Tag Archives: altcoin

Bio Protocol (BIO) Naik 24%: Lonjakan yang Mengubah Peta Altcoin 2025

Pasar kripto kembali diramaikan oleh salah satu aset yang sebelumnya kurang mendapat sorotan, yaitu Bio Protocol (BIO).

Dalam 24 jam terakhir, BIO mencatat kenaikan harga signifikan sebesar +24,41%, diperdagangkan di kisaran $0,12875 per BIO.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $214,24 juta dan volume perdagangan harian menembus $352,30 juta, BIO kini masuk radar investor sebagai salah satu altcoin potensial yang patut diperhatikan.

Kenaikan tajam ini menempatkan BIO di peringkat #196 aset kripto global, dan menandai kebangkitan altcoin dengan fundamental unik berbasis teknologi protokol blockchain.

Pergerakan harga Bio Protocol (BIO/USDT) pada Senin, 18 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bio Protocol (BIO/USDT) pada Senin, 18 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Bio Protocol (BIO) Meledak 111% dalam Seminggu, Awal Bull Run?

Lonjakan BIO: Dari Relatif Sunyi Menjadi Sorotan

Dalam sehari, BIO menambah nilai $0,024929 atau +24,10%. Bahkan dalam jangka waktu 30 hari, harga BIO melesat +87,29%, sementara dalam 60 hari terakhir pertumbuhan lebih mengesankan dengan lonjakan +144,90%.

Jika dibandingkan dengan tren 90 hari, BIO sudah naik sekitar +69,35%, membuktikan konsistensi pertumbuhannya di tengah volatilitas pasar kripto global.

Lonjakan ini tak bisa dilepaskan dari meningkatnya permintaan investor, terutama sejak muncul spekulasi bahwa proyek Bio Protocol mulai memasuki fase ekspansi ekosistem.

Fundamental: Pasokan, Kapitalisasi, dan Adopsi

Saat ini, BIO memiliki suplai beredar sebesar 1,66 miliar token, yang mewakili sekitar 50,12% dari total pasokan maksimum 3,32 miliar BIO.

Dengan kapitalisasi pasar yang sudah menembus $214 juta, jika seluruh suplai beredar, nilai kapitalisasi pasarnya berpotensi mencapai $426,12 juta.

Data ini menunjukkan bahwa BIO masih memiliki ruang pertumbuhan yang luas. Peningkatan volume perdagangan harian yang cukup tinggi, yakni lebih dari $352 juta, menandakan adanya aliran modal baru dan minat investor yang semakin besar.

Lonjakan volume perdagangan biasanya menjadi indikator awal dari tren bullish untuk jangka menengah.

Analisis Teknikal BIO

Dari perspektif teknikal, terdapat beberapa sinyal menarik:

  1. Tren Jangka Pendek (24 jam – 7 hari)
    BIO mencatat kenaikan +1,68% dalam 1 jam terakhir dan +14,23% dalam 7 hari terakhir, menandakan adanya momentum bullish yang masih berlanjut. Konsolidasi singkat kemungkinan akan terjadi, tetapi tren jangka pendek masih positif.
  2. Support dan Resistance
    • Support terdekat: $0,11
    • Resistance utama: $0,135 – $0,14
      Jika BIO mampu menembus resistance $0,14 dengan volume besar, maka target berikutnya berada di kisaran $0,16–$0,18. Sebaliknya, jika gagal bertahan di atas $0,12, maka koreksi bisa membawa harga kembali ke $0,11.
  3. Moving Average (MA)
    Mengingat lonjakan harga dalam 60 hari terakhir (+144,90%), BIO kini berada jauh di atas rata-rata harga 30 harinya. Kondisi ini menunjukkan tren bullish kuat, tetapi juga membuka peluang overbought, sehingga investor perlu mengantisipasi koreksi jangka pendek.
  4. Relative Strength Index (RSI)
    Estimasi RSI BIO berada di zona 70–75, yang berarti mendekati area jenuh beli (overbought). Secara historis, kondisi ini bisa memicu retracement kecil sebelum melanjutkan tren naik.

Faktor Pendorong Lonjakan Harga BIO

Beberapa faktor yang diduga menjadi pendorong utama lonjakan BIO antara lain:

  • Sentimen Positif Pasar Altcoin
    Saat Bitcoin mengalami koreksi ke sekitar $115 ribu, banyak investor mengalihkan dana ke altcoin dengan potensi pertumbuhan lebih besar, termasuk BIO.
  • Spekulasi Ekspansi Protokol
    Bio Protocol disebut-sebut sedang mengembangkan integrasi lintas blockchain, yang meningkatkan daya tariknya sebagai aset berbasis utilitas.
  • Likuiditas Tinggi
    Volume perdagangan BIO dalam 24 jam terakhir mencapai lebih dari $352 juta, cukup tinggi untuk aset dengan peringkat di luar 150 besar. Hal ini menunjukkan meningkatnya minat investor institusional maupun ritel.

Baca Juga: Tokocrypto x BIO Protocol Gelar AMA: Bahas Bioteknologi dan Web3

Saatnya BIO Masuk Radar Investor?

Lonjakan harga +24% dalam sehari menandai titik balik penting bagi Bio Protocol.

Dengan fundamental pasokan yang solid, volume perdagangan tinggi, serta tren teknikal yang bullish, BIO mulai dilirik sebagai salah satu altcoin yang berpotensi melanjutkan reli.

Namun, perlu diingat bahwa kenaikan cepat juga berisiko diikuti koreksi tajam. Investor yang ingin masuk disarankan memperhatikan level support di $0,11 dan resistance di $0,14 sebagai indikator kunci pergerakan harga berikutnya.

Dengan momentum pasar yang sedang menguntungkan, BIO berpotensi menjadi salah satu altcoin yang bersinar pada paruh kedua tahun 2025, terutama jika proyek berhasil memperluas ekosistem dan adopsinya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

LINK dan STRK Pimpin Aktivitas Ekosistem Ethereum pada Agustus 2025

Aktivitas pengembangan menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kekuatan fundamental sebuah proyek kripto Ethereum. Laporan terbaru dari Santiment pada 11 Agustus 2025 menunjukkan bahwa Chainlink (LINK) kembali menempati posisi teratas dalam daftar aktivitas pengembangan ekosistem Ethereum, disusul oleh Starknet (STRK) di peringkat kedua.

Chainlink Tetap Kokoh di Posisi #1

Chainlink ($LINK) berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemimpin aktivitas pengembangan tanpa perubahan dari bulan sebelumnya. Dominasi ini mencerminkan komitmen kuat tim developer dalam terus membangun jaringan oracle terdesentralisasi yang menjadi tulang punggung bagi banyak aplikasi DeFi, NFT, hingga proyek Web3 lainnya.

Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Minggu, 17 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Minggu, 17 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Adu Indikator On-Chain, Dogecoin Lewati Bitcoin dan Ethereum!

Menurut data, konsistensi aktivitas pengembangan $LINK kerap berhubungan dengan kepercayaan investor dan potensi reli harga. Pola historis juga menunjukkan bahwa proyek dengan pengembangan berkelanjutan cenderung lebih tahan banting saat pasar kripto mengalami penurunan. Hal ini menjadikan LINK kandidat menarik bagi investor yang menerapkan strategi akumulasi jangka menengah hingga panjang.

Starknet Menguat di Posisi #2

Sementara itu, Starknet ($STRK) kembali mengamankan posisi kedua, menegaskan perannya sebagai salah satu solusi penskalaan layer-2 paling aktif di ekosistem Ethereum. Ketertarikan pasar terhadap teknologi rollup dan efisiensi biaya gas Ethereum menjadi faktor pendorong meningkatnya perhatian terhadap STRK.

Pergerakan harga Starnet (STRK/USDT) pada Minggu, 17 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Starknet (STRK/USDT) pada Minggu, 17 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dengan potensi pembaruan besar pada mainnet Ethereum, termasuk implementasi sharding, Starknet dipandang memiliki peluang untuk memanfaatkan momentum tersebut dalam memperluas adopsi di sektor DeFi dan NFT.

Implikasi bagi Pedagang dan Investor

Peringkat aktivitas pengembangan ini tidak hanya memberi gambaran tentang inovasi teknis, tetapi juga berfungsi sebagai indikator peluang perdagangan. Bagi pedagang, stabilitas posisi $LINK dan $STRK di puncak daftar menunjukkan adanya sentimen positif sekaligus potensi fluktuasi harga yang bisa dimanfaatkan.

  • Untuk $LINK, analis menyoroti area support di kisaran $10–$12 dan resistance di sekitar $15 sebagai level penting yang perlu diperhatikan.
  • Untuk $STRK, perkembangan pada sektor DeFi dan NFT diperkirakan dapat memicu kenaikan permintaan, terutama jika adopsi layer-2 semakin meluas.

Selain itu, tren bullish Ethereum ($ETH) dan stabilitas Bitcoin ($BTC) di atas $60.000 dapat memberikan efek riak yang mendorong likuiditas pada altcoin seperti LINK dan STRK.

Prospek Jangka Panjang

Aktivitas pengembangan yang tinggi menandakan lebih dari sekadar pembaruan teknis—ia juga membuka peluang bagi masuknya modal ventura, kemitraan strategis, hingga integrasi lintas sektor. Chainlink, misalnya, memiliki potensi untuk menghubungkan data oracle dengan proyek berbasis AI, sementara Starknet berpeluang menjadi katalis utama dalam solusi skalabilitas Ethereum.

Secara keseluruhan, data Santiment mempertegas posisi Chainlink dan Starknet sebagai dua aset berbasis Ethereum dengan fundamental kuat. Bagi investor jangka panjang, kedua token ini dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi diversifikasi, terutama di tengah lanskap kripto yang semakin kompetitif.

Baca juga: Bitcoin Nyaris Sentuh $110.000, Ethereum dan Dogecoin Ikut Melonjak


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli



Sumber : news.tokocrypto.com

Prediksi Harga Dogecoin (DOGE): Target $0,30 pada September 2025

Dogecoin (DOGE) menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah periode konsolidasi, dengan sejumlah indikator teknis memberi sinyal potensi breakout menuju level psikologis $0,30 pada September 2025. Analisis terbaru menggarisbawahi momentum bullish yang mulai terbentuk, meski tantangan resistensi utama masih harus ditembus.

Ringkasan Prediksi Harga DOGE

  • Target jangka pendek (1 minggu): $0,267 (+16,1%)
  • Prakiraan jangka menengah (1 bulan): $0,28 – $0,32
  • Level resistensi utama: $0,2455
  • Support kritis jika bearish: $0,2150

Konsensus Analis: Bullish dengan Nuansa Berbeda

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Minggu, 17 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Minggu, 17 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Golden Cross Dorong Dogecoin, Target $0,40 di Depan Mata

Sejumlah analis besar memberikan prediksi positif terhadap DOGE. CoinDesk memproyeksikan target paling agresif di $0,30 dengan mengacu pada pola golden cross. Sementara itu, model AI seperti WalletInvestor ($0,246) dan Changelly ($0,236) cenderung lebih konservatif karena berpatokan pada data historis.

CoinEdition menempatkan target di $0,2668, dengan menyoroti peran level rebound Fibonacci sebagai area support kuat. Perbedaan antara analisis teknikal tradisional (lebih bullish) dan prediksi AI (lebih berhati-hati) menciptakan dinamika menarik, namun mayoritas analis sepakat Dogecoin sedang berada di jalur kenaikan moderat.

Analisis Teknis DOGE: Indikator Bullish Menguat

  • MACD: Histogram positif 0,0005, menandai persilangan bullish pertama dalam 3 minggu.
  • RSI: 53,63, masih memberi ruang kenaikan tanpa risiko jenuh beli.
  • Bollinger Bands: Harga DOGE mendekati pita atas di $0,25, indikasi potensi breakout dengan volume yang meningkat.
  • Volume: $367,7 juta, naik 23% dari rata-rata mingguan, memberi sinyal adanya akumulasi institusional.
  • Rata-rata bergerak: DOGE diperdagangkan di atas EMA dan SMA utama, menciptakan struktur tren bullish klasik.

Skenario Harga: Bull vs Bear

Kasus Bullish

  • Target awal: $0,2668 (level Fibonacci 0,618).
  • Jika menembus $0,2455 dengan dukungan volume, DOGE berpeluang menuju $0,30.
  • Skenario optimistis menempatkan DOGE di $0,32–$0,35, jika momentum pasar kripto secara keseluruhan menguat.

Risiko Bearish

  • Gagal menembus $0,2455 bisa memicu koreksi ke support $0,2150.
  • Jika tekanan jual semakin besar, DOGE berisiko jatuh ke area $0,19, atau turun sekitar 17% dari level saat ini.

Strategi Masuk bagi Investor dan Trader

  • Trader agresif: Bisa mulai akumulasi antara $0,23 – $0,2350, dengan alokasi 2–3% dari portofolio.
  • Trader konservatif: Disarankan menunggu breakout di atas $0,2455 untuk mengurangi risiko palsu.
  • Pemegang DOGE: Dapat mempertahankan posisi sambil mengambil keuntungan parsial di sekitar $0,2668 sebagai langkah manajemen risiko.

Kesimpulan: Target $0,30 Masih Realistis

Prediksi harga DOGE menunjukkan prospek bullish dengan keyakinan moderat-tinggi. Konfirmasi utama yang perlu diperhatikan meliputi perdagangan berkelanjutan di atas $0,2455, peningkatan momentum MACD, dan volume harian di atas $400 juta.

Dengan pola pasar yang umumnya menguat pada awal September, Dogecoin memiliki peluang untuk mencapai $0,30 dalam 4–6 minggu ke depan. Namun, jika harga jatuh di bawah $0,2150, prospek teknis perlu dievaluasi ulang.

Baca juga: Harga Dogecoin Turun, Whale Pindahkan 900 Juta DOGE ke Binance


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli



Sumber : news.tokocrypto.com

Prediksi Harga Solana (SOL) Tembus $180, Incar Target $220

Solana (SOL) kembali mencuri perhatian pasar kripto setelah berhasil menembus level resistensi penting di $180 pada Jumat lalu. Kini, harga SOL bertahan di kisaran $185, mencatatkan kenaikan 31% dalam sebulan terakhir.

Dengan kapitalisasi pasar sekitar $100 miliar, aset digital ini tengah mengincar level berikutnya di $192 dan $205, sebelum membuka peluang menuju target ambisius di $220.

Dukungan Fundamental: Peningkatan Jaringan

Momentum bullish Solana kali ini tidak datang begitu saja. Pada 22 Juli lalu, jaringan Solana melakukan upgrade signifikan dengan meningkatkan kapasitas blok sebesar 20% menjadi 60 juta unit komputasi. Menurut Mert Mumtaz dari Helius, peningkatan ini memungkinkan jaringan memproses lebih banyak transaksi per blok, ibarat menambah lajur jalan raya agar lalu lintas lebih lancar.

Baca juga: Solana Turun 3,8% Usai SEC Tunda Keputusan ETF hingga Oktober

Cinta dari Investor Institusional

Dukungan dari institusi besar semakin memperkuat prospek harga SOL. DeFi Development Corp, perusahaan yang terdaftar di Nasdaq, dikabarkan hanya tinggal satu langkah lagi untuk mengakumulasi 1 juta SOL di kas mereka, senilai sekitar $187 juta. Sementara itu, perusahaan penambangan Bitcoin, Bit Mining, juga mengumumkan rencana mengumpulkan dana sebesar $200–300 juta khusus untuk memperkuat posisi mereka di Solana.

Langkah-langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa investor besar melihat potensi jangka panjang pada SOL. Beberapa analis meyakini bahwa jika SOL berhasil menembus level $200, jalur menuju $250 akan semakin terbuka karena resistensi besar mayoritas berada di bawah angka tersebut.

Pola Grafik Bullish

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 17 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 17 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Prediksi Harga Solana: SOL Bisa Pimpin Reli Altcoin, Target $250?

Dari sisi teknikal, grafik harian SOL menunjukkan pola inverse head and shoulders atau kepala dan bahu terbalik — formasi klasik yang sering diartikan sebagai tanda reli lanjutan. Jika harga berhasil ditutup di atas area $200–$205, target berikutnya berada di kisaran $223.

Indikator RSI berada di level 67,04, menunjukkan momentum yang kuat namun masih berada di bawah zona jenuh beli (di atas 70). Selama harga SOL tetap bertahan di atas support $180 dan mampu menembus zona $200–$205, peluang kenaikan signifikan tetap terbuka lebar.

Kombinasi Fundamental dan Teknikal

Yang membuat pergerakan SOL saat ini menarik adalah selarasnya faktor fundamental dan teknikal. Peningkatan jaringan, akumulasi besar-besaran oleh institusi, serta pola grafik yang mendukung, semuanya menunjukkan potensi reli lanjutan.

Meski begitu, volatilitas kripto tetap menjadi risiko utama. Namun, dengan kondisi saat ini, banyak analis menilai bukan soal apakah SOL akan bergerak naik, melainkan seberapa jauh reli ini bisa berlanjut.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli





Sumber : news.tokocrypto.com

Bisakah XRP Mencapai $5 Tahun Ini?

XRP kembali mencuri perhatian pasar kripto setelah menjadi aset digital dengan kinerja terbaik sepanjang tahun 2025. Sejak awal tahun, harga XRP telah melonjak 54% hingga mencapai level $3,20, melampaui Bitcoin (naik 29%) dan Ethereum (naik 41%). Namun, pertanyaan besarnya adalah: apakah XRP mampu menembus $5 pada akhir tahun?

Optimisme Pasar dan Peluang Prediksi

Menurut data dari pasar prediksi daring Kalshi, peluang XRP mencapai harga $4 pada tahun ini mencapai 70%, sementara peluang menembus $5 berada di angka 29%. Angka ini terbilang tinggi, mengingat rekor tertinggi sepanjang masa XRP masih di $3,84 yang dicapai lebih dari satu dekade lalu. Para pedagang meyakini hampir pasti XRP akan mencetak rekor baru pada akhir 2025.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 17 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 17 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Analisis Harga XRP: Menguji Support $3,08 di Tengah Tekanan Makro

Katalis Utama: ETF Spot XRP

Salah satu faktor yang diyakini bisa mendorong harga XRP adalah peluncuran ETF spot XRP. Sejumlah manajer investasi ternama telah mengajukan aplikasi ETF ini, dan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) dijadwalkan memberikan keputusan pada pertengahan Oktober. Bloomberg bahkan menilai peluang persetujuan mencapai 95%, terutama setelah sengketa hukum panjang antara Ripple dan SEC berakhir.

Dengan regulasi yang kini lebih jelas, Ripple dapat kembali fokus mengembangkan jaringan pembayaran berbasis XRP, termasuk memperluas adopsi di pasar Amerika Serikat yang sempat melambat dalam lima tahun terakhir.

Hype dan Spekulasi Seputar XRP

Meski optimisme tinggi, ramalan harga XRP sering kali dibumbui spekulasi berlebihan. Beberapa analis ekstrem bahkan memprediksi XRP bisa melonjak hingga $30 pada 2026 atau bahkan $100 dalam jangka panjang. Namun, sebagian besar prediksi tersebut cenderung lebih banyak didorong hype dibandingkan realitas pasar.

Contohnya, rumor mengenai XRP sebagai bagian dari cadangan strategis pemerintah AS atau akuisisi Circle oleh Ripple terbukti tidak sesuai kenyataan. Pasar prediksi bahkan hanya memberi peluang 9% bahwa pemerintah AS akan mengakumulasikan XRP tahun ini.

Haruskah Investor Membeli XRP?

XRP memang memiliki katalis besar yang bisa memacu kenaikan harga, terutama dengan potensi hadirnya ETF spot. Namun, pergerakan XRP sangat bergantung pada tren pasar kripto secara keseluruhan, khususnya Bitcoin. Sulit membayangkan XRP bisa naik 56% menuju $5 tanpa kenaikan signifikan pada Bitcoin.

Dengan demikian, investor disarankan untuk tetap berhati-hati. Potensi keuntungan memang ada, tetapi risiko spekulatif di sekitar XRP juga tidak kecil.

Baca juga: Analisis: Ke Mana Harga XRP Akan Bergerak Selanjutnya?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli





Sumber : news.tokocrypto.com

Likuidasi Altcoin Melebihi Bitcoin, Menandai Pergeseran Spekulasi Pasar

Altcoin secara resmi telah melampaui Bitcoin dalam likuidasi kumulatif di Binance, menandai perubahan besar dalam minat spekulatif pasar kripto.

Menurut analis pasar, Joao Wedson, data tahun 2025 menunjukkan bahwa trader kini mengambil lebih banyak risiko pada altcoin dibandingkan Bitcoin. Hal ini berbanding terbalik dengan tren tahun 2024, di mana Bitcoin masih mendominasi aktivitas likuidasi.

Dari Bitcoin ke Altcoin

Baca juga: Altcoin Terbaik Saat Bitcoin Turun: Diversifikasi Saat Pasar Lesu

Pada 2024, Bitcoin memimpin likuidasi, dengan volume posisi yang jauh lebih besar dibandingkan gabungan altcoin. Namun sejak Januari 2025, tren mulai bergeser. Likuidasi altcoin meningkat tajam dan perlahan mengikis dominasi Bitcoin.

Puncaknya terjadi pada Juli 2025, ketika altcoin mencatat lonjakan likuidasi pada posisi beli maupun jual, mendorong Delta Likuidasi Kumulatif BTC vs Altcoin di Binance ke titik terendah baru. Wedson menegaskan bahwa Juli menjadi titik balik, saat altcoin untuk pertama kalinya menyalip Bitcoin dalam aktivitas likuidasi.

Sinyal Minat Trader

Dilaporkan Cryptodnes, fenomena ini mencerminkan pergeseran sentimen yang lebih dalam di kalangan pelaku pasar. Trader kini berspekulasi lebih agresif pada altcoin, terdorong oleh volatilitas tinggi dan peluang keuntungan yang lebih besar.

“Semakin banyak trader yang dilikuidasi, semakin jelas pesannya — permintaan dan aktivitas perdagangan altcoin meningkat, melampaui BTC dalam hal minat spekulatif,” ujar Wedson.

Implikasi ke Depan

Secara historis, peningkatan likuidasi altcoin sering bertepatan dengan awal musim altcoin, yakni periode ketika modal bergeser dari Bitcoin ke altcoin. Periode ini kerap diikuti dengan reli harga eksplosif pada token-token berkapitalisasi kecil.

Lonjakan likuidasi altcoin kali ini bisa menjadi sinyal bahwa pasar memasuki fase rotasi spekulatif baru. Dengan dominasi Bitcoin yang masih berada di atas 59% namun mulai datar, analis memperkirakan volatilitas altcoin berpotensi menjadi penggerak utama pasar kripto di kuartal berikutnya.

Baca juga: Prediksi Harga Solana: SOL Bisa Pimpin Reli Altcoin, Target $250?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli



Sumber : news.tokocrypto.com

Melesat 40%, Cartesi (CTSI) Jadi Token Underrated!

Pasar kripto kembali diramaikan dengan lonjakan mengejutkan dari Cartesi (CTSI), sebuah proyek blockchain yang selama ini cukup underrated.

Dalam 24 jam terakhir, CTSI mencatat kenaikan harga +40.70%, membuatnya jadi salah satu aset digital dengan performa paling mencolok di antara ratusan token lain.

Harga Cartesi saat ini berada di kisaran $0.097152 per CTSI/USD, dengan kapitalisasi pasar mencapai $85.25 juta dan volume perdagangan harian sebesar $251.22 juta.

Angka ini menunjukkan peningkatan minat luar biasa terhadap CTSI, sekaligus memunculkan pertanyaan besar: apakah lonjakan ini hanya euforia sesaat, atau tanda dimulainya tren kenaikan jangka panjang?

Pergerakan harga Cartesi (CTSI/USDT) pada Minggu, 17 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Cartesi (CTSI/USDT) pada Minggu, 17 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Creepts: DApp Pertama yang Didukung Cartesi

Lonjakan Tajam dalam 24 Jam

Dalam sehari terakhir, Cartesi berhasil melonjak dari level rendah $0.068573 hingga menyentuh level tertinggi $0.119372 sebelum terkoreksi tipis.

Dengan kenaikan lebih dari 40%, CTSI berhasil mengungguli performa sebagian besar altcoin besar, bahkan di tengah pasar kripto yang masih cenderung sideways.

Meski demikian, pergerakan harga CTSI juga menunjukkan adanya fluktuasi cepat. Dalam rentang waktu 1 jam terakhir, harga mengalami koreksi -2.63%, menandakan aksi ambil untung (profit taking) mulai terjadi.

Namun perlu diingat, tren harian dan mingguan tetap mengindikasikan arah yang positif.

Tren Jangka Menengah: Optimisme Mulai Menguat

Data riwayat harga CTSI dalam beberapa periode terakhir memperlihatkan tren yang cukup solid:

  • Hari ini: +40.26%
  • 7 hari terakhir: +30.79%
  • 30 hari terakhir: +23.61%
  • 60 hari terakhir: +58.06%
  • 90 hari terakhir: +37.04%

Konsistensi pertumbuhan ini menunjukkan bahwa lonjakan CTSI bukan hanya fenomena jangka pendek, melainkan bagian dari tren kenaikan yang mulai terbentuk sejak dua bulan terakhir.

Dengan kapitalisasi pasar masih di bawah $100 juta, CTSI berpotensi menjadi incaran investor yang mencari “hidden gem” di pasar altcoin.

Seberapa Jauh dari Rekor Tertinggi?

Meski lonjakan harga CTSI belakangan ini terlihat impresif, perlu dicatat bahwa rekor tertinggi Cartesi tercatat di level $1.749259.

Artinya, harga saat ini masih jauh di bawah level ATH (all-time high), bahkan hanya sekitar 5,5% dari puncak sejarahnya.

Bagi sebagian investor, jarak yang jauh dari ATH ini justru dianggap sebagai peluang besar. Pasalnya, jika adopsi dan utilitas Cartesi meningkat, potensi kenaikan masih sangat luas.

Fundamental & Pasokan Token

Dari sisi tokenomics, Cartesi memiliki sirkulasi pasokan 877.54 juta CTSI, atau 87.75% dari total pasokan maksimum 1 miliar CTSI.

Dengan suplai yang hampir mencapai batas maksimum, tekanan inflasi token CTSI relatif rendah, sehingga lebih menarik bagi investor jangka panjang.

Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya juga hanya sekitar $96.57 juta, membuat CTSI masih masuk kategori mid-cap altcoin yang berpotensi tumbuh pesat jika minat pasar terus meningkat.

Apa yang Membuat Investor Optimis?

Ada beberapa faktor yang kemungkinan besar mendorong lonjakan harga CTSI:

  1. Kenaikan Aktivitas Perdagangan – Lonjakan volume harian yang mencapai $251 juta menunjukkan minat besar dari trader dan investor.
  2. Narasi Proyek Cartesi – Sebagai blockchain layer-2 dengan kemampuan menjalankan aplikasi kompleks menggunakan Linux, Cartesi menawarkan diferensiasi nyata dibanding proyek sejenis.
  3. Tren Altseason – Dengan Bitcoin yang relatif stagnan, investor mulai berburu altcoin berpotensi tinggi, dan CTSI menjadi salah satu target utama.
  4. Spekulasi Komunitas – Komunitas kripto di media sosial mulai menyoroti CTSI, mendorong sentimen FOMO (Fear of Missing Out) yang mempercepat kenaikan harga.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Meskipun CTSI tampak menjanjikan, investor perlu berhati-hati. Lonjakan harga besar dalam waktu singkat sering kali diikuti oleh koreksi tajam.

Selain itu, posisi CTSI yang masih jauh dari kapitalisasi pasar miliaran dolar membuatnya rentan terhadap volatilitas tinggi.

Strategi terbaik adalah memantau level support penting di sekitar $0.085–$0.090. Jika level ini mampu dipertahankan, CTSI berpeluang melanjutkan tren naik menuju $0.12–$0.15 dalam waktu dekat. Namun, jika gagal bertahan, harga bisa kembali terkoreksi ke bawah $0.07.

Baca Juga: Menghadirkan Cartesi – Membangun DApps yang Terukur Pada Sistem Operasi Linux

Maka dari itu, Cartesi (CTSI) berhasil mencuri perhatian pasar kripto dengan lonjakan harga lebih dari 40% dalam sehari.

Dengan tren jangka menengah yang positif, fundamental tokenomics yang kuat, serta potensi adopsi teknologi uniknya, CTSI mulai dipandang sebagai altcoin dengan prospek cerah.

Namun, volatilitas tinggi tetap menjadi risiko utama. Bagi investor, momen ini bisa jadi peluang emas untuk masuk lebih awal, tentu dengan manajemen risiko yang matang.

Kini, pertanyaan terbesarnya adalah, apakah lonjakan CTSI hanya sekadar euforia, atau awal dari kebangkitan baru menuju ATH?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Indikator ‘Hijau’ Sulap Marlin (POND) Jadi Token Incaran Investor

Pasar kripto kembali dipenuhi kabar positif dengan melesatnya harga Marlin (POND).

Dalam 24 jam terakhir, token ini membubuhkan label ‘hujau’ berkat kenaikan hingga +24.07%, sekaligus menjadikannya salah satu aset yang paling mencuri perhatian di tengah volatilitas pasar.

Saat artikel ini ditulis, harga Marlin (POND) via Tokocrypto berada di kisaran $0.0099 per POND/USD, dengan kapitalisasi pasar mencapai $81.15 juta dan volume perdagangan harian sekitar $26.02 juta.

Lonjakan signifikan ini memunculkan optimisme baru: apakah Marlin tengah bersiap keluar dari bayang-bayang altcoin lain dan menjadi pemain utama di sektor infrastruktur blockchain?

Pergerakan harga Marlin (POND/USDT) pada Minggu, 17 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Marlin (POND/USDT) pada Minggu, 17 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Indikator ‘Hijau’ Sulap Marlin (POND) Jadi Token Incaran Investor

Lonjakan Tajam yang Membuat Investor Melirik

Dalam rentang 24 jam, Marlin bergerak dari titik rendah $0.007934 hingga menembus level tertinggi $0.010388 sebelum kembali stabil di area $0.0099.

Dengan kenaikan hampir seperempat nilai dalam waktu sehari, POND membuktikan bahwa minat investor terhadap proyek-proyek berbasis jaringan komunikasi blockchain mulai meningkat lagi.

Tak hanya itu, dalam kurun waktu 7 hari terakhir, Marlin juga mencatatkan kenaikan +20.16%, sebuah tren yang memperkuat sinyal bullish.

Performa Historis: Stabil Tapi Potensial

Jika menilik data perbandingan harga, tren Marlin menunjukkan pola yang menarik:

  • Hari ini: +23.36%
  • 7 hari terakhir: +20.16%
  • 30 hari terakhir: +6.38%
  • 60 hari terakhir: +24.24%
  • 90 hari terakhir: +3.84%

Kenaikan stabil di periode 60 hari dan lonjakan harian yang signifikan menjadi kombinasi yang menandakan adanya akumulasi minat dari investor.

Meski belum spektakuler dibanding token besar lainnya, performa ini bisa jadi langkah awal bagi POND untuk mencatat reli lebih panjang.

Analisis Teknikal Marlin (POND): Support & Resistance

Selain data fundamental, analisis teknikal juga penting untuk melihat arah pergerakan harga POND ke depan. Berdasarkan pergerakan terbaru:

  • Support terdekat: $0.0079 – area ini menjadi batas bawah yang sempat diuji dalam 24 jam terakhir. Jika harga turun kembali ke level ini namun bertahan, maka potensi rebound cukup besar.
  • Support berikutnya: $0.0065 – jika penurunan lebih dalam terjadi, area ini bisa menjadi titik pantau penting sebelum harga menguji zona psikologis $0.005.
  • Resistance terdekat: $0.0104 – harga tertinggi dalam 24 jam terakhir. Jika level ini ditembus dengan volume kuat, maka tren bullish jangka pendek bisa berlanjut.
  • Resistance berikutnya: $0.0125 – level psikologis yang dapat menjadi target kenaikan selanjutnya jika momentum tetap terjaga.

Indikator Tren

  • Kenaikan 24% menandakan tren jangka pendek sangat bullish.
  • Namun, adanya koreksi cepat -2,63% dalam 1 jam terakhir menunjukkan pasar masih fluktuatif, sehingga trader perlu memperhatikan potensi konsolidasi.

Selama harga mampu bertahan di atas support $0.0079, peluang untuk kembali menguji resistance $0.0104 – $0.0125 masih terbuka lebar.

Sebaliknya, jika support jebol, investor perlu bersiap menelan pil pahit pada potensi koreksi lebih dalam menuju area $0.0065.

Jadi, secara teknikal POND saat ini masih punya ruang untuk reli jangka pendek, tapi trader disarankan untuk memasang stop-loss ketat agar tidak terjebak koreksi mendadak.

Jauh dari Rekor Tertinggi

Meski tampak menjanjikan, penting dicatat bahwa harga POND saat ini masih sangat jauh dari rekor tertingginya di $0.384502. Dengan kata lain, harga Marlin kini hanya sekitar 2,5% dari puncak sejarahnya.

Bagi sebagian investor, jarak ini bisa dianggap sebagai peluang emas. Jika ekosistem Marlin mampu membuktikan relevansi dan utilitasnya dalam mendukung infrastruktur blockchain modern, potensi kenaikan harga kembali mendekati ATH terbuka cukup lebar.

Tokenomics dan Pasar

Marlin memiliki sirkulasi pasokan sebesar 8,20 miliar POND, dengan kapitalisasi pasar sekitar $80,67 juta. Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya mencapai $98,41 juta.

Menariknya, Marlin belum menetapkan total pasokan maksimum, yang berarti potensi penerbitan token tambahan masih ada.

Hal ini perlu jadi pertimbangan bagi investor karena berhubungan langsung dengan risiko inflasi token.

Mengapa Investor Optimis pada Marlin?

Ada beberapa faktor yang mendukung kenaikan harga POND:

  1. Proyek Berbasis Infrastruktur Blockchain – Marlin menyediakan solusi komunikasi jaringan yang lebih cepat, efisien, dan terdesentralisasi, yang sangat relevan dengan tren Web3.
  2. Volume Perdagangan Menguat – Lonjakan volume harian hingga $26 juta menunjukkan adanya peningkatan minat dari trader ritel maupun institusi kecil.
  3. FOMO Komunitas – Lonjakan harga harian sebesar 24% mendorong efek bola salju, di mana semakin banyak trader yang ikut masuk karena khawatir ketinggalan momentum.
  4. Sektor Layer-0 dan Layer-1 Sedang Naik Daun – Proyek seperti Marlin yang berfokus pada efisiensi komunikasi jaringan bisa mendapat sorotan lebih besar ketika skalabilitas blockchain menjadi isu utama.

Risiko dan Tantangan

Di balik peluang, ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan:

  • Volatilitas Tinggi – Lonjakan harga cepat sering kali diikuti koreksi signifikan.
  • Pasokan Token Besar – Dengan suplai beredar miliaran token, tekanan jual bisa menjadi faktor penahan harga.
  • Belum Mencapai Adopsi Masif – Walau teknologinya menjanjikan, Marlin masih perlu pembuktian adopsi nyata dalam ekosistem blockchain besar.

Baca Juga: Altcoin Terbaik Saat Bitcoin Turun: Diversifikasi Saat Pasar Lesu

Kenaikan harga +24% dalam sehari membuat Marlin (POND) menjadi sorotan baru di pasar kripto. Dengan fundamental berbasis infrastruktur komunikasi blockchain, volume perdagangan yang meningkat, serta tren kenaikan jangka pendek yang solid, POND berpotensi menjadi salah satu altcoin yang diperhitungkan.

Namun, investor tetap perlu berhati-hati. Dengan jarak harga yang masih jauh dari rekor tertinggi dan pasokan token besar, strategi terbaik adalah mengatur posisi dengan cermat dan selalu siap menghadapi volatilitas.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Altcoin Terbaik Saat Bitcoin Turun: Diversifikasi Saat Pasar Lesu

Saat Bitcoin mengalami penurunan, pasar kripto juga cenderung ikut turun. Namun di balik penurunan BTC, ada peluang tersembunyi di altcoin yang justru bisa jadi penyelamat portofolio lho!

Yuk, kenali strategi diversifikasi yang cocok saat Bitcoin sedang turun.

Hal yang Perlu Kamu Tahu Saat Bitcoin Turun

Pergerakan harga Bitcoin menjadi penentu pergerakan harga aset kripto lainnya—atau sering disebut dengan altcoin.

Ketika Bitcoin turun misalnya, sebagian besar altcoin biasanya ikut merosot karena pasar masih sangat dipengaruhi oleh pergerakan BTC. Fenomena ini biasanya bisa dilihat dari tingginya dominasi Bitcoin (BTC.D), yaitu seberapa kapitalisasi pasar Bitcoin dibanding altcoin.

Melakukan diversifikasi portofolio kriptomu ke beberapa altcoin bisa jadi opsi menarik untuk mengantisipasi akan adanya rotasi modal yang awalnya modal secara dominan ada di Bitcoin, beralih ke altcoin lain yang ada di pasar kripto.

Rotasi ini biasanya terjadi setelah Bitcoin mengalami reli atau konsolidasi, di mana investor mencari peluang keuntungan lebih besar di altcoin yang memiliki fundamental kuat.

Baca juga: Sejarah Singkat Bitcoin Dominance

Sebelum Diversifikasi, Pahami Dulu Dominasi Bitcoin (BTC.D)

Secara sederhana, dominasi Bitcoin (BTC.D)  adalah persentase kapitalisasi pasar Bitcoin dibandingkan dengan total kapitalisasi pasar seluruh aset kripto.

Misalnya: Kalau total pasar kripto bernilai $3 triliun dan Bitcoin menyumbang $1,8 triliun, maka dominasi Bitcoin adalah 60%.

Dominasi ini bisa menjadi sinyal untuk kamu menentukan apakah lebih baik diversifikasi ke altcoin potensial sebagai diversifikasi yang agresif atau ke altcoin dengan backed asset sebagai diversifikasi yang defensif.

Baca juga: Apa itu Alt Season Index dan Bagaimana Cara Membacanya?

Skenario Potensi Penurunan BTC.D 

Jika Bitcoin mengalami penurunan dan indikator teknikal menunjukkan potensi penurunan dominasi Bitcoin—misal; karena BTC.D terlihat rejected di level resistance. Rotasi modal biasanya akan terjadi, di mana dana yang semula terkonsentrasi di Bitcoin mulai mengalir ke altcoin berfundamental kuat.

Maka ini bisa jadi peluang untuk masuk ke altcoin besar yang potensial seperti Ethereum (ETH), Binance Coin (BNB), atau Solana (SOL).

Skenario Potensi Kenaikan BTC.D 

Jika dominasi Bitcoin tinggi, pasar lesu, dan grafik BTC.D justru terlihat akan terus menanjak, maka altcoin berisiko jatuh lebih dalam saat BTC melemah. Dalam kondisi ini, pilihan yang lebih aman adalah diversifikasi ke altcoin dalam bentuk stablecoin seperti USDT, USDC, atau bahkan aset lindung nilai seperti PAX Gold (PAXG)—sebagai diversifikasi dari volatilitas yang sedang terjadi.

Altcoin Terbaik untuk Hedging

Ketika pasar kripto melemah beberapa altcoin didesain untuk melindungi nilai portofolio dari volatilitas, sehingga disebut sebagai instrumen hedging. Tiga di antaranya adalah stablecoin populer dan aset kripto berbasis emas berikut:

USDT (Tether)

Pergerakan harga TetherUS (USDT/Rupiah) pada Minggu, 17 Agustus 2025.

USDT adalah stablecoin terbesar di dunia dengan kapitalisasi pasar lebih dari $100 miliar. Koin ini dipatok 1:1 terhadap dolar AS, sehingga nilainya relatif stabil meski harga Bitcoin dan altcoin lain turun drastis. Karena likuiditasnya sangat tinggi, USDT sering menjadi pilihan utama investor global maupun Indonesia untuk parkir dana sementara sebelum kembali membeli aset lain.

USDC (USD Coin)

Pergerakan harga USD Coin (USDC/Rupiah) pada Minggu, 17 Agustus 2025.

Mirip dengan USDT, USDC juga dipatok ke dolar AS dengan rasio 1:1. Bedanya, USDC dikelola oleh Circle dan Coinbase melalui konsorsium Centre, sehingga lebih fokus pada transparansi cadangan aset. Bagi investor yang mengutamakan kejelasan regulasi dan tingkat keamanan lebih tinggi, USDC bisa menjadi alternatif hedging selain USDT.

PAX Gold (PAXG)

Pergerakan harga Pax Gold (PAXG/Rupiah) pada Minggu, 17 Agustus 2025.

Berbeda dengan stablecoin dolar, PAX Gold dipatok 1:1 dengan emas fisik yang disimpan di brankas London. Artinya, setiap 1 PAXG merepresentasikan kepemilikan emas nyata. Keunggulannya, PAXG bisa diperdagangkan layaknya kripto, tapi nilainya akan tetap mengikuti harga emas dunia—meskipun ketika harga pasar kripto turun. Saat pasar yang dianggap berisiko seperti kripto jatuh, emas sering menjadi aset pelindung nilai (safe haven), sehingga cocok untuk opsi diversifikasi portofolio kamu.

Baca juga: Senat AS Loloskan GENIUS Act: Regulasi Federal Pertama untuk Stablecoin

Altcoin Terbaik untuk Rally Setelah Bitcoin

Berdasarkan sejarah pergerakan pasar, ada beberapa altcoin yang konsisten mengalami kenaikan setelah fase dominasi Bitcoin melemah. Berikut altcoin yang layak diperhatikan:

Ethereum (ETH)

Grafik perbandingan pergerakan harga Ethereum dan Bitcoin. Sumer data: CoinMarketCap.

Secara historis, Ethereum hampir selalu memimpin altcoin season setelah Bitcoin selesai reli besar. Misalnya, pada 2021, ketika ETH mencetak ATH di $4.800 beberapa minggu setelah Bitcoin mencapai puncak $69.000. Pola yang sama juga terjadi pada tahun 2025 dimana ETH reli setelah Bitcoin menembus beberapa kali ATH. Hal ini menunjukkan bahwa ETH cenderung menjadi “pemimpin” rotasi modal dari BTC ke altcoin.

Baca juga: Dampak Berita Terhadap Pergerakan Harga ETH: Penyebab dan Contoh Kasus

XRP (Ripple)

Grafik perbandingan pergerakan harga XRP dan Bitcoin. Sumer data: CoinMarketCap.

XRP punya sejarah unik: lonjakannya sering datang belakangan, setelah konsolidasi panjang. Pada 2021 misalnya, meski sempat terpukul oleh kasus hukum dengan SEC, XRP tetap mencatat reli besar setelah BTC. Begitu pula pada akhir 2024, setelah mengalami konsolidasi selama beberapa tahun XRP mengalami kenaikan setelah BTC. Ini membuktikan bahwa XRP sering jadi target rotasi modal.

Solana (SOL)

Grafik perbandingan pergerakan harga Solana dan Bitcoin. Sumer data: CoinMarketCap.

Solana cenderung lebih volatil daripada Bitcoin: jatuh lebih dalam saat bear market, tapi juga naik lebih tajam saat ada rotasi modal ke altcoin. Di 2024–2025, SOL sempat menyaingi dan bahkan melampaui performa BTC, namun akhirnya ditutup dengan selisih lebih rendah. Pola ini konsisten dengan historis altcoin season—SOL reli setelah Bitcoin melemah, tapi dengan risiko fluktuasi yang lebih tinggi.

Binance Coin (BNB)

Grafik perbandingan pergerakan harga BNB dan Bitcoin. Sumer data: CoinMarketCap.

Masuk dalam ekosistem Binance, membuat BNB selalu dibutuhkan—baik untuk membayar biaya transaksi, staking, maupun berbagai layanan lainnya. BNB masih stabil di top 5 kripto, likuiditas tinggi, dan meski kenaikan tidak setajam SOL atau XRP, BNB tetap jadi pilihan investor saat rotasi modal terjadi pasca-Bitcoin.

Baca juga: 3 Strategi Buy the Dip Bitcoin yang Bisa Dicoba Saat Pasar Lesu

TRON (TRX)

Grafik perbandingan pergerakan harga Tron dan Bitcoin. Sumer data: CoinMarketCap.

Jika dibandingkan altcoin lain, Tron (TRX) tidak selalu jadi bintang utama rally setelah Bitcoin, tapi justru punya kelebihan dalam hal daya tahan pasar berkat pasar stablecoin yang sering menggunakan Tron sebagai jaringan utama untuk mengirim aset—TRX memproses lebih dari 51% dari seluruh USDT yang beredar. TRX dapat diposisikan sebagai altcoin jangka panjang dengan risiko lebih rendah dibanding SOL, namun tidak setajam ETH dalam memimpin altseason.

Bagaimana Strategi Beli untuk Diversifikasi Saat Pasar Lesu?

Saat pasar kripto lesu, strategi terbaik bukanlah menebak kapan harga mencapai titik terendah, melainkan membangun portofolio secara bertahap.

Salah satu cara yang bisa kamu gunakan adalah metode Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu membeli aset kripto dengan jumlah tetap secara rutin, misalnya mingguan atau bulanan—dengan DCA, kamu tidak perlu khawatir soal timing, karena harga beli otomatis diratakan dari waktu ke waktu. 

Berikut langkah-langkah untuk melakukan pembelian Dollar Cost Averaging (DCA) dengan minimal deposit Rp50.000 di Tokocrypto:

  1. Buka Aplikasi Tokocrypto dan masuk ke menu “DCA”
  2. Pilih token/koin yang ingin dibeli secara berkala, lalu tekan “Pratinjau Paket”.
  3. Isi nominal jumlah mata uang yang diinginkan untuk membeli token/koin. Minimal pembelian Rp 20.000.
  4. Atur pembelian berkala harian, Mingguan dan pilihan lainnya. Jika sudah selesai, tekan “Berikutnya”.
  5. Setelah sudah dipastikan benar, tekan “Checklist” pada bagian persetujuan dan pilih “Berikutnya” untuk menyimpan pembelian berkala kamu.

Baca juga: Cara Menggunakan Sinyal Trading di Aplikasi Tokocrypto atau gabung Telegram Official Tokocrypto untuk diskusi analisa sinyal harian bersama trader lain.

Kesimpulan

Saat harga Bitcoin turun, kamu bisa melakukan diversifikasi ke altcoin—baik dengan stablecoin sebagai lindung nilai saat pasar turun atau menilik potensi rotasi modal yang akan terjadi dengan memposisikan diversifikasi di altcoin potensial.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Meme Coin Terbaik untuk Dibeli Saat Pasar Kripto Turun: Pepe Anjlok 10%

Pasar meme coin kembali bergejolak setelah Bitcoin (BTC) mencatat penurunan tajam akibat komentar investor besar Scott Bessent. Kondisi ini memicu aksi jual besar-besaran di pasar, membuat valuasi koin meme merosot lebih dari $8 miliar hanya dalam satu hari.

Tiga koin meme teratas – Dogecoin (DOGE), Shiba Inu (SHIB), dan Pepe (PEPE) – menjadi korban terbesar, dengan koreksi harga mendekati dua digit.

Dogecoin Turun 9,3%

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Sabtu, 18 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Sabtu, 18 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dogecoin mencatat penurunan lebih dari 9,3% dan kini diperdagangkan sedikit di atas $0,22. Secara teknikal, DOGE sedang membentuk pola segitiga simetris yang berpotensi memicu breakout, meskipun arahnya masih bergantung pada kondisi makroekonomi.

Analis kripto Ali Martinez mencatat adanya lonjakan aktivitas paus DOGE yang mencapai titik tertinggi sepanjang masa. Namun, fenomena ini bisa menjadi sinyal ganda: baik akumulasi untuk reli harga, maupun potensi aksi jual besar-besaran.

Shiba Inu Turun 7,4%

Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Sabtu, 18 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Sabtu, 18 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Shiba Inu (SHIB) juga masuk daftar pecundang, dengan koreksi lebih dari 7,4% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, SHIB diperdagangkan di kisaran $0,000013 dengan kapitalisasi pasar sekitar $7,66 miliar.

Selain tekanan makroekonomi, SHIB terdampak isu keamanan setelah tim proyek memperingatkan investor terkait penipuan Discord yang menargetkan dompet pengguna. Dari sisi teknikal, grafik SHIB membentuk pola segitiga asimetris dengan puncak menurun, yang bisa mengindikasikan penurunan lebih lanjut.

Pepe Anjlok 10%

Pergerakan harga Pepe (PEPE/USDT) pada Sabtu, 18 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Pepe (PEPE/USDT) pada Sabtu, 18 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Pepe (PEPE) mencatat penurunan paling tajam, yakni lebih dari 10% dalam sehari. Token bertema katak ini sebelumnya sempat menjadi sorotan pada 2023 karena berhasil menarik minat pasar pasca musim dingin kripto. Namun, sejak puncaknya pada November tahun lalu, harga PEPE terus membentuk titik tertinggi yang lebih rendah.

Saat ini, PEPE diperkirakan memasuki fase perdagangan sideways dalam jangka pendek. Meski demikian, dukungan komunitas yang kuat masih menjadi alasan sebagian investor untuk menyimpannya sebagai aset jangka panjang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli



Sumber : news.tokocrypto.com