Category Archives: Tokocrypto

Harga Pi Network kNaik 3,17% ke $0,182, Dibayangi Tren Bearish

Harga Pi Network menunjukkan penguatan dalam 24 jam terakhir dengan kenaikan 3,17% ke level $0,182, sedikit mengungguli pergerakan pasar kripto secara keseluruhan yang naik sekitar 1%.

Meski terlihat positif di permukaan, pergerakan ini dinilai lebih sebagai rebound jangka pendek dibandingkan sinyal pembalikan tren.

Tekanan bearish masih mendominasi, terutama karena minimnya katalis kuat dan lemahnya volume perdagangan.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 7%, Tertekan Profit Taking

Kenaikan Dipicu Sentimen Pasar (Beta-Driven)

Sebagaimana dikutip dari Coinmarketcap pada Minggu (29/3), kenaikan harga Pi terjadi seiring dengan menguatnya kapitalisasi pasar kripto global sekitar 0,96%.

Ini menunjukkan bahwa pergerakan Pi lebih didorong oleh sentimen pasar secara umum (beta-driven), bukan faktor spesifik dari aset itu sendiri.

Bahkan jika dibandingkan dengan Bitcoin yang naik sekitar 1,06%, Pi memang sedikit outperform. Namun, keunggulan ini belum cukup untuk mengindikasikan momentum bullish yang solid.

Aktivitas internal jaringan juga turut memberi sedikit dorongan. Beberapa perkembangan seperti fase kedua migrasi jaringan serta laporan transfer sekitar 50 juta PI antar wallet foundation menjadi latar belakang pergerakan ini, meski dampaknya terbatas.

Artinya, kenaikan ini lebih mencerminkan “ikut naik” bersama pasar, bukan karena kekuatan fundamental baru.

Minim Katalis, Volume Justru Turun

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 29 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 29 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Salah satu indikator penting yang menahan optimisme adalah volume perdagangan yang turun hingga 31,61% dalam 24 jam terakhir.

Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan harga tidak didukung oleh partisipasi pasar yang kuat.

Selain itu, tidak ada berita besar seperti listing exchange, kemitraan strategis, atau pengumuman utilitas baru yang biasanya menjadi pemicu lonjakan harga signifikan.

Sentimen komunitas juga cenderung netral. Diskusi lebih banyak berfokus pada potensi jangka panjang dibandingkan faktor jangka pendek yang bisa mendorong harga.

Ini berarti, tanpa katalis tambahan dan dukungan volume, kenaikan ini rentan mengalami koreksi.

Level Kunci yang Harus Diperhatikan

Secara teknikal, struktur harga Pi masih lemah dan berada dalam tekanan tren turun yang lebih besar. Beberapa level penting menjadi acuan dalam jangka pendek:

  • Resistance terdekat: $0,189
  • Support kuat: $0,175
  • Support lanjutan: $0,171 dan $0,159

Jika harga mampu bertahan di atas $0,175, ada peluang untuk menguji resistance di $0,189. Namun, jika gagal dan turun di bawah $0,171, maka potensi penurunan ke area $0,159 semakin terbuka.

Untuk mengubah bias menjadi lebih bullish, Pi perlu mencatatkan penutupan harian di atas $0,210—level yang saat ini masih cukup jauh.

Event Penting: Deadline 6 April

Faktor lain yang patut diperhatikan adalah agenda penting dari jaringan Pi, yaitu upgrade node wajib ke Protocol 21 yang dijadwalkan pada 6 April 2026.

Upgrade ini menjadi momen krusial karena kegagalan dalam implementasi atau partisipasi jaringan dapat memicu tekanan tambahan pada harga. Sebaliknya, jika berjalan lancar, bisa menjadi katalis positif jangka pendek.

Outlook: Rebound dalam Tren Turun

Secara keseluruhan, kenaikan harga Pi Network saat ini lebih tepat disebut sebagai counter-trend bounce di tengah tren bearish yang masih dominan.

Tidak adanya katalis kuat, ditambah volume yang melemah, membuat reli ini belum memiliki fondasi yang solid untuk berlanjut.

Kenaikan ini lebih mencerminkan pantulan teknikal dalam tren turun yang lebih besar, bukan perubahan fundamental yang signifikan. Tanpa dukungan volume dan katalis baru, pergerakan seperti ini biasanya tidak bertahan lama.

Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok 26%, Tekanan Jual Besar Picu Koreksi Tajam

Harga Pi Network memang menunjukkan performa positif dalam 24 jam terakhir, namun masih jauh dari aman untuk disebut bullish reversal.

Fokus pasar kini tertuju pada dua hal utama, yaitu kemampuan harga bertahan di atas level support kunci dan dampak dari upgrade jaringan pada 6 April.

Jika kedua faktor ini tidak mendukung, maka tren turun berpotensi kembali mendominasi dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Naik Tipis $66.735 Masih Tertekan

Harga Bitcoin hari ini tercatat di $66.735,61 per BTC, mencatat kenaikan 0,75% dalam 24 jam terakhir, menurut catatan Tokocrypto pada Minggu (29/3).

Kapitalisasi pasar berada di kisaran $1,33 triliun, dengan volume perdagangan harian mencapai $20,42 miliar.

Kenaikan ini menunjukkan adanya pemulihan jangka pendek, namun jika dilihat dari perspektif lebih luas, tren Bitcoin masih berada dalam tekanan koreksi dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: Harga Bitcoin Sempat Tiba-Tiba Naik, Reli Sungguhan atau Bull Trap?

Pergerakan Harian: Stabil dengan Kenaikan Terbatas

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang yang relatif sempit, dengan level terendah di $66.095,80 dan tertinggi di $67.232,86.

Kenaikan sekitar $527,90 (+0,8%) hari ini mencerminkan stabilisasi harga setelah tekanan jual sebelumnya.

Namun, pergerakan per jam menunjukkan sedikit pelemahan sebesar -0,21%, mengindikasikan adanya aksi ambil untung jangka pendek.

Secara umum, kondisi ini menggambarkan pasar yang masih wait and see, tanpa dorongan kuat dari sisi volume maupun katalis besar.

Tren Lebih Panjang Masih Bearish

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 29 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 29 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika ditarik ke timeframe yang lebih panjang, tekanan terhadap Bitcoin masih cukup signifikan:

  • 30 hari: turun 1,57%
  • 60 hari: anjlok 24,93%
  • 90 hari: melemah 26,01%

Penurunan tajam dalam 60 hingga 90 hari terakhir menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase koreksi setelah periode bullish sebelumnya.

Meskipun harga saat ini relatif stabil, tren besar masih belum menunjukkan tanda pembalikan yang kuat.

Jarak dari All-Time High Masih Jauh

Bitcoin saat ini masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07. Artinya, harga BTC telah terkoreksi hampir 50% dari puncaknya.

Hal ini menjadi indikator bahwa pasar masih dalam fase penyesuaian, di mana investor cenderung lebih berhati-hati dan selektif dalam mengambil posisi.

Struktur Pasar dan Likuiditas

Dengan kapitalisasi pasar di atas $1,3 triliun, Bitcoin tetap menjadi aset kripto terbesar dan paling dominan di pasar global.

Sirkulasi suplai saat ini mencapai 20,01 juta BTC, atau sekitar 95,28% dari total maksimum 21 juta BTC. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar suplai sudah beredar, sehingga tekanan inflasi dari sisi suplai relatif terbatas.

Namun, volume perdagangan harian yang berada di kisaran $20 miliar tergolong moderat dan belum menunjukkan lonjakan signifikan.

Tanpa peningkatan volume, pergerakan harga cenderung terbatas dan rentan terhadap volatilitas.

Sentimen Pasar: Konsolidasi

Kombinasi antara kenaikan tipis harian dan tren penurunan jangka menengah menunjukkan bahwa pasar saat ini berada dalam fase konsolidasi.

Investor tampaknya masih menunggu kepastian arah, baik dari faktor makroekonomi, kebijakan suku bunga global, maupun perkembangan industri kripto itu sendiri.

Dalam kondisi seperti ini, Bitcoin biasanya bergerak dalam rentang tertentu sebelum menentukan arah berikutnya: apakah melanjutkan tren turun atau memulai pemulihan yang lebih kuat.

Level Penting yang Perlu Diperhatikan

Beberapa level kunci yang menjadi perhatian pelaku pasar saat ini antara lain:

  • Support terdekat: $66.000
  • Support lanjutan: $64.000
  • Resistance terdekat: $67.200
  • Resistance kuat: $69.000

Jika Bitcoin mampu menembus resistance di atas $67.200 dengan volume yang meningkat, peluang untuk melanjutkan kenaikan akan terbuka.

Sebaliknya, jika gagal bertahan di atas $66.000, tekanan jual bisa kembali mendominasi.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun $66.098, Ada Apa?

Kenaikan harga Bitcoin hari ini memberikan sinyal positif jangka pendek, namun belum cukup untuk mengubah tren besar yang masih bearish.

Dengan tekanan koreksi dalam 2–3 bulan terakhir dan volume yang belum solid, pasar masih berada dalam fase konsolidasi.

Dengan analisa harga BTC hari ini, investor disarankan untuk memperhatikan level support dan resistance kunci serta menunggu konfirmasi arah pasar berikutnya sebelum mengambil keputusan besar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Perpetual Futures Crypto: Apa Bedanya dengan Futures Biasa?

Dalam dunia trading kripto, istilah futures mungkin sudah cukup familiar. Namun, ada satu jenis yang sering digunakan trader, yaitu perpetual futures.

Sekilas, keduanya terlihat mirip karena sama-sama memungkinkan trader berspekulasi terhadap pergerakan harga aset kripto. Tapi ternyata, antara futures dan perpetual futures merupakan dua hal yang berbeda lho!

Artikel ini akan membahas perbedaan keduanya, agar kamu bisa memilih instrumen yang sesuai dengan gaya trading. Yuk kita bedah satu per satu!

Apa Itu Futures Biasa?

Crypto futures trading atau perdagangan kontrak berjangka merupakan kontrak derivatif yang mengikat dua pihak untuk membeli atau menjual aset crypto tertentu dengan harga yang sudah disepakati, pada tanggal yang telah ditentukan di masa depan.

Institusi, penambang, dan trader profesional menggunakan kontrak ini untuk hedging maupun spekulasi. Misalnya, seorang penambang Bitcoin yang memperkirakan akan menerima 5 BTC dalam dua bulan dapat menjual kontrak futures hari ini untuk mengunci harga saat ini dan melindungi diri dari potensi penurunan nilai jika ketika dalam dua bulan nanti harganya turun.

Strategi hedging ini memberikan kepastian harga, tetapi membutuhkan margin yang tetap terkunci hingga kontrak berakhir.

Kontrak futures sudah lama digunakan di pasar tradisional untuk komoditas dan saham, dan kini telah diadaptasi untuk aset digital di berbagai exchange besar.

Baca juga: Crypto Futures vs Spot Trading: Mana yang Cocok untuk Trader?

Apa Itu Futures Perpetual?

Kontrak perpetual futures bekerja hampir sama dengan kontrak futures biasa, namun perbedaan ada pada tanggal kadaluarsa, yang mana konrak perpetual futures tidak memiliki tanggal kedaluwarsa.

Trader bisa menahan posisi tanpa batas waktu, selama persyaratan margin terpenuhi dan posisi tidak terkena likuidasi.

Karena tidak memiliki tanggal kadaluarsa, kontrak perpetual menjadi salah satu instrumen yang paling banyak diperdagangkan di pasar derivatif kripto. Tapi, ketiadaan tanggal kedaluwarsa dalam kontrak perpetual futures membuat para trader harus membayar biaya funding.

Funding sendiri merupakan biaya berkala yang dipertukarkan antara trader posisi long dan short untuk menjaga harga perpetual tetap selaras dengan harga pasar spot. Pembayaran ini terjadi beberapa kali dalam sehari, sehingga biaya kecil bisa terakumulasi menjadi signifikan bagi trader yang menggunakan leverage. 

Perbedaan Perpetual Futures vs Futures Biasa

Agar lebih mudah memahami antara perbedaan dari keduanya, berikut perbandingan antara Perpetual Futures vs Futures Biasa dalam bentuk tabel:

Aspek Futures Biasa Perpetual Futures
Expiry Ada tanggal jatuh tempo Tidak ada tanggal jatuh tempo
Pergerakan Harga Akan mendekati harga spot saat jatuh tempo Dijaga tetap dekat dengan harga spot lewat funding
Penyelesaian Diselesaikan saat kontrak berakhir Berjalan terus selama posisi terbuka
Biaya Fee trading + potensi biaya rollover Fee trading + funding rate
Pengguna Umum Institusi & hedger Trader aktif & spekulator

Baca juga: Saat Pasar Crypto Tak Menentu, Cash is King Jadi Jawaban: Apa Maksudnya?

Kesimpulan

Perpetual futures dan futures biasa sama-sama merupakan instrumen derivatif, tetapi memiliki perbedaan utama pada tanggal kedaluwarsa dan mekanisme tradingnya.

Futures biasa memiliki batas waktu kontrak, sementara perpetual futures menawarkan fleksibilitas tanpa expiry dengan tambahan mekanisme funding rate.

Dengan memahami perbedaan ini semoga dapat membantu kamu dalam memilih instrumen yang paling sesuai dengan strategi trading yang kamu miliki.

Apa pun instrumen yang digunakan, selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan trading dan pastikan menggunakan exchange terpercaya seperti Tokocrypto yang telah terdaftar resmi, serta berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.


Investasi dan trading crypto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Sumber:

Binance: Differences Between Perpetual Contract and Traditional Futures Contract

Leverage Trading: Futures Contracts vs Perpetual Futures: 6 Key Differences Explained



Sumber : news.tokocrypto.com

Cadangan Anjlok, Proyek Kota Terancam?

Pemerintah Kerajaan Bhutan kembali melakukan penjualan Bitcoin dalam jumlah besar, menambah tekanan pada cadangan aset digital negara tersebut.

Dilaporkan Coindesk, dalam transaksi terbaru, Bhutan memindahkan 519,707 BTC senilai sekitar $36,75 juta ke alamat eksternal, melanjutkan tren penjualan yang semakin agresif sepanjang 2026.

Penjualan Bitcoin Tembus $150 Juta di 2026

Sejak awal tahun, total Bitcoin yang keluar dari dompet pemerintah Bhutan telah mencapai sekitar $152 juta. Aktivitas ini meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir, termasuk transfer besar senilai $72 juta dalam satu minggu, yang menjadi periode paling aktif dalam sejarah transaksi Bitcoin negara tersebut.

Jika sebelumnya Bhutan hanya menjual dalam kisaran $5 juta hingga $15 juta per transaksi pada Januari dan Februari, kini nilainya melonjak menjadi $35 juta hingga $45 juta per transaksi sepanjang Maret.

Cadangan Bitcoin Turun Drastis

Penjualan berkelanjutan ini membuat kepemilikan Bitcoin Bhutan turun signifikan dari puncaknya sekitar 13.000 BTC pada akhir 2024 menjadi hanya 4.453 BTC saat ini. Penurunan ini setara dengan sekitar 66% dari total cadangan awal.

Nilai portofolio juga ikut tertekan, dari sempat mencapai $1,88 miliar kini tersisa sekitar $315 juta, dipengaruhi oleh kombinasi aksi jual dan penurunan harga Bitcoin dari $119.000 ke kisaran $70.000.

Baca juga: Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa

Diduga Gunakan Skema OTC dengan QCP Capital

Data menunjukkan bahwa sebagian transaksi Bitcoin Bhutan secara konsisten mengarah ke QCP Capital, perusahaan trading berbasis di Singapura. Pola ini mengindikasikan adanya skema penjualan terstruktur melalui jalur OTC (over-the-counter), bukan sekadar penjualan terbuka di pasar.

Pendekatan ini memungkinkan Bhutan menjual dalam jumlah besar tanpa memberikan tekanan langsung terhadap harga pasar.

Proyek Ambisius Terancam

Penurunan cadangan ini juga menimbulkan pertanyaan terhadap komitmen Bhutan dalam proyek Gelephu Mindfulness City. Pada Desember 2024, pemerintah berjanji mengalokasikan hingga 10.000 BTC untuk mendanai proyek tersebut. Namun dengan sisa kepemilikan saat ini di bawah 4.500 BTC, target tersebut dinilai sulit dicapai tanpa menghentikan atau membalikkan tren penjualan.

Menurut Tim Research Tokocrypto yang paling penting di sini bukan cuma Bhutan jual BTC lagi, tapi cara jualnya terlihat makin terstruktur dan makin agresif.

“Kemunculan berulang QCP Capital sebagai counterparty membuat ini lebih mirip distribusi OTC yang disengaja daripada buang barang panik, dan itu berarti pasokan negara yang biaya perolehan-nya nyaris nol masih jadi overhang nyata di pasar Bitcoin,” analisanya.

Bitcoin Jadi Sumber Pendapatan Negara

Menariknya, seluruh Bitcoin yang dimiliki Bhutan berasal dari aktivitas mining berbasis tenaga hidro, yang berarti biaya produksinya relatif mendekati nol. Hal ini membuat setiap penjualan menjadi keuntungan langsung bagi negara, yang ekonominya sangat bergantung pada ekspor energi ke India.

Meski demikian, percepatan penjualan dalam skala besar memunculkan spekulasi mengenai strategi jangka panjang Bhutan terhadap aset kripto, serta dampaknya terhadap proyek-proyek berbasis Bitcoin yang sebelumnya telah diumumkan.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Smart Money Menyerah? Bitcoin Siap Melejit ke Level $70.000 Lagi

Harga Bitcoin yang berada di kisaran $68.928 menjadikan area $70.000 sebagai medan pertempuran baru antar investor institusional.

Dilaporkan Crypto Quant, fenomena yang disebut sebagai “institutional cannibalism” mulai terlihat, di mana whale kelas menengah (1.000–10.000 BTC) melepas sekitar 17.308,9 BTC dalam kondisi panik.

Sementara posisi tersebut justru diambil alih oleh pemain terbesar atau “Supreme Elite” dengan kepemilikan di atas 10.000 BTC melalui transaksi OTC (over-the-counter). Perpindahan aset ini menunjukkan pergeseran kekuatan dari investor yang reaktif terhadap siklus ke pihak dengan likuiditas jauh lebih besar.

Transaksi OTC Dominasi Perdagangan Bitcoin

Data menunjukkan sekitar 85,74% volume Bitcoin terjadi di luar exchange, setara dengan 298.060 BTC atau sekitar US$21 miliar.

Besarnya transaksi ini mengindikasikan bahwa tekanan jual dari whale menengah tidak berdampak signifikan ke harga pasar, karena langsung diserap oleh institusi besar melalui jalur privat. Mekanisme ini menjaga stabilitas harga dan mempertahankan level support di sekitar $70.000.

Baca juga: Miner Menyerah, Sinyal Bitcoin Bakal Bullish

Sinyal Kapitulasi dari Investor Jangka Panjang

Indikator LTH SOPR yang berada di level 0,78 menunjukkan bahwa investor jangka panjang mulai merealisasikan kerugian, sebuah sinyal yang sering dikaitkan dengan fase puncak kepanikan pasar.

Kondisi ini diperkuat dengan turunnya Inflow Mean CDD sebesar 42.900 unit dalam 24 jam, yang menandakan aliran Bitcoin ke exchange mulai mengering. Secara historis, kombinasi ini sering muncul mendekati fase dasar siklus harga.

Tim Research Tokocrypto mengungkap ini bukan smart money menang, ini smart money dimakan oleh pemain yang lebih kaya dan lebih sabar.

“Selama transfer kepemilikan semacam ini terus terjadi di bawah permukaan dan retail masih sibuk shorting area support, pasar Bitcoin justru sedang membangun fondasi supply shock, bukan kehancuran baru,” ujarnya.

Retail Terjebak, Risiko Short Squeeze Menguat

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 28 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 28 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Di sisi lain, investor ritel justru mengambil posisi berlawanan dengan tren dengan membuka posisi short di area support. Data funding rate Binance yang negatif (-0,004704) menunjukkan bahwa pelaku pasar membayar untuk mempertahankan posisi jual. Kondisi ini berpotensi memicu short squeeze jika harga bergerak naik, karena likuidasi posisi short dapat mendorong kenaikan harga secara cepat.

Secara keseluruhan, area $65.000–$70.000 kini menjadi zona penting yang ditopang oleh perpindahan kepemilikan skala besar. Selama tidak terjadi peristiwa tak terduga (black swan) yang mendorong harga turun hingga mendekati realized price di $54.000, pasar berpotensi memasuki fase kekurangan suplai (supply shock). Situasi ini dapat menjadi pemicu pergerakan harga yang lebih agresif dalam waktu dekat.

Baca juga: Mengenal Mining Pool Kripto: Solusi Efektif untuk Miners Kecil 


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Miner Menyerah, Sinyal Bitcoin Bakal Bullish

Pasar kripto menunjukkan sinyal perubahan struktural setelah tekanan jual dari para miner Bitcoin mengalami penurunan signifikan. Data terbaru mengindikasikan bahwa fase kapitulasinya miner mulai mencapai titik akhir, di mana aksi jual paksa yang sebelumnya membanjiri pasar kini semakin berkurang.

Secara historis, kondisi ini sering kali menjadi penanda fase terbentuknya dasar harga (bottom), meski saat ini permintaan pasar masih terlihat lemah.

Tekanan Jual Miner Turun Drastis

Dilaporkan Crypto Quant, penurunan tekanan jual ini mencerminkan berkurangnya suplai Bitcoin yang masuk ke pasar. Dalam siklus sebelumnya, kondisi seperti ini kerap terjadi menjelang fase pemulihan harga. Namun, berbeda dengan pola klasik, saat ini belum diikuti oleh peningkatan permintaan yang signifikan, sehingga pergerakan harga masih cenderung tertahan.

Menurut Tim Research Tokocrypto, setup ini bullish secara struktural karena sumber supply paksa dari miner makin habis, sementara industri mining justru terkonsolidasi ke pemain yang lebih tahan banting.

“Dalam jangka pendek ini memberi bantalan ke harga, dan dalam jangka menengah bisa menciptakan pasar Bitcoin yang lebih sehat karena tekanan jual alami dari penambang makin mengecil,” tuturnya.

Hash Rate Naik di Tengah Profitabilitas Menurun

Di sisi lain, hash rate Bitcoin justru terus meningkat, menandakan persaingan antar miner semakin ketat. Hal ini terjadi di tengah kondisi profitabilitas yang memburuk, di mana hash price mendekati titik terendah sepanjang sejarah. Biaya produksi Bitcoin kini diperkirakan berada di kisaran $80.000, membuat sebagian miner beroperasi dalam kondisi merugi.

Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan besar di industri mining, terutama bagi pelaku dengan modal terbatas yang kesulitan bertahan.

Baca juga: Solo Miner Ini Berhasil Tambang 3 BTC Senilai Rp4,5M! Kok Bisa?!

Miner Kecil Tersingkir, Pemain Besar Menguat

Divergensi antara kenaikan hash rate dan penurunan profitabilitas mengindikasikan terjadinya konsolidasi di sektor mining. Miner dengan skala kecil mulai tersingkir, sementara perusahaan besar dengan modal kuat justru memperluas pangsa pasar mereka.

Selain itu, banyak perusahaan mining kini mulai mengalihkan fokus ke sektor lain seperti artificial intelligence (AI) dan high-performance computing (HPC) untuk menjaga keberlanjutan bisnis mereka, tidak lagi bergantung sepenuhnya pada hasil mining Bitcoin.

Sinyal Awal Fase Bullish Struktural

Secara keseluruhan, kondisi ini mengarah pada perubahan struktural dalam pasar Bitcoin. Dalam jangka pendek, berkurangnya tekanan jual memberikan ruang bagi stabilisasi harga. Sementara dalam jangka menengah hingga panjang, kombinasi antara berkurangnya suplai dan konsolidasi kekuatan mining berpotensi menciptakan fondasi bagi tren bullish yang lebih kuat.

Perkembangan ini menjadi sinyal penting bahwa dinamika pasar Bitcoin tidak hanya dipengaruhi oleh permintaan, tetapi juga oleh perubahan fundamental di sisi produksi dan distribusi aset tersebut.

Baca juga: Mengenal Mining Pool Kripto: Solusi Efektif untuk Miners Kecil 


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bank Inggris Pindahkan Tabungan ke Blockchain: Apakah Aman?

Monument Bank mengumumkan rencana ambisius untuk mentokenisasi hingga £250 juta dana simpanan nasabah ke dalam jaringan blockchain publik yang dikembangkan oleh Midnight Foundation. Langkah ini menjadi salah satu inisiatif pertama dari bank berlisensi di Inggris yang membawa produk tabungan ritel langsung ke teknologi blockchain, tanpa menghilangkan perlindungan konsumen yang berlaku.

Tokenized Savings Tetap Dijamin dan Terlindungi

Dilaporkan Coin Turk, bank yang berdiri sejak 2018 dan diawasi oleh Bank of England ini saat ini mengelola sekitar £7 miliar dana dari lebih 100.000 nasabah. Dalam skema baru tersebut, setiap token digital akan merepresentasikan pound sterling yang disimpan di bank. Nasabah tetap dapat memperoleh bunga, menarik dana dalam GBP kapan saja, serta tetap terlindungi oleh Financial Services Compensation Scheme (FSCS).

Menariknya, penggunaan blockchain tidak akan terasa langsung oleh nasabah karena seluruh interaksi tetap dilakukan melalui aplikasi Monument tanpa perlu memahami wallet atau private key. Infrastruktur blockchain di balik layar dirancang untuk memastikan keamanan data, transparansi, serta pencatatan transaksi yang tidak dapat dimanipulasi.

Teknologi Midnight Jawab Tantangan Privasi

Teknologi yang digunakan berasal dari Midnight Foundation, yang berfokus pada blockchain publik dengan fitur privasi tinggi. Sistem ini memungkinkan transaksi tetap tercatat secara transparan di jaringan, namun data sensitif hanya dapat diakses oleh pihak terkait. Pendekatan ini dinilai mampu menjawab tantangan utama industri keuangan, yaitu menyeimbangkan transparansi blockchain dengan kebutuhan privasi dalam sistem perbankan modern.

Presiden Midnight Foundation, Fahmi Syed, menyebut bahwa permintaan terhadap produk keuangan berbasis blockchain yang tetap patuh regulasi terus meningkat.

Baca juga: Inggris Siapkan Langkah Besar Lawan Ancaman Penipuan Kripto

Industri Keuangan Mulai Bergeser ke Blockchain

Pendiri Monument Bank, Mintoo Bhandari, menegaskan bahwa inovasi ini ditujukan untuk menghadirkan layanan keuangan canggih kepada segmen nasabah mass-affluent yang selama ini kurang mendapatkan akses optimal.

Langkah ini juga menandai pergeseran penting dalam industri keuangan global, di mana institusi mulai mengeksplorasi penggunaan blockchain untuk produk yang sebelumnya hanya tersedia secara konvensional.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kalau ini jalan, dampaknya jauh lebih besar dari sekadar eksperimen bank dengan blockchain.

“Ini berarti deposito ritel mulai dipindahkan ke rel on-chain tanpa memaksa pengguna jadi crypto-native, dan itu salah satu bentuk adopsi paling berbahaya buat sistem lama karena terjadi diam-diam di balik antarmuka perbankan biasa,” analisanya.

Roadmap 3 Tahap: Dari Tabungan Hingga Pinjaman

Tidak hanya berhenti pada tokenisasi tabungan, Monument juga menyiapkan roadmap tiga tahap. Pada fase berikutnya, nasabah akan mendapatkan akses ke produk investasi yang telah ditokenisasi seperti private equity, komoditas, dan instrumen terstruktur yang biasanya hanya tersedia bagi investor institusi.

Fase ketiga akan menghadirkan layanan pinjaman berbasis agunan investasi, memungkinkan nasabah memperoleh likuiditas tanpa harus menjual aset mereka. CEO Monument Bank, Ian Rand, menyatakan bahwa integrasi teknologi ini bertujuan menggabungkan inovasi finansial dengan standar perlindungan bank konvensional.

Potensi Pasar Tokenisasi Capai Triliunan Dolar

Daniel Fozzati dari The Building Blocks menyebut proyek ini sebagai terobosan global yang memanfaatkan ekosistem inovasi Inggris.

Sebagai gambaran skala perkembangan, Boston Consulting Group memproyeksikan pasar aset tokenisasi dapat mencapai nilai antara $4 triliun hingga $16 triliun pada tahun 2030. Langkah Monument Bank dinilai menjadi sinyal kuat bahwa transformasi menuju sistem keuangan berbasis blockchain kini mulai menyasar sektor perbankan ritel secara langsung.

Baca juga: Paxos Tak Sengaja Cetak Stablecoin $300 Triliun untuk PayPal!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Pelaku Terancam Bui Seumur Hidup

Otoritas Amerika Serikat mengungkap kasus besar yang mengaitkan penggunaan cryptocurrency dalam jaringan perdagangan narkoba global.

Sebuah grand jury federal di Ohio resmi mendakwa dua perusahaan farmasi asal China dan enam warga negaranya atas dugaan perdagangan prekursor fentanyl serta pencucian uang lintas negara.

Crypto Jadi Alat Utama Transaksi Narkoba

Dalam dakwaan tersebut, perusahaan Shandong Believe Chemical Company Pte Ltd. dan Shandong Ranhang Biotechnology Co. Ltd. disebut menjual bahan kimia prekursor dan zat campuran (cutting agents) yang digunakan untuk memproduksi fentanyl. Para pelanggan diarahkan untuk melakukan pembayaran menggunakan cryptocurrency ke wallet yang dikendalikan oleh para pelaku.

Dilaporkan The Block, Otoritas menyebut dana dari transaksi tersebut kemudian dipindahkan ke institusi keuangan luar negeri, menunjukkan peran penting crypto dalam memfasilitasi aliran dana ilegal secara global.

Bagian dari Operasi Besar FBI

Kasus ini merupakan bagian dari inisiatif FBI bertajuk “Operation Box Cutter” yang bertujuan membongkar jaringan perdagangan fentanyl internasional. Tiga dari terdakwa juga didakwa mencoba memberikan dukungan kepada kartel narkoba Meksiko yang telah ditetapkan sebagai organisasi teroris asing.

Jaksa AS Dominick S. Gerace II menegaskan bahwa penegakan hukum kini menargetkan seluruh rantai pasokan, mulai dari produsen bahan kimia hingga distributor di lapangan.

Zat Campuran Tingkatkan Produksi Hingga 20 Kali Lipat
Salah satu bahan yang diperdagangkan adalah medetomidine, obat penenang hewan yang digunakan untuk mencampur fentanyl. Zat ini dapat meningkatkan volume produksi secara signifikan, di mana satu kilogram fentanyl bisa diperbanyak hingga 20 kali lipat dan menghasilkan jutaan dosis yang beredar di jalanan.

Jika terbukti bersalah, para terdakwa menghadapi ancaman hukuman berat, termasuk penjara seumur hidup untuk kasus perdagangan narkoba serta hingga 20 tahun untuk pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Pola Pencucian Uang Crypto Terungkap

Peneliti dari TRM Labs mengungkap pola pencucian uang yang digunakan dalam kasus ini. Prosesnya dimulai dari penerimaan stablecoin di satu alamat, kemudian dana dipecah dan dialirkan melalui serangkaian wallet sebelum akhirnya dikonversi menjadi fiat di titik keluar lintas negara.

Data juga menunjukkan bahwa sekitar 97% produsen prekursor narkoba berbasis di China menerima pembayaran crypto. Aliran dana on-chain ke vendor ini mencapai $39,1 juta pada 2025, meningkat dari $34,7 juta di 2024 dan $30,9 juta di 2023.

Tim Research Tokocrypto mengatakan kasus ini mempertegas arah regulasi AS yang makin agresif terhadap penggunaan kripto dalam kejahatan lintas negara, terutama ketika menyentuh fentanyl dan kartel.

“Begitu narasinya bergeser dari sekadar money laundering umum ke suplai narkotika global, tekanan penegakan hukum terhadap wallet, payment rails, dan fasilitator on-chain bakal jadi jauh lebih brutal,” ungkapnya.

Penegakan Hukum Mulai Sasar Rantai Hulu

Kasus ini menandai perubahan strategi penegakan hukum, yang kini tidak hanya fokus pada kartel, tetapi juga menyasar pemasok bahan baku, fasilitator pembayaran, hingga pemilik wallet crypto.

Langkah ini menunjukkan bahwa penggunaan cryptocurrency dalam aktivitas ilegal semakin menjadi perhatian global, seiring meningkatnya peran aset digital dalam rantai pasokan narkotika internasional.

Baca juga: Amerika Borong Bitcoin, China Tumpuk Emas: Perang Aset Dunia Dimulai?!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Turun $66.098, Ada Apa?

Harga Bitcoin kembali mengalami tekanan signifikan dalam 24 jam terakhir, turun sekitar 3,29% ke level $66.098.

Penurunan ini memperpanjang tren pelemahan jangka pendek, di mana Bitcoin kini telah terkoreksi lebih dari 6% dalam sepekan terakhir dan lebih dari 24% dalam periode 90 hari.

Dengan kapitalisasi pasar yang masih berada di kisaran $1,32 triliun dan volume perdagangan harian mencapai $45 miliar, Bitcoin tetap menjadi aset kripto paling dominan.

Namun, data terbaru menunjukkan bahwa dominasi tersebut tidak membuatnya kebal terhadap tekanan makro dan perubahan sentimen investor global.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun $68.926, Tekanan Pendek

Tekanan Jangka Pendek: Koreksi Berlanjut

Dalam perdagangan 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat Bitcoin sempat menyentuh level tertinggi di $68.909 sebelum akhirnya turun ke titik terendah harian di $65.532.

Pergerakan ini mencerminkan volatilitas tinggi yang dipicu oleh aksi jual yang cukup agresif di pasar.

Penurunan harian sebesar lebih dari $2.200 menunjukkan adanya tekanan jual yang cukup kuat, terutama di tengah kondisi pasar yang cenderung risk-off.

Investor tampaknya mulai mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk kripto, seiring meningkatnya ketidakpastian global.

Selain itu, dalam jangka waktu 30 hari, Bitcoin juga mencatat penurunan sebesar 3,41%, yang mengindikasikan bahwa momentum bullish sebelumnya mulai kehilangan tenaga.

Tren Lebih Panjang Masih Tertekan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 28 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 28 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika dilihat dalam perspektif yang lebih luas, kondisi Bitcoin saat ini masih jauh dari titik optimal. Dalam 60 hari terakhir, harga telah terkoreksi lebih dari 25%, sementara dalam 90 hari penurunannya mencapai sekitar 24,5%.

Jarak yang masih cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198 menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi panjang setelah reli besar sebelumnya. Kondisi ini sering kali diwarnai oleh volatilitas tinggi dan pergerakan harga yang tidak stabil.

Meski demikian, suplai Bitcoin yang beredar kini telah mencapai sekitar 20,01 juta BTC, atau lebih dari 95% dari total maksimum 21 juta.

Faktor kelangkaan ini tetap menjadi salah satu fondasi fundamental jangka panjang yang kuat bagi Bitcoin.

Faktor Sentimen: Kombinasi Makro dan Teknis

Untuk analisa harga BTC hari ini, penurunan harga Bitcoin saat ini tidak bisa dilepaskan dari kombinasi faktor makro dan teknikal.

Dari sisi makro, meningkatnya ketidakpastian global, termasuk isu geopolitik dan pergerakan harga komoditas seperti minyak, telah mendorong investor untuk mengambil posisi lebih defensif.

Sementara dari sisi teknikal, Bitcoin terlihat kesulitan mempertahankan level support penting di atas $68.000. Kegagalan ini memicu aksi jual lanjutan yang membawa harga turun ke area $66.000.

Perubahan harga dalam satu jam terakhir yang hanya naik tipis 0,13% menunjukkan bahwa upaya rebound masih terbatas dan belum cukup kuat untuk membalikkan tren jangka pendek.

Level Kritis yang Perlu Diperhatikan

Dalam jangka pendek, level $65.000 menjadi area support penting yang harus dipertahankan. Jika tekanan jual berlanjut dan level ini ditembus, maka potensi penurunan lebih lanjut ke area $62.000 hingga $60.000 bisa terbuka.

Sebaliknya, untuk memulihkan sentimen bullish, Bitcoin perlu kembali menembus dan bertahan di atas level $68.000 hingga $70.000. Level tersebut menjadi area psikologis penting yang sering menjadi acuan pelaku pasar.

Volume perdagangan yang masih cukup tinggi menunjukkan bahwa minat terhadap Bitcoin belum hilang, namun arah pergerakan selanjutnya akan sangat ditentukan oleh dinamika pasar global.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik ke $70.722, Sinyal Rebound?

Penurunan harga Bitcoin ke level $66.098 mencerminkan tekanan yang masih kuat di pasar kripto, terutama di tengah sentimen risk-off yang mendominasi.

Meskipun fundamental jangka panjang tetap solid, pergerakan jangka pendek masih menunjukkan potensi volatilitas tinggi.

Investor disarankan untuk memperhatikan level support dan resistance kunci, serta perkembangan sentimen global yang dapat memengaruhi arah pasar. Dalam kondisi seperti ini, manajemen risiko menjadi faktor krusial dalam menghadapi fluktuasi harga yang cepat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Turun 3%, Tertekan Arus Keluar ETF Bitcoin

Harga Pi Network kembali melemah dalam 24 jam terakhir, turun sekitar 3,08% ke level $0,177 menurut catatan Coinmarketcap pada Sabtu (28/3).

Penurunan ini terjadi di tengah tekanan pasar kripto secara luas yang dipicu oleh meningkatnya sentimen risk-off global, sekaligus menunjukkan tingginya korelasi Pi terhadap pergerakan Bitcoin sebagai aset utama.

Secara umum, pergerakan harga Pi Network kali ini tidak didorong oleh katalis spesifik dari dalam ekosistemnya, melainkan lebih sebagai efek lanjutan dari tekanan makro yang memukul hampir seluruh aset berisiko, termasuk kripto.

Baca Juga: Pi Network Melonjak 11% Pasca Upgrade Protocol 20

Tekanan Makro Jadi Pemicu Utama

Penurunan harga Pi sejalan dengan pelemahan pasar kripto global yang juga turun sekitar 3%.

Faktor utama di balik kondisi ini adalah meningkatnya ketidakpastian geopolitik, khususnya terkait ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, serta lonjakan harga minyak yang mendekati $110 per barel.

Kondisi tersebut memicu pergeseran sentimen investor ke arah lebih defensif.

Salah satu indikator yang paling terlihat adalah arus keluar dana dari ETF Bitcoin spot di AS yang mencapai sekitar $171 juta dalam satu hari, yang tercatat sebagai jumlah terbesar dalam tiga minggu terakhir.

Alhasil, arus keluar ini memberikan tekanan tambahan pada harga Bitcoin, yang kemudian menyeret altcoin seperti Pi.

Dalam konteks ini, Pi kembali menunjukkan karakter sebagai aset high-beta, bergerak searah dengan Bitcoin, tetapi dengan volatilitas yang lebih tinggi.

Tekanan Internal Perkuat Penurunan

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 28 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 28 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Selain faktor eksternal, Pi juga masih menghadapi sejumlah tekanan dari dalam ekosistemnya.

Salah satu yang paling disorot adalah proses migrasi token yang masih berlangsung, yang secara bertahap meningkatkan suplai beredar di pasar.

Peningkatan suplai ini berpotensi menciptakan tekanan jual tambahan, terutama ketika tidak diimbangi oleh permintaan baru yang cukup kuat. Dalam kondisi pasar yang sedang melemah, faktor ini menjadi semakin signifikan.

Dari sisi teknikal, struktur harga Pi juga menunjukkan kelemahan. Aset ini masih bergerak dalam pola penurunan (descending structure), dengan level support penting di sekitar $0,17 yang kini mulai teruji.

Ketidakmampuan Pi untuk mempertahankan level ini dapat membuka ruang penurunan lebih lanjut.

Outlook Jangka Pendek: Waspadai Level Kritis

Dalam jangka pendek, pergerakan Pi masih cenderung bearish selama harga bertahan di bawah area resistance sekitar $0,19.

Level ini menjadi batas penting untuk menentukan apakah pasar bisa mulai stabil atau justru melanjutkan tren penurunan.

Jika tekanan jual berlanjut dan harga menembus support $0,17 secara meyakinkan, maka potensi penurunan lanjutan ke area $0,15 menjadi semakin terbuka.

Sebaliknya, jika Pi mampu bertahan dan kembali menembus $0,19, hal ini bisa menjadi sinyal awal pemulihan.

Namun demikian, arah pergerakan Pi tetap sangat bergantung pada kondisi pasar secara keseluruhan, terutama stabilitas Bitcoin. Selama Bitcoin belum menemukan titik keseimbangan yang kuat, altcoin seperti Pi kemungkinan akan tetap berada dalam tekanan.

Sentimen Pasar Masih Mendominasi

Pergerakan terbaru ini menegaskan bahwa harga Pi Network masih lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar global dibandingkan perkembangan internalnya.

Tanpa adanya katalis kuat seperti pembaruan besar atau peningkatan adopsi signifikan, Pi cenderung mengikuti arah pasar yang lebih luas.

Meski roadmap pengembangan jaringan tetap berjalan, termasuk rencana upgrade node ke versi 23.0 dalam beberapa bulan ke depan, dampaknya terhadap harga dalam jangka pendek masih terbatas jika tekanan eksternal belum mereda.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,199, Likuiditas Tipis Picu Volatilitas Tinggi

Penurunan harga Pi Network kali ini mencerminkan kombinasi antara tekanan makro global dan faktor internal yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Dengan struktur teknikal yang masih lemah dan suplai yang terus bertambah, Pi berada dalam posisi rentan di tengah kondisi pasar yang tidak kondusif.

Ke depan, level $0,17 menjadi titik krusial yang perlu diperhatikan. Sementara itu, stabilitas Bitcoin akan menjadi faktor utama yang menentukan apakah tekanan terhadap Pi akan berlanjut atau mulai mereda.




Sumber : news.tokocrypto.com