Seiring harga Bitcoin (BTC) turun 10% dalam seminggu terakhir, para investor kripto diimbau agar tetap tenang dan rasional. BTC sempat mengalami kenaikan harga hingga US$ 31.000, namun beberapa hari kemudian terkoreksi hingga di bawah US$ 30.000.
Sebelumnya, aset kripto terkemuka ini mengalami penurunan nilai dari US$ 63.000 menjadi US$ 56.000 dalam rentang waktu tujuh hari, mencatat penurunan yang cukup signifikan pada 2022 lalu. Meski demikian, para investor berpengalaman meminta pendatang baru untuk tidak panik, dengan menekankan potensi jangka panjang aset digital Bitcoin ini.
Penurunan harga Bitcoin baru-baru ini sebagian disebabkan oleh berbagai faktor eksternal, termasuk kekhawatiran peraturan dan berita negatif mengenai bursa kripto. Faktor-faktor tersebut sebelumnya telah memicu reaksi pasar yang serupa, tetapi investor berpengalaman dengan cepat mengingatkan bahwa Bitcoin memiliki sejarah panjang untuk bisa bangkit kembali.
Faktor Penting
Ilustrasi aset kripto Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
Ada beberapa faktor yang bisa menjadi pegangan untuk investor Bitcoin tetap tenang. Salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan adalah arus masuk investor institusional, yang keterlibatannya di pasar telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Tren ini menunjukkan penerimaan yang lebih luas terhadap Bitcoin sebagai kendaraan investasi dan bisa mengarah pada ketahanan yang lebih baik di hadapan fluktuasi pasar.
Selain itu, pasar telah menyaksikan peningkatan konsisten dalam jumlah pengguna aktif harian, yang menunjukkan bahwa jaringan Bitcoin terus berkembang. Ini, pada gilirannya, mengisyaratkan adopsi yang semakin besar terhadap mata uang digital dan potensi mereka untuk mengguncang sistem keuangan tradisional.
Mempertimbangkan banyak faktor yang berkontribusi pada prospek jangka panjang Bitcoin, para peserta pasar yang berpengalaman menyarankan investor untuk fokus pada gambaran yang lebih besar, alih-alih terjebak dalam pergerakan harga jangka pendek.
Investor Bitcoin seharusnya menyoroti pentingnya pendekatan investasi yang seimbang yang mempertimbangkan risiko dan imbalan yang terkait dengan aset digital.
Kesimpulannya, meskipun penurunan harga Bitcoin 10% baru-baru ini patut dicatat, investor berpengalaman mengajak untuk tetap tenang dan bijaksana dalam pengambilan keputusan. Dengan fokus pada potensi jangka panjang pasar mata uang kripto, investor dapat lebih baik mengarungi pasang surut yang datang dengan kelas aset yang sedang muncul ini.
Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website Tokocrypto, Instagram, Twitter, serta komunitas Tokocrypto.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Selama beberapa hari terakhir, kinerja Bitcoin sangat luar biasa, menonjol di antara altcoinlainnya dengan kenaikan nilai yang mencolok. Reli baru-baru ini cukup kuat untuk menembus patokan US$ 30.000 atau sektiar Rp 449 juta.
Namun, reli ini tampaknya berumur pendek, karena nilai aset kripto terbesar itu telah turun 3,85% selama 24 jam terakhir pada Kamis (20/4), saat ini diperdagangkan sekitar US$ 29.131 menurut CoinMarketCap. Bitcoin telah jatuh dari tertinggi 24 jam di US$ 30.438 dan tertinggi bulanan di US$ 31.005.
Ethereum, yang baru-baru ini melonjak harganya setelah peningkatan Shapella menjadi lebih dari US$ 2.100, juga terpukul. ETH diperdagangkan pada US$ 1.967 pada waktu artikel ditulis, dengan penurunan nilai sebesar 5,98% selama 24 jam terakhir.
Penurunan harga baru-baru ini dapat dikaitkan dengan aksi jual besar-besaran. Binance menemukan pesanan penjualan yang luar biasa besar. Ini dipukuli dengan angka inflasi yang tinggi di Inggris, yang bisa memicu aksi jual pasar.
Selain itu, kondisi buruk hari ini untuk Bitcoin yang panjang itu, dengan likuidasi menumpuk dengan cepat. Pada saat penulisan, total likuidasi panjang kripto untuk 19 April mencapai sekitar $175 juta pada platform yang dipantau oleh sumber data Coinglass.
Ini pasti menyebabkan pertumpahan darah karena BTC dan altcoin utama telah turun nilainya. Kapitalisasi pasar kripto global juga anjlok sebesar 4,55% dan berdiri di US$ 1,22 triliun pada waktu penulisan.
Michaël van de Poppe, pendiri dan CEO Eight, mengatakan Saat volatilitas kembali, Bitcoin jatuh ke level terendah sejak 10 April karena sisi atas melihat tantangan terbarunya. “Koreksi mendalam di pasar, karena Bitcoin tidak dapat bertahan di US$ 29.700-29.800 dan melesat ke bawah melalui kaskade likuidasi,” katanya dikutip Cointelegraph.
Penurunan melalui pivot akan memainkan Level Dukungan Utama Pertama (S1) di US$ 29.531. Namun, kecuali aksi jual yang dipicu peristiwa beberapa hari ke depan, Bitcoin harus menghindari di bawah US$ 29.000 dan Level Dukungan Utama Kedua (S2) di US$ 28.671. Level Dukungan Utama Ketiga (S3) berada di US$ 27.313.
Pada 18 April, Gary Genseler, Ketua SEC, muncul di hadapan Komite Layanan Keuangan DPR Amerika Serikat untuk sidang pengawasan, yang kemungkinan membuat para pedagang kripto ketakutan. Selama persidangan, Gensler menolak untuk menjawab secara definitif apakah Ethereum adalah komoditas atau sekuritas meskipun ada permintaan berulang kali dari anggota komite untuk melakukannya.
Pada 17 April, SEC mengajukan gugatan terhadap bursa kripto, Bittrex. Gugatan tersebut menuduh Bittrex mengoperasikan bursa efek, broker, dan agen kliring nasional yang tidak terdaftar.
Di samping itu, terlepas dari ketakutan akan krisis perbankan dan harapan perubahan dovish, ketua The Fed, Jerome Powell tampaknya berkomitmen untuk mengurangi inflasi melalui kenaikan lebih lanjut. Powell dan Fed terus mengulangi tujuan menurunkan inflasi menjadi 2%.
Pasar tampaknya setuju bahwa suku bunga akan terus naik dengan pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) berikutnya yang dijadwalkan pada 3 Mei 2023. Ini juga akan menjadi tanggal penting bagi investor kripto karena sektor ini masih berkorelasi tinggi dengan Dow dan S&P 500.
Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website Tokocrypto, Instagram, Twitter, serta komunitas Tokocrypto.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Prediksi Bitcoin (BTC) setelah terus diperdagangkan dalam kisaran sempit selama akhir pekan, sekitar US$ 30.000 atau sekitar Rp 445 juta, penting untuk disimak dalam pasar kripto yang mengalami volatilitas tinggi. Namun, mengawali pekan ketiga April ini, BTC justru melemah dan akhirnya kembali terkoreksi dan berada di level US$ 29.000 atau Rp 430 juta.
Pada hari Senin (17/4), Bitcoin turun sebesar 2,80%. Membalikkan kenaikan 0,03% dari hari Minggu (16/4), BTC mengakhiri hari di US$ 29.437. BTC menutup hari itu dengan sub-$30.000 untuk pertama kalinya dalam lima sesi.
Awal yang beragam untuk hari Selasa (18/4) ini melihat BTC naik ke level tertinggi satu jam pertama di US$ 30.290 sebelum berbalik arah. Kurang dari Level Perlawanan Utama Pertama (R1) di US$ 30.572, BTC jatuh ke level terendah sore hari di US$ 29.262. Pembalikan melihat BTC jatuh melalui Level Dukungan Utama.
Ethereum (ETH), di sisi lain, relatif sepi dan tetap berada di sekitar US$ 2.100 setelah naik lebih dari 13% dalam tujuh hari terakhir, sebagian berkat peningkatan Shanghai yang baru saja selesai. Secara keseluruhan, pasar kripto relatif stabil selama beberapa hari terakhir, dengan sebagian besar altcoinmengikuti jejak BTC. Volume perdagangan akhir pekan yang lebih rendah juga berkontribusi pada ketenangan pasar.
Analis kripto populer “Ali” memperingatkan ada prediksi Bitcoin dapat menyaksikan sedikit kemunduran. Menurut pakar, Bitcoin sekarang menghadapi tantangan yang signifikan dalam melampaui level resistensi antara US$ 30.270 dan US$ 32.150.
“Resistensi US$ 30.270-US$ 32.150 tetap menjadi rintangan berat bagi Bitcoin di mana 770 ribu alamat membeli 360 ribu BTC,” tweet Ali pada 16 April.
Ali menyarankan untuk berhati-hati jika level support ini tembus, karena support utama berikutnya berada di US$ 27.600-US$ 28.450. “Sementara itu, dukungan US$ 29.330-US$ 30.200 tetap kuat di mana 700 ribu alamat membeli 390 ribu BTC. Berhati-hatilah jika level ini rusak; dukungan utama berikutnya adalah US$ 27.600-US$ 28.450,” tambahnya.
Ini menunjukkan bahwa prediksi Bitcoin mungkin mengalami beberapa tekanan penurunan dalam jangka pendek. Meskipun demikian, analisis Ali mengungkapkan bahwa banyak investor masih bersedia membeli aset kripto pada level saat ini, menunjukkan dukungan yang mendasarinya.
Dalam tweet sebelumnya, Ali menunjukkan bahwa Stock-to-Flow Ratio Multiple (SORP), sebuah indikator dengan rekam jejak yang kuat menandakan dimulainya pasar bullish, mengisyaratkan pertumbuhan eksplosif untuk Bitcoin.
Indikator ekonomi AS gagal memberikan dukungan pada Bitcoin untuk terus reli. Lingkungan ekonomi makro yang membaik membuka jalan bagi The Fed untuk terus menaikkan suku bunga untuk membawa inflasi ke sasaran. Sejak kembali ke US$ 30.000, BTC telah berjuang, dengan komentar The Fed yang hawkish memicu ekspektasi kenaikan suku bunga pasca-Mei untuk menguji selera pembeli.
Menurut FedWatchTool, ada kemungkinan 91,0% dari kenaikan suku bunga Fed 25 basis poin dalam 15 hari. Satu bulan yang lalu, ada peluang 20,7% dari kenaikan suku bunga Mei sebesar 25 basis poin. Secara signifikan, ada juga taruhan kenaikan 25 basis poin di bulan Juni, naik dari 0% di bulan Maret menjadi 18,4%.
Harapan penurunan suku bunga H2 2023 juga mereda. Ada peluang 2,1% dari penurunan suku bunga 25 basis poin pada bulan Juli, turun dari 15,4% satu bulan lalu.
Prospek kebijakan hawkish mempertanyakan proyeksi resesi ringan The Fed pada akhir 2023 dan meningkatkan ancaman krisis kredit global. Peningkatan pengawasan peraturan dan pembuat undang-undang menambah suasana bearish.
Berita SEC menagih Bittrex dengan mengoperasikan platform sekuritas yang tidak terdaftar membebani sentimen investor. Langkah melawan Bittrex mengikuti pergeseran fokus SEC ke ruang DeFi, yang membawa lebih banyak platform di bawah pengawasan SEC.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Dogecoin (DOGE), koin meme terbesar di dunia, menampilkan momentum bullish saat pasar kripto terpantau koreksi. Peristiwa ini menjadi hal unik karena memutus korelasi DOGE dengan Bitcoin (BTC) yang biasanya selalu beriringan.
Dogecoin tampaknya sedang menyiapkan periode minggu yang lebih baik. Koin meme itu telah menambahkan 2,90% ke tingkat pertumbuhannya selama 24 jam terakhir di atas harga spot US$ 0,0917. Dengan pertumbuhan lebih dari 13% selama tujuh hari terakhir, kemungkinan bahwa Dogecoin pada akhirnya akan menembus resistensi di US$ 0,1 dan terlihat layak.
Dikutip U.Today, satu pengamatan utama yang mengesampingkan momentum harga Dogecoin saat ini adalah keluarnya korelasi yang dipertahankannya dengan Bitcoin selama beberapa minggu terakhir. Sementara Dogecoin mengalami tanda centang hijau baik dalam pertumbuhan harian dan mingguannya, sedangkan harga Bitcoin setiap hari telah menyerah pada aksi bearish dan aksi jual ringan.
Apa yang sulit diuraikan sekarang adalah apakah kenaikan harga Dogecoin saat ini yang memicu pemutusan korelasi bersifat sementara atau permanen. Sebagai salah satu aset digital paling tidak stabil saat ini, Dogecoin telah mencetak salah satu tingkat pertumbuhan paling mengesankan di industri untuk tahun ini, dan saat ini dipatok pada 31%.
Secara umum, Dogecoin bebas dari dorongan eksternal yang menjadi pengaruh utama harganya, seperti Elon Musk selama beberapa hari terakhir. Bahwa investor dapat mempertahankan pembelian DOGE yang konsisten tanpa tweet yang terlihat dari Musk adalah tampilan bahwa sudah ada rasa percaya diri di masa depan aset karena menyangkut integrasinya untuk menunjukkan utilitas dunia nyata.
Selain banyak bisnis di mana aset kripto diterima sebagai alat pembayaran, perannya di masa depan Twitter selain sebagai logo sementara hadir sebagai salah satu fundamental inti yang dinantikan oleh investor.
Dogecoin (DOGE) berwarna hijau karena komunitas menaruh ekspektasi positif pada peluncuran SpaceX Starship. SpaceX “Starship” yang ditunggu-tunggu bersiap untuk peluncuran akbarnya, kegembiraan seputar acara tersebut terlihat jelas di komunitas Dogecoin.
Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX, telah berulang kali membahas “Starship” dan membuat presentasi mendetail terkait desain dan fungsinya. Dia juga sering menekankan potensinya untuk membawa kargo dan manusia ke Mars.
Di fasilitas SpaceX di pantai selatan Texas, “Starship”, roket terkuat yang pernah dibuat, sedang menunggu peluncuran untuk pertama kalinya. Perusahaan menargetkan waktu lepas landas pada hari Senin (17/4) pukul 8:00 CT (9:00 ET).
Ketika Musk turun ke Twitter untuk mengumumkan peluncuran Starship dalam waktu dekat dalam seminggu terakhir, Sydney Ifergan , CEO firma Analisis Mata Uang, berkomentar, “Tidak sabar untuk melihat roket itu meluncur ke bulan dengan logo Dogecoin raksasa, ruang menjadi sedikit lebih menyenangkan dan meme-tastic.”
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, akan berpartisipasi sebagai pembicara utama dalam Bitcoin Conference 2023, salah satu acara kripto terbesar di dunia, yang akan diadakan di Miami, Amerika Serikat pada 18-20 Mei mendatang.
Dalam postingan resminya, panitia Bitcoin Conference 2023 mengatakan kehadiran Ridwan Kamil dalam konfenresi akbar tersebut akan membahas mengenai masa depan adopsi dan penambangan Bitcoin (BTC) di Jawa Barat, yang berpenduduk sekitar 50 juta jiwa.
Gubernur Jawa Barat itu diagendakan akan berbicara di sesi Fireside Chat dengan tema “Indonesia Bitcoin Campaign” selama 15 menit pada 20 Mei mendatang. Ia akan berada di atas panggung Nakamoto Stage bersama Samson Mow yang merupakan CEO JAN3, sebuah perusahaan teknologi Bitcoin yang berfokus pada percepatan hyperbitcoinization.
Dalam situs resmi Bitcoin Conference 2023, dijelaskan Ridwan Kamil adalah Gubernur Jawa Barat saat ini, di mana ia secara bertahap mengawasi populasi lebih dari 50 juta jiwa. Ridwan memulai karirnya di bidang arsitektur sehingga tidak asing dengan inovasi dan visi. Dia adalah lulusan dari University of California, Berkeley yang berspesialisasi dalam desain lingkungan.
Kang Emil sapaan akrabnya, sedang bekerja sama dengan entitas AS seperti Bentaus, GRN Energy, dan lainnya untuk membawa pendidikan dan adopsi Bitcoin ke Indonesia dan dia berada di garis depan inisiatif ini. Selain itu, Gubernur Kamil adalah Ketua Asosiasi Pemerintah Daerah untuk Energi Terbarukan, memimpin Gubernur dan Walikota di Indonesia untuk mengubah kebijakan energi menjadi masa depan nol bersih.
Selain Ridwan Kamil, Bitcoin Conference 2023 juga menghadirkan pembicara lain yang populer di industri kripto, perbankan, dan teknologi, seperti penulis The Big Short, Michael Lewis; Executive Chairman MicroStrategy, Michael Saylor; CSO Human Rights Foundation, Alex Gladstein; Managing Director Credit Suisse, Zoltan Pozsar; dan Co-founder and CEO Blockstream, Adam Back.
Tingkatkan Adopsi Bitcoin
Bitcoin Conference 2023, salah satu acara kripto terbesar di dunia, yang akan diadakan di Miami, Amerika Serikat pada 18-20 Mei mendatang. Sumber: Bitcon Conference 2023.
Bitcoin Conference 2023 merupakan konferensi tahunan Bitcoin terbesar di dunia yang diselenggarakan oleh Bitcoin Magazine. Acara ini menjadi wadah untuk pengumuman terobosan terbesar dalam sejarah Bitcoin. Untuk menghadiri konferensi akrab ini selamatiga hari diperlukan tiket sebesar US$ 849-US$ 9.999 atau sekitar Rp 12 juta-Rp 148 juta.
Sesi yang diikuti Ridwan Kamil yaitu Fireside Chat adalah wadah untuk para pemikir kritis membahas adopsi Bitcoin dan dampaknya terhadap masyarakat, serta memacu diskusi sehat mengenai topik terkait.
Ridwan Kamil memang tidak asing dengan dunia kripto dan blockchain. Dulu ia pernah menjual karya NFT yang berjudul “Pandemic Self Portrait” di pasar NFT, OpenSea pada Januari 2022. Karya digital tersebut terjual seharga 1 ETH atau sekitar Rp 45 juta pada waktu itu.
Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) telah membuktikan bahwa dapat menaham ekonomi yang goyah imbas gejolak yang baru-baru ini terjadi di sektor perbankan. CEO ARK Invest, Cathie Wood, mengatakan baik BTC dan ETH telah mengungguli kelas aset lain dan berfungsi seperti emas.
Wood menjelaskan dalam wawancara 15 April lalu, bahwa ketahanan Bitcoin selama krisis perbankan terbaru telah menjadi “yang paling luar biasa” dari semua indikator yang dipantau oleh perusahaan manajemen investasinya yang berfokus pada teknologi.
Bitcoin dan Ethereum sekarang bertindak sebagai aset “risk-off” dan sebagai “penerbangan ke tempat yang aman” bagi investor di tengah ketidakpastian ekonomi makro.
“Mereka akan mengganggu tatanan dunia tradisional. Apa yang Bitcoin dan Ether lakukan? Maksud saya dengan fakta bahwa mereka dianggap melarikan diri ke tempat yang aman seperti emas, itu sangat menarik dan menyarankan adopsi dan penerimaan yang jauh lebih luas daripada yang saya pikir kebanyakan orang mengerti,” kata Wood dikutip Cointelegraph.
“Kami akan mengatakan bahwa ada pelarian ke tempat yang aman, tentu saja dipimpin oleh aset kripto, dan ini memberi tahu kami bahwa dunia sedang berubah dan akan terus berubah. Anda tidak bisa menghentikan inovasi.”
Wood berpikir aset kripto pada akhirnya akan menjadi “masalah” ketika sektor ini diterima secara lebih luas dan publik dapat lebih jelas melihat jenis tekanan peraturan yang diterapkan pemerintah Amerika Serikat pada industri untuk mempertahankan kendali terpusat atas uang dan kebijakan moneter.”
Pendapat Kontrak
Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.
Berbeda pendapat dengan Wood, Ray Dalio, pendiri Bridgewater Associates, dana lindung nilai terbesar di dunia berdasarkan aset yang dikelola, menjelaskan dalam wawancara 12 April bahwa Bitcoin tidak dapat berfungsi sebagai “mata uang efektif” karena terlalu fluktuatif dan bank sentral tidak akan mengadopsinya.
“Bitcoin bukanlah penyimpan kekayaan yang efektif atau alat tukar sehingga ini bukan mata uang yang efektif. Ini memiliki volatilitas yang tidak ada hubungannya dengan apa pun […] itu adalah alternatif yang sangat, sangat buruk untuk emas,” jelas Dalio.
“Mereka bisa melarang (Bitcoin). Mereka bisa mengaturnya. Bank-bank sentral dan negara-negara tidak menginginkannya,” katanya.
Dalio memperkuat kasusnya dengan menunjukkan bahwa emas adalah cadangan terbesar ketiga yang dipegang oleh bank sentral, hanya tertinggal dari dolar AS dan euro.
Meskipun sebelumnya menggambarkan Bitcoin sebagai “penemuan yang luar biasa,” Dalio baru-baru ini menjelaskan bahwa dia malah ingin melihat koin “terkait inflasi” dibangun yang akan berfungsi untuk memastikan konsumen mengamankan daya beli mereka.
Pergerakan pasar kripto jelang akhir pekan terpantau bull run. Dorongan dari sentimen makroekonomi yang positif membuat Bitcoin akhirnya tembus level resisten terdekatnya di harga US$ 30.500 atau Rp 446 juta.
Bull run kripto kali ini menarik karena dominasi Bitcoin mulai menurun, beragam altcoin, seperti Ethereum (ETH), Dogecoin (DOGE), Cardano (ADA) memimpin kenaikan. Hal ini membuat pasar kripto menjadi altseason. BTC naik hanya 2%, tapi sejumlah altcoin, seperti ETH bahkan meroket 11%. Altseason ditandai oleh investor memindahkan modal dari BTC ke aset lain demi mencari cuan lebih besar. Jumlah altcoin yang melampaui performa BTC menjadi pertanda reli dapat terjadi bagi kedua aset tersebut.
Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan sentimen positif pekan ini datang dari data makroekonomi terbaru. Inflasi grosir AS dan angka klaim pengangguran menarik banyak minat. Inflasi AS mengalami penurunan yang sebelumnya sebesar 6% menjadi 5%. Indeks harga produsen AS turun 0,5% di bulan Maret. Dorongan utama bullish adalah kenaikan klaim pengangguran awal AS yang lebih besar dari perkiraan. Klaim meningkat dari 228k menjadi 239k versus perkiraan 232k.
Mempertimbangkan Laporan CPI AS, angka tersebut mendukung ekspektasi investor terhadap The Fed yang mendekati puncaknya dalam siklus pengetatan kebijakan moneter. Investor percaya bahwa The Fed akan segera mengerem kenaikan suku bunganya.
Di samping itu, kabar dari industri yang positif adalah bursa kripto FTX yang dikabarkan akan kembali beroperasi dalam waktu dekat. “Setelah pengumuman ini, token FTT mengalami kenaikan secara drastis sebesar 122% dalam waktu 4 jam setelah pengumuman diluncurkan. Tentu saja ini akan menjadi angin segar bagi pengguna platform FTX maupun pemegang token FTT,” jelas Fyqieh.
Total kapitalisasi pasar kripto saat bull run berdasarkan CoinMarketCap sebesar US$ 1,2 triliun. Total marketcap mengalami kenaikan yang di mana pada awal pekan hari Senin (10/4) sebesar US$ 1,19 triliun, terjadi kenaikan sebesar US$ 70 miliar dalam waktu beberapa hari. Ini artinya banyak para investor yang mulai akumulasi sekaligus masuk ke dalam pasar aset kripto untuk mempersiapkan halving bitcoin.
Fear & Greed Bitcoin Index by alternative.me.
Sentimen terkait dengan Bitcoin pada minggu ini masih stabil pada area Greed. Ini pertanda bagus karena BTC mengalami kenaikan, namun tidak over FOMO. Kenaikan wajar ini juga didukung banyak sentimen seperti CPI data yang dibawah ekspektasi analis.
Berikut Analisis Pergerakan Harga BTC, ETH, BNB
1. Bitcoin(BTC) Mungkin Koreksi
BTC/USDT Binance by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.
Secara pergerakan Timeframe Weekly charts, BTC kemungkinan akan terjadi bearish di akhir kuartal. Hal ini disebabkan adanya garis resisten yang kuat di area harga US$ 32.000 dan US$ 35.000. Secara teknikal Bitcoin membentuk Bearish Rising wedge pada time frame weekly.
BTC/USD Binance by Fyqieh Fachrur Rossy -TradingView.com.
Namun, harga US$ 30.000 merupakan level psikologis sekaligus salah satu resisten area yang cukup kuat untuk saat ini. BTC masih dalam konsolidasi harga di harga US$ 29.800-US$ 30.400. Untuk saat ini belum ada pergerakan harga yang menunjukan breakout. Namun apabila BTC mengalami penurunan di bawah harga US$ 29.700 maka kemungkinan akan terjadi pembalikan harga mencapai US$ 28.000.
Jika harga menembus dan close candlestick time frame 4 jam di atas harga US$ 30.569, maka kemungkinan akan mengalami kenaikan lanjutan hingga mencapai harga US$ 31.150 dalam waktu dekat. Namun secara time frame besar BTC membentuk rising wedge hampir sempurna. Hal ini didukung juga dengan adanya BTC yang di-short oleh para trader secara dominan, sehingga ekspetasi trader dalam waktu dekat ini akan berekspektasi Bitcoin akan koreksi.
2. Ethereum (ETH), Awas Bull Trap
ETH/USD Coinbase by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.
Setelah suksesnya upgrade hardfork Shapella, ETH mengalami apresiasi harga menembus harga resisten yang sangat diperhatikan oleh trader di harga US$ 2.000. Tentu ini menjadi pertanda baik, namun ada hal yang perlu diperhatikan. Ada total 15% supply ETH yang akan terbuka setelah hardfork ini. Maka menjadi tekanan penjualan yang tinggi namun harga mengarah sebaliknya.
Pergerakan bull run ETH belakangan ini mencurigakan, sebab bisa saja para whales menaikan harga untuk menembus area resistennya untuk mencari likuiditas. Fungsi likuiditas di sini untuk keluar dari pasar dengan lebih mudah. Ketika resistennya tertembus, maka akan ada banyak order limit buy yang terpasang di area breakout.
Biasanya pada area ini akan terjadi konsolidasi harga dan cenderung harga dipertahankan di atas harga resistennya. Ketika selesai konsolidasi, maka harga akan lanjut dinaikan ke area resiten selanjutnya dan mereka mulai melepas ETH perlahan lahan. Ini merupakan salah satu cara whales untuk keluar dari pasar dan menciptakan bull trap.
Lebih baik untuk saat ini ETH wait and see dan tidak disarankan untuk melakukan leverage trading.
BNB mengalami kenaikan yang sangat tinggi disebabkan naiknya marketcap kripto serta adopsi penggunaan BNB untuk keperluan decentralize finance, gas fee, staking dan launchpad. Launchpad ini juga diumumkan oleh Binance di akun Twitter-nya dan web resmi milik Binance yang membuat harga BNB mengalami kenaikan yang signifikan dan adanya potensi yang terus menguat hingga launchpad berakhir.
BNB/USD Binance by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.
Pergerakan BNB mengalami kecenderungan penurunan diakibatkan efek setelah launchpad di binance bulan lalu dengan proyek nya yaitu spaceID. Pergerakan ini juga terpengaruh pergerakan BTC yang mengalami penguatan. Secara teknikal, BNB akan bergerak ke arah resistennya dalam waktu beberapa minggu ke depan, dengan target harga psikologis sebesar US$ 350. Pergerakan ini tentu saja bisa terjadi dalam waktu singkat apabila binance kembali meluncurkan proyek launchpad-nya.
Jika harga BNB mengalami penurunan, maka harga support terdekatnya US$ 315. saat ini harga BNB berada pada US$ 325, yang artinya potensi untuk menuju resisten membutuhkan kenaikan sebesar 7% dan untuk menuju area support sebesar 3%
Jika menggunakan fitur Price Alert di Tokocrypto, pengguna akan mendapatkan notifikasi yang muncul secara real-time ketika harga sudah menyentuh target yang telah kamu tentukan pada saat pasar kripto bull run. Dengan begitu, pengguna tidak ketinggalan momentum beli dan jual di harga yang sesuai. Untuk informasi lebih lanjut dan cara menggunakan fitur ini bisa mengakses link berikut ini.
Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website Tokocrypto, Instagram, Twitter, serta komunitas Tokocrypto.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Data inflasi AS dan risalah rapat The Fed menjadi sentimen yang kuat untuk pergerakan harga Bitcoin (BTC) pada pekan ini. Namun ketika data keluar, belum mendorong Bitcoin untuk melaju menembus level harga US$ 30.000 atau sekitar Rp 444 juta.
Ekspektasi awal angka Consumer price index (CPI) bulan Maret menunjukkan penurunan tingkat inflasi AS menjadi 5,2%. CPI untuk Februari mencapai 6%, yang merupakan penurunan dibandingkan Januari. Penurunan 1% pada data inflasi berdampak langsung pada harga Bitcoin.
Sementara, core CPI, yang mengecualikan ceruk yang lebih tidak stabil seperti makanan dan energi, diharapkan berada di antara 5,5% dan 5,6%. Core CPI ini benar-benar sesuai dengan ekspektasi, berdiri di 5,6%.
Harga BTC meroket hampir US$ 500 dalam beberapa menit setelah angka inflasi keluar. Namun, setelahnya Bitcoin diperdagangkan dengan tenang di US$ 30.000, seperti yang dilaporkan sebelumnya, tetapi melonjak menjadi US$ 30.500.
Dianggap sebagai aset berisiko, kinerja harga jangka pendek BTC sangat berkorelasi dengan data CPI. Ini karena angka inflasi menentukan kebijakan moneter yang diambil oleh Federal Reserve AS dan apakah akan terus menaikkan suku bunga acuan.
Penurunan inflasi YoY menunjukkan bahwa tindakan The Fed berdampak dan bank sentral dapat segera mulai membalikkan strateginya. Pada kenaikan suku bunga The Fed tahun lalu terjadi lonjakan sebesar 0,25%.
Menyusul rilis data CPI, The Fed juga mengeluarkan risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) terbaru yang mempengaruhi harga Bitcoin. Meskipun demikian, ini menghasilkan situasi yang membingungkan untuk kinerja aset dalam menanggapi CPI, karena investor berharap penurunan inflasi yang lebih cepat dari perkiraan sementara The Fed mempertahankan sikap hawkishnya.
Menurut FedWatch yang disediakan oleh CME Group, pertemuan FOMC yang akan datang akan menghasilkan kenaikan suku bunga sebesar 0,25%, sama seperti bulan lalu. Perlu dicatat bahwa peluang ini sangat dinamis dan cepat menyesuaikan diri dengan perubahan data makro seperti indeks harga konsumen.
Dalam risalah rapat The Fed menyatakan kejatuhan tiga bank di AS pada bulan lalu dapat menyebabkan ekonomi Amerika jatuh ke jurang resesi pada tahun ini. Kegagalan bank telah menyebabkan beberapa spekulasi bahwa The Fed mungkin menahan suku bunga. Namun, para pejabat menekankan bahwa lebih banyak upaya yang harus dilakukan untuk menjinakkan inflasi.
Ada kemungkinan bahwa Bitcoin dapat menembus di atas penghalang US$ 30.000, dan jika itu terjadi, aset kripto terbesar di dunia ini dapat terus meningkat saat memetakan wilayah baru. Namun, selalu ada kemungkinan koreksi pasar, yang dapat mengakibatkan penurunan drastis pada pasar kripto secara keseluruhan.
Reaksi pasar saham AS terhadap pengumuman tersebut akan berfungsi sebagai sinyal peringatan dini. Tingkat inflasi tahunan AS melemah dari 6,0% menjadi 5,0% dibandingkan perkiraan 5,2%. Namun, tingkat inflasi inti dipercepat dari 5,5% menjadi 5,6%, memberikan alasan Fed hawks untuk mengejar kenaikan suku bunga lainnya.
Bitcoin awalnya merespons dengan baik laporan CPI sebelum berbalik arah pada angka inflasi inti. Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin menurun moderat sebagai tanggapan atas Laporan CPI dan risalah rapat FOMC semalam berdampak pada Bitcoin.
Sementara Laporan CPI menyampaikan pullback, BTC menghindari pembalikan yang diperpanjang sebagai tanggapan atas risalah rapat FOMC. Pembicaraan tentang menekan tombol jeda adalah bullish, sementara ekspektasi resesi yang dipicu krisis perbankan adalah BTC negatif.
BTC harus bergerak melalui pivot pada level US$ 30.008 untuk menargetkan Level Perlawanan Utama Pertama (R1) di US$ 30.339. Pengembalian ke US$ 30.000 akan menandakan sesi bullish yang diperpanjang. Jika reli diperpanjang, BTC kemungkinan akan menguji Level Resistensi Utama Kedua (R2) di US$ 30.799 dan resistensi di US$ 31.000. Level Resistensi Utama Ketiga (R3) berada di US$ 31.590.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Ada berbagai jenis aset kripto di dunia ini, namun tidak semua berkinerja baik dan bisa mendatangkan keuntungan jangka panjang. Menurut CoinMarketCap, pada Maret 2023, ada sekitar 22.904 aset kripto di dunia. Dari sekitar ribuan jenis aset kripto tersebut, tidak semua aktif atau berharga. Banyak kripto yang “mati” hanya menyisakan sekitar 8.832 aset yang aktif.
Perkembangan aset kripto yang pesat juga mendatangkan banyak investor yang melirik. Ada lebih dari 300 juta pengguna kripto di seluruh dunia dan sekitar 18.000 bisnis sekarang menerima bentuk kripto sebagai pembayaran.
Baik itu investor kripto yang sudah mapan atau baru memasuki pasar untuk pertama kalinya, ada banyak peluang untuk dipertimbangkan. Dengan begitu banyak pilihan, menemukan kripto yang berkinerja baik di tahun 2023 bisa dibilang sulit, mengingat sifat market kripto yang volatile.
Untuk membantu kamu, artikel ini menganalisis dan memberi daftar 10 kripto yang diproyeksikan berkinerja baik pada tahun 2023 .
Salah satu aset kripto yang paling besar kapitalisasi pasarnya adalah Bitcoin (BTC). Investor kripto telah berusaha mengidentifikasi Bitcoin sebagai aset terbaik untuk dibeli. Supremasi BTC tetap ada meskipun banyak koin alternatif baru-baru ini meningkat. Juga, dibandingkan dengan 10 kripto teratas lainnya, banyak investor menyukai Bitcoin.
Proyek kripto signifikan pertama yang menggunakan smart contract adalah Ethereum. Aplikasi terdesentralisasi (dApps) dapat diluncurkan di platform desktop dan seluler berkat smart contract ini. Jutaan token kripto berjalan di jaringan Ethereum, dan token inilah yang mendorong pergerakan initial coin offering (ICO). Salah satu kripto terbesar untuk dibeli pada tahun 2023 adalah Ethereum.
3. Polkadot (DOT)
Polkadot (DOT) adalah aset kripto proof-of-stake (PoS) yang menonjol karena bermaksud untuk menghadirkan interoperabilitas di antara blockchain lainnya. Meskipun Polkadot memiliki kemiripan dengan Ethereum karena merupakan blockchain yang dapat diprogram, Polkadot mengambil langkah lebih jauh. Pengembang dapat membangun blockchain kustom mereka sendiri di Polkadot bernama parachains, yang merupakan blockchain paralel dengan kegunaan khusus.
4. Cardano (ADA)
Cardano adalah platform blockchain open source yang dibuat oleh salah satu pendiri Ethereum. Ini bertujuan untuk memecahkan berbagai masalah, termasuk membuat layanan keuangan dan catatan identitas dapat diakses oleh semua orang. Pengembangan Cardano didasarkan pada penelitian peer-review, sehingga cenderung bergerak lebih lambat dibandingkan proyek lainnya.
Ini adalah salah satu kripto besar pertama yang menggunakan proof-of-stake (PoS) untuk memverifikasi transaksi. Ini adalah alternatif yang lebih hemat energi untuk pembuktian kerja, yang digunakan oleh Bitcoin dan banyak kripto utama lainnya.
XRP adalah aset kripto asli untuk Ripple , protokol pembayaran yang dibuat untuk transaksi cepat dan berbiaya rendah. Ini secara khusus ditujukan untuk transfer uang internasional, dan ada ratusan lembaga keuangan yang bermitra dengan Ripple untuk menggunakan teknologinya.
Ripple terkenal karena terlibat dalam gugatan dengan SEC. Pada akhir tahun 2020, SEC menuduh Ripple menjual sekuritas yang tidak terdaftar dalam bentuk XRP. Meskipun Ripple membantah tuduhan itu, banyak pertukaran kripto teratas berhenti menawarkan perdagangan XRP sebagai dampak kasus tersebut.
6. Shiba Inu (SHIB)
Shiba Inu adalah aset kripto yang memanfaatkan fitur dan keamanan ekosistem Ethereum. Kripto ini baru-baru ini tumbuh secara signifikan selama setahun terakhir, menunjukkan potensi masa depannya yang sangat baik.
7.Chainlink (LINK)
LINK adalah kripto yang telah membuat gelombang di dunia teknologi blockchain. Fitur uniknya dalam mengintegrasikan data off-chain ke dalam smart contract melalui jaringan Oracle telah merevolusi cara blockchain terhubung dengan data dan transaksi eksternal. Jika Anda ingin berinvestasi dalam kripto, Chainlink adalah salah satu yang harus diperhatikan. Teknologi inovatif dan potensi pertumbuhannya menjadikannya aset berharga dalam portofolio investasi apa pun.
8. Avalanche (AVAX)
Salah satu inisiatif blockchain yang secara signifikan mempercepat waktu pemrosesan transaksi adalah Avalanche. Dengan pendekatan unik yang menggabungkan tiga jaringan berbeda, Avalanche telah mampu meningkatkan efisiensi transaksi blockchain. Ini adalah keunggulan utama dibandingkan metode pemrosesan transaksi tradisional, yang dapat memakan waktu beberapa hari untuk diselesaikan.
Ilustrasi aset kripto Avalanche (AVAX). Sumber: Binance Academy.
Binance Coin (BNB) adalah kripto asli di Binance Smart Chain. Platform blockchain ini dibuat oleh Binance, salah satu bursa kripto paling populer di dunia. Ini dengan cepat menjadi alternatif populer untuk Ethereum karena biaya gas fee (transaksi) yang jauh lebih murah.
Biaya gas fee di Binance Smart Chain dibayarkan dalam Binance Coin, jadi kamu harus memilikinya untuk menggunakan blockchain itu. Binance juga menawarkan diskon biaya perdagangan untuk klien yang memiliki BNB.
10. Tether (USDT)
Nilai Tether (USDT) dianggap lebih stabil daripada kripto lainnya karena dipatok ke dolar AS yang disebut stablecoin. Ini berarti bahwa untuk setiap token Tether yang beredar, ada jumlah setara dolar AS yang disimpan sebagai cadangan. Hal ini menjadikan Tether sebagai stablecoin dan memberi kepercayaan kepada investor untuk menyimpannya sebagai penyimpan nilai.
Dengan begitu banyak kripto yang tersedia, mungkin sulit untuk mengetahui di mana harus berinvestasi. Penting untuk meneliti aset kripto apa pun yang ingin kamu beli dengan cermat.
Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website Tokocrypto, Instagram, Twitter, serta komunitas Tokocrypto!
DISCLAIMER: Bukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.
Nilai Bitcoin akhirnya menembus level US$ 30.000 atau sekitar Rp 445 juta yang merupakan level psikologi terkuat saat ini. Saat posisi nilai ini terjadi banyak para trader melenyapkan jutaan posisi short. Bagaimana prediksi Bitcoin ke depan?
Dalam dua hari terakhir, posisi short Bitcoin senilai US$ 107 juta telah dilikuidasi di seluruh bursa kripto utama, menurut situs analitik derivatif kripto, CoinGlass. Sekitar US$ 60 juta dalam posisi short ini telah dilikuidasi pada hari Selasa (11/4)saja.
Pada hari Selasa, Bitcoin (BTC) naik sebesar 1,95%. Menyusul reli 4,57% pada hari Senin (10/4), BTC mengakhiri hari di US$ 30.190.
Sentimen Pendorong Bitcoin
Dua hari ini sedang mengalami masa tenang, tanpa indikator ekonomi AS untuk mempengaruhi sentimen investor. Kurangnya statistik membuat pasar terus bertaruh pada kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin di bulan Mei mendatang.
Menurut CME FedWatchTool, ada peluang 69,2% dari kenaikan suku bunga 25 basis pada bulan Mei, naik dari 44,8% pada 4 April. Pergeseran sentimen terhadap The Fed membebani Indeks Komposit NASDAQ, yang turun 0,43% pada hari Selasa.
Faktor penyumbang lain untuk kembali reli di atas US$ 30.000 termasuk diamnya SEC menjelang sidang sub-komite aset digital pada 18 April di Capitol Hill. Selain itu juga ketidaksepakatan antara Ketua SEC, Gary Gensler dan Ketua CFTC, Rostin Behnam tentang klasifikasi kripto sebagai sekuritas dan komoditas harus memberikan perhatian yang lebih besar pada dengar pendapat.
Hakim yang memimpin kasus terkait kripto telah menyoroti masalah yang dihadapi investor maupun trader. Ketidaksepakatan di antara regulator, komentar Hakim yang menguntungkan, dan dukungan aset kripto yang meningkat di luar perbatasan AS telah meredam efek peraturan SEC dengan penegakan hukum.
Sentimen Jangka Pendek
Pasar kripto akan dihadapi oleh hari yang sibuk di kalender ekonomi AS. Laporan CPI AS dan risalah rapat FOMC akan mempengaruhi pergerakan pasar beberapa hari ke depan.
Setelah Laporan Pekerjaan AS, pasar bertaruh pada kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada bulan Mei. Laporan CPI dan risalah rapat FOMC dapat memperkuat kenaikan suku bunga menjadi 5,25%.
Sementara Laporan CPI kemungkinan akan menjadi pendorong utama, investor harus memantau berita kripto untuk aktivitas regulasi dan komentar anggota parlemen.
Pertemuan IMF/World Bank Spring Meetings akan berlangsung pada Rabu (12/4). Kripto cenderung menjadi topik hangat. Bersamaan dengan Pemerintahan AS, IMF telah mengambil sikap anti-kripto, dengan seruan untuk meningkatkan pengawasan regulasi yang mungkin menjadi tema umum.
Namun, pembaruan dari kasus SEC vs Ripple yang sedang berlangsung dan berita terkait Binance dan Coinbase perlu dipertimbangkan.
Dikutip FX Empire, Indikator teknis prediksi pergerakan harga Bitcoin bisa dilihat dari analisis teknikalnya. BTC perlu menghindari pivot US$ 30.088 untuk menargetkan Level Resistensi Utama Pertama (R1) di US$ 30.596. Pergerakan melalui tertinggi di US$ 30.494 akan menandakan sesi bullish yang diperpanjang.
Jika reli diperpanjang, BTC kemungkinan akan menguji Level Resistensi Utama Kedua (R2) di US$ 31.003. Level Resistensi Utama Ketiga (R3) berada di US$ 31.918.
Namun bila terjadi penurunan melalui pivot akan memainkan Level Dukungan Utama Pertama (S1) di US$ 29.681. Namun, kecuali aksi jual yang memicu risiko, BTC harus menghindari di bawah US$ 29.500 dan Level Dukungan Utama Kedua (S2) di US$ 29.173. Level Dukungan Utama Ketiga (S3) berada di US$ 28.258.
Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website Tokocrypto, Instagram, Twitter, serta komunitas Tokocrypto.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.