Tag Archives: cryptocurrency

Altcoin Terbaik Saat Bitcoin Turun: Diversifikasi Saat Pasar Lesu

Saat Bitcoin mengalami penurunan, pasar kripto juga cenderung ikut turun. Namun di balik penurunan BTC, ada peluang tersembunyi di altcoin yang justru bisa jadi penyelamat portofolio lho!

Yuk, kenali strategi diversifikasi yang cocok saat Bitcoin sedang turun.

Hal yang Perlu Kamu Tahu Saat Bitcoin Turun

Pergerakan harga Bitcoin menjadi penentu pergerakan harga aset kripto lainnya—atau sering disebut dengan altcoin.

Ketika Bitcoin turun misalnya, sebagian besar altcoin biasanya ikut merosot karena pasar masih sangat dipengaruhi oleh pergerakan BTC. Fenomena ini biasanya bisa dilihat dari tingginya dominasi Bitcoin (BTC.D), yaitu seberapa kapitalisasi pasar Bitcoin dibanding altcoin.

Melakukan diversifikasi portofolio kriptomu ke beberapa altcoin bisa jadi opsi menarik untuk mengantisipasi akan adanya rotasi modal yang awalnya modal secara dominan ada di Bitcoin, beralih ke altcoin lain yang ada di pasar kripto.

Rotasi ini biasanya terjadi setelah Bitcoin mengalami reli atau konsolidasi, di mana investor mencari peluang keuntungan lebih besar di altcoin yang memiliki fundamental kuat.

Baca juga: Sejarah Singkat Bitcoin Dominance

Sebelum Diversifikasi, Pahami Dulu Dominasi Bitcoin (BTC.D)

Secara sederhana, dominasi Bitcoin (BTC.D)  adalah persentase kapitalisasi pasar Bitcoin dibandingkan dengan total kapitalisasi pasar seluruh aset kripto.

Misalnya: Kalau total pasar kripto bernilai $3 triliun dan Bitcoin menyumbang $1,8 triliun, maka dominasi Bitcoin adalah 60%.

Dominasi ini bisa menjadi sinyal untuk kamu menentukan apakah lebih baik diversifikasi ke altcoin potensial sebagai diversifikasi yang agresif atau ke altcoin dengan backed asset sebagai diversifikasi yang defensif.

Baca juga: Apa itu Alt Season Index dan Bagaimana Cara Membacanya?

Skenario Potensi Penurunan BTC.D 

Jika Bitcoin mengalami penurunan dan indikator teknikal menunjukkan potensi penurunan dominasi Bitcoin—misal; karena BTC.D terlihat rejected di level resistance. Rotasi modal biasanya akan terjadi, di mana dana yang semula terkonsentrasi di Bitcoin mulai mengalir ke altcoin berfundamental kuat.

Maka ini bisa jadi peluang untuk masuk ke altcoin besar yang potensial seperti Ethereum (ETH), Binance Coin (BNB), atau Solana (SOL).

Skenario Potensi Kenaikan BTC.D 

Jika dominasi Bitcoin tinggi, pasar lesu, dan grafik BTC.D justru terlihat akan terus menanjak, maka altcoin berisiko jatuh lebih dalam saat BTC melemah. Dalam kondisi ini, pilihan yang lebih aman adalah diversifikasi ke altcoin dalam bentuk stablecoin seperti USDT, USDC, atau bahkan aset lindung nilai seperti PAX Gold (PAXG)—sebagai diversifikasi dari volatilitas yang sedang terjadi.

Altcoin Terbaik untuk Hedging

Ketika pasar kripto melemah beberapa altcoin didesain untuk melindungi nilai portofolio dari volatilitas, sehingga disebut sebagai instrumen hedging. Tiga di antaranya adalah stablecoin populer dan aset kripto berbasis emas berikut:

USDT (Tether)

Pergerakan harga TetherUS (USDT/Rupiah) pada Minggu, 17 Agustus 2025.

USDT adalah stablecoin terbesar di dunia dengan kapitalisasi pasar lebih dari $100 miliar. Koin ini dipatok 1:1 terhadap dolar AS, sehingga nilainya relatif stabil meski harga Bitcoin dan altcoin lain turun drastis. Karena likuiditasnya sangat tinggi, USDT sering menjadi pilihan utama investor global maupun Indonesia untuk parkir dana sementara sebelum kembali membeli aset lain.

USDC (USD Coin)

Pergerakan harga USD Coin (USDC/Rupiah) pada Minggu, 17 Agustus 2025.

Mirip dengan USDT, USDC juga dipatok ke dolar AS dengan rasio 1:1. Bedanya, USDC dikelola oleh Circle dan Coinbase melalui konsorsium Centre, sehingga lebih fokus pada transparansi cadangan aset. Bagi investor yang mengutamakan kejelasan regulasi dan tingkat keamanan lebih tinggi, USDC bisa menjadi alternatif hedging selain USDT.

PAX Gold (PAXG)

Pergerakan harga Pax Gold (PAXG/Rupiah) pada Minggu, 17 Agustus 2025.

Berbeda dengan stablecoin dolar, PAX Gold dipatok 1:1 dengan emas fisik yang disimpan di brankas London. Artinya, setiap 1 PAXG merepresentasikan kepemilikan emas nyata. Keunggulannya, PAXG bisa diperdagangkan layaknya kripto, tapi nilainya akan tetap mengikuti harga emas dunia—meskipun ketika harga pasar kripto turun. Saat pasar yang dianggap berisiko seperti kripto jatuh, emas sering menjadi aset pelindung nilai (safe haven), sehingga cocok untuk opsi diversifikasi portofolio kamu.

Baca juga: Senat AS Loloskan GENIUS Act: Regulasi Federal Pertama untuk Stablecoin

Altcoin Terbaik untuk Rally Setelah Bitcoin

Berdasarkan sejarah pergerakan pasar, ada beberapa altcoin yang konsisten mengalami kenaikan setelah fase dominasi Bitcoin melemah. Berikut altcoin yang layak diperhatikan:

Ethereum (ETH)

Grafik perbandingan pergerakan harga Ethereum dan Bitcoin. Sumer data: CoinMarketCap.

Secara historis, Ethereum hampir selalu memimpin altcoin season setelah Bitcoin selesai reli besar. Misalnya, pada 2021, ketika ETH mencetak ATH di $4.800 beberapa minggu setelah Bitcoin mencapai puncak $69.000. Pola yang sama juga terjadi pada tahun 2025 dimana ETH reli setelah Bitcoin menembus beberapa kali ATH. Hal ini menunjukkan bahwa ETH cenderung menjadi “pemimpin” rotasi modal dari BTC ke altcoin.

Baca juga: Dampak Berita Terhadap Pergerakan Harga ETH: Penyebab dan Contoh Kasus

XRP (Ripple)

Grafik perbandingan pergerakan harga XRP dan Bitcoin. Sumer data: CoinMarketCap.

XRP punya sejarah unik: lonjakannya sering datang belakangan, setelah konsolidasi panjang. Pada 2021 misalnya, meski sempat terpukul oleh kasus hukum dengan SEC, XRP tetap mencatat reli besar setelah BTC. Begitu pula pada akhir 2024, setelah mengalami konsolidasi selama beberapa tahun XRP mengalami kenaikan setelah BTC. Ini membuktikan bahwa XRP sering jadi target rotasi modal.

Solana (SOL)

Grafik perbandingan pergerakan harga Solana dan Bitcoin. Sumer data: CoinMarketCap.

Solana cenderung lebih volatil daripada Bitcoin: jatuh lebih dalam saat bear market, tapi juga naik lebih tajam saat ada rotasi modal ke altcoin. Di 2024–2025, SOL sempat menyaingi dan bahkan melampaui performa BTC, namun akhirnya ditutup dengan selisih lebih rendah. Pola ini konsisten dengan historis altcoin season—SOL reli setelah Bitcoin melemah, tapi dengan risiko fluktuasi yang lebih tinggi.

Binance Coin (BNB)

Grafik perbandingan pergerakan harga BNB dan Bitcoin. Sumer data: CoinMarketCap.

Masuk dalam ekosistem Binance, membuat BNB selalu dibutuhkan—baik untuk membayar biaya transaksi, staking, maupun berbagai layanan lainnya. BNB masih stabil di top 5 kripto, likuiditas tinggi, dan meski kenaikan tidak setajam SOL atau XRP, BNB tetap jadi pilihan investor saat rotasi modal terjadi pasca-Bitcoin.

Baca juga: 3 Strategi Buy the Dip Bitcoin yang Bisa Dicoba Saat Pasar Lesu

TRON (TRX)

Grafik perbandingan pergerakan harga Tron dan Bitcoin. Sumer data: CoinMarketCap.

Jika dibandingkan altcoin lain, Tron (TRX) tidak selalu jadi bintang utama rally setelah Bitcoin, tapi justru punya kelebihan dalam hal daya tahan pasar berkat pasar stablecoin yang sering menggunakan Tron sebagai jaringan utama untuk mengirim aset—TRX memproses lebih dari 51% dari seluruh USDT yang beredar. TRX dapat diposisikan sebagai altcoin jangka panjang dengan risiko lebih rendah dibanding SOL, namun tidak setajam ETH dalam memimpin altseason.

Bagaimana Strategi Beli untuk Diversifikasi Saat Pasar Lesu?

Saat pasar kripto lesu, strategi terbaik bukanlah menebak kapan harga mencapai titik terendah, melainkan membangun portofolio secara bertahap.

Salah satu cara yang bisa kamu gunakan adalah metode Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu membeli aset kripto dengan jumlah tetap secara rutin, misalnya mingguan atau bulanan—dengan DCA, kamu tidak perlu khawatir soal timing, karena harga beli otomatis diratakan dari waktu ke waktu. 

Berikut langkah-langkah untuk melakukan pembelian Dollar Cost Averaging (DCA) dengan minimal deposit Rp50.000 di Tokocrypto:

  1. Buka Aplikasi Tokocrypto dan masuk ke menu “DCA”
  2. Pilih token/koin yang ingin dibeli secara berkala, lalu tekan “Pratinjau Paket”.
  3. Isi nominal jumlah mata uang yang diinginkan untuk membeli token/koin. Minimal pembelian Rp 20.000.
  4. Atur pembelian berkala harian, Mingguan dan pilihan lainnya. Jika sudah selesai, tekan “Berikutnya”.
  5. Setelah sudah dipastikan benar, tekan “Checklist” pada bagian persetujuan dan pilih “Berikutnya” untuk menyimpan pembelian berkala kamu.

Baca juga: Cara Menggunakan Sinyal Trading di Aplikasi Tokocrypto atau gabung Telegram Official Tokocrypto untuk diskusi analisa sinyal harian bersama trader lain.

Kesimpulan

Saat harga Bitcoin turun, kamu bisa melakukan diversifikasi ke altcoin—baik dengan stablecoin sebagai lindung nilai saat pasar turun atau menilik potensi rotasi modal yang akan terjadi dengan memposisikan diversifikasi di altcoin potensial.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

5 Altcoin Terbaik untuk Pemula: Murah, Legal, dan Mudah Dipahami

Memilih altcoin bukan hanya soal mencari yang harganya terlihat murah. Tapi di samping itu memastikan altcoin tersebut legal, aman, dan punya prospek jangka panjang—juga merupakan hal yang penting. 

Di Indonesia, aset kripto yang boleh diperdagangkan diatur oleh Bappebti. Dengan mempertimbangkan aspek legalitas tersebut, kamu bisa meminimalkan risiko terjebak proyek ilegal atau penipuan.

Artikel ini akan membahas 5 contoh altcoin terbaik untuk pemula yang murah, legal, dan mudah dimengerti.

Tapi sebelum membahas 5 altcoin tersebut, mari kita bahas terlebih dahulu apa yang dimaksud murah dan legal dalam dunia investasi kripto dengan penjelasan di bawah ini yuk!

Apa Maksud “Murah” dalam Investasi Kripto?

Banyak pemula berpikir altcoin murah berarti harga per koinnya rendah—misalnya di bawah Rp100 perak, dan menganggapnya punya peluang lebih tinggi untuk naik berkali lipat dibanding dengan altcoin dengan harga yang mencapai ribuan dolar, seperti Ethereum.

Padahal, harga per koin tidak menentukan potensi kenaikan. Sebab yang lebih penting untuk mengukur murah atau tidaknya altcoin tersebut sebenarnya adalah market cap (kapitalisasi pasar), yaitu:

Market Cap = Harga Koin × Jumlah Koin Beredar

Altcoin bisa saja punya harga Rp100 perak per koin, tapi jika market cap-nya sudah sangat besar, tentu membuat ruang pertumbuhannya terbatas. Jika dibandingkan, dengan altcoin yang memiliki harga ratusan ribu namun dengan market cap yang masih rendah.

Secara sederhana: Murah dalam konteks investasi kripto berarti market cap-nya rendah, bukan sekadar harga per koin yang terlihat kecil.

Apa yang Dimaksud Altcoin Legal?

Di Indonesia, altcoin disebut legal jika terdaftar dalam Daftar Aset Kripto yang Diperdagangkan Secara Legal oleh Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi).
Yang berarti:

  • Altcoin tersebut boleh diperdagangkan di exchange resmi Indonesia, seperti Tokocrypto.
  • Proyek sudah lolos proses evaluasi terkait keamanan, transparansi, dan likuiditas.
  • Investor mendapat perlindungan hukum jika menggunakan bursa kripto yang teregulasi.

Saat ini ada lebih dari 1000 aset kripto yang masuk daftar legal Bappebti (per April 2025). Jika altcoin tidak ada dalam daftar, maka perdagangan di Indonesia tidak diakui secara hukum dan berisiko tinggi bagi investor. Lihat daftar aset lengkapnya melalui rilis resmi CFX di sini.

Baca juga: Daftar Aset Kripto Legal Terdaftar Bappebti di Indonesia

Berikut beberapa contoh altcoin terbaik untuk pemula yang murah, legal dan mudah dipahami kegunaannya!

Hedera (HBAR)

Pergerakan harga Hedera (HBAR/USDT) pada Rabu, 13 Agustus 2025.
  • Market Cap: ± $11 miliar
  • Legalitas: Terdaftar di Bappebti
  • Use Case: Platform distributed ledger berbasis teknologi Hashgraph untuk transaksi cepat, aman, dan hemat energi. Digunakan untuk berbagai keperluan seperti pembayaran cepat dan murah, tokenisasi aset digital (seperti properti dan stablecoin), serta mendukung aplikasi terdesentralisasi (DApps) dan kontrak pintar. 
  • Alasan: Didukung oleh Hedera Governing Council yang beranggotakan perusahaan besar seperti Google, IBM, dan Boeing, memberi kepercayaan tinggi pada keberlangsungan proyek.

Algorand (ALGO)

Pergerakan harga Algorand (ALGO/USDT) pada Rabu, 13 Agustus 2025.
  • Market Cap: ± $2,3 miliar
  • Legalitas: Terdaftar di Bappebti
  • Use Case: Algorand adalah platform blockchain berbasis Pure Proof-of-Stake (PPoS) yang dirancang untuk efisiensi tinggi, finalitas instan, dan biaya transaksi rendah–dengan kapasitas hingga 10.000 transaksi per detik. Algorand memungkinkan berbagai aplikasi dunia nyata seperti tokenisasi properti secara fraksional (contohnya Lofty), layanan keuangan terdesentralisasi tanpa perantara (seperti Folks Finance), serta solusi identitas digital dan supply chain.
  • Alasan: Teknologi ramah lingkungan, biaya transaksi rendah, dan proyek sering bermitra dengan institusi; contohnya FIFA pada 2022.
Pergerakan harga Injective Protocol (INJ/USDT) pada Rabu, 13 Agustus 2025.
  • Market Cap: ± $1,5 miliar
  • Legalitas: Terdaftar di Bappebti
  • Use Case: Injective (INJ) adalah blockchain layer-1 yang dirancang khusus untuk aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi). Dengan teknologi interoperable dan kecepatan tinggi (10.000+ TPS), Injective memungkinkan pengembangan DEX, derivatif on-chain, oracle, dan smart contract lintas jaringan seperti Ethereum, Solana, dan Cosmos. Token INJ digunakan untuk staking, governance, dan insentif ekosistem, serta memiliki mekanisme deflasi melalui pembakaran token yang terintegrasi dengan aktivitas jaringan.
  • Kelebihan: Mendukung perdagangan derivatif terdesentralisasi dan integrasi lintas blockchain. Serta didukung oleh mitra besar seperti Google Cloud yang memperkuat ekosistemnya.

Baca juga: Injective Ungkap Roadmap 2025 dan Inovasi AI dalam AMA Terbaru

Chainlink (LINK)

Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Rabu, 13 Agustus 2025.
  • Market Cap: ± $2,4 miliar
  • Legalitas: Terdaftar di Bappebti
  • Use Case: Oracle network yang menghubungkan data dunia nyata dengan smart contract. Chainlink memungkinkan aplikasi DeFi, NFT, dan asuransi berbasis blockchain untuk berfungsi secara akurat dan aman. Koin sendiri LINK digunakan untuk membayar node yang menyediakan data, serta mendukung fitur seperti verifikasi cadangan aset (Proof of Reserve), angka acak terverifikasi (VRF), dan otomatisasi kontrak pintar.
  • Kelebihan: Menjadi standar industri untuk layanan data DeFi, digunakan di banyak blockchain besar. Serta didukung oleh institusi besar seperti integrasi dari Mastercard, JP Morgan, SWIFT dan Google Cloud membuka peluang besar di dunia DeFi dan tokenisasi aset.

Baca juga: Enam Alasan Harga Chainlink Bisa di Atas $20 

Ethena (ENA)

Pergerakan harga Ethena (ENA/USDT) pada Rabu, 13 Agustus 2025.
  • Market Cap: ± $5 miliar
  • Legalitas: Terdaftar di Bappebti
  • Use Case: Ethena adalah protokol DeFi yang menghadirkan USDe, sebuah “synthetic dollar” yang stabil tanpa bergantung pada bank atau aset fiat. Token ENA digunakan untuk tata kelola protokol dan mendukung ekosistem Ethena Finance, termasuk fitur seperti Internet Bond dan integrasi lintas platform DeFi.
  • Kelebihan: Memberikan solusi likuiditas dengan fokus kestabilan harga dan efisiensi modal. Serta dapat menjadi pilihan Ethereum beta karena sangat berkorelasi dengan pergerakan harga Ethereum—bahkan bisa lebih tinggi secara persentase.

Baca juga: Ethena (ENA): Protokol DeFi Baru dengan Stablecoin Sintetis USDe atau gabung Telegram Official Tokocrypto untuk diskusi analisa sinyal harian bersama trader lain.

Di Mana Bisa Membeli Altcoin Terbaik?

Semua altcoin yang disebutkan di atas dapat kamu beli di Tokocrypto dengan aman dan mudah mulai dari deposit Rp50.000.

Bagi investor pemula maupun berpengalaman, Tokocrypto menawarkan fitur DCA (Dollar-Cost Averaging) yang memungkinkan kamu membeli aset kripto secara rutin dengan nominal yang sama di waktu tertentu, tanpa perlu khawatir soal fluktuasi harga harian.

Berikut  langkah-langkah untuk melakukan pembelian dengan DCA di Tokocrypto:

  1. Masuk ke menu “DCA”
  2. Pilih token/koin yang ingin dibeli secara berkala, lalu tekan “Pratinjau Paket”.
  3. Isi nominal jumlah mata uang yang diinginkan untuk membeli token/koin. Minimal pembelian Rp 20.000.
  4. Atur pembelian berkala harian, Mingguan dan pilihan lainnya. Jika sudah selesai, tekan “Berikutnya”.
  5. Setelah sudah dipastikan benar, tekan “Checklist” pada bagian persetujuan dan pilih “Berikutnya” untuk menyimpan pembelian berkala kamu.

Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kembali ke Trek, Bitcoin Menuju Rekor Harga Tertinggi

Setelah sempat mengalami koreksi, Bitcoin (BTC) akhirnya menemukan kembali jalan menuju rekor harga tertinggi (ATH).

Berdasarkan data terbaru via Tokocrypto pada Rabu (13/8), harga Bitcoin saat ini diperdagangkan di level $119.486,04 per koin, dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,38 triliun.

Meski kenaikan dalam 24 jam terakhir hanya sebesar +0,45%, tren jangka menengah dan panjang menunjukkan potensi bullish yang solid.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 13 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 13 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Bitcoin Sentuh $119 Ribu, Kapitalisasi Pasar $2,36 Triliun

Kenaikan Signifikan dalam 90 Hari Terakhir

Dalam tiga bulan terakhir, Bitcoin telah menguat +16,19%, setara dengan kenaikan harga sebesar $16.652,53.

Bahkan, dalam periode 60 hari terakhir, BTC melonjak +13,55%, menambah nilai pasar hingga lebih dari $14.266,55.

Lonjakan ini dipicu oleh sentimen positif global, mulai dari meningkatnya adopsi aset kripto oleh institusi besar hingga prospek pemotongan suku bunga yang mendorong investor kembali pada aset berisiko.

Namun, dalam rentang 30 hari terakhir, BTC sempat terkoreksi tipis sebesar 1,07%, atau turun sekitar $1.288,12.

Koreksi ini dinilai wajar sebagai bagian dari proses konsolidasi harga sebelum kemungkinan melanjutkan tren naik.

Mendekati Rekor Tertinggi

Pergerakan harga terbaru menempatkan Bitcoin hanya terpaut beberapa persen dari rekor tertinggi sepanjang masa di $123.091,61.

Dalam 24 jam terakhir saja, BTC diperdagangkan pada kisaran $118.228,72 (terendah) hingga $120.302,47 (tertinggi), menandakan volatilitas yang masih relatif terjaga di tengah tren bullish.

Dengan suplai beredar sebesar 19,91 juta BTC, atau sekitar 94,79% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC, tekanan pasokan semakin terasa.

Investor jangka panjang (HODLers) yang enggan melepas kepemilikan mereka berkontribusi pada kelangkaan di pasar spot, sehingga mendorong potensi kenaikan harga lebih lanjut.

Volume Perdagangan dan Likuiditas Tinggi

Volume perdagangan dalam 24 jam terakhir tercatat di angka $73,59 miliar, menunjukkan likuiditas yang sangat kuat di pasar BTC.

Aktivitas perdagangan yang tinggi ini tidak hanya menandakan minat investor yang konsisten, tetapi juga mencerminkan keyakinan bahwa Bitcoin akan terus menjadi aset utama di ekosistem kripto.

Kapitalisasi pasar Bitcoin yang mencapai $2,38 triliun menegaskan dominasinya sebagai aset digital nomor satu di dunia.

Bahkan jika dihitung berdasarkan kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya (fully diluted market cap), nilainya bisa mencapai $2,51 triliun.

Sentimen Pasar Cenderung Positif

Sementara itu, kenaikan harga Bitcoin dalam tujuh hari terakhir sebesar +5,25% menambah optimisme pelaku pasar.

Banyak analis memperkirakan bahwa jika BTC mampu menembus level psikologis $120.000 secara konsisten, maka target berikutnya adalah menguji kembali dan mungkin melampaui rekor tertinggi sebelumnya.

Meski demikian, investor tetap diingatkan untuk mewaspadai fluktuasi jangka pendek. Perubahan harga dalam satu jam terakhir mencatat penurunan tipis sebesar 0,13%, yang menunjukkan bahwa pasar masih rawan pergerakan korektif mendadak.

Faktor Pendorong Harga BTC

Beberapa faktor yang mendorong penguatan harga Bitcoin saat ini antara lain:

  1. Adopsi Institusional – Perusahaan besar dan manajer aset global terus menambah eksposur terhadap BTC sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi.
  2. Kebijakan Moneter Global – Ekspektasi penurunan suku bunga di sejumlah negara mendorong investor mencari alternatif investasi dengan potensi imbal hasil tinggi.
  3. Kelangkaan Pasokan – Dengan suplai yang semakin mendekati batas maksimum, efek “digital scarcity” Bitcoin menjadi lebih nyata.
  4. Narasi Safe Haven Digital – BTC semakin dipandang sebagai aset pelindung nilai, mirip dengan emas, terutama di tengah gejolak geopolitik.

Baca Juga: Indonesia Menjajaki Bitcoin: Usulan Cadangan Aset Kripto di Danatara

Bitcoin saat ini berada di jalur yang sangat dekat dengan rekor tertingginya, dan sinyal bullish terus menguat.

Meskipun terdapat potensi koreksi dalam jangka pendek, tren jangka panjang menunjukkan prospek positif yang signifikan.

Bagi investor, periode saat ini bisa menjadi momentum penting—baik untuk melakukan akumulasi sebelum potensi breakout maupun untuk mengatur strategi profit-taking jika harga berhasil menembus ATH baru. Seperti biasa, manajemen risiko tetap menjadi kunci dalam menghadapi volatilitas pasar kripto yang tinggi.

Jika momentum ini berlanjut, bukan tidak mungkin kita akan melihat Bitcoin menembus $125.000 dalam waktu dekat, membuka babak baru dalam sejarah harga aset digital terbesar di dunia ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Altcoin Terbaik 2025: Proyek Potensial yang Wajib Diperhatikan

Pasar kripto khususnya altcoin kembali bergairan setelah dominasi Bitcoin mengalami penurunan, ke level 60%. Dominasi pasar BTC yang turun ini bisa menjadi sinyal jika para investor besar mulai melirik aset kripto alternatif (altcoin) terbaik dengan harapan imbal hasil yang lebih tinggi.

Artikel ini akan membahas contoh altcoin potensial yang layak diperhatikan tahun ini, beserta alasan mengapa mereka masuk kategori “terbaik”.

Contoh Proyek Kripto Potensial 

1. Ethereum (ETH)

Ethereum tetap menjadi altcoin nomor satu dengan ekosistem DeFi, NFT, dan dApp yang terus berkembang. Upgrade Ethereum 2.0 dan implementasi scaling solutions membuat transaksi lebih cepat dan murah. Didukung dengan pergerakan harga yang sebelumnya telah menyentuh regression band bawah, Ethereum diprediksi bakal menembus ATH baru tak lama lagi.

Cek harga terbaru Ethereum dalam Rupiah dan USD di sini → Harga Ethereum Hari Ini

2. Solana (SOL)

Solana dikenal karena kecepatannya yang mencapai ribuan transaksi per detik dengan biaya sangat rendah. Jika dibandingkan dengan blockchain lain, Solana punya keunggulan lebih dari sekedar kecepatan, tapi ekosistem meme coin yang menjamur di dalamnya. Dengan semakin diminatinya meme coin dan didukung oleh hype yang tepat, Solana memiliki potensi untuk terus berkembang ke depannya.

Cek harga terbaru Solana dalam Rupiah dan USD di sini → Harga Solana Hari Ini

3. Chainlink (LINK)

Chainlink menyediakan oracle network yang menghubungkan blockchain dengan data off-chain. Dengan meningkatnya kebutuhan integrasi data di DeFi, asuransi, dan supply chain, peran LINK semakin penting. Adopsi yang luas dari berbagai proyek besar menjadikannya kandidat kuat altcoin potensial 2025.

Cek harga terbaru Chainlink dalam Rupiah dan USD di sini → Harga Solana Hari Ini

4. Arbitrum (ARB)

Sebagai salah satu solusi Layer-2 terpopuler untuk Ethereum, Arbitrum menawarkan biaya rendah dan kecepatan tinggi tanpa mengorbankan keamanan. Volume transaksi yang terus meningkat dan proyek DeFi baru yang bermigrasi ke Arbitrum membuatnya patut masuk daftar pantauan 2025.

Cek harga terbaru Arbitrum dalam Rupiah dan USD di sini → Harga Arbitrum Hari Ini

5. XRP

XRP dirancang untuk memfasilitasi transfer uang lintas negara dengan biaya sangat rendah dan waktu transaksi hanya beberapa detik. Kemenangan parsial Ripple dalam kasus hukumnya membuat kepercayaan pasar meningkat, dan banyak institusi mulai kembali mengadopsi XRP untuk pembayaran internasional.

Cek harga terbaru XRP dalam Rupiah dan USD di sini → Harga XRP Hari Ini

6. BNB

BNB adalah token utama ekosistem Binance, digunakan untuk membayar biaya transaksi, akses IEO, hingga ekosistem DeFi dan NFT di BNB Chain. Dengan Binance yang masih duduk sebagai exchange terbesar di dunia, BNB memiliki dukungan ekosistem yang sangat kuat.

Cek harga terbaru BNB dalam Rupiah dan USD di sini → Harga BNB Hari Ini

7. Dogecoin (DOGE)

Dogecoin tetap menjadi meme coin paling ikonik dan masih diminati oleh whales yang membeli saat koreksi harga. Keberlanjutan komunitas dan adopsi institusional membuat DOGE tetap relevan meski pasar meme coin sangat fluktuatif. 

Cek harga terbaru Dogecoin dalam Rupiah dan USD di sini → Harga DOGE Hari Ini

8. Ondo Finance (ONDO)

Ondo merupakan token utilitas dari Ondo Finance, sebuah platform yang menghubungkan dunia keuangan tradisional (TradFi) dengan DeFi. ONDO berperan dalam ekosistem tokenisasi aset nyata seperti obligasi dan treasury AS, memungkinkan investor kripto mengakses instrumen keuangan konvensional dengan transparansi dan efisiensi blockchain. Dengan meningkatnya minat terhadap RWA (Real World Assets), ONDO menjadi salah satu altcoin yang layak diperhatikan di tahun 2025.

Cek harga terbaru Ondo Finance dalam Rupiah dan USD di sini → Harga ONDO Hari Ini

9. Pudgy Penguins (PENGU)

Pudgy Penguins (PENGU) layak diperhatikan bukan hanya karena kenaikan harga singkat, tetapi karena memiliki brand NFT yang kuat, sudah masuk pasar mainstream lewat kerja sama dengan Walmart, membangun ekosistem Web3 seperti Pudgy World, dan didukung komunitas loyal yang aktif. Kombinasi adopsi nyata, utilitas, dan kekuatan komunitas ini memberi PENGU peluang menjadi “blue-chip” di persimpangan NFT, memecoin, dan altcoin pada 2025.

Cek harga terbaru Pudgy Penguins dalam Rupiah dan USD di sini → Harga PENGU Hari Ini

Di Mana Bisa Membeli Altcoin Potensial 2025?

Semua altcoin yang disebutkan di atas—mulai dari Ethereum, Solana, hingga meme coin seperti Dogecoin dan Pengu, dapat kamu beli di Tokocrypto dengan aman dan mudah mulai dari deposit Rp50.000.

Bagi investor pemula maupun berpengalaman, Tokocrypto menawarkan fitur DCA (Dollar-Cost Averaging) yang memungkinkan kamu membeli aset kripto secara rutin dengan nominal yang sama di waktu tertentu, tanpa perlu khawatir soal fluktuasi harga harian.

Berikut  langkah-langkah untuk melakukan pembelian dengan DCA di Tokocrypto:

  1. Masuk ke menu “DCA”
  2. Pilih token/koin yang ingin dibeli secara berkala, lalu tekan “Pratinjau Paket”.
  3. Isi nominal jumlah mata uang yang diinginkan untuk membeli token/koin. Minimal pembelian Rp 20.000.
  4. Atur pembelian berkala harian, Mingguan dan pilihan lainnya. Jika sudah selesai, tekan “Berikutnya”.
  5. Setelah sudah dipastikan benar, tekan “Checklist” pada bagian persetujuan dan pilih “Berikutnya” untuk menyimpan pembelian berkala kamu.

Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa Itu Altcoin Terbaik dan Bagaimana Cara Menilainya?

Banyak yang mencari altcoin terbaik karena dapat memberikan return yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan Bitcoin yang dianggap sudah terlalu besar. Tapi apa sebenarnya itu altcoin, altcoin terbaik dan bagaimana cara menilainya? 

Simak penjelasannya di bawah ini yuk!

Apa Itu Altcoin?

Altcoin adalah singkatan dari alternative coin, yaitu semua jenis mata uang kripto selain Bitcoin. Contohnya Ethereum (ETH), Solana (SOL), Ripple (XRP), dan banyak lainnya. Altcoin lahir untuk menawarkan fitur atau inovasi yang tidak dimiliki Bitcoin, seperti kecepatan transaksi lebih tinggi, biaya rendah, atau dukungan untuk smart contract.

Banyak yang ingin berinvestasi di altcoin karena potensi keuntungan altcoin dianggap bisa jauh lebih tinggi dibanding Bitcoin. Beberapa altcoin bahkan mampu memberikan return ratusan persen dalam waktu singkat—namun tidak juga yang nilainya turun ke nol, karena kurangnya dukungan atau kegagalan proyek.

Karena potensi keuntungan inilah banyak investor yang mencari altcoin terbaik di tengah semakin banyaknya aset kripto yang diluncurkan setiap harinya.

Lalu, Apa Itu Altcoin Terbaik?

Secara sederhana, altcoin terbaik adalah aset kripto selain Bitcoin yang memiliki fundamental kuat, serta didukung oleh hasil analisa teknikal dan sentimen pasar yang mendukung—bukan sekadar yang bisa memberikan kenaikan tinggi dalam waktu singkat.

Faktor seperti kapitalisasi pasar dan inovasi juga sangat menentukan. Sebab, altcoin dengan kapitalisasi pasar kecil yang memiliki inovasi dan fundamental kuat justru sering kali menjadi pilihan terbaik jika dibandingkan dengan altcoin dengan kapitalisasi pasar besar, namun minim inovasi atau tidak punya arah pengembangan yang jelas, biasanya cenderung sulit memberikan keuntungan signifikan.

Baca juga: Altcoin Melonjak: Tiga Kategori Kripto yang Menarik Minat Pasar Global

Bagaimana Cara Menilai Altcoin Terbaik?

Ada cara yang biasa digunakan oleh para investor kripto untuk menilai altcoin: analisis fundamental, analisis teknikal, dan analisis sentimen pasar.

1. Analisis Fundamental

Analisis fundamental bertujuan untuk memahami nilai intrinsik suatu altcoin—apakah aset tersebut undervalued, fair valued, atau overvalued.

Ada tiga faktor yang bisa kamu gunakan untuk analisis fundamental; faktor proyek, faktor keuangan, dan faktor on-chain.

Faktor Proyek

Analisis faktor ini bertujuan untuk menilai potensi aset kripto berdasarkan tujuan dan bagaimana tujuan ini bisa dicapai.

  • Whitepaper: Dokumen inti yang menjelaskan tujuan, teknologi, tim, dan rencana masa depan proyek.
  • Tim Pengembang: Lihat rekam jejak, pengalaman, dan reputasi mereka. Hindari tim yang tidak transparan.
  • Roadmap: Rencana pengembangan teknologi ke depan. Proyek yang serius punya timeline jelas.

Faktor Keuangan

Analisis faktor ini bertujuan untuk mengetahui nilai pasar dan daya tarik investasi berdasarkan keuangan proyek.

  • Tokenomics: Distribusi token, mekanisme sirkulasi, kegunaan, dan sistem penciptaan token.
  • Market Capitalization: Kapitalisasi pasar menjadi salah satu penentu apakah harga sudah tinggi atau tidak. Selalu ingat, harga koin murah ≠ kapitalisasi pasar rendah.
  • Trading Volume: Frekuensi jual-beli token. Volume tinggi = minat tinggi dari investor.

Faktor On-Chain

Analisis ini bertujuan untuk mengetahui nilai aset berdasarkan kegunaan nyatanya melalui on-chain data.

  • Jumlah Pengguna Aktif: Semakin banyak pengguna aktif, semakin besar adopsi dan potensi pertumbuhan.
  • Jumlah Transaksi: Menunjukkan seberapa sering aset digunakan, bukan hanya disimpan.

Baca juga: Cara Analisis Fundamental Aset Kripto

2. Analisis Teknikal

Analisis teknikal fokus pada pergerakan harga dan volume perdagangan untuk memprediksi tren di masa depan.

Indikator sederhana yang bisa kamu gunakan digunakan:

  • Moving Average (MA): Melihat tren jangka panjang atau jangka pendek.
  • Relative Strength Index (RSI): Mengukur kondisi overbought atau oversold.
  • Volume perdagangan: Volume tinggi pada saat harga naik bisa menandakan minat beli yang kuat.

3. Analisis Sentimen Pasar

Terkadang altcoin dengan fundamental baik seperti roadmap dan use-case yang jelas tidak menjamin bagus, sebut saja seperti koin Doge awalnya hanya sebagai lelucon tapi dengan komunitasnya yang solid berhasil menjadi altcoin dalam kategori meme coin terbesar saat ini.

Untuk membaca sentimen pasar kamu bisa mempertimbangkan faktor-faktor berikut:

  • Media sosial & komunitas: X, Reddit, dan Telegram bisa memberi gambaran pasar yang sedang terjadi, kamu bisa gunakan tools seperti Santiment dan LunarCrush sebagai pembantu.
  • Berita dan regulasi: Aturan pemerintah atau kebijakan bursa besar seperti listing atau delisting dapat mempengaruhi harga.
  • Indeks Fear & Greed: Kamu bisa gunakan indikator ini untuk mengukur tingkat ketakutan atau keserakahan pasar.

Baca juga: 5 Cara Analisa Harga Altcoin Tanpa Harus Melihat Chart

Sudah Menemukan Altcoin Terbaik Versi Kamu? Selanjutnya Apa?

Jika kamu sudah menemukan altcoin terbaik versi kamu, berdasarkan tiga pendekatan analisis di atas, kamu hanya perlu membeli altcoin tersebut sesuai dengan outlook yang kamu miliki. Tapi ingat, hindari lump sum dan usahakan gunakan pembelian berkala atau dollar cost averaging (DCA), caranya sangat mudah:

  1. Buka aplikasi Tokocrypto dan masuk ke menu “DCA”
  2. Pilih token/koin yang ingin dibeli secara berkala, lalu tekan “Pratinjau Paket”.
  3. Isi nominal jumlah mata uang yang diinginkan untuk membeli token/koin. Minimal pembelian Rp 20.000.
  4. Atur pembelian berkala harian, mingguan dan pilihan lainnya. Jika sudah selesai, tekan “Berikutnya”.
  5. Setelah sudah dipastikan benar, tekan “Checklist” pada bagian persetujuan dan pilih “Berikutnya” untuk menyimpan pembelian berkala kamu.

Kesimpulan

Altcoin terbaik adalah mereka yang tidak hanya menjanjikan keuntungan cepat, tetapi juga memiliki fondasi kuat untuk jangka panjang. Dengan memperhatikan fundamental, teknikal, dan sentimen pasar, kamu bisa mengurangi risiko dan meningkatkan peluang menemukan aset kripto yang benar-benar bernilai.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tanda Bullish Menguat, Ethereum Menuju $4.400

Ethereum kembali menarik sorotan pasar setelah sejumlah indikator teknikal menunjukkan sinyal bullish yang kuat.

Para analis memperingatkan bahwa jika ETH berhasil menembus zona harga kritis, momentum bisa melonjak dengan cepat menuju target ambisius hingga $4.400.

Zona Breakout Krusial

Menurut laporan terbaru dari Blocknews pada Sabtu (9/8), “zona breakout kritis” merupakan titik penting untuk Ethereum.

Jika harga mampu menutup di atas level tersebut, yang diperkirakan berada sekitar $4.000–$4.100, maka jalur menuju $4.400 terbuka lebar.

Analis lain, seperti @rovercrc, menyatakan bahwa Ethereum telah memasuki Phase 2 dari siklus pasar dan bahwa menembus $4.000 akan memicu Phase 3 dan 4 berikutnya, sesuai pola siklus yang sudah “diprogram” sejak dini.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 9 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 9 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Selamat! Transaksi Ethereum Capai Rekor Tertinggi

Apa yang Menopang Rally Ini?

Beberapa faktor teknikal dan fundamental yang memperkuat peluang breakout:

  • Breakout $3.000–$3.550: Ethereum telah melewati rentang resistensi penting, membentuk fondasi kuat menuju harga lebih tinggi.
  • Volume dan Open Interest Meningkat: Keberadaan likuiditas tinggi dan minat investor, termasuk akumulasi oleh whale, mendukung pergerakan naik.
  • Support di $3.600–$3.700: Zona ini menjadi area strategis bagi investor untuk masuk sambil mengantisipasi rebound lanjutan.

Target Harga dan Skenario Potensial

Jika ETH berhasil bertahan di atas $4.000, analis memperkirakan kenaikan menuju $4.400 bahkan $4.800, dengan beberapa skenario optimis membidik level $5.000–$6.000.

Sementara itu, ada skenario bull jangka panjang yang memproyeksikan ETH menuju $4.200–$4.500 dalam momentum kuat, dan bahkan menuju $5.000–$8.000 sebelum akhir tahun jika tren berlanjut.

Risiko & Hal yang Perlu Dipantau

  • Zona Overbought atau False Breakout: Beberapa analis menyorot kemungkinan false breakout di $4.000–$4.100, sehingga perlu diperhatikan konfirmasi penutupan kuat.
  • Breakdown Potensial: Jika Ethereum gagal menjaga level support (sekitar $3.500–$3.700), harga bisa kembali tertekan menuju $3.200 atau lebih rendah.

Baca Juga: Rocket Pool Naik 21%, Alternatif Staking Ethereum Kembali Panas

Rangkaian sinyal teknikal saat ini menunjukkan bahwa Ethereum sedang berada di ambang breakout serius.

Mempertahankan harga di atas $4.000 bisa menjadi pemicu reli besar menuju $4.400 atau lebih tinggi.

Namun, seperti biasa dalam on-chain dan teknikal trading: disiplin dan manajemen risiko tetap menjadi kunci.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kapan Waktu Terbaik untuk Buy the Dip Saat Harga Bitcoin Turun?

Meskipun terdengar sederhana, nyatanya strategi buy the dip tidak semudah yang dibayangkan. Salah membeli di saat pasar harga bearish misalnya, bisa terjebak dalam tren harga yang terus menurun.

Artikel ini akan membahas kapan waktu terbaik untuk buy the dip saat harga Bitcoin turun, kenapa tidak semua penurunan layak dibeli, dan tentu saja, bagaimana cara menentukan waktu terbaik untuk masuk pasar saat Bitcoin sedang ‘dip’.

Kapan Waktu Terbaik untuk Buy the Dip?

Membeli saat terjadi penurunan atau buy the dip tidak berarti kamu langsung membeli tanpa memperhatikan indikator lain seperti teknikal dan berita yang sedang menjadi narasi dominan.

Waktu terbaik buy the dip adalah ketika harga turun dalam konteks koreksi — namun, masih bullish dalam time frame yang besar. Sebab, koreksi biasanya terjadi dalam tren naik, dan harga turun sementara sebelum kembali melanjutkan kenaikan.

Jika harga sedang dalam tren (bearish), melakukan buy the dip justru bisa membuat posisi trading kamu terjebak dalam posisi rugi (floating loss: kerugian sementara yang belum terealisasi) karena karena dalam time frame jangka panjang harga terus mengalami penurunan.

Baca juga: Apa Itu Buy the Dip dalam Trading Bitcoin? Panduan untuk Pemula

Buy the Dip ≠ Asal Beli Waktu Koreksi

Banyak pemula salah kaprah dalam memahami strategi Buy the Dip dan mengira bahwa selama harga turun — bahkan hanya 2–3% itu artinya saat yang tepat untuk membeli. Padahal, tidak semua penurunan adalah “dip” yang ideal.

Sebelum membeli kamu perlu mengetahui kondisi pasar secara keseluruhan dan melakukan analisa baik secara teknikal atau fundamental. Tanpa analisa ini kamu bisa saja malah membeli di tengah penurunan yang lebih dalam atau bahkan di awal fase bear market.

Cobalah mulai dengan pertanyaan-pertanyaan seperti di bawah ini sebelum melakukan pembelian:

  • Apakah penurunan ini wajar dan hanya sekadar koreksi sehat?
  • Apakah ini hasil dari panic sell jangka pendek atau dapat menjadi penurunan jangka panjang?
  • Apakah ada tanda-tanda bahwa pasar akan pulih, atau justru akan semakin tertekan?
  • Apa yang menyebabkan penurunan?
  • Apakah secara time frame besar harga mengalami kenaikan?
  • Apakah kamu punya rencana entry, exit, dan stop loss yang matang?
  • Serta pertanyaan-pertanyaan lainnya yang berkaitan dengan fundamental, berita, dan teknikal.

Indikator untuk Menentukan Waktu Buy the Dip 

Saat harga Bitcoin turun, tidak semua penurunan layak dibeli. Berikut indikator sederhana yang bisa membantu kamu menentukan waktu terbaik:

1. RSI (Relative Strength Index) di Bawah 30

RSI mengukur kekuatan momentum harga. Jika RSI Bitcoin berada di bawah 30, ini menandakan kondisi oversold—sinyal untuk potensi rebound.

2. Area Level Support

Cek grafik pergerakan harga dan identifikasi zona support historis. Jika harga menyentuh titik ini dan mulai membentuk pola pantulan (reversal), itu bisa jadi momen strategis untuk buy the dip.

3. Moving Average

Indikator MA bisa kamu gunakan membantu kamu menentukan waktu buy the dip, contohnya ketika harga Bitcoin terkoreksi menyentuh garis MA200, sering dianggap undervalued dan pas untuk buy the dip.

4. Fear and Greed Index

Sentimen pasar mencerminkan suasana hati kolektif investor, apakah mereka sedang merasa optimistis (greedy) atau pesimistis (fearful). Momen fear yang didukung dengan analisa teknikal, bisa jadi momen buy the dip.

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Indikator Relative Strength Index (RSI) atau Dasar-Dasar Konsep Level Support dan Resistance

3 Momen yang Pas untuk Buy the Dip

1. Saat Terjadi Panic Selling

Saat pasar panik dan harga aset jatuh drastis, banyak investor menjual karena ketakutan, bukan karena analisis. Tapi justru di momen seperti ini, banyak orang menjual dengan harga undervalued—jangan lupa gunakan indikator seperti RSI, EMA, atau Fibonacci untuk mengidentifikasi titik masuk yang ideal.

2. Di Fase Konsolidasi Setelah Dump Besar

Setelah penurunan ekstrem, harga biasanya masuk fase tenang (sideways). Ini waktu yang bagus untuk mulai membeli bertahap menggunakan strategi DCA (Dollar-Cost Averaging).

3. Setelah Konfirmasi Reversal

Alih-alih menebak dan mencoba membeli di harga bottom, tunggu sinyal konfirmasi—seperti candlestick bullish engulfing, breakout dari zona resistance kecil, atau kenaikan RSI. Ini lebih aman daripada menebak dip yang ternyata masih turun lagi.

Tools dan Aplikasi yang Kamu Gunakan untuk Buy the Dip

Tools Kegunaan
Tokocrypto Fitur alert harga dan beli dengan 0% trading fee
CoinMarketCap Data harga dan volume pasar
Whale Alert Update terbaru dari pergerakan whale
TradingView Analisa teknikal lengkap dan indikator kustom
CoinGlass Pantau sentimen melalui Fear & Greed Index

Baca juga: Cara Mudah Implementasi AI Trading dengan ChatGPT dan Incite AI untuk Pemula

Tips Tambahan untuk Buy the Dip

  • Jangan pakai seluruh modal sekaligus, usahakan beli bertahap saat harga terus turun dengan metode DCA.
  • Pakai alert otomatis, seperti yang ada di aplikasi Tokocrypto agar kamu tidak melewatkan momen penting.
  • Gabungkan analisa teknikal dan sentimen dan jangan hanya mengandalkan satu pendekatan.
  • Tentukan level cut loss, jangan terbawa emosi dan berharap harga akan pulih selalu.
  • Gunakan fitur seperti Beli/Jual di Tokocrypto yang memungkinkan kamu transaksi kripto instan dengan 0% biaya trading.
Klik gambar untuk mulai investasi dengan deposit mulai dari Rp50.000!

Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa Itu Buy the Dip dalam Trading Bitcoin? Panduan untuk Pemula

Pernah dengar istilah buy the dip tapi belum mengerti apa maksudnya? Berikut penjelasan dan contoh dari buy the dip yang bisa kamu lakukan, terutama untuk pemula.

Apa itu Buy the Dip?

Buy the Dip adalah ketika kamu melakukan pembelian aset investasi disaat harga mengalami penurunan yang cukup tajam, dengan tujuan mengantisipasi adanya pembalikan harga sehingga pembelian tadi bisa jadi profit.

Gambar contoh buy the dip di pasar bullish.

Membeli dengan strategi buy the dip disaat harga mengalami penurunan dapat menguntungkan, jika secara jangka panjang aset tersebut mengalami kenaikan positif (bullish).

Namun, strategi buy the dip ini juga bisa merugikan jika secara jangka panjang performa aset tersebut mengalami penurunan (bearish).

Gambar contoh buy the dip di pasar bearish.

Nah dari kedua skenario diatas sudah tahu kan, kapan waktu yang cocok untuk menggunakan strategi buy the dip? Yakni saat harga aset mengalami kenaikan dalam jangka panjang atau saat pasar sedang bullish.

Baca juga: BTC vs ETH: Mana yang Lebih Baik untuk Investasi Kripto Pertama?

Mengapa Banyak Trader Menggunakan Strategi Ini?

Optimisme terhadap pertumbuhan jangka panjang: Banyak orang percaya bahwa harga Bitcoin akan terus naik dalam jangka panjang.

Psikologi pasar: Ketika harga turun tajam, trading yang yakin dengan potensi jangka panjang melihatnya sebagai momen ‘diskon’.

Tren historis: Secara historis, Bitcoin sering kali mengalami pemulihan yang signifikan setelah penurunan drastis.

Baca juga: Intip 4 Strategi AI Trading Crypto yang Bisa Dicoba!

Bagaimana Cara untuk ‘Buy the Dip’ di Bitcoin

Untuk menerapkan strategi ini, kamu tidak bisa hanya mengandalkan insting. Kamu perlu memahami pergerakan harga, analisis teknikal, dan berita pasar.

Menganalisis Grafik Harga Bitcoin

Grafik adalah sahabat terbaik trader. Kamu bisa melihat support dan resistance, mengenali pola penurunan yang wajar atau justru tanda-tanda tren bearish panjang. Pengetahuan ini membantu kamu menghindari membeli terlalu cepat.

Menggunakan Indikator Teknikal

Selain support dan resistance, kamu bisa menggunakan indikator teknikal seperti RSI, MA, bollinger bands, dan indikator teknikal lainnya yang bisa memberikan gambaran lebih lengkap sebelum memutuskan untuk beli saat harga turun.

Sentimen Pasar

Sentimen pasar mencerminkan suasana hati kolektif investor, apakah mereka sedang merasa optimistis (greedy) atau pesimistis (fearful). Momen fear yang didukung dengan analisa teknikal, bisa jadi momen buy the dip.

Contoh Buy the Dip dengan Relative Strength Index

Mari kita bayangkan kamu sedang memantau pergerakan harga Bitcoin, dan kamu tertarik membeli saat terjadi koreksi. Untuk menentukan apakah saat itu adalah “dip” yang ideal, kamu bisa menggunakan RSI sebagai panduan seperti gambar di bawah ini:

Gambar contoh buy the dip dengan RSI.

Nah jika dilihat dari contoh grafik harga di atas, RSI bisa kamu jadikan panduan untuk buy the dip. Sebab, setiap kali RSI menyentuh <30 harga terbilang mengalami jenuh jual (over sold) sehingga berpotensi mengalami kenaikan dalam jangka panjang.

Bagaimana Tampilkan Relative Strength Index (RSI) di Aplikasi Tokocrypto?

  1. Buka aplikasi Tokocrypto dan masuk menu ‘Pasar’
  2. Cari aset kripto — contoh: BTC/USDT
  3. Pilih ‘RSI’ pada bagian bawah chart harga
  4. Amati saat RSI turun ke bawah angka 30 yang menandakan kondisi oversold
  5. Tunggu konfirmasi pembalikan arah

Baca juga: Dampak Berita Terhadap Pergerakan Harga ETH: Penyebab dan Contoh Kasus

Risiko yang Perlu Diketahui Pemula Saat Buy the Dip

Buy the dip bukan tanpa risiko, pola seperti False Dip dan Dead Cat Bounce bisa saja terjadi lho!

  • False Dip: Penurunan harga sementara yang diikuti oleh penurunan lebih dalam lagi.
  • Dead Cat Bounce: Pemulihan kecil yang menipu sebelum tren turun berlanjut.

Baca juga: Ketahui Cara Mengenali Dead Cat Bounce dan Penyebabnya

Tips Buy the Dip yang Aman dan Efektif untuk Pemula

Agar strategi ini tidak jadi bumerang, berikut dua tips yang bisa kamu pertimbangkan:

Dollar-Cost Averaging (DCA)

Daripada membeli dalam jumlah besar sekaligus, belilah Bitcoin secara bertahap. Ini membantu mengurangi risiko membeli di titik puncak dan membuat kamu tetap konsisten berinvestasi.

Kamu bisa gunakan fitur DCA dengan beberapa langkah mudah di aplikasi atau beli dengan fitur 0% trading fee di Tokocrypto.

Klik gambar untuk mulai investasi dengan 0% biaya trading dan deposit mulai dari Rp50.000!

Tentukan Batas Risiko

Untuk menghindari kerugian yang semakin dalam karena harga yang terus menurun saat kamu melakukan buy the dip, tentukan batas risiko seperti cut loss untuk memposisikanmasuk ulang setelah harga benar-benar siap untuk memantul.

Pantau Berita dan Faktor Fundamental Bitcoin

Pastikan penurunan harga tidak disebabkan oleh perubahan besar dan hanya disebabkan oleh sentimen sementara.

FAQ Seputar Strategi Buy the Dip

1. Apakah strategi Buy the Dip bisa untuk jangka pendek?
Strategi buy the dip bisa kamu gunakan untuk jangka pendek dan jangka panjang dengan memanfaatkan pantulan harga.

2. Apa indikator terbaik untuk mendeteksi “dip”?
RSI, Moving Average, dan Fear & Greed Index bisa membantu. Tapi tetap perlu mempertimbangkan konteks berita dan sentimen pasar.

3. Apakah saya harus menunggu penurunan besar baru membeli?
Tidak selalu. Semua kembali lagi pada analisa yang kamu miliki.

4. Buy the Dip bisa gagal?
Bisa. Terutama jika harga terus turun atau ada perubahan fundamental besar. Karena itu penting tidak all-in dalam satu waktu dan lakukan DCA.

5. Strategi ini cocok untuk pemula?
Cocok, jika dilakukan dengan analisa pasar dan disertai strategi DCA.

6. Apakah harus selalu membeli saat Fear Index rendah?
Tidak harus, tapi Fear Index bisa membantu menilai psikologi pasar dan mencari peluang beli.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Anjlok ke $115 Ribu: Koreksi atau Awal Badai?

Bitcoin (BTC), raja dari semua mata uang kripto, kembali menjadi pusat perhatian setelah mengalami koreksi harian sebesar 2,57%, membawa harganya ke angka $115.398,89.

Meskipun terlihat sebagai penurunan, kenyataannya Bitcoin masih mencatatkan kinerja kuat dalam rentang waktu bulanan dan kuartalan.

Apakah ini hanya jeda sehat sebelum lompatan berikutnya? Mari kita kupas lebih dalam.

Koreksi Harian: Fakta atau Panik?

  • Harga BTC hari ini: $115.398,89
  • Penurunan dalam 24 jam terakhir: -$3.043,41 (-2,57%)
  • Harga terendah 24 jam: $114.369,87
  • Harga tertinggi 24 jam: $118.919,98
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 1 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 1 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 1 Agustus 2025: Bitcoin Koreksi, Altcoin SKYA Naik!

Meskipun penurunan harian terlihat signifikan, pasar tidak menunjukkan tanda-tanda kapitulasi.

Ini lebih menyerupai koreksi teknikal setelah reli panjang yang membawa BTC ke level tertingginya sepanjang masa.

Masih Kuat Dalam Jangka Menengah

  • Performa 30 hari terakhir: +$9.220,45 (+8,68%)
  • Performa 60 hari terakhir: +$10.415,51 (+9,92%)
  • Performa 90 hari terakhir: +$18.939,29 (+19,63%)
  • Kenaikan 7 hari terakhir: +0,09%

Konsistensi tren naik dalam 3 bulan terakhir memperlihatkan bahwa fundamental dan kepercayaan investor masih sangat kuat, meski harga sempat menyentuh titik koreksi.

Kapitalisasi & Volume: Mesin Besar Masih Berputar

  • Kapitalisasi pasar: $2,296,67 miliar (alias $2,29 triliun)
  • Volume perdagangan 24 jam: $75,97 miliar
  • Sirkulasi suplai: 19,90 juta BTC (94,76% dari total maksimum)
  • Total pasokan maksimum: 21 juta BTC
  • Fully Diluted Market Cap: $2,423,61 miliar

Data di atas menegaskan bahwa Bitcoin masih mendominasi ruang kripto, bukan hanya karena nilainya, tapi juga karena likuiditas dan adopsinya yang semakin luas.

Apa yang Mendorong Volatilitas BTC?

  1. Ambiguitas Makroekonomi Global
    Kekhawatiran terhadap inflasi AS dan kebijakan suku bunga The Fed masih jadi pemicu sentimen negatif jangka pendek.
  2. Aksi Ambil Untung Pasca ATH
    Dengan ATH terbaru di $123.091,61, koreksi saat ini sangat wajar sebagai bentuk realisasi profit jangka pendek.
  3. Volume Perdagangan Tinggi
    Dengan volume hampir $76 miliar dalam sehari, pasar memperlihatkan aktivitas intens—baik dari investor ritel maupun institusional.

Proyeksi ke Depan

Para analis menyebut level support utama berada di sekitar $112.000 hingga $114.000. Jika harga tetap di atas kisaran ini, potensi rebound sangat terbuka.

Namun, jika tekanan jual berlanjut dan menembus batas itu, maka kita bisa melihat penurunan lebih dalam sebelum naik lagi.

Namun, dengan Bitcoin Halving berikutnya yang diperkirakan terjadi pada 2026 dan tren adopsi yang tak terbendung, prospek jangka panjang BTC tetap sangat bullish.

Baca Juga: Bitcoin Sentuh $118.421: Waspada Koreksi Jangka Pendek

Koreksi saat ini bukan hal yang mengejutkan, justru bisa menjadi peluang bagi investor untuk masuk di harga diskon.

Bitcoin bukan hanya aset digital pertama, ia kini telah menjadi alat lindung nilai modern di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Untuk investor pemula, penting untuk memahami bahwa volatilitas adalah bagian dari dinamika pasar kripto.

Sementara itu, bagi investor berpengalaman, ini mungkin saat yang tepat untuk akumulasi strategis.

Namun perlu diingat, dalam dunia Bitcoin, penurunan hari ini bisa jadi bahan bakar untuk reli esok hari.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

6 Risiko Trading Ethereum dan Cara untuk Mengurangi Risikonya

Dengan semakin banyaknya adopsi teknologi Ethereum oleh institusi besar, aktivitas trading Ethereum juga semakin populer. Namun, seperti instrumen investasi lainnya, aktivitas ini juga memiliki risiko yang perlu dipahami agar tidak terjebak pada kerugian besar. 

Di bawah ini, kita akan membahas risiko-risiko utama yang sering dihadapi trader Ethereum beserta cara untuk meminimalkan risikonya.

Baca juga: Harga ETH Hari Ini Menurut Logarithmic Regression Bands

Risiko Volatilitas Harga

Jika kamu terbiasa melihat pergerakan harga saham, emas, atau forex—tentu kamu akan sedikit kaget jika melihat pergerakan harga pasar kripto, termasuk Ethereum. Pergerakan harga Ethereum bisa naik atau turun dengan cepat bahkan, bukan hal aneh lagi jika harga Ethereum naik/turun lebih dari 35% dalam satu hari.

Tingginya volatilitas ini membuat trader berpotensi mendapatkan potensi keuntungan besar, tetapi juga risiko kerugian yang sama besarnya.

Cara Mengurangi Risiko:

Gunakan strategi manajemen risiko seperti stop loss dan hindari melakukan pembelian sekaligus dalam satu transaksi (lump sum), gunakan strategi seperti Dollar Cost Averaging (DCA) saat masuk atau keluar pasar. Kamu bisa gunakan fitur DCA yang ada di aplikasi Tokocrypto untuk mempermudah setiap transaksi.

Baca juga: Cara Menggunakan Stop-loss  Trading di Aplikasi Tokocrypto dengan Limit, Stop-Limit, OCO, dan Beli/Jual atau gabung Telegram Official Tokocrypto untuk diskusi analisa sinyal harian bersama trader lain.

Risiko Harga yang Mengikuti Tren Pasar

Ethereum memang memiliki ekosistem dan nilai fundamentalnya sendiri—namun dalam praktiknya, harga ETH sering bergerak sejalan dengan siklus besar pasar kripto yang bersifat 4 tahunan. Siklus ini umumnya dipicu oleh Bitcoin halving, karena dominasi Bitcoin di pasar kripto ini, dampaknya sering ikut dirasakan oleh Ethereum. Misalnya ketika momentum harga Ethereum sedang bullish tapi Bitcoin mengalami koreksi, momentum harga tersebut bisa saja hilang dan berubah menjadi momentum bearish.

Cara Mengurangi Risiko:
Pantau terus pergerakan Bitcoin dan dominasi Bitcoin (BTC.D) dengan begitu kamu bisa memperkirakan seberapa besar pengaruh Bitcoin terhadap pergerakan harga Ethereum.

Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Bitcoin Dominance?

Risiko Emosi dan Psikologi

Risiko emosi dan psikologi menjadi salah satu hal yang paling sulit untuk dikendalikan saat trading—pergerakan harga Ethereum yang sering kali naik dengan cepat tak jarang membuat para trader menjadi FOMO (Fear of Missing Out) dan mengesampingkan analisis data, hingga akhirnya membuat mereka membeli di harga tinggi dan mengalami kerugian.

Cara Mengurangi Risiko:
Buat rencana trading yang jelas, tetapkan target keuntungan dan batas kerugian sejak awal, serta hindari melakukan transaksi saat emosi tidak stabil.

Baca juga: Mengenal FOMO di Investasi Aset Kripto dan Cara Menghindarinya

Risiko Regulasi Global

Mirip seperti butterfly effect—Satu regulasi merugikan pasar kripto di Amerika bisa membuat para trader di seluruh dunia mengalami kerugian. Hal ini disebabkan oleh pasar kripto yang bersifat global, sehingga regulasi dari negara-negara besar seperti Amerika, China, atau Eropa bisa mempengaruhi pergerakan harga aset kripto.

Cara Mengurangi Risiko:
Selalu ikuti perkembangan regulasi pasar kripto terutama di negara seperti Amerika dan jangan lupa untuk gunakan exchange yang telah teregulasi resmi dan diawasi oleh OJK seperti Tokocrypto.

Baca juga: Pengaruh Pergerakan Dolar AS terhadap Pasar Crypto atau Dampak Berita Terhadap Pergerakan Harga ETH: Penyebab dan Contoh Kasus

Risiko Manipulasi Pasar

Bukan hanya di pasar saham, risiko manipulasi pasar juga ada di pasar kripto seperti Ethereum. Aktivitas seperti pump and dump, perdagangan dengan volume palsu, atau aksi whale (pemilik aset besar) bisa mempengaruhi harga Ethereum secara tidak wajar.

Cara Mengurangi Risiko:
Jangan mudah terbawa euforia saat harga melonjak tiba-tiba—karena aset kripto bersifat transparan, kamu bisa melihat pergerakan whale atau bandar besar lainnya melalui on-chain data.

Baca juga: Tips Deteksi Pergerakan Whale Melalui Volume dan Data On-Chain

Risiko Sentimen Pasar

Pergerakan harga Ethereum sering kali dilatarbelakangi oleh sentimen dan narasi yang sedang mendominasi di media sosial. Berita, cuitan influencer, regulasi baru, atau kondisi pasar global didukung oleh sentimen pasar yang tengah dominan di saat itu bisa membuat harga Ethereum naik atau turun dengan cepat.

Cara Mengurangi Risiko:
Pantau terus sentimen yang ada di media sosial dan miliki rencana trading jangka panjang, agar fluktuasi harga akibat sentimen jangka pendek tidak terlalu mempengaruhi keputusanmu.

Baca juga: Analisis Sentimen Media Sosial dengan Lunar Crush dan Santiment

Siap untuk Trading Ethereum?

Jika kamu sudah memahami risikonya dan cara menguranginya, langkah berikutnya adalah memulai trading dengan menggunakan exchange yang terpercaya seperti Tokocrypto.

Untuk memulai trading, kamu tidak harus memiliki modal yang besar—cukup dengan modal awal minimal Rp50.000 kamu sudah bisa belajar investasi dan trading Ethereum.

Klik gambar untuk mulai investasi dengan 0% biaya trading di Tokocrypto.

Ikuti beberapa langkah berikut untuk mulai trading Ethereum tanpa biaya trading di Tokocrypto:

  1. Unduh aplikasi Tokocrypto di Play Store atau Apps Store.
  2. Buat akun dan lakukan verifikasi KYC sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  3. Deposit saldo investasi via Bank, Virtual Account, atau E-Wallet.
  4. Masuk menu “Jual/Beli” dan pilih dari “IDR” ke “Ethereum”.
  5. Kemudian masukkan nominal pembelian.

Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com