Pasar Bitcoin saat ini memasuki fase tenang yang jarang terjadi. Indeks Volatilitas Tersirat Bitcoin (BVIV) 30 hari turun ke level 40,84—terendah sejak September 2023—menandakan potensi akumulasi dan pergerakan harga signifikan dalam waktu dekat.
Volatilitas Rendah: Pertanda Bullish?
Dilaporkan Cointelegraph, sejarah menunjukkan bahwa setiap kali BVIV jatuh di bawah angka 45, Bitcoin cenderung mengalami kenaikan tajam. Terakhir kali kondisi ini terjadi pada September 2023, harga BTC melonjak hampir 50%, dari $26.000 menjadi hampir $39.000.
Dalam 149 minggu terakhir, BVIV hanya 21 kali turun ke zona ini, dan setiap kali, situasi tersebut biasanya mendahului fase akumulasi besar atau titik terendah pasar lokal.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 30 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Meskipun Bitcoin sempat menyentuh rekor tertinggi baru pada Mei 2025, volatilitas yang terealisasi justru terus menurun. Kini berada di persentil ke-10 dari dekade terakhir, tren ini menunjukkan kemungkinan perubahan struktur pasar, di mana Bitcoin mulai dianggap sebagai aset dengan risiko lebih terkendali—daya tarik besar bagi investor institusional.
Menurut Ecoinometrics, jika pola ini berlanjut, volatilitas bisa tetap rendah lebih lama, meski tetap membuka peluang bullish jika terjadi penyimpangan dari tren stabil ini.
Investor Jangka Pendek: Percaya Diri di Tengah Ketidakpastian
Data on-chain mengungkapkan bahwa pemegang jangka pendek (short-term holders/STH) tetap tenang. Penurunan kapitalisasi yang terealisasi mencapai -8%, yang secara historis merupakan zona akumulasi, bukan kepanikan. Rasio nilai pasar terhadap nilai terealisasi (MVRV) STH berada di 1,19—lebih rendah dari puncak 1,33 pada November 2024—mengindikasikan berkurangnya aktivitas spekulatif.
Lebih lanjut, kisaran harga $110.000–$117.000 kini menjadi area akumulasi aktif. Investor tampak nyaman membeli saat harga naik maupun turun, menciptakan pola distribusi biaya berbentuk “tangga”, yang menandakan perilaku pasar yang terorganisir, bukan emosional.
Pasokan Aktif Bertambah, Permintaan Baru Masuk
Pasokan BTC milik pemegang jangka pendek meningkat dari 4,36 juta menjadi 4,58 juta BTC, menunjukkan adanya permintaan baru atau rotasi aset dari pemegang jangka panjang. Ini menandakan likuiditas yang sehat dan pasar yang aktif, sekaligus memperkuat sinyal bahwa akumulasi sedang berlangsung.
Dengan volatilitas rendah, akumulasi aktif, dan sinyal teknikal yang mengarah ke skenario bullish, pasar Bitcoin bisa berada di ambang reli besar. Jika sejarah berulang, fase tenang ini bisa menjadi awal dari lonjakan harga seperti yang terjadi pada 2023. Namun, investor tetap perlu berhati-hati, karena pasar kripto selalu menyimpan potensi kejutan.
Bitcoin STH merealisasikan penurunan kapitalisasi. Sumber: Axel Adler Jr.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Memasuki bulan Juli, volume perdagangan turun drastis ke $328 juta pada minggu pertama. Namun pulih kembali ke $411 juta pada 13 Juli.
Dalam dua minggu berikutnya, volume melonjak lebih dari 60%, mencapai $659 juta pada 20 Juli dan akhirnya $675 juta pada minggu penutup 27 Juli.
Pasangan Utama yang Mendorong Momentum
Dominasi volume tetap berada pada pasangan utama seperti BTC‑SOL dan BTC‑USD, sementara perdagangan minor seperti BTC‑BTC dan kelompok “Other” menyumbang sebagian kecil tapi stabil dalam total volume.
Sementara itu, pasangan BTC‑SOL tetap menjadi penggerak utama sepanjang periode tersebut.
Pertumbuhan Wrapped-Bitcoin di Solana
Peningkatan aktivitas ini sejajar dengan pertumbuhan signifikan dalam suplai token wrapped Bitcoin di Solana: dari $WBTC, $cbBTC hingga $zBTC.
Saat ini total nilai pasar token wrapped Bitcoin di jaringan ini telah melampaui $734 juta, berasal dari lebih dari 6.277 unit wrapped BTC yang beredar.
Dua token utama: Coinbase’s cbBTC dan BitGo’s WBTC, menguasai mayoritas token wrapped, sementara token baru seperti zBTC mulai naik daun karena optimalitasnya dalam transfer lintas‑rantai dan integrasi programatik.
Inovasi: Staking Dual‑Aset dengan btcSOL dan Marinade
Terobosan terbaru di ekosistem Bitcoin‑on‑Solana adalah peluncuran btcSOL, strategi staking dual‑aset hasil kerja sama dengan Marinade Finance.
Model ini memungkinkan pengguna untuk staking SOL dan secara otomatis mendapatkan Bitcoin berupa zBTC, tanpa perlu mengelola ulang secara manual.
Sekitar 5,5% dari SOL yang distake akan dikonversi ke zBTC secara bertahap melalui strategi yang dikenal sebagai Dual Asset Accumulation Strategy (D.A.A.S).
Kenapa Ini Penting?
Diversifikasi Otomatis btcSOL memberi paparan ganda: pertumbuhan SOL plus potensi store‑of‑value Bitcoin, dalam satu posisi yang mudah dikelola. Tidak perlu rebalancing manual atau strategi kompleks.
Permintaan ZBTC Melonjak Mekanisme ini juga memperkuat adopsi zBTC sebagai wrapped Bitcoin yang penting dalam ekosistem Solana, memperkaya likuiditas dan trading volume.
Menarik Minat Investor dan Pengguna DeFi Infrastruktur seperti Marinade Finance yang dikenal memastikan staking berkala dan akses instansial mendorong partisipasi lebih besar. Kombinasi yayasan likuiditas, produk wrapped Bitcoin, dan inovasi staking turut memicu rebound volume perdagangan.
Dampak Ekosistem DeFi Solana
Volume perdagangan Bitcoin yang meningkat drastis mencerminkan sentimen positif dan aktivitas yang kembali hidup di DeFi Solana.
Hal ini sejalan dengan momentum yang juga terlihat di token-level, volume DEX, dan nilai terkunci (TVL) Solana yang kian kompetitif dibandingkan blockchain lain.
Solana terus mencatat dominasi transaksi on-chain. Dalam tujuh hari terakhir, Solana memproses 355,9 juta transaksi, mengungguli total gabungan blockchain lainnya.
Ia juga memimpin volume DEX harian dan menembus TVL DeFi lebih dari US$7 miliar, mengungguli BNB Chain dan lainnya.
Ringkasan Poin Penting
Aspek Utama
Informasi Kunci
Total volume mingguan (27 Jul)
$675 juta, tertinggi sejak awal Juni
Performa volume mingguan
$659 juta → $675 juta; naik dari $411 juta dua minggu sebelumnya
Pasangan dominan
BTC‑SOL & BTC‑USD masih penggerak utama volume
Wrapped Bitcoin (zBTC, dll.)
Total nilai pasar ≥ $734 juta dari ~6.277 token wrapped
Produk inovatif
Staking dual‑aset btcSOL + Marinade Finance via strategi D.A.A.S
Dengan adopsi produk seperti btcSOL dan pertumbuhan wrapped Bitcoin, volume perdagangan di Solana diprediksi akan kembali meningkat.
Inovasi yang memadukan eksposur ke SOL dan Bitcoin dalam satu posisi tanpa usaha manual makin menarik bagi pengguna DeFi.
Proyek-proyek baru yang memanfaatkan token wrapped ini akan ikut memperkuat ekosistem dan mendorong aktivitas lintas-daun.
Meski tantangan seperti keamanan token dan kontrol likuiditas tetap perlu diperhatikan, tren ini menunjukkan daya tarik Solana memantapkan posisi sebagai platform DeFi yang berkembang cepat.
Dengan lonjakan volume transaksi, inovasi produk staking otomatis, dan pertumbuhan ekosistem wrapped Bitcoin, Solana menunjukkan bahwa momentum kembali mengumpul, dan ini baru permulaan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar kripto hari ini, Rabu (30/7) difokuskan oleh kabar Bitcoin stabil di sekitar $119k menjelang keputusan The Fed dan tenggat tarif AS-China, sementara altseason 2025 diprediksi segera tiba dengan Ethereum dan ekosistemnya bersinar.
Di sisi lain, investor institusional seperti whale kripto dan Michael Saylor terus akumulasi aset besar — dari ONDO hingga Bitcoin senilai miliaran dolar. Lihat lebih banyak insight di bawah ini:
Bitcoin Stabil Dekat $118k, Pasar Menanti Fed dan Batas Waktu Tarif
Bitcoin di $119k; investor tunggu negosiasi dagang AS dan keputusan Fed.
Pasar menanti kejelasan dagang AS-UE/China sebelum 1 Agustus; tarif bisa naik.
Trader hati-hati jelang keputusan The Fed; awasi sinyal kebijakan moneter dan inflasi.
Altseason 2025: Kapan, Bagaimana, Token Apa yang Harus Diperhatikan?
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar kripto hari ini, Selasa (29/7) difokuskan oleh kabar bahwa Bitcoin berpeluang cetak rekor baru di Agustus dengan konsolidasi kuat di atas $117.000 dan akumulasi oleh whale, sementara altcoin seperti OP, SUI, dan SPX6900 menunjukkan potensi reli menjelang akhir Juli.
Namun, risiko likuidasi besar menghantui Ethereum, Solana, dan BNB jika harga turun tajam. Sentimen pasar juga akan dipengaruhi oleh rilis data ekonomi AS dan keputusan suku bunga The Fed minggu ini. Lihat lebih banyak insight di bawah ini:
Harga Bitcoin Diproyeksikan Rekor Tertinggi Agustus; Risiko Jual Rendah
Holder besar akumulasi, tunjukkan kepercayaan jangka panjang Bitcoin.
BTC di $118.938: $120.000 jadi support dorong ATH; di bawah $117.261 risiko bearish.
3 Altcoin Patut Dipantau Akhir Juli 2025
Optimisme (OP) naik 19,3% jelang token unlock Agustus; bisa ke $1,00 jika bullish.
Sui (SUI) naik 13,7% jelang token unlock; tren naik kuat, namun waspada penurunan di bawah $4,12.
SPX6900 (SPX) capai ATH, kini $2,23 dengan support kuat; berisiko turun ke $1,74 jika tekanan jual meningkat.
CASHBACK DADAKAN IS BACK 100% Raih Rp20 JUTA*
🎉 Cashback 100% + Total Hadiah 20 JUTA*?!
Yes, kamu nggak salah baca! Cuma dengan deposit & trading token pilihan MEW, GOAT, ALCH, JELLYJELLY, MOODENG, SPX, GRASS, atau POP CAT, kamu bisa dapetin cashback 100% dan peluang menang hingga 5 JUTA RUPIAH*! 💸
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Namun memang ini menjadi ciri khas saya, prediksi saya selalu terlalu cepat dan valid 1-2 minggu. Alasannya market perlu waktu mencerna. Judul artikel minggu lalu 14-18 Juli 2025 adalah Bitcoin sideways, dan itu akurat untuk minggu ini:
Maka judul minggu ini Koreksi adalah berkah adalah untuk 1-2 Minggu kedepan. Selalu cenderung begitu alasannya, market perlu digest, mencerna kebijakan, sedangkan saya terlalu awal menggambarkan apa yang terjadi. Secara data:
1. China Loan Prime Rate dipelihara 3% ✅
2. Powell Speak Zonks. ✅ ini sangat akurat sekali:
3. M2 Supply naik All Time High ✅
4. Existing Home Sales turun ✅
5. PMI Turun
6. New Home Sales naik
7. Durable Good Order turun
Data Minggu Depan
Mari kita beda data minggu depan:
Senin, 28 Juli 2025
Tidak ada data
Ini adalah hari terakhir RRP turun dibulan Juli dan tidak ada data artinya Bitcoin naik.
Selasa 29 Juli 2025
21.00 WITA House Price Index
Kita dapati NAHB naik tipis, Housing starts naik karena Jumlah Rumah Multiple family meningkat, Existing Home Sales jatuh, New Home Sales naik karena berbagi sertifikat tanah alias rusun, maka dikarenakan inflasi naik Harga Rumah akan kembali naik. House Price Index naik adalah tanda inflasi bullrun sudah mulai. Inflasi akan terus naik.
Inflasi secara ekonomi bukanlah kenaikan harga barang, Inflasi secara ekonomi adalah bertambahnya jumlah edar uang sedangkan kenaikan harga barang adalah akibat dari inflasi naik. Dalam keadaan normal Harga Rumah naik adalah pertumbuhan ekonomi, inflasi memang buruk tetapi deflasi lebih menghancurkan, masalahnya jika harga rumah terus naik, Bagaimana cara Masyarakat beli rumah?
Rumah yang sekarang saja sudah tidak terjangkau dengan gaji sekarang, perlu KPR berapa lama, secara matematika, meskipun sudah meningsoi juga tetep cicilan ga lunas. Emosi saya lama-lama, Bapak saya gajinya lebih sedikit dari saya bisa beli 2 rumah, saya gajinya 10 kali lipat gajinya Bapak Saya, tetep saya ga bisa beli rumah. Padahal ini saya lagi ngomongin harga rumah di Amerika. Sangat tidak nyambung sekali 😂😂😂
Jika House Price Index naik maka DXY naik karena KPR naik. KPR adalah janji mati hodl dollar. Semakin banyak yang KPR KKB KTA BNPL Kartu Kredit KUR maka mata uangnya menguat, dari sanalah rakyat AS disedot keringat dan darahnya menanggung inflasi elit yang belanja terus.
22.00 WITA – Jumlah Lowongan (JOLTS)
Kita dapati PMI diforecastkan turun dan Jolts sudah naik sejak April 2025 tanpa penurunan, ditambah Continuing claim yang cenderung stabil dan claim data yang cenderung masih turun ditambah retail sales yang positif di +0.6% saya prediksi Jumlah lowongan akan naik (Jolts). Jika Jolts naik maka DXY naik.
Maka kira-kira begini candle hari Selasa, Bitcoin saya prediksi turun karena 2 hal ini menguatkan DXY:
Rabu, 29 Juli 2025
20.15 WITA – Jumlah Karyawan Swasta (ADP)
Setelah Jolts naik maka Jumlah Karyawan Swasta naik (ADP). Jika ADP naik maka DXY naik. Yaiyalah Guys please deh, sudah minus -33K, engga mungkin ga naik. Tetapi minggu lalu pun saya berkata begini karena angkanya 37K, dan ternyata saya salah, ADP keluar MINUS 🤣🤣🤣🤣. Ya udah lah, kejadian kayak gini ada ajah, tetapi saya akan lebih salah jika saya prediksi jumlah karyawan swasta Minus. 😆.
Gimana cara jumlah pekerja minus? Yang di PHK lebih banyak daripada yang bekerja? Itu kan resesi. Mana mungkin sih pemerintah jujur, kalau jujur kita udah makmur, kita ngga kaya-kaya karena keringat kita disedot utang, kondisi hidup kita dibuat ngutang. Gaji UMR harga rumah 100x gaji UMR. Gimana tuh caranya ga utang? Keadaan di AS itu kayak gitu.
20.30 WITA – GDP
GDP bulan lalu minus, ya gimana ya, engga mungkin saya prediksi minus setelah kita dapati harga rumah naik, Jolts naik, ADP naik maka saya prediksi GDP AS naik. Bukan karena rakyat makmur atau penghasilan negara naik, tapi karena inflasi naik dan stimulus sudah dekat😅. Tidak ada kenaikan GDP tanpa kenaikan inflasi, alasannya GDP naik adalah utang AS naik.
Pending home sales adalah data rumah yang sudah terjual namun masih menunggu DP pertama dan finalisasi kontrak. Jika pending home sales naik maka DXY naik. Saya prediksi Pending home sales naik 02.00 WITA – FOMC SUKU BUNGA FED
Bocoran Fed FOMC akan saya berikan di subs karena sekarang belum keluar. Prediksi saya masih ditahan di 4.25%-4.5% jika ditahan saja Bitcoin naik ATH apalagi dipotong. Tetapi apapun keputusannya boleh jadi ini adalah tentang legacy Powell. Kalau ditahan, ini adalah penahanan Suku bunga terakhir selanjutanya hanya akan potong. Maka Bitcoin akan dump and pump walaupun ditahan.
Data ekonomi yang bagus hanyalah narasi agar pemotongan suku bunga sudah sesuai dengan ekonomi yang membaik. Jadi walaupun DXY naik maka Bitcoin tetap akan naik karena naiknya DXY terjadi karena utang naik bukan karena ekonomi naik. Kira-kira begini candle hari Rabu:
Kamis, 31 Juli 2025
20.30 WITA Personal Consumption Expenditure (PCE)
Persona Consumption Expenditure masih akan diprediksi naik karena inflasi naik walaupun core inflasi belum turun. Itulah sebabnya Fed belum mau potong. Jika PCE naik DXY naik. Dan Bitcoin koreksi
Jumat, 1 Agustus 2025
20.30 WITA – Non Farming Payroll (NFP)
NFP adalah jumlah total karyawan baik swasta dan PNS bahkan part time jobs. Kita prediksi jumlah lowongan naik, ADP naik dan Inflasi naik dibarengi retail sales naik, semua data ekonomi cenderung tidak turun, maka saya prediksi NFP naik. Jika NFP naik dan dominan full time jobs Bitcoin koreksi.
Pada X saya jelaskan saya harapkan koreksi di akhir Bulan yaitu 30-31 Juli dan 1 Agustus 2025 atas harapan tarif Trump mulai berefek. Sehingga saya harapkan Bitcoin koreksi. Tetapi cerita itu akan sirna jika last minute Trump mengatakan akan memundurkan Tariff itu ke Tahun depan seperti pernyataannya pada tarif Mexico dan Canada. Maka saya prediksi Jumat Bitcoin koreksi:
Tetapi ingat, Bitcoin koreksi kali ini adalah penurunan liquidity ke Ethereum sehingga alt season sudah dekat, FOMO akan merajalela:
Terimakasih sudah membaca, Silahkan analisa sendiri dan ini bukan nasehat keuangan.
Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pemula yang ingin melakukan investasi kripto untuk pertama kali sering diberikan dua opsi utama—Bitcoin dan Ethereum. Keduanya sama-sama populer, punya nilai tinggi, dan memiliki volatilitas yang lebih baik dibanding aset kripto selain stablecoin.
Bitcoin mewakilkan pilihan bagi pemula yang ingin menyimpan investasi dalam bentuk nilai lindung terhadap inflasi. Sedangkan Ethereum mewakili alternative coin yang memberikan eksposur dengan fitur smart contract dan ekosistem blockchain yang membuka akses ke berbagai sektor seperti DeFi, NFT, dan Web3.
Sebelum menetapkan pilihan untuk aset kripto pertama kamu, simak pembahasan mengenai perbedaan keduanya—mulai dari pengertian, performa historis, sampai dengan simulasi keuntungan sebagai bahan pertimbangan kamu!
Kenalan dengan Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH)
Apa Itu Bitcoin?
Bitcoin adalah kripto pertama di dunia dan sering dijuluki “emas digital”. Diciptakan oleh Satoshi Nakamoto pada 2009, BTC dirancang sebagai sistem pembayaran terdesentralisasi tanpa perantara.
Hingga 2025, Bitcoin tetap menjadi pemimpin pasar kripto, dengan valuasi lebih dari US$1,7 triliun dan dominasi pasar di atas 60%. Fungsinya sebagai store of value menjadikannya aset lindung nilai yang banyak dipilih oleh investor pemula hingga institusional.
Ethereum diluncurkan pada 2015 oleh Vitalik Buterin dan timnya. Tidak seperti Bitcoin, Ethereum lebih dari sekadar mata uang digital. Ethereum adalah platform untuk smart contract yang menopang ekosistem DeFi (Decentralized Finance), NFT, stablecoin, dan tokenisasi aset.
Setelah transisi ke mekanisme Proof-of-Stake melalui The Merge, Ethereum menjadi jauh lebih efisien dan scalable, menjadikannya pilihan menarik bagi investor yang ingin terlibat secara aktif dengan ekosistem web3—bukan hanya sekadar menyimpan aset.
Untuk memahami karakter BTC dan ETH, penting melihat performa dan volatilitas keduanya dalam beberapa tahun terakhir. Grafik dan data berikut menunjukkan bagaimana keduanya bergerak, tumbuh, dan menghadapi fluktuasi pasar sejak Agustus 2017 – Mei 2025.
Return Tahunan BTC vs ETH
Tahun
Bitcoin
Ethereum
2024
121%
46%
2023
156%
93%
2022
-64%
-68%
2021
59%
395%
2020
304%
472%
2019
94%
-2%
2018
-73%
-82%
Perbandingan return tahunan Bitcoin vs Ethereum, data dihimpun dari Backtest by Curvo.
Dari data return tahunan antara tahun 2018 hingga 2024, terlihat bahwa performa Bitcoin cenderung memberikan hasil yang lebih stabil, terutama pada tahun-tahun bullish seperti 2020, 2021, 2023, dan 2024, di mana pertumbuhannya konsisten di atas 50%, bahkan mencapai lebih dari 300% pada 2020.
Sebaliknya, Ethereum menunjukkan karakter yang lebih agresif dibandingkan dengan Bitcoin. Di masa kenaikan pasar seperti 2020 dan 2021, ETH melonjak sangat tinggi, tetapi ketika koreksi pasar terjadi, penurunannya pun jauh lebih dalam dibandingkan BTC.
Ini memperlihatkan bahwa Ethereum bisa memberikan potensi keuntungan besar, namun juga dengan risiko penurunan yang sama besarnya.
Rata-Rata Return Tahunan BTC vs ETH
Average annualised return
Total return
Aset
Last year
Last 5 years
Aset
Last year
Last 5 years
Bitcoin
55.10%
61.80%
Bitcoin
55.10%
1007.80%
Ethereum
-32.70%
61.20%
Ethereum
-32.70%
989.60%
Perbandingan rata-rata return tahunan investasi Bitcoin vs Ethereum, data dihimpun dari Backtest by Curvo.
Dari tabel perbandingan rata-rata return tahunan dan total return lima tahun terakhir menunjukkan bahwa Bitcoin masih menjadi aset yang lebih unggul secara statistik. Dalam periode tersebut, Bitcoin mencatatkan rata-rata pertumbuhan tahunan dalam lima tahun terakhir sekitar 61,8% dengan total return lebih dari 1.000%.
Sedangkan untuk Ethereum, rata-rata pertumbuhan tahunan dalam lima tahun terakhir di sekitar 61.2% dengan total return 989.6%. Meskipun terlihat memiliki return yang mirip, Ethereum tercatat memberikan hasil negatif di tahun kemarin dengan -32.7% yang salah satunya disebabkan oleh tingginya Bitcoin Dominance.
Perbandingan Compound annual growth rate, Standard deviation Sharpe ratio dari Bitcoin dan Ethereum, data dihimpun dari Backtest by Curvo.
Bitcoin terlihat memiliki Compound Annual Growth Rate (CAGR) hampir dua kali lipat Ethereum, serta Sharpe ratio yang lebih tinggi—menunjukkan bahwa Bitcoin menawarkan return yang lebih baik per unit risiko yang diambil.
Dari segi deviasi standar, Ethereum memiliki deviasi standar yang jauh lebih tinggi yakni 98.61% dibandingkan dengan Bitcoin yang memiliki deviasi di 76.96%, secara sederhana bisa dibilang pergerakan harga Ethereum memiliki volatilitas 21.65% lebih tinggi dibanding Bitcoin.
Investasi $10.000 di Bitcoin dan Ethereum Mana yang Lebih Menguntungkan?
Agar lebih mudah mencerna data yang diberikan, mari lihat simulasi historis jika kamu melakukan investasi sebesar $10.000 atau sekitar Rp164.000.000 di Bitcoin dan Ethereum dari bulan Agustus 2017.
Grafik portofolio investasi Bitcoin vs Ethereum, sumber data dihimpun dari Backtest by Curvo.
Dari grafik portofolio di atas menunjukkan bahwa Bitcoin secara konsisten membentuk tren pertumbuhan yang lebih stabil dan menguat. Garis biru yang mewakili BTC terus menanjak, terutama sejak 2020, dan tetap mempertahankan posisi lebih tinggi dibanding Ethereum hingga pertengahan 2025.
Ethereum memang sempat sedikit akan menyalip BTC pada tahun 2021, namun sejak itu tertinggal dalam pergerakan nilai secara keseluruhan. Data ini mengilustrasikan bahwa jika dilihat dari sudut pandang pertumbuhan portofolio jangka panjang, Bitcoin memberikan hasil yang lebih baik dari pada Ethereum jika dilihat dari data historisnya.
Eksposur terhadap teknologi blockchain dan yield staking
Ethereum
Tabel perbandingan Bitcoin vs Ethereum sesuai tujuan investasi. Jangan lupa sesuaikan dengan profil risiko.
Secara garis besar Ethereum lebih cocok bagi kamu yang tertarik dan ingin mengikuti langsung perkembangan Web3, sedangkan Bitcoin cocok untuk kamu yang ingin investasi jangka panjang alias sebagai aset safe haven.
Sudah Menentukan Pilihan, Bagaimana Cara Mulai Investasi Bitcoin dan Ethereum?
Untuk memulai investasi di pasar kripto, seperti Bitcoin dan Ethereum—pastikan kamu memilih exchange yang sudah terdaftar resmi dan diawasi oleh OJK seperti Tokocrypto.
Kamu bisa membeli Bitcoin dan Ethereum dengan mudah dan 0% biaya trading, minimal deposit mulai dari Rp50.000 dengan beberapa langkah berikut.
Buat akun dan lakukan verifikasi KYC sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Deposit saldo investasi via Bank, Virtual Account, atau E-Wallet.
Masuk menu “Jual/Beli” dan pilih dari “IDR” ke “Nama Aset” yang ingin kamu beli
Kemudian masukkan nominal pembelian.
Klik gambar untuk mulai investasi di Tokocrypto.
Kesimpulan: Jadi Mana yang Lebih Cocok untuk Investasi Pertama bagi Pemula?
Kalau kamu ingin aset yang relatif stabil, cocok untuk “store of value” dan lebih tahan terhadap fluktuasi: Bitcoin bisa jadi pilihan utama.
Kalau kamu ingin eksposur pada teknologi blockchain, staking yield, dApps, dan potensi pertumbuhan lebih tinggi: Ethereum lebih layak dipertimbangkan.
Tips untuk pemula: Kamu bisa mulai dengan modal kecil untuk membeli kedua aset kripto tersebut dengan proporsi yang sesuai dengan profil risiko yang dimiliki, jangan lupa hindari pembelian sekaligus (lump sum) dan gunakan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) yang ada di aplikasi Tokocrypto.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Bitcoin (BTC) berpotensi mencetak rekor harga tertinggi (ATH) baru di bulan Agustus 2025. Aksi konsolidasi harga selama dua pekan terakhir antara $117.261 hingga $120.000 menjadi fondasi bagi pergerakan bullish berikutnya, dengan sejumlah indikator pasar menunjukkan sinyal positif dan rendahnya tekanan jual dari investor.
Investor Tahan Jual, Risiko Rendah Jadi Peluang
Data terbaru dari Glassnode menunjukkan bahwa rasio risiko sisi jual Bitcoin saat ini berada di level 0,24 — tertinggi dalam enam bulan terakhir, namun masih jauh di bawah ambang batas netral 0,4. Ini menunjukkan bahwa aksi jual besar-besaran tidak sedang terjadi, dan pasar saat ini sedang dalam fase konsolidasi. Secara historis, kondisi seperti ini sering menjadi pertanda fase akumulasi sebelum lonjakan harga.
Whale dan Institusi Mulai Akumulasi
Dilaporkan BeInCrypto, selama dua minggu terakhir, skor tren akumulasi Bitcoin mendekati angka 1,0 — sinyal kuat bahwa pemegang besar, termasuk institusi dan investor dengan nilai kekayaan tinggi, terus menambah kepemilikan mereka. Akumulasi yang konsisten oleh entitas-entitas besar ini menandakan meningkatnya kepercayaan terhadap nilai jangka panjang Bitcoin, yang bisa menjadi bahan bakar utama menuju rekor harga baru.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 29 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Menurut data Glassnode, tren akumulasi ini tak hanya memperkuat posisi BTC secara teknikal, tetapi juga menciptakan fondasi yang lebih stabil dalam menghadapi potensi tekanan pasar ke depan.
Target ATH: Bitcoin Siap Lampaui $120.000
Dengan harga saat ini di kisaran $118.938, Bitcoin hanya membutuhkan dorongan kecil untuk menembus batas psikologis dan teknikal di $120.000. Jika level ini berhasil diubah menjadi support, BTC diperkirakan bisa melesat ke atas $122.000 dan membuka peluang menuju level ATH baru.
Namun, penting untuk dicatat bahwa bulan Agustus secara historis merupakan periode yang bearish bagi Bitcoin, dengan rata-rata penurunan bulanan mencapai -8,3%. Meski demikian, jika akumulasi berlanjut dan tekanan jual tetap rendah, tren historis tersebut bisa dipatahkan tahun ini.
Risiko Tetap Ada
Meski optimisme tinggi, skenario bearish tetap perlu diwaspadai. Jika sentimen pasar berubah secara tiba-tiba, misalnya karena data makroekonomi atau peristiwa geopolitik, dan harga BTC jatuh di bawah $117.261, maka potensi koreksi ke level $115.000 tetap terbuka.
Dengan kombinasi akumulasi institusional dan minimnya tekanan jual, Bitcoin saat ini berada di posisi strategis untuk mencetak rekor baru. Namun seperti biasa, pelaku pasar disarankan tetap waspada dan memantau dinamika pasar secara aktif.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar kripto hari ini, Senin (28/7) difokuskan menjelang keputusan suku bunga The Fed dan laporan pendapatan raksasa teknologi, Bitcoin tetap stabil sementara trader awasi arus ETF. Tiga altcoin — PEPE, CVX, dan XTZ — menunjukkan pola akumulasi yang kuat, berpotensi reli jika dukungan teknikal bertahan.
Sementara itu, Ethereum juga jeda reli di sekitar $3.666 dan siap menembus $4.000 dengan dukungan minat ritel dan sinyal NUPL yang positif. Lihat lebih banyak insight di bawah ini:
Bitcoin Stabil Jelang Pengumuman Fed, Pendapatan Teknologi & Data ETF
Bitcoin dan altcoin akan bereaksi terhadap keputusan suku bunga The Fed pada hari Rabu (30/7).
Perusahaan teknologi terkemuka seperti Microsoft, Amazon, dan Meta akan menerbitkan pendapatan.
Trader akan mengamati arus masuk ETF Bitcoin dan Ethereum.
Tiga Altcoin Menunjukkan Akumulasi Minggu Ini
Pepe (PEPE): Akumulasi di atas $0,00001216; bisa naik ke $0,00001389, risiko turun jika di bawah $0,00001216.
Convex Finance (CVX): Naik 21%, uji $5,88; bisa naik jika tembus $6,00, batal jika turun di bawah $4,16.
Tezos (XTZ): Akumulasi kuat di atas $0,87, Golden Cross; target $0,99/$1,08, risiko turun ke $0,76 jika di bawah $0,87.
CASHBACK DADAKAN IS BACK 100% Raih Rp20 JUTA*
🎉 Cashback 100% + Total Hadiah 20 JUTA*?!
Yes, kamu nggak salah baca! Cuma dengan deposit & trading token pilihan MEW, GOAT, ALCH, JELLYJELLY, MOODENG, SPX, GRASS, atau POP CAT, kamu bisa dapetin cashback 100% dan peluang menang hingga 5 JUTA RUPIAH*! 💸
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Harga Bitcoin bergerak stabil dalam kisaran sempit pada perdagangan akhir pekan lalu, di tengah penantian pasar terhadap sejumlah katalis utama yang diperkirakan memengaruhi arah pasar kripto dalam waktu dekat.
Bitcoin tercatat bergerak antara level $116.000 hingga $119.000, sementara Ethereum bertahan sedikit di bawah level resistensi $4.000. Kondisi ini terjadi menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (30/7).
Para ekonom memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,25% hingga 4,50%, meskipun mendapat tekanan dari Presiden AS Donald Trump untuk menurunkannya. Keputusan tersebut diambil di tengah kekhawatiran terhadap laju inflasi yang meningkat, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) AS naik dari 2,4% pada Juni menjadi 2,7% pada Juli.
Data Ekonomi dan Laporan Keuangan Perusahaan Teknologi
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 28 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Selain keputusan suku bunga, pelaku pasar juga mencermati sejumlah data ekonomi penting lainnya seperti indeks kepercayaan konsumen (Selasa), data Produk Domestik Bruto (Rabu), indeks konsumsi pribadi (Kamis), serta laporan ketenagakerjaan non-pertanian (Jumat).
Sementara itu, rilis laporan keuangan dari perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, Amazon, Meta, dan Apple juga turut menjadi perhatian. Lebih dari 50% emiten dalam indeks S&P 500 dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal kedua dalam beberapa hari ke depan. Kinerja yang lebih baik dari ekspektasi di sektor teknologi dinilai dapat memberikan dampak positif bagi pasar kripto, mengingat korelasi yang erat antara Bitcoin dan indeks saham utama.
Di sisi lain, arus masuk ke ETF Bitcoin dan Ethereum spot juga masih menunjukkan tren positif. ETF Bitcoin mencatatkan tambahan arus masuk sebesar US$72 juta pekan lalu, sementara ETF Ethereum telah menghimpun dana lebih dari US$5,1 miliar secara kumulatif tahun ini.
Adapun pasar juga menanti dampak dari kebijakan perdagangan terbaru pemerintahan Trump, yang telah menyepakati tarif 15% terhadap sebagian besar ekspor dari Uni Eropa mulai 1 Agustus mendatang. Ketegangan dagang yang meluas diperkirakan dapat menambah tekanan terhadap pasar aset berisiko, termasuk kripto.
Dengan berbagai katalis tersebut, pelaku pasar memperkirakan volatilitas harga kripto akan meningkat dalam pekan ini.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Ethereum menjadi salah satu aset kripto terpopuler dengan potensi pertumbuhan yang menarik—tapi di balik peluang itu, ada tantangan berupa volatilitas harga dan kompleksitas pasar.
Bagi kamu yang baru ingin memulai trading Ethereum, memahami strategi yang tepat sangat penting agar langkah awalmu tidak sekadar spekulasi.
Dalam artikel ini kita akan membahas beberapa contoh strategi trading Ethereum yang cocok untuk pemula, mulai dari metode sederhana seperti HODL dan DCA, hingga strategi aktif seperti swing trading dan scalping.
Siap memaksimalkan peluang tanpa tenggelam dalam hype? Yuk, pelajari strateginya!
Apa Itu Trading Ethereum?
Trading Ethereum berarti membeli dan menjual ETH dalam jangka waktu tertentu untuk memperoleh keuntungan dari selisih harga. Trading berbeda dengan investasi, karena investasi biasanya bersifat jangka panjang, sedangkan trading membuat kamu harus lebih aktif memantau pergerakan pasar.
Lebih tepatnya seperti ini:
Investasi: Membeli ETH untuk disimpan dalam waktu lama tanpa terlalu memperhatikan fluktuasi harian.
Trading: Membeli dan menjual ETH secara aktif dengan memanfaatkan pergerakan harga jangka pendek atau menengah.
Bagi pemula, trading bukan hanya menjadi aktivitas jual-beli, melainkan cara untuk belajar mengamati pergerakan pasar kripto.
Tapi sebelum kita membahas lebih dalam mengenai strateginya, mari pelajari terlebih dahulu beberapa hal yang penting sebelum kamu melakukan trading:
Jangan menggunakan uang yang tidak siap hilang: Jangan gunakan uang belanja, uang cicilan, atau dana darurat agar kamu bisa membuat keputusan dengan kepala dingin dan logis.
Kenali profil risiko pribadi: Jangan ikut-ikutan orang lain. Gaya trading setiap orang berbeda. Cari tahu apa yang cocok untukmu.
Pelajari dasar-dasar analisis teknikal: Setidaknya pahami support/resistance dan tren harga, agar tidak asal beli.
Gunakan risk management yang sehat: Idealnya, alokasikan hanya sebagian kecil dari modal untuk satu posisi.
Buat rencana trading yang jelas: Tentukan target masuk, target keuntungan, dan batas rugi.
Mengingat volatilitas pasar kripto yang tinggi serta dinamika pasarnya yang unik, trading Ethereum membutuhkan strategi yang matang dan terencana. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat kamu pertimbangkan dalam melakukan trading Ethereum:
Strategi ini merupakan strategi yang lebih mirip seperti investasi, di mana kamu membeli ETH dan menyimpannya dalam jangka waktu yang cukup panjang. Ketika harga dirasa sudah naik sesuai dengan target yang kamu inginkan, kamu dapat menjual ETH tersebut.
Strategi ini akan sangat cocok untuk pemula yang tidak punya banyak waktu memantau pasar.
Tipsnya:
Beli di harga yang wajar, hindari saat hype tinggi.
Hondari melakukan pembelian sekaligus (lump sum)
Tetap disiplin dan jangan panik saat harga turun sementara.
Dollar Cost Averaging (DCA)
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh pemula ada mencoba untuk melakukan market timing— dimana kamu mencoba untuk membeli atau menjual pada waktu yang paling tepat, padahal itu hampir tidak mungkin. Akhirnya kamu kehilangan kesempatan beli di harga rendah atau jual di harga tinggi.
Salah satu cara untuk mengantisipasi hal tersebut adalah dengan melakukan pembelian secara rutin, menggunakan metode Dollar Cost Averaging (DCA).
Dengan strategi DCA, kamu membeli ETH secara rutin dengan jumlah tetap, misalnya Rp100.000 setiap minggu. Sehingga, kamu tidak perlu pusing menentukan kapan harga sedang rendah karena harga pembelian yang kamu dapat akan lebih stabil, meski di tengah fluktuasi harga.
Untuk menggunakan strategi DCA ini kamu bisa memanfaatkan fitur yang ada di aplikasi Tokocrypto. Caranya: Masuk ke aplikasi Tokocrypto → pilih DCA → tentukan pembelian dan jadwal pembelian otomatis → done!
Swing trading adalah aktivitas trading yang memanfaatkan fluktuasi harga jangka menengah (beberapa hari hingga minggu). Cocok untuk pemula yang bisa memantau pasar beberapa hari sekali.
Prinsipnya sederhana, kamu bisa membeli membeli ETH ketika harga sedang di support dan menjual ketika mendekati resistance.
Scalping adalah strategi mengambil keuntungan kecil dari banyak transaksi dalam satu hari. Terkesan gampang namun salah satu strategi yang memerlukan disiplin ketat, sebab kamu harus mengesampingkan keinginan untuk mendapatkan keuntungan besar dan berfokus pada kuantitas transaksi dengan keuntungan kecil.
Meskipun kamu membutuhkan banyak transaksi yang artinya harus mengeluarkan lebih banyak biaya trading, kamu tidak perlu khawatir. Di Tokocrypto tersedia fitur Beli/Jual yang memungkinkan kamu melakukan trading tanpa biaya perdagangan. Klik gambar di bawah untuk cobain fiturnya!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.