Tag Archives: aset kripto

Ironis, Harga Pi Network Melemah 0,32% Saat Pasar Kripto Menguat

Harga Pi Network (PI) tercatat turun tipis 0,327% dalam 24 jam terakhir ke level $0,172, menurut laporan Coinmarketcap pada Minggu (1/3).

Penurunan ini terjadi di tengah reli pasar kripto yang justru menguat 2,7%, sementara Bitcoin (BTC) naik 2,53% pada periode yang sama.

Pergerakan ini menunjukkan adanya decoupling atau pelepasan korelasi antara PI dan sentimen pasar secara umum.

Di saat mayoritas aset kripto menikmati dorongan positif, PI justru bergerak stagnan hingga cenderung melemah.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 1,29% Saat Bitcoin Terkoreksi, Mengapa?

Minim Katalis Jadi Faktor Utama

Berdasarkan data yang tersedia, tidak ditemukan katalis spesifik yang dapat mendorong minat beli terhadap PI.

Tidak ada pengumuman proyek baru, kemitraan strategis, maupun pembaruan teknis yang signifikan dalam periode 24 jam terakhir.

Kondisi ini membuat PI kehilangan momentum, terutama saat pasar secara keseluruhan bergerak naik. Ketika Bitcoin memimpin reli, altcoin biasanya ikut terdorong oleh sentimen risiko yang membaik. Namun dalam kasus ini, PI tidak mampu mengikuti arus.

Artinya, pelemahan PI lebih mencerminkan lemahnya permintaan spesifik terhadap koin tersebut dibandingkan tekanan jual pasar secara luas.

Lonjakan Volume, Tapi Arah Negatif

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 1 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 1 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Menariknya, volume perdagangan harian PI justru melonjak 38,8% menjadi sekitar $21 juta. Biasanya, peningkatan volume menjadi indikasi meningkatnya minat pasar.

Namun, dalam konteks harga yang turun, lonjakan volume ini bisa mencerminkan tekanan distribusi atau aksi jual.

Tanpa data tambahan dari pasar derivatif, arus on-chain, atau pergerakan whale, lonjakan volume ini belum cukup untuk mengidentifikasi penyebab pasti.

Namun, kombinasi harga turun dan volume naik sering kali menandakan adanya tekanan jual jangka pendek.

Situasi ini juga memperlihatkan bahwa likuiditas PI masih relatif tipis dan spekulatif.

Dalam pasar dengan kedalaman terbatas, pergerakan harga bisa terjadi cukup cepat dengan tekanan beli atau jual yang tidak terlalu besar.

Analisis Teknikal: Level Kunci $0,17

Dalam jangka pendek, level $0,17 menjadi area support krusial bagi PI.

Jika harga mampu bertahan di atas level ini dengan volume stabil, potensi konsolidasi atau stabilisasi harga terbuka.

Namun, jika terjadi penembusan dan penutupan harga harian di bawah $0,17, risiko penurunan menuju area $0,165 semakin besar. Area tersebut merupakan level terendah terbaru yang berpotensi diuji ulang.

Di sisi atas, resistance penting berada di sekitar $0,175. Untuk mengubah bias jangka pendek menjadi bullish, PI perlu menembus dan bertahan di atas level tersebut dengan dukungan volume yang lebih kuat.

Pengaruh Sentimen Pasar Global

Secara umum, sentimen pasar kripto saat ini masih berada dalam zona “Extreme Fear” berdasarkan indeks Fear & Greed.

Kondisi ini mencerminkan kehati-hatian investor terhadap risiko, meskipun terjadi kenaikan harga di beberapa aset utama seperti Bitcoin.

Jika Bitcoin mampu bertahan di atas $67.000 dan melanjutkan reli, tekanan turun terhadap PI mungkin dapat terbatas.

Namun, apabila BTC kembali melemah, PI berpotensi mengalami tekanan tambahan mengingat lemahnya momentum internal.

Dengan kata lain, PI saat ini sangat bergantung pada sentimen pasar makro dan belum memiliki katalis mandiri yang cukup kuat untuk mendorong reli signifikan.

Outlook Jangka Pendek: Netral ke Bearish Ringan

Secara keseluruhan, tren PI saat ini dapat dikategorikan netral hingga sedikit bearish.

Ketiadaan katalis, likuiditas tipis, dan pelepasan korelasi dari reli pasar menjadi faktor utama yang menahan pergerakan harga.

Beberapa hal yang perlu dipantau investor:

  • Apakah PI mampu mempertahankan support $0,17
  • Apakah volume tetap tinggi yang mengindikasikan distribusi
  • Pergerakan harga Bitcoin dalam beberapa hari ke depan
  • Potensi pengumuman proyek atau kemitraan baru

Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,169, Tertekan Upgrade Mainnet

Penurunan tipis Pi Network sebesar 0,32% di tengah reli pasar kripto menunjukkan lemahnya permintaan spesifik terhadap aset ini. Tanpa katalis baru, PI berisiko terus bergerak datar atau bahkan terkoreksi lebih dalam.

Kunci pergerakan selanjutnya berada pada kemampuan mempertahankan level $0,17 dan munculnya minat beli baru yang signifikan.

Jika tekanan jual berlanjut, uji ulang ke $0,165 menjadi skenario yang patut diwaspadai.

Untuk saat ini, PI masih mencari arah dan tetap rentan terhadap perubahan sentimen pasar kripto secara keseluruhan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Naik 1,29% Saat Bitcoin Terkoreksi, Mengapa?

Harga Pi Network (PI) mencatat kenaikan 1,29% dalam 24 jam terakhir ke level $0,172, bergerak berlawanan arah dengan Bitcoin (BTC) yang justru terkoreksi 3,37% pada periode yang sama.

Pergerakan independen ini memicu pertanyaan di kalangan pelaku pasar: apakah PI menunjukkan kekuatan tersendiri, atau kenaikan ini hanya dampak volatilitas di pasar yang tipis?

Berdasarkan data perdagangan terbaru, kenaikan harga PI lebih mencerminkan kondisi likuiditas yang rendah dibanding dorongan fundamental yang kuat.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,169, Tertekan Upgrade Mainnet

Volatilitas di Pasar Tipis Jadi Pendorong Utama

Dalam 24 jam terakhir, Coinmarketcap volume perdagangan PI naik sekitar 25% menjadi $14,75 juta.

Meski terlihat signifikan secara persentase, tingkat perputaran pasar (market turnover) PI masih sangat rendah di kisaran 0,00912. Angka ini menunjukkan likuiditas yang tipis.

Dalam kondisi seperti ini, tekanan beli dalam jumlah relatif kecil dapat mendorong harga naik secara tidak proporsional.

Tanpa adanya katalis berita, pembaruan ekosistem, atau sentimen positif besar di media sosial, kenaikan harga PI cenderung bersifat teknikal dan rentan berbalik arah.

Artinya, reli 24 jam ini belum bisa dikategorikan sebagai awal tren bullish baru. Struktur pasar yang rapuh membuat harga mudah terdorong naik, namun juga berisiko turun tajam jika tekanan jual muncul.

Tidak Ada Katalis Sekunder yang Jelas

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 28 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 28 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Menariknya, pergerakan PI terjadi saat kapitalisasi pasar kripto global turun sekitar 3,46%.

Biasanya, altcoin cenderung mengikuti arah pergerakan BTC dan pasar secara keseluruhan. Namun kali ini, PI justru bergerak independen.

Tidak ditemukan faktor eksternal spesifik yang memicu lonjakan ini, seperti pengumuman pengembangan jaringan, listing di bursa besar, pembaruan roadmap, hingga lonjakan sentimen sosial.

Ketiadaan katalis ini mengindikasikan bahwa pergerakan harga lebih dipengaruhi oleh dinamika order book daripada perubahan fundamental.

Bagi trader berpengalaman, kondisi seperti ini sering kali menjadi sinyal bahwa pasar berada dalam fase “low conviction move”, kenaikan yang belum didukung partisipasi luas.

Analisis Teknikal: Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Dalam jangka pendek, PI berada dalam rentang harga sempit dengan karakteristik netral dan rapuh. Level penting yang perlu dipantau:

  • Resistance terdekat: $0,175
    Level ini merupakan area tertinggi terbaru. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atasnya dengan volume meningkat signifikan, peluang momentum bullish lanjutan terbuka.
  • Support kuat: $0,165
    Jika tekanan jual meningkat dan harga menembus level ini, risiko penurunan cepat menuju area $0,16 cukup besar.

Kunci konfirmasi arah berikutnya terletak pada volume.

Kenaikan volume yang berkelanjutan di atas $20 juta per hari akan menjadi indikator partisipasi pasar yang lebih sehat. Tanpa itu, pergerakan harga masih rentan terhadap fluktuasi tajam.

Apakah PI Tahan Terhadap Tekanan Pasar?

Meski kenaikan PI terlihat positif di tengah koreksi BTC, penting untuk memahami konteksnya.

Dalam pasar dengan likuiditas rendah, harga bisa tampak “kuat” karena minimnya tekanan jual besar, bukan karena masuknya arus modal baru secara signifikan.

Jika tekanan jual global kembali meningkat, PI berisiko ikut terseret karena struktur pasarnya belum cukup solid.

Sebaliknya, apabila PI mampu bertahan di atas $0,165 meski pasar melemah, ini bisa menjadi indikasi adanya basis pembeli yang stabil di area tersebut.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 3,32% ke $0,170, Masih Tertinggal dari Reli Pasar

Kenaikan harga Pi Network sebesar 1,29% dalam 24 jam terakhir lebih mencerminkan dinamika pasar tipis daripada dorongan fundamental yang kuat.

Tanpa katalis jelas dan partisipasi volume yang lebih besar, pergerakan ini masih tergolong rapuh.

Investor dan trader disarankan untuk memantau volume harian (target konfirmasi di atas $20 juta), mengamati reaksi harga di area $0,175 dan $0,165, dan waspada terhadap tekanan jual global yang dapat memicu koreksi cepat.

Dalam kondisi pasar seperti ini, manajemen risiko menjadi faktor krusial. Kenaikan kecil bisa berubah menjadi penurunan tajam dalam waktu singkat jika likuiditas kembali mengering.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Turun ke $65.708, Tekanan Jual Berlanjut?

Harga Bitcoin (BTC) kembali berada dalam tekanan setelah turun sekitar 3,12% dalam 24 jam terakhir ke kisaran $65.708 per koin.

Koreksi ini memperpanjang tren pelemahan jangka menengah, di mana BTC tercatat turun lebih dari 25% dalam 30 hari terakhir.

Dengan kapitalisasi pasar sebesar $1,31 triliun dan volume perdagangan harian mencapai $36,58 miliar, Bitcoin masih menjadi aset kripto dengan dominasi tertinggi di pasar.

Namun, volatilitas tinggi dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan bahwa fase konsolidasi belum sepenuhnya stabil.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Masuki Zona Hijau, Bitcoin Naik ke $65.408

Harga Bitcoin Hari Ini: Tekanan Masih Terasa

Dalam perdagangan intraday dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak di rentang harga terendah $64.946 dan menyentuh level tertinggi di $68.128.

Harga saat ini berada cukup dekat dengan area bawah rentang harian, menandakan tekanan jual masih dominan.

Secara persentase, BTC terkoreksi -0,12% (1 jam terakhir), -3,12% (24 jam terakhir), dan -3,17% (7 hari terakhir).

Pelemahan ini mempertegas sentimen hati-hati di kalangan pelaku pasar, terutama setelah BTC gagal mempertahankan momentum di atas level psikologis $70.000 dalam beberapa pekan terakhir.

Koreksi 30–90 Hari: Tren Menurun Masih Mendominasi

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 28 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 28 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika melihat data historis, laporan dari Tokocrypto mencatat:

  • 30 hari: turun 25,44% (-$22.405)
  • 60 hari: turun 24,63% (-$21.461)
  • 90 hari: turun 27,61% (-$25.047)

Data ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase koreksi menengah.

Meskipun demikian, secara fundamental, BTC tetap menjadi aset kripto nomor satu dengan peringkat 1 berdasarkan kapitalisasi pasar.

Sebagai perbandingan, rekor harga tertinggi (all-time high) BTC tercatat di $126.198. Dengan harga saat ini di sekitar $65 ribu, BTC masih terkoreksi hampir 48% dari puncaknya.

Struktur Pasar dan Fundamental Tetap Kuat

Dari sisi suplai, saat ini terdapat sekitar 20 juta BTC yang beredar dari total maksimum 21 juta BTC. Artinya, lebih dari 95% suplai telah beredar di pasar.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (fully diluted market cap) tercatat sebesar $1,37 triliun, mencerminkan valuasi maksimum jika seluruh suplai beredar.

Volume perdagangan 24 jam yang mencapai $36 miliar menunjukkan bahwa likuiditas Bitcoin masih sangat kuat dibandingkan aset kripto lainnya.

Ini menjadi salah satu faktor yang menjaga stabilitas relatif BTC meski volatilitas tinggi.

Analisis Teknikal: Area Kunci yang Perlu Dipantau

Secara teknikal, terdapat beberapa level penting:

Support Kuat

  • $64.900 – $65.000
    Jika level ini ditembus dengan volume tinggi, potensi penurunan menuju area $62.000 terbuka.

Resistance Terdekat

  • $68.000 – $70.000
    Area ini menjadi batas krusial untuk membalikkan sentimen jangka pendek menjadi bullish.

Apabila BTC mampu kembali menembus dan bertahan di atas $70.000 dengan volume solid, peluang rebound lebih besar bisa terjadi.

Namun selama masih bergerak di bawah area tersebut, pasar cenderung berada dalam mode konsolidasi bearish ringan.

Apakah Ini Peluang Akumulasi?

Bagi investor jangka panjang, koreksi dalam kisaran 20–30% bukanlah hal baru dalam siklus Bitcoin. Secara historis, BTC kerap mengalami retracement tajam sebelum melanjutkan tren naik dalam siklus yang lebih besar.

Namun untuk trader jangka pendek, volatilitas saat ini menuntut manajemen risiko ketat. Pergerakan harian 3–5% masih menjadi pola yang umum dalam kondisi pasar seperti sekarang.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melejit 4,28% ke $68.206

Bitcoin Masih dalam Fase Konsolidasi Bearish

Harga Bitcoin hari ini berada di kisaran $65.708 setelah turun lebih dari 3% dalam 24 jam terakhir. Tren pelemahan 30–90 hari menunjukkan tekanan jual belum sepenuhnya mereda.

Meski demikian, fundamental Bitcoin tetap solid dengan kapitalisasi pasar di atas $1,3 triliun dan suplai yang hampir mencapai batas maksimum.

Outlook jangka pendek:

  • Netral hingga bearish ringan selama di bawah $70.000
  • Support penting di $65.000
  • Resistance krusial di $68.000–$70.000

Investor disarankan memantau volume perdagangan dan reaksi harga di area support utama untuk menentukan arah selanjutnya.

Dalam pasar kripto yang volatil, disiplin strategi dan manajemen risiko tetap menjadi kunci utama.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Stablecoin Tanpa Bunga Jadi Standar? OCC Buka Babak Baru Regulasi

Kantor pengawas perbankan AS, Office of the Comptroller of the Currency (OCC), merilis proposal setebal 376 halaman untuk mengimplementasikan Guiding and Establishing National Innovation for US Stablecoins (GENIUS) Act.

Draft aturan ini bertujuan merapikan perdebatan lama soal “yield” atau bunga pada payment stablecoin, sekaligus membuka jalan bagi pembahasan regulasi lanjutan seperti Digital Asset Market Clarity Act of 2025 (CLARITY).

Proposal tersebut dibuka untuk komentar publik selama 60 hari sejak tanggal publikasi pada Rabu, dan memuat aturan rinci bagi penerbit payment stablecoin yang berada di bawah yurisdiksi OCC.

Larangan Yield: Cash, Token, atau Bentuk Imbalan Apa Pun

Dalam proposal OCC, entitas yang diawasi dilarang membayarkan bunga atau yield dalam bentuk apa pun—baik uang tunai, token, maupun “pertimbangan lain”—yang diberikan “semata-mata terkait kepemilikan, penggunaan, atau penahanan” payment stablecoin. Ketentuan ini disebut selaras dengan GENIUS Act, khususnya pasal 4(a)(11).

Sejumlah pengamat menilai langkah OCC ini dimaksudkan untuk “mengunci” interpretasi larangan yield melalui rulemaking, sehingga isu yield tidak lagi menjadi hambatan besar di pembahasan CLARITY.

Baca juga: Meta Siap Comeback Stablecoin, Zuckerberg Bidik Peluncuran di 2026

Tutup Celah: Skema Yield via Afiliasi Ikut Disasar

OCC juga menambahkan mekanisme rebuttable presumption, yakni asumsi awal bahwa penerbit melanggar larangan yield bila terdapat pengaturan pembayaran kepada afiliasi atau “pihak ketiga terkait”, lalu pihak tersebut meneruskan yield kepada pemegang stablecoin penerbit.

Penerbit masih dapat membantah asumsi tersebut dengan menyerahkan bukti tertulis kepada OCC. Namun, OCC menegaskan adanya “keterkaitan erat” antara pembayaran dari penerbit dan yield ke end-holder, serta menilai struktur semacam itu “sangat mungkin” merupakan upaya mengakali aturan GENIUS.

Dua Pengecualian yang Diakui dalam Proposal

Meski memperketat larangan yield, OCC menyebut proposalnya tidak dimaksudkan untuk:

  1. Melarang merchant memberikan diskon secara independen kepada pengguna yang membayar dengan payment stablecoin.
  2. Melarang penerbit berbagi keuntungan stablecoin dengan mitra non-afiliasi dalam skema white-label.

Artinya, insentif dari merchant dan pembagian profit untuk mitra non-afiliasi masih dipandang berbeda dari “yield” yang dibayarkan ke pemegang stablecoin.

Dampak ke CLARITY dan Perusahaan Seperti Coinbase

Jika aturan ini disahkan sesuai draft, implikasinya langsung terasa pada debat CLARITY terkait reward atau yield stablecoin. Draf CLARITY sebelumnya banyak menyinggung apakah penyedia layanan aset digital (misalnya exchange) boleh memberikan imbal hasil atas saldo payment stablecoin—isu yang memicu perdebatan dan keberatan dari sejumlah pelaku industri, termasuk Coinbase.

Dengan menegakkan larangan di level issuer (penerbit) untuk stablecoin yang patuh GENIUS dan diawasi OCC, kerangka regulasi perbankan secara efektif menetapkan baseline “tanpa yield” bagi payment stablecoin teregulasi.

Bagi perusahaan yang ingin menawarkan yield pada saldo stablecoin sambil tetap berada dalam rezim regulasi AS, pesan dari proposal ini menjadi tegas: yield stablecoin dan payment stablecoin yang patuh GENIUS di bawah pengawasan OCC diposisikan berada di sisi yang berbeda dari garis regulasi.

Tahap Berikutnya: 60 Hari Komentar Publik

OCC membuka periode masukan publik selama 60 hari. Hasil konsultasi ini akan menentukan apakah draft larangan yield akan difinalisasi seperti saat ini, atau mengalami penyesuaian sebelum menjadi aturan resmi.

Jika final, proposal ini berpotensi menjadi penentu arah industri stablecoin AS: payment stablecoin yang patuh GENIUS bergerak ke model “digital cash” tanpa yield, sementara produk stablecoin ber-yield kemungkinan akan terdorong ke kategori regulasi atau struktur yang berbeda.

Menurut Tim Research Tokocrypto, langkah OCC ini memicu CLARITY Act untuk lolos tanpa hambatan debat bunga lagi.

“Dengan melarang yield, stablecoin GENIUS-compliant jadi murni alat pembayaran, bukan produk investasi. Strategis buat kejelasan regulasi AS,” ujarnya.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Dipenuhi Posisi Short, Sinyal Rebound Mulai Terbentuk?

Data funding rate di berbagai bursa kripto kembali masuk ke wilayah negatif setelah gelombang sell-off terbaru. Perubahan ini mencerminkan meningkatnya posisi short dan pergeseran sentimen pasar ke arah lebih defensif.

Lonjakan funding negatif muncul saat harga Bitcoin mendekati area US$60.000, mengindikasikan banyak trader menambah eksposur bearish di pasar perpetual futures.

Negatif, Tapi Belum Ekstrem

Dilaporkan Crypto Quant, secara historis, funding rate negatif yang bertahan lama dapat menciptakan kondisi short squeeze jika harga mulai stabil dan berbalik naik. Dalam skenario tersebut, posisi short berleverage berpotensi dipaksa menutup posisi, sehingga memicu kenaikan yang lebih cepat.

Namun, pembacaan saat ini dinilai masih moderat—belum mencapai level ekstrem yang biasanya muncul pada fase kapitulasi. Artinya, bias bearish meningkat, tetapi pasar belum menunjukkan tanda “panic shorting” yang biasanya menjadi pemicu squeeze besar.

Baca Juga: Bitcoin Koreksi Dalam, Pola 2019 Terulang: Awal Reli Baru?

Harga di Dekat Support, Pasar Masuk Fase Keseimbangan Rapuh

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 27 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 27 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Kombinasi harga yang bertahan di dekat support US$60.000 dan funding yang tetap di bawah netral menciptakan keseimbangan yang rapuh. Jika Bitcoin mampu bertahan stabil di atas US$60.000, kepadatan posisi short dapat menjadi sumber dorongan untuk rebound korektif.

Sebaliknya, jika tekanan jual kembali meningkat dan harga turun lebih dalam, funding rate berpotensi makin negatif. Kondisi ini dapat memperkuat tren bearish lanjutan karena pasar derivatif menambah posisi short lebih agresif.

Menurut Tim Research Tokocrypto, pasar sedang dalam titik kesetimbangan yang rapuh (fragile equilibrium). Peningkatan bias short di pasar derivatif adalah pedang bermata dua: bisa memicu pantulan korektif yang tajam (short squeeze) jika support 0K bertahan, atau justru memperkuat kelanjutan bearish.

“Jika tekanan jual baru muncul. G-Protocol Filter: Market lagi ‘over-shorted’, potensi rebound teknikal karena squeeze makin besar,” analisanya.

Fokus Pasar: Support $60K dan Dinamika Funding

Saat ini Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi di bawah resistance utama, tetapi masih menahan support krusial di sekitar US$60.000. Dalam beberapa sesi ke depan, interaksi antara struktur harga dan dinamika funding rate diperkirakan akan menentukan pergerakan besar berikutnya.

Jika harga stabil sementara funding tetap negatif, peluang squeeze dan pantulan jangka pendek terbuka. Namun jika support jebol dan funding semakin negatif, pasar berisiko masuk ke fase penurunan lanjutan.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melejit 4,28% ke $68.206


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mutuum Finance Luncurkan Protokol V1 di Sepolia

Proyek decentralized finance (DeFi) Mutuum Finance resmi merilis protokol V1 di jaringan testnet Sepolia sebagai bagian dari ekspansi menuju peluncuran mainnet.

Meski masih dalam tahap uji coba, BeInCrypto menyebut bahwa protokol lending ini telah mengantongi audit keamanan dari Halborn dan CertiK dengan skor 90/100.

Langkah ini menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan pasar, terutama di sektor DeFi yang sangat sensitif terhadap isu keamanan kontrak pintar.

Baca Juga: Komunitas ERC-8004 Gelar Agentic Brunch, Perkuat Integrasi AI dan DeFi di Ekosistem Filecoin

Audit Ganda Perkuat Kredibilitas

Mutuum V1 dirancang sebagai protokol pinjaman terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna menyetor aset kripto untuk memperoleh imbal hasil, sekaligus membuka akses pinjaman berbasis jaminan.

Sebelum melangkah ke jaringan utama, Mutuum memilih menjalankan pengujian di Sepolia untuk memastikan seluruh fitur berjalan optimal.

Audit dari Halborn dan CertiK menjadi validasi eksternal atas kualitas kode dan arsitektur keamanan protokol.

Skor 90/100 dari CertiK menempatkan Mutuum dalam kategori protokol dengan standar keamanan tinggi, sebuah nilai tambah penting di tengah maraknya eksploitasi DeFi dalam beberapa tahun terakhir.

mtTokens: Bukti Setoran yang Bisa Hasilkan Dividen

Salah satu inovasi utama dalam V1 adalah fitur mtTokens (Mutuum Tokens).

Token ini berfungsi sebagai proof of deposit yang diterbitkan ketika pengguna menyetor aset ke dalam protokol.

Menariknya, mtTokens tidak hanya merepresentasikan kepemilikan dana, tetapi juga dapat di-stake untuk memperoleh dividen dalam bentuk token MUTM.

Artinya, pengguna memiliki peluang mendapatkan dua sumber pendapatan, yakni bunga dari aktivitas lending dan dividen tambahan melalui staking mtTokens.

Model ini dirancang untuk meningkatkan retensi likuiditas sekaligus memperkuat utilitas token MUTM dalam jangka panjang.

Bug Bounty $50.000

Untuk memperkuat keamanan sebelum peluncuran mainnet, Mutuum juga meluncurkan program bug bounty dengan total hadiah hingga $50.000.

Program ini membuka kesempatan bagi komunitas keamanan global untuk menemukan dan melaporkan potensi celah dalam sistem.

Pendekatan ini menjadi praktik standar dalam industri blockchain untuk meminimalkan risiko sebelum adopsi massal.

Tim Research Tokocrypto menyoroti langkah ini sebagai strategi penguatan fondasi proyek.

“Mutuum Finance meluncurkan protokol V1 di testnet Sepolia dengan TVL simulasi mencapai 0 Juta. Protokol pinjaman ini telah diaudit oleh Halborn dan CertiK (skor 90/100). Mutuum memperkenalkan fitur mtTokens (proof of deposit) yang bisa di-stake untuk mendapatkan dividen MUTM, serta program bug bounty senilai $50.000,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Tantangan dan Prospek

Meski fondasi keamanan cukup kuat, tantangan terbesar Mutuum tetap pada fase adopsi.

Pasar lending DeFi saat ini sudah kompetitif dengan sejumlah protokol besar yang memiliki likuiditas tinggi.

Namun kombinasi audit ganda, fitur dividen mtTokens, dan program bug bounty memberikan sinyal bahwa Mutuum serius membangun ekosistem berkelanjutan dan aman.

Jika fase testnet berjalan lancar dan mendapatkan respons positif dari komunitas, Mutuum berpeluang mempercepat transisi menuju mainnet serta menarik likuiditas yang lebih besar.

Baca Juga: Dogecoin Anjlok 8%, Tapi Paus Langsung Serbu! Harga Nyaris Jebol

Peluncuran Mutuum V1 di Sepolia menandai langkah awal penting dalam perjalanan proyek ini.

Dengan audit dari Halborn dan CertiK, skor keamanan tinggi, fitur mtTokens berbasis dividen, serta program bug bounty $50.000, Mutuum mencoba memposisikan diri sebagai protokol lending DeFi yang aman dan inovatif.

Kini, perhatian pasar tertuju pada performa fase uji coba serta kesiapan menuju peluncuran penuh di jaringan utama.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Terkoreksi ke $67.699, Tekanan Jual

Harga Bitcoin (BTC) hari ini menunjukkan pergerakan korektif setelah raja kripto ini melemah dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Jumat (27/2), harga Bitcoin (BTC) berada di level $67.699,29 per BTC/USD, turun sekitar 1,07% dalam sehari terakhir.

Pelemahan ini terjadi di tengah volume perdagangan 24 jam yang masih cukup tinggi, mencapai $41,60 miliar, menandakan aktivitas pasar tetap aktif meski sentimen jangka pendek cenderung hati-hati.

Baca Juga: Bitcoin Koreksi Dalam, Pola 2019 Terulang: Awal Reli Baru?

Tekanan Jual Masih Terlihat dalam 24 Jam

Dalam rentang 24 jam terakhir, Bitcoin mencatatkan level terendah di $66.523,74 dan tertinggi di $68.707,59.

Rentang volatilitas ini menunjukkan adanya tarik-menarik antara buyer dan seller di area psikologis $67.000.

Secara persentase, perubahan harga 24 jam tercatat sekitar -0,93% hingga -1,07%, sementara pergerakan 1 jam terakhir relatif stabil di kisaran -0,08%. Adapun kinerja 7 hari terakhir nyaris stagnan dengan perubahan mendekati 0%.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa BTC sedang berada dalam fase konsolidasi setelah tekanan jual dalam beberapa pekan terakhir.

Koreksi Dalam 30–90 Hari Masih Dalam

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 27 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 27 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika melihat data historis, tekanan jual jangka menengah masih cukup signifikan:

  • 30 hari: -23,98%
  • 60 hari: -24,60%
  • 90 hari: -25,37%

Dalam 30 hari terakhir saja, BTC telah terkoreksi lebih dari $21.363, mencerminkan adanya distribusi besar atau aksi ambil untung dari pelaku pasar.

Meski demikian, harga saat ini masih jauh di atas fase bear market sebelumnya, dan tetap menunjukkan struktur pasar yang lebih tinggi dibanding siklus terdahulu.

Kapitalisasi Pasar Tembus $1,35 Triliun

Dari sisi fundamental pasar, Bitcoin masih mempertahankan posisinya sebagai aset kripto nomor satu dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,35 triliun.

Beberapa data penting lainnya:

  • Volume (24 jam): $41,49–$41,60 miliar
  • Sirkulasi suplai: 20 juta BTC
  • Maksimum suplai: 21 juta BTC
  • Market dominance: 95,22% (data internal yang tersedia)
  • Fully Diluted Valuation (FDV): $1,42 triliun

Dengan suplai beredar sudah mencapai sekitar 95% dari total maksimum, dinamika harga BTC kini semakin dipengaruhi oleh permintaan pasar dibandingkan inflasi suplai baru.

Jarak dari Rekor Tertinggi

Bitcoin pernah mencatatkan rekor tertinggi (all-time high) di $126.198,07. Dengan harga saat ini di $67.699, BTC masih terkoreksi sekitar 46% dari puncaknya.

Level ini sering kali menjadi area evaluasi bagi investor jangka panjang, terutama yang mempertimbangkan strategi akumulasi bertahap (dollar cost averaging).

Level Teknis Penting BTC

Berdasarkan data harga terbaru, beberapa level kunci yang perlu diperhatikan:

  • Support kuat: $66.500
  • Support psikologis: $65.000
  • Resistance terdekat: $68.700
  • Resistance lanjutan: $70.000

Jika BTC mampu kembali menembus area $68.700 dengan volume besar, potensi rebound menuju $70.000 terbuka.

Namun, jika tekanan jual mendorong harga turun di bawah $66.500, maka risiko koreksi lanjutan menuju area $65.000 cukup terbuka.

Outlook Jangka Pendek: Konsolidasi atau Breakdown?

Pergerakan harga BTC saat ini menunjukkan fase penentuan arah (inflection point). Volatilitas relatif moderat, namun tren 30–90 hari masih menunjukkan tekanan bearish.

Faktor yang perlu dipantau investor antara lain volume breakout di atas $68.700, ketahanan support $66.500, hingga sentimen makro global dan arus masuk institusional.

Selama Bitcoin masih bertahan di atas area $65.000, struktur jangka panjang belum sepenuhnya berubah menjadi bearish ekstrem.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melejit 4,28% ke $68.206

Analisa harga BTC hari ini memperlihatkan Bitcoin berada di fase konsolidasi dengan tekanan jual ringan dalam 24 jam terakhir.

Harga saat ini di $67.699 mencerminkan koreksi jangka menengah yang masih berlangsung, meskipun kapitalisasi pasar tetap kokoh di atas $1,35 triliun.

Investor kini menanti konfirmasi arah selanjutnya: apakah BTC mampu membangun momentum untuk kembali ke $70.000, atau justru melanjutkan koreksi menuju support berikutnya.

Pergerakan beberapa hari ke depan akan menjadi kunci dalam menentukan struktur tren Bitcoin selanjutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Turun ke $0,169, Tertekan Upgrade Mainnet

Harga Pi Network (PI) tercatat melemah 0,42% dalam 24 jam terakhir ke level $0,169, sejalan dengan koreksi pasar kripto secara umum.

Pergerakan ini terjadi di tengah pelemahan Bitcoin (BTC) sebesar 0,81% ke kisaran $67.646, yang memicu sentimen risk-off di pasar aset digital.

Tidak terdapat katalis spesifik dari internal proyek Pi dalam periode ini. Penurunan harga lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal dan tekanan likuiditas yang relatif tipis.

Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok 6%, Sentimen Extreme Fear Tekan Pasar Kripto

Mengikuti Pelemahan Pasar Kripto

Koreksi harga PI mencerminkan pergerakan pasar yang lebih luas. Bitcoin gagal menembus resistance kuat di area $70.000, memicu aksi ambil untung (profit-taking).

Data analitik on-chain dari Glassnode juga menunjukkan adanya tekanan jual signifikan di area tersebut.

Akibatnya, altcoin seperti PI bergerak dengan korelasi tinggi terhadap BTC. Dalam situasi seperti ini, PI menunjukkan karakter high beta — bergerak searah dengan pasar tanpa dorongan fundamental baru.

Bagi investor, stabilitas Bitcoin di atas $67.000 menjadi faktor penting. Jika BTC mampu bertahan, maka altcoin berpotensi mendapatkan ruang untuk konsolidasi atau rebound terbatas.

Volume Turun 30%, Likuiditas Menipis

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 27 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 27 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Data terbaru menunjukkan volume perdagangan PI turun sekitar 30% menjadi $11,86 juta. Penurunan volume ini mengindikasikan rendahnya minat transaksi dalam jangka pendek.

Dalam pasar dengan likuiditas tipis, pergerakan harga cenderung lebih sensitif terhadap order besar. Artinya, fluktuasi bisa terjadi lebih cepat, baik ke atas maupun ke bawah.

Selain itu, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh rencana token unlock besar yang dijadwalkan pada 7 Maret mendatang.

Kemudian, sekitar 22 juta PI akan dirilis ke pasar. Tambahan suplai ini berpotensi meningkatkan tekanan jual jika tidak diimbangi oleh permintaan yang kuat.

Upgrade Mainnet 1 Maret Jadi Katalis Kunci

Faktor penting lainnya adalah tenggat waktu upgrade wajib untuk node Mainnet pada 1 Maret 2026.

Berdasarkan laporan dari Coinmarketcap, seluruh operator node diwajibkan melakukan pembaruan protokol sebelum batas waktu tersebut.

Upgrade jaringan sering kali menjadi momen krusial dalam menentukan sentimen komunitas.

Jika proses berjalan lancar dan tidak ada gangguan teknis, hal ini bisa memperkuat kepercayaan terhadap stabilitas jaringan.

Sebaliknya, potensi kendala teknis dapat memicu ketidakpastian tambahan.

Level Teknis Penting PI

Secara teknikal, struktur harga PI saat ini berada di area krusial:

  • Support utama: $0,16
  • Support lanjutan: $0,155
  • Resistance terdekat: $0,176

Jika harga mampu bertahan di atas $0,16, terdapat peluang untuk kembali menguji resistance di $0,176. Namun, apabila support ini ditembus, risiko penurunan menuju $0,155 menjadi terbuka.

Dengan kondisi likuiditas rendah dan suplai tambahan yang akan datang, zona $0,16 menjadi area pertahanan penting bagi bull.

Outlook Jangka Pendek: Netral Cenderung Hati-Hati

Dalam 48 jam menjelang tenggat upgrade jaringan, pasar kemungkinan akan bergerak hati-hati.

Tidak adanya katalis positif spesifik membuat PI lebih rentan terhadap dinamika pasar global. Secara keseluruhan, sentimen saat ini dapat dikategorikan sebagai cautiously neutral.

Harga bergerak dalam fase konsolidasi sempit, namun tekanan suplai dan rendahnya volume menjadi hambatan jangka pendek.

Investor disarankan untuk memantau pergerakan Bitcoin di atas atau di bawah $67.000, reaksi harga PI di area $0,16, dan perkembangan teknis pasca-upgrade Mainnet.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 3,32% ke $0,170, Masih Tertinggal dari Reli Pasar

Harga Pi Network turun tipis ke $0,169 mengikuti koreksi pasar kripto yang dipimpin Bitcoin. Penurunan volume 30% serta rencana token unlock 22 juta PI menciptakan tekanan tambahan dalam jangka pendek.

Kunci pergerakan selanjutnya ada pada pertahanan support $0,16 dan hasil upgrade Mainnet 1 Maret.

Jika level ini bertahan dan sentimen membaik, PI berpeluang rebound menuju $0,176. Namun jika tidak, potensi penurunan ke $0,155 tetap terbuka.

Pasar kini menunggu konfirmasi arah di tengah kombinasi sentimen eksternal dan dinamika internal jaringan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 27 Februari 2026: Potensi Rebound Lanjutan

Menjelang akhir pekan, pasar kripto hari ini, Jumat (27/2) kembali diwarnai lonjakan tajam pada sejumlah altcoin. DENT memimpin reli dengan kenaikan 67% ke $0,000368, disusul MIRA yang melonjak 35% ke $0,1156 dan DCR yang menguat 19% ke $34,19. Pergerakan ini menunjukkan minat spekulatif meningkat di tengah momentum pasar yang mulai membaik.

Meski demikian, perjalanan Bitcoin menuju $70.000 dinilai masih penuh tantangan. Data Glassnode menyoroti likuiditas yang relatif tipis sehingga menahan laju BTC di bawah level psikologis tersebut. Cadangan USDT yang turun sekitar $9 miliar mengindikasikan pengetatan likuiditas di pasar kripto, sementara arus keluar ETF dan minimnya partisipasi investor aktif turut membebani potensi pemulihan jangka pendek. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Potensial Menjelang Akhir Pekan

  • DENT melonjak tajam 67% hari ini mencapai level $0,000368.
  • MIRA melesat sebesar 35% hingga menyentuh angka $0,1156.
  • DCR catat kenaikan 19%, diperdagangkan pada harga $34,19.

Sinyal Glassnode: Perjalanan Bitcoin ke $70.000 Penuh Tantangan

  • Likuiditas tipis tahan laju Bitcoin di bawah $70.000.
  • Cadangan USDT turun $9 miliar, likuiditas kripto mengetat.
  • Outflow ETF dan minimnya investor aktif lemahkan pemulihan.

Spesial Ramadan, Kesempatan Dapat Total Hadiah Rp 250JUTA!*

Prediksi Ethereum & Solana Jelang Tenggat Clarity Act 1 Maret

  • Gedung Putih tetapkan batas waktu Clarity Act pada 1 Maret.
  • Kesepakatan imbalan stablecoin diharapkan segera tercapai.
  • Harga ETH & SOL berpotensi menguat pasca kesepakatan.

Ethereum Tembus $2.000: Akumulasi Investor Meningkat

  • ETH lewati $2.000 terdorong reli pasar kripto.
  • Whale borong ETH, termasuk transaksi senilai $14,5 Juta.
  • Coinbase Premium Index positif pertama kali sejak Januari.

Baca juga: Riset Kripto 16-19 Feb 2026: Ketidakpastian Global: Kapan Berakhir?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Koreksi Dalam, Pola 2019 Terulang: Awal Reli Baru?

Investor Bitcoin berbasis on-chain saat ini mengalami tekanan terberat sepanjang siklus koreksi berjalan. Data menunjukkan trader $BTC mencatat realisasi kerugian terbesar dalam fase penurunan kali ini, seiring harga yang terus melemah dalam beberapa pekan terakhir.

Bitcoin diperdagangkan di kisaran $67.375 dengan penurunan sekitar 2,8% dalam 24 jam terakhir. Dalam 30 hari, harga telah terkoreksi hampir 25%, sementara dalam 90 hari terakhir turun lebih dari 26%. Kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di sekitar $1,34 triliun, dengan volume perdagangan harian mendekati $48 miliar.

Tekanan ini mendorong banyak investor ritel keluar dari pasar setelah mengalami kerugian signifikan.

Ritel Menyerah, Whale Justru Agresif Akumulasi

Di tengah meningkatnya kerugian, data menunjukkan investor ritel mulai meninggalkan pasar. Fenomena ini biasanya ditandai dengan menurunnya partisipasi alamat kecil serta meningkatnya realisasi kerugian jangka pendek.

Namun, kondisi tersebut justru berbanding terbalik dengan perilaku whale. Pemegang besar Bitcoin dilaporkan terus meningkatkan akumulasi, bahkan dengan intensitas yang lebih tinggi dibandingkan fase sebelumnya.

Perbedaan perilaku ini memperlihatkan kontras antara kepanikan ritel dan strategi jangka panjang investor besar yang memanfaatkan koreksi sebagai peluang akumulasi.

Koreksi, Bukan Bear Market?

Dilaporkan Crypto Quant, sejumlah analis menilai kondisi saat ini lebih mencerminkan fase koreksi dibandingkan awal bear market baru. Tingkat kerugian on-chain yang terjadi disebut-sebut mirip dengan situasi November 2019.

Pada periode tersebut, Bitcoin mengalami tekanan signifikan sebelum akhirnya memulai fase kenaikan besar pada tahun berikutnya. Pola historis ini menjadi dasar optimisme sebagian pelaku pasar bahwa fase saat ini bisa menjadi fondasi untuk pergerakan lebih tinggi.

Apa Selanjutnya untuk BTC?

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 26 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 26 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dengan suplai beredar sekitar 20 juta BTC dari total maksimum 21 juta, struktur fundamental Bitcoin tetap relatif terbatas. Namun dalam jangka pendek, volatilitas masih berpotensi berlanjut, terutama jika tekanan jual dari investor jangka pendek belum mereda sepenuhnya.

Jika pola historis terulang, fase kapitulasi ritel dan akumulasi whale dapat menjadi titik transisi menuju siklus pemulihan berikutnya. Meski demikian, arah harga selanjutnya akan sangat bergantung pada stabilitas sentimen pasar global dan arus likuiditas yang masuk kembali ke aset berisiko seperti kripto.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini bukan Bear Market, tapi koreksi sehat yang ekstrem. Kapitulasi retail adalah bahan bakar buat kenaikan berikutnya.

“Whales yang terus akumulasi di tengah kerugian retail menunjukkan adanya perpindahan aset dari ‘tangan lemah’ ke ‘tangan kuat’. G-Protocol Filter: Retail nangis, paus kenyang. Sejarah 2019 bakal terulang kalau paus nggak berhenti makan,” jelasnya.

Baca juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melejit 4,28% ke $68.206


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com