Tag Archives: bitcoin

Investor Bitcoin Jangka Panjang Mulai Serok, Tanda Apa?

Seorang analis dari CryptoQuant melihat adanya aksi serok dari para investor Bitcoin jangka panjang, yang tentu menjadi tanda menarik untuk diperhatikan.

Sejauh ini, pasar kripto masih dikatakan bergerak dalam arus bearish, yang tampak masih terus mencoba mendominasi pandangan investor ketika berbagai sentimen tidak mendukung.

Kebijakan bank sentral AS, konflik Rusia dan Ukraina, serta dampak pandemi masih menghantam selera risiko investor. Sehingga, Bitcoin cs masih belum dapat dikatakan mampu pulih.

Investor Bitcoin Jangka Panjang Mulai Serok 

Berdasarkan hasil analisis CryptoQuant yang dilansir Crypto Potato, analis bernama Edris aksi kapitulasi dari pemegang jangka panjang telah dimulai.

Sekadar informasi, kapitulasi adalah aksi melepas kepemilikan aset dari investor yang telah menyerah dengan keadaan saat ini, yakni pada gelombang bearish yang tengah melanda.

Itu artinya, individu atau perusahaan yang telah memegang BTC dalam waktu lama, telah melepas kepemilikan mereka pada aset kripto, entah itu dalam kondisi untung atau merugi.

Baca juga: Yuga Labs Akui Akun Discord Mereka Diretas, NFT Rp5 Milyar Raib

Ini memang menjadi dasar penurunan yang terlihat masih dominan, ketika kerugian melanda sebagian besar investor.

Dan Edris menilai, pada pasar bearish saat ini, kapitulasi pemegang jangka panjang biasanya dapat menandai titik terendah multi-tahun.

Biasanya, aksi kapitulasi ini terjadi setelah beberapa bulan pasca pasar bergerak ke arah Selatan.

Saat aksi kapitulasi terjadi, itu artinya akan ada semakin banyak aksi jual di masa mendatang, tetapi ini juga menandakan kian dekatnya harga ke titik terendahnya.

Analisis tersebut mengungkapkan bahwa, saat kapitulasi melepaskan banyak aset kripto, maka akan ada investor yang dengan senang hati membelinya di harga terdiskon besar-besaran.

Baca juga: Melihat Lebih Dekat Website T-Launchpad, Platform IDO Pertama di Indonesia yang Baru Rilis

Ini disebut uang pintar, saat investor baru membeli di harga yang sangat rendah dari ATH, yang akan memberikan keuntungan berlipat pada mereka dalam jangka panjang.

Saat kapitulasi berjalan, itu tandanya tidak akan lama lagi pasar akan masuk ke fase akumulasi (serok) uang pintar. Mereka dapat menggandakan uang mereka, atau lebih, di BTC jika setelah membeli harga kembali ke ATH-nya, dalam jangka panjang.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Sukses Perkasa, tapi di Bawah Tekanan The Fed

Kondisi market kripto awal pekan ini, Senin (6/6) terlihat tampak optimis. Bitcoin (BTC) dan altcoin lainnya yang masuk dalam daftar aset kripto berkapitalisasi besar sukses mengalami kenaikan harga dalam 24 jam terakhir.

Melansir situs CoinMarketCap pada perdagangan hari Senin (6/6) pukul 10.00 WIB, BTC alami kenaikan 4.05% ke harga $ 30,973, Ethereum (ETH) naik ke $ 1.861 atau 3,93 %. Sementara, Cardano (ADA), Solana (SOL) dan Polkadot (DOT) masing-masing melonjak di atas 4%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan pergerakan aset kripto di awal pekan ini cukup membuat investor optimis, meski sebenarnya rentang kenaikan ini sudah terjadi juga pada pekan-pekan sebelumnya. Misalnya saja Bitcoin yang terus saja diperdagangkan di angka $29.000-$30.000.

“Perdagangan Bitcoin sebenarnya masih tetap lemah. BTC belum menginjak rentang harga $ 31.000 hingga $ 32.000 di mana itu adalah level resistance-nya. Satu hal yang dikhawatirkan adalah aksi jual akan marak ketika BTC naik sedikit dan bisa membuatnya kembali ke bawah $ 30.000. Sehingga harga BTC tampaknya bakal tetap sideways,” kata Afid.

market aset kripto bitcoin
Ilustrasi market aset kripto. Foto: Roy Buri, Pixabay.

Baca juga: Kenal Lebih Aset Kripto Golem (GLM) dan Optimism (OP)

Antisipasi Tekan The Fed

Pekan ini, pergerakan market kripto harus mengantisipasi respons The Fed terhadap data inflasi Amerika Serikat yang akan dirilis pada hari Jumat (10/6) mendatang. Ini berupa dokumen Indeks Harga Konsumen (consumer price index/CPI) untuk bulan Mei lalu yang dapat memicu volatilitas, jika inflasi terbukti berjalan di atas ekspektasi yang sudah tinggi.

“Pergerakan harga aset kripto secara keseluruhan sebenarnya masih naik-turun sangat tipis. Apalagi, investor kemungkinan masih akan cenderung melakukan aksi jual pekan ini karena dibayang-bayangi kebijakan moneter agresif The Fed,” ucap Afid.

Lebih lanjut Afid menjelaskan investor bisa memanfaatkan trading volume yang kecil untuk melakukan price actions sebelum pasar kembali bergejolak dan alami penurunan yang dalam.

Investor akan mendapatkan ukuran terbaru tentang seberapa cepat kenaikan harga barang dan jasa di seluruh AS ketika Biro Statistik Tenaga Kerja merilis Indeks Harga Konsumen terbaru Jumat nanti.

Sebagai langkah antisipasi inflasi inflasi mendekati level tertinggi 40 tahun, pembuat kebijakan The Fed akan segera mengendalikan dengan kenaikan suku bunga, sehingga memicu kekhawatiran langkah-langkah tersebut dapat meredam pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: CEO Celsius Network: Bitcoin Pulih ke $ 38.000, Inflasi Tidak Dapat Menghentikan Kripto



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Sepekan: Market Kripto Mulai Stabil, Akankah Reli Kencang?

Pergerakan market aset kripto dalam seminggu terakhir, memang bikin wajah investor muram dan senyum dalam waktu yang berdekatan. Membuka awal pekan ini, market sempat menghijau, tapi tak lama trus anjlok dan menjelang akhir pekan kembali positif.

Dalam pantauan situs CoinMarketCap pada Jumat (3/6) pukul 15.00 WIB secara umum market kripto berkinerja apik. 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar berhasil melaju ke zona hijau dalama 24 jam terakhir. Seperti, Bitcoin (BTC) berhasil tumbuh 1,81% dalam sehari terakhir dan kini berada di US$ 30.480,2. Sementara itu, nilai Ethereum (ETH) naik 0,75% ke US$ 1.828,6 di waktu yang sama.

Altcoin lainnya pun ikut menguat meski dengan angka yang tak begitu signifikan. Binance Coin (BNB), Dogecoin (DOGE) dan XRP kompak tumbuh di atas 2% dalam sehari belakangan. Sementara itu, Solana (SOL) dan Cardano (ADA) tumbuh lebih dari 4% di waktu yang sama.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Tribe (TRIBE) dan LTO Network (LTO)

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan stabilnya market aset kripto menjelang akhri pekan pertama bulan Juni ini, mengikuti pergerakan yang terjadi di pasar saham. Laju kencang indeks saham AS berimbas pada market kripto yang kembali bergairah, sehingga investor percaya diri untuk melakukan aksi beli.

“Ada kecenderungan investor kini kembali tergugah masuk ke pasar aset berisiko. Hal ini sejalan dengan tren positif di pasar saham. Namun, ada kemungkinan ini tidak akan berlangsung lama. Market kripto belum memiliki sentimen yang kuat untuk reli kencang dalam waktu dekat,” kata Afid.

Lebih lanjut, Afid memperingatkan kinerja pasar kripto yang mulai stabil ini, bisa saja kembali berumur pendek. Sentimen pasar pun masih terpantau bearish akibat situasi makroekonomi yang tidak menentu. Investor masih dihadapkan pada ancaman resesi ekonomi, kebijakan moneter agresif The Fed, dan inflasi yang meroket.

belajar memahami grafik trading
Ilustrasi market kripto.

Baca juga: Analisis Solana (SOL) yang Sering Mati Jaringan Blockchain, Masih Menarik?

Pasalnya, dari sisi analisis teknikal, harga-harga aset kripto masih bergerak di rentang harga yang sangat pendek dan bahkan belum sukses menembus level resistance-nya. Seperti, Bitcoin harus menyentuh level $ 33.500 untuk memulai fase bullish-nya.

“Jika Bitcoin tidak mampu mempertahankan level saat ini atau kembali menembus harga di atas $ 30.000, maka akan melanjutkan periode bearish-nya, di pemberhentian pertama di level $ 28.630. Namun, jika harga rebound dari $ 28.600, BTC dapat kembali mencoba reli ke $ 32.659,” kata Afid.

Prediksi Bitcoin ke level $ 14.000

Kontributor CryptoQuant, Venturefounder, menyebutkan jika ditilik dari pola historis setelah siklus halving Bitcoin sebelumnya, maka harga terendah makro BTC saat ini berada di level $ 14.000-$ 21.000. Ia menganalisis bahwa kemungkinan level tersebut akan terbentuk di enam bulan ke depan. 

“Dalam 670 hari ke depan, BTC akan menyerah dalam 6 bulan ke depan dan mencapai titik terendah ($14-21k), kemudian memotong sekitar $28-40k di sebagian besar tahun 2023 dan berada di ~$40rb lagi setelah halving berikutnya (2024),” tulis Venturefounder di akun Twitter-nya. 

Baca juga: Analisis: Kapan Waktu Tepat Beli Bitcoin di Tahun 2022?

Prediksi ini tentu bukan kabar baik bagi investor Bitcoin dan kripto secara umum, namun hal ini sangat mungkin untuk terjadi. Data menunjukan jika setelah halving harga BTC memang akan mengalami penurunan. 

Contoh, satu tahun setelah halving di 2017 Bitcoin raih ATH di kisaran angka $ 20.000, di Desember 2018 Bitcoin sempat turun ke $ 3.100 dan baru berhasil pulih tujuh bulan sesudahnya ke angka $ 13.800. Selanjutnya kembali turun ke harga $ 3.600 di Maret 2020 saat pandemi COVID-19 menerjang dunia. 

DISCLAIMER: Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

Analisis: Kapan Waktu Tepat Beli Bitcoin di Tahun 2022?

Bitcoin (BTC) yang harganya saat ini tengah berupaya pulih dari kisaran level psikologis $ 30.000 telah menjadi sorotan, baik para pengamat dan juga para analis teknikal.

Dalam pasar bearish yang mendalam ini, ada beberapa pihak yang kini telah melihat peluang dari aset crypto utama ini, untuk membeli di harga potensial, buy the dip, atau dalam diskon besar.

Rekt Capital ada di antara pihak yang melihat peluang tersebut, dengan menggunakan pendekatan analisis teknikal yang tampaknya patut dijadikan bahan pertimbangan dalam analisis jangka panjang.

Dalam buletin langganan Rekt Capital, pendekatan tersebut menggunakan indikator Moving Average 20 bulan, atau MA 20-bulan, untuk menemukan sudut pandang jangka panjang yang secara data, menarik untuk disimak.

https://substackcdn.com/image/fetch/f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fbucketeer-e05bbc84-baa3-437e-9518-adb32be77984.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Fba66f85d-18da-4594-bf04-6760b63a5116_1800x1264.png

Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin 2022: Analisa BTC Mingguan

Dengan melihat sejarah, penggunaan MA ini terlihat tepat untuk mengukur prospek tren pada Bitcoin, di mana ketika harga berada di bawahnya, ini berpeluang bergerak lebih rendah lagi sebelum membentuk pemulihan.

Menariknya, MA ini ditembus dalam rentang 4 tahun sekali, dari 2014, 2018 dan 2020, dengan jarak penurunan yang kian mengecil dari masa ke masa, di 2014 (63%), 2018 (52%) dan 2020 (46%).

Dan saat ini, harga mengalami lebih cepat 2 tahun, di 2022, sehingga ini memiliki dua peluang, yaitu langsung membangun pemulihan, atau bergerak lebih rendah lagi sebelum membentuk pijakan baru untuk reli.

Dalam strategi Rekt Capital, saat harga BTC semakin rendah dari MA 20-bulan, maka semakin besar pula peluang keuntungan yang akan didapat investor jangka panjang.

https://substackcdn.com/image/fetch/f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fbucketeer-e05bbc84-baa3-437e-9518-adb32be77984.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Fbf83baae-3e9a-44a7-8dee-370c5f173e8b_1862x1264.png

Baca juga: Aset Kripto dan Blockchain Jadi Perhatian di Pertemuan Tahunan WEF 2022, Apa Dampaknya?

Dan pada gambar di atas, harga saat ini tampak telah mengikuti pergerakan pada 1 Mei 2020, yang keluar dari garis Channel. Ini bisa saja mengikuti pergerakan selanjutnya, yaitu membangun kenaikan dan bergerak lebih tinggi ke ATH yang baru. Tentu saja, ini berdasarkan sudut pandang teknikal, mengesampingkan sentimen fundamental yang ada.

https://substackcdn.com/image/fetch/f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fbucketeer-e05bbc84-baa3-437e-9518-adb32be77984.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Fe02434e1-915a-464e-95b4-faca754ce016_1800x1264.png

Dan dari grafik Weekly di atas, harga tampak masih bertahan di wilayah Macro Range Low, yang bertindak sebagai Support Utama bagi BTC.

Peluang dari mampu tidaknya harga untuk pulih juga dapat diharapkan selama harga masih di dalam wilayah tersebut.

Kesimpulan

Selama Bitcoin di bawah 20 MA, ini adalah kesempatan untuk membeli. (beli sedikit demi sedikit)

Semakin dalam Bitcoin di bawah 20 MA, semakin bagus kesempatan untuk untung.

Ketika Bitcoin di atas 20 MA, HODL untuk beberapa Minggu atau bulan ke depan.

Namun, menurut Cryptoharian, harga yang paling bagus untuk membeli Bitcoin berada di sekitar $ 28.000-an Karena trader Cryptoharian prediksi Bottom Bitcoin berada di sekitar $ 22.000, terkecuali ada event black swan.

DISCLAIMER: Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Pulih ke $38.000, Inflasi Tidak Dapat Menghentikan Kripto

Di tengah kekhawatiran ekonomi yang menyusutkan selera risiko investor, CEO Celsius Network mengatakan bahwa pasar kripto dan Bitcoin akan bangkit, inflasi tidak akan menghentikannya.

Alex Mashinsky mengungkapkan pandangannya tersebut dalam sebuah wawancara bersama Kitco News, yang memperkirakan pasar kripto justru akan mulai pulih dari sini. Ia menambahkan:

“[Bahkan] JP Morgan… mengeluarkan laporan minggu ini yang mengatakan bahwa mungkin aksi jual crypto berlebihan, dan mereka melihat rebound ke level 38.000 [USD per Bitcoin] dari tempat kita hari ini… Jadi saya pikir kita akan melihat pembalikan atas akhir pekan dan minggu depan.”

Ia pun menilai bahwa, pasar Bearish saat ini memberi dampak baik untuk memisahkan para penipu dan spekulan dari industri kripto.

Menurutnya, pasar kripto memiliki dua jenis pelaku pasar, yakni HODLer seperti Michael Saylor, Komunitas Celsius dan lainnya, dan juga ada para investor yang bersifat spekulan.

Baca juga: Shiba Inu Dilepaskan Pendirinya!

Dengan kondisi bearish saat ini, para spekulan telah dihapuskan dari permainan, yang akan menghentikan aksi jual besar-besaran dan mulai beralih lagi ke kenaikan harga yang bagus. Ia mengatakan:

“Ingat, ketika Bitcoin pulih, awalnya pulih 5 hingga 8 kali dari tempatnya, atau bahkan lebih.”

Selain itu, Alex juga mengatakan bahwa ia masih percaya Bitcoin dapat menjadi aset pelindung nilai dari inflasi. Menurutnya, jika membandingkan periode satu dekade pada S&P versus inflasi versus Bitcoin, maka Bitcoin akan mengungguli keduanya.

Menanggapi potensi inflasi, Alex tidak melihat itu akan mereda, karena ia memperkirakan AS tengah menuju puncak dari inflasi dan akan butuh waktu lebih lama bagi ekonomi AS untuk pulih dan memperbaikinya.

Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin 2022: Analisa BTC Mingguan

Disisi lain, Alex juga mengatakan, inflasi harus dibawah 8% untuk Bitcoin rally dan jika inflasi masih diatas 8.3%, harga Bitcoin akan terus merosot.

Pada tanggal 14-15 Juni, The Fed akan melakukan meeting lagi. Semua trader masih menunggu tanggal tersebut.

Alex juga memberitahukan beberapa exchange yang dia ketahui sudah tidak melakukan likuidasi lagi dan banyak pengguna celsius menukarkan stablecoin mereka ke Bitcoin atau altcoin.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Market Signal 02 Juni 2022: Laju Pasar Kripto Belum Optimal

Pergerakan market aset kripto tampaknya belum sepenuhnya optimal. Padahal sejak awal pekan lalu, sejumlah aset kripto reli kencang, namun mulai kehabisan “bensin” untuk meneruskan lajunya ke zona hijau.

Misalnya saja, Bitcoin (BTC) sempat melewati level psikologisnya di harga $ 30.000, tapi tidak berlanjut bullish dan kembali anjlok ke $ 29.850 dari pantauan situs CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB. Apa yang sebenarnya terjadi?

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan pergerakan market ini dipengaruhi oleh investor yang sepertinya memanfaatkan momentum reli harga kripto untuk melakukan aksi ambil untung atau taking profit. Mereka tidak mau lama menunggu untuk mendapatkan profit, ketika harga BTC naik setelah sembilan minggu alami penurunan.

“Jika dilihat, ketika sentimen pasar bearish, investor tentu akan buru-buru merealisasikan keuntungannya sebelum laju harga aset kripto kembali berbalik arah. Harga Bitcoin gagal menembus level resistance-nya, sehingga dibutuhkan aksi beli yang kencang demi mengungkitnya lebih tinggi lagi,” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Afid menduga para investor masih mengantisipasi ancaman resesi dan kebijakan moneter The Fed ke depan. Meski begitu ada rasa optimisme pelaku pasar yang dipicu oleh keyakinan bahwa harga aset-aset berisiko, termasuk kripto, sudah mencapai titik bottom. Sehingga, pelaku pasar terus mendorong harga aset kripto untuk menembus level resistance-nya.

Tapi, awan mendung masih menyelimuti market kripto dengan sentimen negatif dari makroekonomi yang sangat mempengaruhi tindak-tanduk investor institusi di bursa kripto. Tak ketinggalan, mereka juga tampak latah mengikuti aksi jual yang dilakukan pelaku pasar modal. Di mana nilai indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA), Nasdaq dan S&P 500 juga kompak melorot.

Namun, di tengah market yang volatil ini, aset kripto Waves (WAVES) berhasil tumbuh 13% dalam 24 jam terakhir. Hal ini terjadi setelah Waves merilis peta jalan perbaikan ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang dijuluki Waves DeFi Revival Master Plan.

Selain WAVES, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan pertama bulan Juni 2022. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Baca juga: Binance Kumpulkan Dana $ 500 juta untuk Investasi di Web3 dan Blockchain

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. Tezos (XTZ)

Analisis teknikal Tezos (XTZ).

Pembuka daftar aset kripto berpotensi bullish awal Juni ini adalah Tezos (XTZ). Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan XTZ masih merasakan sentimen positif dari peluncuran protokol terbaru bernama Jakarta 2.

Afid melihat jaringan Jakarta Protocol berisi pembaruan besar pada protokol ekonomi Tezos, serta banyak perbaikan kecil. Seperti fitur Transaction Optimistic Rollup (TORU) yang memungkinkan pertukaran aset semakin mudah. Dan mekanisme Liquidity Baking Escape Hatch telah didesain ulang dan diganti namanya menjadi “Liquidity Baking Toggle Vote”.

“Peluncuran Jakarta Protocol di jaringan Tezos pada 19 Mei lalu mashi menghadirkan sentimen positif dapat harga XTZ. Ini membuktikan investor masih yakin dengan potensi besar pembaruan jaringan untuk menggerakan harga XTZ naik,” kata Afid.

Berdasarkan analisis teknikalnya, XTZ sedang perlahan bergerak naik. Kemungkinan besar XTZ dapat terus bergerak menuju harga $ 2,92 atau naik sekitar 34%-37% dari harga bawah $ 2,08 dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat XTZ di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #37, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 1.702.018.053. Pasokan yang beredar 896.681.214 koin XTZ dan maksimal pasokan tidak tersedia.

2. Gitcoin (GTC)

Analisis teknikal Gitcoin (GTC).

Gitcoin adalah platform yang menggabungkan proyek pemrograman open source dengan sistem pembayaran kripto. GTC digunakan sebagai token tata kelola asli Gitcoin. GTC adalah token ERC-20 yang ditujukan untuk tata kelola platform komunitas.

Afid melihat sejak pekan lalu pergerakan GTC terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kemungkinan besar reli akan terus berlanjut dan bisa menguntungkan investor.

“Analisis teknikal GTC, terlihat kenaikan yang signifikan. Harga GTC kemungkinan besar bisa mencapai $ 4,5 atau naik sekitar 44% dari harga bawah saat ini $ 3,68,” jelasnya.

Peringkat GTC di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #472, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 37.257.489. Pasokan yang beredar 14.198.202 koin GTC dan maksimal pasokan tidak tersedia.

3. Toko Token (TKO)

Analisis teknikal Toko Token (TKO).

Toko Token (TKO) adalah token native dari Tokocrypto yang menggabungkan utilitas CeFi dan DeFi. TKO masuk daftar kripto yang potensi bullish didorong dari pergerakan harganya yang mulai perlahan naik.

Afid mengatakan pergerakan ini bisa didorong oleh sentimen positifnya tentang launching T-Launchpad yang kabarnya akan hadir dalam waktu dekat di bulan Juni ini. TKO akan menjadi token utilitas yang bisa digunakan di platform T-Launchpad untuk mengikuti project DAO yang dirilis di sana.

“Dari analisis teknikal harga TKO bisa melambung tinggi hingga Rp 6.318 atau naik sekitar 21% dari harga bawah saat ini Rp 5.700. Namun, apabila TKO gagal bullish, maka harganya bisa turun hingga Rp 5.210 menuju level support-nya,” kata Afid.

Peringkat TKO di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #459, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 39.727.468. Pasokan yang beredar 108.500.000 koin TKO dan maksimal pasokan 500.000.000 koin TKO.

Baca juga: Mengenal Launchpad di Dunia Aset Kripto, Apa Keuntungannya?

4. Origin Protocol (OGN)

Analisis teknikal Origin Protocol (OGN).

Origin Protocol (OGN) adalah token Ethereum yang mendukung platform Origin, yang bertujuan untuk memperkuat pasar yang terdesentralisasi dan peer-to-peer. OGN dapat digunakan untuk mempertaruhkan, mengatur, dan beriklan di platform Origin.

Menurut Afid, OGN bisa masuk ke fase bullish pada pekan ini. “OGN telah membentuk pola cup and handle yang membentuk lengkungan seperti huruf U. Pola handle ini terbentuk karena penurunan harga yang pendek, namun sebagai sinyal bullish.”

Dari analisis teknikalnya, OGN terlihat ada pergerakan turun atau koreksi sedikit meski perlahan dalam beberapa hari terakhir. Kemungkinan besar nilai OGN bisa reli naik mencapai $ 0,4 atau sekitar 31% dari harga bawah $ 0,34.

Peringkat OGN di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #198, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 108.484.056. Pasokan yang beredar 388.570.733 koin OGN dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin OGN.

5. Kava (KAVA)

Analisis teknikal Kava (KAVA).

Fase bullish pada aset kripto KAVA tampaknya terus berlanjut. Afid menjelaskan sentimen positif pasca peluncuran mainnet Kava 10 dan kabar Kava Network telah menambahkan protokol Sushi ke program insentif pengembangnya dengan mengalokasikan dana total $ 14 juta.

Melalui kemitraan ini, pengguna dan pengembang Sushi akan memiliki akses tanpa batas ke seluruh nilai pasar senilai $300 miliar dari blockchain Ethereum dan Cosmos dari satu jaringan, yang menurut Kava adalah untuk pertama kalinya.

“Sentimen positif KAVA terus menguat. Dari analisis teknikal KAVA juga terlihat pola cup and handle. Kemungkinan besar KAVA masih dapat bergerak menuju harga sekitar $ 3,6 dari $ 3,03 dalam beberapa hari ke depan,” kata Afid.

Peringkat KAVA di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 12.00 WIB adalah #81, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 531.580.940. Pasokan yang beredar 201.597.568 koin KAVA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Avarta dan Tokocrypto Jalin Kemitraan Strategis Kembangkan Ekosistem Blockchain di Indonesia

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Bitcoin (BTC)

Analisis teknikal Bitcoin (BTC).

Meski sempat mencicipi level psikologisnya di $ 30.000, Bitcoin kini malah berpotensi bearish dalam beberapa hari ke depan. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat sentimen positif untuk menggerakan BTC belum kuat.

“Meski institusi udah mulai pada akumulasi Bitcoin, tapi dari analisa Bitcoin Trading Option, perusahaan besar seperti Delta melihat adanya orderput‘ yang lebih banyak dari ordercall‘. Jadi ada kemungkinan Bitcoin koreksi sedikit lagi dengan ditandai ‘short squeeze‘,” kata Afid.

Dari analisa teknikalnya, BTC akan sedikit koreksi atau turun ke harga kisaran $ 29.000-$ 28.000. Namun, BTC masih tetap berada di atas sedikit dari level support-nya yang masih di angka $ 26.000.

Peringkat BTC di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #1, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 568.647.487.538. Pasokan yang beredar 19.055.837 koin BTC dan maksimal pasokan 21.000.000 koin BTC.

2. Maker (MKR)

Analisis teknikal MKR (Maker).

MKR (Maker) adalah token ERC-20 di blockchain Ethereum yang bertindak sebagai token tata kelola MakerDAO. Pemegang token MKR dapat berpartisipasi dan memberikan suara untuk proposal perubahan terhadap platform MakerDAO.

Afid melihat MKR akan mengalami penurunan dan berpotensi bearish dari segi analisis teknikalnya. “MKR terlihat sudah mengalami penurunan secara bertahap. Pergerakan ini kemungkinan besar akan terus berlanjut. Harga MKR kemungkinan bisa terus terperosok hingga $ 1.150 atau turun 12% dari harga $ 1.319.” jelasnya.

Peringkat MKR di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #49, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 1.182.488.074. Pasokan yang beredar 977.631 koin MKR dan maksimal pasokan 1.005.577 koin MKR.

3. STEPN (GMT)

Analisis teknikal STEPN (GMT).

STEPN (GMT) sempat mencuri perhatian para pelaku pasar kripto karena keunikan utilitasnya. GMT kini diperkirakan akan kembali bearish pada pekan ini.

Menurut Afid, aset kripto GMT masih masih cukup bagus dalam beberapa waktu ke depan. Namun, saat ini GMT sedang mengalami koreksi sehingga membuat harganya alami penurunan.

“Analisis teknikalnya, harga GMT sudah turun secara perlahan sejak awal pekan ini. GMT bisa alami penurnan harga hingga $ 1 atau turun 17% dari harga $ 1,18 selama beberapa waktu mendatang,” ujar Afid.

Peringkat GMT di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #74, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 611.090.269. Jumlah koin yang beredar 600.000.000 koin GMT dan maksimal pasokan 6.000.000.000 koin GMT.

Baca juga: Analisis: Kapan Waktu Tepat Beli Bitcoin di Tahun 2022?

4. NKN (NKN)

Analisis teknikal NKN (NKN).

New Kind of Network (NKN) adalah blockchain publik yang bertujuan untuk menggunakan insentif ekonomi untuk memotivasi pengguna internet untuk berbagi koneksi jaringan dan memanfaatkan bandwidth yang tidak digunakan. NKN bertujuan untuk menjadi jaringan untuk membangun aplikasi terdesentralisasi dengan cara yang meningkatkan transmisi dan konektivitas data peer-to-peer.

Sayangnya, meski memiliki utilitas yang baik nilai NKN terus turun sejak awal tahun 2022. Afid melihat penurunan NKN yang drastis sejak April lalu, belum bisa membuat NKN masuk ke zona bullish.

“Analisis teknikal NKN ini sudah terlihat turun sejak April, meski ada konsolidasi tidak bisa membuatnya reli. NKN kemungkinan besar akan mengalami penurunan harga menuju $ 0,07 dari $ 0,09,” kata Afid.

Peringkat NKN di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #350, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 67.029.463. Jumlah koin yang beredar 700.000.000 koin NKN dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin NKN.

5. Mirror Protocol (MIR)

Analisis teknikal Mirror Protocol (MIR).

Mirror Protocol (MIR) adalah token Ethereum yang memungkinkan pencipta mengeluarkan aset sintetis, yang membantu melacak harga aset dunia nyata. Afid mengungkap MIR akan mengalami bearish selama beberapa hari ke depan.

“MIR akan terus turun harganya menuju $ 0,20 atau anjlok 25% dari $ 0,28. Tapi meski begitu, MIR akan tetap berada di atas level support-nya di harga $ 0,11,” ujar Afid.

Peringkat MIR di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #612, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 21.175.149. Jumlah koin yang beredar 77.742.680 koin MIR dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Tribe (TRIBE) dan LTO Network (LTO)

Disclaimer:

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Akhirnya Naik ke $ 31 Ribu, Bisa Ciptakan Momentum Bullish?

Bitcoin secara mengejutkan berhasil tembus ke harga di atas $ 31.000 untuk pertama kalinya setelah alami penurunan sejak 9 Maret lalu. Terpantau di situs CoinMarketCap pada Selasa (31/5) jam 09.00 harga BTC sudah di $ 31.567,48 atau naik 7% selama 24 jam terakhir.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan ini momen yang baik untuk Bitcoin untuk terus melaju ke zona hijau, setelah selama sembilan pekan berturut-turut aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar tersebut mengalami penurunan beruntun.

Afid menjelaskan pergerakan ini memecahkan rekor penurunan paling panjang bagi Bitcoin. Sepanjang Mei ini saja, BTC tercatat mengalami penurunan sekitar 22%.

“Pencapaian ini sangat penting bagi pergerakan BTC selanjutnya. Jika BTC berhasil bertahan dan menebus di atas level $ 30.000, bisa merupakan momentum untuk reli hingga menembus SMA 50-hari di level $ 35.181,” katanya.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Berdasarkan indikator Relative Strength Index (RSI), pergerakan BTC menunjukan adanya divergensi positif yang artinya momentum bearish dapat melemah dan reli mungkin akan segera terjadi.

Namun, jika harga turun dari resistensi overhead di level $ 30,528, jebakan bearish akan mencoba menarik BTC di bawah $ 28.630. Jika ini benar terjadi, target penurunan selanjutnya adalah di $ 24.601, menurut laporan Cointelegraph.

Market Kripto Mulai Membaik

Kenaikan Bitcoin yang capai lebih dari 7% dan menembus angka $ 31.000, didorong oleh investor global, karena pasar ekuitas Asia dan Eropa naik. Pasar Amerika juga ditutup untuk liburan Memorial Day.

Reli di market kripto pada akhir Mei ini, juga dipicu lonjakan ekuitas Asia di tengah laporan bahwa kota-kota besar China telah mulai melonggarkan pembatasan virus corona setelah berbulan-bulan lockdown secara ketat.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

Investor optimis bahwa pembukaan kembali ekonomi di China dapat memicu peningkatan belanja konsumen yang dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dalam beberapa minggu mendatang dan dapat menunjukkan menaikan saham di wilayah tersebut.

Secara umum reli juga terjadi di aset kripto lainnya, seperti Ethereum (ETH) melonjak lebih dari 8% menjadi sekitar $ 1.940. Cardano (ADA) menonjol di antara alternatif Ethereum, melonjak sekitar 14% menjadi sekitar $ 0,54.



Sumber : news.tokocrypto.com

Miliuner: Bitcoin Akan Capai US$ 250.000 Tahun 2022, Mungkin?

Di tengah pasar Bearish yang menghantam dengan kuat pasar crypto, investor ternama asal AS, Tim Draper, masih mempercayai harga dari Bitcoin (BTC) akan mampu mencapai $ 250.000.

Tim Drapper adalah seorang miliuner yang mempunyai kekayaan $ 1,2 miliar. Dia juga seorang investor awal di Coinbase, SpaceX, Tesla, Twitch, Twitter, dll.

Dalam sebuah wawancara di YouTube dengan Scott Melkar, Draper melihat bahwa akan ada lebih banyak wanita yang mulai menggunakan aset crypto utama tersebut. Ini akan memperluas basis penggunaan aset crypto di masa mendatang.

Ia mengatakan:

“Semua wanita akan memiliki Bitcoin, dan akan membeli barang dengan Bitcoin.”

Kenapa Wanita?

Bukan sekadar asal bicara, memang kekayaan di AS kini didominasi oleh wanita, dengan persentase sebesar 51%. Porsi ini tentu dapat mendorong harga BTC menjadi lebih tinggi jika mereka mulai banyak masuk dan menggunakannya.

Baca juga: Apa itu Whitelist NFT? Temukan Jawabannya di sini!

Terlebih lagi, wanita juga belanja lebih banyak daripada pria.

Dia Mengatakan:

Wanita mengontrol lebih dari 80% dari belanja retail.

Selain itu, ia memandang bahwa masih banyak sekali pebisnis ritel yang belum menyadari bahwa mereka dapat berhemat 2% jika menerima pembayaran dengan BTC, daripada kartu kredit dari perbankan.

Tentu saja penggunaan BTC berpotensi meningkatkan keuntungan mereka karena memperlebar marjin mereka yang kini tipis.

Menurutnya, harga Bitcoin akan bisa mencapai $ 250.000 pada akhir tahun 2022 atau awal tahun 2023 dengan berbagai perkembangannya saat ini.

Baca juga: Inilah 4 Cara Orang Kaya Menghasilkan Pendapatan Pasif

Menariknya, ia mengatakan akan menjadikan BTC sebagai mata uang resmi jika nantinya ia terpilih sebagai Presiden AS.

Pada saat pers, harga Bitcoin berada di $ 29.400-an, mulai ada tanda-tanda kenaikan.

Namun, jika kita menengok harga BTC saat ini, target yang ia utarakan tentu masih terlihat sangat sulit tercapai, terkesan mustahil, untuk di awal tahun depan karena ini butuh kenaikan hampir sepuluh kali lipat dari harga saat ini.

Mungkin, jika targetnya dikendurkan lebih rendah, pasar masih dapat berpikir positif seperti dirinya. Tetapi, angka $ 250.000 itu memang sebuah target optimistis yang terlalu berlebihan, setidaknya melihat urusan regulasi dan sentimen global yang belum begitu mendukung perkembangan industri jelang pertengahan tahun ini.

Baca juga: Analis: Empat Faktor Yang Menggerakkan Harga Bitcoin Di Tahun 2022

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Sepekan: Market Kripto Belum Kondusif, Bitcoin Gagal Agresif

Market aset kripto secara keseluruhan belum kondusif pada pekan terakhir Mei 2022. Sepanjang pekan ini, market bergerak bervariasi, tapi masih terjebak di zona merah atau cenderung bearish.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan pasar kripto tampak belum bergairah pada pekan akhir Mei ini. 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap belum sukses melaju ke zona hijau dalam beberapa hari terakhir.

“Kinerja buruk beberapa aset kripto pada pekan ini disebabkan oleh kondisi pasar yang kurang stabil. Hal itu tercermin dari penguatan nilainya yang cenderung tidak signifikan dan terkesan bikin laju harganya jalan di tempat. Kripto bisa melaju kencang asal volatilitas di pasar berisiko mereda dan prospek makroekonomi yang membaik,” kata Afid. 

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Afid melanjutkan sentimen negatif pasar yang belum mereda membuat harga Bitcoin gagal agresif. Nilai Bitcoin masih nyaman berada di level terendah sekitar $ 28.000 dan belum bisa naik, karena selama dua minggu terakhir BTC diperdagangkan dalam kisaran harga $ 30.000.

“Bitcoin tidak bisa stabil sampai Wall Street terlihat tenang. Namun, hal itu tampaknya tak akan terlihat dalam jangka waktu dekat. Dari analisis teknikalnya, BTC akan naik dari level oversold yang dapat mengindikasikan fase pemulihan singkat,” jelasnya.

Baca juga: Binance dan Bursa Besar Lainnya Dukung Peluncuran Terra 2.0

Kabar menarik pada pekan ini datang dari Terralabs Form, perusahaan yang bertanggung jawab atas Terra Blockchain (LUNA) siap untuk memperbarui jaringan dan menerbitkan koin baru untuk ekosistemnya. Setelah melewati proses voting, akhirnya Terra mencapai persetujuan dengan para investor LUNA untuk membuat blockchain baru. 

Dalam jaringan baru nanti, UST tidak akan ada lagi karena Terra tidak memiliki stablecoin lagi. Kemudian, blockchain dan koin yang Terra lama diubah menjadi Terra Classic dengan koin Luna Classic (LUNC) dan UST Classic (USTC). 

Apa Itu Terra (LUNA) Crypto? Pengertian Untuk Pemula
Ilustrasi aset kripto, Terra (LUNA).

“Blockchain baru Terra ini menjadi babak baru. Semua akan dimulai dari awal di mana eksositem akan dibentuk kembali. Menarik untuk melihat sentimen pasar terhadap keputusan Terra ini,” ungkap Afid.

Kabar peluncuran ini nampaknya mendapatkan tanggapan positif, karena untuk mengenalkan koin baru, Terra pun bersiap melaksanakan airdrop atau pembagian koin LUNC secara gratis. Untuk migrasi dan pergantian ticker LUNA & UST menjadi LUNC & USTC di Tokocrypto bisa simak di link ini.

Baca juga: Trader Wajib Tahu! Begini Penjelasan tentang Flag Pattern



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Market Signal 25 Mei 2022: Dinamika Pasar Kripto Masih Statis

Pergerakan market aset kripto tampaknya masih statis selama beberapa waktu mendatang. Secara umum, dinamika pasar kripto belum menunjukan penguatan harga, lantaran belum ada sentimen kuat yang mampu mendongkrak nilai transaksi.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan sebagian besar investor masih belum terlalu optimistis terhadap pasar kripto, mengingat ancaman ketidakpastian makroekonomi yang masih membayangi. Alhasil pergerakan sejumlah aset kripto terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap belum mampu menyentuh level resistance-nya.

“Pelaku pasar sebenarnya belum all out di pasar kripto karena sentimen pasar belum membaik. Mereka tampaknya ragu meramaikan market, setelah melihat nilai indeks Nasdaq yang juga terjun,” kata Afid.

Afid kembali mengingatkan bahwa ada tiga situasi makroekonomi yang saat ini membuat market kripto tertekan dan belum menunjukan bull run-nya. Tiga hal tersebut adalah inflasi tinggi di sejumlah negara, potensi resesi ekonomi dan kebijakan moneter hawkish The Fed. 

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

“Menyikapi hal tersebut, investor akan bergerak menuju aset yang lebih aman. Namun, ada sedikit kecenderungan investor akan mengambil sikap akumulasi buy the dip yang mungkin bisa menopang laju kripto di jangka pendek,” terangnya.

Trading Altcoin Lebih Cuan Dibanding Bitcoin

Di samping itu, Afid melihat saat ini cukup bagus untuk melakukan trading di altcoin daripada Bitcoin dan aset kripto besar lainnya. Altcoin lagi potensial buat minggu, terlebih sudah ada yang mencapai kenaikan harga yang signifikan.

Bitcoin (BTC) terus diperdagangkan dengan ketat dan masih berjuang untuk membuat terobosan yang menentukan di atas atau di bawah $ 30.000. Level support BTC kini berada dikisaran $ 27.500, yang telah menstabilkan aksi harga selama seminggu terakhir.

Pelaku pasar kini cenderung perlahan mengakumulasi altcoin, utamanya ADA dan DOT untuk memitigasi risiko BTC. Kemudian, Kava (KAVA) yang tumbuh 14,99% dalam 24 jam terakhir pada Rabu (25/5) menjelang perilisan upgrade Kava 10.

Selain KAVA, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan keempat bulan Mei ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Baca juga: Direktur IMF Akui Keunggulan Aset Kripto dan Sepakat Bukan Mata Uang

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. Kava (KAVA)

Analisis teknikal Kava (KAVA).

Membuka daftar aset kripto berpotensi bullish di pekan terakhir Mei 2022 ini adalah KAVA. Kripto ini sudah lama nyaman dalam daftar bullish, namun apakah akan terus berlanjut?

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, yakin potensi kenaikan harga KAVA masih terus berlanjut. Alasannya, KAVA masih tetap akan meluncurkan mainnet Kava 10 yang digelar 25 Mei ini.

“Sentimen positif KAVA terus menguat. Kemungkinan besar level support KAVA akan meningkat dari $ 2,3 menjadi $ 2,8. KAVA masih dapat bergerak menuju harga sekitar $ 4 atau naik 76% dalam beberapa hari ke depan,” kata Afid.

Menurut Afid, mainnet Kava 10 sudah lama ditunggu investor, karena akan menghubungkan dua ekosistem terdesentralisasi terbesar antara Ethereum dan Cosmos. Tentu akan menciptakan lonjakan aktivitas di jaringan Kava.

Peringkat KAVA di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #83, dengan kapitalisasi pasar $ 552.078.034. Pasokan yang beredar 197.039.622 koin KAVA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

2. THORChain (RUNE)

Analisis teknikal THORChain (RUNE).

Selanjutnya adalah THORChain yang berpotensi bullish. Token RUNE masih dipengaruhi oleh sentimen positif dari perilisan mainnet yang kemungkinan terjadi pada 31 Mei mendatang.

Berdasarkan analisis teknikalnya, Afid melihat RUNE memang sempar terjadi koreksi harga, tapi, saat ini perlahan bergerak naik. Kemungkinan besar RUNE dapat terus bergerak menuju harga $ 4 atau naik sekitar 50% dari harga bawah $ 2,9 dalam beberapa hari ke depan. 

“RUNE masih mendapatkan sentimen positif dari rumor perilisan mainnet pada akhir Mei nanti. Kabar itu sudah menguat sehingga mendorong harga RUNE, di mana investor sudah mulai hold dan trading,” kata Afid.

THORChain sendiri adalah sebuah protokol blockchain terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna dengan mudah menukar aset kripto mereka dari berbagai jaringan, termasuk Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), dengan token lainnya yang tidak berada di dalam jaringan yang sama, tanpa perlu pihak ketiga, seperti Coinbase atau Binance.

Peringkat RUNE di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #56, dengan kapitalisasi pasar $ 1.018.379.350. Pasokan yang beredar 330.688.061 koin RUNE dan maksimal pasokan 500.000.000 koin RUNE.

3. IoTeX (IOTX)

Analisis teknikal IoTeX (IOTX).

IoTeX (IOTX) sudah dikenal luas di dunia kripto dengan status sebagai aset yang sangat menjanjikan. IoTeX (IOTX) adalah sebuah platform yang menggabungkan teknologi blockchain yang aman dengan Internet of Things (IoT). 

Afid menjelaskan IOTX bisa menjadi kripto yang berpotensi bullish pekan ini. Sentimen positif IOTX datang dari perilisan mainnet pada 30 Mei mendatang. Mainnet ini bisa meningkat kecepatan dan transaksi, staking yang didukung melalui protokol web3 hingga peningkatan ketahanan koneksi p2p.

“Dari analisis teknikalnya, harga IOTX perlahan sudah naik dalam beberapa hari terakhir. Harga IOTX bisa mencapai $ 0,046 atau sekitar 16% dari level support-nya yang berada di $ 0,039,” kata Afid.

Peringkat IOTX di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #102, dengan kapitalisasi pasar $ 381.234.875. Pasokan yang beredar 9.540.779.324 koin IOTX dan maksimal pasokan 10.000.000.000 koin IOTX.

Baca juga: Aset Kripto Jadi Primadona dalam Agenda Pertemuan Tahunan WEF 2022

4. Loopring (LRC)

Analisis teknikal Loopring (LRC).

LRC adalah token kripto Loopring berbasis Ethereum, protokol terbuka yang dirancang untuk membangun pertukaran crypto terdesentralisasi. Tujuan Loopring adalah untuk menggabungkan jaringan terpusat dengan penyelesaian pesanan on-blockchain yang terdesentralisasi menjadi produk hybrid.

Afid mengungkap LRC kemungkinan besar akan bullish pada pekan ini. Alasannya kabar GameStop, perusahaan game ritel terbesar di dunia meluncurkan versi beta dompet kripto dan NFT yang menggunakan jaringan Loopring Layer 2. 

“Masuknya GameStop ke industri kripto dengan dukungan Loopring membuat harga LRC berpotensi naik. Analisis teknikal melihat LRC akan mengalami kenaikan harga hingga 28% menuju $ 0,64 dari level support $ 0,54,” tutur Afid.

Peringkat LRC di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #68, dengan kapitalisasi pasar $ 752.428.116. Jumlah koin yang beredar 1.330.082.009 koin LRC dan maks. pasokan 1.374.513.896 koin LRC.

5. Fantom (FTM)

Analisis teknikal Fantom (FTM).

Fantom adalah platform smart contract berbasis directed acyclic graph (DAG) dengan kinerja yang tinggi, aman serta skalabilitas tinggi. Sayangnya, dalam dua pekan terakhir ini nilai FTM terus merosot.

Afid melihat nilai FTM yang reli bergerak naik diakibatkan oleh spekulasi tokoh penting dalam Fantom dan Yearn Finance, Andre Cronje yang merupakan arsitek di Fantom Foundation akan kembali aktif proyek DeFi tersebut.

“FTM belum bisa lepas dari dampak keluarnya Andre Cronje dan Anton Nell. Namun, ada spekulasi mereka akan kemballi meningkatkan harga FTM,” jelas Afid. 

Analisis teknikal FTM melihat ada pergerakan naik meski perlahan dalam beberapa hari terakhir. Kemungkinan besar nilai FTM bisa mencapai $ 0,51 atau sekitar 31% dari level support $ 0,41.

Peringkat FTM di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #52, dengan kapitalisasi pasar $ 1.079.759.008. Pasokan yang beredar 2.545.006.273 koin FTM dan maksimal pasokan 3.175.000.000 koin FTM.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Beta Finance (BETA)

Analisis teknikal Beta Finance (BETA).

Beta Finance (BETA) adalah platform pinjaman aset kripto dan DeFi. Beta Finance memiliki alat perdagangan untuk memfasilitasi pengalaman pengguna DeFi.

Beta Finance memang sudah dikenal luas di dunia aset kripto dengan status sebagai crypto yang sangat menjanjikan. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan BETA kemungkinan besar masih akan terus mengalami penurunan harga.

“Dari analisis teknikal, terlihat saat ini BETA sudah sampai titik jenuh atau overbought. Penurunan harga akan terjadi ke $ 0,12 atau sekitar 23% dan bisa anjlok ke level support-nya $ 0,07 selama beberapa hari ke depan,” ucap Afid.

Peringkat BETA di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #366, dengan kapitalisasi pasar $ 62.957.220. Jumlah koin yang beredar 401.666.667 koin BETA dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin BETA.

Baca juga: Boss Binance: Jika Binance Bangkrut, Investasi Kalian Masih Aman

2. Anchor Protocol (ANC)

Analisis teknikal Anchor Protocol (ANC).

Anchor Protocol (ANC) kembali terjebak dalam fase bearish pada pekan ini. Kabar penolakan proposal pemotongan hasil oleh pemegang token ANC masih terus menekan harganya. 

“ANC kemungkinan besar akan masuk bearish. Dari segi analisis teknikalnya ANC tidak ada harapan lagi untuk bullish. ANC bisa terus turun bahkan bisa mencapai harga di bawah $ 0,3,” kata Afid.

Anchor Protocol adalah protokol pinjam meminjam di blockchain Terra. ANC adalah token utilitas dan tata kelola asli protokol yang memungkinkan pengguna untuk berpartisipasi dalam tata kelola, pinjam meminjam, dan mendapatkan bunga dengan aset digital mereka menggunakan model jaminan berlebih.

Peringkat ANC di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #276, dengan kapitalisasi pasar $ 101.367.663. Pasokan yang beredar 348.969.807 koin ANC dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin ANC.

3. Elipsis (EPX)

Analisis teknikal Ellipsis (EPX).

Ellipsis adalah aset kripto yang beroperasi pada platform BNB Smart Chain (BEP20). Pada 31 Maret lalu, melakukan migrasi token dari Ellipsis (EPS) ke Ellipsis (EPX).

Setelah migrasi, token baru dikunci dari transfer hingga protokol Ellipsis 2.0 diluncurkan pada 23 Mei lalu, Binance Convert telah menambahkan beberapa pasangan EPX untuk diperdagangkan. Afid melihat EPX bisa masuk fase bearish karena sudah melampaui titik jenuh atau overbought pasca protokol baru dirilis.

“EPX bisa turun harganya kalo dilihat dari analisis teknikalnya. Penurunan dapat terjadi sekitar 15% menuju harga $ 0,0022 tapi masih jauh dari level support-nya yang berada di $ 0,0015,” ungkap Afid.

Peringkat EPX di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #2813, dengan kapitalisasi pasar tidak tersedia. Pasokan yang beredar tidak tersedia dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin EPX.

4. Perpetual Protocol (PERP)

Analisis teknikal Perpetual Protocol (PERP).

Perpetual protocol adalah sebuah protokol terdesentralisasi yang dapat digunakan untuk memperdagangkan kontrak perpetual dengan dana pinjaman. PERP token adalah sebuah ERC-20 native token dari Perpetual protocol yang digunakan sebagai token tata kelola dan juga staking.

Afid mengatakan PERP kemungkinan besar akan masuk zona bearish. “PERP telah mencoba untuk bergerak naik, namun tampaknya gagal dan akan terus alami penurunan. PERP bisa turun hingga harga $ 1,16 atau 17% dari $ 1,42,” jelasnya.

Peringkat PERP di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #271, dengan kapitalisasi pasar $ 103.567.376. Pasokan yang beredar 76.475.000 koin PERP dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Tips Cuan Investasi Kripto Kala Market Bearish dan Kekhawatiran Stablecoin

5. Automata Network (ATA)

Analisis teknikal Automata Network (ATA).

Automata Network adalah protokol layanan terdesentralisasi yang menyediakan lapisan privasi middleware untuk dApps di beberapa blockchain. Sementara, ATA adalah token utilitas asli di ekosistem Automata Network dan merupakan bagian dari Binance Launchpool.

Afid melihat dari analisis teknikalnya, ATA telah mengalami penurunan yang cukup signifikan pada pekan lalu, kemudian berusaha konsolidasi bergerak naik, namun gagal. Kemungkinan besar ATA akan kembali masuk zona bearish pada pekan ini.

“ATA gagal menuju level resistance-nya di $ 0,26 sehingga sulit untuk bull run. ATA kemungkinan akan terus turun dari harga saat ini $ 0,18 menuju $ 0,16 atau sekitar 13%,” ucap Afid.

Peringkat ATA di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #539, dengan kapitalisasi pasar $ 29.428.002. Pasokan yang beredar 172.252.000 koin ATA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Disclaimer:

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com