Tag Archives: btc

0,01 Bitcoin Bisa Membuat Kaya Dalam 2 Tahun

Robert Kiyosaki, investor kawakan sekaligus penulis buku laris Rich Dad Poor Dad, kembali menarik perhatian komunitas keuangan dengan pernyataannya soal Bitcoin. Dalam unggahan terbarunya di platform X (dulu Twitter), ia menegaskan pentingnya mengakumulasi Bitcoin sejak dini, bahkan jika hanya mampu membeli 0,01 BTC.

Menurut Kiyosaki, saat ini adalah “masa termudah dalam sejarah untuk menjadi kaya,” dan ia percaya bahwa dalam waktu dua tahun ke depan, sekecil apa pun kepemilikan Bitcoin akan bernilai tinggi—bahkan bisa menjadi aset yang sangat berharga.

Optimisme Terhadap Masa Depan Bitcoin

Komentar Kiyosaki muncul seiring dengan lonjakan harga Bitcoin yang baru saja mencetak rekor tertinggi di angka $111.000. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap pertumbuhan mata uang kripto ini, sembari menyayangkan bahwa masih banyak orang belum melihat potensi luar biasa Bitcoin sebagai sarana membangun kekayaan.

Perbandingan Abadi: Bitcoin vs. Emas

Diskusi tentang apakah Bitcoin bisa menyaingi atau bahkan melampaui emas sebagai aset lindung nilai telah berlangsung selama bertahun-tahun. Pendukung kripto memandang BTC sebagai emas digital yang lebih unggul karena kelangkaannya dan sifatnya yang terdesentralisasi.

Namun, tidak semua pihak sepakat. Kritikus Bitcoin seperti Peter Schiff tetap memuji emas sebagai aset safe haven yang lebih andal, dan menyoroti alasan mengapa pemerintah dunia lebih memilih emas sebagai cadangan nasional daripada Bitcoin.

Menariknya, nilai 1 BTC kini sering dibandingkan dengan harga 1 kg emas, dan fluktuasi harga di antara keduanya menjadi bahan diskusi hangat di kalangan investor.

Bitcoin Semakin Populer di AS

Sebuah laporan terbaru dari River America menunjukkan bahwa sekitar 50 juta warga AS kini memiliki Bitcoin, jauh lebih banyak dibandingkan 37 juta pemilik emas. Data ini menunjukkan pergeseran preferensi generasi baru dalam memilih aset investasi.

Seruan Kiyosaki untuk Mengumpulkan BTC

Meski mengakui bahwa Bitcoin memiliki volatilitas tinggi, Kiyosaki menegaskan bahwa kehidupan pun penuh ketidakpastian dan risiko. Ia justru melihat peluang di balik volatilitas ini.

Dengan hanya tersisa sekitar 1 hingga 2 juta BTC yang belum ditambang, Kiyosaki memprediksi akan terjadi lonjakan harga besar-besaran, sejalan dengan pandangan tokoh-tokoh seperti Raoul Pal.

Ia pun mengajak para investor untuk mulai mengumpulkan Bitcoin sebelum terlambat, serta menganjurkan untuk belajar dari tokoh-tokoh industri seperti Raoul Pal, Michael Saylor, dan Anthony Pompliano dalam memahami arah masa depan sistem keuangan global.

Baca juga: Investor Cuan Rp178 T! Reli Bitcoin Tertahan di Batas Psikologis $110K


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

4 Indikator Swing Trading Terbaik dan Mudah Digunakan Pemula

Indikator teknikal merupakan alat penting dalam swing trading karena membantu trader mengidentifikasi tren, momentum, dan potensi titik masuk atau keluar pasar. 

Bagi pemula, indikator dapat menjadi pemandu yang menyederhanakan analisis teknikal dan mengurangi pengambilan keputusan berdasarkan emosi.

Berikut empat indikator swing trading terbaik yang mudah untuk digunakan pemula.

Baca juga: Perbedaan Swing Trading, Day Trading, dan Scalping: Mana yang Paling Menguntungkan?

Apa itu Swing Trading

Swing trading adalah strategi trading yang bertujuan untuk menangkap momentum pergerakan harga dalam jangka waktu pendek hingga menengah.

Seperti namanya, “swing” berarti mengayun—strategi ini memanfaatkan fluktuasi harga yang naik dan turun seperti gerakan ayunan. Untuk mengidentifikasi titik masuk dan keluar yang optimal, trader menggunakan analisis teknikal, seperti pola grafik, indikator tren, dan level support-resistance.

Baca juga: Apa itu Swing Trading dan Bagaimana Cara Swing Trading Crypto? – Tokocrypto News

Dengan pendekatan ini, swing trader tidak perlu memantau pergerakan harga setiap saat, tetapi tetap bisa mendapatkan keuntungan dari perubahan harga yang signifikan dalam beberapa hari hingga minggu.

Lalu apa itu indikator dalam melakukan swing trading?

Mengenal Maksud Indikator dalam Swing Trading

Indikator swing trading adalah alat bantu analisis teknikal yang digunakan untuk mengevaluasi arah dan kekuatan tren harga. Indikator ini dapat bersifat “leading” (memberi sinyal sebelum tren terjadi) atau “lagging” (mengonfirmasi tren yang sedang berlangsung). 

Fungsi utama indikator ini dalam swing trading adalah untuk menentukan titik entry dan exit, berdasarkan analisis pergerakan harga. Ketika trading, para trader biasanya memanfaatkan kombinasi dari beberapa indikator agar lebih akurat.

Akurasi saat melakukan trading sangat penting. Oleh karena itu, untuk memaksimalkannya memilih bursa dengan pergerakan harga real-time dan spread rendah, seperti Tokocrypto bisa jadi pilihan. Hanya dengan deposit minimal hanya Rp20.000, Tokocrypto menawarkan fasilitas trading dan investasi yang lengkap bagi trader pemula maupun berpengalaman. Klik di sini untuk cobain fiturnya sekarang!

Berikut empat indikator yang biasa digunakan saat melakukan swing trading dan mudah digunakan untuk pemula.

Moving Average (MA)

Moving Average adalah indikator yang merata-ratakan pergerakan harga dalam jangka waktu tertentu untuk memudahkan kamu melihat tren yang sedang terjadi di pasar.

Moving average memiliki dua jenis utama, yaitu: Simple Moving Average (SMA) dan Exponential Moving Average (EMA).

Perbedaan antara SMA dan EMA adalah dari cara menghitungnya. Simple Moving Average (SMA) dihasilkan dari perhitungan jumlah setiap harga penutupan dalam periode tertentu kemudian membaginya dengan jumlah periode tersebut.

Di sisi lain Exponential Moving Average (EMA) memberikan bobot lebih besar pada penutupan harga terbaru. Misalnya, jika kamu menggunakan EMA 20 maka penutupan harga di hari ini akan memberikan bobot besar dibanding penutupan 20 hari kebelakang. Cara penghitungan EMA ini membuat indikator EMA lebih cepat bereaksi terhadap perubahan pasar dibandingkan SMA.

Baca juga: 4 Strategi Trading Dengan Moving Average – Tokocrypto News

Cara penggunaannya:

  • Golden Cross (Sinyal Beli): Jika MA jangka pendek (misalnya 20 hari) menyilang ke atas MA jangka panjang (misalnya 50 hari), itu menandakan tren bullish dan peluang beli.
  • Death Cross (Sinyal Jual): Jika MA jangka pendek menyilang ke bawah MA jangka panjang, itu menandakan tren bearish dan peluang jual.

Contoh penggunaan:

Gambar: Penggunaan Moving Average (MA) ditandai oleh garis hijau dan merah.
Gambar: Penggunaan Moving Average (MA) ditandai oleh garis hijau dan merah.

Dalam chart di atas, garis hijau menandakan pergerakan EMA 9 sedangkan garis merah menandakan pergerakan EMA 21. 

Ketika MA jangka pendek (MA 9) menyilang ke atas MA jangka panjang (MA 21) terlihat momentum harga mengalami kenaikan. Dan begitu juga sebaliknya, ketika MA jangka pendek (MA 9) menyilang ke bawah MA jangka panjang (MA 21) terlihat momentum harga mengalami penurunan.

Relative Strength Index (RSI)

RSI adalah indikator yang dapat kamu gunakan untuk mengukur kekuatan tren dan kemungkinan pembalikan arah. 

Indikator ini bekerja dengan menunjukkan apakah suatu aset sedang dalam kondisi overbought (jenuh beli) atau oversold (jenuh jual), sehingga dapat membantu kamu dalam menentukan waktu terbaik untuk masuk atau keluar dari pasar.

Cara penggunaannya:

  • Overbought (>70): Harga sudah terlalu tinggi dan berpotensi mengalami koreksi atau penurunan
  • Oversold (<30): Harga sudah terlalu rendah dan berpotensi mengalami pemulihan atau kenaikan.

Contoh penggunaan:

Gambar: Penggunaan RSI ditandai oleh kotak dan garis ungu di bagian bawah.
Gambar: Penggunaan RSI ditandai oleh kotak dan garis ungu di bagian bawah.

Terlihat dalam chart di atas bahwa ketika RSI mendekati angka 70 atau lebih, harga cenderung mengalami koreksi, dan begitu juga sebaliknya. Ketika harga mendekati area 30, harga cenderung mengalami rebound.

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Indikator Relative Strength Index (RSI)

MACD (Moving Average Convergence Divergence)

MACD (Moving Average Convergence Divergence) adalah indikator teknikal yang digunakan untuk mengukur momentum dan tren harga saat trading. Indikator ini terdiri dari tiga elemen utama: garis MACD, garis sinyal, dan histogram.

  • Garis MACD: Membantu menentukan momentum naik atau turun (tren pasar) dengan mengurangkan dua Exponential Moving Average (EMA).
  • Garis Sinyal: Sebuah EMA dari garis MACD (biasanya EMA 9-periode). Analisis kombinasi garis sinyal dengan garis MACD dapat membantu mengidentifikasi potensi pembalikan atau titik masuk dan keluar.
  • Histogram: Representasi grafis dari Divergence dan Convergence dari garis MACD. Dalam kata lain, histogram dihitung berdasarkan perbedaan antara dua garis.

Cara penggunaannya:

  • Bullish crossover (MACD naik di atas garis sinyal): Ketika garis MACD melintasi garis sinyal dari bawah ke atas, itu menandakan sinyal beli karena momentum bullish mulai terbentuk.
  • Bearish crossover (MACD turun di bawah garis sinyal): Jika garis MACD melintasi garis sinyal dari atas ke bawah, itu menandakan sinyal jual, menunjukkan potensi tren turun.

Contoh penggunaan:

Gambar: Penggunaan indikator MACD, ditandai oleh garis biru dan oranye di bagian bawah.
Gambar: Penggunaan indikator MACD, ditandai oleh garis biru dan oranye di bagian bawah.

Garis MACD = ditandai dengan pergerakan garis biru, dan Garis sinyal = ditandai dengan pergerakan garis oranye. Terlihat pada saat MACD (biru) pada tanggal 23 Mei melintasi garis sinyal (oranye) dari atas ke bawah, harga mengalami penurunan. Sedangkan ketika MACD (biru) melintasi garis sinyal (oranye) dari bawah ke atas pada tanggal 25 Mei, harga mengalami kenaikan.

Baca juga: Penjelasan Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD)

Bollinger Bands

Bollinger Bands adalah indikator teknikal yang digunakan untuk mengukur volatilitas pasar dan mengidentifikasi kondisi overbought atau oversold

Indikator ini terdiri dari tiga garis utama: garis tengah (simple moving average/SMA 20-hari), band atas, dan band bawah, yang dihitung berdasarkan deviasi standar dari SMA.

Cara penggunaannya:

  • Jika harga bergerak di dekat band atas, tren bisa dianggap bullish. Namun, jika harga menyentuh band atas bisa menjadi tanda overbought, dan berpotensi koreksi.
  • Jika harga bergerak di dekat band bawah, tren bisa dianggap bearish. Namun, jika harga menyentuh band bawah bisa menjadi tanda oversold, dan berpotensi rebound.

Contoh penggunaan:

Gambar: Penggunaan indikator Bollinger Bands, garis merah untuk band atas, dan garis hijau untuk band bawah.
Gambar: Penggunaan indikator Bollinger Bands, garis merah untuk band atas, dan garis hijau untuk band bawah.

Pada grafik ONDO 4H di atas, terlihat beberapa momen penting dalam penggunaan Bollinger Bands:

  • Lingkaran hijau: Menunjukkan harga menyentuh band bawah yang disertai dengan candle pembalikan arah (bullish reversal). Ini memberikan sinyal beli potensial.
  • Lingkaran merah: Menunjukkan harga menyentuh atau menembus band atas, yang disertai oleh candle merah. Menunjukan bahwa ketika harga menyentuh band atas, indikator ini memberi sinyal potensi pembalikan atau waktu untuk take profit.

Baca juga: Penjelasan Tentang Apa Itu Bollinger Band? – Tokocrypto News

Kesimpulan

Penggunaan indikator teknikal dalam swing trading memberikan keuntungan besar bagi trader. Indikator seperti Moving Average (MA), RSI, MACD, dan Bollinger Bands dapat membantu kamu mengidentifikasi momentum harga, titik pembalikan, serta tingkat overbought dan oversold, sehingga keputusan trading bisa lebih akurat.

Namun, penting untuk tetap memperhatikan faktor lain seperti sentimen pasar dan berita ekonomi untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif.

Untuk mendapatkan update terbaru seputar pasar kripto, dan informasi tentang momentum pergerakan harga yang potensial untuk trading kamu bisa bergabung dengan komunitas Tokocrypto di Telegram. Di sana kamu bebas melakukan diskusi mengenai trading dan aset kripto yang sedang potensial.

Gabung dengan komunitas Tokocrypto melalui tautan berikut: https://t.me/TokocryptoOfficial


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Investor Cuan Rp178 T! Reli Bitcoin Tertahan di Batas Psikologis $110K

Dalam beberapa waktu terakhir, pasar kripto global kembali menjadi sorotan dengan reli harga Bitcoin (BTC) yang impresif, menembus berbagai level resistensi penting.

Namun, euforia beruntun tersebut tampaknya akan sedikit tertahan, setidaknya untuk saat ini.

Bitcoin, mata uang kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, menghadapi tantangan signifikan untuk melampaui angka $110.000, terutama karena gelombang aksi ambil untung (profit-taking) yang dilakukan oleh para investor jangka pendek.

Menurut laporan terbaru, investor Bitcoin jangka pendek (short-term holders) telah merealisasikan keuntungan kolosal senilai sekitar $11 miliar.

Aksi ini, meskipun merupakan bagian alami dari siklus pasar, telah berkontribusi pada perlambatan momentum kenaikan Bitcoin.

Baca Juga: TradingShot: Bitcoin Berpotensi Tembus $200.000 di Akhir 2025

Fenomena Ambil Untung oleh Investor Jangka Pendek

Investor jangka pendek adalah mereka yang memegang aset kripto mereka dalam periode waktu yang relatif singkat, seringkali mencari keuntungan cepat dari fluktuasi harga.

Dalam reli Bitcoin yang agresif, harga aset ini melonjak tajam, menciptakan peluang emas bagi para pemegang jangka pendek untuk mengunci keuntungan yang signifikan.

Angka $11 miliar yang diambil sebagai keuntungan menunjukkan skala akumulasi dan apresiasi harga yang terjadi sebelum fase konsolidasi ini.

Analis pasar dari berbagai platform, termasuk yang dilaporkan oleh Coindesk, menyoroti bahwa tekanan jual ini datang dari kelompok investor yang membeli Bitcoin pada harga lebih rendah dan kini memanfaatkan kenaikan untuk merealisasikan profit.

Hal ini wajar terjadi di pasar yang volatil seperti kripto, di mana investor berupaya memaksimalkan pengembalian investasi mereka.

Tekanan jual semacam ini dapat menciptakan “dinding” resistensi psikologis dan teknis yang sulit ditembus dalam jangka pendek.

Dampak pada Pasar dan Prospek Bitcoin

Tertahannya reli Bitcoin di bawah $110.000 tidak berarti tren bullish telah berakhir, melainkan menunjukkan fase konsolidasi yang sehat.

Pasar kripto sering kali mengalami periode tarik-menarik antara pembeli dan penjual, di mana aksi ambil untung dapat meredam kenaikan harga sementara waktu sebelum kembali menemukan pijakan untuk bergerak lebih tinggi.

Meskipun terjadi aksi ambil untung besar, Bitcoin tetap menunjukkan fundamental yang kuat.

Adopsi institusional terus meningkat, ditambah dengan perkembangan regulasi yang semakin jelas di berbagai yurisdiksi.

Banyak investor jangka panjang (long-term holders) yang dikenal sebagai “HODLers” tetap teguh memegang aset mereka, bahkan mengakumulasi lebih banyak Bitcoin selama periode penurunan harga atau konsolidasi.

Ini menunjukkan keyakinan yang mendalam terhadap nilai jangka panjang Bitcoin sebagai penyimpan nilai digital dan aset desentralisasi.

Selain itu, peristiwa makroekonomi global dan kebijakan moneter bank sentral juga terus mempengaruhi sentimen pasar kripto.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Bitcoin seringkali dilihat sebagai aset lindung nilai, yang dapat menarik lebih banyak investor yang mencari alternatif dari aset tradisional.

Melihat ke Depan: Apa yang Diharapkan?

Ke depannya, pasar akan mengamati beberapa faktor kunci:

  • Volatilitas Pasar: Aksi ambil untung oleh investor jangka pendek kemungkinan akan berlanjut, menyebabkan fluktuasi harga. Namun, ini juga bisa menjadi kesempatan bagi investor baru untuk masuk atau bagi investor yang ada untuk mengakumulasi lebih banyak.
  • Sentimen Investor Jangka Panjang: Sejauh mana investor jangka panjang terus memegang dan mengakumulasi Bitcoin akan menjadi indikator penting kesehatan pasar secara keseluruhan.
  • Aliran Dana Institusional: Kelanjutan minat dari lembaga keuangan besar dan korporasi akan menjadi pendorong utama bagi harga Bitcoin untuk kembali melanjutkan tren kenaikannya.
  • Perkembangan Makro: Perubahan suku bunga, inflasi, dan peristiwa geopolitik akan terus memainkan peran penting dalam menentukan arah pasar.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 26 Mei 2025: Bitcoin Bangkit Dekati $110.000

Reli Bitcoin mungkin tertahan sementara, namun ini adalah bagian dari evolusi pasar yang dinamis.

Dengan fundamental yang kuat dan minat yang berkelanjutan dari berbagai segmen investor, potensi Bitcoin untuk mencapai level harga yang lebih tinggi di masa depan tetap menjadi skenario yang banyak diantisipasi.

Para investor diharapkan untuk tetap berhati-hati, melakukan riset mendalam, dan memahami risiko yang terkait dengan investasi di aset kripto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin: Momen Krusial Menuju Reli Besar Berikutnya

Bitcoin terus menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian pasar. Melansir Newsbtc, harga Bitcoin saat ini telah naik dari $96.000 (Rp 1,56 miliar) menjadi hampir $97.000 (Rp 1,58 miliar).

Angka ini mendekati level psikologis $100.000 (Rp 1,6 miliar). Namun, tantangan tetap ada, membuat analis mempertimbangkan apakah momentum bullish ini bisa bertahan atau akan terjadi koreksi dalam waktu dekat.

Di sisi lain, indikator pasar menunjukkan sinyal campuran. Sebuah analisis dari Onchain Edge, kontributor CryptoQuant, mengungkap bahwa Bitcoin berada di “zona keputusan kritis.”

Indikator Bitcoin

Dua indikator utama, yaitu Taker Buy/Sell Ratio dan MVRV Ratio, menunjukkan bahwa pasar belum mengalami overvaluasi, meskipun ada tanda-tanda kehati-hatian.

MVRV Ratio dan Potensi Kenaikan HargaMVRV Ratio Bitcoin saat ini berada di angka 2,21, atau masih jauh dari level 3,5–4,0 yang sering dikaitkan dengan puncak pasar.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 21 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 21 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.

Hal ini menandakan bahwa valuasi Bitcoin masih memiliki ruang untuk naik lebih tinggi sebelum mencapai level jenuh beli. Selain itu, indikator lain seperti Puell Multiple juga menunjukkan bahwa Bitcoin belum berada dalam kondisi overbought.

Jika tren ini berlanjut dan pembeli kembali menguasai pasar, ada peluang bagi Bitcoin untuk menembus angka enam digit sebelum mengalami koreksi besar.

Sinyal Bearish yang Harus Diwaspadai

Sementara itu, Taker Buy/Sell Ratio Bitcoin berada di level 0,96, sedikit di bawah ambang batas 0,98 yang sering dikaitkan dengan kekuatan bullish.

Secara historis, angka di kisaran ini pernah mendahului koreksi pasar, seperti yang terjadi pada puncak harga Bitcoin di Maret dan November 2021.

Maka dari itu, seandainya Bitcoin gagal menembus resistensi saat ini, ada kemungkinan bahwa pasar akan mengalami koreksi jangka pendek.

Sebaliknya, jika harga tetap bertahan di atas $95.000 (Rp 1,54 miliar) dan terjadi lonjakan aktivitas pembelian, Bitcoin bisa melanjutkan reli menuju level baru yang lebih tinggi.

Artinya, pasar Bitcoin saat ini berada dalam keseimbangan antara optimisme dan potensi risiko koreksi. Sementara beberapa indikator menunjukkan ruang untuk kenaikan lebih lanjut, sinyal bearish juga tidak bisa diabaikan.

Dalam beberapa hari ke depan, pergerakan harga Bitcoin akan menentukan apakah reli harga Bitcoin saat ini akan terus berlanjut atau mengalami jeda sebelum kembali naik.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tren Bitcoin 24-28 Februari 2025: Kapan TP? By Hotelier By Hoteliercrypto

Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.

Kita review dulu salah saya dimana, pada dasarnya secara umum memang bitcoin mantul tetapi ada beberapa data yang saya salah.

NAHB yang saya prediksi salah, sehingga Housing starts salah karena data perumahan itu terkait satu sama lain, memang benar saya bilang bahwa jika NAHB dan Housing Starts naik saja saya prediksi Bitcoin naik, apalagi jika NAHB dan Housing starts turun, semakin naik Bitcoinya, karena ujung dari pendanaan beroperasinya negara adalah dari kenaikan harga rumah, kalau pembangunan rumah berhenti ya inflasi turun, maka Bitcoin memang akan naik namun menunggu trigger. 

GDP Jepang yang saya prediksi naik benar, juga Housing Price Index Tiongkok benar naik, -5.3% ke -5% adalah naik, artinya Tiongkok akan mendevaluasi mata uangnya agar ekonomi tumbuh. PBOC Prime Loan Rate yang saya prediksi benar dan malam ini seharusnya Claim data naik.

Overall Bitcoin masih sesuai dengan data dan prediksi kita masih sejalan. Sejalan itu kalau bukan beda bumi dan langit, tentu saja tidak mungkin bagi saya mengetahui Bitcoin mau kemana, kalau sampai tahu, artinya kebetulan saja.

Data Minggu Depan

Mari kita bahas data minggu depan.

Senin, 24 Februari 2025

– Tak ada data

Jika tak ada data, maka Bitcoin woles cenderung hijau. Kira-kira begini candlenya

Selasa, 25 Februari 2025

22.00 WITA – House Price Index

Jika Index perumahan Tiongkok naik, maka Index perumahan AS turun. Seperti itu cara kerjanya karena bumi ini satu, pembelinya itu-itu saja dan penjualnya itu-itu saja, juga pabriknya. Sama.

Housing Price Index yang turun artinya AS sedang mengalami liquidity yang seret, dan ini artinya lebih dekat dengan stimulus. Maka Bitcoin akan bergerak naik saat Housing Price Index turun, alasannya indexnya sedang bottoming, masa ada sih negara betah ga pegang duit?

23.00 WITA – CB Consumer Confidence

Cara kerjanya begini, memang benar jika Consume Confidence turun maka Liquidity seret, tetapi jika turunya itu menjadi tanda bahwa itu adalah penurunan terakhir maka Bitcoin naik. Index perumahan yang turun tidak boleh membuat kepercayaan diri masyarakat terhadapa ekonomi melemah.

Rakyat harus tetep belanja apapun caranya. Ekonomi kan harus berputar, kalau sumber pendanaanya yang dari perumahan tak bisa diperas lagi, Consumer Confidence naik duitnya darimana? Apalagi kalau turun. Heboh sendiri itu. 

M2 Supply diambil dari naiknya harga rumah, dari sanalah Fed dapat uang, maka jika M2 Supply naik Bitcoin naik. Tetapi M2 Supply yang diperhatikan adalah setahun kedepan, untuk mengetahui Performa Bitcoin Februari 2025, lihatlah performa M2 Supply 2024. Naik kan?

Maka Bitcoin closing bulan Februari 2025 saya prediksi naik. M2 Supply efeknya setahun, kalau M1 efeknya 3 bulan, kenapa AS saya perhatikan M2 nya? Sedangkan Tiongkok M1-nya? Karena M2 Supply Tiongkok naik, tapi M1 ga naik, duitnya di cetak tapi ga didistribusikan, nakal Tiongkok itu, sengaja biar ekonominya turun dulu untuk membersihkan Foreign Direct Investment.

Sekarang FDI sudah minus, maka diundang kembali untuk invest namun dipilih-pilih, kalau mengancam keamanan negara ga jadi diambil. Mengancam itu definisinya apa? Ya suka-suka Partai Komunis. Saya ga ngerti definisi mengancam versi PKC.

Kira-kira candle hari selasa begini:

Rabu, 26 Februari 2025

23.00 WITA – New Home Sales

NAHB yang Turun, Housing Starts yang turun, maka seharusnya New Home Sales turun juga, kalau pembangunan perumahan baru ga naik, terus siapa yang beli rumah baru? 

Jika New Home Sales turun maka DXY turun. Darimana negara dapat duit kalau ga ada yang KPR?

Kira-kira begini candle hari Rabu. 

Kamis, 27 Februari 2025

21.30 WITA Durable Good Order

Nah, kita dapati Retail sales turun -0.9%, jika belanja masyarakat turun maka seharusnya Durable Good Order turun sehingga DXY turun. Jika Durable Good Order turun maka Bitcoin turun sementara (wick) karena Pemerintah harus segera bertindak agar belanja masyarakat naik dengan kembali membasahi liquidity, saya ngga ngerti darimana uangnya, pokoknya kalau inflasi, berarti Bitcoin tersangka utama yang tahu darimana sumber pendanaan uangnya.

21.30 WITA – GDP AS

Fundamentalnya adalah jika GDP naik maka Inflasi naik, alasannya kenaikam GDP tidak disertakan pertumbuhan utang, kalau utang naik dibarengi dengan GDP naik, maka kita tahu liquiditynya dari hutang. Sebab itu jika GDP naik inflasi naik sehingga Bitcoin naik. Tetapi kali ini karena banyak penghematan GDP akan turun atau sama di 2.3%, sehingga Bitcoin dapat koreksi sementara

23.00 WITA – Pending Home Sales

NAHB turun, Housing Starts turun, New Home Sales turun, logikanya Pending home sales turun. Tetapi ingat, data adalah propaganda, tidak boleh data itu sesuai semuanya karena nanti ekonominya dikerjain trader. 🤣. Data harus mencerminkan ambigu agar tidak semua trader bisa untung, kalau semua untung nanti liquiditynya diambil trader.

Sehingga disini saya mau inverse, Pending home sales akan naik, namun Bitcoin turun, kira kira begini candlenya:

Jum’at, 28 Februari 2025

21.30- WITA PCE Index

Personal Consumption Expenditure adalah index favorit Fed setelah PPI. Fed preferred Index bukan CPI tapi PPI dan PCE, karena setelah mengetahui PPI, Fed bisa hitung PCE nya.

CPI adalah inflasi ke konsumen, PPI adalah inflasi ke produsen, PCE adalah seberapa besar pengaruh inflasi terhadapa konsumsi pribadi, jadi Fed itu tidak terlalu peduli sama berapa inflasi, yang Fed peduli adalah seberapa besar belanjamu. Kita hanyalah sebuah NPWP bagi Fed. 

Kapan Fed potong Suku Bunga? Menurut Antoni :

Kira-kira Begini Candle hari Jumat:

Dengan Keadaan Bitcoin yang mantul namun pelan, saya kira liquidity akan mulai turun ke altcoin, Ethereum mulai lebih diminati dan membuat altcoin naik. Saya berdoa, Minggu depan sudah mulai ada yang TP.

Ingat, semua analisa ini hanyalah opini pribadi, semua koin saya sangkut, dan analisa ini hanyalah penyemangat saya hodl, menjadikan saya acuan adalah salah, dan pasti rugi, saya tidak sekolah keuangan, apalagi murid Bu Sri Mulyani, saya hanyalah trader kripto biasa yang sedang berkarya membuat nasehat hiburan bukan nasehat keuangan, tetaplah analisa sendiri, dan tetaplah jangan percaya sama analisa sendiri.

Menyalahkan influencer tidak mengembalikan uang yang hilang, saya hanya menemani, bukan nalangi.

Baca juga: Analis Prediksi Harga Bitcoin, Ethereum, dan Solana pada 2025


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Dominasi Bitcoin Dekati Level Tertinggi Saat Kontroversi Meme Coin Libra

Pasar kripto kembali mengalami pergeseran signifikan, dengan dominasi Bitcoin melonjak hingga lebih dari 60%, angka tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Laporan The Block, menyebutkan lonjakan ini terjadi seiring dengan volatilitas yang meningkat pada altcoin, khususnya Solana, serta dampak dari anjloknya memecoin Libra yang gagal dalam peluncurannya.

Investor Beralih ke Bitcoin, Altcoin Merosot

Dalam sebulan terakhir, dominasi Bitcoin meningkat sekitar 5% dan mengalami kenaikan 12% dibandingkan tahun lalu. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa lebih banyak investor, terutama institusional, mulai mengalihkan dana mereka ke Bitcoin sebagai aset yang lebih stabil dibandingkan altcoin yang cenderung fluktuatif.

Menurut Hina Sattar Joshi, Direktur Penjualan Aset Digital di TP ICAP, dominasi Bitcoin yang kini melebihi 60% mencerminkan konsolidasi sentimen institusional serta meningkatnya keterlibatan investor profesional dalam aset digital. Sementara itu, Solana mengalami tekanan besar dan kini diperdagangkan di kisaran $185, mencatat penurunan sekitar 4% dalam sehari terakhir.

“Pasar altcoin masih sangat bergantung pada investor ritel, yang menyebabkan perubahan harga lebih tajam. Penurunan ini mencerminkan aliran modal institusional yang semakin condong ke Bitcoin,” tambah Joshi.

Kegagalan Libra dan Dampaknya pada Pasar Kripto

Salah satu faktor yang turut memperkuat dominasi Bitcoin adalah keruntuhan token Libra yang didukung oleh Presiden Argentina, Javier Milei. Kepercayaan investor terhadap token ini anjlok setelah proyek tersebut gagal dalam peluncurannya, menyebabkan kapitalisasi pasarnya merosot sekitar $4 miliar hanya dalam hitungan jam.

Situasi ini semakin memperkuat persepsi bahwa Bitcoin adalah aset yang lebih aman dibandingkan token-token baru yang belum memiliki fundamental yang kuat.

Bitcoin Masih dalam Konsolidasi, Katalis Baru Diperlukan

Meskipun dominasi pasar meningkat, harga Bitcoin tetap bergerak dalam kisaran yang relatif stabil antara $95.000 dan $97.000 selama seminggu terakhir. Analis dari QCP Capital menilai bahwa pergerakan harga Bitcoin saat ini lebih dipengaruhi oleh faktor makroekonomi daripada faktor spesifik kripto.

“Tanpa katalis kuat dari dalam industri kripto, pergerakan harga lebih didorong oleh faktor makro seperti kebijakan moneter dan pergerakan pasar ekuitas,” ujar analis QCP Capital.

Dominasi kapitalisasi pasar Bitcoin kini di atas 60%. Sumber: TradingView.
Dominasi kapitalisasi pasar Bitcoin kini di atas 60%. Sumber: TradingView.

Namun, para analis tetap optimis terhadap prospek jangka menengah Bitcoin. Arus masuk dana institusional melalui ETF Bitcoin spot serta efek dari halving 2024 diyakini dapat mendorong harga Bitcoin menembus $100.000 dalam waktu dekat.

Kepala Analis Bitget Research, Ryan Lee, menambahkan bahwa aktivitas ETF yang positif dan penahanan harga di atas level support kritis dapat menjadi pendorong utama kenaikan Bitcoin.

Pasar Derivatif dan Penurunan Volatilitas

Di pasar derivatif, volatilitas tersirat Bitcoin terus menurun seiring dengan stagnasi harga. QCP Capital mencatat bahwa volatilitas terealisasi tujuh hari telah turun ke 36v, mencerminkan sikap hati-hati investor dalam menunggu perkembangan kebijakan yang lebih konkret.

“Minat terbuka di pasar opsi kripto belum pulih secara signifikan setelah berakhirnya Januari, menandakan bahwa pasar masih menunggu perubahan kebijakan yang lebih nyata daripada sekadar retorika pro-kripto,” jelas analis QCP Capital.

Sebagian besar aktivitas perdagangan saat ini masih berfokus pada strategi jangka pendek seperti penjualan volatilitas dan strategi berbasis rentang harga. Pelaku pasar lebih memilih untuk menunggu katalis yang lebih jelas sebelum melakukan langkah besar dalam posisi investasi mereka.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tren Bitcoin 17-21 Februari 2025: Waktunya TP-TP By Hoteliercrypto

Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.

Prediksi kita minggu 10-14 Februari 2025 sedikit akurat M1 Supply Tiongkok yang naik didukung oleh Core CPI AS yang naik dan claim data yang naik akibat penghematan oleh DOGE, membuat garis kita kebetulan akurat walau ada drama-drama M1 Supply Tiongkok yang ditunda 4 hari.

Data ini meyakinkan bahwa pidato Powell yang hawkish tipu-tipu dengan mengatakan QE baru dimulai ketika suku bunga 0% adalah fatamorgana. 

James Lavish mengatakan, mungkin definisinya QE dirubah. 🤣🤣🤣

RRP yang nol artinya Fed akan menghentikan QT, dan yang pasti M2 Supply akan kembali naik. M2 Supply yang naik + RRP yang nol adalah tanda bahwa Fed kalah melawan inflasi, hal ini dibuktikan oleh emas yang all time high. 

Emas adalah inflation hedge yang hakiki, kenaikan emas adalah pesan untuk kita semua bahwa inflasi akan bullrun dan nilai duit kita akan turun.

Data Minggu Depan

Mari kita bedah data minggu depan. Ingat, jika hari senin tanggal merah di AS, maka curi start yang biasanya hari minggu pindah ke Senin. 

Senin, 17 Februari 2025

– AS libur Hari Ulang Tahun Washington

07.50 WITA: GDP Jepang

Jika GDP naik maka inflasi naik. GDP Jepang yang naik memastikan prediksi saya bener bahwa Yen akan ke 160+ /USD

Jika Yen inflasi maka Bitcoin naik. Kenapa? Karena liquidity Yen adalah terbesar ketiga didunia.

Maka itu jika Yen inflasi Bitcoin naik.

Jika GDP Jepang naik, maka Bitcoin naik, karena GDP yang naik artinya inflasi naik, kira-kira begini candle hari Senin.

Selasa, 18 Februari 2025

23.00 WITA – NAHB HOUSING MARKET INDEX

Ingat ya, 4P= Pekerjaan, Pengangguran, Percetakan dan Perumahan. National Association of Home Builders adalah Persatuan Kontraktor Rumah, ini adalah ujung dari data perumahan. Kita punya data: Existing home sales naik, New Home sales naik, Housing starts naik, Building permit cenderung stabil, maka seharusnya NAHB naik. Jika NAHB naik, DXY naik. Apa hubungannya dengan Bitcoin? 

Ketahui sumber pendanaan negara adalah dari rakyat, utamanya adalah dari uang rakyat, rumah adalah sesuatu yang diperjuangkan setiap rakyat, semua orang bekerja demi rumah, dan dengan media rumah negara mendapatkan pendanaan, maka itu setiap kampanye capres, selalu menggaungkan kemudahan punya rumah.

Rumah adalah sumber keuangan negara, tetapi rumah juga adalah sumber inflasi. Jika harga rumah naik, maka inflasi naik, rumah adalah alat negara untuk mencetak uang, M2 Supply diambil dari naiknya harga rumah. Frontal ya, ingat ini hanya terjadi di Amerika, dinegara lain tidak terjadi. Janganlah menyambung-nyambungkan hal yang tidak terjadi di negara Thailand. Dunia ini hanya milik AS dan Tiongkok, sisanya nebeng. Plis deh.

Jika NAHB naik maka Bitcoin naik, karena artinya inflasi naik, NAHB adalah kepastian bahwa M2 Supply dapat terus dicetak. Kira-kira Candle hari Selasa begini:

Rabu, 19 Februari 2025

09.30 WITA – HOUSE PRICE TIONGKOK

Nah sama dengan AS, harga Rumah Tiongkok yang naik artinya inflasi Yuan naik. Bottomingnya sudah selesai, terbukti dari Tiongkok yang mau menalangi Vanke

Vanke adalah perusahaan real estate di Tiongkok, menalangi Vanke yang mau bangkrut (bailout) artinya Tiongkok sudah merasa kerontokan ekonominya cukup, yang artinya harga rumah akan naik lagi, sehingga Yuan akan inflasi lagi. Jika harga rumah Tiongkok naik maka Bitcoin naik.

21.30 WITA – Housing Start

Seperti Prediksi diatas, NAHB yang naik artinya gaduh-gaduh Donald Trump itu cuma untuk menutupi keuangan AS yang buruk. NAHB naik artinya Housing starts naik, mereka akan mencari cara naikin kas melalui subsidi KPR. Itu adalah jebakan batman, udah jangan disambung-sambungin. Nanti banyak yang bilang, “kata Hoteliercrypto” mampus saya nanti. 

Sering saya bilang utang AS akan naik jadi 40Trilyun dollar, kemana mereka akan utang sedang AS adalah negara terkaya? Ya, itu ke Rumah-rumah yang di KPR kan. Cobak deh hitung, kalau rumah KPR itu setelah lunas cicilannya pasti dapat 2 rumah, satu untuk yang nyicil rumah, satu untuk banknya. Ya kan? 🤭🤭🤭🤭. Di AS ya guys. Di AS ya.

Kira-kira begini Candle hari Rabu:

Kamis, 20 Februari 2025

09.00 WITA – PBOC LOAN PRIME RATE

Suku bunga pinjaman Tiongkok akan dirilis pada hari Kamis ini. Suku Bunga 3.1% itu sudah rendah sekali. Jika suku bunga dipelihara 3.1% saja Bitcoin akan tetap naik, apalagi diturunkan.

Ingat Bitcoin selalu erat kaitannya dengan liquidity. Dengan keadaan ekonomi sekarang, saya tidak punya skenario suku bunga pinjaman Tiongkok naik. Kalau itu sampai terjadi, ya itu berarti Bitcoin akan koreksi.

– Claim data

Dengan keberadaan DOGE yang masih terus memotong kontrak pekerjaan negara, saya yakin initial jobless claim data adalah akan naik, karena pada jaman Pres. Biden, NFP didominasi oleh pekerja pemerintah.

Penghematan besar-besaran ini masih akan berlangsung. Jika claim data naik, maka DXY turun. Tetapi porsi claim data tidaklah sama bobotnya dengan data CPI atau PCE. Saya kira Bitcoin akan turun sedikit setelah naik banyak. 

Kira-kira candle hari Kamis begini:

Jumat, 21 Februari 2025

23.00 WITA – Existing Home Sales

Data perumahan Existing Home Sales naik, dengar ngga, Donald Trump akan mengajukan utang 4 Trilyun dollar AS? 

Itulah sebab dari prediksi saya data perumahan akan naik.

Jika Existing home sales naik maka DXY naik. Ketahui, Dollar adalah multi fungsi media transfer nilai, fungsi dollar adalah:

  1. Medium Exchange yaitu untuk alat tukar
  2. Store of Value, yaitu untuk alat menyimpain nilai, tidak semua uang punya fungsi ini.
  3. Inflation hedge, walaupun dollar inflasi, tetapi inflasi dollar ditanggung banyak negara banyak hodler, sehingga dollar adalah alat sempurna untuk menyedot liquidity mata uang lain lewat 3 fungsi dollar. Sebagian besar mata uang keok saat DXY naik.
  4. Treasury Reserve atau cadangan devisa. Jika utang AS naik maka DXY naik. Fungsi reserve ini menjadikan dollar terus dapat mengekspor inflasinya

Maka jika Existing home sales naik, DXY naik. Tetapi kenaikannya tidaklah dapat menekan Bitcoin terlalu dalam, karena kenaikan DXY dengan alasan Existing home sales naik adalah kenaikan hutang AS, bukan kenaikan Ekonomi.

Jika hutang AS naik, Bitcoin naik, karena hutang adalah jaminan inflasi yang naik dimasa depan. Pada dasarnya ada fungsi lain yaitu untuk sanksi negara yang tidak patuh.

23.00 WITA – UNMICH

Sesuai postingan di X, target inflasi telah berubah, 2% adalah masa lalu, new inflation target adalah 3%. Unmich mengonfirmasi prediksi itu dengan merilis laporan inflasi yang ke 4.3% dalam setahun kedepan. 

Jika inflasi naik maka Bitcoin naik, kecuali Fed hawkish san akan menaikan suku bunga. Apakah mungkin Fed menaikan suku bunganya yang 4.5%? 

Nah Fed punya senjata baru yaitu Basel III End Game.

Kira-Kira Candle hari Jumat begini:

Basel III End Game adalah: 

Komite Basel pada pengawasan Bank adalah Panel (wadah) yang diadakan Bank International Settlement (BIS) di Basel Swiss. Tujuannya untuk membuat aturan bersama agar Bank Sentral didunia punya acuan standar modal bank yang dapat bertahan ketika banknya mengalami kerugian saat krisis atau keadaan yang berat.

Hanya bank dengan kekayaan 100 milyar dollar yang wajib mengikuti arahan BIS ini. 

Itu definisinya. 

Pendapat saya, Basel III End Game yang diajukan Powell adalah untuk menaikan demand dollar agar inflasi AS dapat di Expor terus keluar negeri. Barang siapa tidak taat pasti akan kena demokrasi oleh AS.

Menaikan modal dasar sama dengan menaikan Reserve Requirement Ratio. Pada ujungnya adalah menaikkan hodler dollar dan memaksanya hodl walau dollarnya inflasi. Fed hendak menjadikan dunia Exit Liquidity dari utangnya yang jauh diatas Nilai Ekonominya. Jika ini terjadi maka Dollar akan terus menguat, negara yang cerdas akan mulai menambah Cadevnya dalam emas, namun negara yang tidak mengerti politik dunia akan menjadi exit liquidity dollar. 

Jika ini terjadi DXY akan naik, tapi jika solusinya ditemukan untuk menghindari Hodl dollar, Bitcoin akan naik. Mungkin saja solusinya adalah Cadev Bitcoin. Yang tentu saja, tak akan lepas dari cengkeraman AS.

Amerika itu pinter sekali. 

Anyway itu masih lama. Saya ingatkan sekali lagi, cerita ini hanyalah karangan saya belaka, tidak boleh dijadikan dasar keputusan membeli atau menjual aset, sama dengan drama korea, saya harus membuat abang-abang semua kecanduan cerita saya, agar terus mentrakteer saya nasi jinggo.

Jika cerita ini digunakan sebagai nasihat keuangan, sudah pasti rugi dan sangkut menahun, ARB saya sangkut dari 12 Maret 2024, masa masih ngga percaya. Tetaplah analisa sendiri, dan tetaplah jangan percaya analisa sendiri. Ingat ya, dilarang menyalahkan influencer, klausa nge-les saya ada 12. 

Baca juga: Analis Prediksi Harga Bitcoin, Ethereum, dan Solana pada 2025


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Japan FSA Pertimbangkan Bitcoin sebagai Produk Keuangan

Badan Layanan Keuangan Jepang (Japan FSA) sedang mempertimbangkan regulasi baru yang dapat mengubah status Bitcoin menjadi produk keuangan yang setara dengan surat berharga.

Bitcoin Dipertimbangkan Sebagai Produk Keuangan

Berdasarkan informasi dari Nikkei, FSA Jepang sedang mengkaji regulasi baru untuk menjadikan Bitcoin sebagai produk keuangan resmi.

  • Setara dengan surat berharga: Dengan status baru ini, aset kripto akan mendapatkan perlakuan serupa dengan instrumen investasi lainnya.
  • Pengungkapan informasi lebih transparan: Regulasi ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi bagi investor agar lebih terlindungi.

Pertimbangan Pajak Baru untuk Bitcoin

Japan FSA juga berencana menerapkan pemotongan pajak untuk investasi Bitcoin.

  • Pajak turun dari 55% ke 20%: Perubahan ini akan mendorong lebih banyak investor untuk memasuki pasar kripto.
  • Meningkatkan daya saing Jepang: Dengan pajak yang lebih rendah, Jepang berupaya menjadi pusat investasi aset digital.

Persetujuan ETF Bitcoin Spot

Japan FSA sedang mempertimbangkan untuk mencabut larangan pada dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) berbasis Bitcoin spot.

  • Meningkatkan adopsi Bitcoin: ETF Bitcoin spot akan mempermudah investor institusional untuk terlibat dalam aset kripto.
  • Rencana diumumkan pada Juni: Sistem regulasi baru diharapkan diumumkan pada pertengahan tahun 2025 dengan target penerapan di 2026.

Baca juga: Tren Bitcoin 10-14 Februari 2025: Tetap Fokus Balik Modal By Hoteliercrypto


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli. 





Sumber : news.tokocrypto.com

Tren Bitcoin 10-14 Februari 2025: Tetap Fokus Balik Modal By Hoteliercrypto

Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.

Artikel kita minggu lalu meleset saat Tiongkok masih bermain-main dengan stimulus. Tiongkok masih me-withdraw Liquiditynya via Medium Long Term Fund yang mengakibatkan stimulus yang saya harapkan ditebar saat Imlek, Zonk.

Keadaan itu diperparah dengan jatuhnya Nasdaq akibat ancaman Deepseek AI yang mampu secara open source menyediakan kemampuan AI lebih terjangkau daripada ChatGPT, sehingga

Secara garis masih ada kesempatan naik, berikut penampakan tren minggu lalu. 

NFP yang kita prediksi jatuh minggu lalu tepat, dan akurat juga termasuk PMI, Jolts, ADP dan Claim data.

NFP yang jatuh memastikan bahwa Fed kehabisan amunisi dan tak mungkin untuk hawkish karena berisiko lebih banyak lagi jutaan pekerjaan menghilang akibat keringnya liquidity. Karena alasan itu Fed akan memotong suku bunga lebih dari 2x dan itu adalah bensin Bitcoin.

NFP turun dan pengangguran turun adalah sesuatu yang tidak masuk akal. Pengangguran turun bukan berarti mereka bekerja, tetapi mereka dideportasi, buktinya NFP turun. Jika NFP turun, Fed tidak bisa hawkish, karena jika Fed hawkish maka NFP semakin turun. NFP adalah jumlah total pegawai baru yang bekerja.

NFP turun artinya Inflasi pasti naik, Jika sampai inflasi turun, itu bukanlah inflasi riil yang turun tetapi liquidity dollar yang turun sehingga Bitcoin tetap akan naik.

Emas adalah kunci, Emas berpesan inflasi akan membumbung tinggi, itilah sebabnya Emas ATH. Trump dan Tarif hanyalah bumbu, semua inflation hedge naik, Yield, DXY, Emas, hanya menunggu giliran Bitcoin naik.

Data Minggu Depan

Mari kita bedah data minggu depan.

Senin, 10 Februari 2025

14:00 WITA: M1 SUPPLY TIONGKOK

Kunci dari keadaan ekonomi Tiongkok yang membaik adalah dimulainya M1 yang naik. M1 sudah naik tetapi belum signifikan, sekali naik maka M1 akan naik terus. Maka jika M1 naik, Bitcoin semakin naik. Kenapa? Karena M1 adalah jumlah uang tunai dan deposito jangka pendek yang beredar. M2 supply naik namun jika M1 tidak naik maka jumlah edar uang Yuan belum naik.

– Senin AS Tidak ada Data.

Kira-kira begini candlenya, tetapi Ingat, candle ini sesuai jika penerbitan data M1 tidak ditunda, saya capek sama Tiongkok, sering tak tepat waktu.

Selasa, 11 Februari 2025

– Tidak ada data tetapi ada Powell pidato disini, saya ngga tahu jam berapa.

Tiongkok menunda stimulus karena tidak mau liquiditynya di sedot AS, AS menerapkan tariff karena liquiditynya tidak mau disedot Tiongkok. Sekarang perhatikan, tembok penghadang stimulus sudah dipasang, maka apalagi halangam stimulus dicairkan?

Kira-kira candlenya begini hari selasa, Gambar saya turun, tetapi maksud saya ada wick, sehingga itu artinya sama dengan sabtu.

Rabu, 12 Februari 2025

06:50 WITA: M3 Supply Jepang

Jika M3 Supply Jepang naik, Inflasi Jepang naik, dan itu segaria dengan harapan Jepang yang ekonominya dilanda deflasi, Jepang juga maunya Inflasi kembali ke 2%. Jepang mengatakan akan invest ke AS 1 Trilyun dollar, itu adalah kepastian bahwa kepemilikan UST Jepang akan naik, sehingga DXY naik. Jika Jepang invest di AS, maka AS rela stimulusnya disedot Jepang, kenapa?

Karena Jepang adalah jajahan AS, dengan kepemilikan UST terbesar oleh Jepang, AS dapat menyedotnya kapan saja, sehingga Jepang adalah exit liquidity AS. Jepang tak punya kewenangan melawan seperti Tiongkok. Jika Yen naik maka Bitcoin naik, alasannya inflasi adalah kunci dari bensin Bitcoin.

20:30 WITA: CPI AS

Belanja pabrik naik (PMI), padahal pesanan pabrik turun (Factory order) ditambah belanja masyarakat turun (Durable Good Order), lebih parah lagi jumlah lowongan turun (Jolts), magic bukan sihir, Jumlah karyawan swasta naik (ADP) tetapi NFP ambles sehingga prediksi Unmich melejit ke 4.3% inflasi.

Inflasi akan dilaporkan naik, dan Bitcoin naik. NFP turun adalah kunci dari inflasi, NFP adalah hodler dollar, jika turun lalu siapa yang menanggu inflasi AS saat ekonominya jatuh begini? NFP membuktikan data ADP adalah sampah.

Begini kira-kira Candle hari Rabu.

Kamis, 13 Februari 2025

20:30 WITA: PPI AS

Ingat, Fed preferred index adalah PPI bukan CPI, tetapi jika CPI naik maka PPI Naik, kenaikan PPI adalah tanda ekonomi masih jalan, namun kenaikan yang terlalu besar, membuat Fed harus segera bertindak mengetatkan kebijakan moneter, apakah bisa ketika suku bunga masih di 4.5%? No.

CPI adalah inflasi dari sisi pembeli, sedangkan PPI adalah inflasi dari sisi penjual.

Kira kira begini Candle hari Kamis:

Garis saya turun bukan berarti koreksi dalam tetapi berarti wicky, yaitu membuat sumbu, nge-wick.

Jumat, 14 Februari 2025

20:30 WITA – Retail Sales

Nah, untuk mengetahui inflasi bulan Februari yang dilaporkan Maret, maka langkah pertama adalah mengetahui Retail sales. Retail sales adalah data belanja masyarakat di AS jika retail sales naik artinya ekonomi baik sehingga DXY naik. Di AS retail sales dibagi dua, 60% kartu dan 40% tunai, yang tunai lupaka, karena ga bisa dilacak, yang kartu dianalisa bank. 

Retail sales adalah rentetan awal saya untuk prediksi inflasi. 

Saya prediksi Retail sales turun, alasannya inflasi naik, Jumlah Total pegawai turun (NFP), Jumlah lowongan turun (Jolts) Pesanan Pabrik Turun (Factory order) dan belanja barang tahan lama masyarakat juga turun (Durable Good Order). Jika retail sales sampai naik, darimana masyarakat dapat duit? 

Maka itu sebabnya Retail sales naik DXY turun, jika Retail sales Turun DXY naik, maka kenaikan DXY bukan dari naiknya ekonomi tetapi dari segi kekhawatiran pasar bahwa inflasi akan naik sehingga pasar berlindung pada Yield (surat utang).

Kira-kira begini candel hari Jum’at

Terimakasih sudah membaca artikel saya. Ingat, membeli dan menjual adalah keputusan Pribadi, menyalahkan analisa saya tidak akan mengembalikan uang investasi yang hilang, sehingga menjadikan saya acuan adalah salah. Berkali-kali analisa saya salah adalah bukti bahwa posisi saya sama dengan Trada yaitu meraba-raba.

Jika analisa saya benar, maka itu hanya kebetulan, jika analisa saya salah, sudah sewajarnya begitu. Tetaplah melakukan analisa sendiri, dan tetaplah jangan percaya analisa sendiri, karena analisa bukanlah nasehat keuangan tetapi hanya semata-mata hiburan. 😀😀

Baca juga: Analis Prediksi Harga Bitcoin, Ethereum, dan Solana pada 2025


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Berjuang di Bawah $100.000: Apa Target Berikutnya?

Bitcoin kembali mengalami volatilitas tinggi dalam 24 jam terakhir. Setelah sempat menembus angka psikologis $100.000, harga aset kripto terbesar ini kembali mengalami penurunan. Pergerakan ini mencerminkan ketidakpastian yang masih melingkupi pasar kripto, dengan investor dan pedagang terus bereaksi terhadap perubahan harga jangka pendek.

Meskipun demikian, ada indikasi bahwa stabilitas jangka panjang mulai terbentuk. Para investor berpengalaman tampaknya tetap mempertahankan posisi mereka, yang dapat berkontribusi pada ketahanan pasar di tengah gejolak saat ini.

Bitcoin Mengambil Pendekatan yang Berbeda

Menurut laporan BeInCrypto, Indikator Realized HODL (RHODL) menunjukkan bahwa rasio sejak Bitcoin mencapai titik tertinggi sepanjang masa (ATH) berada di angka 23%. Hal ini menandakan bahwa permintaan baru dalam siklus ini tetap tinggi, tetapi jumlah Bitcoin yang disimpan lebih dari tiga bulan lebih rendah dibandingkan siklus sebelumnya. Dengan kata lain, arus masuk permintaan baru terjadi dalam lonjakan singkat daripada pola pertumbuhan yang berkelanjutan.

Siklus pasar Bitcoin saat ini juga menunjukkan karakteristik unik dibandingkan dengan periode sebelumnya. Biasanya, siklus bullish berakhir sekitar satu tahun setelah Bitcoin mencapai ATH pertama dalam siklus tersebut. Namun, kali ini Bitcoin telah mencetak ATH baru pada Maret 2024, tetapi permintaan pasar belum mencapai level yang sama seperti reli sebelumnya. Pola ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana siklus pasar saat ini akan berlanjut.

Selain itu, volatilitas yang terealisasi dalam tiga bulan terakhir tetap di bawah 50%. Sebagai perbandingan, reli harga sebelumnya sering kali disertai volatilitas di atas 80% hingga 100%. Penurunan volatilitas ini menandakan bahwa pergerakan harga Bitcoin semakin terstruktur, dengan dukungan dari investor berpengalaman yang lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Bitcoin mengalami volatilitas. Sumber:  Glassnode.
Bitcoin mengalami volatilitas. Sumber: Glassnode.

Tren Bullish yang Lebih Stabil

Siklus 2023-2025 menunjukkan pola kenaikan harga yang lebih terkendali dibandingkan dengan siklus sebelumnya. Jika di masa lalu Bitcoin mengalami lonjakan harga ekstrem diikuti oleh koreksi tajam, tren saat ini menunjukkan kenaikan harga yang lebih bertahap. Hal ini bisa menjadi indikasi pasar bullish yang lebih stabil, yang mengurangi risiko kejatuhan harga yang drastis.

Namun, ketidakpastian tetap ada. Jika Bitcoin kehilangan level support penting di $95.869, harga bisa turun lebih dalam ke kisaran $93.625. Sejauh ini, para pemegang Bitcoin masih enggan melakukan aksi ambil untung dalam jumlah besar. Akan tetapi, jika tekanan jual meningkat, pasar bisa mengalami koreksi yang lebih signifikan.

Di sisi lain, jika Bitcoin mampu bertahan di atas $95.869 dan kembali menembus $100.000, sentimen pasar bisa berubah lebih positif. Keberhasilan menembus batas psikologis ini akan membatalkan prospek bearish dan membuka peluang untuk tren naik yang lebih kuat.

Kesimpulan

Pergerakan harga Bitcoin saat ini menunjukkan dinamika pasar yang lebih kompleks dibandingkan siklus sebelumnya. Dengan volatilitas yang lebih rendah dan pola kenaikan harga yang lebih stabil, pasar tampaknya bergerak ke arah bullish yang lebih terkendali.

Namun, ketidakpastian tetap ada, terutama terkait dengan level support utama. Jika Bitcoin mampu bertahan dan kembali melampaui $100.000, momentum bullish bisa terus berlanjut. Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat, koreksi lebih dalam bisa terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Baca juga: Tren Bitcoin 10-14 Februari 2025: Tetap Fokus Balik Modal By Hoteliercrypto


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com