahwa minat pasar masih ada, namun sebagian besar aktivitas cenderung bersifat distribusi, bukan akumulasi agresif.

Struktur Pasokan Bitcoin Tetap Solid

Dari sisi fundamental suplai, jumlah Bitcoin yang beredar saat ini mencapai 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,16% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

Kelangkaan struktural ini tetap menjadi salah satu pilar utama nilai jangka panjang Bitcoin.

Namun, dalam jangka pendek, faktor makro dan sentimen pasar masih lebih dominan dibandingkan narasi kelangkaan.

Investor cenderung menunda akumulasi besar hingga muncul sinyal stabilisasi harga yang lebih jelas.

Sentimen Pasar dan Level Teknis Penting

Pergerakan harga BTC dalam 1 jam terakhir yang turun 0,93% menunjukkan tekanan jual masih aktif dalam timeframe rendah.

Area $74.500–$75.000 kini menjadi zona support penting yang harus dipertahankan untuk mencegah penurunan lebih dalam.

Jika level tersebut ditembus secara meyakinkan, potensi penurunan lanjutan ke area psikologis berikutnya dapat terbuka.

Sebaliknya, jika Bitcoin mampu bertahan dan memantul dari zona ini, peluang technical rebound jangka pendek masih terbuka, meski dalam konteks tren bearish.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $84.121, Sinyal Rebound?

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase tekanan kuat, dengan koreksi signifikan dalam berbagai timeframe.

Penurunan ke level $75.707 menegaskan dominasi seller di pasar, sementara volatilitas tetap tinggi.

Meski fundamental jangka panjang Bitcoin tidak berubah, sentimen jangka pendek hingga menengah masih cenderung negatif.

Investor dan trader disarankan untuk mencermati level support krusial serta perkembangan sentimen global sebelum mengambil keputusan, karena arah pergerakan Bitcoin selanjutnya akan sangat ditentukan oleh kemampuan harga bertahan di area saat ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Anjlok ke $0,152, Sentimen Pasar Memburuk

Harga Pi Network (PI) kembali mengalami tekanan signifikan, yang terpantau via Coinmarketcap pada Senin (2/2).

Dalam 24 jam terakhir, harga PI turun 5,4% ke level $0,152, memperpanjang tren pelemahan yang sudah berlangsung sejak awal tahun.

Penurunan ini terjadi di tengah kombinasi faktor negatif mulai dari lonjakan suplai token, kerusakan struktur teknikal, hingga sentimen pasar kripto global yang memasuki fase risk-off ekstrem.

Pergerakan harga terbaru ini membuat PI semakin terpuruk jauh dari rekor tertingginya, sekaligus memunculkan kekhawatiran baru terkait keberlanjutan nilai token di tengah tekanan fundamental yang belum mereda.

Baca Juga: Harga Pi Network Terjun 6% dalam Sehari, Tekanan Token Kian Besar

Tekanan Unlock Token Semakin Membesar

Salah satu faktor utama di balik anjloknya harga PI adalah percepatan unlock token. Sepanjang Februari 2026, lebih dari 133 juta token PI telah masuk ke sirkulasi.

Jumlah ini hanyalah bagian awal dari total sekitar 1,3 miliar token PI yang dijadwalkan akan dilepas ke pasar dalam 12 bulan ke depan.

Dengan rata-rata unlock harian mencapai 4,6 juta PI, tekanan suplai meningkat drastis.

Dalam kondisi permintaan yang lemah, mekanisme ini secara langsung menggerus kelangkaan token dan menciptakan overhang suplai yang sulit diserap pasar.

Lonjakan volume perdagangan hingga 300% ke kisaran $28 juta dalam 24 jam justru mengindikasikan bahwa sebagian besar aktivitas berasal dari aksi jual, bukan akumulasi.

Hal ini memperkuat sinyal bahwa investor dan holder memanfaatkan setiap reli kecil sebagai peluang untuk keluar dari posisi.

Breakdown Teknikal Memperburuk Sentimen

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 2 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 2 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap

Dari sisi analisis teknikal, kondisi PI saat ini berada dalam fase yang sangat rentan.

Harga resmi menembus support psikologis di $0,20, level yang sebelumnya dianggap sebagai zona pertahanan utama.

Breakdown ini memicu aksi jual lanjutan dan mempercepat pelemahan harga.

Indikator RSI (14) berada di level 21,81, menandakan kondisi oversold ekstrem. Namun, sinyal oversold ini belum diikuti dengan konfirmasi pembalikan arah (reversal).

Indikator MACD masih menunjukkan momentum bearish tanpa adanya divergensi positif yang signifikan.

Selain itu, harga PI kini berada di bawah seluruh moving average utama, dengan SMA 7 hari di $0,1666 dan SMA 30 hari di $0,1925.

Struktur ini mengonfirmasi dominasi seller dalam jangka pendek hingga menengah.

Jika tekanan jual berlanjut, area $0,15 menjadi support krusial berikutnya. Kegagalan bertahan di level tersebut berpotensi membuka jalan menuju area psikologis $0,10.

Sentimen Pasar Kripto Masuk Fase Extreme Fear

Tekanan terhadap PI juga tidak terlepas dari kondisi pasar kripto secara keseluruhan.

Dalam beberapa hari terakhir, Bitcoin turun sekitar 5% ke area $83.000, menyeret mayoritas altcoin ke zona merah.

Total kapitalisasi pasar kripto global tercatat turun sekitar 6%, sementara Fear & Greed Index jatuh ke level 15, menandakan kondisi extreme fear.

Dalam fase seperti ini, investor cenderung menghindari aset berisiko tinggi, termasuk altcoin dengan fundamental dan likuiditas yang relatif lemah.

Meski demikian, penurunan PI terbilang jauh lebih dalam dibanding pasar secara umum.

Dari rekor tertingginya di $2,98, harga PI telah terkoreksi sekitar 93%, jauh melampaui penurunan rata-rata pasar kripto dalam 30 hari terakhir.

Baca Juga: Rebound Mendadak! Harga Pi Network Naik 6,5% dalam 24 Jam

Pelemahan harga Pi Network mencerminkan kombinasi berbahaya antara tokenomics yang inflasioner, struktur teknikal yang rusak, dan psikologi pasar yang rapuh.

Meski indikator RSI menunjukkan kondisi oversold yang secara teori bisa memicu rebound jangka pendek, tekanan dari pipeline unlock 1,3 miliar token membuat potensi pemulihan terlihat terbatas tanpa katalis kuat.

Fokus utama investor saat ini adalah level $0,15. Jika support ini gagal dipertahankan, tekanan jual berpotensi berlanjut dan membawa PI mencetak level terendah baru.

Pasar akan terus memantau apakah ada tanda akumulasi besar atau perubahan fundamental yang mampu mengubah arah tren dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Hong Kong Perkuat Posisi Global Connector Kripto, Bidik Dana Institusi

Hong Kong semakin agresif memantapkan posisinya sebagai pusat kripto global.

Anggota Dewan Legislatif Hong Kong, Johnny Ng, menegaskan visi kota tersebut sebagai “global connector”, penghubung strategis antara pasar modal Barat dan inovasi teknologi Timur, khususnya dari China Daratan.

Sebagaimana dilaporkan Coindesk pada Senin (2/2), Ng mengungkapkan bahwa arah kebijakan kripto Hong Kong pada 2026 akan bergeser dari sekadar lisensi ritel menuju penguatan infrastruktur inti yang mendukung aktivitas institusional berskala besar.

Fokus utama akan mencakup regulasi custody aset digital, perdagangan over-the-counter (OTC), serta fasilitasi transaksi dengan volume tinggi.

Langkah ini mempertegas ambisi Hong Kong untuk menjadi yurisdiksi kripto paling matang dan ramah institusi di Asia, bahkan global.

Baca Juga: ETF Solana Pertama Resmi Disetujui Hong Kong, Awal Bull Run SOL?

Fokus Regulasi 2026: Custody, OTC, dan Likuiditas Institusional

Menurut Johnny Ng, tahap awal regulasi kripto Hong Kong yang menitikberatkan pada perlindungan investor ritel kini telah memasuki fase lanjutan.

Pada 2026, regulator akan memprioritaskan fondasi pasar yang dibutuhkan oleh bank, fund manager, dan investor institusi.

Aturan custody menjadi krusial karena menyangkut keamanan aset digital bernilai miliaran dolar. Di sisi lain, regulasi OTC diperlukan untuk mengakomodasi transaksi besar tanpa mengganggu harga pasar.

Infrastruktur perdagangan volume tinggi juga dipersiapkan untuk memastikan likuiditas dan efisiensi setara dengan pasar keuangan tradisional.

Pendekatan ini menandai transisi Hong Kong dari sekadar crypto-friendly menjadi crypto-infrastructure hub yang siap menampung arus dana institusional global.

“Parit Regulasi” untuk Menarik Modal Global

Tim Research Tokocrypto menilai strategi Hong Kong sebagai langkah membangun “regulatory moat” atau parit regulasi yang sulit ditiru oleh yurisdiksi lain.

“Hong Kong membangun parit regulasi strategis dengan memanfaatkan sistem hukum Common Law dan akses modal bebas. Ini menarik arus dana institusional yang mencari kepastian hukum di tengah ketidakpastian regulasi AS,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Berbeda dengan Amerika Serikat yang masih dibayangi ketidakjelasan aturan dan potensi penegakan hukum agresif, Hong Kong menawarkan kepastian hukum, transparansi regulasi, dan jalur kepatuhan yang jelas. Hal ini menjadikannya destinasi alternatif bagi institusi global yang ingin tetap terekspos ke aset kripto tanpa risiko regulasi berlebihan.

Jembatan Barat dan Timur di Era Web3 dan AI

Keunggulan strategis Hong Kong tidak hanya terletak pada regulasi, tetapi juga posisinya sebagai gerbang utama China ke pasar global.

Meski China Daratan masih membatasi perdagangan kripto secara langsung, inovasi di sektor Web3, blockchain, dan AI terus berkembang pesat.

Hong Kong berperan sebagai buffer zone yang memfasilitasi masuknya inovasi teknologi dari Timur ke pasar modal Barat dengan kerangka hukum internasional.

Dalam konteks ini, kota tersebut bukan hanya pusat perdagangan aset digital, tetapi juga hub integrasi teknologi dan modal global.

Bagi investor institusi, kombinasi ini menciptakan peluang unik: akses ke inovasi Asia dengan standar kepatuhan dan perlindungan hukum ala Barat.

Implikasi bagi Pasar Kripto Global

Reposisi Hong Kong sebagai global connector berpotensi mengubah peta kekuatan kripto dunia.

Jika regulasi custody dan OTC berhasil diimplementasikan secara efektif, Hong Kong bisa menjadi pusat likuiditas institusional Asia, menyaingi bahkan melengkapi peran Singapura dan Dubai.

Arus dana institusional yang masuk juga berpotensi meningkatkan stabilitas pasar, memperdalam likuiditas, dan mempercepat adopsi aset digital di sektor keuangan tradisional.

Namun, tantangan tetap ada. Keberhasilan strategi ini bergantung pada konsistensi kebijakan, koordinasi regulator, serta kemampuan Hong Kong menjaga keseimbangan antara inovasi dan manajemen risiko.

Baca Juga: Hong Kong Bersiap Ketatkan Pajak Kripto! Aturan Baru Mulai 2028

Dengan fokus regulasi 2026 pada infrastruktur dasar kripto, Hong Kong menegaskan ambisinya sebagai penghubung global antara Barat dan Timur.

Di tengah ketidakpastian regulasi AS, pendekatan pro-institusi berbasis kepastian hukum ini menjadi daya tarik kuat bagi modal global.

Jika dieksekusi dengan baik, Hong Kong berpeluang menjadi epicentrum baru ekosistem kripto institusional, sekaligus gerbang utama inovasi Web3 dan AI dari Asia ke panggung dunia.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Kerugian Kripto di Januari 2026 Tembus Hampir $400 Juta

Industri kripto kembali menghadapi tantangan serius di awal 2026.

Sepanjang Januari, total kerugian akibat eksploitasi dan serangan siber tercatat hampir $400 juta, menurut laporan terbaru dari firma keamanan blockchain CertiK.

Angka ini menegaskan bahwa ancaman keamanan tidak hanya berasal dari celah smart contract, tetapi semakin didominasi oleh serangan social engineering yang menargetkan pengguna secara langsung.

Data CertiK menunjukkan bahwa sekitar 71% dari total kerugian, atau setara $284 juta, berasal dari satu insiden phishing masif.

Dalam kasus ini, pelaku kejahatan menyamar sebagai tim dukungan resmi Trezor, salah satu merek hardware wallet paling populer di industri kripto.

Baca Juga: Cina: Blokir Semua yang Sebut Blockchain ‘Scam’ dan Peluncuran Mata Uang Digital DCEP

Phishing Trezor

Menurut laporan BeInCrypto pada Senin (2/2), serangan phishing tersebut menjadi kasus terbesar di Januari 2026 dan sekaligus yang paling mengkhawatirkan.

Dengan memanfaatkan email dan pesan palsu yang tampak meyakinkan, pelaku berhasil mengelabui korban untuk menyerahkan kredensial sensitif atau menandatangani transaksi berbahaya.

Ironisnya, banyak korban merupakan pengguna hardware wallet, yang selama ini dianggap sebagai standar emas keamanan aset kripto.

Insiden ini menegaskan bahwa sekuat apa pun teknologi penyimpanan aset, kesalahan manusia tetap menjadi celah terbesar.

Pola ini juga menunjukkan pergeseran strategi para peretas.

Alih-alih menghabiskan waktu mencari bug teknis yang kompleks, mereka kini lebih fokus mengeksploitasi psikologi pengguna: mulai dari rasa panik, kepercayaan pada merek besar, hingga kurangnya literasi keamanan digital.

Step Finance dan Truebit

Selain phishing Trezor, Januari 2026 juga diwarnai oleh beberapa eksploit besar lain.

Step Finance, protokol di ekosistem Solana, dilaporkan mengalami kerugian sekitar $30 juta akibat eksploit yang memanfaatkan celah tertentu dalam sistemnya.

Sementara itu, Truebit, proyek yang berfokus pada verifikasi komputasi off-chain, kehilangan sekitar $26,6 juta dalam insiden terpisah.

Meski secara nominal lebih kecil dibanding phishing Trezor, dua kasus ini tetap menegaskan bahwa smart contract hack belum sepenuhnya hilang dari lanskap ancaman kripto.

Namun, jika dilihat secara agregat, dominasi kerugian dari social engineering menunjukkan tren yang jelas: vektor serangan telah bergeser dari kode ke manusia.

Rotasi Dana Curian ke Monero Soroti Isu Privacy Coin

Laporan tersebut juga menyoroti pola menarik dalam pergerakan dana hasil kejahatan.

Sebagian besar aset curian dilaporkan dirotasi ke Monero (XMR), aset kripto yang dikenal dengan fitur privasi tingkat tinggi.

Menurut Tim Research Tokocrypto, dominasi serangan social engineering dibanding smart contract hack menunjukkan bahwa faktor manusia tetap menjadi celah keamanan terbesar, bahkan bagi pengguna hardware wallet.

“Rotasi aset curian ke Monero (XMR) juga menyoroti peran privacy coins dalam ekosistem kejahatan siber, berpotensi memicu regulasi lebih ketat,” ujarnya.

Penggunaan Monero dalam aktivitas pencucian dana kembali memunculkan perdebatan lama terkait privacy coin.

Di satu sisi, koin privasi dianggap penting untuk kebebasan finansial dan perlindungan data pengguna. Di sisi lain, regulator global semakin menyoroti perannya dalam ekosistem kejahatan siber.

Tren ini berpotensi memicu pengetatan regulasi terhadap privacy coin, terutama di yurisdiksi yang sudah sensitif terhadap isu pencucian uang dan pendanaan ilegal.

Implikasi bagi Industri dan Pengguna Kripto

Kerugian hampir $400 juta dalam satu bulan menjadi pengingat keras bahwa keamanan kripto tidak hanya soal audit kode atau teknologi canggih. Edukasi pengguna kini menjadi garis pertahanan utama.

Bagi industri, ini berarti proyek dan penyedia layanan harus meningkatkan komunikasi keamanan, memperjelas kanal resmi, serta aktif memperingatkan pengguna soal modus penipuan terbaru.

Bagi investor dan holder individu, kewaspadaan ekstra, seperti verifikasi ganda sumber informasi dan skeptisisme terhadap pesan mendesak—menjadi keharusan.

Baca Juga: Gila! Hacker Raup Rp  2 Triliun dari Bank Sentral Brasil dalam Sekejap!

Lonjakan kerugian kripto di Januari 2026 menegaskan satu hal penting: faktor manusia masih menjadi target paling empuk bagi penjahat siber.

Dominasi phishing dibanding smart contract hack menunjukkan perubahan lanskap ancaman yang signifikan.

Dengan semakin canggihnya teknik social engineering dan meningkatnya sorotan regulator terhadap privacy coin seperti Monero, industri kripto dihadapkan pada tantangan ganda: meningkatkan keamanan pengguna sekaligus menjaga keseimbangan antara privasi dan kepatuhan.

Tanpa perbaikan di sisi edukasi dan kesadaran, risiko kerugian serupa berpotensi terus menghantui pasar kripto sepanjang 2026.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com