Tren baru tengah mengguncang dunia keuangan global. Sepanjang tahun 2025, perusahaan-perusahaan dari berbagai belahan dunia telah mengumpulkan hampir $86 miliar untuk membeli aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, XRP, dan lainnya. Jumlah tersebut bahkan melampaui modal yang dihimpun melalui penawaran umum perdana (IPO) di Amerika Serikat tahun ini, menandai pergeseran signifikan dalam strategi korporasi terhadap aset digital.
Dilaporkan BeInCrypto, langkah ini menunjukkan bahwa kripto kini bukan hanya instrumen investasi spekulatif, tetapi juga mulai dipandang sebagai aset inti dalam neraca keuangan perusahaan.
Lebih dari 100 Perusahaan Terjun ke Kripto
Mengutip laporan The Wall Street Journal, sekitar 100 perusahaan telah mengumumkan rencana untuk menghimpun lebih dari $43 miliar sejak Juni 2025 demi membeli aset kripto. Dana tersebut dialokasikan untuk aset-aset utama seperti Bitcoin, Ethereum, hingga XRP—menunjukkan meningkatnya minat institusional seiring sentimen positif pasar kripto di AS.
Salah satu pelopor paling agresif dalam tren ini adalah Strategy Inc.—dulu dikenal sebagai MicroStrategy—yang sejak 2020 telah membangun reputasi sebagai institusi pro-Bitcoin. Tahun ini saja, Strategy telah menghimpun lebih dari $10 miliar untuk memperbesar kepemilikan BTC-nya. Strategi tersebut telah membuat saham mereka menjadi salah satu yang berkinerja terbaik di sektor aset digital.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 27 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Selain Strategy, Metaplanet dari Jepang dan perusahaan tambang Marathon Digital di AS juga mengikuti jejak serupa, dengan pendanaan substansial yang diarahkan untuk menambah eksposur terhadap kripto.
Menurut data dari Hodl15Capital, lebih dari 35 perusahaan lainnya kini juga tengah bersiap untuk mengumpulkan dana miliaran dolar demi menjalankan strategi akumulasi kripto.
Bukan Hanya Bitcoin, Ethereum dan Altcoin Juga Jadi Incaran
Sementara Bitcoin masih menjadi primadona, Ethereum juga mencuri perhatian. BitMine Immersion Technologies menargetkan hingga $5 miliar untuk menambah cadangan ETH mereka. Di sisi lain, SharpLink, yang didirikan oleh salah satu co-founder Ethereum, Joseph Lubin, tengah mengejar ratusan juta dolar untuk strategi alokasi ETH-nya.
Beberapa institusi lain juga mulai mengalokasikan sebagian cadangan mereka untuk altcoin seperti XRP, Ethena, dan BNB, mencerminkan pendekatan investasi kripto yang lebih terdiversifikasi.
Namun, tak semua pihak melihat perkembangan ini secara optimistis. Sejumlah analis memperingatkan potensi risiko, terutama dari strategi penggalangan dana melalui program at-the-market (ATM)—yakni penerbitan saham baru di pasar terbuka saat harga saham berada di atas nilai aset bersih (NAV).
Matthew Sigel, Kepala Riset Aset Digital di VanEck, menyatakan bahwa strategi ATM yang agresif dapat mengancam nilai pemegang saham, terutama saat harga saham turun. Ia merekomendasikan agar program ATM dihentikan sementara jika harga saham turun di bawah 95% dari NAV selama lebih dari 10 hari.
No public BTC treasury company has traded below its Bitcoin NAV for a sustained period.
But at least one is now approaching parity.
As some of these companies raise capital through large at-the-market (ATM) programs to buy BTC, a risk is emerging: If the stock trades at or near…
— matthew sigel, recovering CFA (@matthew_sigel) June 16, 2025
Lebih lanjut, Sigel menyarankan agar perusahaan fokus pada pembelian kembali saham saat harga kripto naik, namun valuasi saham belum ikut naik. Ia juga mengusulkan agar kompensasi eksekutif dikaitkan langsung dengan pertumbuhan NAV per saham, bukan hanya total kepemilikan kripto perusahaan.
Langkah agresif perusahaan dalam mengakumulasi kripto menandai era baru dalam pengelolaan treasury korporasi global. Meski membuka peluang pertumbuhan dan inovasi, pendekatan ini tetap menyisakan pertanyaan tentang keberlanjutan dan risiko terhadap pemegang saham. Di tengah momentum positif pasar, keseimbangan antara eksposur kripto dan tata kelola perusahaan akan menjadi kunci kesuksesan jangka panjang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Ketika Bitcoin (BTC) mendapatkan tekanan jual besar-besaran dari investor institusi dan whale, altcoin secara mengejutkan menunjukkan stabilitas.
Data terbaru memperlihatkan bahwa kapitalisasi pasar altcoin tetap tinggi di kisaran $1,44 triliun, dengan Bitcoin Dominance turun ke 60,83%, memberi ruang bagi kapital mengalir ke aset alternatif tanpa keluar dari pasar kripto.
Bitcoin Melemah, Mengapa Altcoin Tak Ikut Turun?
Pressure Jual Berat: Bitcoin tercatat memiliki inflow ke bursa mencapai puluhan ribu BTC per hari, terutama dari investor besar seperti Galaxy Digital yang menjual lebih dari 10.000 BTC. Ini memicu liquidasi ritel senilai ratusan juta dolar.
Dominasi BTC Turun: Dominasi BTC yang turun dari 62–61% ke 60,83% menandakan rebalancing portofolio ke altcoin, bukan keluar dari aset kripto sama sekali.
Rotasi Modal ke Altcoin Meskipun BTC menghadapi tekanan jual, modal cenderung berpindah ke aset seperti Ethereum, Solana, dan Tron karena potensi yield, staking, dan utility proyek yang lebih inovatif.
Data Jaringan Tumbuh Positif Aktivitas Ethereum naik 8% dalam minggu terakhir, sementara dompet Solana tumbuh 15%. Selain itu, TVL (total value locked) DeFi untuk ETH dan SOL tetap kuat—$80 miliar dan $9,7 miliar berturut-turut, sedangkan untuk BTC sangat rendah (~$6,7 miliar).
RSI & Indikator Teknis Jika RSI Bitcoin di bawah 40 tanda lemah, altcoin seperti ETH, BNB, dan TRX berada di zona netral (RSI ~50), menunjukkan perlawanan terhadap koreksi lebih dalam.
Altcoin Top: Ether, Solana, DOGE dan Lainnya
Ethereum (ETH) tetap menonjol sebagai aset altcoin blue-chip. Meskipun turun 1–4% ak_bar minggu ini, aktivitas akumulasi dan pengguna baru tetap tinggi. Coinbase bahkan mencatat leverage pasar altcoin yang tinggi sebagai sinyal koreksi sehat, bukan crash baru.
Solana (SOL) tumbuh TVL Rp30 % dalam sebulan terakhir; volume DEX harian melebihi $3,5 miliar. SOL naik hampir 30% bulan ini dan diproyeksikan berpotensi menyentuh $220–$295 jika tren berlanjut.
Dogecoin (DOGE) tetap naik 45% dalam sebulan terakhir dan menguat hampir 13% dalam seminggu terakhir. Meskipun leverage bearish mensinyalkan tekanan jangka pendek, psikologi pasar terhadap DOGE tetap kuat.
Token seperti XRP, TRON, BNB juga menunjukkan rebound dari koreksi dan menjadi bagian dari narasi altcoin season potensial jika BTC dominance terus melemah.
Risiko & Was-was yang Harus Diwaspadai
Leverage Tinggi di Derivatif Altcoin Kenaikan open interest dan leverage yang ekstrem di altcoin menimbulkan risiko liquidasi jika sentimen tiba-tiba berubah, walaupun koreksi saat ini dipandang sebagai profit-taking sehat.
Dominasi BTC Masih Rentan Naik Masih banyak ahli yang berpandangan jika BTC dominance kembali ke kisaran di atas 65%, altcoin akan kembali menjadi minoritas dalam token allocation investor.
Outlook ke Depan: Apakah Altcoin Season Akan Dimulai?
Beberapa analis percaya bahwa jika BTC dominance gagal kembali ke atas 60% dan Total2 (altcoin cap) terus stabil di atas $1,4 triliun, pasar altcoin bisa memasuki fase bull berikutnya.
Nama-nama seperti Pudgy Penguins (PENGU), Remittix, Kaspa, dan LILPEPE disebut punya potensi breakout besar selama siklus bull ini.
Kondisi terkini menunjukkan bahwa altcoin bukan hanya bertahan. Mereka mulai mengambil alih momentum ketika Bitcoin kehilangan daya tarik jangka pendek.
Mulai dari ETH dan SOL yang memberikan utility nyata, hingga token komunitas seperti DOGE. Jika BTC dominance terus turun dan risiko pasar manageable, Altseason bisa datang lebih cepat dari yang diperkirakan.
Namun selalu ingat: altcoin tinggi volatilitas, jadi manajemen risiko wajib untuk setiap investor dan trader.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Dalam sepekan terakhir, XRP terus menyita perhatian pasar kripto berkat peningkatan harganya yang relatif stabil.
Dengan harga XRP yang diperdagangkan di angka $3.151795 per (XRP/USD), koin ini menunjukkan performa yang solid dan mencerminkan momentum pemulihan yang kuat.
Dengan kapitalisasi pasar yang menyentuh angka $186.71 miliar dan volume perdagangan harian sebesar $7.36 miliar, XRP menempati posisi #3 dalam daftar aset kripto terpopuler saat ini.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 26 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Dalam 24 jam terakhir, XRP mengalami peningkatan sebesar +1.25%, dengan rentang harga harian antara $3.009106 hingga $3.156458.
Berdasarkan pantauan via Tokocrypto pada Sabtu siang (26/7), tren positif ini juga tercermin dari pergerakan harga selama periode yang lebih panjang:
30 hari terakhir: +43.68%
60 hari terakhir: +37.24%
90 hari terakhir: +45.30%
Meskipun dalam 7 hari terakhir XRP mengalami koreksi ringan sebesar -9.04%, grafik jangka menengah dan panjang masih menunjukkan tren kenaikan yang stabil.
Angka ini mendekati level tertinggi sepanjang masa (ATH) XRP, yaitu $3.84194, yang sebelumnya dicapai dalam siklus bull market sebelumnya.
Apa yang Mendorong Reli XRP?
Dibalik tren positif tersebut, terdapat beberapa faktor yang mendorong kebangkitan harga XRP saat ini, diantaranya:
Optimisme terhadap Regulasi Pasar kripto mulai menunjukkan tanda-tanda kelegaan setelah beberapa ketidakpastian regulasi di AS dan Eropa mulai menemukan titik terang. Ripple Labs, perusahaan di balik XRP, semakin menunjukkan perlawanan hukum yang kuat dalam kasusnya melawan SEC. Hal ini meningkatkan keyakinan investor bahwa XRP memiliki masa depan yang stabil dari sisi regulasi.
Adopsi Teknologi RippleNet RippleNet, jaringan pembayaran lintas batas yang menggunakan XRP sebagai likuiditas on-demand, terus mengalami adopsi oleh institusi keuangan di berbagai negara. Hal ini memperkuat fundamental XRP sebagai aset utilitas dan bukan sekadar koin spekulatif.
Pasokan Sirkulasi yang Terkontrol Dengan total pasokan maksimum sebesar 100 miliar XRP, dan pasokan yang beredar saat ini sebesar 59.24 miliar XRP, pasar mengamati bahwa hampir 60% dari total suplai telah beredar. Hal ini menciptakan tekanan pasokan yang dapat memicu lonjakan harga seiring meningkatnya permintaan.
Sentimen Pasar: Menuju $4?
Dengan rekor tertinggi sebelumnya di angka $3.84194, banyak analis mulai memproyeksikan bahwa XRP dapat menembus kembali level tersebut dalam beberapa bulan ke depan.
Jika momentum saat ini berlanjut dan tidak ada gangguan regulasi besar, target jangka pendek $4 bukanlah hal yang mustahil.
Bahkan beberapa komunitas percaya bahwa jika Bitcoin dan Ethereum mempertahankan tren bullish mereka, XRP bisa saja bergerak lebih jauh—menuju angka $5 dalam tahun ini.
Namun demikian, potensi koreksi tetap ada, terutama mengingat volatilitas alami pasar kripto dan sensitivitas XRP terhadap perkembangan hukum dan berita makro.
Secara keseluruhan, XRP terus menunjukkan sinyal yang kuat untuk investor jangka menengah hingga panjang.
Dengan tren harga yang positif, volume perdagangan yang tinggi, dan sentimen pasar yang condong ke arah optimisme, saat ini bisa menjadi waktu yang baik untuk mengakumulasi XRP secara bertahap.
Namun, penting bagi investor untuk tetap berhati-hati dan tidak melupakan prinsip manajemen risiko, karena pasar kripto tetap sangat dinamis dan tidak selalu bisa diprediksi.
Singkatnya, XRP sedang dalam jalur yang menjanjikan, mendekati rekor tertingginya dengan performa konsisten yang menarik perhatian investor global.
Meski begitu, investor disarankan untuk tetap memantau fundamental dan berita seputar Ripple untuk mengambil keputusan investasi yang lebih tepat.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Galaxy Digital, perusahaan manajemen aset dan layanan keuangan terkemuka di industri kripto, baru saja menyelesaikan penjualan Bitcoin terbesar dalam sejarah. Dalam sebuah pengumuman resmi, perusahaan tersebut mengungkapkan bahwa mereka telah menjual lebih dari 80.000 BTC dengan nilai total lebih dari $9 miliar kepada investor kripto awal.
DIlaporkan Cointrackdaily, transaksi ini bukan hanya besar secara nominal, tetapi juga penting secara historis. Galaxy Digital menyebutnya sebagai “salah satu aksi keluar pasar aset digital paling awal dan paling signifikan yang pernah terjadi”.
Penjualan tersebut merupakan bagian dari strategi perencanaan warisan seorang whale kripto awal, yang diketahui telah memegang Bitcoin sejak era awal mata uang digital tersebut—periode ketika BTC masih bisa ditambang menggunakan komputer biasa dan hanya bernilai beberapa sen.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 26 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Penjualan besar-besaran ini juga menghidupkan kembali dompet Bitcoin yang telah lama tidak aktif. Fenomena ini mengikuti pola terbaru di mana sejumlah dompet era Satoshi—yang sebelumnya “diam” selama bertahun-tahun—tiba-tiba kembali aktif dan memindahkan aset dalam jumlah sangat besar.
Sebelumnya, pasar juga dikejutkan oleh aktivitas serupa, seperti perpindahan BTC senilai $1,26 miliar oleh whale lainnya, serta pemindahan 80.000 BTC senilai $9,5 miliar dari pemegang Bitcoin awal lainnya. Rangkaian pergerakan besar ini memicu analisis mendalam dari komunitas dan pengamat pasar, yang memantau ketat perilaku para pelopor Bitcoin.
Dampak ke Pasar
Meskipun belum ada dampak langsung terhadap harga pasar dalam jangka pendek, aksi ini menyoroti dinamika baru dalam lanskap aset digital—khususnya terkait likuiditas dan strategi investasi jangka panjang para pemegang awal Bitcoin. Beberapa analis percaya bahwa penjualan besar semacam ini bisa membuka jalan bagi redistribusi kekayaan kripto dan mendorong adopsi institusional lebih lanjut.
Dengan rekam jejak Galaxy Digital yang kuat dalam menyediakan layanan transaksi berskala besar dan likuiditas institusional, transaksi ini mempertegas posisi perusahaan sebagai salah satu pemain utama dalam dunia kripto global.
Harga Bitcoin (BTC) kembali menanjak dan menembus level $117.000 setelah sempat tergelincir akibat tekanan jual besar-besaran. Katalis utama kenaikan ini datang dari pengumuman Galaxy Digital, perusahaan investasi kripto terkemuka, yang menyatakan telah menyelesaikan penjualan sebanyak 80.000 BTC atas nama investor misterius dari era awal Bitcoin, yang disebut sebagai Satoshi Era Whale.
Menurut data dari TradingView, Bitcoin sempat menyentuh titik terendah intraday di $114.759 sebelum akhirnya pulih dan melampaui $117.000. Aksi jual yang dilakukan Galaxy Digital tersebut sempat menekan harga dan memicu penurunan hingga 3%, menyebabkan likuidasi pasar kripto senilai $646 juta—termasuk $152 juta dari posisi long BTC saja.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 26 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Dalam siaran pers resminya, Galaxy Digital menyebutkan bahwa transaksi ini adalah salah satu yang terbesar dalam sejarah Bitcoin, dengan nilai sekitar $9 miliar berdasarkan harga pasar saat ini. Penjualan ini juga disebut sebagai bagian dari strategi perencanaan warisan sang investor awal, menandakan adanya perubahan kepemilikan jangka panjang dalam ekosistem Bitcoin.
Meskipun aksi jual berskala besar seperti ini biasanya menimbulkan kekhawatiran investor, pasar justru menunjukkan pemulihan cepat. Beberapa analis melihat ini sebagai sinyal kekuatan pasar dan optimisme bahwa harga bisa terus menanjak.
Level Kunci dan Pandangan Analis
Menurut laporan Coingape, analis kripto ternama, Ali Martinez, melalui akun X (dulu Twitter), menyebutkan bahwa level support utama saat ini berada di $116.095, sementara resistance kuat berada di $118.955. Ia mendasarkan analisisnya pada distribusi biaya basis investor, yang menunjukkan tingkat partisipasi pasar pada rentang harga tersebut.
Sementara itu, analis dari Crypto Titan memperkirakan kemungkinan BTC menguji ulang area sekitar $112.000, berdasarkan struktur mingguan dan pola inverse head-and-shoulders. Meski demikian, ia juga tidak menutup kemungkinan terjadinya kelanjutan tren naik dalam waktu dekat.
Potensi Faktor Eksternal dan Prediksi Harga
Beberapa analis menyoroti potensi kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa pada akhir pekan ini sebagai faktor eksternal yang bisa mendorong permintaan aset lindung nilai seperti Bitcoin. Sentimen makro ini menjadi pertimbangan penting dalam mempertahankan momentum bullish BTC.
Menariknya, analis Bloomberg Eric Balchunas mempertanyakan alasan di balik penjualan sekaligus sebesar $10 miliar oleh sang investor awal. Ia menyebut bahwa strategi penjualan bertahap biasanya lebih masuk akal, terutama bagi mereka yang telah lama percaya pada Bitcoin.
Dalam jangka menengah hingga panjang, prospek BTC tetap positif. Citigroup dalam laporan terbarunya memproyeksikan harga Bitcoin bisa mencapai $199.000 dalam skenario paling optimis sebelum akhir tahun ini.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Harga Bitcoin (BTC) mengalami tekanan signifikan setelah turun sekitar 6% dari rekor tertingginya di kisaran $123.000. Di balik koreksi ini, data on-chain menunjukkan sinyal kekhawatiran yang lebih besar: para whale atau pemegang besar mulai menarik diri dari pasar.
Whale Menyusut, Tekanan Jual Meningkat
Selama 10 hari terakhir, jumlah alamat whale — yaitu dompet yang menyimpan antara 1.000 hingga 10.000 BTC — turun dari 2.037 menjadi 1.982. Penurunan sebesar 2,7% ini merupakan yang paling tajam dalam lebih dari setengah tahun terakhir, menandakan potensi pergeseran kepercayaan dari investor besar.
Tak hanya itu, rasio whale ke bursa (exchange whale ratio) juga menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Rasio ini mengukur seberapa besar volume deposit ke bursa yang berasal dari para whale. Nilai rasio ini meningkat dari 0,5 pada 22 Juli menjadi 0,52 pada 24 Juli — saat harga BTC mulai anjlok. Lonjakan ini mengindikasikan bahwa semakin banyak whale yang memindahkan aset mereka ke bursa, biasanya sebagai persiapan untuk menjual.
Dilaporkan BeInCrypto, salah satu sinyal institusional yang memicu kekhawatiran adalah laporan bahwa Galaxy Digital mentransfer 10.000 BTC ke bursa, menambah tekanan jual dari kalangan pemain besar.
Sinyal Teknis Tambah Suram: Cross Bearish di Depan Mata
Harga Bitcoin dan Rasio Whale Bursa: Cryptoquant
Dari sisi teknikal, grafik 4 jam Bitcoin mengonfirmasi kelemahan jangka pendek. BTC baru saja menembus di bawah Exponential Moving Average (EMA) 100 — level support teknikal penting. Lebih jauh, EMA 20 tampak akan melintasi ke bawah EMA 50, membentuk pola “death cross” yang menandakan dominasi penjual jangka pendek.
Jika crossover ini terjadi, tren bearish bisa semakin menguat. EMA 200 pada grafik 4 jam, yang berada di sekitar $113.000, menjadi level support utama berikutnya. Jika tidak mampu bertahan di level tersebut, BTC bisa tertekan lebih dalam.
Target Koreksi: $113.000 Jadi Garis Pertahanan Terakhir?
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 25 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pada grafik harian, BTC saat ini diperdagangkan di kisaran $115.000, setelah gagal mempertahankan zona $117.000. Jika level $113.000 jebol, target penurunan berikutnya berada di $110.000 dan $107.000 — dua level Fibonacci retracement yang menjadi titik penting dalam pola pergerakan harga.
Namun, semua belum sepenuhnya gelap. Jika BTC mampu kembali menembus $117.000 dan menargetkan rekor sebelumnya di $123.000, maka tekanan jual bisa mereda. Tetapi untuk hal ini terjadi, keterlibatan kembali dari whale dan institusi besar sangat diperlukan.
Saat ini, pasar Bitcoin berada dalam posisi krusial. Koreksi harga, penarikan dana oleh whale, serta sinyal teknikal bearish mengindikasikan potensi tekanan lebih lanjut. Bagi investor ritel, penting untuk memantau level support $113.000 dan pergerakan lebih lanjut dari dompet whale sebagai indikator utama arah pasar selanjutnya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Riset kripto ini disusun oleh tim Research Tokocrypto sebagai panduan bagi para investor dan pelaku pasar untuk memahami perkembangan terkini dalam ekonomi global dan industri.
Melalui analisis mendalam yang mencakup data makroekonomi, performa pasar crypto, serta peristiwa-peristiwa penting di sektor blockchain, laporan ini dirancang untuk memberikan wawasan mengenai tren utama yang berpotensi memengaruhi strategi investasi.
Tim Research Tokocrypto berkomitmen menghadirkan informasi yang akurat dan relevan untuk membantu pembaca mengambil keputusan yang lebih bijaksana di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
Fokus Utama
Makroekonomi Global
Presiden Donald Trumppada 14 Juli mengumumkan tarif 30% terhadap impor dari Meksiko dan Uni Eropa, memicu kekhawatiran perang dagang global.
Laporan inflasi Juni AS pada 15 Juli menunjukkan inflasi utama naik (2,7%), tetapi inflasi inti turun (2,9%). Menandakan dovish, memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga pada September.
Presiden Donald Trump pada 16 Juli kembali meningkatkan tekanannya pada The Fed untuk segera melakukan pemotongan suku bunga.
Makroekonomi Nasional
Bank Indonesia pada 14 Juli mencatat Utang Luar Negeri Indonesia sebesar US$435,6 miliar. Sepenuhnya didorong oleh utang pemerintah.
Menteri Keuangan Sri Mulyani pada 15 Juli memaparkan strategi untuk menekan angka pengangguran 7,28 juta orang dengan “link and match” dan kompetensi kerja.
Presiden AS Donald Trump pada 16 Juli telah menurunkan tarif impor untuk produk Indonesia dari 32% menjadi 19%.
Performa Pasar Kripto
Market cap naik ke $3.78T (+9.35%), CMC 100 Index menguat ke $233.61 (+9.11%), sementara Fear & Greed Index berada di 70 (Greed), mencerminkan sentimen pasar mulai memanas.
Altcoin Season Index berada di 40/100, menunjukkan dominasi Bitcoin masih kuat dan altcoin belum masuk fase reli menyeluruh.
Narrative utama: LaunchZone dan DeFi Index melonjak tajam +149% dan +106%, didorong rotasi spekulatif ke sektor utilitas dan protokol yield.
Aksi Pasar & Proyeksi Mingguan
BTC ($118.888K):Apabila harga bertahan di atas upper KC, berpotensi naik hingga Fibonacci 2.618 ($134.348). Waspada terdapat candle Inverted Hammer, pelemahan tren jangka pendek dan re-test hingga Fibonacci 0.886-0.786 ($110.424-$109.043).
Token Unlock:ZRO & Sign → Risiko distribusi tinggi minggu ini.
BTC: Long-Term Holder NUPL → Masih di zona belief, belum ada euforia.
Kesimpulan: Pantau sektor LaunchZone, DeFi Index, dan Yield Aggregator yang dominan minggu ini. Hindari entry jangka pendek pada token dengan unlock >10% tanpa katalis atau dukungan locking. Gunakan teknikal dari unlock menengah untuk akumulasi proyek berkualitas seperti HYPER, SoSoValue, dan Neurron. Disiplin risiko penting meski Resistance BTC menjadi Support.
Makroekonomi Global
Presiden Donald Trump pada 14 Juli mengumumkan tarif 30% terhadap impor dari Meksiko dan Uni Eropa, memicu kekhawatiran perang dagang global.
Presiden Donald Trump pada 15 Juli mengancam akan memberlakukan tarif 100% pada produk Rusia jika tidak tercapai kesepakatan dalam 50 hari.
Laporan inflasi Juni AS pada 15 Juli menunjukkan inflasi utama naik (2,7%), tetapi inflasi inti turun (2,9%). Menandakan dovish, memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga pada September.
Presiden Donald Trump pada 16 Juli kembali meningkatkan tekanannya pada The Fed untuk segera melakukan pemotongan suku bunga.
Data PPI AS bulan Juni pada 16 Juli di 0,0%, mengindikasikan potensi perlambatan inflasi, sehingga memungkinkan The Fed untuk memangkas suku bunga.
Makroekonomi Nasional
Bank Indonesia: Kripto Tingkatkan Inklusi Keuangan.
Bank Indonesia pada 14 Juli mencatat Utang Luar Negeri Indonesia sebesar US$435,6 miliar. Sepenuhnya didorong oleh utang pemerintah.
Presiden Prabowo Subianto pada 14 Juli mengumumkan kesepakatan dagang Indonesia-Uni Eropa telah tercapai. Berpotensi menolkan tarif impor produk RI dan melipatgandakan nilai perdagangan kedua pihak.
Menteri Keuangan Sri Mulyani pada 15 Juli memaparkan strategi untuk menekan angka pengangguran 7,28 juta orang, dengan “link and match” dan kompetensi kerja.
Presiden AS Donald Trump pada 16 Juli telah menurunkan tarif impor untuk produk Indonesia dari 32% menjadi 19%
Bank Indonesia (BI) pada 16 Juli memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,25% dengan tujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.
(Indeks Harga Konsumen (IHK) AS Tahunan)Actual: 2.7%Forecast: 2.6%Previous: 2.4%→ Data inflasi tahunan yang lebih tinggi dari perkiraan merupakan sinyal hawkish bagi The Fed, yang secara signifikan mengurangi kemungkinan pemotongan suku bunga dalam waktu dekat.
U.S. Core Consumer Price Index (CPI) MoM
(Indeks Harga Konsumen (IHK) Inti AS Bulanan)Actual: 0.2%Forecast: 0.3%Previous: 0.1% → Data inflasi inti bulanan yang lebih rendah dari perkiraan merupakan sinyal dovish yang sangat penting bagi The Fed, memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga pada September.
Conclusion
Meskipun CPI tahunan terlihat tinggi, The Fed akan lebih memperhatikan perlambatan pada CPI Core MoMsebagai indikator utama bahwa mereka memiliki ruang untuk menjadi lebih dovish dan memangkas suku bunga.
16 Juli
U.S. Producer Price Index (PPI) MoM
(Indeks Harga Produsen (IHP) AS Bulanan)Actual: 0.0%Forecast: 0.2%Previous: 0.3%→ Data harga produsen yang stagnan di 0,0% merupakan sinyal dovishyang sangat kuat untuk The Fed, karena menunjukkan tekanan inflasi dari sisi penawaran telah mereda signifikan.
U.S. Core Producer Price Index (PPI) MoM
(Indeks Harga Produsen (IHP) Inti AS Bulanan)Actual: 0.0%Forecast: 0.2%Previous: 0.4% → Data inflasi inti produsen yang stagnan (0,0%) merupakan sinyal dovish yang sangat kuat, menegaskan bahwa tekanan inflasi di rantai pasokan mereda dengan cepat.
Conclusion
Data harga produsen yang stagnan di 0,0% merupakan sinyal dovish.
17 Juli
U.S. Retail Sales MoM
(Penjualan Ritel AS Bulanan)Diketahui, pada data tanggal 17 Juni:Actual: -0.9%Forecast: -0.5%Previous: -0.1%→ Jika pada tanggal 17 Juli diketahui data Penjualan RItel AS naik, umumnya akan menaikkan DXY dan membuat aset crypto koreksi.
Conclusion
Penjualan ritel AS naik akan berdampak pada kenaikan crypto.
Perkembangan Regulasi Kripto
Ilustrasi aset kripto di Hong Kong. Sumber: Getty Images.
Gubernur Bank of England, Andrew Bailey pada 14 Juli, memperingatkan bank besar agar tidak menerbitkan stablecoin sendiri karena risiko stabilitas.
Otoritas Hong Kong pada 14 Juli menyatakan perizinan stablecoin Hong Kong akan dimulai pada 1 Agustus 2025 dengan 3-4 lisensi.
Tiga regulator perbankan utama AS The Fed, FDIC, dan OCC merilis pernyataan bersama pada 15 Juli, yang mengingatkan bank tentang aturan yang ada untuk “penyimpanan aman” aset kripto
Bank of Ghana pada 16 Juli mengumumkan kerangka regulasi baru untuk bursa kripto. Menerapkan aturan Anti-Pencucian Uang (AML) dan memastikan inovasi digital tidak merusak stabilitas moneter negara.
Setelah sempat gagal, DPR AS pada 17 Juli akhirnya meloloskan pemungutan suara untuk memajukan paket RUU kripto (Genius Act, Clarity Act, dan Anti CBDC)
Adopsi Kripto oleh Institusi
Ilustrasi Standard Chartered. Sumber: Standard Chartered.
Bank global Standard Chartered pada 15 Juli meluncurkan layanan trading spot langsung untuk Bitcoin dan Ether bagi klien institusionalnya.
Bank Sentral Kazakhstan pada 15 Juli berencana mengintegrasikan aset kripto ke dalam cadangan nasionalnya untuk diversifikasi dan potensi return yang lebih tinggi.
CEO Citigroup, Jane Fraser, pada 16 Juli mengonfirmasi bahwa banknya sedang menjajaki kemungkinan penerbitan stablecoin. Namun, ia menekankan bahwa fokus utama mereka saat ini adalah pada solusi “simpanan yang ditokenisasi” (tokenized deposits).
Perusahaan biotek Sonnet BioTherapeutics pada 17 Juli akan meluncurkan Hyperliquid Strategies Inc. Berfokus membangun perbendaharaan token HYPE, dengan target memegang 12,6 juta HYPE dan $305 juta tunai.
Regulator Thailand pada 17 Juli berencana meluncurkan sandbox regulasi yang memungkinkan turis asing mengonversi kripto menjadi Baht untuk dibelanjakan. Namun, skema ini melarang pembayaran kripto secara langsung.
Performa Pasar Kripto Mingguan
Selama tujuh hari terakhir, pasar kripto menunjukkan momentum positif dengan lonjakan harga signifikan di sejumlah token dan sektor. Token LVN memimpin reli dengan kenaikan spektakuler sebesar (+2.469%), diikuti oleh STIK (+95.25%) dan CVX (+88.74%), menandakan meningkatnya aktivitas spekulatif pada aset berkapitalisasi kecil hingga menengah.
Di sisi sektoral, LaunchZone (+149%), DeFi Index (+106%), dan Yield Aggregator (+88.24%) mendominasi penguatan mingguan, mencerminkan rotasi modal ke sektor DeFi.
📈 Highlights:
LVN (+2.469%) mencatat lonjakan luar biasa, dipicu minat ritel terhadap proyek kecil berisiko tinggi.
STIK(+95.25%) dan CVX(+88.74%) menunjukkan bahwa altcoin berkapitalisasi menengah tetap menarik perhatian trader agresif.
Di sektor, LaunchZone dan DeFi Index menjadi penggerak utama, menandakan rotasi modal ke infrastruktur dan utilitas protokol DeFi.
Narasi meme tetap relevan lewat penguatan BONK Ecosystem (+84.27%) dan IP Memes (+75.98%), menandakan FOMO ritel masih kuat di sektor komunitas.
Bitcoin Updates
Pergerakan Harga Bitcoin
Daily Chart Bitcoin. Sumber TradingView (17 Juli 2025).
Minggu lalu BTC bergerak sesuai dengan hasil analisis yang telah diprediksi, BTC kini diperdagangkan di sekitar $118.888 sejak berhasilnya BTC breakout dari pola Bull Flagnya, jika Bitcoin berhasil mempertahankan harganya di atas indikator upper(garis biru)KCtimeframe daily, secara teknis maka akan ada tren kenaikan hingga Fibonacci 2.618 ($134.348), didukung dengan indikator RSI yang menunjukkan kenaikan hingga angka 75 dan mengindikasikan pola tren naik.
Meski demikian, terdapat candle Inverted Hammer pada timeframe dailyyang menunjukkan adanya pola pelemahan kenaikan dan indikasi re-test hingga Fibonacci 0.886-0.786 ($110.424-$109.043) yang bertepatan dengan zona resisten sebelumnya dan kini menjadi zona support(resistance become support). Sehingga perlu waspada dan cekatan dalam mengambil keputusan dengan memperhatikan sentimen serta katalis yang ada.
Daily:
BTC telah berhasil breakout dari pola Bull Flag.
Apabila harga bertahan di atas upper KC, berpotensi naik hingga Fibonacci 2.618 ($134.348)
Waspada terdapat candle Inverted Hammer, pelemahan tren jangka pndek.
Weekly:
Harga berhasil tutupdi Upper Band KC, mengindikasikan tren naik yang kuat.
Angka RSI menunjukkan fase breakout di atas angka 75, mengindikasikan kelanjutan.
Jika BTC mampu bertahandi atas Upper KC, maka berpotensi naik hingga Fibonacci 2.618 ($134.348).
Breakout terkonfirmasi, zona resistance kuat kini menjadi support.
⚠️ Bearish Case:Terdapat candle Inverted Hammer, menunjukkan pelemahan tren dan mengindikasikan re-test hingga Fibonacci 0.886-0.786 ($110.424-$109.043).
Analisis Data On-Chain Bitcoin
Heatmap Liquidation Bitcoin 1 Week
BTC: Long Term Holder NUPL
Data source: CoinGlass (17 July 2025)
Data source: Coinglass (14 Juli 2025)
Selama sepekan terakhir, BTC bergerak antara $115.000–$123.000, didorong oleh likuidasi besar di berbagai zona likuidasi. Kenaikan tajam terjadi usai short squeeze di sekitar $115K, lalu terkoreksi setelah tekanan jual dari likuidasi long di atas $123K.
Lonjakan dari $115 ke $120K: Zona kuning terang di sekitar $114K–$116K menunjukkan short squeeze besar yang mendorong harga naik agresif.
Konsolidasi di $119K–$120K: Heatmap menunjukkan distribusi likuidasi cukup merata, menandakan pasar sedang dalam fase seimbang
Koreksi dari $123K ke $117K: Penurunan cepat terjadi begitu BTC menyentuh zona likuidasi long, menunjukkan tekanan jual.
🔍 Insight:$115K–$116K kini menjadi support kuat, diperkuat oleh likuidasi short sebelumnya.
$121K–$122K menjadi area resistensi jenuh likuidasi long, berpotensi jadi titik rejection jika tak ada dorongan volume spot lanjutan.
Bitcoin berhasil mencetak ATH baru di $120.000 pada 14 Juli, didorong oleh arus masuk institusional—di mana ETF IBIT BlackRock kini menguasai lebih dari 700.000 BTC, melampaui MicroStrategy.
Dari sisi on-chain, grafik NUPL menunjukkan posisi masih berada di zona “belief”, jauh dari level euforia (biru), yang artinya reli ini masih punya ruang untuk lanjut tanpa tekanan profit-taking ekstrem.
NUPL berada di zona belief → Menunjukkan pasar masih percaya diri, tapi belum terjebak euforia.
Harga naik, NUPL stabil → Menandakan profit belum sepenuhnya direalisasi, potensi upside masih terbuka.
🔍 Insight:NUPL masih di zona belief, reli belum disertai aksi ambil untung besar.
Kenaikan BTC didorong akumulasi institusi, bukan sekadar euforia.
Perpetual-Spot Price Gap (Binance)
Bitcoin Social Dominance
Data source: Cryptoquant (15 July 2025)
Data source: Santiment (16 July 2025)
Bitcoin telah menembus level tertinggi baru di atas $123.000, namun data on-chain menunjukkan reli ini masih sehat. Grafik memperlihatkan bahwa harga perpetual masih berada di bawah harga spot, yang berarti tidak ada lonjakan penggunaan leverage yang ekstrem. Ini menunjukkan bahwa reli saat ini lebih didorong oleh permintaan riil dari pasar spot, bukan spekulasi dari pasar derivatif.
Harga perpetual lebih rendah dari spot menandakan dominasi permintaan riil dari pasar spot, bukan dorongan leverage.
Gap negatif yang konsisten menunjukkan pasar derivatif masih konservatif, memberi ruang untuk reli berkelanjutan tanpa risiko overheat.
🔍 Insight:Reli saat ini ditopang akumulasi nyata, bukan spekulasi agresif.
Tidak ada tekanan likuidasi besar, menandakan struktur pasar tetap sehat.
Setelah mencetak rekor harga di atas $123.000, Bitcoin mengalami koreksi cepat ke bawah $117.000. Data dari Santiment menunjukkan bahwa puncak harga tersebut bertepatan dengan lonjakan social dominance BTC ke 43%, tertinggi dalam dua tahun terakhir. Ini menandakan FOMO ekstrem dari investor ritel, yang secara historis sering menjadi sinyal potensi pembalikan arah harga.
Social dominance BTC mencapai 43%, mencerminkan dominasi pembicaraan pasar oleh Bitcoin.
Lonjakan perhatian sosial cenderung menjadi sinyal kontra saat terjadi di puncak harga.
🔍 Insight:FOMO ritel meningkat tajam saat BTC menyentuh ATH, potensi sinyal jenuh pasar.
Koreksi setelahlonjakan sentimen sosial mendukung pola klasik “buy the rumor, sell the news”.
Altcoin Updat
Perkembangan Proyek Altcoin
Jaringan data Vana telah mengaktifkan upgrade “Capella” pada 14 Juli untuk meningkatkan kecepatan dan keamanan, serta mempermudah penerapan “Data Liquidity Pools” dan “Data Apps”.
Platform DeFi Arcadia Finance diretas pada 15 Juli, mengakibatkan kerugian sekitar $2,5 juta. Peretas mengeksploitasi cross-chain bridge, dan sebagai respons, tim Arcadia telah menghentikan sementara kontrak pintar mereka untuk investigasi.
Harga token PENGU melonjak hampir 18% pada 15 Juli setelah Pudgy Penguins bermitra dengan perusahaan koleksi China, Suplay Inc.
Stablecoin Tether (USDT0) kini telah terintegrasi secara native di Rootstock, sebuah sidechain Bitcoin. Integrasi ini menggunakan standar dari LayerZero untuk meningkatkan likuiditas dan efisiensi bagi ekosistem DeFi di atas Bitcoin tanpa memerlukan jembatan eksternal.
ProShares telah meluncurkan dua ETF ber-leverage dua kali (2x) baru di AS yang melacak kinerja harian Solana (SLON) dan XRP (UXRP) melalui kontrak berjangka (futures). Meskipun peluncuran ini menandai ekspansi signifikan produk kripto yang teregulasi oleh pemain besar, pasar bereaksi dengan aksi “jual berita” (sell the news), menyebabkan harga SOL dan XRP turun setelah pengumuman tersebut.
Analisis On Chain Altcoin
Data on-chain menunjukkan SharpLink Gaming kembali membeli 16.374 ETH (senilai ~$48,85 juta) dari Galaxy Digital, yang kini meningkatkan total kepemilikan tidak resmi mereka menjadi hampir 270.000 ETH dan memperkuat posisi mereka sebagai pemegang ETH korporat terbesar.
Jaringan Avalanche (AVAX) memecahkan rekor dengan 20 juta transaksi harian, yang mendorong harganya melewati $21. Kini, analis teknikal mengamati level support $20 sebagai kunci untuk potensi reli lebih lanjut.
Arus masuk bersih untuk ETF Ethereum spot di AS kini telah melampaui $5 miliar. ETF ETHA dari BlackRock mendominasi pasar, mencatat arus masuk mingguan sebesar $675 juta, yang menempatkannya di peringkat keenam di antara semua ETF di AS untuk periode tersebut.
Data likuidasi dari TheKingfisher menunjukkan potensi volatilitas tinggi di pasar altcoin. Beberapa koin seperti AVAX, LINK, dan LTC menunjukkan risiko short squeeze yang tinggi (sebuah sinyal bullish). Sebaliknya, koin seperti RUNE, AAVE, dan DOGE menghadapi risiko long squeeze yang signifikan (sebuah sinyal bearish).
Tim Pump.fun dilaporkan melakukan pembelian kembali (buyback) token PUMP senilai lebih dari 118.000 SOL (~$19 juta). Aksi ini menyebabkan harga PUMP melonjak lebih dari 20% dan sempat menyalip BONK sebagai meme coin terbesar di Solana.
Token Unlock
Pada periode 20 hingga 27 Juli 2025, tercatat 28 proyek kripto yang dijadwalkan melakukan token unlock, sebagian besar memiliki kapitalisasi pasar di atas $10 juta. Momentum ini menjadi sorotan penting karena pelepasan suplai baru ke pasar seringkali menjadi pemicu volatilitas jangka pendek, terutama jika volume unlock besar dan dialokasikan ke tim inti, investor awal, atau ekosistem yang belum memiliki likuiditas cukup.
Trader dan investor perlu mencermati proyek-proyek tertentu yang berpotensi memberi tekanan jual signifikan atau membuka peluang akumulasi setelah koreksi.
🔍 Highlight Unlock
🔺Unlock Signifikan (>10% dari Suplai Beredar): Beberapa proyek menonjol dengan persentase unlock yang sangat besar terhadap market cap-nya. LayerZero (ZRO) akan melepas (22.2%), merupakan salah satu unlock terbesar minggu ini.
Pop Social (PPT)(19.8%), Sign (SIGN)(15.8%), Amnis Finance (AMI)(13.6%), dan Orbiter Finance (OBT)(10.9%) juga masuk dalam kategori ini. Besarnya volume token yang dilepas berisiko menekan harga jika pasar tidak memiliki daya serap yang memadai, terutama bila tidak dibarengi dengan katalis positif dari sisi fundamental.
🟡 Unlock Menengah (5–10%): Kategori ini memuat proyek-proyek seperti Hyperlane (HYPER)(8.01%), SoSoValue (SOSO)(5.78%), dan Neurron (NRN)(5.39%). Unlock pada rentang ini masih berpotensi memicu gejolak harga, apalagi jika terjadi bersamaan dengan sentimen pasar yang negatif. Meski tidak sebesar kategori sebelumnya, volume unlock ini cukup untuk menciptakan tekanan sementara—tetapi juga bisa menjadi peluang entry bagi trader berpengalaman.
🟢 Unlock Ringan (<5%): Sebagian besar proyek lain masuk dalam kategori ini, seperti Animocoin (ANIME) (1.18%), WalletConnect (WCT) (1.34%), Ronin (RON) (4.83%), dan CESS (1.81%). Unlock di bawah 5% umumnya tidak berdampak signifikan terhadap harga pasar, apalagi jika proyeknya memiliki adopsi kuat dan distribusi dilakukan secara bertahap. Fluktuasi harga dari event seperti ini biasanya terbatas, dan lebih banyak dianggap sebagai bagian dari roadmap distribusi normal.
💡 Analisis untuk Investor/Trader:
Proyek dengan unlock besar (>10%), seperti ZRO dan SIGN layak diwaspadai karena potensi aksi jual mendadak dari investor awal sangat tinggi.
Unlock menengah (5-10%), seperti HYPER dan SOSO mungkin menghadirkan peluang untuk strategi jangka pendek, namun tetap membutuhkan manajemen risiko.
Unlock ringan (<5%), umumnya tidak memicu pergerakan besar, dan dapat menjadi noise yang bisa dimanfaatkan untuk akumulasi jika proyeknya solid secara fundamental.
Proyeksi & Analisis
Kapitalisasi pasar kripto melonjak signifikan ke $3.78 triliun (+9.35%), dengan CMC 100 Index turut menguat ke $233.61 (+9.11%). Pemulihan ini karena kenaikan Bitcoin setelah breakout dari pola Bull Flag-nya dan mencapai titik zona Fibonacci 1.618. Meski demikian, Altcoin Season Index baru mencapai 40/100, yang berarti dominasi Bitcoin masih cukup kuat, dan reli altcoin belum sepenuhnya mengakar.
Fear & Greed Index melonjak ke zona Greed (70), menandakan peningkatan kepercayaan pasar, meski tetap perlu diwaspadai sebagai sinyal potensi overheat. Minggu ini pasar kripto didominasi oleh pergerakan dari sektor LaunchZone (+149%), DeFi Index (+106%), dan Yield Aggregator (+88.24%) mencerminkan rotasi modal ke sektor DeFi.
Di sisi token, lonjakan tajam datang dari LVN (+2.469%),STIK(+95.25%) dan CVX(+88.74%) menunjukkan bahwa altcoin berkapitalisasi menengah menarik perhatian trader agresif.
🔮Outlook Minggu Depan:
✅ BTC saat ini di $118,888k — harga berhasil breakout dan kini resistance become support.
Bullish case: Jika BTC mampu bertahan di atas Upper KC, maka berpotensi naik hingga Fibonacci 2.618 ($134.348).
Bearish case:Terdapat candle Inverted Hammer, menunjukkan pelemahan tren dan mengindikasikan re-test hingga Fibonacci 0.886-0.786 ($110.424-$109.043).
✅ Zona likuidasi & teknikal:
Lonjakan dari $115 ke $120K: Zona kuning terang di sekitar $114K–$116K menunjukkan short squeeze besar yang mendorong harga naik agresif.
Konsolidasi di $119K–$120K: Heatmap menunjukkan distribusi likuidasi cukup merata, menandakan pasar sedang dalam fase seimbang
✅ Narrative dominan:
Sektor seperti Most Valuable Builder (MVB) dan Bonk Fun Ecosystem naik signifikan sebesar +86.26 dan +64.02%. Mencerminkan narasi komunitas dan meme, serta rawan rotasi cepat.
Token M (+349%), BANANAS31 (+79.80%), dan SOLO (+45.20%) memperlihatkan kuatnya sentimen ritel terhadap token berkapitalisasi kecil dengan potensi spekulasi tinggi.
✅ On-chain Insight & Derivatif:
BTC: Long-Term Holder NUPL → Masih di zona belief, belum ada euforia.
BTC: Perpetual-Spot Price Gap → Harga futures di bawah spot, minim spekulasi leverage.
BTC: Social Dominance → Lonjakan FOMO ritel di puncak harga, sinyal potensi koreksi.
Pantau sektor LaunchZone, DeFi Index, dan Yield Aggregator yang dominan minggu ini. Hindari entry jangka pendek pada token dengan unlock >10% tanpa katalis atau dukungan locking. Gunakan teknikal dari unlock menengah untuk akumulasi proyek berkualitas seperti HYPER, SoSoValue, dan Neurron. Disiplin risiko penting meski Resistance BTC menjadi Support
Edukasi Kripto
Liquidity Provider (LP) di Platform DeFi
💧 Apa Itu Liquidity Provider (LP)? Liquidity Provider adalah pengguna yang menyetorkan aset kripto ke dalam pool (kolam likuiditas) di platform DeFi seperti Uniswap atau PancakeSwap untuk memfasilitasi perdagangan. Sebagai imbalan, mereka mendapatkan sebagian dari biaya transaksi.
⚙️ Cara Kerja Liquidity Provider Saat pengguna menambahkan dua token (misalnya ETH dan USDC) ke dalam liquidity pool, mereka menciptakan pasar baru. Ketika trader menukar aset di pool tersebut, sebagian biaya transaksi dibayarkan kepada LP secara proporsional berdasarkan kontribusinya.
🚀 Manfaat Menjadi LP
Pasif Income: Dapatkan fee dari aktivitas trading.
Partisipasi DeFi: Terlibat langsung dalam ekosistem DeFi tanpa harus trading aktif.
Token Rewards: Beberapa platform memberi insentif tambahan berupa token (yield farming).
⚠️ Risiko Utama
Impermanent Loss: Potensi kerugian saat harga token berubah drastis, membuat nilai aset lebih rendah dibanding hanya menyimpannya.
Smart Contract Risk: Jika platform diretas atau ada bug pada kontrak, aset bisa hilang.
Volatilitas Pasar: Perubahan harga tinggi dapat mengurangi keuntungan dari fee.
📈 Contoh Platform Liquidity Pool
Uniswap (Ethereum) – AMM terbesar di Ethereum.
PancakeSwap (BNB Chain) – Alternatif murah dengan reward tinggi.
Curve Finance – Fokus pada stablecoin dengan risiko impermanent loss lebih rendah.
✅ Kesimpulan Menjadi Liquidity Provider adalah cara populer untuk menghasilkan pendapatan pasif di dunia DeFi. Namun, penting memahami risikonya, terutama impermanent loss. Cocok untuk investor yang ingin memaksimalkan aset nganggur, tetapi tetap perlu strategi manajemen risiko yang matang.
Pengumuman Tokocrypto
4 Aset Kripto Baru Listing di Tokocrypto + Cashback Dadakan 100%!
Hi Tokonauts! Tokocrypto kembali menghadirkan 4 aset kripto terbaru yang siap kamu tradingkan:
JELLYJELLY (Jelly-My-Jelly)
MEW (Cat in a Dog’s World)
ALCH (Alchemist AI)
GOAT (Goatseus Maximus)
Pasangan trading: JELLYJELLY/IDR, MEW/IDR, ALCH/IDR, GOAT/IDR Mulai trading: 15 Juli 2025 pukul 15.00 WIB
Dengan listing ini, kamu punya lebih banyak peluang untuk eksplorasi dan profit di pasar kripto yang terus berkembang!
Dadakan! Promo Cashback 100% Part 2 — Total Hadiah IDR 20 Juta!
Punya salah satu dari koin ini: JELLYJELLY, MEW, ALCH, GOAT, MOODENG, SPX, GRASS, POP CAT?
Langsung deposit dan trading di Tokocrypto dan dapatkan cashback hingga 100%! Periode event: 16 Juli 2025 pukul 18.00 WIB – 31 Juli 2025 pukul 23.59 WIB Syarat: Sudah menyelesaikan verifikasi level 1 (KYC)
Jangan sampai ketinggalan, karena cashback ini terbatas! Siapa cepat, dia dapat! ⚡
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Bitcoin (BTC) kembali mencuri perhatian dunia kripto setelah menyentuh level $119.132 per BTC, hanya selisih tipis dari rekor tertingginya di $123.091.
Dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,37 triliun dan volume perdagangan harian sebesar $65 miliar, BTC menunjukkan tanda-tanda bullish kuat yang mengindikasikan potensi reli lanjutan menuju rekor harga baru.
Simak ulasan dan analisis menyeluruh berikut ini tentang apa yang terjadi pada BTC, serta bagaimana proyeksi selanjutnya di tengah euforia pasar kripto global.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 24 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Dalam 90 hari terakhir, harga Bitcoin melonjak +27,52%, atau sekitar $25.681. Kenaikan signifikan juga tercatat dalam 30 hari terakhir, yakni +13,36% atau $14.019, menandakan tren kenaikan yang sehat dan berkelanjutan.
Pergerakan dalam 7 hari terakhir (+0,79%) dan 24 jam terakhir (+0,15%) menunjukkan bahwa pasar tengah bersiap untuk konsolidasi sebelum potensi breakout.
Level Kritis BTC Saat Ini:
Parameter
Nilai
Harga Saat Ini
$119.132,02
Tertinggi 24 Jam
$119.290,24
Terendah 24 Jam
$117.391,39
Rekor Sepanjang Masa
$123.091,61
Kapitalisasi Pasar
$2.370,32 miliar USD
Volume Harian
$65,34 miliar USD
Sirkulasi Saat Ini
19,90 juta BTC
Total Maksimum BTC
21 juta BTC (94,75% ditambang)
Apa yang Mendorong Kenaikan Harga BTC?
Minat Institusional dan ETF Bitcoin Spot Semakin banyak investor institusi masuk ke pasar melalui produk-produk ETF Bitcoin spot seperti dari BlackRock, Fidelity, dan Ark Invest. Ini meningkatkan akumulasi BTC secara besar-besaran.
Ketatnya Pasokan BTC Dengan lebih dari 94,75% BTC telah ditambang, ketersediaan Bitcoin di pasar sangat terbatas. Mekanisme kelangkaan ini mendorong nilai aset makin tinggi seiring meningkatnya permintaan.
Makroekonomi dan Antisipasi Pemotongan Suku Bunga Prediksi pemotongan suku bunga oleh The Fed menjadikan Bitcoin sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Ketidakpastian global membuat investor melirik BTC sebagai alternatif emas digital.
Halving Bitcoin Meski sudah lewat, efek Bitcoin halving terus terasa. Pengurangan reward penambangan menjadi katalis bullish jangka panjang yang sering kali disusul lonjakan harga signifikan dalam 12–18 bulan setelahnya.
Proyeksi Harga: Apakah $130K Realistis
Jika tren pertumbuhan tetap terjaga seperti 90 hari terakhir, BTC bisa menyentuh level $125.000–$130.000 dalam waktu dekat.
Banyak analis juga menyebut level $120.000 sebagai area psikologis penting yang, jika tertembus, bisa memicu FOMO (fear of missing out) dan dorongan beli besar-besaran.
Analis teknikal juga mengamati pola ascending triangle dan volume akumulasi tinggi, mengindikasikan breakout ke atas sangat mungkin terjadi dalam 1–2 minggu ke depan.
Apa yang Perlu Diperhatikan Investor?
Volatilitas Jangka Pendek Masih Tinggi Fluktuasi harga dalam 1 jam terakhir masih negatif (-0,08%), menunjukkan bahwa aksi ambil untung (profit-taking) tetap membayangi pasar.
Potensi Koreksi Sehat Setelah kenaikan 27% dalam 3 bulan, koreksi ringan bisa jadi sehat sebelum menuju level lebih tinggi.
Pantau Level Resistance di $123K dan Support di $115K Level ini akan menentukan arah jangka pendek BTC ke depan.
Dengan performa solid, momentum institusional, dan minat ritel yang kembali membara, Bitcoin tampak berada di jalur yang sangat kuat menuju rekor harga baru.
Apabila kondisi pasar global tetap kondusif, bukan mustahil BTC akan menembus $130.000 dalam waktu dekat.
Namun, seperti biasa di dunia kripto: “Selalu DYOR (Do Your Own Research)” dan siapkan strategi keluar!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Harga Bitcoin (BTC) diprediksi akan segera memasuki “fase paling eksplosif” dalam siklus reli saat ini, dengan potensi kenaikan hingga menembus $140.000. Prediksi ini muncul setelah Bitcoin menunjukkan pola teknikal bullish meski saat ini tengah mengalami konsolidasi harga.
Setelah mencetak rekor tertinggi baru di kisaran $123.000 pada 13 Juli lalu, BTC bergerak sideways dan sempat terkoreksi hingga $115.000. Saat artikel ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di level $118.425. Konsolidasi harga ini oleh banyak analis dianggap sebagai pola bull pennant — sebuah formasi lanjutan yang biasanya mendahului reli lanjutan.
“Bitcoin sedang dalam penembusan bull pennant yang menargetkan $140.000,” kata analis kripto populer Titan of Crypto di platform X. Ia menyebut fase saat ini sebagai “fase terakhir dan paling eksplosif dari bull run.”
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 23 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Estimasi Kenaikan Bitcoin
Analisis dari Cointelegraph Markets Pro dan TradingView mengkonfirmasi pola tersebut, dengan estimasi kenaikan 15% dari level saat ini menuju sekitar $136.500. Namun, penting dicatat bahwa tingkat keberhasilan pola bull pennant hanya sekitar 54%, sehingga tetap ada risiko pembalikan arah.
Sinyal teknikal lainnya datang dari analis Merlijn The Trader, yang mengidentifikasi pola inverse head and shoulders di grafik tiga hari. Menurutnya, pola tersebut mendukung target harga BTC ke $140.000, didorong oleh momentum yang “tak terbantahkan.”
Sementara itu, prediksi yang lebih konservatif disampaikan oleh Marcus Corvinus. Ia menyebut bahwa terobosan dari pola segitiga simetris mendukung target jangka pendek ke $125.000.
Meski sinyal teknikal mendukung reli lanjutan, beberapa analis memperingatkan kemungkinan penurunan harga dalam waktu dekat. Menurut AlphaBTC, likuiditas yang rendah di akhir pekan lalu bisa mendorong BTC turun lebih dulu untuk menguji support di kisaran $115.000 sebelum melanjutkan tren naik.
“Sedikit penurunan untuk menyentuh likuiditas di sekitar $115.000 bisa menjadi bahan bakar untuk reli lebih tinggi,” ujar AlphaBTC sambil menunjukkan peta panas likuidasi dari CoinGlass.
Analis Daan Crypto Trades juga memperingatkan bahwa Bitcoin saat ini berada di tengah kisaran perdagangan antara $115.000 sebagai support dan $121.000 sebagai resistance. Ia menyarankan untuk memperhatikan fluktuasi harga lokal yang tinggi dan rendah sebagai sinyal pergerakan likuiditas selanjutnya.
Dengan latar belakang ini, pelaku pasar disarankan tetap waspada terhadap volatilitas jangka pendek, sembari mencermati level-level kunci yang berpotensi menjadi pemicu reli Bitcoin menuju target ambisius $140.000.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Dalam langkah yang mengejutkan namun sekaligus menandai perubahan besar dalam lanskap keuangan global, JP Morgan Chase dikabarkan tengah mempersiapkan skema pinjaman yang dijamin langsung oleh aset kripto milik klien seperti Bitcoin dan Ethereum.
Program inovatif ini diperkirakan akan mulai diluncurkan pada tahun 2026 dan menegaskan betapa dalamnya dunia perbankan tradisional mulai mengintegrasikan teknologi blockchain dan aset digital.
Dari ETF ke Bitcoin Murni: Evolusi Kredit Berbasis Kripto
Saat ini, JP Morgan memang sudah memperbolehkan kliennya meminjam dana dengan jaminan produk investasi kripto seperti ETF Bitcoin milik BlackRock (iShares Bitcoin Trust).
Namun, terobosan baru ini akan melangkah lebih jauh: klien bisa langsung menggunakan Bitcoin atau Ethereum yang mereka miliki sebagai jaminan pinjaman tunai, tanpa harus melalui instrumen derivatif seperti ETF.
Langkah ini menandai pergeseran signifikan dari sekadar ‘mengizinkan’ kripto, menuju bentuk penerimaan yang lebih substansial dan konkret dalam sistem keuangan konvensional.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 23 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Keputusan JPMorgan ini bukanlah insiden tunggal. Bank-bank besar AS seperti Goldman Sachs dan Citibank juga mulai mengadopsi pendekatan hybrid terhadap aset digital.
Kombinasi antara regulasi yang mulai bersahabat dan permintaan tinggi dari nasabah kelas atas dan institusi menjadi pendorong utama tren ini.
Jamie Dimon, CEO JP Morgan, yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu kritikus paling vokal terhadap Bitcoin, bahkan pernah menyebutnya sebagai “penipuan”, kini mulai melunak.
Ia mengakui bahwa meskipun banknya tidak akan menyimpan Bitcoin di neraca keuangan (on-balance sheet), mereka tetap akan memfasilitasi klien yang ingin mengakses dan memanfaatkan kripto secara legal dan aman.
Keamanan dan Penitipan: Kunci Utama di Balik Layanan Ini
Untuk menghindari risiko tinggi seperti kebangkrutan klien, penyitaan aset digital, atau tantangan teknis dalam menjaga keamanan wallet, JP Morgan tidak akan menyimpan aset digital secara langsung.
Sebagai gantinya, mereka akan menggandeng pihak ketiga seperti Coinbase sebagai kustodian terpercaya yang bertugas menjaga aset digital klien.
Pendekatan ini sejalan dengan model yang sudah mulai banyak digunakan oleh platform institusional seperti Fidelity Digital Assets dan Bakkt.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 23 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Apa Artinya Bagi Masa Depan Kripto?
Keputusan JPMorgan membuka layanan pinjaman dengan jaminan kripto merupakan validasi besar terhadap legitimasi aset digital, khususnya di mata lembaga keuangan dan investor konservatif. Beberapa implikasi pentingnya antara lain:
Likuiditas yang lebih besar bagi pemilik kripto besar (whale) yang tidak ingin menjual aset mereka, tapi tetap butuh akses ke modal tunai.
Penurunan volatilitas pasar, karena pemilik kripto kini punya opsi lain selain harus menjual saat butuh dana.
Potensi peningkatan permintaan terhadap BTC dan ETH sebagai aset produktif, bukan sekadar spekulatif.
Risiko yang Tetap Ada
Meski menjanjikan, pendekatan ini tentu memiliki tantangan.
Nilai jaminan kripto yang sangat volatil bisa mengharuskan margin call atau likuidasi paksa. Selain itu, penggunaan kustodian pihak ketiga menimbulkan risiko terhadap keamanan dan transparansi.
Namun, dengan kontrol ketat dan mitra penyimpanan yang mapan seperti Coinbase, JPMorgan diyakini mampu mengelola risiko-risiko tersebut secara profesional.
Dunia keuangan global tengah berubah, dan pengumuman JP Morgan ini hanyalah puncak dari gunung es.
Ketika bank sebesar JP Morgan mulai mengintegrasikan kripto ke dalam layanan pinjamannya, artinya masa depan aset digital bukan lagi “jika”, tapi “kapan”.
Apakah ini tanda bahwa kripto akan menjadi bagian permanen dari ekosistem keuangan global? Jika raksasa Wall Street saja mulai bermain, Anda mungkin ingin mempertimbangkan kembali posisi Anda di dunia kripto.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.