Tag Archives: aset kripto

Rocket Pool Perkuat Utilitas RPL dan Efisiensi Staking Ethereum

Protokol liquid staking terdesentralisasi Rocket Pool resmi mengaktifkan upgrade besar bertajuk Saturn One, yang membawa perubahan signifikan pada model ekonomi token dan infrastruktur validatornya.

Menurut laporan Coinmarketcal, pembaruan ini mencakup fitur fee switch untuk pemegang RPL, peluncuran validator 4 ETH, fitur MEGAPOOLS, serta peningkatan pada rETH.

Langkah ini dipandang sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat fundamental token RPL sekaligus meningkatkan daya saing Rocket Pool dalam ekosistem staking Ethereum.

Baca Juga: Rocket Pool Naik 21%, Alternatif Staking Ethereum Kembali Panas

Fee Switch: RPL Kini Punya Akrual Nilai Lebih Jelas

Salah satu fitur paling disorot dalam upgrade Saturn One adalah aktivasi fee switch. Melalui mekanisme ini, sebagian pendapatan protokol dapat dialokasikan kepada pemegang RPL.

Secara fundamental, ini mengubah narasi RPL dari sekadar token utilitas menjadi aset dengan potensi yield berbasis performa protokol. Jika pendapatan dan aktivitas staking meningkat, distribusi nilai kepada pemegang token juga berpotensi ikut terdongkrak.

Namun demikian, pasar kripto kerap menunjukkan pola buy-the-rumor, sell-the-news saat upgrade besar dirilis. Artinya, volatilitas harga jangka pendek tetap perlu diantisipasi meskipun fundamental membaik.

Validator 4 ETH: Hambatan Masuk Semakin Rendah

Inovasi penting lainnya adalah pengenalan validator dengan kebutuhan modal hanya 4 ETH. Sebelumnya, model staking tradisional Ethereum mengharuskan 32 ETH untuk menjalankan validator secara mandiri.

Dengan skema baru ini, Rocket Pool menurunkan hambatan masuk bagi operator node, sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan modal.

Model ini berpotensi mendorong partisipasi validator baru, memperkuat desentralisasi jaringan, dan Meningkatkan daya tarik staking non-kustodial

Jika adopsi validator 4 ETH tumbuh pesat, Rocket Pool dapat memperluas pangsa pasarnya di sektor liquid staking.

MEGAPOOLS dan Optimalisasi rETH

Pergerakan harga Rocket Pool (RPL/USDT) pada Kamis, 19 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Rocket Pool (RPL/USDT) pada Kamis, 19 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Upgrade Saturn One juga menghadirkan fitur MEGAPOOLS yang dirancang untuk meningkatkan skalabilitas dan manajemen likuiditas protokol.

Dengan sistem yang lebih efisien, pengelolaan dana staking menjadi lebih optimal.

Selain itu, pembaruan pada rETH bertujuan meningkatkan stabilitas mekanisme minting dan redemption.

rETH sendiri merupakan token liquid staking yang memungkinkan pengguna tetap memperoleh likuiditas sambil mendapatkan reward staking.

Peningkatan ini penting karena sektor liquid staking semakin kompetitif, dan efisiensi produk menjadi faktor kunci dalam mempertahankan pengguna.

“Secara fundamental, fee switch memberikan utilitas riil bagi RPL sebagai aset penghasil yield. Namun, narasi upgrade terbesar sering kali memicu dinamika buy-the-rumor/sell-the-news. Jika TVL dan pendapatan protokol meningkat pasca-upgrade, ini akan menjadi katalis bullish jangka panjang yang solid,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Dampak Terhadap Harga dan Sentimen Pasar

Dari sisi pasar, dampak upgrade Saturn One terhadap harga RPL akan sangat dipengaruhi oleh data fundamental pasca-implementasi.

Beberapa indikator yang perlu dipantau antara lain Total Value Locked (TVL), jumlah validator aktif, pendapatan protokol, hingga pertumbuhan suplai dan permintaan rETH.

Jika metrik tersebut menunjukkan tren naik yang konsisten, narasi bullish dapat terbentuk secara lebih solid. Sebaliknya, jika aktivitas tidak meningkat signifikan, reli harga berisiko terkoreksi.

Posisi Rocket Pool di Industri Staking

Sektor liquid staking Ethereum menjadi salah satu pilar penting dalam ekosistem DeFi.

Seiring meningkatnya jumlah ETH yang di-stake, kebutuhan akan solusi staking terdesentralisasi semakin relevan.

Rocket Pool dikenal dengan model non-kustodial yang lebih terbuka dibanding beberapa platform staking terpusat.

Dengan Saturn One, proyek ini mempertegas komitmennya terhadap desentralisasi dan inovasi berkelanjutan.

Upgrade ini bukan sekadar pembaruan teknis, tetapi juga perombakan ekonomi token yang berpotensi memperkuat nilai jangka panjang RPL.

Baca Juga: RPL Rocket Pool Melonjak 30%, TVL Naik 43%: Siap Tembus $10?

Peluncuran Saturn One menjadi momen krusial bagi Rocket Pool. Fee switch memperkenalkan model akrual nilai yang lebih konkret bagi RPL, sementara validator 4 ETH meningkatkan efisiensi dan inklusivitas staking.

Meski volatilitas jangka pendek tetap mungkin terjadi, keberhasilan upgrade ini pada akhirnya akan diukur dari pertumbuhan TVL, pendapatan, dan adopsi validator baru.

Jika data on-chain mendukung, Saturn One dapat menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang bagi Rocket Pool dalam lanskap liquid staking Ethereum yang semakin matang dan kompetitif.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

VeChain Builders Gelar Diskusi Fokus Networking dan Update Ekosistem

Komunitas pengembang VeChain kembali menggelar acara Monthly Builders Space melalui platform X Spaces, seperti yang dilaporkan Coinmarketcal pada Kamis (19/2).

Agenda rutin ini menjadi wadah bagi para developer yang membangun di atas jaringan VeChain untuk memaparkan perkembangan proyek, berbagi pembaruan teknis, serta memperluas jaringan kolaborasi di dalam ekosistem.

Acara ini difokuskan pada diskusi komunitas, transparansi progres pembangunan, dan penguatan koneksi antar-builder.

Namun, pertanyaannya: apakah forum rutin seperti ini mampu menjadi katalis signifikan bagi harga token VET?

Baca Juga: VeChain Mulai Voting Tata Kelola di VeBetterDAO: Sinyal Kenaikan Harga?

Forum Komunitas dan Transparansi Ekosistem

Monthly Builders Space merupakan bagian dari strategi VeChain dalam menjaga komunikasi terbuka antara tim inti, pengembang, dan komunitas.

Dalam sesi ini, berbagai proyek yang dibangun di atas jaringan VeChain mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan roadmap terbaru.

Selain itu, pengembang juga diperkenankan untuk menyampaikan pencapaian teknis, membahas tantangan pengembangan, hingga menjalin kolaborasi lintas proyek.

Pendekatan ini memperkuat fondasi komunitas dan memperlihatkan aktivitas pembangunan yang sedang berlangsung di jaringan.

Dalam industri blockchain, transparansi seperti ini sering kali dianggap penting untuk membangun kepercayaan investor dan pengguna.

Namun demikian, dari perspektif pasar, tidak semua aktivitas komunitas memiliki dampak langsung terhadap pergerakan harga.

Dampak Terhadap Harga VET

Menurut Tim Research Tokocrypto, acara seperti ini lebih bersifat administratif dan pemasaran dibandingkan katalis fundamental yang kuat.

“Acara ini lebih bersifat administratif dan pemasaran (networking) daripada katalis harga yang kuat. Tanpa adanya pengumuman kemitraan besar atau upgrade teknis yang mengejutkan, pasar cenderung melihat ini sebagai ‘noise’ rutin dengan dampak minimal pada volume perdagangan,” kata Tim Research Tokocrypto.

Pandangan ini mencerminkan realitas pasar kripto yang sangat reaktif terhadap berita besar, seperti integrasi korporasi skala global, pembaruan protokol besar, atau inovasi teknis signifikan.

Sementara diskusi komunitas penting untuk keberlanjutan jangka panjang, trader jangka pendek cenderung mencari katalis yang lebih konkret dan berdampak langsung terhadap permintaan token.

VeChain dan Posisi di Ekosistem Blockchain

Sebagai blockchain yang berfokus pada solusi enterprise dan manajemen rantai pasok, VeChain telah lama memposisikan diri sebagai jembatan antara dunia bisnis tradisional dan teknologi terdesentralisasi.

Model ini membuat aktivitas pembangunan berkelanjutan menjadi krusial. Acara seperti Monthly Builders Space menunjukkan bahwa pengembangan tetap berjalan aktif.

Namun, tanpa pengumuman seperti kemitraan korporasi baru, integrasi dengan perusahaan multinasional, upgrade protokol besar, dan inovasi tokenomics, pasar kemungkinan tidak akan memberikan respons harga yang signifikan.

Networking: Fondasi Jangka Panjang

Meski dampak jangka pendek terhadap harga terbatas, efek jangka panjang tidak bisa diabaikan sepenuhnya.

Networking antar-builder berpotensi melahirkan kolaborasi baru, aplikasi inovatif, serta peningkatan utilitas jaringan.

Ekosistem yang aktif dan solid sering kali menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan nilai jangka panjang.

Investor fundamental biasanya memperhatikan aktivitas GitHub, jumlah developer aktif, pertumbuhan proyek baru, dan engagement komunitas.

Jika diskusi rutin ini menghasilkan pengembangan nyata yang meningkatkan utilitas jaringan, dampaknya bisa terasa dalam jangka menengah hingga panjang.

Risiko Overhype dan “Event Fatigue”

Dalam industri kripto, terlalu seringnya acara komunitas tanpa pengumuman besar dapat memicu apa yang disebut sebagai “event fatigue”.

Pasar menjadi kebal terhadap acara rutin dan hanya merespons kejutan besar.

Trader yang mengharapkan lonjakan harga dari setiap event komunitas berisiko kecewa apabila tidak ada katalis nyata yang diumumkan.

Baca Juga: VET Masih Merah di $0,0077! VeChain Gelar Voting Governance

Monthly Builders Space VeChain merupakan inisiatif penting untuk menjaga transparansi, komunikasi, dan kolaborasi dalam ekosistem.

Dari sisi fundamental, langkah ini mencerminkan komitmen pembangunan jangka panjang.

Namun, seperti disampaikan Tim Research Tokocrypto, tanpa pengumuman besar atau upgrade signifikan, pasar cenderung menganggap acara ini sebagai aktivitas rutin dengan dampak terbatas terhadap harga VET.

Bagi investor, pendekatan terbaik adalah membedakan antara event komunitas dan katalis fundamental yang benar-benar mampu mengubah dinamika permintaan token.

Networking mungkin tidak langsung menggerakkan harga hari ini, tetapi bisa menjadi fondasi pertumbuhan di masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Lemah ke $66.838, Tekanan Dominan

Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat di level $66.838,81 per BTC/USD, mengalami penurunan -1,12% dalam 24 jam terakhir, menurut laporan Tokocrypto pada Kamis (19/2).

Pelemahan ini memperpanjang tren koreksi jangka menengah, di tengah tekanan jual yang masih membayangi pasar kripto global.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar $1,336 triliun, Bitcoin tetap mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia.

Volume perdagangan 24 jam berada di kisaran $33,06 miliar, menunjukkan aktivitas pasar yang masih cukup tinggi meski momentum bullish belum kembali.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $67.447, Melemah 1,6%

Pergerakan Harga 24 Jam: Uji Support Baru

Dalam 24 jam terakhir, harga BTC bergerak di rentang antara $65.845,90 (terendah) dan level tertinggi $68.434,43.

Rentang ini menunjukkan volatilitas yang masih relatif terkendali dibandingkan periode koreksi tajam sebelumnya.

Namun, kegagalan bertahan di atas area $68.000 mempertegas bahwa tekanan jual masih dominan dalam jangka pendek.

Secara intraday, pergerakan 1 jam terakhir tercatat turun tipis -0,12%, menandakan pasar masih berada dalam fase konsolidasi setelah pelemahan harian.

Koreksi Bulanan Masih Dalam

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 19 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 19 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika melihat data historis:

  • 30 hari: -27,48%
  • 60 hari: -24,13%
  • 90 hari: -22,03%

Penurunan hampir 27% dalam sebulan terakhir menegaskan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase koreksi signifikan dari puncak harga sebelumnya.

Sebagai perbandingan, rekor harga tertinggi sepanjang masa (ATH) Bitcoin berada di $126.198,07, yang berarti harga saat ini masih terpaut cukup jauh dari level tersebut.

Kapitalisasi dan Struktur Pasokan

Bitcoin memiliki suplai beredar sekitar 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,20% dari total maksimum 21 juta BTC.

Struktur suplai yang terbatas ini menjadi salah satu fondasi utama narasi “digital gold” yang sering dikaitkan dengan Bitcoin.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Valuation/FDV) saat ini berada di kisaran $1,403 triliun, mencerminkan valuasi jika seluruh suplai maksimum telah beredar.

Dengan dominasi pasar yang masih tinggi, pergerakan Bitcoin tetap menjadi penentu utama arah pasar kripto secara keseluruhan.

Analisa Teknikal: Area Kritis yang Perlu Diperhatikan

Secara teknikal, beberapa level penting yang patut dicermati:

🔹 Support Kunci

  • Area $65.800 menjadi support terdekat berdasarkan low 24 jam.
  • Jika level ini ditembus, potensi penurunan dapat berlanjut menuju area psikologis $65.000 atau bahkan $63.000.

🔹 Resistance Terdekat

  • Resistance berada di sekitar $68.400 (high 24 jam).
  • Breakout di atas $68.500 berpotensi membuka ruang kenaikan kembali menuju $70.000.

Selama BTC masih bergerak di bawah area $70.000, bias jangka pendek cenderung netral hingga bearish ringan.

Sentimen Pasar: Konsolidasi atau Awal Tekanan Baru?

Volume perdagangan yang tetap di atas $33 miliar menunjukkan minat pasar belum surut sepenuhnya.

Namun, belum terlihat lonjakan volume signifikan yang mengindikasikan pembalikan tren (trend reversal).

Investor jangka pendek kemungkinan masih berhati-hati, menunggu konfirmasi arah yang lebih jelas.

Sementara itu, investor jangka panjang cenderung memanfaatkan fase koreksi sebagai area akumulasi bertahap.

Koreksi 30 hari yang mendekati 30% juga bisa dibaca sebagai fase “cooling down” setelah reli sebelumnya, bukan semata tanda pembalikan tren makro.

Prospek Jangka Pendek

Dalam beberapa hari ke depan, skenario yang mungkin terjadi:

  1. Skenario Konsolidasi: BTC bergerak di rentang $65.800–$68.500 sebelum menentukan arah baru.
  2. Skenario Bearish Lanjutan: Breakdown di bawah $65.800 memicu tekanan jual tambahan.
  3. Skenario Rebound: Breakout di atas $68.500 membuka peluang uji $70.000 kembali.

Kunci utama ada pada respons harga terhadap area support $65.800.

Baca Juga: Short Bitcoin Paling Ekstrem! Sinyal Reversal Besar Kembali Muncul?

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan tekanan jual masih mendominasi dengan pelemahan 1,12% dalam 24 jam terakhir.

Meski demikian, volume perdagangan tetap solid dan struktur suplai terbatas Bitcoin tetap menjadi fondasi fundamental yang kuat.

Investor disarankan untuk memperhatikan level support dan resistance kunci sebelum mengambil keputusan.

Dalam kondisi pasar yang masih fluktuatif, manajemen risiko dan strategi bertahap menjadi pendekatan yang lebih bijak.

Bitcoin mungkin sedang terkoreksi, namun perannya sebagai aset kripto nomor satu dunia tetap tak tergoyahkan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Terkoreksi ke $0,190, Ikuti Pelemahan Bitcoin

Harga Pi Network (PI) tercatat melemah 1,06% dalam 24 jam terakhir ke level $0,190, mengikuti tekanan yang terjadi di pasar kripto global.

Sebagaimana dilansir dari Coinmarketcap pada Kamis (19/2), penurunan ini terjadi bersamaan dengan koreksi yang dialami Bitcoin, yang turun sekitar 0,87% di tengah sentimen pasar yang masih berada dalam zona “Extreme Fear”.

Tidak terdapat katalis negatif spesifik dari ekosistem Pi. Pergerakan harga lebih mencerminkan arus risk-off yang melanda pasar aset digital secara keseluruhan.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 8% ke $0,188 Saat BTC Turun, Sinyal Altseason?

Pi Bergerak Seirama dengan Bitcoin

Kapitalisasi pasar kripto global turun sekitar 1,14% dalam 24 jam terakhir.

Pola ini menunjukkan bahwa altcoin, termasuk Pi, masih sangat bergantung pada arah Bitcoin sebagai market leader.

Dengan indeks Fear & Greed berada di level 11, investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko.

Dalam kondisi seperti ini, altcoin biasanya mengalami tekanan yang lebih besar atau setidaknya bergerak dengan volatilitas lebih tinggi dibanding BTC.

Penurunan PI yang relatif sejalan dengan BTC menunjukkan bahwa pergerakan ini bukan disebabkan oleh masalah internal proyek, melainkan tekanan eksternal yang bersifat makro.

Tidak Ada Katalis Proyek

Berbeda dengan fase reli sebelumnya yang dipicu oleh momentum komunitas dan ekspektasi pembaruan jaringan, kali ini tidak ditemukan pengumuman atau perkembangan signifikan dari Pi Network.

Volume perdagangan PI bahkan tercatat turun sekitar 6,34%, mengindikasikan tidak adanya aksi panic selling besar.

Hal ini memperkuat pandangan bahwa koreksi yang terjadi merupakan pullback teknikal normal setelah kenaikan signifikan dalam sepekan terakhir (+43,28%).

Artinya, struktur tren jangka pendek belum sepenuhnya rusak.

Analisa Teknikal: Level Penting yang Perlu Dipantau

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 19 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 19 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Secara teknikal, area $0,185 menjadi support jangka pendek yang krusial. Jika harga mampu bertahan di atas level ini, peluang konsolidasi tetap terbuka.

Sementara itu, resistance terdekat berada di kisaran $0,195–$0,20, yang juga menjadi area psikologis penting bagi pelaku pasar.

Beberapa skenario yang mungkin terjadi:

  • Bullish ringan: Jika Bitcoin stabil dan PI bertahan di atas $0,185, harga berpotensi kembali menguji $0,20.
  • Sideways: Konsolidasi di rentang $0,185–$0,195 jika volume tetap moderat.
  • Bearish lanjutan: Breakdown di bawah $0,185 dapat membuka ruang koreksi menuju $0,17.

Kunci utama tetap pada stabilitas Bitcoin, terutama di sekitar level Fibonacci 61,8% di kisaran $66.835. Jika BTC kehilangan support tersebut, tekanan terhadap altcoin berisiko meningkat.

Apakah Pi Bisa Decouple?

Salah satu pertanyaan penting adalah apakah PI mampu bergerak independen dari Bitcoin. Untuk saat ini, korelasi masih cukup tinggi.

Tanpa katalis fundamental baru atau lonjakan volume signifikan, peluang decoupling relatif kecil.

Agar PI bisa keluar dari bayang-bayang BTC, dibutuhkan peningkatan aktivitas jaringan, pengumuman besar dari tim inti, dan lonjakan volume di atas rata-rata mingguan.

Tanpa faktor-faktor tersebut, pergerakan harga PI kemungkinan besar tetap mengikuti dinamika pasar global.

Outlook Jangka Pendek

Secara keseluruhan, bias jangka pendek PI berada di zona netral hingga bearish ringan, bergantung pada arah Bitcoin dan sentimen makro.

Koreksi 1,06% dalam 24 jam terakhir masih tergolong moderat jika dibandingkan dengan kenaikan mingguan yang signifikan.

Hal ini menunjukkan bahwa pasar belum memasuki fase distribusi agresif. Namun, dalam kondisi sentimen “Extreme Fear”, volatilitas dapat meningkat sewaktu-waktu.

Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok 11% ke $0,170 Usai Reli 35%, Awal Koreksi?

Penurunan harga Pi Network ke $0,190 lebih dipicu oleh pelemahan pasar kripto secara luas daripada faktor internal proyek.

Selama support $0,185 bertahan dan Bitcoin mampu stabil, peluang konsolidasi sehat tetap terbuka.

Investor disarankan memantau pergerakan volume serta dinamika Bitcoin sebagai indikator utama arah selanjutnya.

Dalam situasi pasar yang sensitif terhadap sentimen, manajemen risiko tetap menjadi faktor terpenting dalam pengambilan keputusan investasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?

Suplai Ethereum (ETH) di Binance dilaporkan turun ke titik terendah sejak Agustus 2024.

Data on-chain terbaru menunjukkan berkurangnya cadangan ETH di bursa terbesar dunia tersebut, sebuah indikator yang kerap diasosiasikan dengan potensi tekanan jual yang melemah dan meningkatnya kecenderungan investor untuk menyimpan aset dalam jangka panjang.

Menurut laporan Cryptoquant pada Rabu (18/2), fenomena ini memicu optimisme baru di kalangan pelaku pasar, terutama di tengah konsolidasi harga ETH dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Juga: Ethereum Dihantam Likuidasi Terbesar Sejak 2021! Apa Dampaknya?

Apa Arti Penurunan Suplai ETH di Bursa?

Dalam analisis on-chain, suplai aset kripto yang tersimpan di bursa sering digunakan sebagai indikator sentimen pasar.

Ketika investor memindahkan aset mereka dari bursa ke dompet pribadi (self-custody), hal ini biasanya menandakan niat untuk menyimpan (holding) daripada menjual dalam waktu dekat.

Sebaliknya, peningkatan suplai di bursa umumnya mengindikasikan potensi tekanan jual karena aset lebih siap untuk diperdagangkan.

“Penurunan suplai bursa adalah indikator on-chain bullish klasik. Jika permintaan meningkat sementara suplai di bursa tetap rendah, ini menciptakan kelangkaan yang dapat memicu kenaikan harga,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Dengan suplai ETH di Binance kini berada di level terendah dalam hampir satu tahun, pasar mulai berspekulasi mengenai kemungkinan fase akumulasi yang lebih luas.

Binance Sebagai Barometer Likuiditas Global

Sebagai bursa kripto dengan volume perdagangan terbesar secara global, Binance sering dijadikan barometer likuiditas pasar.

Pergerakan suplai ETH di platform ini dapat mencerminkan dinamika yang lebih luas.

Penurunan cadangan di Binance bisa disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk aksi investor institusional yang memindahkan ETH ke cold wallet untuk penyimpanan jangka panjang.

Aktivitas staking meningkat, terutama pasca implementasi mekanisme proof-of-stake Ethereum. Hal ini memicu lonjakan penggunaan DeFi dan aplikasi layer-2 yang memerlukan pemindahan aset keluar dari bursa.

Dengan semakin berkembangnya ekosistem Ethereum, mulai dari staking hingga tokenisasi aset dunia nyata, permintaan terhadap ETH sebagai aset utilitas terus meningkat.

Efek Kelangkaan dan Dinamika Permintaan

Secara teori ekonomi, harga ditentukan oleh interaksi antara suplai dan permintaan.

Ketika suplai yang tersedia untuk diperdagangkan menurun sementara permintaan tetap atau meningkat, potensi kenaikan harga menjadi lebih besar.

Dalam konteks Ethereum, beberapa faktor yang berpotensi meningkatkan permintaan antara lain pertumbuhan sektor DeFi, peningkatan adopsi layer-2, integrasi Real World Assets (RWA), dan potensi arus masuk ETF berbasis ETH di beberapa yurisdiksi.

Jika tren penurunan suplai di bursa ini bertahan dan disertai peningkatan volume pembelian, skenario bullish dapat semakin kuat.

Apakah Ini Awal Fase Akumulasi?

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 18 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 18 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Penurunan suplai di bursa sering kali muncul menjelang fase kenaikan harga signifikan di siklus sebelumnya. Namun, penting untuk dicatat bahwa indikator on-chain tidak berdiri sendiri.

Faktor eksternal seperti kondisi makroekonomi, kebijakan suku bunga global, serta pergerakan Bitcoin masih memiliki pengaruh besar terhadap sentimen pasar secara keseluruhan.

Meskipun demikian, kombinasi antara suplai bursa yang menyusut dan fundamental jaringan yang terus berkembang memberikan dasar yang lebih solid bagi narasi bullish Ethereum dibanding sekadar spekulasi jangka pendek.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Meski indikator suplai menunjukkan sinyal positif, volatilitas pasar kripto tetap tinggi.

Lonjakan harga yang terlalu cepat tanpa dukungan volume yang kuat dapat memicu koreksi tajam. Selain itu, pergeseran suplai tidak selalu berarti pengurangan tekanan jual permanen.

Dalam kondisi pasar tertentu, investor bisa saja memindahkan aset kembali ke bursa untuk merealisasikan keuntungan.

Karena itu, investor disarankan untuk memantau kombinasi indikator lain seperti volume perdagangan, open interest derivatif, serta data arus masuk dan keluar bursa secara keseluruhan.

Baca Juga: Ethereum Masuk Opportunity Zone, Sinyal Rebound?

Turunnya suplai Ethereum di Binance ke level terendah sejak Agustus 2024 menjadi salah satu sinyal on-chain paling menarik dalam beberapa bulan terakhir.

Secara historis, kondisi ini kerap mendahului fase kenaikan harga, terutama jika diiringi peningkatan permintaan.

Apakah ini awal dari reli baru Ethereum? Jawabannya akan sangat bergantung pada keseimbangan suplai dan permintaan dalam beberapa pekan ke depan.

Namun satu hal jelas: indikator kelangkaan mulai menguat, dan pasar tengah mencermati setiap pergerakan ETH dengan lebih serius.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tren RWA: Altcoin Utilitas Mulai Mandiri dari Bitcoin

Kapitalisasi pasar sektor Real World Assets (RWA) di blockchain tercatat melonjak empat kali lipat sejak Februari 2023, menurut laporan Coin-Turk pada Rabu (18/2).

Pertumbuhan agresif ini mempertegas bahwa integrasi antara keuangan tradisional dan teknologi blockchain bukan lagi sekadar eksperimen, melainkan transformasi struktural yang sedang berlangsung.

Lonjakan tersebut juga memicu spekulasi bahwa sejumlah altcoin utilitas mulai menunjukkan tanda-tanda decoupling atau pelepasan korelasi dari Bitcoin, yang selama ini menjadi barometer utama pergerakan pasar kripto.

“Divergensi pasar semakin nyata; altcoin dengan fundamental kuat seperti Ethereum, Solana, dan Chainlink mulai mengukir narasi sendiri di luar volatilitas Bitcoin,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Baca Juga: Stablecoin vs Altcoin Apa Bedanya? Pelajari Perbedaannya Sebelum Membeli

RWA Jadi Motor Pertumbuhan Baru

RWA merujuk pada tokenisasi aset dunia nyata, seperti obligasi pemerintah, surat utang korporasi, saham, komoditas, hingga instrumen pasar uang—ke dalam bentuk token di blockchain.

Model ini memungkinkan penyelesaian transaksi yang lebih cepat, transparan, dan efisien dibanding sistem tradisional.

Sejak awal 2023, sektor ini mengalami pertumbuhan eksponensial.

Beberapa pendorong utama antara lain masuknya institusi besar ke pasar tokenisasi obligasi; permintaan terhadap produk yield berbasis aset riil; efisiensi settlement lintas negara; dan regulasi yang semakin jelas di sejumlah yurisdiksi.

Pertumbuhan empat kali lipat ini menandakan bahwa blockchain mulai berfungsi sebagai lapisan infrastruktur finansial, bukan sekadar instrumen spekulatif.

Ethereum, Solana, dan Chainlink Memimpin

Dalam ekosistem RWA, sejumlah jaringan blockchain dan infrastruktur pendukung memainkan peran krusial.

Ethereum menjadi platform dominan untuk penerbitan token berbasis RWA berkat kematangan smart contract dan ekosistem DeFi yang luas.

Solana menawarkan kecepatan tinggi dan biaya transaksi rendah, menjadikannya alternatif menarik untuk tokenisasi skala besar.

Sementara itu, Chainlink menyediakan layanan oracle yang menghubungkan data dunia nyata dengan smart contract—elemen penting dalam memastikan validitas aset yang ditokenisasi.

Ketiganya mulai menunjukkan pola pergerakan harga yang tidak selalu mengikuti arah Bitcoin, terutama saat terjadi arus masuk modal spesifik ke sektor RWA.

Tanda-Tanda Decoupling dari Bitcoin

Selama bertahun-tahun, altcoin cenderung bergerak selaras dengan Bitcoin. Namun, pertumbuhan utilitas riil melalui RWA membuka kemungkinan perubahan struktur pasar.

Beberapa indikator yang mendukung perubahan arah pasar menuju decoupling dapat dilihat dari aktivitas on-chain yang meningkat di jaringan layer-1 non-Bitcoin.

Penanda lainnya dipertegas dengan TVL (Total Value Locked) sektor RWA yang terus bertumbuh; arus modal institusional lebih terfokus pada use-case spesifik; hingga diversifikasi produk keuangan berbasis blockchain.

Jika tren ini berlanjut, altcoin dengan fundamental kuat berpotensi memiliki katalis pertumbuhan independen, terlepas dari volatilitas jangka pendek Bitcoin.

Implikasi bagi Investor Kripto

Lonjakan RWA menunjukkan bahwa pasar kripto mulai memasuki fase yang lebih matang dan berbasis utilitas nyata.

Investor kini dihadapkan pada dua pendekatan utama, yakni menjadikan Bitcoin sebagai aset lindung nilai digital dan indikator makro pasar; atau mengalokasikan sebagian portofolio ke altcoin utilitas yang mendapat manfaat langsung dari adopsi institusional.

Meski demikian, penting dicatat bahwa dalam kondisi pasar ekstrem, Bitcoin masih sering menjadi penggerak sentimen global.

Decoupling bukan berarti pemisahan total, melainkan pengurangan ketergantungan struktural.

Awal Era Baru Pasar Kripto?

Pertumbuhan RWA yang konsisten memperlihatkan bahwa integrasi TradFi dan blockchain semakin meluas.

Jika tren ini berlanjut, pasar kripto berpotensi mengalami pergeseran dari siklus spekulatif menuju siklus berbasis fundamental dan adopsi nyata.

Divergensi antara Bitcoin dan altcoin utilitas bisa menjadi ciri khas fase baru ini, di mana performa proyek ditentukan oleh utilitas, inovasi, dan arus modal institusional, bukan semata-mata sentimen makro.

Baca Juga: 5 Altcoin Terbaik dengan Utilitas Nyata Berdasarkan Pendapatan Jaringan

Kapitalisasi pasar RWA yang melonjak empat kali lipat sejak Februari 2023 menandai babak baru dalam evolusi industri kripto. Ethereum, Solana, dan Chainlink berada di garis depan transformasi ini.

Potensi decoupling dari Bitcoin semakin terbuka, terutama jika adopsi institusional terus meningkat.

Namun, investor tetap perlu mencermati dinamika makro dan pergerakan BTC sebagai indikator sentimen global.

Apakah ini awal siklus kripto berbasis fundamental? Pasar tampaknya mulai bergerak ke arah tersebut.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

MYX Finance Anjlok 70% dan Masuk Zona Oversold, Koreksi Berlanjut?

Token MYX Finance tengah menjadi sorotan pasar kripto setelah mengalami penurunan tajam lebih dari 70% sejak 8 Februari, menurut laporan BeInCrypto pada Rabu (18/2).

Penurunan agresif ini membawa MYX untuk pertama kalinya dalam sejarah ke wilayah oversold, sebuah kondisi teknikal yang sering kali diasosiasikan dengan potensi pantulan harga (rebound).

Namun, dinamika terbaru menunjukkan bahwa situasi MYX tidak sesederhana pola oversold klasik.

Data terbaru juga mengungkapkan bahwa korelasi MYX terhadap Bitcoin meningkat menjadi +0,47, menandakan bahwa pergerakan MYX kini semakin selaras dengan arah BTC yang saat ini cenderung stagnan dan lemah.

Baca Juga: 3 Altcoin Ini Potensi Listing di Binance pada Oktober 2025, Termasuk MYX dan MNT

MYX Tertekan 70%: Apa yang Terjadi?

Sejak awal Februari, tekanan jual terhadap MYX meningkat drastis.

Koreksi lebih dari 70% dalam waktu relatif singkat menunjukkan adanya distribusi besar-besaran, baik dari investor jangka pendek maupun spekulan yang keluar dari posisi mereka.

Masuknya MYX ke zona oversold berarti indikator momentum seperti RSI (Relative Strength Index) telah berada di bawah ambang batas normal (biasanya di bawah 30).

Dalam banyak kasus, kondisi ini sering diikuti oleh relief rally karena tekanan jual mulai jenuh. Namun, penting dicatat bahwa oversold tidak selalu berarti harga akan langsung berbalik arah.

Dalam tren bearish kuat, aset dapat bertahan di zona oversold dalam waktu yang lama sebelum benar-benar menemukan titik dasar (bottom).

Korelasi dengan Bitcoin Meningkat

Salah satu perkembangan penting adalah naiknya korelasi MYX dengan Bitcoin menjadi +0,47. Angka ini menunjukkan bahwa hampir setengah dari pergerakan MYX kini dipengaruhi oleh arah BTC.

Korelasi positif yang meningkat ini membawa implikasi ganda. Jika Bitcoin berhasil rebound, MYX berpotensi ikut terdorong naik. Namun jika Bitcoin tetap stagnan atau melemah, tekanan terhadap MYX bisa berlanjut.

Saat ini, Bitcoin sendiri masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah.

Hal ini membuat peluang rebound MYX menjadi lebih kompleks, karena katalis internal mungkin tidak cukup kuat tanpa dukungan pasar secara keseluruhan.

Level Kunci: $0,68 Jadi Penentu

Menurut analisis teknikal, MYX perlu merebut kembali level $0,68 untuk membatalkan narasi bearish yang saat ini mendominasi.

Level tersebut dipandang sebagai resistance penting sekaligus area psikologis yang dapat mengubah struktur tren jangka pendek.

Jika harga gagal menembus dan bertahan di atas $0,68, maka skenario bearish masih tetap dominan.

Dalam kondisi tersebut, potensi penurunan lanjutan tetap terbuka, terutama jika sentimen pasar kripto secara umum memburuk.

Sebaliknya, penembusan kuat disertai volume tinggi di atas level tersebut dapat menjadi sinyal awal pembalikan tren (trend reversal).

Oversold: Peluang atau Perangkap?

Dalam sejarah pasar kripto, zona oversold sering menjadi area akumulasi strategis bagi investor berani risiko tinggi.

Namun, perlu diingat bahwa MYX belum memiliki rekam jejak panjang untuk dijadikan referensi historis yang kuat.

Berbeda dengan aset mapan yang telah melalui beberapa siklus pasar, token yang relatif baru cenderung lebih rentan terhadap volatilitas ekstrem dan pergerakan spekulatif.

Selain itu, meningkatnya korelasi dengan Bitcoin menunjukkan bahwa faktor makro pasar kini lebih dominan dibanding faktor spesifik proyek MYX itu sendiri.

Prospek Jangka Pendek MYX

Dalam jangka pendek, arah MYX akan sangat bergantung pada dua faktor utama, yaitu pergerakan Bitcoin dan sentimen pasar kripto global; serta kemampuan harga mempertahankan area support terbaru dan merebut kembali level $0,68.

“Meskipun oversold biasanya memicu rebound, korelasi tinggi dengan Bitcoin yang lemah meningkatkan risiko penurunan lanjutan. MYX perlu merebut kembali level $0,68 untuk membatalkan narasi bearish, ” kata Tim Research Tokocrypto.

Jika BTC kembali menunjukkan kelemahan, MYX berisiko mengalami tekanan tambahan meskipun berada di zona oversold.

Namun, jika terjadi rotasi modal ke altcoin atau rebound pasar secara luas, MYX bisa menjadi salah satu token dengan potensi pantulan signifikan mengingat penurunannya yang sangat dalam.

Baca Juga: 5 Token IDO Teratas di Binance Wallet: MYX Finance Meroket 66%

MYX Finance kini berada di persimpangan penting. Penurunan 70% sejak 8 Februari membawa token ini ke wilayah oversold untuk pertama kalinya, membuka peluang rebound teknikal.

Namun, meningkatnya korelasi dengan Bitcoin yang sedang lemah meningkatkan risiko penurunan lanjutan. Level $0,68 menjadi batas krusial untuk membatalkan skenario bearish.

Investor dan trader disarankan untuk memperhatikan volume perdagangan, pergerakan Bitcoin, serta respons harga di sekitar resistance kunci sebelum mengambil keputusan, mengingat volatilitas MYX yang masih sangat tinggi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $67.447, Melemah 1,6%

Harga Bitcoin (BTC) kembali berada di zona merah, menurut laporan Tokocrypto pada Rabu (18/2).

Berdasarkan data terbaru, harga Bitcoin hari ini tercatat di level $67.447,48 per BTC, turun sekitar 1,6% dalam 24 jam terakhir.

Koreksi ini memperpanjang tekanan jangka pendek yang masih membayangi aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia tersebut.

Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,348 miliar dengan volume perdagangan 24 jam mencapai $33,67 miliar.

Sementara itu, jumlah suplai beredar tercatat sebesar 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,20% dari total maksimum suplai 21 juta BTC.

Baca Juga: Short Bitcoin Paling Ekstrem! Sinyal Reversal Besar Kembali Muncul?

Pergerakan Harga 24 Jam: BTC Bergerak Fluktuatif

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin sempat menyentuh level tertinggi di $68.660,40 sebelum akhirnya terkoreksi ke area terendah harian di $66.615,28.

Saat ini, harga bergerak relatif stabil di kisaran $67 ribu setelah sempat mencatat kenaikan tipis 0,42% dalam satu jam terakhir.

Namun, secara keseluruhan tren jangka pendek masih menunjukkan tekanan bearish ringan.

Dalam tujuh hari terakhir, BTC turun sekitar 1,1%, mengindikasikan belum adanya momentum kuat untuk pembalikan arah secara signifikan.

Tekanan Bulanan Masih Signifikan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 18 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 18 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika dilihat dalam perspektif yang lebih luas, performa Bitcoin dalam 30 hingga 90 hari terakhir menunjukkan koreksi yang cukup dalam:

  • 30 hari: turun 27,02%
  • 60 hari: turun 23,51%
  • 90 hari: turun 26,90%

Penurunan bulanan yang cukup besar ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi atau koreksi setelah reli besar sebelumnya.

Meskipun begitu, Bitcoin tetap mempertahankan statusnya sebagai aset kripto paling dominan dengan posisi peringkat #1 berdasarkan kapitalisasi pasar.

Kapitalisasi Pasar dan Likuiditas Masih Solid

Meski mengalami tekanan harga, fundamental pasar Bitcoin masih terbilang kuat dari sisi likuiditas. Volume perdagangan harian di atas $33 miliar menunjukkan aktivitas pasar tetap tinggi.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Valuation/FDV) saat ini berada di angka $1,417 triliun, mencerminkan potensi valuasi maksimal jika seluruh 21 juta BTC telah beredar.

Dengan suplai yang semakin mendekati batas maksimal, narasi kelangkaan (scarcity narrative) Bitcoin tetap menjadi salah satu faktor jangka panjang yang menopang optimisme investor institusional maupun ritel.

Analisa Teknikal: Area Kunci yang Perlu Dipantau

Secara teknikal, area $66.600 menjadi support jangka pendek yang krusial karena menjadi titik terendah dalam 24 jam terakhir.

Jika level ini berhasil dipertahankan, Bitcoin berpotensi kembali mencoba menembus resistance di area $68.600 hingga $70.000.

Namun, apabila tekanan jual berlanjut dan harga turun di bawah $66.600, maka potensi koreksi lebih dalam ke area psikologis $65.000 terbuka lebar.

Pergerakan 1 jam terakhir yang menunjukkan kenaikan tipis bisa menjadi sinyal awal stabilisasi, tetapi konfirmasi tren baru tetap membutuhkan peningkatan volume beli yang lebih signifikan.

Sentimen Pasar dan Outlook Jangka Pendek

Perlu diketahui, kondisi pasar kripto saat ini masih cenderung berhati-hati.

Investor tampak menunggu katalis baru, baik dari sisi makroekonomi global, kebijakan suku bunga, maupun arus dana institusional melalui ETF dan instrumen investasi lainnya.

Dalam jangka pendek, pergerakan Bitcoin kemungkinan masih akan bergerak sideways di rentang $66.000–$69.000 sambil mencari arah yang lebih jelas.

Bagi trader jangka pendek, volatilitas ini bisa menjadi peluang trading, sementara bagi investor jangka panjang, fase koreksi seperti ini sering dipandang sebagai periode akumulasi strategis.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun 2,3% ke $68.685, Ada Apa?

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin berada di level $67.447 dengan koreksi 1,6% dalam 24 jam terakhir.

Meski tekanan jangka pendek masih terasa, likuiditas pasar tetap kuat dan fundamental suplai terbatas terus menjadi daya tarik utama.

Level support di $66.600 dan resistance di sekitar $68.600–$70.000 menjadi area penting yang perlu dipantau.

Arah pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada sentimen pasar global dan arus modal ke sektor kripto.

Investor disarankan tetap mengelola risiko dengan bijak, mengingat volatilitas Bitcoin yang masih relatif tinggi dalam beberapa bulan terakhir.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Naik 8% ke $0,188 Saat BTC Turun, Sinyal Altseason?

Harga Pi Network (PI) hari ini mencatatkan kenaikan signifikan dalam 24 jam terakhir, melonjak 8,31% ke level $0,188.

Kenaikan ini terbilang impresif karena terjadi di tengah tekanan pasar kripto yang lebih luas, di mana Bitcoin (BTC) justru terkoreksi 2,12% dan total kapitalisasi pasar kripto turun sekitar 1,6%.

Pergerakan yang berlawanan arah dengan Bitcoin ini menunjukkan bahwa PI sedang mencetak “alpha,” istilah yang digunakan untuk menggambarkan performa aset yang mengungguli pasar secara keseluruhan. Lantas, apa yang mendorong reli ini?

Baca Juga: Harga Pi Network Melejit 27%, Tembus $0,195! Picu Euforia Baru?

Rotasi Modal ke Altcoin Jadi Pendorong Utama

Kenaikan harga Pi Network kali ini bukan didorong oleh kabar fundamental spesifik dari proyeknya, melainkan oleh dinamika makro pasar kripto: rotasi modal dari Bitcoin ke altcoin.

Indikator Altcoin Season Index dari CoinMarketCap tercatat naik 8,82% dalam 24 jam terakhir dan melonjak 32,14% dalam sepekan.

Kenaikan indeks ini mengindikasikan bahwa semakin banyak altcoin yang mengungguli Bitcoin dalam periode tertentu, sebuah ciri klasik fase awal “altcoin season”.

Ketika investor mulai mencari imbal hasil lebih tinggi di luar Bitcoin, altcoin dengan volatilitas dan potensi spekulatif tinggi seperti Pi Network sering kali menjadi sasaran utama.

Artinya, reli PI lebih mencerminkan perubahan sentimen risiko (risk-on) di kalangan trader dibandingkan adanya pembaruan fundamental besar dari jaringan tersebut.

Volume Perdagangan Naik 18%, Konfirmasi Minat Beli

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 18 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 18 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Di sisi lain, kenaikan harga PI juga didukung oleh lonjakan volume perdagangan harian sebesar 18,09% menjadi $26,9 juta.

Peningkatan volume ini penting karena memberikan validasi bahwa kenaikan harga didorong oleh aktivitas beli yang nyata, bukan sekadar pergerakan tipis akibat likuiditas rendah.

Selain itu, Coinmarketcap mencatat bahwa dalam sepekan terakhir PI telah mencatatkan kenaikan impresif sebesar 36,56%.

Momentum mingguan yang kuat ini menunjukkan bahwa reli saat ini kemungkinan merupakan kelanjutan tren naik jangka pendek, bukan hanya short squeeze sesaat.

Secara teknikal, struktur harga menunjukkan bahwa level $0,17 kini menjadi area support krusial. Level ini sebelumnya berfungsi sebagai zona konsolidasi sebelum harga melanjutkan kenaikan.

Prospek Jangka Pendek: Uji Resistance $0,20

Dalam jangka pendek, arah pergerakan PI sangat bergantung pada dua faktor utama, yakni keberlanjutan rotasi modal ke altcoin dan kemampuan harga bertahan di atas support $0,17.

Jika rotasi ke altcoin terus berlanjut dan sentimen pasar tetap risk-on, maka PI berpotensi menguji ulang resistance psikologis di kisaran $0,20.

Level ini menjadi target terdekat yang akan menentukan apakah reli bisa berlanjut ke fase kenaikan berikutnya.

Namun, jika harga gagal mempertahankan support $0,17, maka risiko koreksi ke area $0,16 terbuka lebar.

Koreksi tersebut bisa semakin dalam apabila Bitcoin kembali melemah tajam atau Altcoin Season Index berbalik turun.

Risiko: Ketergantungan pada Sentimen Makro

Meski pergerakan PI terlihat bullish, perlu dicatat bahwa reli ini sangat bergantung pada dinamika makro pasar kripto, bukan pada katalis internal proyek.

Jika Bitcoin kembali menguat dan menarik likuiditas dari altcoin, atau jika sentimen pasar berubah menjadi risk-off, maka altcoin dengan volatilitas tinggi seperti PI berpotensi mengalami koreksi lebih tajam.

Dalam fase rotasi modal, aset yang naik cepat juga cenderung terkoreksi cepat ketika arus dana berbalik arah.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik ke $0,176, Upgrade Jaringan dan Ultah Mainnet

Kenaikan harga Pi Network sebesar 8,31% ke $0,188 mencerminkan kuatnya arus rotasi modal ke altcoin di tengah pelemahan Bitcoin.

Lonjakan volume 18% dan momentum mingguan +36,56% memperkuat struktur bullish jangka pendek.

Namun, reli ini bersifat kondisional. Selama harga mampu bertahan di atas $0,17 dan Altcoin Season Index terus meningkat, peluang uji resistance $0,20 tetap terbuka. Sebaliknya, kehilangan support kunci bisa memicu koreksi ke area $0,16.

Bagi trader dan investor, fokus utama saat ini adalah memantau kekuatan rotasi altcoin dan dinamika Bitcoin, karena dua faktor tersebut akan menentukan apakah reli Pi Network berlanjut atau justru mulai kehilangan tenaga.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Standard Chartered Perluas Layanan Kripto, Mitra Likuiditas Institusi

Standard Chartered dan B2C2 resmi menjalin kemitraan strategis untuk memperluas akses investor institusional ke pasar kripto. Kolaborasi ini menggabungkan infrastruktur perbankan global milik Standard Chartered dengan likuiditas aset digital dari B2C2 di pasar spot dan opsi.

Dilaporkan Bitcoin Magazine, dalam kerja sama tersebut, B2C2 akan memberikan klien institusionalnya, termasuk manajer aset, hedge fund, perusahaan korporasi, hingga family office—akses langsung ke jaringan perbankan dan layanan penyelesaian (settlement) milik Standard Chartered. Integrasi ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang lebih efisien dengan menggabungkan layanan perbankan teregulasi dan likuiditas kripto tingkat institusi.

Langkah ini mencerminkan tren adopsi institusional terhadap aset digital yang semakin meningkat, khususnya di kawasan Asia. Seiring bertambahnya permintaan terhadap akses kripto yang teregulasi, kemitraan antara bank besar dan perusahaan aset digital dinilai mampu mengurangi hambatan transaksi fiat-ke-kripto serta mempercepat proses penyelesaian.

Baca Juga: Standard Chartered Peringatkan Bitcoin Bisa Anjlok ke $50.000!

Luke Boland, Head of Fintech Asia di Standard Chartered, menyebut kolaborasi ini memungkinkan konektivitas pasar yang teregulasi dan terukur tanpa mengorbankan eksekusi maupun manajemen risiko. Sementara itu, CEO Grup B2C2 Thomas Restout menilai jangkauan global dan kredibilitas regulasi Standard Chartered menjadikannya mitra strategis ideal untuk memperluas akses institusi ke pasar digital.

Melalui kemitraan ini, investor institusional dapat mengelola transaksi fiat dan aset digital secara lebih efisien dalam satu ekosistem yang terintegrasi. B2C2 sendiri dikenal sebagai penyedia likuiditas kripto bagi institusi global, sedangkan Standard Chartered memiliki jaringan kuat di Asia, Eropa, dan Timur Tengah dalam layanan transaksi lintas negara dan akses pasar.

Sebelumnya pada Mei 2025, Standard Chartered mengumumkan ekspansi layanan aset digital teregulasi untuk klien institusional. Bank tersebut kini telah meluncurkan perdagangan spot Bitcoin melalui cabang Inggrisnya, terintegrasi dengan platform FX yang ada serta menawarkan fleksibilitas dalam settlement dan kustodian.

Kemitraan terbaru ini dinilai memperkuat jembatan antara keuangan tradisional dan pasar kripto, sekaligus menegaskan posisi aset digital yang semakin terintegrasi dalam sistem keuangan arus utama.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kolaborasi ini memperdalam jembatan antara perbankan tradisional (TradFi) dan pasar kripto, memberikan jalur masuk yang aman dan teregulasi (regulated on-ramp) bagi institusi besar yang sebelumnya ragu karena masalah likuiditas dan kepatuhan.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com