Tag Archives: cryptocurrency

Perbedaan Swing Trading, Day Trading, dan Scalping: Mana yang Paling Menguntungkan?

Saat melakukan trading, banyak strategi yang bisa digunakan tergantung pada time frame, risiko, dan tujuan. Pemilihan strategi yang tepat dapat berpengaruh besar terhadap hasil trading, baik dari sisi profit maupun manajemen risiko.

Beberapa strategi yang sering digunakan oleh trader adalah Swing Trading, Day Trading, dan Scalping. Ketiga strategi ini memiliki karakteristik dan pendekatan yang berbeda—mulai dari durasi posisi yang diambil, tingkat aktivitas trading, hingga potensi keuntungan dan risiko yang dihadapi.

Lalu apa perbedaan dari ketiga strategi ini dan mana yang paling menguntungkan? Simak ulasannya di bawah ini.

 Apa Itu Swing Trading, Day Trading, dan Scalping?

Sebelum mempelajari lebih dalam mengenai apa itu Swing Trading, Day Trading, dan Scalping, mari kita pelajari terlebih dahulu pengertian dari ketiga strategi trading tersebut.

  • Swing trading: Swing trading merupakan strategi trading di mana trader mempertahankan posisinya dalam jangka waktu hitungan hari hingga minggu.
  • Day trading: Day trading merupakan strategi trading di mana trader membuka dan menutup posisi di hari yang sama.
  • Scalping: Scalping merupakan strategi trading di mana trader membuka dan menutup posisi dalam hitungan detik hingga menit

Perbandingan Swing Trading, Day Trading, dan Scalping

Gaya Trading Time Frame Durasi Posisi Frekuensi Transaksi Fokus
Swing Trading 4 Jam – 1 Minggu Beberapa Hari hingga Minggu Beberapa per minggu Tren jangka menengah
Day Trading 15 Menit – 1 Jam Beberapa Jam (dalam satu hari) 1 – 5 transaksi per hari Menangkap pergerakan harga dalam satu hari perdagangan
Scalping 1 – 5 Menit Beberapa detik hingga menit Puluhan per hari Eksekusi cepat dalam hitungan menit.

Swing Trader

Trader dengan strategi ini menunggu peluang besar dengan menahan posisi dalam jangka menengah, biasanya beberapa hari hingga minggu. Mereka mencari momen di mana harga mengalami perubahan tren atau reversal yang signifikan, memanfaatkan pergerakan yang lebih luas dibandingkan scalping atau day trading.

Biasanya para trader yang menggunakan strategi swing trading mereka menggunakan time frame di H4 – Daily Weekly untuk melihat tren lebih luas tanpa gangguan noise dari pergerakan kecil.

Frekuensi entry yang mereka lakukan juga tidak terlalu sering, hanya membuka posisi saat ada sinyal kuat bahwa tren akan berlanjut atau mengalami reversal.

Day Trading

Day Trading berada di antara Swing Trading dan Scalping dalam hal durasi dan pendekatan. Seorang day trader membuka dan menutup posisi dalam satu hari perdagangan, tanpa membiarkan posisi terbuka hingga hari berikutnya.

Mereka mencari keuntungan dari pergerakan harga jangka pendek, tetapi dengan risiko yang lebih terkendali dibandingkan scalping.

Biasanya para trader yang menggunakan strategi day trading memantau pasar menggunakan time frame M15 hingga H1 (15 menit – 1 jam), namun tidak jarang juga menggunakan H4 untuk konfirmasi tren.

Frekuensi entry dari day trading lebih sedikit sedikit dibandingkan scalping, tetapi lebih sering daripada swing trading. Hal ini karena day trading memiliki tidak menunggu membentuk besar yang berlangsung berhari-hari seperti swing trading, namun tidak juga menangkap pergerakan harga mikro seperti scalping. Bisa dibilang day trading ini berada di tengah-tengah swing trading dan scalping.

Scalping

Scaling berfokus pada keuntungan kecil pergerakan harga mikro, dengan frekuensi transaksi tinggi dalam waktu singkat. Seorang trader yang melakukan scalping bisa masuk dan keluar pasar berkali-kali dalam sehari, mengeksploitasi fluktuasi harga yang terjadi dalam hitungan detik hingga menit.

Time frame yang biasa digunakan adalah M1 – M5 ( 1-5 menit) karena strategi ini membutuhkan reaksi cepat terhadap pergerakan harga.

Frekuensi dari scalping ini sangat tinggi, bahkan bisa mencapai puluhan hingga ratusan kali buka posisi dalam sehari untuk mendapatkan target profit kecil namun sering.

Keuntungan dan Kekurangan

Swing Trading

Keuntungan Kekurangan
Tidak perlu memantau pasar sepanjang hari. Risiko pergerakan harga saat tidak memperhatikan pasar karena posisi ditahan semalaman atau lebih.
Potensi keuntungan besar jika berhasil menangkap tren yang kuat. Perlu kesabaran ekstra karena posisi bisa berlangsung beberapa hari.
Cocok untuk trader dengan waktu terbatas, seperti pekerja kantoran. Perlu pemahaman kombinasi teknikal dan fundamental yang baik.

Day Trading

Keuntungan Kekurangan
Semua posisi ditutup di hari yang sama, menghindari risiko saat tidak memperhatikan harga seperti saat tidur atau beraktivitas. Butuh waktu dan fokus tinggi selama jam trading berlangsung.
Banyak peluang harian untuk mendapat profit dari pergerakan jangka pendek. Risiko kehilangan besar jika tidak disiplin.
Cocok untuk trader aktif yang senang membaca pasar. Rentan terhadap emosi karena harus membuat keputusan cepat.

Scalping

Keuntungan Kekurangan
Potensi profit cepat dari banyak transaksi kecil. Sangat melelahkan dan menuntut fokus penuh.
Risiko per porsi kecil karena target profit dan loss ketat. Spread dan biaya transaksi bisa menggerus keuntungan jika tidak efisien.
Tidak tergantung arah tren jangka panjang, bisa profit di pasar datar. Tidak cocok untuk trader yang mudah stres atau impulsif.

Koin Kripto yang Cocok untuk Swing Trading, Day Trading, dan Scalping

Swing Trading

Koin dengan likuiditas tinggi dan tren yang lebih stabil, akan sangat cocok untuk swing trading, contohnya seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH) dan PaxGold (PAXG).

Day Trading

Koin dengan likuiditas tinggi namun tidak terlalu volatil bisa menjadi opsi untuk day trading, seperti Bitcoin (BTC), BNB, Ethereum (ETH), dan berbagai koin dengan kapitalisasi pasar besar serta menengah lain.

Scalping

Agar bisa memanfaatkan pergerakan harga dalam waktu singkat, koin yang digunakan untuk scalping biasanya koin dengan volatilitas sangat tinggi, seperti meme coin. Contohnya seperti FARTCOIN, Pepe, BONK, dan meme coin lainnya. 

Contoh koin yang cocok untuk digunakan baik swing trading, day trading, maupun scalping bisa kamu tradingkan dengan mudah mulai dari deposit Rp20.000 saja di Tokocrypto lho!

Banyak fitur yang bisa kamu gunakan untuk  mendukung trading kamu, seperti Limit Order, OCO, dan beli atau jual instan. Klik di sini untuk mulai trading di Tokocrypto.

Mari Pahami Lebih Mudah dengan Analogi

Swing trader mirip seperti pemancing yang sabar, menunggu ikan besar datang dan menangkapnya pada waktu yang tepat.

Day trader, di sisi lain, mirip dengan nelayan yang berburu ikan di lautan dan menangkap ikan beberapa kali dalam satu hari sebelum akhirnya kembali ke daratan.

Scalper lebih seperti nelayan yang menggunakan jaring kecil, menangkap ikan kecil sebanyak mungkin dalam waktu singkat.

Masih bingung perbedaannya? Gabung komunitas Tokocrypto di Telegram dan buka diskusi hingga tanya jawab santai bareng ribuan trader lainnya GRATIS! Daftar di sini: https://t.me/TokocryptoOfficial

Mana yang Paling Menguntungkan?

Tidak ada strategi trading yang benar-benar unggul dalam segala situasi karena setiap pendekatan memiliki kelebihan dan kekurangan yang bergantung pada gaya trading, toleransi risiko, dan kondisi pasar.

Jika kamu seorang pekerja kantoran dengan waktu terbatas, Swing Trading bisa jadi pilihan karena kamu hanya perlu memantau pasar sesekali dan menahan posisi dalam jangka menengah.

Untuk kamu yang punya fleksibilitas waktu dan bisa menganalisis pasar setiap hari, Day Trading memungkinkanmu memanfaatkan pergerakan harian tanpa harus memegang posisi terlalu lama.

Dan jika kamu ingin melakukan trading cepat dengan eksekusi instan dan sering, serta siap menghadapi tekanan tinggi, maka Scalping bisa jadi strategi yang cocok.

Sudah yakin dengan strategi yang akan kamu gunakan untuk melakukan trading? Yuk, mulai perjalanan trading kamu bareng Tokocrypto mulai dari Rp20.000 aja! Download aplikasinya sekarang di sini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin di Atas $ 48.000, Langkah Awal Raih ATH?

Dini hari tadi (29/03), harga BTC berhasil menyentuh $ 48.000 untuk pertama kalinya. Investor bersemangat menyambut reli tersebut dan menyebut kenaikan harga kali ini sebagai langkah awal bagi Bitcoin untuk kembali meraih All time high.

Data dari TradingView menunjukkan bahwa setelah jeda singkat di dekat support $ 47.000 pada awal perdagangan Senin kemarin, gelombang pembelian sorenya membantu mengangkat BTC di atas $ 48.000 dan bull mengidentifikasi $52.000 sebagai pemberhentian berikutnya.

Pergerakan Harga Bitcoin

Melihat narasi bullish terus mengumpulkan momentum pada aset, berikut adalah beberapa analisis harga Bitcoin selanjutnya.

Baca Juga: Ukraina Rilis Koleksi NFT “Museum of War” Momen Penting dalam Perang

Analisis Harga BTC Setelah Menembus $ 48.000

Pandangan pertama ke mana harga BTC akan berlabuh setelah level ini disediakan oleh analis yang berbasis di Twitter bernama panggung Nunya Bizniz.

Ia memposting grafik berikut yang menguraikan kemungkinan pergerakan BTC di atas $ 54.500.

Pergerakan Harga BTC prediksi Nunya Bizniz

“Target pergerakan terukur dari penembusan dari segitiga naik. Kesana?” katanya.

Pandangan serupa diungkapkan oleh analis teknikal bernama Crypto Yoddha, yang memposting grafik berikut.

Ia menyoroti penerobosan yang bagus dari struktur bearish tersebut.

Crypto Yoddha berkata, “Entah pullback (penurunan harga sementara) yang tepat untuk menguji ulang penembusan atau harga akan terus mendorong lebih tinggi untuk mencapai level tertinggi yang sama di $ 52.000.

Baca Juga: Puncak Harga Tertinggi 3 Bulan, Bitcoin Sentuh 46.500 Dollar

Wawasan lebih lanjut tentang pergerakan harga BTC di hari Senin diungkap oleh analis berbasis Twitter lainnya bernama panggung filbfilb.

Ia memposting grafik berikut yang menunjukkan penutupan mingguan kuat oleh Bitcoin dengan harga di atas indikator WMA-20 dan DMA-50/100.

Sementara itu, kapitalisasi pasar cryptocurrency keseluruhan sekarang mencapai $ 2,168 triliun dan tingkat dominasi Bitcoin adalah 42,1%. Pergerakan harga BTC juga terpantau aman sejauh ini.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Meroket, Harga Bitcoin Tembus Rekor Baru $110.000

Bitcoin kembali mencetak sejarah dengan menembus harga tertinggi sepanjang masa di atas $110.000 (sekitar Rp1,6 miliar).

Peningkatan harga Bitcoin yang cukup siginifikan ini didorong oleh lonjakan minat institusional, dukungan regulasi yang semakin jelas, dan ketidakpastian ekonomi global yang mendorong investor mencari aset lindung nilai alternatif.

Lonjakan Harga dan Faktor Pendorong

Pada 21 Mei 2025, Bitcoin mencapai puncak baru di $110.524, melampaui rekor sebelumnya yang dicapai awal tahun ini. Kenaikan ini didorong oleh beberapa faktor utama:

  • Minat Institusional yang Meningkat: Perusahaan-perusahaan besar seperti MicroStrategy terus menambah kepemilikan Bitcoin mereka. MicroStrategy kini memegang lebih dari 439.000 BTC, senilai lebih dari $45 miliar, menunjukkan kepercayaan jangka panjang terhadap aset digital ini.
  • Dukungan Regulasi di AS: Pemerintahan Presiden Donald Trump telah menunjukkan dukungan terhadap industri kripto, termasuk rencana pembentukan “Strategic Bitcoin Reserve” dan kemajuan legislasi seperti Genius Act yang bertujuan mengatur stablecoin.
  • Arus Masuk ke ETF Bitcoin: ETF Bitcoin seperti iShares Bitcoin Trust dari BlackRock telah menarik arus masuk signifikan, dengan lebih dari $6,5 miliar dalam sebulan terakhir, mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor institusional.

Baca Juga: RUU Cadangan Bitcoin Texas Lolos Pembacaan, Segera Disahkan?

Bitcoin sebagai Aset Lindung Nilai

Ketidakpastian ekonomi global, termasuk penurunan peringkat kredit AS dan kekhawatiran inflasi, telah mendorong investor mencari aset alternatif.

Bitcoin, dengan suplai terbatas sebesar 21 juta koin, dipandang sebagai “emas digital” yang dapat melindungi nilai kekayaan dari devaluasi mata uang fiat.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 22 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 22 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Prediksi dan Prospek Masa Depan

Para analis optimis terhadap prospek Bitcoin ke depan. Beberapa bahkan memprediksi harga Bitcoin dapat mencapai $160.000 pada akhir 2025 dan berpotensi mencapai $1 juta pada 2030, seiring dengan meningkatnya adopsi institusional dan dukungan regulasi.

Kenaikan harga Bitcoin yang signifikan mencerminkan perubahan besar dalam lanskap keuangan global, di mana aset digital semakin diterima sebagai bagian dari portofolio investasi institusional.

Dengan dukungan regulasi yang semakin jelas dan minat yang terus tumbuh, Bitcoin tampaknya akan terus memainkan peran penting dalam sistem keuangan masa depan.

Baca Juga: Bitcoin Tembus $107.000, Rekor Tertinggi Sepanjang Masa Semakin Dekat


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Cara Analisis Fundamental Crypto untuk Pemula

Analisis fundamental merupakan salah satu cara yang digunakan oleh investor dan trader untuk menentukan nilai intrinsik suatu aset.

Sama seperti dalam investasi pada umumnya, melakukan analisis fundamental dalam investasi crypto juga sangat penting dilakukan sebelum memutuskan untuk menginvestasikan dana yang kita miliki pada suatu proyek.

Lalu bagaimana cara untuk melakukan analisis fundamental untuk menilai proyek crypto tersebut layak untuk diinvestasikan atau tidak? Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa Analisis Fundamental Crypto?

Analisis fundamental adalah proses analisa proyek crypto untuk menilai dari sisi intrinsik guna menentukan apakah proyek crypto tersebut memiliki nilai yang terlalu tinggi (overvalued) atau terlalu rendah (undervalued).

Hasil dari penilaian ini biasanya tidak akan sama dengan dengan nilai aset yang ada di pasar. Dalam hal ini bisa diartikan sebagai berikut:

  • Jika nilai intrinsik > harga pasar, proyek dianggap undervalued (bernilai lebih tinggi dari yang dihargai pasar).
  • Jika harga pasar > nilai intrinsik, proyek bisa jadi overvalued (harga naik karena hype, bukan karena fundamental yang kuat).

Misalnya, kamu melakukan analisa fundamental terhadap suatu proyek crypto dan menemukan bahwa proyek crypto tersebut memiliki tokenomics yang meragukan, seperti mekanisme distribusi yang tidak transparan dan pasokan token yang terkunci dalam jumlah besar tanpa penjelasan jelas. 

Kamu menemukan hal tersebut bisa menjadi indikasi bahwa proyek tersebut memiliki risiko manipulasi harga oleh early investors atau tim internal. 

Di sini lain, meskipun komunitas dari proyek crypto tersebut terlihat aktif di media sosial, banyak engagement yang berasal dari akun-akun baru atau bot, bukan dari pengguna asli yang benar-benar memahami proyek. Diskusi di forum juga tidak jauh dari membahas harga naik atau iming-iming to the moon yang  lebih mengandalkan hype daripada inovasi nyata.

Sehingga kamu menyimpulkan bahwa proyek crypto tersebut adalah overvalued.

Baca juga: Apa Itu Analisis Fundamental (FA)? – Tokocrypto News

Kenapa Analisis Fundamental Crypto itu Penting?

Dengan memahami bagaimana nilai intrinsik dari suatu proyek crypto yang kamu investasikan kamu bisa lebih percaya diri dan yakin, sehingga bisa membawa ketenangan dalam perjalanan investasi yang kamu lalui nantinya.

Misalnya, dalam kondisi volatilitas ekstrem, seperti penurunan tajam, investor yang memiliki keyakinan kuat (conviction) terhadap fundamental aset tidak akan mudah panik. Sebaliknya, mereka melihat penurunan harga sebagai peluang untuk membeli aset dengan valuasi yang lebih menarik, daripada merasa cemas dan terburu-buru menjual.

Selain itu dengan memahami fundamental dari proyek crypto yang kamu investasikan juga bisa memberikan beberapa manfaat lain lain seperti:

  • Membedakan proyek yang sekadar hype dan yang memiliki nilai nyata: Analisis fundamental membantu mengidentifikasi apakah proyek memiliki teknologi, ekosistem, dan penggunaan yang berkelanjutan, atau hanya sekadar tren sementara.
  • Menghindari Manipulasi dan Rugi Pull: Banyak proyek crypto yang terlihat menarik tetapi memiliki tokenomics yang buruk, developer anonim, atau ekosistem tidak berkembang. Dengan analisis fundamental, investor bisa menghindari proyek yang rawan manipulasi dan hanya bergantung pada spekulasi harga.
  • Menilai jangka waktu investasi proyek crypto: Dengan memahami tokenomics, developer, dan keaktifan komunitas, bisa membantu investor menentukan potensi jangka pendek atau panjang ke depannya.

Sebelum mengevaluasi proyek crypto secara fundamental, pastikan kamu menggunakan bursa terpercaya seperti Tokocrypto yang terdaftar resmi sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) di Bappebti, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi.

Mulai trading dari Rp1.700 dan nikmati berbagai fitur trading mulai dari Limit Order, Stop-Limit, OCO, dan fitur Beli/Jual instan yang memudahkan kamu trading dengan mudah dan murah, tanpa harus bayar biaya trading.

Baca juga: Cara Menggunakan Sinyal Trading di Aplikasi Tokocrypto dengan Limit, Stop-Limit, OCO, dan Beli/Jual – Tokocrypto News

Langkah Melakukan Analisis Fundamental Crypto

Berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk memahami fundamental dari suatu proyek crypto yang ingin kamu investasikan:

Memahami Whitepaper

Whitepaper adalah dokumen yang biasanya dirilis oleh developer proyek crypto sebagai panduan bagi publik, pengguna, dan investor yang ingin memahami lebih dalam perihal informasi teknis dari proyek crypto tersebut.

Biasanya isi dari whitepaper menjelaskan tentang:

  • Tujuan proyek: menjelaskan masalah yang ingin diselesaikan oleh proyek crypto.
  • Mekanisme dan teknologi yang digunakan: menjelaskan bagaimana memecahkan masalah dengan teknologi blockchain digunakan.
  • Tokenomics dan sistem ekonomi: menjelaskan mulai dari total supply, distribusi token, dan mekanisme inflasi/deflasi
  • Roadmap dan realisasi jangka panjang: Biasanya menjelaskan roadmap yang ingin dicapai, kamu bisa bandingkan pencapaiannya apakah sesuai atau tidak.

Contoh whitepaper:

Bitcoin (BTC) – “Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System” : Ditulis oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2008 bertujuan untuk menciptakan sistem pembayaran elektronik peer-to-peer yang memungkinkan transaksi langsung tanpa perantara seperti bank.

Ethereum (ETH) – “Ethereum: A Next-Generation Smart Contract and Decentralized Application Platform” : Ditulis oleh Vitalik Buterin pada tahun 2014 bertujuan untuk menciptakan platform blockchain yang lebih fleksibel dengan dukungan smart contract dan aplikasi terdesentralisasi (dApps).

Solana (SOL) “Solana: A new architecture for a high performance blockchain” : Dikembangkan oleh Anatoly Yakovenko untuk menciptakan blockchain berkecepatan tinggi dengan throughput tinggi dan biaya transaksi rendah.

Memahami Tokenomics

Tokenomics adalah salah satu aspek paling fundamental dalam analisis proyek crypto. Ini mencakup mekanisme ekonomi di balik sebuah token, termasuk supply dan demand, distribusi, serta inflasi atau deflasi.

Memahami tokenomics membantu investor menentukan apakah suatu token memiliki model ekonomi yang berkelanjutan atau hanya bergantung pada hype sesaat.

Berikut beberapa faktor yang harus kamu perhatikan saat melakukan analisis tokenomics:

  • Pelajari utilitas aset crypto: Proyek crypto biasanya memiliki utilitas token atau coin yang berbeda-beda. Token yang memiliki fungsi nyata biasanya memiliki permintaan lebih tinggi karena meningkatkan permintaan dari para pengguna jaringan.
  • Model distribusi: Pelajari model distribusi untuk menghindari manipulasi, beberapa model umum yang sering digunakan: Initial Coin Offering (ICO), Mining, Staking, Airdrop. Jika distribusi token tidak transparan atau sebagian besar token dipegang oleh tim atau investor awal, proyek bisa berisiko manipulasi harga oleh kelompok kecil.
  • Pelajari sistem inflasi atau deflasi dalam tokenomics: Cari tahu apakah proyek crypto memiliki suplai fixed seperti Bitcoin, atau memiliki inflasi dan deflasi. Jika proyek tidak memiliki kontrol yang jelas terhadap inflasi, maka nilai token bisa terus menurun seiring bertambahnya suplai.

Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Tokenomics dan Mengapa Ini Penting?

Pelajari Background Developer

Peran developer dalam proyek crypto sangatlah besar, banyak proyek-proyek crypto baru yang menjadi proyek crypto besar karena developer tersebut dipandang sebagai pesohor pada proyek sebelumnya.

Ini membuktikan bahwa investor tidak hanya berinvestasi pada ide besar dari proyek, namun juga kredibilitas dari developer di balik proyek tersebut.

Contohnya adalah Polkadot, sebuah proyek crypto yang dibangun oleh Gavin Wood, salah satu pendiri Ethereum. Kredibilitasnya membantu Polkadot mendapatkan kepercayaan dari komunitas dan institusi besar.

Perhatikan beberapa hal berikut saat kamu mempelajari background dari developer proyek crypto:

  • Riwayat Developer: Sebelum berinvestasi, penting untuk memeriksa apakah tim developer memiliki rekam jejak keberhasilan dalam proyek-proyek blockchain sebelumnya.
  • Evaluasi Track Record Developer: Developer yang terkenal pernah melakukan manipulasi, scam, atau bahkan rugpull pada suatu proyek crypto sebelumnya tentu akan sulit mendapat perhatian para investor baru dan dapat mempengaruhi kelangsungan proyek ke depannya.
  • Transparansi Developer: Untuk melakukan pengecekan latar belakang dari tim developer tentunya membutuhkan transparansi, biasanya developer yang mengungkap identitasnya secara publik (Doxed), lebih dipercaya oleh investor karena mereka memiliki akuntabilitas dan bisa dimintai pertanggung jawaban.

TVL Total Value Locked (TVL)

Total Value Locked (TVL) adalah metrik yang menunjukkan jumlah total aset yang dikunci atau di-stake dalam ekosistem DeFi (Decentralized Finance) di suatu blockchain atau platform.

TVL ini bisa jadi salah satu indikator untuk menentukan apakah nilai dari proyek crypto tersebut undervalued atau overvalued. 

Mengapa TVL Penting dalam Analisis Fundamental?

  • Menunjukkan kepercayaan investor → Semakin tinggi TVL, semakin banyak aset yang dikunci oleh investor, menunjukkan kepercayaan mereka terhadap proyek.
  • Indikator kesuksesan ekosistem DeFi → TVL yang tinggi sering dikaitkan dengan blockchain yang memiliki aplikasi DeFi yang populer dan digunakan secara luas.
  • Menentukan stabilitas proyek → Blockchain dengan TVL tinggi biasanya memiliki likuiditas yang lebih kuat dan ekosistem yang berkembang.
  • TVL sebagai indikator utama sentimen pasar → Kenaikan TVL sering kali menjadi sinyal bullish dalam pasar crypto karena mencerminkan peningkatan kepercayaan dan keterlibatan pengguna dalam ekosistem DeFi.

Untuk melakukan analisis TVL dari proyek crypto yang ingin kamu investasikan, kamu bisa menggunakan platform seperti Defillama.

Komunitas & Engagement

Komunitas memainkan peran krusial dalam keberlangsungan proyek crypto. Tidak hanya sebagai pengguna, komunitas juga berperan sebagai penggerak ekosistem, memastikan berkembang secara organik.

Proyek crypto yang ramah bagi pemula biasanya memiliki komunitas yang suportif dan bersedia membantu kamu memahami proyeknya. Jangan ragu untuk bergabung lebih dulu, amati bagaimana interaksi di dalamnya, dan ajukan pertanyaan sebelum memutuskan untuk berinvestasi. 

Selain itu, ada beberapa alasan kenapa komunitas dan engagement menjadi penting:

  • Investor awal yang percaya pada proyek seringkali berperan sebagai penengah, lalu menyebarkan informasi dan meningkatkan kesadaran tentang manfaat ekosistem tersebut.
  • Komunitas yang kuat membantu proyek menarik lebih banyak pengguna dan investor, menciptakan siklus pertumbuhan alami tanpa perlu pemasaran agresif.
  • Komunitas yang aktif dan vokal seringkali menunjukkan proyek yang memiliki daya tahan dalam jangka panjang.
  • Jika komunitas mulai meninggalkan proyek, itu bisa menjadi tanda bahwa proyek mengalami stagnasi atau kehilangan kepercayaan.
  • Peran komunitas semakin penting dalam era Web3, di mana proyek berbasis DAO (Decentralized Autonomous Organization) bergantung pada keputusan kolektif dari anggotanya.

Dogecoin menjadi salah satu contoh nyata pentingnya komunitas dalam proyek crypto, di mana pada awalnya Dogecoin tidak memiliki roadmap yang jelas, tetapi tetap bertahan karena daya tarik komunitasnya yang kuat.

Cara untuk menilai apakah komunitas tersebut aktif dan berperan besar terhadap perkembangan proyek atau tidak, bisa kamu lakukan dengan menggunakan platform yang menyediakan analisis sentimen sosial dan aktivitas komunitas seperti Lunar Crush, dan Santiment.

Baca juga: 5 Meme Coin Populer 2025 Berdasar Interaksi Media Sosial – Tokocrypto News

Itu dia beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menentukan fundamental proyek crypto yang kamu ingin investasikan. Semoga penjelasan ini membantu kamu dalam mengambil keputusan investasi dengan lebih lebih baik ya!

Masih bingung dan ingin bertanya seputar investasi crypto? Gabung sekarang ke grup Telegram Tokocrypto, yuk!

Di sana kamu bisa belajar dan bebas bertanya seputar investasi crypto, trading dan sub-grup khusus untuk pemula yang bakal ada konten pembelajaran setiap harinya lho! Klik di sini untuk gabung sekarang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kenapa Banyak Institusi Mulai Masuk Industri Crypto? Ternyata Ini Alasannya

Dalam beberapa tahun terakhir, lanskap investasi global mengalami pergeseran besar. Salah satu perubahan paling mencolok adalah masifnya arus masuk dana institusi ke dunia kripto. Jika dulu kripto identik dengan investor ritel dan early adopter teknologi, sekarang institusi seperti bank besar, hedge fund, sehingga perusahaan publik mulai masuk dengan serius ke dalam ranah kripto.

Masuknya institusi ke kripto ini bukan hanya menandakan pergeseran tren, tapi juga mencerminkan pengakuan bahwa aset digital dan teknologi blockchain merupakan bagian tak terpisahkan dari industri keuangan masa depan. 

Berikut beberapa alasan kenapa institusi besar mulai masuk dan berinvestasi di industri kripto.

Crypto Sebagai Transformasi Keuangan Global

Salah satu pemahaman paling mendasar yang mulai berubah di kalangan institusi adalah persepsi terhadap blockchain.

Jika sebelumnya mereka hanya melihat Bitcoin sebagai “emas digital”, sekarang fokus telah bergeser ke blockchain sebagai infrastruktur dasar keuangan modern.

Menurut laporan dari Zodia Custody, kripto sudah tidak lagi dianggap sekadar aset spekulatif, melainkan pondasi untuk membangun sistem keuangan baru yang lebih efisien, transparan, dan meng-global.

Baca juga: Tokocrypto Prestige: Solusi Eksklusif untuk VIP & Institusi

Institusi kini tak hanya membeli crypto sebagai aset, tapi juga membangun layanan di atas blockchain: seperti solusi pembayaran lintas negara, sistem penyelesaian transaksi yang instan, tokenisasi aset nyata, hingga platform kustodian.

Mereka mulai melihat peluang dalam tokenisasi real estate, obligasi, dan bahkan aset budaya, yang memungkinkan fragmentasi kepemilikan, meningkatkan likuiditas, dan memperluas akses investor.

Contohnya, perusahaan seperti MicroStrategy di Amerika dan Metaplanet di Jepang yang telah berhasil memanfaatkan strategi ini dalam treasury management mereka.

Kenaikan grafik saham MicroStrategy setelah memasukan Bitcoin ke dalam portofolionya. Sumber: Tradingview.

Bahkan sejak MicroStrategy pertama kali membeli Bitcoin pada Agustus 2020, sahamnya telah mengalami kenaikan luar biasa, hingga awal tahun 2025 saja harga sahamnya telah melonjak sekitar 2.000%.

Infrastruktur dan Layanan Kelas Institusi yang Semakin Baik

Keterlibatan institusi dalam industri kripto sangat bergantung pada kesiapan layanan dan kepastian hukum. Tanpa infrastruktur yang kokoh dan regulasi yang jelas, institusi cenderung enggan untuk masuk dan berpartisipasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi perubahan besar dengan munculnya layanan dan platform kripto yang memenuhi standar yang setara dengan institusi keuangan tradisional.  Seperti layanan Prestige, yang dimiliki Tokocrypto.

Dari sisi regulasi, perkembangan seperti persetujuan ETF Bitcoin di AS, regulasi MiCA di Uni Eropa, dan pendekatan pro-crypto di Hong Kong dan Singapura, semuanya memberikan sinyal positif yang memberikan kepercayaan dan mendorong keterlibatan institusi.

Regulasi yang Makin Jelas & Mendorong Kepercayaan

Regulasi yang jelas dan stabil memainkan peran penting dalam meningkatkan kepercayaan institusi terhadap industri kripto. 

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai negara telah mengambil langkah signifikan untuk membangun kerangka hukum yang mendukung ekosistem aset digital. 

Persetujuan ETF Bitcoin di Amerika Serikat, misalnya, menjadi tonggak besar dalam mengintegrasikan aset kripto ke dalam sistem keuangan arus utama, memberikan legitimasi bagi investor institusional untuk terlibat lebih jauh. 

Di Uni Eropa, regulasi MiCA (Markets in Crypto-Assets) telah menghadirkan aturan komprehensif yang bertujuan untuk meningkatkan transparansi serta perlindungan bagi pengguna dan investor. 

Sementara itu, Hong Kong dan Singapura terus menunjukkan pendekatan pro-crypto dengan kebijakan yang lebih fleksibel dan progresif, mendorong inovasi serta pertumbuhan industri.

Dengan adanya regulasi yang semakin matang dan terstruktur, institusi keuangan kini memiliki pedoman yang lebih jelas dalam berpartisipasi di pasar kripto, membuka peluang bagi ekspansi yang lebih luas dan meningkatkan adopsi aset digital secara global.

Sebagai Diversifikasi dan Adanya Tuntutan dari Investor

Aset kripto  menawarkan peluang diversifikasi unik karena dalam perjalannya, aset kripto khususnya Bitcoin menjadi semakin mandiri dan sedikit demi sedikit mencoba untuk tidak berkorelasi tinggi dengan saham, obligasi, atau pasar tradisional lainnya. Ini menjadikan crypto sangat menarik sebagai aset lindung risiko (hedge) dalam portofolio institusional.

Selain itu, dikutip dari hackermoon, generasi milenial dan Gen Z, yang akan menjadi pewaris kekayaan global di masa depan, juga menunjukkan minat yang tinggi terhadap aset digital. Sebagai klien institusional yang semakin berpengaruh, preferensi mereka terhadap layanan berbasis kripto juga mendorong institusi keuangan untuk bisa beradaptasi. Sehingga, institusi yang tidak menawarkan layanan kripto berisiko kehilangan peluang pasar yang terus berkembang, dan tertinggal dalam memenuhi kebutuhan investor kedepannya.

DeFi dan Stablecoin Dipandang Sebagai Solusi Efisiensi Operasional

TVL Crypto dan stablecoin dari tahun 2019 sampai 2025. Sumber: DeFiLlama

Di sektor keuangan tradisional, banyak proses transaksi yang lambat, mahal, dan penuh birokrasiyang ruwet. DeFi (Decentralized Finance) hadir dengan solusi: settlement instan, transparansi, dan yield tinggi. 

Total value locked (TVL) dalam platform DeFi seperti Aave, Compound, dan Lido menunjukkan bahwa institusi mulai mengalokasikan dana ke sektor ini, tidak hanya untuk imbal hasil, tetapi juga karena kemudahan operasional.

Sebagai gambaran, dikutip dari laman Zodia Custody, pada akhir 2024 saja total value locked (TVL) di DeFi mencapai lebih dari $125 miliar, berkembang berkali-kali lipat dari yang hanya $0.5 miliar pada tahun 2020. Hal ini membuktikan bahwa sektor ini tidak hanya tumbuh, tapi juga mulai menyerap modal dari institusi besar. 

Stablecoin seperti USDC dan USDT juga memainkan peran penting, dengan nilai yang stabil dan biaya transaksi yang rendah, stablecoin memungkinkan transfer dana hampir seketika tanpa melalui sistem perbankan tradisional seperti SWIFT. 

Hal ini sangat bermanfaat bagi perusahaan global yang ingin menghindari biaya tinggi dan keterlambatan dalam pembayaran internasional. Bahkan, menurut data dari PCMI, penggunaan stablecoin dapat mengurangi biaya transfer hingga 80% dibandingkan metode tradisional.

Tokenisasi Aset yang Membuka Akses Aset Dunia Nyata Secara Global

Tokenisasi aset dunia nyata ke dalam bentuk token kripto, membuat institusi semakin tertarik pada industri kripto karena tokenisasi aset menghadirkan efisiensi, aksesibilitas, dan peluang investasi yang lebih luas.

Teknologi ini memungkinkan aset tradisional, seperti obligasi dan real estate, dikonversi menjadi token digital yang lebih mudah diperdagangkan serta meningkatkan likuiditas pasar. 

Salah satu contoh nyata adalah BlackRock, yang telah meluncurkan BUIDL, sebuah dana tokenisasi berbasis blockchain Ethereum yang memberikan eksposur terhadap instrumen keuangan tradisional, termasuk obligasi pemerintah AS. 

Dengan tokenisasi, institusi dapat menjangkau lebih banyak investor dengan konsep fractional ownership, yang memungkinkan investor memiliki sebagian kecil dari aset mahal tanpa harus membeli keseluruhan properti atau obligasi, sehingga memperluas kesempatan investasi bagi berbagai kalangan. 

Mengingatkan Kembali Pada Era Dot Com

Institusi yang masuk ke industri kripto, melihat industri kripto sebagai bagian dari transformasi digital yang besar, mirip dengan bagaimana perusahaan teknologi merespons era dot-com di awal 2000-an. Saat itu, perusahaan yang menjadi early adopters internet yang berhasil melalui fase bubble do com, seperti Amazon dan Google, berhasil membangun fondasi yang kuat dan mendominasi pasar ketika teknologi tersebut mencapai kematangan.

Hal serupa terjadi di dunia kripto saat ini. Institusi besar tidak sekadar berinvestasi dalam aset digital, tetapi juga membangun ekosistem mereka sendiri, seperti blockchain, token kripto, atau stablecoin. 

Seiring dengan semakin berkembangnya regulasi dan infrastruktur, institusi yang lebih awal terlibat dalam industri ini berpotensi besar mendapatkan posisi yang lebih menguntungkan ketika pasar kripto mencapai kematangan penuh. Sama seperti era dot-com yang melahirkan raksasa teknologi, industri kripto saat ini digadang-gadang akan melahirkan raksasa teknologi dan keuangan digital di masa depan.

Kesempatan yang Datang Dua Kali

Pada saat kejatuhan dot com di tahun 2000, saham MicroStrategy mengalami penurunan 62% dalam satu hari. Namun alih-alih menyerah Michael Saylor, salah satu pendiri MicroStrategy, mengubah strateginya dan melakukan investasi besar-besaran dalam Bitcoin mulai dari Agustus 2020, yang didasarkan pada keyakinannya terhadap Bitcoin sebagai store of value dan potensi jangka panjang aset terdesentralisasi.

Saylor melihat kesamaan antara revolusi internet dan Bitcoin, menyadari bahwa early adopters dari teknologi transformatif sering kali mendapatkan keuntungan besar. Ia menganggap Bitcoin sebagai sebagai teknologi revolusioner yang akan mengubah sistem keuangan global, mirip seperti bagaimana internet mengubah dunia komunikasi dan perdagangan.

Jadi, jika kamu sempat berpikir, “Seandainya bisa kembali ke masa awal internet dan menjadi early investors,” mungkin sekaranglah momen itu.

Memulai langkah pertama membangun eksposur institusional ke industri kripto bersama Prestige, sebuah layanan eksklusif dari Tokocrypto yang dirancang khusus untuk kebutuhan trading dan investasi aset digital institusional.

Dengan Prestige, kamu akan mendapatkan pengalaman investasi prioritas, biaya trading lebih rendah, dan keamanan berstandar institusi. Segera hubungi tim Tokocrypto melalui Customer Service atau kirim pesan langsung (DM) ke akun Sosial Media resmi Tokocrypto untuk mendapatkan undangan dan informasi lebih lanjut.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Sumber: 

How institutions are investing in digital assets | EY – US

Why institutions are flocking to digital assets: a perspective – Zodia Custody

Institutional Investment: Why Do Companies Invest Millions in Crypto? | HackerNoon

Institutional Crypto Adoption Explained: What You Need to Know





Sumber : news.tokocrypto.com

Cara Menggunakan Sinyal Trading di Aplikasi Tokocrypto dengan Limit, Stop-Limit, OCO, dan Beli/Jual

Buat pemula, kita sering dapat sinyal trading tapi bingung harus diapain sinyalnya. Mari kita bahas di sini, bagaimana cara menggunakan sinyal trading tersebut di beberapa fitur aplikasi Tokocrypto.

Apa Itu Sinyal Trading?

Sinyal trading adalah petunjuk awal untuk membeli atau menjual aset kripto yang dihasilkan dari analisa pribadi seorang trader, sehingga meskipun bisa membantu pengambilan keputusan, user tetap perlu DYOR (Do Your Own Research).

Apa manfaatnya?

Sinyal ini membantu trader untuk:

  • Melihat peluang
  • Mengidentifikasi tren pasar
  • Mengatur strategi masuk dan keluar
  • Meminimalisir risiko

Contoh Sinyal Trading

ONDO/USDT (6.77%)

Entry: $0.9070

Stop-Loss (SL): $0.8832

Take-Profit (TP): $0.9684″

Sumber: telegram tokocrypto.

Keterangan:

Entry: Harga masuk

Stop-Loss (SL): Batas harga untuk mengurangi risiko rugi

Take-Profit (TP): Target harga untuk mengambil keuntungan

Contoh sinyal trading sudah ada, lalu bagaimana menerapkannya di aplikasi Tokocrypto?

Baca juga: Sinyal Trading Kripto Harian atau gabung Telegram Official Tokocrypto untuk diskusi analisa sinyal harian bersama trader lain.

Cara Menggunakan Sinyal Trading dengan Limit Order

Tampilan limit order di aplikasi Tokocrypto.

Apa itu Limit Order?

Limit Order adalah fitur yang memungkinkan kamu menentukan harga beli atau jual aset kripto sesuai keinginan, sehingga order hanya akan dieksekusi jika harga pasar mencapai harga yang ditentukan.

Catatan: Fitur ini tidak memungkinkan kamu melakukan stop-loss dan TP secara otomatis bersamaan.

Penerapan contoh sinyal trading di fitur Limit Order

1. Entry, Pasang Limit Buy Order:

Komponen Nilai Penjelasan
Limit Price 0.9070 Kamu ingin beli koin hanya jika harga turun ke 0.9070 atau lebih murah.

Catatan:
Order ini langsung aktif di pasar, tapi hanya akan tereksekusi jika harga menyentuh atau turun ke 0.9070. Jadi kamu berharap harga masih turun sedikit sebelum naik lagi.


2. Setelah Beli Berhasil, Siapkan Dua Order Tambahan

Take Profit (Jual Saat Untung)

  • Limit Sell Order di 0.9684
  • Artinya: Kamu akan otomatis jual untuk ambil untung jika harga naik ke target ini.

Stop Loss (Jual Saat Rugi Terbatas)

  • Stop Loss Sell Order di 0.8832
  • Artinya: Jika harga turun ke 0.8832, kamu akan otomatis keluar dari pasar sebelum rugi lebih dalam.

Cara Entry dengan Limit Order

  1. Masuk ke menu “Pasar” atau “Pertukaran”
  2. Cari pasangan aset kripto ONDO/USDT
  3. Pilih bagian “buy” dan pilih “Limit Order”
  4. Masukan sinyal “Entry” di bagian “price” untuk melakukan pembelian sesuai dengan harga masuk sinyal. Dalam contoh ini adalah $0.9070
  5. Masukan jumlah pembelian (min $5) dan klik “BUY”

Cara Exit dengan Limit Order

  1. Jika order kamu telah tereksekusi, masuk ke bagian“Sell” (kamu tidak bisa jual kalau belum beli asetnya)
  2. Untuk kondisi profit, masukan sinyal “TP”, dalam contoh ini $0.9684, pada kolom harga untuk melakukan penjualan.
  3. Masukan jumlah yang akan dijual pada kolom  “Amount”, kamu bisa menggeser logo wajik ke kanan jika ingin menjual 100% asetmu,  dan klik “SELL”.
  4. Untuk kondisi loss, masukan sinyal “SL” yaitu $0.8832, pada kolom harga agar kamu tidak terlalu merugi jika harga turun lebih rendah dari perkiraan.
  5. Masukan jumlah yang akan dijual pada kolom  “Amount”,  dan klik “SELL”.

Cara Menggunakan Sinyal Trading dengan Stop-Limit Order

Tampilan stop-limit order di aplikasi Tokocrypto.

Apa itu Stop-Limit Order?

Stop limit adalah kombinasi dari stop order dan limit order. Order ini hanya akan aktif setelah “harga stop” tertentu, dan setelah aktif, akan menjadi limit order.

Harga stop adalah titik harga tertentu yang memicu sistem untuk mengaktifkan order beli atau jual dalam strategi stop limit. Sebelum harga mencapai stop, harga tidak akan masuk ke dalam daftar order di sistem.

Kenapa ada trader yang menggunakan stop-limit order?

Trader yang menggunakan fitur ini ingin order-nya baru aktif setelah harga menyentuh level tertentu (harga stop), untuk menghindari eksekusi terlalu dini sebelum pasar benar-benar bergerak ke arah yang diinginkan.

Jadi, stop limit memberi kamu kontrol lebih presisi, masuk hanya saat pasar menunjukkan sinyal tertentu, bukan hanya karena harga lewat sebentar.

Penerapan contoh sinyal trading di fitur Stop-Limit Order

  • Entry: 0.9070
  • Stop Loss: 0.8832
  • Take Profit: 0.9684

1. Untuk Entry, Pasang Stop Limit Buy Order (Agar hanya beli saat tren naik):

Komponen Nilai Fungsi
Stop Price 0.9070 Order aktif saat harga menyentuh ini (indikasi awal tren naik).
Limit Price 0.9080 Harga maksimal kamu mau beli (agar tidak overpay).

2. Setelah Order Beli Tereksekusi, siapkan dua skenario untuk Exit:

Kondisi Profit – Harga Naik ke Target

Komponen Nilai Penjelasan
Stop Price 0.9600 Jika harga naik dan menyentuh level ini, order jual akan diaktifkan.
Limit Price 0.9684 Setelah aktif, sistem akan menjual aset di harga ini atau lebih tinggi.
  • Fungsi: Ambil untung saat harga naik sesuai target.
  • Logika: Sistem akan otomatis jual koin di 0.9684 atau lebih tinggi (kalau bisa), sehingga kamu mengunci profit.

Kondisi Loss – Harga Turun Melewati Batas Rugi

Komponen Nilai Penjelasan
Stop Price 0.8832 Saat harga turun dan menyentuh titik ini, order jual akan diaktifkan.
Limit Price 0.8820 Setelah aktif, sistem mencoba menjual aset di harga ini atau lebih tinggi.
  • Fungsi: Batasi kerugian jika pasar berbalik turun.
  • Logika: Sistem akan otomatis menjual agar rugi berhenti di batas yang kamu tentukan.

Cara Entry dengan Stop-Limit Order

  1. Masuk ke menu “trade” pada bagian “buy” dan pilih Stop-Limit Order
  2. Masukan harga yang ingin kamu jadikan trigger sistem untuk mendaftarkan pesanan kamu, pada kolom “Stop(USDT)” isi  $0.9070.
  3. Isi “Limit(USDT)” dengan harga “Entry” $0.9080

Cara Exit dengan Stop-Limit Order

Penjualan (Take Profit):

  1. Masuk ke menu “trade” pada bagian “sell” dan pilih Stop-Limit Order
  2. Masukan harga sinyal “TP” pada bagian “Limit(USDT)” yaitu $0.9684
  3. Masukkan harga Stop(USDT), diisi dengan harga yang sedikit lebih rendah dari harga “TP”, contoh:  $0.9600
  4. Masukan jumlah yang akan dijual pada kolom “Amount” dan klik “SELL”

Penjualan (Loss):

  1. Masuk ke menu “trade” pada bagian “sell” dan pilih Stop-Limit Order
  2. Masukan harga kolom “Limit(USDT)” $0.8820
  3. Masukan sinyal SL di Stop(USDT) $0.8832
  4. Masukan jumlah yang akan dijual pada kolom “Amount” dan klik “SELL”

Cara Menggunakan Sinyal Trading dengan OCO

Tampilan fitur OCO di aplikasi Tokocrypto.

Apa itu OCO Order?

OCO (One Cancels the Other) memungkinkan kamu menggabungkan dua fitur order sekaligus: Limit Order dan Stop-Limit. Jika salah satu tereksekusi, yang lain otomatis dibatalkan.

Untuk entry:

  • Limit Buy Order → beli di level support
  • Stop-Limit Buy Order → beli jika harga naik melewati level tertentu (breakout)

Untuk exit:

  1. Limit Sell Order → untuk take profit
  2. Stop-Limit Sell Order → untuk stop loss

Tapi yang tereksekusi duluan akan membatalkan yang lain secara otomatis.

Bisa digunakan untuk: 

  • Melakukan pembelian saat berada di level support dan membeli jika harga break out secara otomatis secara bersamaan.
  • Menetapkan penjualan sesuai target profit dan stop loss secara bersamaan.

Contoh Skenario Berdasarkan Sinyal

Entry: 0.9070

Take Profit: 0.9684

Stop Loss: 0.8832

Komponen Nilai Penjelasan
Limit Buy Price 0.8832 Kamu ingin beli saat harga turun ke area support (harga diskon).
Stop Price 0.9070 Jika harga naik dan menyentuh ini, sistem akan aktifkan order beli.
Stop-Limit Price 0.9085 Setelah aktif, sistem akan mencoba beli di harga ini atau lebih rendah.

Dalam skenario ini, kamu ingin masuk pasar dengan membeli aset berdasarkan sinyal entry di 0.9070, tapi masih ragu apakah harga akan turun dulu atau langsung naik.

Maka, kamu bisa gunakan OCO Buy Order dengan dua strategi sekaligus: pasang limit buy di 0.8832 untuk menangkap peluang jika harga terkoreksi ke area support (harga diskon), dan di saat yang sama pasang stop-limit buy dengan stop price di 0.9070 dan limit price di 0.9085 untuk masuk jika harga naik dan menembus level konfirmasi tren.

Dengan cara ini, kamu siap beli baik saat harga turun maupun saat tren naik terjadi, tanpa perlu menebak arah pasar — dan begitu salah satu order tereksekusi, yang lainnya akan otomatis dibatalkan oleh sistem.

Lalu untuk exit-nya…

Melalui OCO, kamu pasang dua order sekaligus: limit sell di 0.9684 untuk ambil untung jika harga naik, dan stop-limit sell dengan stop price 0.8832 dan limit price 0.8820 untuk membatasi kerugian jika harga turun.

Komponen Nilai Penjelasan
Limit Sell (TP) 0.9684 Jual otomatis untuk ambil untung saat harga naik ke level ini.
Stop Price (SL trigger) 0.8832 Jika harga turun menyentuh ini, sistem aktifkan stop-limit order.
Limit Price (SL execution) 0.8820 Harga minimum kamu rela jual saat stop-loss terjadi.

Jika salah satu order tereksekusi lebih dulu, maka order yang satunya otomatis dibatalkan, sehingga kamu bisa mengelola risiko dan peluang tanpa harus memantau pasar terus-menerus.

Cara Gunakan Sinyal Trading dengan OCO

Saat Entry gunakan fitur Limit Order atau Stop-Limit

  1. Masuk ke menu “trade” pada bagian “buy” dan pilih “Limit” atau “Stop-Limit
  2. Masukan harga pada bagian “Limit” dengan yaitu $0.8832
  3. Masukkan harga $0.9070 di “Stop (USDT)
  4. Masukkan harga $0.9085 di “Limit (USDT)
  5. Masukan jumlah yang akan dijual pada kolom “Amount” dan klik “BUY”

Saat Exit, Penjualan dan Stop-loss:

  1. Masuk ke menu “trade” pada bagian “sell” dan pilih “OCO”
  2. Masukan harga pada bagian “Limit” dengan sinyal “TP” yaitu 0.9684
  3. Isi bagian “Stop(USDT)” atau “Berhenti (USDT)” dengan harga $0.8832
  4. Isi bagian “Limit (USDT)” atau “Membatasi (USDT)” isi dengan $0.8820
  5. Masukan jumlah yang akan dijual pada kolom “Amount” dan klik “SELL”

Cara Menggunakan Sinyal Trading dengan Fitur Beli/Jual

Trading Mulai Rp 1.600

Apa itu Fitur Beli/Jual?

Fitur Beli/Jual adalah cara cepat dan mudah untuk membeli atau menjual aset kripto tanpa harus memasang order secara manual. Selain memberikan kemudahan, fitur ini juga memungkinkan kamu terbebas dari biaya trading dan pembelian mulai dari Rp1.700.

Cara Gunakan Sinyal Trading dengan Fitur Beli/Jual?

  1. Masuk ke menu “Beli/Jual”
  2. Pilih bagian “Dari” dengan saldo yang kamu miliki. Contoh: IDR/USDT
  3. Pilih “Ke” dengan aset kripto
  4. Masukan jumlah pembelian pada bagian “Dari”
  5. Sebelum melakukan permbelian, karena kamu tidak bisa memasukan level harga pembelian maka pastikan harga di pasar saat ini sesuai dengan “Entry” sinyal
  6. Jika sudah sesuai kamu menyelesaikan pembelian dengan “Pratinjau Konversi”

Semoga dengan memahami cara menggunakan fitur trading seperti Limit Order, Stop-Limit, OCO, dan Beli/Jual kamu mengoptimalkan strategi trading sesuai dengan sinyal atau analisis pasar yang kamu lakukan. 

Sehingga kamu bisa mengatur order dengan tepat, meminimalisir risiko, dan memaksimalkan potensi keuntungan di setiap transaksi.

Tertarik mencoba? Daftar dan mulai trading di Tokocrypto dengan deposit hanya mulai dari Rp20.000 sekarang!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Fase Konsolidasi, Ethereum Gagal Tembus Level Resistensi $1.874

Ethereum (ETH) tengah mengalami fase konsolidasi yang signifikan, menandakan potensi fase bullish baru di tengah tren akumulasi yang berkembang.

Meskipun menghadapi tekanan setelah gagal menembus level resistensi $1.874 pada 1 Mei, harga Ethereum tetap diperdagangkan di atas $1.800, sebuah level kritis yang harus dipertahankan oleh para bull untuk mendorong harga lebih tinggi.

Tren Akumulasi yang Menguat

Data dari IntoTheBlock menunjukkan bahwa minggu ini terjadi arus keluar bersih ETH dari bursa sebesar lebih dari $1,4 miliar, tertinggi sejak November.

Arus keluar substansial ini sering kali menandakan bahwa investor memindahkan kepemilikan mereka dari bursa ke penyimpanan dingin atau dompet lainnya, perilaku yang biasanya dikaitkan dengan akumulasi.

Tren ini menunjukkan bahwa, meskipun aksi harga baru-baru ini bearish, kepercayaan terhadap potensi jangka panjang Ethereum tetap utuh.

Analisis Teknikal dan Pola Konsolidasi

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 7 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 7 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Analis teknikal mencatat bahwa Ethereum membentuk pola wedge menurun, yang sering kali dianggap sebagai sinyal pembalikan bullish.

Setelah mundur dari puncaknya pada 16 Desember di $4.109, ETH secara konsisten menguji garis resistensi dan dukungan wedge tersebut.

Saat ini, harga ETH diperdagangkan di sekitar $3.300, mendekati garis resistensi atas dari pola tersebut.

Breakout di atas level ini, diikuti oleh pergerakan melewati $3.447, dapat mengonfirmasi potensi bullish dari wedge tersebut.

Baca Juga: Indikator Makro Beri Sinyal Positif, Ethereum Sambut Bullish?

Dukungan dari Investor Institusional

World Liberty Financial, yang terkait dengan Presiden Amerika Serikat (AS)Donald Trump, dilaporkan telah menginvestasikan sekitar $210,9 juta dalam lima hari terakhir, dengan $119,95 juta digunakan untuk membeli 35.995 ETH.

Selain itu, analis kripto @ali_charts melaporkan bahwa lebih dari 1,14 juta ETH telah dibeli oleh whale dalam 48 jam terakhir.

Proyeksi Harga dan Sentimen Pasar

Analis kripto Ted Pillows memproyeksikan bahwa Ethereum telah memasuki fase ekspansi bullish dan berada di ambang reli besar yang dapat mendorongnya melampaui $4.000 dalam jangka pendek dan mencapai rekor tertinggi baru pada Maret.

Menurut proyeksinya, penembusan di atas level $4.000 akan membuka jalan bagi Ethereum untuk mencapai antara $9.000 hingga $10.000 dalam tiga hingga empat bulan ke depan.

Baca Juga: Vitalik Buterin Rencana Rombak Ethereum, Dongkrak Harga ETH?

Meskipun Ethereum menghadapi tantangan dalam menembus level resistensi kritis, data on-chain dan aktivitas investor menunjukkan bahwa tren akumulasi yang kuat sedang berlangsung.

Dengan dukungan dari investor institusional dan pola teknikal yang mengindikasikan potensi pembalikan bullish, Ethereum tampaknya bersiap untuk fase pertumbuhan baru.

Namun, pasar tetap harus waspada terhadap volatilitas dan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi pergerakan harga di masa mendatang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solusi Layer-2 Baru Tanpa Token untuk Skalabilitas

Ethereum terus bertransformasi. Teranyar, sekelompok pengembang independen memperkenalkan solusi layer-2 (L2) yang mereka beri nama Ethereum R1.

Berbeda dari L2 tradisional, Ethereum R1 menolak penggunaan token asli, pendanaan ventura, atau struktur tata kelola terpusat.

Proyek ini sepenuhnya bergantung pada donasi dan bertujuan untuk menghadirkan skalabilitas yang netral dan terdesentralisasi bagi jaringan Ethereum.

Mengapa Ethereum R1 Berbeda?

Dalam pengumuman resminya, tim pengembang Ethereum R1 menyatakan bahwa sebagian besar solusi L2 saat ini lebih mirip dengan blockchain layer-1 (L1) baru daripada solusi skalabilitas untuk Ethereum.

Mereka menyoroti adanya alokasi token pribadi, tata kelola yang tidak transparan, dan kontrol terpusat sebagai masalah utama.

Ethereum R1 hadir sebagai alternatif yang “sederhana, dapat diganti, dan bebas dari ketergantungan terpusat atau tata kelola yang berisiko,” dengan fokus pada netralitas yang kredibel, desentralisasi, dan ketahanan terhadap sensor.

Baca Juga: Harga Ethereum Bersiap Tembus $2.000: Ini Alasan Kuat di Baliknya

Latar Belakang: Penurunan Pendapatan Layer-1 Ethereum

Peluncuran Ethereum R1 terjadi di tengah kekhawatiran komunitas terhadap arah perkembangan solusi L2 yang ada.

Setelah pembaruan Dencun pada Maret 2024, biaya transaksi di jaringan Ethereum menurun drastis, menyebabkan pendapatan layer-1 turun hingga 99% pada September 2024.

Pada April 2025, biaya transaksi rata-rata mencapai titik terendah dalam lima tahun, sekitar $0,16 per transaksi, akibat menurunnya permintaan ruang blok di layer-1.

Beberapa analis mengkhawatirkan bahwa pertumbuhan L2 yang pesat dapat mengorbankan keberlanjutan layer-1 Ethereum.

Namun, pendukung L2 berpendapat bahwa pendekatan ini memberikan fleksibilitas dan skalabilitas yang lebih besar bagi pengguna.

Reaksi Komunitas dan Dampak Potensial

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 2 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 2 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Ethereum R1 mendapat perhatian sebagai upaya untuk mengembalikan prinsip-prinsip awal Ethereum, seperti desentralisasi dan transparansi.

Dengan tidak adanya token atau pendanaan ventura, proyek ini berupaya menghindari konflik kepentingan dan fokus pada kontribusi komunitas.

Namun, keberhasilan Ethereum R1 akan sangat bergantung pada dukungan komunitas dan adopsi oleh pengembang serta pengguna.

Tanpa insentif finansial seperti token, proyek ini menghadapi tantangan dalam menarik partisipasi dan mempertahankan keberlanjutan jangka panjang.

Dengan demikian, Ethereum R1 memperkenalkan pendekatan baru dalam solusi skalabilitas Ethereum dengan menekankan pada netralitas, desentralisasi, dan ketahanan terhadap sensor tanpa bergantung pada token atau pendanaan ventura.

Meskipun menghadapi tantangan dalam adopsi dan keberlanjutan, proyek ini mencerminkan upaya untuk menjaga integritas dan prinsip dasar ekosistem Ethereum.

Baca Juga: Ethereum Naik 10% Dalam Sepekan, Tapi Kekuatan Tren Mulai Melemah


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

10+ Faktor Penentu Harga Bitcoin yang Wajib Kamu Tahu

Banyak orang yang masih mempercayai bahwa harga Bitcoin bergerak hanya berdasarkan oleh spekulasi semata. Padahal, harga Bitcoin juga dipengaruhi oleh berbagai faktor baik fundamental atau global.

Berikut ini adalah beberapa faktor utama yang bisa menentukan pergerakan harga Bitcoin dan penjelasan mengenai bagaimana masing-masing faktor tersebut dapat mempengaruhi harga Bitcoin.​

Faktor Teknikal dan Pergerakan Chart

Faktor teknikal dan pergerakan chart mempengaruhi harga Bitcoin karena pergerakan yang ada di dalam chart itu sendiri merupakan cerminan perilaku pasar yang dapat dilihat secara historis dan biasanya digunakan oleh para trader dan investor menjadi acuan untuk membuat keputusan trading. 

Sehingga, ketika secara kolektif pergerakan chart dirasa akan memasuki pasar bullish atau bearish bagi para investor, harga akan bergerak ke arah tersebut karena keputusan kolektif yang memperkuat pergerakan harga.

Pergerakan Saham AS dan S&P 500

Sepanjang perjalanan historisnya, hubungan antara Bitcoin dan indeks S&P 500 menunjukkan pola dinamis yang mencerminkan respon terhadap kondisi pasar global. 

Gambar korelasi harga Bitcoin dan S&P 500. Sumber data: NewEdge.

Terlihat dalam grafik, pada saat periode ketidakpastian seperti pandemi atau koreksi besar pasar saham, Bitcoin cenderung mengikuti arah pergerakan S&P 500. Hal ini menunjukkan bahwa investor memperlakukan Bitcoin sebagai aset berisiko serupa dengan saham, bukan sebagai safe haven seperti emas.

Meskipun dengan seiring waktu Bitcoin menunjukan pergerakan yang sedikit independen dari pasar saham AS, pergerakan S&P 500 secara historis masih mempengaruhi pergerakan harga Bitcoin.

Peristiwa Halving

Setiap empat tahun sekali, Bitcoin mengalami peristiwa yang disebut “halving,” di mana imbalan bagi penambang Bitcoin dikurangi setengahnya. 

Hal ini mengurangi laju pasokan Bitcoin baru ke pasar, yang dapat menyebabkan kelangkaan dan peningkatan harga jika permintaan tetap atau meningkat. 

Menurut tren historisnya, halving Bitcoin cenderung membuat harga Bitcoin mengalami kenaikan signifikan dan menciptakan optimisme di kalangan investor dan trader.

Biaya Produksi untuk Penambangan

Proses penambangan Bitcoin memerlukan biaya untuk perangkat keras khusus dan konsumsi energi yang tinggi. Biaya produksi ini menciptakan batas bawah harga Bitcoin, yang berarti jika harga pasar turun di bawah biaya produksi, penambang akan mengalami kerugian. 

Akibatnya, para penambang cenderung menahan (hold) koin mereka daripada menjual dengan kerugian sehingga dapat mengurangi tekanan jual. 

Selain itu, sebagian penambang juga mungkin menghentikan operasional penambangan karena sudah tidak menguntungkan, yang pada akhirnya akan mengurangi pasokan Bitcoin baru ke pasar dan mendorong kenaikan harga kembali.

Sebaliknya, jika harga Bitcoin naik jauh di atas biaya produksi, penambang cenderung melepas simpanannya untuk mengambil untung. Lonjakan supply ini bisa meningkatkan tekanan jual di pasar, yang berpotensi menyebabkan harga terkoreksi atau bahkan turun.

Regulasi dan Kebijakan Pemerintah

Kebijakan pemerintah dan regulasi memiliki dampak signifikan terhadap harga Bitcoin karena kebijakan yang ditetapkan oleh regulator dan pemerintah tidak hanya mempengaruhi ekonomi secara luas tetapi juga berdampak pada pengambilan keputusan investor dan aliran dana yang dapat mempengaruhi harga Bitcoin. 

Ketika suatu negara melarang perdagangan atau penambangan Bitcoin, akses pelaku pasar menjadi terbatas. Investor biasanya menghindari pasar yang penuh ketidakpastian hukum, sehingga permintaan menurun. 

Sebaliknya, adopsi kebijakan yang mendukung, misalnya pengakuan resmi Bitcoin sebagai aset keuangan atau metode pembayaran yang sah, dapat meningkatkan kepercayaan investor untuk mulai berinvestasi Bitcoin dan mendorong harga naik.

Supply & Demand

Bitcoin dirancang dengan pasokan maksimum sebesar 21 juta koin. Hingga saat ini, lebih dari 19 juta koin telah ditambang, dan sisanya akan terus berkurang seiring waktu. 

Keterbatasan ini menciptakan kelangkaan yang dapat meningkatkan nilai Bitcoin, terutama ketika permintaan meningkat. 

Sebaliknya, jika permintaan menurun, harga Bitcoin juga dapat turun. Prinsip dasar ekonomi ini, supply dan demand merupakan faktor utama dalam penentuan harga Bitcoin.​

Contohnya bisa dilihat dari gambar di atas, terlihat bagaimana semakin sedikit balance Bitcoin yang ada di exchange, semakin tinggi harga Bitcoin.

Likuiditas Pasar

Likuiditas mengacu pada seberapa mudah aset dapat dibeli atau dijual tanpa memengaruhi harga pasar secara signifikan. Pasar Bitcoin yang likuid memungkinkan transaksi besar terjadi tanpa menyebabkan fluktuasi harga yang besar. Sebaliknya, likuiditas rendah dapat menyebabkan volatilitas harga yang lebih tinggi.​

Kelangkaan likuiditas terjadi ketika jumlah Bitcoin yang tersedia di exchange sangat terbatas karena banyak yang disimpan oleh investor besar di cold wallet

Perbandingan total Bitcoin di exchange dengan harga Bitcoin. Sumber: Coinglass.

Saat Bitcoin disimpan di cold wallet, Bitcoin tidak aktif diperdagangkan, sehingga pasokan di pasar menjadi terbatas. Jika permintaan meningkat secara signifikan, misalnya karena adanya sentimen bullish atau berita positif, maka jumlah Bitcoin yang tersedia untuk dibeli sangat sedikit. Kondisi ini mendorong harga melonjak secara tajam karena sedikitnya aset yang bisa memenuhi lonjakan permintaan.

Persaingan dengan Kripto Lain

Meskipun Bitcoin adalah mata uang kripto pertama dan masih jadi raja di dunia kripto, munculnya altcoin seperti Ethereum, Solana, dan meme coin menawarkan yang alternatif bagi para investor bisa menjadi salah satu faktor yang bisa menentukan harga Bitcoin.

Berbagai pilihan kripto alternatif yang jumlahnya terus bertambah setiap hari ini secara tidak langsung menyedot likuiditas Bitcoin dalam beberapa skenario.

Sebut saja ketika Altcseason terjadi dan para investor memindahkan dana investasi mereka ke dalam koin-koin alternatif yang membuat harga Bitcoin stagnan saat altcoin mengalami kenaikan puluhan kali lipat.

Sentimen Pasar dan Media

Berita positif atau negatif tentang Bitcoin dapat mempengaruhi sentimen investor. Liputan media yang luas tentang adopsi institusional atau peretasan besar dapat menyebabkan fluktuasi harga. 

Sentimen pasar yang didorong oleh emosi seperti ketakutan dan keserakahan juga sering kali menyebabkan pergerakan harga yang tajam.​

Adopsi Institusional

Adopsi institusional bisa mempengaruhi harga Bitcoin karena ketika bank, dana investasi, dan institusi keuangan besar lainnya masuk ke pasar, mereka membawa modal besar dan analisis profesional yang meningkatkan kepercayaan investor. Hal ini biasanya mendorong kenaikan permintaan dan harga. 

Sebaliknya, jika institusi mulai menarik investasinya, kepercayaan menurun, permintaan berkurang, dan harga Bitcoin bisa mengalami penurunan.

Peristiwa Ekonomi Global

Krisis ekonomi, inflasi, dan ketidakstabilan mata uang fiat dapat mendorong investor mencari aset alternatif seperti Bitcoin sebagai lindung nilai. 

Namun, dalam situasi ketidakpastian ekstrem, investor mungkin juga menarik diri dari aset berisiko, termasuk Bitcoin, yang dapat menyebabkan penurunan harga.​

Itu dia 10+ faktor yang bisa menentukan harga Bitcoin hari ini. Semoga dengan memahami faktor-faktor tersebut, kamu bisa menerapkan strategi investasi atau trading yang sesuai.

Tertarik untuk mulai investasi Bitcoin? Yuk, mulai dari sekarang cuman dengan minimal deposit Rp20.000 di Tokocrypto!

Dapatkan juga GRATIS biaya perdagangan setiap trade dan transaksi Bitcoin dengan fitur Beli/Jual dengan minimal pembelian mulai dari Rp1.700! Daftar sekarang!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Makin Perkasa di Level $114.000, Ini Faktor Pendorongnya

Bitcoin (BTC), sang raja aset kripto, kembali mencatatkan kinerja mengesankan di awal September 2025.

Berdasarkan data terbaru via Tokocrypto pada Kamis (11/9), harga BTC berada di level $114,289.85 per koin, dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,276.57 miliar USD.

Angka ini menegaskan dominasi Bitcoin sebagai aset digital terbesar di dunia, di tengah geliat pasar kripto yang kian solid.

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin naik +2.54%, setara dengan tambahan $2,824.89.

Pergerakan ini menempatkan BTC semakin dekat dengan level psikologis $115,000, yang bisa menjadi batu loncatan untuk kembali menguji rekor tertinggi (ATH) sebelumnya.

Baca Juga: iPhone 17 Resmi Dirilis: Warna Baru Bitcoin Orange dan Jadwal Pre-Order

Performa Harga Bitcoin dalam Beberapa Bulan Terakhir

Jika ditarik ke belakang, performa BTC masih menunjukkan tren positif secara keseluruhan:

  • Hari ini: naik +2.53%.
  • 7 hari terakhir: bertambah +2.74%.
  • 30 hari terakhir: terkoreksi tipis -3.84% atau sekitar $4,561.37.
  • 60 hari terakhir: turun moderat -2.97%.
  • 90 hari terakhir: justru naik signifikan +9.33% atau sekitar $9,752.33.

Dengan volatilitas yang masih dalam batas wajar, Bitcoin tetap menunjukkan tren bullish jangka menengah hingga panjang.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga Bitcoin

1. Antisipasi Terhadap Kebijakan Ekonomi Global

Investor global tengah mengantisipasi langkah-langkah kebijakan moneter dari bank sentral besar, khususnya Federal Reserve AS.

Ekspektasi terhadap pelonggaran suku bunga memberi dorongan positif bagi aset berisiko, termasuk Bitcoin. Sebagai aset lindung nilai alternatif, BTC semakin dipandang sebagai instrumen diversifikasi investasi.

2. Permintaan Tinggi dari Institusi

Masuknya arus modal institusional melalui produk-produk investasi berbasis Bitcoin, seperti ETF spot, terus mendorong permintaan.

Lonjakan volume perdagangan harian hingga $54.13 miliar USD menjadi bukti bahwa Bitcoin semakin diterima sebagai aset arus utama.

3. Keterbatasan Pasokan

Dengan total pasokan maksimum 21 juta BTC dan jumlah yang beredar saat ini mencapai 19.92 juta BTC (94.85% dari total), kelangkaan pasokan menjadi faktor fundamental yang memperkuat nilai Bitcoin.

Menjelang siklus halving berikutnya, tekanan suplai diperkirakan akan semakin memperkokoh tren bullish jangka panjang.

4. Ketahanan Harga di Level Support Kuat

Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak di kisaran $111,396.63 hingga $114,306.26. Penembusan ke atas $114,000 memperlihatkan kekuatan demand, sekaligus membuka peluang menuju resistance berikutnya di sekitar $118,000 sebelum menguji rekor tertinggi $124,457.12.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 10 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 11 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Prospek Bitcoin Menuju Rekor Baru

Dengan kapitalisasi pasar yang telah menembus $2,276.74 miliar USD, Bitcoin tidak hanya menjadi aset kripto, tetapi juga mulai sejajar dengan instrumen keuangan tradisional kelas berat.

Banyak analis memperkirakan bahwa jika tren positif ini bertahan, Bitcoin berpeluang kembali mencatatkan ATH baru di atas $125,000 dalam beberapa bulan mendatang.

Adapun beberapa katalis yang dapat memperkuat momentum kenaikan meliputi:

  • Stabilitas makroekonomi dan potensi penurunan suku bunga global.
  • Pertumbuhan adopsi institusional lewat ETF dan tokenisasi aset digital.
  • Siklus halving 2026 yang semakin dekat, mengurangi pasokan baru BTC.
  • Meningkatnya kepercayaan investor ritel yang kembali masuk ke pasar setelah fase konsolidasi.

Namun, investor tetap perlu mewaspadai faktor risiko seperti regulasi ketat di sejumlah yurisdiksi, volatilitas pasar kripto yang tinggi, serta kemungkinan aksi ambil untung ketika BTC mendekati rekor tertinggi.

Bisa saja, kenaikan harga Bitcoin hingga $114,289.85 menandai momentum positif yang semakin kuat di pasar kripto.

Dengan dukungan sentimen global, adopsi institusional, dan keterbatasan pasokan, BTC kembali memantapkan diri sebagai aset digital utama dunia.

Jika tren ini terus berlanjut, Bitcoin bukan hanya berpotensi menguji kembali level ATH di $124,457.12, tetapi juga membuka jalan menuju tonggak sejarah baru di atas $125,000.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com