Tag Archives: aset kripto

Bitcoin Makin Langka di Bursa, Sinyal Bull Run Baru Muncul?

Data on-chain terbaru menunjukkan cadangan Bitcoin di exchange terus mengalami penurunan tajam dan kini menyentuh level terendah dalam beberapa tahun terakhir. Total Bitcoin Exchange Reserves saat ini tercatat berada di sekitar 2,74 juta BTC, memunculkan spekulasi bahwa pasar sedang menuju kondisi “supply shock” yang berpotensi mendorong reli harga.

Penurunan cadangan BTC di exchange sering dianggap sebagai sinyal bullish karena menandakan berkurangnya suplai likuid yang siap dijual. Jika permintaan tetap stabil atau meningkat, kondisi tersebut dapat mempercepat kenaikan harga akibat ketidakseimbangan antara suplai dan demand.

Pola 2020: Penurunan Reserve Jadi Awal Bull Run 2021

Dilaporkan Crypto Quant, secara historis, penurunan besar cadangan Bitcoin di exchange kerap menjadi pemicu pergerakan harga yang kuat. Pada periode Maret hingga November 2020, exchange reserves turun dari 3,27 juta BTC menjadi 2,9 juta BTC. Penurunan tersebut mengurangi likuiditas sisi jual, yang kemudian menjadi salah satu faktor pendorong bull run besar pada 2021.

Dengan semakin sedikit BTC yang tersedia di bursa, tekanan jual menurun dan harga lebih mudah terdorong naik ketika arus permintaan masuk.

November 2022: Drop Parabolik Jadi Sinyal Bottom Siklus

Contoh lain terjadi pada November 2022 ketika cadangan BTC di exchange turun secara parabolik dari 3,52 juta BTC menjadi sekitar 3 juta BTC hanya dalam hitungan hari. Penurunan ekstrem tersebut terjadi bersamaan dengan fase capitulation dan dinilai menjadi penanda terbentuknya bottom siklus pasar.

Setelah periode itu, Bitcoin mulai memasuki fase pemulihan harga secara bertahap.

Tren Saat Ini: Cadangan BTC Terus Terkuras Selama Dua Tahun

Saat ini, tren penurunan exchange reserves kembali terlihat secara konsisten dalam skala makro. Dalam dua tahun terakhir, cadangan Bitcoin di exchange telah turun dari sekitar 3,2 juta BTC menjadi 2,74 juta BTC.

Penurunan ini menunjukkan bahwa investor semakin banyak memindahkan Bitcoin mereka ke cold storage atau wallet pribadi, sehingga mengurangi suplai yang dapat diperdagangkan di pasar terbuka.

Potensi Supply Shock Menguat Jika Permintaan Tetap Stabil

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 11 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 11 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dengan cadangan Bitcoin di exchange berada di level rendah, analis menilai pasar berpotensi memasuki fase supply shock. Supply shock terjadi ketika suplai likuid di pasar menipis, sehingga setiap kenaikan permintaan dapat mendorong harga naik lebih cepat dari biasanya.

Kesimpulan dari tren ini menunjukkan bahwa investor tampaknya memilih menahan aset dalam jangka panjang, bukan menyiapkan untuk dijual. Jika pola historis kembali terulang, penurunan besar exchange reserves dapat menjadi fondasi bullish yang kuat untuk pergerakan harga Bitcoin berikutnya, terutama jika permintaan tetap bertahan atau mulai meningkat.

Menurut Tim Research Tokocrypto, historisnya, penurunan besar supply di exchange sering mendahului fase bullish (contoh 2020: 3.27M→2.9M; Nov 2022: 3.52M→~3.0M).

“Setup ini bisa membentuk “supply shock” yang mendukung reli—namun hanya terjadi bila demand tetap stabil/naik; kalau demand melemah, dampaknya bisa tertahan oleh sentimen risk-off,” analisanya.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Hari Ini Turun ke $0,138, Sentimen Extreme Fear

Pergerakan harga Pi Network (PI) kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan 24 jam terakhir.

Berdasarkan data pasar terbaru dari Coinmarketcap pada Rabu (11/2), PI turun 2,65% ke level $0,138, sedikit lebih dalam dibandingkan pelemahan pasar kripto secara keseluruhan yang turun sekitar 1,82%.

Penurunan ini mencerminkan kondisi pasar yang masih berada dalam fase risk-off, dengan sentimen investor yang sangat berhati-hati.

Tekanan terhadap Pi Network bukan disebabkan oleh faktor spesifik proyek, melainkan lebih merupakan dampak dari arus keluar modal di pasar kripto secara luas.

Kondisi ini diperparah oleh struktur pasar PI yang relatif tipis, sehingga pergerakan harga mudah teramplifikasi.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 4%, Ini Analisis dan Level Kuncinya

Tertekan oleh Pelemahan Pasar Kripto Global

Dalam 24 jam terakhir, total kapitalisasi pasar kripto tercatat turun 1,82% menjadi sekitar $2,35 triliun.

Penurunan ini terjadi di tengah kondisi sentimen yang sangat negatif, tercermin dari Fear & Greed Index yang berada di level 9, atau kategori Extreme Fear.

Dalam situasi seperti ini, investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk altcoin dengan likuiditas rendah seperti Pi Network.

Akibatnya, PI bergerak searah dengan pasar (high beta), namun dengan penurunan yang sedikit lebih besar.

Bagi Pi, pergerakan ini menegaskan bahwa harga saat ini lebih dipengaruhi oleh dinamika makro pasar kripto dibandingkan faktor fundamental internal proyek.

Likuiditas Rendah Perbesar Dampak Penurunan

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 11 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 11 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Salah satu faktor kunci yang memperburuk pelemahan harga PI adalah likuiditas yang tipis.

Volume perdagangan PI dalam 24 jam terakhir tercatat sekitar $11,85 juta, relatif kecil dibandingkan kapitalisasi pasar sekitar $1,24 miliar.

Hal ini menghasilkan turnover ratio hanya 0,96%, atau sekitar 0,00957. Rasio ini menunjukkan bahwa pasar PI memiliki kedalaman transaksi yang terbatas.

Dalam kondisi seperti ini, tekanan jual yang relatif kecil pun dapat memicu penurunan harga yang signifikan. Sebaliknya, jika terjadi arus beli mendadak, harga juga bisa melonjak tajam.

Namun dalam fase sentimen negatif seperti saat ini, likuiditas rendah justru menjadi faktor risiko, karena memperbesar volatilitas ke arah bawah.

Tidak Ada Katalis Spesifik dari Proyek

Hingga saat ini, tidak terlihat adanya katalis khusus dari sisi Pi Network yang dapat menopang harga dalam jangka pendek.

Tidak ada pengumuman besar, pembaruan ekosistem, maupun perkembangan fundamental yang signifikan dalam periode 24 jam terakhir.

Dengan absennya katalis internal, pergerakan harga PI sepenuhnya bergantung pada arah pasar kripto global.

Selama sentimen pasar masih berada di zona extreme fear, ruang bagi altcoin untuk pulih secara mandiri cenderung terbatas.

Outlook Jangka Pendek: Uji Area Support Kritis

Dalam jangka pendek, fokus utama pasar tertuju pada level support di sekitar $0,13, yang juga bertepatan dengan level terendah dalam 30 hari terakhir.

Selama PI mampu bertahan di atas zona ini, peluang konsolidasi di kisaran $0,13–$0,15 masih terbuka.

Namun, risiko tetap ada. Jika total kapitalisasi pasar kripto turun dan menembus level support penting di sekitar $2,17 triliun, tekanan jual berpotensi meningkat dan menyeret PI untuk menguji level yang lebih rendah.

Di sisi lain, kondisi pasar yang mulai oversold juga membuka peluang terjadinya relief bounce, terutama jika tekanan jual di pasar kripto mulai mereda dan sentimen perlahan membaik.

Faktor yang Perlu Dipantau Investor

Beberapa faktor kunci yang perlu diperhatikan ke depan antara lain:

  • Pergerakan Fear & Greed Index, khususnya jika mulai naik di atas level 20,
  • Stabilitas total market cap kripto di atas $2,17 triliun,
  • Kemampuan PI untuk mempertahankan support $0,13,
  • Potensi peningkatan volume perdagangan sebagai sinyal minat beli baru.

Baca Juga: Harga Pi Network (PI) Koreksi ke $0,144, Tekanan Masih Jadi Beban

Harga Pi Network yang turun ke $0,138 mencerminkan tekanan pasar kripto yang masih didominasi sentimen risk-off.

Penurunan ini bukan disebabkan oleh faktor spesifik Pi, melainkan akibat pelemahan pasar secara luas yang diperparah oleh likuiditas PI yang rendah.

Dalam jangka pendek, tren PI masih berada di bawah tekanan bearish, meski mulai menunjukkan kondisi oversold.

Level $0,13 menjadi area krusial yang akan menentukan apakah PI mampu bertahan dan berkonsolidasi, atau justru melanjutkan penurunan seiring berlanjutnya ketakutan di pasar kripto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Turun ke $68.448, Tekanan Menguat

Pergerakan harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali berada di bawah tekanan setelah gagal mempertahankan area psikologis $70.000.

Berdasarkan data pasar terbaru, Bitcoin diperdagangkan di level $68.448,09 per BTC, mencatatkan penurunan 1,97% dalam 24 jam terakhir.

Koreksi ini memperpanjang tren pelemahan yang telah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir, sekaligus menegaskan bahwa sentimen pasar masih berada dalam fase risk-off.

Dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,368 triliun dalam catatan Tokocrypto pada Rabu (11/2), Bitcoin tetap menjadi aset kripto terbesar di dunia.

Namun, performa jangka pendek menunjukkan investor masih cenderung defensif di tengah volatilitas pasar dan tekanan jual yang belum mereda.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Terkoreksi $69.658, Tekanan Dominan

Pergerakan Harga BTC: Gagal Bertahan di Atas $70.000

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di rentang $67.913 hingga $69.954. Area $70.000 kembali terbukti menjadi resistance kuat, di mana tekanan jual muncul setiap kali harga mencoba menembus ke atas.

Penurunan harian sebesar $1.374 memperlihatkan bahwa seller masih mendominasi pergerakan jangka pendek.

Secara mingguan, harga BTC telah turun 10,38%, sementara dalam 30 hari terakhir koreksi mencapai 25,81%.

Tren penurunan ini juga terlihat dalam periode yang lebih panjang, dengan penurunan 24,21% dalam 60 hari dan 32,39% dalam 90 hari terakhir.

Data tersebut mengindikasikan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase koreksi menengah setelah reli besar sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198, harga BTC saat ini telah terkoreksi lebih dari 45%, mencerminkan perubahan signifikan dalam struktur pasar dari fase euforia ke fase konsolidasi dan distribusi.

Volume Perdagangan dan Aktivitas Pasar

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 11 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 11 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski harga melemah, volume perdagangan 24 jam Bitcoin tercatat sebesar $40,49 miliar, menunjukkan bahwa aktivitas pasar masih relatif tinggi.

Volume yang tetap besar di tengah tren turun sering kali mencerminkan adanya rotasi posisi, baik dari investor jangka pendek maupun pelaku institusional yang melakukan rebalancing portofolio.

Bitcoin saat ini memiliki pasokan beredar 19,99 juta BTC, setara dengan 95,18% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

Faktor kelangkaan ini tetap menjadi fondasi nilai jangka panjang Bitcoin, meskipun dalam jangka pendek belum cukup kuat untuk menahan tekanan jual.

Sementara itu, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) tercatat di kisaran $1,437 triliun, yang menunjukkan bahwa mayoritas suplai Bitcoin sudah berada di pasar, sehingga fluktuasi harga lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen dan arus likuiditas.

Tekanan Jangka Pendek Masih Dominan

Penurunan harga BTC sebesar 0,7% dalam satu jam terakhir mengindikasikan tekanan jual yang masih aktif dalam jangka sangat pendek.

Hal ini menunjukkan bahwa pasar belum menemukan titik keseimbangan yang jelas, dan potensi volatilitas tetap tinggi.

Kondisi ini biasanya dipengaruhi oleh kombinasi faktor teknikal dan sentimen makro, termasuk kehati-hatian investor terhadap aset berisiko.

Dalam situasi seperti ini, Bitcoin cenderung bergerak mengikuti arah pasar global dan psikologi pelaku pasar.

Level Support dan Resistance yang Perlu Diperhatikan

Dari perspektif teknikal, area $67.500–$68.000 menjadi support penting dalam jangka pendek.

Jika level ini ditembus secara meyakinkan, potensi penurunan lanjutan menuju area support berikutnya bisa terbuka.

Sebaliknya, untuk mengubah bias jangka pendek menjadi lebih netral, Bitcoin perlu kembali menembus dan bertahan di atas $70.000, yang saat ini berfungsi sebagai resistance utama.

Tanpa reclaim level tersebut, reli yang terjadi berisiko bersifat terbatas dan rawan koreksi ulang.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih

Bitcoin Masih dalam Fase Konsolidasi Bearish

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam tekanan bearish dengan volatilitas tinggi.

Penurunan hampir 2% dalam 24 jam menegaskan bahwa pasar belum sepenuhnya pulih dari koreksi beberapa bulan terakhir.

Meski fundamental jangka panjang Bitcoin tetap kuat, pergerakan harga jangka pendek masih sangat dipengaruhi oleh sentimen dan dinamika teknikal.

Bagi investor dan trader, fokus utama saat ini adalah memantau area support di sekitar $68.000 dan reaksi harga di level tersebut.

Selama Bitcoin belum mampu merebut kembali resistance kunci, pendekatan manajemen risiko dan kehati-hatian tetap menjadi strategi utama dalam menghadapi kondisi pasar saat ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Siap-siap! Chiliz Rilis Strategi Baru Sambut Piala Dunia 2026

Platform fan engagement berbasis blockchain, Chiliz, resmi merilis roadmap strategis tiga fase menuju gelaran Piala Dunia FIFA 2026.

Menurut laporan BeInCrypto pada Rabu (11/2), roadmap ini menandai perubahan arah signifikan dalam strategi bisnis Chiliz, dengan dua fokus utama: ekspansi agresif ke pasar Amerika Serikat dan transformasi Fan Token ke model omnichain.

Langkah ini dinilai sebagai upaya Chiliz untuk memanfaatkan momentum salah satu event olahraga terbesar di dunia, sekaligus memperluas utilitas Fan Token di luar ekosistem tertutup (walled garden) yang selama ini menjadi ciri khas Chiliz Chain.

Baca Juga: Pendiri Chiliz Alokasikan 38 Juta CHZ Bantu Pengguna FTX Terdampak

Tiga Fase Roadmap Menuju FIFA World Cup 2026

Dalam roadmap terbarunya, Chiliz membagi strategi pengembangan menuju 2026 ke dalam tiga fase utama.

Meskipun detail teknis tiap fase akan dirilis bertahap, garis besar strateginya cukup jelas: memperluas basis pengguna, meningkatkan utilitas token, dan menyiapkan infrastruktur lintas-chain yang lebih fleksibel.

Salah satu sorotan terpenting adalah rencana peluncuran Fan Token untuk tim nasional, bukan hanya klub sepak bola seperti yang selama ini mendominasi ekosistem Chiliz.

Ini membuka segmen pasar baru yang jauh lebih luas, mengingat basis pendukung tim nasional umumnya melampaui fanbase klub.

Dengan Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, Chiliz melihat peluang besar untuk menjangkau pasar Amerika Utara, khususnya AS yang selama ini relatif kurang tersentuh oleh model Fan Token tradisional.

Fokus Ekspansi ke Pasar Amerika Serikat

Amerika Serikat menjadi target utama dalam roadmap ini. Pasar AS dikenal memiliki ekosistem olahraga yang sangat besar, komersial, dan terintegrasi dengan teknologi digital.

Dengan mendekatnya Piala Dunia 2026, minat publik AS terhadap sepak bola diperkirakan meningkat signifikan.

Bagi Chiliz, ekspansi ke AS bukan sekadar soal branding, tetapi juga membuka peluang kerja sama dengan federasi sepak bola nasional, sponsor besar, serta platform teknologi lokal.

Peluncuran Fan Token tim nasional dipandang sebagai pintu masuk strategis untuk menjangkau audiens mainstream yang belum tersentuh kripto secara mendalam.

Transisi ke Model Omnichain

Selain ekspansi pasar, perubahan paling fundamental dalam roadmap Chiliz adalah rencana transisi ke model omnichain.

Model ini memungkinkan Fan Token tidak lagi terkunci secara eksklusif di Chiliz Chain, melainkan dapat diperdagangkan dan digunakan lintas jaringan blockchain.

Langkah ini bertujuan mengatasi keterbatasan likuiditas dan utilitas yang selama ini menjadi kritik utama terhadap Fan Token.

Dengan pendekatan omnichain, Fan Token berpotensi diperdagangkan di berbagai DEX lintas-chain, digunakan sebagai aset kolateral DeFi, dan terintegrasi dengan ekosistem Web3 yang lebih luas.

Integrasi DeFi Wallet di Socios.com

Sebagai bagian dari roadmap, Chiliz juga berencana mengintegrasikan dompet DeFi langsung ke dalam aplikasi Socios.com.

Integrasi ini akan mempermudah pengguna ritel untuk mengakses fitur Web3 seperti swap, staking, dan interaksi lintas-chain tanpa harus keluar dari ekosistem Socios.

Langkah ini menunjukkan upaya Chiliz untuk menjembatani pengalaman pengguna Web2 dan Web3, sekaligus meningkatkan retensi dan engagement pengguna Fan Token.

Strategi Besar Mengarungi 2026

Menanggapi roadmap ini, Tim Research Tokocrypto menilai bahwa perubahan arah Chiliz bersifat strategis dan tepat waktu.

“Pivot ke tim nasional dan pasar AS adalah langkah strategis memanfaatkan hype Piala Dunia 2026. Transisi ke model omnichain juga krusial: membebaskan Fan Token dari ‘walled garden’ Chiliz Chain agar bisa diperdagangkan lintas-chain, meningkatkan likuiditas dan utilitas DeFi,” jelas Tim Research Tokocrypto.

Menurutnya, keberhasilan strategi ini akan sangat bergantung pada eksekusi teknis dan kemitraan yang berhasil dibangun menjelang 2026.

Implikasi bagi Ekosistem Fan Token

Pergerakan harga Chilliz (CHZ/USDT) pada Rabu, 11 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Chiliz (CHZ/USDT) pada Rabu, 11 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika roadmap ini terealisasi dengan baik, Chiliz berpotensi mengubah posisi Fan Token dari sekadar alat engagement menjadi aset digital dengan utilitas finansial nyata.

Likuiditas yang lebih tinggi dan integrasi DeFi dapat menarik segmen pengguna baru, termasuk trader dan investor kripto yang sebelumnya kurang tertarik pada Fan Token.

Namun, tantangan tetap ada, mulai dari regulasi di AS hingga persaingan dengan ekosistem blockchain lain yang juga mengincar sektor sports & entertainment.

Baca Juga: Chiliz Masuk Digital Asset Treasury Berbasis CHZ, Sinyal Kuat Harga

Roadmap tiga fase Chiliz menuju Piala Dunia FIFA 2026 menandai babak baru evolusi Fan Token.

Dengan fokus pada pasar AS, peluncuran Fan Token tim nasional, dan transisi ke model omnichain, Chiliz berupaya keluar dari batasan lama dan mengadopsi pendekatan yang lebih terbuka dan scalable.

Bagi industri kripto, langkah ini menunjukkan bagaimana event global dan interoperabilitas blockchain dapat menjadi katalis pertumbuhan ekosistem Web3 di sektor olahraga dan hiburan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Era Baru AI: Linea Luncurkan ERC-8004 untuk Identitas AI On-Chain

Ekosistem Ethereum kembali mencatat tonggak penting dalam konvergensi teknologi blockchain dan kecerdasan buatan (AI).

Linea, salah satu jaringan Layer-2 berbasis zk-rollup, secara resmi mengaktifkan dukungan untuk “Trustless Agents” melalui standar ERC-8004.

Pembaruan ini memungkinkan agen AI memiliki identitas terverifikasi dan reputasi yang dapat dipindahkan (portable reputation) di seluruh ekosistem Ethereum, tanpa harus bergantung pada pihak terpusat.

Langkah Linea ini menegaskan meningkatnya fokus industri kripto terhadap AI on-chain, sebuah sektor yang kini berkembang pesat seiring meningkatnya kebutuhan akan otomatisasi, koordinasi, dan eksekusi cerdas di blockchain.

Baca Juga: Linea: Kuda Hitam Layer-2 Ethereum Siap Geser Arbitrum dan zkSync!

Apa Itu ERC-8004 dan Trustless Agents?

Dalam akun X resminya, Linea menjelaskan bahwa ERC-8004 merupakan standar Ethereum yang dirancang untuk menghadirkan lapisan identitas dan reputasi bagi agen AI yang beroperasi secara on-chain.

Dengan standar ini, agen AI dapat memiliki profil identitas kriptografis yang dapat diverifikasi publik, lengkap dengan rekam jejak reputasi berdasarkan aktivitas sebelumnya.

Konsep Trustless Agents memungkinkan agen-agen AI untuk:

  • Berinteraksi dan berkoordinasi satu sama lain tanpa perlu kepercayaan awal (trustless),
  • Menjalankan tugas lintas protokol dan aplikasi terdesentralisasi (dApps),
  • Memanfaatkan reputasi historis sebagai dasar pengambilan keputusan otomatis.

Dalam praktiknya, hal ini membuka peluang baru bagi use case seperti AI trading bots, autonomous DeFi agents, hingga coordinated AI services yang dapat bekerja sama secara aman dan transparan di blockchain.

Linea Perkuat Posisi di Narasi AI Blockchain

Dengan mengadopsi ERC-8004, Linea menempatkan dirinya sebagai salah satu infrastruktur yang siap mendukung gelombang adopsi AI on-chain berikutnya.

Sebagai jaringan Layer-2 yang fokus pada skalabilitas dan efisiensi Ethereum, kehadiran standar identitas AI ini berpotensi memperluas utilitas Linea, tidak hanya sebagai solusi scaling, tetapi juga sebagai hub ekosistem AI terdesentralisasi.

Aktivasi Trustless Agents memungkinkan developer membangun aplikasi AI yang lebih kompleks dan aman, tanpa harus merancang sistem identitas dari nol. Hal ini dapat mempercepat lahirnya berbagai inovasi berbasis AI di atas jaringan Linea.

Sinyal Konsensus Industri Mulai Terbentuk

Pergerakan harga Linea (LINEA/USDT) pada Rabu, 11 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Linea (LINEA/USDT) pada Rabu, 11 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Menanggapi perkembangan ini, Tim Research Tokocrypto menilai bahwa adopsi ERC-8004 oleh Linea bukanlah langkah yang berdiri sendiri.

“Langkah serentak (MegaETH & Linea) mengadopsi ERC-8004 menandakan standar ini mulai jadi konsensus industri untuk lapisan identitas AI on-chain,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Bagi Linea, lanjut Tim Research Tokocrypto, keputusan ini menambah utilitas ekosistemnya di sektor AI yang sedang booming, berpotensi meningkatkan aktivitas on-chain menjelang ekspektasi airdrop/token launch.

Pernyataan tersebut menyoroti pentingnya network effect dalam standar blockchain. Ketika semakin banyak jaringan dan proyek besar mengadopsi standar yang sama, peluang ERC-8004 menjadi fondasi utama identitas AI di Ethereum semakin besar.

Dampak Potensial terhadap Aktivitas On-Chain

Dari perspektif ekosistem, integrasi Trustless Agents dapat mendorong:

  • Peningkatan aktivitas transaksi, seiring bertambahnya interaksi antar-agen AI,
  • Pertumbuhan aplikasi AI-native, terutama di sektor DeFi, gaming, dan data services,
  • Eksplorasi use case baru yang sebelumnya sulit diwujudkan tanpa identitas AI terverifikasi.

Selain itu, adopsi standar baru sering kali menjadi katalis awal meningkatnya minat developer dan pengguna, yang pada akhirnya berdampak pada metrik on-chain seperti jumlah transaksi, alamat aktif, dan total nilai aktivitas jaringan.

Prospek Linea ke Depan

Dengan narasi AI x Blockchain yang semakin kuat, langkah Linea mendukung ERC-8004 dapat menjadi strategi jangka panjang untuk menarik builder dan proyek inovatif.

Terlebih, pasar juga mulai berspekulasi terhadap potensi airdrop atau peluncuran token yang kerap dikaitkan dengan peningkatan aktivitas dan adopsi ekosistem.

Meski demikian, dampak langsung terhadap nilai ekonomi jaringan masih akan sangat bergantung pada seberapa cepat developer mengimplementasikan standar ini ke dalam aplikasi nyata.

Baca Juga: Sejarah Baru! Swift Beralih ke Blockchain, Linea Jadi Pemain Utama

Dengan demikian, aktivasi dukungan Trustless Agents via ERC-8004 menandai babak baru bagi Linea dan ekosistem Ethereum dalam membangun identitas AI on-chain yang aman, terbuka, dan terstandarisasi.

Di tengah booming sektor AI, langkah ini memperkuat posisi Linea sebagai infrastruktur yang relevan dengan tren masa depan blockchain.

Bagi pelaku industri dan investor, perkembangan ini layak dipantau sebagai indikator awal pertumbuhan utilitas jaringan dan aktivitas on-chain di ekosistem Linea dalam beberapa bulan ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga BONK $0,000006, Creator Fee Kini 100% Buyback

Platform BONK.fun mengumumkan pembaruan terbaru untuk BONKERS yang mengubah mekanisme penggunaan creator fee pada token-token baru yang diluncurkan melalui layanan tersebut. Dalam pengumuman resminya pada 10 Februari 2026, BONK.fun menyatakan bahwa seluruh token baru di bawah BONKERS kini akan secara otomatis menggunakan 100% creator fee untuk melakukan buyback token.

Langkah ini disebut sebagai upaya memperkuat dukungan harga token yang diluncurkan melalui BONKERS, dengan mengarahkan biaya kreator sepenuhnya untuk pembelian kembali token di pasar.

Creator Fee 0,5% Kini Otomatis Jadi Buyback

BONK.fun menjelaskan bahwa mekanisme baru ini bekerja dengan cara mengalokasikan creator fee sebesar 0,5% untuk secara otomatis membeli token yang bersangkutan. Token hasil buyback tersebut tidak langsung dibakar, melainkan disimpan sebagai cadangan (reserve).

Cadangan token ini nantinya dapat digunakan jika dibutuhkan untuk kebutuhan listing di centralized exchange (CEX) atau kebutuhan market maker (MM). Namun, jika tidak digunakan untuk kebutuhan tersebut, token cadangan tersebut disebut tidak akan diedarkan kembali.

BONK.fun menegaskan bahwa fitur ini saat ini hanya berlaku untuk token BONKERS yang baru diluncurkan. Sementara itu, token BONKERS lama disebut masih berpotensi mengadopsi fitur serupa di masa depan.

Creator Tetap Bisa Pilih Skema Fee Tradisional

Selain mekanisme buyback otomatis, BONK.fun juga memperkenalkan opsi konfigurasi baru bagi kreator yang ingin menggunakan skema creator fee tradisional. Dalam opsi ini, kreator dapat memilih untuk menerima fee secara langsung, meskipun struktur total fee tetap sama.

Dengan demikian, kreator token di BONKERS kini memiliki pilihan apakah fee yang mereka hasilkan akan dialokasikan untuk buyback token secara otomatis atau diterima langsung sebagai pendapatan.

Baca juga: BONK.Fun: Pesaing Baru yang Mengguncang Dunia Memecoin Solana!

Harga BONK Turun ke $0,000006 di Tengah Update BONKERS

Pergerakan harga Bonk (BONK/USDT) pada Rabu, 11 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bonk (BONK/USDT) pada Rabu, 11 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Di tengah pengumuman tersebut, harga token Bonk (BONK) tercatat berada di kisaran $0,000006 atau turun sekitar 3,7% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar BONK berada di level sekitar $524 juta, dengan volume perdagangan harian mencapai $51,56 juta.

BONK juga tercatat mengalami koreksi cukup tajam dalam beberapa periode terakhir, turun sekitar 44,84% dalam 30 hari, melemah 35,53% dalam 60 hari, dan anjlok hingga 51,11% dalam 90 hari terakhir.

Meski harga BONK masih berada dalam tren bearish, pembaruan BONKERS ini dinilai dapat menjadi daya tarik baru bagi peluncuran token di ekosistem BONK.fun, terutama karena mekanisme buyback otomatis berpotensi meningkatkan dukungan permintaan token dari sisi struktur biaya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Waspada! 3 Altcoin Ini Bisa Picu Likuidasi Rp50 Triliun Lebih Minggu Ini

Pasar altcoin mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah mengalami tiga minggu penurunan tajam. Meski tekanan beli mulai kembali muncul, sentimen investor masih dipenuhi keraguan dan pasar belum sepenuhnya pulih. Namun, beberapa altcoin kini memiliki katalis yang berpotensi mendorong reli besar dalam pekan kedua Februari, sehingga meningkatkan risiko short liquidation secara signifikan.

Dalam laporan terbaru, Ethereum (ETH), Dogecoin (DOGE), dan Zcash (ZEC) disebut berpotensi memicu likuidasi lebih dari $3,1 miliar apabila harga bergerak naik dan para trader yang memasang posisi short gagal mengantisipasi risiko. Penurunan suplai di exchange serta membaiknya sentimen pasar disebut bisa memperbesar pergerakan harga di luar ekspektasi.

Ethereum (ETH) Berisiko Picu Likuidasi $3 Miliar Jika Tembus $2.370

Ethereum menjadi salah satu aset yang paling diperhatikan karena peta likuidasi 7 hari menunjukkan potensi likuidasi dari posisi short jauh lebih besar dibanding posisi long. Hal ini mengindikasikan banyak trader masih memperkirakan penurunan lanjutan, terutama setelah ETH anjlok sekitar 40% sejak pertengahan Januari.

Namun, tekanan bearish tersebut mulai menghadapi risiko baru. Data on-chain menunjukkan cadangan ETH di exchange kini hanya tersisa sekitar 16 juta ETH, level terendah sejak 2024. Arus keluar ETH dari exchange meningkat seiring sell-off yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, sehingga mengurangi suplai yang tersedia di pasar.

Selain itu, lebih dari 4 juta ETH juga tercatat berada dalam antrean staking. Kondisi ini semakin menekan suplai likuid yang bisa diperdagangkan. Jika pemulihan harga ETH menguat akibat ketidakseimbangan suplai dan permintaan, maka posisi short dapat terjebak dalam tekanan likuidasi besar.

Laporan tersebut menyebut bahwa jika ETH naik menuju $2.370 pada pekan ini, potensi likuidasi dari posisi short bisa mencapai $3 miliar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini adalah setup klasik untuk “Short Squeeze”. Trader bertaruh harga turun (shorting), tapi supply fisik di exchange menipis. Jika harga rebound sedikit saja (misal ke $2.370), potensi likuidasi short bisa mencapai $3 miliar, memaksa pembelian paksa yang melambungkan harga lebih tinggi.

Baca juga: Ethereum Bangkit dari Support $1.817, Level $2.200 Jadi Reli Selanjutnya

Dogecoin (DOGE) di Bawah $0,10, Potensi Short Squeeze Menuju $0,109

Dogecoin juga masuk daftar altcoin yang berisiko memicu likuidasi besar. DOGE kini turun di bawah $0,10, yang merupakan level terendahnya pada 2024. Berdasarkan peta likuidasi 7 hari, DOGE dapat memicu short liquidation hingga $98 juta apabila harga naik menuju $0,109 pada pekan ini.

Dilaporkan BeInCrypto, sejumlah analis menilai skenario rebound tersebut masih realistis. Dalam jangka pendek, analis Trader Tardigrade mengamati pola Bull Flag, yang berpotensi mendorong DOGE bergerak ke arah $0,12 dalam waktu dekat.

Sementara itu, analis Javon Marks menyoroti struktur tren jangka panjang Dogecoin yang menunjukkan Higher Highs (HH) diikuti Higher Lows (HL). Struktur ini dinilai sebagai sinyal kekuatan yang masih bertahan. Marks bahkan memproyeksikan bahwa jika Higher Lows tetap terjaga, DOGE bisa mengalami kenaikan lebih dari 640% hingga melampaui rekor tertinggi sebelumnya di sekitar $0,73905.

Selain faktor teknikal, perhatian pasar terhadap Dogecoin juga dinilai berpotensi meningkat setelah Elon Musk sempat merespons pembahasan DOGE dari akun Tesla Owners Silicon Valley pada awal Februari.

Zcash (ZEC) Turun 50%, Tapi Dukungan Vitalik Picu Sentimen Positif

Zcash mengalami tekanan besar setelah turun sekitar 50% sejak 8 Januari. Penurunan ini terjadi usai pengumuman bahwa seluruh tim Electric Coin Company (ECC), pengembang inti Zcash, akan meninggalkan proyek. Sentimen negatif pasar yang lebih luas juga memperpanjang tren penurunan ZEC.

Meski begitu, peta likuidasi ZEC menunjukkan dominasi potensi likuidasi posisi short, menandakan banyak trader masih bertaruh pada kelanjutan tren bearish. Namun, beberapa sinyal positif mulai muncul dalam beberapa hari terakhir.

Salah satunya datang dari pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, yang diketahui memberikan donasi publik kepada Shielded Labs, kelompok pengembang yang berfokus pada pengembangan Zcash. Vitalik menegaskan bahwa privasi adalah elemen fundamental dalam blockchain dan bukan sekadar fitur tambahan. Aksi tersebut dinilai dapat membangkitkan kembali sentimen positif terhadap ZEC.

Data dari zkp.baby juga menunjukkan bahwa lebih dari 5 juta ZEC masih terkunci di Shielded pool meskipun harga mengalami penurunan tajam. Hal ini mengindikasikan bahwa kepercayaan investor terhadap teknologi privasi Zcash masih cukup kuat.

Menurut Tim Research Tokocrypto, dukungan Vitalik memvalidasi Zcash sebagai infrastruktur privasi penting (public good), bukan sekadar token spekulatif. Kenaikan shielded pool di tengah harga jatuh adalah divergensi bullish: “smart money” mengakumulasi/menahan aset privasi saat “weak hands” keluar karena FUD developer.

Pasar Altcoin Mulai Pulih, Risiko Likuidasi Bisa Meledak

Secara keseluruhan, pasar altcoin disebut mulai pulih setelah fase panic selling yang terjadi selama beberapa pekan. Analisis terbaru memperkirakan total kapitalisasi pasar kripto masih berpeluang kembali naik di atas $2,8 triliun.

Pemulihan pasar yang dipadukan dengan katalis spesifik dari Ethereum, Dogecoin, dan Zcash dinilai dapat mendorong harga melesat lebih tinggi dari perkiraan pelaku pasar. Kondisi tersebut membuat risiko short liquidation semakin besar, terutama jika trader tidak siap menghadapi potensi reli mendadak dalam pekan kedua Februari.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Bangkit dari Support $1.817, Level $2.200 Jadi Reli Selanjutnya

Pergerakan Ethereum (ETH) kembali menjadi sorotan setelah aset kripto terbesar kedua ini berhasil memantul dari level terendah $1.817.

Rebound tersebut membuka peluang pemulihan lanjutan, dengan fokus pasar kini tertuju pada zona likuiditas krusial di $2.200.

Menurut laporan Coincu, level ini dinilai sebagai area penentu arah tren, di mana penembusan yang meyakinkan berpotensi memicu reli lanjutan menuju kisaran $2.600.

Pemulihan harga ETH ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang masih volatil.

Namun berbeda dengan sejumlah altcoin lain, Ethereum justru menunjukkan ketahanan fundamental yang relatif solid, terutama dari sisi aktivitas jaringan dan ekosistem DeFi yang tetap ramai digunakan.

Baca Juga: Sinyal Bahaya ETH Makin Kuat! Whale Diduga Mulai Buang Ethereum

Analisis Harga ETH: $2.200 sebagai Area “Make or Break”

Secara teknikal, rebound dari area $1.817 menandakan adanya minat beli yang kuat di zona support utama.

Area ini berfungsi sebagai dasar pemulihan jangka pendek setelah tekanan jual yang terjadi pasca puncak harga Ethereum di akhir 2025.

Saat ini, perhatian pelaku pasar tertuju pada level $2.200, yang dikenal sebagai zona likuiditas padat.

Di area ini, tersimpan konsentrasi order beli dan jual dalam jumlah besar, sehingga reaksi harga akan sangat menentukan arah pergerakan berikutnya.

Jika ETH mampu menembus dan bertahan di atas $2.200 dengan dukungan volume besar, maka struktur teknikal berpotensi beralih ke tren bullish jangka menengah. Target kenaikan berikutnya diproyeksikan berada di kisaran $2.500–$2.600.

Sebaliknya, kegagalan menembus level tersebut bisa memicu fase konsolidasi lanjutan, dengan harga bergerak sideways sebelum menentukan arah baru.

Fundamental Ethereum Tetap Kokoh di Tengah Koreksi Harga

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Berbeda dengan pergerakan harga yang sempat terkoreksi, fundamental jaringan Ethereum justru menunjukkan stabilitas yang kuat.

Data terbaru mencatat Total Value Locked (TVL) Ethereum bertahan di angka $57,28 miliar, menegaskan posisinya sebagai tulang punggung utama ekosistem DeFi global.

TVL yang relatif stabil ini mencerminkan kepercayaan pengguna dan pengembang terhadap jaringan Ethereum, meskipun pasar sedang berada dalam fase penyesuaian.

Selain itu, jumlah alamat aktif Ethereum meningkat menjadi sekitar 906.700, menunjukkan pertumbuhan keterlibatan pengguna yang berkelanjutan.

Peningkatan alamat aktif ini mengindikasikan bahwa aktivitas transaksi, penggunaan aplikasi terdesentralisasi (dApps), serta interaksi DeFi dan NFT masih berlangsung secara konsisten. Dengan kata lain, utilitas jaringan Ethereum tetap tinggi meskipun harga belum sepenuhnya pulih.

Divergensi Positif: Harga vs Utilitas Jaringan

Tim Research Tokocrypto menilai kondisi ini sebagai divergensi positif antara harga dan utilitas jaringan.

Saat harga ETH mengalami koreksi dari puncaknya, aktivitas on-chain justru menunjukkan tren yang berlawanan.

“Data ini mengonfirmasi divergensi positif antara harga dan utilitas jaringan. Meskipun harga ETH terkoreksi dari puncaknya di akhir 2025, aktivitas pengguna justru tumbuh. Ini menandakan ekosistem DeFi dan aplikasi di atas Ethereum tetap ramai digunakan,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Fenomena ini sering kali dipandang sebagai sinyal awal pembentukan dasar harga (price base), di mana fundamental yang kuat berpotensi mendukung pemulihan harga dalam jangka menengah hingga panjang.

Volume Perdagangan Jadi Kunci Konfirmasi Tren

Meski prospek terlihat menjanjikan, Tim Research Tokocrypto menekankan bahwa konfirmasi volume tetap menjadi faktor krusial.

Untuk memastikan bahwa breakout di atas $2.200 valid dan bukan false breakout, dibutuhkan lonjakan volume perdagangan yang signifikan.

“Bagi trader, level $2.200 adalah area make or break. Breakout di sini dengan volume tinggi, di atas $20 miliar, akan menjadi konfirmasi pembalikan tren yang valid. Sebaliknya, kegagalan menembusnya bisa berarti konsolidasi yang lebih lama,” tambah Tim Research Tokocrypto.

Tanpa dukungan volume, kenaikan harga berisiko bersifat sementara dan rentan terhadap tekanan jual lanjutan.

Baca Juga: Ethereum Terkapar di $2.100, Investor AS Diduga Ramai-Ramai Cabut?

ETH di Persimpangan Penting

Ethereum saat ini berada di fase penentuan arah. Rebound dari $1.817 membuka peluang reli lanjutan, namun zona $2.200 menjadi gerbang utama yang harus ditembus untuk mengonfirmasi perubahan tren.

Di sisi lain, fundamental jaringan yang tetap kuat—ditopang TVL besar dan peningkatan alamat aktif—memberikan dasar yang solid bagi potensi pemulihan jangka menengah.

Bagi investor dan trader, kombinasi antara analisis teknikal dan data on-chain menjadi kunci.

Jika Ethereum mampu memanfaatkan momentum ini dengan breakout yang disertai volume tinggi, maka reli menuju $2.600 bukanlah skenario yang mustahil.

Namun, kehati-hatian tetap diperlukan selama ETH masih berjuang di bawah area likuiditas krusial tersebut.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Era Baru Cross-Chain DEX Dimulai

SushiSwap, salah satu protokol decentralized exchange (DEX) di ekosistem DeFi, secara resmi mengumumkan peluncuran versi terintegrasi di jaringan Solana.

Kolaborasi dengan Jupiter Exchange ini aktif mulai 9 Februari 2026, dan merupakan langkah strategis yang memperluas kemampuan SushiSwap di luar jaringan Ethereum Virtual Machine (EVM) tradisional.

Sebagaimana dilansir dari Coinmarketcal pada Selasa (10/2), langkah ini bukan sekadar pembaruan teknis biasa, tetapi juga menandai fase ekspansi penting bagi SushiSwap untuk menjadi multi-chain DEX yang dapat melayani pengguna lintas jaringan dengan lebih cepat, murah, dan efisien.

Baca Juga: Uniswap V3 Kalahkan SushiSwap, Raih Gelar Ini

Peluncuran SushiSwap di Solana: Apa Artinya?

Solana dikenal sebagai blockchain dengan throughput tinggi dan biaya transaksi rendah, seni teknologi yang semakin menarik bagi platform DeFi besar untuk memperluas jangkauan mereka.

SushiSwap di Solana akan memungkinkan pengguna melakukan swap aset secara langsung, memanfaatkan kecepatan jaringan Solana sekaligus tetap terhubung dengan aset dari EVM seperti Ethereum.

Kolaborasi dengan Jupiter yang merupakan agregator likuiditas terbesar di Solana, akan membantu SushiSwap mengakses likuiditas yang lebih luas, memudahkan transaksi lintas jaringan, dan memberikan pengalaman trading tanpa batas bagi pengguna DeFi.

Selain itu, peluncuran ini membuka peluang bagi pertukaran berbagai jenis token, termasuk meme tokens, aset tokenized, hingga token real-world assets (RWA), yang semakin populer di pasar kripto global.

Strategi Multi-Chain: Langkah Besar SushiSwap

SushiSwap selama ini dikenal sebagai protokol DEX multichain, beroperasi di lebih dari 40 jaringan blockchain dan menyediakan liquidity pool serta fitur swap yang terdesentralisasi.

Namun, integrasi resmi di Solana membawa ekspansi ini ke level yang lebih luas, terutama dengan dukungan lintas rantai (cross-chain) yang lebih efisien tanpa harus bergantung pada infrastruktur pihak ketiga yang lebih kompleks.

Integrasi ini juga sejalan dengan rencana besar SushiSwap untuk tahun-tahun mendatang, termasuk tujuan platform untuk menawarkan solusi DeFi yang lebih canggih melalui produk seperti Susa (order-book DEX on-chain) dan Kubo (alat peluncuran pasar dengan strategi delta-neutral), serta Blade, solusi automated market maker generasi baru.

Dengan memperluas ke Solana, SushiSwap tidak hanya memperluas pasar likuiditasnya tetapi juga menciptakan peluang bagi pengguna untuk berinteraksi dengan aset yang sebelumnya terbatas hanya pada jaringan tertentu.

Dampak untuk Pengguna dan Trader

Peluncuran SushiSwap di Solana diperkirakan akan meningkatkan jumlah pengguna aktif, terutama bagi mereka yang mencari biaya transaksi rendah dan eksekusi cepat.

Solana telah menjadi magnet bagi aplikasi DeFi dan NFT berkat throughput jaringan yang tinggi, sebuah keunggulan kompetitif dibandingkan jaringan Ethereum yang sering mengalami biaya gas tinggi ketika volume aktivitas meningkat.

Trader juga bisa memanfaatkan fitur lintas jaringan yang lebih lancar, seperti swap otomatis dari aset Solana ke aset berbasis EVM dan sebaliknya.

Dengan ini, SushiSwap berpotensi menarik lebih banyak modal, terutama dari pengguna yang sebelumnya menghindari biaya tinggi atau kemacetan jaringan.

Meski masih dini, langkah ini bisa memicu volatilitas harga jangka pendek untuk token SUSHI maupun JUP (token dari Jupiter Exchange), karena trader mungkin akan melakukan spekulasi seputar likuiditas, volume perdagangan lintas jaringan, serta aktivitas pengguna baru setelah peluncuran.

Perspektif Industri: DeFi yang Semakin Multichain

Integrasi SushiSwap di Solana mencerminkan tren yang lebih luas di dunia kripto: DeFi menuju interoperabilitas yang sebenarnya.

Protokol besar kini tidak lagi terbatas pada satu ekosistem blockchain, tetapi membangun jembatan antar jaringan untuk menghadirkan layanan DeFi yang lebih inklusif dan efisien.

Solana, sebagai salah satu jaringan dengan pertumbuhan aktivitas signifikan, menjadi pilihan strategis.

Pendukungnya melihat potensi besar bagi protokol DeFi seperti SushiSwap untuk meraih pangsa pasar lebih luas berkat biaya rendah dan kecepatan tinggi.

Risiko dan Tantangan

Walaupun langkah ini memunculkan banyak potensi positif, Tim Research Tokocrypto menilai tetap ada tantangan dan risiko yang perlu diwaspadai.

“Pivot penting bagi SushiSwap yang selama ini EVM-centric. Masuk ke Solana (chain dengan volume DEX tertinggi saat ini) lewat Jupiter adalah cara cerdas untuk langsung dapat flow tanpa harus bootstrap likuiditas dari nol sendirian. Potensi re-rating jika volume yang diroute signifikan, ” tutur Tim research Tokocrypto.

Interoperabilitas lintas chain membawa kompleksitas teknis dan potensi risiko keamanan yang unik, seperti smart contract exploit atau manipulasi likuiditas jika tidak dikunci dengan baik.

Begitu pula, volatilitas jangka pendek setelah peluncuran bisa menjadi sangat tinggi karena sentimen pasar, spekulasi, serta fluktuasi permintaan atas token SUSHI dan JUP, terutama di hari-hari pertama setelah integrasi resmi diumumkan.

Baca Juga: Sushiswap Terbitkan Kontrak di 5 Blockchain, Apa Saja?

Era Baru SushiSwap di Ekosistem Solana

Peluncuran SushiSwap di jaringan Solana menandai tonggak penting dalam evolusi DEX multichain.

Dengan dukungan Jupiter Exchange, protokol ini siap menghadirkan pengalaman swap yang lebih cepat, murah, dan lintas jaringan bagi pengguna global.

Bagi pelaku pasar DeFi, event ini bukan hanya sekadar integrasi teknis, tetapi sinyal bahwa masa depan DeFi adalah interoperabilitas tanpa batas antara berbagai jaringan blockchain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

VeChain Mulai Voting Tata Kelola di VeBetterDAO: Sinyal Kenaikan Harga?

VeChain (VET) kembali menjadi sorotan komunitas kripto global setelah memulai periode voting tata kelola baru di platform VeBetterDAO, yang berlangsung dari 3 hingga 9 Februari 2026.

Menurut laporan Coinmarketcal pada Selasa (10/2), voting ini difokuskan pada proposal yang bertujuan meningkatkan insentif bagi partisipasi aktif serta memperbaiki kualitas alokasi dana dalam ekosistem VeChain.

Meski event tata kelola biasanya tidak memberikan dampak besar langsung ke harga token, terutama bila tidak menyentuh aspek tokenomics seperti mekanisme burn atau yield baru, momentum voting tetap menjadi indikator penting tentang kegiatan pengembang dan keterlibatan komunitas.

Baca Juga: Alasan Kripto ‘Koin China’ Filecoin hingga VeChain Hasilkan Untung Besar

Apa Itu VeBetterDAO dan Mekanisme Governance?

VeBetterDAO merupakan sistem tata kelola terdesentralisasi (DAO) yang dibangun di atas VeChainThor, yang memberi suara kepada komunitas untuk memutuskan arah alokasi sumber daya dan pengembangan prospek ekosistem.

Partisipasi dalam governance dilakukan melalui dua token utama:

  • B3TR: Token insentif yang dibagikan kepada komunitas berdasarkan aktivitas mereka dalam ekosistem.
  • VOT3: Token tata kelola yang digunakan untuk memberikan suara dalam setiap voting DAO. B3TR dapat ditukar dengan VOT3 dalam rasio 1:1 untuk mendapatkan hak suara.

Pengguna yang ingin berpartisipasi harus menahan atau mengonversi token mereka ke VOT3, yang kemudian memberikan hak suara pada proposal yang diajukan oleh anggota DAO lain.

Mekanisme ini dirancang untuk mendorong keterlibatan aktif daripada voting pasif, sehingga keputusan yang diambil lebih mencerminkan kebutuhan nyata komunitas.

Fokus Proposal: Reward Partisipasi dan Kualitas Alokasi

Pergerakan harga Vechain (VET/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Vechain (VET/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Periode voting ini diadakan untuk menilai sejumlah proposal yang bertujuan:

  • Memberi insentif lebih besar bagi partisipasi komunitas, sehingga pengguna lebih termotivasi untuk terlibat dalam tata kelola.
  • Meningkatkan kualitas alokasi dana ekosistem, sehingga keputusan pendanaan lebih mencerminkan kontribusi nyata.
  • Memperkuat sinyal tata kelola, yang memengaruhi bagaimana proyek-proyek di dalam ekosistem VeChain diprioritaskan dan didanai.

Sebelum voting dimulai, proposal ini memasuki fase pengumpulan dukungan awal, di mana anggota DAO harus menyumbangkan VOT3 untuk mencapai ambang tertentu agar proposal dapat lanjut ke tahap voting penuh.

Jika ambang dukungan tidak tercapai, proposal bisa gagal otomatis.

Dampak Voting terhadap Ekosistem

Menurut Tim Research Tokocrypto, event voting tata kelola umumnya memberikan dampak “soft” terhadap harga token, terutama bila tidak mencakup perubahan besar dalam tokenomics atau insentif ekonomi langsung.

Namun, keberadaan event ini tetap memiliki beberapa implikasi penting:

“Governance vote biasanya punya dampak “soft” ke harga kecuali ada perubahan tokenomics radikal (burn/yield). Namun, ini sinyal aktivitas dev/komunitas yang sehat. Perhatikan apakah voting ini memicu kenaikan staking rate VET/B3TR selama periode aktif,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Dua aspek utama yang menarik perhatian pasar adalah:

  1. Partisipasi komunitas yang meningkat, yang bisa menjadi indikator kepercayaan jangka panjang terhadap proyek.
  2. Potensi efek psikologis kepada investor, karena semakin banyak suara yang dikeluarkan, semakin kuat sinyal bahwa komunitas peduli terhadap perkembangan ekosistem.

Mengapa Governance Penting di Era DeFi?

Dalam dunia kripto modern, tata kelola terdesentralisasi bukan sekadar teori, ia menjadi bagian penting dari keputusan strategis protokol.

Sistem seperti VeBetterDAO memungkinkan komunitas menentukan sendiri arah pengembangan, alokasi dana, dan prioritas pengembangan proyek berbasis konsensus.

Ekosistem yang memiliki mekanisme tata kelola fungsional sering kali menunjukkan pertumbuhan yang lebih stabil karena keputusan tidak sepenuhnya berada di tangan pengembang inti saja, tetapi juga disetujui bersama oleh kontributor dan pemangku kepentingan lainnya.

Ini menciptakan rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama dalam komunitas.

Potensi Volatilitas Harga dan Sentimen Pasar

Meskipun governance vote biasanya tidak memicu reaksi harga besar secara langsung, event seperti voting VeBetterDAO sering kali menimbulkan buzz sosial di komunitas pengguna VET, B3TR, dan token terkait lainnya.

Trader sering memperhatikan metrik lain seperti:

  • Tingkat staking / partisipasi B3TR dan VET, karena ini bisa menunjukkan komitmen jangka panjang.
  • Volume transaksi dan likuiditas harian, yang dapat naik seiring peningkatan aktivitas jaringan.
  • Perilaku pasar sebelum dan setelah periode voting, terutama bila proposal yang disetujui memberikan perubahan signifikan di masa depan.

Baca Juga: VET Masih Merah di $0,0077! VeChain Gelar Voting Governance

Governance yang Menjadi Sinyal Kesehatan Ekosistem

Periode voting tata kelola VeBetterDAO pada 3–9 Februari 2026 bukan hanya rutinitas semata, tetapi menjadi sinyal bahwa ekosistem VeChain masih aktif bertransformasi melalui partisipasi komunitas.

Walaupun dampaknya terhadap harga mungkin bersifat soft, event ini mencerminkan adanya perhatian terhadap tata kelola yang lebih baik dan partisipasi yang lebih berkualitas, dua hal yang sangat penting dalam dunia kripto yang terus berkembang.

Bagi investor maupun pengguna jaringan VeChain, mengikuti hasil voting dan melihat bagaimana proposal yang diterima diimplementasikan bisa menjadi indikator penting tentang arah pengembangan jaringan dalam beberapa bulan ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com