Category Archives: Tokocrypto

Crypto Futures Trading untuk Pemula: Hal yang Perlu Dipahami

Crypto futures trading menjadi salah satu instrumen trading paling populer untuk mendapatkan keuntungan dari Bitcoin, Ethereum, atau altcoin lain di pasar kripto. 

Tak heran banyak pemula tertarik untuk mencoba, sebab crypto futures memberikan peluang untuk menghasilkan profit cepat, bahkan dengan modal kecil karena adanya leverage. 

Namun, sebelum kamu benar-benar memutuskan untuk terjun dan mencoba crypto futures trading, ada baiknya kamu memahami apa itu futures trading. Artikel ini membahas semua yang perlu kamu ketahui sebagai pemula.

Apa Itu Futures?

Crypto futures merupakan kontrak keuangan yang memungkinkan kamu berspekulasi atas pergerakan harga aset kripto seperti Bitcoin (BTC) atau Ethereum (ETH), tanpa harus memiliki aset tersebut secara langsung. Berbeda dengan trading spot di mana kamu membeli aset secara langsung dan dapat menyimpannya, aktivitas trading futures menggunakan basis kontrak yang merepresentasikan nilai aset di masa depan.

Dalam kontrak futures, kamu membuat kesepakatan untuk membeli atau menjual aset pada harga tertentu di masa depan sesuai kesepakatan. 

Bayangkan seperti ini: 

Andi adalah penambang Bitcoin yang setiap bulan harus membayar listrik dan biaya perawatan mesin. Andi memperkirakan bahwa dia baru bisa mendapatkan 10 BTC 2 bulan ke depan, tapi karena takut harga Bitcoin turun, ia membuat kontrak futures untuk menjual 10 BTC di harga $60.000 tiga bulan ke depan setelah BTC miliknya cair.

Ketika waktunya tiba, harga pasar ternyata jatuh ke $50.000, nah karena ada kontrak futures tadi Andi tetap bisa menjual di $60.000 sesuai kontrak. Dengan begitu, ia aman menutup biaya operasional meski kehilangan peluang untung lebih besar jika harga naik.

Dalam praktiknya, di pasar kripto ada jenis futures:

  • Dated Futures (futures biasa) → punya tanggal kedaluarsa.
  • Perpetual Futures (perps) → tanpa tanggal kadaluarsa.

Dari kedua jenis tersebut, jenis yang paling umum digunakan di pasar kripto adalah adalah perpetual futures, yakni kontrak tanpa tanggal kedaluwarsa yang bisa dipegang selama margin mencukupi.

Perbedaannya sudah dibahas di artikel sebelumnya, baca di sini: Perpetual Futures Crypto: Apa Bedanya dengan Futures Biasa?

Istilah Penting yang Harus Dipahami Pemula

Berikut beberapa istilah yang perlu dipahami oleh pemula:

Istilah Penjelasan Singkat
Long Posisi beli → untung jika harga naik
Short Posisi jual → untung jika harga turun
Leverage Pinjaman dana dari exchange (10x, 20x, bahkan 100x)
Margin Modal jaminan yang disetor saat membuka posisi ber-leverage
Liquidation Posisi otomatis ditutup jika kerugian terlalu besar
Funding Rate Funding rate adalah biaya berkala yang dibayarkan antara pemegang posisi long dan short pada perpetual futures
Mark Price Harga pasar yang menjadi acuan untuk menghitung unrealized profit/loss dan likuidasi posisi yang kamu miliki.

Baca juga: Cara Kerja Perpetual Futures Crypto: Funding Rate & Mekanismenya

Kelebihan dan Risiko Futures

Kelebihan Risiko
Profit 2 arah: Bisa untung saat harga naik atau turun Likuidasi: Salah dalam melakukan analisa arah bisa kehilangan seluruh modal
Modal kecil: Leverage memungkinkan eksposur besar dengan modal terbatas Volatilitas: Pergerakan harga dengan leverage menjadi lebih volatil
Likuiditas tinggi: Volume transaksi besar karena adanya leverage Funding fee: Biaya menahan posisi jangka panjang bisa membengkak
Hedging: Efektif untuk melindungi portofolio aset dari risiko fluktuasi harga yang merugikan. Bukan untuk semua trader: Bagi trader muslim futures dianggap haram, selain itu futures tidak ramah pemula

Tips Memulai untuk Pemula

  • Pelajari dasar-dasarnya terlebih dahulu: Pahami konsep margin, leverage, funding rate, dan mekanisme likuidasi sebelum menyentuh uang nyata. Manfaatkan materi edukasi di platform atau komunitas trader.
  • Mulai dengan leverage rendah: Jangan langsung pakai leverage tinggi. Leverage 2x–5x sudah cukup untuk belajar merasakan dinamika pasar tanpa risiko likuidasi yang terlalu besar.
  • Terapkan manajemen risiko ketat: Gunakan fitur Stop Loss untuk membatasi kerugian. Jangan pernah menggunakan dana kebutuhan pokok untuk trading. Alokasikan hanya sebagian kecil portofolio per posisi.
  • Fokus pada satu atau dua aset dahulu: Pelajari pergerakan BTC atau ETH secara mendalam sebelum mencoba aset lain. Jangan tergoda FOMO dari media sosial tanpa riset mendalam.

Kesimpulan

Crypto futures menawarkan peluang yang menarik karena fleksibilitasnya dalam berbagai kondisi pasar. Namun, instrumen ini juga memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan spot trading.

Bagi pemula, memahami konsep dasar seperti leverage, margin, dan likuidasi adalah langkah awal yang penting sebelum mulai trading.

Apa pun langkah yang diambil, selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan trading dan pastikan menggunakan exchange terpercaya seperti Tokocrypto yang telah terdaftar resmi, serta berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.


Investasi dan trading crypto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Prediction Market Cetak Rekor Volume Terbesar di Maret 2026

Pasar prediction market mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang Maret 2026, meskipun tekanan regulasi semakin meningkat di berbagai negara. Data terbaru menunjukkan bahwa sektor ini tidak hanya bertahan, tetapi justru berkembang pesat.

Transaksi dan pengguna tembus rekor tertinggi

Dilaporkan BeInCrypto, jumlah transaksi prediction market melampaui 192 juta sepanjang Maret, mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Peningkatan ini menunjukkan bahwa minat terhadap platform seperti Polymarket dan Kalshi terus meningkat secara konsisten.

Tidak hanya dari sisi aktivitas, jumlah pengguna juga mengalami lonjakan tajam. Total pengguna bulanan mencapai 865.411, meningkat sekitar 118% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 396.642.

Dari sisi volume, nilai perdagangan mencapai sekitar $23,89 miliar, naik lebih dari 1.100% secara tahunan. Meski demikian, angka ini masih sedikit di bawah rekor tertinggi Januari yang mencapai $26,7 miliar.

Baca juga: RUU PREDICT Act: Pejabat AS Dilarang Main Pasar Prediksi

Didominasi ritel, pola trading makin aktif

Data menunjukkan adanya perubahan perilaku pengguna dalam ekosistem prediction market. Lebih dari 57% pengguna melakukan transaksi dengan nilai di bawah $100 per posisi, menandakan dominasi investor ritel.

Menariknya, rata-rata pengguna aktif melakukan sekitar 25 transaksi per hari. Pola ini lebih menyerupai aktivitas trading saham ritel dibandingkan dengan aktivitas taruhan tradisional.

Dari sisi kategori, topik seperti olahraga, kripto, dan politik menjadi pendorong utama volume di Polymarket. Sementara di Kalshi, kategori eksotik mulai menggeser dominasi politik sejak akhir Februari.

Tim Research Tokocrypto menjelaskan ledakan volume dan user menegaskan prediction market telah bergeser dari niche menjadi rel finansial yang serius, dengan sports, crypto, dan politics memimpin aktivitas mingguan di Polymarket sementara Kalshi ikut merebut pangsa lewat kategori eksotik.

“Namun ekspansi ini datang bersamaan dengan peningkatan pengawasan regulasi, jadi pertumbuhan penggunaan bisa tetap kuat sambil headline risk makin sering menghantam valuasi dan likuiditas,” ungkapnya.

Regulasi mulai membayangi pertumbuhan

Di balik pertumbuhan pesat ini, tekanan regulasi mulai meningkat. Beberapa rancangan undang-undang bipartisan kini mulai menargetkan isu insider trading di platform prediction market.

Hal ini menandakan bahwa pemerintah mulai memberikan perhatian serius terhadap sektor yang kini berkembang menjadi pasar bernilai miliaran dolar.

Meski demikian, data menunjukkan bahwa minat pengguna dan aktivitas pasar masih terus meningkat. Prediction market pun saat ini berada di titik penting, antara pertumbuhan pesat dan tantangan regulasi yang semakin ketat.

Baca Juga: Brasil Siap Jadi Raja Bitcoin? Kongres Bahas RUU 1 Juta BTC


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Misteri Rp39 Triliun Masuk Exchange Saat Pasar Stagnan, Sinyal Bull?

Arus masuk stablecoin ke exchange Binance melonjak tajam hingga mencapai $2,4 miliar, menandakan kembalinya likuiditas ke pasar kripto. Namun, di tengah lonjakan dana ini, aktivitas trading justru menunjukkan kondisi sebaliknya.

Likuiditas kembali, tapi belum digunakan

Dilaporkan BeInCrypto, data terbaru menunjukkan bahwa netflow stablecoin di Binance berbalik dari negatif menjadi positif. Sebelumnya, pasar sempat mengalami arus keluar besar, termasuk $3,4 miliar pada Desember dan $6,7 miliar pada Februari.

Kini, dana kembali masuk ke exchange terbesar di dunia tersebut. Secara umum, arus masuk stablecoin sering diartikan sebagai sinyal bahwa investor sedang bersiap untuk masuk ke pasar atau membuka posisi baru.

Namun, kondisi di lapangan menunjukkan hal yang berbeda.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini on-chain setup yang aneh tapi penting: uang sudah datang, trader belum berani menembak.

“Selama stablecoin hanya numpuk di exchange tanpa diikuti spot volume, pasar tetap hidup dalam mode siaga, punya bensin, tapi belum punya keberanian, dan itu bikin setiap move besar tetap rawan jadi ledakan volatilitas ketimbang tren yang benar-benar sehat,” ujarnya.

Baca juga: Guncang Market! Stablecoin Tak Boleh Lagi Beri Imbal Hasil?

Volume trading anjlok drastis

Meskipun likuiditas meningkat, aktivitas trading justru mengalami penurunan signifikan. Volume spot di Binance turun tajam dari $81 miliar menjadi hanya $3,5 miliar sejak awal 2025.

Kondisi ini menciptakan ketidakseimbangan yang cukup mencolok. Dana tersedia di exchange, tetapi belum digunakan untuk transaksi. Artinya, investor masih menahan diri dan belum memiliki keyakinan untuk masuk ke pasar.

Para analis menilai bahwa pasar saat ini terlihat tenang di permukaan, namun sebenarnya menyimpan potensi volatilitas yang tinggi jika terjadi pergerakan di level krusial.

Pasar diliputi kehati-hatian

Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global, termasuk tensi geopolitik dan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi dunia. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran turut memengaruhi sentimen pasar, mendorong kenaikan harga minyak dan menekan aset berisiko.

Meskipun pasar kripto masih relatif bertahan, tekanan eksternal tetap menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.

Untuk saat ini, data menunjukkan bahwa dana memang sudah kembali ke pasar, tetapi belum diikuti oleh keberanian investor untuk mengambil risiko. Pasar kripto pun berada dalam fase menunggu, dengan arah pergerakan selanjutnya sangat bergantung pada perubahan sentimen dan kondisi global.

Baca juga: Paxos Tak Sengaja Cetak Stablecoin $300 Triliun untuk PayPal!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Nyaris Akhiri Tren Merah 6 Bulan: Masihkah Berisiko?

Ethereum (ETH) berada di momen krusial setelah mencatat kenaikan tipis 2,93% sepanjang Maret 2026. Jika bertahan, ini akan menjadi bulan hijau pertama sejak Agustus 2025, mengakhiri tren penurunan selama enam bulan berturut-turut yang memangkas lebih dari 50% nilainya.

Namun, dengan hanya beberapa hari tersisa di bulan ini, tekanan pasar justru meningkat. Pergerakan harga terbaru menunjukkan bahwa peluang Ethereum untuk mempertahankan performa positif masih jauh dari aman.

Paruh kedua Maret mulai menghapus kenaikan

Meskipun awal Maret menunjukkan performa positif, kondisi berubah drastis sejak pertengahan bulan. Pada grafik 4 jam, Ethereum bergerak dalam pola falling channel sejak 16 Maret, saat harga mencapai puncak di $2.380.

Sejak itu, harga turun hingga menyentuh $1.970, atau terkoreksi sekitar 18%. Saat ini, ETH berada di kisaran $2.020 dan masih berada dalam tren penurunan di dalam channel tersebut. Artinya, kenaikan yang terjadi di awal bulan perlahan mulai tergerus.

Dilaporkan BeInCrypto, tekanan ini menjadi sinyal bahwa momentum bullish mulai melemah, terutama menjelang penutupan bulan.

Menurut Tim Research Tokocrypto, dari sisi on-chain, masalah ETH sekarang bukan sekadar harga tertahan, tapi dukungan internalnya mulai menipis.

“Ketika whale mengurangi posisi bersamaan dengan melemahnya dip-buying, pasar kehilangan dua bantalan penting sekaligus dan itu bikin struktur bulan hijau ini terlihat jauh lebih rapuh daripada kelihatannya.

Whale jual, minat beli melemah

Dari sisi on-chain, tekanan juga terlihat dari pergerakan investor besar. Dalam 48 jam terakhir, whale Ethereum tercatat melepas sekitar 180.000 ETH, menurunkan total kepemilikan dari 122,91 juta menjadi 122,73 juta ETH.

Di saat yang sama, indikator Money Flow Index (MFI) menunjukkan divergensi bearish. Meskipun harga sempat naik, volume pembelian justru menurun sepanjang Maret. Ini menandakan bahwa setiap penurunan harga tidak lagi direspons dengan pembelian yang kuat seperti sebelumnya.

Kombinasi aksi jual whale dan melemahnya minat beli membuat fondasi harga Ethereum semakin rapuh.

Level $1.970 jadi penentu arah

Saat ini, level krusial yang menjadi perhatian adalah area $1.970. Level ini telah menjadi support utama sejak awal Maret.

Jika Ethereum turun dan ditutup di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi meningkat. Target penurunan berikutnya berada di $1.910 dan $1.830. Bahkan, jika level $1.830 ditembus, harga bisa melanjutkan koreksi hingga ke area $1.650.

Sebaliknya, untuk meredakan tekanan, ETH perlu kembali naik dan bertahan di atas $2.050. Jika berhasil, target berikutnya adalah area $2.110 yang menjadi batas atas channel saat ini.

Pasar menunggu penentuan akhir bulan

Dengan kondisi saat ini, Ethereum berada di persimpangan penting. Level $1.970 menjadi batas antara keberhasilan mencetak bulan hijau pertama dalam tujuh bulan, atau justru melanjutkan tren penurunan menjadi tujuh bulan berturut-turut.

Pergerakan harga dalam beberapa hari ke depan akan menjadi penentu arah Ethereum selanjutnya, di tengah tekanan yang masih kuat dari sisi teknikal dan on-chain.

Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Masih Terjebak di Bawah $70K: Sinyal Bearish Berlanjut?

Bitcoin masih menunjukkan tekanan pasar setelah gagal menembus level penting yang kini menjadi indikator utama pergerakan harga.

Bitcoin (BTC) hingga saat ini masih belum berhasil kembali ke atas adjusted realized price, yaitu metrik yang mencerminkan rata-rata harga beli dari suplai yang benar-benar beredar di pasar. Perhitungan ini mengecualikan BTC yang tidak bergerak selama lebih dari 7 tahun, sehingga memberikan gambaran yang lebih relevan terhadap kondisi pasar saat ini.

Pendekatan ini menyaring aset yang kemungkinan hilang maupun yang disimpan jangka panjang oleh investor yang dikenal sebagai “diamond hands”. Dengan metode tersebut, realized price Bitcoin saat ini berada di kisaran $72.500, yang kini berfungsi sebagai level resistance kuat.

Sudah dua bulan tertahan di bawah resistance

Dalam sekitar dua bulan terakhir, Bitcoin terus diperdagangkan di bawah level $72.500 tanpa mampu bertahan di atasnya. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan jual masih cukup dominan atau minat beli belum cukup kuat untuk mendorong harga naik secara signifikan.

Dilaporkan CryptoQuant, kondisi ini juga mengindikasikan bahwa sebagian besar investor aktif berada dalam posisi rugi, yang umumnya terjadi pada fase pasar bearish.

Tim Research Tokocrypto menjelaskan ini sinyal yang dingin: pasar belum benar-benar kembali sehat selama BTC masih tertahan di bawah adjusted cost basis aktifnya.

“Kalau pola historis terulang, fase menyebalkan ini bisa lanjut beberapa bulan lagi dan semua orang yang terlalu cepat teriak bottom bakal digebuk sabar oleh waktu,” analisanya.

Baca juga: Bitcoin Terlihat Kuat, Tapi Rapuh? Cek Fakta di Balik Harga

Pola historis mengindikasikan potensi tekanan lanjutan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika melihat siklus sebelumnya, Bitcoin biasanya berada di bawah level adjusted cost basis selama 6 hingga 10 bulan sebelum akhirnya berhasil menembus kembali. Saat ini, periode dua bulan masih tergolong awal dibandingkan pola historis tersebut.

Apabila pola yang sama kembali terjadi, maka pasar berpotensi menghadapi beberapa bulan yang menantang ke depan, dengan harga yang kemungkinan masih bergerak di bawah level $72.500.

Outlook pasar masih belum pasti

Meskipun metrik adjusted realized price memberikan insight penting terhadap kondisi pasar, indikator ini tidak dapat memastikan arah pergerakan harga ke depan. Namun, kegagalan Bitcoin untuk menembus level ini memperkuat sentimen kehati-hatian di kalangan investor.

Untuk saat ini, pergerakan Bitcoin yang masih berada di bawah level tersebut menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase yang belum stabil dan membutuhkan waktu serta katalis tambahan untuk pemulihan.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Onyxcoin Pindah ke Layer-1: Goliath Mainnet Resmi Mengudara

Onyxcoin telah memasuki fase baru dalam pengembangan ekosistemnya setelah peluncuran Goliath mainnet versi publik sejak 27 Maret 2026.

Langkah ini menandai transisi penting dari tahap pengembangan menuju jaringan yang siap digunakan secara luas oleh pengguna dan developer.

Sebagaimana dikutip dari Coinmarketcal, peluncuran ini diposisikan sebagai salah satu milestone teknikal paling signifikan dalam roadmap Onyxcoin, membuka peluang baru mulai dari staking hingga pembangunan aplikasi di atas jaringan baru tersebut.

Baca Juga: Onyxcoin Catat Lonjakan 67% dan Jadi Peraih Keuntungan Tertinggi

Dari Pengembangan ke Adopsi Nyata

Selama ini, Onyxcoin masih berada dalam fase pengembangan dengan berbagai pengujian dan penyempurnaan infrastruktur. Dengan hadirnya Goliath mainnet, proyek ini secara resmi memasuki fase operasional.

Mainnet publik memungkinkan pengguna untuk berinteraksi langsung dengan jaringan, melakukan transaksi, serta memanfaatkan berbagai fitur yang sebelumnya hanya tersedia dalam lingkungan terbatas.

Selain itu, peluncuran ini juga membuka jalan bagi developer untuk mulai membangun aplikasi berbasis blockchain di atas ekosistem Onyxcoin. Ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan utilitas nyata bagi token XCN.

Potensi Staking dan Ekosistem Baru

Salah satu daya tarik utama dari Goliath mainnet adalah potensi aktivasi fitur staking. Dengan adanya staking, pemegang XCN dapat berpartisipasi dalam keamanan jaringan sekaligus memperoleh insentif.

Lebih jauh lagi, mainnet ini diharapkan menjadi katalis bagi pertumbuhan ekosistem, termasuk integrasi dengan berbagai layanan Web3, DeFi, hingga aplikasi terdesentralisasi (dApps).

Jika berhasil menarik minat developer dan pengguna, Onyxcoin berpotensi meningkatkan adopsi serta memperkuat posisi XCN di pasar kripto yang semakin kompetitif.

Event Material, Tapi Sudah Diantisipasi Pasar

Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa peluncuran ini merupakan event yang benar-benar material karena menyangkut realisasi produk inti, bukan sekadar wacana.

“Ini salah satu event yang benar-benar material karena menyangkut delivery produk inti, bukan cuma sesi ngobrol kosong. Tapi karena tanggalnya sudah diketahui jauh hari dan ekspektasi pasar sudah sempat dibangun, efek paling realistis tetap kombinasi antara dorongan naratif jangka pendek dan risiko sell-the-news setelah mainnet resmi hidup,” kata Tim Research Tokocrypto.

Artinya, meskipun peluncuran ini penting secara fundamental, dampaknya terhadap harga tidak selalu langsung positif dalam jangka pendek.

Risiko Sell-the-News

Fenomena sell-the-news sering terjadi di pasar kripto, di mana harga naik menjelang event besar karena ekspektasi, lalu justru turun setelah event tersebut benar-benar terjadi.

Dalam kasus Onyxcoin, tanggal peluncuran yang sudah diketahui sebelumnya membuat pasar memiliki waktu untuk “price in” ekspektasi tersebut.

Jika tidak ada kejutan tambahan seperti kemitraan besar, lonjakan pengguna, atau adopsi langsung pasca peluncuran, maka harga XCN berpotensi mengalami tekanan setelah mainnet resmi berjalan.

Faktor Penentu Setelah Launch

Setelah Goliath mainnet aktif, perhatian pasar akan bergeser dari narasi ke eksekusi. Beberapa faktor kunci yang akan menentukan keberhasilan jangka panjang antara lain:

  • Jumlah pengguna aktif di jaringan
  • Aktivitas staking dan partisipasi komunitas
  • Jumlah aplikasi yang dibangun di atas mainnet
  • Kemitraan strategis dengan proyek lain

Tanpa pertumbuhan nyata di aspek-aspek tersebut, euforia peluncuran bisa cepat mereda.

Antara Harapan dan Realita

Peluncuran mainnet selalu menjadi momen penting bagi proyek blockchain, karena menunjukkan bahwa proyek tersebut telah mencapai tahap implementasi nyata.

Namun, pasar kripto dikenal sangat dinamis dan seringkali bereaksi berlawanan dengan ekspektasi awal.

Dalam jangka pendek, XCN berpotensi mendapatkan dorongan dari sentimen positif. Namun dalam jangka menengah hingga panjang, performanya akan sangat bergantung pada seberapa sukses Onyxcoin membangun ekosistem di atas Goliath mainnet.

Baca Juga: Riset Kripto 05-09 Jan 2026: Konflik Geopolitik: Bom Waktu Bitcoin?

Peluncuran Goliath mainnet oleh Onyxcoin menjadi langkah besar menuju adopsi yang lebih luas. Ini bukan sekadar update teknis, tetapi transisi menuju penggunaan nyata di dunia blockchain.

Meski demikian, investor perlu mewaspadai potensi volatilitas, terutama dengan adanya risiko sell-the-news.

Pada akhirnya, keberhasilan XCN tidak hanya ditentukan oleh peluncuran mainnet, tetapi oleh apa yang terjadi setelahnya, yaitu adopsi, utilitas, dan pertumbuhan ekosistem secara berkelanjutan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Proyek Wajib Transparan Soal Market Maker

Binance kembali mengambil langkah tegas dalam meningkatkan transparansi pasar kripto dengan merilis pedoman baru terkait peran market maker dalam proses listing token.

Dalam kebijakan terbaru ini, Binance mewajibkan setiap proyek untuk mengungkap identitas market maker, termasuk badan hukum yang terlibat serta detail kontrak kerja sama.

Selain itu, bursa juga secara eksplisit melarang praktik profit-sharing dan guaranteed return yang selama ini kerap menjadi area abu-abu dalam industri.

Langkah ini menandai upaya serius Binance untuk memperbaiki integritas pasar, khususnya pada fase awal perdagangan token baru.

Baca Juga: Binance Resmi Integrasi RLUSD, Stablecoin Ripple Makin Ekspansif!

Wajib Transparansi: Siapa Market Maker di Balik Token?

Salah satu poin utama dalam aturan baru ini adalah kewajiban bagi proyek untuk mengungkap secara jelas siapa pihak market maker yang mereka gunakan.

Market maker sendiri memiliki peran penting dalam menyediakan likuiditas dan menjaga stabilitas harga di pasar.

Namun, kurangnya transparansi selama ini sering membuka celah untuk manipulasi harga dan volume perdagangan.

Dengan aturan ini, Binance ingin memastikan bahwa hubungan antara issuer token dan market maker tidak lagi tersembunyi dari publik maupun regulator.

Larangan Skema “Abu-Abu”

Selain transparansi, Binance juga melarang secara tegas dua praktik yang dinilai berisiko tinggi:

  • Profit-sharing: Pembagian keuntungan antara proyek dan market maker
  • Guaranteed return: Jaminan keuntungan tertentu kepada market maker

Kedua skema ini sering dianggap sebagai potensi konflik kepentingan, karena dapat mendorong manipulasi harga demi mencapai target profit tertentu.

Dengan melarang praktik tersebut, Binance berupaya menciptakan mekanisme pasar yang lebih fair dan berbasis permintaan nyata.

Aturan Ketat untuk Peminjaman Token

Binance juga memperketat aturan terkait peminjaman token kepada market maker.

Dalam pedoman baru, setiap perjanjian pinjaman harus menjelaskan secara rinci bagaimana token tersebut boleh digunakan.

Menurut laporan Coindesk, tujuan aturan ini adalah untuk mencegah penyalahgunaan, seperti dumping besar-besaran atau manipulasi likuiditas yang merugikan investor ritel.

Jika ditemukan pelanggaran, Binance menegaskan akan mengambil tindakan cepat, termasuk blacklist terhadap market maker yang terlibat.

Perspektif Industri: Menyasar Area Gelap

Tim riset dari Tokocrypto menilai kebijakan ini sebagai langkah penting dalam membersihkan salah satu area paling problematik di industri kripto.

“Langkah ini menunjukkan Binance sedang mencoba menutup salah satu area paling gelap dalam pasar kripto: hubungan kotor antara issuer dan market maker yang bisa memelintir volume serta harga,” tutur Tim Research Tokocrypto.

“Kalau penegakannya benar-benar keras, aturan ini bisa meningkatkan integritas listing baru, tapi juga berisiko membuka betapa busuknya praktik likuiditas semu yang selama ini dibiarkan hidup,” imbuhnya.

Pernyataan ini menyoroti bahwa meskipun aturan baru membawa potensi perbaikan, implementasinya akan menjadi kunci utama keberhasilan.

Dampak ke Pasar Kripto

Kebijakan ini berpotensi memberikan dampak luas terhadap ekosistem kripto, terutama bagi proyek baru yang ingin listing di Binance.

Di satu sisi, aturan ini dapat meningkatkan kepercayaan investor dengan memastikan bahwa harga dan volume lebih mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya.

Namun di sisi lain, proyek yang selama ini bergantung pada praktik likuiditas buatan mungkin akan kesulitan memenuhi standar baru ini.

Hal ini juga bisa menyebabkan penurunan jumlah listing dalam jangka pendek, karena hanya proyek dengan struktur yang lebih transparan dan profesional yang mampu memenuhi persyaratan.

Menuju Pasar yang Lebih Sehat

Langkah Binance ini mencerminkan tren yang lebih besar di industri kripto: pergeseran menuju transparansi dan akuntabilitas.

Seiring meningkatnya perhatian regulator global, bursa kripto dituntut untuk menerapkan standar yang lebih tinggi guna melindungi investor dan menjaga stabilitas pasar.

Jika kebijakan ini berhasil diterapkan secara konsisten, bukan tidak mungkin akan menjadi standar baru yang diikuti oleh bursa lain.

Baca Juga: Dituding Terkait dengan Iran, Binance Gugat Wall Street Journal!

Aturan baru Binance terkait market maker menjadi sinyal kuat bahwa industri kripto sedang bergerak menuju fase yang lebih matang.

Dengan menutup celah manipulasi dan meningkatkan transparansi, perusahaan berupaya menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih adil dan terpercaya.

Namun, seperti yang disoroti pelaku industri, tantangan terbesar bukan pada aturan itu sendiri, melainkan pada seberapa konsisten dan tegas aturan tersebut ditegakkan di lapangan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Core Bahas Quantum Resistance Bitcoin, Awal Upgrade Besar?

Core kembali menarik perhatian pasar dengan menggelar sesi Quantum Resistance Deep Dive pada 27 Maret 2026.

Acara tersebut menghadirkan sejumlah kontributor inti untuk membahas arah pengembangan teknologi quantum-resistant yang diklaim dapat memperkuat keamanan infrastruktur blockchain, khususnya yang berkaitan dengan Bitcoin.

Meski terdengar ambisius, penting untuk dicatat bahwa event ini lebih bersifat diskusi teknis dan eksplorasi visi, bukan peluncuran fitur final atau perubahan langsung pada jaringan.

Baca Juga: Apa itu Coretax dan Apa Saja Keluhan yang Sering Dialami?

Fokus pada Keamanan Era Quantum

Quantum resistance menjadi salah satu topik paling hangat dalam dunia kripto, seiring kekhawatiran bahwa komputasi kuantum di masa depan dapat mengancam sistem kriptografi yang saat ini digunakan.

Menurut laporan Coinmarketcal, dalam sesi ini Core membahas bagaimana pendekatan mereka dalam menghadapi potensi ancaman tersebut, termasuk strategi untuk memperkuat keamanan jaringan berbasis Bitcoin.

Topik yang diangkat mencakup visi jangka panjang pengembangan quantum-resistant, dampak terhadap keamanan infrastruktur blockchain, dan arah teknis upgrade di masa depan.

Dengan kata lain, event ini lebih berfungsi sebagai sarana edukasi dan transparansi kepada komunitas dibandingkan sebagai pengumuman produk siap pakai.

Bukan Launching, Tapi Positioning

Berbeda dengan peluncuran mainnet atau upgrade jaringan yang langsung aktif, Quantum Resistance Deep Dive lebih berfokus pada komunikasi dan positioning teknologi.

Hal ini penting dalam membangun kepercayaan komunitas dan menarik perhatian developer, namun biasanya tidak memiliki dampak langsung terhadap fundamental harga dalam jangka pendek.

Pasar kripto cenderung merespons lebih kuat terhadap deliverable nyata, seperti fitur yang sudah berjalan atau integrasi yang langsung digunakan.

Perspektif Industri: Booster Sentimen

Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa event ini lebih cocok dipandang sebagai penguat narasi teknologi dibandingkan katalis harga.

“Tema quantum resistance memang seksi buat narasi teknologi, tapi event berbentuk Spaces seperti ini jarang cukup kuat buat mengubah valuasi secara nyata. Selama belum ada deliverable final yang hidup di jaringan, dampaknya buat CORE lebih cocok dibaca sebagai booster sentimen dan positioning brand teknologi, bukan pemicu repricing besar,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan ini menegaskan bahwa meskipun topiknya menarik, pasar tetap membutuhkan bukti implementasi nyata sebelum memberikan valuasi lebih tinggi.

Quantum Resistance: Narasi Masa Depan

Topik quantum resistance sendiri memang memiliki daya tarik kuat, terutama karena menyangkut masa depan keamanan blockchain secara global.

Jika komputer kuantum berkembang hingga mampu memecahkan algoritma kriptografi saat ini, maka banyak jaringan blockchain, termasuk Bitcoin, berpotensi terdampak.

Karena itu, proyek yang mulai membahas dan mengembangkan solusi quantum-resistant sejak dini dapat memperoleh keunggulan positioning sebagai inovator teknologi.

Namun, hingga saat ini, ancaman tersebut masih berada dalam tahap teoritis dan belum menjadi risiko langsung dalam jangka pendek.

Dampak ke CORE Token

Bagi investor, event seperti ini biasanya memberikan efek berupa peningkatan awareness terhadap proyek, dorongan sentimen jangka pendek, hingga penguatan narasi teknologi.

Namun tanpa adanya implementasi nyata, dampak tersebut cenderung terbatas dan bersifat sementara.

Pergerakan harga CORE kemungkinan besar tetap akan dipengaruhi oleh faktor lain seperti kondisi pasar secara umum, likuiditas, serta perkembangan fundamental yang lebih konkret.

Baca Juga: Hard-Core-Fund-Sinyal-Positif-Bagi-Pengembang-Bitcoin-Independen

Sesi Quantum Resistance Deep Dive dari Core menjadi langkah penting dalam membangun narasi dan positioning teknologi di tengah persaingan industri kripto.

Namun, investor perlu memahami bahwa event ini bukanlah peluncuran fitur atau upgrade yang langsung berdampak pada jaringan.

Dalam jangka pendek, dampaknya lebih condong ke sentimen dan branding. Sementara dalam jangka panjang, nilai sebenarnya akan ditentukan oleh sejauh mana konsep quantum resistance tersebut benar-benar diwujudkan dalam bentuk teknologi yang dapat digunakan.

Dengan kata lain, ini adalah langkah awal yang menarik, tetapi belum cukup untuk mengubah arah pasar secara signifikan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Hari Ini Turun 1,98% ke $0,177, Likuiditas Tipis

Harga Pi Network kembali mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir dengan penurunan 1,98% ke level $0,177.

Penurunan ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang relatif stabil hingga sedikit menguat, sehingga menunjukkan bahwa pergerakan Pi cenderung dipengaruhi faktor internal.

Berbeda dengan aset besar seperti Bitcoin yang cenderung bergerak datar, Pi justru melemah, menandakan adanya tekanan spesifik yang tidak berasal dari sentimen pasar secara umum.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 7%, Tertekan Profit Taking

Likuiditas Rendah Jadi Penyebab Utama

Merujuk pada laporan Coinmarketcap pada Senin (30/3), faktor utama di balik penurunan ini adalah likuiditas yang rendah dan kondisi pasar yang tipis (thin market).

Dengan volume perdagangan sekitar $15,1 juta dibandingkan kapitalisasi pasar sebesar $1,76 miliar, rasio turnover Pi hanya berada di kisaran 0,86%.

Angka ini tergolong sangat rendah, yang berarti order book cenderung dangkal. Dalam kondisi seperti ini, bahkan tekanan jual yang tidak terlalu besar bisa menyebabkan pergerakan harga yang signifikan.

Artinya, pergerakan harga Pi saat ini lebih dipengaruhi oleh aliran transaksi jangka pendek dibandingkan faktor fundamental.

Tidak Ada Katalis Jelas

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Selain likuiditas, faktor lain yang menonjol adalah tidaknya ada katalis signifikan yang memicu penurunan harga.

Tidak ditemukan pengumuman besar, kemitraan baru, atau sentimen negatif yang dapat menjelaskan pergerakan ini. Bahkan secara sosial, diskusi komunitas cenderung netral tanpa adanya lonjakan sentimen negatif.

Menariknya, Pi juga tidak mengikuti arah pasar secara keseluruhan. Hal ini memperkuat indikasi bahwa penurunan lebih bersifat isolated move yang dipicu oleh dinamika internal pasar.

Tanpa katalis eksternal, harga menjadi lebih rentan terhadap fluktuasi acak.

Struktur Harga Masih Rapuh

Dari sisi teknikal, struktur harga Pi saat ini masih tergolong lemah, meskipun belum sepenuhnya masuk ke tren bearish yang kuat.

Level kunci yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Support utama: $0,17
  • Support lanjutan: $0,16
  • Resistance terdekat: $0,185

Jika harga mampu bertahan di atas $0,17, maka ada peluang untuk konsolidasi dalam rentang $0,17 hingga $0,185.

Namun, jika level ini ditembus, risiko penurunan lebih dalam menuju $0,16 akan semakin besar.

Penutupan harian di bawah $0,17 akan menjadi sinyal awal bahwa tekanan bearish mulai menguat.

Volume Jadi Kunci Arah Selanjutnya

Salah satu indikator terpenting yang perlu diperhatikan ke depan adalah volume perdagangan.

Saat ini, volume yang rendah menunjukkan kurangnya partisipasi pasar. Untuk mengonfirmasi arah tren yang lebih kuat, baik naik maupun turun, dibutuhkan peningkatan volume yang signifikan.

Sebagai acuan, kenaikan volume di atas $30 juta per hari dapat menjadi sinyal bahwa likuiditas mulai membaik dan pergerakan harga memiliki dasar yang lebih kuat.

Tanpa dukungan volume, pergerakan harga berisiko tetap volatil dan tidak stabil.

Bearish Hati-Hati

Secara keseluruhan, kondisi pasar Pi saat ini dapat dikategorikan sebagai cautiously bearish.

Penurunan harga yang terjadi bukan disebabkan oleh sentimen negatif besar, melainkan oleh kelemahan struktural dalam likuiditas pasar. Hal ini membuat harga lebih mudah tertekan, bahkan oleh aktivitas trading yang relatif kecil.

Di sisi lain, belum adanya katalis positif membuat potensi pemulihan juga terbatas dalam jangka pendek.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 3,24% Saat Pasar Naik, Likuiditas Tipis

Penurunan harga Pi Network ke $0,177 mencerminkan kerentanan aset ini dalam kondisi likuiditas rendah.

Tanpa dukungan volume dan katalis baru, pergerakan harga cenderung tetap rapuh dan mudah berubah arah.

Fokus utama pasar saat ini adalah apakah level $0,17 mampu bertahan. Jika ya, konsolidasi bisa terjadi. Namun jika tidak, tekanan bearish berpotensi berlanjut ke area yang lebih rendah.

Bagi investor, kondisi ini menuntut kehati-hatian lebih, terutama dalam menghadapi volatilitas yang dipicu oleh faktor non-fundamental.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Naik Tipis ke Level $67.085

Harga Bitcoin hari ini tercatat di $67.085,19 per BTC, mengalami kenaikan tipis sebesar 0,48% dalam 24 jam terakhir.

Menurut laporan Tokocrypto pada Senin (30/3), kapitalisasi pasarnya berada di level $1,34 triliun, sementara volume perdagangan harian mencapai $24,92 miliar.

Kenaikan ini menunjukkan adanya stabilisasi jangka pendek, meskipun tekanan koreksi dalam beberapa bulan terakhir masih membayangi pergerakan Bitcoin secara keseluruhan.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun $66.098, Ada Apa?

Pergerakan Harian: Rebound Moderat

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang cukup lebar dengan level terendah di $64.971,71 dan tertinggi di $67.364,00.

Kenaikan sebesar $322,62 (+0,48%) mencerminkan upaya pasar untuk pulih setelah tekanan jual sebelumnya.

Bahkan dalam timeframe lebih pendek, BTC mencatat kenaikan 0,62% dalam 1 jam terakhir, menandakan adanya dorongan beli jangka pendek.

Namun demikian, kenaikan ini masih tergolong moderat dan belum menunjukkan momentum bullish yang kuat.

Kinerja Campuran di Berbagai Timeframe

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika dilihat dari berbagai periode waktu, pergerakan Bitcoin menunjukkan pola yang beragam:

  • 7 hari: turun 2,11%
  • 30 hari: naik 1,78%
  • 60 hari: turun 23,67%
  • 90 hari: turun 22,87%

Data ini menunjukkan bahwa meskipun ada pemulihan dalam jangka pendek hingga menengah (30 hari), tren besar dalam 2–3 bulan terakhir masih berada dalam fase koreksi.

Dengan kata lain, kenaikan saat ini belum cukup untuk membalikkan tren bearish yang lebih dominan.

Jarak dari All-Time High

Bitcoin masih berada jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07. Ini berarti harga saat ini masih terkoreksi hampir 47% dari puncaknya.

Kondisi ini mencerminkan fase penyesuaian pasar setelah periode bullish sebelumnya, di mana investor cenderung lebih selektif dan berhati-hati.

Struktur Pasokan dan Dominasi Pasar

Dari sisi fundamental, Bitcoin tetap menjadi aset kripto dengan dominasi tertinggi di pasar.

  • Sirkulasi saat ini: 20,01 juta BTC
  • Maksimum suplai: 21 juta BTC
  • Persentase beredar: 95,28%

Tingginya persentase suplai yang sudah beredar menunjukkan bahwa tekanan inflasi dari sisi suplai sangat terbatas. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mendukung nilai jangka panjang Bitcoin.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) saat ini berada di sekitar $1,40 triliun, menunjukkan potensi nilai maksimum jika seluruh suplai beredar.

Likuiditas dan Aktivitas Pasar

Volume perdagangan harian di kisaran $24,5 miliar menunjukkan bahwa likuiditas pasar masih cukup kuat, meskipun belum mencapai level euforia.

Volume ini menjadi indikator penting karena pergerakan harga yang didukung oleh volume tinggi biasanya lebih berkelanjutan.

Tanpa lonjakan volume, kenaikan harga cenderung bersifat sementara dan rentan terhadap koreksi.

Level Kunci yang Harus Diperhatikan

Beberapa level teknikal penting yang menjadi perhatian pasar saat ini antara lain:

  • Support terdekat: $65.000
  • Support kuat: $63.000
  • Resistance terdekat: $67.400
  • Resistance utama: $69.000

Jika Bitcoin mampu menembus resistance di $67.400 dengan volume kuat, peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju $69.000 akan terbuka.

Sebaliknya, jika gagal bertahan di atas $65.000, tekanan jual bisa kembali membawa harga ke level support yang lebih rendah.

Outlook: Konsolidasi dengan Bias Netral

Secara keseluruhan, kondisi pasar Bitcoin saat ini menunjukkan fase konsolidasi dengan bias netral.

Kenaikan tipis dalam 24 jam terakhir memberikan sinyal positif, namun belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren.

Pasar masih menunggu katalis yang lebih besar, baik dari faktor makroekonomi, kebijakan moneter global, maupun perkembangan industri kripto.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Sideways di Level $70.813

Setelah melihat analisa harga BTC hari ini, Bitcoin hari ini mengalami kenaikan moderat ke $67.085, mencerminkan upaya pemulihan jangka pendek.

Namun, tren jangka menengah masih menunjukkan tekanan koreksi yang signifikan. Dengan kondisi ini, pergerakan harga kemungkinan akan tetap berada dalam fase konsolidasi hingga muncul katalis baru.

Investor disarankan untuk memperhatikan level support dan resistance kunci serta memantau volume perdagangan sebagai indikator kekuatan tren selanjutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com