Tag Archives: aset kripto

Harga Pi Network Turun 4%, Ini Analisis dan Level Kuncinya

Harga Pi Network (PI) kembali mengalami tekanan signifikan dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data pasar terbaru dari Coinmarketcap pada Selasa (10/2), PI tercatat turun 4,14% ke level $0,140, kinerja yang lebih buruk dibandingkan pelemahan pasar kripto secara keseluruhan.

Penurunan ini mencerminkan kombinasi tekanan pasar makro kripto dan struktur teknikal PI yang masih rapuh.

Dalam kondisi pasar yang sedang berada di fase risk-off, aset kripto berisiko tinggi seperti Pi cenderung menjadi korban utama aksi jual, terutama ketika likuiditas pasar relatif tipis.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik Tipis 0,84% di Tengah Gejolak Extreme Fear

Sentimen Pasar Kripto Masih di Zona Extreme Fear

Tekanan terhadap harga PI tidak terjadi secara terisolasi.

Kapitalisasi pasar kripto global turun sekitar 2,01% dalam 24 jam, sementara Bitcoin (BTC) melemah 2,29% pada periode yang sama.

Indeks Crypto Fear & Greed saat ini berada di level 10, yang mengindikasikan kondisi “Extreme Fear” di kalangan pelaku pasar.

Dalam situasi seperti ini, investor cenderung menghindari aset berisiko tinggi dan memindahkan dana ke aset yang lebih defensif atau stablecoin.

Pi Network, yang memiliki karakteristik high beta, bergerak searah dengan pasar namun dengan volatilitas yang lebih besar.

Akibatnya, saat pasar turun, PI cenderung jatuh lebih dalam dibanding aset kripto utama.

Secara historis, altcoin dengan likuiditas terbatas memang lebih rentan terhadap tekanan jual saat sentimen pasar memburuk. Pergerakan PI kali ini mencerminkan pola tersebut.

Likuiditas Rendah Memperbesar Tekanan Harga

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Selain faktor sentimen global, likuiditas PI yang relatif rendah turut memperparah pelemahan harga.

Volume perdagangan PI tercatat naik sekitar 28%, namun masih berada di kisaran $11,78 juta dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,25 miliar.

Ini menghasilkan rasio volume terhadap market cap hanya 0,94%, yang tergolong tipis.

Likuiditas yang rendah membuat pergerakan harga menjadi lebih sensitif terhadap order jual dalam jumlah relatif kecil.

Dengan kata lain, tekanan jual yang tidak terlalu besar pun dapat mendorong harga turun lebih dalam.

Yang menarik, tidak ada katalis negatif spesifik seperti pengumuman proyek, perubahan fundamental, atau isu on-chain yang memicu penurunan ini.

Hal ini mengindikasikan bahwa pelemahan harga PI lebih didorong oleh aliran teknikal dan sentimen makro, bukan oleh faktor fundamental jangka pendek.

Struktur Teknikal Masih Lemah

Dari perspektif teknikal, Pi Network masih berada dalam tren turun yang kuat. Dalam periode 30 hari terakhir, harga PI tercatat sudah turun sekitar 33%, mencerminkan dominasi penjual yang belum mereda.

Level teknikal penting yang kini menjadi perhatian adalah area support di sekitar $0,135. Level ini merupakan titik terendah terbaru dan menjadi batas psikologis penting bagi pelaku pasar.

Jika tekanan jual berlanjut seiring bertahannya sentimen Extreme Fear, penembusan di bawah $0,135 berpotensi membuka jalan menuju area $0,130.

Sebaliknya, untuk skenario pemulihan jangka pendek, PI perlu kembali menembus dan bertahan di atas $0,145.

Reclaim level ini bisa menjadi sinyal awal stabilisasi, meskipun belum cukup untuk mengonfirmasi pembalikan tren.

Ketergantungan pada Pergerakan Bitcoin

Arah pergerakan PI dalam jangka dekat sangat bergantung pada kondisi pasar kripto secara keseluruhan, khususnya Bitcoin.

Stabilisasi BTC di atas level $69.000 dipandang sebagai salah satu syarat penting untuk meredakan tekanan jual di altcoin.

Jika Bitcoin gagal menemukan pijakan dan sentimen pasar tetap berada di zona Extreme Fear, maka probabilitas kelanjutan tren bearish pada PI masih cukup besar.

Sebaliknya, perbaikan struktur pasar Bitcoin dan peningkatan selera risiko investor dapat membuka peluang rebound teknikal pada PI.

Baca Juga: Harga Pi Network (PI) Koreksi ke $0,144, Tekanan Masih Jadi Beban

Tekanan Bearish Masih Dominan

Penurunan harga Pi Network ke $0,140 merupakan refleksi dari pasar kripto yang sedang diliputi ketakutan ekstrem, diperparah oleh likuiditas rendah dan struktur teknikal yang lemah.

Tanpa adanya katalis positif yang jelas, pergerakan PI masih akan sangat dipengaruhi oleh sentimen makro dan arah Bitcoin.

Level kunci yang perlu diperhatikan investor adalah support di $0,135 dan resistance di $0,145.

Selama pasar belum menunjukkan tanda pemulihan yang solid, tekanan bearish pada PI masih menjadi skenario utama dalam jangka pendek.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Terkoreksi $69.658, Tekanan Dominan

Harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali mengalami koreksi setelah gagal mempertahankan momentum penguatan.

Berdasarkan data pasar terbaru di Tokocrypto, Bitcoin diperdagangkan di level $69.658,46 per BTC, turun 1,65% dalam 24 jam terakhir.

Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan jual yang masih mendominasi pasar kripto secara keseluruhan, sekaligus menegaskan bahwa fase konsolidasi menuju tren yang lebih jelas masih berlangsung.

Dengan kapitalisasi pasar sebesar $1,392 triliun, Bitcoin tetap menjadi aset kripto terbesar di dunia.

Namun, performa jangka pendek menunjukkan bahwa sentimen investor masih cenderung berhati-hati, terutama setelah penurunan tajam dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah ke Area $69.000

Pergerakan Harga BTC: Tekanan Masih Terasa

Dalam rentang 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran $68.291 hingga $71.076.

Level ini mencerminkan volatilitas yang cukup tinggi, meskipun belum menunjukkan adanya breakout yang meyakinkan.

Penurunan harian sebesar $1.169,92 menambah daftar koreksi yang telah terjadi dalam beberapa periode waktu sebelumnya.

Secara mingguan, harga BTC telah turun 11,17%, sementara dalam 30 hari terakhir Bitcoin terkoreksi cukup dalam hingga 23,17%.

Jika ditarik lebih jauh, penurunan mencapai 24,50% dalam 60 hari dan bahkan 32,56% dalam 90 hari terakhir.

Data ini mengindikasikan bahwa tekanan bearish masih menjadi tema utama pergerakan Bitcoin dalam jangka menengah.

Koreksi ini juga membuat Bitcoin semakin jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198, menandakan perubahan signifikan dalam struktur pasar dibandingkan euforia sebelumnya.

Volume Perdagangan dan Aktivitas Pasar

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meskipun harga melemah, volume perdagangan 24 jam Bitcoin tercatat cukup solid di $49,14 miliar.

Angka ini menunjukkan bahwa minat pasar terhadap BTC masih tinggi, baik dari sisi trader jangka pendek maupun pelaku institusional.

Volume yang besar di tengah penurunan harga sering kali mengindikasikan adanya distribusi atau reposisi portofolio, bukan sekadar pasar yang sepi aktivitas.

Bitcoin saat ini memiliki pasokan beredar 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,18% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

Dengan tingkat suplai yang semakin mendekati batas maksimum, faktor kelangkaan jangka panjang tetap menjadi narasi utama Bitcoin, meskipun belum cukup kuat untuk menahan tekanan harga dalam jangka pendek.

Analisis Sentimen dan Faktor Tekanan

Tekanan terhadap harga BTC tidak lepas dari kondisi pasar kripto global yang masih rapuh.

Ketidakpastian makroekonomi, ekspektasi kebijakan moneter, serta sikap risk-off investor turut memengaruhi pergerakan Bitcoin.

Dalam situasi seperti ini, investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk kripto.

Pergerakan harga BTC yang turun 0,1% dalam satu jam terakhir juga menunjukkan bahwa tekanan jual masih terjadi secara bertahap, bukan panic selling besar-besaran.

Ini mengindikasikan pasar sedang mencari keseimbangan baru sebelum menentukan arah selanjutnya.

Level Teknis yang Perlu Diperhatikan

Dari sisi teknikal, area $68.000 menjadi level support penting dalam jangka pendek.

Jika Bitcoin gagal bertahan di atas zona ini, potensi penurunan lanjutan menuju area support berikutnya bisa terbuka.

Sebaliknya, untuk mengembalikan sentimen positif, BTC perlu kembali menembus dan bertahan di atas $71.000, yang sebelumnya menjadi batas atas pergerakan harian.

Selama harga masih bergerak di bawah level resistance tersebut, reli yang terjadi berisiko bersifat sementara dan rawan berbalik arah.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih

Konsolidasi dengan Risiko Lanjutan

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi dengan bias bearish.

Penurunan 1,65% dalam 24 jam hanyalah bagian dari tren koreksi yang lebih luas dalam beberapa bulan terakhir.

Meski fundamental jangka panjang Bitcoin tetap kuat, pergerakan jangka pendek masih sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar global dan faktor teknikal.

Bagi investor dan trader, penting untuk mencermati level support $68.000 dan resistance $71.000 sebagai penentu arah berikutnya.

Hingga ada konfirmasi pembalikan tren yang lebih kuat, kehati-hatian tetap menjadi strategi utama dalam menghadapi volatilitas Bitcoin saat ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Partnership Baru Kaia, Tapi KAIA Tetap Merah di $0,053

Kaia (KAIA) kembali menjadi sorotan setelah muncul kabar kemitraan dengan RatioFX yang berfokus pada layanan foreign exchange (FX) dan pembayaran lintas negara berbasis blockchain. Meski berita ini memperkuat narasi Kaia sebagai jaringan untuk transaksi keuangan institusional, harga KAIA justru masih mengalami tekanan dan turun ke area $0,053.

Berdasarkan data pasar terbaru per 9 Februari 2026, KAIA diperdagangkan di kisaran $0,0537 atau melemah sekitar 5,5% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar KAIA tercatat sekitar $335 juta, sementara volume perdagangan harian berada di level $14,97 juta.

RatioFX Gunakan Kaia untuk Gantikan Sistem FX Tradisional

Dilaporkan Coinmarketcal, dalam informasi yang beredar, RatioFX disebut memanfaatkan infrastruktur Kaia untuk menggantikan sistem pembayaran dan transaksi FX konvensional dengan eksekusi yang lebih cepat, instan, serta tetap memenuhi aspek kepatuhan (compliant). Kolaborasi ini menempatkan Kaia dalam narasi besar terkait on-chain FX execution dan cross-border payments, yang saat ini menjadi salah satu tema kuat dalam pengembangan blockchain untuk kebutuhan institusional.

Kemitraan ini juga dinilai sebagai langkah strategis dalam memperluas penggunaan Kaia di sektor keuangan, terutama karena pembayaran lintas negara dan transaksi valuta asing masih didominasi oleh jalur tradisional yang dinilai lebih lambat dan mahal.

Baca juga: Harga KAIA Hari Ini Melejit 37%, Kapitalisasi Pasar Tembus $500 Juta

Analis Nilai Kemitraan Lebih ke Branding daripada Katalis Fundamental

Meski demikian, analisis menyebut bahwa dampak kemitraan ini terhadap harga token KAIA kemungkinan terbatas. Salah satu alasan utamanya adalah karena RatioFX masih dianggap sebagai entitas yang relatif belum dikenal luas, serta belum ada metrik konkret yang dirilis, seperti volume transaksi, komitmen aliran dana, maupun dampak langsung terhadap permintaan token KAIA.

Selain itu, kemitraan ini juga belum menunjukkan perubahan signifikan pada tokenomics atau fundamental protokol Kaia, seperti mekanisme staking, fee sink, atau peningkatan utilitas token secara langsung. Karena itu, perkembangan ini lebih dipandang sebagai milestone bisnis dan branding, bukan katalis besar yang bisa mendorong kenaikan harga jangka panjang.

Harga KAIA Masih Tertekan, Turun 47% dalam 90 Hari

Pergerakan harga Kaia (KAIA/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Kaia (KAIA/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Di tengah kabar tersebut, performa harga KAIA masih menunjukkan tren bearish. Dalam 30 hari terakhir, KAIA tercatat turun sekitar 18,45%, lalu melemah 29,20% dalam 60 hari, dan anjlok hingga 47,77% dalam 90 hari terakhir. KAIA juga bergerak dalam rentang harian antara $0,0534 hingga $0,0569.

Saat ini, suplai beredar KAIA tercatat sebesar 6,24 miliar token. Dengan tekanan harga yang masih besar, pasar diperkirakan akan menunggu bukti nyata dari implementasi kemitraan Kaia dan RatioFX, terutama apakah kerja sama tersebut mampu menciptakan penggunaan jaringan yang signifikan dan mendorong permintaan token secara langsung.

Menurut Tim Research Tokocrypto, narasi cross-border payments/FX bisa kuat kalau ada partner distribusi dan volume nyata, tapi sering sulit dinilai tanpa metrik adopsi. Pantau detail implementasi (produk live, target market, KPI) dan apakah kolaborasi ini mendorong demand onchain (fee, staking, atau aktivitas aplikasi) di Kaia.

Baca Juga: 3 Altcoin Pump Fun Ecosystem Ini Meledak Hingga 158% Sepekan


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Cardano (ADA) Bertahan di Support Kritis $0,27, Sinyal Berbahaya?

Pergerakan harga Cardano (ADA) saat ini berada di fase krusial.

Setelah mengalami koreksi tajam dari puncaknya di atas $1,00 pada pertengahan 2025, Coincu mencatat harga ADA kini turun ke kisaran $0,27 dan bertahan di garis support utama dalam pola descending channel.

Secara teknikal, kondisi ini membuka peluang terjadinya rebound jangka pendek dengan potensi pengujian ulang target harga di area $0,37.

Namun di balik peluang pemulihan harga tersebut, data fundamental jaringan Cardano justru menunjukkan sinyal pelemahan yang signifikan.

Penurunan aktivitas DeFi dan arus modal keluar (capital outflow) memunculkan kekhawatiran bahwa potensi reli teknikal ADA berisiko menjadi bull trap jika tidak didukung oleh pemulihan fundamental.

Baca Juga: Harga Cardano Uji Level US$0,2775, Sinyal Awal Reli 360% ke US$1,35?

Analisis Teknikal: Peluang Rebound Masih Terbuka

Dari sudut pandang teknikal, ADA masih bergerak rapi di dalam pola descending channel yang terbentuk sejak penurunan besar pasca puncak 2025.

Saat ini, harga berada di area support bawah channel, zona yang secara historis sering memicu pantulan harga (technical bounce).

Jika support ini mampu dipertahankan, target pemulihan terdekat berada di kisaran $0,33 hingga $0,37, yang bertepatan dengan area resistance dinamis channel.

Level $0,37 sendiri menjadi target teknikal penting karena berpotensi menjadi titik konfirmasi apakah ADA hanya mengalami relief rally atau benar-benar memulai pembalikan tren jangka menengah.

Namun, skenario ini tetap bersifat spekulatif tanpa dukungan dari faktor fundamental yang kuat.

Pergerakan harga Cardano (ADA/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Cardano (ADA/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Fundamental Cardano Melemah: TVL dan Aktivitas DeFi Anjlok

Berbeda dengan potensi teknikalnya, kondisi fundamental jaringan Cardano justru menunjukkan tekanan serius.

Total Value Locked (TVL) Cardano tercatat turun drastis menjadi hanya $129,37 juta, merosot jauh dari level di atas $500 juta pada awal 2025.

Penurunan lebih dari 70% ini mengindikasikan keluarnya likuiditas besar dari ekosistem DeFi Cardano.

Tak hanya TVL, aktivitas perdagangan di sektor decentralized exchange (DEX) Cardano juga mengalami penurunan tajam.

Volume transaksi DEX saat ini hanya berada di kisaran $2,03 juta, angka yang tergolong sangat rendah untuk jaringan layer-1 besar seperti Cardano.

Data ini mencerminkan minimnya aktivitas pengguna serta berkurangnya minat pengembang dan investor terhadap aplikasi DeFi di jaringan tersebut.

Kombinasi penurunan TVL dan volume DEX menjadi sinyal kuat bahwa secara on-chain, ekosistem Cardano sedang berada dalam fase “mati suri”.

Open Interest Tinggi, Spekulasi Memanas

Menariknya, di tengah lesunya fundamental jaringan, data pasar derivatif justru menunjukkan gambaran yang kontras.

Open Interest (OI) ADA tercatat masih sangat tinggi, mencapai sekitar $452 juta. Angka ini menunjukkan besarnya posisi terbuka di pasar futures dan perpetual, menandakan minat spekulatif jangka pendek yang masih sangat aktif.

Tingginya OI di tengah tren harga menurun sering kali menjadi indikator bahwa pasar sedang bersiap menghadapi pergerakan besar.

Kondisi ini menciptakan potensi volatilitas eksplosif, baik dalam bentuk short squeeze (jika harga naik tajam) maupun long squeeze (jika harga kembali jatuh).

Divergensi Berbahaya antara Harga dan Fundamental

Tim Research Tokocrypto menilai kondisi ADA saat ini sedang tidak baik-baik saja dan berpotensi ke arah yang lebih gawat.

“Kondisi ADA saat ini menampilkan Divergensi Berbahaya: Harga dan aktivitas on-chain (DeFi) sedang ‘mati suri’, tetapi minat spekulatif (Open Interest/OI) justru memanas,” tutur Tim Research Tokocrypto.

Di satu sisi, harga menunjukkan peluang teknikal untuk rebound, sementara di sisi lain aktivitas DeFi dan fundamental jaringan justru melemah drastis.

“Tingginya OI di tengah tren harga turun biasanya menjadi sinyal bahwa pasar sedang bersiap untuk pergerakan eksplosif (bisa Short Squeeze ke atas atau Long Squeeze ke bawah).”

Dengan tingginya Open Interest, pasar ADA berada dalam kondisi sensitif terhadap pergerakan harga ekstrem. Investor ritel perlu ekstra waspada terhadap volatilitas mendadak yang bisa terjadi tanpa peringatan.

“Bagi investor, penurunan TVL yang masif adalah bendera merah (red flag); reli teknikal ke $0.37 mungkin saja terjadi, namun tanpa dukungan fundamental DeFi yang pulih, kenaikan tersebut rentan bersifat sementara (bull trap),” lanjut Tim Research Tokocrypto.

Baca Juga: Viral Rumor Cardano Shutdown, Tapi Laporan Resmi Justru Bikin Kaget!

Waspada Bull Trap

Secara keseluruhan, Cardano (ADA) saat ini berada di persimpangan penting. Peluang pemulihan teknikal masih terbuka selama harga mampu bertahan di area support descending channel.

Namun, lemahnya fundamental jaringan yang ditandai oleh anjloknya TVL dan volume DEX, menjadi faktor risiko utama yang tidak bisa diabaikan.

Bagi investor, reli jangka pendek menuju $0,37 sebaiknya diperlakukan dengan kehati-hatian tinggi.

Tanpa tanda-tanda pemulihan aktivitas on-chain dan arus modal masuk ke ekosistem DeFi Cardano, setiap kenaikan harga berisiko menjadi jebakan bullish di tengah tren turun yang lebih besar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kerugian Phishing Kripto Melonjak 200%, Apa yang Harus Diwaspadai?

Ancaman keamanan di dunia kripto kembali meningkat tajam pada awal tahun ini.

Data terbaru yang dipublikasikan BeInCrypto pada Senin (9/2) menunjukkan kerugian akibat serangan signature phishing melonjak hingga 207%, mencapai sekitar $6,3 juta hanya dalam satu bulan.

Ironisnya, lonjakan nilai kerugian ini terjadi meskipun jumlah korban justru turun sekitar 11%, menandakan adanya pergeseran strategi signifikan dari para pelaku kejahatan siber kripto.

Alih-alih menargetkan banyak pengguna kecil, penyerang kini mengadopsi pendekatan yang lebih presisi dan berisiko tinggi: “Whale Hunting”, yakni membidik investor besar atau pemilik dompet dengan nilai aset signifikan.

Fakta paling mencolok, hanya dua korban menyumbang hampir 65% dari total kerugian signature phishing pada periode tersebut.

Baca Juga: Kerugian Kripto di Januari 2026 Tembus Hampir $400 Juta

Dari Serangan Massal ke Target Bernilai Tinggi

Perubahan pola ini menunjukkan evolusi taktik kriminal kripto.

Jika sebelumnya penyerang mengandalkan phishing massal melalui tautan palsu atau situs tiruan, kini mereka lebih fokus pada analisis perilaku dan riwayat transaksi target bernilai besar.

Dengan jumlah korban yang lebih sedikit namun nilai kerugian yang jauh lebih besar, efektivitas serangan meningkat drastis.

Pendekatan ini juga mengurangi risiko terdeteksi, karena aktivitas mencurigakan tidak lagi tersebar ke ribuan korban kecil, melainkan terfokus pada segelintir alamat dompet bernilai tinggi.

Address Poisoning: Ancaman yang Lebih Halus dan Mematikan

Selain signature phishing, metode address poisoning muncul sebagai salah satu teknik paling merugikan.

Dalam satu kasus ekstrem, seorang investor dilaporkan kehilangan $12,25 juta akibat mengirim dana ke alamat palsu yang menyerupai alamat tujuan aslinya.

Address poisoning bekerja dengan cara mengirim transaksi kecil ke dompet korban menggunakan alamat yang dibuat sangat mirip (vanity address) dengan alamat yang sering digunakan korban.

Ketika korban menyalin alamat dari riwayat transaksi tanpa verifikasi menyeluruh, dana dalam jumlah besar bisa terkirim ke alamat penyerang.

Safe Labs mengungkap bahwa mereka telah mengidentifikasi kampanye terkoordinasi yang melibatkan sekitar 5.000 alamat berbahaya, yang secara khusus dirancang untuk mengecoh pengguna dengan pola alamat dan aktivitas yang tampak “familiar”.

Teknik Signature Phishing Semakin Canggih

Signature phishing modern tidak lagi sekadar meminta tanda tangan transaksi sederhana.

Penyerang kini memanfaatkan pemalsuan fungsi izin (permit) dan manipulasi smart contract yang membuat korban tanpa sadar memberikan akses penuh ke aset mereka.

Bagi pengguna dompet self-custody, ancaman ini jauh lebih berbahaya karena tidak melibatkan peretasan langsung.

Secara teknis, korban “menyetujui” transaksi tersebut, sehingga dana dapat berpindah tanpa mekanisme perlindungan tambahan.

Tim Research Tokocrypto menilai situasi ini sebagai alarm serius, khususnya bagi investor yang berpengalaman.

“Data ini adalah peringatan keras bagi smart money dan pengguna dompet self-custody. Penyerang tidak lagi menebar jaring luas, tetapi menggunakan teknik canggih seperti memalsukan izin transaksi dan membuat alamat vanity yang menyerupai histori transaksi korban,” jelas Tim Research Tokocrypto.

Smart Money Justru Jadi Target Utama

Paradoksnya, kelompok investor yang dianggap paling paham teknologi kini menjadi sasaran utama.

Whale dan investor institusional sering kali melakukan transaksi bernilai besar dan berinteraksi dengan banyak protokol DeFi, sehingga membuka lebih banyak celah sosial-engineering untuk dimanfaatkan.

Selain itu, kepercayaan diri dan rutinitas transaksi yang tinggi dapat menurunkan kewaspadaan, terutama ketika alamat atau kontrak terlihat “mirip” dengan yang biasa digunakan.

Implikasi bagi Keamanan Ekosistem Kripto

Lonjakan kerugian ini menunjukkan bahwa keamanan kripto tidak lagi hanya soal menjaga private key, tetapi juga tentang verifikasi izin, alamat, dan interaksi smart contract secara menyeluruh.

Tanpa perubahan perilaku pengguna, serangan dengan nilai kerugian besar kemungkinan akan terus meningkat, meski jumlah korban tampak menurun.

Bagi industri kripto secara keseluruhan, tren whale hunting ini bisa berdampak pada kepercayaan investor, terutama di tengah adopsi dompet self-custody yang semakin luas.

Baca Juga: Moonbirds Umumkan Migrasi Kontrak & Nesting 2.0, Waspadai Link Scam

Waspada di Era Serangan Presisi Tinggi

Kasus signature phishing dan address poisoning terbaru menegaskan bahwa penjahat kripto kini bermain lebih cerdas, lebih sabar, dan lebih terfokus.

Penurunan jumlah korban bukanlah kabar baik jika diiringi lonjakan kerugian hingga ratusan persen.

Bagi investor ritel maupun institusional, kewaspadaan ekstra menjadi keharusan: selalu periksa detail izin transaksi, verifikasi alamat tujuan, dan hindari kebiasaan menyalin alamat dari histori tanpa pengecekan ulang.

Di era serangan presisi tinggi, satu kesalahan kecil bisa berujung pada kerugian jutaan dolar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Eks Co-Founder Multicoin Capital: Hyperliquid Salah Dalam Segala Hal!

Drama terbaru dalam dunia investasi kripto terjadi setelah Kyle Samani, salah satu pendiri dan figur publik dari Multicoin Capital.

Seperti dilaporkan BeInCrypto pada Senin (9/2), Samani secara terbuka mengkritik proyek Hyperliquid (HYPE) hanya beberapa hari setelah pengumuman pengunduran dirinya dari firma modal ventura besar itu.

Komentar tajam Samani, yang menyebut Hyperliquid sebagai sesuatu yang “salah dalam segala hal”, menarik perhatian luas di komunitas kripto karena berlawanan dengan data on-chain yang menunjukkan entitas terkait Multicoin justru telah mengakumulasi puluhan juta dolar HYPE sebelum kritik itu muncul.

Baca Juga: Hyperliquid Usulkan HIP-4, Hadirkan Pasar Prediksi Tanpa Risiko Likuidasi

Mundur dari Multicoin dan Kecaman Publik

Samani mengumumkan pengunduran dirinya dari Multicoin Capital pada 5 Februari 2026, menandai akhir hampir satu dekade kepemimpinannya sebagai co-founder dan tokoh penting dalam investasi aset kripto institusional.

Dalam pernyataannya, Samani menegaskan bahwa ia akan tetap terlibat dalam kripto, khususnya dalam ekosistem Solana, sebagai bagian dari perannya sebagai Chairman di Forward Industries, sebuah entitas yang fokus pada pengembangan infrastruktur blockchain.

Namun hanya tiga hari setelah pengunduran itu, Samani mengejutkan komunitas dengan kritik publik terhadap Hyperliquid, platform pertukaran perpetual futures yang dikenal karena likuiditas tinggi, biaya rendah, dan teknologi blockchain internalnya.

Ia menuduh Hyperliquid memiliki sistem yang tertutup dan permissioned, mencerminkan model yang bertentangan dengan prinsip desentralisasi yang selama ini diperjuangkannya.

Spekulasi Konflik Internal dalam Multicoin

Kritik Samani datang di tengah laporan bahwa beberapa wallet on-chain yang ditautkan ke Multicoin telah membeli lebih dari $40 juta token HYPE dalam satu bulan terakhir.

Meskipun belum ada konfirmasi resmi dari Multicoin, informasi ini memicu spekulasi bahwa kesenjangan pandangan antara Samani dan tim investasi dapat menjadi salah satu pemicu perpisahan tersebut.

Sementara Samani menekankan pentingnya desentralisasi yang tulen dan keterbukaan kode sumber, langkah Multicoin yang tampak agresif dalam mengakumulasi HYPE justru menunjukkan pendekatan yang lebih pragmatis: mencari profit tinggi dan eksposur likuiditas instan bahkan jika itu berarti memilih proyek dengan struktur yang agak terpusat.

Terang saja, pernyataan Samani memunculkan perdebatan tentang strategi investasi terbaik dalam lanskap kripto saat ini.

Idealisme Desentralisasi vs. Pragmatisme Profit

Menurut para analis dari Tim Research Tokocrypto, peristiwa ini mengungkap dilema besar yang dihadapi banyak venture capital (VC) kripto.

“Drama ini menyingkap dilema besar di kalangan Venture Capital (VC) kripto saat ini: Idealisme Desentralisasi vs Pragmatisme Profit.”

Jika Multicoin berani bertaruh besar ($40M) pada HYPE meskipun ditentang oleh pendirinya sendiri, ini adalah sinyal High Conviction (keyakinan tinggi) dari institusi terhadap model bisnis Hyperliquid.

“Di satu sisi, tokoh seperti Samani merupakan advokat kuat untuk infrastruktur blockchain yang sepenuhnya terdesentralisasi yang mengutamakan transparansi, partisipasi komunitas, dan nilai fundamental jangka panjang,” lanjut Tim Research Tokocrypto.

Di sisi lain, strategi investasi seperti akumulasi HYPE oleh Multicoin menunjukkan bahwa institusi besar kini semakin bersedia mempertimbangkan proyek yang mampu menawarkan likuiditas tinggi dan adopsi pengguna nyata, meskipun struktur internalnya tidak sepenuhnya terbuka atau sepenuhnya terdesentralisasi.

Bagi investor institusional, hal ini bisa dibaca sebagai sinyal keyakinan tinggi terhadap potensi pertumbuhan Hyperliquid.

“Bagi investor ritel, ini bisa dibaca sebagai sinyal bullish untuk HYPE, karena institusi tampaknya bersedia mentolerir risiko sentralisasi demi mengejar likuiditas dan adopsi pengguna yang nyata,” tutup Tim Research Tokocrypto.

Reaksi Komunitas Kripto

Komentar Samani menuai beragam respons di komunitas. Beberapa pihak setuju dengan kritiknya dan mengajak diskusi soal standar desentralisasi yang “sejati”.

Namun, ada pula yang justru membela Hyperliquid, menekankan bahwa proyek tersebut memberikan nilai nyata melalui likuiditas dan peluang trading yang kuat.

Hal ini mencerminkan adanya pertentangan yang lebih luas di antara pelaku pasar mengenai apa yang sebenarnya merupakan “nilai fundamental” dalam proyek blockchain.

Dampak terhadap Harga HYPE dan Industri Kripto

Terlepas dari kritik publik, token HYPE tampaknya menunjukkan ketahanan yang relatif kuat di pasar, mencerminkan bahwa minat investor mungkin lebih dipengaruhi oleh peluang utilitas dan likuiditas daripada narasi reputasional semata.

Sementara itu, perdebatan ini bisa membuka ruang untuk diskusi lebih luas tentang bagaimana investor, baik ritel maupun institusional, harus mengevaluasi proyek kripto di tengah lanskap yang terus berkembang.

Baca Juga: Ini Alasan Harga Bitcoin Hancur Menurut Multicoin Capital

Narasi yang Berlangsung

Peristiwa di sekitar kritik Samani terhadap Hyperliquid tidak hanya menceritakan tentang satu individu atau satu proyek.

Ini mencerminkan konflik ideologi dan strategi investasi yang lebih dalam dalam industri kripto: antara mereka yang melihat masa depan penuh dengan sistem desentralisasi yang murni, dan mereka yang mengejar efisiensi, adopsi, dan profit melalui pendekatan yang lebih pragmatis.

Dengan spekulasi yang masih terus berkembang dan data on-chain yang terus dipantau, dinamika ini kemungkinan akan menjadi salah satu narasi kunci di pasar kripto sepanjang 2026.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin kembali bergerak di zona hijau setelah mencatatkan kenaikan signifikan dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data pasar terbaru dari Tokocrypto pada Senin (9/2), harga Bitcoin (BTC) saat ini berada di level $70.682,42 per BTC, menguat sekitar +2,23% dibandingkan hari sebelumnya.

Kenaikan ini menjadi sinyal pemulihan jangka pendek di tengah tekanan koreksi yang masih membayangi pergerakan harga dalam beberapa bulan terakhir.

Secara fundamental, kapitalisasi pasar Bitcoin kini tercatat mencapai $1.412,69 miliar, menegaskan posisinya sebagai aset kripto dengan valuasi terbesar di dunia dan menempati peringkat pertama secara global.

Sementara itu, volume perdagangan harian BTC berada di kisaran $41,53 miliar, mencerminkan aktivitas pasar yang masih cukup tinggi serta minat investor yang tetap terjaga meski volatilitas belum sepenuhnya mereda.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah ke Area $69.000

Pergerakan Harga BTC Hari Ini

Dalam rentang perdagangan 24 jam terakhir, harga Bitcoin bergerak di kisaran $68.932,31 hingga $72.206,91.

Level terendah harian ini sempat menjadi area uji kekuatan support sebelum akhirnya BTC berhasil rebound dan kembali menembus area psikologis $70.000.

Pergerakan ini mengindikasikan adanya aksi beli yang cukup solid di area bawah, terutama dari pelaku pasar jangka pendek.

Dari sisi perubahan harga intraday, Bitcoin mencatatkan kenaikan +0,57% dalam 1 jam terakhir, menandakan momentum positif yang masih berlanjut.

Namun, jika dilihat dalam perspektif mingguan, BTC masih mengalami koreksi sekitar -5,22% dalam 7 hari terakhir, menegaskan bahwa tren jangka menengah masih berada dalam fase konsolidasi.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Tekanan Koreksi Masih Terlihat dalam Jangka Menengah

Meskipun menguat hari ini, data historis menunjukkan Bitcoin masih berada dalam tekanan jika ditarik ke rentang waktu yang lebih panjang.

Dalam 30 hari terakhir, harga BTC tercatat turun sekitar $19.608,85 atau -21,67%.

Koreksi serupa juga terlihat pada periode 60 hari (-20,95%) dan 90 hari (-33,62%), mencerminkan fase penyesuaian harga yang cukup dalam setelah reli besar sebelumnya.

Sebagai perbandingan, rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) Bitcoin tercatat di level $126.198,07.

Dengan harga saat ini, BTC masih diperdagangkan jauh di bawah puncaknya, yang bagi sebagian investor justru dianggap sebagai peluang akumulasi jangka panjang, terutama bagi mereka yang memiliki toleransi risiko tinggi.

Data Pasokan dan Struktur Pasar Bitcoin

Dari sisi suplai, jumlah Bitcoin yang beredar saat ini mencapai 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,17% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

Keterbatasan suplai inilah yang selama ini menjadi salah satu fondasi utama nilai Bitcoin sebagai aset lindung nilai digital (digital store of value).

Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya (Fully Diluted Market Cap) Bitcoin tercatat sebesar $1.488,80 miliar, mencerminkan valuasi BTC jika seluruh pasokan maksimum telah beredar di pasar.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik 9% ke $70.600, Mulai Berbalik?

Prospek Harga BTC ke Depan

Secara teknikal, penguatan harga BTC hari ini membuka peluang bagi Bitcoin untuk kembali menguji area resistance di sekitar $72.000–$73.000.

Jika level ini berhasil ditembus dengan volume yang kuat, potensi reli lanjutan ke area yang lebih tinggi bisa terbuka.

Namun sebaliknya, kegagalan bertahan di atas $70.000 dapat memicu tekanan jual lanjutan dan membawa BTC kembali menguji support di area $68.000.

Dengan volatilitas yang masih tinggi, investor dan trader disarankan tetap mencermati pergerakan volume, sentimen makro, serta faktor global yang berpotensi memengaruhi pasar kripto.

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa meski pemulihan jangka pendek mulai terlihat, kehati-hatian tetap menjadi kunci dalam mengambil keputusan investasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Naik Tipis 0,84% di Tengah Gejolak Extreme Fear

Harga Pi Network (PI) hari ini tercatat mengalami penguatan tipis dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data pasar terbaru dari Coinmarketcap pada Senin (9/2), PI naik sekitar 0,842% ke level $0,146, mencerminkan pergerakan positif yang terjadi di tengah pemulihan pasar kripto secara umum.

Meski demikian, kenaikan ini dinilai masih relatif lemah karena berada di bawah performa rata-rata pasar kripto global yang mencatatkan kenaikan sekitar 2,1% pada periode yang sama.

Pergerakan harga Pi Network hari ini lebih mencerminkan efek ikut arus (beta move) dari penguatan kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan, alih-alih didorong oleh katalis spesifik dari proyek Pi itu sendiri.

Kondisi ini menunjukkan bahwa sentimen terhadap PI masih cenderung pasif dan bergantung pada arah pasar secara makro.

Baca Juga: Harga Pi Network (PI) Koreksi ke $0,144, Tekanan Masih Jadi Beban

Kenaikan PI Didorong Efek Pasar, Bukan Katalis Internal

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Dalam 24 jam terakhir, total kapitalisasi pasar kripto global mengalami peningkatan sekitar 2,1%. Di tengah kondisi tersebut, Pi Network ikut bergerak naik, meskipun dengan laju yang lebih lambat.

Kenaikan sebesar 0,84% ini mengindikasikan bahwa PI hanya memperoleh dorongan beta yang terbatas dari pasar yang sedang menguat.

Likuiditas Pi Network yang relatif tipis turut memengaruhi pola pergerakannya. Rasio turnover PI tercatat sangat rendah, yakni sekitar 0,0071, yang menandakan volume transaksi masih minim.

Dalam kondisi likuiditas rendah, pergerakan harga sering kali diperbesar oleh aliran dana kecil, tanpa perlu adanya permintaan yang signifikan.

Hal ini menjelaskan mengapa PI dapat mencatat kenaikan harga meski tanpa dukungan volume yang kuat.

Volume Perdagangan Menurun, Sinyal Minat Masih Lemah

Alih-alih meningkat, volume perdagangan Pi Network justru mengalami penurunan tajam. Data menunjukkan volume transaksi PI turun sekitar 39% menjadi $9,2 juta.

Penurunan volume ini menjadi sinyal penting bahwa kenaikan harga PI belum didukung oleh partisipasi pasar yang luas.

Dalam analisis pasar kripto, reli harga yang sehat umumnya ditopang oleh peningkatan volume.

Sebaliknya, kenaikan harga dengan volume yang melemah sering kali dianggap rapuh dan berisiko mengalami koreksi dalam waktu singkat.

Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa penguatan Pi Network hari ini lebih bersifat teknikal dan sementara.

Sentimen Pasar Masih Dikuasai “Extreme Fear”

Faktor lain yang membayangi pergerakan Pi Network adalah kondisi sentimen pasar kripto secara keseluruhan. Indeks Fear & Greed saat ini berada di level 9, yang masuk kategori “Extreme Fear”.

Sentimen ini mencerminkan kehati-hatian tinggi dari investor, di mana minat beli masih terbatas dan pelaku pasar cenderung menunggu kepastian arah.

Dalam lingkungan pasar yang diliputi ketakutan ekstrem, aset kripto dengan fundamental dan likuiditas kuat biasanya menjadi acuan utama.

Sementara itu, altcoin dengan likuiditas tipis seperti PI cenderung bergerak mengikuti arah pasar tanpa memiliki daya dorong mandiri yang kuat.

Prospek Harga Pi Network dalam Jangka Pendek

Dalam jangka pendek, pergerakan harga Pi Network akan sangat bergantung pada kemampuannya mempertahankan level support di sekitar $0,14.

Jika area ini mampu dipertahankan, PI berpeluang menguji resistance terdekat di kisaran $0,15.

Level ini menjadi zona psikologis penting yang perlu ditembus untuk membuka peluang penguatan lanjutan.

Namun, jika harga PI gagal bertahan di atas $0,14, risiko penurunan kembali menuju area terendah mingguan cukup terbuka.

Tanpa adanya katalis fundamental atau peningkatan volume yang signifikan, pergerakan PI masih rentan mengikuti fluktuasi sentimen pasar global.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 5%, Dipicu Sentimen Makro

Tren Netral dengan Risiko Tinggi

Secara keseluruhan, kenaikan harga Pi Network hari ini mencerminkan pergerakan netral cenderung positif, namun dengan tingkat keyakinan yang rendah.

Tidak adanya katalis spesifik, ditambah dengan volume perdagangan yang menurun, menunjukkan bahwa reli ini masih rapuh dan sangat bergantung pada stabilitas pasar kripto secara umum.

Investor disarankan untuk mencermati pergerakan Bitcoin sebagai pemimpin pasar, serta perubahan pada indeks Fear & Greed.

Pertanyaan utama ke depan adalah apakah Pi Network mampu merebut kembali dan bertahan di atas level $0,15 dengan dukungan volume yang meningkat, atau justru kembali melemah seiring sentimen pasar yang masih diliputi ketakutan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Inflow Stablecoin Meledak, Investor Kripto Mulai Balik?

Arus masuk stablecoin ke bursa kripto dilaporkan meningkat tajam meski tekanan jual di pasar masih berlangsung kuat. Data terbaru menunjukkan bahwa ketika Bitcoin (BTC) perlahan mendekati koreksi sekitar 50% dari rekor tertinggi (all time high/ATH) pada Oktober, aktivitas stablecoin justru mulai mengalami lonjakan yang signifikan.

Dilaporkan Crypto Quant, kondisi ini menjadi sorotan karena stablecoin umumnya digunakan sebagai “amunisi” untuk membeli aset kripto. Kenaikan inflow stablecoin ke exchange sering dianggap sebagai indikasi bahwa investor mulai menyiapkan modal untuk masuk kembali ke pasar, terutama saat harga mengalami penurunan besar.

Inflow Stablecoin Sempat Anjlok ke $51 Miliar di Desember 2025

Pada akhir Desember 2025, rata-rata mingguan inflow stablecoin (7-day moving average) tercatat turun hingga $51 miliar. Angka tersebut disebut mencerminkan lemahnya permintaan pasar yang sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir, seiring investor cenderung menahan diri dan pasar bergerak dalam tekanan bearish.

Penurunan inflow stablecoin pada periode tersebut juga menandakan minimnya modal baru yang masuk ke bursa, sehingga memperkuat kondisi lesu dan rendahnya minat beli di pasar kripto secara keseluruhan.

Kini Melonjak ke $98 Miliar, Melewati Rata-rata 90 Hari

Namun, tren tersebut mulai berubah. Data terbaru menunjukkan bahwa inflow stablecoin ke exchange kini melonjak ke $98 miliar. Angka tersebut berarti inflow stablecoin telah meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan level akhir Desember 2025.

Selain itu, inflow stablecoin saat ini juga telah bergerak melampaui rata-rata 90 hari yang berada di angka $89 miliar. Hal ini mengindikasikan bahwa laju penempatan modal (capital deployment) mulai meningkat dalam beberapa minggu terakhir, di tengah kondisi pasar yang masih tertekan.

Lonjakan ini menjadi sinyal bahwa pasar mulai menerima pasokan likuiditas baru, yang dinilai sangat dibutuhkan untuk menahan tekanan penurunan harga lebih lanjut.

Tekanan Jual Masih Tinggi, Tapi Investor Mulai Masuk Bertahap

Meski inflow stablecoin meningkat, laporan menyebut bahwa tekanan jual di pasar masih terlalu kuat untuk sepenuhnya diserap oleh modal yang masuk. Artinya, kenaikan inflow belum cukup untuk langsung membalikkan tren, karena aksi jual masih mendominasi pergerakan pasar.

Namun, kondisi tersebut tetap dianggap sebagai sinyal positif karena menunjukkan bahwa minat investor mulai kembali muncul di level koreksi saat ini. Lonjakan inflow stablecoin mengindikasikan bahwa sebagian pelaku pasar mulai melakukan aksi beli bertahap atau “buy the dip”, meskipun tren pemulihan masih memerlukan penguatan lebih lanjut.

Dengan meningkatnya aliran stablecoin, pasar kini dipantau untuk melihat apakah momentum pembelian bisa bertambah kuat dan mampu mengimbangi tekanan jual yang masih tinggi.

Menurut Tim Research Tokocrypto, lonjakan inflow stablecoin adalah indikator “smart money” yang sedang melakukan deployment modal (“buy the dip”). Ketersediaan likuiditas segar di bursa ini krusial untuk menyerap tekanan jual dan membentuk landasan harga (floor) yang solid.

Baca juga: Stablecoin vs Altcoin Apa Bedanya? Pelajari Perbedaannya Sebelum Membeli


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

DEX Perpetual DipCoin Luncurkan Program Insentif Horizon Season 1

Platform DEX perpetual DipCoin resmi meluncurkan program insentif terbarunya bertajuk “Horizon” Season 1.

Menurut laporan Cryptodaily, Horizon Season 1 merupakan sebuah skema berbasis poin yang dirancang untuk memberikan reward kepada trader dan penyedia likuiditas (liquidity provider/LP).

Program ini menjadi langkah strategis DipCoin dalam mempercepat pertumbuhan volume transaksi sekaligus memperluas basis pengguna di tengah persaingan ketat sektor DeFi perpetual.

Peluncuran Horizon Season 1 menandai adopsi penuh DipCoin terhadap tren Points Meta, sebuah pendekatan insentif yang kini menjadi standar industri dalam fase bootstrap liquidity bagi protokol DeFi generasi baru.

Baca Juga: Teknologi Meteora di Solana: DEX, Dynamic Liquidity, dan Likuiditas

Apa Itu Horizon Season 1 DipCoin?

Horizon Season 1 memperkenalkan sistem poin yang diberikan kepada pengguna berdasarkan aktivitas mereka di platform, seperti:

  • Aktivitas trading perpetual
  • Penyediaan likuiditas
  • Partisipasi dalam sistem referral

Poin yang dikumpulkan selama musim berlangsung berpotensi dikonversi menjadi reward di masa depan, termasuk kemungkinan airdrop token, insentif ekosistem, atau hak partisipasi dalam tata kelola protokol.

Model ini bertujuan menciptakan insentif jangka pendek yang agresif untuk menarik likuiditas dan meningkatkan user engagement, terutama dari kalangan trader aktif dan yield hunter.

Points Meta: Standar Baru di DeFi

Menurut tim research Tokocrypto, pendekatan ini bukanlah hal baru di industri kripto.

“Program insentif berbasis poin telah menjadi standar baku untuk bootstrap likuiditas di DeFi (Points Meta). Ini peluang bagi airdrop hunter, namun tantangan sebenarnya bagi DipCoin adalah mempertahankan likuiditas tersebut setelah musim insentif berakhir,” jelas tim research Tokocrypto.

Dalam dua tahun terakhir, berbagai protokol besar seperti DEX, Layer-2, hingga platform perpetual futures menggunakan sistem poin sebagai pre-token incentive.

Strategi ini terbukti efektif menciptakan lonjakan volume dalam waktu singkat, namun sering kali menghadapi penurunan aktivitas setelah program berakhir.

Strategi Pertumbuhan DipCoin di Pasar Perpetual DEX

Sektor perpetual DEX merupakan salah satu segmen paling kompetitif di DeFi, dengan dominasi platform besar yang telah memiliki likuiditas dan basis pengguna kuat. Bagi DipCoin, Horizon Season 1 berfungsi sebagai:

  1. Alat Akuisisi Pengguna Cepat
    Sistem poin menarik trader oportunistik dan komunitas airdrop hunter yang siap memindahkan likuiditas dalam waktu singkat.
  2. Peningkatan Volume Perdagangan
    Volume menjadi metrik kunci untuk membangun reputasi DEX perpetual, terutama dalam menarik market maker dan trader profesional.
  3. Pengujian Ketahanan Infrastruktur
    Lonjakan aktivitas selama musim insentif juga menjadi ajang stress test bagi sistem trading DipCoin.

Namun demikian, keberhasilan jangka panjang DipCoin tidak hanya ditentukan oleh besarnya insentif, melainkan oleh kualitas produk inti.

Tantangan Pasca-Insentif: Retensi Likuiditas

Sejarah DeFi menunjukkan bahwa banyak protokol mengalami liquidity cliff setelah program insentif berakhir.

Likuiditas dan volume yang bersifat “sementara” akan menguap jika tidak diikuti oleh UI/UX trading yang kompetitif, biaya transaksi yang efisien, likuiditas order book yang stabil, serta keamanan dan transparansi protokol.

Bagi DipCoin, Horizon Season 1 hanyalah langkah awal. Tantangan sebenarnya adalah mengonversi pengguna berbasis insentif menjadi pengguna loyal.

Peluang bagi Trader dan Airdrop Hunter

Dari sisi pengguna, Horizon Season 1 menawarkan peluang menarik, terutama bagi trader aktif dan penyedia likuiditas yang terbiasa mengikuti ekosistem points-based incentive.

Namun, pengguna tetap perlu memperhatikan risiko volatilitas pasar perpetual, biaya dan slippage, serta keberlanjutan reward jangka panjang.

Partisipasi dalam program insentif sebaiknya disertai manajemen risiko yang matang, bukan semata berburu poin.

Baca Juga: Cara Mengetahui Narasi Pasar Kripto dengan Dexu.ai, Wajib Coba!

Peluncuran Horizon Season 1 menegaskan ambisi DipCoin untuk bersaing di arena DEX perpetual melalui strategi insentif modern berbasis poin.

Dalam jangka pendek, program ini berpotensi mendorong lonjakan volume dan aktivitas pengguna secara signifikan.

Namun, keberhasilan jangka panjang DipCoin akan sangat ditentukan oleh kemampuannya mempertahankan likuiditas setelah musim insentif berakhir—sebuah ujian klasik bagi hampir semua protokol DeFi yang mengadopsi Points Meta.

Bagi pasar, Horizon Season 1 menjadi indikator penting untuk menilai apakah DipCoin mampu berkembang dari sekadar “DEX musiman” menjadi platform perpetual yang berkelanjutan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com