Tag Archives: aset kripto

Bitcoin Masih Terjebak di Bawah $70K: Sinyal Bearish Berlanjut?

Bitcoin masih menunjukkan tekanan pasar setelah gagal menembus level penting yang kini menjadi indikator utama pergerakan harga.

Bitcoin (BTC) hingga saat ini masih belum berhasil kembali ke atas adjusted realized price, yaitu metrik yang mencerminkan rata-rata harga beli dari suplai yang benar-benar beredar di pasar. Perhitungan ini mengecualikan BTC yang tidak bergerak selama lebih dari 7 tahun, sehingga memberikan gambaran yang lebih relevan terhadap kondisi pasar saat ini.

Pendekatan ini menyaring aset yang kemungkinan hilang maupun yang disimpan jangka panjang oleh investor yang dikenal sebagai “diamond hands”. Dengan metode tersebut, realized price Bitcoin saat ini berada di kisaran $72.500, yang kini berfungsi sebagai level resistance kuat.

Sudah dua bulan tertahan di bawah resistance

Dalam sekitar dua bulan terakhir, Bitcoin terus diperdagangkan di bawah level $72.500 tanpa mampu bertahan di atasnya. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan jual masih cukup dominan atau minat beli belum cukup kuat untuk mendorong harga naik secara signifikan.

Dilaporkan CryptoQuant, kondisi ini juga mengindikasikan bahwa sebagian besar investor aktif berada dalam posisi rugi, yang umumnya terjadi pada fase pasar bearish.

Tim Research Tokocrypto menjelaskan ini sinyal yang dingin: pasar belum benar-benar kembali sehat selama BTC masih tertahan di bawah adjusted cost basis aktifnya.

“Kalau pola historis terulang, fase menyebalkan ini bisa lanjut beberapa bulan lagi dan semua orang yang terlalu cepat teriak bottom bakal digebuk sabar oleh waktu,” analisanya.

Baca juga: Bitcoin Terlihat Kuat, Tapi Rapuh? Cek Fakta di Balik Harga

Pola historis mengindikasikan potensi tekanan lanjutan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika melihat siklus sebelumnya, Bitcoin biasanya berada di bawah level adjusted cost basis selama 6 hingga 10 bulan sebelum akhirnya berhasil menembus kembali. Saat ini, periode dua bulan masih tergolong awal dibandingkan pola historis tersebut.

Apabila pola yang sama kembali terjadi, maka pasar berpotensi menghadapi beberapa bulan yang menantang ke depan, dengan harga yang kemungkinan masih bergerak di bawah level $72.500.

Outlook pasar masih belum pasti

Meskipun metrik adjusted realized price memberikan insight penting terhadap kondisi pasar, indikator ini tidak dapat memastikan arah pergerakan harga ke depan. Namun, kegagalan Bitcoin untuk menembus level ini memperkuat sentimen kehati-hatian di kalangan investor.

Untuk saat ini, pergerakan Bitcoin yang masih berada di bawah level tersebut menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase yang belum stabil dan membutuhkan waktu serta katalis tambahan untuk pemulihan.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Onyxcoin Pindah ke Layer-1: Goliath Mainnet Resmi Mengudara

Onyxcoin telah memasuki fase baru dalam pengembangan ekosistemnya setelah peluncuran Goliath mainnet versi publik sejak 27 Maret 2026.

Langkah ini menandai transisi penting dari tahap pengembangan menuju jaringan yang siap digunakan secara luas oleh pengguna dan developer.

Sebagaimana dikutip dari Coinmarketcal, peluncuran ini diposisikan sebagai salah satu milestone teknikal paling signifikan dalam roadmap Onyxcoin, membuka peluang baru mulai dari staking hingga pembangunan aplikasi di atas jaringan baru tersebut.

Baca Juga: Onyxcoin Catat Lonjakan 67% dan Jadi Peraih Keuntungan Tertinggi

Dari Pengembangan ke Adopsi Nyata

Selama ini, Onyxcoin masih berada dalam fase pengembangan dengan berbagai pengujian dan penyempurnaan infrastruktur. Dengan hadirnya Goliath mainnet, proyek ini secara resmi memasuki fase operasional.

Mainnet publik memungkinkan pengguna untuk berinteraksi langsung dengan jaringan, melakukan transaksi, serta memanfaatkan berbagai fitur yang sebelumnya hanya tersedia dalam lingkungan terbatas.

Selain itu, peluncuran ini juga membuka jalan bagi developer untuk mulai membangun aplikasi berbasis blockchain di atas ekosistem Onyxcoin. Ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan utilitas nyata bagi token XCN.

Potensi Staking dan Ekosistem Baru

Salah satu daya tarik utama dari Goliath mainnet adalah potensi aktivasi fitur staking. Dengan adanya staking, pemegang XCN dapat berpartisipasi dalam keamanan jaringan sekaligus memperoleh insentif.

Lebih jauh lagi, mainnet ini diharapkan menjadi katalis bagi pertumbuhan ekosistem, termasuk integrasi dengan berbagai layanan Web3, DeFi, hingga aplikasi terdesentralisasi (dApps).

Jika berhasil menarik minat developer dan pengguna, Onyxcoin berpotensi meningkatkan adopsi serta memperkuat posisi XCN di pasar kripto yang semakin kompetitif.

Event Material, Tapi Sudah Diantisipasi Pasar

Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa peluncuran ini merupakan event yang benar-benar material karena menyangkut realisasi produk inti, bukan sekadar wacana.

“Ini salah satu event yang benar-benar material karena menyangkut delivery produk inti, bukan cuma sesi ngobrol kosong. Tapi karena tanggalnya sudah diketahui jauh hari dan ekspektasi pasar sudah sempat dibangun, efek paling realistis tetap kombinasi antara dorongan naratif jangka pendek dan risiko sell-the-news setelah mainnet resmi hidup,” kata Tim Research Tokocrypto.

Artinya, meskipun peluncuran ini penting secara fundamental, dampaknya terhadap harga tidak selalu langsung positif dalam jangka pendek.

Risiko Sell-the-News

Fenomena sell-the-news sering terjadi di pasar kripto, di mana harga naik menjelang event besar karena ekspektasi, lalu justru turun setelah event tersebut benar-benar terjadi.

Dalam kasus Onyxcoin, tanggal peluncuran yang sudah diketahui sebelumnya membuat pasar memiliki waktu untuk “price in” ekspektasi tersebut.

Jika tidak ada kejutan tambahan seperti kemitraan besar, lonjakan pengguna, atau adopsi langsung pasca peluncuran, maka harga XCN berpotensi mengalami tekanan setelah mainnet resmi berjalan.

Faktor Penentu Setelah Launch

Setelah Goliath mainnet aktif, perhatian pasar akan bergeser dari narasi ke eksekusi. Beberapa faktor kunci yang akan menentukan keberhasilan jangka panjang antara lain:

  • Jumlah pengguna aktif di jaringan
  • Aktivitas staking dan partisipasi komunitas
  • Jumlah aplikasi yang dibangun di atas mainnet
  • Kemitraan strategis dengan proyek lain

Tanpa pertumbuhan nyata di aspek-aspek tersebut, euforia peluncuran bisa cepat mereda.

Antara Harapan dan Realita

Peluncuran mainnet selalu menjadi momen penting bagi proyek blockchain, karena menunjukkan bahwa proyek tersebut telah mencapai tahap implementasi nyata.

Namun, pasar kripto dikenal sangat dinamis dan seringkali bereaksi berlawanan dengan ekspektasi awal.

Dalam jangka pendek, XCN berpotensi mendapatkan dorongan dari sentimen positif. Namun dalam jangka menengah hingga panjang, performanya akan sangat bergantung pada seberapa sukses Onyxcoin membangun ekosistem di atas Goliath mainnet.

Baca Juga: Riset Kripto 05-09 Jan 2026: Konflik Geopolitik: Bom Waktu Bitcoin?

Peluncuran Goliath mainnet oleh Onyxcoin menjadi langkah besar menuju adopsi yang lebih luas. Ini bukan sekadar update teknis, tetapi transisi menuju penggunaan nyata di dunia blockchain.

Meski demikian, investor perlu mewaspadai potensi volatilitas, terutama dengan adanya risiko sell-the-news.

Pada akhirnya, keberhasilan XCN tidak hanya ditentukan oleh peluncuran mainnet, tetapi oleh apa yang terjadi setelahnya, yaitu adopsi, utilitas, dan pertumbuhan ekosistem secara berkelanjutan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Proyek Wajib Transparan Soal Market Maker

Binance kembali mengambil langkah tegas dalam meningkatkan transparansi pasar kripto dengan merilis pedoman baru terkait peran market maker dalam proses listing token.

Dalam kebijakan terbaru ini, Binance mewajibkan setiap proyek untuk mengungkap identitas market maker, termasuk badan hukum yang terlibat serta detail kontrak kerja sama.

Selain itu, bursa juga secara eksplisit melarang praktik profit-sharing dan guaranteed return yang selama ini kerap menjadi area abu-abu dalam industri.

Langkah ini menandai upaya serius Binance untuk memperbaiki integritas pasar, khususnya pada fase awal perdagangan token baru.

Baca Juga: Binance Resmi Integrasi RLUSD, Stablecoin Ripple Makin Ekspansif!

Wajib Transparansi: Siapa Market Maker di Balik Token?

Salah satu poin utama dalam aturan baru ini adalah kewajiban bagi proyek untuk mengungkap secara jelas siapa pihak market maker yang mereka gunakan.

Market maker sendiri memiliki peran penting dalam menyediakan likuiditas dan menjaga stabilitas harga di pasar.

Namun, kurangnya transparansi selama ini sering membuka celah untuk manipulasi harga dan volume perdagangan.

Dengan aturan ini, Binance ingin memastikan bahwa hubungan antara issuer token dan market maker tidak lagi tersembunyi dari publik maupun regulator.

Larangan Skema “Abu-Abu”

Selain transparansi, Binance juga melarang secara tegas dua praktik yang dinilai berisiko tinggi:

  • Profit-sharing: Pembagian keuntungan antara proyek dan market maker
  • Guaranteed return: Jaminan keuntungan tertentu kepada market maker

Kedua skema ini sering dianggap sebagai potensi konflik kepentingan, karena dapat mendorong manipulasi harga demi mencapai target profit tertentu.

Dengan melarang praktik tersebut, Binance berupaya menciptakan mekanisme pasar yang lebih fair dan berbasis permintaan nyata.

Aturan Ketat untuk Peminjaman Token

Binance juga memperketat aturan terkait peminjaman token kepada market maker.

Dalam pedoman baru, setiap perjanjian pinjaman harus menjelaskan secara rinci bagaimana token tersebut boleh digunakan.

Menurut laporan Coindesk, tujuan aturan ini adalah untuk mencegah penyalahgunaan, seperti dumping besar-besaran atau manipulasi likuiditas yang merugikan investor ritel.

Jika ditemukan pelanggaran, Binance menegaskan akan mengambil tindakan cepat, termasuk blacklist terhadap market maker yang terlibat.

Perspektif Industri: Menyasar Area Gelap

Tim riset dari Tokocrypto menilai kebijakan ini sebagai langkah penting dalam membersihkan salah satu area paling problematik di industri kripto.

“Langkah ini menunjukkan Binance sedang mencoba menutup salah satu area paling gelap dalam pasar kripto: hubungan kotor antara issuer dan market maker yang bisa memelintir volume serta harga,” tutur Tim Research Tokocrypto.

“Kalau penegakannya benar-benar keras, aturan ini bisa meningkatkan integritas listing baru, tapi juga berisiko membuka betapa busuknya praktik likuiditas semu yang selama ini dibiarkan hidup,” imbuhnya.

Pernyataan ini menyoroti bahwa meskipun aturan baru membawa potensi perbaikan, implementasinya akan menjadi kunci utama keberhasilan.

Dampak ke Pasar Kripto

Kebijakan ini berpotensi memberikan dampak luas terhadap ekosistem kripto, terutama bagi proyek baru yang ingin listing di Binance.

Di satu sisi, aturan ini dapat meningkatkan kepercayaan investor dengan memastikan bahwa harga dan volume lebih mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya.

Namun di sisi lain, proyek yang selama ini bergantung pada praktik likuiditas buatan mungkin akan kesulitan memenuhi standar baru ini.

Hal ini juga bisa menyebabkan penurunan jumlah listing dalam jangka pendek, karena hanya proyek dengan struktur yang lebih transparan dan profesional yang mampu memenuhi persyaratan.

Menuju Pasar yang Lebih Sehat

Langkah Binance ini mencerminkan tren yang lebih besar di industri kripto: pergeseran menuju transparansi dan akuntabilitas.

Seiring meningkatnya perhatian regulator global, bursa kripto dituntut untuk menerapkan standar yang lebih tinggi guna melindungi investor dan menjaga stabilitas pasar.

Jika kebijakan ini berhasil diterapkan secara konsisten, bukan tidak mungkin akan menjadi standar baru yang diikuti oleh bursa lain.

Baca Juga: Dituding Terkait dengan Iran, Binance Gugat Wall Street Journal!

Aturan baru Binance terkait market maker menjadi sinyal kuat bahwa industri kripto sedang bergerak menuju fase yang lebih matang.

Dengan menutup celah manipulasi dan meningkatkan transparansi, perusahaan berupaya menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih adil dan terpercaya.

Namun, seperti yang disoroti pelaku industri, tantangan terbesar bukan pada aturan itu sendiri, melainkan pada seberapa konsisten dan tegas aturan tersebut ditegakkan di lapangan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Hari Ini Turun 1,98% ke $0,177, Likuiditas Tipis

Harga Pi Network kembali mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir dengan penurunan 1,98% ke level $0,177.

Penurunan ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang relatif stabil hingga sedikit menguat, sehingga menunjukkan bahwa pergerakan Pi cenderung dipengaruhi faktor internal.

Berbeda dengan aset besar seperti Bitcoin yang cenderung bergerak datar, Pi justru melemah, menandakan adanya tekanan spesifik yang tidak berasal dari sentimen pasar secara umum.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 7%, Tertekan Profit Taking

Likuiditas Rendah Jadi Penyebab Utama

Merujuk pada laporan Coinmarketcap pada Senin (30/3), faktor utama di balik penurunan ini adalah likuiditas yang rendah dan kondisi pasar yang tipis (thin market).

Dengan volume perdagangan sekitar $15,1 juta dibandingkan kapitalisasi pasar sebesar $1,76 miliar, rasio turnover Pi hanya berada di kisaran 0,86%.

Angka ini tergolong sangat rendah, yang berarti order book cenderung dangkal. Dalam kondisi seperti ini, bahkan tekanan jual yang tidak terlalu besar bisa menyebabkan pergerakan harga yang signifikan.

Artinya, pergerakan harga Pi saat ini lebih dipengaruhi oleh aliran transaksi jangka pendek dibandingkan faktor fundamental.

Tidak Ada Katalis Jelas

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Selain likuiditas, faktor lain yang menonjol adalah tidaknya ada katalis signifikan yang memicu penurunan harga.

Tidak ditemukan pengumuman besar, kemitraan baru, atau sentimen negatif yang dapat menjelaskan pergerakan ini. Bahkan secara sosial, diskusi komunitas cenderung netral tanpa adanya lonjakan sentimen negatif.

Menariknya, Pi juga tidak mengikuti arah pasar secara keseluruhan. Hal ini memperkuat indikasi bahwa penurunan lebih bersifat isolated move yang dipicu oleh dinamika internal pasar.

Tanpa katalis eksternal, harga menjadi lebih rentan terhadap fluktuasi acak.

Struktur Harga Masih Rapuh

Dari sisi teknikal, struktur harga Pi saat ini masih tergolong lemah, meskipun belum sepenuhnya masuk ke tren bearish yang kuat.

Level kunci yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Support utama: $0,17
  • Support lanjutan: $0,16
  • Resistance terdekat: $0,185

Jika harga mampu bertahan di atas $0,17, maka ada peluang untuk konsolidasi dalam rentang $0,17 hingga $0,185.

Namun, jika level ini ditembus, risiko penurunan lebih dalam menuju $0,16 akan semakin besar.

Penutupan harian di bawah $0,17 akan menjadi sinyal awal bahwa tekanan bearish mulai menguat.

Volume Jadi Kunci Arah Selanjutnya

Salah satu indikator terpenting yang perlu diperhatikan ke depan adalah volume perdagangan.

Saat ini, volume yang rendah menunjukkan kurangnya partisipasi pasar. Untuk mengonfirmasi arah tren yang lebih kuat, baik naik maupun turun, dibutuhkan peningkatan volume yang signifikan.

Sebagai acuan, kenaikan volume di atas $30 juta per hari dapat menjadi sinyal bahwa likuiditas mulai membaik dan pergerakan harga memiliki dasar yang lebih kuat.

Tanpa dukungan volume, pergerakan harga berisiko tetap volatil dan tidak stabil.

Bearish Hati-Hati

Secara keseluruhan, kondisi pasar Pi saat ini dapat dikategorikan sebagai cautiously bearish.

Penurunan harga yang terjadi bukan disebabkan oleh sentimen negatif besar, melainkan oleh kelemahan struktural dalam likuiditas pasar. Hal ini membuat harga lebih mudah tertekan, bahkan oleh aktivitas trading yang relatif kecil.

Di sisi lain, belum adanya katalis positif membuat potensi pemulihan juga terbatas dalam jangka pendek.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 3,24% Saat Pasar Naik, Likuiditas Tipis

Penurunan harga Pi Network ke $0,177 mencerminkan kerentanan aset ini dalam kondisi likuiditas rendah.

Tanpa dukungan volume dan katalis baru, pergerakan harga cenderung tetap rapuh dan mudah berubah arah.

Fokus utama pasar saat ini adalah apakah level $0,17 mampu bertahan. Jika ya, konsolidasi bisa terjadi. Namun jika tidak, tekanan bearish berpotensi berlanjut ke area yang lebih rendah.

Bagi investor, kondisi ini menuntut kehati-hatian lebih, terutama dalam menghadapi volatilitas yang dipicu oleh faktor non-fundamental.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Naik Tipis ke Level $67.085

Harga Bitcoin hari ini tercatat di $67.085,19 per BTC, mengalami kenaikan tipis sebesar 0,48% dalam 24 jam terakhir.

Menurut laporan Tokocrypto pada Senin (30/3), kapitalisasi pasarnya berada di level $1,34 triliun, sementara volume perdagangan harian mencapai $24,92 miliar.

Kenaikan ini menunjukkan adanya stabilisasi jangka pendek, meskipun tekanan koreksi dalam beberapa bulan terakhir masih membayangi pergerakan Bitcoin secara keseluruhan.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun $66.098, Ada Apa?

Pergerakan Harian: Rebound Moderat

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang cukup lebar dengan level terendah di $64.971,71 dan tertinggi di $67.364,00.

Kenaikan sebesar $322,62 (+0,48%) mencerminkan upaya pasar untuk pulih setelah tekanan jual sebelumnya.

Bahkan dalam timeframe lebih pendek, BTC mencatat kenaikan 0,62% dalam 1 jam terakhir, menandakan adanya dorongan beli jangka pendek.

Namun demikian, kenaikan ini masih tergolong moderat dan belum menunjukkan momentum bullish yang kuat.

Kinerja Campuran di Berbagai Timeframe

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika dilihat dari berbagai periode waktu, pergerakan Bitcoin menunjukkan pola yang beragam:

  • 7 hari: turun 2,11%
  • 30 hari: naik 1,78%
  • 60 hari: turun 23,67%
  • 90 hari: turun 22,87%

Data ini menunjukkan bahwa meskipun ada pemulihan dalam jangka pendek hingga menengah (30 hari), tren besar dalam 2–3 bulan terakhir masih berada dalam fase koreksi.

Dengan kata lain, kenaikan saat ini belum cukup untuk membalikkan tren bearish yang lebih dominan.

Jarak dari All-Time High

Bitcoin masih berada jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07. Ini berarti harga saat ini masih terkoreksi hampir 47% dari puncaknya.

Kondisi ini mencerminkan fase penyesuaian pasar setelah periode bullish sebelumnya, di mana investor cenderung lebih selektif dan berhati-hati.

Struktur Pasokan dan Dominasi Pasar

Dari sisi fundamental, Bitcoin tetap menjadi aset kripto dengan dominasi tertinggi di pasar.

  • Sirkulasi saat ini: 20,01 juta BTC
  • Maksimum suplai: 21 juta BTC
  • Persentase beredar: 95,28%

Tingginya persentase suplai yang sudah beredar menunjukkan bahwa tekanan inflasi dari sisi suplai sangat terbatas. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mendukung nilai jangka panjang Bitcoin.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) saat ini berada di sekitar $1,40 triliun, menunjukkan potensi nilai maksimum jika seluruh suplai beredar.

Likuiditas dan Aktivitas Pasar

Volume perdagangan harian di kisaran $24,5 miliar menunjukkan bahwa likuiditas pasar masih cukup kuat, meskipun belum mencapai level euforia.

Volume ini menjadi indikator penting karena pergerakan harga yang didukung oleh volume tinggi biasanya lebih berkelanjutan.

Tanpa lonjakan volume, kenaikan harga cenderung bersifat sementara dan rentan terhadap koreksi.

Level Kunci yang Harus Diperhatikan

Beberapa level teknikal penting yang menjadi perhatian pasar saat ini antara lain:

  • Support terdekat: $65.000
  • Support kuat: $63.000
  • Resistance terdekat: $67.400
  • Resistance utama: $69.000

Jika Bitcoin mampu menembus resistance di $67.400 dengan volume kuat, peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju $69.000 akan terbuka.

Sebaliknya, jika gagal bertahan di atas $65.000, tekanan jual bisa kembali membawa harga ke level support yang lebih rendah.

Outlook: Konsolidasi dengan Bias Netral

Secara keseluruhan, kondisi pasar Bitcoin saat ini menunjukkan fase konsolidasi dengan bias netral.

Kenaikan tipis dalam 24 jam terakhir memberikan sinyal positif, namun belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren.

Pasar masih menunggu katalis yang lebih besar, baik dari faktor makroekonomi, kebijakan moneter global, maupun perkembangan industri kripto.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Sideways di Level $70.813

Setelah melihat analisa harga BTC hari ini, Bitcoin hari ini mengalami kenaikan moderat ke $67.085, mencerminkan upaya pemulihan jangka pendek.

Namun, tren jangka menengah masih menunjukkan tekanan koreksi yang signifikan. Dengan kondisi ini, pergerakan harga kemungkinan akan tetap berada dalam fase konsolidasi hingga muncul katalis baru.

Investor disarankan untuk memperhatikan level support dan resistance kunci serta memantau volume perdagangan sebagai indikator kekuatan tren selanjutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 30 Maret 2026: Cenderung Stabil, Ada Kenaikan?

Pasar kripto di awal pekan ini, Senin (30/3) cenderung bergerak stabil di tengah ketidakpastian geopolitik. Bitcoin bertahan di kisaran $66.000–$66.500 setelah munculnya isu potensi serangan darat dari Iran. Meski sentimen sempat memanas, pasar memilih wait and see sambil menunggu pembukaan pasar tradisional dan perkembangan lanjutan dari jalur diplomasi. Kondisi ini membuat pergerakan harga relatif terbatas, dengan volatilitas yang masih bisa meningkat sewaktu-waktu.

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah altcoin justru mencatatkan kinerja positif. NOM memimpin dengan kenaikan 31% ke level Rp67,86. Ontology (ONT) turut menguat 21% ke Rp1.276,81, sementara STO naik 15% dan diperdagangkan di sekitar Rp2.504,08. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Potensial di Awal Pekan Ini

  • NOM melesat tajam 31% dan kini berada di level Rp67,86.
  • ONT menguat signifikan sebesar 21% ke posisi harga Rp1.276,81.
  • STO naik 15% dan saat ini diperdagangkan di angka Rp2.504,08.

Bitcoin Bertahan di $66.000 Imbas Isu Konflik Iran

  • Bitcoin $66.500 saat isu serangan darat Iran mencuat.
  • Bitcoin stabil menanti pembukaan pasar tradisional.
  • Fokus diplomasi berlanjut meski ada laporan potensi serangan.

Absen aplikasi + Undang Teman Dapet Hadiah Rp60 Juta!

Michael Saylor Jeda Beli Bitcoin Setelah Rutin Selama 13 Minggu

  • Absen unggah “Orange Dot” pertama kalinya dalam 13 minggu.
  • Fokus beralih ke saham STRC, bukan sinyal beli BTC baru.
  • Laporan 8-K Senin akan ungkap status pembelian perusahaan.

YoungHoon Kim Rilis 5 Prediksi Kripto, Fokus pada XRP

  • Klaim “Putra XRP“, ramal harga tembus $100.
  • Prediksi altseason dan sebut Bitcoin sebagai meme coin.
  • Kredibilitas IQ 276 miliknya masih diperdebatkan para ahli.

Baca juga: Riset Kripto 23-27 Mar 2026: Bitcoin Lesu, Krisis Minyak Global Ancam RI


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Emas Rontok, Bitcoin Naik: Tahta Safe Haven Bergeser?

Pasar global menunjukkan pergeseran menarik di tengah konflik Timur Tengah, di mana Bitcoin dan emas bergerak berlawanan arah.

Dilaporkan Coingape, data terbaru menunjukkan Bitcoin mencatat kenaikan sekitar 7% hingga 10% sejak akhir Februari, sementara harga emas justru turun tajam hingga 19% dari sekitar $5.500 ke $4.493. Perbedaan ini memicu kembali perdebatan mengenai peran kedua aset sebagai lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik.

Bitcoin Unggul di Tengah Arus Dana ETF

Perbedaan kinerja ini tidak lepas dari perubahan arus likuiditas. ETF berbasis emas mengalami arus keluar sebesar $7,9 miliar atau sekitar 54,8 ton, sementara Bitcoin justru mencatat inflow lebih dari $1,1 miliar hanya dalam dua minggu awal konflik. Bahkan pada 2 Maret saja, inflow mencapai $458 juta.

Selain itu, kenaikan yield obligasi AS 10 tahun ke level 4,415% meningkatkan opportunity cost bagi investor untuk memegang emas yang tidak menghasilkan imbal hasil. Kondisi ini mendorong institusi mengurangi eksposur terhadap emas dan beralih ke aset lain seperti Bitcoin.

Baca juga: XAU₮ Masuk BNB Chain: Akses Emas Tokenisasi Kian Luas

Struktur Pasar Jadi Faktor Kunci

Keunggulan Bitcoin juga didukung oleh struktur pasar yang lebih fleksibel. Berbeda dengan pasar tradisional, Bitcoin dapat diperdagangkan 24 jam tanpa henti, memberikan likuiditas yang konsisten bahkan saat pasar lain tutup. Hal ini menjadi faktor penting selama periode volatilitas tinggi akibat konflik.

Kenaikan harga minyak Brent hingga 40% ke $108 per barel turut mempertekan pasar global dan memperkuat pergeseran alokasi aset oleh investor.

Tim Research Tokocrypto melihat fenomena ini sebagai indikasi perubahan narasi dalam pasar global. “Bitcoin mulai diposisikan bukan hanya sebagai aset spekulatif, tetapi juga sebagai alternatif likuid ketika sistem keuangan tradisional mengalami tekanan,” jelas tim riset.

Namun, mereka juga menekankan bahwa pergerakan ini bukan berarti Bitcoin sepenuhnya menggantikan emas. “Kenaikan Bitcoin lebih didorong oleh faktor likuiditas dan akses, sementara emas masih memiliki peran sebagai lindung nilai jangka panjang. Ini adalah pergeseran taktis, bukan perubahan permanen,” tambahnya.

Lebih lanjut, tim riset menyoroti bahwa dominasi ETF dalam menggerakkan harga menunjukkan semakin besarnya pengaruh institusi. “Arus dana institusional kini menjadi penggerak utama. Ketika likuiditas berpindah, harga akan mengikuti dengan cepat,” ujar mereka.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 29 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 29 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dampak Konflik Meluas ke Struktur Global

Di luar pasar finansial, konflik juga berdampak pada rantai pasok global. Serangan terhadap fasilitas helium di Qatar yang menyuplai sekitar sepertiga kebutuhan dunia memicu lonjakan harga dan berpotensi mengganggu industri semikonduktor. Korea Selatan, misalnya, sangat bergantung pada pasokan helium dari Qatar untuk produksi teknologi.

Selain itu, perubahan juga terlihat dalam sistem pembayaran global. Sebuah kapal yang melintas di Selat Hormuz dilaporkan menggunakan yuan China sebagai alat pembayaran, menandakan adanya potensi pergeseran dalam mekanisme settlement perdagangan internasional.

Safe Haven Sedang Berubah?

Perkembangan ini menunjukkan bahwa konsep safe haven sedang mengalami evolusi. Bitcoin, dengan karakteristik likuiditas tinggi dan akses global, mulai menarik perhatian sebagai alternatif di tengah krisis. Namun, volatilitas yang masih tinggi membuat posisinya berbeda dibanding emas yang telah teruji selama puluhan tahun.

Dalam jangka pendek, dinamika Bitcoin vs emas kemungkinan akan terus dipengaruhi oleh arus likuiditas global, kebijakan moneter, serta perkembangan geopolitik yang masih penuh ketidakpastian.

Baca Juga: Tether Integrasikan USA₮ ke Rumble Wallet, Ekspansi Pembayaran Digital


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Terlihat Kuat, Tapi Rapuh? Cek Fakta di Balik Harga

Pasar Bitcoin saat ini menunjukkan kondisi yang tampak stabil di permukaan, namun menyimpan kerentanan struktural di dalamnya.

Data terbaru dari CryptoQuant mengungkap bahwa permintaan Bitcoin kini semakin terkonsentrasi pada satu pemain besar, yaitu Strategy, yang dalam 30 hari terakhir mengakumulasi sekitar 45.000 BTC, laju tercepat dalam hampir satu tahun.

Permintaan Terkonsentrasi di Satu Pemain

Di sisi lain, pembelian dari perusahaan treasury lainnya justru anjlok drastis menjadi hanya sekitar 1.000 BTC, turun hingga 99% dari puncaknya. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan permintaan secara keseluruhan hampir berhenti, dan pasar kini bergantung pada satu sumber utama.

Akibatnya, Strategy kini menguasai sekitar 76% dari total kepemilikan Bitcoin di antara perusahaan treasury, mempertegas struktur pasar yang semakin terpusat.

Menurut Tim Research Tokocrypto, struktur ini kelihatan kuat di permukaan karena satu pembeli besar masih menopang harga, tapi fondasinya rapuh karena breadth demand di luar Strategy nyaris hilang.

“Kalau pembelian Strategy melambat atau berhenti, pasar bisa langsung menghadapi vacuum permintaan dan itu membuat reli Bitcoin saat ini lebih bergantung pada konsentrasi daripada ekspansi demand yang sehat,” jelasnya.

Partisipasi Pasar Semakin Menyusut

Penurunan tidak hanya terjadi pada volume pembelian, tetapi juga pada jumlah partisipan. Semakin sedikit perusahaan yang melakukan akumulasi Bitcoin, mencerminkan melemahnya distribusi permintaan dan berkurangnya kedalaman pasar.

Data on-chain turut menguatkan kondisi ini, di mana Coinbase Premium yang tidak stabil menunjukkan bahwa permintaan spot, khususnya dari pasar Amerika Serikat, belum pulih secara merata.

Baca juga: Strategy Siapkan Dana Rp1.000 Triliun untuk Borong Bitcoin?

Kuat di Permukaan, Lemah di Struktur

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 29 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 29 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Struktur pasar seperti ini memiliki dua sisi. Di satu sisi, pembelian konsisten dari pemain besar mampu menjaga harga tetap stabil dan mengurangi tekanan turun. Namun di sisi lain, ketergantungan pada satu entitas menciptakan risiko sistemik.

Pasar yang sehat seharusnya ditopang oleh permintaan yang tersebar luas, bukan terkonsentrasi. Kondisi saat ini lebih mencerminkan konsolidasi daripada ekspansi.

Risiko Demand Vacuum Mengintai

Jika Strategy memperlambat atau menghentikan akumulasinya, pasar berpotensi menghadapi kekosongan permintaan secara tiba-tiba. Tanpa dukungan dari pemain lain, harga Bitcoin bisa kehilangan fondasi penopangnya.

Situasi ini menegaskan bahwa kekuatan pasar saat ini bukan berasal dari banyaknya pembeli, melainkan dari satu entitas dominan. Di fase seperti ini, pertanyaan penting bukan lagi siapa yang membeli, tetapi siapa yang sudah berhenti membeli.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

AI Kini Bisa Eksekusi Transaksi Kripto

Trust Wallet kembali mendorong inovasi di sektor kripto dengan meluncurkan Trust Wallet Agent Kit, sebuah infrastruktur baru yang dirancang untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) langsung ke dalam aktivitas transaksi blockchain.

Langkah ini menandai pergeseran penting dalam evolusi wallet kripto: dari sekadar alat penyimpanan aset digital menjadi platform eksekusi pintar berbasis AI yang tetap mempertahankan prinsip self-custody.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Trust Wallet (TWT)

AI Bisa Eksekusi Transaksi Nyata

Melalui Agent Kit, Trust Wallet memungkinkan agen AI untuk melakukan transaksi kripto secara langsung di lebih dari 25 blockchain.

Namun yang membedakan, seluruh aktivitas tersebut tetap berada dalam batas izin yang ditentukan oleh pengguna.

Artinya, kontrol tetap sepenuhnya berada di tangan user, bukan pada AI atau pihak ketiga. Ini menjadi poin krusial di tengah meningkatnya kekhawatiran soal keamanan dan kustodi dalam integrasi AI ke dunia kripto.

Selain itu, toolkit ini terhubung dengan Model Context Protocol (MCP), sebuah standar yang memungkinkan AI memahami konteks dan bertindak sesuai parameter yang telah ditentukan.

Dengan pendekatan ini, AI tidak hanya menjalankan perintah, tetapi juga dapat beroperasi secara lebih kontekstual dan adaptif.

Dukungan Wallet Lama dan Ekosistem Terbuka

Menurut laporan Bitcoin Magazine, Agent Kit juga mendukung dua mode utama: agent wallet dan koneksi langsung ke wallet yang sudah ada.

Integrasi ini dimungkinkan melalui WalletConnect, yang memungkinkan pengguna menghubungkan Trust Wallet mereka tanpa perlu migrasi aset.

Pendekatan ini membuat adopsi menjadi lebih mudah, karena pengguna tidak harus meninggalkan ekosistem yang sudah mereka gunakan.

Trust Wallet tampaknya sadar bahwa hambatan terbesar dalam adopsi teknologi baru adalah friksi pengguna.

Dengan tetap mempertahankan kompatibilitas lintas blockchain dan wallet, Agent Kit diposisikan sebagai fondasi infrastruktur yang fleksibel dan scalable.

Self-Custody Tetap Jadi Prioritas

Di tengah tren meningkatnya penggunaan layanan kustodian pihak ketiga, Trust Wallet justru mengambil arah sebaliknya.

Agent Kit dirancang sebagai solusi self-custody yang ramah AI, di mana pengguna tetap memegang kendali penuh atas aset mereka.

Tidak ada transfer kontrol ke entitas eksternal, bahkan saat AI digunakan untuk mengeksekusi transaksi. Ini bisa menjadi nilai jual utama, terutama bagi pengguna yang mengutamakan keamanan dan desentralisasi.

Pendekatan ini juga selaras dengan prinsip dasar Web3, di mana kepemilikan aset dan kontrol data tetap berada di tangan individu.

Dampak ke Token TWT

Peluncuran Agent Kit juga berpotensi memberikan sentimen positif terhadap token native Trust Wallet, yaitu Trust Wallet Token. Namun, seperti biasa di pasar kripto, narasi kuat saja tidak cukup tanpa adopsi nyata.

Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa langkah ini membuka peluang baru bagi TWT untuk naik kelas dalam ekosistem.

“Trust Wallet sedang mencoba naik kelas dari sekadar dompet jadi lapisan eksekusi AI untuk user retail. Kalau adopsinya jalan, TWT bisa ikut terangkat sebagai proxy ekosistem wallet-AI, meski pasar tetap perlu bukti pemakaian nyata sebelum kasih valuasi premium yang serius,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Dengan kata lain, TWT bisa menjadi representasi dari pertumbuhan sektor wallet berbasis AI, tetapi valuasi jangka panjang tetap bergantung pada seberapa besar penggunaan Agent Kit di dunia nyata.

Menuju Era Wallet + AI

Integrasi AI ke dalam wallet kripto membuka berbagai kemungkinan baru. Mulai dari otomatisasi trading, manajemen portofolio cerdas, hingga interaksi berbasis perintah natural language.

Namun, tantangan tetap ada. Selain aspek keamanan, adopsi juga bergantung pada seberapa intuitif teknologi ini bagi pengguna awam.

Trust Wallet tampaknya mengambil langkah awal yang strategis dengan menjaga keseimbangan antara inovasi dan kontrol pengguna. Jika berhasil, Agent Kit bisa menjadi fondasi bagi generasi baru aplikasi kripto berbasis AI.

Baca Juga: Integrasi dengan WalletConnect, TokoMall Permudah Proses Koleksi NFT art

Peluncuran Trust Wallet Agent Kit menunjukkan bahwa masa depan wallet kripto tidak hanya soal penyimpanan, tetapi juga eksekusi dan kecerdasan.

Dengan menggabungkan AI dan self-custody, Trust Wallet mencoba menciptakan standar baru dalam industri.

Namun seperti semua inovasi di kripto, keberhasilan akhirnya akan ditentukan oleh adopsi nyata di lapangan.

Untuk saat ini, Agent Kit menawarkan gambaran menarik tentang bagaimana AI dan blockchain bisa bekerja berdampingan—tanpa mengorbankan prinsip desentralisasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Perangi Markas Scam Asia Tenggara

Pemerintah Inggris meningkatkan tekanan terhadap ekosistem kripto yang diduga terlibat dalam aktivitas ilegal dengan menjatuhkan sanksi terhadap Xinbi, sebuah marketplace berbasis China yang dikaitkan dengan jaringan penipuan di Asia Tenggara.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi yang lebih luas dalam membongkar infrastruktur finansial yang menopang scam centre, bukan sekadar mengejar pelaku individu di lapangan.

Xinbi Diduga Fasilitasi Aktivitas Ilegal

Menurut laporan Chainalysis, Xinbi memproses lebih dari US$19,9 miliar transaksi kripto dalam periode 2022 hingga 2025.

Platform ini diduga menyediakan layanan penting bagi jaringan penipuan, termasuk perdagangan data pribadi curian dan perangkat komunikasi yang digunakan dalam operasi scam.

Aktivitas ini memperkuat dugaan bahwa marketplace seperti Xinbi berperan sebagai tulang punggung logistik bagi industri penipuan digital yang berkembang pesat di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga: Kerugian Phishing Kripto Melonjak 200%, Apa yang Harus Diwaspadai?

Sanksi Meluas ke Jaringan Lain

Tidak hanya Xinbi, paket sanksi terbaru juga menyasar Huione serta sejumlah operator scam centre yang berbasis di Kamboja.

Sanksi tersebut mencakup pembekuan aset serta pembatasan akses terhadap sistem keuangan global. Dengan demikian, entitas yang terlibat akan kesulitan mengakses likuiditas dan menjalankan operasional mereka secara normal.

Langkah ini menunjukkan eskalasi serius dalam pendekatan regulator, yang kini tidak hanya fokus pada individu, tetapi juga pada jaringan dan infrastruktur pendukungnya.

Regulasi Masuk Fase Baru

Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa kebijakan ini mencerminkan perubahan signifikan dalam strategi penegakan hukum di sektor kripto.

“Ini regulasi yang sudah masuk fase serang infrastruktur, bukan lagi sekadar tangkap operator lapangan. Saat pemerintah mulai membidik marketplace, jalur pembayaran, dan ekosistem kripto yang menopang scam centres, pesan ke pasar jelas: fasilitas on-chain yang bersinggungan dengan kejahatan terorganisir sekarang ada di garis tembak langsung negara,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam jangka panjang, karena memutus sumber daya yang memungkinkan kejahatan terus berlangsung.

Dampak ke Industri Kripto

Sanksi terhadap Xinbi dan jaringan terkait berpotensi memberikan dampak luas terhadap industri kripto, khususnya dalam hal kepatuhan (compliance) dan transparansi.

Platform yang beroperasi di sektor ini kini dihadapkan pada tekanan yang lebih besar untuk memastikan bahwa layanan mereka tidak digunakan untuk aktivitas ilegal.

Menurut laporan The Block, hal ini dapat mendorong peningkatan penggunaan teknologi analitik blockchain serta kerja sama dengan regulator.

Di sisi lain, langkah ini juga bisa meningkatkan kepercayaan investor institusional terhadap ekosistem kripto.

Dengan adanya tindakan tegas terhadap penyalahgunaan, industri dapat terlihat lebih matang dan siap untuk adopsi yang lebih luas.

Asia Tenggara Jadi Sorotan

Kawasan Asia Tenggara, termasuk negara-negara seperti Indonesia, Thailand, dan Vietnam, dalam beberapa tahun terakhir memang menjadi pusat perhatian terkait maraknya scam centre berbasis digital.

Faktor seperti pertumbuhan pengguna internet, adopsi kripto yang cepat, serta celah regulasi di beberapa wilayah membuat kawasan ini rentan dimanfaatkan oleh jaringan kejahatan terorganisir.

Dengan sanksi ini, pemerintah Inggris mengirim sinyal kuat bahwa kejahatan berbasis kripto tidak lagi dianggap sebagai isu lokal, melainkan ancaman global yang membutuhkan respons lintas negara.

Baca Juga: Inggris Pertimbangkan Izinkan Kripto untuk Judi Online

Langkah Inggris menjatuhkan sanksi terhadap Xinbi menandai babak baru dalam perang melawan kejahatan kripto.

Fokus yang kini beralih ke infrastruktur menunjukkan pendekatan yang lebih strategis dan sistematis.

Bagi industri kripto, ini adalah peringatan sekaligus peluang. Di satu sisi, tekanan regulasi akan meningkat. Namun di sisi lain, upaya ini juga dapat memperkuat legitimasi sektor ini di mata publik dan investor.

Ke depan, kolaborasi antara regulator, perusahaan blockchain, dan pelaku industri akan menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem kripto yang lebih aman dan berkelanjutan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com