Di tengah koreksi tipis pasar kripto hari ini, Selasa (30/12) sejumlah altcoin justru mencuri perhatian dengan lonjakan signifikan, dipimpin ZBT yang melonjak 51%, disusul ZRX naik 34% dan QNT menguat 18%.
Sementara itu, pergerakan Bitcoin diperkirakan masih terbatas di kisaran $80.000–$90.000, dengan level $90.000 menjadi resistensi kuat dan risiko koreksi tetap terbuka jika support utama gagal bertahan. Lihat lebih lengkap di bawah ini:
Daftar Altcoin Pimpin Kenaikan di Tengah Pasar Koreksi Tipis
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Dogecoin kembali menjadi sorotan di media sosial meski pergerakan harganya masih cenderung datar. Data terbaru dari perusahaan analitik blockchain Santiment menunjukkan bahwa Dogecoin termasuk salah satu aset kripto dengan lonjakan keterlibatan tertinggi di media sosial dalam sepekan terakhir, sejajar dengan Bitcoin, Ethereum, dan ZCash.
Dalam unggahan di platform X, Santiment menyebutkan bahwa meningkatnya perhatian terhadap Dogecoin dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari diskusi di Reddit terkait undian (sweepstakes) DOGE, perdebatan mengenai relevansi Dogecoin sebagai aset kripto, hingga komentar pasar yang ramai di X. Meski demikian, peningkatan atensi sosial ini belum diikuti oleh lonjakan harga, seiring sektor memecoin yang masih menunjukkan performa lemah secara umum.
Data On-Chain Tunjukkan Penurunan Tekanan Jual
Di luar metrik sosial, indikator on-chain justru memberikan gambaran yang lebih menarik. Santiment mencatat bahwa Mean Coin Age Dogecoin terus meningkat dalam dua bulan terakhir. Indikator ini mengukur rata-rata lamanya koin disimpan dan biasanya naik ketika investor menahan asetnya, yang sering diartikan sebagai fase akumulasi.
Sementara itu, metrik Age Consumed, yang mengukur pergerakan koin lama, tetap rendah sejak pertengahan November. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pemegang lama Dogecoin belum banyak melakukan penjualan, sehingga tekanan jual dari holder besar dinilai menurun.
Dilaporkan Icobench, indikator lain yang diperhatikan pasar, Market Value to Realized Value (MVRV), mencapai titik terendah dalam enam bulan pada pertengahan Desember dan belum menunjukkan pemulihan signifikan. Data tersebut menunjukkan bahwa banyak investor Dogecoin saat ini masih berada dalam posisi rugi belum terealisasi. Rata-rata, pemegang DOGE yang membeli dalam enam bulan terakhir mencatatkan kerugian sekitar 36%.
Harga Bergerak Datar, Pasar Masih Waspada
Dari sisi teknikal, harga Dogecoin terlihat mulai bergerak dalam rentang sempit. Dalam grafik harian, DOGE diperdagangkan di kisaran USD 0,122 hingga USD 0,133 selama sekitar sepuluh hari terakhir. Meski tren besar masih bearish, pola ini menunjukkan fase konsolidasi alih-alih penurunan tajam lanjutan.
Pengamat pasar menilai bahwa penembusan harga di atas batas atas rentang tersebut berpotensi mengubah struktur pergerakan jangka pendek. Namun, indikator sentimen seperti Net Unrealized Profit/Loss (NUPL) mengisyaratkan bahwa pasar masih berada dalam fase kehati-hatian, dengan sebagian pelaku pasar masih merasakan tekanan mirip kapitulasI.
Gambaran Umum Sektor Memecoin
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Senin, 29 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Situasi Dogecoin saat ini mencerminkan kondisi umum memecoin di tengah ketidakpastian pasar kripto. Aktivitas dan diskusi di media sosial bisa tetap tinggi meski harga tidak bergerak signifikan, terutama untuk aset dengan komunitas daring yang kuat. Secara historis, fase akumulasi yang ditandai dengan naiknya usia koin dan rendahnya age consumption dapat berujung pada pemulihan harga maupun periode konsolidasi panjang, tergantung kondisi pasar secara keseluruhan.
Di tengah sentimen pasar yang belum stabil, kombinasi antara visibilitas tinggi dan indikasi akumulasi Dogecoin menyoroti hubungan kompleks antara aktivitas sosial, perilaku on-chain, dan pergerakan harga kripto.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Harga Solana (SOL) menunjukkan tanda-tanda pelemahan lanjutan seiring terbentuknya pola teknikal bearish dan menurunnya aktivitas jaringan. Sejumlah indikator mengisyaratkan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar dalam beberapa pekan ke depan.
Berdasarkan data crypto.news, pada Minggu (29/12/2025) pukul 16.40 WIB, Solana diperdagangkan di level US$127,7. Harga ini turun sekitar 12,3% dari level tertingginya bulan ini dan lebih dari 48% dari puncak harga pada September lalu. Secara bulanan, SOL telah terkoreksi lebih dari 12%.
Penurunan Harga Solana
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 29 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Penurunan harga ini terjadi di tengah melemahnya metrik on-chain utama. Data CoinGlass menunjukkan total value locked (TVL) di ekosistem DeFi Solana turun signifikan menjadi US$23,8 miliar, dari puncak tahunan US$35,1 miliar pada September. Selain itu, pendapatan biaya (fees) dari protokol berbasis Solana juga merosot tajam, dari US$31 juta menjadi hanya US$8 juta dalam periode yang sama.
Melemahnya TVL dan pendapatan jaringan tersebut mengindikasikan penurunan aktivitas pengguna, yang pada akhirnya berdampak pada minat investor terhadap token SOL.
Tekanan juga datang dari sisi institusional. Data SoSoValue mencatat arus masuk ke ETF Solana spot mengalami perlambatan drastis. Delapan ETF SOL sempat membukukan arus masuk sebesar US$199,2 juta pada pekan pertama perdagangan setelah peluncuran. Namun, pada pekan terakhir, inflow hanya mencapai US$13,1 juta. Penurunan ini mencerminkan melemahnya permintaan dari investor institusi, yang berpotensi menekan minat investor ritel.
Analisis Teknikal SOL
Dari sisi teknikal, grafik mingguan Solana menunjukkan terbentuknya pola double top berskala besar sejak pertengahan 2024. Pola ini dikenal sebagai sinyal pembalikan arah ke bearish, terutama jika harga menembus level neckline.
Saat ini, SOL berada dekat area krusial di sekitar US$120 yang menjadi neckline pola tersebut. Jika harga menembus ke bawah level ini, pola double top dinyatakan terkonfirmasi dan berpotensi membuka ruang penurunan lebih lanjut. Indikator momentum seperti MACD dan RSI juga terpantau mengarah ke bawah, menandakan dominasi penjual di pasar.
Apabila level US$120 gagal dipertahankan sebagai support, harga Solana berisiko turun menuju level terendah 7 April di sekitar US$95. Level ini sebelumnya menjadi area penopang penting sepanjang tahun.
Meski demikian, skenario bearish dapat gugur apabila terjadi pemulihan tajam. Kenaikan harga di atas US$155, yang bertepatan dengan level retracement Fibonacci 50%, berpotensi membatalkan pola bearish dan membuka peluang pemulihan harga Solana.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Investasi besar pada aset kripto XRP di awal 2025 hingga kini belum memberikan hasil manis bagi investor. Meski sepanjang tahun ini dipenuhi berbagai perkembangan fundamental penting, harga XRP justru bergerak melemah secara tahunan.
Hingga 27 Desember 2025, XRP diperdagangkan di kisaran US$ 1,85. Angka tersebut mencerminkan penurunan sekitar 11 persen sejak awal tahun. Dengan estimasi harga awal 2025 berada di level US$ 2,08, investasi sebesar US$ 1.000 pada Januari kini bernilai sekitar US$ 809. Artinya, investor mengalami penurunan nilai sekitar US$ 110, belum termasuk biaya transaksi dan pajak.
Kinerja XRP
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 29 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Dilaporkan Crypto Harian, kinerja ini menempatkan XRP sebagai salah satu aset kripto berkapitalisasi besar yang gagal mengonversi momentum fundamental menjadi kenaikan harga yang berkelanjutan sepanjang 2025.
Ironisnya, pelemahan harga terjadi di tahun yang secara struktural dipandang sebagai periode krusial bagi XRP. Salah satu katalis utama adalah berakhirnya sengketa hukum panjang antara Ripple dan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC). Penyelesaian kasus ini memberikan kejelasan regulasi yang selama bertahun-tahun dinantikan oleh pasar.
Kepastian hukum tersebut diharapkan membuka pintu lebih lebar bagi partisipasi institusional dan memperbaiki persepsi terhadap XRP, khususnya di pasar Amerika Serikat. Namun, ekspektasi tersebut belum sepenuhnya tercermin pada pergerakan harga.
Sepanjang 2025, Ripple juga mempercepat ekspansi ke sektor keuangan institusional. Perusahaan memperluas layanan prime brokerage dan likuiditas, serta meningkatkan eksposur XRP melalui produk investasi teregulasi. Beberapa yurisdiksi bahkan telah meluncurkan dan menyetujui ETF spot XRP, yang secara teori menurunkan hambatan masuk bagi investor profesional maupun ritel.
Prices, after breaking out in 2017 followed through completely on its measured move and prices, with a recently highly similar breakout, looks to be right on track to do the same.
Di sisi lain, Ripple turut meluncurkan dan memperluas integrasi RLUSD, stablecoin berbasis dolar AS milik perusahaan. Meski RLUSD bukan XRP, kehadirannya dinilai mendukung utilitas jangka panjang ekosistem Ripple, khususnya melalui biaya transaksi dan likuiditas jaringan.
Namun, berbagai kemajuan tersebut belum mampu menopang harga XRP secara konsisten. Sepanjang tahun, XRP berulang kali gagal bertahan di atas level psikologis US$ 2. Volatilitas pasar kripto global, pelepasan token dari mekanisme escrow Ripple, serta sikap investor yang cenderung defensif menjadi faktor penekan utama.
Menjelang akhir tahun, XRP kembali berada di zona negatif secara tahunan, menghapus reli yang sempat terjadi pada paruh awal 2025. Kondisi ini menegaskan masih lebarnya jarak antara kemajuan fundamental dan kepercayaan pasar, sekaligus menunjukkan bahwa kejelasan regulasi dan adopsi institusional tidak selalu berdampak langsung pada kenaikan harga aset kripto.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Pengembang Ethereum (ETH) resmi menyepakati rencana upgrade besar bernama “Hegota” bukan Glamsterdam, yang dijadwalkan meluncur pada paruh akhir 2026. Keputusan ini diambil dalam pertemuan All Core Developers Execution terakhir di tahun 2025.
Dilaporkan Yellow.com, Hegota akan menjadi upgrade besar kedua Ethereum di 2026 dan akan menyusul upgrade “Glamsterdam” yang ditargetkan rilis pada paruh pertama tahun tersebut.
Nama Hegota merupakan gabungan dari “Bogota” untuk upgrade execution layer dan “Heze” untuk consensus layer, mengikuti tradisi Ethereum yang mengombinasikan nama kota tuan rumah Devcon dengan nama bintang.
Sementara itu, pengembang masih akan memfinalisasi ruang lingkup lengkap Glamsterdam dalam pertemuan lanjutan pada 5 Januari 2026. Proposal peningkatan utama atau Ethereum Improvement Proposals (EIP) untuk Hegota sendiri baru akan diumumkan paling cepat pada Februari 2026.
Fitur Utama Glamsterdam
Ethereum Glamsterdam Upgrade in 2026 is COMING
– Parallel EVM. 200M gas. Bigger blobs. – 10k TPS on Ethereum and 100k TPS on L2 – 10% of validators moving to ZK rollups.
Untuk Glamsterdam, pengembang telah mengonfirmasi beberapa fitur utama seperti Block-level Access Lists dan enshrined Proposer-Builder Separation (PBS). Selain itu, dalam diskusi awal Hegota, muncul potensi penggunaan Verkle Trees, sebuah struktur data yang memungkinkan node Ethereum menyimpan dan memverifikasi data dalam jumlah besar dengan lebih efisien. Jika diterapkan, Verkle Trees dinilai mampu menurunkan kebutuhan perangkat keras bagi operator node, yang berpotensi memperkuat desentralisasi jaringan Ethereum.
Rencana upgrade dua kali setahun ini menandai perubahan strategi pengembangan Ethereum. Sebelumnya, Ethereum cenderung merilis upgrade besar setahun sekali dengan banyak perubahan sekaligus. Pendekatan baru ini dipilih untuk merespons kritik komunitas yang menilai pengembangan protokol Ethereum tertinggal dibandingkan pertumbuhan jaringannya.
Ethereum Foundation menyebut pendekatan ini sudah mulai terlihat pada upgrade Fusaka, yang merilis PeerDAS bersama sejumlah fitur kecil, dan kini menjadi pola baru pengembangan Ethereum ke depan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Pasar kripto sektor generative AI kembali menunjukkan pergerakan signifikan. Sejumlah altcoin berbasis kecerdasan buatan mencatat lonjakan harga dan kapitalisasi pasar dalam 7 hari terakhir, menarik perhatian investor ritel hingga trader jangka pendek.
Berdasarkan data kapitalisasi pasar terbaru, berikut 3 altcoin generative AI teratas yang saat ini mendominasi pasar dikutip CoinMarketCap.
1. Everlyn AI (LYN) Pimpin Kapitalisasi Pasar
Everlyn AI (LYN) menjadi token generative AI dengan kapitalisasi pasar terbesar saat ini. Harga LYN tercatat di level $0.1510, naik 66.72% dalam 7 hari terakhir.
Kapitalisasi pasar Everlyn AI mencapai $38,622,393 dengan volume transaksi harian sebesar $8,647,072. Total suplai beredar berada di angka 255.63 juta LYN, menunjukkan likuiditas yang relatif kuat dibanding token AI lain di kelasnya.
2. TokenFi (TOKEN) Melejit Tajam
TokenFi (TOKEN) mencatatkan performa paling agresif dalam sepekan terakhir. Harga TOKEN berada di level $0.007634 dengan lonjakan 196.19% dalam 7 hari dan 117.45% dalam 24 jam terakhir.
Kapitalisasi pasar TokenFi tercatat sebesar $7,634,746, sementara volume perdagangan 24 jam mencapai $101,030,988. Jumlah suplai beredar TOKEN saat ini berada di angka 12.91 miliar, dengan total suplai maksimum 1 miliar TOKEN.
3. Phantasma (SOUL) Tumbuh Stabil
Phantasma (SOUL) juga masuk jajaran atas altcoin generative AI dengan kapitalisasi pasar $2,350,895. Harga SOUL berada di level $0.01893, naik 46.30% dalam 7 hari terakhir.
Volume transaksi harian tercatat $101,080, dengan suplai beredar sebesar 124.12 juta SOUL. Kenaikan ini menunjukkan minat pasar yang konsisten terhadap proyek AI berbasis blockchain tersebut.
Kesimpulan
Sektor generative AI di pasar kripto kembali menunjukkan daya tarik kuat. Everlyn AI unggul dari sisi kapitalisasi pasar, TokenFi mencuri perhatian lewat lonjakan harga ekstrem, sementara Phantasma bergerak stabil dengan tren positif.
Pergerakan ini menandakan bahwa altcoin berbasis AI masih menjadi salah satu sektor yang paling aktif dan spekulatif di tengah dinamika pasar kripto global.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Harga Green Metaverse Token (GMT) hari ini menunjukkan pergerakan positif setelah mencatatkan kenaikan signifikan dalam 24 jam terakhir.
Berdasarkan data terbaru, harga GMT berada di level $0.016594 per GMT, menguat sekitar 8,82% secara harian.
Kenaikan ini menjadi sorotan pasar, mengingat GMT sebelumnya berada dalam tekanan tren turun dalam beberapa bulan terakhir.
Saat ini, kapitalisasi pasar GMT tercatat sekitar $51,63 juta, dengan volume perdagangan 24 jam mencapai $111,05 juta.
Tingginya volume transaksi dibandingkan kapitalisasi pasar menunjukkan adanya peningkatan aktivitas spekulatif dan minat jangka pendek dari pelaku pasar kripto.
Performa Harga GMT: Rebound Jangka Pendek Mulai Terlihat
Dalam satu hari terakhir, harga GMT naik sekitar $0.001345, mencerminkan sentimen beli yang mulai kembali muncul.
Secara mingguan, performa GMT juga terbilang positif dengan kenaikan 13,87% dalam tujuh hari terakhir, menandakan adanya fase pemulihan jangka pendek.
Namun, jika dilihat dari perspektif waktu yang lebih panjang, tekanan bearish masih cukup dominan. Dalam 30 hari terakhir, harga GMT turun 8,47%, sementara dalam 60 hari terkoreksi hingga 36,64%.
Bahkan dalam rentang 90 hari, GMT tercatat melemah lebih dari 55%. Data ini menegaskan bahwa reli saat ini masih berada dalam konteks pemulihan teknikal, bukan pembalikan tren jangka panjang.
Volume Perdagangan Tinggi Jadi Sorotan
Pergerakan harga Green Metaverse Token (GMT/USDT) pada Senin, 29 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Salah satu faktor paling menarik dari pergerakan GMT hari ini adalah lonjakan volume perdagangan yang mencapai lebih dari $111 juta dalam 24 jam.
Angka ini jauh lebih besar dibandingkan kapitalisasi pasarnya, yang berada di kisaran $51 juta.
Kondisi ini biasanya mengindikasikan meningkatnya aktivitas trader jangka pendek; potensi volatilitas harga yang tinggi; hingga adanya spekulasi terhadap pergerakan lanjutan.
Namun, volume tinggi juga perlu dicermati dengan hati-hati. Tanpa dukungan fundamental atau katalis kuat, lonjakan volume sering kali diikuti oleh koreksi cepat akibat aksi ambil untung.
Struktur Pasokan dan Posisi Pasar GMT
Green MetaverseToken saat ini memiliki pasokan beredar sekitar 3,11 miliar GMT, menjadikannya salah satu token dengan suplai besar di sektor metaverse dan Web3.
Dengan struktur ini, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) GMT berada di kisaran $84,18 juta.
Di peringkat pasar, GMT berada di posisi ke-415, menunjukkan bahwa meskipun proyek ini cukup dikenal, daya tariknya masih kalah dibandingkan proyek kripto berkapitalisasi besar.
Hal ini membuat pergerakan harga GMT cenderung lebih sensitif terhadap sentimen pasar dan aktivitas spekulatif.
Tekanan Jangka Pendek Masih Ada
Meskipun mencatatkan kenaikan harian yang kuat, pergerakan harga GMT dalam 1 jam terakhir justru turun 2,2%.
Ini menandakan bahwa tekanan jual jangka pendek masih muncul, terutama setelah lonjakan harga cepat dalam waktu singkat.
Kondisi ini sering terjadi pada aset kripto berkapitalisasi menengah hingga kecil, di mana reli cepat diikuti oleh konsolidasi atau koreksi ringan sebelum menentukan arah selanjutnya.
Harga GMT hari ini menunjukkan sinyal pemulihan jangka pendek dengan kenaikan hampir 9% dan volume perdagangan yang sangat tinggi.
Namun, secara struktur tren, Green Metaverse Token masih berada dalam fase pemulihan dari tekanan bearish yang cukup dalam selama beberapa bulan terakhir.
Bagi investor dan trader, reli GMT saat ini patut dicermati dengan pendekatan yang hati-hati.
Selama belum ada konfirmasi pembalikan tren jangka menengah, pergerakan harga GMT masih berpotensi volatil dan rawan koreksi.
Disiplin manajemen risiko tetap menjadi kunci, terutama di tengah dinamika pasar kripto yang cepat berubah.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Pergerakan harga APRO (AT) hari ini menjadi salah satu yang paling mencolok di pasar kripto.
Token ini mencatatkan lonjakan signifikan dalam 24 jam terakhir, dengan harga AT berada di level $0.194489 per USD, menguat sekitar 20,43% secara harian.
Kenaikan tajam ini langsung mendorong APRO masuk radar para trader dan investor, terutama di tengah kondisi pasar kripto yang masih fluktuatif.
Berdasarkan data terbaru, kapitalisasi pasar AT tercatat sekitar $48,62 juta, sementara volume perdagangan 24 jam menembus $135,92 juta.
Tingginya volume transaksi yang bahkan melampaui kapitalisasi pasar menunjukkan adanya lonjakan minat dan aktivitas perdagangan yang intens.
Dalam satu hari terakhir, harga AT naik sekitar $0.033581, mencerminkan tekanan beli yang kuat. Tidak hanya itu, performa mingguan AT juga sangat impresif.
Dalam 7 hari terakhir, harga AT melonjak hampir 97,89%, menandai salah satu reli mingguan tertinggi di antara altcoin berkapitalisasi menengah.
Namun, gambaran jangka menengah masih menunjukkan dinamika yang kompleks. Dalam 30 hari terakhir, AT tercatat turun 6,33%, sementara dalam 60 hari, koreksi mencapai 43,76%.
Menariknya, dalam rentang 90 hari, AT justru mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 97,64%, menunjukkan volatilitas tinggi dengan fase naik dan turun yang tajam.
Volume Perdagangan Tinggi Jadi Indikator Spekulasi
Pergerakan harga APRO (AT/USDT) pada Senin, 29 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Salah satu faktor utama yang menopang pergerakan harga AT hari ini adalah lonjakan volume perdagangan.
Dengan nilai transaksi harian di atas $135 juta, rasio volume terhadap kapitalisasi pasar tergolong sangat tinggi.
Kondisi ini sering kali mengindikasikan masuknya trader jangka pendek dan spekulan; potensi volatilitas lanjutan dalam waktu dekat; dan risiko koreksi cepat akibat aksi ambil untung.
Volume besar memang bisa menjadi sinyal kekuatan momentum, tetapi juga perlu diwaspadai karena sering kali disertai fluktuasi harga yang ekstrem.
Struktur Pasokan dan Tekanan Dilusi
Saat ini, pasokan beredar AT berada di angka 250 juta token, atau sekitar 25% dari total pasokan maksimum 1 miliar AT.
Dengan struktur ini, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) APRO berada di kisaran $197,96 juta, jauh di atas kapitalisasi pasar saat ini.
Artinya, ke depan masih terdapat potensi tekanan suplai jika token tambahan masuk ke pasar.
Bagi investor jangka menengah hingga panjang, faktor dilusi ini menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan dalam menilai valuasi AT.
Posisi Pasar dan Pergerakan Intraday
Secara peringkat, AT saat ini berada di posisi ke-425 dalam daftar aset kripto global.
Dalam 24 jam terakhir, harga AT bergerak di rentang $0.156683 hingga $0.202351, menunjukkan volatilitas intraday yang cukup tinggi.
Sementara itu, dalam 1 jam terakhir, harga AT justru turun tipis 0,22%, mengindikasikan adanya aksi ambil untung setelah reli cepat.
Pola seperti ini umum terjadi pada aset yang mengalami lonjakan harga signifikan dalam waktu singkat.
Harga AT hari ini mencerminkan momentum bullish jangka pendek yang sangat kuat, ditopang oleh lonjakan volume perdagangan dan minat pasar yang meningkat tajam.
Namun, volatilitas tinggi, tekanan dilusi dari pasokan maksimum, serta riwayat koreksi tajam dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan bahwa pergerakan APRO masih sarat risiko.
Bagi trader agresif, kondisi ini membuka peluang dari volatilitas jangka pendek.
Sementara bagi investor jangka panjang, penting untuk menunggu konfirmasi stabilitas tren dan memperhatikan perkembangan fundamental sebelum mengambil keputusan.
Seperti biasa di pasar kripto, manajemen risiko tetap menjadi kunci utama.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Pergerakan harga Pi Network (PI) hari ini menunjukkan penguatan moderat, tercermin dari kenaikan kapitalisasi pasar sebesar 0,22% menjadi $1,72 miliar.
Meski kenaikan ini tidak tergolong agresif, pergerakan tersebut cukup menarik perhatian pelaku pasar, mengingat volume perdagangan 24 jam Pi masih relatif terbatas di angka $8,12 juta.
Data ini menandakan bahwa kenaikan harga PI hari ini bukan dipicu oleh euforia besar atau lonjakan transaksi, melainkan oleh dinamika suplai dan permintaan yang cenderung stabil dengan tekanan jual yang minim.
Berdasarkan statistik terbaru, Pi Network memiliki total dan maksimum suplai sebesar 100 miliar PI, dengan jumlah token beredar (circulating supply) sekitar 8,37 miliar PI.
Artinya, baru sekitar 8,37% dari total pasokan yang benar-benar beredar di pasar.
Sementara itu, Fully Diluted Valuation (FDV) Pi Network berada di kisaran $20,56 miliar, jauh di atas kapitalisasi pasar saat ini.
Selisih besar antara market cap dan FDV ini mencerminkan potensi dilusi di masa depan, sekaligus menjelaskan mengapa pergerakan harga PI saat ini cenderung lebih stabil dan terkontrol.
Alasan Utama Kenaikan Harga Pi Hari Ini
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 29 Desember 2025. Sumber: CoinMarketCap
Tekanan Jual yang Rendah
Salah satu faktor paling penting di balik kenaikan harga PI hari ini adalah rendahnya tekanan jual.
Dengan rasio volume terhadap kapitalisasi pasar hanya 0,4716%, likuiditas PI tergolong tipis. Dalam kondisi seperti ini, sedikit peningkatan permintaan sudah cukup untuk mendorong harga naik secara perlahan.
Berbeda dengan aset kripto yang memiliki volume besar, PI tidak membutuhkan arus dana besar untuk bergerak naik, selama tidak ada gelombang jual signifikan.
Pasokan Beredar Masih Terbatas
Dengan circulating supply hanya 8,37 miliar PI dari total 100 miliar, sebagian besar token masih dalam kondisi terkunci.
Struktur suplai seperti ini menciptakan efek kelangkaan relatif di pasar sekunder, terutama ketika pemegang PI memilih untuk menahan aset mereka.
Kondisi ini membuat harga PI lebih mudah stabil dan cenderung menguat perlahan, karena suplai aktif yang tersedia di pasar masih terbatas.
Kenaikan Volume yang Terkendali
Meski volume perdagangan PI hanya $8,12 juta, data menunjukkan adanya kenaikan volume sebesar 6,78% dalam 24 jam terakhir.
Kenaikan volume yang moderat ini menjadi sinyal adanya aktivitas beli tambahan, namun belum cukup besar untuk memicu volatilitas ekstrem.
Bagi pasar, kondisi ini justru dianggap sehat karena mencerminkan akumulasi perlahan, bukan spekulasi jangka pendek.
Stabilitas Sentimen dan Ekspektasi Jangka Panjang
Pi Network masih dipersepsikan sebagai proyek jangka panjang oleh sebagian besar komunitasnya.
Dengan ekosistem yang terus dikembangkan dan suplai token yang sebagian besar masih terkunci, banyak holder memilih untuk menunggu ketimbang menjual.
Sentimen seperti ini menciptakan harga yang relatif defensif, di mana kenaikan kecil bisa terjadi tanpa perlu katalis besar.
Risiko yang Tetap Perlu Diperhatikan
Meski harga PI hari ini menguat, investor tetap perlu mencermati beberapa risiko utama.
FDV yang sangat besar dibandingkan market cap menandakan potensi tekanan harga jika terjadi pembukaan token dalam jumlah besar di masa depan.
Selain itu, volume perdagangan yang rendah membuat harga PI rentan terhadap fluktuasi jika ada transaksi besar secara tiba-tiba.
Kenaikan harga Pi Network hari ini lebih disebabkan oleh kombinasi suplai beredar yang terbatas, tekanan jual yang rendah, serta peningkatan volume yang terkendali, bukan karena lonjakan spekulasi besar.
Kapitalisasi pasar yang naik tipis menunjukkan bahwa pasar masih bersikap hati-hati namun stabil.
Dalam jangka pendek, PI berpotensi bergerak relatif tenang dengan kecenderungan naik perlahan selama tidak ada tekanan jual besar.
Namun dalam jangka menengah hingga panjang, dinamika suplai dan realisasi utilitas ekosistem akan menjadi faktor penentu arah harga selanjutnya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Quantum computing sering disebut sebagai revolusi teknologi berikutnya yang bisa mengubah dunia, termasuk sektor keuangan digital seperti Bitcoin. Tidak seperti komputer biasa yang menggunakan bit (0 atau 1), quantum computer menggunakan qubit yang bisa berada di banyak keadaan sekaligus berkat prinsip superposition. Ini memungkinkan pemrosesan data yang sangat cepat untuk tugas-tugas kompleks.
Sebagai aset kripto terbesar di dunia, Bitcoin (dalam konteks aset digital) sering menjadi tolok ukur keamanan blockchain. Jika sekelas Bitcoin saja dapat dibobol, tentunya dampak hal tersebut bisa menjalar ke seluruh ekosistem kripto. Tapi apakah quantum computing benar-benar menjadi ancaman bagi Bitcoin?
Apa Itu Quantum Computing?
Gambar quantum computer milik Google. Sumber: Quantum AI
Quantum computing adalah jenis komputasi yang memanfaatkan prinsip mekanika kuantum, seperti (multiple kemungkinan sekaligus) dan entanglement (keterkaitan antar qubit), untuk memproses informasi.
Dari kedua prinsip ini lahirlah qubit (quantum bit), yaitu unit informasi kuantum. Berbeda dengan bit klasik yang hanya bernilai 0 atau 1, qubit dapat berada dalam kombinasi keduanya sekaligus (superposisi), dan dapat saling terhubung secara kuat dengan qubit lain melalui entanglement.
Kemampuan inilah yang membuat quantum computing secara teori mampu menyelesaikan perhitungan kompleks jauh lebih cepat dibanding komputer klasik (yang dipakai di zaman modern sekarang). Sehingga masalah tertentu yang akan memakan waktu ribuan tahun bagi superkomputer klasik dapat diselesaikan jauh lebih cepat oleh algoritma kuantum.
Secara sederhana, bayangkan kamu sedang bermain catur dan ingin mencari langkah terbaik.
Dalam memilih langkah yang terbaik, komputer klasik akan mencoba satu per satu kemungkinan langkah, lalu menghitung konsekuensinya. Proses ini seperti menelusuri cabang pohon langkah catur secara berurutan. Semakin banyak langkah ke depan yang dihitung, semakin lama waktunya.
Sedangkan dengan quantum computing, komputer kuantum bisa langsung memikirkan akhir dari banyak langkah sekaligus.
Dikutip dari deloitte, Bitcoin bekerja dengan menggunakan kriptografi elliptic curve digital signature algorithm (ECDSA) untuk mengamankan private key dan transaksi.
Algoritma Shor pada quantum computing di sisi lain, digadang-gadang mampu memfaktorkan bilangan besar dengan cepat, sehingga dapat mengekstrak private key dari public key yang terekspos di blockchain. Ini berpotensi memungkinkan pencurian dana dari wallet Bitcoin.
Selain itu, Grover’s algorithm bisa mempercepat serangan terhadap fungsi hash seperti SHA-256. Hasil analisis deloitte, menunjukkan bahwa alamat lama jenis P2PK dan alamat P2PKH yang belum migrasi ke wallet terbaru adalah yang paling rentan.
Sederhananya:
P2PK (Pay-to-Public-Key) adalah format alamat Bitcoin paling awal yang digunakan dari 2009–2010, di mana koin dikirim langsung ke public key penerima.
P2PKH (Pay-to-Public-Key-Hash) adalah format yang lebih aman dan umum digunakan, di mana koin dikirim ke hash dari public key, bukan public key langsung.
Jumlah Bitcoin yang terancam oleh quantum computing. Sumber: Deloitte
P2PK hingga kini masih menyimpan sekitar 2 juta BTC yang belum pernah dipindahkan. Sementara itu, penggunaan P2PKH meningkat pesat sejak 2010, dengan sekitar 2,5 juta BTC tersimpan di alamat yang pernah digunakan kembali.
Secara total, ada lebih dari 4 juta BTC atau sekitar 25% dari seluruh Bitcoin yang berpotensi dicuri jika komputer kuantum mampu menjalankan serangan ini.
Harga Bitcoin (BTC/USDT) pada tanggal 28 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto
Dengan harga saat ini, nilai yang terancam mencapai lebih dari $395,35 miliar USD atau senilai Rp6,62 kuadriliun, lebih besar dari dari APBN Indonesia 2025 yang sekitar Rp3.3 kuadriliun, menjadikan quantum computing ancaman serius bagi keamanan ekosistem Bitcoin.
Bagaimana Quantum Computing Bisa Membobol Bitcoin?
Ilustrasi bagaimana quantum computer bisa membobol Bitcoin.
Menurut ABA Banking Journal, quantum computing hanya memerlukan 6 tahap untuk melancarkan serangan terhadap Bitcoin atau aset kripto.
Pengguna mengirim transaksi kripto tapi memakai ulang alamat wallet lama. Akibatnya, public key sudah terlihat di blockchain sebelum transaksi benar-benar selesai.
Komputer kuantum menangkap public key tersebut saat transaksi sedang diproses.
Penyerang menjalankan algoritma Shor untuk menghitung private key dari public key yang terbuka.
Private key berhasil diperoleh.
Penyerang langsung membuat transaksi palsu dengan tanda tangan digital yang tampak sah. Transaksi palsu ini bisa diproses lebih cepat daripada transaksi asli.
Dana akhirnya dialihkan ke wallet penyerang, karena sistem blockchain gagal membedakan mana pemilik asli dan mana yang palsu.
Status Perkembangan Quantum Computing Saat Ini
Quantum computing telah mengalami kemajuan pesat sepanjang 2025, menjadi topik yang semakin menonjol di kalangan peneliti, investor, dan komunitas kripto. Meskipun perusahaan seperti IBM dan Google menunjukan adanya perkembangan signifikan, dikutip Chainalysis, teknologi ini masih jauh dari kemampuan untuk memecahkan kriptografi Bitcoin secara efektif.
Selain itu, untuk menjalankan hacking pada sistem Bitcoin, quantum computer diperkirakan memerlukan ribuan logical qubits fault-tolerant, yang setara dengan jutaan physical qubits setelah memperhitungkan error correction, sementara sistem saat ini hanya memiliki ratusan hingga ribuan qubits dengan error tinggi.
Pakar memperkirakan cryptographically relevant quantum computers (CRQC) mungkin baru akan muncul pada pertengahan 2030-an atau lebih lambat, memberikan waktu bagi Bitcoin untuk beradaptasi, dan melakukan persiapan diperlukan seperti upgrade jaringan atau transisi bertahap ke alamat yang tahan terhadap quantum.
Quantum computing saat ini memang diagadang-gadang menjadi ancaman bagi Bitcoin, namun dengan ancaman nyata quantum computing yang diprediksi baru akan muncul di pertengahan tahun 2030, dan sistem keamanan Bitcoin yang masih bisa diperbaharui untuk menghadapi serangan quantum computing, saat ini Bitcoin masih terbukti aman dan tetap menjadi opsi investasi aset kripto nomor 1. Jika kamu tertarik membeli Bitcoin, kamu bisa menggunakan exchange resmi dan terpercaya seperti Tokocrypto — mulai dengan deposit Rp50.000! Ayo daftar di sini dan dapatkan potongan biaya trading 20% dengan kode TEMUTOKO!
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.