Tag Archives: btc

RUU Cadangan Bitcoin Texas Lolos Pembacaan, Segera Disahkan?

Texas semakin dekat untuk membentuk Cadangan Bitcoin tingkat negara bagian setelah RUU SB 21 berhasil melewati pembacaan kedua di Dewan Perwakilan Rakyat dengan hasil suara 105-23. Kini, hanya satu langkah pemungutan suara lagi dan tanda tangan dari Gubernur Greg Abbott yang dibutuhkan untuk menjadikannya undang-undang.

RUU ini membuka jalan bagi Texas untuk mengakumulasi cadangan aset kripto, tidak hanya Bitcoin, tetapi juga altcoin yang memenuhi syarat. Altcoin yang ingin masuk ke dalam cadangan harus mempertahankan kapitalisasi pasar minimal $500 miliar selama 24 bulan berturut-turut—sebuah peningkatan dari persyaratan sebelumnya yang hanya 12 bulan.

Langkah Strategis Menuju Cadangan Bitcoin

Dilaporkan BeInCrypto, sejak dukungan publik dari mantan Presiden Donald Trump terhadap konsep cadangan Bitcoin negara bagian, sejumlah negara bagian AS mulai menyusun kebijakan serupa. Di Texas, Letnan Gubernur menjadikan pembentukan cadangan ini sebagai prioritas segera setelah pelantikan Trump.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 21 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 21 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Bitcoin Pizza Day: Fakta dan Cara Merayakannya di Seluruh Dunia

RUU SB 21 terinspirasi oleh model yang sebelumnya sukses di New Hampshire, yang menjadi negara bagian pertama yang melegalkan cadangan Bitcoin. SB 21 mengadopsi bahasa hukum serupa, termasuk ketentuan untuk menyertakan aset digital lain selain BTC asalkan memenuhi kriteria nilai pasar selama dua tahun.

Meskipun sudah mendapat lampu hijau dari komite dan Senat, SB 21 masih harus lolos dari pemungutan suara terakhir sebelum akhir masa sidang legislatif Texas pada 2 Juni.

Dukungan Politik dan Tantangan Tersisa

Dengan dukungan bipartisan yang kuat dan pernyataan terbuka dari Gubernur Abbott yang mendukung Bitcoin sejak lama, peluang SB 21 untuk disahkan sangat tinggi. Namun, pengalaman di negara bagian lain menunjukkan bahwa tidak ada jaminan.

Sebagai contoh, meskipun Gubernur Arizona telah menandatangani undang-undang yang mengizinkan penyimpanan BTC oleh negara, ia juga memveto dua RUU yang memungkinkan pembelian tersebut. Di Florida, dukungan awal terhadap kebijakan serupa pun tidak berujung pada kemajuan berarti.

Hal ini menjadi pengingat bahwa meskipun dukungan politik kuat, hasil akhirnya tetap tidak pasti. Jika disahkan, SB 21 akan menjadi salah satu dari sedikit RUU Cadangan Bitcoin yang berhasil di tingkat negara bagian—membuka jalan bagi adopsi institusional kripto di sektor publik.

Baca juga: Bitcoin Tembus $107.000, Rekor Tertinggi Sepanjang Masa Semakin Dekat


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Tembus $107.000, Rekor Tertinggi Sepanjang Masa Semakin Dekat

Bitcoin terus menunjukkan kekuatannya di pasar kripto dengan melonjak ke harga $107.000 pada hari Rabu (21/5) menurut data dari CoinGecko. Ini menjadi pencapaian tertinggi sejak Januari dan hanya terpaut kurang dari 2% dari rekor tertingginya di $108.786.

Menurut data dari CoinMarketCap dan Coinbase, harga harian Bitcoin bahkan sempat mencatat nilai lebih tinggi, menandakan sentimen bullish yang kuat di pasar. Lonjakan ini terjadi seiring dengan meredanya ketegangan dalam perang dagang global yang dipicu oleh Presiden Trump, yang baru-baru ini mulai menarik kembali tarif perdagangan dan membuka peluang kesepakatan dengan beberapa mitra dagang.

Kenaikan Bitcoin dari titik terendahnya di bawah $75.000 pada awal April mencerminkan pemulihan pasar aset berisiko secara keseluruhan. Aset-aset kripto lainnya turut menikmati momentum positif ini.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 21 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 21 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Bitcoin Pizza Day: Fakta dan Cara Merayakannya di Seluruh Dunia

Momentum Positif

Ethereum mencatat lonjakan sebesar 58% dalam 30 hari terakhir, sementara Dogecoin naik 45% dan Solana naik hampir 23%. Koin meme, khususnya, menjadi salah satu yang paling diuntungkan dari reli pasar terbaru.

Di tengah kenaikan ini, data dari CoinGlass menunjukkan terjadinya likuidasi senilai lebih dari $233 juta dalam 24 jam terakhir, dengan lebih dari separuhnya berasal dari posisi short—indikasi bahwa banyak trader yang salah prediksi terhadap arah pergerakan harga.

Menariknya, Ethereum mencatatkan jumlah likuidasi terbesar, mencapai $69 juta, sebagian besar berasal dari posisi long.

Dengan performa kuat ini, pasar kini menanti apakah Bitcoin akan mampu menembus rekor tertingginya dalam waktu dekat.

Baca juga: Pasar Kripto Hari Ini 21 Mei 2025: Bitcoin Melesat ke $107.000


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Peluang Cetak ATH Lagi

Pasar kripto hari ini, Selasa (20/5) diramaikan dengan Bitcoin berpeluang mencetak rekor tertinggi baru di atas $110.000 akhir pekan ini, menurut analisis fraktal dan data Glassnode yang menunjukkan akumulasi besar-besaran oleh dompet BTC.

Di sisi altcoin, MKR, TRUMP, dan FLOKI masuk watchlist dengan potensi lonjakan harga terkait upgrade, event politik, dan airdrop. Di tengah itu, indikator ekonomi AS seperti data pengangguran dan penjualan rumah menjadi kunci arah pasar kripto minggu ini. Lihat lebih banyak insight di bawah ini:

Analisis Fraktal Prediksi ATH Bitcoin >$110K Akhir Minggu

– Data onchain & teknis sinyalkan ATH baru segera.
– Data Glassnode: mayoritas dompet Bitcoin akumulasi.
– Divergensi bearish harian ragukan reli BTC ke $120K-$130K.

Altcoin Watchlist Minggu Ketiga Mei 2025

– MKR berpotensi reli pasca upgrade 19 Mei ke $1.894/$2.188.
– TRUMP incar lonjakan besar usai dinner 22 Mei, target $14,53/$17,14
– FLOKI tunggu airdrop BADAI; >$0,000100 potensi untung.

Indikator Ekonomi AS Pengaruhi Kripto Minggu Ini

– Klaim Pengangguran awal pengaruhi kebijakan Fed & harga Bitcoin.
– Angka PMI sinyalkan momentum ekonomi; di bawah perkiraan bisa picu reli BTC.
– Penjualan Rumah April bisa konfirmasi perlambatan ekonomi, dorong investasi kripto.

Arthur Hayes: Musim Panas Ini Altcoin Hadir, ETH Ungguli SOL

– Altseason: Hanya proyek fundamental kuat yang tumbuh.
– Hayes yakin ekosistem ETH kuat (TVL, pengembang) ungguli SOL.
– Hayes prediksi dominasi BTC naik seiring potensi reli ke $250K.

Baca juga: Tutorial Mudah Buat Jurnal Investasi & Trading + Template Google Sheet Gratis!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pengaruh Inflasi Terhadap Pergerakan Harga Kripto

Inflasi ternyata bisa berdampak hingga ke pasar kripto. Ketika nilai uang menurun dan suplai meningkat, investor mulai mencari aset alternatif yang dapat mempertahankan nilai. Salah satunya adalah kripto seperti Bitcoin, yang sering disebut sebagai “emas digital”. 

Tapi bagaimana sebenarnya hubungan antara inflasi, suplai uang (M2), dan harga kripto? Simak penjelasan singkatnya di bawah.

Apa itu Inflasi?

Inflasi adalah kondisi meningkatnya harga barang dan jasa secara umum dalam jangka waktu tertentu. Ketika inflasi terjadi, nilai uang menurun karena daya belinya melemah. 

Faktor penyebabnya bisa berasal dari permintaan berlebih, biaya produksi yang meningkat, atau kebijakan moneter yang longgar seperti pencetakan uang secara masif.

Baca juga: Apakah Itu Inflasi? Membedah Fenomena Ekonomi yang Penting

Mekanisme Inflasi dalam Sistem Ekonomi 

Dalam sistem ekonomi tradisional, inflasi dikendalikan oleh bank sentral melalui kebijakan suku bunga dan pengaturan jumlah uang beredar. 

Ketika inflasi tinggi, suku bunga biasanya dinaikkan untuk menahan laju konsumsi dan investasi. Namun, ini juga berdampak pada berkurangnya likuiditas dan tekanan pada pasar investasi, termasuk kripto.

Baca juga: Pengaruh Pergerakan Dolar AS terhadap Pasar Crypto

Sekilas Fungsi dan Tujuan Awal Kripto

Pionir dari boomingnya aset kripto saat ini yakni Bitcoin diciptakan sebagai alternatif dari sistem keuangan terpusat. 

Dengan pasokan terbatas (maksimal 21 juta BTC), Bitcoin dirancang untuk tahan terhadap inflasi, berbeda dengan mata uang fiat yang bisa dicetak tanpa batas. Inilah sebabnya mengapa banyak investor melihat kripto sebagai penyimpan nilai atau “emas digital”.

Di tengah tantangan inflasi yang dihadapi ekonomi global, muncul pertanyaan: apakah ada aset yang mampu mempertahankan nilainya? Di sinilah kripto masuk sebagai alternatif.

Baca juga: Apa Itu Bitcoin? Dan Bagaimana Cara Mendapatkannya?

Kripto sebagai Lindung Nilai (Hedge) terhadap Inflasi

Karena nilainya memiliki pasokan yang terbatas, aset kripto dalam hal ini Bitcoin sering dianggap sebagai sebagai lindung nilai (hedge) terhadap inflasi.

Meskipun harga Bitcoin tidak berkorelasi langsung dengan tingginya inflasi, data historis menunjukkan bahwa ketika M2 Global meningkat, harga Bitcoin cenderung naik, tetapi ketika M2 menyusut, Bitcoin juga mengalami pelemahan.

M2 sendiri merupakan adalah salah satu ukuran jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. M2 mencakup semua elemen dari M1 (uang tunai dan rekening giro) ditambah dengan tabungan, deposito berjangka pendek, dan beberapa instrumen pasar uang.

M2 sering digunakan sebagai indikator likuiditas ekonomi karena mencerminkan jumlah uang yang tersedia untuk transaksi dan investasi.

Ketika M2 meningkat, biasanya ada lebih banyak uang yang beredar, yang dapat mendorong inflasi. Sebaliknya, jika M2 menurun, likuiditas ekonomi bisa berkurang, yang berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Grafik korelasi pergerakan Bitcoin dan M2 Global Money Supply. Sumber data: Bitcoin Counter Flow.

Terlihat bahwa ketika M2 Global naik secara tajam (khususnya sekitar 2020–2021), harga Bitcoin juga mengalami lonjakan signifikan. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan suplai uang global dapat mendorong minat investor terhadap Bitcoin sebagai alternatif lindung nilai terhadap inflasi fiat.

Setelah puncak M2 pada akhir 2021, pertumbuhan mulai melambat, yang juga diikuti oleh konsolidasi harga Bitcoin. Ini menunjukkan bahwa ketika suplai uang mulai dikendalikan (tightening), pasar kripto juga mengalami koreksi.

Bisa disimpulkan bahwa hubungan Bitcoin memiliki korelasi positif dengan tingginya uang yang beredar dan ketika M2 naik karena pencetakan uang besar-besaran, investor cenderung mencari alternatif seperti Bitcoin sebagai aset lindung nilai.

Strategi Investasi Kripto dalam Lingkungan Inflasi Tinggi

  • Diversifikasi portofolio dengan kombinasi kripto, stablecoin, dan aset tradisional.
  • Pantau M2 dan inflasi global sebagai indikator makro.
  • Gunakan stablecoin untuk menyimpan nilai sementara.
  • Manfaatkan analisis teknikal dan fundamental untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.

Baca juga: Strategi Investasi Aset Crypto Jangka Panjang yang Sukses

Inflasi dan M2 money supply adalah dua faktor makroekonomi utama yang secara langsung dan tidak langsung mempengaruhi nilai aset kripto. 

Dengan memahami korelasi antara inflasi dan pergerakan harga kripto khususnya Bitcoin ini semoga bisa memberikan insight lebih agar kamu bisa mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.

Jangan sampai ketinggalan informasi terbaru dari pasar kripto dan diskusi langsung dengan para trader dengan join komunitas Tokocrypto di Telegram sekarang! GRATIS!

Klik link berikut untuk mulai gabung dengan komunitas Tokocrypto: https://t.me/TokocryptoOfficial


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Prediksi Harga Bitcoin Tahun 2025 Bisa Tembus $130.000

Prediksi harga Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan setelah platform prediksi pasar Polymarket memperkirakan peluang sebesar 67% bahwa harga BTC akan mencapai $130.000 sebelum akhir tahun 2025.

Perkiraan ini mencerminkan peningkatan signifikan dalam sentimen pasar, mengingat pada akhir April, peluang tersebut hanya sekitar 25%.

Faktor Pendorong Optimisme

Beberapa faktor utama yang mendorong optimisme ini meliputi:

  1. Minat Institusional yang Meningkat: Adopsi Bitcoin oleh institusi keuangan besar telah meningkat, terutama setelah peluncuran dan adopsi ETF Bitcoin spot. Hal ini memberikan legitimasi tambahan dan mendorong permintaan pasar.
  2. Perubahan Sentimen Pasar: Indeks Fear and Greed menunjukkan perubahan drastis dari “Extreme Fear” dengan skor 15 menjadi “Greed” dengan skor 71 dalam waktu sebulan, mencerminkan peningkatan kepercayaan investor.
  3. Prediksi Harga Lainnya: Selain target $130.000, Polymarket juga mencatat peluang 36% untuk BTC mencapai $150.000 dan 18% untuk $200.000 sebelum akhir tahun.

Baca Juga: Selamat, Harga Bitcoin Sentuh Rekor Baru di Level $107.000

Volatilitas dan Risiko

Meskipun prospek positif, pasar kripto tetap dikenal dengan volatilitasnya. Polymarket mencatat peluang 37% bahwa BTC akan mencapai $70.000 pada 2025, dan 4% kemungkinan turun ke $20.000.

Selain itu, likuidasi kripto melebihi $250 juta menunjukkan bahwa pergerakan harga yang tajam masih mungkin terjadi.

Prediksi Polymarket mencerminkan optimisme yang meningkat terhadap harga Bitcoin, didukung oleh faktor-faktor seperti adopsi institusional dan perubahan sentimen pasar.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 20 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 20 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Namun, investor harus tetap waspada terhadap volatilitas dan risiko yang melekat dalam pasar kripto. Diversifikasi portofolio dan strategi investasi yang hati-hati tetap penting dalam menghadapi dinamika pasar yang cepat berubah.

Baca Juga: Pasar Derivatif Bitcoin Semakin Matang di Tengah Reli Harga


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Selamat, Harga Bitcoin Sentuh Rekor Baru di Level $107.000

Dalam beberapa hari terakhir, pasar kripto kembali menunjukkan transaksi dan volatilitas tinggi.

Harga Bitcoin (BTC) mencatat lonjakan signifikan, menembus angka $107.000, sementara Ethereum (ETH) mengalami koreksi, dan Dogecoin (DOGE) mencatat kenaikan tajam.

Sementara itu, indeks Fear and Greed menunjukkan peningkatan sentimen “keserakahan” di kalangan investor.

Bitcoin Mencapai Puncak Baru

Menurut laporan Benzinga pada Senin (19/5), Bitcoin berhasil menembus angka $107.000, tertinggi dalam empat bulan terakhir.

Lonjakan ini didorong oleh volume perdagangan yang meningkat hampir 50% dalam sehari.

Saat ini, harga Bitcoin berada di sekitar $104.330, dengan perubahan positif sebesar 1,03% dari penutupan sebelumnya.

Open interest Bitcoin naik 5,31% dalam 24 jam terakhir, mencapai level tertinggi sejak Desember 2024.

Namun, lebih dari 60% trader di Binance membuka posisi short terhadap Bitcoin, menunjukkan adanya ekspektasi koreksi harga.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 19 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 19 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Ethereum Mengalami Koreksi

Sementara itu, Ethereum mengalami penurunan harga, mencapai titik terendah intraday di $2.344,67 sebelum pulih ke kisaran $2.394.

Penurunan ini terjadi meskipun ada optimisme dari analis yang memperkirakan potensi kenaikan ke $3.000 atau bahkan $4.000 jika ETH mampu bertahan di atas $2.200.

Baca Juga: Pasar Derivatif Bitcoin Semakin Matang di Tengah Reli Harga

Dogecoin Meroket

Dogecoin mencatat kenaikan signifikan sebesar 6,63%, diperdagangkan di sekitar $0,222.

Kenaikan ini menjadikan Dogecoin sebagai salah satu altcoin dengan performa terbaik dalam 24 jam terakhir.

Sentimen Pasar: Indeks Keserakahan Meningkat

Indeks Fear and Greed untuk pasar kripto naik ke level 74, menunjukkan dominasi sentimen “keserakahan” di kalangan investor.

Hal ini sekaligus mengindikasikan potensi tekanan beli yang tinggi dalam beberapa hari mendatang.

Prediksi Analis: Periode Positif untuk Altcoin

Analis kripto Michaël van de Poppe menyatakan bahwa altcoin berpotensi mengungguli Bitcoin dalam beberapa minggu ke depan.

Ia memperkirakan periode positif selama 6–8 minggu ke depan, dengan Bitcoin berpotensi mencapai rekor tertinggi baru.

Dengan demikian, pasar kripto menunjukkan dinamika yang menarik dengan Bitcoin mencapai puncak baru, Ethereum mengalami koreksi, dan Dogecoin meroket.

Sentimen pasar yang mengarah ke keserakahan dan prediksi positif dari analis menandakan potensi pergerakan signifikan dalam waktu dekat.

Investor disarankan untuk tetap waspada dan melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.

Baca Juga: ETF Bitcoin Spot Alami Lonjakan Arus Masuk $319,5 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 16 Mei 2025: Harga Bitcoin Hadapi Tekanan

Pasar kripto hari ini, Jumat (16/5) diramaikan dengan data inflasi PPI AS turun di bawah ekspektasi (2,4%), harga BTC, ETH, XRP, dan SHIB tetap melemah dalam 24 jam terakhir, menunjukkan pasar masih rentan terhadap tekanan jangka pendek.

Di sisi lain, beberapa altcoin seperti Solayer, BSW, dan VOXEL kini dalam kondisi oversold—memberi sinyal potensi rebound. Di tengah ini, Sui mencatat arus masuk institusional tertinggi dan TVL rekor, mengungguli Solana. Lihat lebih banyak insight di bawah ini:

BTC, ETH, XRP & SHIB Turun Meski Data Inflasi PPI Rendah

– PPI Inti AS turun hingga 2,4%, di bawah ekspektasi analis.
– Meskipun sedang mereda, harga kripto terpukul selama 24 jam terakhir.
Market cap kripto global sempat melonjak menuju $3 triliun.

3 Altcoin Oversold, Bisa Bangkit Kembali Segera

– Solayer oversold ekstrem 45% minggu lalu, rebound mungkin.
– BSW turun tajam, reli potensial jika sentimen pulih.
– VOXEL oversold parah, pemulihan jangka pendek mungkin terjadi.

Sui Vs Solana: SUI Pimpin Arus Masuk, Rekor ATH TVL

– Arus institusional YTD Sui ($84,07 juta) lampaui Solana.
– TVL Sui sentuh rekor $2,1 miliar.
– Pertumbuhan Sui didorong aktivitas pengguna dan integrasi.

Token Internet Capital Market: Terobosan atau Bubble?

– ICM tokenisasi investasi bisnis.
– Sektor ICM pesat, dikritik mirip meme coin.
– Legalitas dan keberlanjutan hambat adopsi ICM.

Baca juga: Tutorial Mudah Buat Jurnal Investasi & Trading + Template Google Sheet Gratis!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Peneliti Kripto Soroti Potensi Kelemahan Keamanan BTC Dibanding ETH

Sejumlah peneliti kripto mulai menyuarakan kekhawatiran terkait keberlanjutan sistem keamanan Bitcoin (BTC) dibanding Ethereum (ETH), yang dinilai rentan terhadap serangan di masa depan. Dalam perbandingan dengan Ethereum, arsitektur proof-of-work (PoW) Bitcoin dinilai kurang tangguh dibandingkan model proof-of-stake (PoS) yang kini diterapkan Ethereum.

Menurut Coindoo, Justin Drake, peneliti senior di komunitas Ethereum, menyebut bahwa jaringan Bitcoin secara teoritis dapat diserang jika pihak tertentu memiliki akses ke dana sekitar US$10 miliar. Dana tersebut cukup untuk mengendalikan lebih dari 50% kekuatan komputasi penambangan, memungkinkan terjadinya serangan 51%.

Serang Ethereum

Sebaliknya, untuk menyerang Ethereum, pelaku perlu menguasai lebih dari setengah ETH yang di-staking — yang nilainya saat ini mencapai hampir US$45 miliar — menjadikan skenario tersebut jauh lebih sulit dari segi biaya dan logistik.

Baca juga: Volume Stablecoin Ethereum Sentuh Rekor $908 Miliar

Transisi Ethereum dari PoW ke PoS disebut telah membawa perubahan signifikan dalam sistem keamanannya. Sistem ini bergantung pada validator yang mempertaruhkan ETH sebagai jaminan untuk menjaga jaringan tetap aman. Selain mengurangi konsumsi energi, pendekatan ini juga meningkatkan risiko finansial bagi penyerang.

Pandangan serupa disampaikan Grant Hummer, salah satu pendiri Etherealize. Dalam unggahan di platform X, Hummer menyoroti penurunan imbalan blok Bitcoin dan ketergantungan pada biaya transaksi sebagai celah keamanan yang mengkhawatirkan. Ia memperkirakan bahwa biaya untuk melancarkan serangan terhadap jaringan Bitcoin bisa turun menjadi hanya US$2 miliar dalam beberapa tahun ke depan, menjadikannya semakin rentan.

Keunggulan ETH

Menurut Hummer, Ethereum memiliki keunggulan dalam skala dan keragaman validator. Ribuan validator independen dan nilai aset terkunci yang besar menciptakan sistem pertahanan yang lebih kompleks dibanding jaringan Bitcoin yang kerap bergantung pada pusat data terpusat.

Baik Drake maupun Hummer menilai bahwa model Ethereum lebih menjanjikan untuk menjadi penyimpanan nilai jangka panjang bagi ekosistem digital global. Seiring perkembangan infrastruktur kripto, mereka memandang pentingnya sistem keamanan yang tangguh dan adaptif menjadi faktor kunci dalam menentukan masa depan aset digital.

Baca juga: Pasar Derivatif Bitcoin Semakin Matang di Tengah Reli Harga


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Derivatif Bitcoin Semakin Matang di Tengah Reli Harga

Pasar berjangka Bitcoin menunjukkan tanda-tanda kematangan di tengah lonjakan harga aset kripto tersebut, menurut laporan terbaru dari firma analitik blockchain, Glassnode.

Data yang dirilis mengungkap bahwa meskipun harga Bitcoin mengalami kenaikan tajam, pasar derivatif tetap stabil. Tingkat pendanaan tercatat berkisar di angka 0,007%, yang setara dengan tingkat tahunan sebesar 7,6%.

Analis industri menilai bahwa stabilitas ini mencerminkan perilaku pasar yang semakin dewasa. Tidak seperti pola historis yang biasanya menunjukkan lonjakan penggunaan leverage saat harga melonjak, situasi saat ini menunjukkan pendekatan yang lebih terukur, khususnya pada posisi long.

“Keselarasan antara pasar spot dan derivatif menjadi indikasi penting bahwa para pelaku pasar mulai menunjukkan pemahaman dan strategi yang lebih matang,” demikian menurut laporan Glassnode. Sinkronisasi antara kedua pasar tersebut, ditambah dengan tingkat leverage yang relatif konservatif, mengindikasikan bahwa perilaku spekulatif ekstrem mulai berkurang, menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih berkelanjutan.

Potensi Koreksi Bitcoin

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 17 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 17 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: ETF Bitcoin Spot Alami Lonjakan Arus Masuk $319,5 Juta

Meski demikian, beberapa analis memperingatkan potensi koreksi jangka pendek setelah pergerakan harga Bitcoin menembus $105.000. Sebagian besar likuiditas sisi jual dilaporkan telah terserap, sehingga mengharuskan BTC menguji area support di kisaran $100.000 hingga $90.000 sebelum melanjutkan reli.

Dilaporkan Cointrackdaily, firma riset Material Indicators menyatakan bahwa, kecuali ada “katalis yang serius,” BTC perlu menguji dukungan yang sah di level $100.000. Data dari FireCharts menunjukkan adanya penumpukan permintaan di area harga yang lebih rendah, mengindikasikan pasar sedang bersiap untuk kemungkinan koreksi tersebut.

Analis Daan Crypto Trades melalui akun X menyebut bahwa sebagian besar narasi bullish maupun bearish telah “berakhir,” dengan harga BTC saat ini tertahan di dekat rekor tertinggi. Ia menambahkan bahwa $90.000 tetap menjadi batas eksposur spot jangka panjangnya.

“Saya bersikap optimis secara hati-hati di atas $90.000, tetapi itu sangat tergantung pada bagaimana kinerja pasar ekuitas AS dalam waktu dekat,” ujarnya. Ia juga mengungkap potensi lonjakan jangka pendek apabila pasar saham mengalami pembalikan dan mencetak titik terendah yang lebih tinggi, terutama setelah penguatan saham pasca konfirmasi kesepakatan dagang antara AS dan Tiongkok oleh Presiden Trump.

Baca juga: Tren Bitcoin 19-23 Mei 2025: Koreksi itu sehat and it is our time By Hoteliercrypto


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

ETF Bitcoin Spot Alami Lonjakan Arus Masuk $319,5 Juta

Pasar ETF Bitcoin spot mencatat pemulihan signifikan pada 14 Mei 2025 dengan arus masuk bersih mencapai $319,5 juta, sehari setelah mengalami penarikan dana besar sebesar $91,4 juta.

Menurut Coindoo, penarikan pada 13 Mei yang sepenuhnya disebabkan oleh penebusan dari FBTC milik Fidelity menjadi yang terbesar sejak 30 April lalu. Namun, sentimen pasar berbalik arah keesokan harinya, dipimpin oleh dana-dana besar seperti:

  • IBIT BlackRock: mencatat arus masuk sebesar $232,9 juta
  • FBTC Fidelity: mencatat pemulihan dengan arus masuk sebesar $36,1 juta
  • GBTC Grayscale: mencatat arus masuk $35,2 juta, menghentikan tren arus keluar sebelumnya

ETF lainnya seperti BITB (Bitwise), ARKB (Ark), dan BRRR (Valkyrie) juga mencatat arus masuk dalam jumlah yang lebih kecil.

Tanda Kebangkitan Bitcoin

Lonjakan ini dipandang sebagai tanda bangkitnya kembali minat institusional terhadap Bitcoin setelah jeda singkat, serta potensi meningkatnya kepercayaan investor di tengah kondisi makroekonomi dan perkembangan industri kripto yang terus bergerak dinamis.

Namun, data historis menunjukkan bahwa arus masuk ETF spot tidak selalu mendorong kenaikan harga Bitcoin secara langsung. Pada kuartal pertama 2025, tercatat arus masuk sebesar $3,8 miliar selama dua minggu (17–24 Januari) yang bertepatan dengan rekor harga tertinggi baru sebesar $110.000 pada 20 Januari. Meski demikian, harga keseluruhan Bitcoin justru turun 4,8% selama periode tersebut.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 16 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 16 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Riset Kripto 12-16 Mei 2025: Bitcoin Bergerak Menuju Zona $106K

Sebaliknya, pada kuartal kedua 2025 (25 April–9 Mei), arus masuk sebesar $5,8 miliar disertai dengan kenaikan harga sebesar 22%. Bahkan dalam dua minggu sebelumnya, harga Bitcoin sempat naik 8% meskipun terjadi arus keluar ETF, yang menunjukkan bahwa reli kali ini juga didorong oleh faktor-faktor lain seperti pelonggaran kebijakan suku bunga AS, minat ritel, atau akumulasi dari investor besar (whale).

Arus Masuk Melonjak

Dengan arus masuk saat ini yang mencapai $228 juta, beberapa analis memperkirakan potensi koreksi harga. Tren historis menunjukkan bahwa lonjakan arus masuk terkadang diikuti oleh tekanan jual. Namun, argumen tandingan datang dari aktivitas whale baru-baru ini yang menunjukkan akumulasi, bukan distribusi, yang berpotensi memperkuat tren bullish.

CEO Alphractal, Joao Wedson, mengungkapkan bahwa tekanan jual jangka pendek mulai terlihat karena indikator Delta Tekanan Beli/Jual berubah negatif. Menurutnya, beberapa whale telah menjual Bitcoin di kisaran $105.000–$100.000, yang dianggap sebagai zona risiko. Grafik menunjukkan volume kumulatif negatif yang menandakan adanya tekanan jual dalam waktu dekat.

Meski demikian, tekanan beli jangka panjang tetap kuat. Data dari CryptoQuant menunjukkan bahwa para whale mengambil keuntungan dalam jumlah yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan puncak harga sebelumnya. Analis anonim dari Blitzz Trading menyebutkan:

“Dibandingkan dengan reli sebelumnya, kita dapat melihat bahwa paus telah mengambil keuntungan yang jauh lebih sedikit selama lonjakan baru-baru ini. Ini dapat mengindikasikan bahwa tren kenaikan dapat berlanjut. Grafik ini harus dipantau dengan cermat.”

Dengan fluktuasi arus ETF, tekanan makro, dan perilaku investor besar, pasar Bitcoin terus menunjukkan dinamika kompleks yang menjadi perhatian utama pelaku pasar.

Baca juga: Tren Bitcoin 19-23 Mei 2025: Koreksi itu sehat and it is our time By Hoteliercrypto


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com