Category Archives: Tokocrypto

Solusi Investasi Emas yang Fleksibel dan Modern

Di tengah perkembangan pesat industri kripto dan kebutuhan investor akan aset lindung nilai, tokenized gold atau emas yang ditokenisasi muncul sebagai solusi inovatif yang menggabungkan kestabilan emas dengan fleksibilitas teknologi blockchain.

Tokenized gold merupakan representasi digital dari emas fisik yang disimpan di brankas oleh kustodian terpercaya. Umumnya, satu token mewakili satu ons emas atau jumlah tertentu dari emas asli, sehingga nilainya tetap mengikuti harga emas di pasar global.

Konsep ini menjadi bagian dari tren Real World Assets (RWA), di mana aset dunia nyata diubah menjadi bentuk digital agar lebih mudah diakses dan diperdagangkan.

Akses Lebih Mudah dan Fleksibel

Berbeda dengan emas fisik yang membutuhkan biaya besar dan penyimpanan khusus, tokenized gold memungkinkan investor memiliki emas dalam jumlah kecil (fractional ownership). Hal ini membuka akses investasi emas bagi lebih banyak kalangan, bahkan hanya dengan modal kecil.

Selain itu, token ini dapat diperdagangkan 24 jam sehari di platform kripto, berbeda dengan pasar emas tradisional yang terbatas pada jam operasional tertentu. Proses transaksi pun menjadi lebih cepat dan efisien.

Cara Kerja Tokenized Gold

Secara umum, proses tokenisasi emas melibatkan tiga tahap utama, yaitu penyimpanan emas fisik oleh penerbit, pembuatan token digital melalui smart contract, serta audit berkala untuk memastikan jumlah token sesuai dengan cadangan emas yang dimiliki.

Investor yang memiliki token juga dapat memperdagangkannya di bursa kripto atau, dalam beberapa kasus, menukarkannya kembali dengan emas fisik sesuai ketentuan yang berlaku.

Transparansi dan Integrasi DeFi

Keunggulan lain dari tokenized gold adalah transparansi melalui teknologi blockchain. Catatan kepemilikan tersimpan secara permanen dan dapat diverifikasi, terutama jika didukung oleh sistem proof of reserve.

Tidak hanya itu, aset ini juga dapat dimanfaatkan dalam ekosistem decentralized finance (DeFi), seperti dijadikan jaminan pinjaman atau sumber likuiditas, sehingga memberikan nilai tambah dibandingkan emas fisik yang cenderung pasif.

Contoh Produk dan Perkembangan Pasar

Beberapa contoh tokenized gold yang populer di pasar adalah Tether Gold (XAUT) dan Paxos Gold (PAXG), yang masing-masing didukung oleh emas fisik yang disimpan di brankas di Swiss dan London.

Seiring meningkatnya minat terhadap aset digital, tokenized gold diperkirakan akan terus berkembang sebagai jembatan antara keuangan tradisional dan ekosistem kripto.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Meski menawarkan berbagai keunggulan, tokenized gold juga memiliki risiko, terutama terkait kepercayaan terhadap pihak kustodian yang menyimpan emas. Jika terjadi masalah pada penerbit, nilai token bisa terdampak.

Selain itu, regulasi terkait aset digital masih terus berkembang di berbagai negara, sehingga dapat memengaruhi perdagangan dan penggunaan tokenized gold di masa depan.

Likuiditas yang masih lebih rendah dibandingkan pasar emas global serta potensi biaya transaksi juga menjadi pertimbangan bagi investor.

Penutup

Tokenized gold menjadi salah satu inovasi penting dalam transformasi keuangan digital. Dengan menggabungkan keamanan emas dan kemudahan teknologi blockchain, instrumen ini menawarkan alternatif investasi yang lebih modern, fleksibel, dan inklusif di era digital.

Baca juga: Linea: Kuda Hitam Layer-2 Ethereum Siap Geser Arbitrum dan zkSync!

Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

Sumber: Binance Academy


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 30 Maret 2026: Cenderung Stabil, Ada Kenaikan?

Pasar kripto di awal pekan ini, Senin (30/3) cenderung bergerak stabil di tengah ketidakpastian geopolitik. Bitcoin bertahan di kisaran $66.000–$66.500 setelah munculnya isu potensi serangan darat dari Iran. Meski sentimen sempat memanas, pasar memilih wait and see sambil menunggu pembukaan pasar tradisional dan perkembangan lanjutan dari jalur diplomasi. Kondisi ini membuat pergerakan harga relatif terbatas, dengan volatilitas yang masih bisa meningkat sewaktu-waktu.

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah altcoin justru mencatatkan kinerja positif. NOM memimpin dengan kenaikan 31% ke level Rp67,86. Ontology (ONT) turut menguat 21% ke Rp1.276,81, sementara STO naik 15% dan diperdagangkan di sekitar Rp2.504,08. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Potensial di Awal Pekan Ini

  • NOM melesat tajam 31% dan kini berada di level Rp67,86.
  • ONT menguat signifikan sebesar 21% ke posisi harga Rp1.276,81.
  • STO naik 15% dan saat ini diperdagangkan di angka Rp2.504,08.

Bitcoin Bertahan di $66.000 Imbas Isu Konflik Iran

  • Bitcoin $66.500 saat isu serangan darat Iran mencuat.
  • Bitcoin stabil menanti pembukaan pasar tradisional.
  • Fokus diplomasi berlanjut meski ada laporan potensi serangan.

Absen aplikasi + Undang Teman Dapet Hadiah Rp60 Juta!

Michael Saylor Jeda Beli Bitcoin Setelah Rutin Selama 13 Minggu

  • Absen unggah “Orange Dot” pertama kalinya dalam 13 minggu.
  • Fokus beralih ke saham STRC, bukan sinyal beli BTC baru.
  • Laporan 8-K Senin akan ungkap status pembelian perusahaan.

YoungHoon Kim Rilis 5 Prediksi Kripto, Fokus pada XRP

  • Klaim “Putra XRP“, ramal harga tembus $100.
  • Prediksi altseason dan sebut Bitcoin sebagai meme coin.
  • Kredibilitas IQ 276 miliknya masih diperdebatkan para ahli.

Baca juga: Riset Kripto 23-27 Mar 2026: Bitcoin Lesu, Krisis Minyak Global Ancam RI


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Emas Rontok, Bitcoin Naik: Tahta Safe Haven Bergeser?

Pasar global menunjukkan pergeseran menarik di tengah konflik Timur Tengah, di mana Bitcoin dan emas bergerak berlawanan arah.

Dilaporkan Coingape, data terbaru menunjukkan Bitcoin mencatat kenaikan sekitar 7% hingga 10% sejak akhir Februari, sementara harga emas justru turun tajam hingga 19% dari sekitar $5.500 ke $4.493. Perbedaan ini memicu kembali perdebatan mengenai peran kedua aset sebagai lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik.

Bitcoin Unggul di Tengah Arus Dana ETF

Perbedaan kinerja ini tidak lepas dari perubahan arus likuiditas. ETF berbasis emas mengalami arus keluar sebesar $7,9 miliar atau sekitar 54,8 ton, sementara Bitcoin justru mencatat inflow lebih dari $1,1 miliar hanya dalam dua minggu awal konflik. Bahkan pada 2 Maret saja, inflow mencapai $458 juta.

Selain itu, kenaikan yield obligasi AS 10 tahun ke level 4,415% meningkatkan opportunity cost bagi investor untuk memegang emas yang tidak menghasilkan imbal hasil. Kondisi ini mendorong institusi mengurangi eksposur terhadap emas dan beralih ke aset lain seperti Bitcoin.

Baca juga: XAU₮ Masuk BNB Chain: Akses Emas Tokenisasi Kian Luas

Struktur Pasar Jadi Faktor Kunci

Keunggulan Bitcoin juga didukung oleh struktur pasar yang lebih fleksibel. Berbeda dengan pasar tradisional, Bitcoin dapat diperdagangkan 24 jam tanpa henti, memberikan likuiditas yang konsisten bahkan saat pasar lain tutup. Hal ini menjadi faktor penting selama periode volatilitas tinggi akibat konflik.

Kenaikan harga minyak Brent hingga 40% ke $108 per barel turut mempertekan pasar global dan memperkuat pergeseran alokasi aset oleh investor.

Tim Research Tokocrypto melihat fenomena ini sebagai indikasi perubahan narasi dalam pasar global. “Bitcoin mulai diposisikan bukan hanya sebagai aset spekulatif, tetapi juga sebagai alternatif likuid ketika sistem keuangan tradisional mengalami tekanan,” jelas tim riset.

Namun, mereka juga menekankan bahwa pergerakan ini bukan berarti Bitcoin sepenuhnya menggantikan emas. “Kenaikan Bitcoin lebih didorong oleh faktor likuiditas dan akses, sementara emas masih memiliki peran sebagai lindung nilai jangka panjang. Ini adalah pergeseran taktis, bukan perubahan permanen,” tambahnya.

Lebih lanjut, tim riset menyoroti bahwa dominasi ETF dalam menggerakkan harga menunjukkan semakin besarnya pengaruh institusi. “Arus dana institusional kini menjadi penggerak utama. Ketika likuiditas berpindah, harga akan mengikuti dengan cepat,” ujar mereka.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 29 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 29 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dampak Konflik Meluas ke Struktur Global

Di luar pasar finansial, konflik juga berdampak pada rantai pasok global. Serangan terhadap fasilitas helium di Qatar yang menyuplai sekitar sepertiga kebutuhan dunia memicu lonjakan harga dan berpotensi mengganggu industri semikonduktor. Korea Selatan, misalnya, sangat bergantung pada pasokan helium dari Qatar untuk produksi teknologi.

Selain itu, perubahan juga terlihat dalam sistem pembayaran global. Sebuah kapal yang melintas di Selat Hormuz dilaporkan menggunakan yuan China sebagai alat pembayaran, menandakan adanya potensi pergeseran dalam mekanisme settlement perdagangan internasional.

Safe Haven Sedang Berubah?

Perkembangan ini menunjukkan bahwa konsep safe haven sedang mengalami evolusi. Bitcoin, dengan karakteristik likuiditas tinggi dan akses global, mulai menarik perhatian sebagai alternatif di tengah krisis. Namun, volatilitas yang masih tinggi membuat posisinya berbeda dibanding emas yang telah teruji selama puluhan tahun.

Dalam jangka pendek, dinamika Bitcoin vs emas kemungkinan akan terus dipengaruhi oleh arus likuiditas global, kebijakan moneter, serta perkembangan geopolitik yang masih penuh ketidakpastian.

Baca Juga: Tether Integrasikan USA₮ ke Rumble Wallet, Ekspansi Pembayaran Digital


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Worldcoin Jual Token Rp1 Triliun: Harga Ambruk 97%!

Organisasi di balik proyek Worldcoin, World Foundation, kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan penjualan token WLD senilai $65 juta melalui skema over-the-counter (OTC).

Transaksi ini dilakukan oleh anak perusahaannya, World Assets Ltd, kepada empat pihak privat dengan harga rata-rata $0,2719 per token, di tengah kondisi harga yang masih berada dekat titik terendah sepanjang sejarah.

Dana untuk Operasional dan Produksi “Orb”

Dilaporkan BeInCrypto, World Foundation menyatakan bahwa dana hasil penjualan akan digunakan untuk mendukung operasional inti, termasuk riset dan pengembangan, ekspansi ekosistem, serta produksi perangkat pemindai iris mata yang dikenal sebagai “Orb”.

Untuk mengurangi tekanan jual di pasar, sekitar $25 juta dari token yang dijual akan dikunci selama enam bulan, sehingga tidak langsung beredar hingga akhir September 2026.

Pola Penjualan Berulang Picu Kekhawatiran

Meski disebut sebagai langkah strategis, data on-chain menunjukkan bahwa penjualan ini bukan kejadian tunggal. Dalam dua tahun terakhir, entitas yang terafiliasi dengan Worldcoin secara konsisten menjual token melalui market maker seperti Flow Traders dan Wintermute.

Bahkan dalam sembilan hari terakhir saja, tercatat penjualan mencapai 226,43 juta WLD dengan nilai sekitar $63 juta dalam bentuk USDC, menandakan adanya tekanan suplai yang terus berulang di pasar.

Baca juga: Worldcoin Meledak 50%! Inilah Daftar Identity Token yang Sedang Panas

Harga WLD Tertekan di Tengah Tekanan Pasokan

Penjualan berkelanjutan ini terjadi saat harga WLD mengalami tekanan berat. Token tersebut sempat menyentuh level terendah sepanjang masa sebelum pulih tipis ke kisaran $0,27.

Jika dibandingkan dengan puncaknya di $11,72 pada Maret 2024, harga WLD kini telah turun lebih dari 97%, mencerminkan kombinasi tekanan dari sisi suplai dan sentimen pasar yang melemah.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa aksi penjualan yang konsisten ini menciptakan overhang supply yang signifikan di pasar. “Ketika distribusi token terus terjadi tanpa diimbangi pertumbuhan demand yang kuat, maka tekanan harga akan sulit dihindari dalam jangka menengah,” ujar tim riset.

Lebih lanjut, mereka menyoroti bahwa strategi OTC memang efektif untuk menghindari tekanan harga jangka pendek, namun tidak menghilangkan dampak struktural terhadap pasar. “OTC hanya memindahkan tekanan dari visible market ke latent supply. Ketika lockup berakhir, potensi distribusi lanjutan tetap menjadi risiko,” tambahnya.

Tim Research Tokocrypto juga menekankan bahwa pasar saat ini semakin sensitif terhadap proyek dengan pola distribusi agresif. “Investor kini lebih memperhatikan sustainability tokenomics. Tanpa keseimbangan antara distribusi dan utilitas, kepercayaan pasar akan sulit pulih,” jelas mereka.

Tantangan Regulasi dan Masa Depan Proyek

Di luar faktor pasar, Worldcoin juga menghadapi tekanan dari regulator global terkait isu privasi biometrik. Proyek ini mengusung konsep “proof of humanness”, namun pengumpulan data iris mata memicu kekhawatiran di berbagai yurisdiksi.

Kombinasi antara tekanan harga, distribusi token yang berkelanjutan, serta tantangan regulasi membuat Worldcoin berada dalam fase krusial. Ke depan, keberhasilan proyek tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kemampuan membangun kembali kepercayaan pasar dan menjaga keseimbangan suplai di ekosistemnya.

Baca Juga: Billions.Network Tantang Worldcoin dengan ID Digital


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Inggris Larang Donasi Kripto: Starmer Sebut Demi Demokrasi

Pemerintah Inggris resmi memberlakukan moratorium langsung terhadap donasi politik menggunakan kripto.

Kebijakan yang dipimpin oleh Perdana Menteri Keir Starmer ini diambil sebagai respons atas kekhawatiran meningkatnya potensi pendanaan asing tersembunyi yang dapat memengaruhi sistem demokrasi.

Crypto Dianggap Berisiko untuk Transparansi Politik

Dilaporkan Coindesk, larangan ini mencakup seluruh bentuk donasi crypto tanpa batas nominal. Pemerintah menilai bahwa sifat anonim dari aset digital dapat dimanfaatkan untuk menyembunyikan asal-usul dana, khususnya dari pihak asing.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk menekan campur tangan asing dalam politik domestik Inggris, sekaligus menempatkan crypto sebagai isu serius dalam konteks keamanan demokrasi.

Hasil Rycroft Review Jadi Dasar Kebijakan

Keputusan ini didasarkan pada Rycroft Review, laporan independen yang menyoroti lemahnya sistem pengawasan terhadap donasi berbasis crypto. Meski tidak merekomendasikan larangan permanen, laporan tersebut menyarankan penghentian sementara hingga regulasi yang lebih ketat dapat diterapkan.

Penulis laporan, Philip Rycroft, menegaskan bahwa fokus utama adalah melindungi integritas proses demokrasi, bukan kepentingan partai politik tertentu.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini contoh jelas bagaimana kripto kini diperlakukan bukan cuma sebagai isu keuangan, tapi juga risiko demokrasi dan keamanan nasional.

“Kalau pendekatan seperti ini menyebar ke negara lain, area politik dan pendanaan kampanye bisa jadi salah satu medan regulasi paling keras terhadap penggunaan aset digital yang anonim,” tuturnya.

Baca juga: Hyperliquid Donasikan $254.000 ke ZachXBT, Siapa ZachXBT?

Aturan Baru dan Sanksi Tegas

Dalam implementasinya, partai politik diberikan waktu 30 hari untuk mengembalikan donasi crypto yang telah diterima setelah undang-undang resmi diberlakukan. Jika tidak dipatuhi, pelanggaran dapat berujung pada sanksi pidana.

Selain itu, pemerintah juga membatasi donasi dari luar negeri, termasuk dari warga Inggris di luar negeri, maksimal sebesar £100.000 per tahun. Kebijakan ini akan dimasukkan ke dalam Representation of the People Bill yang saat ini sedang dibahas di parlemen.

Kontroversi Politik Muncul

Pengumuman kebijakan ini memicu reaksi keras di parlemen. Sejumlah anggota dari partai Reform UK bahkan melakukan walkout sebagai bentuk protes.

Dalam pernyataannya, Starmer juga melontarkan kritik tajam terhadap pemimpin Reform UK, Nigel Farage, dengan menyebut bahwa ia bersedia mengatakan apa saja selama ada imbalan finansial.

Moratorium Sementara, Tapi Sulit Dicabut

Meski disebut sebagai langkah sementara, dimasukkannya aturan ini ke dalam undang-undang membuat kebijakan tersebut tidak mudah untuk dicabut di masa depan. Pemerintah menegaskan bahwa langkah ini diperlukan untuk memastikan transparansi dan menjaga kepercayaan publik terhadap sistem politik.

Kebijakan ini sekaligus menandai meningkatnya perhatian regulator global terhadap peran cryptocurrency, tidak hanya dalam sektor keuangan, tetapi juga dalam stabilitas politik dan tata kelola demokrasi.

Baca juga: Contoh Nyata Manfaat Aset Kripto: Venezuela Andalkan USDT di Tengah Inflasi


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Terlihat Kuat, Tapi Rapuh? Cek Fakta di Balik Harga

Pasar Bitcoin saat ini menunjukkan kondisi yang tampak stabil di permukaan, namun menyimpan kerentanan struktural di dalamnya.

Data terbaru dari CryptoQuant mengungkap bahwa permintaan Bitcoin kini semakin terkonsentrasi pada satu pemain besar, yaitu Strategy, yang dalam 30 hari terakhir mengakumulasi sekitar 45.000 BTC, laju tercepat dalam hampir satu tahun.

Permintaan Terkonsentrasi di Satu Pemain

Di sisi lain, pembelian dari perusahaan treasury lainnya justru anjlok drastis menjadi hanya sekitar 1.000 BTC, turun hingga 99% dari puncaknya. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan permintaan secara keseluruhan hampir berhenti, dan pasar kini bergantung pada satu sumber utama.

Akibatnya, Strategy kini menguasai sekitar 76% dari total kepemilikan Bitcoin di antara perusahaan treasury, mempertegas struktur pasar yang semakin terpusat.

Menurut Tim Research Tokocrypto, struktur ini kelihatan kuat di permukaan karena satu pembeli besar masih menopang harga, tapi fondasinya rapuh karena breadth demand di luar Strategy nyaris hilang.

“Kalau pembelian Strategy melambat atau berhenti, pasar bisa langsung menghadapi vacuum permintaan dan itu membuat reli Bitcoin saat ini lebih bergantung pada konsentrasi daripada ekspansi demand yang sehat,” jelasnya.

Partisipasi Pasar Semakin Menyusut

Penurunan tidak hanya terjadi pada volume pembelian, tetapi juga pada jumlah partisipan. Semakin sedikit perusahaan yang melakukan akumulasi Bitcoin, mencerminkan melemahnya distribusi permintaan dan berkurangnya kedalaman pasar.

Data on-chain turut menguatkan kondisi ini, di mana Coinbase Premium yang tidak stabil menunjukkan bahwa permintaan spot, khususnya dari pasar Amerika Serikat, belum pulih secara merata.

Baca juga: Strategy Siapkan Dana Rp1.000 Triliun untuk Borong Bitcoin?

Kuat di Permukaan, Lemah di Struktur

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 29 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 29 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Struktur pasar seperti ini memiliki dua sisi. Di satu sisi, pembelian konsisten dari pemain besar mampu menjaga harga tetap stabil dan mengurangi tekanan turun. Namun di sisi lain, ketergantungan pada satu entitas menciptakan risiko sistemik.

Pasar yang sehat seharusnya ditopang oleh permintaan yang tersebar luas, bukan terkonsentrasi. Kondisi saat ini lebih mencerminkan konsolidasi daripada ekspansi.

Risiko Demand Vacuum Mengintai

Jika Strategy memperlambat atau menghentikan akumulasinya, pasar berpotensi menghadapi kekosongan permintaan secara tiba-tiba. Tanpa dukungan dari pemain lain, harga Bitcoin bisa kehilangan fondasi penopangnya.

Situasi ini menegaskan bahwa kekuatan pasar saat ini bukan berasal dari banyaknya pembeli, melainkan dari satu entitas dominan. Di fase seperti ini, pertanyaan penting bukan lagi siapa yang membeli, tetapi siapa yang sudah berhenti membeli.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bank Dunia Lirik Aset Blockchain: Era Baru Keuangan Dimulai

Industri perbankan global mulai bergerak cepat menghadapi perubahan besar dalam sistem keuangan digital.

Laporan terbaru dari RWA.io mengungkap bahwa bank-bank kini активно mengembangkan tokenized deposits sebagai bagian dari persaingan menghadirkan “uang onchain”, di tengah meningkatnya popularitas stablecoin dan rencana mata uang digital bank sentral (CBDC).

Tokenized Deposits Jadi Senjata Baru Bank

Tokenized deposits merupakan representasi digital dari simpanan bank yang ditempatkan di atas teknologi blockchain. Berbeda dengan stablecoin, aset ini tetap menjadi kewajiban langsung bank penerbit dan berada dalam kerangka regulasi perbankan, termasuk perlindungan simpanan, aturan modal, serta standar AML dan KYC.

Konsep ini dinilai sebagai solusi tengah antara inovasi teknologi dan keamanan sistem keuangan tradisional, memungkinkan bank tetap relevan di era digital tanpa kehilangan kontrol terhadap dana nasabah.

Persaingan “Onchain Cash” Semakin Memanas

Laporan tersebut menyebutkan bahwa tokenized deposits kini berkembang sebagai bagian dari ekosistem “onchain cash” bersama stablecoin dan CBDC. UK Finance bahkan menilai instrumen ini akan memainkan peran penting dalam sistem “multi-money” di masa depan, di mana berbagai bentuk uang digital akan hidup berdampingan.

Langkah ini juga mencerminkan upaya bank untuk mempertahankan peran mereka dalam sistem pembayaran, pengelolaan likuiditas, dan layanan treasury di tengah meningkatnya adopsi teknologi blockchain.

Tim Research Tokocrypto mengungkap ini jelas sinyal adopsi, bukan eksperimen pinggiran. Saat bank besar mulai membangun representasi digital dari deposit mereka sendiri, pasar sedang bergerak ke fase di mana institusi tidak lagi sekadar bereaksi pada stablecoin.

“Tapi mulai menyiapkan versi onchain dari uang mereka sendiri untuk mempertahankan relevansi di era settlement 24/7,” ujarnya.

Baca juga: Bank Inggris Pindahkan Tabungan ke Blockchain: Apakah Aman?

Uji Coba Mulai Dilakukan di Eropa

Dilaporkan Cointelegraph, sejumlah bank besar telah memulai uji coba teknologi ini. Pada Januari lalu, Lloyds Banking Group bersama Archax berhasil menyelesaikan transaksi blockchain publik pertama di Inggris menggunakan tokenized deposits di jaringan Canton.

Selain itu, proyek Great British Tokenised Deposit yang dipimpin UK Finance tengah menguji berbagai use case seperti pembayaran peer-to-peer, refinancing properti, hingga settlement aset digital, dengan target pengujian berlangsung hingga pertengahan 2026.

Eropa Siapkan Infrastruktur Keuangan Digital

Di sisi kebijakan, European Central Bank (ECB) juga tengah mempercepat pengembangan digital euro sebagai respon terhadap dominasi stablecoin berbasis dolar AS. ECB bahkan merancang infrastruktur baru bernama “Pontes” untuk menghubungkan sistem keuangan berbasis blockchain dengan jaringan pembayaran tradisional Eropa (TARGET Services).

Sistem ini dijadwalkan mulai diluncurkan pada kuartal ketiga 2026, sementara uji coba digital euro direncanakan dimulai pada paruh kedua 2027.

Menuju Sistem Keuangan Hybrid

Menurut pelaku industri, masa depan sistem keuangan tidak akan bergantung pada satu jenis uang digital saja. Tokenized deposits dipandang sebagai fondasi penting karena membawa uang bank komersial ke dalam ekosistem digital tanpa mengubah struktur dasar sistem keuangan.

Perkembangan ini menandakan bahwa persaingan tidak lagi hanya soal aset kripto, tetapi juga tentang siapa yang menguasai infrastruktur “uang digital” di masa depan.

Baca juga: Paxos Tak Sengaja Cetak Stablecoin $300 Triliun untuk PayPal!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

NYSE Siapkan Settlement Blockchain: Era Baru Wall Street?

New York Stock Exchange (NYSE) semakin serius menjajaki pemanfaatan teknologi blockchain dalam infrastruktur pasar modal.

Namun berbeda dengan narasi disruptif yang sering melekat pada kripto, pendekatan yang diambil justru bersifat evolusioner: bukan mengganti sistem lama, melainkan “melapisinya” dengan teknologi baru.

Berdasarkan laporan CoinDesk, NYSE tengah mengeksplorasi sejumlah inovasi penting, termasuk settlement real-time atau near real-time, perpanjangan jam perdagangan, hingga interoperabilitas antara aset yang ditokenisasi dengan sistem keuangan tradisional.

Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma di level institusional. Jika sebelumnya pertanyaan utamanya adalah “apakah blockchain akan digunakan?”, kini bergeser menjadi “bagaimana blockchain diintegrasikan tanpa mengganggu sistem yang sudah berjalan.”

Baca Juga: Cerita Pendek Bitcoin dengan Bakkt dan NYSE

Integrasi, Bukan Disrupsi

Alih-alih melakukan overhaul total terhadap infrastruktur keuangan, NYSE tetap mempertahankan komponen inti seperti clearing terpusat, perlindungan investor, serta kerangka regulasi yang sudah mapan. Blockchain diposisikan sebagai lapisan tambahan untuk meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas.

Langkah ini dianggap lebih realistis, mengingat kompleksitas sistem pasar modal global yang telah terbangun selama puluhan tahun. Integrasi bertahap memungkinkan inovasi tanpa memicu risiko sistemik yang besar.

Salah satu fokus utama adalah settlement transaksi yang lebih cepat.

Saat ini, proses penyelesaian transaksi saham masih membutuhkan waktu (T+1 atau lebih), sementara blockchain berpotensi memangkasnya menjadi hampir instan. Efisiensi ini bisa berdampak besar pada likuiditas dan pengurangan risiko counterparty.

Tokenisasi Jadi Kunci

Selain settlement, NYSE juga melihat potensi besar pada tokenisasi aset.

Dengan mengubah aset tradisional menjadi token digital di blockchain, perdagangan bisa menjadi lebih fleksibel, transparan, dan bahkan dapat diakses di luar jam pasar konvensional.

Interoperabilitas antara aset tokenized dan sistem lama menjadi aspek krusial. Ini memastikan bahwa inovasi tidak menciptakan fragmentasi, melainkan justru memperluas fungsi dari infrastruktur yang sudah ada.

Pendekatan ini juga membuka peluang untuk memperpanjang jam perdagangan, bahkan menuju pasar yang beroperasi hampir 24/7, tanpa harus membangun sistem baru dari nol.

Perspektif Industri: Diam-Diam Tapi Signifikan

Tim riset dari Tokocrypto menilai strategi ini sebagai bentuk adopsi institusional yang sangat signifikan, meski tidak terlihat revolusioner di permukaan.

“Ini jelas adopsi level institusional karena pesan dari NYSE bukan lagi ‘apakah blockchain dipakai’, tapi ‘bagaimana blockchain dipasang tanpa merusak mesin Wall Street yang sudah berjalan.’ Pendekatan seperti ini jauh lebih berbahaya buat sistem lama justru karena ia tidak revolusioner di permukaan, tapi perlahan membuat tokenisasi terasa normal dan tak terhindarkan,” kata Tim Research Tokocrypto.

Menurut mereka, pendekatan “diam-diam” ini justru berpotensi mempercepat normalisasi blockchain di dunia keuangan. Ketika teknologi diintegrasikan tanpa gesekan besar, resistensi dari pelaku industri cenderung lebih rendah.

Dampak Jangka Panjang

Jika strategi ini berhasil, dampaknya bisa sangat luas. Blockchain tidak lagi dipandang sebagai alternatif sistem keuangan, tetapi sebagai bagian integral dari infrastruktur yang ada.

Hal ini juga bisa menjadi sinyal kuat bagi regulator dan institusi lain untuk mengikuti jejak serupa. Dengan tetap mempertahankan kerangka regulasi, adopsi blockchain bisa berjalan lebih harmonis tanpa menimbulkan ketidakpastian hukum.

Di sisi lain, pendekatan ini juga memperkuat narasi bahwa masa depan keuangan bukanlah “tradisional vs kripto”, melainkan kombinasi keduanya.

Baca Juga: NYSE Siap Tokenisasi Saham, Sinyal Bullish Besar untuk Kripto

Langkah NYSE menunjukkan bahwa evolusi teknologi finansial tidak selalu harus bersifat disruptif. Integrasi bertahap blockchain ke dalam sistem lama justru bisa menjadi strategi paling efektif untuk mendorong adopsi massal.

Dengan fokus pada efisiensi, interoperabilitas, dan stabilitas, NYSE tampaknya sedang membangun fondasi baru bagi pasar modal—tanpa harus meruntuhkan yang lama.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

AI Kini Bisa Eksekusi Transaksi Kripto

Trust Wallet kembali mendorong inovasi di sektor kripto dengan meluncurkan Trust Wallet Agent Kit, sebuah infrastruktur baru yang dirancang untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) langsung ke dalam aktivitas transaksi blockchain.

Langkah ini menandai pergeseran penting dalam evolusi wallet kripto: dari sekadar alat penyimpanan aset digital menjadi platform eksekusi pintar berbasis AI yang tetap mempertahankan prinsip self-custody.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Trust Wallet (TWT)

AI Bisa Eksekusi Transaksi Nyata

Melalui Agent Kit, Trust Wallet memungkinkan agen AI untuk melakukan transaksi kripto secara langsung di lebih dari 25 blockchain.

Namun yang membedakan, seluruh aktivitas tersebut tetap berada dalam batas izin yang ditentukan oleh pengguna.

Artinya, kontrol tetap sepenuhnya berada di tangan user, bukan pada AI atau pihak ketiga. Ini menjadi poin krusial di tengah meningkatnya kekhawatiran soal keamanan dan kustodi dalam integrasi AI ke dunia kripto.

Selain itu, toolkit ini terhubung dengan Model Context Protocol (MCP), sebuah standar yang memungkinkan AI memahami konteks dan bertindak sesuai parameter yang telah ditentukan.

Dengan pendekatan ini, AI tidak hanya menjalankan perintah, tetapi juga dapat beroperasi secara lebih kontekstual dan adaptif.

Dukungan Wallet Lama dan Ekosistem Terbuka

Menurut laporan Bitcoin Magazine, Agent Kit juga mendukung dua mode utama: agent wallet dan koneksi langsung ke wallet yang sudah ada.

Integrasi ini dimungkinkan melalui WalletConnect, yang memungkinkan pengguna menghubungkan Trust Wallet mereka tanpa perlu migrasi aset.

Pendekatan ini membuat adopsi menjadi lebih mudah, karena pengguna tidak harus meninggalkan ekosistem yang sudah mereka gunakan.

Trust Wallet tampaknya sadar bahwa hambatan terbesar dalam adopsi teknologi baru adalah friksi pengguna.

Dengan tetap mempertahankan kompatibilitas lintas blockchain dan wallet, Agent Kit diposisikan sebagai fondasi infrastruktur yang fleksibel dan scalable.

Self-Custody Tetap Jadi Prioritas

Di tengah tren meningkatnya penggunaan layanan kustodian pihak ketiga, Trust Wallet justru mengambil arah sebaliknya.

Agent Kit dirancang sebagai solusi self-custody yang ramah AI, di mana pengguna tetap memegang kendali penuh atas aset mereka.

Tidak ada transfer kontrol ke entitas eksternal, bahkan saat AI digunakan untuk mengeksekusi transaksi. Ini bisa menjadi nilai jual utama, terutama bagi pengguna yang mengutamakan keamanan dan desentralisasi.

Pendekatan ini juga selaras dengan prinsip dasar Web3, di mana kepemilikan aset dan kontrol data tetap berada di tangan individu.

Dampak ke Token TWT

Peluncuran Agent Kit juga berpotensi memberikan sentimen positif terhadap token native Trust Wallet, yaitu Trust Wallet Token. Namun, seperti biasa di pasar kripto, narasi kuat saja tidak cukup tanpa adopsi nyata.

Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa langkah ini membuka peluang baru bagi TWT untuk naik kelas dalam ekosistem.

“Trust Wallet sedang mencoba naik kelas dari sekadar dompet jadi lapisan eksekusi AI untuk user retail. Kalau adopsinya jalan, TWT bisa ikut terangkat sebagai proxy ekosistem wallet-AI, meski pasar tetap perlu bukti pemakaian nyata sebelum kasih valuasi premium yang serius,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Dengan kata lain, TWT bisa menjadi representasi dari pertumbuhan sektor wallet berbasis AI, tetapi valuasi jangka panjang tetap bergantung pada seberapa besar penggunaan Agent Kit di dunia nyata.

Menuju Era Wallet + AI

Integrasi AI ke dalam wallet kripto membuka berbagai kemungkinan baru. Mulai dari otomatisasi trading, manajemen portofolio cerdas, hingga interaksi berbasis perintah natural language.

Namun, tantangan tetap ada. Selain aspek keamanan, adopsi juga bergantung pada seberapa intuitif teknologi ini bagi pengguna awam.

Trust Wallet tampaknya mengambil langkah awal yang strategis dengan menjaga keseimbangan antara inovasi dan kontrol pengguna. Jika berhasil, Agent Kit bisa menjadi fondasi bagi generasi baru aplikasi kripto berbasis AI.

Baca Juga: Integrasi dengan WalletConnect, TokoMall Permudah Proses Koleksi NFT art

Peluncuran Trust Wallet Agent Kit menunjukkan bahwa masa depan wallet kripto tidak hanya soal penyimpanan, tetapi juga eksekusi dan kecerdasan.

Dengan menggabungkan AI dan self-custody, Trust Wallet mencoba menciptakan standar baru dalam industri.

Namun seperti semua inovasi di kripto, keberhasilan akhirnya akan ditentukan oleh adopsi nyata di lapangan.

Untuk saat ini, Agent Kit menawarkan gambaran menarik tentang bagaimana AI dan blockchain bisa bekerja berdampingan—tanpa mengorbankan prinsip desentralisasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Perangi Markas Scam Asia Tenggara

Pemerintah Inggris meningkatkan tekanan terhadap ekosistem kripto yang diduga terlibat dalam aktivitas ilegal dengan menjatuhkan sanksi terhadap Xinbi, sebuah marketplace berbasis China yang dikaitkan dengan jaringan penipuan di Asia Tenggara.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi yang lebih luas dalam membongkar infrastruktur finansial yang menopang scam centre, bukan sekadar mengejar pelaku individu di lapangan.

Xinbi Diduga Fasilitasi Aktivitas Ilegal

Menurut laporan Chainalysis, Xinbi memproses lebih dari US$19,9 miliar transaksi kripto dalam periode 2022 hingga 2025.

Platform ini diduga menyediakan layanan penting bagi jaringan penipuan, termasuk perdagangan data pribadi curian dan perangkat komunikasi yang digunakan dalam operasi scam.

Aktivitas ini memperkuat dugaan bahwa marketplace seperti Xinbi berperan sebagai tulang punggung logistik bagi industri penipuan digital yang berkembang pesat di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga: Kerugian Phishing Kripto Melonjak 200%, Apa yang Harus Diwaspadai?

Sanksi Meluas ke Jaringan Lain

Tidak hanya Xinbi, paket sanksi terbaru juga menyasar Huione serta sejumlah operator scam centre yang berbasis di Kamboja.

Sanksi tersebut mencakup pembekuan aset serta pembatasan akses terhadap sistem keuangan global. Dengan demikian, entitas yang terlibat akan kesulitan mengakses likuiditas dan menjalankan operasional mereka secara normal.

Langkah ini menunjukkan eskalasi serius dalam pendekatan regulator, yang kini tidak hanya fokus pada individu, tetapi juga pada jaringan dan infrastruktur pendukungnya.

Regulasi Masuk Fase Baru

Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa kebijakan ini mencerminkan perubahan signifikan dalam strategi penegakan hukum di sektor kripto.

“Ini regulasi yang sudah masuk fase serang infrastruktur, bukan lagi sekadar tangkap operator lapangan. Saat pemerintah mulai membidik marketplace, jalur pembayaran, dan ekosistem kripto yang menopang scam centres, pesan ke pasar jelas: fasilitas on-chain yang bersinggungan dengan kejahatan terorganisir sekarang ada di garis tembak langsung negara,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam jangka panjang, karena memutus sumber daya yang memungkinkan kejahatan terus berlangsung.

Dampak ke Industri Kripto

Sanksi terhadap Xinbi dan jaringan terkait berpotensi memberikan dampak luas terhadap industri kripto, khususnya dalam hal kepatuhan (compliance) dan transparansi.

Platform yang beroperasi di sektor ini kini dihadapkan pada tekanan yang lebih besar untuk memastikan bahwa layanan mereka tidak digunakan untuk aktivitas ilegal.

Menurut laporan The Block, hal ini dapat mendorong peningkatan penggunaan teknologi analitik blockchain serta kerja sama dengan regulator.

Di sisi lain, langkah ini juga bisa meningkatkan kepercayaan investor institusional terhadap ekosistem kripto.

Dengan adanya tindakan tegas terhadap penyalahgunaan, industri dapat terlihat lebih matang dan siap untuk adopsi yang lebih luas.

Asia Tenggara Jadi Sorotan

Kawasan Asia Tenggara, termasuk negara-negara seperti Indonesia, Thailand, dan Vietnam, dalam beberapa tahun terakhir memang menjadi pusat perhatian terkait maraknya scam centre berbasis digital.

Faktor seperti pertumbuhan pengguna internet, adopsi kripto yang cepat, serta celah regulasi di beberapa wilayah membuat kawasan ini rentan dimanfaatkan oleh jaringan kejahatan terorganisir.

Dengan sanksi ini, pemerintah Inggris mengirim sinyal kuat bahwa kejahatan berbasis kripto tidak lagi dianggap sebagai isu lokal, melainkan ancaman global yang membutuhkan respons lintas negara.

Baca Juga: Inggris Pertimbangkan Izinkan Kripto untuk Judi Online

Langkah Inggris menjatuhkan sanksi terhadap Xinbi menandai babak baru dalam perang melawan kejahatan kripto.

Fokus yang kini beralih ke infrastruktur menunjukkan pendekatan yang lebih strategis dan sistematis.

Bagi industri kripto, ini adalah peringatan sekaligus peluang. Di satu sisi, tekanan regulasi akan meningkat. Namun di sisi lain, upaya ini juga dapat memperkuat legitimasi sektor ini di mata publik dan investor.

Ke depan, kolaborasi antara regulator, perusahaan blockchain, dan pelaku industri akan menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem kripto yang lebih aman dan berkelanjutan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com