Tag Archives: aset kripto

Harga Ethereum (ETH) Stabil di $2.937, Tapi Pasar Masih Tertekan

Harga Ethereum (ETH) hari ini tercatat berada di level $2.937,75 per ETH, dengan perubahan tipis -0,04% dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data pasar terkini, Ethereum masih menunjukkan pergerakan yang relatif stabil dalam jangka pendek, meskipun secara tren menengah hingga panjang masih berada dalam tekanan koreksi yang cukup dalam.

Sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di dunia, Ethereum tetap menjadi sorotan utama investor dan pelaku industri blockchain global.

Baca Juga: Ethereum (ETH) Terkoreksi ke $2.919, Tekanan Jual Mendominasi Pasar

Pergerakan Harga Ethereum Hari Ini

Dalam perdagangan 24 jam terakhir, ETH bergerak dalam rentang harga terendah $2.890,06 dan tertinggi $2.978,92.

Fluktuasi ini menunjukkan adanya tarik-menarik antara tekanan jual dan minat beli di area psikologis $2.900–3.000.

Volume perdagangan harian Ethereum tercatat sebesar $20,27 miliar, menandakan likuiditas pasar masih cukup tinggi.

Secara intraday, ETH bahkan sempat mencatatkan kenaikan 0,73% dalam satu jam terakhir, mengindikasikan adanya respons cepat dari trader jangka pendek terhadap pergerakan harga.

Kinerja Ethereum dalam Berbagai Periode Waktu

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 17 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 17 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Jika dilihat dari perspektif yang lebih luas, performa Ethereum masih menghadapi tantangan:

  • Harian: turun USD 0,58 (-0,02%)
  • 30 hari: turun USD 247,61 (-7,77%)
  • 60 hari: turun USD 930,08 (-24,03%)
  • 90 hari: turun USD 1.618,61 (-35,50%)

Penurunan signifikan dalam 90 hari terakhir menunjukkan bahwa Ethereum masih berada dalam fase koreksi setelah sebelumnya mendekati level yang lebih tinggi.

Jarak harga saat ini dengan rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $4.953,73 juga masih cukup jauh.

Data Fundamental dan Informasi Pasar ETH

Dari sisi fundamental pasar, Ethereum tetap menunjukkan kekuatan sebagai aset utama di ekosistem kripto:

  • Peringkat Popularitas: 2
  • Kapitalisasi Pasar: USD 354,93 miliar
  • Pasokan Beredar: 120,70 juta ETH
  • Kapitalisasi Pasar Terdilusi Penuh: USD 354,93 miliar

Tidak adanya batas maksimum total pasokan membuat Ethereum berbeda dari Bitcoin, namun mekanisme burn melalui EIP-1559 terus menjadi faktor penting dalam mengontrol suplai ETH di pasar.

Sentimen Pasar dan Prospek Ethereum

Sentimen pasar Ethereum saat ini cenderung netral ke bearish dalam jangka menengah, seiring tekanan makroekonomi global dan volatilitas pasar kripto secara keseluruhan.

Namun, stabilitas harga harian dan volume perdagangan yang konsisten menunjukkan bahwa minat investor belum sepenuhnya surut.

Ethereum masih menjadi tulang punggung berbagai sektor kripto, mulai dari DeFi, NFT, hingga ekosistem Layer-2.

Faktor-faktor ini berpotensi menjadi katalis positif apabila kondisi pasar global membaik dan adopsi teknologi blockchain kembali meningkat.

Baca Juga: Tom Lee: Ethereum Dalam Momentum 1971, Apa Maksudnya?

Harga Ethereum hari ini berada di kisaran $2.937, relatif stabil dalam 24 jam terakhir namun masih mencerminkan tekanan koreksi dalam 3 bulan terakhir.

Dengan kapitalisasi pasar di atas $354 miliar dan posisi kuat sebagai aset kripto nomor dua dunia, ETH tetap menjadi instrumen investasi yang menarik untuk dipantau.

Bagi investor, memahami pergerakan harga jangka pendek sekaligus tren jangka panjang menjadi kunci dalam menyusun strategi di tengah dinamika pasar kripto yang cepat berubah.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bangkit ke USD 86.943, Sinyal Rebound?

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin kembali menguat setelah beberapa pekan berada dalam tekanan koreksi.

Berdasarkan data terbaru, harga Bitcoin tercatat di level $86.943,42 per BTC, naik 1,57% dalam 24 jam terakhir atau setara dengan kenaikan sekitar $1.340.

Penguatan ini terjadi di tengah upaya pasar kripto global untuk bangkit, meskipun sentimen investor masih cenderung berhati-hati.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1.735,67 miliar, Bitcoin tetap menjadi aset kripto paling dominan dan menjadi barometer utama pergerakan pasar digital secara keseluruhan.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Bertahan di Level $90.289

Pergerakan Harga BTC Hari Ini: Volatil, Tapi Stabil

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak pada rentang harga $85.381,69 sebagai level terendah dan $88.170,10 sebagai level tertinggi.

Fluktuasi ini mencerminkan dinamika pasar yang masih sensitif terhadap aksi ambil untung jangka pendek.

Secara intraday, Bitcoin sempat mengalami koreksi ringan -0,37% dalam satu jam terakhir, namun tetap mampu mempertahankan penguatan harian.

Volume perdagangan 24 jam sebesar $39,50 miliar menunjukkan likuiditas pasar masih terjaga, meskipun belum cukup kuat untuk mendorong reli besar.

Tekanan Koreksi Masih Membayangi

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 17 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 17 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Meski menguat hari ini, performa Bitcoin dalam jangka menengah masih berada dalam fase koreksi. Data historis menunjukkan:

  • 7 hari terakhir: turun 6,11%
  • 30 hari: turun 8,75%
  • 60 hari: turun 18,36%
  • 90 hari: turun 25,97%

Kondisi ini menandakan bahwa kenaikan harga BTC saat ini lebih bersifat rebound jangka pendek, bukan pembalikan tren besar.

Bitcoin juga masih cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07, yang menjadi target psikologis investor jangka panjang.

Fundamental Bitcoin Tetap Kokoh

Dari sisi fundamental, Bitcoin masih menunjukkan kekuatan struktural.

Pasokan yang beredar saat ini mencapai 19,96 juta BTC, atau sekitar 95,06% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC. Tingkat kelangkaan ini terus menjadi daya tarik utama Bitcoin sebagai aset lindung nilai digital.

Sementara itu, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Market Cap) tercatat sebesar $1.825,81 miliar, mencerminkan valuasi Bitcoin jika seluruh pasokan maksimum telah beredar.

Posisi ini mempertegas dominasi Bitcoin dibandingkan aset kripto lainnya.

Prospek Harga BTC: Apa yang Perlu Diperhatikan?

Untuk pergerakan ke depan, pelaku pasar akan mencermati beberapa level kunci.

Area $88.000 hingga $90.000 menjadi zona resistensi penting. Jika mampu ditembus secara konsisten, peluang penguatan lanjutan akan terbuka.

Sebaliknya, level $85.000 menjadi area support krusial. Jika level ini gagal dipertahankan, Bitcoin berpotensi kembali tertekan dan melanjutkan fase konsolidasi atau koreksi.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Terkoreksi ke $85.600, Tekanan Pendek

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin berhasil bangkit dengan kenaikan 1,57% dalam 24 jam terakhir, didukung oleh volume perdagangan yang stabil. Namun, tekanan koreksi jangka menengah masih menjadi tantangan utama.

Bagi investor, kondisi ini patut disikapi dengan kehati-hatian. Selama Bitcoin belum mampu menembus area resistensi utama, pergerakan saat ini lebih tepat dipandang sebagai fase pemulihan sementara sambil menunggu arah pasar yang lebih jelas.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Terkoreksi ke $85.600, Tekanan Pendek

Harga Bitcoin (BTC) hari ini mengalami tekanan cukup signifikan.

Berdasarkan data terbaru, BTC diperdagangkan di level $85,600.96 per BTC/USD, melemah -4,5% dalam 24 jam terakhir.

Koreksi ini turut menekan kapitalisasi pasar Bitcoin ke sekitar $1,708.83 triliun, dengan volume perdagangan 24 jam mencapai $43.99 miliar.

Angka tersebut menunjukkan aktivitas transaksi masih relatif tinggi meskipun sentimen pasar sedang berhati-hati.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Turun ke $89.318, Tekanan Koreksi Berlanjut

Pergerakan Harga BTC Hari Ini

Dalam rentang 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran $85,304.08 hingga $89,982.65. Tekanan jual terlihat cukup dominan setelah BTC gagal mempertahankan area psikologis di atas $90.000.

Penurunan harian sebesar -$4,133.44 (-4,61%) mengindikasikan adanya aksi ambil untung (profit taking) sekaligus respons pasar terhadap ketidakpastian jangka pendek.

Jika dilihat dalam timeframe yang lebih luas, tren koreksi masih terasa kuat. Dalam 30 hari terakhir, harga BTC telah turun -$10,225.97 (-10,68%).

Sementara itu, penurunan lebih dalam terlihat pada periode 60 hari (-21,49%) dan 90 hari (-26,43%), menandakan fase konsolidasi panjang setelah sebelumnya Bitcoin mencetak rekor tertinggi di $126,198.07.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 16 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 16 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Sentimen Pasar dan Likuiditas

Dari sisi pasar, Bitcoin masih menempati peringkat pertama aset kripto paling populer dengan kapitalisasi pasar $1,706.95 miliar.

Volume perdagangan harian yang mencapai $44.19 miliar mencerminkan likuiditas yang tetap kuat, sehingga pergerakan harga cenderung responsif terhadap sentimen global.

Pasokan beredar Bitcoin saat ini berada di angka 19.96 juta BTC, atau sekitar 95,06% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

Kondisi ini memperkuat narasi kelangkaan (scarcity) Bitcoin dalam jangka panjang, meskipun dalam jangka pendek harga masih sangat dipengaruhi oleh faktor teknikal dan sentimen makro.

Analisa Teknikal Singkat

Secara teknikal, pelemahan -0,39% dalam 1 jam terakhir menunjukkan tekanan jual belum sepenuhnya mereda.

Jika BTC tidak mampu bertahan di atas support terdekat $85.000, potensi penurunan lanjutan menuju area support berikutnya bisa terjadi.

Sebaliknya, jika terjadi pantulan (rebound) dengan volume yang meningkat, area $90.000 akan menjadi resistance penting yang perlu ditembus untuk memulihkan sentimen bullish.

Perubahan harga -4,91% dalam 7 hari terakhir juga mengindikasikan tren mingguan masih cenderung bearish.

Namun, volatilitas ini bukan hal baru bagi Bitcoin, yang secara historis kerap mengalami koreksi tajam sebelum kembali melanjutkan tren naik jangka panjang.

Prospek Bitcoin ke Depan

Meski tekanan jangka pendek masih terasa, fundamental Bitcoin relatif tetap kuat.

Dengan kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) sebesar $1,795.65 triliun, BTC masih menjadi aset kripto dengan dominasi tertinggi di pasar.

Investor jangka panjang umumnya memandang fase koreksi seperti ini sebagai periode akumulasi, sementara trader jangka pendek cenderung lebih berhati-hati menunggu konfirmasi arah harga.

Ke depan, pergerakan harga Bitcoin akan sangat dipengaruhi oleh sentimen global, kebijakan moneter, serta arus dana institusional.

Selama Bitcoin mampu mempertahankan struktur pasar jangka panjangnya, volatilitas saat ini dapat menjadi bagian dari siklus sehat dalam perjalanan harga BTC.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Bertahan di Level $90.289

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin sedang berada dalam fase koreksi dengan tekanan jual yang cukup kuat.

Meski demikian, volume perdagangan dan fundamental pasar masih solid. Investor disarankan untuk tetap memperhatikan manajemen risiko dan mengikuti perkembangan pasar secara berkala.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Turun ke $89.318, Tekanan Koreksi Berlanjut

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin (BTC) masih berada dalam tekanan koreksi.

Berdasarkan data pasar terbaru, harga Bitcoin tercatat di level $89.318,05 per BTC, melemah 1,15% dalam 24 jam terakhir.

Penurunan ini menandakan sentimen pasar kripto yang cenderung berhati-hati, seiring belum adanya katalis kuat untuk mendorong pemulihan harga dalam jangka pendek.

Meski terkoreksi, Bitcoin tetap mendominasi pasar kripto global dengan kapitalisasi pasar sebesar $1.782,99 miliar, menempatkannya di peringkat pertama sebagai aset kripto terbesar di dunia.

Aktivitas perdagangan masih tergolong aktif, tercermin dari volume transaksi 24 jam mencapai $47,82 miliar.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Bertahan di Level $90.289

Pergerakan Harga BTC dalam 24 Jam Terakhir

Dalam perdagangan 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran $87.634,94 hingga $90.345,57. Level tersebut menunjukkan adanya area support jangka pendek di bawah $88.000, sementara zona $90.000 masih menjadi area psikologis yang sulit ditembus.

Secara intraday, BTC tercatat melemah 0,44% dalam satu jam terakhir, menandakan tekanan jual masih mendominasi pasar.

Sementara itu, secara mingguan, harga Bitcoin sudah turun 2,05%, memperkuat indikasi tren koreksi yang belum sepenuhnya berakhir.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 15 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 15 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Kinerja BTC Jangka Menengah

Jika ditinjau dari performa historis, tekanan pada harga Bitcoin semakin terlihat. Dalam 30 hari terakhir, BTC mengalami penurunan sebesar $6.966,14 atau 7,24%.

Koreksi berlanjut dalam rentang waktu yang lebih panjang, dengan penurunan 20,02% dalam 60 hari dan 22,65% dalam 90 hari terakhir.

Kondisi ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level $126.198,07.

Jarak yang cukup lebar dari level all-time high membuat investor cenderung menahan diri sambil menunggu konfirmasi arah tren berikutnya.

Data Fundamental dan Pasar Bitcoin

Dari sisi fundamental, pasokan Bitcoin yang beredar saat ini mencapai 19,96 juta BTC, atau sekitar 95,06% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

Keterbatasan suplai ini tetap menjadi fondasi utama nilai Bitcoin dalam jangka panjang, meskipun dalam jangka pendek harga masih sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar global.

Sementara itu, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (fully diluted market cap) Bitcoin berada di kisaran $1.874,48 miliar, mencerminkan potensi valuasi BTC jika seluruh suplai maksimum telah beredar.

Analisa Teknikal: Support dan Resistance BTC

Dari perspektif teknikal, support terdekat BTC berada di area $87.000–$88.000. Jika level ini jebol, potensi penurunan lanjutan menuju zona $85.000 terbuka lebar.

Sebaliknya, resistance kuat berada di kisaran $90.500–$92.000. Penembusan di atas area tersebut dapat membuka peluang rebound jangka pendek.

Baca Juga: Jepang Naikkan Suku Bunga Tertinggi 30 Tahun, Bitcoin Terancam

Analisa harga BTC hari ini mengindikasikan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase koreksi dengan tekanan jual yang cukup kuat.

Meski begitu, volume perdagangan yang tinggi dan fundamental yang solid menunjukkan bahwa minat pasar terhadap BTC belum sepenuhnya melemah.

Investor dan trader disarankan untuk mencermati level support dan resistance penting serta mengelola risiko dengan bijak di tengah volatilitas pasar kripto yang masih tinggi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum (ETH) Hari Ini Melemah ke $3.111, Masih Tertekan

Harga Ethereum (ETH) di Tokocrypto pada hari ini, Senin (15/12) bergerak melemah di tengah kondisi pasar kripto yang cenderung stagnan.

Berdasarkan data terbaru, harga ETH tercatat di level $3.111,78 per ETH, mengalami penurunan sekitar 0,29% dalam 24 jam terakhir.

Meski pelemahan tergolong tipis, pergerakan ini menunjukkan bahwa tekanan jual masih membayangi Ethereum, khususnya dalam tren jangka menengah.

Sebagai aset kripto terbesar kedua di dunia, Ethereum masih mempertahankan dominasinya dengan kapitalisasi pasar sebesar $375,58 miliar, menempatkannya di peringkat ke-2 aset kripto global.

Aktivitas perdagangan juga terpantau stabil, dengan volume transaksi 24 jam mencapai $18,60 miliar, mencerminkan likuiditas yang tetap kuat meski volatilitas harga relatif terbatas.

Baca Juga: Harga Ethereum Menguat Tipis, ETH Bertahan di Atas $3.100

Pergerakan Harga ETH dalam 24 Jam Terakhir

Dalam rentang 24 jam terakhir, harga Ethereum bergerak di kisaran $3.034,69 hingga $3.148,03.

Rentang pergerakan yang relatif sempit ini mengindikasikan fase konsolidasi, di mana pasar masih menunggu katalis baru untuk menentukan arah pergerakan berikutnya.

Secara intraday, ETH tercatat turun 0,26% dalam satu jam terakhir, sementara secara mingguan, penurunan hanya sebesar 0,08%.

Data ini menunjukkan bahwa tekanan jual saat ini belum terlalu agresif, namun belum cukup kuat untuk mendorong terjadinya rebound yang signifikan.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 15 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 15 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Kinerja Ethereum Jangka Menengah dan Panjang

Jika ditinjau dari kinerja historis, Ethereum masih berada dalam fase koreksi. Dalam 30 hari terakhir, harga ETH turun sekitar 1,97%, relatif ringan dibandingkan penurunan pada periode yang lebih panjang.

Dalam 60 hari, ETH turut terkoreksi 22,66%, sementara dalam 90 hari terakhir, penurunan yang mencapai 31,19%.

Koreksi ini membuat harga Ethereum saat ini masih berada cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) di level $4.953,73.

Jarak yang signifikan dari ATH tersebut mencerminkan kehati-hatian investor, khususnya setelah reli besar yang terjadi pada periode sebelumnya.

Fundamental dan Data Pasar Ethereum

Dari sisi fundamental, Ethereum memiliki pasokan beredar sekitar 120,70 juta ETH.

Berbeda dengan Bitcoin, Ethereum tidak memiliki batas pasokan maksimum, namun mekanisme burning fee (EIP-1559) berperan dalam mengendalikan laju inflasi ETH, terutama saat aktivitas jaringan meningkat.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (fully diluted market cap) Ethereum tercatat sama dengan kapitalisasi pasar saat ini, yakni sekitar $375,50 miliar, menandakan bahwa valuasi pasar telah sepenuhnya mencerminkan suplai yang beredar.

Sentimen Pasar dan Faktor Penekan

Tekanan harga ETH dalam beberapa bulan terakhir tidak lepas dari sentimen makro global, termasuk kebijakan moneter, pergerakan suku bunga, serta dinamika pasar aset berisiko.

Selain itu, arus dana investor cenderung lebih selektif, sehingga reli besar pada altcoin, termasuk Ethereum, masih terbatas.

Meski demikian, Ethereum tetap menjadi tulang punggung ekosistem DeFi, NFT, dan smart contract, yang menjadikannya salah satu aset kripto dengan fundamental terkuat.

Hal ini membuat banyak investor jangka panjang masih memandang koreksi harga sebagai fase konsolidasi, bukan perubahan tren struktural.

Prospek dan Level Penting ETH

Dalam jangka pendek, area support ETH berada di kisaran $3.000–$3.030, sementara resistance terdekat berada di area $3.150–$3.200.

Jika ETH mampu bertahan di atas support psikologis $3.000, peluang rebound teknikal tetap terbuka. Sebaliknya, penembusan ke bawah level tersebut dapat membuka ruang penurunan lanjutan.

Baca Juga: Harga Ethereum Hari Ini Terkoreksi 4,5%, ETH di Area Psikologis $3.000

Harga ETH hari ini yang berada di level $3.111 menunjukkan bahwa Ethereum masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan koreksi jangka menengah.

Meski tekanan jual belum terlalu kuat, investor disarankan tetap mencermati pergerakan harga, volume perdagangan, serta sentimen pasar global.

Dengan fundamental yang solid, Ethereum masih memiliki prospek jangka panjang yang menarik, namun volatilitas jangka pendek tetap perlu diwaspadai.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solo Miner Ini Berhasil Tambang 3 BTC Senilai Rp4,5M! Kok Bisa?!

Pada tanggal 12 Desember 2025, seorang miner individu atau lebih sering dikenal dengan solo miner yang menggunakan solo pool dengan Solo CK berhasil menyelesaikan blok Bitcoin nomor 927474. Blok ini memberikan subsidy (hadiah blok) sebesar 3.125 BTC plus biaya transaksi 0.008 BTC, total 3.133 BTC. 

Blok yang berhasil ditambang dengan hadiah 3 BTC senilai Rp4,5 miliar. Sumber: Mempool

Nilai ini setara dengan sekitar kurang lebih $284.000 USD, atau sekitar Rp4,8 miliar. Kejadian seorang solo miner yang berhasil menambang BTC dalam jumlah besar, bukan hanya kali ini terjadi. Sebelumnya pernah juga kasus serupa di mana penambang tunggal dengan perangkat terbatas berhasil menambang satu blok penuh. Misalnya, pada tahun 2022 seorang solo miner dengan kekuatan hash yang relatif kecil berhasil menemukan blok dan menerima hadiah lebih dari 6 BTC.

Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun jaringan Bitcoin didominasi oleh mining pool besar dengan kekuatan komputasi masif, peluang bagi penambang solo nampaknya masih terus ada walaupun kemungkinannya sangat kecil.

Lantas apa kenapa hal ini bisa terjadi dan kenapa solo miner bisa mendapatkan ubah dari blok yang sangat besar, bahkan bisa mengalahkan miner dengan hashrate yang lebih tinggi?

Apa itu Solo Mining?

Solo mining adalah metode penambangan di mana miner bekerja sendirian untuk menyelesaikan blok. Berbeda dengan pool mining, di mana ribuan miner menggabungkan kekuatan komputasi mereka dan berbagi hadiah, solo miner mengambil semua risiko dan hadiah sendiri. 

Proses solo mining ini menggunakan peralatan ASIC (Application-Specific Integrated Circuit) yang melakukan triliunan hash per detik untuk memecahkan puzzle SHA-256.

Namun, karena hash rate jaringan Bitcoin saat ini mencapai sekitar 1.100-1.243 ZH/s (zettahashes per detik), yang berarti lebih dari 1 kuadriliun hash per detik, bagi miner dengan hash rate rendah, seperti 6 TH/s (terahashes per detik), peluang menemukan blok adalah 1 banding 180 juta. 

Jadi solo miner yang berhasil menambang blok 927474 dan mendapatkan 3 BTC Senilai Rp4,5M dengan hash rate 90 TH/s, sama dengan seperti mendapatkan hadiah lotre dengan peluang 1 banding 12 juta.

Baca juga: Apa itu Cloud Mining di Dunia Kripto, dan Bagaimana Cloud Mining Bekerja?

Alasan Kenapa Solo Miner Bisa Tambang 3 Bitcoin Sendiri

Meskipun peluang mendapatkan hadiah blok fantastis dari mining Bitcoin bagi solo miner sangat kecil, solo mining tetap memungkinkan karena sifat acak dari proses Proof-of-Work (PoW). Berikut beberapa alasannya!

Mekanisme Proof-of-Work yang Acak

Bitcoin dirancang oleh Satoshi Nakamoto agar siapa pun bisa berpartisipasi dalam penambangan tanpa perlu izin dari pihak ketiga. Proses PoW melibatkan pemecahan puzzle matematis (hashing) untuk memvalidasi transaksi dan menambahkan blok baru ke blockchain

Miner yang pertama kali menemukan hash valid mendapatkan hadiah blok penuh, dalam kasus di atas hadiahnya berupa 3.125 BTC ditambah biaya transaksi sekitar 0.008 BTC.

Karena PoW bersifat probabilistik atau acak, maka tidak ada jaminan siapa yang menang; ini seperti lotre di mana setiap hash yang dihasilkan adalah tiket. Meskipun hash rate jaringan Bitcoin mencapai ratusan exahash per detik (EH/s), seorang solo miner dengan hash rate rendah masih memiliki peluang, meski sangat kecil. 

Jika beruntung solo miner dapat mendapatkan hadiah blok untuk dirinya sendiri, ini berbeda dengan pool mining, di mana miner menggabungkan kekuatan untuk meningkatkan peluang kolektif, tapi hadiah dibagi rata berdasarkan kontribusi.

Siapa Saja Bisa Melakukan Mining Bitcoin

Meskipun 80-90% hash rate dikuasai oleh pool besar seperti Foundry USA atau AntPool, protokol Bitcoin memastikan bahwa setiap individu masih bisa ikut serta untuk melakukan mining secara mandiri. Ini mencegah sentralisasi penuh dan menjaga jaringan tetap aman dari serangan.

Dukungan dari Pool Solo Khusus dan Perangkat Efisien

Banyak solo miner sukses menggunakan layanan seperti Solo CK Pool, yang bukan pool berbagi hadiah melainkan infrastruktur untuk miner independen. Pool ini memungkinkan miner menjalankan node tanpa setup rumit, dengan biaya minimal 2% jika menang. Ini membuat solo mining lebih mudah diakses, meskipun tetap sendirian dalam kompetisi.

Selain itu, perangkat ASIC modern di 2025 semakin efisien, dengan hash rate tinggi tapi konsumsi listrik rendah (misalnya Bitaxe Gamma 601 dengan 1.2 TH/s). Ini memungkinkan miner rumahan bersaing, meski odds rendah. Bandingkan dengan pool: Di pool, hardware sederhana cukup karena kontribusi kecil pun dibayar, tapi potensi untung besar hilang. Solo mining cocok untuk mereka yang sabar dan punya toleransi risiko tinggi.

Keberuntungan

Keberuntungan menjadi salah satu faktor kunci kenapa solo miner bisa berhasil mendapatkan blok rewards dari mining Bitcoin.

Secara teknis, peluang seorang penambang tunggal untuk menemukan blok sangat kecil karena harus bersaing dengan total hash rate global yang didominasi oleh mining pool besar. 

Semakin besar hash rate, peluang yang dimiliki untuk memecahkan puzzle matematis Bitcoin, dan menemukan  blok. Tetapi meskipun hashrate kecil, tetap ada kemungkinan untuk memecahkan puzzle tersebut dan mendapatkan blok, meskipun peluangnya 1 berbanding jutaan.

Baca juga: Mengenal Mining Pool Kripto: Solusi Efektif untuk Miners Kecil 

Penutup

Rewards dari solo mining memang terlihat menggiurkan tapi, dengan probabilitas yang sangat kecil maka peluang menemukan blok sangat rendah. Ini berarti solo miner juga harus siap berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tanpa menemukan blok sama sekali.

Selain dengan mining, kamu juga bisa mendapatkan Bitcoin dengan membeli langsung di exchange resmi dan terpercaya seperti Tokocrypto—dapatkan potongan 20% dengan memasukkan kode TEMUTOKO saat registrasi. Download dan daftar di sini!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $90.321, Tekanan Kembali

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin kembali bergerak melemah dalam 24 jam terakhir. Aset kripto terbesar di dunia tersebut turun 2,13% dan diperdagangkan di level $90.321,38 per BTC.

Penurunan ini menekan kapitalisasi pasar Bitcoin ke kisaran $1,80 triliun, meski volume perdagangan harian justru melonjak tinggi mencapai $82,18 miliar.

Kondisi ini mencerminkan meningkatnya aktivitas jual beli di tengah ketidakpastian arah pasar. Investor dan trader tampak masih berhati-hati, terutama setelah Bitcoin gagal mempertahankan area psikologis di atas $92.000.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik 3%, Sinyal Bullish Mulai Terbuka

Pergerakan Harga Harian: Volatilitas Tinggi Masih Berlanjut

Dalam perdagangan 24 jam terakhir, harga Bitcoin bergerak pada rentang $89.532,60 hingga $92.721,77. Tekanan jual terlihat semakin kuat ketika BTC mendekati area resistance harian, memicu aksi ambil untung dari pelaku pasar jangka pendek.

Perubahan harga per jam tercatat relatif datar di -0,03%, mengindikasikan fase konsolidasi setelah koreksi tajam.

Meski demikian, volatilitas tinggi masih berpotensi terjadi seiring besarnya volume transaksi yang masuk ke pasar.

Kinerja Jangka Pendek hingga Menengah Masih Tertekan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 13 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 13 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Jika dilihat dari performa waktu yang lebih panjang, tekanan bearish Bitcoin masih cukup jelas:

  • 30 hari: turun 11,56%
  • 60 hari: terkoreksi 20,40%
  • 90 hari: melemah 21,83%

Data ini menunjukkan bahwa meskipun Bitcoin masih menjadi aset kripto paling dominan, tekanan makro dan sentimen pasar global terus membatasi ruang kenaikan harga.

Jarak antara harga saat ini dan rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07 juga semakin menegaskan bahwa fase koreksi belum sepenuhnya berakhir.

Volume Besar, Sinyal Distribusi atau Akumulasi?

Lonjakan volume perdagangan hingga $82 miliar dalam 24 jam menjadi salah satu poin penting dalam analisa harga BTC hari ini.

Volume besar sering kali menandakan dua kemungkinan utama, yaitu:

  1. Distribusi – Investor besar melepas aset di tengah ketidakpastian, menekan harga.
  2. Akumulasi tersembunyi – Pelaku pasar institusional memanfaatkan koreksi untuk mengumpulkan BTC secara bertahap.

Dengan suplai beredar sebesar 19,96 juta BTC atau sekitar 95,05% dari total suplai maksimum 21 juta BTC, kelangkaan Bitcoin tetap menjadi faktor fundamental jangka panjang.

Namun dalam jangka pendek, sentimen dan likuiditas pasar masih menjadi penggerak utama harga.

Level Support dan Resistance yang Perlu Diperhatikan

Dari sudut pandang teknikal, beberapa level kunci menjadi perhatian pelaku pasar:

Support penting:

  • $89.500 – area terendah harian dan penopang psikologis jangka pendek
  • $87.000 – $88.000 – zona support berikutnya jika tekanan jual berlanjut

Resistance terdekat:

  • $92.700 – puncak harga harian
  • $95.000 – level psikologis yang perlu ditembus untuk memulihkan sentimen bullish

Selama BTC masih bergerak di bawah area $92.000–$95.000, potensi rebound cenderung terbatas dan rawan tertahan aksi jual.

Sentimen Pasar: Optimisme Jangka Panjang, Hati-Hati Jangka Pendek

Meski harga Bitcoin melemah hari ini, perubahan harga mingguan masih mencatatkan kenaikan +0,79%, menandakan adanya minat beli yang belum sepenuhnya hilang.

Namun, kombinasi koreksi bulanan dan tekanan volume besar membuat pasar cenderung bersikap defensif.

Investor jangka panjang umumnya masih memandang Bitcoin sebagai aset lindung nilai dan penyimpan nilai digital. Sebaliknya, trader jangka pendek menghadapi risiko volatilitas tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Bangkit 2,4%, Tapi Masih Terjebak

Analisa harga BTC hari ini menegaskan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase koreksi dengan tekanan jual yang cukup kuat.

Penurunan ke area $90.000 terjadi di tengah volume perdagangan yang tinggi, menandakan pertarungan sengit antara penjual dan pembeli.

Selama BTC belum mampu menembus resistance utama, pergerakan harga cenderung fluktuatif dengan risiko penurunan lanjutan.

Pelaku pasar disarankan untuk terus memantau level support dan resistance, serta mengelola risiko dengan disiplin di tengah kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik 3%, Sinyal Bullish Mulai Terbuka

Bitcoin (BTC), sang raja aset kripto, kembali menunjukkan penguatan signifikan setelah sempat bergerak lesu dalam beberapa hari terakhir.

Harga BTC hari ini tercatat di level $92,563.53, menguat +2.92% dalam 24 jam terakhir, sekaligus menjadi salah satu performa harian terbaik BTC dalam pekan ini.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1.847 triliun dan volume perdagangan 24 jam sebesar $60.28 miliar, Bitcoin mempertahankan dominasinya sebagai aset digital nomor satu di dunia.

Sirkulasi suplai BTC saat ini berada di 19.96 juta BTC, mendekati batas maksimum yang hanya 21 juta — faktor yang membuat Bitcoin semakin langka dan menarik sebagai aset jangka panjang.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Bangkit 2,4%, Tapi Masih Terjebak

Kinerja BTC Masih Lemah dalam 90 Hari, Meski Menguat Harian

Meski hari ini BTC mencetak kenaikan yang solid, tren makro Bitcoin tetap berada dalam jalur koreksi dalam 3 bulan terakhir. Berdasarkan data historis:

Periode Perubahan Persentase
Hari ini +$2,947.78 +3.29%
30 hari -$10,526.71 -10.20%
60 hari -$23,011.54 -19.90%
90 hari -$23,381.58 -20.15%

Dalam 90 hari terakhir, BTC kehilangan lebih dari 20% nilainya, terutama karena aksi profit-taking dan tekanan makroekonomi global.

Namun kenaikan 3% hari ini dan performa positif 0.04% dalam 7 hari memberikan sinyal bahwa pasar mulai membentuk pondasi pemulihan.

Pergerakan Intraday: BTC Rebound dari Level $89,000

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di rentang harga terendah senilai $89,335.30 dan tertinggi di level $93,554.27.

BTC sempat turun ke level $89,335, mendekati zona psikologis $89,000, sebelum pembeli masuk dan mendorong harga kembali ke atas $92,000.

Rebound ini menunjukkan adanya akumulasi kuat dari pelaku pasar, terutama investor jangka panjang yang melihat penurunan kemarin sebagai peluang membeli di harga diskon.

Level Harga Kunci yang Harus Diperhatikan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 12 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 12 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Seiring BTC bergerak naik, beberapa zona penting menjadi landasan analisa jangka pendek:

Support Utama

  • $90,000 — level psikologis yang menjadi garis pertahanan pertama
  • $88,500 — area support kuat yang memicu reaksi beli
  • $85,000 — support jangka menengah jika koreksi berlanjut

Resistance Utama

  • $93,500 — tertinggi 24 jam dan resistance pertama
  • $95,000 — resistance psikologis
  • $98,000 – $100,000 — zona kritis sebelum menuju reli lebih tinggi

Jika BTC berhasil menembus $93,500, peluang menuju $95,000 hingga $98,000 semakin terbuka lebar. Namun kegagalan mempertahankan $90,000 berpotensi memicu koreksi kembali ke $88,000.

Di Bawah Bayang-Bayang ATH

Bitcoin masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) yang berada di level $126,198.07. Untuk kembali ke level tersebut, BTC membutuhkan kenaikan lebih dari 36%.

Kenaikan ini bukan tidak mungkin, terutama jika sentimen bullish global kembali menguat, baik melalui perkembangan ETF Bitcoin spot, peningkatan adopsi institusional, atau inflow dana baru ke pasar kripto.

Apa yang Mendorong BTC Naik Hari Ini?

Beberapa faktor mendukung kenaikan harga Bitcoin dalam 24 jam terakhir:

1. Sentimen Pasar Membaik

Investor kembali masuk setelah pasar menunjukkan sinyal stabilisasi.

2. Likuiditas Tinggi

Volume perdagangan $60 miliar menandakan pasar sedang aktif, memudahkan harga bergerak naik.

3. DXY & Risiko Makro Menurun

Dolar AS sempat melemah, memberi ruang bagi aset berisiko seperti Bitcoin untuk menguat.

4. Aktivitas Whale Meningkat

Data on-chain menunjukkan beberapa dompet besar menambah kepemilikan BTC di bawah $90,000.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Terkoreksi ke $90.130, Tekanan Kuat

Harga Bitcoin hari ini menguat ke $92,563 dan mencatat kenaikan lebih dari 3% dalam 24 jam. Meski tren jangka menengah masih bearish, kenaikan ini mengindikasikan potensi pembalikan arah jika BTC mampu menembus resistance kuat di area $93,500 hingga $95,000.

Namun, investor tetap perlu waspada karena BTC masih dalam fase konsolidasi dan volatilitas tinggi kemungkinan terus berlanjut.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Terkoreksi ke $90.130, Tekanan Kuat

Harga Bitcoin kembali melemah dan berada dalam tekanan signifikan. Berdasarkan data terbaru, BTC diperdagangkan di level $90.130,40, turun -2,69% dalam 24 jam terakhir.

Koreksi ini memperpanjang tren negatif selama sepekan dan sebulan terakhir, memperlihatkan bahwa sentimen pasar masih belum pulih.

Dengan kapitalisasi pasar sebesar $1,79 triliun dan volume perdagangan harian mencapai $69,99 miliar, Bitcoin tetap menjadi aset kripto terbesar.

Namun volatilitas tetap tinggi, terutama setelah harga BTC gagal mempertahankan posisi di atas $94.000.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Bertahan di $89 Ribu

Penurunan Harian dan Tekanan Mingguan Semakin Terlihat

Dalam 24 jam terakhir, BTC mengalami penurunan sebesar $2.488,67, turun 2,69%. Koreksi ini memperlihatkan melemahnya minat beli di level psikologis $92.000.

Tren negatif juga terlihat lebih luas:

  • 7 Hari: -3,56%
  • 30 Hari: -14,86%
  • 60 Hari: -19,01%
  • 90 Hari: -21,90%

Data tersebut menunjukkan bahwa Bitcoin telah memasuki fase koreksi menengah. Sejak beberapa minggu terakhir, BTC kehilangan hampir $25.000 dari puncak 90 harinya.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 11 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 11 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Pergerakan 24 Jam: Fluktuasi Tinggi di Tengah Sentimen Campuran

Dalam periode 24 jam terakhir, harga BTC bergerak antara $94.477,16 (tertinggi) hingga level terendah senilai $89.459,73.

Volatilitas ini muncul setelah investor menunjukkan kehati-hatian terhadap data ekonomi global serta kekhawatiran suku bunga dan kebijakan moneter dari Federal Reserve.

Meskipun harga sempat rebound tipis dalam 1 jam terakhir (+0.31%), tekanan sell-off masih lebih dominan.

Level Teknis Penting: BTC Dekati Support Kritis

Dari perspektif teknikal, Bitcoin kini mendekati area support penting yang dapat menentukan arah pasar dalam beberapa hari ke depan.

Support Kuat Terdekat

  • $89.000 → support kunci jangka pendek
  • $87.500 → support berikutnya jika sell-off berlanjut
  • $85.000 → area demand kuat yang pernah memicu rebound besar

Jika BTC jatuh di bawah $89.000, tekanan jual diprediksi meningkat karena banyak trader mengantisipasi potensi retest ke level $85.000.

Resistance Terdekat

  • $92.000 → resistance terdekat
  • $94.500 → area yang gagal ditembus dalam 24 jam terakhir
  • $98.000 – $100.000 → zona psikologis yang menjadi target bullish

Saat ini, Bitcoin berada di bawah tekanan teknikal karena tidak mampu mempertahankan puncak harian. Struktur pasar masih condong bearish selama BTC diperdagangkan di bawah $94.000.

Indikator On-Chain dan Sentimen Pasar

Beberapa indikator on-chain mencerminkan situasi pasar yang kurang bergairah:

1. Aktivitas Jaringan Melambat

Transaksi harian menurun dalam dua minggu terakhir, menunjukkan berkurangnya aktivitas spekulatif.

2. Exchange Inflows Meningkat

Jumlah BTC yang masuk ke exchange meningkat, sering kali menandakan potensi peningkatan aksi jual.

3. Funding Rate Menurun

Funding rate kontrak futures mulai mendekati zona negatif, tanda bahwa pasar derivatives mulai memosisikan diri untuk skenario bearish.

Apa Penyebab Utama Penurunan BTC?

Beberapa faktor diduga berkontribusi pada pelemahan harga:

  1. Tekanan makroekonomi – Investor kripto merespons potensi kebijakan hawkish bank sentral.
  2. Taking profit – Setelah reli besar beberapa bulan lalu, banyak investor besar mulai mencairkan profit.
  3. Sentimen pasar yang melemahAltcoin turut terkoreksi, memperkuat tekanan jual di pasar kripto.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Harga Naik$91.347, Pasar Mulai Bangkit

Ke Mana Arah BTC Berikutnya?

Bitcoin saat ini berada di titik kritis. Koreksi ke $90.130 membuka peluang penurunan lebih dalam jika BTC gagal mempertahankan level support di $89.000.

Namun peluang rebound tetap ada, terutama jika volume beli meningkat dan sentimen global membaik. Level krusial yang wajib dipantau:

  • Support: $89.000 – $87.500
  • Resistance: $92.000 – $94.500

Jika BTC mampu kembali naik di atas $94.000, tren bullish jangka pendek bisa pulih. Namun jika support jebol, Bitcoin berpotensi turun menuju area $87.000 atau lebih rendah.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Piala Dunia 2026 Sebentar Lagi, Likuiditas Pasar Siap Tersedot!

Dengan undian grup Piala Dunia yang baru saja keluar pada 6 Desember 2025 kemarin di Washington DC, perayaan 4 tahunan sepak bola dunia ini kini semakin dekat.

Piala Dunia kali ini akan melibatkan 48 tim dari seluruh dunia dan total 104 pertandingan yang tersebar di 16 kota di tiga negara: Amerika Serikat (11 kota), Kanada (2 kota), dan Meksiko (3 kota). 

Venue-venue yang dipilih termasuk stadion ikonik seperti MetLife Stadium di New Jersey, AT&T Stadium di Dallas, dan BMO Field di Toronto. Pemilihan ini tujukan untuk optimalisasi perjalanan tim dan pengalaman penggemar, dengan pertimbangan geografis untuk mengurangi jet lag dan meningkatkan aksesibilitas.

Dengan kick off yang akan dimulai pada 11 Juni 2026 dan berakhir pada 19 Juli 2026, event ini tidak hanya ditunggu oleh para pecinta olahraga, namun berpotensi memberikan dampak bagi pasar keuangan.

Ketika Piala Dunia dimulai, banyak mata tertuju pada pergelaran event besar ini, termasuk para investor—membuat likuiditas pasar “tersedot” karena perhatian investor beralih ke lapangan hijau, khususnya pasar prediksi.

Piala Dunia dan Dampaknya Pada Likuiditas Pasar

Event olahraga sebesar Piala Dunia bukan hanya tentang gol dan trofi—namun pagelaran ini juga mempengaruhi ekonomi global, termasuk pasar keuangan. 

Penelitian dari European Central Bank pada Piala Dunia 2010 menunjukkan bahwa selama pertandingan tim nasional, jumlah transaksi turun hingga 45%, dan volume trading merosot 55% dibandingkan saat kondisi normal. 

Efek ini digadang-gadang disebabkan oleh “investor inattention” yang merupakan kondisi dimana ketika perhatian investor terbatas dan mudah teralihkan oleh hal-hal lain, sehingga mereka tidak sepenuhnya memproses informasi pasar.

Dengan hype Piala Dunia yang semakin panas, perhatian investor jadi teralihkan ke pertandingan, terutama saat ada gol dicetak, yang menyebabkan penurunan tambahan 5% dalam aktivitas trading.

Baca juga: ⁠5 Aset Kripto yang Jadi Sponsor Klub Sepak Bola Top Dunia

Studi lain dari Journal of Financial Markets menemukan bahwa selama pertandingan sepak bola yang tumpang tindih dengan jam trading, membuat volume trading meningkat sebelum pertandingan, tetapi kemudian turun selama laga.

Volatilitas pasar sebelum kick-off dan turun selama pertandingan, sementara likuiditas menurun dengan spread yang melebar. Ini lebih parah di negara-negara dengan penggemar sepak bola yang fanatik, di mana distraksi dari pagelaran ini dapat menyebabkan pengurangan volatilitas harga, tapi penurunan price discovery.

Secara historis, Piala Dunia mempengaruhi return di saham. Sebuah analisis dari Project Syndicate dalam kurun waktu dari tahun 1950 hingga 2006 menunjukkan return rata-rata pasar AS turun 2.6% selama periode World Cup, dibandingkan kenaikan 1.2% di periode normal. Di pasar forex, volume trading rendah menyebabkan volatilitas lebih tinggi, dan pasar bisa turun setelah kekalahan tim nasional.

Bagaimana dengan Pasar Kripto?

Selama Piala Dunia, pasar prediksi seperti platform Polymarket dan Kalshi jadi lebih menarik perhatian karena selain investor bisa mendukung tim kesayangan, banyak investor yang beranggapan bahwa mereka bisa menikmati Piala Dunia sambil mendapatkan keuntungan. 

Baca juga: Apa itu Polymarket? Platform Prediksi yang Akan Terintegrasi dengan Google

Pasar kripto sering kali dalam periode penurunan (bear market), hal ini salah satunya karena siklus Halving yang juga sama-sama 4 tahun seperti Piala Dunia, membuat pasar kripto dan Piala Dunia memiliki ritme yang sama.

Grafik Bitcoin dan mulainya Piala Dunia. Sumber: TradingView

Event Piala Dunia 2026 diproyeksikan FIFA menarik hingga 6 miliar penonton yang akan terlibat melalui streaming, highlights, atau bentuk interaksi lainnya, menjadikannya salah satu acara olahraga terbesar dalam sejarah. 

Paparan masif ini tidak hanya meningkatkan antusiasme, tetapi juga berpotensi mendorong narasi SportFi di dunia kripto, sebagai perpaduan antara sports dan decentralized finance (DeFi) yang memanfaatkan teknologi blockchain untuk inovasi seperti tokenisasi hak penggemar, NFT collectibles berbasis olahraga, dan platform engagement yang memungkinkan penggemar berpartisipasi secara finansial dalam ekosistem tim favorit mereka. 

Total kapitalisasi pasar Fan Token. Sumber: CoinMarketCap

Fan token, sebagai salah satu aset kripto utama dalam narasi ini, bisa menjadi pilihan yang patut dilirik oleh investor, mengingat total kapitalisasi pasarnya baru mencapai sekitar $241 juta, dimana masih relatif kecil dibandingkan dengan narasi lain seperti AI, RWA, atau DeFi.

Kamu bisa trading fan token kripto, dengan biaya 0% melalui Tokocrypto yang telah berizin resmi dan diawasi oleh OJK! DAFTAR SI INI!

Baca juga: Fan Token Sepak Bola Terbaik: Mengenal dan Memahami Risikonya


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

How the World Cup Affects Forex Trading – Orbex Forex Trading Blog



Sumber : news.tokocrypto.com