Tag Archives: aset kripto

Harga Pi Network Melonjak 11,72% ke $0,153 Jelang Upgrade Mainnet

Harga Pi Network (PI) mencatat lonjakan signifikan dalam 24 jam terakhir.

Menurut laporan Coinmarketcap pada Sabtu (14/2), token ini naik 11,72% ke level $0,153, jauh mengungguli kenaikan pasar kripto secara keseluruhan yang hanya naik sekitar 3,57%.

Kenaikan tajam ini terjadi di tengah meningkatnya antisipasi terhadap tenggat penting upgrade node mainnet pada 15 Februari, yang disebut-sebut menjadi momen krusial bagi stabilitas dan keberlanjutan jaringan Pi.

Lonjakan harga juga dibarengi dengan kenaikan volume perdagangan sebesar 187%, menembus angka $32 juta dalam sehari.

Peningkatan volume ini menunjukkan bahwa reli tersebut didukung minat beli yang kuat, bukan sekadar pergerakan spekulatif tipis.

Baca Juga: Harga Pi Network (PI) Naik 3,14% ke $0,137, Rebound Valid?

Upgrade Mainnet Jadi Katalis Utama

Tim inti Pi (Pi Core Team) menetapkan batas waktu 15 Februari bagi node untuk melakukan pembaruan perangkat lunak.

Upgrade ini diklaim penting untuk menjaga “safety and liveness” jaringan, terutama setelah sempat terjadi ketidakstabilan pada periode sebelumnya.

Secara fundamental, pembaruan protokol merupakan katalis yang nyata dan terukur, berbeda dengan sekadar rumor pasar.

Investor menilai upgrade ini berpotensi menjadi titik balik bagi jaringan yang sebelumnya menghadapi tantangan teknis.

Optimisme tersebut tercermin dari akselerasi harga yang relatif agresif dibandingkan mayoritas altcoin lain.

Reli ini juga mengindikasikan bahwa pasar menilai upgrade tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi mainnet.

Hal yang perlu dipantau oleh para investor adalah tingkat partisipasi node setelah tenggat waktu, laporan stabilitas jaringan pasca-upgrade, dan apakah volume tetap tinggi setelah momentum awal mereda.

Tekanan Unlock Berkurang, Sentimen Listing Menguat

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Selain faktor teknis, dinamika suplai token juga memberikan dukungan tambahan.

Sekitar 19 juta PI sempat mengalami unlock pada 13 Februari. Namun, jadwal unlock harian diproyeksikan turun di bawah 5 juta PI menjelang akhir bulan.

Penurunan laju suplai baru ini berpotensi mengurangi tekanan jual di pasar spot. Di sisi lain, spekulasi mengenai potensi listing di bursa besar seperti Kraken terus beredar di media sosial.

Meski belum ada konfirmasi resmi, rumor listing sering kali menjadi katalis sentimen yang kuat dalam ekosistem kripto.

Jika benar terjadi, listing di bursa tier-1 dapat meningkatkan likuiditas, memperluas basis investor, sekaligus meningkatkan kredibilitas proyek.

Namun, perlu dicatat bahwa hingga saat ini faktor listing masih bersifat spekulatif.

Level Teknis Penting: $0,15 Jadi Garis Pertahanan

Dari sisi teknikal, PI kini berada di area krusial.

Support kunci: $0,15
Resistance terdekat: $0,155–$0,16

Level $0,15 menjadi zona psikologis sekaligus teknikal yang harus dipertahankan untuk menjaga momentum bullish.

Jika harga mampu bertahan di atas level ini pasca-upgrade, maka peluang pengujian resistance $0,155 hingga $0,16 semakin terbuka.

Sebaliknya, kegagalan mempertahankan support dapat mendorong harga kembali menguji area $0,13 yang sebelumnya menjadi titik terendah bulanan.

Struktur jangka pendek kini menunjukkan pembentukan higher low, tetapi konfirmasi tren naik yang lebih kuat masih membutuhkan breakout bersih di atas $0,155 dengan volume stabil.

Outlook Jangka Pendek: Optimisme Bersyarat

Secara keseluruhan, reli 11,72% ini didorong oleh katalis fundamental yang jelas, bukan sekadar noise pasar.

Kombinasi upgrade teknis, berkurangnya tekanan suplai, dan spekulasi listing menciptakan kondisi yang mendukung pergerakan naik.

Namun, keberlanjutan tren sangat bergantung pada dua faktor utama, yaitu keberhasilan dan stabilitas upgrade mainnet serta kemampuan harga bertahan di atas $0,15.

Jika upgrade berjalan lancar dan sentimen tetap positif, PI berpotensi membangun fase akumulasi baru di atas $0,15 sebelum mencoba menembus $0,16.

Sebaliknya, jika muncul gangguan teknis atau tekanan jual meningkat, reli ini bisa berubah menjadi relief rally jangka pendek.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,138, Sentimen Extreme Fear Kembali

Lonjakan harga Pi Network ke $0,153 mencerminkan optimisme pasar menjelang upgrade mainnet 15 Februari.

Dengan volume melonjak 187% dan tekanan unlock yang menurun, struktur jangka pendek terlihat lebih konstruktif.

Meski demikian, level $0,15 tetap menjadi garis pertahanan utama. Keberhasilan mempertahankan area ini akan menentukan apakah reli berlanjut atau justru kembali terkoreksi.

Investor disarankan memantau perkembangan teknis jaringan serta dinamika volume perdagangan dalam beberapa hari ke depan untuk membaca arah tren selanjutnya secara lebih akurat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Thailand Resmi Legalkan Bitcoin untuk Pasar Derivatif

Pemerintah Thailand secara resmi menyetujui proposal Kementerian Keuangan untuk mengizinkan aset digital digunakan sebagai underlying asset di pasar derivatif dan pasar modal negara tersebut. Keputusan ini diumumkan pada Selasa dan dinilai sebagai langkah besar dalam modernisasi sistem keuangan Thailand.

Kebijakan baru ini bertujuan menyelaraskan pasar derivatif Thailand dengan standar internasional, memperkuat pengawasan regulasi dan perlindungan investor, serta memposisikan Thailand sebagai pusat perdagangan kripto institusional di kawasan Asia Tenggara.

Bitcoin dan Aset Digital Resmi Diakui di Pasar Derivatif

Komisi Sekuritas dan Bursa Thailand (SEC) akan merevisi Undang-Undang Derivatif untuk memungkinkan aset digital, termasuk Bitcoin (BTC) dan kredit karbon, digunakan sebagai aset dasar dalam instrumen derivatif.

CEO Binance Thailand, Nirun Fuwattananukul, menyebut keputusan ini sebagai momen penting bagi pasar modal Thailand. Ia mengatakan pengakuan resmi terhadap aset digital menunjukkan bahwa kripto tidak lagi dipandang sekadar instrumen spekulatif, melainkan sebagai kelas aset yang berpotensi membentuk ulang fondasi pasar modal.

Langkah ini juga disebut mengirimkan sinyal kuat bahwa Thailand ingin menjadi pemimpin ekonomi digital yang progresif di Asia Tenggara.

Baca juga: Standard Chartered Peringatkan Bitcoin Bisa Anjlok ke $50.000!

Target Investor Institusi dan Produk Bitcoin Futures

Dilaporkan Trading VIew, Thailand diketahui tengah membidik investor institusional dan investor kaya dalam ekspansi ambisi kriptonya. Kebijakan ini sejalan dengan rencana Bursa Efek Thailand yang akan memperkenalkan Bitcoin futures dan produk berbasis exchange-traded pada 2026.

Sekretaris Jenderal SEC Thailand, Pornanong Budsaratragoon, mengatakan kebijakan ini akan memperkuat pengakuan kripto sebagai kelas aset, mendorong inklusivitas pasar, meningkatkan diversifikasi portofolio, serta memperbaiki manajemen risiko bagi investor.

Pembayaran Kripto Masih Dibatasi

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski pengakuan terhadap kripto di pasar derivatif semakin kuat, Thailand masih melarang penggunaan kripto sebagai alat pembayaran. Bank sentral tetap membatasi transaksi pembayaran berbasis kripto, termasuk penggunaan stablecoin untuk konsumsi ritel.

Pada Agustus lalu, pemerintah meluncurkan aplikasi khusus bagi wisatawan jangka pendek untuk mengonversi kripto menjadi mata uang lokal. Namun, pengguna harus melalui proses Know Your Customer (KYC) yang ketat dan hanya dapat bertransaksi di outlet yang disetujui pemerintah.

Selain itu, pada Januari 2026, Thailand juga meluncurkan kampanye penertiban terhadap praktik “gray money”, di mana aset kripto turut menjadi bagian dari pengawasan dalam upaya pencegahan pencucian uang.

Dengan kebijakan terbaru ini, Thailand semakin mempertegas langkahnya dalam mengintegrasikan kripto ke dalam sistem keuangan formal, meskipun penggunaan sebagai alat pembayaran masih dibatasi.

Menurut Tim Reserach Tokocrypto, langkah ini menunjukkan sikap pro-kripto Thailand yang semakin matang. Dengan diakuinya kripto sebagai aset derivatif, institusi keuangan lokal kini memiliki payung hukum yang jelas untuk mengembangkan produk investasi berbasis kripto yang lebih kompleks.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Menyala! Trader Perpetual di Hyperliquid Tembus 202 Ribu

Aktivitas perdagangan derivatif di ranah decentralized exchange (DEX) kembali memanas.

Dalam paparan data terbaru via akun X resmi Hyperliquid, jumlah pedagang perpetual (perp traders) aktif di Hyperliquid melonjak hingga hampir menyentuh rekor tertinggi baru di 202.665 pengguna.

Grafik aktivitas harian memperlihatkan pola V-shape recovery, menandakan pemulihan cepat setelah periode penurunan sebelumnya.

Lonjakan ini menjadi sorotan karena terjadi di tengah dinamika pasar kripto yang masih fluktuatif.

Kebangkitan aktivitas di Hyperliquid juga memperkuat narasi bahwa decentralized perpetual exchange mulai menarik kembali minat trader ritel maupun semi-profesional.

Baca Juga: Eks Co-Founder Multicoin Capital: Hyperliquid Salah Dalam Segala Hal!

V-Shape Recovery: Apa Artinya?

Pola V-shape recovery pada grafik jumlah pengguna aktif harian menunjukkan penurunan tajam yang diikuti pemulihan cepat dalam waktu relatif singkat.

Dalam konteks Hyperliquid, kondisi ini mencerminkan aktivitas yang sempat melemah, minat trader kembali meningkat signifikan, atau partisipasi pasar yang pulih dengan cepat.

Pola seperti ini sering kali mengindikasikan bahwa pasar belum kehilangan minat struktural, melainkan hanya mengalami fase konsolidasi sementara.

Kembalinya jumlah trader mendekati rekor 202 ribu user menunjukkan bahwa Hyperliquid tetap menjadi salah satu pemain utama dalam segmen decentralized perpetual trading.

Pergeseran Volume dari CEX ke DEX?

Menurut Tim Research Tokocrypto, lonjakan ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan perubahan dinamika pasar.

“Peningkatan aktivitas di decentralized perpetual exchange ini mengindikasikan kembalinya minat spekulatif ritel dan pergeseran volume trading dari CEX ke DEX yang menawarkan performa tinggi, likuiditas dalam, dan insentif on-chain yang lebih menarik,” ujar tim Research Tokocrypto.

Beberapa faktor yang mendorong perpindahan ini antara lain:

  1. Transparansi on-chain
    DEX menawarkan eksekusi yang dapat diverifikasi publik tanpa perantara kustodian.
  2. Self-custody
    Trader tetap memegang kendali atas aset mereka.
  3. Insentif token dan reward likuiditas
    Banyak DEX memberikan reward tambahan bagi pengguna aktif.
  4. Kekhawatiran regulasi terhadap CEX
    Ketatnya regulasi di sejumlah yurisdiksi mendorong trader mencari alternatif terdesentralisasi.

Hyperliquid dan Label “High-Performance DEX”

Hyperliquid dikenal sebagai platform perpetual DEX yang menekankan performa tinggi, kecepatan eksekusi, serta kedalaman likuiditas yang kompetitif dengan centralized exchange (CEX).

Dalam beberapa bulan terakhir, narasi seputar high-performance on-chain derivatives semakin kuat.

Trader ritel kini tidak lagi melihat DEX sebagai opsi sekunder, melainkan sebagai alternatif utama, khususnya untuk perdagangan leverage.

Lonjakan jumlah pengguna aktif ini juga bisa menjadi indikator bahwa pasar derivatif kripto masih menjadi magnet spekulasi, meskipun harga spot belum sepenuhnya pulih.

Sinyal Kembalinya Spekulasi Ritel?

Aktivitas derivatif sering kali menjadi barometer sentimen spekulatif.

Ketika jumlah perp traders meningkat tajam, biasanya ada beberapa implikasi, termasuk meningkatnya volatilitas pasar, bertambahnya open interest, hingga potensi likuidasi massal saat pergerakan ekstrem.

Lonjakan hingga lebih dari 200 ribu pengguna aktif menunjukkan bahwa minat terhadap perdagangan leverage belum surut.

Hal ini bisa menjadi sinyal awal fase volatilitas yang lebih tinggi ke depan.

Namun demikian, peningkatan aktivitas derivatif juga membawa risiko. Leverage tinggi dalam kondisi pasar yang belum stabil dapat memperbesar fluktuasi harga.

Dampak terhadap Ekosistem dan Token Terkait

Jika tren peningkatan pengguna ini berlanjut, dampaknya bisa meluas ke peningkatan volume perdagangan, kenaikan fee revenue protokol, bertambahnya likuiditas pool, dan penguatan valuasi token ekosistem (jika ada mekanisme capture value).

DEX yang berhasil mempertahankan pertumbuhan pengguna biasanya memperoleh efek jaringan (network effect) yang memperkuat posisi kompetitifnya.

Baca Juga: Hyperliquid Usulkan HIP-4, Hadirkan Pasar Prediksi Tanpa Risiko Likuidasi

Lonjakan jumlah trader perpetual aktif di Hyperliquid hingga hampir menyentuh 202.665 user menjadi sinyal kuat bahwa minat terhadap decentralized derivatives kembali meningkat.

Pola V-shape recovery dalam aktivitas harian memperlihatkan pemulihan cepat dan potensi momentum baru.

Fenomena ini juga mengindikasikan adanya pergeseran volume dari CEX ke DEX, didorong oleh kebutuhan transparansi, self-custody, serta insentif on-chain yang lebih menarik.

Ke depan, pasar akan mencermati apakah lonjakan ini mampu bertahan dan bertransformasi menjadi tren jangka panjang.

Jika ya, Hyperliquid berpotensi menjadi salah satu pemain kunci dalam evolusi pasar derivatif kripto berbasis blockchain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

SoSoValue Kenalkan SoDEX, Trading Chain Penantang CEX

SoSoValue resmi mengumumkan peluncuran SoDEX, sebuah rantai perdagangan berkinerja tinggi (high-performance trading chain) yang diinkubasi langsung oleh tim internal mereka.

Seperti dilansir dari Coinmarketcal pada Jumat (13/2), pengumuman ini dilakukan dalam ajang bergengsi Consensus Hong Kong, yang dikenal sebagai salah satu forum kripto terbesar di Asia.

Peluncuran SoDEX tidak hanya menjadi pengumuman teknis, tetapi juga dibarengi dengan diskusi VIP yang membahas masa depan likuiditas on-chain dan potensi decentralized exchange (DEX) untuk melampaui centralized exchange (CEX) dalam siklus pasar kripto saat ini.

Langkah ini menandai fase baru bagi ekosistem SoSoValue, sekaligus memperkuat narasi bahwa infrastruktur perdagangan on-chain semakin matang dan siap bersaing dengan platform terpusat.

Baca Juga: Hong Kong Perkuat Posisi Global Connector Kripto, Bidik Dana Institusi

Apa Itu SoDEX?

SoDEX digambarkan sebagai rantai perdagangan berperforma tinggi yang dirancang untuk menangani kebutuhan eksekusi cepat, throughput besar, dan likuiditas mendalam, elemen yang selama ini menjadi keunggulan CEX.

Beberapa tujuan utama SoDEX meliputi peningkatan efisiensi perdagangan on-chain, mengurangi latensi transaksi, mendukung likuiditas institusional, dan menyediakan infrastruktur trading yang scalable.

Dengan pendekatan ini, SoSoValue tampaknya ingin menempatkan SoDEX sebagai fondasi likuiditas baru yang mampu menjembatani kebutuhan trader ritel dan institusi.

Momentum Consensus Hong Kong

Peluncuran yang dilakukan dalam acara fisik seperti Consensus Hong Kong bukan tanpa strategi.

Event ini mempertemukan investor institusional, venture capital, pengembang, serta pelaku industri dari berbagai negara.

Menurut Tim Research Tokocrypto, momentum peluncuran dalam forum global seperti ini berpotensi menciptakan efek katalis pasar.

“Peluncuran SoDEX merupakan tonggak sejarah fundamental bagi ekosistem SoSoValue yang dapat menarik minat besar dari investor institusional dan mitra strategis. Efek katalis dari acara fisik di Hong Kong biasanya memberikan dorongan spekulatif yang signifikan terhadap harga token SOSO saat peluncuran resmi,” ujar tim Research Tokocrypto.

Historisnya, pengumuman besar dalam event internasional sering kali memicu peningkatan eksposur media, diskusi komunitas, hingga lonjakan volume perdagangan token terkait.

DEX vs CEX: Kompetisi Siklus Baru?

Salah satu poin diskusi utama dalam peluncuran SoDEX adalah potensi DEX untuk melampaui CEX pada siklus pasar ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, decentralized exchange mengalami peningkatan signifikan dalam hal:

  • Volume perdagangan
  • Inovasi produk (perpetual, options, derivatives)
  • Infrastruktur layer-2 dan chain khusus trading
  • Integrasi dengan wallet self-custody

Keunggulan DEX seperti transparansi on-chain, self-custody, dan minim risiko kustodian menjadi daya tarik tersendiri, terutama setelah berbagai isu regulasi dan keamanan di sektor CEX.

Jika SoDEX berhasil menghadirkan performa setara atau mendekati CEX, maka peluang adopsi massal bisa terbuka lebih luas.

Dampak terhadap Token SOSO

Peluncuran SoDEX berpotensi memberikan implikasi langsung terhadap token ekosistem, yakni SOSO. Beberapa potensi dampaknya antara lain:

  1. Peningkatan utilitas token jika terintegrasi dalam mekanisme fee, staking, atau governance.
  2. Lonjakan volume perdagangan akibat ekspektasi investor terhadap pertumbuhan ekosistem.
  3. Minat institusional jika SoDEX berhasil membangun reputasi sebagai infrastruktur likuiditas yang andal.

Namun, seperti proyek kripto lainnya, dampak harga tetap bergantung pada realisasi teknis, adopsi pengguna, serta kondisi pasar global.

Tantangan ke Depan

Meski prospeknya menarik, SoDEX tetap menghadapi sejumlah tantangan, seperti persaingan ketat dengan DEX mapan; kebutuhan likuiditas awal yang besar; kepercayaan institusional terhadap keamanan dan stabilitas jaringan; hingga integrasi lintas-chain dan compliance.

Keberhasilan SoDEX akan sangat bergantung pada eksekusi teknis dan strategi kemitraan jangka panjang.

Baca Juga: Pengumuman Pi Network di Consensus 2025: Apa yang Bisa Diharapkan?

Peluncuran SoDEX oleh SoSoValue di Consensus Hong Kong menjadi langkah strategis yang mempertegas ambisi mereka di sektor perdagangan on-chain.

Dengan fokus pada high-performance trading chain dan likuiditas institusional, SoDEX berpotensi menjadi pemain baru yang signifikan dalam persaingan DEX vs CEX.

Momentum acara global ini juga dapat menjadi katalis spekulatif bagi token SOSO dalam jangka pendek.

Namun, keberlanjutan pertumbuhan tetap bergantung pada adopsi nyata dan kemampuan SoDEX memenuhi ekspektasi performa pasar.

Industri kini menanti, apakah SoDEX benar-benar mampu membawa DEX ke level kompetisi baru melawan dominasi CEX dalam siklus kripto berikutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network (PI) Naik 3,14% ke $0,137, Rebound Valid?

Harga Pi Network (PI) mencatat kenaikan 3,14% dalam 24 jam terakhir ke level $0,137, bergerak berlawanan arah dengan mayoritas pasar kripto.

Di saat Bitcoin (BTC) terkoreksi 1,1% dan pasar secara umum turun sekitar 0,9% di tengah sentimen extreme fear, pergerakan PI ini memicu spekulasi tentang potensi pembalikan tren jangka pendek.

Namun, apakah kenaikan ini benar-benar sinyal awal reversal, atau hanya technical bounce dalam tren turun yang masih dominan?

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 4%, Ini Analisis dan Level Kuncinya

Rebound dari Tekanan Jenuh Jual

Secara teknikal, Pi Network berada dalam tekanan kuat selama sebulan terakhir.

Harga PI tercatat turun lebih dari 34% dalam 30 hari terakhir, mencerminkan fase bearish yang cukup dalam.

Menurut catatan Coinmarketcap pada Jumat (13/2), Kenaikan 3,14% yang terjadi saat ini lebih terlihat sebagai pantulan dari kondisi deeply oversold.

Dalam situasi seperti ini, pelaku pasar jangka pendek biasanya memanfaatkan harga diskon untuk melakukan aksi beli spekulatif.

Meski demikian, volume perdagangan 24 jam PI hanya berada di kisaran $11,26 juta. Angka ini tergolong relatif rendah dan mengindikasikan bahwa reli belum didukung oleh arus masuk dana besar.

Tanpa lonjakan volume signifikan, kenaikan harga cenderung rapuh dan mudah terkoreksi kembali.

Bergerak Independen dari Bitcoin

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Yang menarik, kenaikan PI terjadi ketika Bitcoin dan pasar kripto secara umum melemah. Biasanya, altcoin bergerak searah dengan Bitcoin sebagai aset acuan.

Ketika terjadi pergerakan berbeda seperti ini, kondisi tersebut sering disebut sebagai decoupled move atau alpha move.

Namun, data yang tersedia tidak menunjukkan adanya katalis fundamental yang jelas. Tidak ada pembaruan besar, pengumuman resmi, maupun sentimen sosial signifikan yang mendorong harga naik.

Bahkan, indikator musim altcoin menunjukkan pelemahan, dengan Altcoin Season Index turun sekitar 6,45%.

Absennya faktor pendukung eksternal membuat reli ini tampak murni sebagai reaksi teknikal, bukan perubahan tren berbasis fundamental.

Analisis Level Kunci: Support dan Resistance

Dalam jangka pendek, level $0,135 menjadi area support penting yang harus dipertahankan.

Jika harga mampu bertahan di atas zona ini, peluang untuk menguji resistance berikutnya di sekitar $0,15 terbuka.

Sebaliknya, jika PI gagal mempertahankan level $0,13, tekanan jual berpotensi kembali mendominasi dan membuka ruang penurunan menuju level terendah tahunan.

Secara struktur tren, Pi Network masih berada dalam pola bearish yang jelas.

Resistance dinamis, termasuk rata-rata pergerakan 30 hari (30-day SMA), masih berada cukup jauh di atas harga saat ini. Artinya, secara teknikal, tren utama belum berubah.

Outlook Jangka Pendek: Netral dengan Bias Bearish

Melihat keseluruhan data, prospek jangka pendek PI dapat dikategorikan sebagai cautiously neutral dengan kecenderungan bearish.

Kenaikan 24 jam terakhir memang memberikan napas segar bagi investor, namun belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembentukan dasar harga (bottoming).

Agar reli ini berlanjut, PI perlu menunjukkan kenaikan volume yang konsisten di atas rata-rata $11 juta, penutupan harga mingguan di atas $0,14, dan pembentukan struktur higher low pada grafik harian.

Tanpa konfirmasi tersebut, reli berisiko menjadi relief rally sementara dalam tren turun yang lebih besar.

Baca Juga: Harga Pi Network Hari Ini Turun ke $0,138, Sentimen Extreme Fear

Sinyal Awal Stabilitas, Tapi Belum Reversal

Kenaikan 3,14% yang dialami Pi Network di tengah pasar yang lesu memang menarik perhatian. Namun, dengan likuiditas tipis dan tanpa katalis fundamental, reli ini masih tergolong rapuh.

Investor dan trader disarankan untuk mencermati pergerakan harga di sekitar $0,135 sebagai support kunci dan $0,15 sebagai resistance terdekat.

Breakout valid dengan dukungan volume akan menjadi indikator penting apakah PI siap keluar dari tekanan bearish, atau justru kembali menguji titik terendah tahunannya.

Dalam kondisi pasar kripto yang masih dibayangi sentimen ketakutan ekstrem, disiplin manajemen risiko tetap menjadi kunci utama.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

KITE Terkoreksi ke $0,17, Pasar Tunggu Hype AI Meledak?

BNB Chain akan menggelar diskusi terkait ERC-8004 pada 12 Februari 2026 pukul 13.00 UTC. Acara ini diumumkan sebagai sesi pembahasan bersama Unibase AI dan GoKiteAI, yang akan membahas standar ERC-8004 serta kaitannya dengan pengembangan identitas autonomous agent di ekosistem blockchain.

Diskusi ini disebut berlangsung dalam format seperti Twitter Space, dengan fokus edukasi dan promosi terkait teknologi ERC-8004 yang belakangan menjadi sorotan karena dianggap sebagai fondasi identitas on-chain untuk AI agents.

Diskusi ERC-8004 Dinilai Lebih Bersifat Edukasi, Belum Ada Pengumuman Besar

Meski narasi AI dan agent economy sedang ramai, diskusi ini belum disertai informasi mengenai peluncuran produk baru, listing token, perubahan tokenomics, atau integrasi konkret yang dapat menjadi katalis fundamental bagi pasar.

Dilaporkan Coinmarketcal, analis menilai agenda ini lebih berfokus pada pemasaran dan edukasi komunitas. Karena tidak ada deliverables yang diumumkan, potensi dampaknya terhadap harga token diperkirakan terbatas dan lebih bersifat jangka pendek.

Namun, topik ERC-8004 yang berkaitan dengan AI tetap berpotensi memicu pergerakan volatilitas pada token-token berkapitalisasi kecil jika hype di media sosial meningkat.

Baca juga: 3 Altcoin AI Agents Ini Melejit dan Jadi Sorotan Pasar Kripto

Harga KITE Terkoreksi ke $0,17 Setelah Reli 140% dalam 90 Hari

Pergerakan harga Kite (KITE/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Kite (KITE/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Di tengah pengumuman agenda diskusi tersebut, token KITE tercatat diperdagangkan di kisaran $0,170 atau turun sekitar 5% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar KITE berada di sekitar $309 juta, dengan volume perdagangan harian mencapai lebih dari $62 juta.

Meski mengalami koreksi harian, performa KITE dalam jangka menengah masih mencatat kenaikan signifikan. Dalam 30 hari terakhir, KITE naik sekitar 91%, meningkat lebih dari 105% dalam 60 hari, dan melonjak hingga 140% dalam 90 hari terakhir.

KITE juga tercatat memiliki suplai beredar sekitar 1,80 miliar token dari total maksimum 10 miliar token.

Pasar Tunggu Apakah Diskusi Ini Bisa Picu Volatilitas Baru

Dengan kondisi pasar yang sensitif terhadap narasi AI dan ERC-8004, diskusi di BNB Chain ini diperkirakan dapat meningkatkan perhatian komunitas dalam waktu singkat. Namun, tanpa adanya pengumuman teknis atau integrasi nyata, aktivitas ini dinilai belum cukup untuk mendorong reli berkelanjutan.

Pelaku pasar kini menantikan apakah diskusi tersebut akan memunculkan roadmap baru atau sekadar menjadi momentum hype jangka pendek yang memicu fluktuasi harga token terkait.

Menurut Tim Research Tokocrypto, diskusi mengenai standar ERC baru seringkali memicu volatilitas jangka pendek pada token micro-cap yang relevan dengan narasi AI.

“Meskipun bersifat edukatif, inisiatif ini menunjukkan peran aktif Kite AI dalam membangun standar teknis untuk masa depan identitas digital berbasis AI,” jelasnya.

Baca juga: 3 Altcoin Binance Alpha Airdrops Ini Meledak Berdasarkan Market Cap


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Uniswap Ekspansi ke MegaETH, Dorong Harga ke $3,38

Uniswap kembali memperluas jangkauannya. Melalui akun resmi X Uniswap, protokol decentralized exchange (DEX) terbesar di ekosistem Ethereum tersebut resmi mengumumkan bahwa Uniswap v2, v3, dan v4 telah dideploy di jaringan MegaETH.

Langkah ini menandai dimulainya babak baru bagi MegaETH dalam membangun fondasi likuiditas dan aktivitas perdagangan on-chain.

Deploy lintas tiga versi sekaligus menunjukkan bahwa integrasi ini bukan sekadar uji coba terbatas, melainkan kesiapan penuh untuk mendukung berbagai kebutuhan trader, liquidity provider (LP), dan developer DeFi.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 11 November 2025: Uniswap Pimpin Reli Altcoin!

Uniswap Hadir Lengkap di MegaETH

Dengan hadirnya seluruh lini protokol Uniswap, pengguna MegaETH kini dapat menikmati fitur yang telah teruji di berbagai jaringan:

  • Uniswap v2 dengan model AMM klasik yang sederhana dan stabil.
  • Uniswap v3 dengan fitur concentrated liquidity yang meningkatkan efisiensi modal.
  • Uniswap v4 yang membawa arsitektur modular dan fitur hooks untuk kustomisasi pool.

Kombinasi ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi pengembang dan proyek token baru yang ingin meluncurkan likuiditas di MegaETH.

Deploy multi-versi seperti ini biasanya menjadi indikator bahwa jaringan tersebut telah memenuhi standar teknis dan keamanan untuk menampung volume perdagangan yang lebih besar.

Sinyal Ekosistem Siap Tumbuh

Tim Research Tokocrypto menilai kehadiran Uniswap sebagai sinyal kuat bahwa MegaETH sedang bersiap memasuki fase pertumbuhan yang lebih agresif.

“Deploy Uniswap lintas versi biasanya jadi sinyal ekosistem siap menampung likuiditas dan aktivitas swap yang lebih luas. Jika MegaETH benar-benar mengejar performa ‘real-time’, integrasi DEX blue-chip seperti Uniswap bisa jadi katalis untuk bootstrapping pengguna, pool likuiditas awal, dan developer traction,” ujar tim research Tokocrypto.

Menurut mereka, likuiditas adalah fondasi utama dalam membangun ekosistem DeFi. Tanpa DEX besar, jaringan baru cenderung kesulitan menarik proyek dan pengguna dalam jumlah signifikan.

Dampak terhadap Likuiditas dan Aktivitas On-Chain

Pergerakan harga Uniswap (UNI/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Uniswap (UNI/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Kehadiran Uniswap berpotensi mempercepat pertumbuhan beberapa metrik penting MegaETH, seperti peningkatan Total Value Locked (TVL), lonjakan volume perdagangan harian, pertumbuhan jumlah wallet aktif, hingga bertambahnya jumlah pool likuiditas.

Dalam banyak kasus sebelumnya, deploy Uniswap di jaringan baru sering kali diikuti dengan program insentif likuiditas untuk menarik LP dan trader awal.

Jika strategi ini diterapkan, MegaETH bisa mengalami fase bootstrap yang cepat. Namun, keberlanjutan pertumbuhan tetap bergantung pada kualitas infrastruktur dan stabilitas jaringan.

Peran Uniswap v4 dan Potensi Inovasi

Uniswap v4 menjadi sorotan karena membawa fitur hooks yang memungkinkan pengembang menambahkan logika khusus di dalam pool likuiditas.

Hal ini membuka peluang inovasi seperti Dynamic fee model, integrasi limit order, strategi DeFi otomatis, dan mekanisme insentif khusus.

Jika MegaETH mampu menghadirkan eksekusi transaksi berlatensi rendah seperti yang dijanjikan, kombinasi performa tinggi dan fleksibilitas v4 bisa menciptakan pengalaman trading yang lebih responsif.

Ini berpotensi menarik proyek eksperimental dan developer yang ingin membangun produk DeFi generasi baru.

Persaingan di Lanskap Layer Baru

MegaETH memasuki pasar yang semakin kompetitif, di mana berbagai jaringan berlomba menawarkan skalabilitas, biaya rendah, dan throughput tinggi.

Dalam konteks ini, kolaborasi dengan protokol blue-chip seperti Uniswap menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kredibilitas.

Integrasi ini juga memperkuat narasi bahwa MegaETH ingin menjadi rumah bagi aktivitas DeFi skala besar, bukan sekadar jaringan alternatif.

Namun demikian, tantangan tetap ada. Untuk mempertahankan likuiditas dan pengguna, jaringan harus memastikan keamanan smart contract, stabilitas node, serta dukungan developer yang berkelanjutan.

Baca Juga: Harga Uniswap (UNI) Naik 43%, Dampak Instan Aktivasi Peralihan Biaya

Resminya Uniswap v2, v3, dan v4 di MegaETH menjadi tonggak penting dalam perkembangan ekosistem jaringan tersebut.

Integrasi ini membuka peluang percepatan likuiditas, peningkatan volume swap, dan pertumbuhan aplikasi DeFi.

Seperti disampaikan Tim Research Tokocrypto, deploy lintas versi Uniswap sering kali menjadi sinyal kesiapan ekosistem untuk berkembang lebih luas.

Kini, pasar akan mengamati apakah MegaETH mampu memanfaatkan momentum ini untuk membangun ekosistem yang berkelanjutan dan kompetitif di tengah ketatnya persaingan blockchain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Lemah $67.072, Tekanan Menghantui

Harga BTC hari ini tercatat di level $67.072,31 per BTC, mengalami koreksi sebesar -0,57% dalam 24 jam terakhir.

Meski pelemahannya relatif tipis secara harian, tekanan dalam jangka menengah masih terlihat signifikan jika melihat performa 30 hingga 90 hari terakhir.

Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Kamis (11/2), kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,34 triliun, dengan volume perdagangan 24 jam mencapai $49,65 miliar.

Bitcoin tetap menjadi aset kripto paling dominan di pasar dengan peringkat pertama dan suplai beredar sebesar 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,18% dari total maksimum 21 juta BTC.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $68.448, Tekanan Menguat

Pergerakan Harga BTC 24 Jam Terakhir

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin sempat menyentuh level tertinggi $68.650,85 dan level terendah $65.757,30.

Rentang pergerakan ini menunjukkan volatilitas moderat, dengan tekanan jual yang sempat mendorong harga ke bawah $66.000 sebelum kembali stabil di area $67.000.

Secara intraday, perubahan harga 1 jam terakhir tercatat di -0,14%, menandakan pasar relatif sideways dalam jangka sangat pendek.

Tekanan Jangka Menengah Masih Berat

Meskipun penurunan harian hanya 0,57%, tren jangka menengah menunjukkan tekanan yang lebih dalam:

  • 30 hari: -26,95%
  • 60 hari: -25,74%
  • 90 hari: -31,12%

Dalam 30 hari terakhir saja, Bitcoin telah terkoreksi sekitar $24.719.

Penurunan ini memperlihatkan bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi atau koreksi besar setelah periode reli sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198,07, harga saat ini masih terpaut cukup jauh, menandakan Bitcoin belum kembali ke fase bullish penuh.

Analisis Volume dan Likuiditas

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Volume perdagangan 24 jam sebesar hampir $50 miliar menunjukkan bahwa minat pasar terhadap Bitcoin masih tinggi.

Likuiditas yang besar ini menjadi faktor penting karena menunjukkan partisipasi aktif investor dan memungkinkan eksekusi transaksi besar tanpa slippage ekstrem, serta mengurangi risiko volatilitas berlebihan akibat pasar tipis.

Namun, volume tinggi dalam kondisi harga melemah sering kali mengindikasikan adanya distribusi atau aksi ambil untung oleh pelaku pasar besar.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Berdasarkan data harga terbaru, beberapa level penting yang patut dicermati trader dan investor:

Support terdekat:

  • Area $65.700 (low 24 jam)
  • Area psikologis $65.000

Jika support ini ditembus, tekanan jual bisa meningkat menuju area $63.000–$60.000.

Resistance terdekat:

  • $68.650 (high 24 jam)
  • Area $70.000 sebagai resistance psikologis

Penembusan konsisten di atas $70.000 dapat membuka peluang pemulihan jangka pendek.

Sentimen Pasar Bitcoin Saat Ini

Dengan kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Valuation) di $1,407 triliun, Bitcoin masih mempertahankan dominasinya sebagai aset kripto utama.

Namun, koreksi 7 hari sebesar -4,89% menunjukkan bahwa sentimen jangka pendek masih cenderung hati-hati.

Beberapa faktor yang biasanya memengaruhi pergerakan BTC antara lain arus dana institusional, pergerakan indeks dolar AS, kebijakan suku bunga global, arus masuk dan keluar ETF Bitcoin, serta kondisi pasar kripto secara keseluruhan.

Tanpa katalis positif yang kuat, Bitcoin kemungkinan masih bergerak dalam pola konsolidasi.

Prospek Harga BTC Selanjutnya

Dalam jangka pendek, BTC tampak mencoba mempertahankan area $65.000–$67.000 sebagai zona keseimbangan baru.

Jika tekanan jual mereda dan volume beli meningkat, peluang rebound teknikal tetap terbuka.

Namun, tren 30–90 hari yang masih negatif menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya pulih. Investor jangka panjang cenderung menunggu konfirmasi pembalikan tren sebelum meningkatkan eksposur.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Terkoreksi $69.658, Tekanan Dominan

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin berada di fase konsolidasi dengan tekanan jangka menengah yang masih terasa.

Harga saat ini di $67.072 mencerminkan pelemahan moderat secara harian, namun koreksi bulanan yang dalam menandakan pasar masih dalam fase penyesuaian.

Level support $65.000 menjadi kunci penting dalam waktu dekat. Jika mampu bertahan, Bitcoin berpotensi membangun momentum pemulihan. Sebaliknya, jika ditembus, tekanan lanjutan bisa kembali muncul.

Pelaku pasar disarankan tetap memperhatikan manajemen risiko di tengah volatilitas yang masih tinggi di pasar kripto global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Turun ke $0,138, Sentimen Extreme Fear Kembali

Harga Pi Network (PI) kembali mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir.

Dalam catatan Coinmarketcap pada Kamis (12/2), aset kripto ini tercatat turun 2,65% ke level $0,138, sedikit lebih dalam dibanding pelemahan pasar kripto global yang terkoreksi sekitar 1,82% pada periode yang sama.

Penurunan ini terjadi di tengah sentimen pasar yang masih berada di zona “Extreme Fear”, mencerminkan tingginya aversi risiko investor.

Secara umum, pergerakan harga PI kali ini bukan dipicu oleh faktor internal proyek, melainkan lebih dipengaruhi oleh arus keluar dana dari aset berisiko di seluruh sektor kripto.

Baca Juga: Harga Pi Network Hari Ini Turun ke $0,138, Sentimen Extreme Fear

Tekanan Pasar Global Jadi Faktor Utama

Total kapitalisasi pasar kripto dilaporkan turun 1,82% menjadi sekitar $2,35 triliun, menandakan tekanan jual yang merata di berbagai aset digital.

Indeks Fear & Greed juga berada di angka 9, yang masuk kategori “Extreme Fear”. Level ini biasanya mencerminkan kepanikan atau kehati-hatian ekstrem dari pelaku pasar.

Dalam kondisi seperti ini, altcoin dengan profil beta tinggi seperti Pi Network cenderung bergerak searah dengan pasar, bahkan sering kali mengalami penurunan lebih dalam.

Hal tersebut terlihat dari performa PI yang sedikit lebih buruk dibanding rata-rata pasar.

Artinya, koreksi yang terjadi lebih merupakan refleksi sentimen makro dibandingkan adanya sentimen negatif spesifik terhadap proyek Pi Network itu sendiri.

Likuiditas Tipis Perbesar Volatilitas

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Selain tekanan pasar global, faktor lain yang memperbesar pergerakan harga adalah struktur likuiditas PI yang relatif tipis.

Volume perdagangan 24 jam PI tercatat sekitar $11,85 juta, dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,24 miliar.

Hal ini menghasilkan rasio turnover hanya sekitar 0,00957, yang menunjukkan aktivitas perdagangan relatif rendah dibanding ukuran market cap.

Dalam pasar dengan kedalaman (market depth) yang terbatas, tekanan jual dalam jumlah moderat saja sudah cukup untuk mendorong harga turun signifikan.

Sebaliknya, jika terjadi lonjakan beli, harga juga bisa naik tajam dalam waktu singkat.

Struktur seperti ini membuat PI rentan terhadap volatilitas yang lebih tinggi dibanding aset kripto dengan likuiditas besar seperti Bitcoin atau Ethereum.

Level Kunci: $0,13 Jadi Penentu

Dalam jangka pendek, perhatian pelaku pasar tertuju pada area support di sekitar $0,13, yang juga merupakan level terendah dalam 30 hari terakhir.

Jika total kapitalisasi pasar kripto mampu bertahan di atas $2,17 triliun, yang menjadi area support tahunan, PI berpotensi bergerak sideways di kisaran $0,13 hingga $0,15.

Namun, jika tekanan jual berlanjut dan support $0,13 ditembus, maka risiko penurunan lebih dalam kembali terbuka.

Dalam skenario tersebut, PI bisa memasuki fase distribusi lanjutan sebelum menemukan titik keseimbangan baru.

Di sisi lain, kondisi pasar yang sudah berada dalam kategori oversold juga membuka peluang terjadinya relief rally jika sentimen membaik.

Kenaikan Indeks Fear & Greed di atas angka 20 biasanya menjadi sinyal awal membaiknya psikologi pasar.

Prospek Jangka Pendek Masih Bergantung pada Pasar

Saat ini, belum terlihat adanya katalis spesifik dari internal ekosistem Pi Network yang dapat mendorong pembalikan tren secara independen.

Dengan demikian, arah pergerakan PI masih sangat bergantung pada dinamika pasar kripto secara keseluruhan.

Jika Bitcoin dan kapitalisasi pasar total berhasil stabil, altcoin seperti PI berpeluang ikut rebound.

Namun selama arus risk-off masih mendominasi, tekanan jual kemungkinan tetap menjadi skenario utama.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 4%, Ini Analisis dan Level Kuncinya

Penurunan harga Pi Network ke $0,138 mencerminkan tekanan pasar kripto yang lebih luas di tengah sentimen Extreme Fear.

Dengan likuiditas yang relatif tipis, pergerakan harga PI cenderung lebih volatil dan sensitif terhadap arus modal global.

Level $0,13 menjadi support krusial yang perlu dipertahankan untuk menghindari pelemahan lanjutan.

Sementara itu, perbaikan sentimen pasar secara keseluruhan menjadi faktor utama yang dapat membuka peluang pemulihan.

Bagi investor dan trader, manajemen risiko tetap menjadi kunci di tengah kondisi pasar yang masih rapuh dan sensitif terhadap perubahan sentimen global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Polygon Gabung Enterprise Ethereum Alliance, Bisa Dorong Harga?

Polygon kembali mempertegas ambisinya di ranah adopsi institusional dengan resmi bergabung ke Enterprise Ethereum Alliance (EEA). Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun resmi X Polygon.

Langkah ini difokuskan pada pengembangan “Open Money Stack”, sebuah infrastruktur payment rails yang dirancang untuk menjembatani sistem keuangan tradisional dengan ekosistem on-chain secara instan, andal, dan compliant.

Bergabungnya Polygon ke EEA dinilai sebagai sinyal kuat bahwa persaingan blockchain kini tidak hanya soal DeFi atau NFT, tetapi juga infrastruktur pembayaran global untuk institusi.

Baca Juga: Harga POL Masih $0,19, Polygon Justru Meledak $3,50 Miliar Payments

Apa Itu Enterprise Ethereum Alliance (EEA)?

Enterprise Ethereum Alliance merupakan konsorsium global yang beranggotakan perusahaan teknologi, institusi keuangan, startup blockchain, hingga pelaku industri besar yang berfokus pada pengembangan standar enterprise berbasis Ethereum.

Keanggotaan dalam EEA memberi akses pada standar interoperabilitas enterprise, framework compliance dan regulasi, kolaborasi lintas industri, serta pengembangan use-case pembayaran dan settlement berskala besar.

Dengan bergabungnya Polygon, jaringan ini semakin memosisikan diri sebagai infrastruktur blockchain yang siap digunakan oleh institusi keuangan arus utama.

Fokus pada “Open Money Stack”

Polygon menargetkan pembangunan “Open Money Stack”, yakni lapisan infrastruktur pembayaran yang memungkinkan:

  • Settlement instan antara sistem tradisional dan on-chain.
  • Akses merchant yang lebih luas.
  • Jalur pembayaran compliant untuk institusi.
  • Integrasi antara bank, fintech, dan protokol blockchain.

Konsep ini bertujuan menciptakan jembatan antara dunia Web2 dan Web3, di mana dana dapat berpindah secara real-time tanpa hambatan teknis maupun regulasi.

Dalam konteks ini, Polygon ingin menjadi payment rails institusional, bukan sekadar jaringan untuk aplikasi kripto-native, tetapi juga untuk transaksi lintas sistem keuangan global.

Analisis Tokocrypto: Sinyal Kuat Adopsi Enterprise

Tim Research Tokocrypto menilai langkah Polygon ini sebagai penguatan strategi jangka panjang di sektor enterprise.

“Masuknya Polygon ke EEA mempertegas strategi enterprise adoption. Jika kolaborasi ini berujung integrasi pembayaran dan standar compliance yang jelas, utilitas jaringan untuk transaksi institusional bisa naik. Tantangannya: kebutuhan SLA, kepatuhan, dan integrasi legacy biasanya jauh lebih berat dibanding use-case crypto-native,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Menurut mereka, adopsi institusi tidak hanya soal teknologi, tetapi juga kesiapan operasional.

Institusi besar memerlukan service Level Agreement (SLA) yang ketat, jaminan keamanan dan audit, kepatuhan regulasi lintas yurisdiksi, serta integrasi dengan sistem core banking dan ERP legacy.

Hal-hal tersebut sering kali jauh lebih kompleks dibanding pengembangan aplikasi DeFi biasa.

Potensi Dampak bagi Utilitas Jaringan Polygon

Pergerakan harga Polygon (POL/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Polygon (POL/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika kolaborasi dengan EEA berhasil diwujudkan dalam bentuk integrasi nyata, utilitas jaringan Polygon berpotensi meningkat signifikan, terutama dalam:

  1. Volume transaksi institusional
    Penggunaan blockchain untuk settlement antar lembaga keuangan dapat meningkatkan aktivitas on-chain secara konsisten.
  2. Likuiditas dan arus dana
    Integrasi merchant dan jalur pembayaran compliant membuka pintu bagi arus modal baru dari sektor tradisional.
  3. Posisi sebagai infrastruktur hybrid
    Polygon bisa menjadi layer pilihan untuk transaksi lintas sistem, bukan hanya untuk smart contract dan DeFi.

Dengan biaya transaksi rendah dan skalabilitas tinggi, Polygon memang memiliki keunggulan teknis untuk mendukung use-case pembayaran skala besar.

Tantangan Integrasi Sistem Legacy

Meski prospeknya menjanjikan, tantangan terbesar ada pada integrasi sistem lama (legacy systems). Banyak institusi masih menggunakan infrastruktur IT yang kompleks dan tertutup.

Transisi menuju sistem berbasis blockchain memerlukan penyesuaian regulasi internal, pengujian keamanan berlapis, migrasi data dan sistem, serta sinkronisasi standar compliance.

Tanpa roadmap implementasi yang jelas, proyek enterprise blockchain berisiko berhenti pada tahap proof-of-concept.

Posisi Polygon di Peta Persaingan

Langkah Polygon ini juga memperlihatkan arah persaingan yang semakin ketat di sektor blockchain enterprise.

Sejumlah jaringan lain seperti Ethereum, Avalanche, dan beberapa solusi Layer-2 juga aktif mengincar pasar institusional.

Namun, keunggulan Polygon terletak pada kombinasi ekosistem developer yang matang, infrastruktur modular, biaya rendah, dan kompatibilitas penuh dengan Ethereum.

Jika Open Money Stack benar-benar terealisasi, Polygon dapat memperkuat posisinya sebagai jembatan utama antara keuangan tradisional dan ekonomi on-chain.

Baca Juga: Harga POL Masih $0,19, Polygon Justru Meledak $3,50 Miliar Payments

Bergabungnya Polygon ke Enterprise Ethereum Alliance bukan sekadar langkah simbolis, melainkan strategi serius untuk menembus pasar pembayaran institusional.

Fokus pada Open Money Stack menandakan ambisi membangun infrastruktur settlement instan dan compliant yang mampu menghubungkan dunia tradisional dengan blockchain.

Namun, keberhasilan inisiatif ini akan sangat ditentukan oleh kemampuan Polygon memenuhi standar SLA, compliance, dan integrasi sistem legacy yang menjadi tuntutan utama institusi.

Jika tantangan tersebut dapat diatasi, utilitas dan relevansi Polygon dalam ekosistem keuangan global berpotensi meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com