Tag Archives: btc

Bitcoin: Roadmap Pemulihan Menuju Rp 2,4 Miliar Setelah Crash

Bitcoin (BTC) kembali mengalami gejolak harga setelah mengalami crash yang membuatnya turun di bawah $85.000 (Rp 1,3 miliar).

Namun, para analis kripto melihat potensi pemulihan yang bisa membawa Bitcoin hingga mencapai $150.000 atau setara Rp 2,4 miliar.

Lantas, bagaimana proyeksi ini terjadi? Berikut analisisnya.

Pola Pergerakan Bitcoin Mirip Tahun 2020

Seorang analis kripto bernama Jelle membagikan grafik harga Bitcoin yang menunjukkan pola pergerakan harga mirip dengan tahun 2020.

Pada pola tersebut, Bitcoin mengalami kenaikan, diikuti oleh fase konsolidasi, sebelum akhirnya breakout dan mencapai puncak harga baru.

Kemudian, terjadi crash menuju level support sebelumnya sebelum kembali melonjak signifikan.

Prediksi Kenaikan dari Level Support

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 5 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 5 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Berdasarkan analisis historis, Bitcoin diperkirakan bisa mengalami pemantulan harga dari kisaran $68.000 hingga mencapai $74.000.

Seandainya skenario ini terjadi, Bitcoin berpotensi naik lebih dari dua kali lipat hingga menyentuh $150.000.

Namun, perlu dicatat bahwa pergerakan harga tidak selalu berjalan sesuai pola yang ada.

Keputusan Investasi: Haruskah Membeli Bitcoin Sekarang?

Sementara itu, Finbold menyebutkan bahwa para analis menekankan bahwa meskipun pola historis dapat menjadi acuan, tidak ada jaminan bahwa skenario tahun 2020 akan terulang di 2025.

Kenaikan sebelumnya hanya mencapai 33%, sementara prediksi saat ini menyebutkan potensi lonjakan lebih dari 100%.

Oleh karena itu, keputusan untuk membeli harus dilakukan dengan pertimbangan matang dan strategi yang tepat.

Kritik terhadap Analisis Fraktal Bitcoin

Tidak semua orang setuju dengan prediksi berbasis pola historis ini. Beberapa analis mengkritik pendekatan ini sebagai pencarian pola acak yang belum tentu valid.

Bahkan, Jelle sendiri mengakui bahwa ia hanya mengamati pergerakan harga tanpa kepastian mutlak mengenai pergerakan selanjutnya.

Risiko dan Volatilitas Pasar

Saat ini, pasar kripto sedang mengalami volatilitas ekstrem, sehingga tidak disarankan untuk melakukan perdagangan tanpa strategi yang jelas.

Jelle sendiri mengaku terus mengurangi kepemilikan Bitcoin-nya secara bertahap untuk menghindari risiko lebih besar akibat ketidakpastian pasar.

Strategi Investasi Bitcoin

Membeli Bitcoin saat crash memang bisa menjadi peluang, tetapi juga memiliki risiko tinggi. Jika pola tahun 2020 benar-benar terulang, harga Bitcoin masih bisa turun lebih dalam sebelum kembali naik.

Oleh karena itu, investor perlu mempertimbangkan strategi yang matang, melakukan riset menyeluruh, dan tidak mengambil keputusan impulsif hanya berdasarkan prediksi.

Dengan ketidakpastian yang masih tinggi, apakah Bitcoin benar-benar akan mencapai $150.000 (Rp 2,4 miliar)? Hanya waktu yang akan menjawabnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tarif Trump Picu Kepanikan, Pasar Kripto Rugi $300 Miliar

Kebijakan tarif baru dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap China, Meksiko, dan Kanada menyebabkan gejolak di pasar keuangan global.

Hal ini mengakibatkan pasar kripto mengalami kerugian besar, dengan total kapitalisasi pasar turun sebesar $300 miliar (Rp 4,9 kuadriliun).

CNBC menyebutkan pada Rabu (5/3) bahwa Bitcoin (BTC) jatuh hampir 10%, sementara altcoin utama seperti Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan XRP mengalami penurunan lebih dari 15%.

Ethereum, Solana, dan XRP Anjlok

Ethereum (ETH) mengalami penurunan sebesar 11%, Solana (SOL) jatuh hingga 15%, dan XRP turun 12%.

Cardano (ADA), yang sebelumnya menjadi top gainer pada hari Senin, mengalami penurunan paling drastis sebesar 20%, kini diperdagangkan di kisaran harga $0,80 (Rp 13 ribu).

Tarif Trump Guncang Pasar Global

Sentimen negatif ini dipicu oleh kebijakan tarif baru Trump, termasuk bea impor 25% terhadap barang dari Meksiko dan Kanada serta kenaikan tarif barang China menjadi 20%.

Hal ini membuat investor panik, menyebabkan aksi jual besar-besaran di pasar saham dan crypto.

Pasar Saham Ikut Terpuruk

Layaknya efek domino, tarif baru Trump menimbulkan dampak yang lebih luas. Tak hanya crypto, pasar saham AS juga terkena dampaknya.

Indeks S&P 500 turun 2%, sementara Dow Jones jatuh 650 poin menjelang penutupan perdagangan.

Sebagai respons terhadap kebijakan tersebut, China pun membalas dengan mengenakan tarif 10%-15% pada beberapa produk AS, memperburuk kekhawatiran akan perang dagang yang lebih luas.

Trump dan Dugaan Manipulasi Pasar Kripto

Sebelumnya, Trump mengumumkan inisiatif “US Crypto Strategic Reserves” yang memicu lonjakan harga Bitcoin hingga $94,000 (Rp 1,5 miliar).

Namun, hanya sehari setelahnya, pasar kripto anjlok drastis, sehingga memunculkan dugaan manipulasi pasar.

Beberapa ekonom bahkan menuding Trump telah menciptakan skema “pump-and-dump” terbesar dalam sejarah kripto.

Bitcoin Kehilangan Keuntungan Singkatnya

Bitcoin yang sempat melonjak akibat pengumuman Trump kini kembali ke level lebih rendah dari sebelum pengumuman tersebut.

Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa pengumuman tersebut hanya taktik untuk meningkatkan harga sesaat sebelum jatuh.

Masa Depan Kripto di Tengah Ketidakpastian

Ketidakpastian seputar kebijakan Trump dan perang dagang global membuat masa depan kripto semakin sulit diprediksi.

Jika inisiatif US Crypto Strategic Reserves menghadapi hambatan regulasi, volatilitas di pasar kripto kemungkinan akan berlanjut. Investor pun kini lebih berhati-hati dalam menghadapi salah satu periode paling bergejolak dalam sejarah kripto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Rencana Cadangan Kripto AS Trump Picu Lonjakan Pasar $330 Miliar

Pasar kripto mengalami kenaikan tajam pada 2 Maret 2025 , dengan nilai pasar bertambah sekitar $330 miliar (Rp 5,4 kuadriliun) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mengonfirmasi rencana cadangan kripto nasional.

Cryptoslate menyebutkan pada Selasa (4/3) bahwa pernyataan ini mendorong kapitalisasi pasar kripto naik sekitar 10%, dari $2,83 triliun menjadi $3,15 triliun.

Namun, angka ini kemudian sedikit terkoreksi menjadi $3,02 triliun.

Lonjakan Pasar Kripto Berdampak pada Likuidasi Besar

Lonjakan nilai pasar ini tidak datang tanpa konsekuensi. Sebagai ganjaran, dalam satu hari, lebih dari $960 juta likuidasi terjadi di seluruh bursa kripto.

Pedagang yang memasang posisi jual (short traders) mengalami kerugian terbesar, dengan total lebih dari $549 juta.

Sementara itu, pedagang yang mempertaruhkan harga akan naik (long traders) juga mengalami likuidasi sebesar $412 juta.

Bitcoin dan Ethereum Mengalami Likuidasi Besar

Dari berbagai aset kripto, Bitcoin (BTC) menjadi yang paling terdampak dengan likuidasi mencapai $348 juta. Ethereum (ETH) juga tidak luput dari tekanan, dengan total likuidasi lebih dari $180 juta.

XRP, ADA, dan SOL Mengalami Kerugian Besar

Selain Bitcoin dan Ethereum, para spekulan yang bertaruh pada harga aset kripto lain seperti XRP, Solana (SOL), dan Cardano (ADA) juga mengalami kerugian besar.

Dalam periode yang sama, likuidasi pada ketiga aset ini mencapai lebih dari $220 juta.

Dampak Jangka Panjang bagi Pasar Kripto

Rencana cadangan kripto nasional yang diumumkan Trump menunjukkan adanya kemungkinan adopsi kripto yang lebih luas di tingkat pemerintahan.

Hal ini dapat menjadi katalis positif bagi industri kripto dalam jangka panjang. Namun, volatilitas yang tinggi tetap menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan oleh investor dan pedagang.

Dengan perkembangan ini, pasar kripto semakin menunjukkan perannya sebagai kelas aset yang terus berkembang dan menarik perhatian berbagai pihak, termasuk pemerintah dan investor institusional.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kebijakan Baru Trump Dongkrak Harga Bitcoin Hingga Rp 1,5 Miliar

Harga Bitcoin melonjak hampir 10% ke level tertinggi $95,152 (Rp 1,5 miliar) setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pembentukan Strategic Crypto Reserve jelang digelarnya White House Crypto Summit.

Cryptonews melaporkan pada Selasa (4//3) bahwa kebijakan ini awalnya mencakup XRP, Solana (SOL), dan Cardano (ADA), tetapi kemudian diperluas untuk memasukkan Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).

Keputusan ini meningkatkan kepercayaan pasar terhadap aset digital. Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di kisaran $92.000 setelah mengalami koreksi.

Faktor utama yang mempengaruhi pergerakan harga BTC meliputi regulasi yang semakin ramah dan meningkatnya minat institusional terhadap aset kripto.

Dampak Regulasi terhadap Bitcoin

Pemerintahan Trump telah mengambil langkah-langkah signifikan untuk mendukung industri kripto, termasuk menghentikan gugatan terhadap perusahaan besar seperti Coinbase dan menghentikan investigasi terhadap berbagai perusahaan blockchain.

Selain itu, Gedung Putih berencana menggelar Crypto Summit pertamanya, yang memperkuat komitmen pemerintah terhadap aset digital.

Reaksi pasar terhadap kebijakan ini cukup positif, dengan Bitcoin naik 10% dalam 24 jam terakhir dan beberapa altcoin mengalami lonjakan hingga 60%.

Dengan Amerika Serikat berambisi menjadi pemimpin global dalam industri kripto, adopsi mainstream terhadap aset digital diprediksi akan semakin meningkat.

Metaplanet: Langkah Berani Perusahaan Jepang dalam Bitcoin

Di luar kebijakan pemerintah, adopsi institusional juga menjadi pendorong utama kenaikan Bitcoin.

Perusahaan investasi Jepang, Metaplanet, baru saja membeli 156 BTC senilai $13,4 juta, meningkatkan total kepemilikan mereka menjadi 2.391 BTC atau setara dengan ¥29,8 miliar.

Strategi Metaplanet yang dikenal sebagai “21 Million Plan” bertujuan untuk memperluas cadangan Bitcoin mereka melalui penerbitan saham dan obligasi.

Dengan pendekatan ini, Metaplanet mengikuti jejak MicroStrategy dalam menjadikan Bitcoin sebagai aset utama perbendaharaan perusahaan.

Prediksi Harga Bitcoin: Bullish atau Tertahan di Resistensi?

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 3 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 3 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Secara teknikal, Bitcoin masih berada dalam tren bullish, tetapi menghadapi resistensi kuat di level $95.100.

Saat ini, BTC diperdagangkan di sekitar $92.260, dengan titik tertinggi harian di $93.315. Jika Bitcoin mampu menembus $95.100, maka target selanjutnya berada di kisaran $99.500 hingga $102.600.

Namun, jika BTC turun di bawah $91.160, koreksi lebih lanjut bisa terjadi ke level $87.300 atau bahkan $83.200.

Dengan indikator teknikal seperti EMA 50 hari di $88.920 yang masih bertahan sebagai support kuat, investor akan terus memantau pergerakan harga dengan cermat.

BTC Bull: Token Inovatif dengan Imbalan Bitcoin

Di sisi lain, BTC Bull ($BTCBULL) menarik perhatian komunitas kripto sebagai token berbasis komunitas yang memberikan imbalan dalam bentuk Bitcoin.

Dengan sistem airdrop otomatis saat BTC mencapai harga tertentu, token ini menawarkan insentif jangka panjang bagi para investor.

Selain itu, BTC Bull memiliki fitur staking dengan imbal hasil tinggi hingga 154% APY, menarik minat besar dari komunitas.

Saat ini, harga presale BTC Bull adalah $0.00239 per token, dengan dana yang telah terkumpul mencapai $3.07 juta dari target $3.66 juta.

Kebijakan pro-kripto dari pemerintahan Donald Trump telah membawa angin segar bagi Bitcoin dan pasar aset digital secara keseluruhan.

Dengan dukungan institusional seperti Metaplanet dan inovasi seperti BTC Bull, momentum bullish Bitcoin dapat terus berlanjut.

Namun, investor tetap harus memperhatikan level resistensi kunci sebelum BTC mampu mencapai level harga yang lebih tinggi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin untuk Investasi Jangka Panjang Apakah Menguntungkan?

Dari sekian banyaknya aset kripto yang tersedia di pasar kripto, Bitcoin menjadi satu-satunya koin kripto yang terbukti sebagai aset kripto yang cocok untuk investasi jangka panjang.

Sebagai aset kripto pertama dan terbesar di dunia, Bitcoin sering dianggap sebagai “emas digital” karena kemampuan Bitcoin yang bisa menjadi aset yang melindungi nilai dari penurunan daya beli akibat inflasi sehingga Bitcoin menjadi pilihan investasi jangka panjang bagi para investor pasar kripto. 

Namun, apakah Bitcoin benar-benar menguntungkan untuk investasi jangka panjang? Mari cari tahu lebih lanjut!

Suplai Terbatas Bitcoin dan Potensi Jangka Panjang Menurut Bitcoin Logarithmic Regression Bands

Bitcoin didesain untuk memiliki suplai maksimum yang beredar sebanyak 21 juta koin. Dengan suplai yang terbatas ini Bitcoin menjadi salah satu aset yang tidak mengenal inflasi, bahkan dapat menciptakan kelangkaan seiring waktu dan kelangkaan ini diharapkan bisa membuat Bitcoin lebih berharga dari waktu ke waktu.

Sebagai contoh, dalam sepuluh tahun terakhir, nilai Bitcoin telah mengalami kenaikan yang signifikan meskipun ada fluktuasi harga jangka pendek. Investor yang memegang Bitcoin jangka panjang sering kali menargetkan return yang substansial dari investasi mereka.

Sumber: TradingView

Jika melihat pada chart di atas, terlihat bahwa Bitcoin masih terus bisa mengikuti pola Bitcoin Logarithmic Regression Bands. 

Logarithmic Regression Bands sendiri adalah alat analisis teknikal yang menunjukkan pola pertumbuhan Bitcoin dalam skala logaritmik. Indikator ini terdiri dari dua band regresi yang membentuk channel, membantu investor memahami tren dan valuasi Bitcoin dalam perspektif jangka panjang.

Bitcoin telah menunjukkan pola pertumbuhan yang konsisten sejak 2016, seperti terlihat dalam grafik Logarithmic Regression Bands. Pola ini membentuk dua band utama yang menggambarkan range pergerakan harga Bitcoin dalam jangka panjang.

Band merah di bagian atas menandakan zona resistensi historis, sementara band hijau di bawah menunjukkan zona support. Kedua band ini membentuk channel yang semakin melebar, mencerminkan volatilitas dan potensi pertumbuhan Bitcoin yang terus meningkat seiring waktu.

Potensi Kenaikan Harga Seiring Terjadinya Halving

Bitcoin memiliki sistem halving dimana proses  ini mengurangi jumlah Bitcoin baru yang dihasilkan oleh penambang sebagai imbalan dari blok baru yang mereka tambahkan ke blockchain.

Setiap kali halving terjadi, imbalan yang diterima penambang Bitcoin dikurangi setengahnya. Misalnya, halving di tahun 2016 mengurangi imbalan menjadi 12,5 BTC, dan pada tahun 2020, imbalan berkurang menjadi 6,25 BTC per blok.

Secara historis, halving telah disertai oleh kenaikan harga Bitcoin, meskipun ada fluktuasi harga dalam jangka pendek. Peningkatan harga terjadi karena berkurangnya pasokan baru dan peningkatan permintaan.

Sumber data: VanEck

Berdasarkan data keuntungan Bitcoin setelah halving, periode halving (2012, 2016, dan 2020) di atas, terlihat pola return yang konsisten dan menarik untuk dianalisis.

Dalam jangka pendek 90 hari setelah halving, Bitcoin rata-rata menghasilkan return 59%. Angka ini meningkat signifikan menjadi 373% dalam periode 180 hari, dan mencapai puncaknya dengan rata-rata return 2,908% setelah satu tahun penuh.

Pola ini mengindikasikan bahwa dampak halving terhadap harga Bitcoin cenderung bersifat gradual dan membutuhkan waktu untuk sepenuhnya tercermin dalam harga pasar. Investor yang mempertahankan posisinya selama satu tahun penuh setelah halving secara historis mendapatkan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan periode yang lebih pendek.

Meski data historis tidak menjamin hasil yang sama di masa depan, pola ini memberikan perspektif berharga tentang potensi dampak halving pada dinamika harga Bitcoin. 

Kedua data historis di atas menunjukkan Bitcoin berpotensi menguntungkan untuk investasi jangka panjang, terutama bagi investor yang memahami siklusnya dan memiliki kesabaran untuk menahan posisi dalam periode yang lebih panjang. 

Perlu diingat, selain memahami siklus Bitcoin dan pasar kripto, memiliki strategi investasi yang tepat dan manajemen risiko yang baik menjadi kunci suksesnya investasi Bitcoin jangka panjang.

Nah, gimana? Jika kamu melihat potensi Bitcoin dalam jangka panjang… Yuk, mulai investasi Bitcoin mulai dari Rp1.600 di Tokocrypto!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.

Sumber: VanEck, TradingView



Sumber : news.tokocrypto.com

5 Tips Trading Bitcoin Saat Ramadan

Bulan Ramadan adalah waktu yang istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Selain menjadi momen untuk memperkuat iman dan meningkatkan ibadah, Ramadan juga biasanya memberikan waktu lebih banyak untuk beraktivitas di dalam ruangan agar bisa lebih banyak menghemat energi.

Trading Bitcoin adalah salah satu kegiatan yang bisa memberikan potensi keuntungan di bulan Ramadan dengan fleksibilitas tinggi dan bisa dilakukan di mana saja. 

Berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan saat melakukan trading Bitcoin di bulan Ramadhan.

Susun Rencana Trading

Trading plan menjadi salah satu hal yang paling penting sebelum memulai aktivitas trading. Sebab dengan memiliki rencana trading, aktivitas trading kamu khususnya selama bulan Ramadan bisa memiliki tujuan yang lebih jelas dan dapat merumuskan strategi yang sesuai untuk mencapai target tersebut.

Dalam rutinitas trading kamu, cobalah tentukan kriteria yang jelas untuk masuk dan keluar dari posisi trading. Ini bisa berdasarkan analisis teknikal, fundamental, atau kombinasi keduanya. Memiliki aturan yang jelas akan membantu kamu untuk menghindari keputusan impulsif yang dapat merugikan.

Kelola Emosi dan Stres

Puasa dapat mempengaruhi emosi dan konsentrasi, yang bisa membuat mempengaruhi keputusan trading. Oleh karena itu, penting untuk mengelola emosi dan stres dengan baik.

Pastikan kamu mendapatkan istirahat yang cukup agar tetap fokus dan tidak mudah terpengaruh oleh perubahan harga pasar yang cepat. Pada saat bulan Ramadan istirahat sesederhana tidur yang cukup juga sangat berperan penting untuk membantu menjaga kesehatan fisik dan mental selama berpuasa agar aktivitas trading kamu tetap berdasar pada analisis matang.

Kendalikan Nafsu

Mengendalikan nafsu adalah aspek penting dalam trading, terutama selama bulan Ramadan ketika pengendalian diri menjadi fokus utama dalam menjalani ibadah puasa. Dalam hal trading Bitcoin, berarti menjaga diri agar tidak terbawa oleh keinginan untuk mendapatkan keuntungan instan.

Salah satu kesalahan umum yang dilakukan trader adalah overtrading, yaitu melakukan terlalu banyak transaksi dalam waktu singkat. Ini sering kali didorong oleh keinginan untuk cepat mendapatkan keuntungan. Ada baiknya untuk tetap berpegang pada rencana trading dan hindari godaan untuk melakukan trading yang hanya berdasar pada emosi atau keinginan sesaat.

Kejar Volatilitas Market Saat Sahur

Bagi para trader volatilitas merupakan peluang besar untuk mendapatkan keuntungan, sebab ketika pasar mengalami volatilitas tinggi, pergerakan harga yang cepat dan signifikan memungkinkan trader untuk memanfaatkan pergerakan tersebut untuk mendapat profit dalam waktu singkat.

Salah satu waktu yang tepat untuk ini adalah saat sahur. Saat sahur, dari jam 03:00-05:00, pasar saham Amerika Serikat (NYSE dan NASDAQ) sedang berada dalam sesi perdagangan reguler mereka. Pada waktu ini, volume perdagangan cenderung meningkat, karena investor Bitcoin asal Amerika biasanya sedang aktif melakukan trading.

Pantau Terus Berita Market Crypto

Dalam dunia trading kripto, informasi adalah salah satu aset terpenting yang dapat mempengaruhi keputusan trading hingga pergerakan harga di pasar.

 Selama bulan Ramadan, memantau berita market kripto menjadi semakin penting, terutama karena beberapa pengumuman kunci sering kali terjadi pada waktu sahur di Indonesia.

Pengumuman seperti keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) dan Consumer Price Index (CPI) adalah contoh berita ekonomi yang dapat mempengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan. FOMC, misalnya, dapat memberikan petunjuk tentang kebijakan moneter AS, yang sering kali berdampak pada nilai dolar dan, secara tidak langsung, harga Bitcoin.

Agar selalu update dengan berita terbaru, kamu bisa berlangganan TokoNews dengan gratis.

Tertarik untuk mencoba trading Bitcoin dan mengisi waktu selama Ramadan? Yuk, cobain trading dengan fitur Beli/Jual Instan di Tokocrypto dan dapatkan GRATIS biaya trading! Klik di sini untuk informasi lebih lanjut.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Mulai Membaik, Mampukah Bitcoin Bertahan?

Bitcoin (BTC) mengalami pemulihan moderat dalam 24 jam terakhir dengan kenaikan 1,55% seperti dikabarkan oleh Ambcrypto pada Senin (3/3).

Namun, pasar masih didominasi oleh penjual, sebagaimana terlihat dari Cumulative Volume Delta (CVD) yang mencapai level negatif tertinggi.

Namun, apakah BTC dapat mempertahankan pemulihan ini, atau justru akan kembali tertekan?

Apakah Harga Bitcoin Sentuh Level Terendah?

Selama Februari, harga Bitcoin mengalami penurunan 17%, mencatatkan salah satu performa terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Penurunan ini membuat BTC menyentuh level terendah dalam empat bulan terakhir sebelum akhirnya kembali ke $86.259.

Meski mengalami pemulihan, tekanan jual masih tinggi, seperti yang ditunjukkan oleh CVD yang semakin menurun.

Hal ini menunjukkan bahwa pasar masih lebih banyak mengeksekusi order jual dibandingkan beli, menandakan dominasi bearish yang kuat.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 3 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 3 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Apakah BTC Mengalami Short Squeeze?

Ketika CVD berada di level negatif ekstrem, biasanya ini menjadi indikasi tekanan jual yang sangat kuat.

Namun, lonjakan permintaan terhadap posisi short tampaknya telah memicu efek sebaliknya, yaitu short squeeze. Hal ini menyebabkan harga BTC mengalami pemulihan singkat.

Dalam kondisi ini, meskipun volume jual lebih besar, pasar mengalami peningkatan permintaan jangka pendek yang memicu kenaikan harga BTC dalam sehari terakhir.

Pasar Futures Dorong Pemulihan Bitcoin

Salah satu faktor yang mendukung pemulihan BTC adalah peningkatan aktivitas di pasar Futures.

Tingginya jumlah order beli di pasar ini menunjukkan bahwa trader mulai mengambil posisi jangka pendek untuk memanfaatkan volatilitas harga.

Hal ini juga terlihat dari rasio Taker Buy-Sell (TBS), yang berubah menjadi sinyal positif untuk pertama kalinya dalam seminggu terakhir.

Selain itu, premi pasar Bitcoin Fund juga menunjukkan sentimen bullish yang lebih tinggi di pasar Futures dibandingkan pasar spot.

Prediksi Pergerakan BTC Selanjutnya

Dengan meningkatnya permintaan di pasar Futures, harga Bitcoin berpotensi mengalami pemulihan jangka pendek hingga mencapai $89.300.

Namun, jika tekanan jual kembali mendominasi setelah efek short squeeze mereda, BTC bisa kembali turun ke kisaran $83.400.

Investor perlu mencermati dinamika pasar, terutama apakah dorongan beli dari pasar Futures dapat bertahan lebih lama atau hanya menjadi lonjakan sesaat sebelum tekanan jual kembali mengambil alih.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Jangan Ketinggalan, Saat Bitcoin Terkoreksi Jadi Peluang Emas!

Bitcoin baru-baru ini mengalami koreksi harga setelah sempat mendekati angka psikologis $100K, turun hingga $80K dalam sepekan terakhir, berdasarkan laporan terbaru dari Newsbtc.

Kondisi ini memicu kepanikan di kalangan investor, tetapi bagi para penggemar kripto, koreksi ini justru menjadi peluang emas untuk membeli Bitcoin dengan harga lebih murah.

Penyebab Turunnya Harga Bitcoin

Penurunan harga Bitcoin tidak terjadi secara terisolasi, melainkan bersamaan dengan jatuhnya indeks saham utama di Amerika Serikat.

Salah satu faktor utama yang mempengaruhi sentimen pasar adalah kebijakan tarif baru yang diumumkan oleh Presiden AS, Donald Trump, terhadap Kanada dan Meksiko.

Tarif ini memicu ketidakpastian pasar, memperkuat nilai dolar AS, dan akhirnya memberikan tekanan pada harga Bitcoin. Menurut analisis dari Matrixport, penguatan dolar AS menurunkan likuiditas yang tersedia untuk aset kripto, termasuk Bitcoin.

Hal ini menyebabkan tekanan jual yang lebih besar, mendorong harga BTC ke bawah setelah bertahan dalam kisaran dua bulan sebelumnya.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 2 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 2 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Saatnya Membeli di Harga Rendah

Di tengah tren penurunan ini, investor melihat peluang untuk membeli Bitcoin dengan harga diskon.

Menurut Santiment, jumlah percakapan mengenai “buy the dip” berada pada titik tertinggi sejak Juli 2024, yang sebelumnya diikuti oleh lonjakan harga Bitcoin ke level tertinggi baru.

Tokoh-tokoh ternama seperti Michael Saylor juga menegaskan bahwa menjual Bitcoin di saat ini bukanlah pilihan terbaik.

Sementara itu, Standard Chartered memprediksi bahwa harga Bitcoin bisa mencapai $500K di masa depan, menguatkan optimisme di kalangan investor jangka panjang.

BTC Bull Token: Alternatif Investasi Menjanjikan

Bagi investor yang ingin memanfaatkan koreksi ini dengan lebih cerdas, presale BTC Bull Token ($BTCBULL) bisa menjadi opsi menarik.

Token ini menawarkan mekanisme unik di mana pemegangnya mendapatkan airdrop Bitcoin gratis setiap kali harga BTC melewati level tertentu, seperti $150K, $200K, hingga $250K.

Selain itu, proyek ini menerapkan sistem deflasi dengan mekanisme pembakaran token setiap kali Bitcoin mencapai harga tertentu, yang dapat meningkatkan nilai $BTCBULL di masa depan.

Dengan alokasi dana pemasaran yang besar, Token BTC Bull diprediksi akan tetap diminati oleh komunitas kripto.

Koreksi harga Bitcoin saat ini bukanlah hal yang mengejutkan dan justru dapat menjadi peluang investasi bagi mereka yang ingin membeli di harga lebih rendah.

Selain membeli Bitcoin langsung, berinvestasi dalam proyek yang berkaitan dengan Bitcoin, seperti Token BTC Bull, bisa menjadi strategi cerdas untuk mendiversifikasi portofolio.

Namun, seperti halnya investasi lainnya, penting untuk melakukan riset dan menerapkan manajemen risiko yang baik sebelum mengambil keputusan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Kembali Tembus Harga $110K

Pasar kripto hari ini, Selasa (10/6) diramaikan dengan harga Bitcoin tembus $110.000, memimpin reli pasar kripto didorong optimisme hubungan AS-China dan proyeksi rekor baru dalam 1–2 minggu.

Altcoin seperti Aptos, Celo, dan Immutable patut dipantau awal Juni karena agenda token unlock dan upgrade penting. Lihat lebih banyak insight di bawah ini:

Bitcoin Capai $110.000, Rekor Baru di Tengah Kenaikan Altcoin

  • Bitcoin tembus $110.000, pimpin kenaikan aset digital.
  • Bitcoin menguat berkat optimisme pasar AS-Tiongkok.
  • Analis prediksi Bitcoin pecahkan rekor dalam 1-2 minggu.

3 Altcoin yang Patut Dipantau di Awal Juni 2025

  • Aptos (APT): Siap bergejolak karena token unlock; target $5,06/$4,33.
  • Celo (CELO): Upgrade Isthmus 11 Juni; target $0,334/$0,282.
  • Immutable (IMX): Token unlock 13 Juni; target $0,59/$0,46.

Main Game TAP-TAP Bisa Dapat Hadiah Rp40 JUTA?!

  • Mainkan game Ketupat Blast & Earn yang baru sekarang.
  • Raih kesempatan menangkan total hadiah Rp40 juta.
  • Cek cara main dan ketentuannya di sini bit.ly/KetupatBlastEarn

Indikator Ekonomi AS dan Dampaknya ke Kripto Minggu Ini

  • CPI (11 Juni): Pengaruhi inflasi, posisi Bitcoin sebagai lindung nilai.
  • Klaim Pengangguran (12 Juni): Kenaikan klaim bisa dongkrak BTC (ekspektasi suku bunga rendah).
  • PPI & Sentimen Konsumen: Beri info inflasi, keyakinan ekonomi, pengaruhi harga BTC.

Hacker Klaim Bitcoin Legal di Akun X Presiden Paraguay

  • Akun resmi kepresidenan X membenarkan akun pribadi presiden diretas.
  • Mereka umumkan Bitcoin sebagai alat pembayaran sah adalah hoaks.
  • Presiden di akun pribadinya pernah menyatakan Bitcoin legal di negaranya.

Baca juga: Tutorial Mudah Buat Jurnal Investasi & Trading + Template Google Sheet Gratis!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

OP_RETURN di Kebijakan Relay Baru

Perubahan kebijakan relay dalam Bitcoin Core kembali memicu perdebatan tajam di komunitas kripto. Isu utama menyangkut penggunaan fungsi OP_RETURN dan dampaknya terhadap stabilitas serta arah masa depan jaringan Bitcoin.

Bitcoin Core kembali menjadi sorotan. Pada 7 Juni 2025, kelompok pengembang inti Bitcoin mengumumkan rencana perubahan kebijakan relay melalui akun resmi mereka di X (sebelumnya Twitter). Pengumuman ini menyoroti niat mereka untuk memberikan keleluasaan lebih kepada node individu dalam memilih transaksi mana yang akan diteruskan di jaringan — sebuah langkah yang diklaim mendukung inklusi dan inovasi, tetapi justru memicu gelombang kritik tajam dari tokoh-tokoh penting dalam komunitas Bitcoin.

OP_RETURN Jadi Titik Sentral Perdebatan

Isu paling kontroversial adalah perubahan kebijakan seputar OP_RETURN, sebuah fungsi dalam Bitcoin Script yang memungkinkan pengguna melampirkan data tambahan ke dalam transaksi. Sebelumnya, OP_RETURN dibatasi hanya hingga 80 byte, tetapi proposal baru mengusulkan peningkatan hingga 160 byte.

Tujuan dari perluasan ini adalah untuk mendukung proyek-proyek inovatif seperti BitVM, namun banyak pihak khawatir hal ini akan memperbesar beban blockchain dan mengalihkan fokus Bitcoin dari tujuan utamanya sebagai sistem keuangan terdesentralisasi.

Sejak batas data OP_RETURN dihapus pada 8 Mei 2025, volume transaksi telah meningkat signifikan. Pada 5 Mei, tercatat lebih dari 620.000 transaksi harian — angka yang memicu kekhawatiran soal kemacetan jaringan dan pembengkakan ukuran blockchain.

Kritik Tajam dari Tokoh-Tokoh Bitcoin

Dilaporkan The Coin Republic, reaksi keras datang dari sejumlah tokoh terkenal dalam komunitas Bitcoin. Samson Mow, salah satu pendukung Bitcoin paling vokal, pada 8 Juni mempertanyakan motif di balik perubahan ini. Ia menyebut kebijakan OP_RETURN baru sebagai keputusan yang prematur dan menuduh para pengembang inti mengabaikan prioritas penting yang lebih mendesak.

“Apakah benar ini yang seharusnya menjadi fokus utama para pengembang?” tulis Mow di X, sambil menyindir bahwa proyek seperti BitVM belum cukup matang untuk mendikte arah kebijakan jaringan.

Luke Dashjr, kontributor lama Bitcoin Core, juga menyuarakan keprihatinannya. Ia menyoroti risiko jangka panjang terhadap kesehatan jaringan, serta potensi dampak terhadap desentralisasi jika node-node besar atau pool penambangan mulai menetapkan standar mereka sendiri dalam menyaring transaksi.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 9 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 9 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Platform Bitcoin DeFi ALEX Lab Diretas, Kerugian Capai $8,3 Juta

Ancaman Sentralisasi dan Biaya yang Meningkat

Pergeseran ini juga memicu kekhawatiran akan potensi sentralisasi kontrol relay, ketika kekuatan dalam menyaring transaksi hanya dimiliki oleh sebagian node besar. Beberapa pengguna menilai bahwa ini bisa mengurangi ketahanan dan sifat trustless dari jaringan Bitcoin.

“Jika aturan penyaringan transaksi menjadi tergantung pada beberapa pihak besar, maka kita bukan lagi bicara tentang jaringan desentralisasi,” tulis seorang pengguna bernama Zatoichi42 di X.

Selain itu, lebih dari 60 juta prasasti (inscriptions) telah membebani blockchain sejak 2023, dan penambahan data lewat OP_RETURN yang diperbesar hanya akan memperparah kondisi tersebut. Imbasnya bisa berupa biaya transaksi yang lebih tinggi dan waktu konfirmasi yang lebih lambat.

Masa Depan Bitcoin Diuji

Komunitas kini terpecah antara mereka yang melihat perubahan ini sebagai langkah progresif dan yang menilainya sebagai kesalahan fundamental. Para pendukung perubahan berpendapat bahwa ini akan membuka jalan bagi lebih banyak inovasi di jaringan Bitcoin. Sebaliknya, para pengkritik melihatnya sebagai pengkhianatan terhadap prinsip dasar Bitcoin sebagai sistem moneter yang ringan, efisien, dan fokus pada nilai.

Tak hanya debat teknis, harga Bitcoin pun ikut terpengaruh. Dalam beberapa hari terakhir, harga BTC mengalami penurunan dari puncaknya dan kini diperdagangkan di level $105.766,33.

Beberapa bulan ke depan akan menjadi penentu arah kebijakan ini: apakah komunitas akan menerima perubahan, atau tekanan dari dalam memaksa para pengembang untuk mundur dan mengkaji ulang pendekatan mereka?

Baca juga: Harga BTC Tembus $100.000, Bitcoin Jadi Aset Langka?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com