Tag Archives: bitcoin

Masuki Fase Konsolidasi Sehat, Bitcoin Terkoreksi di Level $115.010

Bitcoin (BTC), raja aset kripto dunia, saat ini diperdagangkan di level $115,010.93 per BTC/USD dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,289.69 miliar USD.

Meskipun sempat menorehkan rekor tertinggi baru di level $124,457.12, harga BTC saat ini mengalami sedikit tekanan dengan penurunan -0,47% dalam 24 jam terakhir.

Data ini menandakan volatilitas tinggi tetap menjadi ciri khas utama pasar kripto, meski kapitalisasi pasar yang masif memberi tanda bahwa investor institusional masih sangat dominan dalam menggerakkan harga.

Naik-Turun yang Terukur

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 19 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 19 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Naik Tipis, Harga Bitcoin Bertahan di Atas $118.000

Jika dilihat secara historis dalam beberapa rentang waktu terakhir:

  • Hari ini: harga terkoreksi tipis -0,03% atau sekitar -$34,72.
  • 30 hari terakhir: BTC melemah -2,33% setara -$2,742.62.
  • 60 hari terakhir: justru mencatat kenaikan impresif +10% atau $10,465.43.
  • 90 hari terakhir: penguatan tetap solid di +6,76% atau $7,294.19.

Artinya, meskipun Bitcoin saat ini berada di bawah level ATH, tren jangka menengahnya masih terbilang positif.

Pergerakan harga BTC menunjukkan siklus konsolidasi sehat setelah reli tajam di kuartal sebelumnya.

Kondisi Pasar 24 Jam Terakhir

Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin di Tokocrypto menunjukkan berasal di kisaran $114,470.98 (terendah) hingga $117,050.37 (tertinggi).

Fluktuasi ini relatif wajar bagi aset dengan kapitalisasi pasar raksasa. Adapun volume perdagangan tercatat $67.39 miliar, menandakan minat jual-beli yang masih sangat aktif.

Sementara dari sisi pasokan, saat ini ada 19,91 juta BTC beredar, atau sekitar 94,8% dari total maksimum 21 juta BTC.

Kondisi kelangkaan pasokan ini secara fundamental selalu menjadi katalis bullish jangka panjang, karena setiap kenaikan permintaan dapat langsung memicu apresiasi harga.

Koreksi Sehat atau Awal Tekanan Lebih Dalam?

Jika dicermati lebih dalam, penurunan harga Bitcoin beberapa hari terakhir lebih banyak dipicu oleh faktor makroekonomi.

Data inflasi AS yang lebih tinggi dari ekspektasi memadamkan harapan pemangkasan suku bunga Federal Reserve, sehingga mendorong investor keluar dari aset berisiko termasuk kripto.

Sentimen ini sejalan dengan likuidasi besar-besaran lebih dari $500 juta posisi long di pasar derivatif kripto baru-baru ini.

Namun, koreksi yang terjadi justru masih terukur. BTC masih bertahan di atas area psikologis $115 ribu, dengan level support kuat berada di $114 ribu.

Jika support ini ditembus, ada risiko harga menguji level $111 ribu. Sebaliknya, apabila sentimen makro membaik, Bitcoin berpotensi kembali menguji resistensi $118–120 ribu dalam waktu dekat.

Prediksi Harga Bitcoin

Dalam jangka pendek (1-2 Minggu), Bitcoin kemungkinan akan tetap bergerak sideways di kisaran $114 ribu – $120 ribu.

Katalis utama yang dipantau adalah rilis data inflasi konsumen (CPI) dan keputusan kebijakan moneter The Fed.

Sentimen hawkish dapat menahan BTC di bawah $120 ribu, sementara sinyal dovish akan membuka jalan untuk rebound.

Lalu untuk jangka Menengah (1-3 bulan), momentum kenaikan 60–90 hari terakhir yang masih positif membuat peluang BTC kembali menembus $120 ribu–122 ribu cukup besar.

Namun, reli lanjutan hanya akan berlanjut jika terjadi peningkatan arus masuk institusional melalui ETF Bitcoin spot atau adopsi korporasi.

Terakhir, untuk jangka panjang (hingga akhir tahun), dengan pasokan BTC yang semakin mendekati maksimum dan narasi makro global yang masih mendukung aset lindung nilai digital, target harga optimistis bisa berada di kisaran $130 ribu–135 ribu sebelum penutupan tahun.

Namun, investor perlu waspada terhadap gejolak pasar keuangan global yang dapat memicu koreksi mendalam sewaktu-waktu.

Baca Juga: Kembali ke Trek, Bitcoin Menuju Rekor Harga Tertinggi

Harga Bitcoin saat ini di level $115 ribu mencerminkan fase konsolidasi sehat setelah mencatat rekor tertinggi di atas $124 ribu.

Penurunan tipis jangka pendek lebih disebabkan oleh faktor makro dan bukan melemahnya fundamental BTC. Dengan pasokan mendekati maksimum, volume perdagangan tinggi, serta kapitalisasi pasar raksasa, Bitcoin masih memegang peran dominan sebagai aset digital nomor satu.

Investor jangka panjang tetap bisa melihat koreksi ini sebagai peluang akumulasi, sementara trader jangka pendek perlu mencermati level support $114 ribu dan resistensi $120 ribu sebagai penentu arah berikutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 19 Agustus 2025: Penyebab Bitcoin Koreksi

Pasar kripto hari ini, Selasa (19/8) diramaikan oleh kabar harga Bitcoin jatuh ke $115.130 setelah whale menjual 30.000 BTC senilai $3,45 miliar, dengan level $115.000 menjadi titik krusial yang bisa memicu penurunan lebih lanjut ke $112.526 atau pemulihan ke $117.261.

Sementara itu, saat pasar tertekan, whale justru memborong 29.000 ETH dan menarik lebih dari 600.000 LINK dari bursa, menunjukkan keyakinan pada altcoin tertentu. Di sisi lain, Sekuya menggelar SKYA Tanding Trading dengan hadiah total Rp200 juta bagi peserta yang aktif bertransaksi. Lihat lebih banyak insight di bawah ini:

Harga Bitcoin Turun Karena Holder Besar Menjual Kepemilikannya

  • Penjualan 30.000 BTC senilai $3,45 miliar oleh “whale” sebabkan harga anjlok ke $115.130.
  • Pemegang jangka panjang menjual, menambah tekanan pada harga.
  • Dukungan $115.000 kritis; jika ditembus, harga bisa turun ke $112.526, dengan potensi naik kembali ke $117.261.

Whale Kripto Beli dan Jual Apa Saat Pasar Turun?

  • Pasar turun, Bitcoin di $115.511 dan Ethereum di bawah $4.500.
  • Whale Ethereum borong 29.000 ETH di tengah gejolak pasar.
  • Whale percaya pada Chainlink (LINK), menarik lebih dari 600.000 token dari bursa.

SKYA Tanding Trading Dimulai! Total Hadiah Rp200 Juta!*

3 Altcoin yang Patut Diperhatikan di Pertengahan Agustus 2025

  • 1INCH bisa naik ke $0,273; dukungan di $0,241, potensi di $0,311.
  • OKB naik 28% ke $119 setelah pasokan dikurangi; target $143, dukungan $105.
  • CYBER di $2,79 setelah listing di Upbit; target $2,99–$3,39, dukungan di $2,38 dan $1,85.

Poin Penting Peristiwa Ekonomi AS Minggu Ini

  • Risalah FOMC hari Rabu: Petunjuk kebijakan suku bunga The Fed, berdampak pada Bitcoin.
  • Klaim pengangguran hari Kamis: Memengaruhi ekspektasi suku bunga, berdampak pada Bitcoin dan Ethereum.
  • Pidato Powell hari Jumat: Berpotensi picu volatilitas pasar kripto.

Baca juga: Tutorial Mudah Buat Jurnal Investasi & Trading + Template Google Sheet Gratis!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Merosot Tajam: Analisis Penyebab di Balik Penurunan ke $115 Ribu

Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan signifikan setelah sempat mencatatkan reli positif dalam dua bulan terakhir.

Berdasarkan data terbaru via Tokocrypto, Bitcoin diperdagangkan pada kisaran $115.226,24 per BTC, turun -2,43% dalam 24 jam terakhir.

Kapitalisasi pasarnya kini berada di level $2,293,92 miliar, dengan volume perdagangan harian mencapai $55,49 miliar.

Penurunan ini cukup mengejutkan karena terjadi setelah Bitcoin sempat stabil di atas level psikologis $118 ribu dan bahkan mencatatkan rekor tertinggi baru di $124.457,12 beberapa pekan lalu.

Apa yang sebenarnya terjadi di balik penurunan harga aset digital terbesar di dunia ini?

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 17 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 18 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Naik Tipis, Harga Bitcoin Bertahan di Atas $118.000

Tekanan Jangka Pendek: Profit Taking Investor

Salah satu faktor utama penurunan harga BTC adalah fenomena profit taking. Setelah Bitcoin mencapai harga puncak sepanjang masa di atas $124 ribu, banyak investor memilih merealisasikan keuntungan.

Hal ini menekan harga secara signifikan dalam perdagangan jangka pendek, terutama karena sebagian besar trader ritel bereaksi cepat terhadap volatilitas harga.

Data perdagangan menunjukkan bahwa dalam 24 jam terakhir, BTC sempat menyentuh level terendah $115.067,24 sebelum kembali bertahan di atas $115 ribu. Gerakan ini memperlihatkan adanya tekanan jual yang cukup besar di pasar.

Koreksi Pasar Setelah Reli Panjang

Dalam 60 hingga 90 hari terakhir, Bitcoin sebenarnya masih mencatatkan kinerja positif. Harga BTC mengalami kenaikan +9,63% dalam 60 hari dan +8,48% dalam 90 hari.

Namun, dalam satu minggu terakhir, BTC justru terkoreksi -5,48%, menandakan adanya fase konsolidasi.

Koreksi seperti ini lazim terjadi setelah reli panjang. Pasar kripto, yang dikenal sangat volatil, cenderung memasuki fase “pendinginan” setelah mencatatkan lonjakan signifikan.

Dengan kapitalisasi pasar yang begitu besar, pergerakan harga dalam beberapa ribu dolar saja bisa berdampak pada sentimen global.

Faktor Eksternal: Suku Bunga dan Regulasi

Selain faktor internal pasar, penurunan harga BTC juga dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi global. Ketidakpastian terkait suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) masih menjadi salah satu momok bagi aset berisiko, termasuk kripto.

Investor global masih berhati-hati karena adanya spekulasi bahwa The Fed bisa menunda pemangkasan suku bunga di tengah inflasi yang belum sepenuhnya terkendali.

Situasi ini membuat dana institusional cenderung parkir pada aset yang lebih aman seperti obligasi atau emas, bukan Bitcoin.

Selain itu, kabar mengenai regulasi ketat di beberapa negara juga turut menambah tekanan. Misalnya, beberapa otoritas keuangan kembali menyoroti aktivitas perdagangan derivatif kripto yang dianggap berisiko tinggi.

Sentimen regulasi ini cenderung membuat investor besar cenderung wait and see.

Psikologis Pasar: Level Support $115 Ribu

Secara teknikal, level $115 ribu kini menjadi titik support penting bagi Bitcoin.

Jika harga menembus ke bawah level ini, maka ada kemungkinan BTC akan melanjutkan penurunan hingga mendekati $112 ribu atau bahkan lebih rendah.

Namun, jika BTC berhasil bertahan dan rebound dari area $115 ribu, investor bisa kembali melihat momentum bullish baru.

Saat ini, sekitar 94,8% pasokan total Bitcoin telah beredar, dengan suplai sirkulasi mencapai 19,91 juta BTC dari maksimal 21 juta BTC.

Keterbatasan suplai inilah yang masih menjadi daya tarik jangka panjang bagi investor.

Apakah Saatnya Beli atau Tunggu?

Bagi investor jangka panjang, koreksi harga seperti ini bisa dianggap sebagai peluang akumulasi.

Selama fundamental Bitcoin tidak berubah dengan jumlah pasokan terbatas dan adopsi institusional yang terus meningkat, potensi pertumbuhan di masa depan masih besar.

Namun, untuk trader jangka pendek, volatilitas tetap menjadi tantangan. Dengan perubahan harga -2,54% dalam sehari dan -5,48% dalam sepekan, strategi yang lebih hati-hati sangat diperlukan, terutama dengan manajemen risiko yang ketat.

Baca Juga: Harga Bitcoin Tertahan $117 Ribu: Tanda Kekuatan atau Awal Koreksi?

Penurunan harga Bitcoin ke kisaran $115 ribu bukanlah tanda melemahnya fundamental aset digital ini, melainkan bagian dari dinamika pasar yang wajar setelah reli besar.

Tekanan profit taking, ketidakpastian makroekonomi global, serta faktor regulasi menjadi pemicu utama koreksi kali ini.

Meski demikian, dengan pasokan terbatas dan posisi dominan sebagai aset kripto nomor satu di dunia, Bitcoin masih dipandang sebagai instrumen investasi yang menjanjikan di jangka panjang.

Investor disarankan tetap bijak membaca momentum, karena di balik setiap koreksi besar, selalu ada peluang yang bisa dimanfaatkan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Likuidasi Altcoin Melebihi Bitcoin, Menandai Pergeseran Spekulasi Pasar

Altcoin secara resmi telah melampaui Bitcoin dalam likuidasi kumulatif di Binance, menandai perubahan besar dalam minat spekulatif pasar kripto.

Menurut analis pasar, Joao Wedson, data tahun 2025 menunjukkan bahwa trader kini mengambil lebih banyak risiko pada altcoin dibandingkan Bitcoin. Hal ini berbanding terbalik dengan tren tahun 2024, di mana Bitcoin masih mendominasi aktivitas likuidasi.

Dari Bitcoin ke Altcoin

Baca juga: Altcoin Terbaik Saat Bitcoin Turun: Diversifikasi Saat Pasar Lesu

Pada 2024, Bitcoin memimpin likuidasi, dengan volume posisi yang jauh lebih besar dibandingkan gabungan altcoin. Namun sejak Januari 2025, tren mulai bergeser. Likuidasi altcoin meningkat tajam dan perlahan mengikis dominasi Bitcoin.

Puncaknya terjadi pada Juli 2025, ketika altcoin mencatat lonjakan likuidasi pada posisi beli maupun jual, mendorong Delta Likuidasi Kumulatif BTC vs Altcoin di Binance ke titik terendah baru. Wedson menegaskan bahwa Juli menjadi titik balik, saat altcoin untuk pertama kalinya menyalip Bitcoin dalam aktivitas likuidasi.

Sinyal Minat Trader

Dilaporkan Cryptodnes, fenomena ini mencerminkan pergeseran sentimen yang lebih dalam di kalangan pelaku pasar. Trader kini berspekulasi lebih agresif pada altcoin, terdorong oleh volatilitas tinggi dan peluang keuntungan yang lebih besar.

“Semakin banyak trader yang dilikuidasi, semakin jelas pesannya — permintaan dan aktivitas perdagangan altcoin meningkat, melampaui BTC dalam hal minat spekulatif,” ujar Wedson.

Implikasi ke Depan

Secara historis, peningkatan likuidasi altcoin sering bertepatan dengan awal musim altcoin, yakni periode ketika modal bergeser dari Bitcoin ke altcoin. Periode ini kerap diikuti dengan reli harga eksplosif pada token-token berkapitalisasi kecil.

Lonjakan likuidasi altcoin kali ini bisa menjadi sinyal bahwa pasar memasuki fase rotasi spekulatif baru. Dengan dominasi Bitcoin yang masih berada di atas 59% namun mulai datar, analis memperkirakan volatilitas altcoin berpotensi menjadi penggerak utama pasar kripto di kuartal berikutnya.

Baca juga: Prediksi Harga Solana: SOL Bisa Pimpin Reli Altcoin, Target $250?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli



Sumber : news.tokocrypto.com

Naik Tipis, Harga Bitcoin Bertahan di Atas $118.000

Pasar kripto kembali menyoroti pergerakan harga Bitcoin (BTC) yang saat ini diperdagangkan di kisaran $118,171.16 per BTC/USD.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,352.49 miliar dan volume perdagangan harian sebesar $46.41 miliar, Bitcoin masih menunjukkan dominasinya sebagai aset digital nomor satu dunia.

Namun, di balik stabilitas harga hari ini, muncul pertanyaan penting: apakah ini pertanda konsolidasi menuju tren baru, atau justru fase jeda sebelum terjadi koreksi lebih dalam?

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 17 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 17 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Harga Bitcoin Tertahan $117 Ribu: Tanda Kekuatan atau Awal Koreksi?

Performa Harian: Stabilitas di Tengah Tekanan

Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin mencatat kenaikan tipis +0.22% atau setara $256.57. Selama periode ini, BTC bergerak di rentang harga terendah $117,271.95 hingga tertinggi $118,247.45.

Angka tersebut menegaskan bahwa pasar sedang berada dalam fase konsolidasi ketat, di mana pelaku pasar masih menunggu pemicu baru untuk menentukan arah selanjutnya.

Meski terlihat tenang, pergerakan kecil seperti ini sering kali menjadi sinyal adanya “akumulasi” di balik layar, terutama oleh investor institusional yang memanfaatkan momentum harga stabil untuk memperkuat posisi.

Tren Jangka Pendek: Fluktuasi Minim, Minat Masih Tinggi

Data riwayat harga menunjukkan performa campuran:

  • Hari ini: +0.22%
  • 7 hari terakhir: -0.13%
  • 30 hari terakhir: -1.94%
  • 60 hari terakhir: +11.97%
  • 90 hari terakhir: +14.73%

Meski pergerakan jangka pendek cenderung stagnan, tren dalam 2–3 bulan terakhir tetap menunjukkan kinerja positif.

Artinya, Bitcoin berhasil menjaga momentum kenaikan meski sempat mengalami tekanan korektif dalam sebulan terakhir.

Yang menarik, rekor harga tertinggi BTC masih tercatat di $124,457.12, hanya terpaut sekitar 5% dari level saat ini.

Hal ini menunjukkan potensi besar bagi Bitcoin untuk menguji ulang level tertinggi tersebut jika sentimen pasar membaik.

Kapitalisasi Pasar & Pasokan: Nyaris Maksimal

Bitcoin saat ini memiliki sirkulasi pasokan 19.91 juta BTC, atau sekitar 94.8% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

Kondisi ini mempertegas karakteristik BTC sebagai aset deflasi. Semakin mendekati suplai maksimal, semakin langka pula koin yang tersedia di pasar.

Kapitalisasi pasar penuh yang diencerkan (fully diluted market cap) bahkan mencapai $2,480.84 miliar, menegaskan dominasi Bitcoin dibandingkan ribuan altcoin yang ada.

Fakta ini membuat BTC tetap menjadi “penyimpan nilai digital” yang paling dipercaya, bahkan di tengah volatilitas tinggi pasar kripto.

Faktor Pendorong & Sentimen Global

Beberapa faktor yang berpotensi memengaruhi harga Bitcoin dalam waktu dekat meliputi:

  1. Kebijakan Moneter AS – Suku bunga dan kebijakan The Fed masih menjadi sorotan utama. Jika inflasi terkendali, investor cenderung kembali ke aset berisiko seperti kripto.
  2. ETF Bitcoin Spot – Lonjakan minat pada produk ETF di berbagai bursa global menjadi pendorong adopsi lebih luas. Arus masuk modal institusional bisa menjadi katalis besar.
  3. Ketidakpastian Geopolitik – Dari perang dagang hingga pertemuan diplomatik tingkat tinggi, faktor geopolitik sering kali menjadi pemicu volatilitas mendadak di pasar kripto.
  4. Halving Bitcoin 2024-2025 – Meski sudah lewat, dampaknya masih terasa. Penurunan suplai baru biasanya mendukung tren kenaikan harga jangka panjang.

Apakah Bitcoin Akan Menguji Ulang ATH?

Banyak analis meyakini Bitcoin berada pada fase krusial. Jika mampu menembus kembali level $120.000–$124.000, peluang untuk mencetak rekor baru semakin terbuka lebar.

Namun, jika gagal bertahan di atas $117.000, risiko koreksi ke area $110.000–$112.000 juga tidak bisa diabaikan.

Di sisi lain, stabilitas Bitcoin di atas $118.000 menjadi sinyal positif bagi investor ritel. Harga yang relatif tenang memberi kesempatan untuk melakukan strategi Dollar Cost Averaging (DCA), terutama bagi mereka yang berinvestasi jangka panjang.

Baca Juga: Koreksi Tipis, Harga Bitcoin Tetap Perkasa di Atas $119 Ribu

Secara keseluruhan, Bitcoin saat ini berada di titik keseimbangan yang menarik: cukup stabil untuk dianggap sebagai aset matang, namun tetap menyimpan potensi volatilitas yang menjadi daya tarik bagi para trader.

Dengan kapitalisasi pasar raksasa, suplai yang semakin terbatas, dan dukungan institusional melalui ETF, Bitcoin masih memegang mahkota sebagai “raja kripto”.

Pertanyaan besarnya kini adalah: apakah BTC siap melanjutkan perjalanan menuju level tertinggi baru, atau justru sedang menyiapkan panggung untuk koreksi lebih dalam?

Jawabannya kemungkinan akan terjawab dalam beberapa pekan ke depan, seiring munculnya katalis makroekonomi dan geopolitik global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Altcoin Terbaik Saat Bitcoin Turun: Diversifikasi Saat Pasar Lesu

Saat Bitcoin mengalami penurunan, pasar kripto juga cenderung ikut turun. Namun di balik penurunan BTC, ada peluang tersembunyi di altcoin yang justru bisa jadi penyelamat portofolio lho!

Yuk, kenali strategi diversifikasi yang cocok saat Bitcoin sedang turun.

Hal yang Perlu Kamu Tahu Saat Bitcoin Turun

Pergerakan harga Bitcoin menjadi penentu pergerakan harga aset kripto lainnya—atau sering disebut dengan altcoin.

Ketika Bitcoin turun misalnya, sebagian besar altcoin biasanya ikut merosot karena pasar masih sangat dipengaruhi oleh pergerakan BTC. Fenomena ini biasanya bisa dilihat dari tingginya dominasi Bitcoin (BTC.D), yaitu seberapa kapitalisasi pasar Bitcoin dibanding altcoin.

Melakukan diversifikasi portofolio kriptomu ke beberapa altcoin bisa jadi opsi menarik untuk mengantisipasi akan adanya rotasi modal yang awalnya modal secara dominan ada di Bitcoin, beralih ke altcoin lain yang ada di pasar kripto.

Rotasi ini biasanya terjadi setelah Bitcoin mengalami reli atau konsolidasi, di mana investor mencari peluang keuntungan lebih besar di altcoin yang memiliki fundamental kuat.

Baca juga: Sejarah Singkat Bitcoin Dominance

Sebelum Diversifikasi, Pahami Dulu Dominasi Bitcoin (BTC.D)

Secara sederhana, dominasi Bitcoin (BTC.D)  adalah persentase kapitalisasi pasar Bitcoin dibandingkan dengan total kapitalisasi pasar seluruh aset kripto.

Misalnya: Kalau total pasar kripto bernilai $3 triliun dan Bitcoin menyumbang $1,8 triliun, maka dominasi Bitcoin adalah 60%.

Dominasi ini bisa menjadi sinyal untuk kamu menentukan apakah lebih baik diversifikasi ke altcoin potensial sebagai diversifikasi yang agresif atau ke altcoin dengan backed asset sebagai diversifikasi yang defensif.

Baca juga: Apa itu Alt Season Index dan Bagaimana Cara Membacanya?

Skenario Potensi Penurunan BTC.D 

Jika Bitcoin mengalami penurunan dan indikator teknikal menunjukkan potensi penurunan dominasi Bitcoin—misal; karena BTC.D terlihat rejected di level resistance. Rotasi modal biasanya akan terjadi, di mana dana yang semula terkonsentrasi di Bitcoin mulai mengalir ke altcoin berfundamental kuat.

Maka ini bisa jadi peluang untuk masuk ke altcoin besar yang potensial seperti Ethereum (ETH), Binance Coin (BNB), atau Solana (SOL).

Skenario Potensi Kenaikan BTC.D 

Jika dominasi Bitcoin tinggi, pasar lesu, dan grafik BTC.D justru terlihat akan terus menanjak, maka altcoin berisiko jatuh lebih dalam saat BTC melemah. Dalam kondisi ini, pilihan yang lebih aman adalah diversifikasi ke altcoin dalam bentuk stablecoin seperti USDT, USDC, atau bahkan aset lindung nilai seperti PAX Gold (PAXG)—sebagai diversifikasi dari volatilitas yang sedang terjadi.

Altcoin Terbaik untuk Hedging

Ketika pasar kripto melemah beberapa altcoin didesain untuk melindungi nilai portofolio dari volatilitas, sehingga disebut sebagai instrumen hedging. Tiga di antaranya adalah stablecoin populer dan aset kripto berbasis emas berikut:

USDT (Tether)

Pergerakan harga TetherUS (USDT/Rupiah) pada Minggu, 17 Agustus 2025.

USDT adalah stablecoin terbesar di dunia dengan kapitalisasi pasar lebih dari $100 miliar. Koin ini dipatok 1:1 terhadap dolar AS, sehingga nilainya relatif stabil meski harga Bitcoin dan altcoin lain turun drastis. Karena likuiditasnya sangat tinggi, USDT sering menjadi pilihan utama investor global maupun Indonesia untuk parkir dana sementara sebelum kembali membeli aset lain.

USDC (USD Coin)

Pergerakan harga USD Coin (USDC/Rupiah) pada Minggu, 17 Agustus 2025.

Mirip dengan USDT, USDC juga dipatok ke dolar AS dengan rasio 1:1. Bedanya, USDC dikelola oleh Circle dan Coinbase melalui konsorsium Centre, sehingga lebih fokus pada transparansi cadangan aset. Bagi investor yang mengutamakan kejelasan regulasi dan tingkat keamanan lebih tinggi, USDC bisa menjadi alternatif hedging selain USDT.

PAX Gold (PAXG)

Pergerakan harga Pax Gold (PAXG/Rupiah) pada Minggu, 17 Agustus 2025.

Berbeda dengan stablecoin dolar, PAX Gold dipatok 1:1 dengan emas fisik yang disimpan di brankas London. Artinya, setiap 1 PAXG merepresentasikan kepemilikan emas nyata. Keunggulannya, PAXG bisa diperdagangkan layaknya kripto, tapi nilainya akan tetap mengikuti harga emas dunia—meskipun ketika harga pasar kripto turun. Saat pasar yang dianggap berisiko seperti kripto jatuh, emas sering menjadi aset pelindung nilai (safe haven), sehingga cocok untuk opsi diversifikasi portofolio kamu.

Baca juga: Senat AS Loloskan GENIUS Act: Regulasi Federal Pertama untuk Stablecoin

Altcoin Terbaik untuk Rally Setelah Bitcoin

Berdasarkan sejarah pergerakan pasar, ada beberapa altcoin yang konsisten mengalami kenaikan setelah fase dominasi Bitcoin melemah. Berikut altcoin yang layak diperhatikan:

Ethereum (ETH)

Grafik perbandingan pergerakan harga Ethereum dan Bitcoin. Sumer data: CoinMarketCap.

Secara historis, Ethereum hampir selalu memimpin altcoin season setelah Bitcoin selesai reli besar. Misalnya, pada 2021, ketika ETH mencetak ATH di $4.800 beberapa minggu setelah Bitcoin mencapai puncak $69.000. Pola yang sama juga terjadi pada tahun 2025 dimana ETH reli setelah Bitcoin menembus beberapa kali ATH. Hal ini menunjukkan bahwa ETH cenderung menjadi “pemimpin” rotasi modal dari BTC ke altcoin.

Baca juga: Dampak Berita Terhadap Pergerakan Harga ETH: Penyebab dan Contoh Kasus

XRP (Ripple)

Grafik perbandingan pergerakan harga XRP dan Bitcoin. Sumer data: CoinMarketCap.

XRP punya sejarah unik: lonjakannya sering datang belakangan, setelah konsolidasi panjang. Pada 2021 misalnya, meski sempat terpukul oleh kasus hukum dengan SEC, XRP tetap mencatat reli besar setelah BTC. Begitu pula pada akhir 2024, setelah mengalami konsolidasi selama beberapa tahun XRP mengalami kenaikan setelah BTC. Ini membuktikan bahwa XRP sering jadi target rotasi modal.

Solana (SOL)

Grafik perbandingan pergerakan harga Solana dan Bitcoin. Sumer data: CoinMarketCap.

Solana cenderung lebih volatil daripada Bitcoin: jatuh lebih dalam saat bear market, tapi juga naik lebih tajam saat ada rotasi modal ke altcoin. Di 2024–2025, SOL sempat menyaingi dan bahkan melampaui performa BTC, namun akhirnya ditutup dengan selisih lebih rendah. Pola ini konsisten dengan historis altcoin season—SOL reli setelah Bitcoin melemah, tapi dengan risiko fluktuasi yang lebih tinggi.

Binance Coin (BNB)

Grafik perbandingan pergerakan harga BNB dan Bitcoin. Sumer data: CoinMarketCap.

Masuk dalam ekosistem Binance, membuat BNB selalu dibutuhkan—baik untuk membayar biaya transaksi, staking, maupun berbagai layanan lainnya. BNB masih stabil di top 5 kripto, likuiditas tinggi, dan meski kenaikan tidak setajam SOL atau XRP, BNB tetap jadi pilihan investor saat rotasi modal terjadi pasca-Bitcoin.

Baca juga: 3 Strategi Buy the Dip Bitcoin yang Bisa Dicoba Saat Pasar Lesu

TRON (TRX)

Grafik perbandingan pergerakan harga Tron dan Bitcoin. Sumer data: CoinMarketCap.

Jika dibandingkan altcoin lain, Tron (TRX) tidak selalu jadi bintang utama rally setelah Bitcoin, tapi justru punya kelebihan dalam hal daya tahan pasar berkat pasar stablecoin yang sering menggunakan Tron sebagai jaringan utama untuk mengirim aset—TRX memproses lebih dari 51% dari seluruh USDT yang beredar. TRX dapat diposisikan sebagai altcoin jangka panjang dengan risiko lebih rendah dibanding SOL, namun tidak setajam ETH dalam memimpin altseason.

Bagaimana Strategi Beli untuk Diversifikasi Saat Pasar Lesu?

Saat pasar kripto lesu, strategi terbaik bukanlah menebak kapan harga mencapai titik terendah, melainkan membangun portofolio secara bertahap.

Salah satu cara yang bisa kamu gunakan adalah metode Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu membeli aset kripto dengan jumlah tetap secara rutin, misalnya mingguan atau bulanan—dengan DCA, kamu tidak perlu khawatir soal timing, karena harga beli otomatis diratakan dari waktu ke waktu. 

Berikut langkah-langkah untuk melakukan pembelian Dollar Cost Averaging (DCA) dengan minimal deposit Rp50.000 di Tokocrypto:

  1. Buka Aplikasi Tokocrypto dan masuk ke menu “DCA”
  2. Pilih token/koin yang ingin dibeli secara berkala, lalu tekan “Pratinjau Paket”.
  3. Isi nominal jumlah mata uang yang diinginkan untuk membeli token/koin. Minimal pembelian Rp 20.000.
  4. Atur pembelian berkala harian, Mingguan dan pilihan lainnya. Jika sudah selesai, tekan “Berikutnya”.
  5. Setelah sudah dipastikan benar, tekan “Checklist” pada bagian persetujuan dan pilih “Berikutnya” untuk menyimpan pembelian berkala kamu.

Baca juga: Cara Menggunakan Sinyal Trading di Aplikasi Tokocrypto atau gabung Telegram Official Tokocrypto untuk diskusi analisa sinyal harian bersama trader lain.

Kesimpulan

Saat harga Bitcoin turun, kamu bisa melakukan diversifikasi ke altcoin—baik dengan stablecoin sebagai lindung nilai saat pasar turun atau menilik potensi rotasi modal yang akan terjadi dengan memposisikan diversifikasi di altcoin potensial.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Tertahan $117 Ribu: Tanda Kekuatan atau Awal Koreksi?

Setelah Nyaris mendekati harga tertinggi sepanjang sejarah, raja aset kripto Bitcoin (BTC) dipaksa mengalami penurunan tipis, namun tetap bertahan di level tinggi.

Pergerakan harga Bitcoin terbaru menunjukkan BTC saat ini berada di $117,687.09 per BTC, turun sekitar -1.03% dalam 24 jam terakhir.

Meski demikian, kapitalisasi pasar Bitcoin tetap mencengangkan di angka $2.34 triliun USD, dengan volume perdagangan harian mencapai $66.16 miliar USD.

Baca Juga: Koreksi Tipis, Harga Bitcoin Tetap Perkasa di Atas $119 Ribu

Stabil di Tengah Gejolak Pasar

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin diperdagangkan di rentang $116,864.57 (terendah) hingga $119,332.31 (tertinggi).

Angka ini menunjukkan volatilitas yang relatif wajar untuk aset sebesar BTC, apalagi jika dibandingkan dengan altcoin lain yang sering bergerak lebih liar.

Menariknya, jika menengok ke belakang, performa BTC dalam 30 hari terakhir justru mencatat sedikit koreksi sebesar -0.57%, atau turun sekitar $671.54.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 16 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 16 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Namun, jika dilihat dalam jangka lebih panjang, Bitcoin masih menguat cukup signifikan, yakni +9.73% dalam 60 hari terakhir dan +13.75% dalam 90 hari terakhir.

Ini menegaskan bahwa meski ada koreksi jangka pendek, tren jangka menengah Bitcoin masih condong positif.

Rekor Tertinggi Masih Mengintai

Sejauh ini, harga tertinggi sepanjang sejarah Bitcoin (ATH) berada di level $124,457.12. Dengan harga saat ini di sekitar $117 ribu, BTC hanya terpaut sekitar 6% dari rekor tertinggi.

Pertanyaan besar bagi investor dan trader adalah: apakah Bitcoin siap menembus ATH baru dalam waktu dekat, atau justru akan terkoreksi lebih dalam?

Faktor eksternal seperti regulasi, kebijakan suku bunga bank sentral, serta adopsi institusional menjadi penentu arah pergerakan.

Data terbaru dari Tokocrypto menunjukkan semakin banyak perusahaan besar yang menambah eksposur terhadap BTC, baik melalui spot ETF maupun investasi langsung. Hal ini tentu bisa menjadi katalis bullish.

Pasokan Terbatas, Permintaan Meningkat

Salah satu kekuatan fundamental Bitcoin terletak pada mekanisme pasokannya yang terbatas. Saat ini, jumlah sirkulasi BTC mencapai 19.91 juta koin, mendekati batas maksimum 21 juta koin. Artinya, hanya tersisa sekitar 1,09 juta BTC yang belum ditambang.

Dengan tingkat adopsi yang kian meningkat, kelangkaan ini menjadi faktor utama yang menjaga harga Bitcoin tetap tinggi.

Ditambah lagi, halving Bitcoin berikutnya yang diperkirakan terjadi pada 2028 akan semakin memperketat suplai baru yang masuk ke pasar.

Sentimen Pasar: Antara Optimisme dan Kewaspadaan

Meski jangka pendek BTC mengalami penurunan, sebagian besar analis melihatnya sebagai konsolidasi sehat setelah reli panjang. Pergerakan +0.74% dalam 7 hari terakhir menandakan adanya dorongan beli yang masih aktif.

Namun, risiko tetap ada. Investor jangka pendek harus mewaspadai potensi koreksi yang lebih dalam jika BTC gagal mempertahankan level support di sekitar $116 ribu. Jika level ini ditembus, peluang penurunan ke kisaran $113 ribu hingga $110 ribu terbuka lebar.

Sebaliknya, jika BTC mampu menembus level resistance $120 ribu dengan volume tinggi, jalan menuju rekor ATH baru akan semakin dekat.

Baca Juga: Koreksi Tipis, Harga Bitcoin Tetap Perkasa di Atas $119 Ribu

Dengan harga saat ini di $117,687.09, Bitcoin menunjukkan ketahanan luar biasa di tengah pasar kripto yang penuh gejolak.

Meski harga Bitcoin turun tipis dalam 24 jam terakhir, BTC masih berada dalam jalur positif secara jangka menengah.

Bagi investor jangka panjang, momen ini bisa menjadi kesempatan untuk akumulasi sebelum BTC benar-benar menembus rekor tertinggi baru.

Namun bagi trader harian, disiplin membaca support dan resistance tetap kunci agar tidak terjebak dalam volatilitas.

Satu hal yang jelas, Bitcoin terus membuktikan dirinya sebagai aset digital paling dominan, dengan kapitalisasi pasar fantastis $2.34 triliun dan posisi kokoh di puncak daftar kripto global.

Apakah ini saat yang tepat untuk masuk, atau justru menunggu koreksi lebih dalam? Jawabannya bergantung pada strategi dan profil risiko masing-masing investor. Yang pasti, Bitcoin masih menjadi primadona utama yang tak bisa diabaikan dalam dunia kripto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Koreksi Tipis, Harga Bitcoin Tetap Perkasa di Atas $119 Ribu

Bitcoin (BTC) kembali menjadi pusat perhatian pasar kripto setelah mencatat penurunan tipis dalam 24 jam terakhir.

Perlu dicatat, harga Bitcoin saat ini di Tokocrypto pada Jumat (15/8) berada di $119,160.23 per koin, atau turun 2,13% dari hari sebelumnya.

Meskipun terkoreksi, harga Bitcoin masih berada di atas level psikologis $119 ribu, menunjukkan bahwa sentimen pasar secara keseluruhan tetap optimis.

Baca Juga: Kembali ke Trek, Bitcoin Menuju Rekor Harga Tertinggi

Pergerakan Harga Terbaru

Dalam perdagangan 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di rentang harga $117,254.88 (terendah) hingga $122,071.91 (tertinggi).

Meski terkoreksi dari puncak, BTC tetap mencatat kenaikan 2,21% dalam sepekan terakhir. Jika melihat tren jangka menengah:

  • 30 hari terakhir: naik 0,86% atau $1.014,73.
  • 60 hari terakhir: naik 11,78% atau $12.572,32.
  • 90 hari terakhir: naik 15,29% atau $15.821,35.

Rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) BTC tercatat di $124,457.12, yang berarti harga saat ini hanya terpaut sekitar 4% dari level puncak tersebut.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 15 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 15 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Kapitalisasi Pasar Masih Raksasa

Dengan harga saat ini, kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai $2,372.08 miliar USD (sekitar Rp 38.000 triliun), mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia.

Volume perdagangan harian BTC mencapai $97,40 miliar, menunjukkan likuiditas pasar yang sangat tinggi.

Pasokan yang beredar saat ini berada di 19,91 juta BTC, atau 94,79% dari total maksimum 21 juta BTC. Artinya, ruang pertumbuhan pasokan semakin terbatas, yang secara historis berkontribusi pada tekanan harga naik di masa depan.

Analisis Sentimen Pasar

Penurunan 2,13% dalam sehari bisa dianggap wajar di pasar kripto yang terkenal volatil. Beberapa faktor yang memengaruhi harga BTC saat ini meliputi:

  1. Pengambilan Keuntungan – Setelah reli mendekati rekor tertinggi, sebagian trader memilih untuk menjual dan mengamankan keuntungan.
  2. Faktor Makroekonomi – Pergerakan dolar AS, kebijakan suku bunga The Fed, dan data inflasi global sering memengaruhi harga aset kripto.
  3. Permintaan Institusional – Meski ada koreksi, minat dari investor institusional melalui ETF Bitcoin masih terbilang kuat.

Prospek Jangka Pendek

Secara teknikal, selama BTC mampu bertahan di atas support $117 ribu, tren naik jangka menengah masih terjaga.

Jika momentum beli kembali menguat, BTC berpotensi menguji ulang resistance di $122 ribu dan bahkan mencoba menembus ATH $124,457.12.

Namun, jika tekanan jual meningkat, BTC bisa menguji level support berikutnya di $115 ribu. Investor disarankan untuk tetap memperhatikan volume perdagangan, karena pergerakan signifikan biasanya didorong oleh lonjakan volume.

Mengapa Level $119 Ribu Penting?

Level harga ini bukan sekadar angka psikologis, tetapi juga berada di area konsolidasi yang sering menjadi titik akumulasi bagi investor besar.

Pada fase ini, pergerakan harga cenderung membentuk pola sideway sebelum menentukan arah selanjutnya.

Jika tekanan beli berhasil mendorong harga kembali mendekati $122 ribu, peluang breakout akan meningkat. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan level $119 ribu bisa memicu koreksi lebih dalam.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 14 Agustus 2025: Bitcoin Mencetak Rekor Baru!!!

Meski mengalami koreksi tipis, Bitcoin tetap menunjukkan kekuatan fundamental yang solid:

  • Harga masih jauh di atas rata-rata 90 hari.
  • Kapitalisasi pasar tetap perkasa di atas $2,3 triliun.
  • Pasokan mendekati batas maksimum, yang berpotensi menekan harga ke atas di masa depan.

Bagi investor jangka panjang, koreksi seperti ini sering dianggap sebagai peluang untuk akumulasi. Namun, volatilitas pasar kripto yang tinggi menuntut strategi manajemen risiko yang disiplin.

Dengan perkembangan pasar global, adopsi institusional yang meningkat, dan pasokan yang semakin langka, Bitcoin tetap menjadi primadona di dunia aset digital.

Pertanyaannya, apakah kita akan segera melihat rekor harga baru dalam waktu dekat?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 15 Agustus 2025: Data PPI AS Bikin Bitcoin Koreksi

Pasar kripto hari ini, Jumat (15/8) diramaikan oleh kabar Data PPI AS yang naik ke 3,3% memicu sentimen bearish dan menekan harga Bitcoin di bawah $120.000, tepat setelah menyentuh rekor tertinggi.

Sementara itu, BNB diprediksi mengincar $1.000 berkat lonjakan treasury dan terbentuknya pola cup-and-handle, sementara SKL yang sempat naik 100% dalam sepekan kini menghadapi tekanan dari tiga metrik bearish, termasuk aksi ambil untung whale. Lihat lebih banyak insight di bawah ini:

Data PPI AS Menguat di 3,3%, Harga Bitcoin Anjlok

  • PPI AS jauh melampaui ekspektasi, yang memicu sentimen bearish di pasar.
  • Harga BTC turun di bawah $120.000 setelah dirilisnya laporan tersebut.
  • Hal ini terjadi tepat saat BTC mencapai titik tertinggi sepanjang masa.

Harga BNB mengincar $1.000 karena lonjakan treasury dan harapan ETF

  • Harga BNB diprediksi bakal menuju $1.000.
  • Perusahaan treasury BNB meningkat.
  • Harga BNB membentuk pola cup-and-handle.

Main Game TAP-TAP Bisa Dapat Hadiah Rp50 JUTA?!

Tiga Metrik Bearish Mengancam Reli Harga SKL

  • Harga SKL naik 100% dalam seminggu, mencapai $0,039 setelah lonjakan harian 44%.
  • Aktivitas koin yang tidak aktif melonjak 420%, menandakan risiko ambil untung.
  • Whale memangkas 130 juta SKL; cadangan devisa naik 2,44% dalam 24 jam.

Kekhawatiran Dogecoin FOMO? Perhatikan Katalis Agustus

  • Volume perdagangan DOGE di Agustus lampaui $4 miliar.
  • Arus bersih berubah positif, menyerupai pola pra-2024.
  • Peningkatan hashrate penambang tunjukkan kepercayaan jaringan.

Baca juga: Tutorial Mudah Buat Jurnal Investasi & Trading + Template Google Sheet Gratis!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Sentuh Rekor Baru di Atas $124 Ribu: Sinyal Bullish Menguat

Pasar kripto kembali memanas setelah Bitcoin (BTC) menembus rekor harga tertinggi sepanjang sejarah di $124.457,12.

Kenaikan ini mengukuhkan posisi Bitcoin sebagai aset digital paling bernilai di dunia dengan kapitalisasi pasar yang kini mencapai $2,45 triliun USD, menguasai dominasi pasar kripto global.

Lonjakan Harian yang Signifikan

Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin tercatat naik +3,37%, atau setara dengan $3.996,65 per koin.

Harga pembukaan harian berada di kisaran $118.939,63 sebelum melesat hingga menyentuh level tertinggi barunya.

Pergerakan ini juga mendorong minat beli di kalangan investor institusional maupun ritel, mengingat tren bullish yang semakin jelas terlihat.

Volume perdagangan Bitcoin dalam sehari terakhir mencapai $96,59 miliar USD, menandakan likuiditas pasar yang sangat sehat dan tingginya aktivitas jual-beli di berbagai bursa global.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 14 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 14 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 14 Agustus 2025: Bitcoin Mencetak Rekor Baru!!!

Kinerja Bitcoin dalam 3 Bulan Terakhir

Data menunjukkan performa Bitcoin terus menanjak dalam beberapa bulan terakhir:

  • 30 hari terakhir: Naik +5,52% atau $6.457,22
  • 60 hari terakhir: Naik +16,97% atau $17.919,79
  • 90 hari terakhir: Naik +18,66% atau $19.425,78

Kenaikan beruntun ini memperkuat keyakinan investor bahwa Bitcoin masih memiliki potensi melanjutkan reli, terutama menjelang potensi sentimen positif dari kebijakan moneter global dan adopsi korporasi besar.

Pasokan Bitcoin Makin Langka

Dengan total sirkulasi saat ini mencapai 19,91 juta BTC dari maksimal 21 juta BTC, Bitcoin semakin mendekati titik kelangkaannya.

Angka ini berarti 94,79% dari total suplai telah beredar, dan hanya sekitar 1,09 juta BTC yang tersisa untuk ditambang.

Faktor kelangkaan ini sering menjadi pendorong harga karena permintaan yang tinggi bertemu dengan pasokan terbatas.

Faktor Pendorong Reli Harga

Beberapa faktor yang diyakini menjadi motor penggerak kenaikan harga Bitcoin antara lain:

  1. Adopsi Institusional yang Meningkat – Banyak perusahaan besar, termasuk manajer aset global, mulai menambah alokasi BTC di portofolio mereka.
  2. Ekspektasi Kebijakan Suku Bunga The Fed – Prospek pelonggaran kebijakan moneter memberi angin segar bagi aset berisiko seperti kripto.
  3. Kelangkaan Pasokan – Halving Bitcoin terakhir semakin memperketat suplai, yang secara historis selalu memicu tren naik.
  4. Kondisi Makroekonomi Global – Ketidakpastian geopolitik dan inflasi mendorong investor mencari aset lindung nilai alternatif.

Rekor Baru, Target Berikutnya?

Dengan rekor terbaru di $124.457, banyak analis memproyeksikan potensi kenaikan menuju level psikologis $130.000 dalam beberapa minggu mendatang, terutama jika sentimen positif tetap terjaga.

Namun, pasar kripto yang volatil tetap menyimpan risiko, sehingga manajemen risiko menjadi kunci bagi para investor.

Baca Juga: Kembali ke Trek, Bitcoin Menuju Rekor Harga Tertinggi

Bitcoin kembali membuktikan dirinya sebagai “emas digital” dengan performa luar biasa di tengah gejolak pasar global.

Rekor harga terbaru di atas $124 ribu menjadi sinyal bahwa tren bullish masih sangat kuat, didukung oleh volume perdagangan tinggi, kelangkaan pasokan, dan meningkatnya kepercayaan investor.

Bagi trader dan investor, momen ini bisa menjadi peluang emas untuk memanfaatkan momentum, meskipun tetap bijak dalam mengelola risiko.

Sejarah telah membuktikan bahwa setiap kali Bitcoin mencapai rekor baru, pasar kripto secara keseluruhan ikut terdorong naik, dan kali ini tampaknya tidak akan menjadi pengecualian.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com