Tag Archives: btc

Pola Bullish Bitcoin Kembali Muncul, Sinyal Tren Naik Semakin Kuat

Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan pola bullish yang berpotensi memicu lonjakan harga signifikan. Selama beberapa bulan terakhir, aksi harga Bitcoin membentuk pola “falling wedge” yang kerap menjadi indikasi tren naik setelah penembusan.

Potensi Lonjakan Harga Bitcoin

Dilaporkan newsbtc, dalam unggahan di platform X, analis aset digital Mister Crypto mengungkapkan bahwa pola “falling wedge” yang terbentuk pada grafik Bitcoin saat ini menyerupai pola sebelumnya yang telah mendorong lonjakan harga besar.

Menurutnya, dalam dua tahun terakhir, Bitcoin telah mengalami kenaikan rata-rata 67,5% dalam 54 hari setelah pola serupa terbentuk. Jika tren ini berlanjut, Bitcoin diperkirakan dapat melonjak hingga 77% setelah penembusan pola saat ini, yang berpotensi membawa pasar ke tren bullish yang kuat di kuartal kedua 2025.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 23 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 23 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Investor Menunjukkan Kepercayaan Diri

Sementara itu, analis pasar Ali Martinez melaporkan bahwa investor telah menarik 10.000 BTC senilai sekitar $842,9 juta dari bursa kripto ke dompet pribadi.

Data dari CryptoQuant menunjukkan bahwa arus keluar ini menandakan kepercayaan investor terhadap potensi apresiasi harga Bitcoin dalam jangka panjang, mengingat aset yang ditarik dari bursa umumnya cenderung tidak segera dijual.

Harga Bitcoin Saat Ini dan Level Penting

Saat berita ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di angka $84.309, mencatatkan sedikit penurunan 0,14% dalam 24 jam terakhir dan 0,39% dalam sepekan. Untuk mengonfirmasi tren naik, BTC harus mampu menembus level $84.700 tanpa mengalami retracement. Level resistensi berikutnya berada di $86.800 dan $90.774, yang dapat menjadi penentu arah pergerakan harga selanjutnya.

Dengan pola bullish yang semakin jelas dan meningkatnya kepercayaan investor, pasar kini menantikan apakah Bitcoin dapat mempertahankan momentum ini dan memasuki fase reli baru dalam beberapa bulan ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin di Titik Terendah? Prediksi $200.000 Semakin Dekat

Volatilitas Bitcoin (BTC) semakin mereda setelah mengalami kapitulasi besar-besaran. Saat artikel ini ditulis, harga Bitcoin berada di angka $84.278,83, berhasil pulih dari penurunan sebelumnya.

Menurut laporan Coingape, pergerakan harga seperti ini, pertanyaan besar yang muncul adalah: Apakah BTC sudah menemukan titik dukungan yang kuat di level $84.000, atau ada kemungkinan koreksi lebih lanjut?

Metrik Kunci yang Perlu Diperhatikan

Data dari Glassnode menunjukkan bahwa Pemegang Jangka Pendek Bitcoin (STH) berada di bawah tekanan besar. Kerugian yang belum terealisasi dari kelompok ini terus meningkat, mendekati batas dua standar deviasi. Namun, meskipun terjadi tekanan besar, angka ini masih dalam batas pasar bullish historis.

Sebagai perbandingan, penurunan ini tidak sebesar aksi jual Mei 2021 yang mencapai titik tertinggi sepanjang masa. Glassnode mencatat bahwa kerugian 30 hari STH saat ini sekitar $7 miliar, jauh di bawah peristiwa kapitulasi sebelumnya yang mencatatkan kerugian sebesar $19,8 miliar dan $20,7 miliar pada tahun 2021-2022.

Setelah mencapai rekor tertinggi di atas $109.000 pada Januari lalu, harga BTC mengalami penurunan sebesar 22,79%. Beberapa ahli memperkirakan BTC masih bisa turun lebih dari 35%, tetapi terbatasnya jumlah pemegang yang menjual bisa menjadi fondasi kuat untuk pemulihan harga ke depannya.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 21 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 22 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Bitcoin Sudah Mencapai Titik Terendah? Ini Faktor yang Bisa Memicu Reli

Dalam seminggu terakhir, Bitcoin bergerak dalam kisaran harga yang ketat, antara level terendah $81.300 dan tertinggi $87.320. Beberapa analis pasar meyakini bahwa BTC sudah mencapai titik terendah dan siap untuk rebound.

Sejumlah faktor mendukung optimisme ini:

  1. Dukungan Institusional: Beberapa perusahaan besar, seperti Strategy, terus meningkatkan kepemilikan Bitcoin melalui produk investasi mereka.
  2. Likuiditas Pasar Global: Pasokan Uang Global M2 menunjukkan peningkatan, memberikan landasan positif bagi pertumbuhan BTC.
  3. Dukungan Regulasi: Perubahan kebijakan di beberapa lembaga pemerintah mulai membuka peluang lebih besar bagi aset kripto.
  4. Dukungan dari Donald Trump: Dalam Digital Asset Summit baru-baru ini, mantan Presiden AS Donald Trump menegaskan kembali komitmennya untuk menjadikan AS sebagai pusat kripto dunia. Kebijakan ini memberikan sentimen positif bagi investor.

Seberapa Tinggi Bitcoin Bisa Naik?

Meski mengalami perlambatan dalam beberapa minggu terakhir, banyak analis tetap optimis dengan prospek Bitcoin. CIO Bitwise, Matt Hougan, bahkan mempertahankan prediksi bahwa harga BTC bisa mencapai $1 juta pada tahun 2029. Ia berpendapat bahwa faktor makroekonomi akan mendorong harga BTC dalam jangka panjang.

Sementara itu, prediksi yang lebih konservatif menyebutkan bahwa BTC dapat melampaui $200.000 dalam waktu dekat. Dengan semakin berkembangnya adopsi institusional dan meningkatnya permintaan terhadap ETF Bitcoin, harga BTC tampaknya memiliki masa depan yang sangat menjanjikan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tren Bitcoin 24-28 Maret 2025: PCE adalah Kunci by Hoteliercrypto

Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.

Prediksi data kita minggu ini cukup akurat, Harga Rumah Tiongkok naik tanda inflasi Yuan dimulai walau sangat pelan (Housing price index), Retail Sales AS naik, tetapi tetap dianggap lesu karena dibawah forecast yang +0.6% actualnya hanya +0.2%, Index Kontraktor pembangunan rumah turun (NAHB), namun Housing starts naik sesuai prediksi, artinya inflasi AS bottom di Februari 2025. Inflasi AS setelah ini akan kembali naik. 

Saya tahu sedari awal December, Fed akan pause di bulan Maret, tetapi saya ambil jalan kiri dengan prediksi potong suku bunga, saya ingin tahu siapa yang punya pemikiran sama, dan saya temukan James E. Thorne serta Nick Timiraos punya pendapat sama. Saya senang saya telah berada dalam level pemikiran orang besar. Walaupun prediksinya salah, dan itupun telah saya jelaskan di siang hari saat hari FOMC. 

Bitcoin naik bukan saat Suku bunga ditetapkan pause, Bitcoin naik saat Powell mengatakan akan memperlambat QT pada 1 April 2025. Saya jelaskan efek mengurangi QT  dari 25 Milyar dollar menjadi hanya 5 milyar per bulan adalah sama dengan pemotongan suku bunga 25 bps, itu berkurang -80% dan pasti Jumlah edar uangnya naik. Bitcoin tembus 87K.

Hari ini kita akan dapati claim data naik, bentuk nyata dari ketidaksesuain Presiden Trump yang menjanjikan ekonomi akan Boom, setidaknya sekarang. Tariff akan menaikan inflasi dan sudah terlihat bahwa pengangguran akan naik sehingga NFP Maret juga akan lesu.

Kunci dari Tren Bitcoin minggu depan adalah naiknya RRP 3 hari terakhir di akhir bulan, 26-27-28 Maret 2025, ketika RRP naik drastis, Bitcoin cenderung melemah kecuali ada sentimen yang mampu melebihi jumlah uang RRP yang ditarik seperti Bitcoin reserve dll.

Data Minggu Depan

Mari kita bedah data minggu depan:

Senin, 24 Maret 2025

21.45 WITA: S&P Global Manufacturing Index

Jika Manufacturing PMI naik, maka DXY naik, aturan siapa itu? Ya aturan yang tertulis di Investing.com bukan aturan saya. 

Jika DXY naik maka Bitcoin turun, tetapi tidak semua keadaan baku begini, DXY naik Bitcoin turun jika kenaikan DXY terjadi akibat ekonomi yang naik, ekonomi yang naik itu dapat dilihat dari survey belanja pabrik ini (PMI), PMI AS sudah naik di 23 Maret dan bagus hasilnya di 52.7. Sedangkan saya amati Caixin PMI Tiongkok juga naik.

Data Tiongkok selalu lagging dari AS, maka itu saya prediksi PMI Manufacturing AS akan jatuh sehingga DXY juga rontok. Alasannya Dunia ini satu, pembelinya ya itu-itu ajah, penjualnya juga itu-itu ajah. Maka jika Caixin PMI Tiongkok naik, seharusnya punya AS turun.

Kita tidak perlu punya dua barang dirumah, masa dirumah ada 2 mesin cuci kalau anggota keluarganya cuma 3. Satu cukuplah, dan produk AS selalu lebih mahal dari Made in manapun.

Kira-kira begini candle hari Senin. Senin dapat berakhir hijau akibat RRP yang turun.

Selasa, 25 Maret 2025

22.00 WITA: House Price Index 

Kenaikan harga rumah adalah tanda inflasi naik. Rumah adalah giffen goods, semakin banyak dibangun semakin naik harganya. NAHB yang turun dibulan Februari semakin memastikan bahwa harga rumah akan cenderung naik.

Jika rumah banyak saja harganya naik, apalagi jumlah rumah sedikit. Wacana stimulus berupa pemotongan pajak oleh Trump itu dihasilkan dari harga rumah. Jika harga rumah naik maka inflasi naik.

23.00 WITA: New Home Sales

Keputusan Powell menahan suku bunga beralasan bahwa supply rumah masih bagus. Dengan angka New Home sales yang sudah jatuh minggu lalu namun housing starts naik, saya pikir data perumahan akan naik.

Housing starts yang naik, Housing Price yang juga naik ditambah New Home Sales yang juga naik, sudah barang pasti inflasi bulan Maret akan naik juga. Jika New Home Sales naik, DXY akan naik, ditambah RRP naik, maka koreksi dimulai hari Rabu

23.00 WITA: Consumer Confidence

Consumer Confidence yang ambruk membuat Bitcoin naik bulan lalu. Dengan Retail sales yang lesu, saya pikir Consumer confidence tetap akan naik namun juga secara lesu, sama seperti Retail Sales.

Consumer Confidence adalah data kepercayaan diri masyarakat terhadap ekonomi negara. Jika Consumer Confidence naik maka DXY naik, ditambah RRP yang naik, wajar jika Bitcoin koreksi.

Kira-kira begini Candle hari Selasa:

Rabu, 26 Maret 2025

21.30 WITA: Durable Good Order

Durable Good Order adalah data belanja masyarakat barang tahan lama seperti Kulkas, TV, Furniture juga mobil. Jika Durable Good order naik maka DXY naik. Ditambah RRP yang naik, saya kira Bitcoin akan koreksi disini

Kamis, 27 Maret 2025

21.30: GDP AS

Kita dapati Retail sales masih naik, housing starts masih naik, dan bahkan walaupun Powell sudah pause, Ekonomi AS masih dilevel Low Hiring low firing. GDP akan menggambarkam kelesuan tersebut dan Bitcoin hanya akan naik kalau ada kabar stimulus oleh Trump

23.00 WITA: Pending Home Sales

Pending home sales adalah jumlah rumah yang terjual tapi baru pengajuan KPR, belum disetujui. Jika Pending Home Sales naik maka DXY naik. Angka yang sudah -4.6% seharusnya sudah bottom, ditandai dengan housing starts yang naik maka seharusnya Pending Home Sales naik juga. 

GDP yang naik dibarengi Pending Home Sales naik ditambah RRP naik, maka Bitcoin koreksi adalah wajar.

Kira-kira begini candle hari Kamis:

Jum’at, 28 Maret 2025

21.30 WITA: Personal Consumption Expenditure – PCE

Jika PCE naik artinya konsumsi masyarakat naik, jika sampai PCE turun maka artinya inflasi masyarakat telah mengganggu belanja masyarakat. Jika PCE masih naik maka ekonomi masyarakat masih dipandang tangguh, itulah dasar Powell pause suku bunga kemaren.

Powell tidak gentar dengan gertakan Presiden Trump, jika angka PCE masih menunjukkan ketangguhan, kenapa harus cut. Saya yakin ini dapat menjadi acuan jika FOMC Mei akan potong. 

Kira-kira candle hari Jumat akan naik karena PCE tapi akan dihapus oleh kenaikan RRP yang besar.

Sabtu, 30 Maret 2025

Kenapa kok Claim data sekarang hari Sabtu ya? 

Jika Claim data naik maka DXY akan rontok.

SELAMAT HARI RAYA NYEPI CAKA 1947

Dumogi Santi Jagat Bali Lan Nyane Sedaging Sutrepti.

Om Shanti, Shanti, Shanti Om

🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏

Disclaimer : Analisa saya hanyalah bentuk kebebasan berpendapat dan menuangkan segala apa yang ada didalam pikiran saya, Saya tidak boleh dijadikan acuan apalagi nasehat keuangan, tujuan saya berbagi hanyalah semata-mata memperkaya pendapat yang ada di pasar. Menggunakan data saya dapat dipastikan mengalami kerugian, sangkut menahun dan belum pasti cuan, silahkan melakukan analisa sendiri dan jangan menebeng nasib, karena nasib saya juga sangkut setahun lebih.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

BlackRock Borong 2.660 BTC, Bitcoin Jadi Alternatif Moneter?

BlackRock, raksasa manajemen aset dengan total dana kelolaan mencapai USD 11,5 triliun (sekitar Rp 181 ribu triliun), kembali menunjukkan ketertarikannya pada Bitcoin.

Menurut laporan The Defiant, perusahaan ini baru saja membeli 2.660 BTC senilai USD 218 juta (sekitar Rp 3,4 triliun), menjadikannya sebagai salah satu pembelian terbesar dalam lebih dari satu bulan terakhir.

Langkah ini bukan yang pertama bagi BlackRock. Sebelumnya, mereka telah melakukan serangkaian pembelian Bitcoin dengan total nilai mencapai USD 42,3 juta dan USD 45 juta dalam beberapa hari terakhir. Keputusan ini memperkuat posisi BlackRock sebagai salah satu institusi keuangan tradisional yang semakin serius dalam mengadopsi aset digital.

Bitcoin: Alternatif Moneter Global

Yang menarik, BlackRock secara terbuka menyebut Bitcoin sebagai “alternatif moneter global yang baru muncul.” Pernyataan ini mengindikasikan pergeseran besar dalam cara lembaga keuangan konvensional memandang aset kripto.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Tidak hanya itu, BlackRock juga merilis video edukasi untuk para investornya mengenai aset digital. Langkah ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam mengenalkan Bitcoin dan perannya dalam lanskap keuangan modern.

Dengan semakin banyaknya institusi besar seperti BlackRock yang masuk ke pasar kripto, Bitcoin semakin dipandang sebagai instrumen investasi yang lebih mainstream dan berpotensi menjadi bagian penting dari sistem keuangan global di masa depan.

Apakah ini pertanda bahwa Bitcoin semakin diakui sebagai aset yang bisa bersaing dengan mata uang tradisional? Hanya waktu yang bisa menjawabnya, tetapi satu hal yang pasti: adopsi institusional terhadap Bitcoin terus meningkat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Meroket Pasca Pertemuan Fed, Investor Bernafas Lega

Pasar kripto, termasuk Bitcoin kembali menunjukkan pergerakan positif setelah Federal Reserve AS memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tetap pada  4,25 Hingga 4,5%.

Dilaporkan Dinews, keputusan ini memberikan angin segar bagi investor setelah periode ketidakpastian yang cukup panjang.

Bitcoin dan Ethereum Naik, Pasar Merespons Positif

Pada Rabu (19/3) malam waktu New York, harga Bitcoin tercatat naik 1,3% menjadi $85.623, sementara Ethereum mengalami kenaikan tipis 0,8% menjadi $2.043, menurut data dari CoinGecko. Investor menyambut keputusan Fed ini dengan optimisme, mengingat bank sentral tetap pada jalurnya untuk melakukan dua kali pemangkasan suku bunga di tahun 2025.

Sebelum pengumuman, ekspektasi investor terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga memang rendah, sekitar 1% berdasarkan alat FedWatch dari CME. Namun, kepastian dari The Fed memberikan sentimen positif yang mendorong harga kripto dan saham untuk kembali naik.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Proyeksi Ekonomi AS: Perlambatan Pertumbuhan dan Inflasi Meningkat

Meski pasar kripto dan ekuitas mengalami lonjakan, proyeksi ekonomi yang dirilis oleh Federal Open Market Committee (FOMC) tetap memberikan sinyal kehati-hatian. FOMC merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi AS untuk tahun 2025 menjadi 1,7% dari sebelumnya 2,1%, sementara inflasi diprediksi meningkat menjadi 2,8% dari 2,5% yang diproyeksikan pada Desember lalu.

Dalam pernyataannya, FOMC menekankan bahwa “ketidakpastian seputar prospek ekonomi telah meningkat,” yang mencerminkan potensi tantangan di masa depan.

Dampak Perang Dagang dan Kekhawatiran Resesi

Di luar kebijakan moneter, kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump yang menetapkan tarif 25% terhadap Kanada, Meksiko, China, dan kemungkinan Uni Eropa menambah ketidakpastian ekonomi. Tarif tersebut berpotensi menaikkan harga barang dan jasa bagi konsumen, memperburuk tekanan inflasi yang masih bertahan di sekitar 3%.

Ekonom Mohamed El-Erian menyebut bahwa peluang resesi AS telah meningkat dari 10% menjadi 25%. Ia memperingatkan bahwa jika Fed tetap berpegang teguh pada target inflasi 2%, maka pasar akan lebih fokus pada kemungkinan kenaikan suku bunga ketimbang pemotongan.

“Semua orang sepakat bahwa upaya mengatasi inflasi telah terhenti,” ujar El-Erian dalam konferensi Digital Asset Summit Blockworks.

XRP Melesat 12% Setelah Kemenangan Ripple di Pengadilan

Sementara itu, salah satu pemenang terbesar di pasar kripto adalah XRP. Token yang terkait dengan Ripple ini melonjak hingga 12% setelah Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) membatalkan banding terhadap Ripple.

Ini menjadi kemenangan besar bagi Ripple dan memberikan sentimen positif bagi komunitas kripto.

Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

Meskipun reli harga kripto memberikan optimisme bagi investor, sejumlah analis tetap berhati-hati. James Butterfill, kepala penelitian di CoinShares, menyebut bahwa jika Fed tetap bersikap agresif dalam kebijakan moneternya, pemulihan harga yang signifikan dalam jangka pendek masih sulit terjadi.

Saat ini, tantangan utama bagi pasar adalah bagaimana ekonomi AS akan merespons kebijakan suku bunga serta dampak perang dagang yang terus berkembang. Investor akan terus mencermati langkah The Fed dan kebijakan ekonomi pemerintah AS untuk menentukan strategi investasi mereka ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Diprediksi Anjlok ke Rp 661 Juta, Kapan Terjadi?

Bitcoin kembali menghadapi ancaman penurunan harga yang signifikan seperti dilaporkan oleh Newsbtc pada Rabu (19/3).

Seorang analis kripto mengungkap indikator pasar bearish yang menunjukkan potensi kejatuhan harga Bitcoin hingga $40.000 (Rp 661 juta).

Jika prediksi ini benar, maka para investor harus bersiap menghadapi tahun yang penuh tantangan.

Siklus Halving dan Pola Bear Market Bitcoin

Analis kripto di TradingView, Xanrox, mengungkap bahwa Bitcoin selalu mengikuti siklus pasar yang terkait dengan peristiwa halving setiap empat tahun.

Siklus ini terdiri dari pasar bullish, di mana harga melonjak, dan pasar bearish, di mana terjadi koreksi tajam.

Secara historis, bull market berlangsung antara 742 hingga 1.065 hari, sedangkan bear market sekitar 364 hingga 413 hari.

Prediksi Bitcoin Turun 65% ke $40.000

Dalam setiap siklus, harga Bitcoin selalu mengalami penurunan besar setelah bull market. Secara historis, penurunan ini berkisar antara 77% hingga 86%.

Namun, Xanrox memperkirakan kali ini koreksi hanya mencapai 65%, mengingat kapitalisasi pasar Bitcoin yang lebih besar dan meningkatnya adopsi institusional.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 19 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 19 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Bukti Historis dan Analisis Grafik

Xanrox membagikan grafik harga yang menampilkan pola halving dan dampaknya terhadap pergerakan harga Bitcoin sejak awal kemunculannya.

Berdasarkan analisis statistik, prediksi harga Bitcoin dengan metode ini telah terbukti akurat di masa lalu.

Oleh karena itu, kejatuhan Bitcoin ke $40.000 dipandang sebagai sesuatu yang tidak akan terelakkan.

Kapitalisasi Pasar dan Prediksi Harga Jangka Panjang

Dengan kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini mencapai $1,63 triliun, analis menilai tidak realistis bagi BTC untuk mencapai harga ekstrem seperti $300.000 atau $1 juta dalam waktu dekat.

Sebaliknya, prediksi menunjukkan bahwa tahun 2025 kemungkinan akan menjadi tahun bearish. Sementara bull run baru diperkirakan dimulai pada 2026.

CEO CryptoQuant: Bull Cycle Bitcoin Telah Berakhir

Pendapat bearish ini juga didukung oleh CEO CryptoQuant, Ki Young Ju, yang menyatakan bahwa siklus bull Bitcoin telah berakhir.

Ia memperkirakan pasar akan mengalami pergerakan harga yang tidak menentu selama 6-12 bulan ke depan. Hal ini mengonfirmasi bahwa fase bear market telah dimulai.

Indikator On-Chain Menunjukkan Tren Bearish

Selain itu, berbagai metrik on-chain Bitcoin menunjukkan tanda-tanda pasar bearish, seperti berkurangnya likuiditas baru dan aksi jual besar-besaran oleh whale.

Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di sekitar $82.549, turun lebih dari 20% dari harga tertinggi sepanjang masa yang melebihi $109.000.

Dengan berbagai indikator pasar yang mengarah ke tren bearish, investor disarankan untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Meskipun Bitcoin masih memiliki potensi besar di masa depan, periode bearish bisa menjadi tantangan bagi investor yang tidak siap menghadapi volatilitas pasar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Merosot ke Rp1,35 Miliar, Dampak Kekhawatiran The Fed?

Pasar kripto mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir, dengan Bitcoin (BTC) mengalami koreksi setelah sempat menikmati reli.

Berdasarkan data Coinmarketcap per 19 Maret 2025, harga Bitcoin turun 2,35% menjadi US$ 82.210 per koin atau sekitar Rp 1,35 miliar.

Koreksi ini terjadi seiring dengan ketidakpastian pasar menjelang keputusan kebijakan moneter dari The Federal Reserve (The Fed).

Ethereum dan Binance Coin Ikut Berfluktuasi

Tak hanya Bitcoin, Ethereum (ETH) juga melemah 1,38% menjadi US$ 1.911 per koin. Sementara itu, Binance Coin (BNB) justru mengalami kenaikan tipis sebesar 0,33% menjadi US$ 630 per koin.

Pergerakan ini mencerminkan reaksi pasar yang beragam terhadap sentimen global dan ketidakpastian kebijakan moneter.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 19 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 19 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dampak Kebijakan The Fed terhadap Kripto

Penurunan harga Bitcoin dan aset kripto lainnya terjadi sehari sebelum hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) diumumkan.

Investor cemas terhadap keputusan suku bunga, meskipun banyak analis memperkirakan The Fed tidak akan mengubah kebijakan suku bunga dalam pertemuan kali ini.

Pasar Saham AS Turut Melemah

Tak hanya kripto, pasar saham AS juga mencatat pelemahan. Indeks Dow Jones turun 0,62%, S&P 500 terkoreksi 1,07%, dan Nasdaq Composite anjlok 1,71%.

Penurunan ini menunjukkan bahwa sentimen kehati-hatian tidak hanya terjadi di sektor aset digital, tetapi juga di pasar keuangan secara keseluruhan.

Investor Pantau Sinyal Kebijakan The Fed

Meskipun inflasi mengalami perlambatan pada Februari lalu, The Fed belum memberikan sinyal kuat untuk memangkas suku bunga.

Menurut data CME FedWatch, peluang pemangkasan suku bunga pada Maret sangat kecil, tetapi meningkat menjadi 66% untuk pertemuan bulan Juni.

Investor kini menunggu pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, untuk mencari petunjuk lebih lanjut.

Apa Dampak Jangka Panjang bagi Kripto?

Keputusan The Fed akan menjadi faktor utama dalam menentukan arah pasar kripto ke depan.

Jika The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, Bitcoin dan aset kripto lainnya bisa mengalami tekanan lebih lanjut.

Sebaliknya, jika ada indikasi kebijakan yang lebih dovish, harga kripto berpotensi kembali menguat.

Waspadai Volatilitas Pasar

Pasar kripto masih berada dalam fase ketidakpastian, dengan Bitcoin dan altcoin lainnya mengalami fluktuasi menjelang keputusan The Fed.

Investor disarankan untuk tetap waspada dan mempertimbangkan strategi investasi yang lebih defensif dalam menghadapi volatilitas yang kemungkinan masih akan berlanjut.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin dan FOMC: Akankah Harga BTC Meledak atau Terkoreksi Kali Ini?

Setiap kali Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengadakan pertemuan, pasar kripto bersiap menghadapi dampaknya, terlebih Bitcoin (BTC).

Bitcoin (BTC), sebagai aset digital utama, sering mengalami lonjakan volatilitas menjelang dan setelah pengumuman kebijakan moneter Amerika Serikat. Lalu, apakah kali ini akan berbeda?

Bitcoin dan Volatilitas di Sekitar FOMC

Di awal minggu ini, harga Bitcoin mengalami penurunan dari $84.500 pada 17 Maret menjadi $81.300. Tren ini diduga akibat aksi jual oleh investor yang ingin mengurangi risiko sebelum pertemuan FOMC pada 18–19 Maret.

Secara historis, pedagang cenderung mengurangi eksposur mereka sebelum pengumuman FOMC, mengantisipasi perubahan kebijakan yang bisa berdampak pada pasar kripto. Konferensi pers Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, juga menjadi momen krusial yang kerap memicu pergerakan harga.

Pengumuman resmi hasil pertemuan kali ini dijadwalkan pada 19 Maret pukul 2:30 siang ET. Reaksi pasar Bitcoin terhadap keputusan FOMC akan menjadi indikator penting bagi pergerakan harga berikutnya.

FOMC dan Dampaknya pada Harga Bitcoin

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 19 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 19 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Trader kripto memantau risalah FOMC untuk mencari petunjuk mengenai kebijakan suku bunga dan sikap Fed terhadap inflasi. Sejak awal 2024, harga BTC cenderung menurun setelah FOMC mempertahankan suku bunga.

Namun, ada pengecualian—misalnya, reli sebelum halving Bitcoin pada Februari 2024 yang bertepatan dengan peluncuran ETF Bitcoin spot pertama. Pemangkasan suku bunga pada 18 September dan 7 November 2024 mendorong kenaikan BTC, tetapi pemangkasan ketiga pada 18 Desember 2024 justru tidak berdampak besar. Saat itu, harga Bitcoin mencapai puncak lokal di $108.000 sebelum mengalami koreksi.

Minat Terbuka Bitcoin: Apakah Pasar Lebih Percaya Diri?

Biasanya, minat terbuka Bitcoin—indikator jumlah total kontrak derivatif yang belum diselesaikan—menurun sebelum FOMC. Ini mencerminkan kehati-hatian pedagang dalam menghadapi potensi volatilitas. Namun, bulan ini menunjukkan pola yang berbeda.

Meskipun minat terbuka BTC melonjak sebesar $12 miliar di awal Maret, tidak ada tanda-tanda penurunan signifikan menjelang FOMC kali ini. Sebaliknya, harga BTC justru mengalami koreksi. Ini bisa mengindikasikan bahwa pelaku pasar memiliki keyakinan yang lebih tinggi terhadap hasil pertemuan, atau justru sedang mempertaruhkan posisi dengan leverage tinggi.

Alat FedWatch dari CME Group menunjukkan probabilitas 99% bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga pada kisaran 4,25%–4,50%. Jika benar, BTC bisa melanjutkan tren penurunannya atau bergerak sideways dalam waktu dekat.

ETF Bitcoin Spot: Indikasi Sentimen Investor

Berbeda dengan paus Bitcoin yang sering mengambil posisi besar di pasar derivatif, investor di ETF Bitcoin spot cenderung lebih konservatif. Sejak ETF BTC spot diluncurkan pada Januari 2024, mayoritas pertemuan FOMC bertepatan dengan arus keluar dari ETF ini.

Namun, ada pergeseran menarik baru-baru ini. Pada 17 Maret, ETF Bitcoin spot mencatat arus masuk bersih sebesar $275 juta, menandakan potensi perubahan sentimen. Jika arus masuk ETF meningkat menjelang FOMC, itu bisa menunjukkan ekspektasi pasar bahwa Fed akan bersikap lebih dovish—misalnya, dengan mengisyaratkan pemangkasan suku bunga di masa depan.

Selain itu, potensi short squeeze juga dapat terjadi jika banyak pedagang mengambil posisi short terhadap BTC. Jika arus masuk ETF terus bertambah, ini bisa memaksa para short seller untuk menutup posisi mereka, memicu lonjakan harga BTC secara mendadak.

Kesimpulan: Apa yang Bisa Diharapkan dari Bitcoin Pasca-FOMC?

Terlepas dari keputusan yang diambil Fed, satu hal yang pasti: volatilitas Bitcoin akan meningkat pasca-FOMC. Seperti yang diungkapkan oleh seorang trader kripto, Master of Crypto, dalam postingan terbaru di X:

“FOMC akan diadakan besok, dan pergerakan besar diperkirakan akan terjadi.”

Jika Fed mempertahankan suku bunga tanpa indikasi pemangkasan di masa depan, BTC mungkin tetap dalam tren turun atau mengalami pergerakan sideways. Namun, jika ada nada dovish dalam pernyataan Powell, pasar bisa merespons dengan reli jangka pendek.

Investor dan pedagang harus tetap waspada, memantau arus ETF spot, data on-chain, dan reaksi pasar derivatif untuk menentukan apakah aksi harga ini merupakan bagian dari tren akumulasi jangka panjang atau sekadar spekulasi sesaat. Yang jelas, semua mata kini tertuju pada FOMC dan dampaknya terhadap Bitcoin.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Turun 22%, Koreksi Harga Hanya Guncangan Sementara?

Bitcoin baru saja mengalami penurunan harga sebesar 22% dari rekor tertingginya, membuat banyak investor khawatir akan berakhirnya siklus bullish.

Namun, para analis seperti diberitakan oleh Coinpaper pada Selasa (18/3) menegaskan bahwa ini hanyalah guncangan sementara dan bukan awal dari pasar bearish.

Penurunan ini merupakan bagian dari siklus empat tahunan Bitcoin yang kerap mengalami koreksi sebelum kembali menguat.

Koreksi Harga dalam Siklus Bullish Adalah Hal Biasa

Sejarah menunjukkan bahwa koreksi harga dalam siklus bullish Bitcoin adalah fenomena yang umum terjadi.

Penurunan harga dari $109.000 (Rp 1,7 miliar) menjadi sekitar $83.279 (Rp 1,3 miliar) telah memicu sentimen ketakutan di pasar kripto.

Namun, para analis dari Bitfinex mengingatkan bahwa koreksi ini adalah bagian dari mekanisme pasar yang menghapus investor lemah sebelum harga kembali naik.

Investor Institusional dan ETF Memperkuat Pasar

Salah satu faktor yang membuat Bitcoin tetap kuat adalah masuknya investor institusional melalui ETF Bitcoin spot.

Hingga saat ini, ETF tersebut telah mengumpulkan lebih dari $125 miliar aset, yang menunjukkan ketertarikan tinggi dari dunia keuangan tradisional.

Hal ini juga dapat mengubah pola siklus empat tahunan Bitcoin yang sebelumnya lebih dipengaruhi oleh halving dan faktor teknis lainnya.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 18 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 18 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Hubungan Bitcoin dengan Pasar Keuangan Global

Bitcoin tidak hanya bergerak secara independen, tetapi juga memiliki korelasi dengan pasar keuangan tradisional, terutama S&P 500.

Kondisi ekonomi global, suku bunga, dan kebijakan moneter dapat mempengaruhi pergerakan harga BTC.

Oleh karena itu, stabilitas pasar ekuitas bisa menjadi indikator penting untuk menentukan arah harga Bitcoin ke depan.

Halving dan Dampaknya pada Harga Bitcoin

Meskipun faktor institusional semakin berpengaruh, siklus halving Bitcoin tetap menjadi elemen kunci dalam pergerakan harga jangka panjang.

Halving terakhir pada April 2024 mengurangi hadiah blok menjadi 3,125 BTC, yang historisnya selalu diikuti oleh lonjakan harga Bitcoin.

Sejak halving terakhir, harga Bitcoin telah naik 31%, memperkuat teori bahwa pengurangan pasokan mendorong kenaikan harga.

Bitcoin Tidak Akan Mudah Digantikan

Seiring dengan koreksi harga yang terjadi, perdebatan mengenai masa depan Bitcoin kembali mencuat.

Investor teknologi Jason Calacanis berpendapat bahwa Bitcoin akan digantikan oleh aset yang lebih unggul.

Namun, para pakar industri menolak klaim ini, menegaskan bahwa Bitcoin bukan sekadar teknologi, tetapi merupakan revolusi keuangan yang memiliki jaringan global yang semakin kuat.

Bitcoin Masih dalam Tren Bullish

Meskipun mengalami penurunan harga yang signifikan, fundamental Bitcoin tetap kuat. Adopsi institusional, pengaruh siklus halving, dan pertumbuhan jaringan menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam tren bullish.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, banyak analis percaya bahwa penurunan saat ini hanyalah guncangan sementara sebelum Bitcoin kembali mencetak rekor baru.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Stabil di $82K-$84K Menjelang Keputusan Suku Bunga Fed

Bitcoin terus menunjukkan pergerakan stabil di kisaran $82.000 hingga $84.000 pada Selasa (18/3), dengan investor bersikap hati-hati menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve yang akan diumumkan akhir pekan ini.

Aset kripto terbesar di dunia ini tercatat turun tipis 0,4% ke level $82.268 pada 18 Maret 2025 pukul 12:51 WIB, setelah mengalami penurunan lebih dari 1% dalam sepekan terakhir.

Bitcoin Masih dalam Tren Konsolidasi

Jack Tan, salah satu pendiri Woo X, mencatat bahwa Bitcoin masih bergerak dalam pola konsolidasi menyamping dalam kisaran $83.000–$84.000. “Dua kali harga sempat turun namun dengan cepat pulih kembali, menunjukkan bahwa level dukungan $83.000 masih kuat diuji oleh para pemain utama,” jelasnya.

Menurut Tan, jika Bitcoin mampu bertahan di atas level ini tanpa tekanan jual yang signifikan, target harga Bitcoin berikutnya berada di $88.000. Jika berhasil menembus angka tersebut, level resistensi utama selanjutnya diperkirakan berada di $92.000.

Investor Kripto Waspada Menunggu Kebijakan The Fed

Para pelaku pasar saat ini sedang menunggu keputusan The Fed pada pertemuan kebijakan yang dijadwalkan pada 18-19 Maret. Meskipun suku bunga diperkirakan akan tetap stabil, perhatian investor tertuju pada pernyataan bank sentral terkait kebijakan ekonomi Presiden Donald Trump, terutama soal tarif impor yang berpotensi memicu inflasi.

Sejak kemenangan Trump pada pemilu Desember 2024, harga Bitcoin sempat melonjak ke level $108.000, didorong oleh ekspektasi regulasi yang lebih ramah terhadap aset kripto. Namun, langkah agresif The Fed di akhir tahun lalu serta kebijakan tarif baru Trump telah meredam optimisme pasar.

Keputusan yang diambil pada pertemuan mendatang akan menjadi sinyal penting terkait dampak kebijakan perdagangan dan moneter terhadap pasar kripto dalam beberapa bulan ke depan.

21Shares Tutup Dua ETF Kripto Akibat Penurunan Pasar

Di tengah fluktuasi pasar kripto, perusahaan manajemen aset 21Shares mengumumkan akan melikuidasi dua dana ETF mereka pada 28 Maret. ETF yang terdampak adalah ARK 21Shares Active Bitcoin Ethereum Strategy ETF (ARKY) dan ARK 21Shares Active On-Chain Bitcoin Strategy ETF (ARKC), yang akan berhenti diperdagangkan mulai 27 Maret.

Keputusan ini diambil karena melemahnya pasar kripto secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Meskipun demikian, 21Shares dan mitranya, ARK Investment Management LLC, tetap berkomitmen memperluas produk investasi kripto yang teregulasi di AS.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 18 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 18 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Strategy Tambah 130 Bitcoin Lagi ke Portofolionya

Sementara itu, Strategy (sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy) kembali menambah kepemilikan Bitcoinnya dengan membeli 130 BTC senilai $10,7 juta. Dengan harga rata-rata $82.981 per koin, total kepemilikan Bitcoin perusahaan ini kini mencapai 499.226 BTC dengan nilai akumulatif sebesar $33,1 miliar.

Dengan tambahan ini, Strategy terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemegang Bitcoin terbesar di dunia.

Pergerakan Altcoin: Ether Menguat, XRP Melemah

Selain Bitcoin, sebagian besar altcoin juga mengalami fluktuasi harga. Ether (ETH) menguat 1,3% menjadi $1.934,47, sementara XRP turun 1,6% ke $2,36. Solana mencatat penurunan 1%, sedangkan Cardano dan Polygon masing-masing naik 2% dan 1,4%.

Di kategori token meme, Dogecoin mengalami kenaikan 2,3%, sementara token bertema politik $TRUMP turun tipis 0,1%.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com