Tag Archives: aset kripto

Analisa Harga BTC Hari Ini: Tekanan Jual Bitcoin Anjlok 4,75% ke $64.735

Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan signifikan dalam 24 jam terakhir.

Dalam catatan Tokocrypto pada Senin (23/2), BTC turun 4,75% ke level $64.735,20, memperpanjang tren koreksi yang sudah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

Kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,29 triliun, dengan volume perdagangan harian melonjak menjadi $29,47 miliar.

Peningkatan volume di tengah penurunan harga mengindikasikan adanya tekanan jual yang cukup agresif dari pelaku pasar.

Baca Juga: Jepang Siapkan Bursa Kripto, Pajak Bitcoin Dipangkas Jadi 20%

Pergerakan Harga 24 Jam Terakhir

Dalam rentang perdagangan harian, BTC sempat menyentuh level tertinggi di $68.235,23 sebelum akhirnya tertekan hingga titik terendah $64.350,41.

Volatilitas ini mencerminkan tingginya aktivitas pasar di tengah sentimen yang cenderung negatif.

Secara mingguan, harga BTC sudah turun sekitar 5,79%. Bahkan dalam 30 hari terakhir, Bitcoin telah terkoreksi hingga 27,72%.

Tren penurunan juga terlihat dalam periode 60 dan 90 hari, dengan koreksi lebih dari 26%.

Meski begitu, suplai beredar Bitcoin saat ini berada di angka 19,99 juta BTC atau sekitar 95,21% dari total maksimum 21 juta BTC.

Struktur suplai yang terbatas tetap menjadi fondasi fundamental jangka panjang.

Tekanan Jual Dominan

Kenaikan volume perdagangan yang signifikan di tengah penurunan harga biasanya menjadi sinyal bahwa aksi distribusi atau panic selling sedang berlangsung.

Investor jangka pendek kemungkinan melakukan realisasi kerugian atau pengamanan profit setelah volatilitas meningkat.

Dalam kondisi seperti ini, sentimen pasar cenderung dipengaruhi oleh faktor makro, arus modal institusi, serta pergerakan pasar derivatif.

Ketika tekanan jual mendominasi, level support teknikal menjadi sangat krusial.

Analisis Teknikal: Area Support dan Resistance

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 23 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 23 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dari sisi teknikal jangka pendek, terdapat beberapa level penting yang perlu diperhatikan:

  • Support terdekat: $64.000
  • Support berikutnya: $62.500
  • Resistance terdekat: $68.000
  • Resistance kuat: $70.000

Jika BTC gagal bertahan di atas area $64.000, potensi penurunan menuju $62.500 semakin terbuka. Break di bawah level tersebut bisa memicu tekanan lanjutan ke area psikologis $60.000.

Sebaliknya, untuk memulihkan momentum bullish, BTC perlu kembali menembus $68.000 dengan dukungan volume yang solid.

Tanpa konfirmasi volume, kenaikan berisiko menjadi technical rebound sementara.

Jarak dari Rekor Tertinggi

Bitcoin masih cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07. Artinya, harga saat ini berada hampir 50% di bawah puncaknya.

Namun dalam siklus kripto, koreksi 20–30% bukanlah hal yang tidak biasa, terutama setelah periode reli panjang.

Pasalnya, investor jangka panjang biasanya melihat fase koreksi sebagai bagian dari siklus volatilitas alami pasar kripto.

Outlook Jangka Pendek

Dalam jangka pendek, arah pergerakan BTC sangat bergantung pada respons pasar terhadap level support saat ini.

Jika tekanan jual mulai mereda dan volume berangsur stabil, potensi konsolidasi di kisaran $64.000–$68.000 dapat terjadi.

Namun, apabila volume tetap tinggi dengan dominasi order jual, risiko breakdown ke bawah masih terbuka.

Sentimen global, arus dana ETF, serta dinamika pasar derivatif juga akan menjadi faktor penentu dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Bertahan di $67.822, Rebound Tipis

Harga Bitcoin hari ini menunjukkan tekanan bearish yang cukup kuat dengan penurunan 4,75% dalam 24 jam terakhir. Lonjakan volume mempertegas dominasi aksi jual di pasar.

Level $64.000 menjadi titik krusial yang harus dipertahankan untuk menghindari koreksi lebih dalam. Sementara itu, pemulihan di atas $68.000 diperlukan untuk membuka peluang rebound yang lebih meyakinkan.

Dalam kondisi volatil seperti ini, manajemen risiko dan disiplin strategi menjadi kunci bagi investor dan trader.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Tanpa Henti: CME Group Resmi Buka Futures 24/7

Bursa derivatif terbesar dunia, CME Group, resmi mengumumkan peluncuran perdagangan berjangka (futures) dan opsi kripto selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu (24/7) mulai 29 Mei 2026.

Kebijakan ini menjadi tonggak penting dalam evolusi pasar aset digital, khususnya bagi investor institusi yang membutuhkan akses lindung nilai tanpa jeda waktu.

Selama ini, pasar spot kripto seperti Bitcoin dan Ethereum beroperasi nonstop.

Namun, instrumen derivatif teregulasi memiliki jam perdagangan terbatas, sehingga menciptakan celah risiko atau “gap risk” saat akhir pekan dan di luar jam operasional resmi.

Baca Juga: CME Group Luncurkan ETF Berjangka XRP pada 19 Mei, Harga Meroket?

Menghapus Hambatan Institusi

Menurut laporan Bitcoin Magazine, keputusan CME untuk membuka perdagangan nonstop bertujuan menyelaraskan pasar derivatif dengan dinamika pasar spot kripto yang bergerak 24/7.

Dengan begitu, investor institusi dapat melakukan hedging kapan pun diperlukan tanpa harus menunggu pembukaan sesi perdagangan berikutnya.

Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini sebagai penguatan fundamental terhadap struktur pasar kripto global.

“Integrasi ini menghilangkan ‘gap risk’ akhir pekan bagi institusi, yang selama ini menjadi hambatan utama masuknya modal besar secara efisien. Dengan ketersediaan instrumen lindung nilai (hedging) setiap saat, pasar kripto akan semakin matang dan sejajar dengan efisiensi pasar modal tradisional global,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Menurut analis, ketersediaan instrumen lindung nilai sepanjang waktu akan membuat manajemen risiko jauh lebih optimal, terutama di tengah volatilitas kripto yang tinggi.

Didukung Rekor Volume 2025

Langkah ekspansi ini tidak muncul tanpa alasan. Sepanjang 2025, CME mencatat rekor volume notional perdagangan kripto hingga mencapai triliunan dolar AS.

Lonjakan tersebut menunjukkan meningkatnya minat investor institusi terhadap produk derivatif kripto yang teregulasi dan transparan.

Banyak pelaku pasar profesional memilih CME karena standar kepatuhan, sistem kliring, serta infrastruktur manajemen risiko yang sudah teruji.

Dengan model perdagangan 24/7, CME memperluas daya tariknya sebagai jembatan antara keuangan tradisional dan ekosistem kripto.

Dampak terhadap Likuiditas dan Price Discovery

Perdagangan nonstop diproyeksikan meningkatkan likuiditas secara signifikan.

Likuiditas yang lebih dalam umumnya menghasilkan spread yang lebih sempit dan pembentukan harga (price discovery) yang lebih efisien.

Selain itu, integrasi waktu perdagangan antara spot dan derivatif membantu mengurangi dislokasi harga yang sering terjadi saat pembukaan pasar setelah akhir pekan.

Selama ini, lonjakan harga drastis pada hari Sabtu atau Minggu kerap menciptakan tekanan tambahan ketika pasar derivatif kembali aktif.

Dengan akses 24/7, pelaku pasar dapat merespons pergerakan harga secara real-time, sehingga potensi kejutan ekstrem dapat diminimalkan.

Sinyal Kematangan Pasar Aset Digital

Peluncuran perdagangan futures dan opsi kripto 24/7 juga menjadi indikator bahwa pasar kripto semakin matang dan terintegrasi dengan sistem keuangan global.

Jika sebelumnya kripto dipandang sebagai pasar alternatif dengan infrastruktur terbatas, kini perannya semakin setara dengan kelas aset tradisional.

Langkah CME berpotensi mendorong arus modal institusi yang lebih besar karena hambatan operasional semakin berkurang.

Hal ini dapat berdampak positif terhadap stabilitas jangka panjang, meskipun volatilitas tetap menjadi karakter utama aset digital.

Baca Juga: CME Group Luncurkan Kontrak Berjangka XRP

Menuju Standar Global Baru

Mulai 29 Mei 2026, industri kripto akan memasuki babak baru. Perdagangan derivatif teregulasi yang tersedia tanpa henti membuka peluang strategi perdagangan global yang lebih fleksibel dan efisien.

Jika tren partisipasi institusi terus meningkat, pasar kripto dapat semakin sejajar dengan pasar modal tradisional dalam hal likuiditas, efisiensi, dan pengelolaan risiko.

Langkah CME Group bukan sekadar inovasi operasional, melainkan transformasi struktural yang berpotensi mempercepat institusionalisasi aset digital secara global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Jepang Siapkan Bursa Kripto, Pajak Bitcoin Dipangkas Jadi 20%

Tiga perusahaan sekuritas terbesar di Jepang, yakni Nomura, Daiwa Securities, dan SMBC Nikko Securities, dilaporkan tengah mempersiapkan peluncuran bursa kripto domestik.

Langkah ini beriringan dengan rencana regulator Jepang untuk mengubah status Bitcoin menjadi produk investasi serta memangkas pajak kripto agar setara dengan saham.

Coin-Turk melaporkan, kebijakan tersebut digodok oleh Financial Services Agency (FSA), yang tengah merancang reformasi besar dalam kerangka regulasi aset digital Jepang.

Baca Juga: Yen Jepang Bergejolak, Sinyal Intervensi Fed Picu Spekulasi Bitcoin

Bitcoin Tak Lagi Sekadar Alat Bayar

Selama ini, Bitcoin di Jepang dikategorikan sebagai alat pembayaran. Namun, perubahan regulasi yang sedang dirancang akan mengklasifikasikannya sebagai produk investasi.

Pergeseran ini dinilai krusial karena menempatkan kripto dalam rezim hukum pasar modal yang lebih mapan dan terstruktur.

Dengan status baru tersebut, Bitcoin akan diperlakukan lebih mirip dengan saham atau obligasi, membuka peluang bagi produk investasi baru seperti reksa dana atau bahkan ETF kripto di masa depan.

Langkah ini sekaligus memberikan kepastian hukum yang lebih kuat bagi investor institusional yang selama ini menunggu kejelasan regulasi sebelum masuk lebih dalam ke pasar aset digital Jepang.

Pajak Kripto Turun Drastis

Reformasi lain yang tak kalah penting adalah pemangkasan tarif pajak kripto. Saat ini, pajak atas keuntungan kripto di Jepang bisa mencapai 55%, jauh lebih tinggi dibandingkan pajak atas ekuitas.

Pemerintah berencana memangkas tarif tersebut menjadi sekitar 20%, setara dengan pajak saham. Jika terealisasi, kebijakan ini akan membuat Jepang jauh lebih kompetitif dibandingkan yurisdiksi lain di Asia.

Penurunan pajak dinilai sebagai insentif kuat untuk menarik kembali investor domestik yang sebelumnya memilih memindahkan aktivitas perdagangan ke luar negeri demi efisiensi pajak.

2026 Dicanangkan sebagai “Digital Year”

Tim Research Tokocrypto melihat reformasi ini sebagai langkah strategis jangka panjang.

“Tahun 2026 dicanangkan sebagai ‘Digital Year’ di Jepang. Perubahan klasifikasi aset dan insentif pajak adalah katalis besar bagi masuknya modal institusional dan potensi peluncuran ETF kripto spot pada 2028. Jepang sedang bertransformasi dari pasar spekulatif murni menjadi ekosistem keuangan digital yang terintegrasi secara struktural,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Merujuk pada analisis tersebut, reformasi ini bukan sekadar respons terhadap tren global, melainkan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat posisi Jepang dalam ekonomi digital.

Jalan Menuju ETF Kripto Spot

Dengan klasifikasi baru sebagai produk investasi dan struktur pajak yang kompetitif, peluang peluncuran ETF kripto spot pada 2028 semakin realistis.

ETF spot akan memungkinkan investor institusional berpartisipasi tanpa harus menyimpan aset kripto secara langsung.

Jika terealisasi, Jepang berpotensi mengikuti jejak negara-negara yang telah lebih dulu menyetujui ETF kripto, sekaligus memperkuat reputasinya sebagai pusat keuangan global yang adaptif terhadap inovasi teknologi.

Transformasi Ekosistem Keuangan Jepang

Masuknya Nomura, Daiwa, dan SMBC Nikko ke sektor bursa kripto juga menunjukkan perubahan sikap industri keuangan tradisional terhadap aset digital.

Keterlibatan institusi besar membawa standar tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan yang lebih tinggi.

Transformasi ini berpotensi menggeser citra pasar kripto Jepang dari dominasi spekulasi ritel menjadi ekosistem yang lebih matang dan berbasis institusi.

Jika seluruh reformasi berjalan sesuai rencana, Jepang dapat menjadi model integrasi aset digital dalam sistem keuangan tradisional secara struktural dan berkelanjutan.

Baca Juga: CLARITY Act Lolos di Komite Senat AS, Majunya Regulasi Kripto

Rencana peluncuran bursa kripto oleh tiga raksasa sekuritas Jepang, perubahan klasifikasi Bitcoin menjadi produk investasi, serta pemangkasan pajak kripto menjadi 20% menjadi sinyal kuat transformasi industri aset digital di Jepang.

Dengan 2026 sebagai “Digital Year”, Jepang tampaknya serius membangun fondasi regulasi yang solid untuk menarik modal institusional dan memperkuat posisinya dalam peta kripto global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Humanity Protocol Luncurkan Trust Layer, Identitas On-Chain Era Digital

Proyek blockchain Humanity Protocol resmi mengumumkan peluncuran infrastruktur terbaru bernama “Trust Layer”.

Menurut laporan Coinmarketcal, Trust Layer merupakan sebuah sistem identitas on-chain yang diklaim menjadi fondasi penting bagi era digital berikutnya.

Pengumuman ini disampaikan melalui kampanye countdown masif di berbagai platform media sosial, memicu spekulasi dan diskusi luas di kalangan komunitas kripto.

Dengan pendekatan pemasaran yang agresif, Humanity Protocol tampak berupaya membangun antisipasi tinggi menjelang pengumuman resmi detail produk.

Baca Juga: Humanity Protocol Naik 175%! Era Baru Token Identitas Salip Worldcoin?

Mengenal Trust Layer

Trust Layer disebut sebagai infrastruktur identitas digital berbasis blockchain yang dirancang untuk memverifikasi dan mengelola identitas secara on-chain.

Dalam ekosistem Web3, identitas terdesentralisasi menjadi komponen penting untuk mendukung berbagai aplikasi seperti DeFi, DAO, hingga sistem voting dan akses layanan digital.

Konsep identitas on-chain sendiri bukan hal baru. Berbagai proyek sebelumnya telah mencoba menghadirkan solusi verifikasi identitas tanpa mengorbankan privasi pengguna.

Namun Humanity Protocol mengklaim bahwa Trust Layer akan menjadi komponen fundamental yang memungkinkan interoperabilitas identitas lintas aplikasi dan jaringan.

Sayangnya, hingga saat ini detail teknis spesifik mengenai arsitektur sistem, model tokenomics, maupun dampak langsung terhadap utilitas token masih belum dipaparkan secara rinci.

Strategi Marketing yang Agresif

Kampanye countdown yang dilakukan Humanity Protocol menjadi salah satu sorotan utama. Strategi ini bertujuan membangun rasa urgensi dan FOMO (fear of missing out) di kalangan investor serta komunitas.

Pendekatan pemasaran semacam ini sering kali efektif dalam menciptakan lonjakan perhatian dan volume perdagangan dalam jangka pendek.

Namun, ekspektasi tinggi juga dapat menjadi pedang bermata dua apabila produk akhir tidak memenuhi harapan pasar.

Dalam dunia kripto, fenomena “buy the rumor, sell the news” kerap terjadi sehingga harga melonjak sebelum pengumuman, lalu terkoreksi setelah detail resmi dirilis.

Potensi Spekulasi dan Risiko Sell-the-News

Tim Research Tokocrypto menilai peluncuran Trust Layer memiliki dinamika menarik dari sisi sentimen pasar.

“Peluncuran ini kental dengan nuansa pemasaran yang provokatif namun masih minim detail teknis spesifik mengenai utilitas token. Ekspektasikan spekulasi jangka pendek sebelum pengumuman resmi; namun risiko sell-the-news sangat tinggi jika produk yang diluncurkan tidak menawarkan dampak langsung pada ekonomi token,” kata Tim Research Tokocrypto.

Berdasarkan analisis tersebut, fase pra-peluncuran sangat berpotensi memicu volatilitas harga akibat spekulasi.

Namun keberlanjutan tren sangat bergantung pada apakah Trust Layer benar-benar memberikan dampak konkret terhadap permintaan token, baik melalui mekanisme staking, burn, biaya transaksi, maupun utilitas lainnya.

Tanpa integrasi langsung ke dalam model ekonomi token, hype yang tercipta bisa bersifat sementara.

Tantangan Infrastruktur Identitas On-Chain

Membangun sistem identitas digital berbasis blockchain bukan perkara mudah.

Tantangan utama meliputi privasi data pengguna, skalabilitas sistem, integrasi lintas aplikasi, hingga kepatuhan regulasi.

Jika Humanity Protocol mampu menghadirkan solusi yang aman, scalable, dan kompatibel dengan berbagai aplikasi Web3, Trust Layer berpotensi menjadi komponen penting dalam ekosistem digital masa depan.

Namun pasar kripto cenderung pragmatis: utilitas nyata dan dampak ekonomi akan lebih menentukan dibanding sekadar narasi besar.

Outlook Jangka Pendek

Dalam jangka pendek, pelaku pasar kemungkinan akan memantau dua faktor utama, yaitu detail teknis resmi saat peluncuran dan integrasi token ke dalam ekosistem Trust Layer.

Jika pengumuman resmi menyertakan mekanisme yang secara langsung meningkatkan permintaan token, sentimen bullish dapat berlanjut.

Sebaliknya, jika detail yang diumumkan kurang substansial, tekanan jual pasca-event bisa muncul. Pasalnya, volatilitas menjelang dan setelah peluncuran menjadi skenario yang sangat mungkin terjadi.

Baca Juga: Riset Kripto 16-19 Feb 2026: Ketidakpastian Global: Kapan Berakhir?

Peluncuran Trust Layer oleh Humanity Protocol menjadi salah satu agenda penting yang patut diperhatikan komunitas kripto.

Dengan narasi identitas on-chain yang semakin relevan di era Web3, proyek ini mencoba menempatkan diri sebagai fondasi infrastruktur digital masa depan.

Namun, seperti banyak proyek kripto lainnya, keberhasilan jangka panjang akan sangat ditentukan oleh implementasi teknis dan dampak langsung terhadap ekonomi token.

Investor dan trader disarankan untuk mencermati detail resmi yang akan diumumkan serta mengantisipasi potensi volatilitas tinggi dalam periode sekitar peluncuran.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Moonwell mengajukan proposal tata kelola terbaru ke Standar Chainlink

Protokol lending DeFi Moonwell mengajukan proposal tata kelola terbaru bertajuk MIP-B57.

Seperti dilansir Coinmarketcal, pengajuan proposal ini bertujuan mengembalikan oracle harga pasar cbETH di jaringan Base dari model OEV wrapper kembali ke model harga standar berbasis Chainlink-composite.

Selain perubahan teknis tersebut, proposal ini juga membuka ruang diskusi dan masukan komunitas terkait langkah remediasi bagi pengguna yang terdampak oleh isu oracle sebelumnya.

Langkah ini dinilai sebagai upaya pemulihan kepercayaan dan penguatan manajemen risiko di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan protokol DeFi.

Baca Juga: API3 Dorong Inovasi Oracle Terdesentralisasi, Harga Naik 56,98%

Latar Belakang Perubahan Oracle

Oracle merupakan komponen krusial dalam protokol lending karena menentukan harga aset yang digunakan sebagai jaminan (collateral).

Ketidakakuratan atau gangguan pada sistem oracle dapat berdampak pada likuidasi yang tidak semestinya atau risiko solvabilitas protokol.

Sebelumnya, Moonwell menggunakan model OEV (Oracle Extractable Value) wrapper untuk pasar cbETH di Base.

Model ini dirancang untuk mengoptimalkan efisiensi nilai oracle, namun memunculkan kekhawatiran terkait stabilitas harga dan potensi anomali data.

Melalui MIP-B57, Moonwell mengusulkan untuk kembali menggunakan model harga standar Chainlink-composite yang lebih konservatif dan telah teruji luas di berbagai protokol DeFi.

Fokus pada Keamanan dan Stabilitas

Kembalinya Moonwell ke standar Chainlink menunjukkan pendekatan yang lebih berhati-hati dalam pengelolaan risiko harga.

Tim Research Tokocrypto menilai proposal ini sebagai langkah strategis dalam menjaga integritas protokol.

“Ini adalah langkah manajemen risiko teknis untuk memulihkan kepercayaan pengguna setelah adanya kekhawatiran terkait stabilitas harga oracle. Meskipun tidak memperluas fitur produk secara langsung, langkah kembali ke standar Chainlink menunjukkan prioritas Moonwell pada keamanan dan akurasi data di ekosistem Base,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Menurut analisis tersebut, keputusan ini mungkin tidak menambah fitur baru atau meningkatkan yield secara langsung, namun memiliki dampak signifikan terhadap persepsi keamanan protokol.

Dampak bagi Pengguna cbETH

Aset cbETH sendiri merupakan token staking Ethereum yang diperdagangkan dan digunakan sebagai collateral di berbagai platform DeFi.

Di jaringan Base, stabilitas harga oracle sangat penting untuk menjaga rasio jaminan dan mencegah likuidasi tak terduga.

Dengan kembali ke model Chainlink-composite, Moonwell berharap dapat meminimalkan volatilitas harga yang bersumber dari mekanisme oracle, serta memberikan kepastian lebih besar bagi pengguna yang meminjam atau menyediakan likuiditas.

Selain itu, proposal MIP-B57 juga mencakup pengumpulan masukan komunitas terkait langkah remediasi.

Hal ini menunjukkan komitmen tata kelola terbuka dan partisipatif dalam menangani potensi dampak insiden sebelumnya.

Signifikansi di Ekosistem Base

Jaringan Base sebagai layer-2 Ethereum semakin berkembang dengan bertambahnya aplikasi DeFi.

Stabilitas infrastruktur oracle menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga kepercayaan pengguna terhadap ekosistem tersebut.

Keputusan Moonwell untuk kembali ke standar Chainlink dapat dilihat sebagai sinyal bahwa protokol memprioritaskan keamanan dibanding eksperimen teknis yang berpotensi meningkatkan kompleksitas risiko.

Dalam industri DeFi, reputasi keamanan sering kali menjadi faktor pembeda utama antar protokol, terutama setelah berbagai insiden eksploitasi dan manipulasi oracle yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Outlook Tata Kelola dan Kepercayaan

Proposal MIP-B57 kini berada dalam tahap pemungutan suara komunitas. Hasil voting akan menentukan arah kebijakan oracle Moonwell ke depan.

Jika disetujui, langkah ini dapat memperkuat posisi Moonwell sebagai protokol lending yang mengedepankan keamanan dan transparansi.

Meski tidak berdampak langsung pada ekspansi produk atau peningkatan pendapatan, stabilitas sistem harga menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan jangka panjang.

Bagi investor dan pengguna, sinyal kehati-hatian ini dapat membantu memulihkan kepercayaan dan mengurangi kekhawatiran terhadap risiko teknis.

Baca Juga: Ondo x Chainlink Buka Era Baru, Token Saham AS Bisa Jadi Jaminan

Proposal MIP-B57 menegaskan bahwa dalam DeFi, keamanan dan akurasi data sering kali lebih penting daripada inovasi agresif.

Dengan kembali ke model harga standar Chainlink-composite untuk pasar cbETH di Base, Moonwell memilih pendekatan defensif demi menjaga stabilitas protokol.

Keputusan akhir kini berada di tangan komunitas. Namun satu hal yang jelas: dalam ekosistem yang sangat bergantung pada data real-time, kualitas oracle dapat menentukan keberlangsungan sebuah protokol.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Naik ke $68.048, Rebound Tipis

Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat di level $68.048,60 per BTC, naik sekitar 0,62% dalam 24 jam terakhir menurut laporan Tokocrypto pada Minggu (23/2).

Penguatan ini menunjukkan adanya upaya rebound jangka pendek, meskipun dalam timeframe mingguan dan bulanan Bitcoin masih berada dalam tekanan korektif.

Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini mencapai sekitar $1,36 triliun, mempertahankan posisinya sebagai aset kripto paling dominan di dunia dengan peringkat pertama berdasarkan market cap.

Volume perdagangan 24 jam tercatat sebesar $17,78 miliar, menunjukkan likuiditas yang tetap solid meski tidak setinggi fase volatilitas ekstrem.

Baca Juga: Miner Jual Bitcoin Habis-Habisan: 90.000 BTC Masuk Exchange, Jadi Peluang Beli?

Pergerakan Harga 24 Jam Terakhir

Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak dalam rentang harga terendah $67.582,99 dan tertinggi di level $68.657,70.

Kenaikan harian sebesar $418,13 mencerminkan tekanan beli moderat setelah sebelumnya harga sempat melemah.

Perubahan harga dalam satu jam terakhir tercatat +0,17%, mengindikasikan momentum intraday yang relatif stabil.

Level $67.500 kini menjadi support jangka pendek yang cukup krusial.

Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, potensi uji ulang resistance di kisaran $69.000 tetap terbuka.

Tekanan dalam 7–90 Hari

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meskipun mencatat penguatan harian, performa BTC dalam jangka menengah masih menunjukkan koreksi signifikan:

  • 7 hari: -3,19%
  • 30 hari: -24,30%
  • 60 hari: -22,07%
  • 90 hari: -21,57%

Dalam 30 hari terakhir saja, Bitcoin telah terkoreksi lebih dari $21.800.

Koreksi ini mencerminkan fase konsolidasi besar setelah reli sebelumnya yang membawa harga mendekati rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198,07.

Namun dalam siklus historis Bitcoin, koreksi 20–30% bukanlah hal yang jarang terjadi, terutama setelah fase kenaikan agresif.

Suplai Hampir Maksimal, Narasi Kelangkaan Tetap Kuat

Saat ini suplai beredar Bitcoin mencapai 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,20% dari total suplai maksimum 21 juta BTC. Artinya, ruang penerbitan koin baru semakin terbatas.

Kelangkaan ini menjadi salah satu fondasi utama narasi jangka panjang Bitcoin sebagai “digital gold”.

Dengan suplai tetap dan permintaan yang berpotensi meningkat seiring adopsi global, banyak analis melihat koreksi saat ini sebagai bagian dari dinamika siklus pasar, bukan perubahan fundamental.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (fully diluted valuation) Bitcoin saat ini berada di kisaran $1,42 triliun, mencerminkan valuasi maksimal jika seluruh suplai telah beredar.

Analisis Teknikal: Level Kunci yang Perlu Dipantau

Beberapa level penting yang menjadi perhatian trader dalam waktu dekat:

  • Support kuat: $67.500
  • Support psikologis berikutnya: $65.000
  • Resistance terdekat: $69.000
  • Resistance menengah: $72.000

Jika BTC mampu menembus $69.000 dengan volume meningkat, peluang pemulihan ke area $72.000 semakin terbuka.

Sebaliknya, kegagalan mempertahankan support dapat membuka ruang koreksi menuju $65.000.

Struktur harga saat ini menunjukkan fase konsolidasi dengan kecenderungan netral hingga sedikit bullish dalam jangka sangat pendek.

Outlook Jangka Pendek

Kenaikan 0,62% dalam 24 jam terakhir menunjukkan adanya minat beli setelah tekanan mingguan.

Namun volume perdagangan yang lebih rendah dibanding periode volatilitas tinggi mengindikasikan pasar masih menunggu katalis baru.

Faktor makroekonomi global, arus dana institusional, serta sentimen terhadap ETF dan regulasi tetap menjadi variabel penting yang dapat mempengaruhi pergerakan BTC selanjutnya.

Untuk saat ini, Bitcoin tampak berada dalam fase stabilisasi setelah koreksi tajam bulanan.

Investor jangka panjang kemungkinan lebih fokus pada fundamental suplai tetap dan posisi BTC sebagai aset lindung nilai digital.

Baca Juga: Analisa harga BTC hari ini: Bitcoin Menguat ke $67.237, Sinyal Rebound?

Harga Bitcoin hari ini di $68.048 mencerminkan rebound ringan setelah tekanan koreksi bulanan.

Dengan kapitalisasi pasar tetap di atas $1,3 triliun dan suplai yang hampir mencapai batas maksimal, narasi kelangkaan tetap menjadi pilar utama jangka panjang.

Arah berikutnya akan sangat bergantung pada kemampuan BTC menembus resistance $69.000 atau mempertahankan support $67.500 dalam beberapa sesi perdagangan ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Turun 3%, Likuiditas Tipis Tekan PI ke $0,169

Harga Pi Network (PI) tercatat melemah 3,02% dalam 24 jam terakhir ke level $0,169, bergerak berlawanan dengan pasar kripto yang cenderung stabil hingga sedikit menguat.

Penurunan ini terjadi di tengah minimnya katalis spesifik dan kondisi likuiditas pasar yang tergolong tipis.

Berbeda dengan beberapa aset kripto utama yang menunjukkan penguatan moderat, PI justru mengalami tekanan jual ringan tanpa adanya berita negatif besar yang memicu sentimen pasar.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,175, Koreksi Sehat Usai Reli 16%?

Likuiditas Tipis dan Volume Turun

Sekadar catatan, data dari Coinmarketcap menunjukkan bahwa volume perdagangan PI dalam 24 jam terakhir turun sekitar 21,72%.

Selain itu, rasio perputaran (turnover ratio) berada di angka sangat rendah, yakni 0,0076. Kondisi ini mencerminkan pasar yang relatif sepi dan kurang likuid.

Dalam situasi seperti ini, transaksi dengan ukuran kecil pun dapat memberikan dampak harga yang signifikan.

Tanpa tekanan beli yang kuat untuk menyerap penawaran, harga cenderung “meluncur turun” secara perlahan meski tidak ada faktor fundamental negatif.

Fenomena ini sering terjadi pada aset dengan likuiditas terbatas, di mana harga bisa bergerak tajam atau menyimpang dari arah pasar yang lebih luas.

Sebagai perbandingan, Bitcoin (BTC) dalam periode yang sama justru mencatat kenaikan sekitar 0,64%.

Ketidaksinkronan ini menegaskan bahwa pelemahan PI lebih dipicu faktor internal pasar dibanding sentimen makro kripto.

Tanpa Katalis Negatif Spesifik

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Menariknya, tidak ditemukan katalis negatif spesifik seperti pengumuman regulasi, gangguan jaringan, atau insiden keamanan yang dapat menjelaskan penurunan harga PI.

Tidak ada indikasi rotasi sektor maupun aktivitas derivatif besar yang berhubungan langsung dengan PI. Artinya, pergerakan ini lebih mencerminkan lemahnya minat beli dibanding perubahan fundamental.

Dalam kondisi pasar tipis, harga bisa bergerak lebih volatil karena keseimbangan antara supply dan demand mudah terganggu.

Analisis Teknikal: Level Krusial $0,165–$0,175

Secara teknikal, PI kini berada dalam rentang sempit dengan kecenderungan bearish jangka pendek. Level-level penting yang perlu diperhatikan:

  • Support terdekat: $0,165
  • Resistance utama: $0,175
  • Area psikologis: $0,170

Jika PI gagal merebut kembali level $0,17 secara konsisten, risiko penurunan menuju support $0,165 semakin terbuka. Break di bawah $0,165 dapat mempercepat tekanan jual lanjutan.

Sebaliknya, untuk membalikkan tren jangka pendek, PI perlu menembus dan bertahan di atas $0,175 dengan konfirmasi volume yang meningkat signifikan.

Tanpa lonjakan volume, potensi kenaikan cenderung terbatas dan rentan kembali terkoreksi.

Outlook Jangka Pendek: Tekanan Masih Dominan

Struktur harga saat ini menunjukkan jalur resistensi terendah masih mengarah ke bawah.

Tanpa adanya lonjakan minat beli atau katalis baru, tekanan jual ringan bisa terus mendorong harga mendekati area support berikutnya.

Faktor yang paling penting untuk dipantau dalam beberapa hari ke depan adalah perubahan profil volume.

Kenaikan volume perdagangan secara berkelanjutan akan menjadi sinyal awal adanya minat beli baru.

Sebaliknya, jika volume tetap rendah, pasar PI berisiko tetap berada dalam kondisi rapuh dan mudah terdorong oleh transaksi berukuran kecil.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 6,79% ke $0,176, Tekanan Jual Meningkat

Penurunan 3,02% harga Pi Network ke $0,169 mencerminkan lemahnya likuiditas dan minimnya katalis spesifik.

Dalam pasar tipis, harga cenderung lebih sensitif terhadap tekanan jual meskipun tidak ada perubahan fundamental.

Kunci pergerakan berikutnya berada pada dua faktor utama: kemampuan harga mempertahankan support $0,165 dan munculnya lonjakan volume yang dapat mendorong reclaim di atas $0,175.

Tanpa dukungan likuiditas yang lebih kuat, risiko pelemahan lanjutan masih terbuka dalam jangka pendek.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Aktivitas Turun 99%, ASTER Masih Punya Peluang Reli Besar?

Harga ASTER (sebelumnya Astherus) telah merosot hampir 70% dari puncak pasca peluncuran di level US$2,41. Penurunan ini terjadi di tengah meredupnya euforia awal dan turunnya aktivitas pengguna secara drastis. Meski demikian, sejumlah indikator teknikal dan pergerakan whale menunjukkan potensi pembalikan arah yang signifikan.

Aktivitas Pengguna dan Volume Perdagangan Ambruk

Dilaporkan BeInCrypto, data on-chain menunjukkan penurunan tajam dalam partisipasi pengguna sejak peluncuran token pada September 2025. Jumlah alamat aktif harian yang berinteraksi dengan Astherus Vault di BNB Chain sempat mencapai 29.062 pada 24 September, namun per 19 Februari turun menjadi hanya 146 alamat. Ini berarti terjadi penurunan sekitar 99,5% dalam aktivitas harian.

Volume perdagangan di decentralized exchange (DEX) BNB Chain juga mengalami kontraksi besar. Dari puncak US$327,75 juta, volume harian kini hanya berada di kisaran US$17,31 juta, turun sekitar 94,7%. Penurunan ini mencerminkan melemahnya partisipasi pasar serta berkurangnya permintaan on-chain.

Meski demikian, total alamat unik yang pernah berinteraksi dengan protokol terus meningkat hingga mencapai 572.252 alamat. Selain itu, pada 19 Februari, total deposit tercatat sebesar US$11,8 juta dari hanya 146 wallet, atau rata-rata sekitar US$80.000 per wallet. Hal ini menunjukkan partisipasi ritel memang turun, tetapi investor bernilai besar masih aktif.

Menariknya, sejak token generation event (TGE), tidak tercatat adanya penarikan dana harian dari vault, mengindikasikan bahwa modal yang telah masuk belum keluar dari sistem.

Sinyal Bullish dari Indikator Teknikal

Di tengah pelemahan fundamental jangka pendek, grafik 12 jam menunjukkan terbentuknya bullish divergence antara 7 Desember hingga 14 Februari. Harga mencetak lower low, sementara indikator RSI membentuk higher low. Pola ini biasanya menandakan tekanan jual mulai melemah dan potensi pembalikan mulai terbentuk.

Selain itu, indikator exponential moving average (EMA) menunjukkan kemungkinan crossover bullish, di mana EMA 20 periode mendekati persilangan di atas EMA 100 periode. Jika terjadi, ini dapat menjadi sinyal awal penguatan momentum harga.

Struktur harga juga membentuk pola inverse head-and-shoulders, yang dikenal sebagai pola pembalikan bullish. Neckline pola ini berada di sekitar US$0,79, yang kini menjadi level kunci untuk menentukan arah berikutnya.

Menurut Tim Research Tokocrypto, muncul anomali antara sentimen publik yang negatif dengan perilaku whale yang optimis. Jika ASTER mampu menembus resistensi kritis di /usr/bin/bash.79, target breakout mencapai .46 (rally 85%).

“Ini adalah pertarungan klasik antara kapitulasi retail dan keyakinan modal besar yang memposisikan diri untuk pembalikan tren,” analisisnya.

Baca juga: ASTER di $0,70, Aster Umumkan 0% Maker Fee untuk Semua Market

Whale Terus Akumulasi di Tengah Sentimen Negatif

Data Santiment menunjukkan wallet besar yang memegang antara 100 juta hingga 1 miliar ASTER telah meningkatkan kepemilikan dari 2,75 miliar menjadi 2,96 miliar token sejak awal Februari. Whale berukuran menengah (1 juta–10 juta ASTER) juga menambah kepemilikan dari 262,48 juta menjadi 278,96 juta token.

Namun, sentimen pasar justru memburuk. Skor sentimen positif turun dari 10,39 pada 12 Februari menjadi mendekati nol. Hal ini menunjukkan meningkatnya kritik dan persepsi negatif terhadap menurunnya aktivitas platform.

Perbedaan antara akumulasi whale dan sentimen ritel ini kerap muncul menjelang titik balik harga besar, meskipun belum menjamin terjadinya pembalikan dalam waktu dekat.

Level Kunci yang Tentukan Arah 85% Rally atau Lanjut Turun

Level US$0,79 menjadi titik krusial. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas level ini, target resistensi berikutnya berada di US$0,92, US$1,06, dan US$1,29, dengan target penuh di sekitar US$1,46. Kenaikan menuju US$1,46 akan mencerminkan potensi reli sekitar 85% dari harga saat ini.

Sebaliknya, jika harga turun di bawah US$0,68, struktur bullish mulai melemah. Penurunan lebih dalam di bawah US$0,39 akan membatalkan pola pembalikan dan mengonfirmasi tekanan bearish berlanjut.

Saat ini, ASTER berada di titik penentuan. Meski aktivitas pengguna dan sentimen melemah tajam, akumulasi whale serta sinyal teknikal menunjukkan kemungkinan pemulihan masih terbuka. Pergerakan berikutnya di atas US$0,79 atau di bawah US$0,39 akan menjadi penentu arah jangka panjang token ini.

Baca juga: Aster vs Hyperliquid: Perbandingan Platform Perpetual DEX


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

100 Hari Berdarah, Pasar Kripto Kehilangan US$730 Miliar

Pasar kripto mengalami kontraksi tajam dalam 100 hari terakhir dengan total kapitalisasi yang menyusut lebih dari US$730 miliar. Data on-chain terbaru menunjukkan arus keluar modal besar-besaran dalam waktu relatif singkat, mencerminkan pergeseran sentimen investor ke mode risk-off di tengah tekanan makro dan volatilitas pasar.

Bitcoin (BTC) menjadi kontributor terbesar secara nominal terhadap penyusutan tersebut. Kapitalisasi pasar BTC turun dari US$1,6968 triliun pada 22 November menjadi US$1,3489 triliun saat ini. Penurunan sebesar US$347,9 miliar atau sekitar 21,62% ini menandai fase pelemahan signifikan pada aset kripto terbesar di dunia.

20 Aset Kripto Terbesar Alami Penurunan

Sementara itu, kelompok 20 aset kripto terbesar di luar Bitcoin dan stablecoin juga mencatat penurunan besar. Kapitalisasi sektor ini turun dari US$1,0706 triliun pada 2 Desember menjadi US$810,65 miliar. Selisihnya mencapai US$259,94 miliar atau turun sekitar 15,17%.

Dilaporkan Crypto Quant, segmen mid-cap dan small-cap tercatat sebagai yang paling terpukul secara proporsional. Kapitalisasi pasar kategori ini menyusut dari US$390,38 miliar pada 11 Desember menjadi US$267,63 miliar. Penurunan sebesar US$122,75 miliar atau sekitar 20,06% menunjukkan tingginya tekanan pada aset berisiko lebih tinggi.

Secara keseluruhan, total dana yang keluar dari pasar kripto selama periode 100 hari tersebut mencapai US$730,59 miliar. Kontraksi ini tercermin dalam indikator on-chain seperti perbandingan kapitalisasi pasar serta rasio pertumbuhan market cap berbasis moving average 30 hari dan 365 hari.

Baca Juga: Analisa harga BTC hari ini: Bitcoin Menguat ke $67.237, Sinyal Rebound?

Analisis Pasar

Analis menilai kondisi ini lebih dari sekadar koreksi biasa, melainkan fase kontraksi ekonomi kripto yang cukup dalam. Namun, di tengah tekanan tersebut, pelaku pasar profesional disarankan untuk tetap memantau fundamental on-chain, termasuk cost basis pemegang jangka pendek dan sinyal siklus pasar Bitcoin untuk mengidentifikasi potensi fase akumulasi.

Dalam situasi seperti ini, disiplin teknikal dan manajemen risiko dinilai menjadi kunci, terutama bagi investor yang menerapkan strategi dollar-cost averaging secara terukur.

Menurut Tim Research Tokocrypto, penurunan valuasi sebesar 30 miliar dalam waktu singkat menandakan pergeseran struktural di mana likuiditas keluar dari ekosistem kripto menuju aset tradisional atau cash.

“Fokus pada realized price pemegang jangka pendek (STH) menjadi krusial; selama basis biaya mereka belum direbut kembali, pasar tetap dalam mode kontraksi. Smart DCA disarankan hanya jika indikator Market Cycle memberikan sinyal akumulasi yang valid,” jelasnya.

Baca Juga: Short Bitcoin Paling Ekstrem! Sinyal Reversal Besar Kembali Muncul?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Uniswap Usulkan Fee Switch di 8 Jaringan, Siap Buyback

Protokol decentralized exchange (DEX) terbesar di dunia, Uniswap, kembali membuat gebrakan strategis.

Melalui proposal terbaru, Uniswap mengusulkan aktivasi mekanisme pengumpulan biaya (fee switch) di delapan jaringan blockchain, termasuk Arbitrum, Base, dan Optimism.

Langkah ini dinilai sebagai perubahan fundamental dalam model ekonomi token UNI karena pendapatan protokol akan dialokasikan untuk pembelian kembali (buyback) dan pembakaran (burn) token UNI secara otomatis di jaringan Ethereum.

Baca Juga: Uniswap Ekspansi ke MegaETH, Dorong Harga ke $3,38

Dari Governance ke Aset Bernilai Ekonomi Nyata

Selama ini, UNI dikenal sebagai token tata kelola (governance token) yang memberikan hak suara dalam pengambilan keputusan protokol.

Namun sebagaimana dilaporkan Cryptobriefing pada Sabtu (21/2), proposal terbaru ini berpotensi mengubah struktur nilai token tersebut secara signifikan.

Dengan diaktifkannya fee switch, sebagian pendapatan protokol dari aktivitas perdagangan di berbagai jaringan akan dikumpulkan dan dikonversi menjadi UNI untuk kemudian dibakar.

Mekanisme ini menciptakan tekanan deflasi terhadap suplai UNI yang beredar di pasar. Tim riset Tokocrypto menilai perubahan ini sebagai langkah transformasional.

“Proposal ini mengubah fundamental UNI dari sekadar token tata kelola menjadi aset dengan akrual nilai yang nyata. Dengan model pembakaran otomatis berbasis penggunaan lintas rantai, Uniswap menciptakan insentif ekonomi yang kuat bagi para pemegangnya untuk mempertahankan dominasi di tengah persaingan DEX yang semakin ketat,” kata Tim Research Tokocrypto.

Artinya, semakin tinggi volume transaksi di seluruh jaringan tempat Uniswap beroperasi, semakin besar potensi pembelian dan pembakaran UNI.

Strategi Multi-Chain untuk Dominasi DEX

Ekspansi pengumpulan biaya ke delapan jaringan menunjukkan bahwa Uniswap tidak lagi hanya mengandalkan Ethereum sebagai sumber likuiditas utama.

Pasalnya, pertumbuhan ekosistem Layer-2 dan chain alternatif telah mendorong distribusi likuiditas lintas jaringan.

Arbitrum, Base, dan Optimism sendiri saat ini menjadi pusat aktivitas DeFi dengan biaya transaksi yang lebih murah dibandingkan Ethereum mainnet.

Dengan mengintegrasikan pendapatan dari berbagai chain tersebut, Uniswap menciptakan model ekonomi lintas rantai (cross-chain revenue capture) yang terpusat pada nilai token UNI di Ethereum.

Pendekatan ini juga menjadi respons terhadap persaingan yang semakin ketat di sektor DEX.

Protokol-protokol lain mulai mengadopsi model insentif yang agresif, termasuk pembagian biaya langsung kepada pemegang token atau penyedia likuiditas.

Uniswap memilih jalur berbeda: memperkuat nilai token melalui mekanisme deflasi otomatis.

Dampak terhadap Harga dan Sentimen UNI

Secara teori, mekanisme buyback dan burn dapat mengurangi suplai yang beredar dan menciptakan tekanan naik terhadap harga, selama permintaan tetap stabil atau meningkat.

Model ini sering digunakan oleh proyek kripto untuk meningkatkan daya tarik token di mata investor jangka panjang.

Jika proposal disetujui dan diimplementasikan, UNI berpotensi mengalami perubahan persepsi pasar: dari sekadar token voting menjadi token dengan mekanisme akrual nilai berbasis kinerja protokol.

Namun demikian, efektivitas strategi ini tetap bergantung pada beberapa faktor kunci, diantaranya:

  1. Volume perdagangan lintas jaringan
  2. Konsistensi pendapatan protokol
  3. Stabilitas ekosistem DeFi secara keseluruhan
  4. Kondisi pasar kripto global

Dalam kondisi pasar bullish dengan aktivitas DeFi yang meningkat, model ini dapat menjadi katalis kuat bagi UNI. Sebaliknya, dalam pasar lesu dengan volume rendah, dampaknya mungkin terbatas.

Baca Juga: Harga Uniswap (UNI) Naik 43%, Dampak Instan Aktivasi Peralihan Biaya

Sinyal Kematangan Ekonomi DeFi

Pergerakan harga Uniswap (UNI/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Uniswap (UNI/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Proposal ini juga mencerminkan evolusi sektor DeFi menuju model ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Alih-alih hanya mengandalkan insentif inflasi token, Uniswap mencoba mengoptimalkan pendapatan riil dari aktivitas protokol.

Dengan pendekatan tersebut, Uniswap memperkuat posisinya sebagai pemain dominan di industri DEX global sekaligus meningkatkan daya saing terhadap platform perdagangan terdesentralisasi lainnya.

Jika disetujui komunitas, mekanisme fee switch lintas jaringan ini bisa menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah tokenomics UNI dan berpotensi menjadi template bagi protokol DeFi lainnya di masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com