Tag Archives: aset kripto

Thopen Rencanakan Mining Bitcoin Monetisasi Surplus Energi Terbarukan

Transformasi energi global semakin terhubung dengan dunia aset digital. Terbaru, Thopen, perusahaan produsen tenaga surya di Brasil, sedang mengevaluasi peluang masuk ke industri penambangan Bitcoin (BTC) sebagai solusi inovatif untuk mengatasi surplus energi dari sektor energi terbarukan yang tengah berkembang pesat di negara tersebut.

CEO Thopen dan juga CEO perusahaan induknya, Pontal Energy, Gustavo Ribeiro, mengungkapkan dalam wawancara dengan BN Americas bahwa perusahaan melihat peluang strategis di sektor kripto.

“Kami sedang mempertimbangkan ekspansi ke penambangan Bitcoin,” ujarnya sebagaimana dikutip dari Coinmarketcap pada Jumat (31/10).

Ia menyoroti bagaimana operasi tersebut dapat memanfaatkan energi berlebih yang saat ini belum terserap sepenuhnya oleh jaringan listrik nasional.

Baca Juga: Kredit Berbasis Bitcoin Resmi Dinilai S&P: Masa Depan Kripto Cerah

Mengatasi Tantangan Kelebihan Suplai Energi

Brasil kini berada pada fase pertumbuhan pesat energi hijau, terutama dari tenaga surya dan angin. Namun perkembangan ini menghadirkan tantangan baru: kelebihan energi yang tak terserap.

Banyak produsen listrik mengalami pembatasan distribusi energi ke grid akibat kapasitas jaringan yang terbatas.

Ribeiro menilai penambangan Bitcoin sebagai solusi yang tepat, efektif, dan menguntungkan.

Dengan menempatkan pusat data dan rig penambangan di dekat sumber energi, Thopen dapat menyerap surplus listrik, energi yang jika tidak akan terbuang, dan mengubahnya menjadi aset digital bernilai tinggi.

“Konversi energi menjadi modal melalui penambangan Bitcoin menjadi strategi yang sangat menarik bagi sektor energi terbarukan,” tambah Ribeiro.

Ilustrasi penambang kripto sebabkan harga bitcoin naik-turun. Sumber: Shutterstock.
Ilustrasi penambang kripto sebabkan harga bitcoin naik-turun. Sumber: Shutterstock.

Tren Global: Energi ke Kripto Semakin Menguat

Langkah Thopen bukanlah fenomena tunggal. Tren “Energy to Crypto” atau konversi energi menjadi aset digital kini berkembang di berbagai negara.

Di Inggris, Union Jack Oil menginisiasi proyek “oil-to-crypto” dengan memanfaatkan gas alam untuk menyalakan fasilitas penambangan Bitcoin.

Sementara itu, Kanada melalui AgriFORCE Growing Systems menggunakan gas terdampar untuk menjalankan 120 rig penambangan BTC dengan rencana ekspansi lanjutan.

Inisiatif ini menunjukkan transformasi struktural: produsen energi mulai melihat Bitcoin sebagai mekanisme penyimpanan nilai energi, setara atau bahkan lebih efisien dibanding opsi ekspor atau distribusi konvensional.

Dukungan Kebijakan dan Dinamika Energi

Brasil juga merencanakan langkah strategis jangka panjang. Pemerintah setempat akan membuka dua tender energi baru pada 2026 untuk pembangkit listrik tenaga air dan pembangkit listrik termal berbahan bakar fosil

Tujuannya adalah menyeimbangkan dan menstabilkan pasokan energi nasional, mengurangi ketergantungan pada sumber intermiten seperti matahari dan angin.

Dalam konteks ini, penambangan Bitcoin dianggap sebagai buffer ekonomi dan teknis bagi fluktuasi pembangkitan energi.

Di level global, perhatian juga meningkat. Menteri Energi AS baru-baru ini mengusulkan akses grid yang lebih cepat untuk operasi AI dan penambangan kripto, menandai pengakuan resmi atas peran strategis konsumsi daya fleksibel.

Menguntungkan dan Ramah Lingkungan

Bagi Thopen, penerapan penambangan Bitcoin memberikan dua manfaat utama:

  1. Mengurangi pemborosan energi terbarukan
  2. Menghasilkan pendapatan baru tanpa menambah jejak karbon

Operasi penambangan yang fleksibel memungkinkan mesin menyala saat produksi energi berlebih dan berhenti ketika kebutuhan grid meningkat. Ini mendukung stabilitas jaringan dan profitabilitas energi terbarukan.

Menuju Era Baru: Energi Terbarukan + Blockchain

Potensi langkah Thopen juga mencerminkan dinamika industri penambangan global pasca halving Bitcoin.

Kapasitas produksi energi terbarukan kini menjadi keunggulan kompetitif baru bagi perusahaan penambang.

Ribeiro menegaskan bahwa perusahaan masih dalam tahap evaluasi teknis dan finansial sebelum mengambil keputusan akhir. Namun, jika terealisasi, Thopen berpotensi menjadi pelopor adopsi blockchain dan Bitcoin mining di sektor energi terbarukan Amerika Latin.

Baca Juga: JPMorgan Siap Terima Bitcoin dan Ethereum Jadi Agunan Pinjaman

Strategi Thopen mencerminkan tren global di mana teknologi blockchain dan energi bersih mulai saling melengkapi, menjadikan Bitcoin bukan hanya aset digital, tetapi juga alat monetisasi energi dan solusi manajemen daya modern.

Seiring dunia bergerak menuju net-zero emission, model “energi ke kripto” berpotensi menjadi bagian penting ekosistem energi masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Naik Level! Upgrade Fusaka Siap Revolusi Kecepatan Jaringan

Ethereum, jaringan blockchain terbesar kedua secara kapitalisasi pasar, kembali memasuki tahap penting dalam evolusinya.

Upgrade besar yang diberi nama “Fusaka” dijadwalkan akan aktif di mainnet pada 3 Desember, setelah sebelumnya melakukan uji coba pada testnet.

Baca Juga: Catat Waktunya, Ethereum Segera Luncurkan Upgrade Fusaka

Tahapan Peluncuran

Menurut laporan, upgrade Fusaka telah aktif pada testnet “Hoodi”, dan akan dilakukan peluncuran di mainnet pada 3 Desember. Selanjutnya, fase lanjutan dari upgrade ini direncanakan menyusul setelah tanggal tersebut.

Meskipun detail teknis lengkap belum terbuka secara publik, upgrade ini dipandang sebagai langkah penting dalam pengembangan Ethereum.

Upgrade besar biasanya mencakup pembaruan seperti peningkatan kecepatan transaksi, pengurangan biaya gas, peningkatan skalabilitas jaringan, atau fitur-baru yang memungkinkan ekosistem DeFi dan aplikasi Web3 berjalan lebih efisien.

Dalam konteks Ethereum, setiap upgrade utama juga dapat memperkuat keamanan jaringan, mengoptimalkan mekanisme konsensus, atau menambah kapabilitas smart contract.

Dengan demikian, Fusaka diharapkan menjadi katalis bagi adopsi yang lebih luas dan komersialisasi aplikasi blockchain.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 31 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 31 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Mengapa Fusaka Begitu Penting?

  1. Skalabilitas & Biaya Gas – Pengguna Ethereum sering menghadapi biaya gas tinggi pada periode permintaan tinggi. Upgrade ini dapat membantu mengurangi hambatan tersebut.
  2. Daya Tarik DeFi & Web3 – Ekosistem Ethereum merupakan fondasi utama bagi banyak proyek DeFi, NFT, dan aplikasi terdesentralisasi. Peningkatan performa bisa mendongkrak ekosistem secara keseluruhan.
  3. Persaingan dengan Layer-2 & Jaringan Lain – Banyak protokol Layer 2 dan blockchain alternatif yang menawarkan biaya rendah dan kecepatan tinggi. Upgrade Fusaka membantu Ethereum tetap kompetitif.
  4. Adopsi Institusional – Dari sudut institusional, upgrade jaringan yang signifikan sering memperkuat kepercayaan dan kesiapan infrastruktur untuk skala besar.

Potensi Dampak bagi Pengguna & Pengembang

Pengguna biasa bisa mengalami transaksi yang lebih cepat dan biaya yang lebih rendah, terutama di aplikasi DeFi.

Pengembang dApp akan memiliki lingkungan yang lebih optimal untuk meluncurkan aplikasi baru atau memperluas fitur.

Sementara itu, validator dan node operator mungkin menghadapi perubahan konfigurasi, sinkronisasi ulang, atau kebutuhan pembaruan perangkat lunak agar kompatibel dengan Fusaka.

Risiko & Hal yang Perlu Diwaspadai

Meskipun upgrade ini membawa banyak harapan, pengguna dan investor juga harus memperhatikan hal berikut:

  • Bug atau masalah teknis pasca-peluncuran bisa muncul, seperti reorg blockchain, kesalahan smart contract, atau downtime.
  • Adaptasi dari ekosistem: aplikasi dan protokol yang berbasis Ethereum harus memastikan kompatibilitas dengan upgrade baru.
  • Ekspektasi pasar bisa terlalu tinggi: tidak semua fitur yang dijanjikan akan langsung terasa oleh pengguna sehari-hari.

Momen Penting Bagi Investor

Bagi investor, upgrade jaringan besar sering menjadi momen yang layak dicermati. Sentimen positif dapat meningkat karena ekspektasi perbaikan teknis dan adopsi yang lebih luas.

Namun, volatilitas jangka pendek juga mungkin bisa saja terjadi ketika pasar menanti peluncuran dan menilai hasilnya.

Sedangkan bagi investor jangka panjang, mereka perlu melihat lebih jauh ke arah manfaat fundamental: ekosistem yang lebih sehat dan aplikasi yang lebih matang, daripada sekadar kenaikan harga sesaat.

Baca Juga: Harga Ethereum (ETH) Terkoreksi ke $3.897, Ini Peluang Beli?

Upgrade “Fusaka” menjadi titik balik penting bagi Ethereum. Dengan peluncuran yang dijadwalkan pada 3 Desember, jaringan ini bersiap meningkatkan performa, efisiensi, dan daya tariknya untuk ekosistem DeFi, Web3, dan aplikasi blockchain secara umum.

Meskipun membawa peluang besar, pengguna dan investor tetap harus mempertimbangkan risiko implementasi teknis dan realisasi fitur.

Kini, pertanyaan yang akan terjawab dalam beberapa minggu mendatang adalah: sejauh mana Fusaka akan berhasil, dan bagaimana dampaknya terhadap posisi Ethereum dalam persaingan blockchain global?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Menguat $110K, Sentimen Mulai Membaik

Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat naik 1,37% dalam 24 jam terakhir, hingga menembus level $110.046,36 per BTC.

Peningkatan ini disertai dengan volume perdagangan harian sekitar $69,07 miliar, menandakan minat beli yang mulai pulih setelah periode konsolidasi di bawah $108 ribu.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,19 triliun, Bitcoin masih mendominasi lebih dari 50% total nilai pasar kripto global.

Baca Juga: Kredit Berbasis Bitcoin Resmi Dinilai S&P: Masa Depan Kripto Cerah

Kinerja Mingguan & Bulanan: Tekanan Masih Terasa

Meskipun naik harian, performa jangka pendek Bitcoin masih menunjukkan volatilitas tinggi:

Periode Perubahan Harga Persentase
1 Hari +$ 1.486,13 +1,37%
7 Hari −$ 1.051,00 −0,95%
30 Hari −$ 4.275,46 −3,74%
60 Hari +$ 2.673,73 +2,49%
90 Hari −$ 3.939,59 −3,46%

Dalam sebulan terakhir, Bitcoin masih terkoreksi sekitar 3,7%, menunjukkan fase konsolidasi setelah sempat menyentuh rekor tertinggi $126.198,07 beberapa bulan lalu.

Fluktuasi ini banyak dipengaruhi oleh arus keluar dari ETF spot, kekhawatiran suku bunga tinggi, dan aksi ambil untung investor institusional.

Analisa Teknikal: Area Support dan Resistance Kritis

Secara teknikal, BTC masih berada di fase sideways dengan kecenderungan bullish jangka pendek.

  • Support utama: $106.300 – level terendah 24 jam yang juga berdekatan dengan EMA 50 hari.
  • Resistance utama: $111.600 – level tertinggi 24 jam, yang menjadi kunci untuk menguji potensi reli berikutnya menuju $115.000.
  • Indikator RSI (14-hari): mendekati 54 — menunjukkan momentum netral ke positif.
  • MACD: mulai membentuk crossover positif, menandakan potensi lanjutan penguatan jika volume beli bertahan.

Jika Bitcoin mampu menembus resistance $111.600, peluang menuju $115.000–118.000 terbuka lebar.

Namun, kegagalan menembus level tersebut bisa memicu koreksi ke kisaran $107.000–106.000 sebelum melanjutkan tren naik berikutnya.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 31 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 31 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Faktor Fundamental: Dominasi & Sentimen Pasar

Bitcoin tetap menjadi aset kripto paling populer dengan peringkat 1 di pasar dan tingkat sirkulasi 94,96% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC. Saat ini, sekitar 19,94 juta BTC sudah beredar di pasar.

Kenaikan harga hari ini dipicu oleh beberapa faktor:

  1. Peningkatan permintaan institusional melalui ETF spot di AS dan Eropa.
  2. Stabilisasi dolar AS, yang memberi ruang bagi aset berisiko seperti kripto untuk menguat.
  3. Optimisme investor jelang keputusan The Fed mengenai potensi pemangkasan suku bunga di kuartal IV 2025.

Namun demikian, investor tetap berhati-hati karena volatilitas tinggi dan potensi aksi ambil untung menjelang akhir tahun.

Prospek ke Depan: Konsolidasi Sehat Sebelum Reli Baru?

Dengan posisi saat ini di atas $110.000, Bitcoin berada di fase krusial. Jika mampu bertahan di atas EMA 50 hari dan volume beli meningkat, peluang reli menuju $120.000 masih sangat terbuka.

Di sisi lain, tekanan makro seperti inflasi global dan keputusan suku bunga The Fed dapat menahan laju kenaikan.

Analis memperkirakan bahwa selama Bitcoin tidak menembus di bawah $106.000, tren jangka menengah tetap positif. Momentum bullish kemungkinan akan menguat kembali menjelang awal 2026, terutama jika ada konfirmasi kebijakan moneter yang lebih longgar.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik 3,18% ke $115.000

Pergerakan Bitcoin hari ini menggambarkan fase recovery setelah koreksi singkat. Dengan kapitalisasi pasar yang solid dan fundamental yang tetap kuat, BTC masih menjadi pilihan utama investor kripto global.

Selama harga bertahan di atas area psikologis $100.000, tren jangka panjang Bitcoin tetap cenderung naik — meski jalan menuju rekor tertinggi baru kemungkinan akan disertai fluktuasi yang tajam.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

The FED Umumkan Quantitative Tightening (QT) Berakhir Desember, Apa Artinya bagi Pasar Kripto?

Bersamaan dengan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4%, The Federal Reserve (FED) resmi mengumumkan bahwa program Quantitative Tightening (QT) akan berakhir pada 1 Desember 2025.

QT sering dianggap sebagai sinyal bullish oleh para investor, karena karena tekanan pengetatan berkurang, sehingga modal bisa kembali mengalir ke aset berisiko.

Tapi apa itu Quantitative Tightening (QT) dan apa aartinya bagi pasar kripto? Apakah ini jadi pertanda bullish? Simak uraiannya di bawah ini.

Apa Itu Quantitative Tightening (QT)?

QT adalah kebijakan moneter di mana bank sentral Amerika (FED) mengurangi ukuran neracanya dengan tidak membeli kembali aset yang jatuh tempo, seperti Treasury dan Mortgage-Backed Securities (MBS). Ini bertujuan untuk mengendalikan inflasi dengan mengurangi uang beredar di pasar. 

Sejak dimulai pada 2022, QT telah mengurangi neraca FED dari puncak $9 triliun menjadi sekitar $6.6 triliun saat ini, yang berarti sekitar $1 triliun likuiditas telah ditarik dari sistem keuangan.

Selain QT ada juga QE atau Quantitative Easing, QE adalah kebijakan lawan dari QT di mana bank sentral memperluas neracanya dengan membeli aset seperti Treasury dan Mortgage-Backed Securities (MBS) dari pasar.

Tujuan utamanya adalah untuk menyuntikkan likuiditas ke dalam sistem keuangan, menekan suku bunga jangka panjang, dan merangsang aktivitas ekonomi.

Baca juga: Siapa Itu Jerome Powell dan Kenapa Pidatonya Selalu Ditunggu?

The FED Umumkan Quantitative Tightening (QT) Berakhir Desember

Statement resmi FOMC dari laman The FED.

Pada tanggal 29 Oktober 2025 kemarin, The FED baru saja mengumumkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3.75%-4% dalam sabda FOMC.

Dalam FOMC tersebut The FED juga mengumumkan bahwa pengurangan holding Treasury akan dihentikan mulai 1 Desember. Hal ini menjadi pertanda bahwa Quantitative Tightening (QT) yang telah berjalan dari Juni 2022 akibat tingginya angka inflasi  pasca-pandemi, akan berakhir di Desember mendatang.

Dikutip dari Reuters, ketua FED Jerome Powell menekankan bahwa langkah diambil untuk menjaga likuiditas yang cukup guna mengendalikan suku bunga, di tengah tanda-tanda ketatnya pasar uang seperti kenaikan suku bunga jangka pendek dan penggunaan fasilitas repo FED.

Powell juga menyatakan bahwa FED mungkin perlu menambah holding sebesar $20 miliar per bulan untuk menyesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi.

Korelasi Quantitative Tightening (QT) dengan Pasar Kripto

Penghentian Quantitative Tightening (QT) sering dilihat sebagai sinyal bullish untuk aset kripto, karena The Fed mulai berhenti menarik likuiditas dari pasar sehingga kondisi finansial terasa lebih longgar.

Berdasarkan data historis, penghentian Quantitative Tightening (QT) oleh The Fed tidak serta-merta menjadi katalis positif bagi pasar kripto.

Misalnya, ketika QT berakhir pada Oktober 2019, alih-alih mengalami lonjakan harga, aset kripto justru terkoreksi cukup dalam dengan penurunan sekitar -42% yang menunjukkan bahwa sekadar berakhirnya kebijakan pengetatan likuiditas belum cukup untuk memicu arus modal masuk ke aset berisiko seperti kripto.

Grafik harga total kapitalisasi pasar kripto setelah QT berakhir dan mulainya QE. Sumber: X @TedPillows

Reli besar baru terjadi setelah Maret 2020, ketika The Fed kembali meluncurkan Quantitative Easing (QE) sebagai respons terhadap pandemi yang membuat likuiditas membanjiri pasar.

Baca juga: Apa Itu FOMC Calendar? Panduan Investor Memahami Jadwal dan Pernyataan FOMC

Siklus halving dan taking profit Bitcoin.

Di Tengah siklus Halving Bitcoin yang tengah menuju masa akhir, QT seakan menjadi harapan para investor kripto untuk membuat sebuah keajaiban dimana siklus 4 tahunan ini bisa dipatahkan.

Percakapan di sosial media, khususnya X ramai membahas tentang efek QT terhadap aset kripto dan menunjukkan spektrum opini yang beragam.

Ada yang skeptis, menilai bahwa sekadar berhentinya QT tidak cukup kuat untuk mendorong reli besar tanpa adanya stimulus nyata seperti QE.

Sebagian lain justru bullish, percaya bahwa berkurangnya tekanan likuiditas global akan membuka jalan bagi aliran dana baru ke aset berisiko, termasuk kripto. 

Sementara itu, kubu bearish mengingatkan bahwa euforia semacam ini sering dimanfaatkan oleh pelaku besar (whales) untuk melakukan distribusi, sehingga potensi koreksi tetap terbuka.

Periode QT dan QE disandingkan dengan dominasi Bitcoin (BTC.D). Sumber X @Brett_ETH

Altcoin di sisi lain, jika dilihat dari data historis sebelumnya, dominasi Bitcoin (BTC.D) cenderung turun di tengah berakhirnya QT dan mulainya QE. Menandakan bahwa altcoin menerima rotasi likuiditas dari Bitcoin dan guyuran likuiditas baru yang masuk ke pasar. Tapi, data historis tentu tidak bisa dijadikan patokan pasti.

Dengan demikian, efek QT terhadap pasar kripto masih sarat ketidakpastian karena, QT ≠ QE. Sebab jika QE berarti injeksi likuiditas baru yang langsung mendorong arus modal masuk ke aset berisiko, maka penghentian QT hanya sebatas menghentikan pengetatan—tidak serta-merta menambah suplai uang segar ke pasar.

Inilah sebabnya, meskipun sebagian investor berharap akhir QT bisa menjadi katalis bullish, dihentikannya QT seperti pada periode sebelumnya membawa  respons pasar yang beragam, bahkan negatif dalam jangka pendek.

Oleh karena itu, investor kripto perlu lebih cermat membaca dinamika makro global, termasuk arah kebijakan The Fed, kondisi likuiditas, dan sentimen pasar, sebelum mengambil keputusan investasi.

Melihat peluang dan tertarik untuk melakukan investasi kripto di tengah QT yang akan segera berakhir? Download Tokocrypto untuk jelajahi ratusan aset kripto langsung dari IDR dengan biaya trading lebih murah!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Sumber:

Reuters: Fed winding down balance sheet contraction amid tightening money markets. Diakses 30 Oktober 2025

Cmegroup: How the Fed Uses Quantitative Tightening to Address Inflation. Diakses 30 Oktober 2025

Investopedia: Understanding Quantitative Tightening: How the Fed Reduces Market Liquidity. Diakses 30 Oktober 2025





Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Lesu, Harga Pi Network (PI) Justru Meroket 16%: Ini Penyebabnya!

Ketika sebagian besar aset kripto utama sedang tertekan, harga Pi Network (PI) justru mencatatkan lonjakan yang signifikan sebesar 16,04% dalam 24 jam terakhir, berlawanan arah dengan pasar kripto yang secara keseluruhan turun sekitar 2,04%.

Kenaikan ini menjadi sorotan para investor dan analis, karena terjadi di tengah kondisi pasar yang cenderung bearish. Berdasarkan analisis teknikal dan data on-chain, terdapat tiga faktor utama di balik penguatan harga PI, yakni:

  1. Sinyal teknikal pembalikan arah (bullish reversal)
  2. Penurunan pasokan token di bursa (exchange outflow)
  3. Pembaruan besar pada protokol jaringan (upgrade v23)

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 4,59%: Risiko Token Unlock dan Tekanan Teknis

1. Sinyal Reversal dari Pola Teknikal

Secara teknikal, Pi Network mengalami rebound kuat dari area support penting di kisaran $0,20–$0,22, yang dikenal sebagai Golden Pocket pada level retracement Fibonacci 0.618.

Pada grafik 4 jam, muncul pola candlestick bullish engulfing, sebagai penanda adanya potensi pembalikan arah tren.

Indikator RSI berada di 60,81, keluar dari area jenuh jual, sementara histogram MACD berbalik positif untuk pertama kalinya dalam dua minggu terakhir. Ini menunjukkan peningkatan momentum beli.

Kenaikan harga juga menembus Simple Moving Average (SMA) 30 hari di $0.228, membuka potensi pengujian level resistensi berikutnya di $0.29.

Namun, hambatan besar bagi PI masih menanti di SMA 200 hari ($0.477) yang menjadi batas tren jangka panjang.

Jika PI mampu menutup harga harian di atas $0.26 (Fib 23.6%), maka konfirmasi pembalikan tren bisa semakin kuat.

2. Pasokan Menyusut di Bursa Kripto

Selain faktor teknikal, penurunan suplai token di bursa juga menjadi katalis utama lonjakan harga.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap pada Rabu (29/10), lebih dari 10 juta token PI telah ditarik dari bursa sepanjang pekan ini atau setara dengan penurunan 2,4% dari total pasokan yang tersedia.

Fenomena ini berbarengan dengan lonjakan volume perdagangan hingga 821% pada 27 Oktober, menandakan adanya fase akumulasi besar oleh investor.

Biasanya, penurunan cadangan token di bursa mengurangi tekanan jual jangka pendek dan mendorong harga naik.

Namun, perlu dicatat bahwa pada November mendatang akan ada pembukaan (unlock) sebesar 121 juta token PI. Jika permintaan pasar tidak cukup kuat, hal ini bisa memicu tekanan jual baru.

Dengan kata lain, momentum bullish Pi Network sangat bergantung pada keseimbangan antara permintaan baru dan token yang akan dilepas ke pasar.

3. Pembaruan Protokol: Integrasi Stellar dan DeFi

Dari sisi fundamental, Pi Network baru saja mengaktifkan Testnet2 versi 23 pada 28 Oktober, yang membawa integrasi penting dengan Stellar Consensus Protocol (SCP).

Pembaruan ini memungkinkan pengembangan fitur smart contract, transaksi KYC terdesentralisasi, serta kompatibilitas lintas rantai (cross-chain).

Meskipun dampak langsung terhadap harga belum terasa signifikan, peningkatan ini menunjukkan keseriusan tim Pi dalam memperkuat fondasi ekosistemnya.

Dalam jangka panjang, fitur DeFi dan interoperabilitas ini bisa menjadi daya tarik bagi pengembang aplikasi terdesentralisasi (dApp).

Baca Juga: Harga Pi Network (PI) Bertahan di Atas $0.20, Menuju Fase Pemulihan?

Optimisme Hati-Hati untuk Pi Network

Kenaikan tajam harga Pi Network saat ini merupakan hasil gabungan antara sinyal teknikal yang kuat, pengurangan pasokan di bursa, dan optimisme terhadap pengembangan ekosistem.

Namun, investor perlu berhati-hati karena risiko tetap tinggi, terutama terkait belum terbuktinya utilitas token PI, tingkat sentralisasi proyek, dan potensi tekanan jual dari token yang akan di-unlock.

Level penting yang perlu diawasi, apakah Pi mampu bertahan di atas $0.25 setelah periode unlock? Jika ya, tren bullish jangka menengah bisa terkonfirmasi. Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat, profit-taking berpotensi menekan harga kembali ke area $0.22.

Dalam waktu dekat, pergerakan aliran token di bursa (exchange flow) dan laju migrasi ke Mainnet akan menjadi indikator utama arah berikutnya bagi Pi Network.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Terkoreksi 1,19%, Konsolidasi Sebelum Naik

Setelah sempat menembus level tertinggi harian di $116.078,99, harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat melemah 1,19% menjadi $112.601,02 per BTC.

Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Rabu (29/10), kapitalisasi pasar Bitcoin kini mencapai $2,245 triliun, menjadikannya aset kripto nomor satu dunia dengan dominasi pasar terbesar.

Meskipun terjadi penurunan harga harian, performa Bitcoin dalam sepekan terakhir masih positif (+3,9%), menandakan adanya minat beli yang stabil dari investor ritel maupun institusional.

Namun, koreksi tipis ini menjadi perhatian karena muncul di tengah volatilitas tinggi pasar dan kenaikan tajam yang terjadi dalam dua bulan terakhir. Berikut analisa harga BTC hari ini.

Baca Juga: JPMorgan Siap Terima Bitcoin dan Ethereum Jadi Agunan Pinjaman

Data Pasar: Aktivitas Perdagangan Tetap Tinggi

Dalam 24 jam terakhir, volume perdagangan Bitcoin mencapai $65,93 miliar, menunjukkan aktivitas pasar yang tetap solid meski harga melemah.

Jumlah Bitcoin yang beredar saat ini mencapai 19,94 juta BTC, atau sekitar 94,96% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

Artinya, suplai Bitcoin semakin langka, faktor fundamental yang menjadi alasan banyak analis memandang koreksi saat ini sebagai bagian dari siklus sehat dalam tren naik jangka panjang.

Harga terendah harian tercatat di $112.111, sementara tertinggi mencapai $116.078,99. Dengan rentang pergerakan ini, volatilitas harian Bitcoin berada di kisaran 3,5%, cukup tinggi untuk ukuran aset berkapitalisasi besar.

Performa Jangka Pendek dan Menengah: Masih di Jalur Positif

Jika dilihat dari data historis:

  • Dalam 30 hari terakhir, Bitcoin naik +0,79% atau sekitar $886,20.
  • Dalam 60 hari terakhir, BTC menguat +4,32%.
  • Namun dalam 90 hari terakhir, BTC sempat turun -4,91%, menunjukkan adanya fase konsolidasi setelah reli besar di kuartal sebelumnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meski pasar kripto global sedang berfluktuasi, Bitcoin masih mempertahankan tren bullish jangka menengah. Banyak analis menyebut level $110.000–$112.000 sebagai zona support penting, di mana tekanan beli biasanya meningkat.

Analisis Teknikal: Koreksi Sehat Sebelum Lanjutan Kenaikan

Secara teknikal, Bitcoin sedang melakukan pullback sehat setelah reli signifikan yang membawa harga mendekati rekor tertinggi tahunannya di $126.198,07.

Indikator RSI (Relative Strength Index) cenderung menurun dari area overbought, menandakan adanya fase pendinginan pasar.

Sementara itu, struktur harga masih berada di atas rata-rata pergerakan 30 hari (SMA-30), yang secara historis menjadi area pantulan bagi tren naik.

Jika Bitcoin mampu bertahan di atas $111.500–$112.000, peluang rebound menuju area $116.500 hingga $118.000 masih terbuka lebar.

Namun, bila harga menembus di bawah support tersebut, potensi koreksi lebih dalam ke $108.000 bisa terjadi.

Faktor Fundamental: Likuiditas dan Sentimen Global

Kondisi pasar kripto saat ini juga dipengaruhi oleh faktor makroekonomi global.

Sentimen investor terhadap aset berisiko sedang berfluktuasi akibat ketidakpastian kebijakan suku bunga dan inflasi AS.

Meski demikian, Bitcoin tetap menjadi “safe haven digital” bagi sebagian investor, terutama setelah meningkatnya eksposur institusional melalui ETF spot.

Selain itu, pasokan Bitcoin yang semakin mendekati batas maksimum (21 juta BTC) menjadi katalis jangka panjang yang memperkuat narasi kelangkaan (digital scarcity).

Dengan hanya tersisa kurang dari 6% pasokan untuk ditambang, faktor ekonomi deflasi Bitcoin diperkirakan akan semakin kuat menjelang halving berikutnya.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Koreksi RIngan $114.040, Tren Masih Bullish

Fase Konsolidasi Sebelum Kenaikan Baru?

Koreksi 1,19% yang dialami Bitcoin hari ini tampaknya merupakan fase konsolidasi alami setelah kenaikan tajam di bulan sebelumnya.

Aktivitas perdagangan yang tetap tinggi menunjukkan bahwa pasar masih memiliki minat beli yang kuat.

Selama BTC mampu bertahan di atas level psikologis $110.000, prospek jangka menengah tetap positif dengan target jangka pendek di area $116.000–$118.000.

Namun, jika tekanan jual meningkat dan harga jatuh di bawah $111.000, investor perlu mewaspadai potensi penurunan ke zona $108.000.

Untuk saat ini, pasar tampak menunggu katalis baru — baik dari sisi makro ekonomi global maupun perkembangan ETF Bitcoin yang bisa menjadi pemicu pergerakan besar berikutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum (ETH) Terkoreksi ke $3.897, Ini Peluang Beli?

Harga Ethereum (ETH) berada di kisaran $3.897,87 per koin, mencatat penurunan -2,93% dalam 24 jam terakhir.

Kapitalisasi pasar ETH saat ini mencapai $470,7 miliar, menjadikannya aset kripto terbesar kedua di dunia setelah Bitcoin.

Volume perdagangan harian mencapai $38,32 miliar, menunjukkan aktivitas pasar yang tetap tinggi meski terjadi tekanan jual.

Dalam rentang waktu 24 jam terakhir, ETH sempat menyentuh titik terendah di $3.843,08 dan tertinggi di $4.036,35, menandakan volatilitas yang cukup signifikan.

Meskipun pasar kripto secara umum sedang terkoreksi, Ethereum masih mencatat kenaikan +1,48% dalam 7 hari terakhir, menandakan minat investor terhadap aset ini tetap kuat.

Baca Juga: Harga Ethereum (ETH) Turun 3,43% ke $4.088,36, Jadi Peluang Beli?

Tren Pergerakan Harga 90 Hari Terakhir

Periode Perubahan Harga Persentase
1 Hari -US$ 117,46 -2,92%
30 Hari -US$ 299,12 -7,12%
60 Hari -US$ 569,79 -12,75%
90 Hari +US$ 216,99 +5,89%

Data di atas menunjukkan bahwa meskipun ETH mengalami tekanan jangka pendek, secara kuartalan performanya masih positif.

Kenaikan dalam 90 hari terakhir sebesar +5,89% memperlihatkan adanya fase konsolidasi setelah reli yang kuat di kuartal sebelumnya.

Namun, penurunan selama dua bulan terakhir juga memperingatkan adanya tekanan jual bertahap, yang kemungkinan disebabkan oleh faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga global, arus keluar dari institusi besar, dan aksi ambil untung setelah Ethereum sempat menembus level psikologis $4.000.

Analisis Teknis dan Level Penting

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 30 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 30 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Secara teknikal, Ethereum kini berada sedikit di bawah area support minor $3.900, yang sebelumnya menjadi titik konsolidasi kuat.

Jika tekanan jual berlanjut dan harga menembus di bawah $3.850, ETH berpotensi menguji support berikutnya di $3.700–3.750.

Namun, bila harga berhasil bertahan di atas $3.900 dan mencetak rebound di atas $4.000, peluang menuju resistance utama di $4.200–4.300 masih terbuka.
Beberapa indikator teknikal menunjukkan sinyal netral hingga positif:

  • RSI (Relative Strength Index) mendekati area 45, yang menandakan kondisi pasar belum overbought maupun oversold.
  • Moving Average (MA 50) masih berada di atas MA 100, menunjukkan tren jangka menengah tetap bullish meski ada koreksi jangka pendek.
  • Volume perdagangan yang tinggi menandakan aktivitas likuiditas masih terjaga — kondisi yang bisa menjadi dasar untuk potensi pembalikan arah harga.

Faktor Fundamental yang Mempengaruhi ETH

Beberapa faktor fundamental yang memengaruhi pergerakan harga Ethereum saat ini antara lain:

  1. Likuiditas DeFi dan NFT
    Aktivitas transaksi di ekosistem DeFi dan NFT berbasis Ethereum masih menjadi sumber utama permintaan ETH. Meskipun pasar NFT mengalami penurunan, total value locked (TVL) di jaringan Ethereum tetap stabil di atas $55 miliar.
  2. Pembaruan Jaringan (Ethereum 2.0 / Proto-Danksharding)
    Upgrade menuju Proto-Danksharding diharapkan akan meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya transaksi (gas fee), faktor yang secara historis mendukung kenaikan harga ETH.
  3. Korelasi dengan Bitcoin (BTC)
    Dengan Bitcoin turun 3% ke $111.700, tekanan alami juga merembet ke Ethereum. Namun, ETH cenderung memiliki kemampuan rebound lebih cepat karena dukungan ekosistem dan utilitas yang luas.

Outlook dan Prospek ke Depan

Untuk jangka pendek, sentimen pasar kripto masih tertekan, terutama akibat aksi ambil untung pasca reli besar di awal Oktober.

Namun, jika Ethereum mampu mempertahankan harga di atas $3.850, maka potensi rebound menuju $4.200–4.300 tetap terbuka.

Dalam jangka menengah, faktor-faktor seperti peningkatan adopsi DeFi, lonjakan transaksi layer-2, dan peningkatan staking ETH dapat mendukung kenaikan harga kembali ke kisaran $4.500–4.800 menjelang akhir tahun, mendekati rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $ 4.953,73.

Baca Juga: Harga Ethereum (ETH) Turun 2,26% ke $4.001, Koreksi Sehat Sementara

Harga Ethereum (ETH) hari ini menunjukkan fase koreksi sehat di tengah ketidakpastian pasar global.

Penurunan 2,93% bukan hanya refleksi dari tekanan makroekonomi, tetapi juga bagian dari siklus alami setelah kenaikan panjang.

Bagi investor jangka panjang, area $3.800–3.900 dapat menjadi zona akumulasi menarik, terutama dengan prospek upgrade jaringan dan pertumbuhan ekosistem yang terus berlanjut.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari: Tertahan di $110.000, Sirkulasi Aktif

Harga Bitcoin hari ini berada di kisaran $ 110.776, dengan kapitalisasi pasar sekitar $ 2,209 miliar dan volume perdagangan 24 jam sekitar $ 61,36 miliar.

Menariknya, jumlah sirkulasi mendekati 19,94 juta dari total maksimum 21 juta koin. Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar Bitcoin sudah berada dalam sirkulasi aktif.

Dalam 24 jam terakhir, harga turun sekitar -1,57%, dan bila dibandingkan dengan 30 hari lalu, terjadi penurunan sekitar $ 3.638 atau -3,18%.

Namun dalam jangka 60 hari justru ada kenaikan +1,36%. Hal ini mencerminkan adanya fluktuasi yang cukup besar di pasar crypto.

Baca Juga: Kredit Berbasis Bitcoin Resmi Dinilai S&P: Masa Depan Kripto Cerah

Tekanan Jual & Persaingan Level Kunci

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa Bitcoin kini berdagang di bawah level cost basis short-term investor.

Analis dari Glassnode mencatat bahwa level 113.600 merupakan rata-rata pembelian investor dalam 3 bulan terakhir, sehingga ketika harga berada di bawah level tersebut, tekanan jual dari investor yang ingin ‘breakeven’ akan meningkat.

Artinya, di sekitar $ 113.600 ada zona resistance yang cukup kuat. Bila Bitcoin gagal menembus dan bertahan di atasnya, potensi untuk koreksi atau konsolidasi cukup tinggi.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 30 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 30 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Level Teknis Pendukung & Risiko

Support utama bisa dilihat di sekitar $ 107.000, yang sebelumnya menjadi zona pembelian aktif ketika harga turun. Jika harga gagal mempertahankan level ini, maka kemungkinan tekanan jual bisa meningkat.

Resistance yang harus diwaspadai adalah $ 113.600 (cost basis 3 bulan) dan $ 115.600 (cost basis 1 bulan). Bila salah satu tertembus dengan volume kuat, maka target selanjutnya bisa mendekati $ 120.000.

Sentimen & Faktor Fundamental

  • Karena jumlah Bitcoin yang hampir mencapai sirkulasi maksimal, faktor kelangkaan (scarcity) menjadi salah satu pendorong bullish jangka panjang.
  • Namun di sisi lain, tingkat suku bunga dan kekuatan dolar AS masih menjadi penghambat bagi aset non-bunga seperti Bitcoin. Jika investor memilih obligasi atau instrumen fixed interest karena suku bunga tinggi, maka alokasi ke crypto bisa terbatas.
  • Volume perdagangan 24 jam yang besar (~$ 61 miliar) menunjukkan bahwa likuiditas masih kuat — namun likuiditas juga bisa berarti bahwa pergerakan bisa cepat (positif maupun negatif).

Outlook Singkat dan Strategi

Dalam jangka pendek (beberapa hari hingga minggu):

  • Bila Bitcoin berhasil bertahan di atas US$ 107.000 dan membuktikan bounce, maka peluang untuk mencoba penembusan ke US$ 113.600–115.600 terbuka.
  • Namun jika gagal, maka konsolidasi atau koreksi ke bawah US$ 107.000 dapat terjadi. Dalam kondisi market yang netral seperti ini, bisa jadi harga akan bergerak side‐ways sebelum muncul katalis baru.

Dalam jangka menengah (1-3 bulan):

  • Jika penembusan resistance terjadi dengan volume dan momentum kuat, maka target jangka menengah bisa mendekati $ 120.000 atau lebih.
  • Tanpa breakout, maka pasar bisa tetap berada dalam rentang antara $ 100.000-115.000, menunggu faktor eksternal seperti regulasi, institusional inflow, atau adopsi besar.
  • Baca Juga: JPMorgan Siap Terima Bitcoin dan Ethereum Jadi Agunan Pinjaman

Harga Bitcoin saat ini menunjukkan fase transisi: berada di bawah zona cost basis jangka pendek investor, dengan resistance signifikan di $ 113.600 dan support di $ 107.000. Untuk investor atau trader publikasi media, penting untuk menggarisbawahi bahwa:

  • Potensi upside tetap ada, namun tidak tanpa hambatan.
  • Risiko koreksi atau konsolidasi cukup realistis, terutama jika tidak ada katalis besar.
  • Memantau kondisi global—termasuk kebijakan suku bunga, regulasi crypto, dan arus institusional—akan sangat menentukan arah bergeraknya Bitcoin ke depan.

Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum (ETH) Turun 2,26% ke $4.001, Koreksi Sehat Sementara

Harga Ethereum (ETH) hari ini tercatat turun 2,26% ke posisi $4.001,64 per ETH, dengan kapitalisasi pasar $482,99 miliar dan volume perdagangan harian sebesar $38,68 miliar.

Koreksi ini terjadi setelah ETH sempat menyentuh level tertinggi harian di $4.173,51, sebelum kembali tertekan menuju area support di $3.940,83.

Meski menurun, Ethereum masih menunjukkan penguatan 3,62% dalam sepekan terakhir, menandakan bahwa sentimen investor belum sepenuhnya bearish.

Maka dari itu, penurunan harga ETH saat ini lebih bersifat teknikal setelah reli yang cukup tajam di awal Oktober.

Baca Juga: Harga Ethereum (ETH) Turun 3,43% ke $4.088,36, Jadi Peluang Beli?

Performa Harga: Tekanan Pendek, Prospek Menengah Masih Positif

Berdasarkan data historis yang dipantau via Tokocrypto pada Rabu (29/10):

  • Dalam 30 hari terakhir, ETH turun -2,7% atau sekitar $110,95.
  • Dalam 60 hari terakhir, penurunan lebih dalam yaitu -7,08%.
  • Namun dalam 90 hari terakhir, Ethereum masih mencatat kenaikan +3,63%, menandakan tren jangka menengah masih positif.

Dengan harga saat ini di kisaran $4.000, Ethereum tetap berada di atas zona psikologis utama. Investor melihat area $3.950–$4.000 sebagai zona akumulasi ideal sebelum potensi rebound jika tekanan jual mereda.

Analisis Teknikal: Support Kuat di $3.950, Potensi Rebound Terbuka

Dari sisi teknikal, Ethereum kini bergerak di sekitar rata-rata pergerakan (SMA) 30 hari, yang sering berfungsi sebagai support dinamis dalam tren naik.

Indikator RSI (Relative Strength Index) menunjukkan posisi netral di sekitar 50, mengindikasikan bahwa pasar belum memasuki area jenuh jual (oversold).

Selama ETH mampu bertahan di atas support $3.940–$3.950, peluang rebound ke area $4.150–$4.200 masih sangat terbuka.

Namun, jika penurunan berlanjut di bawah level tersebut, ETH berpotensi menguji zona support berikutnya di $3.850.

Sebaliknya, untuk melanjutkan tren bullish jangka menengah, Ethereum harus mampu menembus resistensi kuat di $4.200–$4.250, yang selama ini menjadi batas atas pergerakan harga dalam dua minggu terakhir.

Faktor Fundamental: Aktivitas Jaringan dan Likuiditas Masih Solid

Secara fundamental, Ethereum masih menjadi tulang punggung ekosistem DeFi dan NFT di dunia kripto. Dengan pasokan beredar 120,70 juta ETH, tidak ada batas maksimum suplai seperti Bitcoin.

Namun, sejak implementasi EIP-1559, sebagian ETH yang digunakan untuk transaksi dibakar, sehingga menekan inflasi token dalam jangka panjang.

Volume transaksi jaringan Ethereum tetap tinggi, menunjukkan minat yang kuat dari pelaku pasar terhadap protokol ini.

Selain itu, perkembangan proyek Layer-2 (seperti Arbitrum, Optimism, dan Base) terus mendorong efisiensi biaya dan skalabilitas jaringan utama.

Faktor-faktor ini memberikan dasar kuat bagi Ethereum untuk mempertahankan posisinya sebagai aset kripto nomor dua terbesar di dunia, meskipun volatilitas jangka pendek masih tinggi.

Sentimen Pasar: Koreksi Sehat atau Awal Tren Turun Baru?

Koreksi harga Ethereum hari ini tampaknya lebih merupakan fase pendinginan (cooling off) setelah reli yang panjang. Banyak analis menilai bahwa pasar masih berada dalam pola konsolidasi sehat menjelang potensi pergerakan baru di bulan November.

Faktor eksternal seperti pergerakan suku bunga global, kebijakan likuiditas bank sentral, dan perkembangan ETF berbasis Ethereum di AS juga bisa menjadi katalis penting untuk arah harga berikutnya.

Baca Juga: Ethereum Naik Tipis 0,2%, Aktivitas DeFi dan Layer-2 Dorong Optimisme

Koreksi Sementara, Momentum Bullish Masih Terjaga

Penurunan 2,26% pada harga Ethereum hari ini bukan sinyal negatif yang besar, melainkan koreksi sehat setelah kenaikan signifikan dalam beberapa minggu terakhir.

Selama ETH tetap berada di atas support $3.950, prospek jangka menengah tetap positif dengan potensi kenaikan kembali menuju $4.200–$4.300.

Investor jangka menengah disarankan untuk memantau volume perdagangan dan arah arus modal ke jaringan Ethereum, karena peningkatan likuiditas bisa menjadi tanda awal kebangkitan momentum bullish berikutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Koreksi RIngan $114.040, Tren Masih Bullish

Pasar kripto global kembali berfluktuasi setelah Bitcoin (BTC), aset digital terbesar di dunia, mengalami koreksi ringan dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data perdagangan terkini, harga Bitcoin hari ini berada di level $114.040,55 per BTC, turun -1,64% dibandingkan sehari sebelumnya.

Meskipun terkoreksi, kapitalisasi pasar Bitcoin masih mendominasi industri aset digital dengan nilai mencapai $2,27 triliun USD, sementara volume perdagangan harian tercatat sebesar $56,24 miliar USD.

Dengan tingkat sirkulasi mencapai 19,94 juta BTC atau sekitar 94,96% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC, Bitcoin tetap menjadi aset paling likuid dan populer di dunia kripto.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 27 Oktober 2025: Bitcoin Tembus $115.000

Tren Harga dan Pergerakan Pasar

Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin bergerak di rentang terendah $113.566,80 hingga tertinggi $116.273,31.

Meskipun ada tekanan jual jangka pendek, secara mingguan BTC masih mencatat kenaikan +5,53%, menunjukkan bahwa minat investor terhadap aset ini masih cukup kuat.

Jika ditarik lebih jauh, tren historis Bitcoin dalam beberapa periode terakhir memperlihatkan pola fluktuasi yang sehat:

  • Hari ini: Turun $-1.899,43 (-1,64%)
  • 30 Hari: Naik $+4.650,66 (+4,25%)
  • 60 Hari: Naik $+2.865,47 (+2,58%)
  • 90 Hari: Turun $-4.220,22 (-3,57%)

Pergerakan ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan koreksi, Bitcoin masih berada dalam tren kenaikan jangka menengah, terutama setelah sempat menembus rekor tertinggi sepanjang masa (All-Time High) di level $126.198,07 USD beberapa waktu lalu.

Analisis: Koreksi Wajar di Tengah Momentum Positif

Koreksi harga yang terjadi saat ini dinilai oleh banyak analis sebagai penyesuaian alami setelah reli kuat dalam beberapa pekan terakhir.

Faktor eksternal seperti penguatan nilai dolar AS, data inflasi global, dan kebijakan suku bunga The Federal Reserve masih menjadi pendorong utama volatilitas di pasar kripto.

Menurut analis dari beberapa lembaga riset kripto, area $113.000–$114.000 menjadi zona support penting bagi BTC. Jika harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang untuk kembali menembus $120.000 dalam waktu dekat masih terbuka lebar.

Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat, potensi koreksi lebih dalam menuju $110.000 juga perlu diantisipasi oleh investor jangka pendek.

Kinerja Bitcoin di Tengah Ekosistem Kripto

Sebagai aset digital pertama dan terbesar di dunia, Bitcoin tetap menjadi tolok ukur utama dalam menentukan arah pasar kripto secara keseluruhan.

Dominasi kapitalisasi pasar BTC saat ini mencapai lebih dari 45% dari total kapitalisasi aset kripto global, menjadikannya indikator sentimen investor terhadap pasar digital.

Bahkan dengan munculnya altcoin dan token-token baru seperti Ethereum (ETH), Solana (SOL), atau proyek lokal seperti TKO (Tokocrypto Token), Bitcoin masih menjadi pilihan utama investor institusional maupun ritel.

Statusnya sebagai “emas digital” menjadikan BTC sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan volatilitas ekonomi global.

Prospek ke Depan: Akumulasi atau Waspada?

Dengan harga saat ini di kisaran $114.000, banyak analis melihat situasi ini sebagai kesempatan akumulasi bagi investor jangka panjang.

Pasalnya, secara historis, koreksi jangka pendek sering kali mendahului fase kenaikan berikutnya menjelang halving event yang diperkirakan terjadi pada 2026.

Selain itu, peningkatan adopsi institusional, pertumbuhan ETF Bitcoin di Amerika Serikat, serta peningkatan permintaan dari pasar Asia dan Timur Tengah menjadi katalis positif yang dapat mendorong harga BTC ke level psikologis baru di atas $130.000 pada kuartal mendatang.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik 3,18% ke $115.000

Koreksi -1,64% yang terjadi hari ini belum menjadi sinyal pelemahan jangka panjang. Dengan fundamental jaringan yang kuat, tingkat adopsi yang terus tumbuh, dan sentimen pasar yang positif, Bitcoin tetap menjadi aset kripto unggulan yang berpotensi melanjutkan tren kenaikannya.

Bagi investor, momen seperti ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi portofolio — apakah untuk menambah posisi, atau menunggu konfirmasi tren berikutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com