Tag Archives: cryptocurrency

Dampak Berita Terhadap Pergerakan Harga ETH: Penyebab dan Contoh Kasus

Berita besar bisa memicu pergerakan harga Ethereum (ETH) dengan cepat. Baik itu berita tentang pembaruan jaringan,  regulasi, adopsi institusional, atau keputusan politik. Artikel ini menjelaskan kenapa berita dapat memengaruhi harga ETH dengan contoh nyata dari peristiwa beberapa waktu terakhir.

Apa Hubungannya antara Berita dan Harga Ethereum?

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 27 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Seperti aset kripto pada umumnya, harga Ethereum sering kali bergerak karena adanya berita baru yang muncul. Berita bisa mengubah ekspektasi pasar hanya dalam hitungan menit—ketika berita baik muncul misalnya, seperti persetujuan ETF atau adopsi teknologi Ethereum oleh institusi besar, harga cenderung naik. Sebaliknya, berita negatif seperti pelarangan, peretasan, atau regulasi ketat dapat menurunkan kepercayaan pasar dan memicu aksi jual.

Secara sederhana, korelasi pergerakan harga ETH dengan berita yang muncul seperti ini:

Sentimen berita negatif → Harga cenderung turun

Ketika ada berita buruk bisa memicu kepanikan dan aksi jual massal, membuat harga turun.

Sentimen berita positif → Harga cenderung naik

Ketika ada berita positif investor jadi lebih optimis. Akibatnya, banyak yang membeli, dan harga pun naik.

Baca juga: Kenapa Harga Ethereum Naik-Turun? Ini Penjelasan Simpelnya

Kenapa Berita Bisa Mempengaruhi Harga Ethereum?

Ada beberapa alasan kenapa berita dapat mempengaruhi pergerakan harga Ethereum, seperti:

Berita dapat Mengubah Psikologi Pasar

Berita yang muncul, baik bernada positif maupun negatif, memiliki pengaruh dalam mengubah psikologi pasar. Ketika sebuah berita menyebar, berita ini akan membentuk menjadi sebuah narasi. Narasi inilah yang memengaruhi cara investor memandang risiko dan potensi, sehingga membentuk mood pasar secara keseluruhan—berita negatif menjadi fear dan positif menjadi greed.

Baca juga: Apa Itu Crypto Fear and Greed Index?

Berita dapat Membentuk Herding Behavior

Berita dapat membentuk herding behavior—yakni kecenderungan investor mengikuti tindakan mayoritas dan mengesampingkan analisa.  Ketika sebuah berita menyebar dan membentuk narasi dominan, investor retail cenderung akan FOMO dan memperkuat volatilitas pasar sesuai dengan arah sentimen berita yang muncul.

Berita dapat Mengubah Outlook Strategi

Berita yang muncul dapat mempengaruhi cara investor memandang masa depan Ethereum. Update jaringan, adopsi institusional, hingga peristiwa global—membuat investor menyesuaikan strategi mereka, mulai dari alokasi modal, manajemen risiko, hingga time horizon investasi. Efeknya volume, volatilitas, dan likuiditas bisa meningkat tajam hanya karena pergeseran persepsi terhadap masa depan Ethereum.

Baca juga: Harga ETH Hari Ini Menurut Logarithmic Regression Bands: Apa Artinya?

Jenis-Jenis Berita yang Mempengaruhi Harga Ethereum

  • Berita Regulasi – Misalnya, jika AS melegalkan ETF berbasis Ethereum, harga kemungkinan naik.
  • Berita Teknologi – Upgrade jaringan seperti Ethereum 2.0 meningkatkan kepercayaan pasar.
  • Berita Adopsi Perusahaan – Kerjasama atau adopsi jaringan Ethereum bisa membuat harga berpotensi naik.
  • Berita Peretasan – Kasus hack di bursa besar sering memicu aksi jual besar-besaran.

Baca juga: Cara Menggunakan Sinyal Trading di Aplikasi Tokocrypto dengan Limit, Stop-Limit, OCO, dan Beli/Jual atau gabung Telegram Official Tokocrypto untuk diskusi analisa sinyal harian bersama trader lain.

Contoh Nyata Berita yang Mempengaruhi Pergerakan Harga Ethereum

Berikut tiga contoh berita yang berdampak langsung terhadap tergerakan harga Ethereum.

Berita Mengenai Tarif Trump

Grafik harga Ethereum setelah pengumuman tarif Trump.
Grafik harga Ethereum setelah pengumuman tarif Trump.

Reaksi pasar terhadap kebijakan tarif yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memicu penurunan harga yang signifikan di pasar aset kripto. Salah satu dampaknya terlihat jelas pada 2 April 2025, ketika Ethereum turun lebih dari -5% hanya dalam satu hari, menyusul klarifikasi resmi dari Gedung Putih terkait kebijakan tarif tersebut. Tekanan jual pun terus berlanjut, dan dalam beberapa hari berikutnya Ethereum mencatat penurunan kumulatif sekitar -26% dari level harga pada 2 April hingga mencapai titik lokal terendahnya.

Berita Bullish Persetujuan ETF Ethereum

Grafik harga Ethereum setelah berita ETF.
Grafik harga Ethereum setelah berita ETF.

Berita bullish mengenai persetujuan ETF Ethereum mendorong lonjakan optimisme di kalangan investor. Sebelumnya, peluang persetujuan ETF ini diperkirakan hanya sebesar 25%, namun meningkat drastis menjadi 75% setelah munculnya laporan terbaru. Sentimen positif ini langsung tercermin di pasar, di mana harga Ethereum melonjak hingga 19% hanya dalam satu hari.

Berita Bearish Diretasnya Dompet Ethereum Bybit

Grafik harga Ethereum setelah pengumuman adanya peretasan aset Ethereum.
Grafik harga Ethereum setelah pengumuman adanya peretasan aset Ethereum.

Berita mengenai diretasnya dompet salah satu exchange dengan total $1,4 miliar aset Ethereum membuat para investor Ethereum ketakutan. Sebab jika aset Ethereum yang berhasil diretas tersebut dijual langsung ke pasar maka Ethereum tentu akan mengalami penurunan dan membuat spekulasi lebih lanjut di kalangan investor. Terlihat setelah berita tersebut muncul, harga Ethereum mengalami penurunan lebih dari -48%.

Tertarik untuk mulai trading atau investasi di Ethereum? Yuk gunakan fitur Beli/Jual di Tokocrypto dan dapatkan GRATIS biaya trading! Klik gambar di bawah untuk cobain fiturnya.

Baca juga: Bisakah AI Trading Crypto Dimulai dengan Modal Kecil?

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Berita dan Harga Ethereum

Apakah semua berita memengaruhi harga ETH?

Tidak. Hanya berita besar atau relevan yang biasanya berdampak signifikan.

Kenapa harga bisa langsung bereaksi cepat?

Karena pasar kripto berjalan 24/7 dan investor bereaksi secara real-time.

Apa yang dimaksud dengan “sentimen pasar”?

Itu adalah mood kolektif investor, apakah mereka sedang optimis (bullish) atau pesimis (bearish).

Bagaimana cara memanfaatkan berita untuk trading ETH?

Trader biasanya menggunakan strategi buy the news atau sell the rumor, tapi tetap harus hati-hati.

Apakah mungkin berita positif membuat harga turun, dan sebaliknya?

Institusi bisa saja memanfaatkan momentum berita positif untuk menjual aset mereka secara bertahap saat likuiditas tinggi atau membeli saat retail panik karena berita negatif.

Kesimpulan

Pergerakan harga Ethereum (ETH) sangat sensitif terhadap berita terbaru, baik yang bersifat positif maupun negatif. Berita bukan hanya sekadar informasi—tetapi juga pemicu emosi kolektif yang membentuk sentimen pasar yang pada akhirnya bisa mendorong pergerakkan harga.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

BTC vs ETH: Mana yang Lebih Baik untuk Investasi Kripto Pertama?

Pemula yang ingin melakukan investasi kripto untuk pertama kali sering diberikan dua opsi utama—Bitcoin dan Ethereum. Keduanya sama-sama populer, punya nilai tinggi, dan memiliki volatilitas yang lebih baik dibanding aset kripto selain stablecoin.

Bitcoin mewakilkan pilihan bagi pemula yang ingin menyimpan investasi dalam bentuk nilai lindung terhadap inflasi. Sedangkan Ethereum mewakili alternative coin yang memberikan eksposur dengan fitur smart contract dan ekosistem blockchain yang membuka akses ke berbagai sektor seperti DeFi, NFT, dan Web3.

Sebelum menetapkan pilihan untuk aset kripto pertama kamu, simak pembahasan mengenai perbedaan keduanya—mulai dari pengertian, performa historis, sampai dengan simulasi keuntungan sebagai bahan pertimbangan kamu!

Kenalan dengan Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH)

Apa Itu Bitcoin?

Bitcoin adalah kripto pertama di dunia dan sering dijuluki “emas digital”. Diciptakan oleh Satoshi Nakamoto pada 2009, BTC dirancang sebagai sistem pembayaran terdesentralisasi tanpa perantara. 

Hingga 2025, Bitcoin tetap menjadi pemimpin pasar kripto, dengan valuasi lebih dari US$1,7 triliun dan dominasi pasar di atas 60%. Fungsinya sebagai store of value menjadikannya aset lindung nilai yang banyak dipilih oleh investor pemula hingga institusional.

Baca juga: Apa Itu Bitcoin? Dan Bagaimana Cara Mendapatkannya?

Apa Itu Ethereum?

Ethereum diluncurkan pada 2015 oleh Vitalik Buterin dan timnya. Tidak seperti Bitcoin, Ethereum lebih dari sekadar mata uang digital. Ethereum adalah platform untuk smart contract yang menopang ekosistem DeFi (Decentralized Finance), NFT, stablecoin, dan tokenisasi aset. 

Setelah transisi ke mekanisme Proof-of-Stake melalui The Merge, Ethereum menjadi jauh lebih efisien dan scalable, menjadikannya pilihan menarik bagi investor yang ingin terlibat secara aktif dengan ekosistem web3—bukan hanya sekadar menyimpan aset.

Baca juga: Harga ETH Hari Ini Menurut Logarithmic Regression Bands: Apa Artinya?

Performa Historis Bitcoin (BTC) vs Ethereum (ETH)

Untuk memahami karakter BTC dan ETH, penting melihat performa dan volatilitas keduanya dalam beberapa tahun terakhir. Grafik dan data berikut menunjukkan bagaimana keduanya bergerak, tumbuh, dan menghadapi fluktuasi pasar sejak Agustus 2017 – Mei 2025.

Return Tahunan BTC vs ETH

Tahun Bitcoin Ethereum
2024 121% 46%
2023 156% 93%
2022 -64% -68%
2021 59% 395%
2020 304% 472%
2019 94% -2%
2018 -73% -82%
Perbandingan return tahunan Bitcoin vs Ethereum, data dihimpun dari Backtest by Curvo.

Dari data return tahunan antara tahun 2018 hingga 2024, terlihat bahwa performa Bitcoin cenderung memberikan hasil yang lebih stabil, terutama pada tahun-tahun bullish seperti 2020, 2021, 2023, dan 2024, di mana pertumbuhannya konsisten di atas 50%, bahkan mencapai lebih dari 300% pada 2020. 

Sebaliknya, Ethereum menunjukkan karakter yang lebih agresif dibandingkan dengan Bitcoin. Di masa kenaikan pasar seperti 2020 dan 2021, ETH melonjak sangat tinggi, tetapi ketika koreksi pasar terjadi, penurunannya pun jauh lebih dalam dibandingkan BTC. 

Ini memperlihatkan bahwa Ethereum bisa memberikan potensi keuntungan besar, namun juga dengan risiko penurunan yang sama besarnya.

Rata-Rata Return Tahunan BTC vs ETH

Average annualised return Total return
Aset Last year Last 5 years Aset Last year Last 5 years
Bitcoin 55.10% 61.80% Bitcoin 55.10% 1007.80%
Ethereum -32.70% 61.20% Ethereum -32.70% 989.60%
Perbandingan rata-rata return tahunan investasi Bitcoin vs Ethereum, data dihimpun dari Backtest by Curvo.

Dari tabel perbandingan rata-rata return tahunan dan total return lima tahun terakhir menunjukkan bahwa Bitcoin masih menjadi aset yang lebih unggul secara statistik. Dalam periode tersebut, Bitcoin mencatatkan rata-rata pertumbuhan tahunan dalam lima tahun terakhir sekitar 61,8% dengan total return lebih dari 1.000%.

Sedangkan untuk Ethereum, rata-rata pertumbuhan tahunan dalam lima tahun terakhir di sekitar 61.2% dengan total return 989.6%. Meskipun terlihat memiliki return yang mirip, Ethereum tercatat memberikan hasil negatif di tahun kemarin dengan -32.7% yang salah satunya disebabkan oleh tingginya Bitcoin Dominance.

Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Bitcoin Dominance?

Ringkasan Statistik Risiko

Aset Compound annual growth rate Standard deviation Sharpe ratio
Bitcoin 49.10% 76.96% 0.95
Ethereum 27.46% 98.61% 0.69
Perbandingan Compound annual growth rate, Standard deviation
Sharpe ratio dari Bitcoin dan Ethereum, data dihimpun dari Backtest by Curvo.

Bitcoin terlihat memiliki Compound Annual Growth Rate (CAGR) hampir dua kali lipat Ethereum, serta Sharpe ratio yang lebih tinggi—menunjukkan bahwa Bitcoin menawarkan return yang lebih baik per unit risiko yang diambil.

Dari segi deviasi standar, Ethereum memiliki deviasi standar yang jauh lebih tinggi yakni 98.61% dibandingkan dengan Bitcoin yang memiliki deviasi di 76.96%, secara sederhana bisa dibilang pergerakan harga Ethereum memiliki volatilitas 21.65% lebih tinggi dibanding Bitcoin.

Investasi $10.000 di Bitcoin dan Ethereum  Mana yang Lebih Menguntungkan?

Agar lebih mudah mencerna data yang diberikan, mari lihat simulasi historis jika kamu melakukan investasi sebesar $10.000 atau sekitar Rp164.000.000 di Bitcoin dan Ethereum  dari bulan Agustus 2017.

Grafik portofolio investasi Bitcoin vs Ethereum, sumber data dihimpun dari Backtest by Curvo.

Dari grafik portofolio di atas menunjukkan bahwa Bitcoin secara konsisten membentuk tren pertumbuhan yang lebih stabil dan menguat. Garis biru yang mewakili BTC terus menanjak, terutama sejak 2020, dan tetap mempertahankan posisi lebih tinggi dibanding Ethereum hingga pertengahan 2025.

Ethereum memang sempat sedikit akan menyalip BTC pada tahun 2021, namun sejak itu tertinggal dalam pergerakan nilai secara keseluruhan. Data ini mengilustrasikan bahwa jika dilihat dari sudut pandang pertumbuhan portofolio jangka panjang, Bitcoin memberikan hasil yang lebih baik dari pada Ethereum jika dilihat dari data historisnya.

Baca juga: Strategi DCA Bitcoin atau lihat harga Ethereum terbaru di sini 👉 Harga Ethereum hari ini dalam rupiah.

Sesuaikan dengan Tujuan Investasi

Tujuan Investasi Pilihan Ideal
Nilai lindung terhadap inflasi Bitcoin
Eksposur terhadap teknologi blockchain dan yield staking Ethereum
Tabel perbandingan Bitcoin vs Ethereum sesuai tujuan investasi. Jangan lupa sesuaikan dengan profil risiko.

Secara garis besar Ethereum lebih cocok bagi kamu yang tertarik dan ingin mengikuti langsung perkembangan Web3, sedangkan Bitcoin cocok untuk kamu yang ingin investasi jangka panjang alias sebagai aset safe haven.

Baca juga: Cara Menentukan Profil Risiko Investasi 

Sudah Menentukan Pilihan, Bagaimana Cara Mulai Investasi Bitcoin dan Ethereum?

Untuk memulai investasi di pasar kripto, seperti Bitcoin dan Ethereum—pastikan kamu memilih exchange yang sudah terdaftar resmi dan diawasi oleh OJK seperti Tokocrypto.

Kamu bisa membeli Bitcoin dan Ethereum dengan mudah dan 0% biaya trading, minimal deposit mulai dari Rp50.000 dengan beberapa langkah berikut.

  1. Unduh aplikasi Tokocrypto di Play Store atau Apps Store.
  2. Buat akun dan lakukan verifikasi KYC sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  3. Deposit saldo investasi via Bank, Virtual Account, atau E-Wallet.
  4. Masuk menu “Jual/Beli” dan pilih dari “IDR” ke “Nama Aset” yang ingin kamu beli
  5. Kemudian masukkan nominal pembelian.
Klik gambar untuk mulai investasi di Tokocrypto.

Kesimpulan: Jadi Mana yang Lebih Cocok untuk Investasi Pertama bagi Pemula?

Kalau kamu ingin aset yang relatif stabil, cocok untuk “store of value” dan lebih tahan terhadap fluktuasi: Bitcoin bisa jadi pilihan utama.

Kalau kamu ingin eksposur pada teknologi blockchain, staking yield, dApps, dan potensi pertumbuhan lebih tinggi: Ethereum lebih layak dipertimbangkan.

Tips untuk pemula: Kamu bisa mulai dengan modal kecil untuk membeli kedua aset kripto tersebut dengan proporsi yang sesuai dengan profil risiko yang dimiliki, jangan lupa hindari pembelian sekaligus (lump sum) dan gunakan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) yang ada di aplikasi Tokocrypto.

Baca juga: Cara Menggunakan Sinyal Trading di Aplikasi Tokocrypto dengan Limit, Stop-Limit, OCO, dan Beli/Jual atau gabung Telegram Official Tokocrypto untuk diskusi analisa sinyal harian bersama trader lain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Strategi Trading Ethereum yang Cocok untuk Pemula

Ethereum menjadi salah satu aset kripto terpopuler dengan potensi pertumbuhan yang menarik—tapi di balik peluang itu, ada tantangan berupa volatilitas harga dan kompleksitas pasar.

Bagi kamu yang baru ingin memulai trading Ethereum, memahami strategi yang tepat sangat penting agar langkah awalmu tidak sekadar spekulasi.

Dalam artikel ini kita akan membahas beberapa contoh strategi trading Ethereum yang cocok untuk pemula, mulai dari metode sederhana seperti HODL dan DCA, hingga strategi aktif seperti swing trading dan scalping.

Siap memaksimalkan peluang tanpa tenggelam dalam hype? Yuk, pelajari strateginya!

Apa Itu Trading Ethereum?

Trading Ethereum berarti membeli dan menjual ETH dalam jangka waktu tertentu untuk memperoleh keuntungan dari selisih harga. Trading berbeda dengan investasi, karena investasi biasanya bersifat jangka panjang, sedangkan trading membuat kamu harus lebih aktif memantau pergerakan pasar.

Lebih tepatnya seperti ini:

  • Investasi: Membeli ETH untuk disimpan dalam waktu lama tanpa terlalu memperhatikan fluktuasi harian.
  • Trading: Membeli dan menjual ETH secara aktif dengan memanfaatkan pergerakan harga jangka pendek atau menengah.

Bagi pemula, trading bukan hanya menjadi aktivitas jual-beli, melainkan cara untuk belajar mengamati pergerakan pasar kripto. 

Lihat harga Ethereum terbaru dalam kurs rupiah di sini 👉 Harga Ethereum Hari Ini

Tapi sebelum kita membahas lebih dalam mengenai strateginya, mari pelajari terlebih dahulu beberapa hal yang penting sebelum kamu melakukan trading:

  • Jangan menggunakan uang yang tidak siap hilang: Jangan gunakan uang belanja, uang cicilan, atau dana darurat agar kamu bisa membuat keputusan dengan kepala dingin dan logis.
  • Kenali profil risiko pribadi: Jangan ikut-ikutan orang lain. Gaya trading setiap orang berbeda. Cari tahu apa yang cocok untukmu.
  • Pelajari dasar-dasar analisis teknikal: Setidaknya pahami support/resistance dan tren harga, agar tidak asal beli.
  • Gunakan risk management yang sehat: Idealnya, alokasikan hanya sebagian kecil dari modal untuk satu posisi.
  • Buat rencana trading yang jelas: Tentukan target masuk, target keuntungan, dan batas rugi.

Baca juga: Kenapa Harga Ethereum Naik-Turun? Ini Penjelasan Simpelnya

Strategi Trading Ethereum yang Cocok untuk Pemula

Mengingat volatilitas pasar kripto yang tinggi serta dinamika pasarnya yang unik, trading Ethereum membutuhkan strategi yang matang dan terencana. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat kamu pertimbangkan dalam melakukan trading Ethereum:

Buy and Hold (HODL)

Strategi ini merupakan strategi yang lebih mirip seperti investasi, di mana kamu membeli ETH dan menyimpannya dalam jangka waktu yang cukup panjang. Ketika harga dirasa sudah naik sesuai dengan target yang kamu inginkan, kamu dapat menjual ETH tersebut.

Strategi ini akan sangat cocok untuk pemula yang tidak punya banyak waktu memantau pasar.

Tipsnya:

  • Beli di harga yang wajar, hindari saat hype tinggi.
  • Hondari melakukan pembelian sekaligus (lump sum)
  • Tetap disiplin dan jangan panik saat harga turun sementara.

Dollar Cost Averaging (DCA)

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh pemula ada mencoba untuk melakukan market timing— dimana kamu mencoba untuk membeli atau menjual pada waktu yang paling tepat, padahal itu hampir tidak mungkin. Akhirnya kamu kehilangan kesempatan beli di harga rendah atau jual di harga tinggi.

Salah satu cara untuk mengantisipasi hal tersebut adalah dengan melakukan pembelian secara rutin, menggunakan metode Dollar Cost Averaging (DCA). 

Dengan strategi DCA, kamu membeli ETH secara rutin dengan jumlah tetap, misalnya Rp100.000 setiap minggu. Sehingga, kamu tidak perlu pusing menentukan kapan harga sedang rendah karena harga pembelian yang kamu dapat akan lebih stabil, meski di tengah fluktuasi harga.

Untuk menggunakan strategi DCA ini kamu bisa memanfaatkan fitur yang ada di aplikasi Tokocrypto. Caranya: Masuk ke aplikasi Tokocrypto → pilih DCA → tentukan pembelian dan jadwal pembelian otomatis → done! 

Lebih lengkap mengenai DCA: Apa Itu Dollar-Cost Averaging (DCA)?

Swing Trading

Swing trading adalah aktivitas trading yang memanfaatkan fluktuasi harga jangka menengah (beberapa hari hingga minggu). Cocok untuk pemula yang bisa memantau pasar beberapa hari sekali.

Prinsipnya sederhana, kamu bisa membeli membeli ETH ketika harga sedang di support dan menjual ketika mendekati resistance.

Pelajari lebih lengkap mengenai swing trading di sini: Apa itu Swing Trading dan Bagaimana Cara Swing Trading Crypto?

Scalping

Scalping adalah strategi mengambil keuntungan kecil dari banyak transaksi dalam satu hari. Terkesan gampang namun salah satu strategi yang memerlukan disiplin ketat, sebab kamu harus mengesampingkan keinginan untuk mendapatkan keuntungan besar dan berfokus pada kuantitas transaksi dengan keuntungan kecil.

Meskipun kamu membutuhkan banyak transaksi yang artinya harus mengeluarkan lebih banyak biaya trading, kamu tidak perlu khawatir. Di Tokocrypto tersedia fitur Beli/Jual yang memungkinkan kamu melakukan trading tanpa biaya perdagangan. Klik gambar di bawah untuk cobain fiturnya!

Baca juga: Bisakah AI Trading Crypto Dimulai dengan Modal Kecil?

Bagaimana Cara Mulai Trading Ethereum?

Setelah kamu mengetahui apa itu trading dan bedanya dengan investasi, lakukan beberapa langkah mudah berikut untuk mulai trading Ethereum:

  1. Download aplikasi Tokocrypto, buat akun, dan lakukan verifikasi data.
  2. Lakukan deposit dengan minimal Rp20.000 melalui transfer bank atau e-wallet.
  3. Mulai trading!

Baca juga: Cara Menggunakan Sinyal Trading di Aplikasi Tokocrypto dengan Limit, Stop-Limit, OCO, dan Beli/Jual atau gabung Telegram Official Tokocrypto untuk diskusi analisa sinyal harian bersama trader lain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Diprediksi Naik Hingga $166.000, Apakah Prediksi Harga Ethereum Bisa Dipercaya?

Ethereum (ETH) diprediksi akan terus mengalami kenaikan, bahkan Cathie Wood, CEO Ark Invest memperkirakan harga ETH bisa mencapai pasar $20 triliun pada 2032— artinya harga ETH bisa menyentuh sekitar $166.000, yang berarti ETH berpotensi mengalami kenaikan sekitar 4.500% atau 45x dari harga saat ini $3.700.

Angka ini tentu menggiurkan, apalagi bagi investor pemula yang baru mengenal dunia kripto. Tapi, apakah prediksi seperti ini benar-benar realistis dan bisakah kita percaya pada prediksi harga Ethereum seperti ini?

Artikel ini akan membahas tentang prediksi harga ETH, dan bagaimana sebaiknya kamu menyikapinya.

Baca juga: Harga ETH Hari Ini Menurut Logarithmic Regression Bands: Apa Artinya?

Rangkuman Prediksi Harga Ethereum 2025-2030

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 24 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Banyak lembaga riset, analis, platform kripto, dan KOL mengeluarkan estimasi harga ETH di tahun-tahun mendatang. Berikut beberapa rangkumannya:

Prediksi Harga Ethereum dari CoinPedia

CoinPedia memproyeksikan harga Ethereum (ETH) akan mengalami pertumbuhan bertahap antara 2025 hingga 2030. Dengan detail sebagai berikut:

Tahun Potensi Harga Terendah Potensi Harga Rata-Rata Potensi Harga Tertinggi
2025 $2,917 $3,392 $5,925
2026 $5,566 $5,713 $6,610
2027 $6,800 $7,246 $8,705
2028 $8,613 $9,482 $10,410
2029 $10,192 $11,111 $12,994
2030 $12,647 $14,163 $15,575

Terarik untuk investasi atau trading Ethereum? Yuk gunakan fitur Beli/Jual di Tokocrypto untuk dapatkan keuntungan seperti GRATIS biaya trading! Klik gambar di bawah ini 👇

Prediksi Harga Ethereum 2025 dari Arthur Hayes: $10.000

Arthur Hayes, co-founder BitMEX dan CIO Maelstrom, memperkirakan Ethereum bisa mencapai $10.000 pada akhir 2025, dengan asumsi terjadinya adopsi institusional besar-besaran dan pengaruh kebijakan ekonomi Donald Trump

Ia menekankan peran Ethereum sebagai fondasi stablecoin senilai $150 miliar dan pusat ekosistem DeFi yang semakin tumbuh. Hayes juga melihat Ethereum sedang mengalami “paradigm shift” dari aset yang dibenci menjadi aset institusional favorit.

Baca juga: Arthur Hayes: Bitcoin Siap Melonjak karena Kebijakan The Fed

Prediksi Harga Ethereum 2030 dari VanEck: $154.000

Tahun Potensi Harga Bearish Potensi Harga Rata-Rata Potensi Harga Bullish
2030 $360 $22.000 $154.000

VanEck, lembaga keuangan terkemuka yang turut mengajukan ETF Ethereum, memproyeksikan harga ETH bisa mencapai $22.000 pada tahun 2030. 

Prediksi ini didasarkan pada perkembangan teknologi skalabilitas, data on-chain yang mendukung valuasi jaringan Ethereum sebesar $2,2 triliun, dan potensi arus masuk dana institusional melalui ETF spot. 

Dengan Ethereum terus memperkuat dominasinya sebagai platform smart contract, VanEck melihat adanya jalur realistis menuju pertumbuhan arus kas bebas hingga $66 miliar. Target ini merepresentasikan skenario dasar, sementara skenario bullish ETH bisa menyentuh $154.000 dan bearish di level $360.

Baca juga: Prediksi Vaneck Soal Kripto di 2025: BTC dan ETH Menuju Rekor Baru

Prediksi KOL Crypto Twitter, Merlijn Trader: Reli ke $10.000

Merlijn membagikan pandangan bullish terhadap Ethereum (ETH), dengan menyatakan bahwa struktur teknikal ETH menunjukkan pola serupa dengan Bitcoin sebelum breakout besar. Menurutnya, ini bukan sekadar hype, tapi sinyal teknikal yang mengarah ke potensi harga $10.000. 

Ia juga menekankan bahwa siklus konsolidasi altcoin telah selesai, dan sekarang waktunya bagi altcoin untuk bersinar—disebut sebagai momen yang bisa menghasilkan “generational gains.”

Baca juga: Ethereum Bertahan di $3.000: Analis Prediksi Potensi Reli hingga 1.100%

Prediksi Ark Invest: ETH ke $166.000 di Tahun 2032

Cathie Wood, CEO Ark Invest, memprediksi Ethereum (ETH) bisa mencapai kapitalisasi pasar sebesar $20 triliun pada tahun 2032, yang setara dengan harga sekitar $166.000 per koin. 

Prediksi ini didasarkan pada keyakinannya bahwa Ethereum akan menjadi infrastruktur utama bagi aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi). Jika adopsi massal terjadi, permintaan terhadap ETH diperkirakan melonjak signifikan. Meskipun spekulatif, potensi peluncuran ETF spot Ethereum dan peningkatan arus masuk dana institusional turut mendukung skenario bullish ini.

*Perlu dicatat bahwa ini hanyalah skenario—semuanya sangat bergantung pada pertumbuhan adopsi, perkembangan teknologi Ethereum, dan kondisi makroekonomi global.

Baca juga: Kenapa Harga Ethereum Naik-Turun? Ini Penjelasan Simpelnya

Apakah Prediksi Harga Ethereum Boleh Dipercaya atau Tidak?

Prediksi harga Ethereum boleh dijadikan referensi, asalkan dipahami sebagai proyeksi berbasis asumsi, bukan suatu hal yang pasti terjadi.

Jangan lupa untuk mempertimbangkan juga dari berbagai sudut pandang—baik dari sisi teknikal, fundamental, maupun makro ekonomi agar kamu dapat membangun ekspektasi yang lebih realistis dan siap menghadapi volatilitas pasar. 

Yang paling penting perlu kamu ingat, bahwa pasar kripto bisa berubah sangat cepat. Bahkan jika prediksi dikeluarkan hari ini, bukan tidak mungkin beberapa hari kemudian prediksi tersebut berubah karena faktor makroekonomi atau hal lain yang sulit diprediksi (black swan).

Tetap menerapkan prinsip DYOR (Do Your Own Research) sebelum mengambil keputusan investasi.

Baca juga: Cara Menggunakan Sinyal Trading di Aplikasi Tokocrypto dengan Limit, Stop-Limit, OCO, dan Beli/Jual atau gabung Telegram Official Tokocrypto untuk diskusi analisa sinyal harian bersama trader lain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Sumber:

The Block. VanEck analysts raise Ethereum price target to $22,000 by 2030. 2025

Aivest. Ethereum News Today: Ethereum Targets $10K, Bitcoin $250K by 2025 on Institutional Adoption, Trump Policies. 2025

CoinPedia. Ethereum Price Prediction 2025, 2026 – 2030: Will ETH Price Hit $5k?. 2025

Yahoo. Cathie Wood’s Bullish Ethereum (ETH) Prediction: How Much $1,000 And $10,000 Invested Could Be Worth. 2024.





Sumber : news.tokocrypto.com

Cara Cek Harga Ethereum dalam Rupiah dan Cara Beli Modal Rp100.000

Banyak pemula yang ingin mencoba membeli Ethereum (ETH) tapi bingung karena harga Ethereum biasanya ditampilkan dalam bentuk USD lalu bagaimana cara cek harga ETH dalam rupiah? Dan Apakah bisa mulai investasi di Ethereum hanya dengan modal Rp100.000? 

Jawabannya: bisa banget! Artikel ini akan menjelaskan cara mudah cek harga ETH dalam rupiah dan memberi contoh simulasi sederhana jika kamu mulai dengan modal kecil.

Baca juga: Apa Itu ETH (Ether)? Panduan Lengkap untuk Pemula

Cara Mudah Cek Harga Ethereum dalam Rupiah

Ethereum pada umumnya memiliki pasangan perdagangan dalam Dolar Amerika, tapi tenang bagi kamu yang masih awam di dunia kripto dan ingin mengetahui harga terbaru dari aset kripto khususnya Ethereum— kamu bisa mengikuti beberapa cara berikut untuk mengetahui harga Ethereum dalam rupiah ter-update setiap harinya.

Baca juga: Kenapa Harga Ethereum Naik-Turun? Ini Penjelasan Simpelnya

Melalui Bursa Lokal Tokocrypto

Kamu bisa menggunakan bursa lokal terpercaya yang sudah terdaftar resmi dan diawasi oleh OJK, seperti Tokocrypto.

Cara untuk melihat mengetahui harganya juga cukup mudah, kamu bisa membuka laman Tokocrypto melalui website atau menggunakan aplikasi Tokocrypto yang tersedia untuk Android dan iOS.

Melalui website: Masuk ke laman Tokocrypto.com → Pilih menu “Pertukaran” → Cari pasangan “ETH/IDR” pada kolom pencarian.

Atau kamu juga bisa langsung menuju laman perdagangan ETH/IDR dengan klik link berikut 👉 Harga Ethereum hari ini dalam rupiah.

Melalui aplikasi: Download dan buka aplikasi Tokocrypto → Pilih menu “Pasar” → Cari pasangan “ETH/IDR” pada kolom pencarian.

Melalui Situs Agregator Harga Kripto

Kamu juga bisa menggunakan situs yang menyediakan data mata uang kripto seperti CoinMarketCap dan CoinGecko. Kedua platform ini merupakan situs web dan aplikasi terkemuka yang melacak dan menyediakan berbagai informasi penting seputar aset kripto.

Caranya kamu cukup mengunjungi laman CoinMarketCap atau CoinGecko lalu pilih Ethereum dan ganti mata uang menjadi IDR (rupiah) pada menu “Setting”.

Melalui Search Engine Seperti: Google dan Bing

Opsi lainnya, kamu juga dapat melihat harga Ethereum terbaru dengan menggunakan situs pencari seperti Google dan Bing.

Caranya caranya cukup mudah, ketik saja: “Ethereum ke IDR”, maka Google dan Bing akan menampilkan harga ETH dalam rupiah.

Dengan ketiga cara tadi kamu dapat mengetahui harga Ethereum dalam rupiah paling update setiap harinya, cukup mudah bukan?

Baca juga: Harga ETH Hari Ini Menurut Logarithmic Regression Bands: Apa Artinya?

Cara Beli Ethereum dengan Modal Rp100.000

Setelah tau cara untuk cek harga Ethereum dalam rupiah, terus berapa sih minimal pembelian Ethereum? Tenang, kamu tidak harus membeli satu Ethereum kok! Kamu bisa membeli pecahan kecil dari Ethereum sesuai budget, contohnya dengan modal Rp100.000.

Misalnya harga ETH saat artikel ini ditulis adalah Rp62.136.720 per ETH, maka dengan modal Rp100.000 kamu akan mendapatkan:

Rp100.000 ÷ Rp62.136.720 = 0,00161 ETH

Baca juga: Simulasi Beli Ethereum per Bulan Selama 5 Tahun

Begini cara untuk membeli Ethereum dengan modal Rp100.000 tanpa harus bayar biaya trading:

Beli Ethereum (ETH) di Website Tokocrypto

  1. Buka laman Tokocrypto.com dan login ke akun Tokocrypto kamu dan lakukan deposit dengan minimal Rp20.000.
  2. Kemudian pilih menu “Beli/Jual”.
  3. Pada halaman Beli/Jual, pilih Dari dengan “IDR” dan Ke dengan “ETH”.
  4. Masukkan jumlah pembelian.
  5. Klik “Pratinjau Konversi”.

Cara Membeli Ethereum (ETH) di aplikasi Tokocrypto

  1. Buka aplikasi Tokocrypto dan login ke akun Tokocrypto kamu dan lakukan deposit dengan minimal Rp20.000.
  2. Kemudian pilih menu “Beli/Jual”.
  3. Pada halaman Beli/Jual, pilih Dari dengan “IDR” dan Ke dengan “ETH”.
  4. Masukkan jumlah pembelian.
  5. Klik “Pratinjau Konversi”.

Kamu juga bisa menggunakan fitur lain seperti Limit Order, Order Pasar, Stop-Limit, atau OCO yang ada di dalam menu “Pasar” untuk trading atau investasi sesuai dengan strategi kamu.

Baca juga: Cara Menggunakan Sinyal Trading di Aplikasi Tokocrypto dengan Limit, Stop-Limit, OCO, dan Beli/Jual atau gabung Telegram Official Tokocrypto untuk diskusi analisa sinyal harian bersama trader lain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

USDT.D Capai Level Resistance, Potensi Market Rebound?

Memahami aliran uang (money flow) merupakan kunci utama untuk memprediksi tren di pasar kripto berikutnya, salah satunya adalah dengan membaca USDT.D atau dominasi USDT di pasar kripto secara keseluruhan.

Saat ini, sorotan utama tertuju pada USDT Dominance (USDT.D) yang terlihat sedang menguji level resistance kritikalnya. 

Secara historis, dominasi stablecoin ini memiliki korelasi terbalik dengan Bitcoin dan Altcoin; ketika dominasi USDT memuncak dan tertahan, seringkali itu menjadi sinyal bahwa likuiditas siap mengalir kembali ke aset berisiko. 

Apakah penolakan di area resistensi ini akan menjadi pemicu market rebound yang dinanti-nantikan para investor? Yuk simak lebih lengkap!

Apa Itu USDT.D?

USDT.D, atau dominasi USDT, adalah metrik yang mengukur pangsa pasar Tether (USDT) terhadap total kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan. 

Dominasi ini sering digunakan sebagai indikator sentimen, dimana kenaikan total dominasi dapat menunjukkan investor beralih ke aset yang lebih aman seperti stablecoin (investor menukar Bitcoin/Altcoin menjadi USDT), dan penurunan bisa menjadi sinyal masuknya dana ke aset yang lebih berisiko dibandingkan dengan stablecoin, seperti Bitcoin dan altcoin (investor menukar USDT ke Bitcoin/Altcoin). 

Baca juga: Trading dengan Pair IDR vs USD, Mana yang Cocok Buat Kamu?

Korelasi USDT.D dengan Pergerakan Bitcoin dan Altcoin

Secara historis, data pasar menunjukkan adanya pola inverse correlation (korelasi terbalik) yang sangat kuat dan konsisten antara USDT Dominance (USDT.D) dengan pergerakan harga Bitcoin serta Altcoin.

Contohnya bisa dilihat pada gambar berikut:

Perbandingan pergerakan USDT.D dengan Bitcoin (BTC) (26/11)

Jika kita membedah grafik di atas, korelasi ini dapat dijelaskan melalui mekanisme aliran likuiditas sederhana diamana USDT.D dapat digunakan sebagai Indikator “Risk-Off”.

Hal ini berarti ketika grafik USDT.D menunjukkan tren kenaikan (seperti yang ditunjukkan oleh panah biru yang mengarah ke atas pada grafik bagian atas), ini menandakan bahwa para investor sedang mencairkan (menjual) aset kripto mereka menjadi stablecoin (Tether). 

Hal ini biasanya terjadi saat pasar sedang takut (fear) atau melakukan aksi ambil untung (profit taking). Akibatnya, likuiditas keluar dari Bitcoin, menyebabkan harga BTC mengalami koreksi atau penurunan (seperti terlihat pada grafik bagian bawah).

Secara sederhana korelasi USDT.D adalah sebagai berikut:

  • USDT.D naik → BTC dan altcoin biasanya turun.
  • USDT.D turun → BTC dan altcoin biasanya naik.

Selain dengan menggunakan USDT.D kamu juga bisa mencoba menambahkan USDT.D dengan USDC.D untuk melihat dominasi stablecoin yang lebih jelas. Maka kamu akan mendapati pola yang juga kurang lebih sama, dimana ada korelasi terbaik antara dominasi USDT + USDC dengan BTC, seperti pada gambar di bawah ini:

Pergerakan USDT.D+USDC.D (26/11)

Masih bingung dengan pergerakan pasar kripto yang volatil? Tenang… kamu bisa gunakan fitur Dollar Cost Averaging yang ada di aplikasi Tokocrypto untuk mendapatkan harga pembelian rata-rata yang lebih stabil. Fitur ini juga bisa terjadwal dan otomatis jadi kamu tidak harus selalu pantau pasar ketika ingin membeli lho! ⤵️

Baca juga: Cara Tukar Rupiah ke Dolar di Tengah USD yang Terus Menguat

Analisis Level Resistance Saat Ini

Pergekaran USDT.D (26/11)

Berdasarkan pengamatan pada grafik time frame mingguan (1W), USDT Dominance (USDT.D) saat ini sedang menguji area resistance yang cukup penting. 

Rentang area resistance ini berada di kisaran level 6.20% hingga 6.740%. Secara historis beberapa tahun terakhir, setiap kali dominasi USDT mencoba menembus area ini dalam setahun terakhir, selalu terjadi penolakan (rejection) yang kuat.

Saat ini, posisi USDT.D berada di angka 6.184%, yang berarti sedang berada di zona level resistance. Jika dominasi USDT.D gagal menembus (breakout), besar kemungkinan akan terjadi pemantulan ke bawah yang dapat menjadi indikasi total USDT yang ada di pasar menurun dan potensi kenaikan BTC serta altcoin.

Dari segi momentum RSI Relative Strength Index (RSI) di bagian bawah grafik menunjukkan tren kenaikan (uptrend), yang sebelumnya sempat sedikit mencapai level jenuh beli (overbought) di atas level 70, sebelum akhirnya kembali turun.

Jika RSI mulai berbelok ke bawah saat harga menyentuh resistensi, ini bisa menjadi konfirmasi sinyal bearish bagi USDT.D, yang berarti sinyal bullish bagi Bitcoin dan Altcoin.

Namun jika USDT.D berhasil menembus resistance bukan tidak mungkin jika USDT.D mengunjungi level 8% atau terus mengalami kenaikan menuju level tertinggi di tahun bear market 2022, yakni di angka 9.3%.

Meskipun analisis teknikal USDT Dominance di atas memberikan gambaran logis mengenai potensi arah pasar, penting untuk dipahami bahwa ulasan ini hanyalah interpretasi berdasarkan probabilitas data historis dan bukan penentu pasti pergerakan harga di masa depan.

Baca juga: Cara Analisis Sentimen Crypto untuk Pemula atau gabung Telegram Official Tokocrypto untuk diskusi analisa sinyal harian bersama trader lain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Lonjakan Harga PERP 74%: Analisa Pergerakan Perpetual Protocol Terkini

Perpetual Protocol (PERP) menjadi salah satu aset kripto dengan performa paling mencolok dalam 24 jam terakhir setelah mencatat kenaikan signifikan sebesar +74.25%, membawa harganya naik ke level $0.137199.

Lonjakan besar ini memicu gelombang perhatian baru dari para trader dan investor, terutama karena aset ini sebelumnya berada dalam tekanan bearish cukup lama dalam beberapa bulan terakhir.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $9.06 juta serta volume perdagangan harian $32.11 juta, PERP menunjukkan peningkatan aktivitas pasar yang luar biasa.

Lonjakan volume ini menjadi sinyal kuat bahwa minat pelaku pasar kembali meningkat, terutama dari trader jangka pendek yang memanfaatkan momentum volatilitas tinggi.

Baca Juga: Hyperliquid (HYPE) Dominasi Pasar Perpetual Semakin Tak Terbendung

Kenaikan Harian PERP: Dari Rebound ke Reli Agresif

Berdasarkan data terbaru, pergerakan harga PERP dalam 24 jam terakhir mengalami peningkatan sebesar $0.060017, setara dengan +76.21%.

Reli ini tidak hanya menunjukkan rebound kuat, tetapi juga menandakan potensi mulai pulihnya minat terhadap aset-aset berbasis protokol derivatif terdesentralisasi.

Kinerja intraday-nya pun menarik, karena harga PERP terus mencatat kenaikan kuat dalam beberapa jam terakhir, dengan perubahan harga per jam mencapai +9.23%, mencerminkan reli yang stabil dan bukan sekadar lonjakan sesaat.

Meski demikian, data harga menunjukkan anomali pada rentang tertinggi dan terendah 24 jam yang tercatat $0 – $0, kemungkinan karena data penyedia harga belum diperbarui sepenuhnya.

Kendati begitu, reli harga PERP tetap tercermin jelas melalui lonjakan volume dan data perubahan harian.

Performa PERP dalam 30, 60, hingga 90 Hari: Masih Bernada Negatif

Pergerakan harga Perptual Protocol (PERP/USDT) pada SRabu, 26 November 2025. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Perptual Protocol (PERP/USDT) pada SRabu, 26 November 2025. Sumber: CoinMarketCap

Meski reli harian terlihat impresif, gambaran makro PERP dalam jangka menengah masih menunjukkan tekanan yang cukup kuat.

Perubahan Harga PERP:

  • 30 Hari: -39.60%
  • 60 Hari: -50.00%
  • 90 Hari: -50.41%

Data ini menunjukkan bahwa PERP masih berada dalam fase pemulihan setelah mengalami tren bearish yang cukup panjang, dengan nilai penurunan hingga setengah dari harga sebelumnya dalam dua bulan terakhir.

Namun, kenaikan mingguan sebesar +47.71% menandakan adanya fase pembalikan arah (reversal) yang mulai terbentuk dan menarik bagi trader momentum.

Kapitalisasi dan Sirkulasi: Struktur Pasar PERP

Dengan total 66 juta PERP yang beredar, kapitalisasi pasar sebesar $9.06 juta masih menempatkan PERP sebagai altcoin kapitalisasi kecil (small cap).

Aset dengan kategori ini dikenal memiliki volatilitas tinggi—baik dalam kenaikan maupun penurunan.

Volume perdagangan PERP yang mencapai $32.11 juta dalam 24 jam menunjukkan rasio volume terhadap market cap (V/M) yang sangat besar, mencerminkan likuiditas tinggi dan aktivitas spekulatif yang kuat.

Mengapa PERP Naik Tajam? Analisis Faktor Pemicu

Meskipun tidak ada satu faktor dominan yang diumumkan secara resmi, beberapa kemungkinan penyebab lonjakan harga PERP antara lain:

1. Minat Baru pada Protokol Derivatif DeFi

Pasar derivatif terdesentralisasi kembali mendapatkan perhatian seiring meningkatnya aktivitas trading on-chain.

2. Aktivitas Whale dan Strategi Short Squeeze

Lonjakan cepat disertai volume besar sering mengindikasikan aksi pembelian agresif dari pelaku besar yang memicu likuidasi posisi short di pasar.

3. Rebound Teknis Setelah Oversold

Setelah 60–90 hari mengalami penurunan lebih dari 50%, PERP memasuki zona oversold yang memicu minat beli spekulatif.

Baca Juga: Harga TNSR Capai 60%, Volume Perdagangan Hampir $1 Miliar

Prospek PERP dalam Waktu Dekat

Apabila volume tinggi terus berlanjut, PERP berpotensi melanjutkan reli menuju level psikologis berikutnya di kisaran $0.15 – $0.20.

Namun perlu diingat, volatilitas di aset small-cap seperti PERP cenderung ekstrem, sehingga risiko koreksi mendadak juga cukup besar.

Secara keseluruhan, reli hari ini menjadi sinyal bahwa PERP mulai kembali dilirik pasar setelah periode pelemahan panjang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $99K, Tekanan Bearish Kuat

Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan signifikan dalam perdagangan hari ini.

Berdasarkan data terbaru, BTC diperdagangkan di level $99.193,26, mencatat penurunan -2,97% dalam 24 jam. Penurunan ini sekaligus membawa BTC turun sekitar 3% dari hari sebelumnya dan memperpanjang tren bearish dalam jangka pendek.

Dengan kapitalisasi pasar yang kini berada di $1,97 triliun dan volume perdagangan mencapai $103,33 miliar dalam 24 jam, Bitcoin masih mendominasi pasar kripto global.

Namun tren harga menunjukkan tekanan jual meningkat, terutama setelah BTC kembali gagal mempertahankan zona psikologis penting di atas $100.000.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Koreksi $102.434, Hadapi Konsolidasi

Kinerja Harga BTC: Tekanan Berkelanjutan dalam 30–90 Hari Terakhir

Tren korektif Bitcoin tidak hanya terjadi dalam 24 jam terakhir. Data historis menunjukkan bahwa BTC sudah tertekan dalam beberapa pekan terakhir:

Rentang Waktu Perubahan Jumlah % Perubahan
Hari ini -$3,185.27 -3.11%
30 Hari -$13,041.47 -11.62%
60 Hari -$16,322.65 -14.13%
90 Hari -$18,515.89 -15.74%

Dalam 90 hari terakhir, Bitcoin kehilangan lebih dari 15% nilainya, mencerminkan melemahnya minat risiko investor dan dominasi tekanan jual secara bertahap.

Sementara itu, dalam 7 hari terakhir, BTC turun -2,9%, menunjukkan bahwa tren bearish masih konsisten meskipun volatilitas sempat meningkat di beberapa sesi perdagangan.

Level Harga Penting: BTC Gagal Bertahan di Zona $100 Ribu

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran:

  • Terendah: $97.988,72
  • Tertinggi: $104.005,49

Kenaikan menuju $104.000 sempat memberi harapan bagi trader jangka pendek, namun aksi jual kuat membuat harga kembali tergelincir di bawah $100.000.

Hal ini menunjukkan bahwa zona resistance jangka pendek berada di sekitar $104.000–$105.000, sementara support terdekat terletak pada $98.000–$97.500.

Jika BTC gagal mempertahankan area support tersebut, potensi koreksi lanjutan menuju $95.000 bahkan $92.000 bisa terjadi.

Sebaliknya, untuk kembali ke tren bullish jangka pendek, BTC harus mampu merebut kembali level $102.000 dan menembus konsisten di atas $105.000.

Faktor Pasar: Volume Tinggi Tanda Tekanan Jual Meningkat

Dengan volume transaksi 24 jam mencapai $104,33 miliar, Bitcoin menunjukkan adanya aktivitas perdagangan yang sangat tinggi.

Volume tinggi sering kali menjadi pertanda volatilitas ekstrem, dan dalam konteks kali ini, meningkatnya volume beriringan dengan penurunan harga mengindikasikan:

  • likuidasi posisi long,
  • meningkatnya tekanan jual dari whale,
  • dan melemahnya kepercayaan investor jangka pendek.

Sementara itu, sirkulasi pasokan saat ini tetap di 19,95 juta BTC, atau 94,99% dari total suplai maksimum 21 juta.

Ketatnya suplai secara struktural tetap menjadi kekuatan fundamental Bitcoin, tetapi dalam jangka pendek sentimen pasar global masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi harga.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 14 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 14 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

Jarak dari Rekor Tertinggi: BTC Terkoreksi Lebih dari 20% dari ATH

Bitcoin masih jauh dari rekor tertingginya di $126.198,07, yang artinya harga saat ini telah terkoreksi lebih dari 20%.

Dalam terminologi pasar crypto, penurunan lebih dari 20% dari puncak biasanya menandai fase koreksi besar atau akan memasuki tren bearish yang lebih dalam jika tidak ada pemulihan cepat.

Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya berada di $2,08 triliun, mencerminkan bahwa meskipun ruang pertumbuhan masih ada, investor saat ini menahan diri untuk kembali mengakumulasi BTC dalam jumlah besar.

Baca Juga: Analisis Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Terjun ke $104.000! Kapan Rebound?

Sentimen BTC Melemah, Namun Level Psikologis Masih Jadi Penentu

Tekanan bearish pada Bitcoin masih sangat kuat, dengan serangkaian penurunan yang konsisten dalam beberapa minggu terakhir.

Pergerakan harga yang kini berada di bawah $100.000 menjadi sinyal penting bahwa pasar sedang berada dalam fase risk-off.

Level penting yang perlu diperhatikan investor:

  • Support: $98.000 → $95.000
  • Resistance: $102.000 → $105.000
  • Target rebound (jika bullish muncul): $110.000

Dalam jangka pendek, tren masih bearish. Namun, Bitcoin sering menunjukkan pemulihan kuat setelah fase koreksi panjang—sehingga zona di bawah $100.000 bisa menjadi area akumulasi bagi investor jangka panjang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Berkenalan dengan 50 EMA, Indikator yang Jadi Pertanda Bull Market Bitcoin

Indikator 50 week EMA sering kali menjadi bahan perbincangan di kalangan trader dan analis kripto karena perannya yang historis dalam menandai fase bull market maupun bear market Bitcoin.

Namun, seberapa penting sebenarnya indikator ini, dan mengapa ia sering dianggap sebagai penentu nasib bull market Bitcoin? Yuk, simak lebih lengkap!

Apa Itu Indikator 50 Week EMA?

Exponential Moving Average (EMA) adalah indikator teknikal yang berfungsi untuk membantu trader memahami arah tren harga berdasarkan rata-rata pergerakan harga eksponensial dari harga Bitcoin selama 50 minggu terakhir.

EMA memberikan bobot lebih besar pada harga terbaru, yang membuat indikator ini responsif terhadap perubahan tren yang baru terbentuk.

Baca lebih lengkap mengenai Moving Averages di sini: Apa Itu Moving Averages?

Korelasi 50 Week EMA dan Bitcoin

Korelasi pergerakan harga Bitcoin dan 50 week EMA (garis orange).

Secara historis, 50-week EMA telah menjadi pivotal dalam siklus Bitcoin. Misalnya, selama pasar bear 2018–2019, indikator ini berada di atas harga Bitcoin sebelum reli besar ketika harga berhasil berada di atas garis 50-week EMA.

Pola serupa muncul pada bear market tahun 2023–2025, di mana retest yang berhasil menembus garis tersebut setelah harga berada di bawah garis 50-week EMA menyebabkan rally menuju all-time high baru. 

Retest harga Bitcoin dan 50 week EMA (garis orange).

Breakdown di bawahnya jarang terjadi dalam fase bull, malah ketika harga berhasil memantul dari garis 50 EMA, reli ke harga lebih tinggi sering kali terjadi.

Pergerakan harga Bitcoin ketika berada di bawah garis 50 week EMA (garis orange).

Sebaliknya, jika breakdown terjadi saat fase retest, kondisi tersebut dapat menjadi sinyal pergeseran tren menuju fase bearish atau koreksi lebih dalam, terutama bila disertai dengan meningkatnya ketakutan pasar dan tekanan jual dari investor jangka pendek.

Cara Membaca 50 EMA di Grafik Bitcoin

Kamu dapat dengan mudah membaca grafik pergerakan Bitcoin dengan indikator 50-week EMA (Exponential Moving Average) sebagai salah tren jangka menengah hingga panjang. 

  • Harga di atas EMA 50: menandakan momentum bullish.
  • Harga di bawah EMA 50: menandakan momentum bearish.

Baca juga: Amerika Borong Bitcoin, China Tumpuk Emas: Perang Aset Dunia Dimulai?!

Garis 50 Week EMA dan Harga Bitcoin Hari Ini Jadi Penentu Bull/Bear Market

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 11 November 2025. Sumber: Tokocrypto

Saat ini harga Bitcoin masih mampu bertahan di atas 50-week EMA yang berada di kisaran 100,940 USD di tengah siklus 4 tahunan yang digadang-gadang telah mencapai masa puncak.

Grafik harga Bitcoin yang masih sedikit di atas 50 week EMA.

Banyak pengamat menekankan bahwa keberhasilan Bitcoin menjaga posisinya di atas garis 50 EMA menjadi syarat utama untuk melanjutkan reli menuju harga yang lebih tinggi.

Sebaliknya, apabila terjadi breakdown di bawah 50 EMA, hal ini dapat menjadi sinyal awal berakhirnya fase bull market dan masuknya Bitcoin ke dalam periode koreksi atau bahkan fase bear market. 

Tertarik untuk investasi atau trading Bitcoin? Yuk daftar Tokocrypto dan nikmati benefit potongan 20% biaya trading dengan masukkan kode TEMUTOKO!

Kesimpulan

Secara historis, garis 50-week EMA (Exponential Moving Average) sering kali menjadi titik krusial dalam menentukan arah tren jangka panjang Bitcoin. Ketika harga mampu bertahan di atas garis ini, pasar cenderung melanjutkan reli dan memasuki fase bull market yang lebih kuat.

Sebaliknya, saat terjadi breakdown di bawah 50 week EMA, kondisi tersebut kerap menjadi sinyal awal berakhirnya fase bullish dan masuk ke periode bear market atau koreksi lebih dalam. Pola ini telah berulang dalam beberapa siklus Bitcoin sebelumnya, di mana interaksi harga dengan EMA 50 menjadi penanda penting apakah momentum pasar masih berlanjut atau justru melemah.

Meski demikian, penting diingat bahwa 50 week EMA hanyalah salah satu indikator teknikal dan tidak dapat dijadikan patokan tunggal dalam membaca tren pasar. Pergerakan harga kripto tetap dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti regulasi, sentimen global, dan kondisi makroekonomi.

Oleh karena itu, trader disarankan untuk mengombinasikan analisis EMA dengan indikator lain agar strategi investasi lebih matang. Dengan pemahaman yang komprehensif, pembaca dapat memanfaatkan EMA Bitcoin sebagai alat bantu dalam navigasi pasar kripto yang dinamis.

Baca juga riset mingguan Tokocrypto untuk insight market terbaru: Dapatkan Berita Market Kripto Terkini di Tokonews!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini

Bagi kamu, pemula yang baru saja ingin masuk ke dunia kripto, konsep kripto, blockchain, smart contract, dan lain sebagainya, mungkin terdengar rumit dan sukar untuk dimengerti.

Tapi… Sebenarnya jika kamu mempelajari konsepnya terlebih dahulu secara seksama, konsep aset kripto dan blockchain tidak terlalu susah lho untuk dimengerti.

Berikut adalah beberapa konsep dasar kripto yang bisa kamu baca dan pelajari terlebih dahulu dengan bahasa yang mudah dimengerti untuk orang awam.

Oiya, untuk memudahkan kamu dalam belajar dan memahami, kamu juga bisa langsung membeli aset kripto dengan modal serendah Rp1.600 aja lho di Tokocrypto, lebih lengkap klik di sini ya!

Mengenal Apa itu Kripto?

Kripto atau dalam bahasa inggris sering disebut cryptocurrency, adalah aset digital yang beroperasi menggunakan teknologi blockchain.

Teknologi blockchain ini berfungsi sebagai buku besar terdistribusi yang mencatat setiap transaksi secara transparan, aman, dan tidak dapat diubah—sehingga menjadikan kripto aman.

Meskipun cryptocurrency sering disebut dengan mata uang kripto, di Indonesia sendiri kripto dikategorikan sebagai komoditas, bukan mata uang dan hanya dapat diperdagangkan melalui Pedagang Fisik Aset Kripto yang sah di Indonesia, terdaftar, dan diawasi oleh OJK seperti aplikasi Tokocrypto.

Karena sifat digitalnya, aset kripto juga dapat dikirim kepada teman dan keluarga di mana pun mereka berada.

Apa Bedanya Kripto dengan E-money?

Sekilas mungkin kamu akan berfikir kalau aset kripto itu mirip seperti e-money atau PayPal, dan kamu tidak salah kok! 

Keduanya sama-sama memungkinkan kita untuk melakukan pembayaran digital tanpa uang tunai. Namun, perbedaan besarnya terdapat pada proses transaksi.

Jika e-wallet atau PayPal masih bergantung pada lembaga terpusat seperti bank atau perusahaan penyedia layanan untuk memverifikasi dan menyetujui setiap transaksi.

Dalam sistem aset kripto, tidak ada entitas terpusat seperti bank atau perusahaan penyedia layanan.

Tapi… kamu, teman, dan ribuan orang lain dapat bertindak layaknya bank sendiri dengan menjalankan perangkat lunak gratis dan menjadi node dari blockchain.

Artinya, transaksi kripto tidak membutuhkan pihak ketiga sebagai perantara, melainkan divalidasi oleh jaringan komputer global melalui mekanisme kriptografi. 

Jadi  untuk mengirim aset kripto kamu tidak harus melakukan verifikasi data seperti memberikan data diri, email, hingga kata sandi, kamu hanya butuh dompet kripto dan internet.

Untuk lebih lengkap mari pelajari konsep blockchain!

Mendengar istilahnya saja pasti kamu sudah terbayang bukan, apa itu blockchain? Seperti namanya blockchain adalah blok digital yang saling terhubung (seperti rantai) dan berfungsi sebagai buku besar terdistribusi. Supaya kamu lebih terbayang, coba perhatikan ilustrasi blockchain di bawah ini:

Singkatnya, blockchain ini jadi database sederhana yang menyimpan data setiap transaksi, tapi memiliki karakteristik penyimpanan data unik, dimana data yang disimpan dalam block (kotak) akan membentuk rangkaian database seperti rantai.

Karakteristik dari blockchain, kurang lebih seperti ini:

  1. Pertama, blockchain hanya bisa ditambahkan data, tidak bisa dihapus atau pun diubah. Jadi kamu tidak bisa mengubah atau menghapus data sesuka hati.
  2. Kedua, setiap entri atau blok di dalam database ini terhubung secara kriptografis ke blok sebelumnya.
  3. Untuk setiap entri data baru kamu harus memberikan sidik jari digital alias hash dari entri sebelumnya. Jadi kamu ingin merubah satu blok data, maka semua blok data yang saling terhubung tersebut juga harus diubah. Itulah kenapa hacker disebut tidak mungkin meretas dan mengubah data yang ada di blockchain.

Karena kamu tidak bisa mengubah data yang sudah masuk ke dalam rangkaian blockchain, kamu harus berhati-hati ketika melakukan entri data, seperti ketika melakukan transaksi atau mengirim ke orang lain.

Kurang lebih seperti itulah gambaran sederhana mengenai apa itu blockchain secara singkat, untuk lebih lengkapnya kamu bisa mempelajari lebih dalam melalui beberapa artikel di bawah ini:

Apa itu Blockchain? Penjelasan Lengkap (pengertian, sejarah, cara kerja, serta kelebihan dan kekurangan teknologi blockchain sebagai fondasi kripto)

Apa itu Web 3.0 dan Apa Manfaatnya? (generasi internet berbasis blockchain yang memberi kendali data lebih besar pada pengguna)

Apa Bedanya Blockchain dengan Bitcoin? (perbedaan mendasar antara blockchain sebagai teknologi dan Bitcoin sebagai aset kripto yang berjalan di atasnya)

Apa itu Proof of Work? (mekanisme konsensus blockchain yang digunakan untuk memvalidasi transaksi dan menjaga keamanan jaringan kripto seperti Bitcoin)

Apa itu Proof of Stake? (mekanisme konsensus blockchain yang lebih hemat energi, menggunakan sistem staking untuk memverifikasi transaksi di blockchain terbaru)

Mengenal Koin Kripto dan Token Kripto

Koin kripto atau token kripto? Keduanya masih sama kok, sama-sama merupakan bentuk digital dari aset yang menggunakan teknologi blockchain.

Tenang tidak usah bingung…. koin kripto atau token kripto, keduanya adalah aset yang bisa digunakan untuk alat tukar, dan dimanfaatkan untuk berbagai transaksi dan ekosistem blockchain.

Perbedaannya, koin kripto berjalan di atas blockchain miliknya sendiri dan berfungsi sebagai “bahan bakar” utama jaringan.Sementara itu, token kripto dibangun di atas blockchain lain untuk untuk berbagai keperluan seperti stablecoin, governance, staking, hingga akses ke aplikasi terdesentralisasi (dApps).

Beberapa contoh koin kripto: Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), BNB, dan Solana (SOL).

Beberapa contoh token kripto: Tether (USDT), USDC, dan Toko Token (TKO).

Lebih lengkap, kamu bisa pelajari koin/token besar terlebih dahulu dengan klik tautan di bawah ini:

Belajar Apa itu Bitcoin (BTC)(aset kripto pertama di dunia yang diluncurkan pada 2009, berfungsi sebagai mata uang digital terdesentralisasi dan pionir teknologi blockchain)

Belajar Apa itu Ethereum (ETH) (mata uang kripto terbesar kedua setelah Bitcoin, sekaligus platform blockchain yang mendukung smart contract dan aplikasi terdesentralisasi / dApps)

Belajar Apa itu Token Tether (USDT) (stablecoin populer yang nilainya dipatok 1:1 terhadap dolar AS, digunakan untuk mengurangi volatilitas di pasar kripto dan mempermudah perdagangan)

Belajar Apa itu Binance Coin (BNB)(aset kripto asli dari ekosistem Binance, digunakan untuk biaya transaksi, diskon trading, dan berbagai layanan di ekosistem Binance)

Apa itu Trading dan Investasi Kripto?

Setelah mempelajari secara singkat mengenai landasan penting dalam dunia kripto, seperti apa itu kripto, blockchain, dan koin/token kripto, kini kamu sudah semakin siap untuk mulai masuk ke dunia trading dan investasi kripto! Tapi… apa sih sebenarnya trading dan investasi kripto itu?

Trading dan investasi kripto adalah salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan dari dunia kripto.

Investasi kripto lebih menekankan pada strategi jangka panjang.  Investor membeli aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, atau proyek blockchain potensial lainnya, lalu menyimpannya selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Tujuannya adalah mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan nilai aset seiring adopsi teknologi blockchain dan meningkatnya permintaan pasar. 

Sedangkan Trading kripto merupakan kegiatan membeli dan menjual koin atau token dalam periode tertentu, seperti menit, jam, hingga hari untuk meraih keuntungan dari selisih harga beli dan jual yang disebabkan oleh pergerakan harga.

Tentunya bagi trader profesional aktivitas membeli dan menjual aset kripto ini tidak hanya berdasarkan spekulasi semata. Sama seperti perdagangan saham atau forex trader biasanya mempelajari analisa teknikal dan fundamental terlebih dahulu.

Analis teknikal digunakan untuk menganalisis harga historis, grafik, dan data pasar lainnya untuk menemukan peluang yang berpotensi menghasilkan keuntungan. Sedangkan analisa fundamental lebih ke potensi dan perkembangan aset kripto itu sendiri ke depannya.

Kamu bisa mempelajari beberapa artikel berikut untuk memahami lebih lanjut apa itu trading kripto:

Cara Mudah Trading Crypto untuk Pemula (panduan langkah awal memahami exchange, aset kripto populer, serta tips dasar trading) 

Panduan Lengkap Membuat Strategi Crypto untuk Pemula (strategi praktis menyusun rencana trading untuk pemula) 

Cara Membaca Candlestick untuk Pemula (penjelasan dasar pola candlestick, cara membaca pergerakan harga, serta mengenali sinyal bullish dan bearish untuk mendukung keputusan trading)

Kenapa Investasi Kripto Sering Dianggap Potensial?

Pertama, investasi kripto menawarkan peluang pertumbuhan jangka panjang yang besar karena teknologi blockchain yang mendasarinya masih dalam tahap awal.

Kedua, dengan berinvestasi dalam kripto, kita dapat melakukan diversifikasi portofolio investasi kita sehingga mengurangi risiko.

Terakhir, investasi kripto memberikan akses ke inovasi dan peluang di sektor keuangan digital. Teknologi blockchain telah mengubah cara bertransaksi dan melakukan pembayaran, dan hal ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi ekonomi digital di masa depan.

Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa investasi selalu melibatkan risiko, jadi lakukan riset dan kelola risiko dengan bijak sebelum berinvestasi.

Lebih lengkap, kamu bisa bisa belajar investasi dengan membaca artikel-artikel berikut:

Cara Berinvestasi Bitcoin (panduan praktis memahami langkah awal cara membeli Bitcoin, dan memilih bursa exchange terpercaya untuk pemula) 

Cara Menghasilkan Passive Income dari Aset Kripto untuk Pemula (cara mendapatkan penghasilan pasif dari kripto, mulai dari staking, lending, hingga yield farming, lengkap dengan risikonya)

Cara Membangun Portofolio Crypto (strategi menyusun portofolio aset kripto yang sesuai profil risiko)

Penipuan Kripto yang Sering Terjadi dan Cara Menghindarinya (jenis scam kripto yang marak, ciri-ciri umum penipuan, serta tips aman agar terhindar dari kerugian di dunia aset digital)

Apa yang Diperlukan untuk Mulai Trading atau Investasi Kripto?

Sama seperti ketika kita ingin membeli barang, langkah pertama yang penting adalah memilih toko yang terpercaya.

Sebab jika kamu sembarangan dalam memilih toko, bisa saja barang yang kamu dapatkan palsu, kualitasnya buruk, atau bahkan kita tertipu.

Hal yang sama berlaku ketika ingin mulai trading atau investasi kripto. Kita perlu memastikan “toko” tempat kamu membeli aset digital (kripto) dalam hal ini exchange kripto, sudah resmi, aman, dan diawasi regulator, dengan begitu kamu bisa fokus investasi atau trading tanpa khawatir soal keamanan.

Contohnya untuk memulai trading atau investasi kripto, kamu bisa menggunakan Tokocrypto yang terdaftar di Bappebti (sekarang pengawasan beralih ke OJK sejak 2025), dan selalu berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga keamanan data user. 

Tokocrypto meraih sertifikasi ISO 27017 dan ISO 27001, yang merupakan standar internasional untuk manajemen keamanan informasi. Untuk memastikan keamanan dan transparansi, Tokocrypto juga merilis Proof of Reserves (PoR) atau Bukti Cadangan dengan mengimplementasikan audit Merkle Tree dan zk-SNARKs.

Setelah memilih exchange, kamu perlu membuat akun dan melakukan Know Your Customer (KYC). Proses ini biasanya melibatkan unggah KTP, foto diri, dan data pribadi untuk memastikan keamanan transaksi.

Jika sudah, tak usah khawatir soal modal… Soalnya di Tokocrypto, kamu bisa deposit hanya dengan modal minimal sebesar Rp50.000 dan pembelian mulai dari Rp1.700!

Lebih lengkap kamu bisa mengikuti tutorial cara mendaftar dan verifikasi KYC melalui video di bawah ini: 

Kenapa Harus Kripto?

Banyak aset selain kripto yang bisa kamu pilih, tapi kenapa sih harus kripto?

  1. Desentralisasi

Cryptocurrency beroperasi di atas teknologi blockchain yang memungkinkan transaksi terjadi secara desentralisasi. Ini berarti tidak ada otoritas tunggal yang mengendalikan atau mengatur mata uang tersebut. Ini dapat memberikan kebebasan dan kontrol lebih besar kepada individu dalam mengelola keuangan mereka.

  1. Keamanan

Teknologi kriptografi yang mendasari cryptocurrency memberikan tingkat keamanan yang tinggi dalam transaksi dan penyimpanan. Transaksi yang dilakukan dengan cryptocurrency sulit dipalsukan dan sering kali dapat dilakukan secara anonim atau pseudonim.

  1. Transaksi Internasional

Cryptocurrency dapat memfasilitasi transaksi lintas batas tanpa perlu melibatkan mata uang konvensional atau perantara keuangan seperti bank. Ini dapat mempermudah perdagangan internasional dan transfer uang antar negara.

  1. Biaya Rendah

Beberapa cryptocurrency memiliki biaya transaksi yang lebih rendah daripada metode pembayaran tradisional seperti kartu kredit atau transfer bank. Ini bisa menguntungkan dalam transaksi kecil atau transaksi yang melibatkan mata uang asing.

  1. Akses Keuangan Global

Cryptocurrency dapat memberikan akses ke layanan keuangan bagi mereka yang tidak memiliki akses tradisional ke perbankan. Orang-orang di daerah terpencil atau negara dengan infrastruktur keuangan yang terbatas dapat memanfaatkan cryptocurrency untuk menyimpan nilai dan melakukan transaksi.

  1. Inovasi Finansial

Teknologi blockchain yang mendasari cryptocurrency telah memicu banyak inovasi di sektor keuangan. Ini termasuk konsep seperti DeFi (Decentralized Finance) yang berupaya menggantikan layanan keuangan tradisional dengan protokol desentralisasi.

Istilah Pada Crypto Yang Harus Kamu Ketahui

Jadi trader atau investor kripto belum afdol rasanya kalau kamu belum paham istilah-istilah yang sering digunakan oleh komunitas kripto.

Supaya tidak bertanya-tanya saat berdiskusi atau mengikuti berita terbaru, yuk simak beberapa istilah yang perlu kamu tau!

1.    Blockchain : Ini adalah dasar teknologi di balik cryptocurrency. Blockchain adalah buku besar digital terdesentralisasi yang merekam semua transaksi secara kronologis dan aman.

2.    Cryptocurrency : Mata uang digital yang menggunakan kriptografi untuk keamanan. Contoh populer termasuk Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan banyak lainnya.

3.    Bitcoin : Cryptocurrency pertama yang diperkenalkan oleh seseorang dengan nama samaran Satoshi Nakamoto pada tahun 2009. Bitcoin merupakan salah satu aset digital paling terkenal dan berharga.

4.    Altcoin : Istilah untuk semua cryptocurrency selain Bitcoin. Contoh altcoin termasuk Ethereum, Ripple, Litecoin, dan banyak lainnya.

5.    Wallet (Dompet) : Tempat di mana kamu dapat menyimpan, mengirim, dan menerima cryptocurrency. Wallet dapat berupa software (software wallet) atau perangkat keras fisik (hardware wallet).

6.    Private Key (Kunci Pribadi) : Sebuah kode rahasia yang memungkinkan akses ke cryptocurrency yang disimpan dalam wallet kamu. Ini harus dijaga dengan sangat baik, karena siapa pun yang memiliki kunci pribadi dapat mengakses aset kamu.

7.    Public Key (Kunci Publik) : Kode yang berkaitan dengan kunci pribadi dan digunakan untuk menerima cryptocurrency dari orang lain. Ini aman untuk dibagikan kepada orang lain.

8.    Exchange : Platform di mana kamu dapat membeli, menjual, dan menukar cryptocurrency dengan mata uang tradisional atau cryptocurrency lainnya.

9.    Mining (Penambangan) : Proses yang digunakan untuk memvalidasi dan mencatat transaksi dalam blockchain. Orang yang melakukan penambangan disebut “miner” dan mereka dihargai dengan cryptocurrency sebagai imbalan atas upaya mereka.

10. Fork : Ketika sebuah blockchain terbagi menjadi dua cabang yang berbeda karena perubahan dalam perangkat lunak atau aturan protokol. Fork bisa bersifat “hard” (memisahkan sepenuhnya) atau “soft” (tidak memisahkan sepenuhnya).

11. ICO (Initial Coin Offering) : Model pendanaan di mana proyek-proyek cryptocurrency baru menjual token mereka kepada investor untuk mengumpulkan dana dalam tahap awal.

12. Token : Asset digital yang dapat mewakili berbagai hal, termasuk hak akses, kepemilikan, atau fungsi tertentu dalam ekosistem blockchain.

13. Smart Contract : Protokol komputer yang secara otomatis mengeksekusi, mengontrol, atau memfasilitasi pemenuhan kontrak secara otomatis ketika kondisi tertentu terpenuhi.

14. Decentralized Finance (DeFi) : Eksperimen keuangan yang berlangsung di atas blockchain yang bertujuan menggantikan layanan keuangan tradisional dengan protokol desentralisasi.

15. Whale : Istilah yang merujuk pada individu atau entitas yang memegang jumlah besar cryptocurrency.

16. Market Cap (Capitalization) : Nilai total semua token suatu cryptocurrency yang beredar, dihitung dengan mengalikan harga per token dengan total pasokan token.

17. Halving (Bitcoin Halving) : Acara yang terjadi setiap empat tahun di jaringan Bitcoin, di mana hadiah bagi para miner baru dikurangi menjadi setengahnya. Halving dapat mempengaruhi pasokan dan harga Bitcoin.

18. Whitepaper : Dokumen teknis yang merinci konsep, tujuan, dan mekanisme di balik proyek cryptocurrency.

19. DYOR (Do Your Own Research) : Prinsip untuk selalu melakukan riset sendiri sebelum membuat keputusan investasi atau transaksi di dunia cryptocurrency.

20. HODL : Sebuah typo yang menjadi populer dan mengacu pada strategi “hold” (menahan) cryptocurrency daripada menjualnya, bahkan saat harga turun.

Selain istilah-istilah di atas, masih banyak lho istilah kripto terbaru yang harus kamu tau! Supaya tidak ketinggalan, yuk gabung komunitas Tokocrypto di telegram 👉 https://t.me/TokocryptoOfficial

Day Trader, Swing Trader, dan Scapling — Apa Bedanya?

Sekilas trading memang terlihat sederhana, membeli di harga rendah dan menjual di harga tinggi dalam kurun waktu tertentu. Tapi, trading juga memiliki beberapa jenis lho!

  1. Day Trader : Membeli dan menjual cryptocurrency dalam satu hari. Tujuannya adalah mengambil keuntungan dari pergerakan harga jangka pendek.
  2. Swing Trader : Memegang aset untuk beberapa hari hingga beberapa minggu untuk mengambil keuntungan dari tren harga yang lebih besar.
  3. Scalper : Mengambil keuntungan dari pergerakan harga sangat kecil dengan melakukan banyak transaksi dalam waktu singkat.

Sudah Siap Masuk ke Dunia Kripto? Jangan Lupakan 5 Hal Ini!

Baik trading maupun investasi cryptocurrency memerlukan pengetahuan yang kuat tentang pasar kripto. Risiko yang melekat dalam kedua pendekatan tersebut membutuhkan pendekatan yang hati-hati dan rencana keuangan yang baik.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:

1.    Pendidikan : Pelajari tentang analisis teknis, analisis fundamental, dan tren pasar. Pemahaman yang kuat akan membantu kamu membuat keputusan yang lebih cerdas.

2.    Rencana Keuangan : Tentukan berapa banyak uang yang siap kamu investasikan atau risiko untuk trading. Jangan menginvestasikan lebih dari yang kamu mampu untuk kehilangan.

3.    Diversifikasi : Jangan menginvestasikan semua dana kamu dalam satu aset. Diversifikasi portofolio dapat membantu mengurangi risiko.

4.    Emosi dan Psikologi : Pasar kripto dapat sangat emosional. Penting untuk tetap tenang dan berpegang pada rencana kamu, terlepas dari fluktuasi harga.

5.    Risiko dan Reward : Pahami risiko yang terkait dengan trading dan investasi. Setiap keputusan harus mempertimbangkan potensi imbalan dan risiko.

Penutup

Terdapat juga kerugian dan tantangan terkait dengan cryptocurrency, seperti volatilitas harga yang tinggi, potensi penyalahgunaan untuk aktivitas ilegal, dan kekhawatiran terkait regulasi dan perlindungan konsumen. Setiap individu harus memahami dengan baik apa yang mereka lakukan ketika terlibat dalam transaksi atau investasi dalam cryptocurrency.

Agar membantu kamu terhindar dari kerugian, wajib hukumnya untuk mencari sumber informasi yang dapat diandalkan dan terus mendalami pengetahuan kamu tentang cryptocurrency seiring dengan perkembangan teknologi dan tren di industri ini.

Tetaplah berhati-hati dan selalu lakukan riset kamu sendiri sebelum membuat keputusan trading atau investasi. Jika kamu tidak yakin, pertimbangkan untuk mencari saran dari profesional keuangan atau konsultan yang berpengalaman dalam pasar kripto.

Baca berita terkini tentang aset kripto dan tren terbaru di Tokonews. kamu bisa mendaftar di aplikasi Tokocrypto atau follow sosial media Tokocrypto untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com