Tag Archives: aset kripto

Aptos Usulkan Hard Cap 2,1 Miliar APT dan Gas Fee Naik 10x

Blockchain layer-1 Aptos mengajukan proposal pembaruan tokenomics besar-besaran yang berpotensi mengubah struktur ekonomi jaringannya.

Menurut laporan Coincu pada Sabtu (21/2), proposal tersebut mencakup penetapan batas suplai keras (hard cap) sebesar 2,1 miliar APT, kenaikan biaya gas hingga 10 kali lipat, penurunan imbal hasil staking menjadi sekitar 2,6% per tahun, serta rencana pembelian kembali token (buyback) dari pasar.

Langkah ini menandai pergeseran strategi Aptos dari model berbasis subsidi emisi menuju pendekatan yang lebih menekankan kelangkaan dan performa jaringan.

Baca Juga: Token Kripto Aptos (APT) Capai Harga Tertinggi Sepanjang Masa

Hard Cap untuk Kendalikan Inflasi

Salah satu poin utama dalam proposal ini adalah penerapan hard cap 2,1 miliar APT.

Selama ini, suplai APT bersifat inflasioner melalui distribusi imbalan staking dan insentif ekosistem.

Dengan batas maksimal suplai, Aptos berupaya memberikan kepastian terhadap potensi dilusi di masa depan.

Hard cap menjadi elemen penting dalam membangun narasi kelangkaan, terutama di tengah persaingan blockchain layer-1 yang semakin kompetitif.

Mekanisme Burn Mirip EIP-1559

Proposal ini juga memperkenalkan mekanisme pembakaran biaya gas yang mirip dengan sistem yang diperkenalkan oleh Ethereum melalui EIP-1559.

Dalam skema tersebut, sebagian biaya transaksi akan dibakar secara permanen, sehingga mengurangi suplai token yang beredar.

Dengan throughput jaringan Aptos yang tinggi, mekanisme ini berpotensi menciptakan tekanan deflasi jika aktivitas transaksi meningkat.

Kenaikan biaya gas sebesar 10x menjadi bagian dari strategi ini.

Meski terdengar signifikan, basis biaya Aptos sebelumnya sangat rendah, sehingga transaksi tetap tergolong terjangkau bagi pengguna.

Staking Reward Turun ke 2,6%

Sebagai bagian dari restrukturisasi ekonomi, imbal hasil staking akan diturunkan menjadi sekitar 2,6% per tahun.

Penyesuaian ini bertujuan mengurangi tekanan inflasi dari distribusi emisi token.

Model sebelumnya yang menawarkan reward lebih tinggi efektif untuk menarik partisipasi awal. Namun dalam jangka panjang, emisi besar dapat menciptakan tekanan jual berkelanjutan di pasar.

Dengan reward yang lebih rendah, Aptos berusaha menyeimbangkan antara keamanan jaringan dan stabilitas harga token.

Tambahan Buyback Pasar

Selain mekanisme burn berbasis gas, Aptos juga merencanakan program buyback token APT dari pasar terbuka.

Strategi ini dapat menciptakan permintaan langsung terhadap token dan memperkuat sentimen positif di kalangan investor.

Buyback sering dipandang sebagai bentuk komitmen jangka panjang terhadap nilai token, meski efektivitasnya sangat bergantung pada konsistensi implementasi dan kondisi pasar kripto secara keseluruhan.

Bergantung pada Pertumbuhan Throughput

Pergerakan harga Aptos (APT/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Aptos (APT/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa keberhasilan model tokenomics baru ini sangat bergantung pada pertumbuhan penggunaan jaringan.

“Aptos mencoba beralih dari model subsidi emisi menuju kelangkaan berbasis performa jaringan. Meskipun biaya gas naik 10x, basis awalnya yang sangat rendah membuat transaksi tetap terjangkau. Keberhasilan model deflasi ini sepenuhnya bergantung pada apakah pertumbuhan throughput jaringan mampu melampaui laju emisi tahunan,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Artinya, jika volume transaksi dan adopsi aplikasi di jaringan Aptos meningkat signifikan, pembakaran token bisa melampaui distribusi emisi dan menciptakan efek deflasi bersih.

Sebaliknya, jika aktivitas stagnan, tekanan inflasi tetap berpotensi terjadi meskipun reward staking telah diturunkan.

Baca Juga: Wyoming Pilih Solana dan Aptos Sebagai Kandidat Stablecoin

Ujian Baru bagi Aptos

Proposal ini hadir di tengah ketatnya persaingan antar blockchain layer-1 dalam menarik developer dan likuiditas.

Dengan model ekonomi yang lebih disiplin dan berorientasi pada kelangkaan, Aptos berupaya memperkuat daya tarik jangka panjangnya.

Jika disetujui oleh komunitas, pembaruan tokenomics ini dapat menjadi titik balik penting bagi Aptos, sekaligus menjadi eksperimen besar apakah model deflasi berbasis performa jaringan mampu menjadi standar baru di industri blockchain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Bertahan di $67.822, Rebound Tipis

Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat berada di level $67.822,84 per BTC, mencatat kenaikan sekitar +0,93% dalam 24 jam terakhir.

Meski menunjukkan penguatan harian, BTC masih berada dalam tekanan jika melihat performa jangka menengah, terutama dalam periode 30 hingga 90 hari terakhir.

Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini mencapai $1.356 miliar (sekitar $1,35 triliun), dengan volume perdagangan 24 jam sebesar $46,32 miliar, menurut laporan Tokocrypto pada Sabtu (21/2).

Jumlah suplai beredar tercatat sebanyak 19,99 juta BTC, mendekati batas maksimum suplai tetap sebesar 21 juta BTC.

Baca Juga: Analisa harga BTC hari ini: Bitcoin Menguat ke $67.237, Sinyal Rebound?

Pergerakan Harga 24 Jam Terakhir

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga terendah di level $66.452,48 dan tertinggi di level $68.269,03.

Sementara itu, kenaikan intraday sebesar $625,05 mencerminkan adanya minat beli di area support psikologis $66.000.

Secara teknikal, level $68.000 kini menjadi resistance jangka pendek yang perlu ditembus untuk membuka peluang penguatan lanjutan.

Perubahan harga 1 jam terakhir tercatat +0,3%, menunjukkan momentum jangka sangat pendek masih cenderung stabil.

Tekanan dalam 30–90 Hari

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meskipun mengalami rebound harian, performa BTC dalam jangka menengah masih menunjukkan koreksi signifikan:

  • 30 hari: -24,57%
  • 60 hari: -22,81%
  • 90 hari: -21,40%

Dalam 30 hari terakhir saja, harga BTC terkoreksi lebih dari $22.000. Koreksi ini menunjukkan adanya fase konsolidasi besar setelah reli sebelumnya.

Namun demikian, koreksi dalam kisaran 20–25% bukanlah hal yang tidak biasa dalam siklus historis Bitcoin. Volatilitas tetap menjadi karakter utama aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia ini.

Posisi Bitcoin di Peringkat Global

Bitcoin masih kokoh di posisi pertama aset kripto paling populer berdasarkan kapitalisasi pasar.

Dengan kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Valuation) sebesar $1,42 triliun, BTC tetap menjadi tolok ukur utama sentimen pasar kripto global.

Dominasi suplai juga semakin mendekati batas maksimum. Dari total suplai maksimal 21 juta BTC, sebanyak 19,99 juta BTC atau sekitar 95,20% sudah beredar di pasar.

Artinya, ruang penerbitan baru semakin terbatas, memperkuat narasi kelangkaan jangka panjang.

Analisis Fundamental: Narasi Kelangkaan Tetap Kuat

Salah satu faktor utama yang menopang nilai jangka panjang Bitcoin adalah mekanisme suplai tetap 21 juta koin.

Berbeda dengan aset tradisional yang dapat mengalami ekspansi moneter, Bitcoin memiliki kebijakan moneter yang terprogram secara algoritmik.

Rekor harga tertinggi sepanjang masa (ATH) Bitcoin tercatat di level $126.198,07. Jika dibandingkan dengan harga saat ini di kisaran $67.800, BTC masih berada jauh di bawah puncaknya, membuka ruang spekulasi potensi pemulihan dalam siklus berikutnya.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Beberapa level teknikal penting yang menjadi perhatian trader:

  • Support kuat: $66.000
  • Support psikologis berikutnya: $60.000
  • Resistance jangka pendek: $68.000
  • Resistance menengah: $72.000

Apabila BTC mampu menembus $68.000 dengan volume kuat, potensi uji resistance berikutnya semakin terbuka.

Sebaliknya, jika tekanan jual kembali meningkat, area $66.000 akan menjadi penopang krusial.

Baca Juga: Short Bitcoin Paling Ekstrem! Sinyal Reversal Besar Kembali Muncul?

Outlook Jangka Pendek

Kenaikan tipis +0,93% dalam 24 jam terakhir menunjukkan adanya upaya rebound setelah tekanan mingguan (-1,46%). Namun, pasar masih dalam fase penyesuaian setelah koreksi besar 30 hari terakhir.

Dengan volume perdagangan harian yang tetap tinggi di atas $46 miliar, likuiditas Bitcoin masih tergolong solid.

Investor kini menunggu katalis baru untuk menentukan arah pergerakan berikutnya — apakah melanjutkan pemulihan atau kembali memasuki fase konsolidasi.

Dalam jangka panjang, kombinasi suplai terbatas, adopsi institusional, serta peran Bitcoin sebagai “digital gold” tetap menjadi fondasi utama nilai aset ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Turun ke $0,175, Koreksi Sehat Usai Reli 16%?

Harga Pi Network (PI) tercatat turun 0,76% dalam 24 jam terakhir ke level $0,175, sedikit melemah di tengah pergerakan pasar kripto yang relatif positif.

Menurut laporan Coinmarketcap pada Sabtu (21/2), koreksi ini terjadi setelah PI mencatat lonjakan signifikan sebesar 16,25% dalam sepekan terakhir.

Penurunan tipis tersebut dinilai lebih sebagai aksi ambil untung (profit-taking) ketimbang reaksi terhadap sentimen negatif baru.

Hingga saat ini, tidak ada katalis negatif yang jelas seperti peretasan, regulasi, atau pengumuman merugikan yang memicu pelemahan harga.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 6,79% ke $0,176, Tekanan Jual Meningkat

Koreksi Setelah Reli Mingguan

Dalam tujuh hari terakhir, PI mengalami reli yang cukup agresif, didorong oleh sentimen positif menjelang perayaan anniversary mainnet pada 19 Februari serta ekspektasi terhadap pembaruan Protocol v20.

Lonjakan dua digit dalam waktu singkat biasanya diikuti fase pendinginan.

Aksi ambil untung dari trader jangka pendek menjadi faktor utama yang menjelaskan penurunan 24 jam terakhir.

Secara historis, koreksi ringan setelah reli kuat merupakan pola umum dalam pergerakan aset kripto.

Momentum jangka pendek mereda seiring pelaku pasar mengamankan profit, sementara investor lain menunggu konfirmasi tren berikutnya.

Minim Katalis Negatif

Menariknya, tidak ada faktor fundamental negatif yang muncul dalam 24 jam terakhir.

Pasar kripto secara umum justru bergerak sedikit menguat, dengan Bitcoin (BTC) naik sekitar 0,17% berdasarkan data pasar global.

Hal ini menunjukkan bahwa pelemahan PI bersifat relatif dan lebih dipengaruhi faktor teknikal dibandingkan sentimen makro atau tekanan eksternal.

Dengan kata lain, penurunan ini lebih menyerupai koreksi sehat daripada pembalikan tren besar.

Level Kunci: Support $0,175 dan Resistance $0,20

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Secara teknikal, level $0,175 kini menjadi support jangka pendek yang krusial.

Jika harga mampu bertahan di atas area ini, peluang untuk kembali menguji resistance di $0,20 tetap terbuka.

Level $0,20 menjadi batas psikologis penting karena menandai area supply yang sebelumnya membatasi kenaikan harga.

Breakout yang kuat di atas level tersebut berpotensi membuka ruang menuju fase bullish lanjutan.

Namun, jika tekanan jual meningkat dan harga menembus di bawah $0,175, risiko penurunan ke area $0,16 semakin besar.

Struktur harga saat ini cenderung netral hingga sedikit bearish dalam jangka sangat pendek, dengan pasar menunggu katalis baru untuk menentukan arah berikutnya.

Menanti Katalis Upgrade Protocol v20

Salah satu faktor yang dinantikan komunitas adalah penyelesaian migrasi Protocol v19.9, yang menjadi langkah terakhir sebelum peluncuran Protocol v20.

Upgrade ini diperkirakan membawa peningkatan teknis dan stabilitas jaringan, yang berpotensi memperkuat sentimen bullish jika implementasinya berjalan lancar.

Dalam banyak kasus, ekspektasi terhadap pembaruan jaringan sering kali menjadi pendorong kenaikan harga, bahkan sebelum rilis resmi dilakukan.

Namun, pasar juga kerap menerapkan pola “buy the rumor, sell the news”, di mana harga naik sebelum event dan terkoreksi setelahnya.

Outlook Jangka Pendek: Konsolidasi Netral

Untuk saat ini, pergerakan PI dapat dikategorikan sebagai fase konsolidasi setelah reli tajam.

Tanpa adanya katalis negatif yang jelas, tekanan jual terlihat terbatas pada aksi ambil untung jangka pendek.

Selama support $0,175 mampu dipertahankan, struktur harga masih relatif sehat.

Volume perdagangan dan respons pasar terhadap perkembangan upgrade akan menjadi indikator penting dalam beberapa hari ke depan.

Jika sentimen positif kembali menguat menjelang upgrade Protocol v20, PI berpotensi menguji kembali resistance $0,20.

Sebaliknya, kegagalan mempertahankan support dapat memicu koreksi lebih dalam.

Baca Juga: Harga Pi Network Terkoreksi ke $0,190, Ikuti Pelemahan Bitcoin

Penurunan 0,76% dalam 24 jam terakhir menunjukkan bahwa harga Pi Network sedang mencerna kenaikan 16% dalam sepekan terakhir.

Tanpa adanya berita negatif besar, koreksi ini lebih mencerminkan dinamika teknikal dibandingkan perubahan fundamental.

Fokus pasar kini tertuju pada dua hal: ketahanan level support $0,175 dan perkembangan upgrade Protocol v20.

Arah berikutnya akan sangat bergantung pada apakah PI mampu mempertahankan momentum atau justru memasuki fase konsolidasi yang lebih panjang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Hyperliquid Dirikan Policy Center di Washington, Sinyal Baru Lobi DeFi

Ekosistem decentralized finance (DeFi) memasuki babak baru.

Dilansir dari The Block, Hyperliquid Foundation resmi mendirikan Hyperliquid Policy Center, sebuah lembaga advokasi dan riset kebijakan yang berbasis di Washington D.C.

Inisiatif ini didanai melalui donasi 1 juta token HYPE senilai sekitar $9 juta dan dipimpin oleh pengacara kripto ternama, Jake Chervinsky.

Langkah ini menandai transformasi strategis Hyperliquid dari sekadar protokol perdagangan derivatif terdesentralisasi menjadi aktor aktif dalam membentuk arah regulasi DeFi di Amerika Serikat.

Baca Juga: Menyala! Trader Perpetual di Hyperliquid Tembus 202 Ribu

Dari Protokol ke Arena Politik

Selama beberapa tahun terakhir, sektor DeFi menghadapi ketidakpastian regulasi yang signifikan di AS.

Banyak protokol beroperasi di area abu-abu hukum, sementara regulator seperti SEC dan CFTC terus meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas aset digital.

Dengan mendirikan pusat kebijakan khusus, Hyperliquid menunjukkan bahwa protokol DeFi tidak lagi hanya fokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga mulai menginvestasikan sumber daya untuk memengaruhi diskursus kebijakan publik.

“Hyperliquid mulai beralih dari sekadar protokol teknis menjadi pemain politik aktif untuk membentuk regulasi DeFi di AS. Penggunaan token native (HYPE) sebagai dana lobi menunjukkan kekuatan ekonomi protokol desentralisasi dalam melawan ketidakpastian hukum, sekaligus memperkuat legitimasi Hyperliquid di hadapan regulator,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Donasi Token HYPE: Model Pendanaan Baru

Yang menarik, pendanaan lembaga ini tidak berasal dari dolar AS konvensional, melainkan dari token asli ekosistem, yaitu HYPE.

Donasi sebesar 1 juta HYPE memperlihatkan model baru dalam pendanaan advokasi kebijakan: protokol menggunakan kekuatan ekonomi token mereka untuk mendukung kepentingan industri.

Pendekatan ini memiliki dua implikasi besar:

  1. Validasi nilai ekonomi token – Token bukan sekadar instrumen spekulasi, tetapi juga alat strategis untuk memengaruhi kebijakan.
  2. Transparansi on-chain – Penggunaan dana dapat dilacak secara publik, meningkatkan akuntabilitas.

Jika model ini berhasil, bukan tidak mungkin protokol DeFi lain akan mengikuti jejak serupa dengan mendirikan lembaga advokasi berbasis token.

Peran Jake Chervinsky

Penunjukan Jake Chervinsky sebagai pimpinan Hyperliquid Policy Center juga bukan langkah sembarangan.

Ia dikenal sebagai salah satu suara paling vokal dalam isu regulasi kripto di AS, dengan pengalaman panjang dalam advokasi kebijakan blockchain.

Kehadirannya memberikan kredibilitas hukum dan jaringan politik yang kuat bagi Hyperliquid. Ini menunjukkan bahwa inisiatif tersebut bukan sekadar simbolis, melainkan upaya serius untuk berpartisipasi dalam pembentukan regulasi.

Strategi Jangka Panjang DeFi

Keputusan membuka pusat kebijakan di Washington D.C. yang merupakan jantung pemerintahan AS menunjukkan ambisi jangka panjang Hyperliquid.

Alih-alih menghindari regulator, protokol ini memilih pendekatan kolaboratif dan proaktif.

Dalam konteks global, langkah ini mencerminkan tren yang lebih luas: industri kripto mulai mengadopsi strategi institusional yang sebelumnya hanya dilakukan oleh perusahaan keuangan tradisional.

Jika sebelumnya perusahaan fintech dan bank besar yang aktif melakukan lobi di Washington, kini protokol DeFi pun ikut masuk arena.

Dampak terhadap Ekosistem HYPE

Secara pasar, inisiatif ini dapat berdampak pada persepsi investor terhadap token HYPE.

Pendekatan yang lebih matang terhadap regulasi sering kali dipandang positif oleh pelaku pasar institusional.

Namun demikian, respons harga jangka pendek tetap bergantung pada sentimen pasar kripto secara umum.

Yang jelas, dari sisi fundamental, langkah ini memperkuat narasi bahwa Hyperliquid ingin menjadi pemain utama dalam lanskap DeFi global.

Baca Juga: Eks Co-Founder Multicoin Capital: Hyperliquid Salah Dalam Segala Hal!

Masa Depan Regulasi DeFi di AS

Pembentukan Hyperliquid Policy Center menandai babak baru dalam hubungan antara DeFi dan regulator AS.

Jika dialog konstruktif dapat terjalin, industri mungkin bergerak menuju kerangka regulasi yang lebih jelas dan ramah inovasi.

Bagi ekosistem DeFi, langkah ini menjadi preseden penting: protokol desentralisasi kini mampu mengorganisir diri secara politik untuk melindungi dan mengembangkan industrinya.

Dengan dukungan dana signifikan dan kepemimpinan berpengalaman, Hyperliquid berpotensi memainkan peran kunci dalam membentuk masa depan regulasi DeFi di Amerika Serikat.

Satu hal yang pasti, industri kripto tidak lagi hanya bertarung di pasar, tetapi juga di meja perundingan kebijakan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Siapkan Upgrade Glamsterdam 2026, Fokus Kenaikan Gas Limit

Ethereum Foundation resmi mengonfirmasi bahwa upgrade jaringan bertajuk “Glamsterdam” ditargetkan meluncur pada paruh pertama 2026.

Pembaruan ini disebut-sebut sebagai salah satu langkah paling strategis dalam roadmap Ethereum, dengan fokus pada peningkatan desentralisasi, efisiensi eksekusi node, serta kapasitas throughput jaringan.

Menurut laporan Coincu pada Jumat (20/2), tiga komponen utama dalam upgrade ini adalah implementasi ePBS (Enshrined Proposer-Builder Separation), pengenalan BALs (Block-Level Access Lists), dan rencana kenaikan gas limit hingga 100 juta.

Kombinasi ketiganya diproyeksikan membawa perubahan fundamental pada cara blok diproduksi dan dieksekusi di jaringan Ethereum.

Baca Juga: Ethereum Dihantam Likuidasi Terbesar Sejak 2021! Apa Dampaknya?

ePBS: Standarisasi Pemisahan Proposer-Builder

Salah satu fitur paling penting dalam Glamsterdam adalah ePBS, atau Enshrined Proposer-Builder Separation.

Konsep ini pada dasarnya memindahkan mekanisme pemisahan antara pembuat blok (builder) dan pengusul blok (proposer) langsung ke dalam protokol inti Ethereum.

Selama ini, skema pemisahan tersebut banyak bergantung pada solusi eksternal seperti relay MEV (Maximal Extractable Value). Ketergantungan ini menimbulkan kekhawatiran soal sentralisasi dan potensi sensor transaksi.

Dengan ePBS, Ethereum berupaya mengintegrasikan mekanisme tersebut secara native di level protokol, sehingga alur distribusi MEV menjadi lebih transparan, terstandarisasi, dan tahan terhadap praktik sensor.

Merespons pengumuman ini, Tim Research Tokocrypto menilai langkah tersebut sebagai tonggak penting bagi masa depan Ethereum.

“Glamsterdam adalah langkah krusial untuk memperkuat kedaulatan dan resistensi sensor Ethereum. Dengan memindahkan pemisahan block-builder langsung ke protokol (ePBS), Ethereum berupaya menstandarisasi aliran MEV dan mengurangi ketergantungan pada relay eksternal, sekaligus meningkatkan kapasitas throughput jaringan secara signifikan,” ujar Tim Research Tokocrypto.

BALs: Optimasi Eksekusi Node

Selain ePBS, upgrade Glamsterdam juga menghadirkan BALs (Block-Level Access Lists).

Fitur ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi eksekusi transaksi dengan menyediakan daftar akses yang lebih terstruktur pada level blok.

Secara teknis, BALs memungkinkan node untuk lebih cepat mengidentifikasi data dan state yang relevan dalam suatu blok, sehingga mengurangi beban komputasi dan meningkatkan performa sinkronisasi.

Bagi operator node dan validator, implementasi BALs berpotensi mengurangi latensi eksekusi transaksi, meningkatkan stabilitas jaringan, hingga menekan biaya operasional infrastruktur.

Langkah ini sejalan dengan visi Ethereum untuk menjaga keseimbangan antara skalabilitas dan desentralisasi.

Gas Limit 100 Juta: Dorong Throughput Lebih Tinggi

Poin ketiga yang tak kalah penting adalah rencana kenaikan gas limit hingga 100 juta.

Jika terealisasi, angka ini akan secara signifikan meningkatkan kapasitas transaksi per blok di jaringan Ethereum.

Kenaikan gas limit berarti lebih banyak transaksi atau operasi smart contract yang dapat diproses dalam satu blok.

Dampaknya bisa terasa pada peningkatan throughput jaringan, potensi penurunan kemacetan (congestion), dan biaya transaksi yang lebih stabil dalam kondisi trafik tinggi.

Namun demikian, peningkatan kapasitas ini tetap harus diimbangi dengan optimasi teknis agar tidak membebani node dengan spesifikasi rendah. Di sinilah peran BALs menjadi semakin relevan.

Dampak terhadap Ekosistem dan Harga ETH

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 20 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 20 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Secara fundamental, pengumuman upgrade Glamsterdam memperkuat narasi bahwa Ethereum terus berinovasi untuk mempertahankan posisinya sebagai jaringan smart contract terbesar di dunia.

Bagi investor dan pelaku industri, fokus pada desentralisasi dan resistensi sensor menjadi sinyal positif, terutama di tengah meningkatnya perhatian regulator global terhadap aktivitas blockchain.

Meski dampak harga jangka pendek terhadap ETH masih bergantung pada kondisi pasar kripto secara keseluruhan, roadmap yang jelas menuju H1 2026 dapat meningkatkan kepercayaan jangka panjang terhadap ekosistem Ethereum.

Baca Juga: Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?

Menuju Ethereum yang Lebih Tangguh

Upgrade Glamsterdam mencerminkan evolusi berkelanjutan Ethereum: dari sekadar platform smart contract menjadi infrastruktur keuangan terdesentralisasi yang semakin matang secara teknis dan institusional.

Dengan kombinasi ePBS, BALs, dan kenaikan gas limit, Ethereum tidak hanya berupaya meningkatkan performa, tetapi juga memperkuat prinsip dasar desentralisasi dan ketahanan terhadap sensor.

Jika implementasinya berjalan sesuai rencana, Glamsterdam berpotensi menjadi salah satu upgrade paling transformatif dalam sejarah Ethereum—membentuk fondasi jaringan yang lebih efisien, adil, dan skalabel untuk tahun-tahun mendatang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Tether Integrasikan USA₮ ke Rumble Wallet, Ekspansi Pembayaran Digital

Tether kembali memperluas ekspansinya di sektor pembayaran digital dengan mengintegrasikan stablecoin USA₮ ke dalam Rumble Wallet.

Integrasi ini memungkinkan kreator konten di platform tersebut menerima pembayaran secara on-chain menggunakan dolar digital yang dirancang untuk mematuhi regulasi domestik Amerika Serikat.

Langkah ini menandai babak baru dalam konvergensi antara ekonomi kreator dan infrastruktur blockchain, sekaligus mempertegas strategi Tether dalam menghadirkan produk stablecoin yang lebih ramah regulator.

Baca Juga: Tether Luncurkan Mining OS (MOS), Dorong Efisiensi Penambangan BTC

Berkenalan dengan USA₮

Sebagaimana dilansir dari Cryptobriefing pada Jumat (20/2), USA₮ merupakan dolar digital yang dikembangkan dengan pendekatan regulasi yang lebih ketat dibandingkan stablecoin pada umumnya.

Aset ini dikelola oleh Anchorage Digital Bank dan Cantor Fitzgerald, dua entitas yang memiliki reputasi kuat dalam sektor keuangan dan kustodi aset digital di Amerika Serikat.

Stablecoin ini dirancang untuk memenuhi standar regulasi domestik AS, termasuk kerangka hukum yang dikenal sebagai GENIUS Act, sebuah inisiatif regulasi yang bertujuan menciptakan kepastian hukum bagi penerbit dan pengguna stablecoin di Amerika Serikat.

Dengan struktur tata kelola yang lebih formal dan pendekatan kepatuhan yang ketat, USA₮ diposisikan sebagai alternatif stablecoin yang dapat diterima oleh regulator, institusi keuangan, serta pelaku industri digital.

Rumble Wallet dan Ekonomi Kreator

Rumble dikenal sebagai platform berbagi video yang berkembang pesat dan memiliki basis kreator independen yang signifikan.

Dengan integrasi USA₮ ke dalam Rumble Wallet, para kreator kini dapat menerima penghasilan secara langsung melalui blockchain tanpa harus bergantung sepenuhnya pada sistem perbankan tradisional atau pemroses pembayaran pihak ketiga.

Model pembayaran on-chain ini menawarkan sejumlah keunggulan, seperti penyelesaian transaksi lebih cepat, transparansi pembayaran, potensi biaya lebih rendah, dan akses global tanpa hambatan perbankan lintas negara.

Bagi kreator, hal ini membuka peluang monetisasi yang lebih fleksibel, terutama bagi mereka yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses perbankan.

Regulasi dan Ekspansi

Integrasi USA₮ ke Rumble Wallet juga mencerminkan strategi jangka panjang Tether untuk memperkuat posisinya di tengah meningkatnya pengawasan regulator terhadap stablecoin.

Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini bukan sekadar ekspansi teknis, melainkan manuver strategis untuk memperluas dominasi di sektor ekonomi kreator sekaligus menjawab tantangan regulasi.

“Integrasi ini memungkinkan kreator Rumble untuk menerima penghasilan tanpa bergantung pada sistem perbankan tradisional. Bagi Tether, ini adalah langkah strategis untuk memperkuat dominasi di ekonomi kreator global sekaligus menepis kekhawatiran regulasi melalui produk USA₮ yang patuh hukum federal,” kata Tim Research Tokocrypto.

Dengan menghadirkan stablecoin yang dikelola institusi teregulasi, Tether berupaya memperluas adopsi di kalangan pengguna institusional dan korporasi yang sebelumnya berhati-hati terhadap risiko hukum.

Implikasi bagi Industri Stablecoin

Industri stablecoin saat ini berada di persimpangan antara inovasi dan regulasi.

Di satu sisi, stablecoin menjadi tulang punggung likuiditas pasar kripto dan pembayaran digital. Di sisi lainnya, regulator global semakin aktif menetapkan standar kepatuhan dan transparansi.

Langkah Tether melalui USA₮ menunjukkan tren baru: penerbit stablecoin mulai mengembangkan produk yang secara eksplisit dirancang sesuai kerangka hukum nasional, bukan hanya beroperasi di wilayah abu-abu regulasi.

Jika model ini berhasil diadopsi luas, bukan tidak mungkin akan muncul lebih banyak stablecoin berbasis yurisdiksi tertentu dengan struktur kustodi dan tata kelola yang lebih formal.

Baca Juga: LayerZero Dilirik Tether! USDT0 Disebut Sudah Pindah US$70 Miliar

Masa Depan Pembayaran Kreator On-Chain

Integrasi USA₮ ke Rumble Wallet memperlihatkan bagaimana blockchain semakin relevan dalam ekonomi digital arus utama.

Pembayaran kreator, yang sebelumnya sepenuhnya bergantung pada bank dan platform sentralistik, kini mulai bertransformasi menuju model desentralisasi berbasis aset digital yang patuh regulasi.

Bagi Tether, langkah ini memperluas cakupan penggunaan stablecoin dari sekadar instrumen perdagangan kripto menjadi alat pembayaran riil dalam ekosistem kreator global.

Sementara itu, bagi industri secara keseluruhan, kolaborasi antara perusahaan blockchain, bank kustodi teregulasi, dan platform media digital menandai era baru di mana inovasi dan kepatuhan hukum berjalan beriringan.

Dengan meningkatnya tekanan regulator di berbagai negara, pendekatan seperti USA₮ bisa menjadi template bagi masa depan stablecoin yang lebih transparan, terstruktur, dan diterima secara luas oleh sistem keuangan formal.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Menguat ke $67.237, Sinyal Rebound?

Harga Bitcoin (BTC) hari ini menunjukkan penguatan tipis di tengah tekanan jangka menengah yang masih membayangi pasar.

Di Tokocrypto, hari ini BTC diperdagangkan di level $67.237,02 per koin, naik sekitar +0,52% dalam 24 jam terakhir.

Kapitalisasi pasar aset kripto terbesar ini kini berada di kisaran $1,34 triliun, dengan volume perdagangan harian mencapai $31,36 miliar.

Meskipun kenaikan ini memberikan sentimen positif jangka pendek, data historis menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase koreksi jika dilihat dari performa bulanan hingga kuartalan.

Baca Juga: Analisa harga BTC Hari Ini: Bitcoin Lemah ke $66.838, Tekanan Dominan

Pergerakan Harga 24 Jam: Konsolidasi di Area $65K–$67K

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin mencatatkan harga terendah di $65.637,43 dan tertinggi di $67.456,87. Rentang pergerakan ini menunjukkan adanya konsolidasi di area psikologis $66.000–$67.000.

Secara intraday, pergerakan relatif stabil dengan perubahan harga 1 jam terakhir hanya -0,05%. Hal ini menandakan pasar sedang berada dalam fase penentuan arah setelah volatilitas tinggi sebelumnya.

Kenaikan 7 hari terakhir sebesar +1,04% juga mengindikasikan adanya upaya pemulihan bertahap setelah tekanan jual yang cukup dalam pada bulan sebelumnya.

Tekanan Jangka Menengah Masih Terlihat

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 20 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 20 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika melihat data historis, tekanan jangka menengah masih cukup signifikan:

  • 30 hari: -24,56%
  • 60 hari: -24,14%
  • 90 hari: -20,40%

Penurunan lebih dari 20% dalam periode 1–3 bulan menunjukkan bahwa tren besar masih cenderung bearish atau setidaknya dalam fase koreksi panjang.

Sebagai perbandingan, rekor tertinggi Bitcoin tercatat di $126.198,07, yang berarti harga saat ini masih terkoreksi hampir 47% dari puncaknya.

Struktur Pasokan dan Kapitalisasi Pasar

Saat ini, jumlah sirkulasi Bitcoin berada di 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,20% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

Dengan kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) mencapai $1,41 triliun, struktur pasokan Bitcoin tetap menunjukkan karakteristik kelangkaan yang menjadi fondasi utama narasi jangka panjangnya.

Tingginya persentase suplai yang telah beredar juga berarti tekanan inflasi pasokan relatif kecil dibandingkan fase awal Bitcoin.

Apakah Ini Tanda Rebound?

Kenaikan 24 jam terakhir bisa dilihat sebagai sinyal awal stabilisasi, namun belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren.

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan:

  1. Volume Perdagangan
    Volume $31,36 miliar tergolong solid, namun belum menunjukkan lonjakan signifikan yang biasanya mengiringi breakout besar.
  2. Level Psikologis $65.000
    Selama BTC mampu bertahan di atas area ini, struktur jangka pendek cenderung netral hingga sedikit bullish.
  3. Area Resistensi $68.000–$70.000
    Jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas zona ini, peluang reli lanjutan akan terbuka lebih lebar.

Sebaliknya, jika harga kembali turun di bawah $65.000, potensi retest area support lebih rendah bisa kembali terjadi.

Sentimen Pasar: Hati-Hati Tapi Stabil

Dengan posisi Bitcoin sebagai aset kripto paling populer, pergerakan BTC tetap menjadi acuan utama bagi altcoin dan keseluruhan kapitalisasi pasar kripto global.

Kenaikan tipis hari ini bisa diartikan sebagai relief rally setelah tekanan jual agresif sebelumnya.

Namun, investor institusional dan trader ritel masih cenderung berhati-hati mengingat performa bulanan yang masih negatif.

Dalam konteks makro, pasar tampaknya sedang mencari keseimbangan baru sebelum menentukan arah berikutnya.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $67.447, Melemah 1,6%

Stabilisasi Awal, Belum Konfirmasi Bullish

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan adanya penguatan moderat yang membantu Bitcoin bertahan di atas $67.000.

Meskipun demikian, tren jangka menengah masih menunjukkan koreksi signifikan dibandingkan periode 30–90 hari terakhir.

Dengan kapitalisasi pasar $1,34 triliun dan suplai yang hampir mencapai batas maksimalnya, fundamental jangka panjang Bitcoin tetap kuat.

Namun, untuk mengonfirmasi fase bullish baru, BTC perlu menembus level resistensi penting dengan dukungan volume yang lebih besar.

Untuk saat ini, pasar berada dalam fase konsolidasi agar dapat memberikan ruang bagi investor untuk menilai apakah kenaikan ini merupakan awal pemulihan yang berkelanjutan atau sekadar jeda sebelum volatilitas berikutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Turun 6,79% ke $0,176, Tekanan Jual Meningkat

Harga Pi Network (PI) mengalami koreksi tajam dalam 24 jam terakhir, turun 6,79% ke level $0,176.

Penurunan ini terjadi meskipun Bitcoin (BTC) menunjukkan pergerakan relatif stabil hingga cenderung positif tipis, menandakan Pi underperform terhadap pasar utama.

Koreksi ini dipicu oleh kombinasi lemahnya momentum beli, penurunan volume perdagangan, serta aksi ambil untung setelah reli signifikan dalam sepekan terakhir.

Baca Juga: Harga Pi Network Terkoreksi ke $0,190, Ikuti Pelemahan Bitcoin

Volume Turun 14%, Minim Sentimen Penggerak

Data menunjukkan volume perdagangan 24 jam Pi turun sekitar 14,39% menjadi $22,5 juta.

10Penurunan volume ini menjadi indikator penting karena mencerminkan kurangnya minat beli baru di pasar.

Tidak adanya pengumuman besar, kemitraan strategis, atau pembaruan ekosistem dalam periode ini membuat sentimen terhadap PI cenderung datar.

Dalam kondisi pasar yang tipis, tekanan jual kecil pun dapat berdampak besar pada harga.

Dengan kata lain, pelemahan harga Pi kali ini lebih disebabkan oleh absennya permintaan baru ketimbang adanya berita negatif spesifik.

Aksi Ambil Untung Usai Reli 28%

Sebelum koreksi ini, Pi mencatat kenaikan impresif sebesar +28,88% dalam tujuh hari terakhir. Lonjakan tersebut membuka ruang bagi trader jangka pendek untuk merealisasikan keuntungan.

Koreksi 24 jam terakhir bisa dilihat sebagai fase pendinginan alami setelah reli cepat.

Dalam pasar kripto, pola seperti ini cukup umum—aset mengalami kenaikan tajam, lalu disusul retracement untuk menguji kekuatan tren.

Sentimen pasar kripto yang masih berada dalam fase kehati-hatian juga turut memengaruhi.

Indeks Fear & Greed dari CoinMarketCap menunjukkan level “Extreme Fear” di angka 12, mencerminkan rendahnya selera risiko investor.

Level Teknis Kunci: $0,17 Jadi Penentu

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 20 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 20 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Secara teknikal, level $0,17 menjadi support krusial jangka pendek bagi Pi.

Jika harga mampu bertahan di atas zona ini, maka konsolidasi sideways antara $0,17 hingga $0,19 sangat mungkin terjadi.

Namun, jika tekanan jual berlanjut dan harga menembus ke bawah $0,17, maka potensi penurunan lanjutan ke area $0,15–$0,16 terbuka lebar.

Sementara itu, untuk membalikkan sentimen jangka pendek menjadi bullish, Pi membutuhkan lonjakan volume beli yang signifikan, setidaknya di atas rata-rata volume 7 hari terakhir.

Korelasi dengan Bitcoin Masih Jadi Faktor

Pergerakan Pi saat ini juga tidak lepas dari dinamika Bitcoin.

Jika BTC mampu menembus dan bertahan di atas level $68.000, maka sentimen terhadap altcoin berpotensi membaik.

Sebaliknya, jika Bitcoin kembali melemah, tekanan terhadap altcoin berkapitalisasi lebih kecil seperti Pi bisa meningkat.

Dalam konteks ini, Pi masih menunjukkan karakter sebagai aset berisiko tinggi (high beta), yang cenderung bergerak lebih volatil dibanding Bitcoin.

Apakah Tren Mingguan Sudah Berakhir?

Meskipun koreksi harian terlihat tajam, struktur tren mingguan Pi sebenarnya masih relatif positif.

Selama harga bertahan di atas area support utama dan tidak kehilangan struktur higher low mingguan, peluang pemulihan tetap terbuka.

Namun, jika tekanan jual terus berlanjut tanpa adanya katalis baru, reli 28% yang terjadi dalam sepekan terakhir berisiko tergerus sepenuhnya.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 8% ke $0,188 Saat BTC Turun, Sinyal Altseason?

Bias Jangka Pendek Cenderung Bearish

Penurunan harga Pi Network sebesar 6,79% dalam 24 jam terakhir mencerminkan kombinasi lemahnya volume, aksi ambil untung, dan sentimen pasar yang masih risk-off.

Tanpa katalis baru dalam waktu dekat, bias jangka pendek cenderung netral hingga bearish, dengan level $0,17 menjadi garis pertahanan penting.

Investor dan trader disarankan memantau waktu volume beli mulai meningkat, respons harga di area $0,17, dan arah pergerakan Bitcoin di atas atau di bawah $68.000.

Jika Pi mampu mempertahankan support dan volume kembali menguat, peluang konsolidasi sehat masih terbuka.

Namun, kegagalan mempertahankan level tersebut dapat membuka jalan koreksi lebih dalam menuju zona $0,15–$0,16 dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Community Buyback Injective Picu Spekulasi: Jadi Katalis Harga?

Protokol blockchain layer-1 Injective kembali mengeksekusi Community Buyback putaran ke-226, sebuah program rutin yang bertujuan mengurangi suplai token INJ di pasar.

Strategi ini menjadi bagian penting dari model tokenomics deflasi Injective yang selama ini digadang-gadang mampu menciptakan kelangkaan dan mendukung apresiasi harga dalam jangka panjang.

Program buyback ini dilakukan dengan menggunakan sebagian pendapatan protokol untuk membeli kembali INJ di pasar terbuka, lalu membakarnya secara permanen.

Dengan demikian, jumlah suplai beredar terus menyusut dari waktu ke waktu.

Baca Juga: Injective Ungkap Roadmap 2025 dan Inovasi AI dalam AMA Terbaru

Strategi Deflasi yang Konsisten

Konsistensi pelaksanaan Community Buyback menunjukkan komitmen Injective dalam menjaga struktur ekonomi tokennya.

Setiap putaran pembelian dan pembakaran token dirancang untuk memperkuat narasi kelangkaan (scarcity narrative) yang kerap menjadi faktor pendorong harga dalam ekosistem kripto.

Secara teori, ketika suplai menurun dan permintaan tetap atau meningkat, harga berpotensi terdorong naik. Model ini telah banyak diterapkan oleh berbagai proyek kripto untuk menjaga nilai jangka panjang token mereka.

Namun, dalam praktiknya, efek terhadap harga tidak selalu sejalan dengan ekspektasi.

Efek Jangka Pendek: Sentimen Positif dan Volatilitas

Pergerakan harga Injective (INJ/USDT) pada Kamis, 19 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Injective (INJ/USDT) pada Kamis, 19 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Menurut laporan Coinmarketcal, eksekusi buyback biasanya memicu sentimen positif di kalangan investor.

Antisipasi terhadap pengurangan suplai sering kali mendorong aksi beli spekulatif sebelum atau saat program dijalankan.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa dampak ini cenderung bersifat jangka pendek.

“Meskipun buyback rutin menciptakan tekanan beli jangka pendek dan sentimen positif (FOMO), dampaknya terhadap fundamental jangka panjang cenderung menurun karena sudah diantisipasi pasar (priced-in). Volatilitas akan meningkat di sekitar waktu eksekusi, dengan risiko koreksi cepat jika volume buyback tidak signifikan,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Artinya, pasar kemungkinan sudah memperhitungkan program buyback dalam valuasi INJ.

Jika nilai pembelian tidak cukup besar dibanding kapitalisasi pasar atau volume perdagangan harian, maka lonjakan harga bisa bersifat sementara.

Apakah Buyback Masih Relevan?

Setelah ratusan putaran buyback, efektivitas mekanisme ini sangat bergantung pada kondisi fundamental ekosistem Injective.

Program deflasi akan lebih berdampak apabila didukung oleh peningkatan total value locked (TVL), lonjakan volume transaksi, pertumbuhan jumlah pengguna aktif, dan ekspansi aplikasi DeFi dalam jaringan.

Jika aktivitas jaringan meningkat, maka buyback dapat memperkuat efek bullish karena suplai berkurang di tengah permintaan yang bertambah.

Sebaliknya, tanpa pertumbuhan signifikan, buyback berisiko hanya menjadi katalis teknikal jangka pendek.

Risiko Koreksi dan Dinamika Pasar

Dalam pasar kripto yang sangat fluktuatif, sentimen global tetap menjadi faktor dominan.

Jika kondisi makro atau sentimen Bitcoin sedang lemah, program buyback mungkin tidak cukup kuat untuk menopang harga INJ.

Selain itu, fenomena “buy-the-rumor, sell-the-news” juga sering terjadi. Investor yang masuk sebelum buyback bisa saja melakukan aksi ambil untung segera setelah eksekusi selesai.

Volatilitas di sekitar waktu pelaksanaan buyback biasanya meningkat, terutama jika volume perdagangan melonjak secara signifikan.

Prospek INJ ke Depan

Sebagai blockchain yang berfokus pada DeFi dan derivatif terdesentralisasi, Injective memiliki potensi pertumbuhan yang cukup besar.

Keberhasilan Community Buyback dalam menciptakan nilai jangka panjang akan sangat ditentukan oleh keberhasilan ekosistem dalam menarik likuiditas dan pengguna baru.

Jika fundamental terus berkembang, mekanisme deflasi ini dapat menjadi fondasi kuat bagi tren bullish berkelanjutan.

Namun jika pertumbuhan melambat, pasar bisa semakin skeptis terhadap efektivitas buyback rutin.

Baca Juga: AMA Tokocrypto: Cari Tahu Lebih Lanjut Tentang Blockchain Injective

Community Buyback ke-226 menegaskan konsistensi strategi deflasi Injective dalam mengurangi suplai INJ. Dalam jangka pendek, program ini berpotensi menciptakan sentimen positif dan lonjakan volatilitas.

Namun, seperti yang disampaikan Tim Research Tokocrypto, dampak jangka panjangnya sangat bergantung pada pertumbuhan fundamental ekosistem.

Investor perlu mencermati bukan hanya jumlah token yang dibakar, tetapi juga perkembangan TVL, volume transaksi, dan adopsi jaringan secara keseluruhan.

Apakah deflasi INJ masih menjadi katalis harga yang efektif? Jawabannya akan sangat ditentukan oleh dinamika permintaan dan kondisi pasar kripto secara global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

HBAR Berpotensi Picu Likuidasi US$4,9 Juta, Trader Short Terancam Terjepit

Hedera (HBAR) mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan terbatas di tengah pasar kripto yang masih dibayangi ketidakpastian. Meski pergerakan harga belum agresif, data derivatif mengindikasikan potensi volatilitas besar jika HBAR berhasil menembus level resistance penting dalam waktu dekat.

Berdasarkan data Coinglass, posisi short di pasar futures HBAR saat ini tergolong dominan. Peta likuidasi menunjukkan potensi likuidasi sekitar US$4,9 juta apabila harga HBAR mampu melewati level US$0,1143. Kondisi ini dapat memicu short squeeze, yakni lonjakan harga cepat akibat trader short terpaksa menutup posisi mereka, sehingga meningkatkan tekanan beli secara signifikan.

Indikator Penting HBAR

Dari sisi arus modal, indikator Chaikin Money Flow (CMF) menunjukkan tren naik meski masih berada di sekitar garis nol. Kenaikan CMF pada level tersebut mengindikasikan bahwa arus keluar mulai berkurang dan peluang masuknya inflow mulai meningkat. Jika inflow mulai mendominasi, HBAR berpotensi memperoleh dorongan tambahan untuk menguat dalam jangka pendek.

Sementara itu, korelasi HBAR dengan Bitcoin juga tercatat menurun tajam. Koefisien korelasi kini berada di level 0,09, yang mengindikasikan HBAR semakin bergerak independen dari Bitcoin. Kondisi ini bisa menjadi keuntungan bagi altcoin tersebut, karena pergerakan harga HBAR dapat lebih dipengaruhi oleh permintaan spesifik investor dibanding sentimen pasar Bitcoin yang masih fluktuatif.

Baca juga: HBAR Terancam Ambruk 30%? TVL Anjlok 50% dan ETF Masih Sepi

Dilaporkan BeInCrypto, secara teknikal, HBAR saat ini diperdagangkan di kisaran US$0,1019 dan masih bertahan di atas support kunci US$0,0961 yang berada pada level Fibonacci 38,2%. Namun, harga masih tertahan oleh resistance US$0,1035 yang selaras dengan Fibonacci 50%. Jika level US$0,1035 berhasil ditembus dan berubah menjadi support, HBAR berpotensi naik menuju target berikutnya di US$0,1109.

Analisis Harga HBAR

Apabila HBAR mampu melewati US$0,1109 dan menembus US$0,1143, tekanan terhadap trader short diperkirakan meningkat. Jika skenario likuidasi terjadi, harga berpeluang melanjutkan reli ke area US$0,1215 hingga US$0,1349 untuk memulihkan kerugian sejak awal tahun.

Namun, jika sinyal bullish gagal berkembang dan outflow tetap tinggi, HBAR berpotensi kembali bergerak sideways. Penurunan di bawah support US$0,0961 dapat membuka peluang koreksi lebih dalam menuju level US$0,0870, sekaligus membatalkan prospek pemulihan jangka pendek.

Menurut Tim Research Tokocrypto, penurunan korelasi dengan BTC memberikan ruang bagi HBAR untuk bergerak independen berdasarkan permintaan spesifik investor.

“Jika resistensi psikologis di /usr/bin/bash,1035 berhasil diubah menjadi support, likuidasi posisi short akan menjadi bahan bakar bagi reli pemulihan cepat menuju target /usr/bin/bash,13,” analisanya.

Baca juga: AI Select Token: BNB, AVAX, Hingga HEMI Masuk Radar Hari Ini


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com