Tag Archives: btc

Dampak Posisi Short Rp 5,9 Triliun di Hyperliquid terhadap Bitcoin

Seorang trader seperti dilaporkan oleh Nftevening baru-baru ini, membuka posisi short Bitcoin dengan nilai mencapai $366 juta (Rp 5,9 triliun) di platform Hyperliquid.

Posisi ini menggunakan leverage 40x dengan harga likuidasi di kisaran $85.587 atau setara Rp 1,4 miliar).

Langkah ini berpotensi memengaruhi pergerakan harga Bitcoin secara signifikan dalam waktu dekat.

Detail Transaksi yang Mengguncang Pasar

Trader ini membayar biaya pendanaan sebesar $243.000 dan saat ini mencatat keuntungan belum terealisasi sebesar $4,6 juta (Rp 75,3 miliar) akibat penurunan harga Bitcoin ke level $83,527 (Rp 1,3 miliar).

Jika trader ini menutup posisinya dan mengambil keuntungan, Hyperliquid bisa mengalami kerugian besar.

Namun, jika harga Bitcoin melonjak dan posisi ini dilikuidasi, Hyperliquid akan dipaksa membeli BTC dengan harga lebih tinggi dari pasar.

Peran Hyperliquid dalam Perdagangan Kripto

Hyperliquid adalah platform perdagangan desentralisasi berbasis Layer-1 blockchain HyperEVM, yang menawarkan fitur canggih seperti copy trading dan scale orders.

Dengan volume perdagangan harian yang besar, Hyperliquid mulai bersaing dengan bursa desentralisasi utama seperti Uniswap dan Raydium.

Dampak terhadap Pasar Bitcoin

Posisi short dalam jumlah besar seperti ini dapat meningkatkan volatilitas Bitcoin. Jika harga BTC turun lebih lanjut, trader dapat meraup keuntungan besar.

Sebaliknya, jika harga melonjak di atas level likuidasi, Hyperliquid harus menutupi posisi ini, yang bisa menyebabkan lonjakan harga lebih tinggi.

Pergerakan harga Bitcoin sering kali dipengaruhi oleh aksi para trader besar. Dengan adanya posisi short besar di Hyperliquid, pasar bisa mengalami tekanan jual dalam jangka pendek.

Namun, jika terjadi pembalikan harga yang tajam, ini bisa memicu reli mendadak yang menguntungkan para pemegang Bitcoin.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Berpotensi Capai $126K pada Juni: Sinyal Kuat Bullish Market

Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah prediksi terbaru dari ekonom jaringan, Timothy Peterson, mengindikasikan potensi lonjakan harga yang signifikan dalam beberapa bulan ke depan.

Laporan Cointelegraph, berdasarkan data historis, Bitcoin bisa mencapai level tertinggi sepanjang masa sebesar $126.000 pada Juni 2025.

April Bisa Jadi Pemicu Kenaikan Harga BTC

Setelah mengalami penurunan sekitar 30% sejak puncaknya di pertengahan Januari, Bitcoin kini berada di ambang rebound besar. Peterson mengungkapkan bahwa Bitcoin saat ini diperdagangkan mendekati batas bawah kisaran musiman historisnya.

“Hampir semua kenaikan harga Bitcoin dalam satu tahun terjadi dalam dua bulan utama: April dan Oktober. Sangat mungkin Bitcoin dapat mencapai titik tertinggi baru sebelum Juni,” jelasnya melalui unggahan di platform X.

Jika pola historis ini kembali terjadi, Bitcoin bisa mengalami lonjakan harga hingga 50% dalam waktu dekat, menjadikannya salah satu aset paling menarik untuk diperhatikan.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 17 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 17 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Data Historis: Indikator Kuat Tren Positif

Timothy Peterson telah mengembangkan berbagai model untuk menganalisis harga Bitcoin, salah satunya adalah Lowest Price Forward, yang berhasil memprediksi level harga BTC yang tidak akan pernah ditembus kembali setelah dicapai.

Misalnya, setelah pemulihan besar dari titik terendah multi-tahun pada Maret 2020, model ini memperkirakan bahwa harga BTC tidak akan pernah jatuh di bawah $10.000 lagi sejak September tahun itu. Saat ini, Peterson memperkirakan level dasar baru berada di $69.000 dengan peluang 95% untuk bertahan.

Lebih lanjut, ia menetapkan target harga rata-rata sebesar $126.000 untuk 1 Juni 2025. Dengan kata lain, Bitcoin hanya membutuhkan waktu sekitar dua setengah bulan untuk kembali ke jalur bullish dan mencapai harga tertinggi baru.

Koreksi Pasar: Bagian dari Siklus Normal Bitcoin

Meskipun Bitcoin sempat menyentuh $76.000 sebelum mengalami koreksi, banyak analis menegaskan bahwa ini adalah bagian dari pola alami dalam siklus pasar.

Analis populer, Rekt Capital, menyoroti bahwa sejak awal 2023, Bitcoin telah mengalami setidaknya lima kali “kemunduran besar” dalam siklus ini. Hal ini menunjukkan bahwa volatilitas seperti yang terjadi saat ini bukanlah indikasi akhir dari tren bullish.

Selain itu, analis dari bursa kripto Bitfinex mengatakan bahwa posisi harga saat ini lebih bersifat sebagai “guncangan” ketimbang sinyal akhir dari tren naik yang sedang berlangsung.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Apakah Harga Bitcoin Menuju $105.000 (Rp 1,7 Miliar)?

Harga Bitcoin mengalami kenaikan 8% sejak 11 Maret, didorong oleh aksi beli besar-besaran dari para investor besar alias whale.

Thecoinrepublic menyebutkan pada Minggu (16/3) bahwa pemegang jangka panjang telah menambahkan 131.000 BTC ke dalam dompet mereka dalam sebulan terakhir, menunjukkan akumulasi yang kuat di level saat ini.

Posisi Long Margin Bitfinex Meningkat Tajam

Trader margin di Bitfinex telah meningkatkan posisi long mereka hingga $5,7 miliar, tertinggi sejak November 2024.

Lonjakan ini menunjukkan kepercayaan kuat terhadap pergerakan harga yang lebih tinggi, meskipun masih ada ketidakpastian ekonomi global.

Korelasi dengan Likuiditas Global

Menurut pakar pasar, harga Bitcoin memiliki korelasi 82% dengan pasokan uang global (M2).

Jika bank sentral terus menambah likuiditas untuk menghadapi risiko resesi, Bitcoin bisa mendapatkan dorongan tambahan untuk naik lebih tinggi.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 16 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 16 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Sejarah Pergerakan Bitcoin dan Posisi Long Margin

Dalam siklus sebelumnya, peningkatan margin longs di Bitfinex sering kali diikuti oleh kenaikan harga Bitcoin.

Pada September 2024, trader menambahkan 7.840 BTC saat harga di bawah $50.000 (Rp 817 juta), dan dua bulan kemudian, harga melonjak melewati $75.000 (Rp 1,23 miliar).

Faktor Eksternal yang Mendukung Kenaikan Harga

Kemenangan Donald Trump dalam pemilu Amerika Serikat pada November 2024 lalu diyakini telah berkontribusi pada lonjakan harga Bitcoin, karena kebijakan yang lebih ramah terhadap industri kripto.

Selain itu, Michael Saylor dikabarkan menggalang dana $21 miliar untuk membeli lebih banyak Bitcoin, menambah dorongan institusional ke pasar.

Tantangan Ethereum dengan Upgrade Pectra

Di sisi lain, Ethereum menghadapi penundaan dalam upgrade Pectra hingga akhir April.

Pengembang mengalami kendala dalam uji coba jaringan, meskipun target peluncuran mainnet tetap pada jalurnya.

Upgrade Pectra diharapkan meningkatkan fungsi dompet dan skalabilitas jaringan Ethereum.

Kunci Pergerakan Bitcoin: Support di $74.000

Meskipun tren bullish sedang berlangsung, Bitcoin harus mempertahankan level support kritis di $74.000 (Rp 1,22 miliar) agar tidak mengalami koreksi lebih lanjut.

Data dari Santiment menunjukkan tekanan jual dari pemegang BTC berukuran menengah, yang dapat memperlambat momentum kenaikan.

Mampukah Bitcoin Mencapai $105.000?

Jika akumulasi whale terus berlanjut dan aliran investasi institusional meningkat, Bitcoin memiliki peluang untuk menembus $105.000 (Rp 1,7 miliar).

Namun, kegagalan mempertahankan $74.000 (Rp 1,2 miliar) bisa berisiko membalikkan tren bullish saat ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Trump Ingin Akuisisi Bitcoin dalam Jumlah Besar: Strategi Pemerintah AS?

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana untuk melakukan akuisisi Bitcoin dalam jumlah besar sebagai bagian dari strategi ekonomi nasional.

Dalam sebuah pertemuan tertutup yang diadakan oleh Bitcoin Policy Institute, Bo Hines, Direktur Eksekutif Kelompok Kerja Presiden untuk Aset Digital, mengungkapkan bahwa pemerintah tidak menetapkan batasan terhadap jumlah Bitcoin yang ingin mereka akuisisi.

Strategi Cadangan Bitcoin Pemerintah AS

Berdasarkan laporan dari Decrypt pada Jumat (14/3), dalam pertemuan tersebut, ketika ditanya mengenai jumlah Bitcoin yang ingin dimiliki oleh pemerintah, Hines menjawab bahwa pertanyaan itu seperti menanyakan berapa banyak dolar yang seseorang inginkan.

Jawaban ini mengindikasikan bahwa pemerintah ingin mengakumulasi sebanyak mungkin Bitcoin.

Pembelian Bitcoin Tanpa Beban Pajak

Pemerintah AS menegaskan bahwa akuisisi Bitcoin akan dilakukan secara “netral anggaran,” sehingga tidak akan membebani wajib pajak.

Hal ini membuka peluang bagi strategi ekonomi baru yang bisa memperkuat cadangan keuangan nasional tanpa mengeluarkan biaya tambahan.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 14 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 14 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dukungan terhadap Bitcoin Act

Dalam pertemuan tersebut, muncul juga pertanyaan mengenai dukungan terhadap Bitcoin Act, yaitu sebuah undang-undang yang mengharuskan pemerintah membeli hingga satu juta BTC senilai sekitar $80 miliar.

Hines mengindikasikan bahwa Gedung Putih mendukung kebijakan yang menetapkan Cadangan Bitcoin Strategis dalam hukum.

Diskusi dengan Perusahaan Kripto

Departemen Keuangan AS juga mengadakan pertemuan dengan beberapa perusahaan kustodian kripto untuk membahas keamanan cadangan Bitcoin negara.

Salah satu perusahaan yang terlibat adalah Anchorage Digital, yang bertemu dengan pejabat Departemen Keuangan untuk membahas mekanisme penyimpanan Bitcoin secara aman.

Apakah Strategi Ini Berkelanjutan?

Rencana ini menimbulkan perdebatan mengenai keberlanjutannya, terutama terkait sumber pendanaan.

Bitcoin Act mengusulkan pendanaan dari reevaluasi sertifikat emas yang telah lama tidak diperbarui sejak tahun 1971.

Dengan kenaikan harga emas lebih dari 6.800% sejak saat itu, pemerintah berharap dapat mengalokasikan nilai tambahan tersebut untuk membeli Bitcoin.

Langkah pemerintahan Trump dalam mengakuisisi Bitcoin dalam jumlah besar menunjukkan betapa pentingnya aset digital ini dalam kebijakan ekonomi AS.

Dengan dukungan dari senator seperti Cynthia Lummis dan strategi yang dianggap “netral anggaran,” rencana ini bisa menjadi salah satu langkah besar dalam adopsi Bitcoin oleh pemerintah.

Namun, keberlanjutannya masih bergantung pada persetujuan legislatif dan efektivitas strategi pendanaannya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Menguat, Ukraina Siap Ajukan Proposal Gencatan Senjata

Pasar kripto dan saham mengalami lonjakan setelah Ukraina menyatakan kesiapan untuk menerima proposal gencatan senjata 30 hari yang didukung oleh Amerika Serikat seperti dilaporkan oleh Benzinga pada Rabu (13/3).

Langkah ini dipandang sebagai upaya deeskalasi konflik dengan Rusia, memicu reli di berbagai aset berisiko.

Rencana Gencatan Senjata yang Diusulkan

Proposal ini mencakup gencatan senjata sementara selama 30 hari, dimulainya kembali berbagi intelijen, serta bantuan kemanusiaan.

Namun, rencana ini masih bergantung pada partisipasi Rusia dalam kesepakatan.

Dampak Positif pada Pasar Saham

Indeks Nasdaq 100 yang dilacak oleh Invesco QQQ Trust melonjak lebih dari 400 poin dari posisi terendah hariannya dan ditutup naik 0,7%.

Saham-saham dengan kapitalisasi besar mencatat kenaikan signifikan, termasuk Astera Labs Inc. (ALAB) naik 8,72%, AppLovin Corp. (APP) naik 8,03%, dan Coinbase Global Inc. (COIN) naik 8,57%.

Bitcoin dan Kripto Ikut Naik

Bitcoin (BTC) mencatat kenaikan lebih dari 6%, memulihkan penurunan selama lima hari sebelumnya.

Mata uang kripto terbesar ini diperdagangkan di kisaran $83.320 per pukul 15:00 waktu New York, mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko.

Respons Amerika Serikat

Amerika Serikat menyambut baik langkah Ukraina ini dan berjanji akan melanjutkan bantuan keamanan serta berbagi intelijen dengan negara tersebut.

Selain itu, kesepakatan ini juga mencakup pertukaran tawanan perang dan pemulangan anak-anak Ukraina yang dipindahkan secara paksa.

Harapan untuk Perdamaian Jangka Panjang

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyebut keputusan Ukraina sebagai langkah positif dan berharap Rusia akan memberikan tanggapan yang sejalan.

Sementara itu, perundingan lanjutan direncanakan untuk menyusun kesepakatan yang lebih komprehensif mengenai sumber daya mineral strategis Ukraina.

Meskipun masih ada ketidakpastian terkait respons Rusia, optimisme pasar terhadap kemungkinan deeskalasi konflik telah mendorong kenaikan di berbagai instrumen keuangan.

Investor terus memantau perkembangan negosiasi ini untuk melihat dampaknya lebih lanjut terhadap stabilitas ekonomi global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

CTO Ripple dan Robert Kiyosaki: Sekarang Waktu yang Tepat Beli Bitcoin

Pasar kripto tengah mengalami tekanan, tetapi beberapa tokoh besar seperti CTO Ripple, David Schwartz, dan penulis serta investor terkenal, Robert Kiyosaki, percaya bahwa ini adalah momen yang tepat untuk membeli Bitcoin.

Dilaporkan BeInCrypto, sejarah menunjukkan bahwa Bitcoin bersifat siklus dan selalu pulih dalam jangka panjang.

Mengapa Sekarang Waktu yang Tepat?

Ada beberapa faktor yang mendukung optimisme ini, salah satunya adalah meningkatnya pasokan uang M2 yang menyediakan likuiditas baru.

Selain itu, Michael Saylor, CEO MicroStrategy, berencana mengalokasikan hingga $21 miliar untuk membeli Bitcoin, menunjukkan keyakinannya terhadap prospek aset digital ini.

Pendukung Bitcoin: Haruskah Membeli di Tengah Penurunan?

Harga Bitcoin sedang mengalami koreksi besar dalam beberapa minggu terakhir, dan sentimen pasar masih lemah. Bahkan KTT Kripto yang diadakan oleh mantan Presiden AS, Donald Trump, tidak mampu memberikan dorongan berarti bagi pasar.

Namun, David Schwartz melihat situasi ini sebagai peluang emas. Dalam pernyataannya di media sosial, ia mengatakan:

“Bagi saya, ini merupakan peluang untuk membeli. Ada dua jenis pengguna Bitcoin: mereka yang mencari alasan untuk membeli dan mereka yang tidak peduli. Saya 100% setuju dengan kedua kelompok tersebut.”

Senada dengan Schwartz, Michael Saylor juga menunjukkan sikap bullish terhadap Bitcoin dengan mengumumkan rencana penjualan saham senilai $21 miliar untuk mendanai akuisisi lebih lanjut.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 12 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 12 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Tanda-tanda Bearish Jangka Pendek

Meski beberapa indikator menunjukkan potensi pemulihan, masih ada beberapa faktor yang dapat menekan harga Bitcoin dalam jangka pendek:

  • Para penambang mulai menjual BTC mereka, yang bisa meningkatkan tekanan jual di pasar.
  • Komentar Donald Trump terkait potensi resesi turut menambah ketidakpastian ekonomi global.
  • Beberapa indikator teknikal masih menunjukkan pola bearish.

Namun, di balik tekanan tersebut, terdapat optimisme bahwa Bitcoin akan kembali mencapai titik tertinggi baru dalam beberapa tahun mendatang. Arthur Hayes, pendiri BitMEX, memprediksi bahwa meskipun akan ada penurunan jangka pendek, BTC kemungkinan akan mencapai level tertinggi baru sebelum tahun 2026.

Robert Kiyosaki: “Kesempatan Terbaik dalam Hidup Anda”

Robert Kiyosaki, penulis Rich Dad, Poor Dad, juga melihat peluang dalam kejatuhan pasar. Ia mengatakan bahwa krisis saat ini mungkin akan menjadi peluang investasi terbaik dalam hidup seseorang.

“Gelembung segalanya sedang meletus. Saya khawatir kejatuhan ini mungkin yang terbesar dalam sejarah. Jangan panik. Pada tahun 2008, saya menunggu, membiarkan kepanikan dan debu mereda, lalu mulai mencari aset riil yang bagus yang sedang diobral dengan diskon besar. Kejatuhan yang sedang dialami dunia ini, mungkin saja merupakan kesempatan terbaik dalam hidup Anda.”

Kiyosaki percaya bahwa meskipun pasar mengalami penurunan, Bitcoin akan pulih dan mencapai harga yang lebih tinggi. Menurutnya, membeli Bitcoin di harga rendah saat ini bisa menjadi keputusan finansial yang cerdas.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Anjlok di Bawah $80K, Akankah Bangkit ke $90K?

Harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan tajam pada 10 Maret 2025, turun di bawah $82.000 setelah munculnya sinyal bearish baru.

Koreksi ini memperpanjang pelemahan Bitcoin hingga 25% dari level tertinggi sepanjang masa, memicu kekhawatiran akan potensi penurunan lebih lanjut.

Pola Double-Top Picu Sentimen Negatif

Dalam wawancara dengan Thecoinrepublic, Analis veteran, Peter Brandt, menyoroti pola double-top yang telah dikonfirmasi sejak Desember lalu.

Pola ini menunjukkan bahwa Bitcoin berada dalam tren penurunan yang kuat. Menurutnya, untuk mengubah momentum menjadi positif kembali, BTC harus berhasil menembus level $90.000.

Akumulasi Whale Bisa Jadi Sinyal Pemulihan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 11 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 11 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Meskipun harga Bitcoin melemah, data on-chain menunjukkan adanya akumulasi dari investor besar (whale).

Laporan Santiment mengungkapkan bahwa dompet dengan lebih dari 10 BTC telah menambah sekitar 5.000 BTC sejak 3 Maret. Akumulasi ini berpotensi menjadi katalis pemulihan harga pada pertengahan Maret.

$90K Jadi Level Kunci Pemulihan Bitcoin

Menurut analis teknikal Captain Faibik, Bitcoin berpeluang menguji kembali level $90.000 dalam beberapa hari mendatang.

Namun, ketidakpastian makroekonomi, termasuk kebijakan tarif Donald Trump dan ketegangan geopolitik, masih menjadi faktor penghambat reli.

Jika BTC gagal menembus $90.000, Arthur Hayes, pendiri BitMEX, memperkirakan harga akan kembali ke $78.000, dengan support kritis berikutnya di $75.000.

Apakah Bitcoin Bisa Jatuh ke $70K?

Saat ini, Bitcoin masih berada dalam tekanan setelah turun di bawah $80.000. Sempat pulih ke $82.228, namun tekanan jual tetap mendominasi pasar.

Data dari Deribit menunjukkan bahwa minat terbuka (open interest) pada level $70.000 hingga $80.000 mencapai ratusan juta dolar, yang bisa menyebabkan volatilitas tinggi.

Firma riset 10x Research menyebut penurunan ini sebagai “koreksi textbook,” di mana sekitar 70% aksi jual berasal dari pemegang jangka pendek yang panik.

Hal ini mengindikasikan bahwa kepanikan investor menjadi faktor utama pelemahan harga Bitcoin.

Dengan Fear & Greed Index turun ke 20, sentimen pasar masih dalam kondisi “ketakutan ekstrem.” Bitcoin harus bertahan di atas support $75.000 dan kembali menembus $90.000 untuk mengembalikan momentum bullish.

Apakah akumulasi whale bisa membalikkan tren bearish? Pasar akan menentukan dalam beberapa hari mendatang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Penyebab Nyata di Balik Anjloknya Pasar Kripto Senilai $1,2 Triliun

Pasar kripto mengalami penurunan tajam dengan total kehilangan nilai mencapai $1,2 triliun.

Menurut laporan Thecoinrepublic pada Selasa (11/3), Ethereum (ETH) menjadi salah satu aset yang paling terdampak, kehilangan lebih dari 50% sejak Desember lalu.

Fenomena ini juga mempengaruhi pasar saham, dengan total gabungan kehilangan nilai mencapai $5,5 triliun dalam dua bulan terakhir.

Ethereum dan Bitcoin Terimbas Volatilitas Pasar

Pada puncak volatilitas, harga Ethereum sempat turun di bawah $2.000, menandai titik terendah baru bagi aset digital ini.

Bitcoin (BTC) juga mengalami penurunan harga signifikan, dengan nilai saat ini berada di angka $78.220, turun 5,92% dalam 24 jam terakhir.

Sementara itu, Ethereum berada di $1.901,36 setelah mengalami penurunan 5,45%. Altcoin lain, seperti XRP, Solana (SOL), dan Cardano (ADA), juga mengalami penurunan harga besar-besaran.

Cardano mencatatkan penurunan paling tajam sebesar 6,18%. Sementara Solana mengalami likuidasi terbesar dengan nilai mencapai $34 juta dalam sehari.

Bahkan, dalam 14 hari terakhir, Ethereum mengalami penurunan lebih dari 14% meskipun adanya produk ETF spot yang seharusnya meningkatkan arus masuk modal.

Faktor Penyebab Penurunan Pasar Kripto

Analis dari The Kobeissi Letter mengungkapkan bahwa penurunan pasar ini sebagian besar dipicu oleh ketidakpastian ekonomi yang dipengaruhi oleh kebijakan perdagangan Donald Trump.

Pada 1 Februari 2025, perang dagang yang semakin memanas menambah tekanan pada pasar keuangan global.

Selain itu, perubahan sentimen investor menjadi faktor utama lainnya. Hanya dalam hitungan hari, pasar berpindah dari kondisi “keserakahan ekstrem” menjadi “ketakutan ekstrem”.

Tren ini juga diperburuk oleh penurunan signifikan dalam investasi pada saham-saham Magnificent 7, yang berimbas langsung pada pasar kripto.

Likuidasi besar-besaran juga terjadi, dengan total $828 juta dilikuidasi dalam 24 jam terakhir dari lebih dari 268.000 trader.

Ethereum menjadi salah satu aset yang paling terdampak dengan likuidasi senilai $197,18 juta.

Strategi Pasar Kripto 2025

Meskipun pasar masih dalam tekanan bearish, beberapa analis melihat peluang bagi investor yang berani mengambil risiko.

The Kobeissi Letter menyatakan bahwa ada pergeseran posisi di pasar yang bisa dimanfaatkan.

Indeks Volatilitas (VIX) yang meningkat lebih dari 70% dalam sebulan terakhir menjadi indikator adanya potensi pemulihan.

Indeks Dow Jones diperkirakan akan mengalami kenaikan minimal 1.000 poin dalam waktu dekat.

Mengingat korelasinya dengan pasar kripto, Bitcoin dan Ethereum kemungkinan besar juga akan mengalami kenaikan harga dalam beberapa bulan mendatang.

Secara keseluruhan, meskipun pasar kripto saat ini mengalami tekanan besar, peluang untuk pemulihan tetap ada bagi investor yang mampu mengantisipasi perubahan tren dengan strategi yang tepat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Berpotensi Mengalami Bull Trap Sebelum Koreksi Tajam

Seorang analis kripto dalam wawancaranya dengan Cryptopolitan memperingatkan bahwa Bitcoin, Ethereum, dan altcoin lainnya mungkin sedang mengalami bull trap sebelum mengalami koreksi tajam.

Dalam analisisnya, ia memprediksi bahwa Bitcoin bisa mencapai $100.000 (Rp 1,6 miliar) dan Ethereum naik hingga $3.000 (Rp 48 juta) sebelum mengalami penurunan harga yang signifikan antara 30% hingga 60%.

Menurut analis yang dikenal sebagai Capo, kondisi ini bisa terjadi akibat kejadian tak terduga di pasar, seperti peristiwa black swan yang memiliki dampak besar pada ekosistem keuangan.

Salah satu contoh black swan yang pernah terjadi adalah pandemi COVID-19 yang menyebabkan pasar kripto mengalami penurunan drastis.

Jalan Terjal Bitcoin dan Ethereum

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 10 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 10 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Meskipun saat ini pasar kripto menunjukkan tanda-tanda kenaikan, analis memperingatkan bahwa ini bisa menjadi sinyal palsu.

Bull trap terjadi ketika harga tampak naik tetapi kemudian berbalik arah, menyebabkan investor yang membeli di puncak mengalami kerugian.

Saat ini, harga Bitcoin diperdagangkan di kisaran $82.659 (Rp 1,3 miliar), mengalami penurunan 4% dalam 24 jam terakhir, sementara Ethereum berada di angka $2.010 (Rp 32,8 juta) setelah turun 8%.

Pergerakan Harga Ethereum

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 10 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 10 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Data on-chain menunjukkan bahwa nilai Bitcoin telah merosot 11% dalam seminggu terakhir, sementara volume perdagangan harian menurun sebesar 53%.

Namun, ada tanda-tanda optimisme di antara investor besar. Bitcoin whales telah membeli lebih dari 22.000 BTC dalam tiga hari berturut-turut, yang menunjukkan bahwa institusi masih memiliki pandangan bullish terhadap pasar.

Harus diakui, pasar kripto selalu penuh dengan ketidakpastian, dan bull trap yang diprediksi bisa menjadi tantangan besar bagi investor.

Meski begitu, potensi kenaikan jangka panjang tetap ada, terutama jika pasar berhasil melewati fase koreksi ini.

Ethereum dan Bitcoin masih menjadi dua aset digital yang banyak diminati, dengan peluang besar untuk kembali menguat setelah koreksi terjadi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Turun di Bawah $84.000: Investor Bingung Ada Apa?

Harga Bitcoin kembali mengejutkan investor setelah turun di bawah angka $84.000. Padahal, dalam sepekan terakhir, pasar kripto diselimuti gelombang berita fundamental yang bullish.

Para analis sebelumnya memperkirakan lonjakan harga Bitcoin pasca penandatanganan Strategic Bitcoin Reserve, namun realitas di pasar justru menunjukkan tren sebaliknya.

Harga Bitcoin Turun, Sinyal On-Chain Melemah

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin telah merosot hampir 4%, kini bertahan di kisaran $83.000. Grafik tujuh hari mengonfirmasi bahwa BTC mengalami penurunan sebesar 3,37%, sementara volume perdagangan harian anjlok hingga 53%.

Di tengah kemerosotan ini, para whale Bitcoin justru semakin agresif mengumpulkan aset, dengan total akumulasi mencapai lebih dari 22.000 BTC dalam tiga hari terakhir.

Penurunan harga ini terjadi meskipun pekan lalu diwarnai dengan sentimen positif, seperti perintah eksekutif untuk Cadangan Bitcoin Strategis dan KTT Kripto di Gedung Putih. Banyak yang berharap langkah ini akan memacu reli harga, namun kenyataannya Bitcoin justru terancam turun lebih dalam hingga di bawah $80.000.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 9 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 9 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Seorang analis bahkan mengungkapkan keheranannya atas fenomena ini: “Selama 8 tahun saya berkecimpung di Bitcoin, saya rasa belum pernah melihat pergerakan harga yang begitu terputus dari berita. Minggu ini mungkin merupakan minggu paling bullish dalam sejarah Bitcoin, tetapi pasar justru melemah.”

Mengapa Bitcoin Anjlok Setelah Pekan yang Bullish?

Beberapa faktor turut berkontribusi pada tekanan harga Bitcoin yang terjadi belakangan ini. Pertama, faktor ekonomi makro global, terutama kebijakan tarif baru dari AS, memicu aksi jual besar-besaran pada Bitcoin dan aset kripto lainnya.

Selain itu, rilis laporan penggajian nonpertanian (NFP) pada Jumat lalu mengindikasikan kemungkinan pengetatan moneter oleh The Fed. Jika kebijakan ini diberlakukan, maka suku bunga yang lebih tinggi dapat mengurangi minat investor terhadap aset spekulatif seperti Bitcoin.

Para analis juga menyoroti bahwa meskipun perintah eksekutif untuk Strategic Bitcoin Reserve dan Crypto Summit membawa sentimen positif, kurangnya kebijakan konkret yang “dapat ditindaklanjuti” membuat investor masih ragu untuk masuk ke pasar.

Dampak Penurunan Bitcoin terhadap Pasar Kripto

Koreksi harga Bitcoin juga menyeret altcoin utama ke zona merah. Ethereum (ETH) turun 3,24%, XRP anjlok 6,38%, dan Binance Coin (BNB) melemah 4,78% dalam sehari terakhir. Secara keseluruhan, lebih dari $150 juta dana mengalami likuidasi, sementara kapitalisasi pasar kripto global turun hampir 6% menjadi $2,68 triliun.

Saat ini, investor menantikan apakah Bitcoin mampu bertahan di atas $80.000 atau justru semakin tertekan di tengah ketidakpastian makroekonomi. Dengan volatilitas yang masih tinggi, keputusan investor dalam beberapa hari ke depan akan sangat menentukan arah pergerakan pasar selanjutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com