Jaringan Solana kembali diguncang insiden keamanan serius, kali ini oleh Lazarus Group, sindikat peretas yang diduga berafiliasi dengan Korea Utara.
Pada 16 Mei 2025 lalu, lebih dari $3,2 juta berhasil dicuri dari beberapa dompet Solana yang kemudian dana tersebut dicuci melalui jembatan blockchain (bridge) ke Ethereum sebelum disalurkan ke mixer seperti Tornado Cash.
Modus Operandi: Dari Solana Hingga Tornado Cash
Eksfiltrasi awal: Riset forensik blockchain mengungkap transaksi besar dari alamat Solana “C4WY…e525” yang tiba-tiba bergerak keluar.
Jembatan ke Ethereum: Aset yang dicuri dijembatani ke Ethereum, di mana sebagian atau sekitar 800 ETH senilai $1,6 juta, ditransfer ke Tornado Cash pada 25 dan 27 Juni.
Sisa dana tersimpan: Sekitar $1,6 juta masih mengendap di alamat dalam bentuk DAI dan ETH, siap dipindahkan lebih lanjut kapan saja.
Sejak 2017 aktif dalam peretasan besar, termasuk serangan ke Sony (2014) dan Bangladesh Bank (2016).
Karakteristik modus: phishing, malware, eksploitasi smart contract, wallet hack. Semuanya untuk mendapatkan dana kripto secara cepat.
Penggunaan mixer seperti Tornado Cash memungkinkan mereka mengaburkan jejak transaksi tanpa verifikasi identitas (KYC), meski sempat dikenai sanksi sejak 2022.
Ancaman Bagi Ekosistem Blockchain
Kepercayaan pengguna melemah: Serangan ke Solana mengancam citra keamanan platform dan memicu kekhawatiran pada pemegang aset digital.
Tekanan regulasi meningkat: Investor dan penyedia infrastruktur blockchain diharapkan meningkatkan langkah anti-pencucian uang (AML) dan identifikasi dompet mencurigakan.
Skala ancaman global: Insiden ini menjadi bukti bahwa aktor negara-negara seperti Korea Utara terus memanfaatkan DeFi untuk mendanai program kontroversial seperti senjata nuklir.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 30 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Strategi Mitigasi bagi Ekosistem Kripto
Audit smart contract dan dompet secara rutin untuk mengevaluasi celah keamanan.
Monitoring otomatis pada transaksi besar dan aktivitas mencurigakan lewat integrasi analytics dan label sanitizer.
Kolaborasi komunitas untuk mem-blacklist alamat aktif dan memblokir entry exchange terhadap dana ilegal.
Eksploitasi Lazarus Group terhadap dompet Solana senilai $3,2 juta mencerminkan ancaman yang nyata dari aktor siber negara-negara terhadap infrastruktur DeFi.
Meski sebagian dana telah dibersihkan lewat Tornado Cash, sisa dana tetap menjadi sasaran investigasi dan menjadi peringatan penting bagi seluruh ekosistem blockchain.
Agar kepercayaan pasar pulih, peningkatan keamanan, transparansi, dan kolaborasi antara penyedia layanan kripto sangat dibutuhkan.
Kasus ini bukan hanya pukulan bagi Solana, tetapi sinyal waspada bagi seluruh industri bahwa ketahanan terhadap serangan terus menjadi prioritas utama.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Privasi maksimal – Teknologi ZK memungkinkan pengguna membuktikan identitas (seperti umur atau lokasi) tanpa membocorkan data sensitif.
Entitas terpisah per aplikasi – Setiap platform bisa mengenali pengguna sebagai satu identitas berbeda, mencegah dampak dari pembajakan akun lintas platform.
Perlindungan terhadap bot/Sybil attack – ZK‑ID dapat menjadi filter yang mempertahankan keaslian pengguna, menjaga integritas ekosistem Web3.
Mengaitkan satu ID kepada satu individu bisa mengurangi kemungkinan menggunakan banyak wallet atau profil, penting bagi pekerja kreatif, aktivis, atau pembela privasi. Buterin menyoroti ini sebagai potensi ancaman terhadap kebebasan berinternet.
2. Akses tidak merata
Mengandalkan dokumen identitas atau biometrik bisa mengeksklusi mereka tanpa akses pada sistem resmi. Sebaliknya, terlalu fleksibel tanpa aturan bisa disalahgunakan oleh entitas berbahaya.
3. Risiko sentralisasi dan otoritarianisme
Jika sebuah otoritas menjadi penguasa tunggal ID, pengguna kehilangan tuntutan, dan data pribadi bisa dipakai untuk pengawasan sistematis. Ini bertentangan dengan nilai desentralisasi Web3.
Solusi Buterin: Sistem Identitas Pluralistik
Vitalik Buterin mengusulkan “pluralistic identity systems”, pendekatan di mana tidak ada single issuer dominan.
Identitas dapat diverifikasi secara kolektif melalui berbagai sumber, seperti data pemerintah, media sosial, atau jaringan komunitas (peer attestations).
Dua bentuk pluralistik:
Eksplisit: seperti verifikasi dari teman atau jaringan, mirip sistem sosial Circles.
Implisit: menggabungkan berbagai penyedia ID (email, biometrik, dokumen) sehingga tidak bergantung satu pihak.
Keunggulannya:
Mendorong inklusi bagi mereka tanpa dokumen formal
Mengurangi risiko pelacakan penuh terhadap pengguna
Dampak Besar di Dunia Nyata
Memudahkan verifikasi identitas di Web3 tanpa mengorbankan data pribadi
Mengurangi potensi bot dan kejahatan digital
Menjadi model terbaik bagi penggunaan identitas digital, tidak hanya di blockchain tapi juga dalam ekosistem digital luas
Ethereum, melalui teknologi ZK, memulai evolusi dalam privasi digital yang mencerminkan nilai desentralisasi dan inklusivitas.
Namun, penerapan satu ID per individu meningkatkan risiko pengawasan dan eksklusi. Dengan menerapkan sistem pluralistik, Ethereum menunjukkan jalan ke sistem identitas digital yang fleksibel dan adil dengan mengizinkan penggunaan banyak identitas yang sah secara efisien dan aman.
Pengembangan ini tentunya masih dalam tahap awal:
Perlu percobaan publik untuk menguji keamanan, adopsi, dan penerimaan publik
Diskusi soal regulator, teknis, dan sosial harus terus berjalan agar tidak terjadi penyalahgunaan
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar Bitcoin kembali mengalami gejolak signifikan di tengah tekanan leverage dan ketidakpastian makroekonomi. Dalam 24 jam terakhir, pasar mencatatkan likuidasi senilai total $53,8 juta, terdiri dari $28,6 juta posisi long dan $25,2 juta posisi short, menurut data dari Glassnode.
Dilaporkan Blocknews, pergerakan ini mencerminkan guncangan dua arah yang tidak biasa, menunjukkan betapa cepatnya sentimen pasar bisa berubah. Harga Bitcoin sendiri tetap berada dalam kisaran $100.000 hingga $110.000, dengan support utama di sekitar $103.400 dan resistance di level $109.000.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 28 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Selain itu, minat terbuka pada kontrak berjangka BTC menurun sekitar 7%, dari 360.000 menjadi 334.000 BTC, menandakan berkurangnya penggunaan leverage oleh para pelaku pasar. Situasi ini menimbulkan anggapan bahwa pasar tengah mengalami “reset” dan bergerak dalam fase konsolidasi.
Analisis Teknikal BTC
Secara teknikal, Bitcoin saat ini terjebak dalam pola saluran menurun, dengan harga yang belum mampu menembus level resistensi. Zona harga $103.400 hingga $104.600 menjadi area krusial yang dipantau pelaku pasar karena berdekatan dengan EMA 200 hari dan selisih nilai wajar harian.
Namun, potensi untuk menembus level tertinggi baru masih terbuka, meskipun bergantung pada peningkatan likuiditas dan sinyal pemulihan dari data on-chain yang saat ini belum terlihat signifikan.
Di sisi lain, data ekonomi terbaru kembali menjadi hambatan. Indeks Core PCE, indikator inflasi favorit Federal Reserve, naik ke 2,7%—lebih tinggi dari ekspektasi 2,6%. Angka ini memicu kekhawatiran bahwa kebijakan suku bunga rendah mungkin akan tertunda lebih lama, memperberat tekanan terhadap aset berisiko seperti Bitcoin.
Volume perdagangan spot juga masih lesu, dengan hanya sedikit kenaikan sebesar $7,7 miliar pada kuartal kedua. Volume transfer BTC bahkan turun 36% di awal kuartal, mencerminkan penurunan partisipasi dan minat spekulatif dari investor.
Dengan kombinasi tekanan teknikal dan fundamental yang kompleks, pasar Bitcoin tampaknya memasuki fase penantian dan konsolidasi, menunggu katalis yang cukup kuat untuk mengarahkan arah pergerakan selanjutnya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Platform cloud mining berbasis AI, Bow Miner, dilaporkan mampu menghasilkan ribuan hingga puluhan ribu dolar per hari bagi pemegang aset kripto besar.
Menariknya, salah satu token unggulan yang ditambang melalui platform ini adalah XRP, dengan estimasi pendapatan mencapai $20.000 per hari.
Mekanisme Bow Miner
Bow Miner memungkinkan pengguna, terutama whale dan investor institusional, untuk menambang kripto tanpa perlu hardware dan keahlian teknis. Fitur unggulannya:
AI otomatisasi: sistem memilih kripto dengan potensi return terbaik secara real-time
Operasi 24/7: menggunakan pusat data global dan energi terbarukan
Multi-token support: termasuk BTC, ETH, DOGE, dan XRP
Dengan sistem ini, pendapatan bisa mencapai $20K per hari untuk XRP, $35K untuk ETH, dan bahkan lebih tinggi untuk BTC.
Cloud mining via platform seperti Bow Miner membuka peluang pendapatan pasif besar bagi whale XRP—dengan klaim pendapatan harian $20.000.
Namun, potensi tinggi ini datang beriringan dengan risiko besar: transparansi rendah, regulasi abu-abu, volatilitas token, dan kemungkinan model yang kurang berkelanjutan.
Investor besar perlu meneliti secara detail, memantau legalitas, serta mempertimbangkan strategi exit sebelum terjun besar.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Kemampuan AI dalam trading untuk menganalisis data dan membantu dalam hal pengambilan keputusan berdasarkan algoritma belakangan ini banyak menarik perhatian, karena dipandang dapat memberikan insight yang lebih objektif sebagai pertimbangan pengambilan keputusan.
Namun di balik kelebihannya, AI trading juga menyimpan sejumlah risiko yang tidak boleh diabaikan karena bisa membuat kerugian.
Simak lebih lengkap mengenai kelebihan dan kekurangan AI trading pada artikel ini.
AI mampu mengeksekusi ratusan hingga ribuan order dalam hitungan milidetik dan memonitor banyak pasar sekaligus. Kecepatan ini sangat berguna untuk menangkap peluang seperti arbitrase dan momentum trading.
2. Eliminasi Emosi dalam Trading
Tanpa rasa takut, serakah, atau panik, sistem AI dapat bekerja sepenuhnya berdasarkan logika dan data. Ini dapat membantu menjaga konsistensi strategi dan mencegah keputusan impulsif yang sering dilakukan trader.
3. Analisis Data dalam Skala Besar (Big Data)
AI dapat memproses data historis harga, volume, sentimen berita, hingga indikator teknikal dalam waktu bersamaan—menyediakan insight lebih dalam yang sulit dicapai jika hanya dilakukan secara manual.
4. Operasional 24/7
AI trading bisa terus bekerja tanpa henti, memastikan tidak ada peluang yang tertinggal, terlebih lagi jika kamu melakukan trading seperti di pasar kripto yang beroperasi 24 jam.
5. Backtesting dan Optimasi Otomatis
AI mampu menguji ribuan strategi dan parameter terhadap data historis untuk menemukan konfigurasi optimal—membantu mempercepat proses trial and error dibandingkan jika dilakukan secara manual.
6. Personalisasi Strategi yang Adaptif
Seperti di sektor finansial dan marketing, AI dapat membentuk strategi spesifik berdasarkan profil risiko atau karakteristik pasar tertentu. Seperti bisa belajar dan menyesuaikan diri dalam kondisi pasar yang berbeda.
Kekurangan & Risiko AI Trading
1. Bias terhadap Data Historis
Algoritma AI pada umumnya dirancang untuk memberikan keputusan berdasarkan data historis yang dipelajari sebelumnya—namun, yang jadi masalah adalah pergerakan harga pasar tidak sepenuhnya ditentukan oleh performa historis. Faktor lain seperti kondisi market yang terus berubah, bisa membuat data historis tidak terlalu relevan.
2. Ketergantungan pada Data dan Algoritma
Sistem trading berbasis AI rentan terhadap gangguan teknis seperti kesalahan perangkat lunak, masalah jaringan, dan kerusakan sistem lainnya. Masalah lain seperti input data yang tidak relevan atau bug pada algoritma dapat memicu kesalahan eksekusi yang berpotensi mengakibatkan kerugian.
3. Biaya dan Kompleksitas Pengelolaan
Membangun dan memelihara sistem AI trading tidak murah. Biaya server, lisensi data, tim developer, monitoring sistem, atau sesimpel biaya langganan bulanan— bisa menjadi hambatan khususnya bagi trader retail.
4. Kurangnya Sensitivitas Sentimen Pasar Mendadak
AI dapat membaca pola statistik dengan cepat, tapi kurang sensitif terhadap konteks terkini, seperti rumor instan, perubahan regulasi, atau sentimen mendadak—yang sering menyebabkan volatilitas ekstrim.
Apakah AI Trading Bisa Bikin Rugi?
Jawabannya, bisa.
Jika kamu menganggap AI trading sebagai alat yang bisa menghasilkan uang secara otomatis, maka kamu salah besar. Pada dasarnya, AI hanyalah alat bantu untuk me-leverage skill yang kamu miliki— bukan mesin pengganda uang.
AI mengolah data dan mengeksekusi strategi berdasarkan parameter yang telah ditentukan manusia. Tanpa fondasi pengetahuan tentang trading, market, manajemen risiko, dan logika di balik strategi yang digunakan, kamu justru bisa terjerumus pada pengambilan keputusan yang keliru, hingga akhirnya mengalami kerugian.
AI trading memang menawarkan kecepatan, efisiensi, dan kemampuan analisis data dalam skala besar yang dapat membantu trader saat trading. Namun, di balik kecanggihannya, terdapat risiko dan strategis yang tak bisa diabaikan.
Alih-alih dianggap sebagai jalan pintas menuju keuntungan besar, AI trading seharusnya dilihat sebagai alat bantu yang memperkuat keterampilan dan disiplin yang sudah dimiliki trader itu sendiri.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Sumber:
Tradespect (2023). What Are the Pros and Cons of AI Trading?
WSI (2023). The Pros and Cons of AI in the Bank Marketing World
Pasar kripto kembali bergolak dalam 72 jam terakhir, dengan Bitcoin memimpin reli spektakuler hingga menembus $106.000 pada Senin malam (23/6). Lonjakan harga ini terjadi setelah mantan Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan gencatan senjata total dan tuntas antara Iran dan Israel melalui platform Truth Social miliknya.
Gencatan Senjata Dongkrak Sentimen Pasar
Dilaporkan Coinjournal, pengumuman Trump disambut positif oleh pasar global, membawa angin segar setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah sempat memicu volatilitas tinggi. Hanya sehari sebelumnya, Bitcoin sempat anjlok ke $98.500 karena kekhawatiran eskalasi konflik. Namun, pernyataan Trump yang menyebut kesepakatan gencatan senjata akan berlaku dalam waktu 6 jam langsung memicu gelombang beli besar-besaran di pasar aset digital.
Bitcoin pun melonjak hampir 3% dan menembus level psikologis $106.000, sebelum akhirnya terkoreksi ringan ke $105.300. Kenaikan ini turut diikuti oleh altcoin besar seperti Ethereum (ETH), XRP, dan Solana (SOL), yang masing-masing mencatatkan kenaikan antara 8% hingga 10%.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 24 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Tak hanya kripto, pasar saham global juga menunjukkan reaksi positif. Indeks saham berjangka AS naik sekitar 0,5%, sementara harga minyak mentah yang sempat melonjak di atas $75 per barel, anjlok drastis ke level $65 setelah kabar gencatan senjata meredakan ketakutan atas potensi gangguan pasokan energi.
Saham Circle Meroket, Sentuh Kenaikan 750% Sejak IPO
Dalam perkembangan lain yang tak kalah mencolok, saham perusahaan penerbit stablecoin, Circle (CRCL), juga mengalami lonjakan luar biasa. Saham Circle sempat menyentuh $299 — tertinggi sepanjang masa — sebelum ditutup di $263, naik 9% pada hari itu. Sejak IPO awal bulan ini di harga $31, CRCL telah melonjak 750%.
Valuasi Circle kini mendekati $60 miliar, hampir setara dengan pasokan stablecoin USDC yang mereka terbitkan, yakni $61,3 miliar. Angka ini juga menempatkan Circle sangat dekat dengan kapitalisasi pasar Coinbase (COIN), yang berada di sekitar $78 miliar.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 24 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Reli saham Circle ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap sektor stablecoin, terutama setelah disahkannya Undang-Undang GENIUS oleh Senat AS pekan lalu. Regulasi ini memberikan kerangka hukum yang jelas bagi stablecoin dan meningkatkan kepercayaan terhadap kelangsungan sektor ini dalam jangka panjang.
Stabilitas Geopolitik & Regulasi Dorong Optimisme Pasar
Kombinasi antara stabilisasi geopolitik dan kemajuan regulasi menjadi katalis ganda yang mendorong reli pasar kripto dan saham kripto dalam beberapa hari terakhir. Meskipun optimisme menguat, beberapa analis memperingatkan bahwa kenaikan saham Circle yang begitu tajam mungkin sudah mulai melebihi fundamentalnya.
Namun, untuk saat ini, investor tampaknya menikmati euforia pasar yang kembali menunjukkan taringnya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Hifi Finance (HIFI), sebuah proyek keuangan terdesentralisasi (DeFi), saat ini tengah menjadi sorotan di pasar kripto Korea Selatan.
Token HIFI mengalami lonjakan harga yang signifikan di bursa Upbit, menciptakan fenomena yang dikenal sebagai “Kimchi Premium” dengan selisih harga lebih dari 30% dibandingkan bursa internasional.
Situasi ini memicu kekhawatiran di kalangan investor, terutama karena adanya potensi delisting token tersebut dari platform Upbit.
Apa Itu Kimchi Premium?
Kimchi Premium adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perbedaan harga aset kripto antara bursa Korea Selatan dan bursa internasional.
Fenomena ini sering kali disebabkan oleh faktor-faktor seperti regulasi ketat, permintaan lokal yang tinggi, dan keterbatasan akses ke pasar global.
Dalam kasus HIFI, harga token di Upbit melonjak lebih dari 30% dibandingkan harga di bursa lain, menciptakan peluang arbitrase namun juga meningkatkan risiko bagi investor lokal.
Kekhawatiran utama yang muncul adalah kemungkinan delisting HIFI dari Upbit. Delisting dapat terjadi karena berbagai alasan, termasuk masalah kepatuhan, likuiditas rendah, atau keputusan strategis dari pihak bursa.
Jika HIFI benar-benar dihapus dari Upbit, investor Korea Selatan mungkin menghadapi kesulitan dalam menjual atau mentransfer token mereka, terutama jika mereka tidak memiliki akses ke bursa internasional.
Reaksi Pasar dan Komunitas
Menurut laporan Bloomingbit pada Kamis (24/4), lonjakan harga HIFI di Upbit telah menarik perhatian komunitas kripto global.
Beberapa trader melihat ini sebagai peluang untuk mendapatkan keuntungan melalui arbitrase, sementara yang lain memperingatkan tentang risiko yang terkait dengan volatilitas harga dan potensi delisting.
Diskusi di forum-forum kripto dan media sosial menunjukkan adanya ketidakpastian dan kekhawatiran di kalangan investor.
Langkah-Langkah yang Dapat Diambil Investor
Bagi investor yang terlibat dalam perdagangan HIFI, penting untuk mempertimbangkan langkah-langkah berikut:
Diversifikasi Portofolio: Jangan menaruh semua investasi pada satu aset, terutama yang memiliki risiko tinggi seperti HIFI.
Pantau Informasi Resmi: Selalu ikuti pengumuman resmi dari bursa seperti Upbit dan tim pengembang HIFI untuk mendapatkan informasi terbaru.
Pertimbangkan Risiko Arbitrase: Meskipun arbitrase dapat menguntungkan, perbedaan harga yang besar juga mencerminkan risiko yang tinggi.
Gunakan Bursa Internasional: Jika memungkinkan, pertimbangkan untuk menggunakan bursa internasional yang memiliki likuiditas lebih tinggi dan risiko delisting yang lebih rendah.
Fenomena Kimchi Premium pada Hifi Finance di Upbit mencerminkan dinamika unik pasar kripto Korea Selatan. Meskipun menawarkan peluang keuntungan, situasi ini juga membawa risiko signifikan, terutama terkait potensi delisting dan volatilitas harga. Investor disarankan untuk tetap waspada, melakukan riset mendalam, dan mempertimbangkan strategi investasi yang bijaksana dalam menghadapi kondisi pasar yang tidak pasti ini.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
AI makin populer karena kemampuannya menganalisis data tanpa campur tangan emosi. Kini tidak sedikit para trader yang melibatkan AI dalam aktivitas trading, atau lebih dikenal dengan AI trading.
Tapi, sebenarnya apa itu AI trading dan bagaimana cara kerjanya? Artikel ini akan membahas pengertian, cara kerja, hingga jenis-jenis strategi yang biasa digunakan dalam dunia AI trading.
Apa Itu AI Trading?
AI Trading merupakan metode trading yang melibatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu kamu dalam proses pengambilan keputusan jual beli di pasar finansial.
Metode ini bisa sepenuhnya tanpa melibatkan campur tangan manusia atau hanya sekadar membantu untuk mengumpulkan data historis, identifikasi tren, hingga pola dengan algoritma.
Dalam beberapa tahun terakhir, dunia trading mengalami transformasi besar dengan semakin pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Jika sebelumnya aktivitas trading hanya bisa dilakukan oleh mereka yang berpengalaman dan punya waktu menganalisis grafik sepanjang hari, kini teknologi AI hadir sebagai “asisten” yang bisa menganalisis data secara real-time dan membantu mengambil keputusan cepat.
Hasilnya? Banyak orang mulai menggunakan AI sebagai salah satu tools saat melakukan trading, baik pemula maupun profesional.
Sebelum mendalami tren ini lebih lanjut, mari pahami terlebih dahulu cara kerjanya!
Bagaimana Cara Kerja AI Trading?
AI trading bekerja dengan mengandalkan kecanggihan machine learning dan analisis data untuk memahami pasar keuangan, menghitung prediksi harga, mengidentifikasi penyebab fluktuasi, hingga membantu keputusan dalam eksekusi.
Berikut beberapa contoh penggunaan AI dalam trading:
Analisa Sentimen Pasar
AI dapat membantu trader dalam mengidentifikasi tren yang sedang terjadi di pasar. Kesimpulan dari sentimen ini bisa diketahui dengan cepat, melalui AI yang mengumpulkan informasi yang tersedia di internet seperti berita terbaru, forum diskusi, hingga percakapan yang terjadi di media sosial.
Quantitative Trading (Quant Trading)
Quant trading memanfaatkan model matematika dan statistik untuk menganalisis data harga dan volume secara mendalam. AI digunakan untuk menyaring jutaan data dan mencari peluang investasi yang optimal. Biasanya dipakai oleh institusi keuangan besar untuk eksekusi dalam jumlah besar sekaligus.
Algorithmic Trading (Algo-Trading)
Algo-trading menggunakan serangkaian aturan otomatis berbasis data historis untuk menentukan kapan harus membeli atau menjual. Algoritma AI-nya bekerja dengan mempertimbangkan berita ekonomi, sentimen sosial, dan pola teknikal dengan bantuan machine learning.
High-Frequency Trading (HFT)
HFT mengandalkan AI dan kecepatan komputasi ekstrem untuk mengeksekusi ribuan bahkan jutaan transaksi per detik. Target utamanya adalah mendapatkan margin keuntungan kecil dari perbedaan harga dalam waktu sangat singkat. Jenis ini banyak digunakan oleh hedge fund dan perusahaan investasi besar.
Automated Trading
Automated trading mengeksekusi transaksi secara otomatis sesuai strategi yang telah diprogram. Dalam konteks AI, sistem ini lebih canggih karena mampu belajar dan beradaptasi dari perubahan pasar. AI akan terus mengoptimalkan strategi berdasarkan data real-time dan performa sebelumnya.
Arbitrage memanfaatkan perbedaan harga aset di dua pasar berbeda. Dengan bantuan AI, sistem dapat mendeteksi peluang arbitrase secara cepat dan mengeksekusi transaksi simultan: membeli di pasar lebih murah dan menjual di pasar yang lebih mahal.
Contoh Penggunaan: Trading dengan Bantuan AI ChatGPT
Kamu bisa menggunakan ChatGPT sebagai salah satu AI untuk membantu kamu trading—Tapi sebelum itu, pastikan kamu menggunakan bursa terpercaya seperti Tokocrypto yang terdaftar resmi dan diawasi oleh OJK agar aktivitas trading atau investasi kamu senantiasa aman. Deposit mulai dari Rp20.000 di sini.
Untuk mulai mencoba trading dengan bantuan AI ChatGPT, ikuti beberapa langkah berikut:
Daftar dan buat akun ChatGPT— Kamu bisa gunakan ChatGPT gratis atau ChatGPT Plus untuk respons yang lebih baik.
Selanjutnya kamu bisa screenshot grafik pergerakan harga yang ingin dianalisis dan upload pada bagian kolom chat, ChatGPT. Seperti gambar di bawah ini:
Contoh prompt ChatGPT untuk menganalisa pergerakan harga.
Setelah itu kamu hanya perlu memberikan perintah berupa prompt, untuk melakukan analisa. Prompt ini akan lebih baik jika kamu menjelaskan lebih terperinci, mulai dari level harga, support resistance, volume dan indikator lain yang kamu miliki sebagai pertimbangan AI nantinya.
Contoh promptnya seperti ini:
“Sebagai seorang trader profesional, analisis pergerakan harga Bitcoin saat ini berdasarkan grafik harian di atas. (Harga saat ini di $72.000) Dengan mempertimbangkan level kunci garis kuning untuk support dan resistance, tren RSI (saat ini sekitar 60), serta perpotongan moving average (MA9 dan MA21), bagaimana kemungkinan arah pergerakan selanjutnya? Apakah ada potensi kelanjutan tren, retracement, atau sinyal breakout? Jelaskan analisisnya dengan dukungan konfluensi indikator teknikal atau pola candlestick.”
ChatGPT akan memberikan jawaban berupa skenario berdasarkan data yang telah kamu berikan. Seperti di gambar di bawah ini.
Contoh jawaban ChatGPT sebagai AI Trading.
Skenario 1 dan 2 dari ChatGPT di atas berhasil menjadi prediksi yang kurang-lebih tepat, di mana BTC mengalami kenaikan yang signifikan setelah mengalami retracement sebelum berhasil close di atas $72.000. Seperti gambar di bawah:
Perbandingan data yang diberikan dan pergerakan harga.
*Simulasi ini berbasis data lampau alias backtest, bukan real-time. Jadi, jangan dianggap patokan akurat—disajikan untuk tujuan edukasi dan tidak dimaksudkan sebagai saran finansial atau rekomendasi investasi.
AI memang dapat membuka peluang baru bagi trader untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengambilan keputusan. Namun, AI trading bukan berarti menjadi sinyal mutlak untuk beli atau jual. Seperti halnya strategi, strategi trading dengan menggunakan AI atau AI trading tetap membutuhkan pemahaman dasar, pengujian sistem, serta pengelolaan risiko yang baik.
Jika kamu mendapat iming-iming untuk menggunakan AI trading atau robot trading dengan garansi keuntungan tertentu, sudah selayaknya kamu curiga. Sebab tidak ada sistem yang bisa menjamin profit secara konsisten tanpa risiko.
AI trading berfokus untuk membantu efisiensi analisis dan eksekusi strategi berbasis data—bukan menjanjikan hasil instan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Sumber: Builtin. “AI Trading: How AI Is Used in Stock Trading“. 2024.
XRP baru-baru ini mengalami penurunan signifikan, memicu kekhawatiran para investor.
Laporan dari FrankNez via Coinlive pada Senin (23/6) menyebutkan perlunya memahami apa yang memicu koreksi ini dan apa yang sebaiknya diantisipasi selanjutnya.
Mengapa XRP Turun?
Sentimen Regulatori Negatif Ketidakpastian seputar regulasi terus menjadi skenario risiko utama. Meski ada angin segar dari kemenangan hukum Ripple, kekhawatiran lanjutan tentang tindakan SEC membuat sebagian investor mundur.
Tekanan Pada Likuiditas & Stop-Loss Koreksi tajam memicu aksi jual otomatis melalui stop-loss, yang mendorong efek spiral jual lanjut.
Bias Altcoin Secara Umum XRP juga terkena imbas koreksi di aset digital lainnya seperti Bitcoin dan Ethereum yang menunjukkan tren risiko-off yang lebih muncul di pasar kripto secara keseluruhan.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 23 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Koreksi besar pada XRP ini dipicu oleh sentimen regulator negatif dan tekanan pasar kripto secara menyeluruh.
Support di $2,10–$2,15 saat ini menjadi penentu utama. Jika bertahan, rebound menuju US$2,30 menjadi peluang realistis, sedangkan penembusan di bawah support bisa membawa harga turun lebih dalam.
Trader maupun investor jangka menengah disarankan memantau pergerakan harga harian, volume, data on-chain, dan sentimen regulasi sebagai sinyal utama.
Rebound hanya dapat dianggap valid jika disertai candle bullish kuat dan volume tinggi. Dengan cara itu, barulah arah arah jangka pendek bisa dipetakan lebih strategis.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Metaplanet Inc, perusahaan investasi yang terdaftar di Tokyo, kembali memperkuat posisinya sebagai salah satu pendukung korporasi terbesar Bitcoin.
Hari ini, mereka menambahkan 1.111 BTC senilai $118,2 juta ke dalam cadangan mereka saat harga Bitcoin turun, menurut pengumuman resmi perusahaan.
Akumulasi Mencapai 11.111 BTC
Dengan tambahan terbaru, Metaplanet kini memegang 11.111 BTC, senilai lebih dari $1,07 miliar, menjadikannya salah satu entitas korporat terbesar yang menyimpan aset digital ini.
Rata‑rata biaya per koin untuk akumulasi ini sekitar $95.869, sementara harga belinya $106.408 per BTC. Hal ini menunjukkan strategi beli saat market turun, dengan memanfaatkan volatilitas untuk mengakumulasi.
Kinerja Bitcoin per saham (per fully diluted share) menunjukkan yield 107,9% untuk kuartal berjalan—naik dari 95,6% di Q1 dan melesat dari 309,8% di Q4 2024. Nantinya, ini akan menjadi tolok ukur success dalam akumulasi mereka.
Selain itu, bulan ini Metaplanet mencatat keuntungan4.367 BTC (sekitar $451 juta) dari transaksi treasury, sebuah lonjakan kinerja signifikan.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 23 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Strategi Pendanaan: Obligasi dan Ekuitas
Metaplanet menggunakan instrumen pasar modal—termasuk obligasi zero‑coupon dan penerbitan saham—untuk mendanai pembelian Bitcoin.
Sejak Januari, mereka telah mengeluarkan lebih dari selusin seri obligasi dan hak akuisisi saham, yang sebagian besar diambil oleh EVO FUND.
Kerennya, program ini juga terkait dengan apa yang disebut “210 Million Plan”, di mana lebih dari 210 juta saham diterbitkan untuk mendukung akumulasi BTC .
Target Jangka Panjang: 210.000 BTC pada 2027
Lebih lanjut, Metaplanet menegaskan ambisinya untuk mencapai 210.000 BTC pada akhir tahun 2027. Dengan akumulasi yang sudah naik hampir 28× sejak Desember 2024, mereka sedang berada di jalur untuk meraih target tersebut.
Antara Mei dan Juni 2025 saja, lebih dari $300 juta berhasil diraih melalui obligasi dan hak saham yang semuanya didedikasikan untuk membeli Bitcoin.
Kelebihan & Tantangan Strategi
Kelebihan:
Pendekatan agresif memungkinkan akumulasi besar dengan biaya rata-rata menarik.
Pendanaan kreatif dari obligasi dan saham menjaga leverage korporat tetap sehat.
Kinerja BTC yang potensial menghasilkan value tinggi untuk pemegang saham.
Tantangan:
Fluktuasi harga BTC bisa meningkatkan volatilitas laba per saham.
Kepercayaan investor tergantung pada keberlanjutan yield dan strategi tepat waktu.
Target 210.000 BTC sangat ambisius, memerlukan pendanaan dan eksekusi berkelanjutan.
Perspektif & Implikasi di Industri
Investor institusi kini punya benchmark baru: Metaplanet jadi contoh strategis korporat, mirip MicroStrategy dan Tesla.
Pasar obligasi mengalami inovasi berupa pendanaan aset kripto pakai zero-coupon bond.
Aksi massif seperti ini memberi efek psikologis positif ke market, terutama saat Bitcoin sedang koreksi.
Melalui langkah ini, Metaplanet semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu corporate Bitcoin treasury terbesar di dunia.
Dengan akumulasi 1.111 BTC baru dan penyusunan strategi pendanaan terstruktur, perusahaan ini menunjukkan betapa seriusnya mereka membangun jalur menuju target 210.000 BTC di 2027.
Strategi ini tidak hanya mencetak yield tinggi untuk investor, tetapi juga mencerminkan tren korporasi memasuki kelas aset digital secara sistematis. Namun, tantangan volatilitas dan eksekusi jangka panjang tetap harus diwaspadai.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.