Tag Archives: aset kripto

Bitcoin Catat Kerugian $2,3 Miliar, Kapitulasi Terbesar Sejak 2021

Pasar Bitcoin baru saja mencatat salah satu peristiwa kapitulasi terbesar sepanjang sejarah, setelah realized losses mencapai sekitar $2,3 miliar. Lonjakan kerugian terealisasi ini disebut sebanding dengan beberapa momen paling menyakitkan di pasar kripto, termasuk crash 2021, runtuhnya Luna/FTX pada 2022, hingga koreksi besar pada pertengahan 2024.

Angka $2,3 miliar tersebut merujuk pada pembacaan rata-rata 7 hari dan menempatkan kondisi saat ini ke dalam jajaran 3–5 peristiwa kerugian terbesar yang pernah terekam dalam data on-chain Bitcoin.

Realized Loss $2,3 Miliar Jadi Indikasi Kapitulasi

Dilaporkan Crypto Quant, data ini didasarkan pada metrik Net Realized Profit/Loss, yang mengukur nilai dolar dari profit atau loss yang “terkunci” ketika Bitcoin berpindah secara on-chain. Ketika metrik menunjukkan bar merah besar, itu berarti banyak BTC dijual atau dipindahkan dengan harga lebih rendah dibanding harga beli sebelumnya—menandakan tekanan jual dan rasa panik yang kuat.

Dengan pembacaan $2,3 miliar (rata-rata 7 hari), metrik tersebut menunjukkan bahwa tekanan kerugian yang direalisasikan sedang berada pada level ekstrem.

Baca Juga: XRP Naik 390% di Thailand, Tinggalkan BTC dan Emas Jauh di Belakang

Penjual Utama Disebut dari Short-Term Holders

Menurut rangkuman data, kelompok yang paling banyak menjual dalam kondisi rugi adalah Short-Term Holders, yakni pemegang BTC dengan masa kepemilikan di bawah 155 hari. Kelompok ini disebut membeli BTC di kisaran $80.000 hingga $110.000, lalu kini melepas asetnya saat pasar turun, sehingga mengunci kerugian besar.

Sementara itu, Long-Term Holders tidak dianggap sebagai sumber utama lonjakan realized losses ini. Kelompok pemegang jangka panjang dinilai cenderung bertahan melewati fase drawdown, alih-alih panik menjual.

Harga BTC Sempat Rebound dari $60.000 ke $71.000

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Mingguu, 15 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 15 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski tekanan kapitulasi besar terjadi, harga Bitcoin dilaporkan sempat memantul dari sekitar $60.000 ke $71.000 setelah gelombang kerugian tersebut. Pola ini dinilai selaras dengan sejarah pasar, di mana lonjakan kerugian ekstrem kerap diikuti rebound jangka pendek akibat meredanya tekanan jual atau munculnya pembelian saat harga “diskon.”

Namun, analis mengingatkan bahwa reli seperti ini belum tentu menjadi pembalikan tren. Dalam beberapa fase bear market sebelumnya, relief rally juga sering muncul sebelum pasar kembali melemah.

Pasar Masih Tunggu Konfirmasi Arah

Kesimpulan sementara dari data tersebut: realized losses $2,3 miliar memicu pantulan harga yang konsisten dengan pola kapitulasi historis. Tetapi risiko tetap ada bahwa pergerakan ini hanya relief rally di tengah fase distribusi yang lebih panjang, bukan awal tren naik baru.

Pelaku pasar kini memantau apakah Bitcoin mampu menunjukkan penguatan berkelanjutan, atau justru kembali melemah jika kondisi likuiditas dan sentimen memburuk lagi.

Menurut Tim Research Tokocrypto, secara historis, kapitulasi masif seperti ini adalah ‘pembersihan’ terakhir sebelum pasar menemukan bottom yang solid. Meskipun menyakitkan bagi yang tereksploitasi, ini adalah sinyal reset yang dibutuhkan untuk memulai siklus bullish baru.

Baca Juga: Thailand Resmi Legalkan Bitcoin untuk Pasar Derivatif


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

ETHZilla Rilis Token RWA Mesin Jet: Investasi Aviasi via Blockchain

Industri kripto kembali menghadirkan inovasi di sektor Real World Asset (RWA).

Kali ini, ETHZilla meluncurkan token berbasis Ethereum yang dijamin oleh mesin jet komersial sewaan (leased commercial jet engines).

Menurut laporan Cryptodotnews, langkah ini menjadi terobosan baru dalam tokenisasi aset dunia nyata, khususnya di sektor kedirgantaraan.

Peluncuran ini menandai evolusi RWA dari aset konvensional seperti obligasi, properti, atau surat utang, menuju aset bernilai tinggi yang sangat spesifik dan sebelumnya sulit diakses investor ritel.

Baca Juga: Ekosistem DeFi Avantis: Perdagangan Leverage, RWA, hingga Forex

Tokenisasi Mesin Jet: Konsep Baru di Dunia RWA

Selama ini, mesin jet komersial merupakan aset bernilai jutaan dolar yang hanya bisa dimiliki oleh maskapai, perusahaan leasing aviasi, atau investor institusional besar. Likuiditas di sektor ini juga cenderung tertutup dan eksklusif.

Melalui pendekatan tokenisasi, ETHZilla mendigitalkan kepemilikan mesin jet yang disewakan ke maskapai penerbangan.

Artinya, nilai ekonomi dari aset fisik tersebut direpresentasikan dalam bentuk token di blockchain Ethereum.

Investor dapat memiliki bagian kecil (fraksional) dari aset tersebut melalui pembelian token.

Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini sebagai bukti bahwa aset fisik yang sangat mahal dan spesifik kini dapat difraksionalisasi lewat blockchain.

“Tokenisasi mesin jet membuktikan bahwa aset fisik yang sangat spesifik dan mahal pun kini bisa difraksionalisasi lewat blockchain. Ini membuka likuiditas baru di sektor aviasi yang selama ini tertutup bagi investor ritel,” ujar tim research Tokocrypto.

Membuka Likuiditas Baru di Sektor Aviasi

Sektor aviasi global merupakan industri bernilai ratusan miliar dolar, namun akses investasinya sangat terbatas. Mesin jet sendiri sering kali menjadi objek leasing jangka panjang dengan arus kas stabil dari kontrak sewa maskapai.

Dengan tokenisasi, kepemilikan dapat dibagi menjadi unit kecil. Investor ritel juga bisa berpartisipasi tanpa perlu modal besar.

Selain itu, aset menjadi lebih likuid karena dapat diperdagangkan secara digital. Hasilnya, transparansi ikut meningkat melalui pencatatan on-chain.

Inovasi ini berpotensi menciptakan pasar sekunder baru untuk aset kedirgantaraan, sesuatu yang sebelumnya hampir tidak mungkin dilakukan secara efisien.

Tren RWA Semakin Meluas

Dalam dua tahun terakhir, narasi Real World Asset menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat di industri kripto.

Tokenisasi surat utang pemerintah, obligasi korporasi, hingga aset properti telah menarik minat investor global.

Namun, tokenisasi mesin jet membawa konsep ini ke level yang lebih tinggi.

Jika proyek ini berhasil, model serupa dapat diterapkan pada armada pesawat komersial, infrastruktur bandara, satelit komunikasi, dan aset industri berat lainnya.

Hal ini menunjukkan bahwa blockchain tidak lagi terbatas pada aset finansial digital, melainkan mulai menyentuh aset fisik bernilai tinggi di dunia nyata.

Potensi dan Tantangan

Meski terdengar menjanjikan, tokenisasi aset aviasi tentu memiliki tantangan tersendiri.

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan investor antara lain risiko kredit maskapai penyewa, fluktuasi nilai aset mesin jet, regulasi sekuritas di berbagai yurisdiksi, hingga likuiditas pasar sekunder token.

Selain itu, transparansi struktur hukum dan kustodian aset fisik menjadi aspek krusial dalam menjaga kepercayaan investor.

Namun demikian, jika tata kelola dilakukan dengan baik, model ini berpotensi menjadi standar baru dalam pembiayaan aset bernilai tinggi.

Dampak bagi Ekosistem Ethereum

Karena token ini dibangun di atas jaringan Ethereum, peluncuran ini juga memperkuat posisi Ethereum sebagai infrastruktur utama tokenisasi RWA global.

Semakin banyak aset dunia nyata yang masuk ke jaringan ini, semakin besar pula utilitas dan aktivitas on-chain yang tercipta.

Hal tersebut dapat berdampak positif terhadap ekosistem DeFi, karena token berbasis mesin jet berpotensi digunakan sebagai jaminan (collateral), instrumen yield, atau produk derivatif di masa depan.

Baca Juga: 3 Altcoin RWA yang Siap Bikin Kejutan Besar September Ini!

Peluncuran token mesin jet oleh ETHZilla menjadi bukti bahwa batas antara aset fisik dan digital semakin kabur.

Tokenisasi kini tidak hanya menyasar properti atau obligasi, tetapi juga aset industri bernilai jutaan dolar seperti mesin jet komersial.

Jika adopsi terus meningkat, model ini dapat membuka era baru investasi berbasis blockchain, di mana investor ritel memiliki akses ke sektor-sektor eksklusif yang sebelumnya hanya dapat dijangkau oleh institusi besar.

Industri RWA tampaknya baru saja memasuki babak berikutnya — dan aviasi kini menjadi bagian dari revolusi tersebut.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Rebound $70.300, Sinyal Pemulihan?

Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan tanda pemulihan dalam 24 jam terakhir.

Saat ini, Tokocrypto memperdagangkan BTC di level $70.300,79, atau naik sekitar 2,1% dalam sehari terakhir.

Kenaikan ini mendorong kapitalisasi pasar Bitcoin kembali ke kisaran $1,40 triliun, dengan volume perdagangan 24 jam mencapai $39,30 miliar.

Pergerakan ini menjadi sinyal penting setelah periode koreksi dalam beberapa minggu terakhir.

Namun, apakah reli ini menandai pembalikan tren, atau hanya relief rally di tengah tekanan jangka menengah?

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik 9% ke $70.600, Mulai Berbalik?

Pergerakan 24 Jam: Momentum Mulai Menguat

Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak di rentang terendah $68.706,61 dan level tertinggi senilai $70.491,56.

Penembusan kembali area $70.000 menjadi level psikologis penting bagi pasar. Secara teknikal, level ini sebelumnya menjadi resistance minor yang beberapa kali gagal ditembus dalam sesi sebelumnya.

Kenaikan harian sebesar hampir 2% menunjukkan adanya minat beli yang kembali masuk, meskipun volume perdagangan relatif stabil di bawah $40 miliar, belum menunjukkan lonjakan ekstrem seperti saat breakout besar.

Perubahan harga 7 hari juga mulai positif di +1,42%, yang mengindikasikan adanya potensi stabilisasi jangka pendek.

Tekanan Jangka Menengah Masih Teras

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Mingguu, 15 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Mingguu, 15 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski terjadi rebound harian, data historis menunjukkan tekanan masih membayangi:

  • 30 hari: -26,23%
  • 60 hari: -19,26%
  • 90 hari: -26,29%

Artinya, BTC masih berada dalam fase koreksi menengah sejak puncak sebelumnya. Harga juga masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07.

Penurunan lebih dari 26% dalam 30 hari terakhir mencerminkan fase distribusi dan aksi ambil untung yang cukup agresif.

Oleh karena itu, reli saat ini perlu dikonfirmasi oleh struktur harga yang lebih kuat sebelum dapat dianggap sebagai pembalikan tren penuh.

Struktur Pasar dan Level Kunci

Dengan suplai beredar sebesar 19,99 juta BTC (sekitar 95,19% dari total suplai maksimum 21 juta), struktur pasokan Bitcoin semakin ketat. Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) saat ini berada di sekitar $1,47 triliun.

Level penting yang perlu diperhatikan trader:

Support:

  • $68.700 (low 24 jam)
  • $67.000 (area konsolidasi sebelumnya)

Resistance:

  • $70.500 (high 24 jam)
  • $72.000–$73.000 (area distribusi sebelumnya)

Jika BTC mampu menutup harian di atas $70.500 dan mempertahankan momentum, maka potensi uji ke zona $72.000 terbuka.

Sebaliknya, kegagalan bertahan di atas $69.000 bisa memicu koreksi ulang menuju area $67.000.

Volume dan Sentimen Pasar

Volume perdagangan $39,30 miliar menunjukkan aktivitas pasar yang cukup solid, tetapi belum mengindikasikan euforia ekstrem.

Biasanya, pembalikan tren besar disertai lonjakan volume signifikan dan peningkatan open interest di pasar derivatif. Tanpa dukungan tersebut, reli saat ini masih bisa dikategorikan sebagai fase pemulihan teknikal.

Meski begitu, kenaikan harga disertai perbaikan struktur mingguan (+1,42%) dapat menjadi fondasi awal bagi stabilisasi lebih lanjut.

Apakah Ini Awal Bullish Reversal?

Secara keseluruhan, pergerakan Bitcoin saat ini menunjukkan:

  • Momentum jangka pendek mulai positif
  • Struktur jangka menengah masih dalam fase koreksi
  • Level psikologis $70.000 berhasil direbut kembali

Namun, untuk mengonfirmasi pembalikan tren bullish, BTC perlu bertahan di atas $70.000 dalam beberapa sesi, menembus resistance $72.000 yang disertai peningkatan volume yang lebih agresif

Tanpa tiga faktor tersebut, reli saat ini masih berisiko menjadi relief rally sebelum fase konsolidasi lanjutan.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini Naik ke $68.937, Sinyal Rebound Menguat?

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin berhasil rebound ke $70.300 dengan kenaikan sekitar 2% dalam 24 jam.

Kapitalisasi pasar kembali stabil di atas $1,4 triliun, sementara volume perdagangan tetap solid.

Meski sinyal jangka pendek terlihat membaik, tekanan 30 hari yang masih negatif mengindikasikan pasar belum sepenuhnya pulih. Level $70.500 dan $72.000 akan menjadi penentu arah selanjutnya.

Investor dan trader disarankan untuk memantau konfirmasi breakout serta menjaga manajemen risiko, mengingat volatilitas pasar kripto masih tinggi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Melejit 27%, Tembus $0,195! Picu Euforia Baru?

Harga Pi Network (PI) mencatat lonjakan eksplosif dalam 24 jam terakhir.

Dalam catatan Coinmarketcap pada Minggu (15/2), token ini naik 27,45% ke level $0,195, jauh mengungguli kenaikan pasar kripto global yang hanya naik sekitar 2,1% dalam periode yang sama.

Kenaikan tajam ini terjadi tanpa adanya pengumuman fundamental besar atau katalis proyek yang jelas.

Namun, data menunjukkan bahwa reli didukung oleh lonjakan volume perdagangan sebesar 67%, mencapai $53,98 juta dalam 24 jam terakhir.

Lonjakan volume tersebut menjadi indikator penting bahwa pergerakan harga bukan sekadar “thin pump”, melainkan didorong arus modal spekulatif yang cukup kuat.

Baca Juga: Harga Pi Network Melonjak 11,72% ke $0,153 Jelang Upgrade Mainnet

Breakout Teknis dengan Konfirmasi Volume

Secara teknikal, PI berhasil menembus area resistance penting di kisaran $0,18. Level ini sebelumnya menjadi penghalang utama dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.

Penembusan resistance yang dikonfirmasi dengan volume tinggi biasanya menjadi sinyal kuat bahwa pasar tengah memasuki fase momentum baru.

Dalam konteks ini, kenaikan 27% menunjukkan adanya gelombang beli agresif dari pelaku pasar ritel maupun trader jangka pendek.

Namun, penting dicatat bahwa hingga saat ini tidak ada berita spesifik terkait pengembangan jaringan atau listing baru yang bisa menjelaskan reli tersebut secara fundamental.

Pergerakan ini kemungkinan besar dipicu oleh momentum komunitas, rotasi spekulatif ke altcoin berkapitalisasi menengah, dan FOMO (fear of missing out) jangka pendek.

Rotasi Altcoin dan Alpha terhadap Bitcoin

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 15 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 15 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Kenaikan PI juga terjadi di tengah pergeseran sentimen pasar yang mulai condong ke altcoin.

Indeks Altcoin Season tercatat melonjak 54,55% dalam sepekan terakhir, menandakan adanya aliran dana menuju aset berisiko lebih tinggi.

Sebagai perbandingan, Bitcoin (BTC) hanya naik sekitar 2% dalam 24 jam terakhir. Sementara total kapitalisasi pasar kripto meningkat 2,1%.

Dengan performa hampir 14 kali lipat lebih besar dari Bitcoin dalam periode yang sama, PI menunjukkan apa yang disebut sebagai “alpha move”, pergerakan independen yang jauh melampaui aset acuan pasar.

Kondisi ini sering terjadi saat pasar mulai mencari peluang imbal hasil lebih tinggi setelah fase konsolidasi Bitcoin.

Namun, perlu diperhatikan bahwa indeks Fear & Greed pasar kripto masih berada di level 13 (Extreme Fear), yang berarti sentimen global sebenarnya masih rapuh.

Level Kritis: $0,18 Jadi Penentu Arah Selanjutnya

Secara jangka pendek, level paling penting saat ini adalah $0,18, resistance lama yang kini berubah menjadi support.

Jika PI mampu bertahan di atas level ini dalam 24–48 jam ke depan, maka peluang untuk menguji resistance psikologis berikutnya di $0,20 akan semakin terbuka.

Sebaliknya, jika harga kembali turun dan kehilangan area $0,18, maka potensi koreksi menuju $0,16 cukup besar.

Level yang perlu diperhatikan:

  • Support utama: $0,18
  • Support berikutnya: $0,16
  • Resistance psikologis: $0,20

Skenario bullish akan semakin kuat jika volume perdagangan tetap berada di atas rata-rata 7 hari terakhir. Tanpa dukungan volume, reli seperti ini berisiko berubah menjadi retracement cepat.

Momentum Kuat, Tapi Masih Spekulatif

Lonjakan 27,45% ini jelas mencerminkan momentum bullish yang signifikan.

Namun, karena tidak disertai katalis fundamental baru, reli ini masih sangat bergantung pada kekuatan beli jangka pendek.

Dalam pasar kripto, breakout berbasis volume tinggi memang bisa menjadi awal tren baru. Tetapi, jika arus modal melemah, harga berpotensi mengalami koreksi tajam.

Investor jangka pendek kemungkinan akan memantau:

  • Apakah volume tetap di atas $50 juta
  • Apakah harga mampu menutup harian di atas $0,18
  • Apakah terjadi breakout bersih di atas $0,20

Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,138, Sentimen Extreme Fear Kembali

Harga Pi Network melonjak 27,45% ke $0,195 dalam reli eksplosif yang dikonfirmasi oleh lonjakan volume perdagangan 67%.

Tanpa katalis fundamental jelas, pergerakan ini tampaknya dipicu oleh rotasi altcoin dan momentum spekulatif.

Tren jangka pendek kini bullish, tetapi validitas breakout sangat bergantung pada kemampuan harga mempertahankan level $0,18 sebagai support baru.

Jika momentum berlanjut, target psikologis $0,20 bisa segera diuji. Namun, kegagalan menjaga support berpotensi memicu koreksi cepat ke $0,16.

Dalam fase seperti ini, disiplin manajemen risiko menjadi kunci utama bagi para trader.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Thailand Resmi Legalkan Kripto! ETF Bitcoin Siap Meluncur

Pemerintah Thailand mengambil langkah besar dengan menyetujui proposal yang membuka jalan bagi integrasi aset digital dan kripto ke dalam pasar keuangan yang diatur secara resmi. Keputusan ini memperkuat posisi kripto di pasar modal Thailand, khususnya melalui produk derivatif dan exchange-traded fund (ETF).

Langkah tersebut menandai upaya Thailand untuk menyesuaikan sistem keuangannya dengan perkembangan teknologi dan meningkatnya permintaan investor terhadap aset digital.

Kripto Jadi Underlying Asset Derivatif

Komisi Sekuritas dan Bursa Thailand (SEC) berencana merevisi Digital Asset Business Act agar mata uang kripto dan token digital dapat diakui sebagai underlying asset dalam kontrak derivatif. Dengan perubahan regulasi ini, perusahaan yang telah teregulasi akan dapat menawarkan produk seperti futures dan options berbasis kripto.

Regulator juga tengah menyusun kerangka hukum baru yang mencakup persyaratan lisensi khusus serta pedoman pengawasan untuk broker, bursa, dan lembaga kliring yang menawarkan derivatif kripto. Thailand Futures Exchange (TFEX) turut berkolaborasi dalam pengembangan produk derivatif digital yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Selain kripto, regulasi baru ini juga mengklasifikasikan kredit karbon sebagai komoditas, membuka peluang pengembangan pasar futures berbasis carbon credit dengan mekanisme penyerahan fisik. Kebijakan ini sejalan dengan agenda Thailand dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Ilustrasi aset kripto bitcoin. Sumber: Shutterstock.
Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

Baca Juga: XRP Naik 390% di Thailand, Tinggalkan BTC dan Emas Jauh di Belakang

Dorong Diversifikasi dan Manajemen Risiko

SEC Thailand menyatakan bahwa regulasi baru ini bertujuan memperkuat pengakuan kripto sebagai kelas aset alternatif. Dengan hadirnya produk berbasis kripto di pasar teregulasi, investor diharapkan memiliki lebih banyak opsi untuk diversifikasi portofolio dan manajemen risiko.

CEO Binance Thailand, Nirun Fuwattananukul, menyebut langkah ini sebagai momen penting bagi visi Thailand menjadi pemimpin ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara.

ETF Bitcoin Siap Diperdagangkan di Bursa

Dewan pasar modal Thailand juga telah memperkenalkan kerangka regulasi untuk memungkinkan investor mengakses Bitcoin dan aset digital lainnya melalui ETF. Struktur hukum baru ini mendukung perdagangan ETF berbasis kripto sekaligus membuka jalan bagi produk derivatif dan investasi berbasis tokenisasi.

SEC telah menyetujui prinsip-prinsip utama ETF kripto dan kini tengah menyusun pedoman operasional terkait kustodi aset, manajemen likuiditas, serta koordinasi antara manajer investasi dan bursa berlisensi.

ETF kripto di Thailand diperkirakan akan diperdagangkan di Stock Exchange of Thailand (SET), memberikan alternatif akses kripto melalui pasar teregulasi dibanding pembelian langsung. Investor diperkirakan dapat mengalokasikan sekitar 4% hingga 5% portofolio mereka ke aset digital dalam kerangka regulasi baru ini.

Dengan langkah tersebut, Thailand mempertegas posisinya sebagai salah satu negara pelopor di kawasan dalam menghadirkan investasi kripto yang teregulasi dan terintegrasi dengan sistem pasar modal nasional.

Tim Research Tokocrypto menilai kebijakan ini sebagai bukti kematangan sikap regulator Thailand terhadap industri kripto.

“Langkah ini menunjukkan sikap pro-kripto Thailand yang semakin matang. Dengan diakuinya kripto sebagai aset derivatif, institusi keuangan lokal kini memiliki payung hukum yang jelas untuk mengembangkan produk investasi berbasis kripto yang lebih kompleks,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Menurut mereka, kejelasan regulasi adalah faktor kunci dalam menarik partisipasi investor institusional.

Baca Juga: Thailand Resmi Legalkan Bitcoin untuk Pasar Derivatif


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Terjungkal ke Level ‘Extreme Fear’, Mengapa Kripto AI Justru Meroket Pekan Ini?

Insight Tim Research Tokocrypto menunjukkan bahwa pasar kripto tengah berada dalam tekanan multidimensi, baik dari sisi makro ekonomi global, data on-chain, hingga sentimen teknikal. Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan turun ke sekitar $2,30 triliun (-6%), sementara indikator Fear & Greed ambruk ke angka 11, menandakan fase Extreme Fear atau ketakutan ekstrem.

Data Fear and Greed Index (Sabtu, 14 Februari 2026). Sumber: CoinMarketCap

Namun di tengah tekanan tersebut, sejumlah sektor berbasis AI dan infrastruktur baru justru mencatatkan lonjakan signifikan. Lalu mengapa ketika Bitcoin melemah, narasi kripto AI justru menguat?

Penurunan Bitcoin dan Indeks Ketakutan Ekstrem

Dikutip dari Riset Kripto 9-13 Feb 2026, Bitcoin jatuh dari level dukungan psikologis $70.000, yang salah satunya dipicu oleh aliran besar dari penambang ke bursa seperti Binance, mencapai sekitar 90.000 BTC untuk likuiditas operasional dan pengambilan untung. 

Ini diperburuk juga oleh tingginya cumulative outflow dari pemegang jangka panjang, yang jadi pertanda bahwa investor senior sedang gencar melakukan profit taking secara masif, menyebabkan redistribusi aset dan tekanan harga ke bawah. Selain itu volatilitas Bitcoin naik ke 1.51, level tertinggi sejak 2022, yang mengonfirmasi bahwa pasar sedang dilanda kepanikan jangka pendek yang luar biasa.

Menurut Tim Research Tokocrypto, dalam kondisi ‘Extreme Fear’ seperti ini, prioritas utama adalah pertahanan modal, batasi spekulasi, dan gunakan strategi scalping jangka pendek karena ‘cash is king’. Selain itu investor sebaiknya hindari aset dengan unlock suplai besar seperti STBL dengan token unlock yang mencapai 57,7%, berisiko menciptakan tekanan jual, serta pertimbangkan akumulasi proyek inflasi rendah.

Lebih lengkap, bisa kamu baca di: Riset Kripto 9-13 Feb 2026: Bitcoin Berdarah, AI Berpesta!!

Lonjakan Kripto AI di Tengah Pasar Lesu

Data pasar sektor kripto dengan return tertinggi dalam 7 hari terakhir yang didominasi oleh AI (Sabtu, 14 Februari 2026). Sumber: CoinGecko

Sementara pasar secara umum masih lesu, sektor kripto berbasis AI justru mencatatkan lonjakan signifikan. Kenaikan ini dipicu oleh katalis seperti aktivasi dan adopsi ERC-8004 yang menjadi standar baru yang memungkinkan AI Agent memiliki identitas dan reputasi on-chain. 

Secara sederhana, ERC-8004 ini berfungsi layaknya “paspor dan rapor nilai” bagi agen AI di blockchain, sehingga identitas, rekam jejak, dan kredibilitasnya dapat diverifikasi secara aman dan lintas platform.

Narasi ini semakin kuat karena didukung oleh sejumlah jaringan seperti MegaETH, Linea, BNB Chain, dan OP Mainnet yang mulai mengadopsi standar tersebut. Dukungan infrastruktur lintas ekosistem ini memperkuat persepsi bahwa AI on-chain bukan sekadar tren sementara, melainkan bagian dari pengembangan utilitas jangka panjang di industri blockchain.

Menurut Tim Research Tokocrypto, lonjakan ini mengisyaratkan bahwa ritel maupun institusi mulai mengandalkan Bot untuk pasar, fokus saat ini tertuju pada sektor Moltbook dan Openclaw karena keduanya menawarkan eksposur pada narasi AI dan infrastruktur baru yang sedang berkembang. 

Penutup

Menurut insight Tim Research Tokocrypto, di Riset Kripto 9-13 Feb 2026 Bitcoin terjun ke level Extreme Fear merupakan akibat kombinasi tekanan makro global, distribusi suplai on-chain, dan pelemahan teknikal. Ditambah lagi dengan likuiditas global yang mengetat membuat investor defensif dan memprioritaskan perlindungan modal.

Namun, di tengah tekanan tersebut, sektor kripto AI dan ekosistem infrastruktur baru justru menguat karena katalis seperti, aktivasi dan adopsi standar ERC-8004 di berbagai ekosistem, yang memungkinkan AI Agent memiliki identitas dan reputasi on-chain, serta dukungan dari infrastruktur besar seperti OP Mainnet, BNB Chain, dan pengembang Ethereum

Namun, meskipun AI terlihat sedang berpesta, dalam kondisi Extreme Fear seperti sekarang, insight dari Tim Research Tokocrypto menegaskan bahwa fase ini menuntut prioritas pada pertahanan modal dan pembatasan spekulasi, meski terdapat sektor yang sedang outperform—dan yang paling penting adalah ‘cash is king’ ketika setuasi sepert ini.

Oleh karena itu, pendekatan yang lebih relevan adalah menjaga likuiditas dan menerapkan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) pada proyek berfundamental kuat, alih-alih mengejar lonjakan harga jangka pendek. Kamu bisa menggunakan fitur DCA yang ada di aplikasi Tokocrypto mulai dari Rp20.000 dengan download aplikasinya dan registrasi di sini!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sinyal Langka Muncul! Bitcoin Mendekati Undervalued Zone di $69.000

Bitcoin (BTC) disebut mulai mendekati zona undervalued setelah mengalami tren penurunan selama sekitar empat bulan sejak mencetak rekor tertinggi pada Oktober 2025. Indikator on-chain Market Value to Realized Value (MVRV) kini berada di kisaran 1,1, mendekati ambang batas yang secara historis dianggap sebagai area undervaluation.

Secara umum, Bitcoin dinilai undervalued ketika rasio MVRV turun di bawah angka 1. Saat ini, meski belum menembus level tersebut, posisi 1,1 menunjukkan bahwa harga pasar mulai mendekati nilai realisasi rata-rata pemegang BTC.

Koreksi 4 Bulan Sejak All-Time High

Dilaporkan Crypto Quant, sejak mencapai puncaknya pada Oktober 2025, Bitcoin bergerak dalam tren menurun dan terkoreksi signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Dalam 30 hari terakhir saja, harga BTC tercatat turun lebih dari 28%.

Saat artikel ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di sekitar $69.400, naik sekitar 3% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar BTC berada di atas $1,38 triliun dengan volume perdagangan harian sekitar $41 miliar.

Baca juga: Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa

Siklus Kali Ini Berbeda?

Berbeda dengan siklus sebelumnya, Bitcoin tidak sempat masuk ke zona overvalued yang ekstrem sebelum memulai fase koreksi terbaru. Pada siklus-siklus terdahulu, reli besar biasanya diikuti oleh lonjakan MVRV jauh di atas level normal sebelum akhirnya terjadi koreksi tajam.

Kali ini, absennya fase overvalued yang jelas menjadi perbedaan penting. Hal tersebut memunculkan kemungkinan bahwa pola penurunan dan pembentukan dasar harga juga dapat berbeda dari siklus sebelumnya.

Dekati Zona Akumulasi?

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Sejumlah analis menilai bahwa mendekatnya Bitcoin ke zona undervalued berpotensi menjadi fase persiapan bagi investor jangka panjang. Dalam aset yang memiliki tren naik jangka panjang, periode penurunan kerap dianggap sebagai momen untuk membangun posisi secara bertahap.

Meski demikian, kondisi pasar saat ini tetap memerlukan kehati-hatian. Dengan MVRV yang belum sepenuhnya menembus level 1, pasar masih berada di fase transisi antara koreksi dan potensi pembentukan dasar harga baru.

Investor kini mencermati apakah Bitcoin akan benar-benar memasuki zona undervalued secara teknis, atau justru melanjutkan konsolidasi sebelum menentukan arah berikutnya.

Menurut Tim Research Tokocrypto, berada di zona ini berarti risiko downside sudah terbatas dibandingkan potensi upside. Bagi investor dengan modal ‘uang dingin’, ini adalah fase ‘buy when others are fearful’ yang paling klasik.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Valeo Hadirkan Shielded Transfers di Solana, Tersedia Untuk iOS

Inovasi privasi kembali menjadi sorotan di industri kripto. Kali ini, Whale Insider melaporkan bahwa Valeo resmi meluncurkan fitur shielded transfers untuk jaringan Solana langsung melalui aplikasi iOS mereka.

Langkah ini menjadikan Valeo sebagai aplikasi pertama yang menawarkan transfer privat langsung di dalam aplikasi (in-app privacy) pada ekosistem Solana.

Peluncuran ini dinilai sebagai tonggak penting dalam perkembangan teknologi privasi blockchain, terutama di tengah meningkatnya pengawasan regulasi global terhadap transaksi kripto.

Baca Juga: Harga Solana Ambruk 16%, Akankah Support $126 Bertahan?

Tentang Shielded Transfers

Fitur shielded transfers memungkinkan pengguna mengirim aset kripto tanpa mengekspos detail transaksi seperti alamat pengirim, penerima, maupun jumlah transfer secara publik di blockchain.

Berbeda dengan transaksi standar yang transparan dan dapat dilacak secara terbuka, mekanisme ini memberikan lapisan perlindungan tambahan bagi pengguna.

Dalam konteks Solana yang dikenal sebagai blockchain berkecepatan tinggi dan biaya rendah, kehadiran fitur privasi langsung di aplikasi mobile menjadi kombinasi menarik antara performa dan perlindungan data.

Artinya, pengguna kini tidak perlu menggunakan protokol eksternal atau aplikasi pihak ketiga untuk mendapatkan privasi transaksi. Semua dapat dilakukan langsung di dalam aplikasi Valeo.

Privasi Jadi Narasi Krusial di Tengah Regulasi Ketat

Privasi semakin menjadi topik sensitif di industri kripto. Di satu sisi, regulator mendorong transparansi dan kepatuhan (compliance).

Di sisi lain, pengguna tetap menginginkan perlindungan data finansial pribadi mereka.

Tim Research Tokocrypto menilai inovasi ini sebagai respons terhadap dinamika tersebut.

“Privasi menjadi narasi yang semakin krusial di tengah pengawasan regulasi yang ketat. Inovasi Valeo mempermudah akses transaksi privat bagi pengguna mobile, yang bisa menjadi standar baru bagi dompet digital masa depan di ekosistem Solana,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Dengan pendekatan ini, Valeo mencoba menyeimbangkan kebutuhan privasi individu dengan perkembangan ekosistem blockchain yang semakin matang.

Dampak bagi Ekosistem Solana

Solana selama ini dikenal sebagai blockchain dengan throughput tinggi dan biaya transaksi murah, menjadikannya populer untuk DeFi, NFT, hingga aplikasi gaming Web3.

Namun, fitur privasi belum menjadi fokus utama jaringan ini dibandingkan blockchain lain yang memang mengusung privasi sebagai fitur inti.

Hadirnya shielded transfers secara native di aplikasi mobile berpotensi meningkatkan adopsi pengguna yang peduli privasi; menarik minat institusi atau pelaku bisnis yang membutuhkan kerahasiaan transaksi; memperluas use case Solana di sektor pembayaran; dan mendorong inovasi wallet dan aplikasi serupa.

Jika fitur ini mendapat respons positif dari komunitas, bukan tidak mungkin dompet digital lain di ekosistem Solana akan mengadopsi pendekatan serupa.

Mobile-First: Masa Depan Akses Web3

Salah satu poin penting dari peluncuran ini adalah fokus pada platform iOS. Mayoritas pengguna kripto global kini mengakses aset digital mereka melalui perangkat mobile.

Dengan menghadirkan privasi langsung di aplikasi, Valeo menyasar segmen pengguna yang menginginkan kemudahan tanpa kompromi terhadap keamanan dan kerahasiaan.

Model mobile-first privacy ini bisa menjadi standar baru bagi dompet digital generasi berikutnya, di mana:

  • Privasi bukan fitur tambahan, melainkan fitur inti
  • Proses transaksi tetap cepat dan user-friendly
  • Pengalaman pengguna tidak terganggu oleh kompleksitas teknis

Pendekatan ini juga sejalan dengan tren Web3 yang semakin mengarah pada integrasi seamless antara teknologi blockchain dan aplikasi sehari-hari.

Tantangan ke Depan

Meski inovatif, fitur privasi di blockchain tetap menghadapi sejumlah tantangan.

Regulasi anti pencucian uang (AML) dan kebijakan Know Your Customer (KYC) di berbagai negara dapat membatasi penggunaan transaksi privat secara luas.

Selain itu, edukasi pengguna menjadi faktor penting. Banyak pengguna kripto belum sepenuhnya memahami perbedaan antara transaksi publik dan transaksi privat, serta implikasi keamanannya.

Namun, jika Valeo mampu menghadirkan solusi yang tetap mematuhi kerangka hukum tanpa mengorbankan privasi, inovasi ini berpotensi menjadi katalis besar bagi pertumbuhan ekosistem Solana.

Baca Juga: Solana Terancam Jebol US$100, Investor Jangka Panjang Mulai Mundur

Peluncuran shielded transfers oleh Valeo menandai babak baru dalam evolusi privasi blockchain, khususnya di jaringan Solana.

Dengan menghadirkan fitur transaksi privat langsung di aplikasi iOS, Valeo membuka jalan bagi standar baru dompet digital yang mengutamakan keamanan data dan kenyamanan pengguna.

Di tengah meningkatnya pengawasan regulasi global, inovasi berbasis privasi seperti ini dapat menjadi pembeda utama dalam persaingan ekosistem blockchain.

Jika adopsi meningkat, Solana berpotensi memperluas perannya tidak hanya sebagai jaringan berperforma tinggi, tetapi juga sebagai infrastruktur yang mendukung transaksi yang lebih privat dan efisien di era Web3.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Memecoin HOODRAT Melonjak, Bagaimana Potensinya?

Setelah cukup lama kurang mendapatkan atensi, pasar memecoin akhirnya kembali memanas.

Muaranya, token HOODRAT mencatat lonjakan harga signifikan setelah aktivitas pembelian on-chain terdeteksi memiliki keterkaitan dengan deployer dari WIF, salah satu memecoin paling fenomenal dalam siklus sebelumnya.

Menurut laporan Whale Insider, spekulasi ini dengan cepat menyebar di media sosial kripto, memicu gelombang FOMO (Fear of Missing Out) di kalangan trader ritel yang berharap HOODRAT dapat mengulang kesuksesan WIF.

Baca Juga: Token YZY, Memecoin Kanye West yang Tuai Kontroversi

Lonjakan Harga Dipicu Aktivitas On-Chain

Berdasarkan data yang beredar di komunitas kripto, dompet yang diduga memiliki hubungan dengan deployer WIF terpantau melakukan akumulasi HOODRAT dalam jumlah signifikan.

Informasi ini menjadi katalis kuat bagi kenaikan harga dalam waktu singkat.

Di ekosistem memecoin, faktor teknikal dan fundamental sering kali berada di urutan kedua setelah narasi.

Ketika muncul dugaan keterlibatan figur atau alamat wallet yang pernah sukses menciptakan token viral, pasar biasanya merespons dengan cepat—dan agresif.

Lonjakan HOODRAT menjadi contoh klasik bagaimana sentimen dan spekulasi dapat mendorong harga aset kripto melonjak drastis dalam hitungan jam.

Efek “Deployer yang Sama”: Mesin Spekulasi Memecoin

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa narasi keterkaitan deployer merupakan salah satu pendorong terkuat dalam pasar memecoin.

“Narasi ‘deployer yang sama’ adalah bahan bakar spekulasi paling kuat di ekosistem memecoin. Trader berharap HOODRAT bisa mengulangi kesuksesan WIF, menjadikannya magnet FOMO meskipun memiliki risiko volatilitas yang sangat ekstrem,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Dalam sejarah memecoin, reputasi kreator atau deployer sering kali menjadi faktor psikologis utama. Jika seorang deployer pernah meluncurkan token yang sukses besar, pasar cenderung mengasumsikan potensi keberhasilan yang sama pada proyek berikutnya, meskipun belum ada bukti fundamental yang kuat.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana kepercayaan komunitas dan rekam jejak di blockchain dapat diterjemahkan menjadi premi harga.

Memecoin dan Psikologi Pasar

Berbeda dengan proyek kripto berbasis utilitas atau infrastruktur, memecoin lebih bergantung pada viralitas, komunitas, dan momentum sosial.

Dalam banyak kasus, reli harga didorong oleh spekulasi identitas kreator, dukungan influencer kripto, volume perdagangan tinggi dalam waktu singkat, hingga narasi unik yang mudah menyebar.

HOODRAT saat ini berada di fase awal euforia, di mana ekspektasi pasar sering kali melampaui realitas fundamental.

Namun, penting untuk dicatat bahwa reli berbasis narasi biasanya bersifat cepat dan ekstrem—baik ke atas maupun ke bawah.

Risiko Volatilitas Ekstrem

Meski potensi keuntungan besar menjadi daya tarik utama, memecoin dikenal memiliki volatilitas sangat tinggi.

Harga dapat melonjak ratusan persen dalam waktu singkat, tetapi juga bisa terkoreksi tajam ketika narasi kehilangan momentum, whale mulai merealisasikan profit, likuiditas menipis, atau sentimen pasar kripto secara umum melemah.

Trader yang masuk di fase euforia sering kali menghadapi risiko koreksi tajam ketika reli mulai mereda.

Selain itu, keterkaitan wallet secara on-chain belum tentu menjadi jaminan bahwa proyek tersebut akan mengikuti jejak kesuksesan token sebelumnya. Korelasi tidak selalu berarti replikasi keberhasilan.

Apakah HOODRAT Bisa Mengikuti Jejak WIF?

Pertanyaan utama yang kini beredar di komunitas adalah: apakah HOODRAT memiliki peluang realistis untuk menyamai performa WIF?

Secara historis, hanya sebagian kecil memecoin yang mampu mempertahankan momentum jangka panjang. Banyak yang mengalami lonjakan awal sebelum akhirnya terkoreksi dalam beberapa minggu atau bulan.

Keberhasilan jangka panjang biasanya ditentukan oleh pertumbuhan komunitas organik, distribusi token yang sehat, likuiditas memadai, serta dukungan ekosistem dan integrasi.

Tanpa faktor-faktor tersebut, reli berbasis spekulasi cenderung bersifat sementara.

Baca Juga: 5 Memecoin Terpopuler di Pump.Fun di Pekan Kedua Mei

Lonjakan harga HOODRAT menunjukkan kembali bagaimana narasi dan reputasi dapat menjadi katalis utama dalam ekosistem memecoin.

Dugaan keterkaitan dengan deployer WIF telah memicu gelombang FOMO yang signifikan, mendorong volume dan harga naik tajam.

Namun, di balik potensi keuntungan besar, risiko volatilitas ekstrem tetap membayangi. Investor dan trader perlu menyadari bahwa reli berbasis spekulasi bisa berbalik arah dengan cepat.

Dalam pasar memecoin, kecepatan sering kali menjadi penentu. Tetapi disiplin manajemen risiko tetap menjadi kunci utama untuk bertahan di tengah fluktuasi yang tak terduga.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini Naik ke $68.937, Sinyal Rebound Menguat?

Harga Bitcoin (BTC) hari ini menunjukkan penguatan signifikan.

Dalam catatan Tokocrypto pada Sabtu (14/2), BTC diperdagangkan di level $68.937,95, naik sekitar +3,47% dalam 24 jam terakhir, setelah sebelumnya sempat tertekan dalam tren penurunan bulanan.

Kenaikan ini menambah kapitalisasi pasar Bitcoin menjadi sekitar $1,37 triliun, dengan volume perdagangan harian mencapai $37,74 miliar.

Meski reli jangka pendek mulai terlihat, pertanyaan utama pelaku pasar adalah: apakah ini awal pembalikan tren atau sekadar relief rally dalam struktur bearish yang lebih besar?

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $66.569, Koreksi Dalam?

Pergerakan Harga 24 Jam: Momentum Positif Muncul

Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak di rentang harga terendah di level $65.959,95 dan tertinggi di level $69.382,83.

Kenaikan harian sebesar sekitar $2.271 menunjukkan adanya tekanan beli yang cukup solid setelah harga sempat mendekati area support kuat di bawah $66.000.

Secara intraday, volatilitas masih terjaga, tetapi pergerakan harga menunjukkan pola higher low jangka pendek—indikasi awal bahwa buyer mulai kembali masuk ke pasar.

Namun, secara mingguan BTC masih mencatatkan penurunan sekitar -2,54%, mengindikasikan tren jangka pendek belum sepenuhnya berbalik bullish.

Tekanan Jangka Menengah Masih Terlihat

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski kenaikan harian cukup impresif, data performa historis menunjukkan tekanan jangka menengah masih dominan:

  • 30 hari: -28,12%
  • 60 hari: -19,63%
  • 90 hari: -28,01%

Penurunan hampir 30% dalam sebulan terakhir menempatkan BTC dalam fase koreksi signifikan dari level yang jauh lebih tinggi.

Sebagai catatan, rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) Bitcoin berada di $126.198,07, sehingga harga saat ini masih berada jauh di bawah puncak tersebut.

Koreksi tajam ini biasanya memicu dua kemungkinan: fase akumulasi oleh investor jangka panjang atau konsolidasi sebelum penurunan lanjutan.

Maka dari itu, pergerakan beberapa hari ke depan akan sangat menentukan narasi dominan.

Struktur Pasar dan Kapitalisasi

Bitcoin tetap menjadi aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, menduduki peringkat #1 secara global. Beberapa data kunci pasar:

  • Kapitalisasi pasar: $1,37 triliun
  • Volume 24 jam: $37,82 miliar
  • Sirkulasi suplai: 19,99 juta BTC
  • Maksimum suplai: 21 juta BTC
  • Fully Diluted Valuation (FDV): $1,44 triliun

Dengan suplai yang sudah beredar mencapai sekitar 95,19% dari total maksimum, tekanan inflasi Bitcoin relatif rendah dibandingkan banyak altcoin.

Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa BTC sering dianggap sebagai aset lindung nilai digital dalam jangka panjang.

Level Teknis Penting yang Perlu Diperhatikan

Secara teknikal, beberapa level krusial saat ini adalah:

Support kuat:

  • Area $65.000
  • Area psikologis $60.000

Resistance terdekat:

  • $69.500
  • $70.000 (level psikologis penting)

Jika BTC mampu menembus dan bertahan di atas $70.000 dengan volume tinggi, peluang menuju fase recovery yang lebih luas akan terbuka.

Sebaliknya, kegagalan menembus resistance dan penurunan kembali di bawah $66.000 dapat mengindikasikan bahwa reli hari ini hanya bersifat sementara.

Apakah Ini Awal Pembalikan Tren?

Kenaikan +3,47% memang memberi angin segar setelah tekanan panjang dalam 30 hari terakhir. Namun, secara struktur makro, BTC masih berada dalam fase konsolidasi pasca koreksi besar.

Beberapa faktor yang biasanya memicu pembalikan tren kuat meliputi lonjakan volume signifikan berkelanjutan, arus masuk institusional, perbaikan sentimen pasar global, hingga breakout teknikal dari resistance kunci.

Saat ini, volume harian masih berada di kisaran moderat, belum menunjukkan lonjakan ekstrem yang biasanya menyertai breakout besar.

Baca Juga: Thailand Resmi Legalkan Bitcoin untuk Pasar Derivatif

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan sinyal rebound jangka pendek dengan kenaikan +3,47% ke level $68.937. Momentum beli mulai terlihat setelah tekanan koreksi hampir 30% dalam 30 hari terakhir.

Namun, struktur jangka menengah masih perlu dikonfirmasi. Level $70.000 menjadi resistance kunci yang akan menentukan apakah Bitcoin siap memulai fase pemulihan baru atau masih berada dalam pola konsolidasi.

Bagi investor dan trader, disiplin manajemen risiko tetap menjadi kunci di tengah volatilitas yang masih tinggi. Pergerakan beberapa hari ke depan akan sangat krusial dalam menentukan arah tren Bitcoin selanjutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com