Tag Archives: cryptocurrency

Belajar Crypto dengan Analisis Teknikal: Indikator Dasar yang Harus Diketahui

Membeli crypto tentunya membutuhkan strategi, dan tidak hanya bisa mengandalkan keberuntungan. Strategi ini bisa dalam bentuk analisis fundamental dan analisis teknikal.

Jika analisis fundamental berfokus pada pada value aset dari sisi proyek, seperti teknologi, tim pengembang, tokenomics, adopsi, dan berita regulasi. Maka analisis teknikal berfokus pada pergerakan harga dan volume di chart untuk membaca tren, pola, dan sinyal beli atau jual.

Bagi pemula, mungkin banyak yang menganggap analisis teknikal merupakan suatu hal yang membingungkan, karena harus membaca grafik harga yang terus bergerak setiap saat.

Agar kamu lebih memahami mengenai analisis teknikal dan indikator crypto yang ramah untuk pemula, simak penjelasan berikut.

Apa Itu Analisis Teknikal dalam Crypto?

Analisis teknikal adalah metode untuk mempelajari pergerakan harga suatu aset berdasarkan data historis pasar yang tertuang dalam bentuk grafik (chart).

Data yang ditampilkan dalam bentuk chart tersebut mengandung informasi penting, seperti harga pembukaan, penutupan, tertinggi, dan terendah.

Dengan menganalisis pola dan tren yang muncul dari grafik tersebut, kamu dapat memahami perilaku pasar dan psikologi pelaku pasar yang tercermin langsung dalam pergerakan harga.

Kamu bisa menggunakan analisis teknikal untuk membantu kamu dalam hal:

  • Menentukan waktu terbaik membeli atau menjual aset.
  • Mengidentifikasi tren pasar (bullish atau bearish).
  • Mengukur tingkat risiko sebelum masuk posisi.

Kenapa Analisis Teknikal itu Penting?

Menurut salah satu teori Dow yang diungkapkan oleh Charles Dow, seorang wartawan Wall Street Journal. Yakni, teori Market Discounts Everything—menjelaskan bahwa pola harga aset di pasar mencerminkan segala informasi berita, harapan, ketakutan, sekaligus ketamakan para pelaku pasar.

Ini artinya setiap perubahan harga bukanlah kejadian acak dan kebetulan, melainkan hasil dari reaksi kolektif pelaku pasar terhadap berbagai informasi yang muncul.

Ketika berita tentang suku bunga, inflasi, atau aksi korporasi muncul misalnya, pasar akan langsung merespons dan menyesuaikan harga.

Harga ini biasanya membentuk sebuah tren, yaitu tren naik (uptrend), tren turun (downtrend), dan tren mendatar atau tanpa tren (sideways) yang cenderung membentuk pola berulang dari waktu ke waktu.

Pola ini muncul karena perilaku dan psikologi pelaku pasar—seperti rasa takut (fear), keserakahan (greed), dan euforia yang sering kali mirip, sehingga pola harga masa lalu bisa muncul kembali di masa depan.

Dengan menggunakan analisis teknikal, kamu bisa memahami bagaimana tren dan pola dari aset crypto yang ingin kamu beli, sehingga akan memudahkanmu untuk mengambil keputusan berdasarkan data pasar—bukan hanya sekadar insting.

Baca juga: Tips Deteksi Pergerakan Whale Lewat Volume dan Aktivitas Dompet

Indikator Dasar Analisis Teknikal untuk Pemula

1. Support dan Resistance

Support Resistance

Support dan Resistance adalah dua konsep paling mendasar dalam analisis teknikal yang digunakan untuk mengidentifikasi level harga penting di mana pergerakan harga cenderung tertahan atau berbalik arah.

Support adalah level harga di mana tekanan beli (buying pressure) cukup kuat untuk menghentikan atau membalikkan penurunan harga. Ibarat lantai, support menahan harga agar tidak jatuh lebih dalam.

Resistance adalah level harga di mana tekanan jual (selling pressure) cukup kuat untuk menghentikan atau membalikkan kenaikan harga. Ibarat atap, resistance menahan harga agar tidak naik lebih tinggi.

Beberapa strategi sederhana dalam menggunakan support dan resistance:

  • Buy di Support → Trader sering mempertimbangkan masuk posisi beli ketika harga mendekati atau memantul dari level support.
  • Sell di Resistance → Trader mempertimbangkan masuk posisi jual ketika harga mendekati atau memantul dari level resistance.
  • Breakout → Jika harga menembus resistance dengan volume tinggi, ini bisa menjadi sinyal potensi tren naik berlanjut. Sebaliknya, penembusan support bisa menjadi sinyal tren turun berlanjut.
  • Role Reversal → Setelah ditembus, support sering berubah menjadi resistance baru, dan resistance sering berubah menjadi support baru.

Keunggulan Menggunakan Support dan Resistance

  • Mudah dipahami: Konsep visual sederhana yang bisa diterapkan di semua instrumen.
  • Bisa dikombinasikan dengan indikator lain: Misalnya RSI untuk mengonfirmasi kondisi overbought/oversold di dekat level penting.

Baca juga: Dasar-Dasar Konsep Level Support dan Resistance

2. Relative Strength Index (RSI)

Relative Strength Index (RSI) adalah salah satu indikator analisis teknikal yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan momentum pergerakan harga suatu aset. 

RSI bekerja dengan membandingkan besarnya kenaikan harga terhadap penurunan harga dalam periode tertentu, biasanya 14 hari, lalu menampilkannya dalam skala 0–100.

Indikator ini membantu trader mengidentifikasi kondisi jenuh beli (overbought) dan jenuh jual (oversold) yang sering menjadi sinyal potensi pembalikan arah harga.

Overbought → RSI berada di atas level 70 → Menandakan harga sudah terlalu tinggi dan berpotensi mengalami koreksi atau penurunan.

Oversold → RSI berada di bawah level 30 → Menandakan harga sudah terlalu rendah dan berpotensi mengalami rebound atau kenaikan.

Keunggulan Menggunakan RSI

  • Mudah dibaca: Hanya perlu memperhatikan level angka (30 dan 70) serta arah garis RSI.
  • Memberi sinyal awal: Dapat mengantisipasi potensi pembalikan harga sebelum terjadi.

3. Parabolic SAR (Stop and Reverse)

Parabolic SAR adalah indikator analisis teknikal yang digunakan untuk mengidentifikasi arah tren sekaligus memberikan sinyal potensi pembalikan (reversal) harga. 

SAR adalah singkatan dari Stop and Reverse, yang berarti indikator ini membantu trader menentukan kapan harus jual dan beli sesuai arah tren yang sedang berlangsung.

Indikator ini ditampilkan dalam bentuk titik-titik (dots) yang muncul di atas atau di bawah harga pada grafik, dengan titik-titik di bawah harga yang berarti tren naik, dan titik-titik di atas harga yang berarti tren turun.

Potensi Tren Naik → Terjadi ketika titik-titik SAR berpindah dari posisi di atas harga ke posisi di bawah harga.

Potensi Tren Turun → Terjadi ketika titik-titik SAR berpindah dari posisi di bawah harga ke posisi di atas harga.

Keunggulan Menggunakan Parabolic SAR

  • Memberi sinyal visual yang jelas: Mudah dibaca bahkan oleh pemula.
  • Membantu menentukan titik entry dan exit: Cocok untuk strategi trend following.

Baca juga: 4 Indikator Swing Trading Terbaik dan Mudah Digunakan Pemula

4. Bollinger Bands

Bollinger Bands adalah indikator analisis teknikal yang digunakan untuk mengukur volatilitas harga dan mengidentifikasi potensi area jenuh beli (overbought) atau jenuh jual (oversold).

Berikut beberapa strategi yang bisa kamu gunakan untuk membaca Bollinger Bands: 

  • Bollinger Bounce → Harga cenderung memantul kembali ke arah middle band setelah menyentuh upper atau lower band, terutama saat pasar sedang sideways.
  • Breakout Volatilitas → Ketika harga menembus upper band dengan volume tinggi, sering dianggap sinyal potensi kelanjutan tren naik. Sebaliknya, penembusan lower band bisa menjadi sinyal potensi kelanjutan tren turun.
  • Squeeze → Ketika jarak antara upper dan lower band menyempit, menandakan volatilitas rendah dan potensi pergerakan besar akan segera terjadi.

Keunggulan Menggunakan Bollinger Bands

  • Mengukur volatilitas secara visual: Lebar pita menunjukkan seberapa aktif pergerakan harga.
  • Bisa dikombinasikan dengan indikator lain: Misalnya RSI atau MACD untuk mengonfirmasi sinyal.

Baca juga: Cara Membaca Bollinger Band: Panduan Untuk Pemula

5. Moving Average (MA)

Moving Average (MA) adalah salah satu indikator analisis teknikal paling populer yang digunakan trader untuk mengidentifikasi arah tren harga suatu aset. 

Indikator ini menghitung harga rata-rata dalam periode waktu tertentu, misalnya 9 hari, 21 hari, 50 hari, atau 200 hari, sehingga pergerakan harga terlihat lebih halus dan tren pasar lebih mudah dikenali.

Salah satu strategi populer adalah mengamati persilangan (crossover) antara MA jangka pendek dan MA jangka lebih panjang:

Bullish Crossover (Golden Cross) Terjadi ketika MA jangka pendek memotong ke atas MA jangka panjang → Potensi tren naik.

Bearish Crossover (Death Cross) Terjadi ketika MA jangka pendek memotong ke bawah MA jangka panjang → Potensi tren turun.

Keunggulan Menggunakan Strategi Crossover

  • Mudah dipahami: Cukup perhatikan arah garis dan titik persilangan.
  • Adaptif: Periode MA bisa disesuaikan dengan gaya trading (scalping, swing, atau investasi jangka panjang).

Baca juga: Cara Menentukan Harga Entry dan Exit dalam Swing Trading

Kesimpulan

Analisis teknikal menjadi salah satu bekal penting bagi siapa pun yang ingin berinvestasi atau trading aset crypto. Dengan memahami konsep dasar seperti support dan resistance, RSI, Parabolic SAR, Bollinger Bands, hingga Moving Average, kamu dapat membaca tren, mengenali pola harga, dan mengambil keputusan berdasarkan data, bukan sekadar insting. 

Jangan lupa, setiap indikator memiliki kelebihan dan keterbatasan masing-masing. Kamu dapat mengombinasikan beberapa indikator—misalnya menggabungkan RSI dengan Bollinger Bands untuk membaca momentum sekaligus volatilitas, atau memadukan Moving Average dengan support/resistance untuk menentukan level beli dan jual yang lebih presisi.

Nikmati kemudahan trading dengan fitur beli/jual di Tokocrypto dan dapatkan potongan GRATIS biaya trading dengan deposit min. Rp50.000!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.

Referensi:

Investopedia. Understanding Dow Theory: Definition and Application in Market Trends. 2025.

Kompas.id. Teori Dow, Bekal Memaksimalkan Profit Investasi Saham. 2021.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Turun Drastis Setelah Capai Rekor, Ada Apa Sebenarnya?

Bitcoin (BTC), sang pionir mata uang kripto, kembali mencuri perhatian pasar global.

Setelah menembus level tertinggi sepanjang masa di $124,457.12, kini harga BTC terkoreksi tipis berada di kisaran $110,651.16 per (BTC/USD).

Kapitalisasi pasar masih bertengger pada angka spektakuler, yakni $2,203.87 miliar USD, dengan volume perdagangan harian mencapai $22.26 miliar USD.

Meski penurunan harga harian hanya sebesar -0.06%, tren koreksi jangka pendek membuat pelaku pasar waspada.

Dalam 30 hari terakhir, BTC kehilangan lebih dari 5% nilainya, turun $5,930.50. Namun, bila dilihat lebih luas, performa 90 hari terakhir masih positif dengan kenaikan +4.89%.

Pertanyaannya, apa yang sebenarnya menekan harga Bitcoin di tengah popularitasnya yang kian mainstream?

Baca Juga: Harga Bitcoin Turun Lagi, Apa Benar Ini Cuma Konsolidasi?

Tekanan dari Aksi Ambil Untung Pasca Rekor Tertinggi

Koreksi Bitcoin belakangan ini erat kaitannya dengan aksi ambil untung (profit-taking).

Setelah harga menembus rekor baru, investor jangka pendek cenderung melakukan realisasi keuntungan untuk mengamankan modal.

Fenomena ini lazim terjadi di pasar kripto, terutama setelah periode reli panjang.

Dengan pasokan beredar mencapai 19.92 juta BTC (sekitar 94.84% dari total maksimum 21 juta), setiap pergerakan kecil dalam aksi jual mampu memberi dampak signifikan pada harga.

Sentimen Makroekonomi Global

Selain faktor internal, dinamika makroekonomi turut berperan. Ketidakpastian seputar arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) menjadi salah satu pemicu utama volatilitas.

SSaat suku bunga tetap tinggi, investor cenderung memilih instrumen keuangan yang lebih aman seperti obligasi, sehingga aliran modal ke aset berisiko seperti kripto sedikit tertekan.

Tak hanya itu, penguatan dolar AS juga menjadi faktor penghambat kenaikan Bitcoin. Karena BTC dihargakan dalam USD, setiap penguatan dolar otomatis mengurangi daya beli investor internasional.

Tekanan dari Regulasi dan Kebijakan Pemerintah

Pasar kripto masih sangat dipengaruhi oleh arah regulasi. Isu seputar pengawasan ketat terhadap bursa kripto, aturan pajak, hingga kontrol aliran modal digital oleh regulator global, seringkali menimbulkan ketidakpastian.

Investor institusional, yang kini menjadi motor utama pasar, cenderung menahan diri dalam menambah eksposur ketika wacana regulasi belum sepenuhnya jelas. Hal ini menciptakan fase konsolidasi harga.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 7 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 7 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dinamika Pasar Kripto Secara Internal

Di dalam ekosistem kripto itu sendiri, tekanan juga datang dari meningkatnya minat pada altcoin.

Beberapa proyek seperti Ethereum, Solana, dan token-token DeFi baru belakangan mencatat lonjakan harga. Pergeseran arus modal sementara dari BTC ke altcoin dapat mengurangi momentum Bitcoin.

Namun, historisnya, fenomena ini biasanya hanya bersifat siklus. Bitcoin tetap menjadi aset dominan dengan kapitalisasi pasar terbesar, dan sering kembali menjadi pusat perhatian saat volatilitas meningkat.

Analisis Teknis: Zona Support dan Resistensi

Dari sudut pandang teknikal, harga BTC saat ini berada di rentang konsolidasi antara $110,024 (support harian) dan $110,993 (resistensi harian).

Penembusan ke bawah dapat membuka peluang koreksi lebih dalam, sementara rebound dari zona ini akan menjadi sinyal penting bagi kelanjutan tren naik.

Maka dari itu, investor jangka menengah masih optimis karena harga tetap lebih tinggi dibandingkan posisi 90 hari lalu.

Artinya, koreksi saat ini lebih tepat dipandang sebagai fase sehat dalam tren naik jangka panjang.

Baca Juga: 1 Juta Bitcoin Dikuasai Perusahaan Publik, Apa Artinya?

Bitcoin Masih Menjadi Barometer Pasar Kripto

Meski mengalami tekanan harga, Bitcoin tetap menjadi “barometer” kesehatan pasar kripto global. Kapitalisasi pasar yang mendekati $2,3 triliun menunjukkan betapa besarnya pengaruh BTC terhadap ekosistem finansial digital.

Koreksi jangka pendek saat ini bisa jadi justru membuka peluang masuk bagi investor yang percaya pada prospek jangka panjang.

Dengan semakin dekatnya pasokan maksimal 21 juta BTC, faktor kelangkaan akan menjadi katalis utama yang menjaga nilai Bitcoin dalam jangka panjang.

Di persimpangan antara tekanan makro, aksi ambil untung, dan dinamika pasar internal, Bitcoin sekali lagi membuktikan dirinya bukan sekadar aset digital, tetapi juga fenomena ekonomi global yang terus berevolusi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Roblox dan Metaverse: Masa Depan Gaming dan Dunia Virtual

Konsep tentang dunia virtual, atau “Metaverse” nampaknya telah beralih dari fiksi ilmiah menjadi salah satu topik dalam industri teknologi dan gaming, termasuk Roblox.

Istilah ini sendiri pertama kali muncul dalam novel Neal Stephenson yang berjudul Snow Crash pada tahun 1992, sebuah konsep yang menggambarkan ruang virtual 3D yang persisten di mana manusia, melalui avatar digital, dapat berinteraksi satu sama lain dan lingkungan yang saling terhubung. 

Jauh sebelum “metaverse” menjadi menjadi tren dan booming di internet, Roblox secara organik telah membangun sebuah ekosistem yang mencakup banyak elemen, seperti: identitas dalam bentuk avatar, ekonomi virtual, dan yang terpenting, alam semesta dunia game yang hampir seluruhnya dibuat oleh penggunanya. 

Dengan pengguna aktif harian yang mencapai ratusan juta, Roblox kini bukan lagi sekadar game, melainkan sebuah fenomena budaya yang membentuk bagaimana generasi muda memahami interaksi, kreasi, dan bermain di dunia virtual.

Lalu apakah Roblox bisa jadi jembatan untuk masa depan gaming dan dunia virtual, khususnya dalam konteks perkembangan metaverse?

Baca juga: Panduan Lengkap Cara Main Roblox untuk Pemula

Tentang Metaverse

Ilustrasi Metaverse.

Untuk memahami posisi Roblox, mari kita ulas terlebih dahulu mengenai karakteristik Metaverse. 

Dilansir dari Sensorium XR, metaverse memiliki 6 karakteristik, seperti: Ruang virtual tanpa batas, selalu aktif dan berkembang, desentralisasi, teknologi, memiliki sistem ekonomi, dan pengalaman sosial.

Ruang Virtual Tanpa Batas

Metaverse dirancang sebagai lingkungan digital yang terbuka dan luas, memungkinkan pengguna dari berbagai latar belakang untuk berinteraksi tanpa hambatan geografis atau teknis. Tidak ada batasan jumlah pengguna, aktivitas, atau industri yang bisa bergabung.

Selalu Aktif dan Berkembang

Tidak seperti aplikasi biasa yang bisa dimatikan atau di-reset, metaverse bersifat presisten, terus berjalan dan berkembang seiring semakin banyak kontribusi penggunanya. Dunia virtual ini terus berevolusi secara real-time, mencerminkan dinamika sosial dan teknologi.

Kendali di Tangan Pengguna

Metaverse mengusung prinsip desentralisasi, di mana kepemilikan dan kontrol tidak terpusat pada satu entitas. Penggunaan teknologi blockchain misalnya, yang memungkinkan pengguna mengelola data pribadi dan aset digital mereka secara aman dan transparan.

Teknologi Imersif dan Adaptif

Dengan dukungan VR, AR, dan AI, metaverse menghadirkan pengalaman digital yang terasa nyata. Teknologi ini mampu menyesuaikan dengan lingkungan sekitar pengguna, menciptakan interaksi yang lebih hidup dan personal.

Ekonomi Digital Terintegrasi

Mata uang menjadi aspek penting dalam bagian ekonomi metaverse. Pengguna dapat membeli, menjual, dan menukar berbagai item digital, mulai dari avatar hingga akses eksklusif. Layaknya mata uang Robux dalam Roblox, atau dalam bentuk kripto seperti $SAND dalam dunia Sandbox.

Interaksi Sosial 

Metaverse menjadi tempat untuk membangun hubungan sosial, di mana pengguna bisa berinteraksi dengan pemain lain dengan Avatar sebagai perantara. Aktivitasnya bisa seperti bermain, belajar, belanja, hingga hangout.

Roblox dan Metaverse

Roblox sering kali dianggap sebagai “proto-metaverse“—yakni sebuah implementasi awal yang mencerminkan karakteristik dari metaverse.

Roblox memiliki dunia virtual yang persisten, sistem avatar yang kuat yang membawa identitas ke seluruh pengalaman, interaksi sosial yang kaya, dan salah satu ekonomi virtual paling canggih di dunia dengan mata uang Robux. 

Namun, sepenuhnya terpusat dan tidak memiliki interoperabilitas. Aset dan identitas pengguna terkunci di dalam Roblox.

Baca juga: Roblox Semakin Populer, Bisakah Kripto Metaverse Comeback?

Roblox Sebagai Platform Onboarding Gen Z

Roblox kini menjadi salah satu platform paling efektif dalam proses onboarding Gen Z ke dunia metaverse. Dengan lebih dari 111 juta pengguna aktif harian, mayoritas berusia 13 tahun ke atas, Roblox menawarkan pengalaman virtual yang imersif, sosial, dan kreatif—persis seperti yang dicari generasi digital-native. 

Melalui avatar yang dapat dikustomisasi, fashion digital, dan interaksi lintas komunitas, Gen Z merasa lebih bebas mengekspresikan diri secara autentik di metaverse dibandingkan media sosial tradisional. 

Bahkan, menurut data dari BeautyMatter 40% pengguna Gen Z merasa lebih mudah menampilkan diri asli mereka melalui avatar di metaverse daripada di dunia nyata, karena ruang virtual memberikan kebebasan tanpa batasan fisik atau sosial.

Secara tidak langsung Roblox telah menjadi gerbang untuk para generasi muda mengenal lebih dekat konsep metaverse.

Baca juga: Daftar Game Roblox Terpopuler 2025 yang Wajib Dicoba

Sekilas Tentang Perputaran Ekonomi di Roblox

Meskipun tidak sepenuhnya mencerminkan pasar bebas seperti metaverse berbasis blockchain dan NFT yang memungkinkan kepemilikan aset digital secara terdesentralisasi, Roblox tetap memiliki sistem ekonomi sendiri di dalamnya.

Dengan mata uang Robux sebagai alat transaksi, pengguna dapat membeli item eksklusif, berdagang aset digital, dan bagi kreator bisa menghasilkan pendapatan melalui memonetisasi karya. 

Fitur trading Roblox.

Selain bisa membeli, Roblox juga memungkinkan penggunanya melakukan trading. Sistem trading Roblox memungkinkan pemain dengan akun Premium untuk menukar item Limited secara aman, menciptakan pasar dinamis yang menyerupai ekonomi dunia nyata. 

Baca juga: Cara Bikin Game Sendiri di Roblox Studio dengan Mudah, Gak Sampai 30 Menit!

Roblox dan NFT: Bisa Jadi Jembatan Metaverse dalam Blockchain?

Sebelumnya, Roblox pernah mempertimbangkan integrasi NFT sebagai bagian dari evolusi metaverse-nya. Pada tahun 2022, Roblox  menyebut bahwa item edisi terbatas yang “menyerupai NFT” akan menjadi bagian dari ekosistem mereka di masa depan dan sempat merekrut web3 Software Engineer.

Visi ini ternyata pernah sekali lagi kembali diungkit oleh CEO David Baszucki dalam wawancara CNBC di tahun 2023, di mana ia membayangkan aset digital seperti NFT dapat berpindah lintas platform—misalnya, cape eksklusif dari Elton John di Roblox yang juga eksis sebagai NFT di luar ekosistem Roblox.

Meski Roblox belum merealisasikannya sampai sekarang, dan belum menjadikan integrasi blockchain sebagai prioritas utama, jika nantinya Roblox benar-benar mengadopsi NFT di masa depan, maka Roblox berpotensi menjadi katalis besar dalam memperluas adopsi blockchain di kalangan Gen Z hingga Gen Alpha yang mungkin pada akhirnya dapat mendorong gelombang baru antusiasme terhadap metaverse berbasis blockchain—seperti yang pernah terjadi ketika Facebook mengganti nama menjadi Meta.

Baca juga: Sama-Sama Digital, Apakah Robux Termasuk Kripto?

Simpulan

Roblox telah membuktikan dirinya sebagai proto-metaverse yang efektif dalam mengenalkan generasi muda pada dunia virtual, metaverse. 

Meski belum mengadopsi teknologi blockchain, visi CEO David Baszucki tentang interoperabilitas aset digital menunjukkan jalan ke arah yang menjanjikan. 

Jika integrasi NFT benar-benar terealisasi, Roblox berpotensi menjadi jembatan antara metaverse yang tertutup (web2)  dan ekosistem blockchain (web3) yang lebih terbuka—yang pada akhirnya dapat membangkitkan kembali antusiasme pasar terhadap masa depan aset kripto metaverse.

Layaknya pada saat narasi metaverse booming ketika Facebook mengganti nama menjadi Meta, yang membuat aset kripto berbasis metaverse naik ratusan sampai ribuan persen.

Dengan potensi metaverse yang terus berkembang, bukan mustahil jika aset kripto seperti $SAND, $MANA, dan $AXIE kembali menarik perhatian investor. Bagi yang ingin mulai mengeksplorasi sektor metaverse, berbagai koin metaverse lainnya bisa kamu jelajahi dan beli di Tokocrypto dengan deposit mulai dari Rp50.000.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Lonjakan Fantastis Jelly-My-Jelly, Kripto Niche Jadi Sorotan Investor

Pasar kripto kembali diwarnai pergerakan mengejutkan, kali ini datang dari Jelly-My-Jelly (JELLYJELLY).

Dikutip dari Tokocrypto pada Kamis (4/9), harga aset digital ini menanjak hingga $0.037757 per JELLYJELLY, mencatatkan lonjakan +21.65% hanya dalam 24 jam terakhir.

Kapitalisasi pasarnya kini berada di angka $37.76 juta USD, dengan volume perdagangan harian melonjak ke $44.94 juta USD.

Angka ini menjadi sinyal jelas bahwa meskipun masih tergolong altcoin menengah, Jelly-My-Jelly sedang menarik perhatian komunitas kripto global.

Dengan suplai beredar sebesar 1 miliar JELLYJELLY, pergerakan harga yang volatil tampak dipengaruhi oleh kombinasi hype komunitas, tren spekulatif, dan likuiditas pasar yang semakin meningkat.

Baca Juga: Token JELLYJELLY Melejit Gila-gilaan, Investor Senyum Lebar

Aksi Naik Turun Harga Jelly-My-Jelly

Jika dilihat dari data historis, harga JELLYJELLY menunjukkan performa yang sangat agresif:

  • Hari ini: naik +20.06%
  • 30 hari terakhir: melonjak +66.29%
  • 60 hari terakhir: reli lebih besar, +84.39%
  • 90 hari terakhir: naik +54.37%
  • 7 hari terakhir: mencatat rekor kenaikan fantastis +101.79%

Namun, volatilitas tetap terasa. Dalam 24 jam terakhir saja, harga sempat menyentuh titik rendah di $0.028322 dan melonjak hingga $0.041908, memperlihatkan betapa cepat pasar menentukan arah untuk token niche ini.

Pergerakan harga Jelly-my-Jelly (JELLYJELLY/USDT) pada Kamis, 4 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Jelly-my-Jelly (JELLYJELLY/USDT) pada Kamis, 4 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Faktor Pendorong Kenaikan

1. Spekulasi Komunitas

Sebagian besar kenaikan harga Jelly-My-Jelly berasal dari dukungan komunitas yang masif di media sosial. Narasi kuat mengenai potensi proyek ini mendorong investor ritel masuk secara cepat.

2. Volume Perdagangan yang Meledak

Lonjakan volume ke atas $44 juta dalam 24 jam menjadi katalis positif.

Likuiditas tinggi memberi ruang bagi lebih banyak investor untuk masuk tanpa khawatir terhadap spread harga yang terlalu lebar.

3. FOMO dan Tren Altcoin Niche

Ketika Bitcoin dan Ethereum bergerak dalam pola yang lebih lambat, investor mencari alternatif dengan potensi keuntungan cepat.

Altcoin unik seperti Jelly-My-Jelly menjadi pilihan karena memberikan peluang jangka pendek yang lebih menggoda.

Penyebab Turunnya Harga

Namun, harga JELLYJELLY tidak selalu bergerak ke atas. Volatilitas yang tinggi juga sering menyeretnya ke koreksi tajam. Ada beberapa faktor penyebab:

  1. Profit Taking – Setelah reli besar, investor jangka pendek biasanya langsung merealisasikan keuntungan, menyebabkan harga jatuh tiba-tiba.
  2. Likuiditas Tidak Stabil – Walaupun volume perdagangan meningkat, pasar untuk altcoin niche cenderung tipis. Pergerakan besar dari satu whale dapat memicu gejolak harga.
  3. Minimnya Fundamental Kuat – Belum ada roadmap atau kasus penggunaan nyata yang menjamin pertumbuhan jangka panjang, sehingga harga lebih didorong spekulasi ketimbang utilitas.

Potensi dan Risiko ke Depan

Bagi investor jangka pendek, JELLYJELLY menjadi ladang peluang karena volatilitasnya yang tinggi dapat mendatangkan keuntungan cepat.

Namun, bagi holder jangka panjang, risikonya cukup besar jika proyek tidak mampu membangun fundamental yang jelas.

Dengan rekor harga tertinggi di $0.234802, Jelly-My-Jelly masih memiliki potensi upside yang besar jika komunitas berhasil menjaga momentum.

Namun, sama besar pula kemungkinan terjadi koreksi mendalam jika pasar mulai kehilangan minat.

Baca Juga: Token JELLYJELLY Melejit Gila-gilaan, Investor Senyum Lebar

Jelly-My-Jelly kini menjadi sorotan di kalangan trader altcoin setelah berhasil mencatatkan kenaikan lebih dari 100% dalam sepekan.

Pergerakan naik turunnya harga terutama dipengaruhi oleh spekulasi komunitas, lonjakan volume perdagangan, dan aksi ambil untung yang masif.

Investor yang ingin terjun harus memahami bahwa volatilitas tinggi adalah pedang bermata dua: bisa mendatangkan profit instan, tetapi juga bisa menyebabkan kerugian dalam hitungan jam.

Dengan kondisi pasar yang dinamis, Jelly-My-Jelly tetap menjadi salah satu altcoin niche paling menarik untuk diperhatikan dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

⁠5 Aset Kripto yang Jadi Sponsor Klub Sepak Bola Top Dunia

Sepak bola adalah olahraga paling populer di dunia dengan miliaran penggemar. Popularitas inilah yang dimanfaatkan perusahaan kripto untuk memperluas jangkauan pasar kripto.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah aset kripto dan platform blockchain resmi menjadi sponsor klub sepak bola top dunia, seperti Manchester United (MU) dan Lazio.

Berikut beberapa aset kripto yang pernah jadi sponsor klub sepak bola top dunia.

1. Tezos (XTZ) — Manchester United (MU)

Tezos (XTZ) resmi menjadi sponsor Manchester United pada tahun 2025. Sumber gambar: insideworldfootball.com

Pada 2022, Manchester United menjalin kerja sama dengan blockchain Tezos (XTZ) dengan nilai sponsor £20 juta atau senilai Rp390 miliar. Sponsorship ini membuat logo Tezos berhasil terpampang di jersey latihan resmi MU, menjadikannya salah satu contoh awal masuknya aset kripto ke ranah sponsorship klub terbesar di dunia.

Pelajari lebih lengkap: Apa Itu Tezos (XTZ)?

2. Chiliz (CHZ) — Juventus

Shiliz (CHZ) sebagai jaringan token resmi Juventus. Sumber: Juventus.com

Lewat ekosistem Socios.com, aset kripto Chiliz (CHZ) resmi bekerja sama dengan klub besar Italia, Juventus. Logo Chiliz muncul di jersey latihan Juve, sekaligus memperkuat integrasi fan token $JUV yang memungkinkan fans ikut serta dalam voting dan aktivitas eksklusif klub.

Menjadi salah satu langkah penting Chiliz dalam memperkenalkan konsep fan engagement berbasis blockchain ke dunia sepak bola yang masih cukup populer hingga sekarang.

3. Dogecoin — Watford FC

Logo Dogecoin terpampang pada jersey Watford FC. Sumber gambar: Hypebeast.com

Watford FC dari Liga Premier Inggris sempat mencetak logo Dogecoin (DOGE) di bagian lengan jersey mereka pada musim 2021/22.

Kesepakatan ini didukung oleh Stake, sebuah paltform platform kasino berbasis kripto yang membiayai sponsorship, dengan Dogecoin sebagai bentuk dukungan komunitas. Kehadiran DOGE di jersey Watford ini menjadi salah satu contoh paling menarik bagaimana memecoin bisa menembus dunia sepak bola profesional.

Baca juga: Fan Tokens Teratas 2025: Revolusi Interaksi dan Investasi Penggemar

4. XDC Network (XDC) — DC United

XDC Network terpampang di jersey Wayne Rooney, DC United. Sumber: apnews.com

Pada 2022, klub Major League Soccer asal Amerika Serikat, D.C. United, menjalin kemitraan dengan XDC Network sebagai sponsor utama—logo XDC pun tampil mencolok di bagian depan jersey mereka. Kolaborasi ini memperkuat citra klub yang pernah diperkuat oleh legenda sepak bola dunia, Wayne Rooney, baik sebagai pemain maupun pelatih, sekaligus menandai langkah XDC membawa teknologi blockchain ke ranah olahraga profesional.

Selain tempampang di jersey, kesepakatan ini juga mencakup kolaborasi dalam pengembangan NFT dan integrasi blockchain dalam ekosistem digital klub.

5. Binance (BNB) — Lazio

Logo Binance (BNB) di jersey utama Lazio. Sumber: lalaziosiamonoi.id

Raksasa kripto Binance (BNB) menandatangani kontrak sponsorship dengan klub Serie A Italia, SS Lazio, pada 2021. Kesepakatan ini bernilai sekitar €30 juta atau Rp517,5 miliar selama dua tahun. Dengan kesepakatan ini, logo Binance terpampang di bagian depan jersey Lazio, sekaligus menandai peluncuran Lazio Fan Token ($LAZIO) di platform Binance Launchpad.

Memungkinkan para penggemar untuk berpartisipasi dalam voting eksklusif, mendapatkan hadiah digital, dan terlibat lebih dekat dengan klub favorit mereka melalui ekosistem Web3 yang inklusif dan gamified.

Fan Token, Sebuah Kombinasi Kripto dan Sepak Bola

Selain sponsorship logo di jersey, banyak klub kini meluncurkan fan token berbasis blockchain yang memungkinkan fans ikut serta dalam polling resmi, mendapatkan hadiah eksklusif, hingga akses konten premium—tidak hanya itu, beberapa token juga memungkinkan para fans berpartisipasi dalam keputusan kecil klub.

Misalnya klub Juventus ($JUV), Lazio ($LAZIO), dan PSG ($PSG) yang sudah memiliki fan token resmi yang bisa diperdagangkan. 

Baca juga: Fan Token Sepak Bola Terbaik: Mengenal dan Memahami Risikonya

Dimana Bisa Beli Fan Token? 

Kamu bisa membeli fan token seperti Juventus ($JUV), PSG ($PSG), dan Lazio ($LAZIO) dan berbagai fan token sepakbola lainnya di Tokocrypto dengan aman dan mudah mulai dari Rp1.600 melalui beberapa langkah berikut.

  1. Unduh aplikasi Tokocrypto di Play Store atau Apps Store.
  2. Buat akun dan lakukan verifikasi KYC sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  3. Deposit saldo investasi via Bank, Virtual Account, atau E-Wallet.
  4. Masuk menu “Jual/Beli” dan pilih dari “IDR” ke “Fan Token” yang ingin kamu beli
  5. Kemudian masukkan nominal pembelian.

Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sama-Sama Digital, Apakah Robux Termasuk Kripto?

Popularitas Roblox sebagai platform game online telah melahirkan fenomena tersendiri melalui mata uangnya, yaitu Robux. Karena sama-sama berbentuk digital, apakah Robux bisa disebut sebagai aset kripto?

Artikel ini akan membahas perbedaan fundamental antara keduanya agar jelas bagi para gamer maupun investor.

Apa Itu Robux?

Robux adalah mata uang yang digunakan di dalam ekosistem game online Roblox. Robux digunakan untuk membeli berbagai item, aksesori, animasi, dan fitur premium di dalam game, termasuk konten buatan pengguna seperti game passes dan microtransactions.

Pengguna bisa memperoleh Robux dengan beberapa cara:

  • Membeli langsung di situs atau aplikasi Roblox
  • Berlangganan Roblox Premium untuk mendapatkan Robux bulanan
  • Menjual item digital atau game buatan di Roblox (khusus developer dan kreator

1 Robux Berapa Rupiah?

Harga Robux dalam Rupiah (IDR).

Berdasarkan harga resmi pembelian Robux di Indonesia, 1 Robux setara Rp149–Rp225 tergantung promo dan bundling paket yang dibeli. 

Misalnya, jika dihitung dari harga normal di ponsel dan konsol (App Store/Google Play) paket kecil 400 Robux seharga Rp90.000 setara sekitar Rp225 per Robux, sementara paket besar 22.500 Robux seharga Rp3.599.000 hanya sekitar Rp160 per Robux.

Namun, jika membeli melalui komputer, web resmi Roblox, atau gift card, pengguna akan mendapatkan bonus tambahan hingga 25% Robux. Dengan bonus ini, paket kecil 400 (+bonus 100) Robux seharga Rp90.000 jadi setara sekitar Rp180 per Robux, sedangkan paket besar 24.000 (+1.500) Robux seharga Rp3.599.000 jadi hanya sekitar Rp149 per Robux.

Tapi untuk para kreator, menurut laman resminya, Roblox memiliki kurs lain, yakni sekitar Rp40 per Robux bagi kreator yang ingin menukar hasil pendapatan dalam game ke Rupiah.

Jadi, jawaban untuk pertanyaan “1 Robux berapa rupiah?” adalah:

  • Harga normal App Store: Rp160–Rp225 per Robux.
  • Harga web/gift card dengan bonus: Rp149–Rp180 per Robux.
  • Untuk konversi kreator: Rp40 per Robux .

Baca juga: Roblox Semakin Populer, Bisakah Kripto Metaverse Comeback?

Fungsi Robux

Alat Transaksi dalam Ekosistem Roblox

Robux digunakan sebagai alat pembayaran utama di Roblox. Dengan Robux pemain bisa membeli pakaian, avatar, aksesori, hingga akses ke game premium.

Sarana Monetisasi Kreator dan Developer

Bagi kreator, Robux bukan hanya sekadar mata uang, melainkan sumber penghasilan. Mereka bisa menjual item atau pengalaman interaktif, lalu menukarkan Robux yang diperoleh dengan uang nyata melalui program Developer Exchange (DevEx) dengan saldo minimum 30.000 Robux.

Sebagai Cara Pengguna untuk Mendukung Kreator

Robux digunakan untuk membeli item atau layanan yang dibuat dan dijual oleh pengguna lain di dalam platform.

Apakah Robux Termasuk Aset Kripto?

Taksonomi Uang, berdasarkan “Central Bank Cryptocurrencies” oleh Morten Linnemann Bech & Rodney Garratt.

Meskipun sama-sama digital, Robux bukanlah aset kripto

Dalam klasifikasi keuangan digital, Robux termasuk kategori virtual currency, yaitu mata uang virtual yang hanya berlaku di dalam satu ekosistem tertentu dan sepenuhnya dikendalikan oleh perusahaan penyedia. 

Dalam hal ini, Robux hanya bisa digunakan di Roblox untuk membeli item, skin, atau akses game, tetapi tidak memiliki nilai di luar platform. Kurs Robux pun stabil karena mengikuti harga resmi yang ditetapkan Roblox Corporation.

Kripto di sisi lain, digolongkan sebagai cryptocurrency, yang dapat diperdagangkan, dikirim, dan berbasis teknologi blockchain. Nilainya bisa ditentukan oleh mekanisme supply dan demand seperti Bitcoin dan Ethereum, atau stabil seperti stablecoin yang dipatok ke aset tertentu (misalnya dolar AS).

Nah, jika kamu tertarik investasi di aset kripto, kamu bisa beli mudah dengan minimal deposit Rp50.000 di Tokocrypto tanpa biaya trading lho! Klik gambar di bawah ini untuk mulai investasi!

Kesimpulan

Robux memang mirip uang digital, tapi bukan kripto.

Kripto bisa diperdagangkan dan dikirim dengan teknologi blockchain yang aman dan transparan. Sedangkan Robux hanya bisa dipakai di dalam game Roblox dan semuanya diatur oleh satu perusahaan, tidak menggunakan teknologi seperti blockchain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

QTUM Tunjukkan Kekuatan Altcoin dengan Kenaikan 33%

Pasar kripto kembali dikejutkan dengan lonjakan tajam harga Qtum (QTUM) yang meroket lebih dari 33% dalam 24 jam terakhir.

Pada saat artikel ini ditulis, harga Qtum tercatat berada di level $3.27 per QTUM, dengan kapitalisasi pasar sebesar $346.26 juta dan volume perdagangan harian menembus $617.82 juta.

Kenaikan ini menempatkan Qtum kembali dalam radar investor sebagai salah satu altcoin yang menunjukkan performa kuat di tengah ketidakpastian pasar kripto global.

Kinerja Harga Qtum: Lonjakan Konsisten dalam Beberapa Bulan

Pergerakan harga Qtum dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan tren yang sangat positif.

  • Dalam 1 hari terakhir, harga naik sebesar +33.05% atau sekitar $0.81.
  • Dalam 30 hari terakhir, Qtum berhasil menguat +41.67% atau setara $0.96.
  • Dalam 60 hari terakhir, kenaikan semakin impresif dengan pertumbuhan +64.21% atau sekitar $1.28.
  • Dalam 90 hari terakhir, harga Qtum masih bertahan positif dengan lonjakan +49.01% atau $1.07.
Pergerakan harga QTUM (QTUM/USDT) pada Senin, 25 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga QTUM (QTUM/USDT) pada Senin, 25 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Naik 33%, QTUM Tunjukkan Kekuatan Altcoin di Tengah Volatilitas Pasar

Konsistensi kenaikan ini memperlihatkan bahwa momentum bullish Qtum tidak hanya terjadi dalam jangka pendek, melainkan terus terjaga dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

Faktor Pendorong Kenaikan Qtum

Ada beberapa faktor yang dapat menjelaskan mengapa Qtum mengalami lonjakan signifikan:

  1. Volume Perdagangan yang Tinggi
    Dalam 24 jam terakhir, Qtum mencatat volume perdagangan lebih dari $617 juta, hampir dua kali lipat dari kapitalisasi pasarnya saat ini. Tingginya aktivitas perdagangan menunjukkan minat yang kuat dari investor, baik ritel maupun institusional.
  2. Fundamental Jaringan yang Solid
    Qtum dikenal sebagai blockchain hybrid yang menggabungkan keamanan model UTXO Bitcoin dengan kapabilitas smart contract ala Ethereum. Kombinasi ini memberi Qtum keunggulan unik dalam hal fleksibilitas dan keamanan, sehingga banyak pengembang melihatnya sebagai alternatif menarik untuk membangun aplikasi terdesentralisasi (dApps).
  3. Pasokan yang Hampir Maksimal
    Dengan jumlah sirkulasi sebesar 105.78 juta QTUM dari total pasokan maksimum 107.82 juta QTUM, lebih dari 98% koin sudah beredar. Hal ini berarti tekanan inflasi dari penerbitan token baru relatif rendah, sehingga kenaikan harga lebih mudah terjadi ketika permintaan meningkat.
  4. Sentimen Pasar Altcoin
    Kenaikan Qtum juga didorong oleh tren altcoin rally yang belakangan ini mulai terlihat di pasar kripto. Investor yang mencari peluang di luar aset besar seperti Bitcoin dan Ethereum cenderung masuk ke altcoin dengan fundamental kuat, termasuk Qtum.

Analisis Teknis: Peluang dan Risiko

Dari sisi teknis, harga Qtum yang sempat menyentuh $3.46 dalam 24 jam terakhir menunjukkan adanya resistensi kuat di level tersebut.

Jika mampu menembus batas ini, peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju $4.00 cukup terbuka. Namun, koreksi jangka pendek tidak dapat dihindari mengingat kenaikan harga yang terlalu cepat berpotensi memicu aksi ambil untung.

Sementara itu, dukungan psikologis terdekat berada di level $3.00. Selama harga tetap bertahan di atas level ini, tren bullish masih terjaga.

Posisi Qtum di Pasar Kripto

Meski saat ini Qtum hanya berada di peringkat #157 dalam daftar kapitalisasi pasar kripto, lonjakan harga terbaru membuktikan bahwa proyek ini masih memiliki daya tarik tersendiri.

Dengan kapitalisasi pasar $346 juta, Qtum termasuk kategori mid-cap altcoin yang berpotensi tumbuh lebih jauh jika ekosistem pengembangannya berkembang pesat.

Namun, perlu dicatat bahwa harga Qtum masih jauh dari rekor tertingginya di level $106.88. Jarak yang begitu besar memberikan dua perspektif: peluang bagi investor jangka panjang, sekaligus peringatan bahwa risiko volatilitas tetap tinggi.

Baca Juga: Indeks Altcoin Season Masih di Angka 46, Pasar Kripto Didominasi Bitcoin

Lonjakan harga Qtum dalam 24 jam terakhir menjadi sinyal kuat bahwa altcoin ini kembali menarik perhatian pasar.

Dengan kenaikan konsisten dalam 30, 60, hingga 90 hari terakhir, Qtum memperlihatkan daya tahan yang jarang terlihat di tengah pasar kripto yang fluktuatif.

Fundamental teknologi yang solid, pasokan yang hampir maksimal, serta volume perdagangan tinggi menjadi faktor utama yang menopang reli ini.

Meski demikian, investor tetap harus mewaspadai potensi koreksi jangka pendek mengingat lonjakan harga yang terlalu cepat biasanya diikuti oleh aksi ambil untung.

Jika tren bullish ini berlanjut, Qtum berpotensi memperkuat posisinya di pasar kripto dan menjadi salah satu altcoin yang mampu mencuri perhatian di tahun ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Turun Lagi, Profit-Taking Hempaskan Bitcoin ke Level $113.000

Bitcoin (BTC), aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, kembali menunjukkan koreksi setelah beberapa pekan terakhir bertahan di level tinggi.

Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Senin (25/8), harga Bitcoin hari ini tercatat berada di level $113,241.51 per BTC, dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,254.77 miliar.

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin mengalami penurunan -1,6%, disertai volume perdagangan harian sebesar $75.77 miliar.

Kinerja Harga Terkini

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 25 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 25 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Laju Bitcoin Tertahan di Level $114K, Dampak Kebijakan Baru The Fed?

Dalam perdagangan harian, Bitcoin sempat menyentuh titik terendah di $111,060.54 sebelum kembali menguat tipis, sementara level tertinggi harian tercatat $115,226.44.

Meski koreksi saat ini masih relatif kecil, pergerakan ini menjadi perhatian pelaku pasar mengingat Bitcoin belum berhasil menembus kembali rekor tertingginya di $124,457.12.

Jika dilihat dalam rentang waktu lebih panjang, pergerakan harga Bitcoin menunjukkan tren yang beragam.

Dalam 30 hari terakhir, BTC mencatat koreksi sebesar -3,88%, sementara dalam 60 hari terakhir justru mengalami kenaikan +4,72%.

Adapun dalam kurun 90 hari, Bitcoin tetap berada di zona hijau dengan penguatan +3,7%. Data ini menggambarkan bahwa meskipun terjadi koreksi jangka pendek, tren menengah masih menunjukkan stabilitas.

Penyebab Penurunan Harga

Beberapa faktor utama menjadi penyebab turunnya harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir:

  1. Tekanan Makroekonomi Global
    Sentimen pasar global saat ini dipengaruhi oleh kebijakan bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve). Walaupun ada ekspektasi pemangkasan suku bunga di akhir tahun, pernyataan pejabat The Fed yang tetap berhati-hati membuat investor bersikap defensif. Ketidakpastian arah kebijakan moneter ini membuat pelaku pasar mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk kripto.
  2. Pengambilan Keuntungan (Profit-Taking)
    Setelah Bitcoin menyentuh level mendekati $115 ribu, banyak investor jangka pendek memutuskan untuk melakukan aksi ambil untung. Hal ini mendorong tekanan jual dalam jangka pendek sehingga harga terkoreksi.
  3. Fluktuasi Volume Perdagangan
    Meski volume perdagangan harian cukup tinggi, sekitar $75 miliar, fluktuasi signifikan pada arus masuk dan keluar dana dari bursa kripto turut memperlebar volatilitas harga. Investor institusional yang biasanya menahan harga tetap stabil, cenderung berhati-hati di tengah ketidakpastian ekonomi.
  4. Faktor Teknis
    Dari sisi teknikal, Bitcoin gagal menembus resistensi kuat di level $115 ribu–$116 ribu. Kegagalan ini memicu sinyal jual di kalangan trader, sehingga harga kembali terkoreksi ke bawah $113 ribu.

Posisi Bitcoin di Pasar Kripto

Meskipun tengah mengalami tekanan, Bitcoin tetap mempertahankan statusnya sebagai aset kripto terbesar dengan pangsa pasar 94,82% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

Saat ini, jumlah Bitcoin yang beredar mencapai 19,91 juta BTC, sehingga ruang pertumbuhan suplai semakin terbatas.

Sementara itu, kapitalisasi pasar Bitcoin yang menyentuh $2,248.97 miliar menegaskan dominasinya dibandingkan aset kripto lainnya.

Koreksi harga dalam jangka pendek belum mampu menggoyahkan posisi BTC sebagai barometer utama kesehatan pasar kripto global.

Prospek ke Depan

Dalam jangka pendek, Bitcoin diperkirakan masih akan menghadapi volatilitas tinggi seiring dengan ketidakpastian arah kebijakan The Fed dan dinamika makroekonomi global.

Jika suku bunga benar-benar diturunkan pada kuartal akhir 2025, hal ini berpotensi menjadi katalis positif bagi aset kripto.

Namun, investor juga perlu mewaspadai faktor teknikal, di mana level $111 ribu menjadi support penting yang harus dijaga.

Jika level ini ditembus, koreksi lebih dalam dapat terjadi. Sebaliknya, jika Bitcoin berhasil menembus kembali level $115 ribu, peluang menuju rekor tertinggi baru tetap terbuka.

Baca Juga: Bitcoin Kembali Menguat: Harga Tembus $115.900

Penurunan harga Bitcoin saat ini lebih banyak dipicu oleh faktor eksternal, terutama ketidakpastian kebijakan moneter AS dan aksi ambil untung investor.

Meski demikian, fundamental Bitcoin tetap solid dengan suplai terbatas, kapitalisasi pasar besar, dan minat investor institusional yang masih tinggi.

Dengan harga saat ini di kisaran $113 ribu, Bitcoin tetap berada pada level yang kuat secara historis, hanya terpaut sekitar 9% dari rekor tertingginya.

Koreksi jangka pendek dapat dilihat sebagai fase konsolidasi alami sebelum potensi pergerakan baru dalam beberapa bulan ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Roblox Semakin Populer, Bisakah Kripto Metaverse Comeback?

4 tahun yang lalu, istilah metaverse sempat menjadi buzzword yang mendominasi ruang diskusi teknologi dan kripto, kini kembali berkat Roblox. Dari raksasa teknologi hingga brand ternama, semua berlomba menciptakan dunia virtual yang diyakini sebagai masa depan internet. Namun, setelah hype tersebut meredup, fokus publik kini bergeser ke kecerdasan buatan (AI).

Menariknya, di tengah perubahan tren ini, Roblox justru terus melesat dan mencapai puncak popularitas baru. Platform game yang juga berfungsi sebagai ruang sosial ini berhasil menarik perhatian jutaan pemain di seluruh dunia, terutama anak muda.

Di sisi lain, proyek kripto berbasis gaming atau narasi metaverse dalam konteks kripto seakan semakin tenggelam dengan di tengah perkembangan AI yang semakin mencuri perhatian setiap harinya. 

Lalu bisakah hype Roblox memicu kembalinya narasi metaverse di pasar kripto? Mari kita ulas!

Roblox Tembus 100 Juta Pemain Harian

Pengguna aktif harian Roblox. Sumber: statista.com

Roblox baru saja merilis laporan kinerja kuartal kedua 2025 dengan hasil yang mengejutkan. Dimana  jumlah pemain aktif harian mencapai 111,8 juta, meningkat 41% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini bahkan lebih tinggi daripada pengguna aktif harian pada masa karantina COVID-19.

Meningkatnya jumlah pemain aktif ini juga membuat Roblox memproyeksikan pendapatan tahunannya menjadi USD 5,87–5,97 miliar. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa dunia virtual ala Roblox memiliki daya tarik ekonomi nyata, meski narasi metaverse kripto yang dulu sempat menghebohkan masih belum kembali menjadi arus utama.

Baca juga: 5 Altcoin Terbaik dengan Utilitas Nyata Berdasarkan Pendapatan Jaringan

Tren Roblox di Kalangan Anak Muda

Illustrasi mendaki gunung di Roblox. Sumber: youtube.com/@LUXXARIS

Roblox kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan digital generasi muda. Lebih dari 50% pengguna Roblox berusia di bawah 17 tahun, menjadikan Roblox bukan hanya tempat bermain, tetapi juga sarana berkreasi dan bersosialisasi seperti melakukan pendakian gunung secara virtual, hingga membangun identitas digital bagi para brand yang ingin lebih dekat dengan anak muda.

Sebut saja brand-brand seperti: Nike (Nike land), Spotify (Spotify Island), danGucci (Gucci Garden), bahkan brand lokal brand lokal pun banyak tap-in untuk lebih mendekatkan diri dengan anak muda secara interaktif.

Roblox nampalnya mulai bisa menutup celah antara dunia nyata dan virtual—sebuah konsep yang sangat identik dengan metaverse.

Roblox dan Metaverse

Konsep metaverse dipandang sebagai dunia digital tiga dimensi yang imersif, sosial, dan berkelanjutan, di mana pengguna dapat berinteraksi, bekerja, bermain, dan berkreasi layaknya di dunia nyata—namun melalui avatar atau identitas digital mereka. 

Dalam Roblox pengguna dapat menciptakan avatar, membeli item digital dengan mata uang Robux, berinteraksi, menghadiri konser virtual, hingga bekerja atau belajar. Dari semua fitur yang ditawarkan, bisa dikatakan Roblox muncul sebagai platform yang paling mendekati visi Metaverse.

Baca juga: Menggali Potensi Metaverse dalam Transformasi Industri Jasa Keuangan

4 Tahun yang Lalu, Narasi Metaverse Booming

Kenaikan pasar kripto metaverse.

Jika kita mundur ke tahun 2021–2022, dunia kripto sempat diguncang euforia metaverse yang dipicu oleh Facebook secara resmi mengganti nama perusahaannya menjadi Meta dan mengumumkan fokus besar pada pengembangan dunia virtual. 

Harga token dari proyek seperti Decentraland (MANA) dan The Sandbox (SAND) melonjak tajam, sementara brand global berbondong-bondong membuka kantor virtual. Dikutip dari Bloomberg, di tengah FOMO ini banyak perusahaan bahkan menunjuk “Chief Metaverse Officer” untuk menggarap strategi di dunia virtual.

Sayangnya, banyak perusahaan yang berinvestasi besar-besaran di metaverse pada 2022 tidak melihat return investasi dalam kembali dengan cepat. 

Sebagai gantinya, mereka mulai mengalihkan fokus ke kecerdasan buatan (AI), yang dinilai lebih praktis, cepat diadopsi, dan memberikan dampak bisnis yang lebih nyata. Meta, misalnya, mengalihkan miliaran dolar dari divisi metaverse ke proyek AI, menandai perubahan arah strategi teknologi secara global.

Dengan Hype Roblox, Bisakah Narasi Metaverse Kembali?

Semakin populernya Roblox membuka peluang menarik. Meski bukan berbasis blockchain, Roblox berhasil membuktikan bahwa konsep metaverse masih relevan. Dengan jumlah pemain yang masif dan ekosistem ekonomi internal yang tumbuh pesat, Roblox dapat menjadi contoh nyata bagaimana metaverse bisa berkembang secara organik.

Pertanyaannya, apakah Roblox bisa memicu kebangkitan narasi metaverse kripto?

Untuk menjawabnya, mari kita bandingkan dengan salah satu pemain utama di sektor metaverse berbasis blockchain, yaitu The Sandbox (SAND).

Menurut data terbaru dari MMOStat, jumlah pemain aktif harian The Sandbox (SAND) berada di kisaran 15.000 pengguna—angka yang jauh lebih kecil dibandingkan Roblox dengan lebih dari 111,8 juta. Sementara itu, laporan dari Messari menunjukkan bahwa pada kuartal pertama 2025, The Sandbox mencatat rata-rata 148,6 pembeli aktif harian untuk aset non-LAND dan 12,1 pembeli aktif harian untuk aset LAND (Aset virtual dalam The Sandbox).

Menariknya, aktivitas pembelian aset non-LAND melonjak tajam menjelang peluncuran Alpha Season 5, dengan puncaknya mencapai 10.906 pembeli harian. Menandakan bahwa komunitas Sandbox tetap aktif dan partisipatif setiap kali ada event baru.

Meskipun jumlah pengguna memang melonjak setiap kali ada event baru, tetapi Sandbox nampaknya masih tetap tertinggal jauh jika dibandingkan naiknya popularitas Roblox.

Dengan kata lain, hype Roblox membuktikan bahwa metaverse masih diminati, tapi belum cukup untuk menghidupkan kembali narasi metaverse kripto—setidaknya untuk saat ini. Apalagi, industri teknologi saat ini sedang terpukau oleh perkembangan AI, yang membuat perhatian publik dan investor tertuju ke sana.

Baca juga: Film Demon Slayer Ramai Dibajak, Bisakah Blockchain Jadi Solusi?

Penutup

Roblox jelas unggul dari sisi basis pengguna dan adopsi brand, namun Roblox belum menawarkan interoperabilitas, kepemilikan aset, atau ekonomi terbuka sebagaimana yang dijanjikan oleh metaverse berbasis Web3 seperti The Sandbox. 

Mungkin, inilah celah yang masih bisa dieksplorasi oleh proyek metaverse kripto untuk bangkit kembali di masa depan.

Jika kamu tertarik dengan proyek metaverse berbasis blockchain, kamu bisa melirik aset kripto seperti SAND, MANA, EGLD, dan masih banyak lagi—yang bisa kamu beli bebas biaya trading di Tokocrypto dengan minimal deposit Rp50.000.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.

Sumber:

Clow, Simone. “Is Roblox the Metaverse?” LinkedIn, 4 Maret 2024.

Evan Zakhary. “The Sandbox Q1 2025 Brief” Messari, 2025

Sumber gambar: Hypbeast.com



Sumber : news.tokocrypto.com

Film Demon Slayer Ramai Dibajak, Bisakah Blockchain Jadi Solusi?

Setelah penantian panjang dari para fans, Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – Infinity Castle Arc Chapter 1 akhirnya mampir ke layar lebar Indonesia mulai 15 Agustus 2025. Film ini menandai babak awal dari trilogi penutup kisah Tanjiro dan para Hashira dalam menghadapi musuh terbesar mereka: Muzan Kibutsuji.

Tayang perdana di Jepang dengan rekor box office yang mengesankan, Demon Slayer: Infinity Castle berhasil menjadi film terlaris ke-4 di Jepang. Dengan visual yang memukau dan alur cerita yang semakin menuju klimaks, film ini membawa hype tersendiri bagi kalangan pecinta anime.

Tapi dibalik semua hype dan capaian yang diraih oleh Demon Slayer: Infinity Castle—membuka juga dejavu yang terus berulang di industri anime: pembajakan.

Tak lama setelah tayang, potongan adegan beredar di internet, rekaman layar bioskop (CAMRip) muncul di situs ilegal, hingga link streaming bajakan tersebar melalui grup-grup di media sosial. 

Versi Bajakan yang Telah Ditonton Lebih dari 10 Juta Fans Secara Ilegal

Menurut laporan dari @Daily Dose of Anime, lebih dari 10 juta orang telah menonton Demon Slayer: Infinity Castle secara ilegal melalui situs bajakan dan media sosial. Jumlah yang sangat besar untuk film yang baru rilis satu bulan, jika kita estimasi menggunakan rata-rata harga tiket bioskop di Indonesia yang berkisar Rp40.000, 10 juta penonton ilegal berarti potensi kerugian mencapai Rp400 triliun bagi pihak studio dan kreator.

Lebih mengejutkan lagi, hanya di platform Facebook saja, unggahan film bajakan ini sudah mencapai lebih dari 2 juta tampilan dan terus bertambah seiring waktu. Artinya, meskipun meskipun sebelumnya pihak studio telah mengumumkan ancaman hukuman hingga 10 tahun penjara bagi siapa pun yang tertangkap mengunggah versi bajakan, konten ini masih tersebar luas di hampir semua situs streaming anime ilegal dan media sosial.

Masalah Klasik Pembajakan Intellectual Property (IP) dan Demon Slayer: Infinity Castle

Fenomena pembajakan intellectual property (IP) alias hak kekayaan intelektual bukan hal baru, tapi kasus Demon Slayer: Infinity Castle menyoroti kembali betapa rapuhnya ekosistem distribusi digital ketika antusiasme global bertemu dengan keterbatasan akses. Ada tiga akar masalah utama yang saling berkaitan hal tersebut:

Jeda Distribusi dan Antusiasme yang Tidak Bisa Menunggu

Film ini memulai debutnya di Jepang dengan gemilang, memecahkan rekor box office dan memicu gelombang antusiasme internasional. Namun, rilis globalnya dilakukan secara bertahap dengan jeda satu bulan untuk pasar Indonesia, hingga dua bulan untuk wilayah seperti Amerika dan Eropa.

Di era digital yang serba instan, penundaan seperti ini terasa seperti tidak adil bagi fans yang sudah siap menonton. Akibatnya, sebagian memilih jalur cepat dengan menonton versi bajakan.

Kontrol Digital yang Sulit Dilacak

Begitu satu file digital, entah rekaman bioskop atau rip dari platform streaming diunggah di internet, mencari sumbernya seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Sebab file digital tersebut bisa disalin ribuan kali dengan hasil salinan yang identik, sehingga sulit membedakan mana yang asli atau pertama kali diupload.

Ekosistem Pembajakan jadi Ladang Cuan

Situs bajakan bukan sekadar tempat berbagi file. Mereka telah menjadi ekosistem tersendiri, menghasilkan trafik tinggi, pendapatan iklan, bahkan donasi dari pengguna. Sementara itu, pihak yang seharusnya menerima imbal hasil seperti pihak studio, kreator, hingga distributor kehilangan potensi pendapatan. 

Baca juga: Heboh Royalti Musik! Bisakah Kripto dan Blockchain Jadi Solusinya?

Bagaimana Blockchain & Kripto Bisa Membantu Melindungi IP?

Pembajakan dalam bentuk CAMRip atau rekaman film ilegal dari layar bioskop menggunakan kamera tidak sepenuhnya dicegah oleh blockchain, karena masalahnya terjadi di dunia fisik, bukan digital. 

Tapi, meskipun blockchain tidak sepenuhnya bisa melindungi intellectual property (IP), blockchain bisa menjadi salah satu komponen yang dapat meminimalisir hal tersebut.

Secara teori, jika IP dibangun di atas teknologi blockchain, penegak hukum dapat lebih mudah melacak sumber kebocoran atau pihak yang menyebarkan konten ilegal. Sebab, setiap media atau karya digital bisa diberi token unik atau watermark yang tercatat di blockchain dan dapat diakses melalui smart contract.

Terkesan utopis, tetapi beberapa proyek berikut sudah mulai menerapkan hal tersebut lho!

Proyek Kripto dengan Tujuan Melindungi IP

Di tengah maraknya pembajakan digital, sejumlah proyek kripto hadir dengan misi khusus untuk melindungi Intellectual Property (IP) lewat teknologi blockchain. Setiap proyek menawarkan pendekatan berbeda, mulai dari manajemen hak cipta, distribusi konten, hingga insentif bagi kreator.

Sekuya (SKYA)

Sekuya (SKYA) merupakan proyek sebuah proyek berbasis komunitas yang mengusung Intellectual Property (IP) lokal Indonesia ke dalam dunia game dan metaverse terdesentralisasi. Kini, Sekuya telah bertransformasi menjadi ekosistem hiburan Web3 yang lengkap, dengan IP orisinal berupa karakter, webtoon, dan musik yang saling terhubung dalam satu universe terdesentralisasi.

Baca juga: Sekuya dan Kebangkitan IP Lokal Indonesia di Jagat GameFi

Pudgy Penguins (PENGU)

Pudgy Penguins (PENGU)  awalnya berupa NFT di blockchain Ethereum yang telah meraih lebih dari 50 miliar tampilan di media sosial dan menempatkan mainannya di rak-rak Walmart dan Target. Dengan miliki NFT pengu secara tidak langsung setiap pemegang NFT mendapat hak penuh atas Intellectual Property (IP) dari karakter penguin yang mereka miliki.

MovieBloc (MBL)

MovieBloc (MBL) adalah sebuah proyek blockchain yang punya misi besar untuk mengatasi masalah dominasi industri film oleh bioskop besar dan layanan hiburan rumah. Dengan teknologi blockchain, pembuat film bisa mendapatkan pembagian pendapatan yang transparan. Sementara itu, penonton dapat mengakses berbagai film independen, sekaligus berkontribusi pada ekosistem dengan membuat subtitle, memberikan kurasi, hingga membantu promosi dengan imbalan token.

Kesimpulan

Kasus Demon Slayer: Infinity Castle membuktikan bahwa pembajakan masih jadi masalah serius. Lebih dari 10 juta penonton ilegal yang berpotensi memberikan kerugian ratusan miliar. Meski blockchain tidak bisa menghentikan pembajakan sepenuhnya, teknologi ini bisa membantu memperkuat perlindungan IP melalui lisensi digital, NFT tiket, dan watermark.

Jika kamu ingin mendukung ekosistem blockchain yang melindungi karya kreator, kamu bisa menjelajahi dan investasi ke berbagai proyek blockchain yang berhubungan dengan IP secara legal melalui Tokocrypto dengan deposit mulai dari Rp50.000 disini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Sumber gambar ©Koyoharu Gotoge : SHUEISHA, Aniplex, ufotable.



Sumber : news.tokocrypto.com