Tag Archives: altcoin

Polygon (POL) Siap Meledak 2x Lipat! Migrasi Hampir Selesai

Polygon (POL) tengah menjadi sorotan utama pasar kripto setelah proses migrasi dari MATIC ke POL hampir mencapai 100%.

Dilaporkan AInvest, kombinasi katalis teknis, fundamental, dan pertumbuhan ekosistem yang pesat menciptakan fondasi kuat bagi lonjakan harga signifikan. Bahkan, sejumlah analis memperkirakan pergerakan harga POL berpotensi mencapai dua kali lipat dalam waktu dekat.

Migrasi Hampir Rampung, Kelangkaan Semakin Nyata

Hingga akhir Agustus 2025, sekitar 97,83% pemegang MATIC telah melakukan upgrade ke POL. Transisi ini mengukuhkan POL sebagai token gas dan tata kelola utama dalam ekosistem Polygon PoS. Efeknya, tekanan jual dari MATIC lama berkurang drastis, sementara utilitas POL semakin meluas.

Tak hanya sebatas staking, POL kini juga berperan dalam likuiditas lintas rantai serta kolaborasi aset dunia nyata (RWA). Kemitraan strategis dengan perusahaan global seperti Starbucks dan Meta memperkuat posisi POL sebagai token multiguna yang relevan bagi adopsi institusional.

Sinyal Teknis: Breakout Bullish di Depan Mata

Pergerakan harga Polygon (POL/USDT) pada Senin, 1 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Polygon (POL/USDT) pada Senin, 1 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Apa Itu Polygon (MATIC)?

Dari sisi teknikal, aksi harga POL menunjukkan pola breakout fraktal bullish di atas level $0,26. Kondisi RSI jenuh jual dan melemahnya momentum bearish mendukung potensi reli.

Data on-chain turut memperkuat optimisme:

  • Total Value Locked (TVL): naik menjadi $1,23 miliar.
  • Alamat aktif harian: mencapai 1,23 juta (Maret 2025).
  • Burning transaksi: menyentuh 12%, menambah kelangkaan token.

Analis memproyeksikan kenaikan jangka pendek hingga 104% ke level $0,5170. Lebih jauh, target ambisius $13,01 diperkirakan bisa tercapai pada 2031 jika resistensi kunci mampu dipertahankan.

Ekosistem Polygon Terus Berkembang

Ekosistem Polygon kini menaungi lebih dari 45.000 aplikasi terdesentralisasi (dApps) dengan rata-rata 8,4 juta transaksi harian. Upgrade strategis seperti AggLayer v0.2 dan Heimdall v2 berhasil memangkas finalitas transaksi menjadi hanya 4–6 detik, menjadikan jaringan Polygon kompetitif dengan solusi Layer-2 lain seperti Arbitrum dan Base.

Selain itu, fitur interoperabilitas dan fokus pada tokenisasi aset dunia nyata semakin menarik perhatian pengembang serta perusahaan global, memperkuat Polygon sebagai lapisan koordinasi omnichain.

Risiko Jangka Pendek Masih Ada

Meski outlook jangka panjang terlihat bullish, tantangan jangka pendek tetap membayangi. Aktivitas on-chain yang lemah dan arus keluar likuiditas—termasuk penjualan harian senilai $263 ribu—dapat menekan stabilitas harga dalam waktu dekat.

Namun, analis menilai risiko tersebut bersifat sementara, dengan prediksi pemulihan harga seiring selesainya migrasi dan meningkatnya adopsi ekosistem. Proyeksi jangka panjang menempatkan POL di level $1 pada 2027 dan $5 pada 2030.

Polygon (POL) saat ini berada di persimpangan penting. Migrasi yang hampir rampung, dukungan teknis yang kuat, utilitas token yang makin luas, dan pertumbuhan ekosistem menjadikan reli dua kali lipat bukan sekadar wacana.

Meski volatilitas jangka pendek tak bisa dihindari, kombinasi metrik on-chain, upgrade jaringan, serta kemitraan institusional memberi dasar kokoh bagi lonjakan harga berikutnya. Bagi investor, kunci utama terletak pada pemantauan level resistensi dan aktivitas on-chain untuk menentukan titik masuk yang tepat.

Baca juga: Volume Polygon Dekati $100 Miliar (Rp 1,6 Triliun), Apa Penyebabnya?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Siap Tembus $300, Altseason Dimulai?

Solana (SOL) kembali mencuri perhatian pasar kripto setelah grafik harga menunjukkan sinyal teknikal langka yang sebelumnya memicu reli ribuan persen. Dengan latar belakang altseason dan permintaan institusional senilai miliaran dolar, target $300 kini menjadi sorotan utama investor.

Golden Cross SOL/BTC: Sinyal Reli Parabola?

Pada pekan ini, grafik SOL/BTC memperlihatkan potensi golden cross, yakni saat SMA 50 hari menembus ke atas SMA 200 hari. Pola ini secara historis selalu menjadi pemicu reli parabola Solana.

  • 2021: Golden cross pertama mendorong SOL/USD naik hampir 1.900%, dari $13 hingga lebih dari $260.
  • 2023: Skenario serupa kembali terjadi, dengan harga melonjak lebih dari 1.000% dari kisaran $20 ke atas $250.

Dilaporkan Cointelegraph, analis Ran Neuner menyebut bahwa pola 2025 ini sangat mirip dengan dua kejadian sebelumnya. “Kita pernah melihat skenario ini di 2021 dan 2023, dan keduanya menghasilkan pergerakan besar. Sekarang, SOL sedang bersiap untuk mengulanginya,” jelasnya.

Baca juga: Prakiraan Harga Solana: Arus Institusional Picu Reli Menuju $280

Altseason dan Likuiditas Pasca-Halving

Reli Solana di masa lalu selalu terjadi beriringan dengan altseason, ketika modal berpindah dari Bitcoin menuju altcoin berisiko tinggi.

  • 2021: Lonjakan SOL terjadi bersamaan dengan booming DeFi.
  • 2023: Kenaikan Solana didorong aliran likuiditas pasca-krisis FTX.

Tahun ini, latar belakang pasar kembali mendukung:

  • Ethereum (ETH) telah mengungguli Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir, biasanya menjadi tanda awal altseason.
  • Siklus historis Bitcoin menunjukkan rotasi modal cenderung meningkat lebih dari setahun setelah halving, yang dapat memperkuat momentum SOL.

Pola Megafon: Target $300

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 1 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 1 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Secara teknikal, SOL/USD saat ini bergerak dalam pola megafon (broadening wedge), dengan garis tren atas berada di zona $295–$300 sebagai resistance utama berikutnya.

  • Harga bertahan kuat di atas EMA 50-minggu dan EMA 200-minggu.
  • RSI mingguan berada di level bullish 61, menunjukkan momentum kenaikan masih sehat.
  • Level Fibonacci retracement juga menyoroti $295 sebagai titik kunci breakout.

Dukungan Fundamental: Treasury Solana $3 Miliar

Selain faktor teknikal, prospek Solana kini diperkuat oleh permintaan institusional besar-besaran. Beberapa pengumuman penting baru-baru ini:

  • Galaxy Digital, Jump Crypto, dan Multicoin Capital berencana mengumpulkan lebih dari $1 miliar untuk dana perbendaharaan Solana.
  • Sharps Technology mengalokasikan sekitar $400 juta untuk cadangan Solana.
  • Pantera Capital tengah mengincar dana khusus Solana senilai $1,25 miliar.

Secara total, permintaan baru dari treasury ini diperkirakan mencapai hampir $3 miliar, yang dapat menjadi katalis besar untuk harga SOL dalam jangka pendek.

Dengan kombinasi golden cross historis, latar belakang altseason, dan dukungan fundamental dari permintaan institusional miliaran dolar, Solana kini berada di posisi strategis untuk reli besar berikutnya.

Jika pola berulang seperti pada 2021 dan 2023, target teknikal $300 untuk SOL/USD bisa segera tercapai — bahkan membuka jalan menuju level lebih tinggi jika momentum terus berlanjut.

Baca juga: Proyek Solana Teratas 2025: Token Ekosistem yang Patut Diperhatikan


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Siap Meledak? Analisis Teknis Ungkap Pergerakan Besar

Ripple (XRP) kembali menjadi sorotan setelah beberapa minggu terakhir bergerak sideways terhadap USDT maupun BTC.

Dilaporkan Crypto Potato, setelah reli kuat di bulan Juli, kini harga XRP menghadapi tekanan baru seiring dengan penurunan Bitcoin, yang memunculkan kekhawatiran bahwa momentum bullish pasar kripto bisa saja mulai meredup.

Analisis Teknis XRP/USDT

Pada grafik harian, XRP/USDT membentuk pola segitiga simetris, sebuah struktur teknikal yang biasanya menjadi tanda akan hadirnya pergerakan besar. Saat ini, harga masih berfluktuasi di dalam rentang yang ketat, namun pola yang terbentuk menunjukkan kecenderungan melemah setiap kali harga menguji ulang level support.

  • Zona kunci: $2,70 menjadi level support utama yang perlu diperhatikan. Jika area ini ditembus, aksi jual berpotensi meningkat tajam.
  • Indikator RSI: RSI bertahan di bawah level netral 50, mengindikasikan bahwa momentum saat ini lebih berpihak pada penjual. Selama RSI tetap di area ini, risiko breakdown di bawah $2,70 lebih besar dibandingkan peluang rebound.
  • Skenario bearish: Jika penurunan berlanjut, harga bisa merosot hingga menyentuh batas bawah kanal naik yang lebih luas.
  • Skenario bullish: Sebaliknya, pembalikan hanya mungkin terjadi jika ada tekanan beli signifikan yang mendorong harga keluar dari pola segitiga ke arah atas.

Baca juga: XRP Tunjukkan Sinyal Rebound, Apakah Harga Bisa Kembali ke $3?

Analisis Teknis XRP/BTC

Sementara itu, pada pasangan XRP/BTC, harga juga memperlihatkan fase konsolidasi, meski masih bertahan di atas area support utama. Lonjakan di bulan Juli sempat mendorong XRP keluar dari kanal menurun jangka panjang, yang sedikit mengubah struktur jangka menengah ke sisi bullish.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 1 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 1 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
  • Zona support: Level 2.500 SAT menjadi kunci pertahanan. Jika mampu bertahan, XRP berpotensi memulai reli baru dengan target ke area 3.000 SAT.
  • Risiko downside: Kegagalan mempertahankan 2.500 SAT bisa menyeret harga kembali masuk ke kanal lama, dengan potensi penurunan hingga 2.000 SAT. Hal ini akan mengonfirmasi skenario bearish baru dan meningkatkan tekanan jual terhadap XRP.
  • RSI netral: Posisi RSI mendekati 50 menunjukkan pasar sedang menunggu katalis kuat yang akan menentukan arah pergerakan berikutnya.

XRP saat ini berada di persimpangan penting, baik terhadap USDT maupun BTC. Pola koil yang terbentuk menandakan pergerakan eksplosif akan segera terjadi — pertanyaannya, apakah ke arah atas atau bawah. Investor disarankan untuk memperhatikan level support $2,70 di USDT dan 2.500 SAT di BTC, karena area ini akan menjadi penentu langkah besar XRP dalam beberapa pekan ke depan.

Baca juga: XRP Tertekan Saat Whale Menjual: Koreksi Segera Terjadi?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Momen Buy atau Bye? Ethereum Terjun Bebas di Tengah Aksi Jual Massal

Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua setelah Bitcoin, saat ini berada pada level $4,385.73 per (ETH/USD).

Meski masih bertahan di atas $4.300, harga ETH mengalami tekanan signifikan dengan penurunan -1.66% dalam 24 jam terakhir, dan bahkan tercatat turun -7.33% dalam sepekan terakhir.

Kondisi ini membuat banyak investor mulai waspada terhadap kemungkinan fase koreksi jangka menengah di pasar kripto.

Baca Juga: Kehilangan Momentum Reli, Harga Ethereum Anjlok ke Level $4.377

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $529.39 miliar USD, Ethereum masih menjadi salah satu aset digital paling dominan di industri blockchain.

Volume perdagangan 24 jam terakhir berada di $29.04 miliar, menunjukkan masih tingginya likuiditas di pasar.

Namun, meski arus transaksi tetap ramai, aksi jual tampak lebih dominan sehingga mendorong harga terkoreksi.

Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat bahwa harga Ethereum sempat menyentuh level terendah $4,363.29 dan tertinggi $4,497.18.

Angka ini menunjukkan adanya volatilitas yang cukup tinggi dalam pergerakan harian, mempertegas bahwa pasar sedang berada dalam fase penuh ketidakpastian.

Penyebab Turunnya Harga Ethereum

Ada beberapa faktor utama yang menjadi pemicu penurunan harga Ethereum:

1. Aksi Ambil Untung Pasca Kenaikan Drastis

Dalam 60 hari terakhir, ETH sempat melonjak lebih dari +69%, bahkan dalam 90 hari terakhir mencatat kenaikan sekitar +67.70%.

Lonjakan tajam ini memicu aksi ambil untung (profit-taking) oleh para investor jangka pendek, sehingga menciptakan tekanan jual yang kuat.

2. Koreksi Teknis dari Level Tertinggi

Ethereum sebelumnya sempat mencatatkan rekor tertinggi di $4,953.73, mendekati level psikologis $5.000.

Namun, sejak itu, ETH belum mampu menembus resistance besar dan justru mengalami penurunan tajam.

Secara teknikal, ini merupakan tanda bahwa pasar sedang mengalami fase konsolidasi sebelum menentukan arah baru.

3. Sentimen Negatif dari Bitcoin

Sebagai aset kripto dengan dominasi pasar terbesar, pergerakan Bitcoin sangat memengaruhi altcoin, termasuk Ethereum.

Saat harga BTC menunjukkan pelemahan dalam sepekan terakhir, Ethereum juga ikut tertekan. Investor cenderung menarik dana dari altcoin ketika Bitcoin gagal memberikan sinyal bullish yang kuat.

4. Ketidakpastian Regulasi dan Ekonomi Global

Regulasi kripto di berbagai negara masih menjadi salah satu faktor penghambat laju harga ETH.

Kekhawatiran terhadap kebijakan moneter ketat, suku bunga tinggi, serta kondisi makroekonomi global yang tidak stabil menambah tekanan pada pasar kripto secara keseluruhan.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 1 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 1 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Prospek Ethereum ke Depan

Meski saat ini harga ETH mengalami penurunan, tren jangka menengah sebenarnya masih cukup positif.

Dalam 30 hari terakhir, Ethereum mencatat kenaikan sekitar +24.06%, menunjukkan bahwa koreksi yang terjadi saat ini lebih banyak disebabkan oleh aksi jual sesaat daripada perubahan fundamental.

Faktor pendukung utama Ethereum tetap kuat, mulai dari dominasi DeFi (Decentralized Finance), pertumbuhan sektor NFT (Non-Fungible Token), hingga penggunaan jaringan Ethereum dalam berbagai aplikasi Web3.

Selain itu, transisi penuh menuju Ethereum 2.0 dengan mekanisme Proof-of-Stake (PoS) terus menjadi daya tarik bagi investor jangka panjang.

Baca Juga: Lampaui Ethereum Foundation, Whale Misterius Stake 269.000 ETH

Penurunan harga Ethereum hingga kisaran $4,300 merupakan dampak gabungan dari aksi ambil untung, tekanan pasar kripto global, dan ketidakpastian regulasi.

Meski demikian, fundamental Ethereum masih solid, dan potensi pemulihan harga tetap terbuka jika sentimen pasar membaik.

Bagi investor, kondisi ini bisa menjadi momen evaluasi strategi, apakah memanfaatkan koreksi sebagai peluang akumulasi, atau menunggu konfirmasi tren baru di pasar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Jangan Ketinggalan! Loopring (LRC) Cetak Sejarah

Pasar kripto kembali diramaikan oleh kenaikan signifikan dari salah satu altcoin veteran, Loopring (LRC).

Berdasarkan data terbaru, harga LRC saat ini berada di kisaran $0.099036 per LRC/USD, dengan lonjakan harian mencapai +8.95%.

Kapitalisasi pasar tercatat sekitar $135.67 juta, sementara volume perdagangan melonjak tajam ke angka $338.95 juta hanya dalam 24 jam terakhir.

Angka ini menunjukkan gairah baru dari investor terhadap aset berbasis teknologi zkRollup ini.

Baca Juga: 4 Airdrop Kripto Terpenting untuk Minggu Keempat Oktober

Kenaikan Harga LRC dalam Tren Positif

Dalam 24 jam terakhir, harga Loopring melonjak $0.008152 atau hampir 9%. Performa ini memperpanjang tren positif dalam jangka waktu 30–60 hari terakhir:

  • 30 Hari: +23.50%
  • 60 Hari: +24.83%
  • 90 Hari: +10.90%

Meskipun masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $3.82, momentum saat ini membuktikan bahwa LRC mulai mendapatkan perhatian kembali setelah sempat terpuruk di periode bearish.

Faktor Pendorong Reli Loopring

Ada beberapa faktor utama yang diyakini menjadi pendorong kenaikan harga LRC:

1. Ledakan Volume Perdagangan

Volume harian mencapai $338 juta, hampir 3 kali lipat kapitalisasi pasar LRC.

Lonjakan volume yang besar biasanya menjadi indikasi meningkatnya minat pasar, baik dari investor ritel maupun trader institusional.

Kondisi ini mendorong volatilitas positif yang memberi efek domino terhadap kenaikan harga.

2. Optimisme pada Teknologi zkRollup

Loopring dikenal sebagai salah satu pelopor penggunaan zkRollup, solusi Layer-2 Ethereum yang mampu menekan biaya transaksi sekaligus meningkatkan kecepatan.

Seiring dengan adopsi Ethereum yang semakin meluas, teknologi Layer-2 menjadi primadona karena menawarkan efisiensi tinggi.

LRC diuntungkan oleh tren ini, apalagi saat banyak proyek baru mulai mengadopsi zk-proofs.

3. Narasi DeFi dan DEX Semakin Menguat

Loopring tidak hanya menawarkan teknologi transaksi cepat, tetapi juga mendukung ekosistem decentralized exchange (DEX) yang lebih murah dan efisien.

Dengan meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko sentralisasi bursa besar, banyak pengguna kripto mulai mencari alternatif trading yang lebih transparan.

Kehadiran Loopring sebagai salah satu veteran DEX memberi dorongan pada sentimen positif terhadap token LRC.

4. Tekanan Jual Mulai Reda

Data menunjukkan pergerakan harga LRC dalam jangka menengah sudah mulai stabil. Koreksi besar telah terjadi sejak puncaknya pada 2021, membuat harga saat ini berada jauh di bawah rekor tertinggi.

Posisi ini membuka ruang lebih besar untuk akumulasi baru, terutama bagi investor yang melihat LRC undervalued dibandingkan potensinya.

Pergerakan harga Loopring (LRC/USDT) pada Senin, 1 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Loopring (LRC/USDT) pada Senin, 1 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Analisis Teknis: LRC Masih dalam Zona Akumulasi

Dari sisi teknikal, LRC masih berada di bawah level psikologis $0.10, meskipun sempat menyentuh $0.117801 dalam 24 jam terakhir.

Kenaikan harga ini menunjukkan bahwa resistance jangka pendek mulai diuji. Jika volume tetap tinggi, peluang menembus ke atas $0.12 terbuka lebar.

Di sisi lain, level support terdekat berada di $0.090821, sesuai titik terendah 24 jam terakhir. Selama LRC mampu bertahan di atas support ini, tren kenaikan berpotensi berlanjut.

Potensi Ke Depan

Meskipun kapitalisasi pasar LRC saat ini hanya sekitar $135 juta, teknologi yang dimiliki masih relevan dengan kebutuhan ekosistem Ethereum.

Jika tren adopsi Layer-2 dan DEX semakin kuat, bukan tidak mungkin LRC akan kembali menjadi salah satu pemain utama.

Namun, perlu dicatat bahwa pasar kripto tetap memiliki volatilitas tinggi. Reli besar dalam waktu singkat bisa diikuti oleh koreksi tajam.

Oleh karena itu, strategi akumulasi bertahap bisa menjadi pendekatan yang lebih aman bagi investor.

Baca Juga: Volume Perdagangan Naik, Loopring (LRC) Dorong Reli Baru

Reli harga Loopring saat ini didorong oleh kombinasi lonjakan volume perdagangan, tren positif Layer-2, dan narasi DeFi yang semakin menguat.

Dengan kenaikan hampir 9% dalam sehari, LRC kembali menjadi sorotan di tengah pasar kripto yang dinamis.

Jika momentum ini dapat dipertahankan, Loopring berpotensi melanjutkan reli menuju level harga yang lebih tinggi, meski tetap dengan risiko volatilitas yang perlu diwaspadai.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

IDEX Melambung 31%, Sinyal Kebangkitan DeFi Mulai Terlihat

Pasar aset kripto kembali memberikan kejutan. Kali ini, giliran IDEX (IDEX/USD) yang mencuri perhatian setelah mencatat lonjakan harga signifikan dalam 24 jam terakhir.

Token ini diperdagangkan di level $0.035877 dengan kapitalisasi pasar sebesar $34.97 juta USD, melonjak lebih dari +31.05% hanya dalam sehari.

Kenaikan ini tidak hanya mencerminkan reli teknis, tetapi juga mengindikasikan semakin kuatnya minat pasar terhadap proyek-proyek DeFi (Decentralized Finance) yang menawarkan solusi nyata di tengah dinamika industri blockchain.

Lonjakan yang Menggugah Pasar

Dalam 24 jam terakhir, harga IDEX bergerak dari level terendah $0.026841 menuju puncak harian di $0.039365, menandai volatilitas tinggi yang menjadi ciri khas altcoin dengan kapitalisasi kecil hingga menengah.

Berdasarkan data historis, IDEX telah menunjukkan tren pertumbuhan konsisten dalam beberapa bulan terakhir:

  • 30 hari terakhir: naik +17.13%
  • 60 hari terakhir: melesat +84.24%
  • 90 hari terakhir: menguat +47.19%

Meski jauh dari rekor tertingginya di $0.974515, tren positif ini menandakan bahwa token tersebut perlahan mulai mendapat tempat kembali dalam radar investor kripto.

Pergerakan harga IDEX (IDEX/USDT) pada Senin, 1 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga IDEX (IDEX/USDT) pada Senin, 1 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Lonjakan 41,9% IDEX: Kembali Menyoroti Inovasi DEX Hybrid

Faktor Pendorong Kenaikan Harga IDEX

Ada beberapa faktor yang bisa menjelaskan mengapa IDEX mendadak mencatatkan reli besar dalam waktu singkat:

1. Peningkatan Volume Perdagangan

Dalam 24 jam terakhir, volume perdagangan IDEX tercatat $73.84 juta USD, lebih dari dua kali lipat kapitalisasi pasarnya.

Angka ini menandakan aktivitas beli yang agresif dari pelaku pasar. Lonjakan volume biasanya menjadi katalis utama pergerakan harga, dan dalam kasus IDEX, hal ini memperlihatkan minat spekulatif sekaligus keyakinan pada prospek jangka pendek proyek.

2. Momentum Pasar Altcoin

Reli IDEX datang di saat pasar altcoin mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Investor tampaknya mencari peluang di token-token dengan valuasi rendah namun fundamental kuat.

Sebagai platform DEX hybrid yang memadukan kecepatan trading sentralisasi dengan keamanan desentralisasi, IDEX dinilai mampu menawarkan keunggulan kompetitif di tengah persaingan bursa terdesentralisasi lainnya.

3. Sentimen Positif terhadap DeFi

Secara makro, sektor DeFi kembali dilirik setelah adanya inovasi baru dalam likuiditas, keamanan smart contract, dan integrasi multichain.

IDEX yang telah lama berfokus pada efisiensi perdagangan dan pengurangan biaya gas di jaringan Ethereum serta Layer-2, mendapatkan momentum untuk kembali naik daun.

4. Spekulasi Jangka Pendek

Tidak bisa dipungkiri, sebagian besar kenaikan altcoin dengan kapitalisasi kecil didorong oleh berbagai spekulasi.

Namun, fakta bahwa reli IDEX didukung oleh lonjakan volume yang signifikan menunjukkan adanya partisipasi besar dari investor, bukan sekadar pergerakan sempit oleh “whale”.

Risiko dan Tantangan

Meski reli IDEX menarik, penting dicatat bahwa harga masih 93% lebih rendah dari rekor tertingginya.

Hal ini menunjukkan bahwa pemulihan penuh masih membutuhkan katalis lebih kuat, seperti adopsi pengguna lebih luas, integrasi ekosistem baru, dan pembaruan teknis.

Selain itu, volatilitas harga yang tinggi juga menjadi risiko tersendiri, terutama bagi investor jangka pendek yang masuk tanpa strategi.

Prospek Jangka Menengah

Apabila tren DeFi terus berlanjut, IDEX memiliki peluang untuk mencatatkan pertumbuhan lebih besar.

Fokus proyek pada pengalaman trading cepat, aman, dan biaya rendah bisa menjadi daya tarik utama untuk menarik pengguna baru.

Ditambah lagi, likuiditas yang mulai membaik memberikan sinyal positif bagi keberlanjutan pergerakan harga.

Namun, investor tetap perlu waspada terhadap dinamika pasar kripto yang cenderung tidak stabil.

Reli seperti ini bisa menjadi awal dari tren jangka panjang, tetapi juga bisa diikuti oleh fase koreksi tajam jika euforia tidak diimbangi dengan fundamental yang kokoh.

Baca Juga: IDEX Bangkit: Pembaruan Tata Kelola & Kemitraan Picu Rebound

Kenaikan harga IDEX sebesar 31% dalam sehari bukan sekadar fenomena biasa, melainkan bagian dari kebangkitan sektor DeFi yang mulai kembali menarik minat pasar.

Volume perdagangan tinggi, sentimen positif, serta tren altcoin rally menjadi faktor utama di balik lonjakan ini. Meski begitu, perjalanan menuju level harga yang lebih tinggi masih dipenuhi tantangan.

Bagi investor, IDEX bisa menjadi salah satu token menarik untuk diamati lebih lanjut. Namun, disiplin manajemen risiko tetap menjadi kunci, mengingat pasar kripto selalu penuh kejutan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 1 September 2025: Bitcoin Bergejolak Terus Koreksi

Minggu lalu pasar kripto penuh gejolak, Bitcoin turun 4% akibat aksi jual besar investor dan sentimen negatif dari buruknya pendapatan saham AI AS, dengan masa depan harga sangat dipengaruhi data ekonomi serta lelang obligasi.

Namun, analis melihat sinyal titik terendah mulai muncul karena holder jangka pendek menjual rugi, sementara bertahan di atas $107.000 bisa menjaga peluang pemulihan menuju target $113.000. Lihat lebih banyak insight di bawah ini:

Minggu yang Penuh Gejolak: Kenapa Harga Turun?

  • Harga Bitcoin anjlok 4% minggu lalu karena aksi jual besar-besaran dari investor.
  • Buruknya pendapatan saham AI AS memperburuk kemerosotan pasar kripto.
  • Masa depan Bitcoin bergantung pada data ekonomi AS dan likuiditas lelang obligasi.

Analisis Bitcoin: Sinyal Titik Terendah Muncul

  • Holder jangka pendek Bitcoin jual rugi, ini sering jadi tanda titik terendah.
  • Konsentrasi besar di $113.500–$116.900 menjadikannya resistensi kuat.
  • Bertahan di atas $107.000 menjaga narasi pemulihan; $113.000 target terobosan pertama.

Kejar Keberuntungan SPESIAL Hadiah Rp70 Juta

3 Altcoin RWA Potensial untuk September 2025

  • Token RWA turun 3,7% bulan lalu, tapi pertumbuhannya kuat. Ada sinyal bullish untuk September.
  • Chainlink token RWA terdepan, didukung whale dan kemitraan pemerintah AS.
  • Ondo dan Maple Finance juga menonjol, dengan sinyal teknis yang mengarah ke kenaikan harga.

Apa yang Diharapkan dari Ethereum di Bulan September?

  • Holder jangka panjang ETH mungkin akan ambil untung.
  • Level $4.579 sebagai resistensi kritis, dengan 2 juta ETH di zona tersebut.
  • RSI dan level penting di $4.355 dan $4.156 tanda harga risiko fluktuatif di September.

Baca juga: 5 Altcoin yang Potensial Siap Tumbuh Pesat pada 2025


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Axie Infinity Melonjak 14%, Investor Kembali Melirik GameFi

Harga Axie Infinity (AXS) kembali menjadi sorotan setelah mencatatkan kenaikan signifikan dalam 24 jam terakhir.

Token asli dari ekosistem GameFi ini berhasil melesat hingga +16,66%, diperdagangkan di kisaran $2,66 per AXS, dengan kapitalisasi pasar mencapai $443,37 juta USD.

Lonjakan harga ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya minat investor terhadap aset berbasis ekosistem blockchain gaming, yang selama beberapa bulan terakhir sempat kehilangan pamornya.

Baca Juga: 3 Alasan Harga Axie Infinity Meroket 50%

Performa AXS dalam 24 Jam

Dalam perdagangan harian, AXS naik sebesar $0,34 atau +15,25%, dengan volume transaksi 24 jam yang mencapai $331,82 juta USD.

Angka ini menunjukkan peningkatan partisipasi pasar yang cukup tinggi, sekaligus mengindikasikan adanya arus modal baru yang masuk ke sektor GameFi.

Meski data riwayat harga mencatat anomali dengan level terendah dan tertinggi 24 jam masih tertera $0, serta catatan rekor tertinggi belum tercatat.

Sedangkan tren dalam 30 hingga 90 hari terakhir menegaskan bahwa AXS sedang berada dalam fase pemulihan:

  • 30 Hari: +18,56%
  • 60 Hari: +21,01%
  • 90 Hari: +5,2%

Dengan tren positif yang konsisten, AXS memperlihatkan daya tahan pasar meski volatilitas kripto sedang tinggi.

Penyebab Kenaikan Harga AXS

Ada beberapa faktor utama yang mendorong kenaikan harga AXS dalam sepekan terakhir:

1. Kebangkitan Narasi GameFi dan NFT

Setelah tren play-to-earn sempat redup pada 2023–2024, investor kini mulai kembali melirik GameFi seiring munculnya proyek-proyek baru di ekosistem web3 gaming.

AXS sebagai salah satu pionir dalam dunia GameFi otomatis ikut terdongkrak karena dianggap memiliki ekosistem mapan dengan komunitas besar.

2. Peningkatan Aktivitas On-Chain

Lonjakan volume perdagangan AXS menandakan adanya peningkatan aktivitas on-chain di jaringan Axie Infinity.

Data pasar memperlihatkan perputaran likuiditas yang sehat, sehingga harga dapat terdorong naik lebih cepat ketika permintaan meningkat.

3. Dukungan Komunitas dan Sentimen Positif

Axie Infinity masih memiliki komunitas global yang loyal. Kabar mengenai pembaruan fitur, event in-game, hingga dukungan marketplace NFT kerap menjadi pemicu optimisme.

Saat sentimen pasar umum cenderung “risk-on,” token berbasis komunitas seperti AXS biasanya lebih cepat merespons positif.

4. Arus Modal Spekulatif

Tidak bisa dipungkiri, kenaikan harga AXS juga dipengaruhi oleh aksi spekulatif para trader.

Dengan kapitalisasi pasar relatif kecil dibandingkan aset besar seperti Bitcoin dan Ethereum, pergerakan harga AXS lebih mudah terdorong signifikan ketika volume transaksi meningkat.

Pergerakan harga Axie Infinity (AXS/USDT) pada Minggu, 31 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Axie Infinity (AXS/USDT) pada Minggu, 31 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dampak Terhadap Investor

Bagi investor jangka pendek, lonjakan harga AXS ini menghadirkan peluang besar untuk meraih keuntungan cepat.

Namun, volatilitas tinggi juga membuat risiko koreksi mendalam selalu mengintai. Sementara bagi investor jangka panjang, tren pemulihan harga menjadi sinyal bahwa AXS masih memiliki daya tarik di sektor GameFi.

Dengan kapitalisasi pasar terdilusi penuh mencapai $709,45 juta USD, ada ruang pertumbuhan yang cukup besar jika Axie Infinity mampu kembali membangun momentum dari sisi pengembangan ekosistem game maupun NFT marketplace.

Baca Juga: Menyelami Dunia Axie Infinity: Mengenal Aset Kripto Ronin (RONIN)

Kenaikan harga Axie Infinity (AXS) hingga lebih dari 16% dalam 24 jam terakhir menandakan adanya kebangkitan minat pasar terhadap sektor GameFi.

Lonjakan volume perdagangan, dukungan komunitas, serta sentimen positif terhadap proyek gaming blockchain menjadi faktor utama di balik reli ini.

Meski masih perlu diuji konsistensinya dalam beberapa pekan ke depan, tren positif AXS jelas menunjukkan bahwa GameFi belum benar-benar kehilangan pamornya.

Bagi investor, AXS kini kembali menjadi salah satu aset kripto yang layak masuk dalam radar, baik untuk spekulasi jangka pendek maupun potensi pertumbuhan jangka panjang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Shiba Inu: Raja Meme Penantang Stagnasi Harga

Shiba Inu (SHIB), salah satu aset kripto paling populer di kalangan investor ritel, kembali menjadi sorotan setelah pergerakan harganya menunjukkan tanda-tanda stagnasi.

Berdasarkan data pasar terkini, harga SHIB saat ini berada di level $0.000012 per token, dengan kapitalisasi pasar mencapai $7.31 miliar USD.

Walau mencatat kenaikan tipis +0.04% dalam 24 jam terakhir, SHIB masih mengalami tekanan jual yang cukup besar dalam periode mingguan dengan koreksi -3.56%.

Meski demikian, Shiba Inu masih bertahan sebagai salah satu aset digital paling populer dengan peringkat #23 di pasar kripto global dan jumlah suplai beredar mencapai 589 triliun token, atau 99.95% dari total suplai maksimum.

Angka tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar token SHIB sudah beredar di pasar, meninggalkan ruang terbatas untuk suplai baru yang biasanya bisa mendorong volatilitas harga.

Baca Juga: Sempat Lama Berjaya, Shiba Inu Tumbang Juga

Performa Harga yang Tertahan di Tengah Lonjakan Meme Coin Lain

Jika menilik riwayat harga dalam beberapa bulan terakhir, SHIB sebenarnya sempat menunjukkan performa yang cukup solid:

  • 30 hari terakhir: naik +2.28%
  • 60 hari terakhir: melonjak +9.33%
  • 90 hari terakhir: turun -2.59%

Artinya, meski ada kenaikan dalam jangka menengah, tekanan dalam jangka pendek masih cukup kuat.

Hal ini kontras dengan pergerakan beberapa token meme lain seperti Pepe (PEPE) atau Dogwifhat (WIF) yang belakangan mendapatkan dorongan lebih besar berkat tren komunitas dan narasi di media sosial.

Shiba Inu sendiri terjebak dalam situasi di mana narasi fundamental proyeknya, termasuk ekosistem Shibarium, metaverse Shiba Inu, dan pengembangan DeFi yang belum sepenuhnya terefleksikan pada harga.

Hal inilah yang membuat SHIB seolah berjalan di tempat meski volume perdagangan masih cukup tinggi, yakni sekitar $122 juta dalam 24 jam terakhir.

Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Minggu, 31 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Minggu, 31 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Sentimen Pasar Global yang Tekan Harga

Ada beberapa faktor yang dapat menjelaskan mengapa harga SHIB terlihat melemah dalam sepekan terakhir:

  1. Kondisi Pasar Kripto Global
    Pasar kripto secara umum sedang menghadapi koreksi setelah reli besar Bitcoin pada awal kuartal ketiga 2025. Dengan Bitcoin masih mendominasi likuiditas pasar, altcoin seperti SHIB kerap menjadi korban aksi ambil untung investor.
  2. Kurangnya Pemicu Fundamental
    Tidak ada kabar besar atau perkembangan signifikan terkait proyek Shiba Inu dalam beberapa minggu terakhir. Padahal, narasi kuat seperti rilis fitur baru pada Shibarium atau pembaruan metaverse biasanya mampu mengangkat harga token ini.
  3. Persaingan Meme Coin Baru
    Komunitas kripto sangat dinamis. Setiap muncul meme coin baru yang viral, perhatian pasar sering teralihkan, membuat likuiditas di SHIB berkurang. Hal ini membuat harga cenderung stagnan atau bahkan turun.

Potensi dan Risiko di Depan Mata

Meski menghadapi tekanan, Shiba Inu tetap memiliki beberapa faktor yang bisa menjadi katalis positif:

  • Komunitas Terbesar: Dengan basis penggemar yang masif di media sosial, SHIB memiliki daya dorong unik dibandingkan altcoin lain.
  • Ekosistem Shibarium: Jika adopsi jaringan layer-2 ini semakin luas, biaya transaksi murah dan kecepatan tinggi bisa meningkatkan utilitas SHIB.
  • Aksi Burn Token: Program pembakaran token yang konsisten masih menjadi harapan investor untuk mengurangi suplai dan mendorong harga.

Namun, risiko tetap ada. Stagnasi inovasi, tingginya jumlah suplai beredar, serta dominasi Bitcoin di pasar bisa menahan potensi kenaikan SHIB.

Jika tidak ada narasi kuat yang muncul, harga SHIB bisa saja bertahan dalam kisaran sempit lebih lama.

Baca Juga: Shiba Inu Diam-Diam Bangkit! Siap Menggigit Saat Pasar Lesu?

Shiba Inu mungkin tidak lagi berada dalam euforia besar seperti saat puncak bull run 2021, namun posisinya di pasar kripto tetap solid.

Dengan kapitalisasi pasar miliaran dolar dan komunitas terbesar di dunia meme coin, SHIB masih memiliki daya tarik yang sulit diabaikan.

Meski harga saat ini terlihat melemah, peluang rebound tetap terbuka selama proyek ini mampu menghadirkan inovasi baru yang relevan dan komunitas tetap solid mendukungnya.

Bagi investor, SHIB adalah gambaran klasik aset berisiko tinggi dengan potensi keuntungan besar, namun juga sarat volatilitas.

Dengan kondisi pasar seperti ini, Shiba Inu masih menjadi salah satu token paling dinanti pergerakannya, terutama jika gelombang besar dari komunitas mampu kembali menghidupkan hype.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Lonjakan Volume SKALE Gagal Tahan Anjloknya Harga SKL

Pasar kripto kembali menunjukkan volatilitas tinggi dengan SKALE Network (SKL) menjadi salah satu aset yang menarik perhatian investor.

Meski sebelumnya mencatatkan performa impresif dalam beberapa bulan terakhir, harga SKL hari ini justru mengalami koreksi tajam.

Per 23 Agustus 2025, SKL diperdagangkan di level $0.031745, mencatat penurunan -13.30% dalam 24 jam terakhir.

Dengan kapitalisasi pasar sebesar $188.61 juta dan volume perdagangan harian yang sangat tinggi mencapai $299.62 juta, fenomena ini memunculkan pertanyaan: mengapa harga SKL justru tertekan meskipun terjadi lonjakan volume transaksi?

Baca Juga: SKALE Network (SKL) Catat Lonjakan Signifikan, Investor Mulai Lirik

Koreksi Tajam Pasca Reli Bulanan

Jika menilik data pergerakan harga, SKALE Network masih menunjukkan performa positif dalam jangka menengah.

Dalam 30 hari terakhir, harga SKL naik +63.67%, bahkan dalam 60 hari berhasil mencatat kenaikan +77.61%.

Namun, setelah reli yang cukup panjang, pasar tampaknya mulai jenuh sehingga tekanan jual (profit-taking) menjadi faktor utama yang mendorong harga turun dalam 24 jam terakhir.

Penurunan 14.67% dalam sehari menandakan bahwa banyak investor jangka pendek memilih mengamankan keuntungan mereka, terutama setelah SKL mencatatkan lonjakan besar dalam dua bulan terakhir.

Pergerakan harga Skale Network (SKL/USDT) pada Minggu, 31 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Skale Network (SKL/USDT) pada Minggu, 31 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Volume Tinggi, Tapi Didominasi Aksi Jual

Salah satu faktor yang paling menonjol adalah volume perdagangan SKL yang melonjak hingga $299 juta dalam sehari.

Secara teori, volume tinggi biasanya menjadi indikasi meningkatnya minat pasar. Namun, dalam kasus SKALE, volume besar ini justru lebih didominasi oleh tekanan jual.

Hal ini terlihat dari pergerakan harga yang langsung terkoreksi tajam meski transaksi meningkat. Artinya, banyak trader besar maupun ritel yang melepas SKL dalam jumlah signifikan sehingga suplai melampaui permintaan.

Faktor Teknis: Resistance Kuat Menahan Kenaikan

Dari sisi teknikal, SKL tampaknya menghadapi resistance kuat setelah mencatat lonjakan harga yang konsisten.

Investor yang sempat optimistis terhadap kelanjutan reli kini mulai ragu akibat kegagalan harga untuk menembus level psikologis berikutnya.

Koreksi ini juga dipicu oleh ketidakpastian di pasar kripto global, di mana Bitcoin dan Ethereum menunjukkan volatilitas tinggi, sehingga altcoin seperti SKL lebih mudah tertekan.

Sentimen Pasar yang Melemah

Selain faktor teknis, sentimen pasar terhadap altcoin tengah mengalami pelemahan.

Ketidakpastian makroekonomi, fluktuasi dolar AS, dan kecenderungan investor untuk kembali ke aset utama seperti BTC dan ETH turut memengaruhi penurunan harga SKL.

Dalam tujuh hari terakhir saja, SKL mencatat penurunan -2.58%, mengindikasikan tren bearish yang mulai menguat.

Prospek Jangka Menengah Masih Menarik

Meski saat ini harga SKALE Network tertekan, bukan berarti prospeknya sepenuhnya suram.

Dengan pasokan sirkulasi 5.94 miliar SKL dari total maksimum 7 miliar, proyek ini masih memiliki fundamental yang cukup kuat sebagai solusi skalabilitas untuk aplikasi blockchain.

Jika pasar kripto kembali stabil, SKL berpotensi melanjutkan tren kenaikan jangka menengah seperti yang terlihat dalam 30–60 hari terakhir.

Baca Juga: SKALE Network Meroket! SKL Naik 132% dalam 2 Bulan

Koreksi tajam harga SKALE Network (SKL) lebih disebabkan oleh aksi profit-taking masif setelah reli panjang, ditambah melemahnya sentimen pasar kripto secara umum.

Volume perdagangan yang tinggi belum mampu menopang harga karena lebih banyak didominasi aksi jual.

Bagi investor jangka panjang, kondisi ini bisa menjadi momen evaluasi apakah koreksi SKL hanyalah retracement sehat sebelum melanjutkan tren naik, atau justru sinyal awal pembalikan arah menuju tren bearish.

Yang jelas, volatilitas ekstrem SKL kembali menegaskan bahwa altcoin masih menyimpan risiko tinggi, namun sekaligus peluang besar bagi mereka yang mampu membaca momentum dengan tepat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com