CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ), mengatakan bahwa jika pertukaran (Binance) bangkrut, pengguna Binance akan diprioritaskan untuk pengembalian dana sebelum pemegang saham.
Komentar ini dikatakan ketika sesi AMA (Ask Me Anything) yang dilakukan pada 21 Mei. Sayangnya sesi AMA ini sudah dihapus dan tidak ada alasan.
Dalam sesi ini, CZ juga menjelaskan berbagai topik seperti dana pengguna, masa depan Binance Chain.
Changpeng Zhao mengatakan bahwa Binance tidak pernah mencampurkan dana pengguna dengan dana operasi pialang Binance.
Dia menekankan jika ada kebangkrutan atau kejadian yang tidak terduga, maka uang atau investasi akan dikembalikan terlebih dahulu ke pengguna.
Di dalam pertanyaan AMA ini, CZ juga mengatakan tentang masa depan BNB Chain:
“Secara jujur, saya tidak terlibat didalam pengambilan keputusan di BNB chain. Saya mempunyai pemahaman teknologi yang terbatas. Yang saya tahu adalah ada trade off antara jumlah node dengan kinerja (saat ini) untuk evolusi blockchain kami.”
CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ)
Ketika ditanya tentang adanya UST dan LUNA lagi di Binance, dia menjawab bahwa ada banyak pertukaran terdesentralisasi di dunia. Jika perdagangan diberhentikan dan harga naik di bursa lain, investor akan mempertanyakan keputusan tersebut.
Walaupun dia mengetahui UST dan LUNA adalah projek gagal, dia tetap memutuskan untuk melanjutkan perdagangan kedua token tersebut.
Dia menambahkan:
“Tidak ada yang memaksa siapa pun untuk membeli hanya karena pialang menyediakan. Ada pembeli dengan toleransi resiko tinggi yang bersedia melakukan perdagangan. Pasar bersikap netral.”
Kondisi market aset kripto pada pekan ketiga Mei ini mulai menunjukan arah yang positif. Terpantau dari situs CoinMarketCap pada Jumat (20/5) sejumlah kripto, terutama 10 aset yang berkapitalisasi besar atau big cap mulai bergerak menuju zona hijau dalam 24 jam terakhir.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan ada angin segar pada perdagangan aset kripto menjelang akhir pekan ini. Kondisi pasar kripto juga secara mengejutkan tidak mengikuti situasi di pasar modal seperti biasanya. Sejak awal tahun, pasar kripto dan saham terbilang bergerak senada, karena sama-sama tergolong aset berisiko.
“Jika dilihat dari sisi teknikalnya, terlihat kondisi imbas dari para pelaku pasar yang kembali melancarkan aksi beli setelah meyakini sejumlah aset kripto sudah memasuki keadaan oversold. Kondisi ini secara teknikal membuat adanya kemungkinan investor melakukan pembelian sehingga harga kripto berpeluang naik,” kata Afid.
Lebih lanjut Afid mencontohkan pergerakan Bitcoin yang sudah oversold di mana pergerakan downtrend yang signifikan dan konsisten dalam waktu lama. Kini, BTC bergerak dan diperdagangkan pada harga kisaran $ 30.000-$ 31.000. Level support BTC kini berada di titik $ 27.500 dan resistance di $ 35.000 untuk bull run.
Kendati demikian, Afid mengingatkan bukan berarti sentimen di pasar kripto sudah sepenuhnya stabil. Market dan tindakan pelaku pasar masih dibayangi tekanan oleh ketidakpastian makroekonomi yang terdiri dari meroketnya inflasi, kebijakan agresif bank sentral dan potensi resesi.
“Investor khawatir pelemahan ekonomi global ke depan, bisa berujung pada resesi. Dampaknya daya beli masyarakat menurun. Bank sentral berbagai negara bakal mengerek suku bunga acuannya dengan agresif demi menangkal inflasi. Namun, jika itu terjadi, maka pertumbuhan konsumsi dan investasi bisa terhambat,” terangnya.
Kondisi itu tentu membuat investor akan mengalihkan uangnya dari pasar modal ke aset yang lebih aman. Market kripto pun ikut menjadi korban.
Di sisi lain, dampak dari drama stablecoin UST dan mutualnya LUNA mungkin akan memperlambat antusiasme investor dalam jangka pendek, tetapi dalam jangka panjang tidak. Kejadian itu tidak akan menimbulkan risiko besar bagi ekosistem kripto dalam jangka panjang.
“Market kripto ya terpukul dan berdampak, tapi itu jadi efek jangka pendek. Dalam jangka panjang, permintaan kripto terutama stablecoin sebagai instrumen investasi dan lindung nilai terhadap inflasi fiat akan terus tumbuh,” yakin Afid.
Siapa sih yang tak kenal dengan Bitcoin? Yaps, sebagai aset kripto pertama yang hadir, Bitcoin terus memperlihatkan pesonanya dan berhasil digadang-gadang menjadi king cryptocurrency. Siapa yang menyangka jika dulunya di tahun 2010 Bitcoin hanya dihargai tak lebih dari US$ 1 dan kini harganya mampu melambung jauh. Nah, yang terbaru dan tengah menjadi perbincangan para pecinta kripto adalah hadirnya Wrapped Bitcoin!
Lantas, apa sih Wrapped Bitcoin itu? Dan apa sih bedanya dengan Bitcoin biasa? Yuk, baca selengkapnya!
Hadirnya WBTC dan Perbedaannya dengan Bitcoin
Wrapped Bitcoin (WBTC) hadir dari permasalahan yang ada yakni lambatnya transaksi dan biaya yang besar dari Bitcoin tersebut. Lambatnya transaksi tersebut disebabkan oleh terlalu lamanya waktu konfirmasi yang dibutuhkan. Oleh sebab itu, akhirnya muncul perkembangan-perkembangan yang diharapkan berguna untuk mengatasi masalah yang ada pada BTC tersebut.
Jadi, WBTC diciptakan atas inisiasi yang dilakukan antara permain dari DeFI BitGo, Senyawa, Dharma, Jaringan Kyber, MakerDAO, Ren, dan Set Protocol yang dirilis di tahun 2019 silam. WBTC sendiri adalah token ERC-20 yang mewakili BTC diblockchainEthereum.
Mudahnya, WBTC ini adalah tokenized dari BTC, tiap WBTC yang ada didukung penuh oleh BTC dengan rasio 1:1 sehingga Anda dapat dengan mudah mengkonversi BTC ke WBTC yang dapat digunakan di seluruh platform Ethereum. Nah, hal inilah yang menjadikan perbedaan mendasar antara WBTC dan BTC.
Selanjutnya, fitur yang sebelumnya tidak ada di BTC namun di WBTC ada yaitu kompatibilitas yang bisa dilakukan di sistem ekosistem Ethereum DeFi. Dengan begitu tingkat adopsi DeFi menjadi lebih tinggi.
Selain itu, perbedaan antara WBTC dan BTC adalah pada WBTC hanya memerlukan waktu yang singkat untuk konfirmasi di setiap transaksinya karena ia berjalan di atas blockchain Ethereum, yaitu Anda hanya perlu 15 detik. Hal ini jelas berbeda dengan BTC yang memerlukan waktu 10 menit.
Cara Kerja WBTC
Alih-alih melakukan proses kerja yang singkat, dalam white paper WBTC dituliskan proses yang diperlukan menggunakan alur yang panjang disertai tanda tangan dan persetujuan banyak pihak di blockchain Ethereum.
Nah, sebelum melanjutkan ke cara kerjanya. Berikut terdapat beberapa pelaku utama yang ada dalam ekosistem WBTC:
Organisasi yang bertugas memegang aset yang diwakili oleh token yang di-wrapped. Di WBTC sendiri, pemegang aset dasar yang mendukung WBTC adalah Bitgo.
Pihak yang bertugas mengatur distribusi WBTC. Adapun tugas merchant ialah mengeluarkan atau membakar token yang di-wrapped.
Pihak yang memegang, melakukan transaksi, dan juga transaksi keuangan lainnya menggunakan WBTC di jaringan Ethereum.
Adapun cara kerja WTBC ini dimulai dari pengguna yang mau mengonversi BTC milik mereka menjadi WBTC. Selanjutnya pedagang melakukan pengecekan dan prosedur KYC (know your client) kemudian baru ia akan memulai seluruh proses pembuatan WBTC.
Setelah itu, pedagang akan memutuskan untuk mencetak token yang akan di-wrapped dan setelahnya mereka pergi ke pihak custodian (BitGo) untuk menjaga hak asuh BTC sebenarnya sebelum WBTC dicetak. Selanjutnya custodian menyerahkan WBTC ke pihak merchant agar bisa didistribusikan kepada pengguna.
Akhir kata dapat disimpulkan bahwa dengan adanya Wrapped Bitcoin maupun wrapped token lainnya memang memiliki tujuan untuk mengambil keuntungan dari kekuatan yang dimiliki oleh kedua jaringan tersebut untuk mengembangkan aset kripto menjadi lebih baik.
Nah, untuk informasi lengkap mengenai aset kripto atau jika Anda ingin bertransaksi jual beli aset kripto, yuk, segera kunjungi www.tokocrypto.com! Daftarkan diri Anda dan selesaikan KYC Anda sekarang juga di Tokocrypto!
Jurrien Timmer, Direktur Divisi Makroekonomi Global dari Fidelity, salah satu perusahaan crypto terbesar di dunia baru saja mempublikasi analisis terkait Bitcoin melalui data on-chain.
Ia mengatakan bahwa saat ini Bitcoin memiliki potensi untuk mulai pulih akibat adanya beberapa tanda dari data on-chain atau data transaksi langsung dari blockchain.
Menurutnya saat ini harga Bitcoin sudah mencapai harga dasarnya dan kemungkinan tidak akan turun lebih lagi bahkan bisa bergerak naik.
Ia mempublikasi melalui Twitternya beberapa data yang membuktikan bahwa prediksinya kemungkinan besar akan benar. Berikut adalah tiga data on-chain yang ia gunakan.
1. Rasio Bitcoin dan Emas
Data pertama yang digunakan adalah data rasio antara Bitcoin dan Emas dimana data tersebut membandingkan rasio antara harga Bitcoin dan Emas.
Menurut Timmer, data tersebut sering digunakan karena sudah menjadi dasaran untuk memprediksi pergerakan Bitcoin karena diikat dengan aset terlaris saat ini yaitu Emas.
Menurut grafik data tersebut, angka rasio saat ini berada di batas bawah yang baik sama dengan sebelum Bitcoin mengalami apresiasi signifikan di 2021 dan 2020.
Melihat grafik tersebut, jika angka tersebut terjaga di batas yang terlihat, maka kemungkinan besar Bitcoin akan mulai mengalami apresiasi kembali seperti Tahun 2020 dan Tahun 2021 walau tidak seperti sebelumnya melihat saat ini sedang bear market.
Jika bergerak kembali naik, maka Bitcoin akan melanjutkan konsolidasinya yang dimulai dari sejak akhir Tahun 2021. Kemungkinan besar Bitcoin akan kembali mencoba mencapai $ 50.000 jika data ini benar.
2. Dormancy Flow
Data berikutnya yang ia gunakan adalah Dormancy Flow yang merupakan sebuah indikator yang melihat banyaknya Bitcoin yang dimiliki investor jangka panjang yang dijual.
Saat ini data terlihat menunjukkan angka yang rendah yang menunjukkan investor yang menyimpan Bitcoin dalam jangka panjang terlihat meningkat.
Timmer menyatakan bahwa dengan angka Dormancy Flow yang berada di angka terendah sejak Tahun 2014, Bitcoin memiliki harapan untuk tidak turun lebih jauh bahkan naik.
Jika melihat pergerakan pada tahun 2014, saat itu adalah kondisi di mana bull run baru selesai dan crypto masuk ke bear market.
Pada saat itu pergerakan harga mayoritas crypto terlihat bergerak stagnan namun tidak turun lebih jauh setelah koreksi yang signifikan.
Apa bila mengacu pada pergerakan tersebut, kemungkinan besar saat ini Bitcoin akan mengalami konsolidasi yang panjang tapi tidak akan turun lebih jauh lagi terutama dari $ 28.000 yang merupakan batas bawah terkuatnya beberapa hari terakhir.
Data tersebut disandingkan dengan model permintaan yang dinamakan S-Curve Model yang mencerminkan prediksi harga Bitcoin.
Jika melihat pada model tersebut, kemungkinan besar jika disandingkan dengan data Dormancy Flow, kemungkinan Bitcoin hanya akan naik atau stagnan dan tidak akan turun lebih jauh.
3. Bitcoin Holder
Terakhir adalah data Bitcoin Holder yang merupakan data yang menunjukkan seberapa banyak investor Bitcoin jangka panjang yang menyimpan BTC-nya dan tidak menjual.
Terlihat bahwa walau terjadi penurunan harga Bitcoin hingga 60% mayoritas investor jangka panjang atau yang biasa disebut dengan holder masih belum menjual.
Terlihat bahwa saat ini masih ada 13% dari seluruh investor jangka panjang yang masih menyimpan Bitcoin-nya dan tidak menjual walau koreksi signifikan.
Angka investor jangka panjang ini juga belum terlihat menurun sejak Tahun 2020 yang menandakan tekanan jual semakin berkurang secara garis besar.
Melihat data tersebut bahwa bisa dikatakan bahwa investor jangka panjang yang menjual terlihat menurun yang mengecilkan kemungkinan untuk harga Bitcoin turun lebih lanjut.
Hal ini disebabkan mayoritas investor jangka panjang memiliki Bitcoin yang disimpan dalam jumlah yang cukup besar.
Menurut kesimpulan dari tiga data tersebut, bisa dikatakan bahwa saat ini Bitcoin kemungkinan besar akan bertahan dan tidak akan turun lebih lanjut.
Jurrien Timmer menyatakan bahwa dengan data ini terdapat kesimpulan saat ini batas bawah Bitcoin terlihat kuat dan menjadi kesempatan yang baik untuk membeli.
Disclaimer
Artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan saran atau ajakan untuk investasi atau trading. Risiko ditanggung masing-masing.
Dua aset kripto Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD) memiliki satu kesamaan yaitu memiliki ketergantungan dengan utilitas kripto lain. WBTC menjadi aset digital ERC-20 yang didukung oleh Bitcoin (BTC) dengan cara 1:1.
Sementara, Kava Lend adalah pasar uang terdesentralisasi yang dibangun di atas Kava. Kava sendiri adalah platform DeFi yang memungkinkan pengguna untuk pinjam-meminjam aset kripto mereka tanpa melibatkan lembaga keuangan dan perantara lainnya.
So, mari kenal lebih dekat dengan aset kripto Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD).
Wrapped Bitcoin (WBTC)
Apa Itu Wrapped Bitcoin (WBTC)?
Wrapped Bitcoin (WBTC) adalah versi tokenized dari Bitcoin (BTC) yang berjalan di blockchainEthereum (ETH). Wrapped Bitcoin pertama kali diumumkan pada 26 Oktober 2018, dan resmi diluncurkan pada 31 Januari 2019.
WBTC adalah bagian dari Wrapped Tokens project tidak didirikan oleh individu tetapi merupakan proyek gabungan dari tiga organisasi: BitGo, Kyber Network dan Ren.
Ilustrasi aset kripto Wrapped Bitcoin (WBTC).
WBTC sesuai dengan ERC-20 —standar kompatibilitas dasar dari blockchain Ethereum— memungkinkannya untuk diintegrasikan sepenuhnya ke dalam ekosistem pertukaran terdesentralisasi, layanan lending kripto, prediction markets, dan decentralized finance apps (dapps) yang diaktifkan ERC-20 lainnya.
WBTC juga didukung oleh Bitcoin dengan rasio 1: 1 melalui jaringan pedagang dan kustodian yang dipantau secara otomatis, memastikan bahwa harganya dipatok ke Bitcoin setiap saat dan memungkinkan pengguna untuk mentransfer likuiditas antara BTC dan jaringan ETH secara terdesentralisasi dan cara otonom.
Dengan “membungkus” Bitcoin dalam standar ERC-20, WBTC memungkinkan integrasi penuh aset, seperti Bitcoin ke dalam ekosistem aplikasi terdesentralisasi keuangan canggih dan membawa likuiditas besar yang terkait dengan pasar BTC.
Selain itu, Wrapped Bitcoin membuat pekerjaan menjadi lebih mudah secara signifikan untuk pertukaran, wallet, dan layanan pembayaran yang bekerja dengan Ethereum, daripada harus menjalankan dua node terpisah untuk jaringan ETH dan BTC, mereka dapat mendukung operasi WBTC hanya dengan node Ethereum.
Terakhir, rata-rata waktu pemblokiran blockchain Ethereum yang lebih cepat —masing-masing sekitar 15 detik versus 10 menit— meningkatkan kecepatan transaksi WBTC, dibandingkan dengan Bitcoin yang sebenarnya.
Ilustrasi aset kripto Wrapped Bitcoin (WBTC).
Tidak ada jadwal penerbitan WBTC yang telah ditentukan sebelumnya. Sebaliknya, WBTC secara otomatis dicetak atau dibakar setiap kali pengguna membeli atau menjual token mereka untuk Bitcoin melalui sistem pedagang dan kustodian.
Karena Wrapped Bitcoin selalu didukung oleh Bitcoin dengan rasio 1:1, jumlah token yang beredar secara langsung bergantung pada jumlah cadangan Bitcoin di jaringan WBTC. Pada Oktober 2020, jumlah itu hanya lebih dari 94.000 token, bernilai total sekitar $ 1 miliar.
Peringkat WBTC di CoinMarketCap pada Kamis (19/5) pukul 09.00 WIB adalah #12, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 8.104.022.728. WBTC memiliki pasokan yang beredar dari 279.953 koin WBTC dan maksimal pasokan tidak tersedia.
Kava Lend adalah pasar uang terdesentralisasi yang dibangun di atas platform Kava yang memungkinkan lending dan peminjaman aset lintas blockchain. Kava Lend mendukung deposit sisi penawaran untuk BTC, XRP, BNB, BUSD, dan USDX. Platform akan memungkinkan pinjaman dengan jaminan berlebihan untuk aset yang didukung.
Ilustrasi aset kripto Kava Lend (HARD).
Sementara, Kava sendiri adalah platform DeFi yang memungkinkan pengguna untuk pinjam-meminjam aset kripto mereka tanpa melibatkan lembaga keuangan dan perantara lainnya. KAVA sebagai token utilitas dan native token governance yang diciptakan oleh ekosistem DeFi Kava, yang terkenal dengan kapasitas pinjamannya.
Token HARD adalah token tata kelola asli Kava Lend. Semua token HARD yang didistribusikan sebagai hadiah yang dikunci oleh smart contract. Pengguna yang mengklaim token HARD dengan jadwal vesting yang lebih lama akan menerima lebih banyak token. Opsi yang tepat untuk penukaran token tunduk pada pemungutan suara tata kelola atau governance voting.
Imbalan penambangan likuiditas: Token HARD diberikan kepada pengguna yang menyimpan dan/atau meminjam aset yang didukung.
Pemungutan suara tata kelola: Pemegang token HARD dapat berpartisipasi dalam evolusi Kava Lend melalui pemungutan suara tata kelola dan mendapatkan imbalan HARD dalam prosesnya.
Ilustrasi aset kripto Kava Lend (HARD).
Peringkat HARD di CoinMarketCap pada Kamis (19/5) pukul 09.00 WIB adalah #549, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 27.003.880. HARD memiliki pasokan yang beredar dari 121.250.000 koin HARD dan maksimal pasokan 200.000.000 koin HARD.
Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD) Listing di Tokocrypto
Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan Anda pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD).
Trading WBTC/BTC, WBTC/ETH, HARD/USDT, HARD/BUSD, HARD/BNB dan HARD/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 17 Mei 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran WBTC dan HARD di Tokocrypto sebagai persiapan trading.
DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.
Ahli Strategy Bloomberg, Mike McGlone, mengatakan bahwa aset crypto utama Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), akan menungguli pasar saham, karena nantinya volatilitas pada keduanya akan menyusut.
Dalam wawancaranya dengan Yahoo Finance, Mike telah meyakini bahwa Bitcoin akan mendapatkan pembelian responsif yang lebih banyak di bawah pasar.
Menurutnya, BTC yang dalam jangka panjang akan bergerak naik, setelah the Fed mengalami kekalahan, yang tentu saja akibat dari perbuatan mereka sendiri.
Menyoroti hilangnya pasark dari USDT setelah masalah LUNA dan UST, Mike menggarisbawahi bahwa setiap terjadi hantaman pada Tether USD, ini biasanya akan menjadi semacam tanda Bear dalam jangka pendek di pasar dan Bottom untuk Bitcoin.
Baginya, crash saat ini yang melanda pasar crypto adalah cara untuk “membersihkan” aset-aset spekulatif, salah satunya seperti UST dari Terra, sedangkan Bitcoin sedang mempersiapkan langkah untuk menjadi jaminan digital sosial.
Dari sudut pandangnya, meningkatnya sentimen risk-off membuat pasar crypto dan saham jatuh, karena aset crypto adalah investasi yang berisiko.
“Ketika the Fed menaikkan suku bunga, pembersihan terhadap aset spekulatif mulai terjadi, itu termasuk pada token seperti Dogecoin dan Shiba Inu.”
Secara teknis, Mike melihat bahwa titik support yang baik adalah $ 30.000 untuk BTC dan $ 2.000 untuk ETH. Ia menambahkan:
“Pasar saham akan tetap turun karena Fed mau pasar saham turun untuk mengurangi inflasi, Bitcoin dan Ethereum akan turun juga, tetapi mereka tidak turun separah saham.”
The Fed sudah bertekat untuk menaikan suku bunga hingga pasar netral. Mereka memiliki berbeda pendapat dengan kata Netral. Menurut Alex Kruger, netral berada di 2%-3%. Harga pasar berjangka berada di 3,25% di bulan Desember.
Namun, menurut analis Rekt Capital, Bitcoin telah kehilangan Kijun sebagai support. Kehilangan ini, support sudah menjadi resistensi dan secara historis Bitcoin akan turun lebih dalam.
Volatilitas pasar crypto Bitcoin dan Ethereum pun terlihat telah menurun, yang pada akhirnya ini akan membawanya menjadi aset yang benar-benar jangka panjang dan dapat mengungguli emas, serta saham, secara luas.
Harga Bitcoin masih belum aman saat ini. Meski, tergolong sideways di level $ 29-30 ribu, aksi penjualan Bitcoin masih terus berlangsung. Hal ini menandakan musim bearish masih mengintai.
Pada perdagangan hari ini, 17 Mei 2022, Bitcoin diperdagangkan di level $ 30,374, naik sekitar 3% selama 24 jam terakhir. Sejumlah altcoin pun terapresiasi satu digit. Meski, secara keseluruhan kondisi pasar masih belum aman.
Dikutip dari Cointelegraph, sentimen jangka pendek masih menandakan bearish. Hal ini terlhat dari sentimen dari sejumlah indikator, di antaranya, fear and greed indeks Bitcoin masih berada pada level ketakutan ekstrem.
Selain itu, exchanges inflow BTC berdasarkan data CryptoQuant masih cukup tinggi. Ini menadakan aksi jual masih akan terus berlanjut. Data Cryptoquant menunjukan cadangan BTC yang masuk ke bursa, perhari ini meningkat 3% atau masuk sekitar 200 ribu koin.
Berdasarkan analisis teknikal dari Cointelegraph, pergerakan BTC saat ini berpotensi menenggelamkan BTC ke level support di harga $ 28.805.
Namun, jika harga rebound dari $ 28.805, pembeli diperkirakan kembali mencoba mendorong BTC ke rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 20 hari ($ 33.646). Ini adalah level yang penting untuk diperhatikan karena penembusan dan penutupan di atasnya dapat mengindikasikan bahwa bulls mencoba untuk kembali. Pasangan ini kemudian bisa naik ke simple moving average (SMA) 50 hari ($ 39.300).
Sebaliknya, jika harga tergelincir di bawah $ 28.805, BTC bisa turun ke $ 26.700. Jika support ini bisa dibobol, harga dapat melanjutkan tren turunnya dan harga mungkin turun ke $ 25.000 dan kemudian ke $ 21.800.
Organisasi Terra LUNA, yakni Luna Foundation Guard (LFG) punya ribuan Bitcoin (BTC) yang sedianya untuk menstabilkan nilai UST. Tapi yang terjadi adalah sebaliknya. Ke manakah Bitcoin miliaran dolar itu mengalir? Sudah dijual?
Pada Maret 2022 lalu, LFG, organisasi asal Singapura yang terafiliasi dengan Terraform Labs, menggelar program praktik “Bitcoin Standard” agar nilai stablecoin UST tak hanya menggunakan kripto LUNA sebagai pasaknya.
Jadilah terungkap kala itu, bahwa pembelian Bitcoin besaran-besaran sudah dilakukan sejak awal tahun.
Hingga beberapa pekan lalu, LFG masih punya cadangan Bitcoin setara $ 3,5 miliar. Namun, setelah harga UST dan LUNA jatuh ke titik nadir, publik bertanya apakah benar BTC itu digunakan untuk menyelamatkan kedua kripto itu? Atau apakah sudah dijual semua dan menjadikan pasar kripto semakin kritis?
“Pekan ini kita menyaksikan harga UST jatuh. Alih-alih nilainya setara 1 dolar AS, harganya malah jatuh menjadi $ 0,04. Pemegang UST bernilai miliaran dolar pun rugi sangat parah,” kata Tom di awal kajian itu.
Nilai UST yang jauh di bawah 1 dolar. Sumber: Coinmarketcap.
LFG memang mencanangkan program sangat mencengangkan. Mereka berencana membeli Bitcoin setara $ 10 miliar dalam jangka panjang dan sekitar US$3 miliar dalam jangka pendek.
Bitcoin sebanyak itu sedianya akan digunakan sebagai pasak nilai untuk UST, selain menggunakan kripto LUNA.
“Antara Januari dan Mei 2022, ada sekitar 80.394 BTC senilai $ 3,5 miliar pada saat itu, dibeli oleh LFG,” sebut Tom.
Ia melanjutkan, ketika nilai UST mulai turun pada 9 Mei 2022, LFG mengumumkan bahwa mereka akan mulai membuang cadangan Bitcoin-nya itu dan membeli UST.
Inilah langkah pertama untuk mencoba mempertahankan pasak UST agar tetap 1 banding 1 terhadap dolar AS.
“Selama hari beberapa hari berikutnya, Bitcoin LFG itu justru dikosongkan. Saldonya kini nol. Nah, karena nilai stablecoin UST terus merosot, publik bertanya tentang nasib cadangan bitcoin LFG itu, dan apakah itu benar-benar digunakan untuk mendukung nilai stablecoin UST. Di sini kami punya jawabannya, setidaknya soal ke mana aliran dana BTC itu,” sebut Tom.
Salah satu address milik Luna Foundation Guard (LFG) yang sudah kosong. Sumber: Blockchair.
Pada pagi hari 9 Mei 2022, LFG mengumumkan bahwa mereka akan meminjamkan BTC senilai $ 750 juta ke perusahaan perdagangan OTC (over the counter) untuk membantu melindungi pasak UST.
Pendiri Terralabs, Do Kwon, kemudian mengklarifikasi bahwa Bitcoin akan “digunakan untuk trading“.
Pada waktu yang hampir bersamaan, 22.189 BTC (senilai $ 750 juta saat ini) dikirim dari address Bitcoin yang terkait dengan LFG, ke address baru.
Kemudian malam itu, 30.000 BTC lainnya (senilai $ 930 juta pada saat itu) dikirim dari dompet LFG lainnya, ke address yang sama ini.
Aliran dana BTC ke Gemini.
Dalam beberapa jam, keseluruhan 52.189 BTC ini kemudian dipindahkan ke satu akun di bursa kripto Gemini, di AS, dengan beberapa transaksi.
“Sayangnya, sulit untuk melacak aliran aset lebih lanjut atau mengidentifikasi apakah BTC itu dijual untuk mendukung harga UST,” Tom mengaku.
Lanjutnya, ini menyisakan 28.205 BTC dalam cadangan Terra. Pada 01:00 UTC pada 10 Mei 2022, BTC itu dipindahkan secara keseluruhan, dalam satu transaksi, ke satu akun di Binance.
Supply LUNA yang terus bertambah, kini menjadi lebih dari 6,5 triliun LUNA. Sumber: Messari.
“Sekali lagi tidak mungkin untuk mengidentifikasi apakah aset ini dijual atau kemudian dipindahkan ke dompet lain,” katanya.
Aliran BTC ke Binance.
Tom menutup kajian itu dengan pernyataan, bahwa mereka yang ingin mendapatkan “ganti rugi” akibat runtuhnya UST, sangat bergantung pada status Bitcoin LFG itu.
Kalimat itu dapat ditafsirkan, bahwa LFG bisa saja bertanggung jawab soal kerugian dan tidak transparan soal Bitcoin sebagai bagian dari pasak UST. [ps]
Di sela-sela pasar crypto yang sedang terhantam koreksi kuat yang menjadi bearish utama, Elon Musk datang dengan pandangan optimistisnya untuk Dogecoin (DOGE).
Di awali dengan cuitan Billy Markus, yang mengatakan bahwa Pendiri Dogecoin ini menyukai DOGE karena itu memang token yang bodoh.
Tak lama, Elon Musk mengatakan bahwa token meme tersebut memiliki potensi untuk bertindak sebagai mata uang.
Tentu saja, ucapan pembakar jiwa tersebut telah menarik banyak sekali minat dan suka dari para pengikutnya, dengan komunitas dan pendukung DOGE yang berharap ini dapat mengangkat harga token.
Pada saat itu, harga DOGE naik dari $ 0,0825 menjadi $ 0,0937. Dan, pada saat pers, harga Doge berada di $ 0,087.
Sebelumnya, Musk pun sempat mengatakan bahwa DOGE akan menjadi alat pembayaran yang lebih baik dari Bitcoin. Adopsi pada perusahaannya Tesla, menjadi sorotan utama, dan juga menautkan DOGE ke perusahaan sosial media yang telah diakuisisi, yakni Twitter, melalui fitur “Tip Jar,” menjadi harapan besar para investor.
Meski tidak ada kejelasan dalam setiap prediksi tren harga, tetapi berbagai faktor dan keputusan pemimpinnya berpotensi membawa DOGE kembali bangkit, yang dapat diadopsi di lebih banyak tempat.
Tentu saja, adopsi besar kemungkinan akan dimulai dari lingkup Elon Musk yang diharapkan terus meluas dan diikuti oleh perusahaan lain, sehingga peran DOGE sebagai metode pembayaran kian tersebar luas.
Tidak hanya Elon Musk, pemilik tim baketball Maverick, Mark Cuban sudah menggunakan Dogecoin sebagai alat pembayaran di toko bola basketnya.
Dogecoin bukan sebuah token meme lagi menurut Cryptoharian.
Pasar crypto pun beberapa hari ini tampak mencoba pulih, yang menjadi antisipasi baru para investor untuk menemukan, apakah bearish akan mulai breakhir, atau justru akan menjadi titik kejatuhan yang lebih hebat. Bearish benar-benar memegang kendali pasar, termasuk pada token DOGE.
Secara teknikal, harapan DOGE untuk kembali bullish adalah harus dapat bergerak lebih tinggi dari $ 0,1. Jika tidak, maka bearish masih terlihat lebih baik untuk mendominasi, sehingga prospek adopsi ini akan lebih ke arah jangka panjang. Kita lihat saja!
DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.
Kondisi market aset kripto dalam beberapa waktu terakhir mengalami banyak tekanan. Alhasil, penurunan market terus terjadi dan sejumlah aset kripto masih nyaman berada di zona merah dalam sepekan terakhir.
Di samping itu, pasar crypto juga telah diguncang oleh stablecoin algoritmik dari TerraUSD (UST) yang nilainya runtuh dan gagal menjaga persamaan nilai tukarnya terhadap dolar AS. Kemudian, LUNA, aset kripto di jaringan Terra juga kehilangan lebih dari 99% dari harga tertingginya.
Dari dalam negeri, aturan pajak aset kripto telah resmi diberlakukan 1 Mei 2022. Ini juga menarik perhatian investor soal potensi industri kripto di Indonesia. Beberapa peristiwa di atas, membuat pelaku pasar mulai memikirkan masa depan dari industri aset kripto secara global maupun nasional.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo), Teguh Kurniawan Harmanda, menyikapi kondisi market sebagai siklus yang terkadang naik dan turun. Maka, dari itu pelaku pasar perlu menyikapi kondisi ini dengan tenang dan sikap kehati-hatian.
“Ruang kripto masih merupakan pasar baru di mana pertumbuhan dan siklus bisa naik dan turun. Kondisi penurunan market saat ini, tidak hanya terjadi di kripto saja. Pasar modal pun mengalami hal yang serupa. Inflasi pun relatif tetap mendekati level tertinggi. Tidak pernah ada tempat berlindung yang aman, ketika badai sedang dalam kekuatan penuh,” kata pria yang akrab disapa Manda.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda
Manda menambahkan melihat aksi jual yang luas di market, sepertinya tidak dapat dihindarikan, namun ini bukan saatnya untuk panik. Pasar kripto sebagian besar mulai kembali stabil. Jadi, jika pasar modal kembali pulih, diharapkan hal serupa terjadi di kripto.
Ada ketidakpastian lain yang mengganggu sentimen investor secara bersamaan. Ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina, inflasi yang memburuk, masalah rantai pasokan, fluktuasi harga minyak, pertumbuhan yang melambat di China dan kekhawatiran tentang dampak wabah COVID-19 di sana juga berkontribusi terhadap kecemasan.
“Banyak aset telah naik cukup tinggi dalam beberapa bulan dan tahun terakhir, mungkin sampai-sampai mereka diperdagangkan lebih dari yang seharusnya. Saat situasi sangat tidak pasti seperti sekarang, volatilitas pasar selalu lebih tinggi,” katanya.
Industi kripto telah tumbuh dengan berbagai inovasi yang dapat mengubah kehidupan. Apa yang dimulai sebagai konsep ekonomi, seperti investasi kini telah merambah ke dunia ekosistem blockchain. Sebuah inovasi bisa saja gagal dan berhasil, termasuk stablecoin algoritmik adalah salah satunya.
Ilustrasi market aset kripto.
“Drama yang terjadi saat ini sedang menguji stablecoin algoritmik untuk melihat apakah mereka berhasil atau gagal. Namun, ada banyak sisi baik dari stablecoin dengan konsep yang berbeda. Diharapkan para pengembang project kripto dapat menemukan inovasi mutakhir dalam waktu dekat melalui proyek-proyek baru,” ucapnya.
Industri aset kripto sudah masuk babak, ketika Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK.03/2022 resmi berlaku 1 Mei 2022. Beleid itu mengatur tentang pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penghasilan (PPh) atas transaksi perdagangan aset kripto.
Aturan tersebut sudah dijalankan oleh semua pedagang fisik aset kripto (PFAK) yang terdaftar resmi di Bappebti. Mereka membuat skema masing-masing untuk memungut pajak dan menaati peraturan yang berlaku.
“Langkah pemerintah tersebut patut diapresiasi sebagai upaya untuk menciptakan same level of playing field dalam pemajakan instrumen investasi. Pedagang aset kripto kini semua telah menjalankan aturan tersebut sesuai dengan beleid PMK 68,” kata Manda.
Ilustrasi pajak kripto Indonesia.
Diharapkan dengan adanya aturan PMK 68 ini bisa mendorong pertumbuhan industri kripto di dalam negeri, karena ada kepastian hukum yang lebih kuat dan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi investor. Para pelaku pasar dapat berkontribusi dalam pembangunan ekonomi negara melalui pajak transaksi aset kripto yang dibayarkan.
Saat ini, asosiasi dan para pedagang aset kripto masih terus melakukan sosialisasi dan edukasi yang menyeluruh untuk memberikan pemahaman mengenai mekanisme penerapan PMK 68, besaran potongan dan dampaknya bagi investor. Diharapkan aturan ini bisa memberikan dampak yang besar untuk pertumbuhan jumlah investor dan volume transaksi kripto di dalam negeri.