Tag Archives: bitcoin

Bloomberg: Bitcoin Bisa Raih Harga Rp 1,5 Miliar di Tahun 2025

Market kripto sasat ini memang sedang tidak baik-baik saja. Namun, masih banyak analis yang meyakinkan, market akan kembali bull run, sehingga nilai Bitcoin (BTC) bisa capai all time high (ATL) baru di tahun 2025.

Ahli strategi komoditas senior di Bloomberg Intelligence, Mike McGlone mengatakan Bitcoin bakal menyentuh harga ATH terbaru sektiar US$ 100.000 atau Rp 1,5 miliar pada tahun 2025. Hal tersebut dinilai dapat terwujud, setelah kondisi makroekonomi saat ini yang sedang dibayangi inflasi tinggi berakhir.

“Bitcoin bagi saya, ini masalah waktu sebelum mencapai US$ 100.000. Fakta kuncinya adalah bahwa adopsi dan permintaan meningkat. Dengan begitu harga akan melambung, dan sekali lagi ini hanya masalah waktu sekarang,” kata McGlone dikutip Kitco News.

Adopsi dan Permintaan Bitcoin

Menurut McGlone, pemicu Bitcoin untuk bergerak naik akan terhubung dengan meningkatnya adopsi dan permintaan. BTC dan aset kripto lainnya secara umum berpotensi tampil paling atas di antara semua kelas aset instrumen investasi saat ini.

Senior Commodity Strategist at Bloomberg, Mike McGlone. Foto: Bloomberg.
Senior Commodity Strategist at Bloomberg, Mike McGlone. Foto: Bloomberg.

Baca juga: Riset: Adopsi Kripto Tumbuh Subur di Indonesia 

Ia berdalih, aset kripto dapat membawa keuntungan tambahan karena memiliki teknologi dengan pertumbuhan tercepat. Web3 dan blockchain akan menjadi kunci adopsi kripto di masa depan.

“Bitcoin kemungkinan akan menjadi emas digital baru. Tapi akan membutuhkan waktu karena status kripto andalan saat ini masih sebagai aset berisiko, dan tentunya akan membutuhkan waktu untuk dihilangkan,” jelas McGlone.

Crypto Winter dan The Fed

McGlone juga membandingkan kondisi pasar kripto saat ini, dengan fenomena gelembung dot-com di tahun 2000, yang mana aset tertentu muncul di atas sementara yang lain hancur. Namun, ia pun juga menyampaikan bahwa kebijakan The Fed mungkin akan memainkan peran kunci dalam mengakhiri kondisi saat ini.

“Kuncinya adalah kripto merupakan kuda tercepat dalam perlombaan. Mereka memiliki keunggulan teknologi yang berkembang pesat dan menantikan masa depan yang akan terus mereka hargai. Ini seperti tahun 2000 semuanya turun dan sebenarnya, bahkan lebih buruk dari tahun 2000 karena pasar obligasi benar-benar diperdagangkan dengan baik saat itu,” tuturnya.

Menurutnya, Bitcoin dan pasar kripto umum telah terjebak dalam kondisi ekonomi winter global. Bitcoin telah babak belur pada tahun 2022, dengan harga berjuang untuk diperdagangkan bisa mencapai di bawah US$ 20.000.

“Ini bukan crypto winter saja, ini adalah winter bagi makroekonomi global. Saya pikir kripto hanyalah sebagian kecil dari itu, tetapi itulah mengapa saya pikir makronya luar biasa,” ujar McGlone.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.

Baca juga: Segala Hal Penting Masa Depan Ethereum Setelah The Merge

Momentum Ethereum Setelah The Merge

McGlone turut mengomentari peluang Ethereum (ETH) membalik Bitcoin dalam waktu dekat, terutama setelah peningkatan The Merge. Menariknya, ahli strategi tersebut mencatat Ethereum pada akhirnya mungkin mengambil alih Bitcoin tetapi tidak saat ini.

Pergeseran Ethereum yang telah lama dinanti-nantikan dari Proof-of-Work ke Proof-of-Stake akhirnya terjadi minggu lalu dan, tentu saja, merupakan salah satu topik yang paling banyak dibahas di ruang kripto.

McGlone juga di antara mereka yang berpikir bahwa transisi menerima terlalu banyak publisitas, dan itulah yang akan berdampak negatif pada penilaian token dalam jangka pendek. Ia mengharapkan harga ETH naik menjadi US$ 6.000 atau sekitar Rp 90 juta pada tahun 2025.

“Saya pikir gambaran besar tentang Ethereum adalah merevolusi keuangan seperti futures dan ETF, tetapi sekarang kita melewati The Merge ini, dan sekarang kita harus khawatir tentang potensi hambatan di jalan, yang kita semua tahu terjadi dengan teknologi semacam ini,” pungkasnya.



Sumber : news.tokocrypto.com

Michael Saylor Prediksi Dominasi Bitcoin Akan Berlipat Ganda

Mantan CEO MicroStrategy, Michael Saylor, membuat klaim berani bahwa Bitcoin ditakdirkan untuk dominasi pasar dalam jangka waktu yang lama, berpotensi menggandakan levelnya saat ini.

Dalam wawancara Bloomberg baru-baru ini, peningkatan tersebut sebagian besar akan menjadi hasil dari kejelasan peraturan kripto yang berkembang di Amerika Serikat. Saylor meyakini secara bertahap akan mengurangi keseluruhan pasar kripto menjadi industri yang berfokus pada Bitcoin.

Saylor telah memperkirakan pergeseran dari stablecoin, turunan kripto, dan token, yang menyatakan bahwa Bitcoin adalah satu-satunya komoditas digital yang diakui secara universal yang bersedia diterima oleh regulator.

Bitcoin Semakin Dominan

Michael Saylor: Harga Bitcoin Ambruk adalah Peluang Beli yang Besar
Michael Saylor: Harga Bitcoin Ambruk adalah Peluang Beli yang Besar.

Baca juga: Bitcoin Tetap Ungguli Emas Meski Turun ke Terendah 3 Bulan Terakhir

“Kejelasan peraturan akan mendorong adopsi Bitcoin dengan menghilangkan kebingungan dan kecemasan yang telah menghambat investor institusional,” kata Saylor. Sebagian besar kebingungan itu berasal dari “sekuritas kripto” lain yang regulatornya “tidak melihat jalan yang sah ke depan” di Amerika Serikat.

“Mereka memiliki pandangan tentang pertukaran kripto yang jauh terbatas,” tambahnya. “Pandangan mereka adalah pertukaran kripto harus memperdagangkan dan menyimpan komoditas digital murni seperti Bitcoin.”

Ramalan Saylor berakar pada keyakinan bahwa ketika regulator memperketat cengkeraman mereka pada industri kripto, akan banyak aset kripto yang akan dilarang atau menghilang dalam ketidakjelasan, meninggalkan Bitcoin untuk menjadi pusat perhatian.

Saylor berharap penyempitan industri yang tak terhindarkan ini akan sangat menguntungkan Bitcoin karena menghilangkan persaingan dan kebingungan di pasar. Dia mencatat bahwa dominasi Bitcoin telah meningkat dari 40 menjadi 48 persen sejak awal tahun.

Microstrategy dan Bitcoin

Ilustrasi Bitcoin.
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Asia Ramah Kripto: Hong Kong Ungkap Potensi Bisnis di Negaranya

Ia juga mengantisipasi bahwa lonjakan dominasi Bitcoin ini akan secara signifikan mendukung model bisnis perdagangan kripto. Terlepas dari keterbatasan potensial yang mungkin dihadapi platform ini dalam lingkungan peraturan yang lebih ketat, dia berpendapat bahwa peningkatan nilai Bitcoin sepuluh kali lipat akan memastikan profitabilitas mereka. Dia memperkirakan banjir uang institusional mengalir ke Bitcoin karena kejelasan peraturan.

Perusahaan Saylor adalah salah satu pemegang Bitcoin terbesar di dunia, sekarang memiliki 140.000 BTC yang dibeli dengan harga rata-rata US$ 29.803 per koin. Itu belum menyentuh token crypto lainnya, menganggap Bitcoin sebagai “satu-satunya aset yang dapat diinvestasikan tingkat institusional di ruang kripto.”

Michael Saylor sebelumnya berpendapat bahwa Ethereum (ETH)—mata uang kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar—adalah sekuritas, karena memiliki ICO, pra-penambangan, dan tim manajemen.

Pastikan kamu hanya melakukan Nabung kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, nabung kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Game NFT Guild of Guardians Mulai Masuk ke Ranah Esports

Guild of Guardians, game NFT berbasis teknologi Web3 kini mulai merambah dunia eSports. Langkah ini akan semakin memajukan game berteknologi Web3 agar bisa dinikmati semua kalangan.

Game Guild of Guardians telah bekerja sama dengan delapan organisasi eSports profesional terbesar dan paling terkemuka di dunia. Tujuan utama kemitraan ini akan membangun masa depan game Web3 dan hiburan digital, serta membuka pra-registrasi Guild of Guardians ke komunitas eSports terbesar di seluruh dunia.

Di bawah kemitraan ini, nama-nama besar eSports, termasuk Cloud9, Fnatic, Navi, Ninjas in Pyjamas, NRG, SK Gaming, T1, dan Team Liquid akan bergabung dengan dunia fantasi Guild of Guardians. Brand eSports mereka akan menjadi karakter yang dapat dimainkan sepenuhnya.

Game Web3 Guild of Guardians masuk ke ranah eSports. Foto: Guild of Guardians.
Game Web3 Guild of Guardians masuk ke ranah eSports. Foto: Guild of Guardians.

Baca juga: Ini Dia Game RPG Blockchain, Guild of Guardians!

Misi Guild of Guardians

Guild of Guardians yang dikembangkan oleh Immutable Games Studio dan Stepico Games ini bisa melanjutkan misi mereka untuk memperluas pasar. Kemitraan bersama delapan organisasi eSports belum pernah terjadi sebelumnya, maka akan ada potensi eksposur jutaan penggemar mereka — selain lebih dari 250.000 pemain yang sudah terdaftar sebelumnya — untuk masa depan game web3.

“Ini adalah kesempatan luar biasa untuk bekerja sama dengan beberapa nama yang paling menonjol dan dikenal di bidang eSports profesional,” kata Vice President and Game Director for Guild of Guardians, Derek Lau dikutip Venturebeat.

Game Web3 Guild of Guardians masuk ke ranah eSports. Foto: Guild of Guardians.
Game Web3 Guild of Guardians masuk ke ranah eSports. Foto: Guild of Guardians.

Baca juga: Game NFT “Guild of Guardians” Raih Pendanaan $ 5,3 juta. Penjualan Tokennya Laris Manis

“GOG adalah RPG tim mobile yang dibuat untuk pemain dan dirancang sebagai game yang sangat mudah diakses, menjadikannya pintu gerbang yang sempurna ke dunia Web3 untuk semua pemain.”

Penggemar eSports akan dapat mendukung tim dan pemain favorit mereka dengan cara baru dan bermakna, dengan mewakili tim favorit mereka dalam game, melalui aset digital, seperti kripto dan NFT.

Dengan kepemilikan aset digital yang sebenarnya, penggemar akan dapat membuat, memiliki, dan memperdagangkannya, selain bersaing dengan orang lain untuk mendapatkan hadiah.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto dan Bitcoin Sideways, Setelah The Fed Tahan Suku Bunga

Pasar kripto dan Bitcoin (BTC) sempat bergejolak setelah pengumuman The Fed yang akhirnya menghentikan kenaikan suku bunga untuk bulan Juni. Keputusan Federal Reserve yang memilih untuk tidak menaikkan suku bunga ini, mematahkan rangkaian kenaikan agresif yang tidak terputus sejak Maret 2022.

Sebelumnya, The Fed telah menaikkan suku bunga selama 10 pertemuan terakhirnya untuk meredam lonjakan inflasi AS yang memuncak pada 9,1 persen pada Juni 2022. Upayanya telah berhasil mengendalikan inflasi kembali ke 4 persen pada bulan lalu.

Keputusan bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tetap sejalan dengan ekspektasi pasar, yang berbalik setelah Gubernur Fed Philip N. Jefferson menyarankan beberapa minggu lalu bahwa bank sentral mungkin “mempertahankan” suku bunga kebijakan konstan pada “pertemuan mendatang.”

“Melewatkan kenaikan suku bunga pada pertemuan mendatang akan memungkinkan Komite untuk melihat lebih banyak data sebelum membuat keputusan tentang sejauh mana pengetatan kebijakan tambahan,” jelasnya saat itu.

Pasar Tidak Agresif

Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.
Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.

Baca juga: Tokocrypto Apresiasi Daftar 501 Aset Kripto Legal Baru dari Bappebti

Volatilitas pasar kripto tidak agresif pasca pengumuman The Fed. Bitcoin sempat bereaksi terhadap pengumuman tersebut dengan volatilitas minimal, tetap berkisar antara US$ 25.800 dan US$ 26.000. BTC diperdagangkan seharga US$ 26.000 sebelum pengumuman Fed, kemudian jatuh ke US$ 25.756 beberapa saat setelahnya.

Ethereum (ETH), kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, jatuh ke US$ 1.630 sebelum bangkit kembali hingga mendekati US$ 1.654, turun 5,1 persn dari hari Rabu (14/6), waktu yang sama. Di antara kripto besar lainnya, XRP mundur baru-baru ini turun 6,4 persen untuk diperdagangkan lebih dari 48 sen selama 24 jam terakhir. Itu tenggelam serendah 46 sen pada hari sebelumnya, level terendah di bulan Juni, menurut data Indeks CoinDesk.

Data dari Coinglass menunjukkan bahwa langkah tersebut memicu likuidasi minimal, sebesar US$ 28 juta selama 24 jam terakhir. Pergerakan harga tidak melakukan apa pun untuk memulihkan kerugian yang terjadi minggu lalu setelah Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menggugat dua pemain terbesar industri kripto di AS.

Keputusan Fed juga disambut bervariasi oleh indeks saham AS. Namun, di sisi lain emas dan pasar kripto anjlok.

Investor Ragu

Ilustrasi investasi aset kripto.
Ilustrasi investasi aset kripto.

Baca juga: China Berpotensi Cabut Larangan Kripto, Masa Depan Bitcoin Bersinar

Meski The Fed telah menahan kenaikan suku bunga, tapi pelaku pasar menyambutnya dengan negatif. Langkah ini berbeda dengan ekspektasi investor, pasar kripto belum menunjukkan momentum bullish.

Ketua The Fed, Jerome Powell menjadi penahan laju pasar kripto dan Bitcoin. Komentar Powell setelah pengumuman tersebut tampaknya membuat pasar ketakutan. Powell menegaskan kembali komitmen Fed untuk menenggelamkan inflasi tahunan ke target 2,5 persen. Saat ini berdiri di 4 persen. Tetapi para pengkritik kebijakan bank mengatakan bahwa fokus pada harga berisiko mengirim ekonomi ke dalam resesi.

Powell mengatakan mungkin perlu waktu bertahun-tahun untuk mengendalikan inflasi, memadamkan ekspektasi penurunan suku bunga akhir tahun ini dan meningkatkan kemungkinan suku bunga yang lebih tinggi di masa depan.

“Hampir semua peserta menganggap perubahan tarif lebih lanjut akan diperlukan,” kata Powell. Selain itu, dia menyatakan, “Kami sangat memperhatikan risiko yang ditimbulkan oleh inflasi tinggi di kedua sisi mandat kami, dan sangat berkomitmen untuk mengembalikan inflasi ke tujuan kami 2 persen.”

Komentar Jerome juga mengindikasikan bahwa tidak akan ada pemotongan suku bunga tahun ini dan memproyeksikan kenaikan dua kali lagi di 2023. Ringkasan Proyeksi Ekonomi menunjukkan bahwa proyeksi tingkat akhir untuk akhir 2023 direvisi menjadi 5,6% dari 5,1% pada bulan Maret.

Demikian pula, perkiraan tingkat akhir 2024 naik menjadi 4,6% dari 4,3%. Singkatnya, Fed proyeksi menyiratkan dua lagi kenaikan suku bunga 25 basis poin (bps) tahun ini dan penurunan suku bunga 100 bps pada tahun 2024.

Pastikan kamu hanya melakukan Nabung kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, nabung kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Sideways, Tolak Dorongan CPI dan Tunggu Keputusan FOMC

Pasar kripto mengalami pergerakan sempit, walaupun didorong data CPI (Consumer Price Index) yang melihatkan inflasi Amerika Serikat melanjutkan tren penurunan pada bulan Mei 2023. Harga Bitcoin hanya naik sekitar 3,4 persen selama tiga hari terakhir setelah berhasil mempertahankan dukungan US$ 25.500 pada 10 Juni lalu.

Berdasarkan data Departemen Tenaga Kerja AS pada Selasa (13/5), inflasi atau Indeks Harga Konsumen (IHK) AS naik 0,1 persen pada Mei 2023, dibandingkan bulan sebelumnya mengalami kenaikan 0,4 persen pada April 2023. Sementara itu, inflasi tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 4 persen pada Mei 2023 setelah sebelumnya menyentuh 4,9 persen pada bulan April.

Laju inflasi tahunan mencapai puncaknya yakni sebesar 9,1 persen pada Juni 2022, yang merupakan kenaikan terbesar sejak November 1981. Tren penurunan pada bulan Mei 2023 ini faktanya masih di atas target inflasi The Fed sebesar 2 persen .

Harga Kripto Sideways

Harga kripto Bitcoin baru-baru ini diperdagangkan pada US$ 25.846, turun 0,2 persen dalam 24 jam terakhir dan naik lebih tinggi dari US$ 26.000 yang diasumsikan dalam satu jam setelah Biro Statistik Tenaga Kerja AS mengumumkan bahwa CPI telah naik 4 persen, lebih baik dari proyeksi 4,1 persen.

Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.
Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.

Baca juga: 3 Rumor Menarik Tentang Penggunaan Aset Kripto di Game GTA 6

Ethereum (ETH), kripto terbesar kedua berdasarkan nilai pasar, mengikuti jejak BTC, naik pada awalnya sebelum mengembalikan sebagian keuntungannya. ETH baru-baru ini berpindah tangan sekitar US$ 1.735, kira-kira di mana posisinya pada hari Senin (12/6), waktu yang sama.

Di antara 19 token yang disebutkan dalam gugatan SEC, ALG DAN MATIC, token dari blockchain smart contract Polygon dan Algorand, baru-baru ini naik 0,3 persen dan 0,8 persen, sementara AXIE, kripto asli dari platform game Axie Infinity, turun sedikit. Token BNB baru-baru ini meningkat 3,3 persen.

BTC telah stagnan di bawah US$ 26.000 selama empat hari terakhir karena investor menyisihkan kecemasan tentang tuntutan hukum Securities and Exchange Commission (SEC), dan perhatian investor telah beralih ke area ekonomi makro karena menunggu pembacaan inflasi terbaru dan keputusan suku bunga The Fed pada pertemuan FOMC yang digelar hari Rabu (14/6).

The Fed Jeda Kenaikan Suku Bunga?

Setelah CPI, semua mata pelaku pasar kripto akan tertuju pada pidato Ketua The Fed, Jerome Powell, 30 menit setelah pengumuman suku bunga karena pasar menilai kemungkinan 94% jeda pada pertemuan Juni, berdasarkan CME FedWatch Tools.

Dikutip Cointelegraph, perusahaan perdagangan, QCP Capital juga percaya bahwa “konsensus benar” – bahwa Fed tidak akan menaikkan suku bunga lebih lanjut – setidaknya kali ini.

Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Pasar Kripto dan Bitcoin Mulai Bangkit, namun Belum Optimal

“Berdasarkan indikator frekuensi tinggi, inflasi AS turun dengan cepat, yang akan memungkinkan FOMC membuat pertemuan minggu ini jeda pertama mereka dalam lebih dari setahun,” tulisnya dalam pembaruan pasar.

QCP mengakui bahwa pertemuan FOMC selanjutnya dapat memberikan hasil yang berbeda, untuk “menenangkan” lebih banyak anggota komite yang hawkish. “Selain itu kami pikir pelonggaran kondisi keuangan sebagai akibat dari reli ekuitas yang meleleh secara besar-besaran ini akan mempengaruhi pikiran mereka,” tambahnya.

Pertemuan FOMC yang akan datang bukan satu-satunya perhatian bagi perekonomian, karena Departemen Keuangan AS akan menerbitkan lebih dari US$ 850 miliar tagihan baru antara sekarang dan September.

Penerbitan utang tambahan pemerintah AS cenderung menyebabkan imbal hasil yang lebih tinggi dan, dengan demikian, biaya pinjaman yang lebih tinggi untuk perusahaan dan keluarga. Mempertimbangkan pasar kredit yang sudah tertahan karena krisis perbankan baru-baru ini, kemungkinan besar pertumbuhan produk domestik bruto akan sangat terganggu dalam beberapa bulan mendatang.

Investor sekarang mempertanyakan apakah Bitcoin akan menguji resistensi US$ 25.000, level yang tidak terlihat sejak pertengahan Maret, dan untuk alasan ini, mereka memantau dengan cermat premi kontrak berjangka Bitcoin dan biaya lindung nilai menggunakan opsi BTC.

Pastikan kamu hanya melakukan Nabung kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, nabung kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

‘Paus’ Bitcoin Akumulasi 57.578 BTC saat Pasar Kripto Lesu, Sinyal Apa?

Harga Bitcoin telah turun 10 persen sejak 9 April. Tetapi pada saat yang sama, ‘paus’ atau investor Bitcoin yang memegang antara 100 dan 10.000 BTC telah mengumpulkan tambahan 57.578 Bitcoin. Analisis Santiment ini mengungkapkan ada sinyal khusus yang bisa dicermati oleh investor kripto.

Perbedaan antara harga Bitcoin dan akumulasi ‘paus’ ini bertentangan dengan tren yang diamati sebelumnya. Di masa lalu, akumulasi paus yang tinggi sering bertepatan dengan bull run atau mengikuti pasar yang rendah.

Dikutip BeInCrypto, ‘paus’ Bitcoin diawasi ketat oleh analis pasar dan pola perilaku mereka sering digabungkan dalam prediksi harga. Tapi tren saat ini untuk pemegang terbesar menggemukkan dompet mereka saat harga Bitcoin sedang tren turun tidak sesuai dengan pola yang diamati sebelumnya.

Alih-alih membeli saat BTC sedang naik, sejak pertengahan April ketika Bitcoin mencapai level tertinggi tahun ini, ‘paus’ memilih untuk menimbun.

Dominasi Bitcoin Naik

Analisis  Santiment mengatakan 'paus' atau investor Bitcoin yang memegang antara 100 dan 10.000 BTC telah mengumpulkan tambahan 57.578 Bitcoin. Sumber: Sentiment.
Analisis Santiment mengatakan ‘paus’ atau investor Bitcoin yang memegang antara 100 dan 10.000 BTC telah mengumpulkan tambahan 57.578 Bitcoin. Sumber: Sentiment.

Baca juga: Tokocrypto Maksimalkan Pertumbuhan di Tengah Tantangan Industri Kripto

Tentunya, jika tingkat akumulasi paus terus meningkat, hal ini dengan sendirinya akan berdampak pada permintaan BTC yang bisa mendorong kenaikan harga.

Di luar akumulasi ‘paus,’ lonjakan dominasi Bitcoin baru-baru ini menunjukkan status aset kripto sebagai tempat berlindung yang aman bagi investor pada saat volatilitas pasar. Menurut TradingView, dominasi Bitcoin saat ini berada di lebih dari 49 persen, tingkat tertinggi sejak April 2021. Itu berarti hampir setengah dari semua nilai yang dikunci dalam kripto adalah dalam bentuk BTC.

Salah satu faktor di balik lonjakan baru-baru ini adalah jatuhnya harga altcoin utama secara paralel. Dengan token seperti Solana (SOL) dan Polygon (MATIC) jatuh lebih dari 20 persen dalam kecelakaan Sabtu (10/6) pagi yang brutal, stabilitas relatif harga Bitcoin memberikan perlindungan dari kerugian yang jauh lebih besar.

Ilustrasi stablecoin.
Ilustrasi stablecoin. Foto: David Sandron/Shutterstock.com.

Baca juga: Riset: Aset Kripto adalah Investasi Paling Umum Bagi Gen Z

Tether (USDT), stablecoin paling populer, telah meningkatkan pangsa mereka dari total pasar kripto. Diukur sebagai persentase dari total kapitalisasi pasar kripto, dominasi Bitcoin melonjak hingga hampir 50% pada Sabtu pagi.

Sementara likuiditas Bitcoin yang kuat menjadikannya cara yang menarik bagi trader kripto untuk keluar dari pasar altcoin, stablecoin juga menawarkan strategi penghindaran risiko alternatif. Dan sebagai stablecoin terpatok dolar paling populer, USDT menyediakan cara mudah untuk keluar dari volatilitas pasar kripto tanpa sepenuhnya beralih ke mata uang fiat.

Faktor lain yang dapat memengaruhi kenaikan dominasi USDT adalah penyimpangan harga yang mengkhawatirkan dari sesama stablecoin berdenominasi dolar TrueUSD (TUSD). Pada Sabtu pagi, koin itu untuk sementara didepegasi dari dolar, jatuh serendah US$ 0,9951.

Penurunan nilai yang tiba-tiba diikuti oleh pengumuman dari TrueUSD yang menyatakan bahwa mint TUSD melalui Prime Trust akan “dijeda untuk pemberitahuan lebih lanjut.”

“Layanan pencetakan dan penukaran TUSD tetap tidak terpengaruh dan akan terus beroperasi seperti biasa. Kami ingin meyakinkan Anda bahwa kemitraan kami dengan lembaga perbankan lain tetap utuh, memungkinkan transaksi yang mulus,” tulis perusahaan dalam tweet-nya.

Pastikan kamu hanya melakukan Nabung kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, nabung kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Data Inflasi AS Guncang Pasar, Bitcoin dan Ethereum Jatuh

Market aset kripto harus terima kenyataan bahwa data inflasi AS berhasil membuat guncangan besar. Sejumlah kripto big cap, seperti Bitcoin, Ethereum, dan Solana jatuh nilainya dan terjebak zona merah dalm 24 jam terakhir.

Melansir CoinMarketCap pada Rabu (14/9) pukul 07.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) alami penurunan hingga 9,62% bertengger di US$ 20.185 dalam sehari terakhir. Ethereum (ETH) juga bernasib sama anjlok 7,81% dan berada di posisi US$ 1.576 di waktu yang sama. Altcoin lainnya pun juga tiarap, seperti XRP, Cardano (ADA), Solana (SOL), dan Dogecoin (DOGE).

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan semua kelas aset kripto dan saham menyusut pasca laporan inflasi AS bulan Agustus yang menunjukkan peningkatan lebih dari yang diantisipasi. Data indeks harga konsumen (CPI) Agustus menunjukkan kenaikan harga 8,3% yang tak terduga tinggi dibandingkan ekspektasi untuk kenaikan 8,1%.

“Hal tersebut bisa menandakan bahwa The Fed kemungkinan akan menaikkan suku bunga lagi 0,75% minggu depan. Bitcoin langsung turun menjauh dari level harga US$ 21.000. Dan Ethereum juga tidak bisa menahan penurunan juga, padahal The Merge semakin dekat, tetapi tak bisa memompa harga lebih jauh. Jadi dalam jangka pendek, kripto akan rentan terhadap tekanan jual lebih lanjut,” kata Afid.

Ilustrasi bear market.
Ilustrasi bear market.

Baca juga: Penyebab Terra Luna Classic Anjlok Mendadak Rugikan Investor

Angka inflasi AS akan mendapatkan sebagian besar perhatian di seluruh pasar. Angka inflasi yang lebih besar dari perkiraan dapat dipastikan akan membuat kenaikan suku bunga agresif selama pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) berikutnya.

Kapitalisasi pasar atau market cap kripto pun turun di bawah US$ 1 triliun setelah data inflasi AS yang mengecewakan. Padahal, menurut pelacak indeks kripto, Nomics, volume perdagangan krippto di semua bursa telah meningkat 62% menjadi US$ 739 miliar selama seminggu terakhir.

Aktivitas perdagangan kripto dalam dolar AS juga meningkat 20% menjadi US$ 134 miliar selama 24 jam sebelumnya. Peningkatan aktivitas sebagian disebabkan oleh para investor yang bersiap untuk peningkatan The Merge Ethereum akhir pekan ini.

bitcoin
Ilustrasi Bitcoin. Foto: Getty Images.

Baca juga: The Merge Ethereum Penting untuk Semua Orang di Kripto

Namun, data inflasi AS Agustus yang tinggi membuat semua berubah. Dalam empat jam terakhir, lebih dari US$ 329 juta posisi price in investor pada Bitcoin di pasar derivatif telah dilikuidasi dengan sekitar 75% dari itu berasal dari posisi BTC long versus short, menurut Coinglass.

Saham perusahaan yang memegang bitcoin di neraca mereka seperti Marathon Digital (MARA), Coinbase Global (COIN), Block (SQ) dan MicroStrategy (MSTR) telah jatuh dan semuanya menunjukkan kerugian antara 7% dan 12% pada penutupan perdagangan hari Selasa (13/9) lalu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Sepekan: Awal yang Baik untuk Market Kripto Bangkit?

Menjelang akhir pekan, market aset kripto terus mengalami kebangkitan. Perspektif September menjadi bulan yang tidak baik untuk aset kripto masih bisa diuji.

Melansir CoinMarketCap pada hari Jumat (2/9) pukul 13.00, nilai Bitcoin naik ke zona hijau, 6,54% dengan harga US$ 20.596 selama 24 jam terakhir, dan terus melonjak 2,48% dalam sepekan. 

Altcoin lainnya, Ethereum (ETH) mendekati peristiwa The Merge, masih bullish naik 4,24% di harga US$ 1.105 selama 24 jam terakhir dan dalam sepekan mentereng naik 7,53%. Token Polymath (POLY) nilainya meroket fantastis 98,29% dalam sehari terakhir. Tak ketinggalan, terdapat pula nilai Terra Classic (LUNC) yang tumbuh 20,79% di waktu yang sama.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan gerak reli market yang melaju pada Jumat (9/9) siang ini menandakan optimisme investor untuk melakukan akumulasi. Investor berusaha untuk tidak mengkhawatirkan komentar Ketua The Fed, Jerome Powell yang mengindikasikan kuat bakal menaikkan suku bunga acuannya.

“Sejauh ini market kripto masih ketularan nasib baik dari gerak gesit pasar saham AS kemarin. Maklum saja, investor selalu menggunakan laju indeks saham AS sebagai cerminan selera risiko mereka. Di samping itu, komentar Jerome Powell tampak tak dihiraukan oleh investor,” kata Afid.

Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstocks.
Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Ini Sebab Bitcoin Turun Capai Titik Terendah dalam Dua Bulan Terakhir

Investor Sempat Galau dengan The Fed

Laju harga aset kripto sempat melambat setelah Powell lagi-lagi menunjukkan sikap untuk terus mengerek suku bunga acuan demi menekan inflasi AS. Selain Powell, Presiden Fed, Chicago Chris Evans, yang biasanya bersikap dovish pun mendukung kenaikan suku bunga acuan The Fed hingga 4% di akhir tahun nanti.

Komentar tersebut sempat bikin investor galau dan menjauhi market kripto. Namun, kembali percaya diri setelah melihat kinerja saham AS yang berhasil masuk di zona hijau. 

Di samping itu, dorongan semangat juga dirasa berasal dari masih melandainya nilai Dolar AS (DXY). Pelemahan nilai aset greenback ini akan membuat investor semangat untuk kembali melangkah ke pasar aset berisiko.

Investor kembali menunjukkan antusiasmenya terhadap pembaruan jaringan Ethereum disebut The Merge, yang dijadwalkan meluncur pada 10-15 September 2022. Buktinya, pergerakan harga ETH terbilang tidak buruk-buruk amat sejak Kamis (8/9) lalu.

Ilustrasi Ethereum 2.0.
Ilustrasi Ethereum 2.0.

Baca juga: Masuk ke Industri Blockchain, FIFA Resmi Luncurkan Platform NFT FIFA+

Sentimen Negatif Masih Membayangi

Semangat investor kripto mungkin bisa perlahan memudar yang disebabkan salah satunya oleh kebijakan Gedung Putih AS yang kemarin merilis laporan bahwa dampak lingkungan atas aktivitas penambangan aset digital, seperti Bitcoin, bakal menghambat upaya AS dalam perang melawan perubahan iklim.

Kemudian, pada tanggal 13 September nanti, akan menjadi hari ketika data indeks harga konsumen AS dirilis dan membantu investor memahami apa yang terjadi dengan tingkat inflasi ke depan.

“Dua kali pengumuman terakhir, data inflasi AS menyebabkan lonjakan besar dalam volatilitas di market kripto. Pertama kali angka yang dirilis jauh di atas ekspektasi, sementara data Juli membawa kejutan yang menyenangkan bagi investor dengan inflasi yang terkendali,” jelas Afid.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

Baca juga: Para Peneliti Cari Rumus Terbaik Kebijakan Blockchain di Indonesia

Pada 10 Agustus, data inflasi membuat market melihat lonjakan volume perdagangan dan volatilitas saat Bitcoin mencapai level tertinggi US$ 25.000. Namun terlepas dari euforia jangka pendek, market belum dapat memasuki mode pemulihan penuh dan kembali bearish tak lama setelah itu.

Analisi teknikal, pergerakan harga Bitcoin tampak perlahan naik mendekati day-20 exponential moving average (EMA) pada level US$ 20.987 sebagai resistance terdekat. Sementara, Ethereum sedang menuju target kenaikan terdekat di level US$ 1.722 dan pembatas yang harus dilewati. Kemampuan ETH untuk breakout pada resistance tersebut menjadi penting karena untuk menarik sentimen market.

Target utama ETH masih berada di level US$ 2.030 yang dan selanjutnya diharapkan tembus level US$ 2.194, tentu saja jika pergerakan harga ETH mampu meneruskan laju bullish-nya.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Tidak Akan Pernah Capai Rp 1 Miliar Pasca The Merge Ethereum?

Bitcoin diramalkan tidak akan pernah mencapai all-time high (ATH) yang sukses diraih pada November 2021 lalu, yakni dilevel US$ 69.000 atau sekitar Rp 1 miliar. Hal ini disebut-sebut berkaitan dengan The Merge Ethereum, kok bisa?

Dikutip dari CoinDesk, seorang peneliti aset kripto independen, Kyle McDonald, memperkirakan bahwa The Merge, yaitu peralihan Ethereum yang segera terjadi dari blockchain Proof-of-Work (PoW) ke Proof-of-Stake (PoS) akan menjadi momen yang mengubah permainan untuk industri kripto.

Perkiraan dari Ethereum Foundation, sebelumnya telah menyarankan bahwa PoS akan menggunakan 99,95% lebih sedikit energi dan jika teknologi ini berfungsi sebaik yang dijanjikan, McDonald berpikir investor dan regulator akan menyadari bahwa PoW tidak pernah diperlukan.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

Baca juga: Analisa Pasar: Investor Lebih Pilih Ethereum Dibanding Bitcoin?

Desak Investor Jual Bitcoin

Selama wawancara dengan CoinDesk, McDonald mendesak investor untuk menjual Bitcoin sekarang, atau akan terjebak dengan sistem PoW tanpa batas waktu.

“Ketika Anda berpindah dari sistem yang menghasilkan sebanyak mungkin angka acak secepat mungkin dengan 10 juta (unit pemrosesan grafis) di seluruh dunia, ke sistem yang berjalan pada beberapa ribu komputer yang energinya cukup rendah, itu akan membuat perbedaan besar,” katanya.

McDonald memang mengakui bahwa The Merge dapat memiliki konsekuensi bagi kolektor NFT, terutama jika penambang berhasil dalam upaya mereka untuk membuat hard fork Ethereum yang terus menggunakan PoW.

Ilustrasi Ethereum. Sumber: Getty Images.
Ilustrasi Ethereum. Sumber: Getty Images.

Baca juga: Potensi Web3 Tingkatkan Ekonomi Digital Indonesia

The Merge Buat NFT Terdilusi?

Hal ini dapat mengakibatkan terciptanya duplikat NFT yang berarti bahwa, misalnya, Bored Ape dapat ada di dua jaringan blockchain. Dalam skenario seperti itu, McDonald memperingatkan bahwa nilai koleksi NFT blue-chip bisa berakhir terdilusi.

Seperti yang dilaporkan oleh CoinMarketCap, OpenSea telah mengumumkan bahwa mereka mendukung The Merge, dan hanya akan mengenali NFT yang didasarkan pada rantai Proof-of-Stake baru Ethereum. NFT marketplace terbesar di dunia mengatakan sedang mempersiapkan transisi yang mulus.

“Meskipun kami tidak mengantisipasi masalah besar, kami juga mengakui ini adalah yang pertama! Jadi kami berkomitmen untuk memantau, mengelola, dan berkomunikasi secara menyeluruh.”



Sumber : news.tokocrypto.com

Ini Sebab Bitcoin Turun Capai Titik Terendah dalam Dua Bulan Terakhir

Pergerakan market aset kripto, terutama Bitcoin pada Rabu (7/9) pagi tampak tak berdaya di zona merah. Sejak awal pekan ini, gerak kripto tergolong sideways dengan volume transaksi yang terpantau belum terlalu besar.

Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (7/9) pukul 15.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap kompak kumpul ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), misalnya turun 5,54% ke US$ 18.807 per keping dan turun 7,27% selama seminggu terakhir.

Sementara, Ethereum (ETH) yang sempat naik karena isu The Merge juga tak berdaya, turun 8,64% ke US$ 1.518 di waktu yang sama dan anjlok 4,23% sepekan terakhir. Cardano (ADA), Dogecoin (DOGE) dan Polkadot alami penurunan harga yang cukup tinggi lebih dari 7% di waktu yang sama.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto saat ini sedang terjadi koreksi tiba-tiba dan sedikit brutal. Dari data CoinMarketCap, menunjukkan harga Bitcoin jatuh dari US$ 19.780 menjadi US$ 19.037 hanya dalam 50 menit.

bentuk koin bitcoin
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Polygon: The Merge Ethereum akan Hapus 99,1% Polusi Karbon

“Kemudian, pergerakan Bitcoin untuk mencegah penurunan lebih lanjut ke bawah US$ 19.000 gagal dilakukan. Harga BTC yang gagal menembus zona resistance-nya di level US$ 20.000 berulang-ulang kali membuat tumbang market kripto secara keseluruhan. Sehingga, investor yang membaca situasi tersebut, memilih melakukan aksi jual ketimbang akumulasi,” kata Afid.

Penurunan harga Bitcoin juga meruntuhkan momen bullish Ethereum yang sempat reli kencang pada sehari sebelumnya, Selasa (6/9). Padahal, ETH yang telah menunjukkan tanda-tanda kekuatan saat The Merge mendekat, bisa mengambil keuntungan untuk terus reli, terlebih upgrade Bellatrix juga sukses dilaksanakan.

Tekanan Situasi Makroekonomi

Selain dari sisi teknikal, sentimen makroekonomi juga membuat harga Bitcoin dan kripto lainnya berguguran. Pasar saham global juga mengalami kerugian dengan latar belakang penguatan indeks dolar AS (AS) dan meningkatnya kekhawatiran bahwa The Fed yang akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin.

“Kebijakan The Fed melawan inflasi mungkin tidak akan selesai sampai investor kehilangan nilai dari Bitcoin. Jelas The Fed ingin melihat kondisi keuangan yang lebih ketat, termasuk harga saham yang lebih rendah. Berarti kripto juga, karena sangat berkorelasi dengan ekuitas. Itu kemungkinan berita yang tidak diinginkan bagi investor kripto, yang telah menderita kerugian besar,” jelas Afid.

Ilustrasi market kripto Bitcoin.
Ilustrasi market kripto Bitcoin.

Baca juga: Bitcoin Tidak Akan Pernah Capai Rp 1 Miliar Pasca The Merge Ethereum?

Dari sisi pergerakan nilai Bitcoin, ada kemungkinan jika BTC tidak dapat bertahan di atas angka US$ 18.000, kemungkinan harga dapat turun di US$ 17.000. Sementara resistensi overhead untuk BTC berada di level US$ 21.100.

Indikator teknikal juga menunjukkan peningkatan momentum bearish. Relative Strength Index (RSI) berada di bawah setengah garis yang berarti penjual lebih banyak daripada pembeli di pasar. Hasil dari pembacaan ini merupakan indikasi bahwa penjual mendorong momentum harga di pasar.



Sumber : news.tokocrypto.com