Tag Archives: btc

GameStop Berinvestasi di Bitcoin, Akankah Harga BTC Sentuh $100.000?

GameStop, perusahaan ritel video game asal Amerika Utara, mengumumkan rencana mengalokasikan sebagian cadangan perusahaannya ke Bitcoin (BTC).

Dilaporkan Cointelegraph, langkah ini menambah daftar perusahaan yang mengikuti strategi perbendaharaan Bitcoin, seperti MicroStrategy, Metaplanet, dan MARA Holdings. Namun, apakah keputusan GameStop ini cukup untuk mendorong harga BTC menembus $100.000?

Bitcoin Masih Berjuang di Bawah $100.000

Meski permintaan institusional terhadap Bitcoin terus meningkat, harga BTC belum mampu kembali ke level $100.000 selama 50 hari terakhir. Padahal, kondisi makroekonomi dan regulasi tampak mendukung, termasuk perintah eksekutif US Strategic Bitcoin Reserve oleh Presiden Donald Trump pada 6 Maret lalu yang memungkinkan akuisisi BTC dengan strategi “netral anggaran.”

Keputusan GameStop untuk mengadopsi Bitcoin terjadi di tengah momentum positif bagi aset kripto. Perusahaan ini sebelumnya menghadapi ancaman kebangkrutan pada 2021, namun berhasil bangkit melalui fenomena short squeeze yang menggemparkan pasar. Kini, dengan cadangan kas sebesar $4,77 miliar per Februari 2025, GameStop berupaya memperkuat neracanya dengan aset digital.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 27 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 27 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Tren Adopsi Bitcoin di Perusahaan Global

GameStop bukan satu-satunya entitas yang beralih ke Bitcoin. Metaplanet, perusahaan asal Jepang, baru-baru ini menunjuk Eric Trump, putra Presiden AS Donald Trump, ke dalam dewan penasihat strategisnya. Sementara itu, MARA Holdings mengadopsi kebijakan perbendaharaan BTC dengan prinsip “memegang semua Bitcoin” dan meningkatkan eksposur melalui penerbitan utang.

Namun, investor masih mempertanyakan apakah langkah-langkah ini cukup untuk mendorong BTC ke level lebih tinggi, terutama mengingat emas saat ini hanya 1,3% di bawah rekor tertingginya di $3.057. Sementara itu, keterbatasan dalam produk investasi Bitcoin, seperti ETF berbasis tunai, masih menjadi hambatan utama bagi adopsi institusional yang lebih luas.

Regulasi dan Integrasi TradFi Masih Jadi Tantangan

Meskipun regulasi AS mulai lebih ramah terhadap kripto, integrasi Bitcoin ke dalam keuangan tradisional (TradFi) masih mengalami kendala. Bank besar seperti JPMorgan hanya bertindak sebagai kustodian atau perantara instrumen terkait kripto, tanpa keterlibatan lebih dalam. Selain itu, beberapa institusi keuangan, seperti Vanguard, masih melarang perdagangan ETF Bitcoin bagi kliennya.

Pasar derivatif Bitcoin juga belum memiliki kejelasan regulasi. Bursa seperti Chicago Mercantile Exchange (CME) hanya menguasai 23% dari total open interest Bitcoin futures senilai $56,4 miliar, sementara pesaing offshore mendapat keuntungan dari regulasi yang lebih longgar dan prosedur registrasi klien yang lebih mudah.

Investor Masih Ragu, BTC ke $200.000 Masih Jauh?

Meskipun GameStop dan sejumlah perusahaan lain terus menambah eksposur terhadap Bitcoin, skeptisisme masih tinggi di kalangan investor institusional. Kekhawatiran terkait manipulasi pasar, transparansi bursa, serta denda besar yang telah dibayarkan oleh Binance, KuCoin, OKX, dan Kraken menjadi faktor utama yang menghambat kepercayaan terhadap sektor kripto.

Dengan kondisi ini, minat beli dari beberapa perusahaan besar saja tidak cukup untuk membawa BTC ke level $200.000 dalam waktu dekat. Selama sektor perbankan belum sepenuhnya mengintegrasikan Bitcoin dan sentimen risiko tetap tinggi, potensi kenaikan harga Bitcoin masih akan terbatas.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Prediksi Harga BTC, ETH, XRP Jelang Liberation Day Trump

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan akan menggelar acara bertajuk “Liberation Day” (Hari Pembebasan) yang disebut-sebut berpengaruh besar pada pasar aset digital.

Bagaimana prospek harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan XRP menjelang momen ini? Simak analisis lengkapnya di bawah ini.

Tentang Liberation Day

Meski detailnya masih simpang-siur, Liberation Day diklaim sebagai agenda Trump untuk mengumumkan kebijakan ekonomi dan kebebasan finansial yang pro-kripto.

Spekulasi beredar bahwa acara ini mungkin terkait dengan deregulasi kripto yang digadang bakal melucuti aturan SEC terhadap aset digital.

Agenda ini juga dikaitkan dengan penerbitan stablecoin pemerintah, sebagai buntut lanjutan dari proyek World Liberty (WLFI) yang diuji di BNB Chain.

Selain itu, Liberation Day disebut-sebut sebagai bagian dari eksekusi strategi politik Trump saat pemilu 2024 lalu guna menarik pemilih muda dan pemilik aset kripto.

Prediksi Harga Bitcoin (BTC): Akankah Tembus $75K?

Bitcoin saat ini bergerak di kisaran $67.000–$69.000, dengan sentimen bullish yang didorong oleh beberapa faktor.

Salah satunya, ETF Approval Effect yang berimbas pada aliran masuk dana ke ETF Bitcoin mencapai $15 miliar sejak Januari 2024.

Faktor yang mempengaruhi harga BTC lainnya adalah Halving Effect. Imbas pengurangan pasokan pasca-halving April 2024 yang mulai terasa.

Sedangkan Liberation Day yang merupakan kebijakan pro-kripto Trump bisa memicu kenaikan likuiditas institusional.

Untuk analisis teknisnya, resistance utama mencapai level psikologis $70.000. Namun jika Breakout, estimasinya berada di rentang $75.000–$80.000, dengan support kritis di level $65.000.

“BTC berpotensi rally 15–20% jika Trump mengonfirmasi dukungan regulasi positif,” ujar Michaël van de Poppe sebagaimana dikutip dari Coingape pada Selasa (25/3).

Prospek Ethereum (ETH)

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 25 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 25 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Sementara itu, harga Ethereum saat ini bertahan di kisaran $3.400–$3.600, dengan beberapa katalis, termasuk spot ETF Ethereum yang dijadwalkan SEC dijadwalkan pada Mei mendatang.

Fluktuasi harga ETH turut dipengaruhi penurunan biaya gas fee yang meningkatkan adopsi Layer 2.

Meski begitu, DeFi dsan NFT Revival mendorong aktivitas di Uniswap dan OpenSea meningkat 30% sejak Maret.

“ETH siap menyalip BTC dalam hal ROI jika ETF mendapat lampu hijau. Ethereum 2.0 akan fokus pada skalabilitas, membuat ETH lebih menarik sebagai aset produktif,” ungkap

XRP: Akankah Sentimen Ripple vs. SEC Picu Pump?

Berbeda dengan dua aset kripto sebelumnya, harga XRP masih terjebak di $0.50–$0.55 akibat ketidakpastian hukum Ripple vs. SEC.

Namun, momen Liberation Day bisa jadi katalis asalkan Trump mendorong regulasi pro-kripto dan kasus Ripple menemui titik terang.

Selain itu, rumor kolaborasi Ripple dengan bank sentral negara berkembang turut memicu ketidakpastian pasar.

Meski demikian, momen ini bisa dijadikan ajang untuk memulihkan kepercayaan publik pasca berseteru dengan SEC, dengan estimasi volume perdagangan XRP akan naik 25% pada minggu ini.

“XRP berpotensi rebound 40% jika Ripple menang banding vs. SEC. Kami optimistis kasus ini selesai secepatnya, sekaligus membuka jalan adopsi masif,” ujar Brad Garlinghouse, CEO Ripple.

Risiko dan Faktor Penghambat

Jika tidak berjalan dengan mulus, kebijakan Trump mungkin justru memicu perang dagang AS dengan negara lain.

Situasi ini juga bisa dimanfaatkan investor besar (whale) untuk memanipulasi pasar dengan cara buy the rumor, sell the news.

Dari aspek makro, inflasi AS dan kebijakan suku bunga The Fed masih jadi ancaman di kalangan investor.

Peluang atau Jebakan?

Liberation Day ala Trump berpotensi jadi katalis jangka pendek untuk BTC, ETH, dan XRP. Namun, investor harus waspada terhadap volatilitas pasca-pengumuman. .

Investor disarankan untuk memantau pernyataan Trump tentang regulasi kripto, amati perubahan volume perdagangan BTC di Binance dan Coinbase, serta update terus kasus Ripple vs SEC.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin dan Ethereum Stabil, Dogecoin Naik di Tengah Pasar Datar

Pasar kripto diperdagangkan relatif datar pada Rabu (26/3) meskipun terdapat beberapa pergerakan signifikan pada aset tertentu, seperti Bitcoin dan Ethereum.

Menurut laporan Benzinga, kapitalisasi pasar kripto global tercatat turun tipis sebesar 0,6% menjadi $2,9 triliun.

Pergerakan Harga Kripto

Bitcoin (BTC) mengalami sedikit kenaikan 0,03% menjadi Rp 88.471. Ethereum (ETH) turun 0,6% ke Rp 2.079,34, sementara XRP melemah 0,3% ke Rp 2,46. Di sisi lain, Dogecoin (DOGE) mencatat kenaikan 1,6% menjadi Rp 0,1910.

Beberapa altcoin mengalami kenaikan lebih signifikan. Kronos (CRO) melonjak 29,2% ke Rp 0,1063, sementara Move (MOVE) naik 23,9% menjadi Rp 0,5414. Zcash (ZEC) juga mencatat pertumbuhan 14,2% ke Rp 36.820.

Data On-Chain dan Likuidasi

Data IntoTheBlock mencatat lonjakan volume transaksi besar hingga 78%, dengan transaksi lebih dari $100.000 meningkat dari 6.350 menjadi 10.665 dalam satu hari. Arus bersih bursa juga mengalami penurunan sebesar 792,4%.

Sementara itu, laporan Coinglass menunjukkan 81.429 pedagang dilikuidasi dalam 24 jam terakhir dengan total nilai likuidasi mencapai $172,32 juta.

Sentimen dan Analisis Pasar

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 26 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 26 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Analis kripto Ali Martinez mengungkapkan bahwa lebih dari 22.000 BTC telah ditarik dari bursa dalam seminggu terakhir, mengindikasikan akumulasi oleh investor besar. Data Santiment juga menunjukkan bahwa harga Bitcoin kembali naik ke Rp 88.350 setelah sempat turun ke Rp 77.500 dua minggu lalu, didorong oleh peningkatan dompet yang menyimpan 100 hingga 10.000 BTC.

Menurut analis Stockmoney Lizards, koreksi Bitcoin di bawah $80.000 menjadi peluang akumulasi, terlepas dari berapa lama pemulihan akan berlangsung.

Pergerakan Makro dan Prediksi

Altcoin Sherpa memproyeksikan Bitcoin dapat mencapai level $90.000 sebelum mengalami koreksi lebih lanjut. Sementara itu, Daan Crypto Trades menyoroti korelasi antara volatilitas Bitcoin dan pergerakan pasar saham, khususnya S&P 500.

Di sisi lain, CrypNuevo menilai pemulihan penuh Bitcoin bergantung pada level $91.500, meskipun masih ada kemungkinan harga turun ke kisaran $82.000-$81.000 sebelum mengalami kenaikan lebih lanjut.

Perkembangan Industri

Dalam perkembangan terbaru, GameStop mengumumkan akuisisi Bitcoin sebagai bagian dari perbendaharaannya. Sementara itu, BlackRock memperluas penawaran ETF Bitcoin ke Eropa dan meluncurkan dana pasar uang tokenisasi ‘BUIDL’ di jaringan Solana.

Di Jepang, stablecoin dolar pertama yang didukung secara legal segera diluncurkan, memberikan peluang baru bagi pasar aset digital di negara tersebut.

Pasar kripto saat ini masih bergerak stabil dengan kecenderungan akumulasi oleh investor besar. Bitcoin diperkirakan akan mengalami pergerakan signifikan jika berhasil mencapai level $91.500, sementara altcoin seperti Dogecoin dan Kronos menunjukkan momentum kenaikan yang kuat di tengah pasar yang relatif datar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Berpeluang Capai Rekor Tertinggi Baru di 2025, Analis Optimis

Harga Bitcoin (BTC) diprediksi memiliki peluang 75% untuk mencapai titik tertinggi baru dalam sembilan bulan ke depan. Hal ini disampaikan oleh ekonom jaringan Bitcoin, Timothy Peterson, dalam analisisnya yang diposting di platform X pada 25 Maret 2025.

Peterson menyoroti bahwa posisi BTC saat ini berada di batas bawah kisaran historisnya. Ia menyatakan bahwa Bitcoin kini berada dalam ambang batas 25% terendah, yang secara historis menunjukkan kemungkinan besar untuk reli positif.

Potensi Kenaikan di April dan Oktober

Lebih lanjut, Peterson mengungkapkan bahwa ada peluang 50% bagi BTC untuk mencatatkan kenaikan lebih dari 50% dalam waktu dekat. Pernyataan ini didukung oleh studi sebelumnya yang menunjukkan bahwa Bitcoin cenderung mengalami lonjakan harga tertinggi pada bulan April dan Oktober, masing-masing dengan kenaikan rata-rata 12,98% dan 21,98% dalam dekade terakhir.

Grafik musiman Bitcoin 10 tahun. Sumber: X.com.
Grafik musiman Bitcoin 10 tahun. Sumber: X.com.

Zona Likuiditas Kritis

Sementara itu, analis dari CryptoQuant dengan nama samaran Crazzyblockk mengidentifikasi level harga yang harus diperhatikan investor. Menurutnya, harga yang terealisasi untuk paus jangka pendek adalah sekitar $91.000, sedangkan sebagian besar alamat yang sangat aktif memiliki basis biaya di kisaran $84.000 hingga $85.000.

Penurunan harga di bawah kisaran ini berpotensi memicu aksi jual, menjadikan area tersebut sebagai zona likuiditas yang penting.

“Zona biaya onchain ini menjadi titik keputusan utama yang bisa memengaruhi psikologi pasar. Investor dan trader harus memantau pergerakan harga di area ini untuk mengukur kekuatan tren dan potensi pembalikan,” ujar Crazzyblockk.

Prediksi ini semakin menguatkan optimisme pasar terhadap pergerakan harga Bitcoin menjelang tahun 2025. Investor kini menanti perkembangan lebih lanjut, terutama dalam beberapa bulan ke depan yang berpotensi membawa momentum bullish bagi aset kripto terbesar ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Rekor Baru! ETF Bitcoin AS Serap 8.775 BTC dengan Inflow Rp 12 Triliun

Lonjakan minat institusional terhadap Bitcoin kembali mencatatkan rekor baru yang bakal sulit dilewati.

Berdasarkan laporan The Defiant pada Selasa (25/3), ETF Bitcoin AS mencatat inflow sebesar $744 juta (sekitar Rp 12 triliun) dalam sepekan terakhir, setara dengan 8.775 BTC yang diserap dari pasar.

Aksi akumulasi masif ini terjadi di tengah sorotan pada Ethereum terkait potensi ETF dan upgrade jaringan.

ETF Bitcoin: Fakta dan Angka Terkini

Hingga berita ini tayang, total aset kelolaan (AUM) ETF Spot Bitcoin AS mencapai lebih dari $55 miliar yang dipimpin oleh BlackRock (IBIT) dan Fidelity (FBTC).

Inflow harian tertinggi berhasil dicatatkan pada 24 Juni 2024 dengan inflow bersih mencapai $217 juta yang merupakan level tertinggi sejak Maret 2024.

90% inflow berasal dari investor institusional, termasuk dana pensiun dan perusahaan asuransi.

Faktor Pemicu

Lonjakan inflow ETF Bitcoin dipicu ketidakpastian regulasi Ethereum. Penundaan keputusan SEC tentang ETF Ethereum membuat investor beralih ke Bitcoin sebagai “safe haven”.

“Inflow ETF Bitcoin mencerminkan kepercayaan institusi yang semakin dalam. Mereka tak sekadar spekulasi, tapi melihat BTC sebagai lindung nilai inflasi jangka panjang,” kata Eric Balchunas, analis dari Bloomberg.

Dalam beberapa hari terakhir, harga Bitcoin menembus $67.000 setelah sentimen positif dari Fed tentang potensi penurunan suku bunga, sehingga para investor kembali aktif berinvestasi di Bitcoin.

Investor institusi juga mulai mengakumulasi BTC jelang pengurangan pasokan untuk mengantisipasi halving April 2025.

Ethereum di Tengah Bayang-Bayang Bitcoin

Meski ETF Bitcoin merajai, Ethereum nyatanya tak sepenuhnya kehilangan sorotan di kalangan investor.

Berkat rencana Upgrade Pectra, peningkatan jaringan Ethereum pada Q4 2024 ini diyakini bakal meningkatkan utilitas ETH.

Analis Bloomberg memperkirakan 35% kemungkinan ETF Ethereum disetujui SEC pada 2025.

Selain itu, total nilai terkunci (TVL) di protokol Ethereum naik 12% dalam sebulan, yang didorong oleh tren restaking.

Apakah Momentum Akan Berlanjut?

Rekor inflow ETF Bitcoin menegaskan bahwa aset kripto semakin tak terhindarkan dalam portofolio modern.

Bitcoin akan terus jadi primadona institusi berkat likuiditas tinggi dan status “digital gold”.

Pasalnya, ETH memiliki potensi rally lebih besar jika ETF disetujui, tapi risiko regulasi lebih tinggi.

Pada dasarnya, investor akan tetap memantau pergerakan BTC dan ETH, melakukan riset, sebelum akhirnya berinvestasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Waspada! Validator Solana Raup $1,3 Juta Karena Sandwich Attack

Sebuah insiden mengejutkan terjadi di jaringan Solana. Seorang validator yang tidak bertanggung jawab dilaporkan berhasil meraup $1,3 juta (sekitar Rp 20 miliar) dalam satu bulan dengan memanfaatkan teknik serangan sandwich, sebuah eksploitasi canggih yang merugikan pengguna DeFi.

Lantas, bagaimana hal ini bisa terjadi, dan apa dampaknya bagi keamanan ekosistem Solana?

Apa Itu Sandwich Attack?

Serangan sandwich adalah bentuk front-running di bursa terdesentralisasi (DEX), di mana pelaku mengeksploitasi urutan transaksi untuk mengambil keuntungan ilegal.

Mekanismenya dimulai dengan mendeteksi transaksi pengguna. Pelaku memantau transaksi besar yang akan dieksekusi, misalnya pembelian token.

Jika tahap pertama berjalan mulus, pelaku melanjutkannya pada fase Place Order, baik sebelum dan sesudah transaksi.

Pelaku membeli token tersebut sebelum transaksi pengguna yang mendorong harga naik, lalu menjualnya setelah transaksi pengguna selesai (harga turun akibat likuiditas tersedot).

Ladang cuan haram pelaku datang berkat profit dari selisih harga. Keuntungan diambil dari selisih harga yang dimanipulasi, sementara pengguna mengalami slippage tinggi atau kerugian tak terduga.

Modus Oknum Validator

Menurut laporan Finbold pada Selasa (25/3), validator ini memanfaatkan posisinya dalam jaringan Solana untuk memonitor transaksi pengguna.

Sebagai validator, ia memiliki akses ke mempool (antrian transaksi) dan mengidentifikasi transaksi besar yang rentan.

Dengan MEV (Miner Extractable Value), ia mengatur ulang urutan transaksi untuk mengeksekusi serangan sandwich.

Kemudian dalam 30 hari, serangan ini ditaksir menghasilkan $1,3 juta dari ratusan korban, terutama pengguna DEX seperti Raydium dan Orca.

Dampak pada Pengguna dan Jaringan Solana

Akibat ulah oknum tersebut, kerugian pengguna ditaksir mencapai 15–20% per transaksi akibat slippage dan harga yang dimanipulasi.

Insiden ini juga mencoreng reputasi dan kredibilitas Solana sebagai jaringan DeFi yang cepat dan murah.

Dengan sistem Solana saat ini, risiko terjadinya MEV semakin meningkat. Validator nakal semakin kreatif mengeksploitasi kelemahan protokol, terutama di jaringan dengan throughput tinggi seperti Solana.

Untuk menghindari kejadian serupa, investor diharapkan untuk membatasi Ukuran transaksi. Hindari transaksi besar di DEX untuk mengurangi risiko jadi target.

Gunakan juga Limit Order. Pasalnya, fitur ini membantu membatasi slippage meski harga berfluktuasi.

Tak kalah penting, pilih platform terpercaya yang mengutamakan DEX dengan sistem proteksi MEV seperti 1inch atau CowSwap.

Masa Depan DeFi: Bisakah Serangan Dicegah?

Insiden ini membuktikan bahwa MEV masih jadi ancaman serius di DeFi. Meski Solana dikenal dengan kecepatan dan biaya rendah, keamanan tetap menjadi tantangan.

Langkah kolaboratif antara pengembang, validator, dan komunitas diperlukan untuk meningkatkan Audit Smart Contract; menerapkan standar kode Etik untuk validator; dan edukasi pengguna tentang Risiko MEV.

Meski DeFi menawarkan kebebasan finansial, risiko eksploitasi seperti serangan sandwich selalu mengintai. Selalu lakukan riset sebelum bertransaksi, dan pantau update keamanan dari platform yang digunakan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Dekati $90.000 di Tengah Sentimen Pasar yang Bullish

Bitcoin (BTC) terus menunjukkan performa positif dengan melonjak mendekati angka $90.000 setelah mencapai level $88.147,25.

Lonjakan ini mencerminkan kenaikan 3,56% dalam 24 jam terakhir dan peningkatan 5,73% dalam sepekan. Sepanjang hari, BTC diperdagangkan dalam kisaran $84.832,16 hingga $88.758,73, mengindikasikan momentum bullish yang kuat.

Indikator Pasar Bitcoin

  • Volume perdagangan 24 jam: $27,65 miliar, naik 154,27% dibandingkan hari sebelumnya.
  • Kapitalisasi pasar: $1,74 triliun, mengalami peningkatan 3,51% dalam sehari.
  • Dominasi BTC: 61,70%, sedikit turun 0,07% dalam 24 jam terakhir.
  • Minat terbuka berjangka BTC: $58,44 miliar, naik 8,92%, menunjukkan meningkatnya minat investor.
  • Likuidasi Bitcoin: $106,78 juta, dengan $13,55 juta likuidasi panjang dan $93,23 juta likuidasi pendek akibat kenaikan harga BTC.

Faktor Pendorong Kenaikan Bitcoin

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 25 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 25 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Geoffrey Kendrick, Kepala Penelitian Aset Digital di Standard Chartered, menilai bahwa Bitcoin memiliki peran ganda sebagai lindung nilai terhadap risiko keuangan tradisional (TradFi) dan sebagai proxy saham teknologi karena korelasinya dengan Nasdaq.

“Kami melihat Bitcoin melampaui $90.000 minggu ini. Dalam jangka menengah, BTC berfungsi sebagai lindung nilai terhadap permasalahan TradFi, tetapi dalam jangka pendek, harganya bergerak sejalan dengan Nasdaq,” kata Kendrick.

Beberapa faktor utama yang berkontribusi pada optimisme pasar antara lain:

  • Redanya kekhawatiran tarif: Pemerintah AS mempersempit kebijakan tarif baru yang dijadwalkan diumumkan pada 2 April, mengurangi dampak negatif terhadap pasar.
  • Potensi pemulihan Nasdaq: Setelah kuartal pertama 2024 menjadi yang terburuk sejak Q2 2022, investor diperkirakan akan menyeimbangkan kembali portofolio dengan meningkatkan alokasi ke saham teknologi, yang dapat mendukung pergerakan Bitcoin.

Prospek Harga Bitcoin

Analisis teknikal menunjukkan bahwa tren jangka pendek Bitcoin mulai berbalik ke arah bullish. Jika momentum ini berlanjut, BTC dapat menargetkan level resistance berikutnya di $92.920. Penembusan di atas level ini berpotensi membawa harga Bitcoin ke $96.484, bahkan menuju $99.472. Jika momentum tetap kuat, BTC berpeluang menembus $100.000 untuk pertama kalinya sejak Februari 2024.

Namun, jika tekanan beli melemah, Bitcoin dapat menguji ulang level support di $85.124. Penurunan lebih lanjut bisa membawa harga ke $81.187, bahkan kembali ke bawah $80.000. Dalam skenario bearish ekstrem, BTC dapat mencapai $76.642.

Dengan volatilitas yang tinggi, investor terus memantau pergerakan Bitcoin untuk menentukan arah selanjutnya di pasar kripto yang dinamis ini.



Sumber : news.tokocrypto.com

IMF Akui Bitcoin Sebagai Emas Digital dan Aset Modal

International Monetary Fund (IMF) tengah membuat perubahan signifikan terkait Bitcoin.

Thedefiant menyebutkan bahwa IMF menambahkan Bitcoin ke dalam cadangannya serta mengklasifikasikannya sebagai “Emas Digital.”

Langkah ini menandai pergeseran besar dalam sikap IMF terhadap mata uang kripto, yang sebelumnya bersikap skeptis terhadap Bitcoin.

Bitcoin Diakui sebagai Aset Global dan Aset Modal

Dengan diberlakukannya standar baru, termasuk aturan BPM7, IMF mulai melacak Bitcoin sebagai aset global dalam transaksi lintas negara.

Ini berarti Bitcoin kini diperlakukan setara dengan aset lain seperti emas atau tanah dalam sistem keuangan global.

Selain itu, Bitcoin juga dikategorikan sebagai aset modal, yang mengindikasikan pengakuan atas nilai investasi jangka panjangnya.

Kemungkinan Bitcoin Masuk dalam SDR IMF

Terdapat spekulasi bahwa Bitcoin bisa saja dimasukkan ke dalam Special Drawing Rights (SDR), yaitu indeks atau keranjang mata uang yang digunakan IMF dalam transaksi keuangan global.

Jika hal ini terjadi, Bitcoin akan memiliki peran lebih besar dalam sistem moneter internasional.

Namun, hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari IMF mengenai kemungkinan opsi tersebut untuk direalisasikan.

Dampak bagi Pasar Kripto dan Regulasi

Keputusan IMF ini berpotensi membawa dampak besar terhadap pasar kripto secara keseluruhan.

Dengan diakuinya Bitcoin sebagai aset global dan aset modal, kepercayaan investor terhadap mata uang digital ini dapat meningkat.

Selain itu, langkah ini bisa mendorong negara-negara lain untuk mempertimbangkan Bitcoin dalam kebijakan keuangan mereka.

Pergeseran Sikap IMF terhadap Bitcoin

Max Keiser, seorang pendukung Bitcoin, menyatakan bahwa IMF tengah melakukan perubahan kebijakan yang diam-diam mengarah pada adopsi kripto.

Padahal, selama ini IMF dikenal memiliki pandangan yang cenderung negatif terhadap Bitcoin.

Jika IMF benar-benar mulai menerima Bitcoin sebagai bagian dari sistem keuangan global, ini bisa menjadi langkah awal bagi mata uang digital untuk mendapatkan legitimasi lebih luas.

Penambahan Bitcoin ke dalam cadangan IMF dan pengakuannya sebagai “Emas Digital” merupakan langkah signifikan dalam evolusi mata uang kripto.

Jika tren ini terus berkembang, Bitcoin berpotensi menjadi bagian integral dari sistem keuangan global di masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Wintermute Dorong Likuiditas Token Mubarak, Harga Naik 10,66%

Menjelang Lebaran, Token Mubarak ($mubarak) menjadi salah satu token meme terkemuka di ekosistem Binance Smart Chain (BSC).

Baru-baru ini, Wintermute, salah satu market maker terkemuka di dunia kripto, mulai berperan dalam perdagangan token ini.

Berdasarkan laporan dari X (Twitter) @ai_9684xtpa, Wintermute mulai bertransaksi dengan $mubarak pada 19 Maret 2025, terutama melalui PancakeSwap.

Dalam empat hari setelah transaksi awal, Wintermute menarik sebanyak 6,04 juta token $mubarak dari Gate.io dan kini memiliki token senilai $740.000 secara on-chain.

Aktivitas ini menunjukkan bahwa Wintermute berperan sebagai market maker utama untuk $mubarak di dalam ekosistem BSC.

Kehadiran market maker ini dapat meningkatkan likuiditas dan stabilitas harga token di pasar.

Dampak Perdagangan Wintermute terhadap Token Mubarak

Mengutip laman Blockchain News pada Senin (24/3), sejak Wintermute mulai memperdagangkan $mubarak pada 19 Maret 2025, harga token Mubarak mengalami volatilitas yang cukup signifikan.

Pada 20 Maret 2025 pukul 14:00 UTC, harga $mubarak tercatat di angka $0,122 per token. Namun, hanya dalam tiga hari, harga melonjak menjadi $0,135 pada 23 Maret 2025 pukul 10:00 UTC.

Hal ini menunjukkan kenaikan harga sekitar 10,66%, yang bisa dikaitkan dengan aktivitas market-making dari Wintermute.

Selain harga, volume perdagangan $mubarak di PancakeSwap juga mengalami peningkatan pesat.

Pada 19 Maret 2025, volume perdagangan 24 jam berada di angka $1,8 juta, sedangkan pada 22 Maret 2025, volume ini melonjak menjadi $2,3 juta.

Kenaikan volume ini mengindikasikan peningkatan minat investor terhadap token $mubarak, yang berpotensi didorong oleh peningkatan likuiditas dari Wintermute.

Indikator Teknis Token Mubarak

Analisis teknikal menunjukkan bahwa sentimen pasar terhadap $mubarak cukup positif.

Indeks Kekuatan Relatif (RSI) untuk $mubarak tercatat di angka 62 pada 23 Maret 2025, menandakan bahwa token ini berada dalam kondisi overbought ringan tetapi masih dalam rentang perdagangan netral.

Selain itu, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) menunjukkan sinyal bullish crossover pada 21 Maret 2025, yang umumnya mengindikasikan potensi tren kenaikan harga.

Selain indikator teknikal, data on-chain juga menunjukkan peningkatan interaksi pengguna dengan $mubarak.

Jumlah alamat aktif yang berinteraksi dengan token ini meningkat sebesar 15% antara 19 hingga 23 Maret 2025.

Hal ini menandakan pertumbuhan minat dan keterlibatan komunitas dalam ekosistem $mubarak.

Masa Depan Token Mubarak dan Peran AI

Meskipun saat ini tidak ada korelasi langsung antara perkembangan kecerdasan buatan (AI) dengan pergerakan harga $mubarak, tren AI di pasar kripto tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Jika terjadi perkembangan besar dalam teknologi AI yang berkaitan dengan sektor kripto, hal ini dapat berpengaruh terhadap minat investor pada berbagai token, termasuk token meme seperti $mubarak di ekosistem BSC.

Kehadiran Wintermute sebagai market maker untuk $mubarak berpotensi memberikan dampak positif terhadap likuiditas dan stabilitas harga token ini.

Dengan peningkatan volume perdagangan, harga yang mengalami kenaikan, serta indikator teknikal yang mengindikasikan tren bullish, $mubarak menjadi salah satu token meme yang menarik perhatian di ekosistem Binance Smart Chain.

Investor perlu terus memantau perkembangan lebih lanjut, termasuk potensi dampak dari tren AI terhadap pasar kripto secara keseluruhan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Sentuh $85.000, Apa yang Mendorong Kenaikan Harga?

Harga Bitcoin (BTC) melonjak di atas $85.000, didorong oleh sejumlah faktor fundamental dan indikator on-chain yang menunjukkan prospek cerah bagi aset kripto terbesar di dunia.

Menurut laporan Coingape, lonjakan ini memicu optimisme di kalangan investor yang bersiap menghadapi reli lebih lanjut.

Strategi MicroStrategy dan Michael Saylor

Salah satu faktor utama di balik kenaikan harga Bitcoin adalah pergerakan MicroStrategy yang dipimpin oleh Michael Saylor. CEO MicroStrategy itu mengisyaratkan potensi pembelian BTC melalui unggahan di platform X yang menampilkan pelacak portofolio perusahaannya. Dalam unggahan tersebut, Saylor menulis “Butuh lebih banyak Orange,” yang diduga sebagai sinyal akuisisi Bitcoin baru oleh perusahaan.

Saat ini, MicroStrategy memegang 499.226 BTC dalam neracanya. Jika perusahaan berhasil menambah kepemilikannya, mereka akan melampaui ambang batas 500.000 BTC. Pekan lalu, MicroStrategy mengumumkan rencana untuk mengumpulkan dana sebesar $500 juta melalui penjualan saham preferen guna membeli lebih banyak Bitcoin. Langkah ini diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan harga BTC di pasar.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 24 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 24 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Faktor Fundamental yang Mendorong Optimisme Bitcoin

Di sisi fundamental, sejumlah perkembangan turut mendukung kenaikan harga Bitcoin. Salah satunya adalah rumor mengenai akuisisi Deribit oleh Coinbase senilai $5 miliar. Selain itu, arus masuk Bitcoin ETF meningkat tajam, mencapai $785 juta, setelah sempat mengalami arus keluar selama beberapa minggu terakhir. Hal ini menunjukkan meningkatnya minat institusional terhadap Bitcoin.

Sejak akhir Februari, investor baru telah membeli hampir 200.000 BTC, yang mayoritas berasal dari institusi besar. Sementara itu, keputusan Federal Reserve (The Fed) dalam rapat FOMC pekan lalu untuk mempertahankan suku bunga tetap tidak berubah juga mendorong harga Bitcoin naik 3,5%. Arthur Hayes, pendiri BitMEX, menyatakan bahwa BTC kemungkinan telah mencapai titik terendah di $77.000 sebelum kembali naik.

Prediksi pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada bulan April juga memperkuat sentimen positif di kalangan investor Bitcoin. Selain itu, laporan dari Dana Moneter Internasional (IMF) yang mengakui BTC sebagai “emas digital” turut memicu minat lebih lanjut terhadap aset kripto ini.

Indikator Teknis dan Prospek BTC ke Depan

Meskipun harga Bitcoin masih berjuang untuk mempertahankan posisinya di atas $85.000, volume perdagangan harian menunjukkan peningkatan yang signifikan, mencapai $11,96 miliar. Dalam tujuh hari terakhir, harga BTC telah naik hampir 3%, menandakan tren positif yang berkelanjutan.

Dari sisi teknikal, pola pembalikan double-bottom pada level $78.000 dan $76.000 mengindikasikan kemungkinan pergerakan menuju level $114.000. Para analis juga menilai bahwa hambatan jangka pendek bagi BTC kini telah teratasi, membuka peluang bagi kenaikan harga lebih lanjut.

Dengan kombinasi faktor fundamental yang kuat dan indikator teknikal yang mendukung, Bitcoin berpotensi melanjutkan reli kenaikannya dalam waktu dekat. Investor kini mencermati pergerakan pasar dengan harapan BTC dapat mencapai level baru yang lebih tinggi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com