Tag Archives: aset kripto

Venezuela Memanas, Bitcoin Balik Arah dan Tembus US$91.000

Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat pada Minggu, 4 Januari 2026, di tengah gejolak pasar global yang dipicu ketegangan geopolitik di Venezuela. Aset kripto terbesar dunia itu berhasil bangkit setelah sempat tertekan aksi jual dan turun di bawah level USD 90.000.

Berdasarkan data Coinmarketcap pada pukul 07.05 WIB, Bitcoin tercatat menguat 1,40 persen dalam 24 jam terakhir dan naik 3,94 persen secara mingguan. Saat ini, harga Bitcoin berada di level USD 91.251 per koin atau setara Rp 1,52 miliar dengan asumsi kurs Rp 16.702 per dolar AS.

Penguatan Bitcoin terjadi di tengah volatilitas tinggi pasar kripto yang sebelumnya dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Venezuela. Situasi memanas setelah adanya aksi militer Amerika Serikat di Caracas, yang memicu kekhawatiran pasar global dan berdampak pada aset berisiko, termasuk kripto.

Bitcoin Bergejolak Pasca Ketegangan Venezuela

venezuela uji coba crypto

Baca juga: Diam-Diam Borong Bitcoin, Tether Tambah Rp12 Triliun BTC di Awal 2026!

Tak hanya Bitcoin, mayoritas aset kripto utama lainnya juga bergerak di zona hijau. Ethereum (ETH) naik 0,59 persen dalam sehari dan menguat 6,13 persen sepekan, diperdagangkan di level Rp 52,4 juta per koin. Binance Coin (BNB) menguat 0,14 persen dalam 24 jam terakhir dan naik 4,10 persen sepekan ke harga Rp 14,7 juta per koin.

Sementara itu, Cardano (ADA) melemah tipis 0,77 persen secara harian, namun masih mencatatkan kenaikan 6,10 persen dalam sepekan di level Rp 6.557 per koin. Solana (SOL) menguat 1,37 persen dalam sehari dan naik 7,58 persen sepekan ke harga Rp 2,24 juta per koin. XRP juga tercatat naik 0,62 persen dalam 24 jam dan 7,95 persen secara mingguan, diperdagangkan di level Rp 33.881 per koin.

Koin meme Dogecoin (DOGE) mencatatkan penguatan paling signifikan, naik 1,27 persen dalam sehari dan melonjak 15,72 persen dalam sepekan, dengan harga Rp 2.408 per token. Adapun stablecoin Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) relatif stabil di kisaran USD 1,00.

Mureks mencatat total kapitalisasi pasar kripto global hari ini berada di level USD 3,11 triliun atau setara Rp 51.944 triliun, menguat sekitar 1,12 persen dibandingkan sehari sebelumnya.

Tekanan Jual Meningkat

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 4 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 4 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Sebelumnya, Bitcoin sempat mengalami tekanan jual signifikan dan turun di bawah USD 90.000 menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik. Data TradingView yang dikutip dari Coinmarketcap menunjukkan Bitcoin sempat menyentuh level tertinggi di kisaran USD 90.940 di bursa Bitstamp sebelum berbalik arah.

Tekanan jual meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan melalui Truth Social bahwa presiden Venezuela telah ditangkap dan dilengserkan. Peristiwa tersebut terjadi saat likuiditas pasar rendah karena berlangsung di akhir pekan, sehingga memperbesar volatilitas harga.

Meski sempat bergejolak, sejumlah pelaku pasar menilai koreksi harga Bitcoin hanya bersifat sementara dan sentimen jangka menengah terhadap aset kripto masih cenderung positif.

Baca juga: BlackRock Diam-Diam Pindahkan Rp1,9 Triliun Bitcoin dan Ethereum


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Penarikan Dana dari Exchange Lokal Berapa Lama? Ini Gambaran Umumnya

Saat ingin melakukan penarikan dana baik ketika ingin mencairkan keuntungan, memindahkan aset ke wallet pribadi, atau menarik dana rupiah ke rekening bank, kecepatan dan kepastian proses penarikan jadi faktor penting dalam pengalaman pengguna.

Di Indonesia, exchange kripto lokal memiliki standar operasional dan regulasi yang membuat proses penarikan relatif aman dan terstruktur. Namun, waktu yang dibutuhkan bisa berbeda-beda tergantung jenis penarikan dan kondisi tertentu. 

Sebagai platform terkemuka di Indonesia, Tokocrypto menekankan transparansi dan kecepatan dalam layanan withdrawal-nya, membantu pengguna fokus pada strategi investasi tanpa khawatir soal akses dana. Dana penarkan bisa dipantau langsung prosesnya melalui menu yang ada di aplikasi Tokocrypto.

Lalu berapa lama sih proses penarikan dana di exchange lokal? Simak gambaran umumnya yuk!

Banner Beli Bitcoin Mulai dari Rp 1.600

Jenis Penarikan Dana di Exchange Lokal

Sebelum membahas mengenai lamanya berapa lama durasi penarikan, penting untuk memahami bahwa penarikan dana di exchange lokal terbagi menjadi dua jenis utama:

1. Penarikan Dana Rupiah (IDR) ke Rekening Bank

Ini adalah proses menarik saldo rupiah dari akun exchange ke rekening bank pribadi kamu. Penarikan ini melibatkan sistem perbankan nasional, sehingga waktunya dipengaruhi oleh jam kliring bank—untuk di Tokocrypto sendiri penarikan termasuk instan atau dalam hitungan menit.

2. Penarikan Aset Kripto ke Wallet External

Jenis penarikan ini dilakukan saat kamu ingin memindahkan aset kripto ke wallet pribadi atau platform lain. Lama rosesnya bergantung pada jaringan blockchain yang digunakan, bukan sistem perbankan.

Baca juga: Dana Nasabah Crypto Aman atau Tidak? Ini Penjelasan Regulasi di Indonesia

Durasi Penarikan Dana Rupiah dari Exhange Kripto ke Rekening Bank

Bank Indonesia: Kripto Tingkatkan Inklusi Keuangan
Gambar: Illustrasi Bank.

Secara umum, penarikan dana rupiah dari exchange lokal membutuhkan waktu beberapa menit hingga maksimal 1 hari kerja. Dalam kondisi normal:

  • Permintaan yang diajukan pada jam kerja biasanya diproses di hari yang sama
  • Penarikan di malam hari atau akhir pekan (22:59 – 05:00 WIB) bisa lebih lama karena mengikuti jadwal bank mitra

Exchange lokal resmi seperti Tokocrypto beroperasi sesuai dengan regulasi Indonesia, serta bekerja sama dengan bank dan payment gateway resmi untuk memastikan dana sampai dengan aman ke rekening pengguna.

Di Tokocrypto sendiri proses penarikan bisa dibilang instan atau dalam hitungan menit, namun estimasi maksimalnya adalah 1×24 jam tergantung waktu kliring bank, kondisi jaringan (traffic tinggi), atau maintenance sistem bank.

Untuk detail lebih lengkap, berikut estimasi waktu untuk penarikan dana di exchange crypto lokal, Tokocrypto:

Durasi penarikn Rupiah dari Tokocrypto ke bank. Data 29 Sep 2025.

Lebih lengkap, kamu bisa kunjungi halaman berikut: Perkiraan Waktu Transaksi Penarikan Dana di Tokocrypto

Lama Durasi Penarikan Aset Kripto dari Exchange

cara transfer crypto dari phantom wallet ke tokocrypto
Gamber: Illustrasi transfer aset kripto.

Berbeda dengan rupiah, penarikan kripto tidak bergantung pada jam kerja. Namun, durasinya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

  • Kepadatan jaringan blockchain
  • Biaya transaksi (network fee)
  • Jenis aset dan jaringan yang digunakan

Dalam kondisi normal, penarikan kripto bisa memakan waktu kurang dari satu menit hingga lebih dari satu jam, tergantung konfirmasi jaringan. Jaringan seperti Solana, BNB, atau TRX biasa lebih cepat sampai dan memiliki biaya transaksi yang murah.

Baca juga: Cara Transfer Crypto Lewat Jaringan Blockchain di Tokocrypto

Faktor yang Memengaruhi Lamanya Penarikan Dana

Ada beberapa faktor umum yang memengaruhi cepat atau lambatnya proses withdraw:

1. Proses Verifikasi dan Keamanan

Exchange lokal menerapkan prosedur keamanan seperti pemeriksaan akun, verifikasi identitas, dan validasi transaksi untuk melindungi dana pengguna.

2. Jam Operasional Bank

Khusus penarikan rupiah, jam operasional bank sangat berpengaruh. Transaksi lintas bank di luar jam kerja bisa tertunda.

3. Kondisi Sistem dan Jaringan

Baik sistem exchange maupun jaringan blockchain bisa mengalami lonjakan aktivitas, yang berdampak pada waktu pemrosesan.

Baca juga: OJK Umumkan Exchange Kripto Berizin, Tokocrypto Termasuk di Dalamnya

Tips Agar Penarikan Dana Lebih Lancar

Agar proses penarikan berjalan cepat dan minim kendala, kamu bisa melakukan beberapa hal berikut:

  1. Pastikan data akun dan rekening bank sudah benar
  2. Ajukan penarikan di jam kerja untuk dana rupiah
  3. Gunakan jaringan blockchain yang sesuai dan tidak padat
  4. Periksa kembali alamat wallet sebelum menarik kripto
  5. Pastikan minimal dana yang akan ditarik memenuhi syarat ketentuan

FAQ: Penarikan Dana dari Exchange Lokal

1. Apakah penarikan dana bisa instan?
Dalam kondisi tertentu, penarikan rupiah bisa diproses cepat, tetapi tetap tergantung sistem bank dan exchange.

2. Apakah penarikan kripto selalu lebih cepat?
Tidak selalu. Jika jaringan padat atau TPS blockchain rendah, proses konfirmasi bisa lebih lama.

3. Apakah ada batasan jumlah penarikan?
Biasanya ada batas minimum dan maksimum sesuai kebijakan exchange. Di Tokocrypto sendiri maksimal penarikan bisa mencapai 100 BTC atau Rp5 miliar jika kamu sudah KYC Level 2.

4. Apakah dana bisa gagal ditarik?
Bisa, jika ada kesalahan data atau kendala sistem, namun biasanya dana akan segera dikembalikan ke saldo akun aktif.

Kesimpulan

Jadi, penarikan dana dari exchange lokal berapa lama? Secara umum, penarikan dana rupiah hanya membutuhkan waktu dari hitungan menit, sementara penarikan kripto bergantung pada jaringan blockchain yang digunakan. 

Pastikan kamu memilih exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto, agar kamu bisa menikmati proses penarikan dana yang aman, transparan, dan cepat.

Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network (PI) Naik 4% dalam 24 Jam, Rebound Teknikal

Harga Pi Network (PI) mencatatkan penguatan sebesar 4,09% dalam 24 jam terakhir, sebuah performa yang relatif solid di tengah pasar kripto yang masih diliputi sikap hati-hati.

Kenaikan ini membuat PI mampu mengungguli kinerja jangka pendeknya sendiri, dengan return 7 hari sebesar +3,89%, meskipun secara bulanan masih terkoreksi sekitar -9,04%.

Reli jangka pendek PI kali ini dipicu oleh kombinasi faktor teknikal dan dinamika pasokan, terutama berkurangnya tekanan jual dari exchange.

Namun demikian, pelaku pasar masih menilai kenaikan ini sebagai rebound terbatas, bukan sinyal pembalikan tren jangka panjang.

Baca Juga: Harga Pi Network Menguat Tipis 0,69%, Rebound di Tengah Tekanan

Penarikan Token dari Exchange Kurangi Tekanan Jual

Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga PI adalah penarikan sekitar 2,7 juta PI dari exchange dalam 24 jam terakhir.

Pergerakan ini mengurangi suplai token yang siap diperdagangkan di pasar terbuka, sehingga menekan potensi aksi jual jangka pendek.

Dalam konteks likuiditas, kondisi ini cukup signifikan. Rasio perputaran (turnover ratio) PI berada di bawah 1%, menandakan pasar yang relatif tipis.

Pada situasi seperti ini, bahkan peningkatan permintaan yang moderat dapat berdampak besar terhadap pergerakan harga.

Selain itu, laju pembukaan token (token unlock) harian Pi Network juga mulai melambat.

Saat ini, unlock harian tercatat di bawah 4 juta PI per hari, turun dibandingkan awal Januari yang sempat menembus 6 juta PI per hari.

Penurunan suplai baru ini memberi ruang napas bagi harga untuk melakukan rebound teknikal.

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 3 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 3 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap

Sinyal Rebound Teknikal Mulai Terbentuk

Dari sisi teknikal, Pi Network menunjukkan beberapa sinyal pemulihan jangka pendek.

Harga PI berhasil kembali berada di atas rata-rata pergerakan 7 hari (7-day SMA) dan 30 hari (30-day SMA), yang sering dipandang sebagai sinyal awal perubahan momentum.

Indikator MACD juga mencatatkan bullish crossover, dengan histogram berada di zona positif.

Sementara itu, RSI 14 berada di level 49, mencerminkan kondisi netral dengan ruang kenaikan yang masih terbuka sebelum memasuki area jenuh beli (overbought).

Meski demikian, tantangan besar masih menanti. Rata-rata pergerakan 200 hari (200-day SMA) berada jauh di atas harga saat ini, sekitar $0,32, atau hampir 50% lebih tinggi.

Level ini berpotensi menjadi resistance kuat jika reli berlanjut. Secara teknikal, area $0,225 menjadi level penting berikutnya.

Jika harga mampu menutup perdagangan harian di atas zona tersebut, PI berpeluang menguji area $0,235 sebagai target jangka pendek.

Perkembangan Ekosistem Beri Optimisme Terbatas

Dari sisi fundamental, sentimen terhadap Pi Network masih bersifat campuran.

Pembaruan ekosistem seperti peningkatan antarmuka DEX dan AMM, serta inisiatif perdagangan komunitas dan program komersial musiman, memberikan dorongan optimisme moderat.

Namun, sebagian komunitas masih mengkritik kurangnya kejelasan roadmap jangka panjang, khususnya terkait target dan strategi Pi Network untuk tahun 2026.

Skor sentimen berita yang berada di kisaran 6 dari 10 mencerminkan kondisi optimisme yang berhati-hati.

Selain itu, valuasi fully diluted (FDV) Pi Network yang mencapai lebih dari US$21 miliar masih menjadi sorotan. Angka ini dinilai tinggi jika dibandingkan dengan utilitas dan adopsi yang sudah terealisasi saat ini.

Baca Juga: Harga Pi Network (PI) Stabil di $0,2036, Likuiditas Rendah Jadi Tantangan

Kenaikan harga Pi Network sebesar 4% dalam 24 jam terakhir merupakan hasil dari kombinasi berkurangnya tekanan jual, sinyal rebound teknikal, dan sentimen positif terbatas dari perkembangan ekosistem.

Namun, reli ini masih berlangsung di pasar dengan likuiditas tipis dan dibayangi tantangan struktural jangka panjang.

Selama PI mampu bertahan di atas area $0,20, peluang kelanjutan rebound tetap terbuka.

Meski demikian, investor dan trader perlu tetap waspada terhadap dominasi Bitcoin yang meningkat dan risiko koreksi jika sentimen pasar global kembali melemah.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tembus $90.000, Momentum Bullish Berlanjut

Harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali mencuri perhatian pasar kripto setelah berhasil menguat ke level $90.176,98 per BTC, mencatatkan kenaikan +1,56% dalam 24 jam terakhir.

Pergerakan ini menegaskan momentum pemulihan jangka pendek Bitcoin, di tengah volatilitas pasar global dan tekanan koreksi yang masih membayangi dalam beberapa bulan terakhir.

Berdasarkan data terbaru, kapitalisasi pasar Bitcoin kini mencapai sekitar $1,800 triliun, mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia dengan dominasi yang masih sangat kuat di pasar.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik 1,38% ke $88.683

Pergerakan Harga BTC dalam 24 Jam Terakhir

Dalam rentang perdagangan harian, Bitcoin bergerak cukup dinamis dengan harga terendah di $88.418 dan tertinggi menyentuh $90.884.

Rentang ini mencerminkan adanya minat beli yang konsisten setiap kali harga mengalami koreksi intraday.

Volume perdagangan 24 jam Bitcoin tercatat mencapai $45,28 miliar, meningkat dibandingkan hari sebelumnya.

Lonjakan volume ini menjadi indikasi bahwa kenaikan harga BTC tidak hanya bersifat teknikal semata, tetapi juga didukung oleh partisipasi pasar yang cukup kuat.

Secara mingguan, Bitcoin telah menguat sekitar +3,12%, menandakan adanya pemulihan bertahap setelah tekanan jual yang mendominasi pergerakan harga dalam dua hingga tiga bulan terakhir.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 3 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 3 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Kinerja Jangka Menengah Masih Tertekan

Meski menunjukkan penguatan harian dan mingguan, performa Bitcoin dalam jangka menengah masih berada di bawah tekanan.

Dalam 30 hari terakhir, BTC tercatat turun sekitar -3,54%, sementara secara 60 hari terkoreksi -15,80% dan 90 hari melemah hingga -27,33%.

Data ini menunjukkan bahwa reli saat ini masih berada dalam fase pemulihan (relief rally), bukan sepenuhnya konfirmasi tren bullish jangka panjang.

Namun, konsistensi harga BTC bertahan di atas area psikologis $88.000–$89.000 menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar.

Analisa Teknikal: Uji Resistance Psikologis

Dari sudut pandang teknikal, area $90.000 merupakan level psikologis penting.

Keberhasilan Bitcoin bertahan di atas level ini berpotensi membuka jalan menuju resistance berikutnya di area $92.000 hingga $95.000.

Namun, jika tekanan jual meningkat, area $88.400 berpotensi menjadi support terdekat yang perlu dipertahankan. Penurunan di bawah level tersebut dapat memicu koreksi lanjutan menuju zona $85.000.

Pergerakan harga BTC yang relatif stabil dalam satu jam terakhir (-0,08%) mengindikasikan pasar tengah melakukan konsolidasi sehat setelah kenaikan harian yang cukup signifikan.

Faktor Fundamental yang Mempengaruhi Harga BTC

Beberapa faktor fundamental masih menjadi penopang utama pergerakan Bitcoin saat ini, antara lain:

  1. Likuiditas Pasar yang Stabil
    Dengan volume perdagangan di atas $45 miliar, Bitcoin tetap menjadi pilihan utama investor saat volatilitas meningkat.
  2. Pasokan yang Terbatas
    Sirkulasi Bitcoin kini mencapai 19,97 juta BTC, atau sekitar 95,10% dari total suplai maksimum 21 juta BTC, memperkuat narasi kelangkaan jangka panjang.
  3. Minat Investor Institusional
    Meskipun belum terjadi lonjakan besar, minat institusi terhadap Bitcoin masih terjaga, terutama sebagai aset lindung nilai dan diversifikasi portofolio.

Baca Juga: Diam-Diam Borong Bitcoin, Tether Tambah Rp12 Triliun BTC di Awal 2026!

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin sedang berada dalam fase pemulihan jangka pendek dengan momentum positif yang cukup solid.

Kenaikan ke atas level $90.000 menjadi sinyal penting bagi pasar, meskipun tekanan koreksi jangka menengah belum sepenuhnya hilang.

Selama Bitcoin mampu bertahan di atas area support $88.000–$89.000, peluang untuk melanjutkan penguatan tetap terbuka.

Namun, investor disarankan tetap mencermati volatilitas dan sentimen pasar global yang dapat memengaruhi pergerakan harga dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Diam-Diam Borong Bitcoin, Tether Tambah Rp12 Triliun BTC di Awal 2026!

Tether kembali memperkuat posisinya sebagai salah satu pemegang bitcoin korporat terbesar di dunia. Penerbit stablecoin USDT tersebut menambah 8.888,88 bitcoin (BTC) ke dompet perbendaharaannya pada awal 2026, dengan nilai sekitar US$780 juta atau hampir Rp12 triliun berdasarkan harga saat ini.

Penambahan tersebut membuat total kepemilikan bitcoin Tether melampaui 96.000 BTC. Informasi ini disampaikan langsung oleh CEO Tether, Paolo Ardoino, yang menyebut pembelian tersebut merupakan bagian dari alokasi keuntungan kuartal keempat tahun 2025.

Fokus Perusahaan pada Bitcoin

Baca juga: Tether Ngebet Akuisisi Juventus Rp17 Triliun, Langsung Ditolak!

Dilaporkan CoinDesk, langkah ini sejalan dengan kebijakan perusahaan yang diperkenalkan sejak 2023, yakni mengalokasikan hingga 15% dari laba operasional kuartalan yang direalisasikan untuk akuisisi bitcoin. Strategi tersebut menjadikan Tether bukan sekadar pembeli oportunistik, melainkan akumulator bitcoin secara sistematis.

Berbeda dengan perusahaan lain yang menghimpun dana khusus untuk membeli BTC, Tether menggunakan kelebihan pendapatan internalnya. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan mendiversifikasi cadangan tanpa menyentuh aset yang digunakan untuk mendukung kewajiban stablecoin USDT.

Keuntungan Tether sendiri sebagian besar berasal dari aset likuid penopang USDT, terutama surat utang pemerintah AS jangka pendek dan perjanjian repurchase agreement (repo). Dalam kondisi suku bunga tinggi dan permintaan stablecoin yang kuat, pendapatan operasional Tether ikut meningkat, yang pada akhirnya membuka ruang lebih besar untuk pembelian bitcoin.

Pembelian Bitcoin Berkala

Waktu pembelian ini juga menarik perhatian pasar. Bitcoin dilaporkan kesulitan mempertahankan momentum reli di akhir tahun akibat likuiditas yang menipis dan sentimen risiko yang tidak merata. Hingga tengah hari waktu Hong Kong, BTC diperdagangkan di kisaran US$89.000.

Dengan strategi ini, Tether terus memperkuat eksposurnya terhadap bitcoin sekaligus mempertahankan dukungan utama USDT dalam instrumen yang sangat likuid, menegaskan perannya sebagai pemain kunci di persimpangan pasar stablecoin dan kripto.

Baca juga: Bukan Negera, Tether Jadi Pemborong Emas Terbanyak di Dunia!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik 1,38% ke $88.683

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin kembali mencatatkan penguatan setelah beberapa hari bergerak terbatas.

Berdasarkan data terbaru, harga Bitcoin saat ini berada di level $88.683,73 per BTC, naik 1,38% dalam 24 jam terakhir.

Kenaikan ini memberikan sinyal awal pemulihan, meskipun tekanan koreksi jangka menengah masih membayangi pergerakan harga aset kripto terbesar di dunia tersebut.

Dengan penguatan ini, kapitalisasi pasar Bitcoin naik menjadi sekitar $1.771 miliar, memperkuat posisinya sebagai aset kripto nomor satu secara global.

Sementara itu, volume perdagangan 24 jam tercatat sebesar $20,62 miliar, mencerminkan aktivitas transaksi yang masih cukup aktif meski belum menunjukkan lonjakan signifikan.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah ke $87.546, Pasar Cari Arah

Pergerakan Harga BTC dalam 24 Jam

Dalam perdagangan harian, Bitcoin sempat bergerak di kisaran $87.399 sebagai level terendah dan menyentuh $89.008 sebagai level tertinggi dalam 24 jam terakhir.

Rentang pergerakan ini menunjukkan volatilitas yang relatif moderat, seiring pasar mencoba mencari arah setelah tekanan jual yang cukup dalam dalam beberapa bulan terakhir.

Kenaikan harga harian sebesar $1.206 menandakan adanya respons positif dari pelaku pasar, terutama dari trader jangka pendek yang memanfaatkan area support kuat di bawah $88.000.

Namun demikian, pergerakan harga satu jam terakhir menunjukkan koreksi tipis -0,11%, mengindikasikan aksi ambil untung mulai muncul di area resistance terdekat.

Tekanan Jangka Menengah Masih Terasa

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 2 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 2 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski menguat hari ini, performa Bitcoin dalam jangka menengah masih berada dalam tekanan.

Dalam 30 hari terakhir, BTC tercatat turun 4,66%, sementara dalam 60 hari dan 90 hari, koreksi masing-masing mencapai 17,78% dan 27,57%.

Data ini menunjukkan bahwa reli hari ini belum cukup untuk mengubah tren menurun secara keseluruhan.

Dari sudut pandang teknikal, kondisi ini mencerminkan fase relief rally, di mana harga memantul sementara setelah tekanan jual yang cukup panjang.

Untuk membalikkan tren menjadi bullish secara lebih meyakinkan, Bitcoin masih membutuhkan dorongan volume yang lebih besar serta penembusan level resistance psikologis di atas $90.000.

Volume dan Likuiditas Pasar

Volume perdagangan Bitcoin sebesar $20,62 miliar tergolong stabil, namun relatif lebih rendah dibandingkan fase volatilitas tinggi sebelumnya.

Rasio volume terhadap kapitalisasi pasar menunjukkan bahwa minat pasar masih selektif dan cenderung berhati-hati.

Kondisi ini mencerminkan sikap investor yang belum sepenuhnya agresif masuk ke pasar, seiring ketidakpastian makroekonomi global dan fluktuasi sentimen terhadap aset berisiko.

Meski demikian, stabilnya volume di tengah kenaikan harga dapat menjadi indikasi awal akumulasi bertahap.

Fundamental Bitcoin Tetap Kuat

Dari sisi fundamental, Bitcoin tetap berada dalam posisi yang sangat kuat. Pasokan beredar saat ini mencapai 19,97 juta BTC, atau sekitar 95,10% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

Kelangkaan ini menjadi salah satu faktor utama yang menopang nilai Bitcoin dalam jangka panjang.

Sementara itu, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) Bitcoin berada di kisaran $1.862 miliar, yang relatif tidak jauh dari market cap saat ini.

Hal ini menunjukkan bahwa risiko inflasi suplai Bitcoin sangat terbatas dibandingkan banyak aset kripto lainnya.

Prospek Harga BTC Selanjutnya

Dalam jangka pendek, Bitcoin berpotensi melanjutkan konsolidasi di kisaran $87.000–$89.000.

Jika mampu menembus dan bertahan di atas $90.000 dengan dukungan volume yang meningkat, peluang pemulihan lanjutan akan terbuka.

Namun, jika tekanan jual kembali menguat, area $87.000 berpotensi kembali diuji sebagai support utama.

Baca Juga: Borong Bitcoin! Metaplanet Tambah 4.279 BTC, Nilai Kepemilikan Rp48 T

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan sinyal pemulihan awal dengan kenaikan 1,38% ke level $88.683. Meski sentimen jangka pendek membaik, tren menengah masih perlu diwaspadai.

Investor dan trader disarankan tetap mencermati pergerakan volume, level resistance kunci, serta sentimen pasar global sebelum mengambil keputusan lanjutan terkait Bitcoin.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Menguat Tipis 0,69%, Rebound di Tengah Tekanan

Harga Pi Network (PI) mencatat penguatan terbatas dalam 24 jam terakhir.

Token kripto berbasis komunitas ini naik sekitar 0,69%, menjadi sinyal rebound minor setelah mengalami penurunan lebih dari 13% secara bulanan.

Meski demikian, pergerakan harga PI masih menunjukkan kehati-hatian pasar di tengah minimnya likuiditas dan risiko suplai tambahan ke depan.

Kenaikan tipis ini tidak datang tanpa alasan. Sejumlah faktor teknikal dan on-chain menjadi pemicu utama, meskipun secara fundamental pasar masih menilai prospek PI dengan pendekatan konservatif.

Baca Juga: Harga Pi Network (PI) Stabil di $0,2036, Likuiditas Rendah Jadi Tantangan

Penarikan Token dari Bursa Redam Tekanan Jual

Salah satu faktor utama di balik penguatan harga Pi hari ini adalah arus keluar token dari bursa kripto (exchange outflows).

Data menunjukkan sekitar 2,7 juta PI atau setara $553 ribu ditarik dari bursa dalam 24 jam terakhir. Langkah ini secara langsung mengurangi suplai token yang siap diperdagangkan di pasar terbuka.

Dalam konteks pasar kripto, penarikan token dari bursa sering diartikan sebagai berkurangnya tekanan jual jangka pendek.

Investor yang memindahkan aset ke dompet pribadi umumnya tidak berniat menjual dalam waktu dekat.

Secara historis, Pi Network beberapa kali mencatat kenaikan harga 2–5% setelah terjadi penarikan token dalam jumlah signifikan, meskipun efeknya cenderung bersifat sementara.

Namun, pelaku pasar tetap mencermati faktor risiko ke depan. Jadwal unlock token sebesar 134 juta PI pada Januari 2026 berpotensi menambah tekanan jual baru, terutama jika tidak diimbangi dengan peningkatan permintaan riil.

Sinyal Teknikal Mulai Mengarah ke Rebound

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 2 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 2 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap

Dari sisi teknikal, PI menunjukkan sinyal pemulihan awal.

Harga berhasil mempertahankan level psikologis $0,20, yang berperan sebagai area support penting dalam beberapa pekan terakhir.

Selain itu, indikator MACD mencatatkan bullish crossover, di mana garis EMA jangka pendek melintasi EMA jangka panjang.

Meski demikian, momentum penguatan masih tergolong lemah.

RSI di level 42,69 mengindikasikan kondisi netral, belum memasuki fase overbought maupun oversold. Volume perdagangan harian yang hanya sekitar $7,68 juta juga menunjukkan minimnya partisipasi pasar.

Dalam skenario optimistis, penutupan harga di atas $0,21 berpotensi membuka jalan menuju area $0,23, yang sebelumnya menjadi puncak harga pada November 2025.

Namun jika volume tetap rendah, peluang koreksi lanjutan masih terbuka.

Sentimen Ekosistem Masih Campuran

Dari sisi fundamental, sentimen terhadap Pi Network masih bercampur.

Di satu sisi, tim pengembang terus melanjutkan pengembangan ekosistem, termasuk pembaruan DEX dan AMM di testnet yang menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap infrastruktur DeFi.

Di sisi lain, isu keamanan masih menjadi perhatian. Sejak pertengahan 2025, berbagai kasus penipuan dilaporkan menyebabkan hilangnya sekitar 4,4 juta PI.

Bahkan, Pi Network sempat menghentikan sementara permintaan pembayaran wallet guna membatasi aktivitas mencurigakan.

Meski langkah ini positif dari sisi keamanan, kepercayaan pasar belum sepenuhnya pulih.

Kenaikan harga sekitar 1% hari ini menunjukkan bahwa sebagian risiko tersebut telah “priced in” oleh pasar, namun belum cukup kuat untuk mendorong reli yang berkelanjutan.

Baca Juga: Pi Network Bertahan di Support $0,199, Harga PI Naik Tipis

Penguatan harga Pi Network dalam 24 jam terakhir lebih mencerminkan pengetatan suplai jangka pendek dan respons teknikal, bukan perubahan fundamental yang signifikan.

Dengan likuiditas rendah dan agenda unlock token besar di awal 2026, volatilitas PI diperkirakan masih tinggi.

Level $0,20 akan menjadi area krusial yang menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Jika mampu bertahan, peluang rebound lanjutan terbuka. Namun jika gagal, tekanan jual bisa kembali mendominasi pasar.

Investor dan trader disarankan untuk terus memantau saldo PI di bursa, perkembangan ekosistem, serta dinamika pasar kripto secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dana Nasabah Crypto Aman atau Tidak? Ini Penjelasan Regulasi di Indonesia

Belakangan ini, isu penarikan dana nasabah dari exchange kripto lokal ramai dibicarakan di media sosial dan ruang publik, memicu kekhawatiran akan terulangnya kasus kolaps FTX di Amerika Serikat akibat penyalahgunaan dana nasabah. 

Namun, CEO Tokocrypto Calvin Kizana menegaskan bahwa industri aset kripto di Indonesia kini jauh lebih aman, berkat perubahan struktur total sejak adanya Bursa, Kliring, dan Kustodian, di mana exchange seperti Tokocrypto tidak lagi memegang dana nasabah secara langsung melainkan hanya memfasilitasi perdagangan.

Status Legal Aset Kripto di Indonesia

Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstocks.
Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstocks.

Ya, kripto legal di Indonesia sebagai aset yang bisa diperdagangkan, tapi bukan sebagai alat pembayaran sah. 

Sejak 2018, kripto diakui secara hukum sebagai komiditas melalui regulasi Bappebti, dan kini diawasi OJK sejak Januari 2025 sesuai dengan Peraturan OJK (POJK) Nomor 27 Tahun 2024. Ini berarti kamu bisa beli-jual kripto di platform berizin dengan kepastian hukum, asal melalui exchange resmi seperti Tokocrypto.

Baca juga: OJK Umumkan Exchange Kripto Berizin, Tokocrypto Termasuk di Dalamnya

Siapa Regulator yang Mengawasi Perdagangan Kripto?

Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sumber: MI/Despian.
Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sumber: MI/Despian.

Sejak Januari 2025, OJK menjadi regulator utama pengawasan aset kripto, menggantikan peran Bappebti berdasarkan UU P2SK. Bappebti sebelumnya mengatur kripto sebagai komoditas sejak 2018 melalui aturan seperti Permendag No. 99/2018, termasuk pendaftaran exchange dan pencegahan TPPU. Peralihan ini dilakukan untuk integrasi dengan sektor keuangan lebih luas, dengan OJK menerbitkan POJK 27/2024 dan POJK 23/2025 untuk memperkuat pengawasan.

Hubungan antara regulator, bursa, dan nasabah sekarang lebih terintegrasi, di mana dengan OJK yang bisa mengawasi langsung exchange seperti Tokocrypto, terbukti dengan diterbitkannya daftar Whitelist Penyelenggara Perdagangan Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto Berizin/Terdaftar melalui siaran pers OJK, Desember 2025.

Baca juga: Apa Saja Opsi Bank dan E-Wallet untuk Deposit Tokocrypto?

Bagaimana Regulasi OJK Melindungi Dana Nasabah Crypto?

Melalui Pedoman Keamanan Siber Penyelenggara Perdagangan Aset Keuangan Digital di Indonesia yang ditujukan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran (awareness) dari pemangku kepentingan (stakeholders), OJK memberikan gambaran teknis untuk perlindungan dana nasabah kripto melalui kombinasi regulasi, standar teknis, dan tata kelola yang ketat. Beberapa poin pentingnya:

  • Prinsip Zero Trust: Pedoman menekankan bahwa tidak boleh ada kepercayaan implisit dalam jaringan. Setiap akses harus diverifikasi berlapis, termasuk autentikasi pengguna, pengelolaan perangkat, dan kebijakan akses yang dinamis. Tujuannya adalah meminimalisir risiko intrusi dengan prinsip “never trust, always verify”.
  • Manajemen Risiko Siber: Penyelenggara diwajibkan mengadopsi kerangka kerja nasional maupun internasional seperti ISO 27001, NIST Cybersecurity Framework, CSMA BSSN, dan CREST. Regulasi ini memastikan tingkat kematangan keamanan dapat diukur secara objektif, sehingga kelemahan sistem bisa segera diidentifikasi dan diperbaiki.
  • Pelindungan Data dan Wallet: Untuk memastikan pelindungan aset konsumen maka OJK mengharuskan hanya boleh 30% aset konsumen yang dikelola oleh Pedagang, dan 70% aset konsumen harus disimpan di cold wallet (offline) untuk mengurangi risiko peretasan. Selain itu, semua data dan transaksi wajib dienkripsi end-to-end dengan algoritma kriptografi sesuai standar industri. Hal ini melindungi baik aset maupun informasi pribadi nasabah.
  • Rencana Tanggap Insiden (Incident Response Plan): Mengatur agar setiap penyelenggara memiliki rencana tanggap insiden yang jelas, melalui koordinasi lintas tim, pemulihan cepat, dan pelaporan insiden ke OJK serta pemangku kepentingan terkait. Ada batas waktu pelaporan insiden siber yang ketat untuk menjaga transparansi.
  • Peningkatan Kompetensi Teknis: Penyelenggara harus memastikan tim teknisnya terus meningkatkan kemampuan melalui pelatihan intensif, sertifikasi profesional (CISA, CISSP, CISM), dan simulasi insiden. Tujuannya agar kesiapan operasional tetap tinggi menghadapi ancaman siber yang terus berkembang.

Dana Nasabah Crypto Disimpan di Mana?

Berlandaskan POJK No. 23 Tahun 2025, tata kelola ekosistem aset kripto di Indonesia kini dijalankan melalui lembaga Self-Regulatory Organization (SRO) yang mencakup Bursa, Kliring, dan Kustodian. 

Melalui kerangka ini, dana serta aset kripto milik nasabah wajib dipisahkan dari aset operasional exchange, sehingga tidak bisa dipakai untuk kepentingan internal perusahaan.

Adapun struktur ekosistem kripto nasionalnya diatur sebagai berikut:

  • Bursa: PT Central Finansial X (CFX), bertugas menyelenggarakan dan menyediakan sistem perdagangan aset kripto.
  • Kliring: Kliring Komoditi Indonesia, berfungsi sebagai tempat penyimpanan dana Rupiah atau fiat milik nasabah.
  • Kustodian: PT Kustodian Koin Indonesia (ICC), berperan sebagai penyimpanan aset kripto nasabah.
  • Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD): Saat ini terdapat 29 PAKD berizin OJK, termasuk Tokocrypto, yang menyediakan layanan jual-beli aset kripto.
CEO Tokocrypto, Calvin Kizana. Sumber: Tokocrypto.
CEO Tokocrypto, Calvin Kizana. Sumber: Tokocrypto.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menegaskan bahwa mekanisme perlindungan dana nasabah kini semakin kuat karena terdapat kewajiban rekonsiliasi aset harian untuk memastikan total aset nasabah selalu utuh. Apabila terjadi kekurangan, exchange wajib melakukan penambahan aset sesuai ketentuan yang berlaku.

Pernyataan ini mempertegas komitmen industri kripto nasional untuk memperkuat perlindungan konsumen dan meminimalkan risiko penyalahgunaan dana nasabah.

Baca tanggapan lengkap dari CEO Tokocrypto: Menanggapi Seruan Penarikan Dana Massal

Apakah Dana dan Aset Nasabah Crypto Aman?

Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
Ilustrasi Bitcoin dan cold wallet. Sumber: Shutterstock.

Regulasi OJK membuat dana nasabah terpantau dan aman jika kamu menggunakan exchange yang masuk ke daftar whitelist seperti Tokocrypto, sebab Tokocrypto juga memiliki berbagai sertifikasi seperti ISO 27001 dan ISO 27017 yang merupakan standar internasional untuk keamanan informasi, dan fitur Proof of Reserve yang memungkinkan nasabah memantau secara langsung aset yang disimpan dengan rasio 1:1. 

Memiliki prinsip Not your key, not your coins? Tenang…

Bagi nasabah yang ingin menyimpan menyimpan sendiri aset kripto-nya atau self custody baik melalui cold wallet atau hot wallet, Tokocrypto mendukung penuh self custody sehingga dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Caranya kamu cukup mengikuti tutorial berikut: Cara Transfer Crypto Lewat Jaringan Blockchain di Tokocrypto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Alarm Bahaya! Crypto Winter Disebut Bisa Kembali Hantam Pasar di 2026

Pasar kripto kembali dibayangi kekhawatiran. Setelah Bitcoin menutup 2025 dengan kinerja negatif untuk pertama kalinya sejak 2022, analis memperingatkan bahwa Crypto Winter berpotensi kembali terjadi pada 2026.

Peringatan tersebut disampaikan oleh Sean Williams, analis dari Motley Fool, yang melihat pola penurunan pasar kripto berulang setiap empat tahun, seperti yang terjadi pada 2018 dan 2022. Menurutnya, tekanan terhadap aset kripto belum sepenuhnya berakhir.

Dilaporkan BeInCrypto, Bitcoin tercatat turun lebih dari 6% sepanjang 2025, menutup tahun di level US$87.474. Padahal, aset kripto terbesar dunia ini sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di atas US$126.000 pada awal Oktober 2025, terdorong oleh kemenangan Donald Trump dalam pemilu AS.

Rekap Tahun 2025: Tekanan Makro

Namun, reli tersebut runtuh pada 10 Oktober 2025 setelah Presiden Trump mengumumkan tarif baru terhadap impor China serta ancaman pembatasan ekspor perangkat lunak strategis. Kebijakan itu memicu likuidasi lebih dari US$19 miliar, menjadi yang terbesar dalam sejarah kripto.

Williams menilai, sejumlah katalis utama yang sebelumnya menopang pasar kini telah habis. Halving Bitcoin, kemenangan Trump, hingga pengesahan Genius Act disebut sudah “sepenuhnya tercermin dalam harga”.

Bitcoin saat ini sudah lebih dari 30% di bawah level tertinggi 52 minggunya. Masalah terbesar kripto adalah tidak adanya katalis besar untuk tahun baru,” tulis Williams.

Ia juga mengkritik tren strategi treasury Bitcoin yang dipopulerkan oleh Michael Saylor melalui Strategy (sebelumnya MicroStrategy). Menurut Williams, banyak perusahaan kecil yang meniru strategi tersebut tidak terbukti menguntungkan, merugi, dan memiliki daya beli terbatas, sehingga sulit menopang permintaan Bitcoin.

Selain itu, saham perusahaan pemegang Bitcoin dinilai diperdagangkan dengan premi tinggi terhadap nilai aset bersih (NAV), sesuatu yang dianggap tidak masuk akal di tengah kemudahan investasi melalui ETF Bitcoin spot.

Turunkan Harga XRP Hingga $1

Tak hanya Bitcoin, XRP juga mendapat proyeksi suram. Williams memperkirakan harga XRP bisa kembali jatuh ke US$1, dengan alasan sentimen positif seperti kemenangan Trump, penyelesaian kasus Ripple-SEC, dan persetujuan ETF spot sudah sepenuhnya diantisipasi pasar. Ia juga menyoroti adopsi XRP yang masih terbatas, dengan hanya sekitar 300 institusi keuangan, jauh dibandingkan lebih dari 11.000 institusi yang menggunakan SWIFT.

Meski demikian, Williams melihat satu potensi positif di 2026, yakni kemungkinan banjir persetujuan ETF kripto spot. Tercatat sekitar 125 ETF kripto masih menunggu persetujuan regulator hingga pertengahan Desember 2025, termasuk untuk Avalanche, Cardano, dan Polkadot, yang berpeluang mendorong kinerja altcoin tertentu.

Di sisi lain, sejumlah analis tetap optimistis. Mereka meyakini bull run dan alt season justru akan terjadi pada 2026, didukung pemerintahan AS yang pro-kripto, adopsi institusional yang berlanjut, pertumbuhan stablecoin, serta potensi penurunan suku bunga. Blockchain juga diprediksi akan semakin luas diterapkan di berbagai sektor sepanjang tahun ini.

Meski pandangan pasar masih terbelah, satu hal jelas: 2026 berpotensi menjadi tahun penentuan bagi arah pasar kripto global.

Baca juga: OJK Umumkan Exchange Kripto Berizin, Tokocrypto Termasuk di Dalamnya


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah ke $87.546, Pasar Cari Arah

Harga Bitcoin (BTC) hari ini bergerak melemah dengan koreksi 0,86% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan di level $87.546,48 per BTC.

Penurunan ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang masih cenderung berhati-hati, meskipun tekanan jual terlihat lebih terkendali dibandingkan fase koreksi tajam sebelumnya.

Secara kapitalisasi pasar, Bitcoin saat ini bernilai sekitar $1.748,29 miliar, tetap mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia.

Volume perdagangan harian tercatat mencapai $33,03 miliar, menandakan aktivitas pasar yang masih cukup aktif meski tanpa dorongan momentum kuat.

Baca Juga: Borong Bitcoin! Metaplanet Tambah 4.279 BTC, Nilai Kepemilikan Rp48 T

Pergerakan Harga BTC Masih Konsolidasi

Dalam rentang 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran $87.130 hingga $89.080.

Area ini mencerminkan fase konsolidasi sempit, di mana pembeli dan penjual masih saling menunggu konfirmasi arah berikutnya.

Secara historis, tekanan jangka pendek terlihat dari data harian yang mencatat penurunan sekitar $729 atau -0,83%.

Namun, jika ditarik ke rentang 30 hari, BTC justru masih membukukan kenaikan tipis 0,67%, mengindikasikan bahwa koreksi terbaru belum sepenuhnya merusak struktur harga jangka pendek.

Berbeda halnya dengan perspektif menengah hingga panjang. Dalam 60 hari terakhir, Bitcoin telah terkoreksi sekitar 20,78%, dan dalam 90 hari terakhir penurunan mencapai 27,10%.

Data ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase pemulihan setelah tekanan besar dari puncak harga sebelumnya.

Tekanan Jangka Menengah Masih Membayangi

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 1 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 1 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dari sudut pandang teknikal, pelemahan BTC saat ini mencerminkan sentimen pasar yang belum sepenuhnya pulih.

Harga masih bergerak di bawah area psikologis kuat $90.000, yang kini berperan sebagai resistensi jangka pendek.

Indikator pergerakan satu jam menunjukkan kenaikan kecil +0,13%, menandakan adanya upaya pantulan jangka sangat pendek.

Namun, pergerakan tujuh hari yang relatif datar (-0,09%) mengonfirmasi bahwa pasar masih menunggu katalis yang lebih kuat untuk menentukan arah lanjutan.

Selama Bitcoin belum mampu menembus dan bertahan di atas area $89.500–$90.000, potensi pergerakan akan tetap terbatas dalam pola sideways dengan kecenderungan volatilitas rendah.

Likuiditas dan Struktur Pasar Tetap Solid

Meski harga terkoreksi, kondisi fundamental Bitcoin tetap relatif stabil.

Sirkulasi pasokan BTC saat ini berada di angka 19,97 juta koin, atau sekitar 95,09% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

Hal ini menegaskan karakteristik kelangkaan Bitcoin yang masih menjadi daya tarik utama investor jangka panjang.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) Bitcoin tercatat sebesar $1.838,73 miliar, mencerminkan valuasi maksimum apabila seluruh suplai beredar.

Dengan volume harian lebih dari $33 miliar, likuiditas Bitcoin masih tergolong kuat dibandingkan mayoritas aset kripto lainnya.

Sentimen Pasar dan Prospek BTC

Pelemahan harga Bitcoin hari ini lebih mencerminkan fase pendinginan pasar ketimbang sinyal pembalikan tren besar.

Investor cenderung bersikap defensif setelah volatilitas tinggi dalam beberapa bulan terakhir, terutama setelah BTC gagal mempertahankan momentum di atas level psikologis utama.

Dalam jangka pendek, fokus pasar akan tertuju pada kemampuan Bitcoin mempertahankan area support di kisaran $87.000.

Jika level ini bertahan, peluang rebound teknikal masih terbuka. Sebaliknya, penembusan ke bawah dapat membuka ruang koreksi lanjutan menuju support yang lebih rendah.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $88.526, Sinyal Positif

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi dengan tekanan jangka menengah yang belum sepenuhnya reda.

Meski turun 0,86% dalam 24 jam terakhir, struktur pasar Bitcoin tetap solid dengan likuiditas tinggi dan suplai yang hampir maksimal.

Ke depan, arah pergerakan BTC akan sangat ditentukan oleh sentimen makro pasar kripto dan kemampuan harga menembus kembali area resistensi utama.

Investor disarankan tetap mencermati volatilitas dan mengelola risiko dengan cermat di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com